10 Alasan Karyawan Bermasalah Dipertahankan…..!!

Punya rekan kerja yang sama sekali tidak bisa diharapkan untuk bekerjasama? Dia ini terkesan seenaknya, namun tampaknya atasan tutup mata soal ini. Mungkin seperti sebagian besar orang lain yang harus berhubungan dengan karyawan jenis ini, Anda juga merasa frustasi. Bukannya malah meringankan tugas, namun justru kehadirannya justru
mendatangkan beban kerja baru.

“Kenapa orang ini tidak dipecat saja?” Mungkin kalimat tanya ini terbersit di benak setiap orang di kantor. Memecat orang mungkin mudah secara teori, namun ada kalanya sulit dilakukan. Atasan karyawan pemalas ini mungkin saja mengetahui tabiat buruk yang bersangkutan, namun mungkin atasan atau perusahaan punya alasan lebih baik untuk tidak memecat karyawan yang bersangkutan.

Nah, Anda menemui hal ini di tempat kerja? Mungkin sejumlah alas an berikut yang melandasi karyawan bermasalah masih bebas melenggang di kantor dengan nikmatnya, sementara orang lain sudah muak dengan perilakunya:

1 Karyawan itu punya hubungan dengan bos Meski perilakunya negatif, tetapi karena si karyawan memiliki hubungan pertemanan dengan bos atau seseorang yang berkuasa, selamatlah dia dari lubang pemecatan. Dia mungkin tak pintar dalam pekerjaan, namun mungkin teman yang baik dalam golf, tenis atau saat hang out bersama atasan.
2 Atasan bergantung padanya Menurut Terence R. Mitchell, Ph.D., penulis buku bisnis “People in Organizations: Understanding Their Behavior,” saat atasan bergantung pada karyawan, biasanya si atasan seolah melupakan kinerja buruk karyawan yang bersangkutan. Kalaupun tahu, si atasan memilih tutup mata, tutup telinga.

3 Karyawan itu membawa nilai lebih untuk perusahaan Mungkin karyawan yang kerjanya harnya bercanda atau menghabiskan jam kerja karyawan lainnya itu sejatinya pekerja brilian dimana produktivitasnya kerap menghasilkan pendapatan yang signifikan untuk perusahaan.

4 Atasan berpikir kelakuan karyawan masih bisa dimaafkan Meskipun semua orang tahu karyawan itu orang yang menyebalkan, namun manajemen justru mencemaskan jika yang bersangkutan dipecat, situasi malah bisa lebih buruk. Apalagi jika atasan punya pengalaman buruk dalam merekrut orang yang tidak tepat untuk posisi karyawan dimaksud. Jadilah ‘pembiaran’ ini berlanjut.

5 Atasan takut kepada si karyawan Jika ada kecemasan bahwa karyawan yang bersangkutan mungkin akan menuntut perusahaan atau akan terjadi kericuhan saat dia dipecat, mungkin akan butuh waktu lama ‘mengusir’ keluar karyawan itu dari perusahaan. Jika ada ancaman, perusahaan perlu berkonsultasi dengan pengacara dan mengambil langkah yang tepat sebelum memutuskan memecat karyawannya.

6 Atasan kasihan padanya Pada kasus tersebut, atasan menaruh simpati kepada karyawan, sehingga apapun yang dilakukan karyawan itu tidak ‘diambil hati.’ Bos mungkin khawatir, jika karyawan dipecat, dia tak bisa mendapatkan pekerjaan baru. Jika karyawan tersebut membutuhkan uang untuk menopang keluarga, memiliki masalah kesehatan, atau memiliki pengalaman menantang dalam hidupnya baru-baru ini, bos mungkin memutuskan karyawan itu tetap dipekerjakan saja. Semata demi alasan kasihan.

7 Atasan tak ingin merekrut yang baru Memang butuh waktu menyelenggarakan perekrutan karyawan baru, mulai dari membuat iklan lowongan, menyortir aplikasi yang masuk, tes hingga wawancara dan melatih orang baru. Atasan mungkin merasa hal itu hanya buang-buang tenaga dan biaya sehingga lebih memilih mempertahankan karyawan bertabiat buruk ketimbang menggantinya dengan orang baru.

8 Karyawan itu mengetahui sesuatu Karyawan yang bersangkutan mungkin mengetahui sesuatu yang memalukan soal atasannya, atau informasi yang dibutuhkan perusahaan. Misanya, karyawan itu adalah satu-satunya orang yang bias mengoperasikan peralatan aneh atau rumit yang amat dibutuhkan perusahaan saat ini. Jadi meski reputasinya buruk, apa boleh buat, manajemen memilih mempertahankannya.

9 Karyawan tahu kesalahan semua orang Pada buku “Snakes in Suits,” Paul Babiak, Ph.D. and Robert D.. Hare, Ph.D., menjelaskan bahwa psikopat di tempat kerja ternyata jumlahnya mencengangkan. Sementara psikopat mungkin mencakup 1% dari total populasi, Babiak dan Hare menemukan bahwa 3,5% para eksekutif bekerja dengan orang yang profilnya cocok dengan psikopat. “Karyawan psikopat merupakan pembohong patologis yang hanya sedikit bekerja atau malah tidak melakukan apa-apa untuk perusahaan. Mereka ini mempesona manajemen senior dengan ‘potensi kepemimpinan’ yang memaksa semua orang harus melindunginya atau dengan mudah si karyawan psikopat menyalahkan orang lain atas kesalahan yang diperbuatnya.

10 Karyawan itu sejatinya berkinerja baik Jika rekan kerja sering berlama-lama saat jam makan siang, sering bekerja dari rumah atau melakukan sesuatu yang menurut orang lain tidak adil, sepanjang hal itu tidak mengganggu Anda, memang kenapa? Selama Anda tidak dirugikan, berhentilah memikirkan apa yang dilakukan orang lain. Pikirkan saja diri Anda sendiri.

Iklan

2 thoughts on “10 Alasan Karyawan Bermasalah Dipertahankan…..!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s