Perubahan Iklim Bahayakan Mutu Air, Pangan

Perubahan iklim diketahui telah membahayakan kualitas dan ketersediaan air dan pangan, yang merupakan kebutuhan dasar bagi nutrisi dan kesehatan manusia.

Perubahan iklim juga menyebabkan badai, gelombang panas, kekeringan dan banjir yang lebih sering, dan telah memperburuk kualitas udara, kata Sekjen PBB dalam pernyataan tertulisnya.

“Peringatan Hari Kesehatan Dunia tahun ini adalah satu kesempatan untuk memperluas pandangan itu dengan menyoroti ancaman kesehatan yang kita hadapi akibat pemanasan global,” katanya.

Penderitaan manusia meningkat akibat penyakit, kekurangan gizi dan kematian, katanya.

“Kita harus menanggapi kenyataan yang sering kita abaikan ini, untuk menjamin perlindungan kesehatan manusia agar menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam agenda perubahan iklim,” ujarnya.

Dampak perubahan iklim pada manusia akan lebih terasa di negara-negara miskin, yang sebenarnya telah memberikan kontribusi paling sedikit terhadap krisis global, tambahnya.

Pada akhir 2020, sekitar seperempat miliar orang Afrika akan mengalami kekurangan air, dan panen akan mengalami penurunan hingga setengahnya di beberapa negara Afrika.

Kekurangan gizi dan penyakit yang berkaitan dengan iklim akan membunuh mereka yang paling rentan, yaitu anak-anak, para manula dan mereka yang lemah, ujar Ban.

Perempuan yang hidup dalam kemiskinan akan menghadapi risiko yang serupa ketika bencana alam dan bahaya yang berkaitan dengan pemanasan global menyerang, tambahnya.

“Perubahan iklim adalah nyata, perubahan iklim semakin meningkat dan mengancam kita semua. Kita harus menanggapinya dengan tindakan segera guna menstabilkan iklim, mencapai MDGs, dan mendorong langkah-langkah individu. Usaha bersama kita dapat mendukung pembangunan ekonomi dan sosial bagi masyarakat paling miskin, serta memperbaiki sistem kesehatan dan kehidupan mereka,” ujarnya.

“Hari Kesehatan Dunia menantang kita semua untuk bersatu dalam upaya kita melawan perubahan iklim, demi planet ini serta para penghuninya,” kata Ban.[*/L2]

Iklan

One thought on “Perubahan Iklim Bahayakan Mutu Air, Pangan

  1. Masalah pemanasan global, perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, harus menjadi isu bersama yang bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja namun juga masyarakat. Selain itu diperlukan upaya mendorong menyepakati dan melaksanakan kesepakatan dan persetujuan internasional tentang pengurangan pemanasan global, atau perlu dibentuk instrumen/ perjanjian baru yang disepakati dan dipatuhi oleh semua negara.
    Selama 100 tahun terakhir, rata – rata suhu bumi telah meningkat sebesar 0,6 oC, dan diperkirakan akan meningkat sebesar 1,4 oC sampai 5,8 oC pada 2050. Kenaikan suhu ini, akan mengakibatkan mencairnya es di kutub, menaikkan suhu lautan hingga volume dan muka air laut meningkat. Penyebab utama pemanasan ini adalah pembakaran bahan bakar fosil terutama batu bara, minyak bumi, dan gas alam yang melepas karbon dioksida (CO2) dan gas – gas lainnya yang disebut sebagai gas rumah kaca ke atmosfer bumi. Akibat langsung dari adanya pemanasan global itu seperti, perubahan cuaca dan iklim global, sistem pertanian dan persediaan bahan makanan, migrasi hewan dan penurunan jumlah spesies hewan dan tumbuhan. Selanjutnya, krisis sumber daya air yang mempunyai potensi untuk terjadinya konflik antar sektor dan antar pengguna. Dampak lainnya terhadap kesehatan manusia dengan munculnya berbagai penyakit hewan dan manusia.
    Pengendalian yang dapat dilakukan terhadap pemanasan global itu, antara lain mengurangi produksi gas CO2 dengan mengurangi pemanfaatan bahan bakar fosil dan produksi gas rumah kaca. Kemudian, menekan atau menghentikan pengundulan hutan, serta penghutanan kembali secara besar – besaran untuk menciptakan wilayah serapan gas CO2, serta mengalokasi gas CO2 atau dengan menangkap dan menyuntikannya ke dalam sumur – sumur minyak bumi unuk mendorong minyak bumi ke permukaan. Teknologi sudah bisa digunakan untuk mengganti bahan bakar fosil dengan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan terbarukan.
    Sebenarnya masih banyak langkah – langkah antisipatif yang dapat dilakukan terutama dalam tataran kebijakan nasional (policy) dalam rangka mencegah pemanasan global, namun semuanya berpulang kembali kepada kesadaran kita semua selaku individu. Kinilah saatnya berpartisipasi secara aktif bagi bumi yang telah memberikan kehidupan bagi kita. Bumi ini hanya satu marilah kita menjaganya dan tidak mengotorinya karena hal itu hanya akan mendatangkan bencana bagi semua penghuninya termasuk anak cucu kita. Mari kita wariskan bumi yang bersih dan sehat bagi generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s