ilmu


Cara Pembuatan Lem Putih
Dalam pasaran lem putih bisa dikemas dalam botol plastic, namun yang paling banyak adalak dalam kemasan kantong plastic.Bahan dan FormulaFormula lem putih Basis berat :
Polyvynil Acetat ( PVAC ) 55 % solid………. 29,1 %
Polyvynil Alkohol ( PVA )………………………….. 3,6 %
Dextrin………………………………………………… … 10,9 %
Resol 65 %………………………………………………. 25,5 %
Air …………………………………………………………..30,9 %
Cara pembuatan

- Campurkan air dan dextrin secara perlahan
- Panaskan sambil dilakukan pengadukan secara kontinyu sampai suhu 70 °C
- Suhu agar benar-benar dijaga pada suhu reaksi 50 – 60 C
- Setelah mencapai suhu reaksi tambahkan dengan sebagian air
- Masukkan PVA secara bertahap dan diaduk. PVA sukar larut
- Apabila larutan telah tercampur sempurna, tambahkan air sisa
- Dan tambahkan juga Resol 65 %

Cara Pembuatan Pembersih Kaca
Bahan dan formulaFormula pembersih kaca berbasis prosentase berat :IPA ( Iso Propil Alkohol )……………………………….20,0 %
Methanol……………………………………………………..0,1 %
NH4OH ( Ammonium Hidroksida )…………………..0,1 %
Emal……………………………………………………………0,1 %
Parfum sesuai selera
Pewarna sesuai selera
Sisanya adalah air sampai………………………………100 %.
Cara Pembuatan

- Campur dan larutkan Emal secara perlahan-lahan dalam 1/10 air yang digunakan
- pengadukan benar-benar perlahan jangan timbul busa, lakukan sampai benar-benar merata
- setelah merata tambahkan NH4OH, Methanol dan IPA secara perlahan
- Setelah semuanya larut tambahkan sisa air sampai habis
- Masukkan pewarna dan parfum sesuai selera
- Masukkan dalam kemasan plastic atau botol.

Cara Pembuatan Softener (Pelembut Pakaian)
Komposisi membuat softener:
Softener flake 50 g
Air panas 1000 cc
Air dingin 500 cc
Fisative/pengikat 5 cc seperti gliserin atau yang lain
Parfum (ekstrak) 5 cc
Alkohol 5 cc
Cara membuat :

Tahap I :

Ambil 1000 cc air masukan ke dalam panci dan panaskan sampai mendidih, masuk softener flax 50 g kedalam air mendidih tersebut.
Kecilkan apinya, aduk camuran diatas sampai homogen(larut), angkat pangi dari pemanas, tambahkan air dingin 500 cc., biarkan gampuran tersebut dingin.
Tahap 2 :

Ambil gelas masukkan fisative 5 cc + alkohol 5 cc+ Parfum 5 cc campur sampai merata
Tahap 3 :
Campurkan hasil tahap 1 dan tahap 2 aduk sampai merata
Cara Pembuatan Sabun Transparan
Komposisi pembuatan sabun transparan:

1. Minyak kelapa 100 ml

2. NaOH Farmasetis

3. Asam stearat

4. Alkohol 70% 80 ml

5. Gliserin secukupnya

6. TEA

7. Parfum secukupnya

8. Pewarna secukupnya

9. Air

Peralatan yang dibutuhkan : Wadah, pengaduk kayu, kompor dan termometer ( Rp. 20.000an aja )

Cara Membuat Sabun mandi Transparan:

1. 100 ml tuangkan ke wadah dan dipanaskan

2. NaOH secukupnya + 50 ml air

3. (1) + (20) aduk rata suhu tetap stabil ( sekitar 15 menit )

4. Asam stearat dilelehkan dengan wadah ditutup

5. (3) + (4) aduk rata hingga homogen

6. (5) + alkohol aduk rata

7. (6) + TEA aduk rata

8. (7) + Gliserin aduk rata dengan tetap dipanaskan selama sekitar 5menit, setelah jernih diangkat dan

diamkan agak dingin.

9. (8) + Pewarna secukupnya

10. (9) + Parfum secukupnya

11. Tuangkan ke dalam cetakan, diamkan semalam, sabun akan mengeras dengan sendirinya

12. Angkat dari cetakan atau dengan membalikkan cetakan, sabun akan terlepas dan siap dikemas

Catatan:

Hasil sabun PH sekitar 9 ( Standar PH 8-10) atau untuk menurunkan PH dengan menambahkan asam stearat, tektur sabun halus, busanya banyak, tingkat kekerasannya standar seperti sabun pada umumnya.

Untuk cetakan sabun kita bisa menggunakan cetakannya agar-agar atau kita membuat cetakan sendiri ataupun pesan cetakan sabun pada yang ahlinya dengan cetakan yang unik.

Cara Pembuatan Sampo Anti Ketombe
Analisa bahan sampo anti ketombe adalah semua bahan-bahan yang dipakai standard kosmetik dan aman. Untuk itu akan kami bahas masing-masing bahan dari segi fungsinya. Kami akan membatasi beberapa bahan saja, karena bahan yang lain sudah di bahas pada artikel sampo hotel.

1. Pearl concentrate berfungsi untuk menambah keindahan sampo ( sampo mutiara.

2. Zinc pyrithione berfungi untuk mencegah dan menghilangkan ketombe atau menggunakan ketoconazole, asam salisilat, selenium sulfida dll.

Komposisi sampo anti ketombe

1. Sodium Chloride 40 gr

2. Ultra SLES

3. Foam Booter C-KD secukupnya

4. Lexaine-C secukupnya

5. Polyquat

6. Zinc Pyrithione

7. Trilon

8. Carboxylic Acid

9. Pearl concentrate

10. Lexgard 2,2 cc

11. Pewarna secukupnya

12. Parfum secukupnya

13. Aquadest

Peralatan yang dibutuhkan : wadah, pengaduk dan takaran.

Prosedur pembuatannya:

1. Sodium chloride 20 gr + Ultra SLESS aduk rata sampai putih

2. ( 1 ) + 3/4 dari aquadest sedikit demi sedikit aduk rata

3. ( 2 ) + Foam booster C-KD aduk rata

4. Lexaine C + Polyquat aduk rata di wadah lain

5. ( 3 ) + ( 4 ) aduk rata

6. ( 5 ) + Pearl concentrate aduk rata

7. ( 6 ) + Zinc pyrithione aduk rata

8. ( 7 ) + Lexgard P aduk rata

9. Carboxylic acid + Aquadest aduk rata

10. ( 6 ) + ( 7 ) aduk rata

11. Trilon + sisa aquadest aduk rata + sisa sodium chloride aduk rata

12. ( 8 ) + ( 9 ) sedikit demi sedikit aduk rata

13. ( 10 ) + Pewarna aduk rata

14. ( 13 ) + Parfum secukupnya aduk rata

15. Diamkan beberapa jam dan siap dikemas

Sebagian sumber di ambil dari Agoes Ramdhanie

Cara Pembuatan Sampo Mobil
Komposisi sampoo mobil busa warna

Texapon 1kg
Sodium sulfat secukupnya
Camperlan secukupnya
Gliserin secukupnya
EDTA 20 gram
propilin glikol secukupnya
Parfum secukupnya
Pewarna khusus
Air 10 liter
Siap di kemas
Alat yang dibutuhkan : Ember, Gelas ukur plastik (literan), Gelas ukur kaca (cc), pengaduk kayu.

Cara Membuat sampoo mobil :

Texapon + sodium sulfat diaduk sampai memutih
(1) + beri air sedikit demi sedikit sampai 6 liter
(2) + camperlan aduk sampai mengental
(3) + tambahkan lagi air 2 liter aduk sampai homogen
(4) + sodium sulfat aduk rata
(5) + Gliserin aduk rata
(6) + (EDTA larutkan dalam 100 ml) aduk rata
(7) + air 1,9 liter aduk rata
(8) + Pewarna khusus aduk rata
(9) + ( Parfum + Propilin glikol) aduk rata
Diamkan beberapa saat & siap dikemas
***

Komposisi sampoo mobil biasa

Texapon 1kg
Sejenis garam tertentu
Fisative
Parfum
Pewarna
Air
Alat yang dibutuhkan : Ember, Gelas ukur plastik (literan), Gelas ukur kaca (cc), pengaduk kayu.

Cara Membuat sampoo mobil :

Texapon + Sejenis garam diaduk sampai memutih
(1) + beri air sedikit demi sedikit sampai 6 liter
(2) + Sejenis garam aduk sampai mengental
(3) + tambahkan lagi air 2 liter aduk sampai homogen
(4) + Sejenis garam aduk rata
(5) + sisa air aduk rata
(6) + Pewarna aduk rata
(7) + ( Parfum + Fisative) aduk rata
Diamkan beberapa saat dan siap dikemas
Cara Pembuatan Shampo Hotel
Analisa Bahan

1. ULTRA SLES ( Sodium Lauryl Ether Sulfat ) sebagai pembusa terbanyak

2. Sodium Chloride untuk membantu Ultra SLES mudah larut ke air dan pengental

3. Lexgard sebagai pengawet

4. Polyquat untuk melembutkan rambut

5. Lexaine C ( Cocamido propyl betaine ) untuk mengurangi iritasi pada kulit

6. Bahan-bahan yang lain sudah di bahas

Komposisi pembuatan sampo hotel:

1. Sodium Chloride 50 gr

2. Ultra SLES 120 gr

3. Foam Booter C-KD secukupnya

4. Lexaine-C

5. Polyquat 30 – 60 cc

6. Trilon

7. Carboxylic Acid

8. Lexgard 2,2 cc

9. Pewarna secukupnya

10. Parfum secukupnya

11. Aquadest

Peralatan yang dibutuhkan : wadah, pengaduk dan takaran.

Prosedur pembuatannya:

1. Sodium chloride 25 gr + Ultra SLESS aduk rata sampai putih

2. ( 1 ) + 3/4 dari aquadest sedikit demi sedikit aduk rata

3. ( 2 ) + Foam booster C-KD aduk rata

4. ( 3 ) + Lexaine C aduk rata

5. ( 4 ) + Polyquat aduk rata

6. ( 5 ) + Lexgard P aduk rata

7. Carboxylic acid + Aquadest aduk rata

8. ( 6 ) + ( 7 ) aduk rata

9. Trilon + sisa aquadest aduk rata + sisa sodium chloride aduk rata

10. ( 8 ) + ( 9 ) sedikit demi sedikit aduk rata

11. ( 10 ) + Pewarna aduk rata

12. ( 11 ) + Parfum siap di kemas

Cara Pembuatan Shower Gel
Komposisi bahan :

Ultra Sles 120 gr
Cocoamino Diethanol amine secukupnya
Cocoaminido propyl betaine
Methyl paraben
Propyl paraben secukupnya
NaCl 2,5
EDTA
Air panas 25 ml
Amylum
Vitamin E
Pewarna secukupnya
Parfum secukupnya
Peralatan yang digunakan : Wadah, pengaduk & gelas ukur

Cara pembuatan:

Ultra SLES + Cocoamino Diethanol amine di wadah A aduk rata
( 1 ) + Cocoaminido propyl betaine aduk rata
( 2 ) + Methyl paraben aduk rata
( 3 ) + Propyl paraben
NaCl dilarutkan di Air panas di wadah B aduk rata
( 4 ) + ( 5 ) di wadah A sedikit demi sedikit aduk rata
( 6 ) + Amylum + EDTA aduk rata
( 7 ) + Vitamin E aduk rata
( 8 ) + Pewarna aduk rata
( 9 ) + Parfum
Siap di kemas
Analisa Bahan :

1. Sodium Lauryl Ether Sulphate

Merupakan surfaktan, penstabil foam yang terdapat dalam berbagai produk personal care seperti sabun, sampo rambut dan pasta gigi.

2. Cocoamide Diethanol amine

Cairan kental kekunigan, larut dalam air

Merupakan foaming agent dalam berbagai produk seperti sampo, sabun dan emulsifying agent untuk kosmetik.

3. Cocoaminido propyl betaine

Merupakan surfaktan pembersih yang lembut ( mempunyai conditioning properties dan berfungsi untuk mengurangi iritasi pada kulit.

4. NaCl

Berfungsi untuk meningkatkan kekentalan.

5. Methyl paraben (Nipagin) adalah pengawet yang bersifat anti bakteri

6. Propyl paraben (Nipasol) adalah pengawet yang bersifat anti jamur

7. Sebaiknya menggunakan Aquadest ( air suling ) atau menggunakan air mineral / air mineral galonan.

8. Oat

Gandum ( Oat ) tumbuhan seperti padi yg tumbuh di daerah beriklim sudtropis yg menghasilakn terigu (Triticum estivum). Oat berfungsi sebagai scrub (penggosok) untuk mengangkat sel kulit mati sehingga ada regenerasi kulit. Untuk kulit kering, oat juga berfungsi untuk melembabkan kulit, membuat kulit awet muda, menjadikan kulit terlihat halus dan bercahaya. Oat kaya denagn protein, iron, phosporate, magnesium dan silicon yg cocok untuk kulit sensitive.

9. Vitamin E

Vitamin E merupakan alpha tocophenol ( C29H50O2 ) yang larut dalam minyak. Berfungsi untuk menghaluskan kulit.

10. Pewarna

Untuk memberikan warna supaya produk lebih menarik.

11. Parfum

Untuk memberikan wangi supaya produk lebih menarik juga.

Cara Pembuatan Silikon Emulsi
Silikon Emulsi berfungsi untuk mengkilatkan body mobil dan dapat digunakan sebagai semir ban mobil dan motor. Adapun Komposisi Silikon Emulsi adalah :

1. Silicone Oil

2. St-55

3. Polysorbate

4. Aquadest

Peralatan yang dipergunakan : Wadah & pengaduk

Prosedur pembuatannya:

1. Silicone oil + St-55 di mixer sampai rata

2. (1) + Polysorbate aduk rata

3. (2) + Aquadest aduk rata

Cara Pembuatan Invisible Ink ( Tinta Rahasia)
Membuat Tinta yang tidak dapat terlihat ( invisible ink ) atau tinta rahasia, bukan sulap bukan sihir

Formula 1
Ammonium chloride 1 gr
Aqua 15 – 20 cc

Ammonium chloride dilarutkan dalam aqua, tampung dalam botol.
Kertas yang ditulisi dengan tinta ini, bila didekatkan pada nyala api yg kecil atau dipres dgn setrika panas, maka tulisan tersebut akan tampak.

Formula 2
Caustic potas 100 mg
Phenolphtalein 400 mg
Aceton 35 cc
Aqua 64 cc

Caustic potas dilarutkan dalam air 50 cc, lalu phenolphtalein 400 mg yg dilarutkan dalam air 14 cc dan aceton 35 cc.
Campurkan dan tampung dalam botol. Kertas yang ditulis dengan tinta ini akan tampak tulisannya bila ditiupkan atau didekatkan dengan uap ammonia.

Formula 3

Cobalt chloride 1 dr

Mucilago of acacia 1dr

Aqua 1 oz

Campur ketiga bahan tersebut, larutkan, tampung dalam botol. Kertas yang ditulisi tinta ini akan berwarna biru bila dipanaskan, dan akan menghilang kembali bila didinginkan.

Formula 4

Cobalt chloride 10 gr

Gliserin 2 gr

Aqua 88 cc

Campur ketiga bahan tersebut, lalu tampung dalam botol. Kertas yang ditulisi tinta ini pada waktu mengering tulisannya akan hilang, yang kemudian bisa timbul kembali bila didekatkan diatas api.

Cara Pembuatan Sabun Mandi Rempah
Komposisi pembuatan sabun mandi rempah :

Minyak kelapa 100 ml
NaOH
Asam stearat
Rempah-rempah secukupnya
Tepung jagung 5 gr
NaCl
Minyak serai secukupnya
Parfum secukupnya
Air
Peralatan yang dibutuhkan : Wadah, Termometer dan pengaduk

Prosedur pembuatannya

Minyak kelapa di wadah A dipanaskan kurang lebih 95 derajat angkat
NaOH + Air di wadah B dipanaskan kurang lebih 70 derajat angkat
( 1 ) + ( 2 ) di wadah B aduk rata
Lelehkan asam stearat di wadah A ( bekas wadah no. 1 )
( 3 ) + ( 4 ) tetap di wadah B aduk rata di atas pemanas
( 5 ) + Tepung jagung aduk rata
( 6 ) + NaCl aduk rata
( 7 ) + Rempah-rempah aduk rata dan angkat
( 8 ) keadaan hangat + Parfum
Siap masuk cetakan, tunggu semalam sabun akan mengeras sendiri.

Cara Pembuatan Sabun Mandi Cair
Komposisi sabun mandi cair :

1. Asam meristat

2. Asam Laurat

3. KOH

4. Asam stearat

5. Texapon

6. Proppylen glikol

7. Gliserin

8. KCl

9. EDTA

10. Pewarna

11. Parfum

12. Air

Peralatan yang dibutuhkan : Wadah, pengaduk , pemanas dan termometer

Cara Pembuatan Sabun Mandi Cair :

1. Asam meristat + Asam laurat + Asam stearat dalam wadah A dipanaskan sampai meleleh.

2. Larutkan KOH dengan air di wadah B aduk rata

3. (1) + (2) aduk rata

4. (3) + Texapon aduk rata

5. (4) + air sedikit demi sedikit aduk rata

6. (5) + Propylen glikol + Gliserin aduk rata

7. (6) + KCl + EDTA aduk rata

8. (7) + Pewarna secukupnya

9. (8) + Peal concentrate + Parfum aduk rata

10. Simpan dalam wadah tertutup

Cara Pembuatan Sabun Colek
Komposisi pembuatan sabun colek

1. ABS 11%

2. NaOH secukupnya

3. Soda abu 6%

4. Talk 15%

5. Silikat secukupnya

6. Kaolin 18%

7. Garam 7%

8. Pewarna secukupnya

9. Parfum secukupnya

Peralatan yang dibutuhkan: Wadah, takaran dan pengaduk kayu

Cara membuat sabun colek

1. Setengah air dari 31% + Pewarna aduk rata

2. (1) + Garam aduk rata

3. (2) + Talk aduk rata

4. (3) + Soda abu aduk rata

5. (4) + Larutan NaOH ( NaOH : Air = 40% : 60% ) aduk rata

6. (5) + Sisa air aduk rata

7. (6) + Kaolin aduk rata

8. (7) + ABS aduk rata

9. (8) + Silikat aduk rata

10. Siap dikemas

Cara Pembuatan Sabun Cuci Piring
Pada umumnya sabun cair mengandung bahan-bahan sebagai berikut:
* Texapon 10%
* Sodium sulfat secukupnya
* Camperlan secukupnya
* Asam sitrid 1%
* EDTA 0,1%
* Parfum secukupnya
* Propilin glikol secukupnya
* Pewarna secukupnya
* Air

Peralatan yang dibutuhkan: Ember, Gelas ukur dan pengaduk kayu
Cara membuat:
1. Texapon + sodim sulfat diaduk rata sampai memutih
2. (1) + masukkan air sedikit demi sedikit sampai 50% nya
3. (2) + masukkan camperlan aduk rata
4. (3) + sisa (20-30)% air dimasukkan sedikit demi sedikit
5. (4) + sodium sulfat dimasukkan sedikit demi sedikit hingga terlihat mengental
6. (5) + pewarna secukupnya aduk rata
7. (6) + parfum secukupnya
8. Siap dikemas

Catatan:
* Pemberian parfum pada sabun cair dengan perbandingan 1ml parfum berbanding 500 ml sabun cair.
* Propilin glikol berbanding parfum ( 1 : 2 )

Analisis Bahan
Texapon ini nama merk dagang dengan nama kimia Sodium Lauril Sulfat ( SLS). Senyawa ini adalah surfaktan. Texapon ini bentuknya jel yang berfungsi sebagai pengangkat kotoran. Sodium sulfat (Na2SO4) bentuknya serbuk yang berfungsi mempercepat pengangkatan kotoran dan juga sebagai pengental. Camperlan ini bentuknya cairan kental yang berfungsi sebagai pengental dan penambah busa menjadi gelembung-gelembung kecil. Asam sitrit bentuknya serbuk yang berfungsi sebagai pengangkat lemak. EDTA ini bentuknya serbuk berfungsi sebagai pengawet sabun cair. Parfum ini bentuknya cair fungsinya sebagai pewangi sabun cair. Propilin glikol ini bentuknya cair fungsinya sebagai pengikat parfum. Pewarna ini bentukya serbuk fungsinya sebagai pemberi warna pada sabun cair.

Cara Pembuatan Permen Jelly
Komposisi Bahan :

Gelatine 165 gr

Glukose 75 gr

Sodium propionat gr

Buffer sitrat

Asam sitrat secukupnya

Gula 160

Pewarna secukupnya

Essens / Sari buah

Air

Peralatan yang digunakan : Wadah, pemanas, pengaduk, termometer & cetakan.

Cara Pembuatannya:

1. Gelatine + Air panas aduk rata sampai larut

2. ( 1 ) + sodium propinat aduk rata sampai larut

3. Glukose + Gula + Air dipanaskan dengan api kecil sampai suhu 110 derajat, kemudian tambahkan asam sitrat + Buffer sitrat sambil di aduk dan dipanaskan sampai 120 derajat lalu matikan.

4. (2 ) + ( 3 ) di aduk rata

5. ( 4 ) + Pewarna + Essens/sari buah… aduk rata

6. ( 5 ) tuang ke loyang atau cetakan, tunggu sampai dingin & kenyal ( kira-kira 1 hari ).

7. Siap diangkat dari cetakan, kemudian taburi dengan campuran tepung tapioka dan gula yang sudah di sangrai.

Khusus untuk permen jelly sari buah :

Pembuatan sari buah kita bisa menggunakan buah-buahan seperti nanas, mangga, jambu, buah naga dll. Kita pilih salah satu buah kemudian kita kupas…dipotong kecil-kecil kemudian di BLENDER …tambahkan air sama dengan berat buah…kemudian di saring dengan kain saring. Hasil sari buah ini bisa diencerkan dengan air dengan perbandingan 1 : 1 ataupun 1 : 2.

Cara Pembuatan Pembersih Lantai
Analisa Bahan

Desinfektan yang kami masukkan ke pembersih lantai adalah BKC ( Benzalkonium Chloride).

Komposisi Pembersih Lantai Plus

1. CMC 30 gr

2. Texapon secukupnya

3. BKC

4. Polysorbate

5. Parfum

6. Pewarna

7. Air 3 liter

Peralatan yang digunakan : wadah, pengaduk & pengukur

Prosedur Pembuatannya

1. CMC + Air di wadah A

2. Texapon + Air di wadah B

3. (1) + (2) di wadah A

4. Polysorbate + BKC aduk rata di wadah lain aduk rata

5. (4) + sisa air aduk rata

6. (3) + (5) aduk rata

7. (6) + Pewarna

8. (7) + Pewangi dan diamkan beberapa saat

9. Siap dikemas

Cara Pembutan Pembasmi Hama Tanaman
Komposisi:

1. Belerang

2. NaOH secukupnya

3. Texapon

4. Garam industri

5. Air 10 liter

Peralatan yang dibutuhkan : Wadah, pengaduk dan Saringan

Prosedur pembuatan :

1. Texapon + Garam industri aduk rata sampai berwarna putih

2. (1) + Belerang sedikit demi sedikit aduk rata

3. (2) + NaOH sedikit demi sedikit aduk rata

4. (3) + Air aduk rata, tutup biarkan semalam

5. Siap dikemas atau digunakan

Perlu diketahui pembasmi ini dapat juga di gunakan jenis buah-buahan yang lainnya seperti untuk tanaman jeruk, dan juga tanaman buah lainnya dengan cara diencerkan larutannya.

Yang pasti dengan membuat sendiri bisa hemat sampai 70%, bayangkan berupa luas ladang yang ditumbuhi pohon apel, sehingga dapat menekan biaya operasional.

Cara Pembuatan Pelininan Buah
Pemanfaatan pelilinan pada buah yang baru di panen. Biasanya dilakukan pada pedagang buah atau untuk buah Ekspor / Impor. Khusus Ekspor / Impor, buah hasil panen terdahulu itu kemungkinan besar diawetkan terlebih dulu sebelum dikirim ke negara tujuan. Biasanya, buah tersebut dilapisi dengan sejenis lilin ini akan menghambat penguapan saat proses pembusukan buah. Lapisan lilin biasanya ditemui pada buah impor seperti jeruk, apel, pear, mangga dll.

Sebelum pelilinan, buah-buahan dicuci bersih dengan busa lembut untuk menghilangkan kotoran-kotoran pada permukaan kulit, kemudian ditiriskan hingga kering. Teknik yang paling popular atau komersial adalah penyemprotan atau dicelupkan. Setelah pelilinan, buah ditiriskan terlebih dahulu sebelum disimpan atau dipasarkan. Pelilinan biasanya dibarengi dengan penyimpanan suhu rendah untuk memperpanjang daya simpan.

Perlakuan terhadap buah yang diberi lapisan lilin sebelum di konsumsi harus dicuci dengan menggunakan sabun. Tanpa sabun, mustahil lapisan minyak pada lilin pelapis bisa luntur. Setelah dicuci bersih, buah harus dikeringkan. Jika sudah kering, simpanlah di lemari pendingin. Bungkuslah buah dalam plastik dengan porsi sesuai kebutuhan. Plastik penyimpan sebaiknya tidak sering dibuka tutup, sehingga buah akan segar lebih lama.

Komposisi Pelilinan Buah

1. Cera vlava ( lilin lebah )

2. TEA

3. Asam oleat

4. Air

Peralatan yang dibutuhkan : Wadah dan pengaduk

Pembuatannya

1. Perbandingan tertentu campur lilin + TEA + Asam oleat aduk rata

2. ( 1 ) + Air aduk rata

3. Siap dikemas dan langsung di gunakan

Cara Pembuatan Pelicin Setrika
Komposisi bahan pembuatan Pelicin Setrikaan :

1. Magnasoft

2. Carboxylic acid 0,8 gr

3. Syisil liquid 2,3 cc

4. Parfum secukupnya

5. Methanol 24 cc

6. Aquadest

Peralatan yang digunakan : wadah, takaran dan pengaduk kayu

Prosedur pembuatannya :

1. Magnasoft + Aquadest aduk rata

2. ( 1 ) + Carboxylic acid aduk rata

3. ( 2 ) + Syisil liquid aduk rata

4. Parfum + methanol aduk rata

5. ( 3 ) + ( 4 ) aduk sampai rata

6. Siap di kemas

Cara Pembuatan Pasta Kopi Mocca
Analisa bahan:

Kopi bubuk
Kopi dapat menghilagkan rasa kantuk karena adanya kafein dalam kopi. Kafein menstimulasi system syaraf manusia sehingga memacu jantung agar bergetak lebih kencang.

1. Coklat bubuk.

Coklat merupakan produk turunan dari biji coklat atau cocoa. Coklat ini mempyunyai dampak yg bagus bagi tubuh, antara lain sebagai antioksidan yang dapat mencegah kerusakan jaringan tubuh akibat radikal bebas.

2. Mocca Extrak

Untuk memperkuat cita rasa mocca.

3. Malt Extrak

Extrak malt adalah campuran berbagai karbohihrat yg di extrak dari biji-bijian. Extrak malt berupa liquid pekat yg mengandung berbagai karbohidrat, vitamin, mineral dan protein. Fungsinya sebagai pewarna dan perasa alami yg merpakan pengganti caramel dan sumber energi alami.

4. Glucose cair

Berupa sirup kental manis, tidak berwarna atau kuning muda, transparan. Banyak digunakan dalam industri makanan dan farmasi seabagai pemanis.

5. Natrium Benzoat

Sebagai pengawet makanan dan farmasi.

6. Air

Sebagai pengencer saja.

PASTA KOPI MOCCA

Bahan:

1. Kopi bubuk 10 gr

2. Coklat bubuk secukupnya

3. Mocca Extrak

4. Malt Extrak ml

5. Natrium Benzoat

5. Glucose cair secukupnya

6. Air

Peralatan yang digunakan : Penangas air, Beaker plastic, Pengaduk & Gelas ukur

Cara membuat

Glukose cair tuangkan ke dalam beaker plastic.
( 1 ) + Kopi bubuk + Coklat bubuk + Air ml, campuran ini dipanaskan di atas penangas air aduk rata
( 3 ) + Mocca extrak & sisa air, aduk rata sebentar saja dan angkat dari penangas air.
( 3 ) + Malt Ektrak aduk rata ( tanpa pemanasan )
Tunggu agak dingin, pasta kopi siap di kemas dimasukkan ke dalam pasta tube atau kemasan lainnya.
Cara Pembuatan Odol (Pasta Gigi)
Bahan baku pasta gigi tersusun atas :

1. Bahan polishing ( penggosok), merupakan salah satu bahan terpenting untuk menghilangkan partikel-partikel sisa makanan yang menempel pada gigi. Bahan yang sering digunakan diantaranya Aluminium fosfat.

2. Bahan foaming ( pembusa ), berfungsi untuk membantu aksi bahan polishig dengan membasahi gigi dan partikel makanan yang tertinggal pada gigi dan juga berfungsi mengemulsikan lendir dimulut. Bahan pembusa yang digunakan SLS ( sodium lauryl sulfonate ) dengan nama dagang texapon, emal dll.

3. Bahan moistener ( pelembab ), berfungsi untuk mencegah pengeringan dan pengerasan pada pasta gigi. Bahan yang sering digunakan diantaranya Gliserin , Propylene glikol dll.

4. Bahan pengikat, berfungsi untuk mencegah terjadinya pemisahan bahan pada pasta gigi. Bahan yang digunakan diantaranya sodium alginat.

5. Bahan pemanis, berfungsi untuk menberikan rasa manis pada pasta gigi. Bahan yang digunakan diantaranya sakarin.

6. Bahan pemberi rasa, berfungsi untuk memberikan aroma dan rasa pada pasta dan menghindari rasa eneg atau mual. Disamping itu juga untuk menambah kesegaran pasta gigi. Bahan yang digunakan minyak peppermint.

7. Bahan pengawet, berfungsi untuk menjaga struktur fisik, kimiawi dan biologi pasta gigi. Bahan ini haruslah tidak bersifat toksik. Bahan pengawet yang digunakan sodium benzoat.

8. Bahan flouride, merupakan salah satu zat yang berfungsi untuk pertumbuhan dan kesehatan gigi, melapisi struktur gigi dan ketahanannya terhadap proses pambusukan serta pemicu mineralisasi. flournya memberikan efek deterjen dan unsur kimianya mengeraskan lapisan email gigi. Flouride yang banyak digunakan adalah salah satunya sodium flouride ( NaF ). Pemberian flouride untuk pasta gigi dianjurkan 0,05% – 0,08%, karena kelebihan pemberian flouride akan mengakibatkan merusak kesehatan. Penulis menganjurkan dalam pembuatan pasta gigi tanpa flouride sih tak apa-apa.

Komposisi pembuatan pasta gigi

1. Alumium fosfat maksimal

2. Texapon 3%

3. Gliserin (15 – 20)%

4. Sodium alginat 25%

5. Sakarin secukupnya

6. Minyak peppermint secukupnya

7. Sodium benzoat 0,1%

8. Sodium flouride

9. Air Secukupnya

Peralatan yang dibutuhkan: wadah dan pengaduk kayu

Cara membuat pasta gigi

1. Sodium alginat + gliserin diaduk rata

2. (1) + Texapon diaduk rata

3. Air + Sodium benzoat aduk rata

4. (3) dicampur ke (2) aduk rata + NaF

5. (4) + Pemanis aduk rata

6. (5) + Aluminium fosfat aduk rata

7. (6) + Minyak peppermint aduk rata

8. Siap dikemas

Cara Pembuatan Nata De Coco
Nata De Coco

Selain banyak diminati karena rasanya yang enak dan kaya serat, pembuatan nata de coco pun tidak sulit dan biaya yang dibutuhkan tidak banyak sehingga dapat sebagai alternatif usaha yang dapat memberikan keuntungan. Produk ini banyak digunakan sebagai pencampur es krim, coktail buah, sirup, dan makanan ringan lainnya.
Nata de coco dapat dipakai sebagai sumber makan rendah energi untuk keperluan diet. Nata de coco juga mengandung serat (dietary fiber) yang sangat dibutuhkan tubuh dalam proses fisiologi. Konon, produk ini dapat membantu penderita diabetes dan memperlancar proses pencernaan dalam tubuh.

Acetobacter xylinum dalam pertumbuhan dan aktivitasnya membentuk nata memerlukan suatu media yang tepat sehingga produksi nata yang dihasilkan dapat secara optimal. Sebagai media dalam pembentukan nata media yang digunakan haruslah memiliki kandungan komponen-komponen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme yang dalam hal ini yaitu acetobacter xylinum . Komponen media nata yang dibutuhkan sebagai syarat media nata antara lain memiliki sumber karbon dapat berupa gula, sumber nitrogen dapat berupa penambahan urea atau ZA, mineral dan vitamin yang mendukung pertumbuhan bakteri acetobacter xylinum. Asam sitrat atau asam asetat untuk penyedia kondisi asam yang diharapkan bakteri acetobagter xylinum.

Pembuatan starter/bibit dari Ampas Nanas

Apabila bakteri Acetobacter cylinum sulit diperoleh, maka bakteri tersebut diperoleh dari ampas nanas dengan cara sebagai berikut :

1. Buah nanas matang, dikupas dan dicuci bersih. Kemudian dibelah dan dipotong-potong kecil-kecil. Potongan ini dihancurkan dengan alat penghancur.

2. Hancuran nenas diperas sampai sari buahnya habis, ampasnya dicampur dengan air dan gula pasir dengan perbandingan 6:3:1. Tapi sebelumnya air dididihkan masukkan gula putih sampai larut dan mendidih lagi. Dinginkan larutan gula, kemudian masukkan ampas. Campuran ini diaduk merata dan dimasukkan ke dalam stoples dibiarkan 10 menitan, kemudian ditutup dengan kertas dan diperam aelama 2-3 minggu (sampai terbentuk lapisan putih di atasnya).

3. Larutan yang diperoleh selanjutnya digunakan sebagai bibit/starter dalam pembuatan nata de coco.

Cara Perbanyakan starter/bibit yang dilakukan sendiri

1. Tuangkan air kelapa + ZA + biang cuka yang sudah mendidih ke dalam botol sirup sebanyak 2/3 bagian, lalu tutup dengan kertas koran dan ikat dengan gelang karet.

2. Setelah dingin tambahkan starter yang sudah jadi / bibit yang dibeli dari balai-penelitian Bioteknologi sebanyak 20-30 ml.

3. Biarkan selama 7-10 hari, maka starter/bibit sudah siap dipakai untuk pembuatan nata de coco selanjutnya.

4. Untuk pembuatan bibit selanjutnya adalah 2/3 botol air kelapa ditambahkan 1/3 botol bibit sendiri.

Jika tidak sempat membuat bibit/starter bakteri Acetobacter xylium ( Bisa diperoleh di laboratorium pertanian ). Perlu diketahui pembelian bibit/starter di Malang 1 botol ( 8OO ml ) harganya Rp 25.000. Dimana tempat tinggal (kota) anda ?…..

Komposisi pembuatan nata de coco

1. Air kelapa tua

2. Gula

3. Urea/ZA

4. Starter

5. Asam asetat

6. Asam sitrat

Peralatan yang digunakan : Pemanas, gelas ukur, panci, pengaduk, baki atau loyang, kertas koran dan tali karet.

Cara pembuatan nata de coco

1. Loyang + pengaduk disterilkan caranya panaskan loyang/pengaduk diatas pemanas 15 -20 cm.

2. Semua bahan kecuali starter direbus sampai mendidih

3. Tuangkan ke dalam loyang/cetakan yang sudah disediakan dengan ketebalan 1,5 cm – 2 cm, kemudian tutup dengan koran dan ikat dengan tali karet.

4. Biarkan sampai benar-benar dingin, starter dimasukan ke loyang dengan membuka sedikit salah satu penutup ujung loyang dan tak perlu di aduk, selanjutnya tutup dan diamkan selama 7- 10 hari.

5. Setelah kurang lebih satu minggu, air kelapa telah berubah menjadi nata de coco dan siap dipanen (diangkat dari loyang/cetakan).

6. Nata de coco dicuci beberapa kali ( 3 kali ) untuk menghilangkan bau asam, selanjutnya dipotong kecil-kecil berbentuk kubus. Kemudian direndam 2 hari biar bau asamnya hilang dengan catatan air rendaman di ganti setiap hari

7. Pada hari ketiga nata direbus dalam air bersih sampai mendidih dan tiriskan.

8. Buat rebusan air gula dan pandan di dalam panci yang manisnya sesuai selera masing-masing. Masukkan nata yang telah ditiriskan dan tutup, biarkan kurang lebih 1 jam supaya manisnya meresap ke dalam nata. Selanjutnya nata siap dihidangkan atau bisa juga dicampur lagi dengan sari buah lainnya.

Catatan:

Bila nata de coco ini di kemas dengan di beri air “gula” dan perasa (essen) maka nata de coco akan bertahan (awet) minimal 1 tahun. Karena gula itu sendiri berfungsi sebagai pengawet nata de coco itu sendiri.

Cara Pembuatan Minuman Berkarbonasi
MINUMAN BERKARBONISASI

Tahap penting dalam pembuatan minuman proses karbonasi, mutlak diperlukan tekanan tinggi supaya gas CO2 dapat mengisi rongga-rongga di dalam struktur cairan. Tekanan tinggi tersebutlah yang menyebabkan timbulnya suara berdesis, ketika minuman berkarbonasi dibuka dari kaleng ataupun botol. Suara desis tersebut berasal dari tekanan pada permukaan air soda yang turun dengan sangat cepat, sehingga gas karbondioksida dalam minuman berusaha lepas. Gas karbondioksida tidak lepas sendiri-sendiri, namun membentuk molekul yang disebut nukleus sehingga mereka mempunyai tenaga untuk melawan cairan, melepaskan diri ke permukaan. Nukleus ini dapat dilihat ketika kita menuangkan minuman ke gelas, maka di bagian pinggir akan terbentuk gelembung-gelembung yang tampak menyatu. Nukleus ini juga yang memberikan sensasi nikmat di lidah.

Proses pembentukan nukleus dapat dipercepat dengan cara mengocok minuman berkarbonasi. Jika kita mengocok soda dalam kaleng atau botol yang masih tertutup, akan timbul suara letupan pada saat kaleng dibuka akibat dorongan nukleus yang sangat besar.

Selain faktor nukleus, faktor lain yang berpengaruh terhadap proses hilangnya gas karbondioksida dalam air adalah suhu. Proses karbonasi akan lebih efektif pada suhu yang lebih rendah, yaitu 2 – 5 derajat Celcius. Semakin tinggi suhu cairan, semakin sedikit gas yang terlarut.

Hal itu memang berlawanan dengan zat padat (seperti gula atau garam) yang bila dipanaskan akan mudah larut bersama air. Zat gas seperti karbondioksida bila berada dalam keadaan bebas di udara akan memiliki energi kinetik yang sebanding dengan suhu.

Untuk membuat karbondioksida larut dalam air, diperlukan upaya agar zat karbondioksida tersebut dapat stabil di dalam air. Salah satunya adalah menurunkan energi kinetiknya dengan cara menurunkan suhu. Bila kita menaikkan suhunya, gas karbondioksida akan cenderung lepas. Itulah sebabnya selain alasan kesegaran, minuman berkarbonasi lebih disarankan untuk dikonsumsi dalam keadaan dingin.

SPRITE TYPE

1. Cane sugar

2. Sodium citrate

3. Sodium benzoate

4. Aspartame

5. Lemon essence

6. Citric acid

7. Air kemasan isi ulang

8. Ace-K

FENDA TYPE

1. Cane sugar

2. Sodium citrate

3. Sodium benzoate

4. Stevioside

5. Orange essence

6. Citric acid

7. Air kemasan isi ulang

8. Ace-K

COLA TYPE

1. Cane sugar

2. Phosphoric acid

3. Sodium benzoate

4. Sodium cyclamate

5. Caffeine

6. Citric acid

7. Whole colorful cola

8. Air kemasan isi ulang

9. Ace-K

ORANGE TASTE

1. Cane sugar

2. Sodium citrate

3. Potassium sorbate

4. Sodium cyclamate

5. Citric acid

6. Air kemasan isi ulang

7. Ace-K

LITCHY TYPE

1. Cane sugar

2. Sodium citrate

3. Emulsified litchi essence

4. Citric acid

5. Sodium benzoate

6. Air kemasan isi ulang

7. Ace-K

STRAWBERRY TYPE

1. Cane sugar

2. Sodium citrate

3. Sodium benzoate

4. Citric acid

5. Strawberry essence

6. Air kemasan isi ulang

7. Ace-K

Cara Pembuatan Lilin Hias
Komposisi pembuataannya

1. Parafin Elastis

2. White Oil

3. Pewarna Lilin

4. Parfum secukupnya

5. Hiasan selera

Peralatan untuk mengolah pun sederhana, hanya dibutuhkan wadah, cetakan, kuas dan kompor.

Prosedur :

1. Parafin elastis + White oil di wadah dipanaskan sampai leleh, aduk rata

2. ( 1 ) bening + pewarna

3. ( 2 ) tuang ke cetakan yang ada sumbunya dan beri hiasan

Catatan :

- Dapat dituangkan diwadah permanen dengan lilinnya dan hiasi ( keong kecil, bebatuan dll ), sehingga tampak tembus pandang.

- Sebaiknya gunakan cetakan yang terbuat dari steenless atau cetakan silikon.
- Saat mencetak lilin dalam cetakan plastik, terkadang susah untuk dikeluarkan dari cetakan. Triknya, masukkan lilin yang telah dicetak kedalam kulkas, maka akan mudah dikeluarkan dari cetakannya.
- Untuk menghasilkan sumbu yang baik dan tidak banyak asap, maka sebelumnya harus direndam terlebih dahulu dalam air garam selama 3 jam. Setelah dikeringkan baru bisa digunakan sebagai sumbu lilin dengan hasil yang baik.

Cara Pembuatan Kompon Mobil
Kompon (Rubbing Compound) berfungsi sangat efektif untuk menghilangkan noda goresan cat mobilPenggunaan kompon ini berlaku untuk mobil-mobil tua….yg biasanya permukaan catnya kelihatan kusam/ kasap akan cemerlang kembali. Fungsi kompon ini juga sangat baik untuk memoles mobil-mobil yg baru di cat … akan menjadikan mengkilap cemerlang tahan lama.Komposisi pembuatan kompon cat mobil :1. St77 35 gr
2. Nonyl Phenol Ethoxylate 10 / NP 10

3. St-15 secukupnya

4. Kaolin 10 gr

5. Asam oleat

6. Parafin Oil

7. Pengawet 0,o2%

8. Aquadest

Peralatan yg di gunakan :

Wadah, Pengaduk & Alat Ukur

Proses Pembuatannya :

1. St77 + aquadest aduk rata

2. ( 1 ) + Kaolin aduk rata

3. ( 2 ) + Parafin Oil aduk rata

4. ( 3 ) + St-15 aduk rata

5. ( 4 ) + asam oleat aduk rata

6. ( 5 ) + NP 10 aduk rata

7. ( 6 ) + pengawet aduk rata

8. Siap di kemas

Cara Pembuatan Karbol (Pembersih Lantai}
Bila kita mengetahui lebih jauh, banyak sekali kegunaan dari cairan karbol. Penulis akan menjabarkan kegunaan-keguanaan kreolin adalah sebagai berikut:

Pembersih lantai sekaligus pembunuh kuman, bakteri maupun jamur, tidak hanya cocok untuk di kamar mandi saja sehingga kita betah di kamar mandi berjam-jam, tetapi untuk semua ruangan dirumah, perkantoran, rumah sakit dll.
Mengatasi bau yang sangat membandel yang tidak bisa diatasi oleh pewangi atau parfum apapun. Bau tidak sedap disebabkan oleh kuman atau jamur hidup dengan memberikan cairan karbol bau tak sedap akan hilang seketika. Juga bisa penghilang bau bangkai dengan menyiramkan cairan karbol di bangkai tersebut.
Keset dan wangi segarnya aroma pinus (bukan cemara yang tahu selama ini), maksudnya lantai tidak licin sehingga tidak mudah akan terpeleset umumnya untuk kamar mandi dan kususnya bagi yang punya anak kecil. Wanginya segar nuansa pegunungan pohon pinus.
Karbol + diterjen bisa untuk membersihkan kerak-kerak yang membandel.
Pembuatan karbol

Dalam pembuatan karbol ada dua cara yaitu cara dingin dan cara panas. Cara dingin dengan menggunakan air dingin akan menghasilkan karbol berwarna seperti kopi susu dan cara panas akan menghasilkan karbol berwarna seperti minyak goreng. Arpus yang berbentuk bongkahan ini harus ditumbuk sampai halus supaya mudah dilarutkan nantinya. Selanjutnya simak dibawah ini

Komposisi pembuatan karbol:

Arpus 1kg
NaOH secukupnya
Camper 50 gr
Pine Oil/Minyak pinus
Air 10 – 20 liter
Peralatan yang dibutuhkan: Penumbuk, Ayakan, Ember plastik, pengaduk kayu.

Cara membuat:

Larutkan NaOH dalam air 6 liter di Ember plstik aduk rata
(1) + Arpus aduk rata dan biarkan beberapa lama
Larutkan Camper dalam minyak pinus terjadi larutan homogen
(2) + (3) aduk rata
(4) + beri sisa air yang dibutuhkan dan siap dikemas

Oleh Edi Suryanto

Untuk menghindari kerusakan, maka daging perlu diawetkan. Pengawetan daging dapat dilakukan dengan penambahan bahan pengawet yang termasuk dalam Bahan Tambahan Pangan (BTP). Namun masyarakat sekarang merasa ketakutan apabila mendengar istilah bahan pengawet atau bahan kimia yang dapat menimbulkan efek negatif bagi tubuh. Padahal, ketakutan ini tidak perlu terjadi. BTP sebenarnya adalah bahan aditif yang mengandung senyawa-senyawa kimia, misalnya natrium klorida, senyawa nitrit/nitrat, senyawa phosphate, dan lainnya yang telah diijinkan penggunaannya. Namun yang menjadi pertanyaan apa jenis pengawet yang cocok untuk produk olahan daging, bagaimana dengan keamanan dan ambang batas penggunaan, dan amankah bahan pengawet tersebut bagi kesehatan konsumen?

Bahan-bahan yang umum digunakan untuk pengawetan produk olahan daging antara lain adalah 1) garam (sodium chloride), 2) alkaline phosphates (sodium tripolyphosphate), 3) sweetener seperti dextrose, sukrosa dan sorbitol, 4) sodium atau potassium nitrite digabungkan dengan sodium atau potassium erythorbate atau ascorbate, 5) sodium laktat atau potassium lactate, 6) sodium acetate dan diacetate, 7) liquid smoke, 8) antioxidan seperti butylated hydroxy anisole (BHA), butylated hydroxy toluene (BHT) propyl gallate (PG), alpha tocopherols. Terdapat pula beberapa asam yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada karkas unggas. Karkas ayam yang dicelupkan dalam larutan asam laktat atau asam sitrat mempunyai masa simpan yang lebih lama.

Bahan pengawet juga dapat berasal dari curing agents. Curing agents yang klasik untuk daging terdiri dari suatu campuran sodium chlorida, sodium nitrit dan/atau sodium nitrat, gula (dekstrosa, sukrosa, hidrolisat pati, dan lain-lain). Bumbu-bumbu dapat ditambahkan dengan tujuan utama untuk flavoring atau penambahan rasa. Dalam konsentrasi yang telah ditetapkan, campuran curing secara bersama berfungsi sebagai sumber pengawet yang efektif. Ketika digunakan secara bersama maka bahan curing bertindak sebagai pengawet yang lebih baik dibanding komponen-komponen individu pengawet.

Memilih pengawet untuk olahan daging harus memperhatikan jenis olahan daging. Daging olahan lokal seperti abon, dendeng, bakso mempunyai karakteristik produk yang berbeda. Abon adalah produk daging olahan kering yang mempunyai kadar air rendah. Menurut SNI 1995 maksimum kadar air abon adalah 7% dan dengan bahan pengawet gula sebesar maksimum 30%. Rendahnya kadar air dan tambahan bahan pengawet gula dan garam menyebabkan produk daging olahan dapat tahan berbulan-bulan (sekitar 6 bulan).

Dendeng merupakan produk daging olahan yang agak kering dengan kadar air maksimum 12%. Bahan pengawet yang umum digunakan untuk dendeng adalah gula, sendawa dan garam. Bakso dan sosis adalah produk olahan daging yang basah. Bakso biasa dibuat dengan bahan tambahan pangan seperti garam, phosphate, dan bumbu-bumbu. Kadar air maksimum yang diperbolehkan menurut SNI 1995 adalah 70%.

Pembuatan sosis biasanya menggunakan bahan pengawet garam, sodium phosphate, gula dan asam. Kadar air yang diperbolehkan maksimal 67%. Corned beef diproses dengan bahan-bahan pengawet antara garam, nitrat, atau nitrit, dan atau kombinasi nitrat dan nitrit.

Produk sosis, bakso dan corned beef merupakan produk olahan daging yang basah dan BTP yang ditambahkan dalam jumlah tidak ekstrem, sehingga masih memerlukan perlakuan lain untuk menghindari kerusakan seperti kemasan, pendinginan dan atau pembekuan.

Garam sodium klorida yang food grade seyogyanya di gunakan untuk pengawet daging. Namun, konsumen sekarang menghendaki pengurangan penggunaan garam sodium (NaCl) karena kaitannya dengan hipertensi. Untuk itu garam potasium klorida dapat digunakan untuk menstubsitusi NaCl sampai dengan level 40%. Namun pengawetan dengan garam ini perlu mendapat perhatian karena apabila garam dikonsumsi secara berlebihan dapat memicu penyakit darah tinggi. Untuk preservatif yang efektif, kandungan air produk akhir sebaiknya sekitar 50 – 55% dan kandungan garamnya sebaiknya antara 9-11%. Dengan kata lain pangan dalam keadaan mendekati titik jenuh dan ini akan menjaga good keeping quality.

Bahan pengawet yang dilarang digunakan antara lain adalah asam borat/ boric acid, asam salisilat/salicilic acid, kalium klorat, kloramfenikol dan formalin.

Bahan pangawet pangan harus digunakan sesuai dengan petunjuk dan regulasi yang telah ditetapkan pihak berwenang. Antioksidan seperti BHA, BHT, TBHQ (tertiary butyl hidro quinone), dan PG ditambahkan pada produk tidak melebihi 0,01% atau 0,02%. Batas maksimum penggunaan sodium atau potasium laktat di Amerika adalah 2,9%. Sodium acetate dan diacetate digunakan dengan level maksimum sampai dengan 0,25%. Konsentrasi asam laktat yang digunakan adalah 0,12%. Penelitian lain menunjukkan bahwa asam sorbat adalah bahan pengawet yang efektif (effective preservatives) dengan konsentrasi larutan 7, 5 % asam sorbat yang disemprotkan ke atas karkas dingin.

Pengaruh penggunaan pengawet terhadap karakter dan  mutu produk daging 

Bahan pengawet mempunyai antioksidan BHA, BHT, TBHQ (tertiary butyl hidroquinone), dan PG menunda oksidasi lemak pada daging unggas. Sodium atau potassium laktate serta sodium acetate dan diacetate terbukti digunakan sebagai flavoring agents dalam daging, mereka berfungsi sebagai acidulants, flavoring agents dan sebagai agen antimikroba.

Garam sodium klorida merupakan bahan pengawet alami yang telah digunakan masyarakat luas selama bertahun-tahun. Di samping mempunyai fungsi sensoris dalam hampir semua produk daging, garam juga mempunyai aksi pengawet/ kemampuan mengawetkan produk olahan daging. Garam juga membantu dalam ektraksi protein-protein terlarut yang akan membantu dalam pengikatan produk daging restruktur (nugget, sosis, dan bakso).

Garam adalah ingridien yang terpenting dalam campuran bahan curing untuk daging dan berfungsi 1) untuk pemberi rasa produk, 2) menurunkan aktivitas air dan meningkatkan ionic strength (meningkatnya tekanan osmotik medium pangan) yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba, 3) membantu solubilisasi protein otot yang berfungsi sebagai pengikat partikel daging, 4) penurunan air jaringan otot pada konsentrasi tinggi (5-8%), 5) bertindak sebagai sinergis dalam kombinasi dengan sodium nitrite untuk mencegah pertumbuhan Clostridium botulinum.

Konsentrasi garam yang digunakan dalam produk unggas biasanya berkisar antara 1,5 – 3%. Pada konsentrasi garam 2% sejumlah bakteri terhambat pertumbuhannya, namun mikroorganisme lain, yeast dan jamur masih dapat tumbuh. Berdasarkan akseptabilitas flavor maka konsentrasi garam yang dapat diterima adalah 2-3%. Untuk produk-produk yang mempunyai kadar air 60% atau lebih seperti franks, bologna, ham dan bakso, jelas bahwa kadar garam 1,5 – 3% tersebut tidak dapat memberikan efek pengawet yang signifikan. Meskipun demikian garam yang dikombinasikan dengan bahan lainnya dapat berguna untuk menjaga stabilitas produk.

Nitrit dan nitrat adalah bahan kimia yang sering digunakan sebagai bahan curing. Penggunaan nitrat mempunyai manfaat yaitu menghasilkan pigmen daging yang stabil dan flavor daging yang meningkat serta daya ikat air daging yang semakin kuat. Konsentrasi nitrit dalam produk tidak boleh melebihi 156 ppm. Bahkan untuk produk tertentu dibatasi < 120 ppm dan harus disertai sodium erythorbat/askorbat sebanyak 550 ppm untuk mencegah terbentuk senyawa karsinogenik nitrosamines.

Phosphates telah digunakan untuk memperpanjang masa simpan daging dengan cara menurunkan angka bakteri. Alkaline phosphate yang digunakan adalah sodium tripolyphosphate, sodium hexametaphosphate, sodium acid pyrophosphate, dan disodium phosphate dapat digunakan secara sendiri atau kombinasi. Perendaman karkas selama 6 jam dalam larutan fosfat pada konsentrasi 10 ounce (283,5 g) untuk satu galon air (4,55 l) atau 6,23% dapat meningkatkan masa simpan 1-2 hari. Alkaline phosphate untuk kyuring telah digunakan secara meluas di Amerika.

Sodium atau potassium tripolyphosphate yang ditambahkan pada produk olahan daging dapat digunakan 1) untuk mempertahankan warna produk (retensi warna), 2) mengurangi jumlah penyusutan ketika pemasakan (mereduksi cairan yang keluar), 3) meningkatkan kemampuan mengikat air atau menaikkan nilai WHC (Water Holding Capacity) protein otot, 4) menjaga juiciness, 5) menaikkan pH produk daging, 6) meningkatkan yield produk, 7) membantu dalam ekstraksi protein otot yang terlarut dalam garam, 8) meningkatkan flavor daging, 9) menghambat ransiditas oksidatif. Konsentrasi phosphate dalam produk akhir tidak lebih dari 0,5%.

Sodium atau potassium laktate ditambahkan pada produk daging untuk memperpanjang masa simpan, mengontrol pertumbuhan pathogen, meningkatkan rasa garam, meningkatkan tekstur dengan menurunkan kehilangan air. Level maksimum penggunaan di Amerika adalah 2,9%.

Sodium acetate dan diacetate terbukti digunakan sebagai flavoring agents dalam daging dengan level maksimum sampai dengan 0,25%. Keduanya berfungsi sebagai acidulants, flavoring agents dan sebagai agen antimikrobia.

Gula dapat dijuga digunakan sebagai bahan pengawet, namun konsentrasi yang sangat tinggi diperlukan dalam pangan untuk dapat berfungsi sebagai suatu pengawet. Namun konsentrasi dalam daging curing biasanya jauh lebih rendah. Kombinasi gula dan asam asetat/ asam cuka dapat pula digunakan untuk mengawetkan daging giling. Dalam produk sosis yang difermentasi gula berfungsi sebagai preservatif tidak secara langsung sebagai hasil fermentasi menjadi asam laktat oleh bakteri asam laktat. Turunnya pH dalam daging olahan dan penambahan garam serta sedikit dehidrasi (turunnya kadar air) menghasilkan stabilitas yang tinggi dari produk ini.

Edi Suryanto, Ph.D. 

Bagian Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan UGM Yogyakarta

Referensi

  • Anonimus, 2005. Produksi daging, telur dan olahannya. Kumpulan Standar Mutu, Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Departemen Pertanian.
  • Lehninger, A.L., 1982. Principles of Biochemistry. Worth Publishers Inc., New York.
  • Price, J.F. And B.S. Schweigert, 1971. The Science of Meat and Meat Products. W.H. Freeman and Company, San Francisco.
  • Sams, A.R., 2001. Poultry Meat Processing. CRC Press, London.
  • Soeparno, 1998. Ilmu dan Teknologi Daging. GadjahMadaUniversity Press, Bulaksumur, Yogyakarta.

Seorang ahli riset dari Amerika, Prof. Howard Gardener, mengembangkan model kecerdasan “multiple intelligence” yang artinya bermacam-macam kecerdasan. Maksudnya setiap orang memilki bermacam-macam kecerdasan, tetapi dengan kadar pengembangan yang berbeda. Yang di maksud kecerdasan menurut Gardener adalah suatu kumpulan kemampuan atau keterampilan yang dapat ditumbuhkembangkan.

Gambar

Menurut Howard Gardener dalam setiap diri manusia ada 8 macam kecerdasan, yaitu:

1. KECERDASAN LINGUISTIK
Kecerdasan linguistik adalah kemampuan untuk menggunakan kata-kata secara efektif, baik secara lisan maupun tulisan.

Ciri-ciri:
1. Anda senang bermain dengan kata-kata. Anda menikmati puisi. Anda suka mendengarkan cerita.
2. Anda membaca apa saja; buku, majalah, surat kabar dan bahkan label produk.
3. Anda merasa mudah dan percaya diri mengekspresikan diri anda baik secara lisan maupun tulisan. Contohnya, anda pintar dalam berkomunikasi dan pintar dalam menceritakan atau menulis mengenai sesuatu hal.
4. Anda suka membumbui percakapan anda dengan hal-hal menarik yang baru saja anda baca atau dengar.
5. Anda suka mengerjakan teka-teki silang,bermain scrable atau bermain puzzle. Anda dapat mengeja dengan sangat baik.
6. DLL

2. KECERDASAN LOGIK MATEMATIK
Kecerdasan logik matematik ialah kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah. Ia mampu memikirkan dan menyusun solusi (jalan keluar) dengan urutan yang logis (masuk akal).

Ciri-ciri:
1. Anda senang bekerja dengan angka dan dapat melakukan perhitungan mental (mencongak).
2. Anda tertarik dengan kemajuan teknologi dan gemar melakukan percobaan untuk melihat cara kerja sesuatu hal.
3. Anda merasa mudah melakukan perencanaan keuangan. Anda menetapkan target dalam bentuk angka dalam bisnis dan hidup anda.
4. Anda senang menyiapkan jadwal perjalanan secara terperinci. Anda sering menyiapkan, memberi nomor dan menetapkan suatu daftar kerja (to-do-list).
5. Anda senang dengan permainan, puzzle atau sesuatu yang membutuhkan kemampuan berpikir logis dan statistis seperti permainan cheker atau catur.
6. DLL

3. KECERDASAN VISUAL DAN SPASIAL
Kecerdasan visual dan spasial adalah kemampuan untuk melihat dan mengamati dunia visual dan spasial secara akurat (cermat).

Ciri-ciri:
1. Anda menyukai seni, menikmati lukisan dan patung. Anda memilki citra rasa yang baik akan warna.
2. Anda cenderung menyukai pencatatan secara visual dengan menggunakan kamera atau handycam.
3. Anda bisa menulis dengan cepat saat anda mencatat atau berpikir mengenai sesuatu. Anda dapat menggambar dengan cukup baik.
4. Anda merasa mudah membaca peta atau melakukan navigasi, anda memilki kemampuan mengerti arah yang baik.
5. Anda menikmati permainan seperti puzzle.
6. DLL

4. KECERDASAN MUSIK
Kecerdasan musik adalah kemampuan untuk menikmati, mengamati, membedakan, mengarang, membentuk dan mengekspresikan bentuk-bentuk musik. Kecerdasan ini meliputi kepekaan terhadap ritme, melodi dan timbre dari musik yang didengar.

Ciri-ciri:
1. Anda dapat memainkan alat musik.
2. Anda dapat menyanyi sesuai dengan tinggi rendahnya kunci nada.
3. Anda biasanya dapat mengingat sebuah irama hanya dengan mendengarkan beberapa kali saja.
4. Anda sering mendengarkan musik. Anda bahkan kadang kala menghadiri konser musik. Anda suka -bahkan butuh- mendengarkan lagu sambil anda bekerja.
5. Anda mengikuti irama musik dengan baik dan tanpa sadar mengetuk-ngetukkan jari anda mengikuti irama lagu itu.
6.DLL

5. KECERDASAN INTERPERSONAL
Kecerdasan interpersonal ialah kemampuan untuk mengamati dan mengerti maksud, motivasi dan perasaan orang lain.

Ciri-ciri:
1. Anda senang bekerja sama dengan orang lain dalam suatu kelompok atau komite.
2. Anda lebih suka belajar kelompok dari pada belajar sendiri.
3. Orang sering kali datang kepada anda untuk meminta nasihat. 4. anda adalah orang penuh simpati.
5. Anda lebih suka team sport seperti basket, soffball, sepak bola dari pada individual seperti renang dan lari.
6. DLL

6. KECERDASAN INTRAPERSONAL
Kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan yang berhubungan dengan kesadaran dan pengetahuan tentang diri sendiri. Dapat memahami kekuatan dan kelemahan diri sendiri. Mampu memotivasi dirinya sendiri dan melakukan disiplin diri.

Ciri-ciri:
1. Anda memiliki buku harian untuk mencatat pikiran anda yang sangat dalam dan pribadi.
2. Anda serimg menyendiri untuk memikirkan dan memecahkan masalah itu sendiri.
3. Anda menetapkan tujuan anda.
4. Anda adalah seorang pemikir independen (mandiri). Anda tahu pikiran anda dan anda memutuskan sendiri keputusan anda.
5. Anda mempunyai hobi atau kesenangan yang bersifat pribadi yang tidak banyak anda bagikan atau ungkapkan kepada orang lain.
6. DLL

7. KECERDASAN KINESTETIK
Kecerdasan kinestetik ialah kemampuan dalam menggunakan tubuh kita secara terampil untuk mengungkapkan ide, pemikiran dan perasaan.

Ciri-ciri:
1. Anda gemar berolahraga atau melakukan kegiatan fisik.
2. Anda cakap dalam melakukan sesuatu seorang diri.
3. Anda senang memikirkan persoalan sambil aktif dalam kegiatan fisik seperti berjalan atau lari.
4. Anda tidak keberatan jika diminta untuk menari.
5. Setiap kali anda pergi ke pusat hiburan atau permainan, anda senang dengan permainan yang sangat menantang dan “mengerikan” secara fisik seperti jet coaster.
6. DLL

8. KECERDASAN NATURALIS
Kecerdasan naturalis adalah kemampuan untuk mengenali, membedakan, mengungkapkan dan membuat kategori terhadap apa yang di jumpai di alam maupun lingkungan.

Ciri-ciri:
1. Anda senang memelihara atau menyukai hewan.
2. Anda dapat mengenali dan membedakan nama berbagai jenis pohon, bunga dan tanaman.
3. Anda tertarik dan memilki pengetahuan yang cukup mengenai bagaimana tubuh bekerja -di mana letak organ tubuh yang penting- dan anda mengerti akan kesehatan.
4. Anda tahu jalur atau jalan setapak, sarang burung dan hewan liar lainnya saat anda berjalan di alam dan anda bisa “membaca” cuaca.
5. Anda dapat membayangkan diri anda sebagai seorang petani atau mungkin anda suka memancing.
6. DLL

Dari delapan kecerdasan (intelligence) tersebut, manakah yang menjadi keunggulan anda dan mana yang belum digunakan secara maksimal?

Dengan mengetahui bahwa kita memiliki kelebihan atau kekurangan pada kecerdasan tertentu, kita akan dapat berbenah diri dan meningkatkan kemampuan kita. Therefore, Which one or some of them are yours?

sumber : http://bem.pefe.ui.ac.id/?p=2285

Telah ditemukan ikatan kimia baru. Lebih kuat daripada ikatan kovalen, ikatan hidrogen, bahkan ikatan ionik. Kalau atom Lk dengan Wn sudah berikatan kimia cinta, walaupun jarak antar atomya berjauhan bahkan ratusan kilometer lintas kota lintas benua, ikatannya tetap terasa dan sulit dipisahkan antar keduanya. Hal ini tidak bisa dijelaskan oleh hukum mekanika Newton bahkan mekanika kuantum sekalipun. Menurut hukum gaya elektrostastik besarnya gaya tarik antar partikel berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antar partikel. Tetapi pada ikatan kimia cinta, jarak partikel tidak mempengaruhi besarnya gaya tarik antar partikel.

Atom Lk kerap kali mengirimkan foton dengan panjang gelombang tertentu, sehingga atom Wn tergetar dan tereksitasi dari keadaan normalnya. Ketika berdekatan dengan atom Wn, inti atom Lk berdegub kencang serasa ingin meluruh dan gemetaran sehingga membebaskan sejumlah radiasi sinar gamma. Padahal atom Wn hanya melintas sesaat.

Pada situasi dan kondisi tertentu diperlukan suatu katalis sebagai mak comblang untuk menyatukan atom Lk dan Wn yang malu-malu.

Kalau atom Wn sudah resmi menerima atom Lk sebagai calon pasangan untuk membentuk sebuah molekul rumah tangga, berarti tinggal satu tahap mekanisme reaksi lagi agar reaksi selesai.

Tahap selanjutnya adalah proses yang yang sangat menentukan laju reaksi. Keluarga isotop atom Lk akan bersama-sama menuju kediaman keluarga isotop atom Wn. Setelah proses serah terima elektron sebagai maskawin selesai dan penyatuan keduanya oleh secara resmi oleh penghulu partikel. Maka, Lk dan Wn sudah berikatan kimia cinta. Keduanya akan berikatan selamanya sampai akhir hayat, ketika waktu paruh mereka berdua telah mencapai limit tak hingga.

Akan tetapi, sebelum habis meluruh, keduanya akan membentuk kompleks teraktivasi, sehingga tercipta sebuah partikel baru yaitu, Lk junior dan Wn junior.Mekanisme pembentukan ikatan cinta ini belaku untuk setiap isotop Lk dan Wn lainnya, sehingga selalu ada keberlangsungan generasi

Kali ini akan dijelaskan mengenai mekanisme reaksinya, karena pada thread sebelumnya kayanya reaksi pembentukan senyawa LkWn tidak sesederhana penjelasan itu, karena pada kenyataannya jarak (bahkan ketika tidak ada jarak sekalipun) banyak hal yang dapat mempengeruhi pada kekuatan ikatan pada molekul LkWn. terutama jika ada interferensi dari ion Lk ato ion Wn lain yang memiliki spektrum energi atraktif yang lebih tinggi dan foton (bermuatan materi) yang lebih banyak.

Bahkan untuk molekul LkWn yang sudah terbentuk dengan stabil dan telah menghasilkan derivat dan memiliki waktu paruh yang lama pun masih bisa dipengaruhi oleh interferensi tersebut.
Sehingga bukan tidak mungkin atom Lk yang pada keadaan normal bervalensi satu akan menggunakan valensi diatasnya untuk mengikat 2 atau lebih atom Wn (baca: nyandung) membentuk senyawa poligami yang merupakan hasil dari proses nyandungisasi, yaitu Lk(Wn)2, Lk(Wn)3 dst, senyawa kompleks LkWn atau polimer LkWn dengan kompleksitas permasalahannya.

Atau secara empiris dapat ditulis dengan Lk(Wn)x, dimana x merupakan bilangan bulat antara 1 sampai dengan tak terhingga. hal ini sangat memungkinkan terjadi, karena dibeberapa institusi hukum pp-10 sudah tidak dipakai lagi karena sudah dianggap tidak relevan.

Meskipun x tidak terhingga, valensi atom Lk yang banyak ditemukan adalah 1 atau 2. di alam, pada keadaan normal sukar sekali menemukan atom Lk yang bervalensi 3, 4 atau diatasnya. tetapi menurut jurnal jawa pos yang saya baca minggu lalu, di sragen-solo telah ditemukan atom Lk yang bervalensi 12 dalam bentuk senyawa Lk(Wn)12. setelah diamati oleh para ahli ternyata atom Lk trsebut pada spektrumnya jika diamati panjang gelombangnya memang memiliki lamda diatas 900 A° (mendekati infra merah, sehingga memiliki energi tinggi), dan jika diamati muatannya ternyata memiliki foton (materi) yang banyak juga pada keadaan STP (ideal) reaksi normal antara atom Lk dan atom Wn adalah sbb:
Lk + Wn —LkWn
LkWn —– Lk(Jr) dan/atau Wn(Jr)
tapi berdasarkan tingkatan energi ikatan, jika kita asumsikan ikatan antara atom Lk dan atom Wn pada pembentukan molekul LkWn adalah ikatan sigma yang terbentuk dari proses meritisasi, kemudian ikatan pi adalah ikatan siri, dan ikatan n adalah ikatan sephia, dimana ikatan pi dan ikatan n terbentuk dari proses selingkuhisasi, maka hasil reaksi antara atom Lk dan atom Wn dengan interferensi dari ion Lk+, ion Wn- dan radikal bebas Lk° atau Wn° kemungkinan akan menghasilkan senyawa anomali, yaitu :

Lk + Wn + interferensi ion Wn- —– Lk(Wn)x
atau
Lk + Wn + interferensi ion Lk+ —– (Lk)yWn
atau
Lk + Wn + interferensi ion Lk+ dan Wn- —– (Lk)y(Wn)x
atau
Lk + Wn + interferensi ion Lk+ dan Wn- —– [(Lk)y(Wn)x]z
atau
Lk + Wn + dengan/tanpa interferensi ion Lk+ dan Wn- —– Lk° + Wn°
atau
Lk + Wn + dengan/tanpa interferensi ion Lk+ dan Wn- —– (Lk)2 + (Wn)2
keterangan :
x = valensi atom Lk
y = valensi atom Wn
z = jumlah “mer” dari polimer LkWn(dimana x, y, z adalah bilangan bulat random)
Lk° dan Wn° = radikal atom jomblo
LkWn = senyawa monogami
Lk(Wn)x = senyawa poligami
(Lk)yWn = senyawa poliandri
(Lk)y(Wn)x = senyawa kompleks
LkWn[(Lk)y(Wn)x]z = senyawa polimer
LkWnnyandung = memiliki pasangan lebih dari satu, bisa poligami atau poliandri
Tahapan/mekanisme reaksinya adalah sbb:

a. Reaksi Normal
1. eksitasi
atom Lk dan atom Wn sejalan dengan waktu paruhnya (biasanya 17 – 40 tahun) akan melepaskan satu elektron dari pasangan elektronnya menjadi tereksitasi dari ground-state ke excited state sehingga keduanya akan mengalami exciting membentuk ion Lk+ dan ion Wn-
Lk —– Lk+
Wn —– Wn-

2. interaksiion
Lk+ dan ion Wn- yang sedang exciting akan saling mendekati dan membentuk senyawa dengan ikatan sigma LkWn melalui proses meritisasi dengan/tanpa katalis comblang

Lk+ + Wn- —– LkWn

3. derivatisasi
susah jelasin teknisnya, pokoknya reaksinya akan menghasilkan atom Lk junior dan/atau Wn junior yang masih labil.

4. siklisasiatom
Lk(Jr) dan Wn(Jr) yang masih labil pada waktu paruh 17 akan matang dan mengalami eksitasi sehingga reaksi berulang membentuk siklus reaksi looping dari reaksi tahap 1 sampai tahap 4.

Lk(Jr) —– Lk
Wn(Jr) —– Wn
b. reaksi anomali


5. centilisasiion
Lk+ atau Wn- yang belum juga bereaksi mengalami over-exciting karena kelamaan tereksitasi sehingga mengalami centilisasi, yaitu tereksitasi dari keadaan excited-state ke centil-state.
Lk+ —– Lk*Wn- —– Wn*
6. interferensi
molekul LkWn yang sudah terbentuk disadari atau tidak, diakui atau tidak dan disengaja atau tidak, akan mengalami interferensi dari ion Lk* atau ion Wn* yang over-exciting

6.1 proses pembentukan senyawa poligami
atom Lk pada molekul LkWn akan menyisihkan/mengalihkan (bukan melepasan) foton atau mencari foton tambahan. jika tidak kuat atom Lk akan mengalami kelebihan foton bebas atau lone-pair foton (emang ada?) sehingga mengalami proses centilisasi membentuk LkWn tercentilkan.
LkWn + foton —– *LkWn

molekul LkWn tercentilkan bereaksi dengan ion Wn over-exciting membentuk senyawa Lk(Wn)2 dengan bentuk ikatan sigma-sigma atau sigma-pi atau sigma-n. reaksi 5.1 ini akan looping sampai membentuk senyawa Lk(Wn)x, dimana x bilangan bulat dan tak terhingga.

6.2 proses pembentukan senyawa poliandri
atom Wn pada molekul LkWn melepaskan emisi centil berlebihan. jika tidak kuat atom Wn akan mengalami kelebihan elektron bebas atau lone-pair electron sehingga mengalami proses centilisasi membentuk LkWn tercentilkan.
LkWn —– LkWn*
molekul LkWn tercentilkan bereaksi dengan ion Lk* over-exciting membentuk senyawa (Lk)2Wn dengan bentuk ikatan sigma-n. reaksi 5.2 ini akan looping sampai membentuk senyawa (Lk)yWn, dimana y bilangan bulat dan tak terhingga.
7. polimerisasi
proses polimerisasi adalah proses gabungan antara proses poligami dan proses poliandri. reaksi dapat berjalan secara paralel maupun seri. reaksi terjadi antara sesama LkWn tercentilkan, dimana Lk tercentilkan akan berikatan n dengan Wn tercentilkan membentuk polimer [(Lk)y(Wn)x]z.

*LkWn* + *LkWn* + *LkWn* dst —– *Lk-Wn-Lk-Wn-Lk-Wn* dst

kemungkinan ikatan yang ada pada senyawa poligami adalah ikatan sigma, ikatan pi dan ikatan n. sedangkan kemungkinan ikatan yang ada pada senyawa poligami adalah ikatan sigma dan ikatan n, karena hampir tidak mungkin atom Wn memiliki dua atau lebih ikatan sigma. bentuk kristal senyawa kompleks dan senyawa polimer LkWn adalah amorf, karena valensi Lk (x), valensi Wn (y) dan jumlah mer (z) bisa berapa saja.
8. teu-puguhisasi
belum ada teori mendukung yang bisa menjelaskan kenapa proses teu-puguhisasi ini bisa berlangsung. karena ion Lk+ dan Wn- tidak membentuk senyawa hetero atom LkWn, tetapi membentuk senyawa homo atom.
2Lk+ + 2Wn- —– (Lk)2 + (Wn)2
Konklusi :

1. kalo waktu paruh dan foton dah cukup sebaiknya gancang merit.
2. atom Lk dan Wn pada molekul LkWn harus selalu berada dalam kondisi proses percayaisasi.

Sumber : http://sabine-elli.blogspot.com/2008/04/ikatan-kimia-terbaru.html

II.7 Adsorpsi Karbon aktif

Adsorbsi secara umum adalah proses penggumpalan subtansi terlarut (soluble) yang ada dalam larutan, oleh permukaan zat atau benda penyerap, dimana terjadi suatu ikatan kimia fisika antara subtansi dengan penyerapannya. Adsorbsi dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu ;

  1. Adsorbsi fisik, yaitu berhubungan dengan gaya Van der Waals dan merupakan suatu proses bolak – balik apabila daya tarik menarik antara zat terlarut dan adsorben lebih besar daya tarik menarik antara zat terlarut dengan pelarutnya maka zat yang terlarut akan diadsorbsi pada permukaan adsorben.
  2. Adsorbsi kimia, yaitu reaksi yang terjadi antara zat padat dan zat terlarut yang teradsorbsi.

Adsorbsi menggunakan istilah adsorbant dan adsorbent, dimana adsorbent adalah merupakan suatu penyerap yang dalam hal ini berupa senyawa karbon, sedangkan adsorbant adalah merupakan suatu media yang diserap. Pada air buangan proses adsorbsi adalah merupakan gabungan antara adsorbsi secara fisika dan kimia yang sulit dibedakan, namun tidak akan mempengaruhi analisa pada proses adsorbsi. Absorbsi adalah proses adhesi yang terjadi pada permukaan suatu zat padat atau cair yang berkontak dengan media lainnya, sehingga menghasilkan akumulasi atau bertambahnya konsentrasi molekul – molekul. (Soedarsono dan Benny Syahputra, 2005).

Suatu permukaan padatan yang bersentuhan dengan larutan akan menyebabkan molekul-molekul terlarut terjerap/ adsorp pada permukaan padatan. Adsorbsi molekul digambarkan sebagai berikut :

A  +  B      —>       A.B

Dimana :

A   =  adsorbant

B   =  adsorbent

A.B  =  jumlah bahan yang terjerap

Energi yang dihasilkan seperti ikatan hidrogen dan gaya Van Der Waals menyebabkan bahan yang teradsorp berkumpul pada permukaan penjerap. Bila reaksi dibalik, molekul yang terjerap akan terus berkumpul pada permukaan karbon aktif sehingga jumlah zat diruas kanan reaksi sama dengan jumlah zat pada ruas kiri. Apabila kesetimbangan telah tercapai, maka proses adsorpsi telah selesai. (Arifin, 2008)

Isoterm adsorpsi adalah hubungan yang menunjukan distribusi adsorbent antara fasa teradsorpsi pada permukaan adsorben dengn fasa ruah saat kesetimbangan pada suhu tertentu. Dibawah ini adalah beberapa contoh isotherm yang biasa digunakan dalam adsorpsi :

GAMBAR. 9 :

BERBAGAI JENIS KURVA ISOTERM ADSORPSI

(Sumber : Carlos Moreno Castilla, 2003)

Karbon aktif merupakan senyawa karbon amorph dan berpori yang mengandung 85-95% karbon yang dihasilkan dari bahan-bahan yang mengandung karbon (batubara, kulit kelapa, dan sebagainya) atau dari karbon yang diperlakukan dengan cara khusus baik aktivasi kimia maupun fisika untuk mendapatkan permukaan yang lebih luas. Karbon aktif dapat mengadsorpsi gas dan senyawa-senyawa kimia tertentu atau sifat adsorpsinya selektif, tergantung pada besar atau volume pori-pori dan luas permukaan. Daya serap karbon aktif sangat besar, yaitu 25- 1000% terhadap berat karbon aktif. Karena hal tersebut maka karbon aktif banyak digunakan oleh kalangan industri. Hampir 60% produksi karbon aktif di dunia ini dimanfaatkan oleh industri-industri gula dan pembersihan minyak dan lemak, kimia dan farmasi. ( M.T. Sembiring, dkk, 2003)

GAMBAR. 10 :

STRUKTUR KARBON AKTIF

(Sumber : Arifin dan Heri Rizky, 2008)

Dalam satu gram karbon aktif, pada umumnya memiliki luas permukaan seluas 500-1500 m2, sehingga sangat efektif dalam menangkap partikel-partikel yang sangat halus berukuran 0.01-0.0000001 mm. Karbon aktif bersifat sangat aktif dan akan menyerap apa saja yang kontak dengan karbon tersebut. Dalam waktu 60 jam biasanya karbon aktif tersebut manjadi jenuh dan tidak aktif lagi. Oleh karena itu biasanya karbon aktif di kemas dalam kemasan yang kedap udara. Sampai tahap tertentu beberapa jenis karbon aktif  dapat di reaktivasi kembali, meskipun demikian tidak jarang yang disarankan untuk sekali pakai. Reaktifasi karbon aktif sangat tergantung dari metode aktivasi sebelumnya, oleh karena itu perlu diperhatikan keterangan pada kemasan produk tersebut. (Perpamsi, 2002).

Menurut M.T Sembiring, dkk, 2003 bahwa karbon aktif terbagi atas 2 tipe yaitu karbon aktif sebagai pemucat dan sebagai penyerap uap.

  1. Karbon aktif sebagai pemucat, biasanya berbentuk serbuk yang sangat halus, diameter pori mencapai 1000 A0, digunakan dalam fase cair, berfungsi untuk memindahkan zat-zat penganggu yang menyebabkan warna dan bau yang tidak diharapkan, membebaskan pelarut dari zat-zat penganggu dan kegunaan lain yaitu pada industri kimia dan industri baru. Diperoleh dari serbukserbuk gergaji, ampas pembuatan kertas atau dari bahan baku yang mempunyai densitas kecil dan mempunyai struktur yang lemah.
  2. Karbon aktif sebagai penyerap uap, biasanya berbentuk granula atau pellet yang sangat keras diameter pori berkisar antara 10-200 A0 , tipe pori lebih halus, digunakan dalam rase gas, berfungsi untuk memperoleh kembali pelarut, katalis, pemisahan dan pemurnian gas. Diperoleh dari tempurung kelapa, tulang, batu bata atau bahan baku yang mempunyai bahan baku yang mempunyai struktur keras. Sehubungan dengan bahan baku yang digunakan dalam pembuatan karbon aktif untuk masing- masing tipe, pernyataan diatas bukan merupakan suatu keharusan.

Ann Limley, Et.al, 1995, menyatakan bahwa dengan proses oksidasi, karbon aktif yang dihasilkan terdiri dari dua jenis, yaitu :

  1. L-karbon (L-AC) yaitu karbon aktif yang dibuat dengan oksidasi pada suhu 300oC – 400oC (570o-750oF) dengan menggunakan udara atau oksidasi kimia. L-AC sangat cocok dalam mengadsorbsi ion terlarut dari logam berat basa seperti Pb2+, Cu2+, Cd2+, Hg2+. Karakter permukaannya yang bersifat asam akan berinteraksi dengan logam basa. Regenerasi dari L-AC dapat dilakukan menggunakan asam atau garam seperti NaCl hampir sama pada perlakuan pertukaran ion.
  2. H-karbon (H-AC) yaitu karbon aktif yang dihasilkan dari proses pemasakan pada suhu 800o-1000oC (1470o-1830oF) kemudian didinginkan pada atmosphere inersial. H-AC memiliki permukaan yang bersifat basa sehingga tidak efektif dalam mengadsorbsi logam berat alkali pada suatu larutan air tetapi sangat lebih effisien dalam mengadsorbsi kimia organik, partikulat hidrofobik, dan senyawa kimia yang mempunyai kelarutan yang rendah dalam air. Akan tetapi H-AC dapat dimodifikasi dengan menaikan angka asiditas. Permukaan yang netral akan mengakibatkan tidak efektifnya dalam mereduksi dan mengadsorbsi kimia organik sehingga efektif mengadsorbsi ion logam berat dengan kompleks khelat zat organik alami maupun sintetik dengan menetralkannya.

Menurut M.T. Sembiring dkk, 2003 bahwa karbon aktif yang baik mempunyai persyaratan seperti yang tercantum pada SII No.0258 -79. Sifat karbon aktif yang paling penting adalah daya serap. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi daya serap adsorpsi, yaitu :

  1. Sifat Serapan

Banyak senyawa yang dapat diadsorpsi oleh karbon aktif, tetapi kemampuannya untuk mengadsorpsi berbeda untuk masing- masing senyawa. Adsorpsi akan bertambah besar sesuai dengan bertambahnya ukuran molekul serapan dari sturktur yang sama, seperti dalam deret homolog. Adsorbsi juga dipengaruhi oleh gugus fungsi, posisi gugus fungsi, ikatan rangkap, struktur rantai dari senyawa serapan.

  1. Temperatur/ suhu.

Dalam pemakaian karbon aktif dianjurkan untuk menyelidiki suhu pada saat berlangsungnya proses. Karena tidak ada peraturan umum yang bisa diberikan mengenai suhu yang digunakan dalam adsorpsi. Faktor yang mempengaruhi suhu proses adsoprsi adalah viskositas dan stabilitas thermal senyawa serapan. Jika pemanasan tidak mempengaruhi sifat-sifat senyawa serapan, seperti terjadi perubahan warna mau dekomposisi, maka perlakuan dilakukan pada titik didihnya. Untuk senyawa volatil, adsorpsi dilakukan pada suhu kamar atau bila memungkinkan pada suhu yang lebih kecil.

  1. pH (Derajat Keasaman).

Untuk asam-asam organik, adsorpsi akan meningkat bila pH diturunkan, yaitu dengan penambahan asam-asam mineral. Ini disebabkan karena kemampuan asam mineral untuk mengurangi ionisasi asam organik tersebut. Sebaliknya bila pH asam organik dinaikkan yaitu dengan menambahkan alkali, adsorpsi akan berkurang sebagai akibat terbentuknya garam.

  1. Waktu Singgung

Bila karbon aktif ditambahkan dalam suatu cairan, dibutuhkan waktu untuk mencapai kesetimbangan. Waktu yang dibutuhkan berbanding terbalik dengan jumlah arang yang digunakan. Selisih ditentukan oleh dosis karbon aktif, pengadukan juga mempengaruhi waktu singgung. Pengadukan dimaksudkan untuk memberi kesempatan pada partikel karbon aktif untuk bersinggungan dengan senyawa serapan. Untuk larutan yang mempunyai viskositas tinggi, dibutuhkan waktu singgung yang lebih lama.

Karbon aktif disamping sebagai adsorben juga dapat dianggap sebagai zat pemberat. Zat pemberat (weighing agent) digunakan untuk menambah partikel – partikel untuk tumbukan pada pembentukan/ pertumbuhan flok (membantu proses flokulasi). Penambahan zat pemberat, yang mempunyai berat jenis (specific gravity) relatif besar, menghasilkan aksi pemberatan, dan flok mengendap dengan cepat. (Perpamsi, 2002).

Karbon aktif tersedia dalam berbagai bentuk misalnya gravel, pelet (0.8-5 mm) lembaran fiber, bubuk (PAC : powder active carbon, 0.18 mm atau US mesh 80) dan butiran-butiran kecil (GAC : Granular Active carbon, 0.2-5 mm). (PAC) lebih mudah digunakan dalam pengolahan air dengan sistem pembubuhan yang sederhana. Metode ini adalah salah satu metode yang potensial, karena prosesnya yang sederhana, dapat bekerja pada konsentrasi rendah, dapat di daur ulang, dan biaya yang dibutuhkan relatif murah. (Arifin dan Heri Rizky, 2008).

Adopted from . BAB. II TINJAUAN PUSTAKA. Sub. II.7 dari  Arifin. 2010. Dekolorisasi Air yang Mengandung Zat Warna Tekstil Dengan Metode Koagulasi Poly Aluminium Chloride dan Adsorpsi Karbon Aktif. Tangerang : PT. Tirta Kencana Cahaya Mandiri.

By: arifin_pararaja@yahoo.co.id

WHO Regional Office for South-East Asia

Manfaat klorin pada air

Kebanyakan penyakit yang sering ditemukan pada masyarakat pasca bencana atau dalam kedaruratan terkait dengan air minum yang terkontaminasi. Kontaminasi dapat berasal dari mikro organisme atau dari zat kimia, baik yang berasal dari alam atau buatan (tabel 2). Lembar informasi ini terutama membahas masalah yang berkaitan dengan kontaminasi air minum oleh mikro organisma karena hal ini sangat sering terjadi dan dapat dikurangi denga klorinasi. Kontaminasi bahan kimia sulit untuk disingkirkan dan memerlukan pengetahuan dan peralatan yang lebih canggih.

Penyakit yang berkaitan dengan air minum yang terkontaminasi dengan mikro organisme

Diare

Tifoid

Hepatitis

Kolera

Catatan: Air yang terkontaminasi tidak hanya menyebabkan penyakit-penyakit di atas; jumlah air, sanitasi yang buruk dan perilaku kebersihan yang buruk juga berperan.

Beberapa kontaminan kimia pada air yang dapat berbahaya bagi kesehatan

Arsen Florida

Kadmium Timbal

Kromium Merkuri

Sianida

Masyarakat yang tinggal di tempat yang sama selama hidupnya dan selalu minum air yang terkontaminasi dapat mengembangkan kekebalan terhadap kontaminan tersebut sehingga tidak atau sedikit mengalami masalah kesehatan. Namun tidak demikian halnya dengan masyarakat yang terkena bencana. Situasi darurat memiliki tiga efek pada populasi yang saling berkaitan, karena:

Memaksa masyarakat berpindah ke tempat yang baru dimana kualitas air berbeda dari yang biasa mereka minum, sehingga mereka tidak memiliki kekebalan; Memaksa masyarakat hidup di situasi yang buruk, seperti dalam tenda atau penampungan sementara dimana sulit untuk tetap mempertahankan perilaku kebersihan, dan Mempengaruhi pola makan, bahkan seringkali menurunkan kualitas gizinya dan membuat mereka makin rentan terhadap penyakit.

Karena itu bagi masyarakat yang berada pada kondisi darurat, penyediaan air yang berkualitas baik penting.

Terdapat beberapa cara meningkatkan kualitas air minum. Yang tersering adalah pengendapan dan penyaringan yang diikuti oleh disinfeksi (dibahas pada tulisan yang lain). Disinfeksi (pembunuhan mikroorganisme yang berbahaya) dapat dicapai dengan berbagai cara namun yang tersering adalah melalui penambahan klorin. Nmun klorin hanya akan bekerja dengan baik jika air jernih (kotak 1).

Kotak 1.

Cara kerja klorin dalam membunuh kuman

Penambahan klorin dalam air akan memurnikannya dengan cara merusak struktur sel organisme, sehingga kuman akan mati. Namun demikian proses tersebut hanyak akan berlangsung bila klorin mengalami kontak langsung dengan organisme tersebut. Jika air mengandung lumpur, bakteri dapat bersembunyi di dalamnya dan tidak dapat dicapai oleh klorin.

Klorin membutuhkan waktu untuk membunuh semua organisme. Pada air yang bersuhu lebih tinggi atau sekitar 18oC, klorin harus berada dalam air paling tidak selama 30 menit. Jika air lebih dingin, waktu kontak harus ditingkatkan. Karena itu biasanya klorin ditambahkan ke air segera setelah air dimasukkan ke dalam tangki penyimpanan atau pipa penyalur agar zat kimia tersebut mempunyai cukup waktu untuk bereaksi dengan air sebelum mencapai konsumen.

Efektivitas klorin juga dipengaruhi oleh pH (keasaman) air. Klorinasi tidak akan efektif jika pH air lebih dari 7.2 atau kurang dari 6.8.

Residu klorin

Klorin merupakan zat kimia yang relatif murah dan siap digunakan; begitu dilarutkan dalam air dengan jumlah yang cukup akan merusak sebagian besar kuman penyebab penyakit tanpa membahayakan manusia. Namun demikian saat organisme telah rusak, klorin juga akan habis. Jika klorin yang ditambahkan cukup, setelah semua organisme rusak akan terdapat sisa klorin dalam air yang disebut sebagai klorin bebas Klorin bebas akan tetap berada dalam air sampai hilang di dunia luar atau terpakai untuk membunuh kontaminasi baru.

Karena itu jika kita memeriksa air dan menemukan masih terdapat klorin bebas yang tersisa, hal itu merupakan bukti bahwa sebagai besar organisme dalam air yang berbahaya telah disingkirkan dan air aman diminum. Pengukuran tersebut dinamakan residu klorin.

Pengukuran residu klorin dalam air merupakan metode yang sederhana namun penting untuk memeriksa apakah air yang dikirimkan telah aman untuk diminum.

Kapan dan dimana memeriksa air

Penggunaan klorin yang tersering untuk disinfeksi adalah pada pipa penyediaan air. Klorinasi suplai air secara berkala sulit dilakukan dan biasanya disinfeksi dilakukan setelah perbaikan dan pemeliharaan

Residu klorin biasanya diperiksa pada saat berikut:

• Segera setelah klorin ditambahkan dalam air, untuk menilai apakan proses klorinasi bekerja;

• Pada saluran keluar air ke konsumen yang paling dekat dengan titik klorinasi, untuk memeriksa apakah tingkat residu klorin berada dalam batas yang dapat diterima (0.2-0.5 mg/l); dan

• Pada titik terjauh dari jaringan dimana kemungkinan tingkat residu klorin paling rendah. Jika ditemukan kadar klorin kurang dari 0.2 mg/l mungkin perlu dilakukan penambahan klorin pada daerah pertengahan jaringan.

Perhatian

Semua bentuk klorin berbahaya bagi kesehatan. Hindari kontak dengan kulit dan jangan menghirup uapnya. Klorin harus selalu disimpan pada wadah yang dingin, gelap, kering dan tertutup serta jauh dari jangkauan anak-anak.

Jumlah residu klorin berubah sepanjang siang dan malam. Jika dianggap pipa jaringan selalu berada di bawah tekanan sepanjang hari (kotak 2), pada siang hari akan cenderung lebih banyak residu klorin daripada malam hari. Hal ini karena air akan berada dalam sistem lebih lama pada malam hari (kebutuhan menurun) sehingga terdapat banyak kesempatan bagi air untuk terkontaminasi yang akan menghabiskan residu klorin.

Residu klorin harus diperiksa secara berkala. Jika sistem masih baru atau sedang dalam perbaikan, periksa setiap hari hingga anda yakin bahwa proses klorinasi telah berlangsung secara tepat. Setelah itu periksa seminggu sekali.

Pemeriksaan residu klorin

Pemeriksaan yang tersering adalah uji indikator dpd (dietil parafenilen diamin) dengan menggunakan komparator. Pemeriksaan ini merupakan metoda yang paling cepat dan sederhana untuk memeriksa residu klorin.

Dengan pemeriksaan ini, reagen dalam bentuk tablet ditambahkan pada sampel air hingga air berwarna merah. Kepekatan warna kemudian dibandingkan terhadap warna standar pada grafik untuk menentukan konsentrasi klorin. Semakin pekat warna, semakin tinggi konsentrasi klorin dalam air.

Beberapa alat untuk memeriksa residu klorin dalam air, seperti yang diperlihatkan pada gambar 2, dapat dibeli dengan mudah. Alat tersebut kecil dan mudah dibawa.

Kepustakaan

WHO (2004) “Guidelines for drinking water quality – 3rd edition”. Geneva

Kotak 2.

Klorinasi dan suplai yang tidak tetap

Klorinasi pipa jaringan tidak bermanfaat bila suplai air tidak tetap. Kebocoran pada seluruh sistem pipa dan jika suplai air mati, tekanan akan turun dan air yang terkontaminasi akan memasuki pipa melalui celah di dinding pipa. Tingkat residu klorin yang dapat diterima konsumen tidak akan mampu menghadapi kontaminasi tingkat tinggi seperti ini. Semua suplai air yang tidak tetap harus dianggap sebagai terkontaminasi dan lakukan upaya disinfeksi pada tingkat pengguna.

Pengukuran residu klorin

Langkah 1. Letakkan satu tablet dalam kamar periksa (a) dan tambahkan beberapa tetas air yang akan diuji

Langkah 2. Gerus tablet, lalu penuhi kamar (a) dengan air yang akan diuji.

Langkah 3. Masukkan air yang sama yang sedang diuji (tanpa tablet) pada kamar ke dua (b). Ini akan menjadi kontrol pada perbandingan warna.

Langkah 4. Tingkat residu klorin (R) dalam mg klorin per liter air (mg/l) ditentukan dengan membandingkan warna air yang sedang diuji dan telah ditambahkan tablet yang berada di kamar (a) dengan warna standar pada wadah (kamar

Faktor yang mempengaruhi migrasi senyawa toksik adalah jenis serta konsentrasi kimia terkandung, sifat komposisi pangan beserta suhu dan lama kontak. Kemajuan teknologi memberikan efektifitas dalam pengemasan pangan minuman. Berbagai jenis dan bentuk kemasan memudahkan pangan untuk didistribusikan. Pangan ataupun minuman menjadi lebih awet dan higienis jika dikemasan dengan baik.

Konsumen pun merasa nyaman dengan tersediannya produk pangan terkemas, serta tersedianya berbagai pilihan kemasan produk pangan rumah tangga. Seperti gayung bersambut, fenomena ini dimanfaatkan oleh berbagai produsen kemasan pangan. Berbagai jenis, bentuk, dan ukuran, kemasan tersedia. Bermacam-macam bahan dari yang paling sederhana mulai dari kertas sampai paling modern yakni polivnil dan logam digunakan dalam kemasan ini.

Dewasa ini secara garis besar terdapat lima macam bahan pengemas yakni kertas dan bahan sejenisnya, gelas, plastik, dan logam. Masing – masing jenis bahan pengemas ini memiliki keunggulan tertentu. Jenis kemasan tersebut cocok untuk jenis pangan tertentu. Pangan padat, setengah padat (pasta) dan cair (minuman) memiliki bahan kemas tersendiri.

Di satu sisi kemasan memberikan keuntungan, disisi lain kemasan juga perlu diwaspadai. Tidak semua bahan pengemas aman terhadap pangan minuman. Oleh karena itu kemasan tersebut harus memenuhi syarat keamanan. Pengaruh Negatif Kemasan PlastikPlastik adalah campuran yang mengandung polimer, filler, plasticizer, retar dan nyala, antioksidan, lubrikan, stabilizer panas dan pigmen warna. Jenis polimer yang banyak digunakan adalah polietilen, polipropilen, polivinilklorida dan polisterina. Resiko yang ditimbulkan senyawa-senyawa tersebut(lihat tabel jenis Polimer) senyawa kimia toksik dari plastik dapat bermigrasi terhadap pangan antara lain karena pengaruh suhu dan waktu kontak. Suhu tinggi (lebih dari 60oC) dan lama kontak selama 30 menit, senyawa toksik seperti halnya formalin sudah termigrasi ke dalam bahan pangan. Semakin besar suhu dan semakin lama kontak, migrasi senyawa toksik akan semakin besar. Oleh karena itu perlu diperhatikan aplikasi kemasan jenis ini dalam makanan minuman.Pengaruh Negatif Kemasan LogamBerbagai kaleng terbuat dari jenis-jenis logam seng, aluminium, besi, alumunium dan seng tidak meracun dalam kadar rendah bagi tubuh manusia.

Logam akan bereaksi dengan asam, dan logam tersebut larut, oleh karena itu akan menurunkan kualitas bahan pangan atau minuman yang bersifat asam.Bahan tambahan kaleng, misal cat, serta bahan pelapis kaleng organik epoksi fenol dan organosol perlu diperhatikan penggunaannya.

Kaleng ataupun kemasan logam lainnya tidak boleh mengandung logam timbal, kromium, merkuri, dan cadmium. Logam-logam ini mengakibatkan efek negatif terhadap kesehatan manusia. (lihat tabel pengaruh negatif penggunaan logam). Banyak makanan dan minuman yang bersifat asam. Kontak antara asam dengan logam akan melarutkan kemasan logam yang bersangkutan. Waktu kontak berkorelasi positif dengan jumlah logam yang terlarut. Artinya semakin lama terjadinya kontak, maka semakin banyak logam yang larut. Oleh karena itu perlu dipilah jenis pangan-minuman yang layak dikemas dengan kaleng atau kemasan logam.

Pengaruh Kemasan Asal Bahan Kertas dan SejenisnyaBahan kemas asal kertas sudah lama dikenal. Kemasan kertas banyak digunakan, terutama dipasar tradisional. Penggunaan koran bekas ataupun kertas sisa banyak dijumpai di warung, dan dipasar. Secara modern pun kemasan kertas digunakan, baik ditambah pelapis maupun secara langsung.Struktur dasar kertas adalah bubur kertas (selulosa) dan felted mat. Komponen lain adalah hemiselulosa, fenil propan terpolimerisasi sebagai lem untuk melengketkan serat, minyak esensial, alkaloid, pigmen, mineral. Terkadang digunakan klor sebagai pemutih, digunakan pula adhesive aluminium, pewarna dan pelapis.Bahan berbahaya termigrasi yang ada dalam kertas adalah tinta, terutama untuk kertas bekas (mengandung logam berat), serta komponen bahan kimia tersebut di atas kecuali selulosa dan lignin. Mengingat kertas pun memberikan ancaman bagi kesehatan, maka pemilihan bahan yang dikemas, dan penggunaan kertas sebagai pengemas harus diperhatikan. Kertas bertinta seharusnya tidak digunakan untuk membungkus bahan pangan secara langsung.

Migrasi Bahan Kimia Berbahaya Dari KemasanTerjadinya keracunan ataupun akumulasi bahan toksik, sebenarnya karena proses migrasi senyawa tersebut dari kemasan ke pangan. Migrasi merupakan perpindahan bahan kimia baik itu polimer, monomer, ataupun katalisator kemasan (contoh formalin dari kemasan/wadah melamin) kedalam pangan. Migrasi memberikan dampak terhadap penurunan kualitas pangan dan keselamatan pangan. Jumlah senyawa termigrasi kebanyakan tidak disadari, tetapi berpengaruh fatal terutama pada jangka panjang.

Faktor yang mempengaruhi migrasi senyawa toksik adalah jenis serta konsentrasi kimia terkandung, sifat komposisi pangan beserta suhu dan lama kontak. Kualitas bahan kemasan juga berpengaruh terhadap migrasi. Jika bahan inert (tidak mudah bereaksi) maka migrasinya kecil dan sebaliknya.Potensi migrasi bahan toksik meningkat karena lamanya kontak, meningkatnya suhu, tingginya konsentrasi senyawa termigrasi dan bahan makanan yang terlalu reaktif. Migrasi bahan toksik merupakan masalah serius jangka panjang bagi kesehatan konsumen, oleh karena itu perlu perhatian khusus. Peraturan dan perundang-undangan harus ditegakkan sebagai payung hukum. Pengawasan oleh BPOM RI secara independent akan mengurangi resiko kontaminasi bahan berbahaya, sehingga dapat mengaktulisasikan tujuan pokok organisasi dalam melindungi masyarakat dari pangan berbahaya.

Pemilihan Kemasan PanganMenyikapi keberadaan jenis bahan kemas yang heterogen, perlu kebijakan khusus dalam pemilihan kemasan efektif dan mencapai sasaran. Sejumlah kriteria perlu dipertimbangkan dalam pemilihan kemasan pangan:

1. Sifat bahan kimia pangan beserta stabilitasnya dalam hal komposisi kimia, biokimia, mikrobiologi kemungkinan reaksi dan kecepatan reaksi terhadap bahan kemasan pengaruhnya dengan suhu dan waktu.
2. Sifat bahan kimia pengemas, kompatibilitasnya harus dinilai secara seksama.Apakah bahan kimia tersebut mudah termigrasi, serta evalusi terhadap pengaruh suhu dan waktu kontak terhadap komposisi yang dikandung pengemas.
3. Evaluasi terhadap faktor lingkungan. Mengingat migrasi bahan toksik sangat dipengaruhi suhu, lama kontak dan jenis senyawa toksik dalam kemasan, maka faktor lingkungan harus diperhatikan.

Kategori Pangan TerkemasKategori pangan penting diketahui untuk pemilihan bahan pengemas. Secara garis besar pangan dapat dikategorikan sbb:
1. Sesuai derajat asam basanya (pH) Pangan maupun minuman beragam kadar asam basanya. Ada yang bersifat sangat asam, ada yang netral dan ada pula yang basa. Pangan yang bersifat asam berbahaya jika kemasannya terbuat dari logam. Pangan yang bersifat netral lebih banyak memiliki kecocokan dengan banyak jenis bahan kemas.
2. Suhu saat pengemasan dan penyimpanan saat pengemasan ada yang dilakukan saat pangan pada suhu tinggi (diatas 60oC), suhu kamar, ataupun suhu rendah. Pengemasan pangan pada suhu tinggi, ataupun penyimpanan pangan terkemas pada suhu tinggi akan meningkatkan migrasi bahan kia toksik, Formaldehid dari kemasan melamin termigrasi pada suhu tersebut.
3. Kandungan kimia dominan Bahan kimia dominan dalam pangan dapat berupa protein, lemak/minyak, garam dsb. Pemilihan kemasan disesuaikan dengan kandungan kimia; seyogyanya dipilih kemasan yang tidak bereaksi antara kemasan dan kimia bahan pangan. Sebagai contoh : Pangan berkadar garam tinggi, akan mendegradasi kemasan logam.

SYARAT KEAMANAN KEMASAN PANGAN
1. Kemasan tidak bersifat toksikdan beresidu terhadap pangan-minuman.
2. Kemasan harus mampu menjaga bentuk, rasa, kehigienisan, dan gizi bahan pangan.
3. Senyawa bahan toksik kemasan tidak boleh bermigrasi ke dalam bahan pangan terkemas.
4. Bentuk, ukuran dan jenis kemasan memberikan efektifitas.
5. Bahan kemasan tidak mencemari lingkungan hidup. Secara ringkas syarat kemasan harus mampu melindungi pangan secara fisik, kimia dan biologis. Beberapa bahan kemasan karena pengaruh suhu, dan waktu kontak terhadap jenis bahan pangan tertentu, menimbulkan efek toksik bagi tubuh manusia.
DASAR HUKUMDasar HukumDalam perihal peraturan tentang kemasan pangan, telah dituangkan dalam Undang-undang tentang pangan yang kemudian diimplementasikan dalam permenkes tentang produksi dan peredaran pangan. Peraturan tersebut lengkapnya sbb:
1. Undang-undang No.7 Th 1996 tentang Pangan (UU 7/1999)Pasal 1 butir 10:Kemasan pangan adalah bahan yang digunakan untuk mewadahi atau membungkus pangan, baik yang bersentuhan langsung dengan pangan maupun tidak.Pasal 16 :
1. Setiap orang yang memproduksi pangan untuk diedarkan dilarang menggunakan bahan apapun sebagai kemasan pangan yang dinyatakan terlarang dan atau yang dapat melepaskan cemaran yang merugikan atau membahayakan kesehatan manusia.
2. Pengemasan pangan yang diedarkan dilakukan melalui tata cara yang dapat menghindarkan terjadinya kerusakan dan atau pencemaran.
3. Pemerintah menetapkan bahan yang dilarang digunakan sebagai kemasan pangan dan tata cara pengemasan pangan tertentu yang diperdagangkan.
Pasal 17 :Bahan yang akan digunkan sebagai kemasan pangan, tetapi belum diketahui dampaknya bagi kesehatan manusia, wajib terlebih dahulu diperiksa keamanannya, dan penggunaannya bagi pangan yang diedarkan dilakukan setelah memperoleh persetujuan Pemerintah.
2. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 329/Menkes/Per/XII/76 tentang Produksi dan Peredaran Pangan :Pasal 1 butir 1 :Wadah adalah barang yang dipakai untuk mewadahi atau membungkus makanan yang berhubungan langsung dengan isi.Pasal 1 butir 2 :Pembungkus adalah barang yang digunakan untuk membungkus makanan yang tidak berhubungan langsung dengan isi.Pasal 13 :
1. Wadah makaanan harus dapat melindungi dan mempertahankan mutu isinya.
2. Wadah harus dibuat dari bahan yang tidak melepaskan zat yang dapat mengganggu kesehatan.

Jenis Polimer
No
Polimer Plastik
Jenis Bahan Toksik
Pengaruh Terhadap Kesehatan
1.
Polivnil Klorida
Polivinil Klorida Hidrogen Klorida (HCL), plastizicer (ester asamftalat : dioktif ftalat, dibutil ftalat)
Kanker, mutasi gen, gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, disfungsi hati, bronchitis dan tukak
2.
Polietilen
Aldehid alifatik (LDPE), Hidrokarbon alifatik tidak jenuh (HDPE)
Kanker
3.
Ftalat
Ester asam ftalat
Gangguan pertumbuhan dan reproduksi, asma
4.
Polyester
Ester
Menyebabkan iritasi mata, saluran pernapasan dan kulit kemerahan
5.
Polioksimetilen
Fomaldehid (Formalin)
Iritasi bronchhial, mencret, muntah, depresi susunan syaraf, gangguan peredaran darah, konvulsi Pengaruh Negatif penggunaan Logam No Nama Logam Penggunaan Bahaya Bagi Kesehatan

Pengaruh Megatif penggunaan Logam
No
Nama Logam
Penggunaan
Bahaya Bagi Kesehatan
1.
Timbal (Pb)
Stabilizer, pewarna
Kerusakan system syaraf pusat, menghambat pembentukan haemoglobin, anemia, menimbulkan osteoporosis, karsinogenik
2.
Kromium (Cr)
Pewarna
Kromium heksavalen menyebabkan kanker dan alergi kulit
3.
Nikel (Ni)
Stabilizer
Karsinogenik
4.
Kadmium (Cd)
Stabilizer
Osteoporosis, kerusakan ginjal, kerusakan paru-paru.
5.
Merkuri (Hg)
Kerusakan system syaraf pusat, kerusakan ginjal, karsinogenik.

Diposkan oleh bbpomptk

Halaman Berikutnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.