Pemanfaatan dan Peningkatan Sifat-sifat Pulp Daur Ulang

Nyoman Wistara, W Syafii, DS Nawawi, dan G Ibnusantosa

Jurusan Teknologi Hasil Hutan, Institut Pertanian Bogor

Meningkatnya tekanan masyarakat terhadap industri pulp dan kertas yang berpotensial mencemari lingkungan hidup mendasari penelitian peningkatan mutu proses, penghematan pemakaian sumber serat, dan pencarian bahan baku serat alternatif.  Salah satu sumber serat alternatif potensial ialah dari kertas daur ulang. Masalah pemanfaatan kertas daur ulang terletak pada teknologi pendauran dan peningkatan sifat kekuatannya. Peningkatan sifat kekuatan pulp daur ulang dapat dilakukan melalui teknik fraksinasi, perlakuan kimia, dan substitusi dengan pulp asli.

Penelitian ini ditujukan untuk mencari teknik peningkatan sifat pulp daur ulang melalui teknik fraksinasi, perlakuan kimia, dan substitusi dengan pulp asli alternatif. Eksplorasi bahan baku serat alternatif melibatkan pula pencarian teknik pulping dan pemutihan non-konvensional yang relatif ramah lingkungan.

Penelitian ini dilakukan dalam 3 tahap. Tahap pertama ialah penelitian tentang cara fraksinasi kertas daur-ulang (OCC) dan peningkatan sifat pulp daur ulang melalui berbagai metode pemulihan ECF. Dalam tahap kedua, proses kraft diterapkan untuk memasak batang ubi kayu (Manihot sp.). Penelitian tahap ketiga merupakan kelanjutan usaha eksplorasi sumber dan proses pemasakan bahan baku serat alternatif.

Sekitar 65-77% pulp dari OCC bekas dapat didaur ulang dengan sifat kekuatan tertentu yang telah ditingkatkan melalui proses pemulihan. Indeks tarik pulp fraksinasi manual berkisar 60.01-80.49 N.m/g dan 47.95-62.24 N.m/g untuk fraksinasi otomatis (nilai SNI minimum 60 N.m/g).  Nilai indeks sobek fraksi pulp berkisar 9.14-13.9 mN.m2/g (nilai SNI minimum 9 mN.m2/g). Sifat dan mutu pulp yang difraksinasi secara manual lebih baik daripada sifat dan mutu pulp hasil fraksinasi otomatis.

Pulp kraft batang ubi kayu dengan mutu relatif baik diperoleh dengan kondisi pemasakan alkali aktif 17%, sulfiditas 20%, suhu maksimum 170oC, nisbah cairan:bobot bahan (L/W) 4:1, dan total waktu pemasakan selama 3.5 jam.  Indeks sobek pulp sebesar 5.78 Nm2/g, yang lebih rendah daripada syarat minimum pulp kraft kayu daun jarum SNI (9 Nm2/g) tetapi lebih tinggi daripada pulp kraft putih kayu daun lebar SNI ( 5 Nm2/g). Indeks tariknya, 78.42 Nm/g, melampaui syarat minimum indeks tarik pulp kraft kayu daun jarum putih SNI (60 Nm/g). Rendemen pemasakan hanya 27.86% dan tergolong rendah bila dibandingkan dengan rendemen proses kraft untuk kayu (40-55%). Bilangan kappa yang diperoleh 37.93. Pulp batang kayu ini diduga akan sesuai untuk digunakan sebagai substitusi sebagian pulp daur ulang agar produk yang dibuat berkekuatan rendah memiliki kekuatan tinggi.

Kondisi proses soda-etanol yang dipakai memasak 3 jenis sumber serat baru, yaitu kulit kayu waru laut, kulit kayu dadap dan kayu dadap, ialah alkali aktif 20%, suhu maksimum 180oC, waktu tuju 1 jam, waktu pada suhu maksimum 2 jam, L/W 15, dan konsentrasi etanol beragam dari 0 hingga 50%. Rendemen tertinggi hasil pemasakan kayu dadap diperoleh pada konsentrasi etanol 40%, yaitu 39.21% dengan bilangan kappa rendah (18.01). Rendemen tertinggi hasil pemasakan kulit kayu dadap diperoleh pada konsentrasi etanol 50%, bilangan kappa tertendah (19.66) dicapai dengan konsentrasi etanol 40%. Rendemen tertinggi pemasakan kulit kayu waru laut diperoleh pada konsentrasi etanol 50% yaitu 49.12% dengan bilangan kappa rendah (16.48).  Jika dilihat dari selektivitas delignifikasi proses, maka selektivitas tertinggi untuk pemasakan kayu dadap dan kulitnya terjadi pada konsentrasi etanol 40% yang masing-masing sebesar 41.88 dan 38.12. Kondisi proses ini lebih selektif daripada proses soda konvensional (kontrol) yang selektivitasnya masing-masing 39.86 dan 12.75 untuk kayu dadap dan kulitnya.  Selektivitas proses soda-etanol untuk kulit kayu waru laut ialah 58.75 dengan konsentrasi etanol 30%, yang jauh melebihi selektivitas proses soda konvensional terhadap bahan baku ini (18.28). Proses soda-etanol merupakan proses yang cukup baik untuk menyediakan serat asli dari bahan yang diteliti dan dapat menjadi alternatif proses soda konvensional maupun proses kraft yang berpotensi tinggi mencemari lingkungan hidup.

Adoptrd from : Hibah Bersaing VIII

 

Iklan

2 thoughts on “Pemanfaatan dan Peningkatan Sifat-sifat Pulp Daur Ulang

  1. bila penggunaan pup daur ulang sebagi media tanam apakah dapat mempengaruhi kualitas tanaman tersebut?mengiggat terdapat nya senyawa anorganik yang terbawa dari pewarna kertas dan tinta?
    lalu pup daur ulang yang baik itu seperti apa?
    hasil kertas yang dibuat dari pup daur ulang lebih kaku
    thas untuk jawabanya

  2. yang perlu diperhatikan adalah dosis atau fraksinya. An organik dapat berfungsi sebagai tambahan unsur hara mikro seperti Zn, K, dsb. Silahkan anda melansirnya di IPB atay yang lebih capable

    Regards.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s