SMK 3 Kimia Madiun

ya…

SMK N 3 Madiun,

dah lama nih kita kenal..

apa yach yg sekarang ada..?

gimana ya lulusannya

 

 

Falsafah Pendidikan untuk Pengadapan Manusia

Oleh : P. Moses Elias Situmorang OFMCap

Pendidikan itu berbeda dengan persekolahan.

Memang tidak selalu dua yang bertentangan. Namun dua benda ini memang harus dibedakan, karena banyak orang dibingungkan oleh keduanya.

Banyak orang beranggapan dia sedang menerangkan topik pendidikan, ternyata yang dimaksud adalah sekolah atau persekolahan.

Pendidikan adalah substani dan isi sementara persekolahan adalah sistem, sarana dan gedung. Cukup sering sarana memberikan bantuan. Tetapi dalam beberapa dekade ini, dalam banyak kasus, sekolah dengan segala sepatu, buku, administrasi, uang gedung, ijazah dan masih banyak aksesori lain lebih banyak mengganggu pendidikan daripada membantu.

Sekarang ini kita banyak diskusi mengenai Standar Nasional Pendidikan, UU tentang Guru dan Dosen (ada lagi Undang-undang Badan Hukum Pendidikan) yang dikeluarkan pada tahun 2005). Anehnya semua undang-undang pendidikan ini bukanlah persoalan pendidikan. Ia hanyalah setitik kecil persoalan teramat panjang dari persekolahan. Langsung tidak langsung adanya sekolah telah menambah biaya (uang, mental, energi, fisik) yang harus dipikul masyarakat untuk mengenyam pendidikan.

Lalu pertanyaan berikut, mengapa kita hanya bisa mengeluh dan meratapi suasana itu? Beranikah kita melawan dan tampil beda dari mereka? “kita” di sini yang disebutkan disini selalu mengandalkan gerakan bersama. Protes harus dikerjakan bersama-sama agar berubah menjadi proyek kesadaran.

Masihkan kita punya keberanian untuk kembali pada ‘pendidikan’ yang menjadi substansi, bukan persekolahan yang terus-menerus menjadi sumber carut-marutnya pendidikan. Kita mesti sadar bahwa yang mutlak untuk kita adalah kembali pada filsafat pendidikan yang solid: mendidik orang menjadi berilmu dan memiliki etos dan punya displin tanpa menjadikan anak didik seperti robot dan patung emas.

Pendidikan dan Filosofi Sang Guru

Dalam novel Laskar Pelangi, Andrea Hirata menulis tentang filosofi sang guru, “Guru yang pertama kali membuka mata kita akan huruf dan angka-angka sehingga kita pandai membaca dan menghitung.” Pengalaman Hirata yang dituliskan dalam bentuk novel ini membuka hati kita akan peran dan filosofi seorang guru sebagai pendidik dan pengajar untuk membebaskan para peserta didik dari kegelapan menuju pencerahan.

Harapan bagi para guru untuk membebaskan anak-anak bangsa dari kegelapan belum tercapai. Kemerosotan mutu pendidikan nasional di Indonesia, tidak bisa dilepaskan dari rendahnya mutu guru karena mempunyai peran sangat penting dan strategis dalam penyelenggaraan pendidikan.

Dalam kerangka peningkatan mutu, satu permasalahan fundamental dalam sistem pendidikan nasional adalah dehumanisasi pendidikan. Seharusnya pendidikan menghormati dan menghargai martabat manusia beserta segala hak asasinya. Peserta didik seharusnya tumbuh dalam kemanusiaannya sebagai subyek melalui proses pendidikan. Tapi yang sedang terjadi adalah justru sebaliknya. Ada terlalu banyak pratik-pratik sekolah yang menunjukkan betapa peserta didik sudah diperlakukan sebagai objek demi kepentingan ideologi, politik, industri,dan bisnis.

Guru sebagai pendidik tidak mampu mengembangkan kesadaran untuk menghentikan gejala dehumanisasi ini dan membebaskan peserta didik dari kegelapan karena para guru merasa terjebak sebagai objek dalam sistem pendidikan nasional. Berikut kami tampilkan sebagian kecil realitas belenggu kemiskinan yang dihadapi guru yakni:

1. Dengan gaji dan tunjangan yang kurang memadai, guru terlalu sibuk mencari penghasilan tambahan.
2. Dengan jam mengajar yang panjang dan tugas administratif yang membebani, guru sudah tidak punya waktu untuk membaca dan mengembangkan diri akibatnya pengetahuan, wawasan dan kreatifitas guru sulit berkembang.
3. Guru yang seharusnya berperan sebagai aktor dalam proses pembudayaan transformasi nilai-nilai malah sebagai guru malah melakukan pelanggaran etika sebagai pendidik dengan memberikan les privat bagi peserta didik dan bahkan membocoran soal ujian sendiri atau terlibat sebai saksi yang menutup mulut atas beberapa tindakan manipulasi dan korupsi oleh birokrasi pendidikan atau pengelola sekolah.
4. Akhirnya belenggu kemiskinan finansial, intelektual, emosional dan kultural sering membuat guru kehilangan indentitas dan integritas. Pekerjaan sebagai guru tidak lagi dilandasi oleh spiritualitas profesi dan tidak menjadi bagian perjalanan kemanusiaan.

Pendidikan tidak pernah lepas dari wibawa dan peranan guru. Maka dalam cahaya pradigma baru kita perlu berupaya mengangkat derajat guru. Di tengah keprihatinan terhadap kemerosotan mutu dan status guru, peraturan pemerintah No.19, tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan dan undang-undang no.14, tahun 2005 tentang guru dan dosen yang diluncurkan dengan itikad baik diantaranya mengatur profesionalisme guru dan memberikan jaminan terhadap perlindungan dan kesejahteraan guru.

Sementara yang menjadi janggal adalah persoalan konseptual pendidikan profesional guru masih belum terselesaikan, program porfotfolio sudah langsung dijalankan untuk menilai kompetensi seorang guru. Akibatnya berbagai akses (misalnya keikutsertaan dalam program pendidikan dan pelatihan hanya demi sertifikat, ada manipulasi berkas, dan kolusi antara pemilik fortofolio dan penilai) sangat menodai profesi guru dan bahkan melemparkan guru pada titik nadir dalam perjalanan profesinya.ini problema guru yang dihadapi di Indonesia.

Terlepas dari segala tetek bengek peraturan yang dibuat oleh pemerintah satu hal penting dalam mendidik adalah bahwa guru harus bepegang pada filosofi pengajaran yakni semangat sebagai guru secara terus-menerus harus mengaitkan tiga hal yakni dirinya sendiri, anak didik, dan bidang pengetahuan/keterampilan yang diampunya. Berbagai kemampuan yang diharapkan dimiliki dan dikembangkan seorang guru seyogianya menjadi bagian tak terpisahkan dari sosok utuh kompetensi profesional seorang pendidik.

Perwujudan Falsafah Pendidikan

Peter C.Hodgson, seorang ahli pendidikan melihat sosok Allah sebagai Pendidik utama dalam transformasi hidup sejarah manusia dan menawarkan sejarah Pendidikan Allah. Peter C.Hodgson menjungkirbalikkan berhala-berhala pendidikan modern yang banyak merusak manusia antara lain memaksa anak untuk berprestasi sedemikian hebat dengan sistem pemaksaan jadwal yang sangat ketat. Peter menawarkan inti falsafah Pendidikan yang di dalamnya ada roh kasih, kebenaran, dan keadilan.

Menurut Hodgson pendidikan harus menyingkapkan kebenaran dan menyelematkan umat manusia dari kesesatan (the darkness of error) dan berhala (idolatry). Karena itu dalam konteks pendidikan mesti disadari bahwa akal budi di satu sisi adalah tanda kemuliaan Ilahi, tetapi sekaligus menjadi potensial menjadi sumber penderitaan manusia yang tak terperikan.

Kita perlu menebus budi namun tidak menggusurnya. Kita perlu memerangi kejahatan yang disebabkan oleh akal budi. Pendidkan bertujuan membeirkan tanggapan terhadap panggilan akan kebenaran. Inilah rangkuman seluruh roh pendidikan. Lepas dari sini maka pendidikan akan tidak berdaya guna.

Semuanya bisa berjalan dengan baik karena ada kerja sama. Kerja sama, iman, kasih, dan solidaritas menjadi inti falsafah pendidikan. Karena itu dalam konteks menerapkan falsafah pendidikan perlu diperhatikan tiga C yakni

Competensi==> dapat diandalkan dan berdaya guna.

Compassion==> berempati kepada orang lain.

Conscience==> memiliki kesadaran moral (beriman).

Dengan tiga C yang ditanamkan dalam pendidikan hasil yang diharapkan adalah manusia terdidik yang memiliki kharakter. Kita mengharapkan setiap anak didik yang dididik tumbuh menjadi manusia berkarakter (memiliki kepribadian yang tangguh). Menurut Ernest Hull, seorang Jesuit pendidik dari abad lalu, pembentukan karakter dimulai dengan “tujuan yang hendak dicapai.” Kita perlu berfantasi, membayangkan karakter yang hendak dibangun pada siswa. Agar berkarakter maka setiap anak didik perlu didorong untuk disiplin, dikondisikan untuk tidak mencontek, bermental juara dan bahkan jiwa seni mereka pun perlu dikembangkan.

Pendidikan karakter adalah bagian integral upaya mendampingi peserta didik untuk mengembangkan potensi manusiawi mereka. Maka tanggungjawab sekolah adalah membantu peserta didik untuk mengubah potensi manusiawi menjadi tindakan konkret. Pendidikan karakter ini juga untuk memberikan visi etis kepada peserta didik.

Visi etis diharapkan menempatkan diri mereka pada horizon yang lebih luas. Pendidikan yang mengabaikan pembentukan visi etis dikawatirkan hanya akan menjadi proses pemindahan pengetahuan yang tidak berakar berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan. Pendidikan karakter dengan demikian diharapkan dapat membantu peserta didik untuk menjadi pribadi yang semakin manusiawi dan beriman.

Pintar saja tidak cukup tetapi perlu mendidik anak-anak di sekolah Katolik agar bisa berempati, beriman dan lebih manusiasi. Manusia berkarakter (manusia beradab) merupakan salah satu tujuan filsafat pendidikan.

Penutup

Kita mau maju. Air mata murid dan guru telah banyak menggenangi pendidikan Indonesia. Kecurangan ujian nasional, kekerasan antarsiswa, dan pelecehan terhadap etika profesi guru menjadi potret-potret buram pendidikan yang membuat kita tak kuasa menitikkan air mata duka. Kita mendengar tangisan murid di awal tahun ajaran baru.

Komunitas guru berbondong-bondong ke istana negara membawa air mata pendidikan di tangan mereka. Pendidikan yang berhasil adalah pendidikan yang berhasil menciptakan manusia-manusia beradab. Maju terus untuk meraih gemilang di masa mendatang. Terimakasih. Dirgahayu Hardiknas 2009.***

Penulis seorang pastor Kapusin, tugas sebagai dosen Etika Unika St.Thomas Medan dan editor Bina Media.

Adopted from http://www.analisadaily.com

BAHAN GALIAN (1 dari 3).

Bahan galian merupakan mineral asli dalam bentuk aslinya, yang dapat ditambang untuk keperluan manusia. Mineral-mineral dapat terbentuk menurut berbagai macam proses, seperti kristalisasi magma, pengendapan dari gas dan uap, pengendapan kimiawi dan organik dari larutan pelapukan, metamorfisme, presipitasi dan evaporasi, dan sebagainya (Katili, R.J. 1966).
Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 27 tahun 1980, bahan galian dibagi menjadi tiga golongan. Penggolongan bahan-bahan galian didasari pada :
1. Nilai strategis/ekonomis bahan galian terhadap Negara.
2. Terdapatnya sesuatu bahan galian dalam alam.
3. Penggunaan bahan galian bagi industri.
4. Pengaruhnya terhadap kehidupan rakyat banyak.
5. Pemberian kesempatan pengembangan pengusaha.
6. Penyebaran pembangunan di Daerah.
Bahan-bahan galian tersebut digolongkan sebagai berikut :

A.GOLONGAN BAHAN GALIAN YANG STRATEGIS
Bahan galian Strategis berarti strategis untuk Pertahanan dan Keamanan serta Perekonomian Negara. Golongan ini terdiri dari :
• Minyak bumi, bitumen cair, lilin bumi, gas alam.
• Bitumen padat, aspal.
• Antrasit, batubara, batubara muda.
• Uranium, radium, thorium dan bahan-bahan galian radioaktip lainnya.
• Nikel, kobalt.
• Timah.
1.Minyak Bumi
Minyak bumi merupakan suatu material organik dan secara kimia dikenal dua macam yaitu deretan parafin dan deretan naphtene. Pada umumnya terdapat pada sedimen-sedimen yang tebal dan tidak pernah atau jarang sekali ditemukan pada batuan metamorf atau batuan beku. Di Indonesia, endapan-endapan geosinklin pada zaman tersier banyak mengandung minyak bumi karena kondisinya yang baik. Lapisan yang mengandung minyak bumi biasanya batuan berpori seperti batupasir ataupun batugamping.
Hasil olahan dari minyak bumi sangat diperlukan dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan kebanyakan sebagai bahan bakar. Hasil olahannya tersebut seperti bensin, solar dan lain-lain.
2.Batubara
Batubara adalah termasuk salah satu bahan bakar fosil. Pengertian umumnya adalah batuan sedimen yang dapat terbakar, terbentuk dari endapan organik, utamanya adalah sisa-sisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses pembatubaraan. Unsur-unsur utamanya terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen.
Batubara juga adalah batuan organik yang memiliki sifat-sifat fisika dan kimia yang kompleks yang dapat ditemui dalam berbagai bentuk. Analisa unsur memberikan rumus formula empiris seperti : C137H97O9NS untuk bituminus dan C240H90O4NS untuk antrasit.
Hampir seluruh pembentuk batubara berasal dari tumbuhan. Jenis-jenis tumbuhan pembentuk batubara dan umurnya menurut Diessel (1981) adalah sebagai berikut:
Alga, dari Zaman Pre-kambrium hingga Ordovisium dan bersel tunggal. Sangat sedikit endapan batubara dari perioda ini.
Silofita, dari Zaman Silur hingga Devon Tengah, merupakan turunan dari alga. Sedikit endapan batubara dari perioda ini. Pteridofita, umur Devon Atas hingga KArbon Atas. Materi utama pembentuk batubara berumur Karbon di Eropa dan Amerika Utara. Tetumbuhan tanpa bunga dan biji, berkembang biak dengan spora dan tumbuh di iklim hangat. Gimnospermae, kurun waktu mulai dari Zaman Permian hingga Kapur Tengah. Tumbuhan heteroseksual, biji terbungkus dalam buah, semisal pinus, mengandung kadar getah (resin) tinggi. Jenis Pteridospermae seperti gangamopteris dan glossopteris adalah penyusun utama batubara Permian seperti di Australia, India dan Afrika.
Angiospermae, dari Zaman Kapur Atas hingga kini. Jenis tumbuhan modern, buah yang menutupi biji, jantan dan betina dalam satu bunga, kurang bergetah dibanding gimnospermae sehingga, secara umum, kurang dapat terawetkan.
Potensi sumberdaya batubara di Indonesia sangat melimpah, terutama di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera, sedangkan di daerah lainnya dapat dijumpai batubara walaupun dalam jumlah kecil dan belum dapat ditentukan keekonomisannya, seperti di Jawa Barat, Jawa Tengah, Papua, dan Sulawesi. Di Indonesia, batubara merupakan bahan bakar utama selain solar (diesel fuel) yang telah umum digunakan pada banyak industri, dari segi ekonomis batubara jauh lebih hemat dibandingkan solar, dengan perbandingan sebagai berikut: Solar Rp 0,74/kilokalori sedangkan batubara hanya Rp 0,09/kilokalori, (berdasarkan harga solar industri Rp. 6.200/liter).
Dari segi kuantitas batubara termasuk cadangan energi fosil terpenting bagi Indonesia. Jumlahnya sangat berlimpah, mencapai puluhan milyar ton. Jumlah ini sebenarnya cukup untuk memasok kebutuhan energi listrik hingga ratusan tahun ke depan. Sayangnya, Indonesia tidak mungkin membakar habis batubara dan mengubahnya menjadi energis listrik melalui PLTU. Selain mengotori lingkungan melalui polutan CO2, SO2, NOx dan CxHy cara ini dinilai kurang efisien dan kurang memberi nilai tambah tinggi.
Batubara sebaiknya tidak langsung dibakar, akan lebih bermakna dan efisien jika dikonversi menjadi migas sintetis, atau bahan petrokimia lain yang bernilai ekonomi tinggi. Dua cara yang dipertimbangkan dalam hal ini adalah likuifikasi (pencairan) dan gasifikasi (penyubliman) batubara. Membakar batubara secara langsung (direct burning) telah dikembangkan teknologinya secara continue, yang bertujuan untuk mencapai efisiensi pembakaran yang maksimum, cara-cara pembakaran langsung seperti: fixed grate, chain grate, fluidized bed, pulverized, dan lain-lain, masing-masing mempunyai kelebihan dan kelemahannya.
Penambangan bahan galian strategis ini cukup banyak dijumpai di Indonesia. Metode penambangan yang digunakan adalah open pit mining atau penambangan terbuka dengan alas an keberadaan endapan batubara yang tidak membutuhkan penambangan hingga bawah permukaan yang dalam, selain faktor efisiensi biaya produksi.
Adapun perusahaan yang mengeksploitasi batu bara di Indonesia antara lain yaitu PT Arutmin Indonesia penambangan di Kalimantan Selatan, PT Berau Coal penambangan di Kalimantan Timur, PT Kaltim Primacoal penambangan di Sangatta Kabupaten Kutai Timur, dan beberapa perusahaan lainnya.
3.Uranium dan Thorium
Endapan-endapan mineral radioaktif seperti uranium dan thorium terdapat dalam bentuk primer seperti pegmatit dan bijih, serta bentuk sekunder seperti endapan sedimen. Batuan pegmatit adalah batuan berbutir kasar yang terbentuk pada fase terakhir dari pendinginan batuan plutonik. Batuan pegmatit biasanya mengandung kuarsa dan feldspar. Mineral radioaktif biasanya dalam bentuk lensa atau kantung.
Di Indonesia, belum ditemukan endapan-endapan uranium yang berharga karena kurangnya penyelidikan geologi yang dilakukan ke arah tersebut. Mineral radioaktif yang telah ditemukan yaitu monazit dan xenotim yang biasanya mengandung unsur thorium. Mineral tersebut ditemukan dalam endapan alluvial, bersama dengan bijih timah di Bangka, Belitung, pulau Berhala dan pulau-pulau timah lainnya.
Deskripsi dari logam thorium yaitu sebagai sumber energi nuklir. Sebagian besar panas di bagian internal bumi merupakan hasil dari thorium dan uranium. Thorium murni berwarna putih keperakan yang stabil dari udara dan retains its luster untuk beberapa bulan. Jika terkontaminasi dengan oksida, perlahan menyublim di udaraberubah warna menjadi abu-abu hingga akhirnya hitam, memiliki titik leleh 3300oC yang juga merupakan suhu tertinggi dibandingkan oksida lainnya.
Perlahan juga terubah oleh air tetapi tidak langsung larut pada kondisi asam, kecuali hidroklorik. Bubuk logam thorium umumnya pyrophoric dan disimpan dengan sangat hati-hati.ketika dipanaskan dalam air berubah menjadi ignite dan terbakar menghasilkan warna putih menyala.
4.Nikel
Unsur nikel berhubungan dengan batuan basa yang disebut norit. Nikel ditemukan dalam mineral pentlandit, dalam bentuk lempeng-lempeng halus dan butiran kecil bersama pyrhotin dan kalkopirit. Nikel biasanya terdapat dalam tanah yang terletak di atas batuan basa.
Di indonesia, tempat ditemukan nikel adalah Sulawesi tengah dan Sulawesi Tenggara. Nikel yang dijumpai berhubungan erat dengan batuan peridotit. Logam yang tidak ditemukan dalam peridotit itu sendiri, melainkan sebagai hasil lapukan dari batuan tersebut. Mineral nikelnya adalah garnerit.
5.Kobalt
Deskripsi fisik yang ditunjukkan kobalt adalah bersifat brittle, keras, dan merupakan transisi logam dengan magnet. Kobalt juga terdapat dalam meteorit. Endapan mineralnya dijumpai di Zaire, Morocco dan Canada. Cobalt-60 (60Co) dapat membentuk isotop buatan dengan tembakan sinar gamma (energy radiasi tinggi). Garam kobalt salts berwarna biru gelap dan seperti gelas atau bening. Banyak digunakan dalam industri. Digunakan juga untuk bahan dasar perasa makanan yang mengandung vitamin B12 dalam kadar yang tinggi.
6.Timah
Bijih timah biasanya terdapat dalam bentuk kassiterit atau oksida timah. Sumber timah di Bangka terdapat pada batuan granit yang berumur yura. Bijih primer terdiri dari urat kassiterit dan kuarsa kassiterit. Dikarenakan pelapukan dan konsentrasi alluvial maka kassiterit dalam endapan primer menjadi memekat sebagai lapisan berbentuk dendrit. Dua per tiga hasil timah dunia berasal dari endapan alluvial. Salah satu kegunaan timah yaitu sebagai alloy dalam pembuatan baja.
Deskripsi dari mineral logam ini yaitu putih keperakan, malleable, beberapa ductile dan berstruktur sangat kristalin. Memiliki dua bentuk allotropic. Pada suhu hangat menjadi abu-abu atau timah- α dengan struktur kubikal dan pada suhu 13,2°C atau timah-β yaitu bentuk umum logam timah. Perubahannya juga dipengaruhi oleh pengotor aluminium dan seng, dapat dicegah dengan memberikan tambahan antimony atau bismuth.
Timah tahan terhadap distilasi, air laut, dan air minum. Akan tetapi dapat terpengaruh asam kuat, mineral alkali, dan garam dari mineral asam, oksigen terlarut juga mempercepat perusakan. Ketika dipanaskan membentuk SnO2. Digunakan untuk campuran lembaran baja sebagai kaleng timah. Di Indonesia, penambangan timah yang terkenal dijalankan oleh PT Timah yang berlokasi di Bangka Belitung. Dilakukan dengan open mining pit atau penambangan terbuka.
(Bersambung ke bagian 2 dan 3)

Adopted from http://www.nooradinugroho.wordpress.com

Potensi zeolit Bayah Kab. Lebak sebagai media adsorpsi limbah zat warna tekstil*.

Oleh : Arifin

Industri tekstil dan produk tekstil merupakan salah satu bidang yang sangat berkembang di Indonesia. Dengan semakin meningkatnya jumlah ekspor tekstil dan produk tekstil ini maka barang – barang pembantu juga mengalami kenaikan sedemikian rupa.
Kira – kira 800.000 ton pewarna diproduksi untuk kebutuhan dunia. Lebih dari separuhnya merupakan zat pewarna tekstil, dari jumlah ini 15 % untuk zat pewarna kulit dan kertas, 25 % dari jumlah produksi adalah pigmen organik, sedangkan zat optik kira – kira 6 %. dan sekitar 30 ribu ton zat warna telah mengganggu masalah pencemaran lingkungan.
Terlepas dari peranannya sebagai komoditi ekspor yang diandalkan, ternyata industri tekstil ini menimbulkan masalah yang serius bagi lingkungan terutama masalah yang diakibatkan oleh limbah cair yan dihasilkan. Industri tekstil mengeluarkan air limbah dengan parameter BOD, COD, padatan tersuspensi dan warna yang relatif tinggi. Disamping itu limbah cair ini dapat pula mengandung logam berat yang bergantung pada zat warna yang digunakan.
Jumlah yang sangat kecil saja dari zat warna dalam air (10 – 50 mg/L) dapat dengan mudah dilihat dan mempengaruhi pada kenampakan, kejernihan air, dan gas yang terlarut pada badan air. Penghilangan zat warna dalam air limbah sering lebih penting daripada penghilangan zat – zat organik terlarut tak berwarna karena warna merupakan pencemar pertama yang dapat diketahui dan harus dihilangkan sebelum dibuang ke badan air atau tanah. Dan hampir sebagian besar zat warna tekstil bersifat karsinogenik atau dapat menyebabkan penyakit kanker.
Salah satu upaya dalam mengolah air limbah zat warna tekstil adalah dengan menggunakan metode adsorpsi dengan media zeolit. Zeolit dapat berasal dari alam maupun sintesis. Metode pengolahan secara adsorpsi merupakan gabungan metode fisika kimia yang murah dan memberikan alternatif yang paling baik dengan analisis yang tepat dan kontrol lingkungan.
Penggunaan zeolit sebagai media adsorpsi menjadi hal yang menarik karena jumlahnya yang besar di Indonesia terutama zeolit dari Bayah, Kabupaten Lebak, Banten. Zeolit merupakan batuan mineral atau mineral alam, yaitu senyawa silika dan dinyatakan sebagai Alumino silikat terhidrasi, berbentuk halus dan merupakan produk sekunder yang stabil pada kondisi permukaan, baik berasal dari proses pelapukan, sedimentasi, maupun aktivitas hydrothermal.
Berdasarkan hasil survei terdapat sekitar 40 lokasi yang mengandung endapan zeolit alam dan sebagian besar berada di Pulau Jawa, termasuk yang terluas di daerah Banten, Kabupaten Lebak. Kandungan Zeolit di Kecamatan Bayah atau sekitar 135 km dari kota Rangkasbitung, terhampar pada areal seluas 400 hektar lebih dengan deposit lebih dari 123 juta ton. Potensi ini merupakan salah satu sumber bagi Kabupaten Lebak, untuk diberdayakan sejalan dengan otonomi daerah. Namun, sehubungan keterbatasan SDM dan sumber pengelolaan, maka potensi itu masih terhampar diatas bebukitan Bayah.
Bahan tambang zeolit ini termasuk ke dalam golongan galian C dan menurut PTBIN-BATAN dinyatakan bahwa zeolit alam Bayah mempunyai struktur sangkar kristal mineral zeolit alam campuran fasa klipnotilolit bentuk poli kation K-Mg dan mordenit bentuk poli kation Ca-Na, serta mempunyai rumus kimia oksida yaitu Na0,15 K1,44 Ca2,04 Mg0,70 Mn0,02 Fe0,44 {(AlO2)6,76 (SiO2)}29,32 6,57 H2O.
Untuk peningkatan zeolit sebagai penyerap perlu terlebih dahulu dilakukan proses aktivasi dan modifikasi. Aktivasi dilakukan untuk meningkatkan sifat-sifat khusus zeolit dengan cara menghilangkan unsur-unsur pengotor dan menguapkan air yang terperangkap dalam pori kristal zeolit.
Ada dua cara yang umum digunakan dalam proses aktivasi zeolit, yaitu dengan pemanasan atau kalsinasi dan menggunakan pereaksi kimia. Pada proses modifikasi, agar supaya zeolit dapat menyerap logam berat yang berupa anion, mikroorganisme, serta zat organik lain maka zeolit perlu dimodifikasi yaitu memakai polimer organik alam atau pelapisan dengan Mangaan.
Operasi dari proses adsorpsi dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu, dilakukan dalam suatu bak dengan sistem pengadukan, dimana penyerap yang biasanya berbentuk serbuk dibubuhkan, dicampur dan diaduk dengan air dalam suatu bangunan sehingga terjadi penolakan anatara partikel penyerap dengan fluida.
Sedangkan operasi dan proses adsorpsi selanjutnya yaitu dilakukan dalam suatu bejana dengan sistem filtrasi, dimana bejana yang berisi media penyerap di alirkan air dengan model pengaliran gravitasi. Jenis media penyerap sering digunakan dalam bentuk bongkahan atau butiran/granular dan proses adsorpsi biasanya terjadi selama air berada di dalam media penyerap.
Beberapa faktor penting yang dapat mempengaruhi tingkatan terjadinya adsorpsi tersebut adalah agitasi, karakteristik adsorben, daya larut, ukuran molekul zat terlarut, pH larutan, waktu kontak, distribusi dan ukuran pori, serta temperatur larutan.

*Ringkasan dari karya tulis yang disampaikan dalam Lomba Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (MAWAPRES) Tingkat Kopertis IV Jawa Barat – Banten 2009 di Bandung tanggal 12 Mei 2009.

Pemanfaatan Lignin dari Limbah Industri Kertas dan Serbuk Gergaji untuk Pembuatan Turunan Antibiotik C-9154

Jumina, Dwi Siswanta, dan AK Zulkarnain
Jurusan Kimia, Universitas Gadjah Mada

Industri pulp kertas dan kayu lapis merupakan 2 jenis industri yang berkembang pesat di Indonesia. Industri pulp menghasilkan limbah berupa lindi hitam dan industri kayu lapis menghasilkan serbuk gergaji yang banyak mengan-dung lignin (15-35%). Mengingat tingginya volume limbah yang mengandung lignin di dalam negeri, maka akan sangat menguntungkan sekiranya limbah tersebut dapat diubah menjadi produk yang lebih berdaya guna. Lignin telah lama dimanfaatkan di negara-negara Barat untuk pembuatan vanilin. Metode baku untuk mengubah lignin menjadi vanilin pun mudah ditemukan dalam pustaka. Berdasarkan struktur kimianya, vanilin mungkin dapat diubah menjadi turunan antibiotik C-9154. Antibiotik C-9154 sendiri merupakan antibiotik berspektrum luas (MIC 10-100 mcg/ml) yang dihasilkan lewat proses fermentasi. Namun, antibiotik ini kurang berkembang dan belum diproduksi secara komersial akibat efisiensi produksinya yang rendah (0.02%).


Penelitian ini bertujuan menemukan metode yang efisien untuk pengubahan lignin menjadi turunan antibiotik C-9154. Di samping itu, juga diupayakan penganekaragaman struktur antibiotik C-9154. Pembuatan turunan antibiotik C-9154 dari lignin secara umum dibagi dalam 2 tahap. Pertama, pengubahan lignin menjadi vanilin sesuai dengan prosedur Hartley, dan kedua, transformasi vanilin menjadi turunan antibiotik C-9154.


Lignin berbentuk padatan amorf dan berwama coklat dengan rendemen 17.5% (b/v) dapat diperoleh melalui pengasaman menggunakan HCl pekat terhadap cairan limbah pekat PN Kertas Leces Probolinggo. Di sisi lain, lignin berwarna coklat tua juga berbentuk padatan amorf dapat diperoleh dari serbuk gergaji yang berasal dari kayu Kalimantan dengan rendemen 36% berdasar prosedur Klason, dan 8% berdasar cara Pepper. Degradasi oksidatif lignin menjadi vanilin dikerjakan menggunakan campuran NaOH 0.2N dan nitrobenzena dengan nisbah volume 16:1 dalam reaktor tertutup pada suhu 160°C selama 2 jam. Dari 1.0 g lignin diperoleh 0.68 g produk kotor yang berdasar data kromatografi gas-spektrometer massa (GC-MS) mengandung 3 komponen utama, yaitu p-hidroksibenzaldehida (tR 12.92 menit, 22%, m/z 122), vanilin (tR 13.13 menit, 19%, m/z 152) dan 3,5-dimetoksi-4-hidroksibenzaldehida (tR 16.66 menit, 5%, m/s 182). Vanilin dari campuran produk tersebut selanjutnya dipisahkan dengan kromatografi kolom menggunakan fase diam silika gel dan eluen diklorometana.
Pengubahan vanilin menjadi turunan antibiotik C-9154 telah dicoba dengan beberapa metode. Dari berbagai metode yang telah dicoba, hasil terbaik dicapai dengan rangkaian reaksi berikut: (1) alkilasi vanilin dengan dietil sulfat, (2) konversi etil vanilin yang diperoleh dengan HO-NH2 menjadi oksim terkait, (3) reduksi derivat benzaldoksim hasil tahap 2 dengan Na/etanol, (4) kondensasi 4-etoksi-3-metoksibenzilamina hasil dengan maleat anhidrida, dan (5) esterifikasi asam karboksilat hasil tahap 4 dengan etanol. Efektivitas metode ini terlihat bukan hanya dari tingginya rendemen hasil pada setiap langkahnya (>70%) tetapi juga dari kemudahan dan keandalan proses reaksinya yang hampir selalu dapat diulang sekalipun dalam skala relatif besar (~30 g). Walaupun kerangka karbon samping dari produk akhir kekurangan satu gugus C=O jika dibandingkan dengan struktur C-9154, data uji khasiat hayati menunjukkan bahwa keberadaan gugus C=O tersebut tidak mutlak.


Prinsip reaksi tersebut telah digunakan pula untuk pembuatan turunan antibiotik C-9154 dalam bentuk senyawa diester. Dalam hal ini, rangkaian reaksi terdiri atas (1) alkilasi vanilin dengan dietilsulfat, (2) reduksi etil vanilin hasil dengan LiBH4, (3) kondensasi 4-etoksi-3-metoksibenzil alkohol yang diperoleh dengan maleat anhidrida, dan (4) esterifikasi bentuk asam turunan C-9154 hasil tahap 3 dengan etanol. Percobaan ini memuaskan dengan rendemen di atas 70% untuk setiap langkahnya.


Khasiat antimikrob dari turunan antibiotik C-9154 yang diperoleh diuji menggunakan Staphyllococcus aureus dan Escherichia coli. Hasil pengukuran konsentrasi hambat minimum (MIC) dengan pembanding metanol dalam air dan keempat turunan C-9154 hasil sintesis menunjukkan khasiat dengan kekuatan berbeda. Dua senyawa yang merupakan bentuk asam turunan C-9154 hanya memperlihatkan efek hambatan lemah (MIC 1500-3000 mcg/ml), sedangkan senyawa yang merupakan bentuk etil ester menunjukkan efek hambatan yang cukup nyata (MIC 400-1000 mcg/ml) walaupun belum sekuat efek hambatan dari antibiotik C-9154 standar (MIC 10-100 mcg/ml). Terjadi peningkatan khasiat antimikrob sekitar 3-4 kali dari senyawa bergugus asam menjadi senyawa bentuk etil ester.


Mengingat tingginya tingkat efektivitas jalur sintesis yang telah ditemukan dan cukup mudahnya menganekaragamkan struktur produk, upaya mendapatkan turunan yang memiliki khasiat antimikrob cukup tinggi di masa depan sangat terbuka. Penelitian selanjutnya perlu diarahkan pada penggunaan senyawa yang diperoleh sebagai bahan antiseptik.

Adopted by @_pararaja from Hibah Bersaing VII

MELEPASKAN KESOMBONGAN UNTUK KESUKSESAN

Tentu saja, tidak ada orang yang suka kepada orang sombong (kecuali dirinya). Jika kita bersikap sombong, maka interaksi kita akan terganggu dan akan menyulitkan kita dalam meraih sukses, sebab orang lain bisa membantu kita untuk sukses. Tapi, bukan masalah ini yang akan dibahas dalam artikel ini.
Kesombongan yang dimaksud ialah kesombongan diri sendiri yang merasa tidak memerlukan bantuan Allah dalam meraih apa yang kita inginkan. Banyak program pengembangan diri atau sukses yang mengajarkan kita cara menetapkan tujuan, membuat rencana, dan mengeksekusi rencana, namun mereka lupa melibatkan Allah.
Saat kita lupa melibatkan Allah, ini adalah bentuk kesombongan kita. Kita merasa tidak memerlukan Allah, padahal tidak ada yang bisa terjadi jika Allah tidak menginginkannya. Semua yang terjadi di alam ini, termasuk jatuhnya selembar daun dari sebuah pohon adalah kehendak Allah.
Anehnya, banyak orang lupa. Mereka hanya ingat Allah saat mereka gagal atau merasa “mentok” saat berusaha meraih cita-citanya. Mengapa tidak dari awal meminta pertolongan Allah? Kita lupa, karena kita merasa tidak membutuhkan Allah. Kita merasa bahwa hanya dengan rencana matang dan tindakan, kita akan meraih cita-cita kita. Anggapan ini, sama sekali salah, namun seringkali kita tidak menyadari anggapan keliru ini.
Mulailah dengan memohon ampun, atas semua kesombongan kita dimasa lalu. Mungkin kita banyak melakukan berbagai aktivitas tanpa meminta pertolongan, bantuan, dan petunjuk dari Allah. Marilah kita memohon ampun kepada Allah. Beristigfarlah… Tentu saja, nasihat ini termasuk untuk diri saya juga.
Setelah ini, usahakanlah setiap langkah kita selalu diiringi dengan do’a dan tawakal. Do’a dan tawakal bukan hanya terletak di akhir (saat gagal atau mengalami kesulitan), tetapi juga diletakkan di awal agar Allah memberi petunjuk dan diletakkan dalam perjalanan agar perjalanan kita dibimbing oleh Allah. Tinggalkanlah kesombongan kita, maka kita akan sukses. Insya Allah.

(http://merits.wordpress.com)

Berani meninggalkan zona nyaman.

Setiap orang selalu merindukan zona nyaman. Mereka setengah mati berusaha meraihnya. Dan setibanya di zona tersebut mereka istirahat dan menikmati kenyamanan. Sayangnya, sebagian besar tertidur di zona itu, tak mau bergerak, sehingga tanpa sadar zona itu lama-lama tidak nyaman dan bahkan cenderung berbahaya. Dan ketika sadar, ia tak mampu lagi keluar dari zona nyaman dan ” apa boleh buat ” ia terjabak di sana selamanya.

Salah satu zona nyaman yang berbahaya bagi karyawan adalah gaji atau pendapatan yang tetap. Sedangkan bagi pengusaha adalah penguasaan pasar atau kestabilan perusahaan.

Nah, mereka yang berbakat jadi pengusaha adalah mereka yang tidak terjebak dalam zona nyaman. Bahkan mereka cenderung mencari tantangan untuk menciptakan zona nyaman baru. Mereka berani bertarung di pasar. Mereka berani menjual harta yang dimilikinya untuk memulai usaha. Susi Pujiastuti, sang ekportir hasil laut terbesar di negeri ini misalnya, memodali sendiri bisnisnya dengan menjual anting-anting dan gelangnya seharga Rp 750 ribu.
Sementara Ollie dan Angel berani meninggalkan zona aman sebagai karyawan dengan gaji tetap demi membesarkan toko buku onlinenya (Kutukutubuku. com), butik onlinenya (Heartyboutique. com) serta solusi toko onlinenya (TukuSolution. com). Contoh lain, Iim Fahima dan Adhitia Sofyan berani meninggalkan gaji mewahnya sebagai karyawan biro iklan tradisional dan masa depannya yang cerah di sana, untuk membangun konsultan komunikasi pemasaran online Virus Communications.

Ketika sudah jadi pun, mereka yang berjiwa pengusaha tidak berhenti. Mereka biasanya resah dan segera berusaha meninggalkan zona aman “bisnis sudah jadi”. Mereka terus berpacu untuk membesarkan usahanya. Uang mereka tidak dibiarkan menganggur di bank, reksanada dan sejenisnya. Mereka tumpahkan harta mereka untuk menciptakan peluang baru. Berjuta juta manusia terjebak dan lena dalam zona nyaman tapi sebenarnya tidak aman

Dan hanya orang yang minoritas berani keluar dari zona nyaman yang akhirnya jadi pemenang

Kalo anda tidak puas dengan kondisi sekarang , rubahlah cara kerja dan mental anda !!!!

Ingat “Tidak pernah ada cerita dan sejarah orang terkaya dari seorang pekerja……Ingat Mike Tyson, Michael Jackson dll….mereka dulu bergelimang harta dan kemewahan tapi sekarang dalam proses kebangkrutan”.

“ Kita Memang tidak bisa mengubah arah Angin tapi bisa merubah Arah Layar”

Salam Sukses semua

By : Abi Fathina