Mengenal Istilah Standardisasi

Seiring dengan perkembangan globalisasi yang menimbulkan persaingan global yang kian ketat dan keras. Maka yang terjadi selanjutnya adalah persaingan dalam memberikan produk yang terbaik. Namun semua produk yang dianggap terbaik tentunya mempunyai parameter tersendiri sesuai dengan aturan yang telah ada. Aturan inilah yang kemudian disebut sebagai standarnya atau standardisasi. Berikut ini sekelumit kamus tentang istilah Standardisasi:
1. Mutu
Gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang atau jasa, yang menunjukkan kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan yang ditentukan atau yang tersirat.
2. Kebijakan Mutu
Keseluruhan maksud dan tujuan organisasi yang berkaitan dengan mutu yang dinyatakan secara formal oleh pimpinan puncak.
3. Jaminan Mutu
Seluruh perencanaan dan kegiatan sistematik yang diperlukan untuk memberikan suatu keyakinan yang memadai bahwa suatu barang atau jasa akan memenuhi persyaratan mutu.
4. Manajemen Mutu
Aspek dari seluruh fungsi manajemen yang menetapkan dan melaksanakan kebijakan mutu.
5. Sistem Mutu
Merupakan struktur organisasi, tanggung jawab, prosedur, proses dan sumberdaya untuk menerapkan manajemen mutu.
6. Pengendalian Mutu
Teknik dan kegiatan operasional yang digunakan untuk memenuhi persyaratan mutu.
7. Audit Mutu
Pengujian yang sistematik dan mandiri untuk menetapkan apakah kegiatan mutu dan hasil yang berkaitan sesuai dengan pengaturan yang direncanakan dan apakah pengaturan-pengaturan yang disebut ini diterapkan secara efektif dan sesuai untuk pencapaian tujuan.
8. HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point)
Suatu sistem mutu, manajemen mutu dan pengendalian mutu melalui pendekatan sistematik mengenai identifikasi bahaya (hazard), pengamatan dan pengawasan untuk menjamin keamanan makanan.
9. Titik Kontrol (Control Poit)
Setiap tahapan dalam proses yang diawasi secara fisika, kimia maupun biologis (microbiologis).
10. Tindakan Perbaikan (Corrective Action)
Prosedur yang dilakukan apabila kesalahan atau penyimpangan terjadi atau batas kritis tidak tercapai atau terlewati.
11. Titik-titik kritis (Critical Control Point = CCP)
Tiap tahapan dalam proses yang apabila tidak diawasi dengan baik dapat mengganggu keamanan (safety), mutu (quality), keselamatan (wholesomeness) atau menimbulkan penipuan/penyimpangan secara ekonomi (economic fraud).
12. Penyimpangan/Kekurangan (Critical Defisiensi)
Penyimpangan terhadap ketentuan yang telah ditetapkan untuk mempertahankan keamanan (safety), kesehatan dan kebersihan (Wholesomeness) serta untuk mencegah terjadinya kerugian ekonomi.
13. Batas Kritis (Critical Limit)
Tetapan ambang/batas yang tidak boleh dilewati yang mana harus diawasi setiap ccp.
14. Rancangan HACCP (HACCP Plan)
Dokumen yang menjelaskan sistem pengawasan mutu berdasarkan HACCP dari suatu perusahaan.
15. Bahaya/potensi bahaya
Resiko atau peluang adanya sifat-sifat pada makanan yang tidak dapat diterima secara biologis (microbiologis), fisika dan kimia yang mana dapat menyebabkan terganggunya kesehatan konsumen ataupun menyebabkan terjadinya penyimpangan produk dari kriteria yang telah ditentukan.
16. Analisa Bahaya (Hazard)
Proses untuk mengidentifikasi peluang atau resiko terjadinya bahaya (hazard) baik yang bersifat biologis, fisika, kimia maupun ekonomi (economic fraud).
17. HACCP-Based System
Cara pendekatan non tradisional dalam pemeriksaan produk untuk mengontrol bahaya (hazard) dalam makanan. Sistem ini adalah hasil dari penerapan rencana HACCP.
18. Produk Beresiko Kecil (Low Risk Product)
Produk (seafood) yang beresiko kecil bagi kesehatan konsumen apabila disiapkan diolah/disiapkan dengan cara tradisional/konvensional.
19. Kekurangan Secara Mayor (Major Deffisiensi)
Penyimpangan besar dari rencana yang telah ditetapkan yang dapat menghambat tujuan mempertahankan keamanan produk, kesehatan dan kebersihan, serta mencegah terjadi penipuan ekonomi (economic fraud).
20. Kekurangan Minor (Minor Deffisiensi)
Kegagalan suatu bagian sistem HACCP yang tidak memberi pengaruh-pengaruh besar terhadap kemampuan fasilitas yang ada untuk memenuhi persyaratan sanitasi yang dapat dipertanggung jawabkan.
21. Prosedur Monitoring (Monitoring Prosedure)
Jadwal pengujian/pengamatan yang dicatat oleh petugas perusahaan untuk laporan dari temuan ditiap ccp.
22. Tindakan Pencegahan (Preventive Measures)
Tiap tindakan yang akan menghambat/mencegah timbulnya bahaya (hazard) pada produk.
23. Proses
Suatu kegiatan atau operasi untuk memanen, memproduksi, menyimpan, menangani, mendistribusikan atau menjual produk.
24. Kekurangan/Kesalahan Serius (Serius Diffesiensi)
Penyimpangan yang serius dari rencana yang telah dibuat untuk mempertahankan terpeliharanya keamanan, kesehatan dan kebersihan, serta mencegah terjadinya economic fraud. Dan apabila penyimpangan itu terus berlanjut akan menyebabkan produk tidak aman, tidak sehat dan higiene serta tidak sesuai dengan spesifikasi produk (misbranded).
25. Produk Beresiko Tinggi (Substantial Risk Product)
Produk (seafood) yang dapat mengakibatkan bahaya terhadap kesehatan konsumen apabila disiapkan/diolah dengan cara tradisional/konvensional. Sebagai contoh adalah produk-produk siap dimakan dan siap dihidangkan, yang mana apabila mengandung bakteri pathogen biotoxin atau terkontaminasi zat kimi ata fisika dapat membahayakan kesehatan konsumen.
26. Pemeriksaan Terhadap Sistem (System Audit)
Pemeriksaan mendadak (tanpa pemberitahuan) terhadap keefektifan perusahaan melaksanakan rancangan HACCP yang telah disetujui (sesuai dengan validasi).
27. Validasi (Validation)
Evaluasi terhadap kesempurnaan, keberfungsian dan keefektifan dari perusahaan dalam melaksanakan rancangan/program HACCP.
28. Verifikasi (Verification)
Peninjauan secara periodik oleh perusahaan untuk menentukan keefektifan secara keseluruhan dalam rancangan HACCP.
29. Verifikasi Audit (Audit Verification)
Peninjauan mendadak oleh petugas pemerintah (Competent Authority) sesuai prosedur yang telah ada.
30. Verifikasi
Suatu proses persetujuan dan pengesahan penerapan sistem HACCP dan/atau SNI Seri 9000 melalui proses audit dan review.
31. Review
Pemantauan kembali pelaksanaan sistem HACCP dan/atau SNI Seri 19-9000 melalui auditing.
32. Inspeksi
Kegiatan-kegiatan seperti : pengukuran pemeriksaan, pengujian, pengukuran dengan perbandingan satu atau lebih karakteristik barang atau jasa, dan dibandingkan dengan persyaratan tertentu untuk menetapkan kesesuaian.
33. Lembaga Sertifikasi
Lembaga yang mempunyai tugas melakukan kegiatan penilaian kesesuaian terhadap persyaratan tertentu, dimana hasil penilaian dinyatakan dengan sertifikat (sistem manajemen mutu, sistem manajemen lingkungan, produk, personel, sistem keamanan pangan (Hazard Analysis and Critical Control Point – HACCP)
34. Inspeksi Teknis
Kegiatan pemeriksaan dan/atau pengujian terhadap suatu pekerjaan, produk dan atau jasa, proses, sarana dan prasarana yang spesifik, yang mengacu kepada spesifikasi teknis dengan memperhatikan segi keamanan, keselamatan dan lingkungan yang ditentukan.
35. Sertifikasi
Proses yang berkaitan dengan pemberian sertifikat oleh suatu lembaga sertifikasi.
36. Sertifikasi Sistem Mutu
Kegiatan pemberian sertifikat sistem mutu kepada perusahaan yang telah mampu menerapkan sistem mutu menurut SNI seri 19-9000 dan/atau HACCP yang diacu dan akui di dalam kegiatan organisasinya untuk menghasilkan produk dan/atau jasa tertentu.
37. Sertifikasi Produk
Kegiatan pemberian sertifikat produk dan/atau jasa kepada perusahaan yang telah mampu menghasilkan suatu produk dan/atau jasa sesuai dengan SNI dan telah mendapat sertifikat mutu.
38. Sertifikasi Hasil Uji
Kegiatan pemberian sertifikat yang menyatakan bahwa pengujian atas contoh produk yang telah diuji sesuai dengan standar/spesifikasi teknis tertentu.
39. Sertifikasi Inspeksi Teknis
Kegiatan pemberian sertifikat yang menyatakan hasil inspeksi teknis terhadap kelaikan kerja suatu produk/sistem/instalasi yang telah sesuai dengan spesifikasi/standar tertentu.
40. Sertifikasi Personil
Kegiatan pemberian sertifikat yang menyatakan bahwa personil yang bersangkutan telah memenuhi persyaratan teknis tertentu yang dipersyaratkan dalam pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan standardisasi.
41. Sertifikat
Adalah jaminan tertulis yang diberikan oleh Lembaga/laboratorium yang telah diakreditasi untuk menyatakan bahwa barang, jasa, proses, sistem atau personel telah memenuhi standar yang dipersyaratkan.
42. Tanda Sertifikasi Sistem Mutu
Tanda sertifikasi yang dipergunakan oleh perusahaan yang telah memperoleh sertifikat sistem mutu.
43. Pemeriksaan (Audit)
Kegiatan pemeriksaan yang dilakukan oleh lembaga sertifikasi terhadap perusahaan yang telah mendapat sertifikat.
44. Asesmen Mutu
Pengujian sistematik dan mandiri untuk mengetahui apakah kegiatan yang berkaitan dengan mutu telah dilakukan sesuai dengan rencana, konsisten dan efektif mencapai tujuan.
45. Sistem
Prosedur yang orientasinya meliputi pencegahan dan perbaikan terhadap hal-hal yang menyimpang dari standar spesifikasi pada setiap proses produksi sedini mungkin.
45. Asesor (Pengawas Mutu)
Petugas yang telah disertifikasi dan dikualifikasi untuk melaksanakan asesmen dalam rangka akreditasi.
47. Penilik Mutu (Inspektor)
Petugas yang telah disertifikasi dan dikualifikasi untuk melaksanakan pengawasan mutu di lingkungan Departemen Pertanian.
48. Spesifikasi
Dokumen yang menguraikan persyaratan barang atau jasa yang harus dipenuhi.
49. Laboratorium
Laboratorium yang melakukan kegiatan pengujian dan atau kalibrasi, dimana hasil pengujian dan atau kalibrasi dinyatakan dengan sertifikar/laporan hasil uji atau sertifikat kalibrasi.
50. Badan Akreditasi
Institusi yang melaksanakan dan mengelola suatu kegiatan akreditasi dan memberikan akreditasi.
51. Penerapan Standar
Kegiatan menggunakan standar oleh pelaku usaha
52. Lembaga Inspeksi
Lembaga yang melakukan pemeriksaan kesesuaian barang dan atau jasa terhadap persyaratan tertentu, dimana hasil pemeriksaan dinyatakan dengan sertifikat hasil inspeksi.
53. Mutual Recognation Arrangement – MRA
Kesepakatan diantara dua pihak atau lebih untuk saling mengakui atau menerima beberapa atau keseluruhan aspek satu dengan yang lain dalam hal hasil-hasil penilaian kesesuaian (misal laporan pengujian)


Adopted by @_pararaja from : InfoLAB.

2 thoughts on “Mengenal Istilah Standardisasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s