BAHAN KIMIA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi telah menghasilkan produk-produk industri yang dapat memenuhi kebutuhan manusia sehari-hari. Bahan kimia yang telah diketahui manfaatnya dikembangkan dengan cara membuat produk-produk yang berguna untuk kepentingan manusia dan lingkungannya. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui jenis, sifat-sifat, kegunaan, dan efek samping dari setiap produk yang kita gunakan atau kita lihat sehari-hari.
Bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari dapat dikelompokkan berdasarkan bagan dibawah ini:
 Banyak ragam bahan kimia yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa kelompok bahan kimia yang dimaksud, di antaranya adalah:
1. pembersih;
2. pemutih pakaian;
3. pewangi;
4. pestisida;
1.      Pembersih
Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal berbagai bahan kimia pembersih, di antaranya sabun dan detergen.
Adapun jenis bahan kimia yang dapat digunakan sebagai pembersih antara lain:
– pembersih badan,
– pembersih rambut,
– pembersih motor dan mobil,
–  pembersih piring,
–  pembersih baju,
–  pembersih lantai
Kita perlu hati-hati dalam memilih bahan pembersih, bahan tersebut jangan sampai menimbulkan pengaruh yang buruk terhadap lingkungan. Beberapa jenis detergen sukar diuraikan oleh pengurai. Jika detergen ini bercampur dengan air tanah yang dijadikan sumber air minum manusia atau binatang ternak maka air tanah tersebut akan membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, sebaiknya memilih detergen yang limbahnya dapat diuraikan oleh mikrorganisme (biodegradable). Pengaruh buruk yang dapat ditimbulkan oleh pemakaian detergen yang tidak selektif atau tidak hati-hati adalah:
      – Menimbulkan limbah rumah tangga berupa busa.
      – Busa yang ditimbulkan sabun dapat diuraikan oleh mikroorganisme yang ada dalam tanah, sedangkan busa yang dihasilkan dari detergen sulit diuraikan oleh mikroorganisme di dalam tanah
Pencegahannya
Pencegahan yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut.
      – Menggunakan detergen dengan konsentrasi yang encer dan kadar ABS yang rendah.
      – Menggunakan detergen yang mudah terurai, seperti sodium dodesil sulfat (SDS).
      – Menyimpan sabun pada tempat yang benar sehingga jauh dari jangkauan anak.
2.      Pemutih
Pemutih biasanya dijual dalam bentuk larutannya dan digunakan untuk menghilangkan kotoran atau noda berwarna yang sukar dihilangkan dengan hanya menggunakan sabun atau detergen. Larutan pemutih yang dijual di pasaran biasanya mengandung bahan aktif natrium
hipoklorit (NaOCl) sekitar 5%. Selain digunakan sebagai pemutih dan membersihkan noda, juga digunakan untuk desinfektan (membasmi kuman). Pada umumnya, bahan pemutih yang dijual di pasaran sudah aman untuk dipakai selama pemakaiannya sesuai dengan petunjuk. Selain dengan noda, zat ini juga bisa bereaksi dengan zat warna pakaian sehingga dapat memudarkan warna pakaian. Oleh karena itu, pemakaian pemutih ini harus sesuai petunjuk.

– Bagaimana pemutih dapat menghilangkan kotoran yang membandel pada pakaian putih?
– Dalam bahan pemutih mengandung hipoklorit Ca(ClO2) yang biasanya dikenal kaporit, dan larutan pemutih mengandung natrium hipoklorit (NaClO). Bahan pemutih akan mengoksidasi kotoran sehingga kotoran tersebut akan larut dalam air
Efek Samping Penggunaan Pemutih
      – Bahan pemutih pakaian umumnya mengandung senyawa klorin yang dapat merusak serat kain dan warna      pakaian.
– Senyawa klorin juga dapat menyebabkan iritasi pada kulit.
– Bahan pemutih kulit yang mengandung merkuri atau raksa yang berlebihan dapat merusak sistem saraf
Pencegahannya
Pencegahan yang dapat dilakukan untuk dari penggunaan pemutih, antara lain:

– Hindari penggunaan jenis pemutih yang mengandung merkuri.
– Hanya menggunakan produk pemutih jika kotoran atau noda sulit dihilangkan oleh sabun atau detergen.
3.            Pewangi
Pewangi merupakan bahan kimia lain yang erat kaitannya dengan kehidupan kita sehari-hari. Kita dapat memperoleh bahan pewangi dari bahan alam maupun sintetik. Selain zat yang menimbulkan aroma wangi, pewangi yang dijual di pasaran biasanya mengandung zat-zat lain, seperti alcohol untuk pewangi yang berbentuk cair dan tawas untuk pewangi yang berbentuk padat.
Selain alkohol, masih terdapat beragam zat tambahan lainnya yang sengaja ditambahkan ke dalam pewangi agar parfum mudah disemprotkan (zat tersebut berfungsi sebagai propelan). Di antara zat-zat tambahan yang dapat berfungsi sebagai propelan tersebut ada yang dapat mencemari lingkungan. Propelan tertentu jika lepas ke udara kemudian masuk ke atmosfer bagian atas akan dapat merusak lapisan ozon. Selain itu juga berdampak pada kesehatan manusia antara lain mengiritasi mata, hidung, tenggorok, kulit, mengakibatkan mual, pusing, perdarahan, hilang ingatan, kanker, dan tumor, kerusakan hati, menyebabkan iritasi ringan hingga menengah pada paru-paru, termasuk gejala seperti asma.
4.            Pestisida
Bahan kimia jenis pestisida erat sekali dengan kehidupan para petani. Pestisida dipakai untuk memberantas hama tanaman sehingga tidak mengganggu hasil produksi pertanian. Pestisida yang biasa digunakan para petani dapat digolongkan menurut fungsi dan sasaran
penggunaannya, yaitu:
a. Insektisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk memberantas serangga, seperti belalang, kepik, wereng, dan ulat.
b. Fungisida, yaitu pestisida yang dipakai untuk memberantas dan mencegah pertumbuhan jamur atau cendawan.
c. Bakterisida, yaitu pestisida untuk memberantas bakteri atau virus.
d. Rodentisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk memberantas hama tanaman berupa hewan pengerat, seperti tikus.
e. Herbisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk membasmi tanaman pengganggu (gulma), seperti alang-alang, rerumputan, dan eceng gondok.
•          Efek Samping Penggunaan Produk Pembasmi Serangga
      Produk pembasmi serangga beraerosol dapat menyebabkan penipisan lapisan ozon stratosfer.
       Penipisan ozon akan meningkatkan jumlah penderita penyakit kanker kulit secara signifikan, termasuk melanoma ganas, dan pengidap katarak.
      Dapat merusakkan produk pertanian. Anti nyamuk termasuk kelompok pestisida (pembasmi hama), sehingga obat antinyamuk juga mengandung racun.
Alternatif
1.      Tidak menggunakan pestisida yang mengandung bahan kimia yang seperti senyawa karbamat, fosfat, dan klorin.
2.      Penggunaan pestisida organic dan biopestisida (musuh alami).
3.      Pemanfaatn teknologi terkini.
ZAT ADITIF DALAM BAHAN MAKANAN
Beberapa bahan kimia yang ada pada makanan
 •          Zat Aditif
Zat aditif adalah bahan kimia yang dicampurkan ke dalam makanan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas makanan, menambahkan kelezatan, dan mengawetkan makanan.
Fungsinyadi antaranya
1.      Antioksidan dan antioksidan sinergis
2.      Pengasam, penetral
3.      Pemanis buatan
4.      Pemutih dan pematang
5.      Penambah gizi
6.      Pengawet
7.      Pengemulsi (pencampur)
8.      Pemantap dan pengental
9.      Pengeras
10.  Pewarna alami dan sintetis
11.  Penyedap rasa dan aroma, dan lainnya.
Zat aditif makanan dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu:
1. zat aditif yang berasal dari sumber alami, seperti lesitin dan asam sitrat;
2 zat aditif sintetik dari bahan kimia yang memiliki sifat serupa dengan bahan alami yang sejenis, baik susunan kimia maupun sifat/fungsinya, seperti amil asetat dan asam askorbat.
Berdasarkan fungsinya, baik alami maupun sintetik, zat aditif dapat dikelompokkan sebagai zat pewarna, pemanis, pengawet, dan penyedap rasa.

Bahan Penyedap Alami
Bahan penyedap alami yang sering digunakan untuk menimbulkan rasa gurih pada makanan, antara lain
      santan kelapa,
      susu sapi, dan
      kacang-kacangan.
Bahan penyedap lainnya yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan, antara lain
      lengkuas, ketumbar,
      cabai, kayu manis, dan pala
•          Bahan Pemanis Alami
Zat pemanis alami yang biasa digunakan, dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut :
       Pemanis nutritif
       Pemanis nonnutritif
•          Pemanis nutritif
      Pemanis nutritif adalah pemanis alami yang menghasilkan kalori.
      Pemanis nutritif berasal dari tanaman (sukrosa/gula tebu, gula bit, xylitol dan fruktosa), dari hewan (laktosa, madu), dan dari hasil penguraian karbohidrat (sirop glukosa, dekstrosa, sorbitol).
      Kelebihan pemanis ini dapat mengakibatkan obesitas, karena kandungan kalorinya yang tinggi.
•          Pemanis nonnutritif
•          Pemanis nonnutritif adalah pemanis alami yang tidak menghasilkan kalori. Pemanis nonnutritif berasal dari tanaman (steviosida), dan dari kelompok protein.
•          Bahan Pengawet Alami
Bahan pengawet alami yang sering digunakan adalah :
        Garam,
        Cuka
        Gula
Bahan pengawet alami ini digunakan untuk mengawetkan makanan agar selalu berada dalam kondisi baik.
•          Bahan Pewarna Alami
Pernahkah kamu makan nasi kuning? Dari mana asalnya warna kuning pada nasi kuning?
Bahan pewarna alami lain yang juga sering digunakan, antara lain seperti berikut:
      Warna kuning itu berasal dari bumbu masakan yang disebut kunyit.
      Daun pandan dan daun suji untuk menghasilkan warna hijau;
      Gula merah dan karamel untuk menghasilkan warna cokelat;
      Cabai, tomat, dan paprika untuk menghasilkan warna merah.
•          Bahan Pewarna Buatan
Bahan pewarna yang masih diperbolehkan untuk dipakai yaitu
      amarant (pewarna merah)
      tartrazine (pewarna kuning)
      erythrosine (pewarna merah)
      fast green FCF (pewarna hijau)
      sunset yellow (pewarna kuning)
      brilliant blue (pewarna biru).
•          Penggunaan Yang Berlebihan
      Penggunaan tartrazine yang berlebihan dapat menyebabkan reaksi alergi, asma, dan hiperaktif pada anak
      Penggunaan erythrosine yang berlebihan dapat menyebabkan reaksi alergi pada pernapasan, hiperaktif pada anak, tumor tiroid pada tikus, dan efek kurang baik pada otak dan perilaku.
      Penggunaan Fast Green FCF secara berlebihan dapat menyebabkan reaksi alergi dan produksi tumor.
      penggunaan sunset yellow yang berlebihan dapat menyebabkan radang selaput lendir pada hidung, sakit pinggang, muntah-muntah, dan gangguan pencernaan.
•          Bahan Pemanis Buatan
      Pemanis buatan adalah bahan tambahan makanan buatan yang ditambahkan pada makanan atau minuman untuk menciptakan rasa manis.
      Bahan pemanis buatan ini sama sekali tidak mempunyai nilai gizi.
      Contoh pemanis buatan antara lain sakarin, siklamat dan aspartam.
•          Penggunaaanya
Aspartam banyak digunakan sebagai pemanis dalam permen dan berbagai jenis makanan olahan. Makanan olahan yang biasa menggunakan pemanis buatan antara lain
          Sirop
          Es mambo
          Kue atau roti
•          Bahan Pengawet Buatan
Menurutmu adakah makanan dalam kemasan tanpa menggunakan bahan pengawet?
•          Pengertian
Bahan pengawet adalah bahan tambahan makanan yang mencegah atau menghambat fermentasi, pengasaman, atau peruraian lain terhadap makanan yang disebabkan oleh mikroorganisme.
•          zat pengawet dibedakan menjadi tiga macam, yaitu
      GRAS (Generally Recognized as Safe) yang umumnya bersifat alami, sehingga aman dan tidak berefek racun sama sekali.
      ADI (Acceptable Daily Intake), yang selalu ditetapkan batas penggunaan hariannya (daily intake) guna melindungi kesehatan konsumen.
      Zat pengawet yang memang tidak layak dikonsumsi atau berbahaya seperti boraks, formalin, dan rhodamin-B.
•          Beberapa bahan pengawet diperbolehkan untuk dipakai, namun kurang aman jika digunakan secara berlebihan.
      Kalsium Benzoat
      Sulfur Dioksida (SO2)
      Kalium Nitrit
      Kalsium Propionat/Natrium Propionat
      Asam Sorbat
      Natrium Metasulfat
•          Adapun bahan-bahan pengawet yang tidak aman dan berbahaya bagi kesehatan, antara lain sebagai berikut:
      Natamysin (mual, muntah )
      Kalium Asetat (rusaknya fungsi ginjal  )
      Butil Hidroksi Anisol (BHA) (penyakit hati dan memicu kanker )
•          Bahan Penyedap Buatan
Zat penyedap buatan dibedakan menjadi dua macam:
•           zat penyedap aroma dan
•          zat penyedap rasa.
•          Zat Penyedap Aroma Buatan
Berasal dari senyawa golongan ester, antara lain oktil asetat (aroma buah jeruk), iso amil asetat (aroma buah pisang), dan iso amil valerat (aroma buah apel).
•          Zat penyedap rasa

Banyak digunakan adalah monosodium glutamate (MSG) atau lebih populer dengan nama vetsin dengan berbagai merek yang beredar di pasar.

#Handout Kuliah Kimia Stikes TMS Bkl

http://endiferrysblog.blogspot.com/2013/01/bahan-kimia-dalamkehidupan-sehari-hari.html

Formulasi Proses Industri Kecil Kimia

Cara Pembuatan Lem Putih
Dalam pasaran lem putih bisa dikemas dalam botol plastic, namun yang paling banyak adalak dalam kemasan kantong plastic.Bahan dan FormulaFormula lem putih Basis berat :
Polyvynil Acetat ( PVAC ) 55 % solid………. 29,1 %
Polyvynil Alkohol ( PVA )………………………….. 3,6 %
Dextrin………………………………………………… … 10,9 %
Resol 65 %………………………………………………. 25,5 %
Air …………………………………………………………..30,9 %
Cara pembuatan

– Campurkan air dan dextrin secara perlahan
– Panaskan sambil dilakukan pengadukan secara kontinyu sampai suhu 70 °C
– Suhu agar benar-benar dijaga pada suhu reaksi 50 – 60 C
– Setelah mencapai suhu reaksi tambahkan dengan sebagian air
– Masukkan PVA secara bertahap dan diaduk. PVA sukar larut
– Apabila larutan telah tercampur sempurna, tambahkan air sisa
– Dan tambahkan juga Resol 65 %

Cara Pembuatan Pembersih Kaca
Bahan dan formulaFormula pembersih kaca berbasis prosentase berat :IPA ( Iso Propil Alkohol )……………………………….20,0 %
Methanol……………………………………………………..0,1 %
NH4OH ( Ammonium Hidroksida )…………………..0,1 %
Emal……………………………………………………………0,1 %
Parfum sesuai selera
Pewarna sesuai selera
Sisanya adalah air sampai………………………………100 %.
Cara Pembuatan

– Campur dan larutkan Emal secara perlahan-lahan dalam 1/10 air yang digunakan
– pengadukan benar-benar perlahan jangan timbul busa, lakukan sampai benar-benar merata
– setelah merata tambahkan NH4OH, Methanol dan IPA secara perlahan
– Setelah semuanya larut tambahkan sisa air sampai habis
– Masukkan pewarna dan parfum sesuai selera
– Masukkan dalam kemasan plastic atau botol.

Cara Pembuatan Softener (Pelembut Pakaian)
Komposisi membuat softener:
Softener flake 50 g
Air panas 1000 cc
Air dingin 500 cc
Fisative/pengikat 5 cc seperti gliserin atau yang lain
Parfum (ekstrak) 5 cc
Alkohol 5 cc
Cara membuat :

Tahap I :

Ambil 1000 cc air masukan ke dalam panci dan panaskan sampai mendidih, masuk softener flax 50 g kedalam air mendidih tersebut.
Kecilkan apinya, aduk camuran diatas sampai homogen(larut), angkat pangi dari pemanas, tambahkan air dingin 500 cc., biarkan gampuran tersebut dingin.
Tahap 2 :

Ambil gelas masukkan fisative 5 cc + alkohol 5 cc+ Parfum 5 cc campur sampai merata
Tahap 3 :
Campurkan hasil tahap 1 dan tahap 2 aduk sampai merata
Cara Pembuatan Sabun Transparan
Komposisi pembuatan sabun transparan:

1. Minyak kelapa 100 ml

2. NaOH Farmasetis

3. Asam stearat

4. Alkohol 70% 80 ml

5. Gliserin secukupnya

6. TEA

7. Parfum secukupnya

8. Pewarna secukupnya

9. Air

Peralatan yang dibutuhkan : Wadah, pengaduk kayu, kompor dan termometer ( Rp. 20.000an aja )

Cara Membuat Sabun mandi Transparan:

1. 100 ml tuangkan ke wadah dan dipanaskan

2. NaOH secukupnya + 50 ml air

3. (1) + (20) aduk rata suhu tetap stabil ( sekitar 15 menit )

4. Asam stearat dilelehkan dengan wadah ditutup

5. (3) + (4) aduk rata hingga homogen

6. (5) + alkohol aduk rata

7. (6) + TEA aduk rata

8. (7) + Gliserin aduk rata dengan tetap dipanaskan selama sekitar 5menit, setelah jernih diangkat dan

diamkan agak dingin.

9. (8) + Pewarna secukupnya

10. (9) + Parfum secukupnya

11. Tuangkan ke dalam cetakan, diamkan semalam, sabun akan mengeras dengan sendirinya

12. Angkat dari cetakan atau dengan membalikkan cetakan, sabun akan terlepas dan siap dikemas

Catatan:

Hasil sabun PH sekitar 9 ( Standar PH 8-10) atau untuk menurunkan PH dengan menambahkan asam stearat, tektur sabun halus, busanya banyak, tingkat kekerasannya standar seperti sabun pada umumnya.

Untuk cetakan sabun kita bisa menggunakan cetakannya agar-agar atau kita membuat cetakan sendiri ataupun pesan cetakan sabun pada yang ahlinya dengan cetakan yang unik.

Cara Pembuatan Sampo Anti Ketombe
Analisa bahan sampo anti ketombe adalah semua bahan-bahan yang dipakai standard kosmetik dan aman. Untuk itu akan kami bahas masing-masing bahan dari segi fungsinya. Kami akan membatasi beberapa bahan saja, karena bahan yang lain sudah di bahas pada artikel sampo hotel.

1. Pearl concentrate berfungsi untuk menambah keindahan sampo ( sampo mutiara.

2. Zinc pyrithione berfungi untuk mencegah dan menghilangkan ketombe atau menggunakan ketoconazole, asam salisilat, selenium sulfida dll.

Komposisi sampo anti ketombe

1. Sodium Chloride 40 gr

2. Ultra SLES

3. Foam Booter C-KD secukupnya

4. Lexaine-C secukupnya

5. Polyquat

6. Zinc Pyrithione

7. Trilon

8. Carboxylic Acid

9. Pearl concentrate

10. Lexgard 2,2 cc

11. Pewarna secukupnya

12. Parfum secukupnya

13. Aquadest

Peralatan yang dibutuhkan : wadah, pengaduk dan takaran.

Prosedur pembuatannya:

1. Sodium chloride 20 gr + Ultra SLESS aduk rata sampai putih

2. ( 1 ) + 3/4 dari aquadest sedikit demi sedikit aduk rata

3. ( 2 ) + Foam booster C-KD aduk rata

4. Lexaine C + Polyquat aduk rata di wadah lain

5. ( 3 ) + ( 4 ) aduk rata

6. ( 5 ) + Pearl concentrate aduk rata

7. ( 6 ) + Zinc pyrithione aduk rata

8. ( 7 ) + Lexgard P aduk rata

9. Carboxylic acid + Aquadest aduk rata

10. ( 6 ) + ( 7 ) aduk rata

11. Trilon + sisa aquadest aduk rata + sisa sodium chloride aduk rata

12. ( 8 ) + ( 9 ) sedikit demi sedikit aduk rata

13. ( 10 ) + Pewarna aduk rata

14. ( 13 ) + Parfum secukupnya aduk rata

15. Diamkan beberapa jam dan siap dikemas

Sebagian sumber di ambil dari Agoes Ramdhanie

Cara Pembuatan Sampo Mobil
Komposisi sampoo mobil busa warna

Texapon 1kg
Sodium sulfat secukupnya
Camperlan secukupnya
Gliserin secukupnya
EDTA 20 gram
propilin glikol secukupnya
Parfum secukupnya
Pewarna khusus
Air 10 liter
Siap di kemas
Alat yang dibutuhkan : Ember, Gelas ukur plastik (literan), Gelas ukur kaca (cc), pengaduk kayu.

Cara Membuat sampoo mobil :

Texapon + sodium sulfat diaduk sampai memutih
(1) + beri air sedikit demi sedikit sampai 6 liter
(2) + camperlan aduk sampai mengental
(3) + tambahkan lagi air 2 liter aduk sampai homogen
(4) + sodium sulfat aduk rata
(5) + Gliserin aduk rata
(6) + (EDTA larutkan dalam 100 ml) aduk rata
(7) + air 1,9 liter aduk rata
(8) + Pewarna khusus aduk rata
(9) + ( Parfum + Propilin glikol) aduk rata
Diamkan beberapa saat & siap dikemas
***

Komposisi sampoo mobil biasa

Texapon 1kg
Sejenis garam tertentu
Fisative
Parfum
Pewarna
Air
Alat yang dibutuhkan : Ember, Gelas ukur plastik (literan), Gelas ukur kaca (cc), pengaduk kayu.

Cara Membuat sampoo mobil :

Texapon + Sejenis garam diaduk sampai memutih
(1) + beri air sedikit demi sedikit sampai 6 liter
(2) + Sejenis garam aduk sampai mengental
(3) + tambahkan lagi air 2 liter aduk sampai homogen
(4) + Sejenis garam aduk rata
(5) + sisa air aduk rata
(6) + Pewarna aduk rata
(7) + ( Parfum + Fisative) aduk rata
Diamkan beberapa saat dan siap dikemas
Cara Pembuatan Shampo Hotel
Analisa Bahan

1. ULTRA SLES ( Sodium Lauryl Ether Sulfat ) sebagai pembusa terbanyak

2. Sodium Chloride untuk membantu Ultra SLES mudah larut ke air dan pengental

3. Lexgard sebagai pengawet

4. Polyquat untuk melembutkan rambut

5. Lexaine C ( Cocamido propyl betaine ) untuk mengurangi iritasi pada kulit

6. Bahan-bahan yang lain sudah di bahas

Komposisi pembuatan sampo hotel:

1. Sodium Chloride 50 gr

2. Ultra SLES 120 gr

3. Foam Booter C-KD secukupnya

4. Lexaine-C

5. Polyquat 30 – 60 cc

6. Trilon

7. Carboxylic Acid

8. Lexgard 2,2 cc

9. Pewarna secukupnya

10. Parfum secukupnya

11. Aquadest

Peralatan yang dibutuhkan : wadah, pengaduk dan takaran.

Prosedur pembuatannya:

1. Sodium chloride 25 gr + Ultra SLESS aduk rata sampai putih

2. ( 1 ) + 3/4 dari aquadest sedikit demi sedikit aduk rata

3. ( 2 ) + Foam booster C-KD aduk rata

4. ( 3 ) + Lexaine C aduk rata

5. ( 4 ) + Polyquat aduk rata

6. ( 5 ) + Lexgard P aduk rata

7. Carboxylic acid + Aquadest aduk rata

8. ( 6 ) + ( 7 ) aduk rata

9. Trilon + sisa aquadest aduk rata + sisa sodium chloride aduk rata

10. ( 8 ) + ( 9 ) sedikit demi sedikit aduk rata

11. ( 10 ) + Pewarna aduk rata

12. ( 11 ) + Parfum siap di kemas

Cara Pembuatan Shower Gel
Komposisi bahan :

Ultra Sles 120 gr
Cocoamino Diethanol amine secukupnya
Cocoaminido propyl betaine
Methyl paraben
Propyl paraben secukupnya
NaCl 2,5
EDTA
Air panas 25 ml
Amylum
Vitamin E
Pewarna secukupnya
Parfum secukupnya
Peralatan yang digunakan : Wadah, pengaduk & gelas ukur

Cara pembuatan:

Ultra SLES + Cocoamino Diethanol amine di wadah A aduk rata
( 1 ) + Cocoaminido propyl betaine aduk rata
( 2 ) + Methyl paraben aduk rata
( 3 ) + Propyl paraben
NaCl dilarutkan di Air panas di wadah B aduk rata
( 4 ) + ( 5 ) di wadah A sedikit demi sedikit aduk rata
( 6 ) + Amylum + EDTA aduk rata
( 7 ) + Vitamin E aduk rata
( 8 ) + Pewarna aduk rata
( 9 ) + Parfum
Siap di kemas
Analisa Bahan :

1. Sodium Lauryl Ether Sulphate

Merupakan surfaktan, penstabil foam yang terdapat dalam berbagai produk personal care seperti sabun, sampo rambut dan pasta gigi.

2. Cocoamide Diethanol amine

Cairan kental kekunigan, larut dalam air

Merupakan foaming agent dalam berbagai produk seperti sampo, sabun dan emulsifying agent untuk kosmetik.

3. Cocoaminido propyl betaine

Merupakan surfaktan pembersih yang lembut ( mempunyai conditioning properties dan berfungsi untuk mengurangi iritasi pada kulit.

4. NaCl

Berfungsi untuk meningkatkan kekentalan.

5. Methyl paraben (Nipagin) adalah pengawet yang bersifat anti bakteri

6. Propyl paraben (Nipasol) adalah pengawet yang bersifat anti jamur

7. Sebaiknya menggunakan Aquadest ( air suling ) atau menggunakan air mineral / air mineral galonan.

8. Oat

Gandum ( Oat ) tumbuhan seperti padi yg tumbuh di daerah beriklim sudtropis yg menghasilakn terigu (Triticum estivum). Oat berfungsi sebagai scrub (penggosok) untuk mengangkat sel kulit mati sehingga ada regenerasi kulit. Untuk kulit kering, oat juga berfungsi untuk melembabkan kulit, membuat kulit awet muda, menjadikan kulit terlihat halus dan bercahaya. Oat kaya denagn protein, iron, phosporate, magnesium dan silicon yg cocok untuk kulit sensitive.

9. Vitamin E

Vitamin E merupakan alpha tocophenol ( C29H50O2 ) yang larut dalam minyak. Berfungsi untuk menghaluskan kulit.

10. Pewarna

Untuk memberikan warna supaya produk lebih menarik.

11. Parfum

Untuk memberikan wangi supaya produk lebih menarik juga.

Cara Pembuatan Silikon Emulsi
Silikon Emulsi berfungsi untuk mengkilatkan body mobil dan dapat digunakan sebagai semir ban mobil dan motor. Adapun Komposisi Silikon Emulsi adalah :

1. Silicone Oil

2. St-55

3. Polysorbate

4. Aquadest

Peralatan yang dipergunakan : Wadah & pengaduk

Prosedur pembuatannya:

1. Silicone oil + St-55 di mixer sampai rata

2. (1) + Polysorbate aduk rata

3. (2) + Aquadest aduk rata

Cara Pembuatan Invisible Ink ( Tinta Rahasia)
Membuat Tinta yang tidak dapat terlihat ( invisible ink ) atau tinta rahasia, bukan sulap bukan sihir

Formula 1
Ammonium chloride 1 gr
Aqua 15 – 20 cc

Ammonium chloride dilarutkan dalam aqua, tampung dalam botol.
Kertas yang ditulisi dengan tinta ini, bila didekatkan pada nyala api yg kecil atau dipres dgn setrika panas, maka tulisan tersebut akan tampak.

Formula 2
Caustic potas 100 mg
Phenolphtalein 400 mg
Aceton 35 cc
Aqua 64 cc

Caustic potas dilarutkan dalam air 50 cc, lalu phenolphtalein 400 mg yg dilarutkan dalam air 14 cc dan aceton 35 cc.
Campurkan dan tampung dalam botol. Kertas yang ditulis dengan tinta ini akan tampak tulisannya bila ditiupkan atau didekatkan dengan uap ammonia.

Formula 3

Cobalt chloride 1 dr

Mucilago of acacia 1dr

Aqua 1 oz

Campur ketiga bahan tersebut, larutkan, tampung dalam botol. Kertas yang ditulisi tinta ini akan berwarna biru bila dipanaskan, dan akan menghilang kembali bila didinginkan.

Formula 4

Cobalt chloride 10 gr

Gliserin 2 gr

Aqua 88 cc

Campur ketiga bahan tersebut, lalu tampung dalam botol. Kertas yang ditulisi tinta ini pada waktu mengering tulisannya akan hilang, yang kemudian bisa timbul kembali bila didekatkan diatas api.

Cara Pembuatan Sabun Mandi Rempah
Komposisi pembuatan sabun mandi rempah :

Minyak kelapa 100 ml
NaOH
Asam stearat
Rempah-rempah secukupnya
Tepung jagung 5 gr
NaCl
Minyak serai secukupnya
Parfum secukupnya
Air
Peralatan yang dibutuhkan : Wadah, Termometer dan pengaduk

Prosedur pembuatannya

Minyak kelapa di wadah A dipanaskan kurang lebih 95 derajat angkat
NaOH + Air di wadah B dipanaskan kurang lebih 70 derajat angkat
( 1 ) + ( 2 ) di wadah B aduk rata
Lelehkan asam stearat di wadah A ( bekas wadah no. 1 )
( 3 ) + ( 4 ) tetap di wadah B aduk rata di atas pemanas
( 5 ) + Tepung jagung aduk rata
( 6 ) + NaCl aduk rata
( 7 ) + Rempah-rempah aduk rata dan angkat
( 8 ) keadaan hangat + Parfum
Siap masuk cetakan, tunggu semalam sabun akan mengeras sendiri.

Cara Pembuatan Sabun Mandi Cair
Komposisi sabun mandi cair :

1. Asam meristat

2. Asam Laurat

3. KOH

4. Asam stearat

5. Texapon

6. Proppylen glikol

7. Gliserin

8. KCl

9. EDTA

10. Pewarna

11. Parfum

12. Air

Peralatan yang dibutuhkan : Wadah, pengaduk , pemanas dan termometer

Cara Pembuatan Sabun Mandi Cair :

1. Asam meristat + Asam laurat + Asam stearat dalam wadah A dipanaskan sampai meleleh.

2. Larutkan KOH dengan air di wadah B aduk rata

3. (1) + (2) aduk rata

4. (3) + Texapon aduk rata

5. (4) + air sedikit demi sedikit aduk rata

6. (5) + Propylen glikol + Gliserin aduk rata

7. (6) + KCl + EDTA aduk rata

8. (7) + Pewarna secukupnya

9. (8) + Peal concentrate + Parfum aduk rata

10. Simpan dalam wadah tertutup

Cara Pembuatan Sabun Colek
Komposisi pembuatan sabun colek

1. ABS 11%

2. NaOH secukupnya

3. Soda abu 6%

4. Talk 15%

5. Silikat secukupnya

6. Kaolin 18%

7. Garam 7%

8. Pewarna secukupnya

9. Parfum secukupnya

Peralatan yang dibutuhkan: Wadah, takaran dan pengaduk kayu

Cara membuat sabun colek

1. Setengah air dari 31% + Pewarna aduk rata

2. (1) + Garam aduk rata

3. (2) + Talk aduk rata

4. (3) + Soda abu aduk rata

5. (4) + Larutan NaOH ( NaOH : Air = 40% : 60% ) aduk rata

6. (5) + Sisa air aduk rata

7. (6) + Kaolin aduk rata

8. (7) + ABS aduk rata

9. (8) + Silikat aduk rata

10. Siap dikemas

Cara Pembuatan Sabun Cuci Piring
Pada umumnya sabun cair mengandung bahan-bahan sebagai berikut:
* Texapon 10%
* Sodium sulfat secukupnya
* Camperlan secukupnya
* Asam sitrid 1%
* EDTA 0,1%
* Parfum secukupnya
* Propilin glikol secukupnya
* Pewarna secukupnya
* Air

Peralatan yang dibutuhkan: Ember, Gelas ukur dan pengaduk kayu
Cara membuat:
1. Texapon + sodim sulfat diaduk rata sampai memutih
2. (1) + masukkan air sedikit demi sedikit sampai 50% nya
3. (2) + masukkan camperlan aduk rata
4. (3) + sisa (20-30)% air dimasukkan sedikit demi sedikit
5. (4) + sodium sulfat dimasukkan sedikit demi sedikit hingga terlihat mengental
6. (5) + pewarna secukupnya aduk rata
7. (6) + parfum secukupnya
8. Siap dikemas

Catatan:
* Pemberian parfum pada sabun cair dengan perbandingan 1ml parfum berbanding 500 ml sabun cair.
* Propilin glikol berbanding parfum ( 1 : 2 )

Analisis Bahan
Texapon ini nama merk dagang dengan nama kimia Sodium Lauril Sulfat ( SLS). Senyawa ini adalah surfaktan. Texapon ini bentuknya jel yang berfungsi sebagai pengangkat kotoran. Sodium sulfat (Na2SO4) bentuknya serbuk yang berfungsi mempercepat pengangkatan kotoran dan juga sebagai pengental. Camperlan ini bentuknya cairan kental yang berfungsi sebagai pengental dan penambah busa menjadi gelembung-gelembung kecil. Asam sitrit bentuknya serbuk yang berfungsi sebagai pengangkat lemak. EDTA ini bentuknya serbuk berfungsi sebagai pengawet sabun cair. Parfum ini bentuknya cair fungsinya sebagai pewangi sabun cair. Propilin glikol ini bentuknya cair fungsinya sebagai pengikat parfum. Pewarna ini bentukya serbuk fungsinya sebagai pemberi warna pada sabun cair.

Cara Pembuatan Permen Jelly
Komposisi Bahan :

Gelatine 165 gr

Glukose 75 gr

Sodium propionat gr

Buffer sitrat

Asam sitrat secukupnya

Gula 160

Pewarna secukupnya

Essens / Sari buah

Air

Peralatan yang digunakan : Wadah, pemanas, pengaduk, termometer & cetakan.

Cara Pembuatannya:

1. Gelatine + Air panas aduk rata sampai larut

2. ( 1 ) + sodium propinat aduk rata sampai larut

3. Glukose + Gula + Air dipanaskan dengan api kecil sampai suhu 110 derajat, kemudian tambahkan asam sitrat + Buffer sitrat sambil di aduk dan dipanaskan sampai 120 derajat lalu matikan.

4. (2 ) + ( 3 ) di aduk rata

5. ( 4 ) + Pewarna + Essens/sari buah… aduk rata

6. ( 5 ) tuang ke loyang atau cetakan, tunggu sampai dingin & kenyal ( kira-kira 1 hari ).

7. Siap diangkat dari cetakan, kemudian taburi dengan campuran tepung tapioka dan gula yang sudah di sangrai.

Khusus untuk permen jelly sari buah :

Pembuatan sari buah kita bisa menggunakan buah-buahan seperti nanas, mangga, jambu, buah naga dll. Kita pilih salah satu buah kemudian kita kupas…dipotong kecil-kecil kemudian di BLENDER …tambahkan air sama dengan berat buah…kemudian di saring dengan kain saring. Hasil sari buah ini bisa diencerkan dengan air dengan perbandingan 1 : 1 ataupun 1 : 2.

Cara Pembuatan Pembersih Lantai
Analisa Bahan

Desinfektan yang kami masukkan ke pembersih lantai adalah BKC ( Benzalkonium Chloride).

Komposisi Pembersih Lantai Plus

1. CMC 30 gr

2. Texapon secukupnya

3. BKC

4. Polysorbate

5. Parfum

6. Pewarna

7. Air 3 liter

Peralatan yang digunakan : wadah, pengaduk & pengukur

Prosedur Pembuatannya

1. CMC + Air di wadah A

2. Texapon + Air di wadah B

3. (1) + (2) di wadah A

4. Polysorbate + BKC aduk rata di wadah lain aduk rata

5. (4) + sisa air aduk rata

6. (3) + (5) aduk rata

7. (6) + Pewarna

8. (7) + Pewangi dan diamkan beberapa saat

9. Siap dikemas

Cara Pembutan Pembasmi Hama Tanaman
Komposisi:

1. Belerang

2. NaOH secukupnya

3. Texapon

4. Garam industri

5. Air 10 liter

Peralatan yang dibutuhkan : Wadah, pengaduk dan Saringan

Prosedur pembuatan :

1. Texapon + Garam industri aduk rata sampai berwarna putih

2. (1) + Belerang sedikit demi sedikit aduk rata

3. (2) + NaOH sedikit demi sedikit aduk rata

4. (3) + Air aduk rata, tutup biarkan semalam

5. Siap dikemas atau digunakan

Perlu diketahui pembasmi ini dapat juga di gunakan jenis buah-buahan yang lainnya seperti untuk tanaman jeruk, dan juga tanaman buah lainnya dengan cara diencerkan larutannya.

Yang pasti dengan membuat sendiri bisa hemat sampai 70%, bayangkan berupa luas ladang yang ditumbuhi pohon apel, sehingga dapat menekan biaya operasional.

Cara Pembuatan Pelininan Buah
Pemanfaatan pelilinan pada buah yang baru di panen. Biasanya dilakukan pada pedagang buah atau untuk buah Ekspor / Impor. Khusus Ekspor / Impor, buah hasil panen terdahulu itu kemungkinan besar diawetkan terlebih dulu sebelum dikirim ke negara tujuan. Biasanya, buah tersebut dilapisi dengan sejenis lilin ini akan menghambat penguapan saat proses pembusukan buah. Lapisan lilin biasanya ditemui pada buah impor seperti jeruk, apel, pear, mangga dll.

Sebelum pelilinan, buah-buahan dicuci bersih dengan busa lembut untuk menghilangkan kotoran-kotoran pada permukaan kulit, kemudian ditiriskan hingga kering. Teknik yang paling popular atau komersial adalah penyemprotan atau dicelupkan. Setelah pelilinan, buah ditiriskan terlebih dahulu sebelum disimpan atau dipasarkan. Pelilinan biasanya dibarengi dengan penyimpanan suhu rendah untuk memperpanjang daya simpan.

Perlakuan terhadap buah yang diberi lapisan lilin sebelum di konsumsi harus dicuci dengan menggunakan sabun. Tanpa sabun, mustahil lapisan minyak pada lilin pelapis bisa luntur. Setelah dicuci bersih, buah harus dikeringkan. Jika sudah kering, simpanlah di lemari pendingin. Bungkuslah buah dalam plastik dengan porsi sesuai kebutuhan. Plastik penyimpan sebaiknya tidak sering dibuka tutup, sehingga buah akan segar lebih lama.

Komposisi Pelilinan Buah

1. Cera vlava ( lilin lebah )

2. TEA

3. Asam oleat

4. Air

Peralatan yang dibutuhkan : Wadah dan pengaduk

Pembuatannya

1. Perbandingan tertentu campur lilin + TEA + Asam oleat aduk rata

2. ( 1 ) + Air aduk rata

3. Siap dikemas dan langsung di gunakan

Cara Pembuatan Pelicin Setrika
Komposisi bahan pembuatan Pelicin Setrikaan :

1. Magnasoft

2. Carboxylic acid 0,8 gr

3. Syisil liquid 2,3 cc

4. Parfum secukupnya

5. Methanol 24 cc

6. Aquadest

Peralatan yang digunakan : wadah, takaran dan pengaduk kayu

Prosedur pembuatannya :

1. Magnasoft + Aquadest aduk rata

2. ( 1 ) + Carboxylic acid aduk rata

3. ( 2 ) + Syisil liquid aduk rata

4. Parfum + methanol aduk rata

5. ( 3 ) + ( 4 ) aduk sampai rata

6. Siap di kemas

Cara Pembuatan Pasta Kopi Mocca
Analisa bahan:

Kopi bubuk
Kopi dapat menghilagkan rasa kantuk karena adanya kafein dalam kopi. Kafein menstimulasi system syaraf manusia sehingga memacu jantung agar bergetak lebih kencang.

1. Coklat bubuk.

Coklat merupakan produk turunan dari biji coklat atau cocoa. Coklat ini mempyunyai dampak yg bagus bagi tubuh, antara lain sebagai antioksidan yang dapat mencegah kerusakan jaringan tubuh akibat radikal bebas.

2. Mocca Extrak

Untuk memperkuat cita rasa mocca.

3. Malt Extrak

Extrak malt adalah campuran berbagai karbohihrat yg di extrak dari biji-bijian. Extrak malt berupa liquid pekat yg mengandung berbagai karbohidrat, vitamin, mineral dan protein. Fungsinya sebagai pewarna dan perasa alami yg merpakan pengganti caramel dan sumber energi alami.

4. Glucose cair

Berupa sirup kental manis, tidak berwarna atau kuning muda, transparan. Banyak digunakan dalam industri makanan dan farmasi seabagai pemanis.

5. Natrium Benzoat

Sebagai pengawet makanan dan farmasi.

6. Air

Sebagai pengencer saja.

PASTA KOPI MOCCA

Bahan:

1. Kopi bubuk 10 gr

2. Coklat bubuk secukupnya

3. Mocca Extrak

4. Malt Extrak ml

5. Natrium Benzoat

5. Glucose cair secukupnya

6. Air

Peralatan yang digunakan : Penangas air, Beaker plastic, Pengaduk & Gelas ukur

Cara membuat

Glukose cair tuangkan ke dalam beaker plastic.
( 1 ) + Kopi bubuk + Coklat bubuk + Air ml, campuran ini dipanaskan di atas penangas air aduk rata
( 3 ) + Mocca extrak & sisa air, aduk rata sebentar saja dan angkat dari penangas air.
( 3 ) + Malt Ektrak aduk rata ( tanpa pemanasan )
Tunggu agak dingin, pasta kopi siap di kemas dimasukkan ke dalam pasta tube atau kemasan lainnya.
Cara Pembuatan Odol (Pasta Gigi)
Bahan baku pasta gigi tersusun atas :

1. Bahan polishing ( penggosok), merupakan salah satu bahan terpenting untuk menghilangkan partikel-partikel sisa makanan yang menempel pada gigi. Bahan yang sering digunakan diantaranya Aluminium fosfat.

2. Bahan foaming ( pembusa ), berfungsi untuk membantu aksi bahan polishig dengan membasahi gigi dan partikel makanan yang tertinggal pada gigi dan juga berfungsi mengemulsikan lendir dimulut. Bahan pembusa yang digunakan SLS ( sodium lauryl sulfonate ) dengan nama dagang texapon, emal dll.

3. Bahan moistener ( pelembab ), berfungsi untuk mencegah pengeringan dan pengerasan pada pasta gigi. Bahan yang sering digunakan diantaranya Gliserin , Propylene glikol dll.

4. Bahan pengikat, berfungsi untuk mencegah terjadinya pemisahan bahan pada pasta gigi. Bahan yang digunakan diantaranya sodium alginat.

5. Bahan pemanis, berfungsi untuk menberikan rasa manis pada pasta gigi. Bahan yang digunakan diantaranya sakarin.

6. Bahan pemberi rasa, berfungsi untuk memberikan aroma dan rasa pada pasta dan menghindari rasa eneg atau mual. Disamping itu juga untuk menambah kesegaran pasta gigi. Bahan yang digunakan minyak peppermint.

7. Bahan pengawet, berfungsi untuk menjaga struktur fisik, kimiawi dan biologi pasta gigi. Bahan ini haruslah tidak bersifat toksik. Bahan pengawet yang digunakan sodium benzoat.

8. Bahan flouride, merupakan salah satu zat yang berfungsi untuk pertumbuhan dan kesehatan gigi, melapisi struktur gigi dan ketahanannya terhadap proses pambusukan serta pemicu mineralisasi. flournya memberikan efek deterjen dan unsur kimianya mengeraskan lapisan email gigi. Flouride yang banyak digunakan adalah salah satunya sodium flouride ( NaF ). Pemberian flouride untuk pasta gigi dianjurkan 0,05% – 0,08%, karena kelebihan pemberian flouride akan mengakibatkan merusak kesehatan. Penulis menganjurkan dalam pembuatan pasta gigi tanpa flouride sih tak apa-apa.

Komposisi pembuatan pasta gigi

1. Alumium fosfat maksimal

2. Texapon 3%

3. Gliserin (15 – 20)%

4. Sodium alginat 25%

5. Sakarin secukupnya

6. Minyak peppermint secukupnya

7. Sodium benzoat 0,1%

8. Sodium flouride

9. Air Secukupnya

Peralatan yang dibutuhkan: wadah dan pengaduk kayu

Cara membuat pasta gigi

1. Sodium alginat + gliserin diaduk rata

2. (1) + Texapon diaduk rata

3. Air + Sodium benzoat aduk rata

4. (3) dicampur ke (2) aduk rata + NaF

5. (4) + Pemanis aduk rata

6. (5) + Aluminium fosfat aduk rata

7. (6) + Minyak peppermint aduk rata

8. Siap dikemas

Cara Pembuatan Nata De Coco
Nata De Coco

Selain banyak diminati karena rasanya yang enak dan kaya serat, pembuatan nata de coco pun tidak sulit dan biaya yang dibutuhkan tidak banyak sehingga dapat sebagai alternatif usaha yang dapat memberikan keuntungan. Produk ini banyak digunakan sebagai pencampur es krim, coktail buah, sirup, dan makanan ringan lainnya.
Nata de coco dapat dipakai sebagai sumber makan rendah energi untuk keperluan diet. Nata de coco juga mengandung serat (dietary fiber) yang sangat dibutuhkan tubuh dalam proses fisiologi. Konon, produk ini dapat membantu penderita diabetes dan memperlancar proses pencernaan dalam tubuh.

Acetobacter xylinum dalam pertumbuhan dan aktivitasnya membentuk nata memerlukan suatu media yang tepat sehingga produksi nata yang dihasilkan dapat secara optimal. Sebagai media dalam pembentukan nata media yang digunakan haruslah memiliki kandungan komponen-komponen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme yang dalam hal ini yaitu acetobacter xylinum . Komponen media nata yang dibutuhkan sebagai syarat media nata antara lain memiliki sumber karbon dapat berupa gula, sumber nitrogen dapat berupa penambahan urea atau ZA, mineral dan vitamin yang mendukung pertumbuhan bakteri acetobacter xylinum. Asam sitrat atau asam asetat untuk penyedia kondisi asam yang diharapkan bakteri acetobagter xylinum.

Pembuatan starter/bibit dari Ampas Nanas

Apabila bakteri Acetobacter cylinum sulit diperoleh, maka bakteri tersebut diperoleh dari ampas nanas dengan cara sebagai berikut :

1. Buah nanas matang, dikupas dan dicuci bersih. Kemudian dibelah dan dipotong-potong kecil-kecil. Potongan ini dihancurkan dengan alat penghancur.

2. Hancuran nenas diperas sampai sari buahnya habis, ampasnya dicampur dengan air dan gula pasir dengan perbandingan 6:3:1. Tapi sebelumnya air dididihkan masukkan gula putih sampai larut dan mendidih lagi. Dinginkan larutan gula, kemudian masukkan ampas. Campuran ini diaduk merata dan dimasukkan ke dalam stoples dibiarkan 10 menitan, kemudian ditutup dengan kertas dan diperam aelama 2-3 minggu (sampai terbentuk lapisan putih di atasnya).

3. Larutan yang diperoleh selanjutnya digunakan sebagai bibit/starter dalam pembuatan nata de coco.

Cara Perbanyakan starter/bibit yang dilakukan sendiri

1. Tuangkan air kelapa + ZA + biang cuka yang sudah mendidih ke dalam botol sirup sebanyak 2/3 bagian, lalu tutup dengan kertas koran dan ikat dengan gelang karet.

2. Setelah dingin tambahkan starter yang sudah jadi / bibit yang dibeli dari balai-penelitian Bioteknologi sebanyak 20-30 ml.

3. Biarkan selama 7-10 hari, maka starter/bibit sudah siap dipakai untuk pembuatan nata de coco selanjutnya.

4. Untuk pembuatan bibit selanjutnya adalah 2/3 botol air kelapa ditambahkan 1/3 botol bibit sendiri.

Jika tidak sempat membuat bibit/starter bakteri Acetobacter xylium ( Bisa diperoleh di laboratorium pertanian ). Perlu diketahui pembelian bibit/starter di Malang 1 botol ( 8OO ml ) harganya Rp 25.000. Dimana tempat tinggal (kota) anda ?…..

Komposisi pembuatan nata de coco

1. Air kelapa tua

2. Gula

3. Urea/ZA

4. Starter

5. Asam asetat

6. Asam sitrat

Peralatan yang digunakan : Pemanas, gelas ukur, panci, pengaduk, baki atau loyang, kertas koran dan tali karet.

Cara pembuatan nata de coco

1. Loyang + pengaduk disterilkan caranya panaskan loyang/pengaduk diatas pemanas 15 -20 cm.

2. Semua bahan kecuali starter direbus sampai mendidih

3. Tuangkan ke dalam loyang/cetakan yang sudah disediakan dengan ketebalan 1,5 cm – 2 cm, kemudian tutup dengan koran dan ikat dengan tali karet.

4. Biarkan sampai benar-benar dingin, starter dimasukan ke loyang dengan membuka sedikit salah satu penutup ujung loyang dan tak perlu di aduk, selanjutnya tutup dan diamkan selama 7- 10 hari.

5. Setelah kurang lebih satu minggu, air kelapa telah berubah menjadi nata de coco dan siap dipanen (diangkat dari loyang/cetakan).

6. Nata de coco dicuci beberapa kali ( 3 kali ) untuk menghilangkan bau asam, selanjutnya dipotong kecil-kecil berbentuk kubus. Kemudian direndam 2 hari biar bau asamnya hilang dengan catatan air rendaman di ganti setiap hari

7. Pada hari ketiga nata direbus dalam air bersih sampai mendidih dan tiriskan.

8. Buat rebusan air gula dan pandan di dalam panci yang manisnya sesuai selera masing-masing. Masukkan nata yang telah ditiriskan dan tutup, biarkan kurang lebih 1 jam supaya manisnya meresap ke dalam nata. Selanjutnya nata siap dihidangkan atau bisa juga dicampur lagi dengan sari buah lainnya.

Catatan:

Bila nata de coco ini di kemas dengan di beri air “gula” dan perasa (essen) maka nata de coco akan bertahan (awet) minimal 1 tahun. Karena gula itu sendiri berfungsi sebagai pengawet nata de coco itu sendiri.

Cara Pembuatan Minuman Berkarbonasi
MINUMAN BERKARBONISASI

Tahap penting dalam pembuatan minuman proses karbonasi, mutlak diperlukan tekanan tinggi supaya gas CO2 dapat mengisi rongga-rongga di dalam struktur cairan. Tekanan tinggi tersebutlah yang menyebabkan timbulnya suara berdesis, ketika minuman berkarbonasi dibuka dari kaleng ataupun botol. Suara desis tersebut berasal dari tekanan pada permukaan air soda yang turun dengan sangat cepat, sehingga gas karbondioksida dalam minuman berusaha lepas. Gas karbondioksida tidak lepas sendiri-sendiri, namun membentuk molekul yang disebut nukleus sehingga mereka mempunyai tenaga untuk melawan cairan, melepaskan diri ke permukaan. Nukleus ini dapat dilihat ketika kita menuangkan minuman ke gelas, maka di bagian pinggir akan terbentuk gelembung-gelembung yang tampak menyatu. Nukleus ini juga yang memberikan sensasi nikmat di lidah.

Proses pembentukan nukleus dapat dipercepat dengan cara mengocok minuman berkarbonasi. Jika kita mengocok soda dalam kaleng atau botol yang masih tertutup, akan timbul suara letupan pada saat kaleng dibuka akibat dorongan nukleus yang sangat besar.

Selain faktor nukleus, faktor lain yang berpengaruh terhadap proses hilangnya gas karbondioksida dalam air adalah suhu. Proses karbonasi akan lebih efektif pada suhu yang lebih rendah, yaitu 2 – 5 derajat Celcius. Semakin tinggi suhu cairan, semakin sedikit gas yang terlarut.

Hal itu memang berlawanan dengan zat padat (seperti gula atau garam) yang bila dipanaskan akan mudah larut bersama air. Zat gas seperti karbondioksida bila berada dalam keadaan bebas di udara akan memiliki energi kinetik yang sebanding dengan suhu.

Untuk membuat karbondioksida larut dalam air, diperlukan upaya agar zat karbondioksida tersebut dapat stabil di dalam air. Salah satunya adalah menurunkan energi kinetiknya dengan cara menurunkan suhu. Bila kita menaikkan suhunya, gas karbondioksida akan cenderung lepas. Itulah sebabnya selain alasan kesegaran, minuman berkarbonasi lebih disarankan untuk dikonsumsi dalam keadaan dingin.

SPRITE TYPE

1. Cane sugar

2. Sodium citrate

3. Sodium benzoate

4. Aspartame

5. Lemon essence

6. Citric acid

7. Air kemasan isi ulang

8. Ace-K

FENDA TYPE

1. Cane sugar

2. Sodium citrate

3. Sodium benzoate

4. Stevioside

5. Orange essence

6. Citric acid

7. Air kemasan isi ulang

8. Ace-K

COLA TYPE

1. Cane sugar

2. Phosphoric acid

3. Sodium benzoate

4. Sodium cyclamate

5. Caffeine

6. Citric acid

7. Whole colorful cola

8. Air kemasan isi ulang

9. Ace-K

ORANGE TASTE

1. Cane sugar

2. Sodium citrate

3. Potassium sorbate

4. Sodium cyclamate

5. Citric acid

6. Air kemasan isi ulang

7. Ace-K

LITCHY TYPE

1. Cane sugar

2. Sodium citrate

3. Emulsified litchi essence

4. Citric acid

5. Sodium benzoate

6. Air kemasan isi ulang

7. Ace-K

STRAWBERRY TYPE

1. Cane sugar

2. Sodium citrate

3. Sodium benzoate

4. Citric acid

5. Strawberry essence

6. Air kemasan isi ulang

7. Ace-K

Cara Pembuatan Lilin Hias
Komposisi pembuataannya

1. Parafin Elastis

2. White Oil

3. Pewarna Lilin

4. Parfum secukupnya

5. Hiasan selera

Peralatan untuk mengolah pun sederhana, hanya dibutuhkan wadah, cetakan, kuas dan kompor.

Prosedur :

1. Parafin elastis + White oil di wadah dipanaskan sampai leleh, aduk rata

2. ( 1 ) bening + pewarna

3. ( 2 ) tuang ke cetakan yang ada sumbunya dan beri hiasan

Catatan :

– Dapat dituangkan diwadah permanen dengan lilinnya dan hiasi ( keong kecil, bebatuan dll ), sehingga tampak tembus pandang.

– Sebaiknya gunakan cetakan yang terbuat dari steenless atau cetakan silikon.
– Saat mencetak lilin dalam cetakan plastik, terkadang susah untuk dikeluarkan dari cetakan. Triknya, masukkan lilin yang telah dicetak kedalam kulkas, maka akan mudah dikeluarkan dari cetakannya.
– Untuk menghasilkan sumbu yang baik dan tidak banyak asap, maka sebelumnya harus direndam terlebih dahulu dalam air garam selama 3 jam. Setelah dikeringkan baru bisa digunakan sebagai sumbu lilin dengan hasil yang baik.

Cara Pembuatan Kompon Mobil
Kompon (Rubbing Compound) berfungsi sangat efektif untuk menghilangkan noda goresan cat mobilPenggunaan kompon ini berlaku untuk mobil-mobil tua….yg biasanya permukaan catnya kelihatan kusam/ kasap akan cemerlang kembali. Fungsi kompon ini juga sangat baik untuk memoles mobil-mobil yg baru di cat … akan menjadikan mengkilap cemerlang tahan lama.Komposisi pembuatan kompon cat mobil :1. St77 35 gr
2. Nonyl Phenol Ethoxylate 10 / NP 10

3. St-15 secukupnya

4. Kaolin 10 gr

5. Asam oleat

6. Parafin Oil

7. Pengawet 0,o2%

8. Aquadest

Peralatan yg di gunakan :

Wadah, Pengaduk & Alat Ukur

Proses Pembuatannya :

1. St77 + aquadest aduk rata

2. ( 1 ) + Kaolin aduk rata

3. ( 2 ) + Parafin Oil aduk rata

4. ( 3 ) + St-15 aduk rata

5. ( 4 ) + asam oleat aduk rata

6. ( 5 ) + NP 10 aduk rata

7. ( 6 ) + pengawet aduk rata

8. Siap di kemas

Cara Pembuatan Karbol (Pembersih Lantai}
Bila kita mengetahui lebih jauh, banyak sekali kegunaan dari cairan karbol. Penulis akan menjabarkan kegunaan-keguanaan kreolin adalah sebagai berikut:

Pembersih lantai sekaligus pembunuh kuman, bakteri maupun jamur, tidak hanya cocok untuk di kamar mandi saja sehingga kita betah di kamar mandi berjam-jam, tetapi untuk semua ruangan dirumah, perkantoran, rumah sakit dll.
Mengatasi bau yang sangat membandel yang tidak bisa diatasi oleh pewangi atau parfum apapun. Bau tidak sedap disebabkan oleh kuman atau jamur hidup dengan memberikan cairan karbol bau tak sedap akan hilang seketika. Juga bisa penghilang bau bangkai dengan menyiramkan cairan karbol di bangkai tersebut.
Keset dan wangi segarnya aroma pinus (bukan cemara yang tahu selama ini), maksudnya lantai tidak licin sehingga tidak mudah akan terpeleset umumnya untuk kamar mandi dan kususnya bagi yang punya anak kecil. Wanginya segar nuansa pegunungan pohon pinus.
Karbol + diterjen bisa untuk membersihkan kerak-kerak yang membandel.
Pembuatan karbol

Dalam pembuatan karbol ada dua cara yaitu cara dingin dan cara panas. Cara dingin dengan menggunakan air dingin akan menghasilkan karbol berwarna seperti kopi susu dan cara panas akan menghasilkan karbol berwarna seperti minyak goreng. Arpus yang berbentuk bongkahan ini harus ditumbuk sampai halus supaya mudah dilarutkan nantinya. Selanjutnya simak dibawah ini

Komposisi pembuatan karbol:

Arpus 1kg
NaOH secukupnya
Camper 50 gr
Pine Oil/Minyak pinus
Air 10 – 20 liter
Peralatan yang dibutuhkan: Penumbuk, Ayakan, Ember plastik, pengaduk kayu.

Cara membuat:

Larutkan NaOH dalam air 6 liter di Ember plstik aduk rata
(1) + Arpus aduk rata dan biarkan beberapa lama
Larutkan Camper dalam minyak pinus terjadi larutan homogen
(2) + (3) aduk rata
(4) + beri sisa air yang dibutuhkan dan siap dikemas

Direktur Pelabuhan Indonesia Mengajar di SMK Negeri 3 Kimia Madiun

944385_625317650828941_2052396485_n

Acara “Direksi Mengajar” yang dicanangkan Menteri BUMN Dahlan Iskan dalam rangka hari Kebangkitan Nasional dengan tujuan untuk memberi inspirasi pada siswa di seluruh Nusantara dan menumbuhkan keyakinan bahwa mereka dan Indonesia akan bisa lebih maju adalah suatu program yang sangat bermafaat sekali. Hal ini merupakan suatu lompatan yang sangat besar ditengah maraknya kasus – kasus korupsi yang melanda negeri ini.

428110_625316017495771_1902662220_n

SMK Negeri 3 Kimia Madiun yang dulunya bernama STM Kimia Madiun juga ikut berbangga karena salah satu alumninya menjadi bagian dari program ‘Direksi Mengajar’. Adalah Bapak Cipto Pramono yang sekarang menjabat sebagai Direktur SDM & Umum Pelabuhan Indonesia (Pelindo) atau Indonesian Port Corporation (IPC). Beliau sebelumnya menjabat General Manager Pelindo II Tanjung Priok Jakarta.

428110_625316004162439_1943886190_n

Bapak Cipto Pramono adalah lulusan STM Kimia Madiun tahun 1979. Perjalanan hidup yang panjang dan mengesankan dari sekolah dengan penuh kesederhanaan hingga saat ini merupakan suatu kisah yang sangat mengispirasi para siswa dan alumni lainnya. Karir yang sukses dengan ditandai dengan penghargaan bergengsi seperti CEO BUMN Inovatif, Asia HRD award 2012 dan Penghargaan Pelayanan Prima serta survei Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menetapkan IPC Tanjung Priok sebagai lembaga dengan integritas tertinggi kelima di Indonesia (BUMN yang dipimpinnya) tidak menghilangkan sifat kesederhanaan beliau.

071212-yay-BISNIS-10CEO

———-

Salah satu bukti kesederhanaan beliau seperti yang dituturkan “indonesiamaritimenews.com” Sederhana, itulah kesan pertama saat bertemu dengan lelaki berkulit sawo matang ini. Baju batik coklat yang dikenakannya semakin kental menunjukan cara penampilan dan menggambarkan asal kulturnya. Namun, ia tidak fanatik bahkan sebaliknya bangga memiliki beragam keluarga dari berbagai suku di Indonesia. Di balik kesederhanaannya itu, mengalir pemikiran cemerlang bagaimana memajukan Pelabuhan Indonesia, agar dapat memenangkan persaingan dan bisa disejajarkan dengan pelabuhan internasional di eraglobalisasi dimana persaingan yang semakin ketat.”

Sambutannya itu menggambarkan cara berpikirnya yang selalu positif, sehingga melahirkan suatu yang postif. Searah tekadnya, bila ingin mencapai sesuatu menargetkan maksimal, ia yakini hasilnya pun akan maksimal.

Kendati demikian ayah dari tiga putri ini berupaya membuat semua pekerjaan mudah dengan demikian menurutnya mengalir ide dan cara pemecahannya.

Dengan perubahan yang cepat manajemen berupaya agar karyawan bisa mengikuti perubahan yang cepat itu. Karyawan kemudian dididik ke luar negeri.

Semua karyawan yang dikirim belajar keluar negeri didanai oleh dana perusahaan. Saat ini ada 21 karyawan yang dikirim, 18 karryawan IPC, 2 dari BPKP, dan satu dari Dirjen Perhubungan Laut.

IPC sudah mengirimkan 100 karyawannya ke 50 (lima puluh) universitas terbaik di dunia serta 37 karyawah lain ke dalam program executive MBA di Indonesia yang diselenggarakan oleh Kuhne Logistic University Jerman pelaksanaannya di lakukan di Bandung, Jawa Barat.

——-

400656_625319797495393_1534887811_n

Inilah sepenggal kisah dari salah satu alumni SMK Negeri 3 Kimia Madiun. Kisah – kisah inspiratif dari alumni yang membanggakan tentunya layak untuk diapresiasi dan diteladani.

400656_625319787495394_1440149732_n

Di akhir kunjungan di sekolah almamater beliau, Alkhamdulillah beliau telah memberikan sumbangan sebesar Rp 50 juta dan lima unit komputer untuk peningkatan sumber daya siswa SMK Negeri 3 Kimia Madiun.

947233_625314557495917_2126086180_n

Semoga kami dapat memanfaatkan dengan baik dan benar serta semoga Bapak Cipto Pramono khususnya dan alumni SKIMA pada umumnya mendapat tambahan rejeki yang berlimpah dan selalu diberikan kesuksesan.  aamiin

944385_625317654162274_1109255173_n947233_625314540829252_1592345134_n

HAL – HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENANGANI BAHAN KIMIA-1

1. Ikuti Petunjuk MSDS

penanganan-bahan-kimia-berbahaya

 

images (13)

2. Gunakan Peralatan Safety dan Alat Pelindung Diri (APD) yang Sesuai

sp18

ChemicalSafetyMarchEnglish

3. Lakukan pekerjaan bahaya di tempat yang aman.

sp01

images (15

4. Pahami Intruksi kerja & aspek resiko bahaya

HMC20-2

 

animasi-chemical

 

5. Periksa Label bahaya.

Safety - Consultancy page2

 

chemical hazard labels

 

 

6. Perhatikan informasi & rambu – rambu bahaya

img2136-1298348223

 

p13

 

7. Perhatikan cara penyimpanannya (hindari kontaminasi silang)

chem_storage_groups

 

images (15)

 

8. Jangan melakukan kegiatan yang memicu bahaya.

images (19)

Laboratory-Safety

 

chemguy1

 

9. Lakukan penanganan dengan benar jika terjadi kecelakaan kerja.

chem_lab tm5

 

10. Budayakan Safety, 5S (Housekeeping) dan Ergonomi di setiap pekerjaan.

instrumentRoom labkidsmistakes

poster-5r2

liftsaipem-safety-cartoon

 

logo-k3

18 Tips Safety Penanganan Tabung Gas Bertekanan

High-Pressure-Cylinder

Deretan tabung berisi gas bertekanan dapat dengan mudah kita temui di setiap pabrik yang memproduksi bahan kimia. Jenis gas yang tersimpan di dalamnya bisa berupa gas yang mudah terbakar (flammable), gas beracun (toxic), inert gas, gas mudah meledak (explosive) dan lain-lain.

Tabung-tabung gas tersebut harus ditangani dengan benar. Kalau tidak, potensi bahaya seperti terjatuh, kebakaran, ledakan atau kebocoran gas beracun dapat terjadi. Itulah sebabnya, para pekerja yang berhubungan langsung dengan tabung gas bertekanan tinggi (compressed gas cylinder) harus mengetahui dengan jelas prosedur penanganan yang aman.

Dual-port valve dip-tube cylinder

Berikut ini adalah 18 tips safety untuk penanganan tabung gas bertekanan di pabrik kimia. Mari kita simak satu-persatu sambil kita aplikasikan di tempat kerja kita masing-masing.

  1. Tabung gas bertekanan harus disimpan pada ruangan khusus, yang dipagar dan terkunci.
  2. Hanya yang berwenang dan pekerja terlatih saja yang diperbolehkan masuk ruangan   tabung gas.
  3. Ikat kuat dengan rak atau cara lain agar tabung tidak terjatuh.
  4. Jika tabung gas tidak digunakan, valve caps harus tetap terpasang.
  5. Untuk memindahkan tabung gas, gunakan hand truck dengan kapasitas yang memadai untuk membawa 2 tabung sekaligus.
  6. Jangan menggunakan elektromagnetik, tali atau sling untuk menghandle tabung gas.
  7. Pastikan label menempel pada tabung, yang menyebutkan isi tabung dan tekanan di dalamnya.
  8. Hindari tabung gas terkena sinar matahari langsung atau suhu tinggi (>52 0C).
  9. Jauhkan sumber api kontak dengan pemukaan tabung.
  10. Jauhkan bahan mudah terbakar dari tabung.
  11. Gunakan tubing, valve dan peralatan lain yang cocok dengan gas dalam tabung dan rating tekanannya.
  12. Pastikan bahwa valve, regulator dan safety relief valve telah terpasang.
  13. Selalu buka valve tabung secara perlahan-lahan. Hindari membuka secara penuh dalam waktu singkat.
  14. Lakukan perawatan agar tabung dan kelengkapannya tetap dalam kondisi baik.
  15. Jangan pernah gunakan safety relief valve yang rusak dan tabung yang bocor. Beri tanda tabung yang rusak dan pisahkan.
  16. Pisahkan dan beri tanda tabung gas yang telah kosong dari stok tabung gas.
  17. Jangan pernah diterima tabung gas tanpa label      yang jelas dan kondisi tabungnya tidak baik.
  18. Hitung dengan tepat kebutuhan konsumsi gas untuk kebutuhan pabrik. Menyimpan tabung gas untuk konsumsi 1 tahun tidak dianjurkan, karena menciptakan kondisi tidak aman.

Danger Sign

Hal – hal yang harus diperhatikan :

Perhatian.PerhatianPerhatianimages (8

Adopted from : http://industrikimia.com

Pemilihan Pengawet Produk Olahan Daging

Oleh Edi Suryanto

Untuk menghindari kerusakan, maka daging perlu diawetkan. Pengawetan daging dapat dilakukan dengan penambahan bahan pengawet yang termasuk dalam Bahan Tambahan Pangan (BTP). Namun masyarakat sekarang merasa ketakutan apabila mendengar istilah bahan pengawet atau bahan kimia yang dapat menimbulkan efek negatif bagi tubuh. Padahal, ketakutan ini tidak perlu terjadi. BTP sebenarnya adalah bahan aditif yang mengandung senyawa-senyawa kimia, misalnya natrium klorida, senyawa nitrit/nitrat, senyawa phosphate, dan lainnya yang telah diijinkan penggunaannya. Namun yang menjadi pertanyaan apa jenis pengawet yang cocok untuk produk olahan daging, bagaimana dengan keamanan dan ambang batas penggunaan, dan amankah bahan pengawet tersebut bagi kesehatan konsumen?

Bahan-bahan yang umum digunakan untuk pengawetan produk olahan daging antara lain adalah 1) garam (sodium chloride), 2) alkaline phosphates (sodium tripolyphosphate), 3) sweetener seperti dextrose, sukrosa dan sorbitol, 4) sodium atau potassium nitrite digabungkan dengan sodium atau potassium erythorbate atau ascorbate, 5) sodium laktat atau potassium lactate, 6) sodium acetate dan diacetate, 7) liquid smoke, 8) antioxidan seperti butylated hydroxy anisole (BHA), butylated hydroxy toluene (BHT) propyl gallate (PG), alpha tocopherols. Terdapat pula beberapa asam yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada karkas unggas. Karkas ayam yang dicelupkan dalam larutan asam laktat atau asam sitrat mempunyai masa simpan yang lebih lama.

Bahan pengawet juga dapat berasal dari curing agents. Curing agents yang klasik untuk daging terdiri dari suatu campuran sodium chlorida, sodium nitrit dan/atau sodium nitrat, gula (dekstrosa, sukrosa, hidrolisat pati, dan lain-lain). Bumbu-bumbu dapat ditambahkan dengan tujuan utama untuk flavoring atau penambahan rasa. Dalam konsentrasi yang telah ditetapkan, campuran curing secara bersama berfungsi sebagai sumber pengawet yang efektif. Ketika digunakan secara bersama maka bahan curing bertindak sebagai pengawet yang lebih baik dibanding komponen-komponen individu pengawet.

Memilih pengawet untuk olahan daging harus memperhatikan jenis olahan daging. Daging olahan lokal seperti abon, dendeng, bakso mempunyai karakteristik produk yang berbeda. Abon adalah produk daging olahan kering yang mempunyai kadar air rendah. Menurut SNI 1995 maksimum kadar air abon adalah 7% dan dengan bahan pengawet gula sebesar maksimum 30%. Rendahnya kadar air dan tambahan bahan pengawet gula dan garam menyebabkan produk daging olahan dapat tahan berbulan-bulan (sekitar 6 bulan).

Dendeng merupakan produk daging olahan yang agak kering dengan kadar air maksimum 12%. Bahan pengawet yang umum digunakan untuk dendeng adalah gula, sendawa dan garam. Bakso dan sosis adalah produk olahan daging yang basah. Bakso biasa dibuat dengan bahan tambahan pangan seperti garam, phosphate, dan bumbu-bumbu. Kadar air maksimum yang diperbolehkan menurut SNI 1995 adalah 70%.

Pembuatan sosis biasanya menggunakan bahan pengawet garam, sodium phosphate, gula dan asam. Kadar air yang diperbolehkan maksimal 67%. Corned beef diproses dengan bahan-bahan pengawet antara garam, nitrat, atau nitrit, dan atau kombinasi nitrat dan nitrit.

Produk sosis, bakso dan corned beef merupakan produk olahan daging yang basah dan BTP yang ditambahkan dalam jumlah tidak ekstrem, sehingga masih memerlukan perlakuan lain untuk menghindari kerusakan seperti kemasan, pendinginan dan atau pembekuan.

Garam sodium klorida yang food grade seyogyanya di gunakan untuk pengawet daging. Namun, konsumen sekarang menghendaki pengurangan penggunaan garam sodium (NaCl) karena kaitannya dengan hipertensi. Untuk itu garam potasium klorida dapat digunakan untuk menstubsitusi NaCl sampai dengan level 40%. Namun pengawetan dengan garam ini perlu mendapat perhatian karena apabila garam dikonsumsi secara berlebihan dapat memicu penyakit darah tinggi. Untuk preservatif yang efektif, kandungan air produk akhir sebaiknya sekitar 50 – 55% dan kandungan garamnya sebaiknya antara 9-11%. Dengan kata lain pangan dalam keadaan mendekati titik jenuh dan ini akan menjaga good keeping quality.

Bahan pengawet yang dilarang digunakan antara lain adalah asam borat/ boric acid, asam salisilat/salicilic acid, kalium klorat, kloramfenikol dan formalin.

Bahan pangawet pangan harus digunakan sesuai dengan petunjuk dan regulasi yang telah ditetapkan pihak berwenang. Antioksidan seperti BHA, BHT, TBHQ (tertiary butyl hidro quinone), dan PG ditambahkan pada produk tidak melebihi 0,01% atau 0,02%. Batas maksimum penggunaan sodium atau potasium laktat di Amerika adalah 2,9%. Sodium acetate dan diacetate digunakan dengan level maksimum sampai dengan 0,25%. Konsentrasi asam laktat yang digunakan adalah 0,12%. Penelitian lain menunjukkan bahwa asam sorbat adalah bahan pengawet yang efektif (effective preservatives) dengan konsentrasi larutan 7, 5 % asam sorbat yang disemprotkan ke atas karkas dingin.

Pengaruh penggunaan pengawet terhadap karakter dan  mutu produk daging 

Bahan pengawet mempunyai antioksidan BHA, BHT, TBHQ (tertiary butyl hidroquinone), dan PG menunda oksidasi lemak pada daging unggas. Sodium atau potassium laktate serta sodium acetate dan diacetate terbukti digunakan sebagai flavoring agents dalam daging, mereka berfungsi sebagai acidulants, flavoring agents dan sebagai agen antimikroba.

Garam sodium klorida merupakan bahan pengawet alami yang telah digunakan masyarakat luas selama bertahun-tahun. Di samping mempunyai fungsi sensoris dalam hampir semua produk daging, garam juga mempunyai aksi pengawet/ kemampuan mengawetkan produk olahan daging. Garam juga membantu dalam ektraksi protein-protein terlarut yang akan membantu dalam pengikatan produk daging restruktur (nugget, sosis, dan bakso).

Garam adalah ingridien yang terpenting dalam campuran bahan curing untuk daging dan berfungsi 1) untuk pemberi rasa produk, 2) menurunkan aktivitas air dan meningkatkan ionic strength (meningkatnya tekanan osmotik medium pangan) yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba, 3) membantu solubilisasi protein otot yang berfungsi sebagai pengikat partikel daging, 4) penurunan air jaringan otot pada konsentrasi tinggi (5-8%), 5) bertindak sebagai sinergis dalam kombinasi dengan sodium nitrite untuk mencegah pertumbuhan Clostridium botulinum.

Konsentrasi garam yang digunakan dalam produk unggas biasanya berkisar antara 1,5 – 3%. Pada konsentrasi garam 2% sejumlah bakteri terhambat pertumbuhannya, namun mikroorganisme lain, yeast dan jamur masih dapat tumbuh. Berdasarkan akseptabilitas flavor maka konsentrasi garam yang dapat diterima adalah 2-3%. Untuk produk-produk yang mempunyai kadar air 60% atau lebih seperti franks, bologna, ham dan bakso, jelas bahwa kadar garam 1,5 – 3% tersebut tidak dapat memberikan efek pengawet yang signifikan. Meskipun demikian garam yang dikombinasikan dengan bahan lainnya dapat berguna untuk menjaga stabilitas produk.

Nitrit dan nitrat adalah bahan kimia yang sering digunakan sebagai bahan curing. Penggunaan nitrat mempunyai manfaat yaitu menghasilkan pigmen daging yang stabil dan flavor daging yang meningkat serta daya ikat air daging yang semakin kuat. Konsentrasi nitrit dalam produk tidak boleh melebihi 156 ppm. Bahkan untuk produk tertentu dibatasi < 120 ppm dan harus disertai sodium erythorbat/askorbat sebanyak 550 ppm untuk mencegah terbentuk senyawa karsinogenik nitrosamines.

Phosphates telah digunakan untuk memperpanjang masa simpan daging dengan cara menurunkan angka bakteri. Alkaline phosphate yang digunakan adalah sodium tripolyphosphate, sodium hexametaphosphate, sodium acid pyrophosphate, dan disodium phosphate dapat digunakan secara sendiri atau kombinasi. Perendaman karkas selama 6 jam dalam larutan fosfat pada konsentrasi 10 ounce (283,5 g) untuk satu galon air (4,55 l) atau 6,23% dapat meningkatkan masa simpan 1-2 hari. Alkaline phosphate untuk kyuring telah digunakan secara meluas di Amerika.

Sodium atau potassium tripolyphosphate yang ditambahkan pada produk olahan daging dapat digunakan 1) untuk mempertahankan warna produk (retensi warna), 2) mengurangi jumlah penyusutan ketika pemasakan (mereduksi cairan yang keluar), 3) meningkatkan kemampuan mengikat air atau menaikkan nilai WHC (Water Holding Capacity) protein otot, 4) menjaga juiciness, 5) menaikkan pH produk daging, 6) meningkatkan yield produk, 7) membantu dalam ekstraksi protein otot yang terlarut dalam garam, 8) meningkatkan flavor daging, 9) menghambat ransiditas oksidatif. Konsentrasi phosphate dalam produk akhir tidak lebih dari 0,5%.

Sodium atau potassium laktate ditambahkan pada produk daging untuk memperpanjang masa simpan, mengontrol pertumbuhan pathogen, meningkatkan rasa garam, meningkatkan tekstur dengan menurunkan kehilangan air. Level maksimum penggunaan di Amerika adalah 2,9%.

Sodium acetate dan diacetate terbukti digunakan sebagai flavoring agents dalam daging dengan level maksimum sampai dengan 0,25%. Keduanya berfungsi sebagai acidulants, flavoring agents dan sebagai agen antimikrobia.

Gula dapat dijuga digunakan sebagai bahan pengawet, namun konsentrasi yang sangat tinggi diperlukan dalam pangan untuk dapat berfungsi sebagai suatu pengawet. Namun konsentrasi dalam daging curing biasanya jauh lebih rendah. Kombinasi gula dan asam asetat/ asam cuka dapat pula digunakan untuk mengawetkan daging giling. Dalam produk sosis yang difermentasi gula berfungsi sebagai preservatif tidak secara langsung sebagai hasil fermentasi menjadi asam laktat oleh bakteri asam laktat. Turunnya pH dalam daging olahan dan penambahan garam serta sedikit dehidrasi (turunnya kadar air) menghasilkan stabilitas yang tinggi dari produk ini.

Edi Suryanto, Ph.D. 

Bagian Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan UGM Yogyakarta

Referensi

  • Anonimus, 2005. Produksi daging, telur dan olahannya. Kumpulan Standar Mutu, Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Departemen Pertanian.
  • Lehninger, A.L., 1982. Principles of Biochemistry. Worth Publishers Inc., New York.
  • Price, J.F. And B.S. Schweigert, 1971. The Science of Meat and Meat Products. W.H. Freeman and Company, San Francisco.
  • Sams, A.R., 2001. Poultry Meat Processing. CRC Press, London.
  • Soeparno, 1998. Ilmu dan Teknologi Daging. GadjahMadaUniversity Press, Bulaksumur, Yogyakarta.