Berani meninggalkan zona nyaman.

Setiap orang selalu merindukan zona nyaman. Mereka setengah mati berusaha meraihnya. Dan setibanya di zona tersebut mereka istirahat dan menikmati kenyamanan. Sayangnya, sebagian besar tertidur di zona itu, tak mau bergerak, sehingga tanpa sadar zona itu lama-lama tidak nyaman dan bahkan cenderung berbahaya. Dan ketika sadar, ia tak mampu lagi keluar dari zona nyaman dan ” apa boleh buat ” ia terjabak di sana selamanya.

Salah satu zona nyaman yang berbahaya bagi karyawan adalah gaji atau pendapatan yang tetap. Sedangkan bagi pengusaha adalah penguasaan pasar atau kestabilan perusahaan.

Nah, mereka yang berbakat jadi pengusaha adalah mereka yang tidak terjebak dalam zona nyaman. Bahkan mereka cenderung mencari tantangan untuk menciptakan zona nyaman baru. Mereka berani bertarung di pasar. Mereka berani menjual harta yang dimilikinya untuk memulai usaha. Susi Pujiastuti, sang ekportir hasil laut terbesar di negeri ini misalnya, memodali sendiri bisnisnya dengan menjual anting-anting dan gelangnya seharga Rp 750 ribu.
Sementara Ollie dan Angel berani meninggalkan zona aman sebagai karyawan dengan gaji tetap demi membesarkan toko buku onlinenya (Kutukutubuku. com), butik onlinenya (Heartyboutique. com) serta solusi toko onlinenya (TukuSolution. com). Contoh lain, Iim Fahima dan Adhitia Sofyan berani meninggalkan gaji mewahnya sebagai karyawan biro iklan tradisional dan masa depannya yang cerah di sana, untuk membangun konsultan komunikasi pemasaran online Virus Communications.

Ketika sudah jadi pun, mereka yang berjiwa pengusaha tidak berhenti. Mereka biasanya resah dan segera berusaha meninggalkan zona aman “bisnis sudah jadi”. Mereka terus berpacu untuk membesarkan usahanya. Uang mereka tidak dibiarkan menganggur di bank, reksanada dan sejenisnya. Mereka tumpahkan harta mereka untuk menciptakan peluang baru. Berjuta juta manusia terjebak dan lena dalam zona nyaman tapi sebenarnya tidak aman

Dan hanya orang yang minoritas berani keluar dari zona nyaman yang akhirnya jadi pemenang

Kalo anda tidak puas dengan kondisi sekarang , rubahlah cara kerja dan mental anda !!!!

Ingat “Tidak pernah ada cerita dan sejarah orang terkaya dari seorang pekerja……Ingat Mike Tyson, Michael Jackson dll….mereka dulu bergelimang harta dan kemewahan tapi sekarang dalam proses kebangkrutan”.

“ Kita Memang tidak bisa mengubah arah Angin tapi bisa merubah Arah Layar”

Salam Sukses semua

By : Abi Fathina

Iklan

4 thoughts on “Berani meninggalkan zona nyaman.

  1. ok mas
    setuju…

    anak muda yg mencari zona aman, enggan untuk mencoba sesuatu hal baru, takut
    nanti salah, takut nanti kenapa-kenapa, bersenang diri dan menyamankan diri
    dengan kondisi sekarang, sebenarnya dia sudah tua duluan, sudah pesen tiket
    pensiun dari hidup.

    orang tua yg selalu inovasi, selalu menghadapi resiko..dia lah pemuda sejati

    zona aman memang terasa nyaman.
    tetapi kita di takdirkan bukan untuk diam
    berusaha untuk merubah diri kita sendiri
    hidup tidak sampai disini saja
    takdir kita bukan ini
    takdir kita adalah lebih
    lebih dan lebih

    semangat…semangat…

  2. Seperti halnya elang jawa
    3 sampai 5 tahun dipelihara dalam sangkar
    Jika dilepas maka akan balik, malah-malah mungkin tak bias terbang, di beri tikus hanya di lihat saja, di gabungin dengan komunitas elang yang lain maka akan semaca minder dan takut…
    Itu kenapa?
    Yach…selama ini elang itu hanya berdiam diri di sangkar, makan disuapin, makan di ladenin, dia nggak tahu dunia luar kaya apa..
    Tapi asal tahu aja di dalam sangkar makanan apa saja, model apa saja tersedia, pelayanan special dia nikmati, laksana raja yg tinggal melek dan buang hajat.

    Ya itulah…
    Dia nggak sadar siapa dirinya
    Seekor elang, jagad raya kagum akan ke mampuannya, potensinya besar, sanggup apa saja
    Tetapi setelah dalam di kandangi
    Terbangpun nggak bias, tikuspun melenggang jalan di depannya, seperti tak bernyali

    Sebenarnya kandang itu adalah zona aman
    Itulah kita, aman bagi kita tapi nggak aman buat kehidupan kita
    Kita punya potensi, jangan matikan potensi itu
    Asah dan kembangkan potensi itu

    Setiap zona aman di ubah maka perlawanan akan terjadi
    Dipindah tempat kerja, diberi tugas baru, di tambah kerjaan
    Atau apalah diluar kebiasaan kita, kita merasa terusik, kita merasa nggak nyaman
    Kerjaan makin ribet atau apalah
    Padahal baru segitu….ributnya minta ampun
    Ya itulah…zona aman telah merasuk dalam diri.
    Kenapa tidak ambil hikmahnya…
    Apa mungkin kita kerja begitu terus..
    Tidak mau pengalaman baru, pelajaran baru, suasana baru
    Atau apalah hikmah yg akan kita dapat nantinya…

    Jangan terjebak zona aman

  3. Bagamanapun hidup itu adalah perubahan… dan perubahan itu harus dihadapi tentunya. Jika kita hanya menikmati apa yang sudah kita di sekitar kita, maka kita akan cenderung nyaman dengan ‘ZONA’ kita, padahal mungkin di luar sana masih banyak hal yang bisa membantu kita untuk berkembang. So, hadapi saja perubahan itu… ( ingat buku ajaib WHO MOVE MY CHEESE… ) yang penting kita berusaha untuk maju…

    Bukannya apa-apa, ketika kita kehabisan keju, jika masih berkutat di ZONA NYAMAN kita sendiri gimana bisa survive.. ?? So, cari labirin lain sebelun keju kita habis…

    Intinya jangan sampai ketika kita diberi tugas baru, suasana baru, teamwork yang baru atu apapun – jangan sampai yang ada dari dalam diri kita hanyalah perlawanan dan pertentangan.

  4. Assalamu’alaikum wr. wb,
    Kebiasaan manusia, bila sudah merasa enak,nyaman yaa biasanya bermalas-malasan, krn terlena dengan menikmati kenikmatan yang ada, di sadari atau tanpa disadai bahwa di sekelilingnya telah berubah.
    Betul seperti kondisi-kondisi yg telah disampaikan oleh temen-temen sebelumnya, kl sbg karyawan biasanya sdh merasa tenang dengan besarnya gaji yg telah didapatkan. Itu sah-sah saja akan tetapi alakah lebih baik lagi ada nilai tambah dari apa yg sdh didapat.
    Sebagai contoh selain menjadi karyawan juga tdk salah jika diluar kantor punya pekerjaan yg lain,misal: dagang, sbg penyalur,atau ikutan dalam bisnis MLM, dllnya, akan tetapi bila kita lakukan dengan sepenuh hati insyaalllah akan mendapatkan manfaat. Jangan pernah menganggap sebuah usaha itu sebagi sampingan, krn jika diposisikan sbg usaha sampingan pasti hasilnyapun juga tdk optimal.
    wassalam

    merits

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s