Kemana yaa..udach LULUS…?

Ujian didepan mata, mumet, puyeng..Stress..bergadang..deg-deg gan, ketar-ketir, was-was…weleh-weleh gado-gado aja kalah rasa pokoknya.
Tapi selagi gila jangan lupa mikirin masa depan, biar kita tambah semangat kalo belajar.
Yang pengen kerja, yang pengen kuliah so pasti harus kerja keras biar nilai tinggi dan yach.. modal awal biar dilirik perusahaan-perusahaan bonafit dan juga bisa-bisa PTN lewat aja tuch tanpa tes…siapa yang nggak mau.

So… mo kemana nich setelah SMK Lulus..?

Yang mau kerja..
Modal utama dari sekolah, ketrampilan dan kerajinan harus diperlihatkan. Dan jangan takut jika ada tes kerja..”pasti bisa”.
Dengan niat kerja dan etos kerja sukses dech berkarir..
Caranya selain rajin apelin pak Marwan (BK SMK kita) soalnya kakak alumni pada info n kontak lowongan lewat beliau…dan juga banyak relasi dilingkungan… rajin-rajin baca koran (kompas) sabtu apa minggu, banyak tuh lowongan, lihat-lihat di internet, kunjungi bursa kerja. Dll… jika niat Insya Allah dimudahkan jalannya…

Trus yang pengen kuliah, Di era pendidikan global ini banyak sekali tawaran bidang ilmu yang sangat kompetitif baik di dalam negeri maupun di luar negeri…..Tawaran tersebut akan menjadi mudah bagi seseorang yang sudah mantap dengan pendiriannya untuk memilih dan menentukan disiplin ilmu apa yang akan dia geluti nantinya di Perguruan Tinggi…………Tetapi sebaliknya akan menjadi masalah jika seseorang yang lain masih bingung dengan bidang ilmu mana yang akan dia ambil dan tekuni di Perguruan Tinggi………..Hal ini adalah masalah klasik yang terus menerus terjadi di kalangan siswa SMK yang akan melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan Tinggi Swasta………….

Proses pengambilan keputusan perlu dimengerti oleh lulusan SMU sewaktu akan memasuki perguruan tinggi, karena melalui tahap-tahap tersebut keputusan yang akan diambilnya akan lebih efektif.

a.Penetapan tujuan :
Muncul tujuan, biasanya dilatarbelakangi adanya masalah yang dihadapi oleh seseorang. Visi menggambarkan tentang apa yang dicita-citakan seseorang dimasa yang akan datang (masa depan). Nilai mencakup kepercayaan, keyakinan, ajaran mengenai baik atau buruk.
Keputusan untuk memilih perguruan tinggi mana yang akan dimasuki, merupakan realisasi dari pencapaian tujuan.

b. Pembatasan dan analisa masalah
Dengan menganalisa masalah secara mendalam, maka dapat dilakukan pemecahan masalah dengan mencari jalan keluarnya (solusi).

c. Mencari beberapa alternatif :
Belajar di PTN bukanlah tujuan, tetapi hanyalah sarana untuk mencapai tujuan. Kalau demikian halnya, maka bila tak diterima di PTN, maka dapat mencari alternatif lain. Tentu saja alternatif-alternatif yang dapat mengantarkan sampai ke tujuan.

d. Mencari alternatif yang maksimal :
Berhubung demikian banyaknya pilihan yang tersedia, maka perllu dilakukan pembatasan alternatif dengan menentukan kriteria-kriteria tertentu yang dipandang dapat mengantar ke arah tujuan yang hendak dicapai.
Pada umumnya kriteria yang dipilih meliputi : Status perguruan tinggi, citra PTS, fasilitas fisik, biaya SPP, proses belajar mengajar, mutu dosen, mutu lulusan dsb.

e. Status perguruan tinggi :
STATUS adalah gambaran kondisi Perguruan Tinggi, dalam melaksanakan proses pendidikan dan hasilnya. Pilihlah Fakultas/Perguruan Tinggi yang telah mendapatkan AKREDITASI dari Pemerintah (Departemen Pendidikan). Dalam kondisi demikian maka seluruh pelaksanaan ujian dan hasilnya sudah dilaksanakan sendiri oleh Perguruan Tinggi tersebut serta mendapat pengakuan.

f. Citra PTS:
Citra akan dapat memberi gambaran suatu PTS terkemuka dan bergengsi. Pada umumnya mahasiswa akan merasa bangga bila PTS nya memiliki citra yang baik..

g. Fasilitas fisik :
Fasilitas fisik, berupa gedung, gaya arsitktur, fasilitas ruang, perpustakaan, perlengkapan laboratorium yang canggih dan mutakhir serta sarana fisik lainnya langsung bisa dilihat calon mahasiswa.

h. Biaya SPP :
Hal ini akan berkaitan langsung dengan kemampuan ekonomi orang tua calon mahasiswa. Seseorang akan berpikir panjang jika harus mempunyai SPP yang mahal.

i.Proses belajar mengajar :
Meskipun proses ini belum langsung dinikmati oleh calon mahasiswa, namun mereka telah mencari informasi pada famili/teman yang telah mengalami proses belajar di PTS yang akan dipilih. Jika proses belajar mengajar lancar, maka calon mahasiswa berani mengambil keputusan untuk masuk.

j. Mutu Dosen :
Mutu dosen dapat dilihat dari latar belakang pendidikannya : lulusan program Strata 2 (S-2) atau Strata 3 (S-3), lulusan dalam atau luar negeri jabatan akademik yang dimilikinya.

k. Mutu Lulusan
Mutu lulusan biasanya terlihat dalam Indeks Prestasi (IP), juga ketrampilan tambahan seperti penguasaan program komputer, bahasa asing maupun ketrampilan lain yang merupakan nilai tambah yang dimilikinya.
Jika informasi yang diperoleh menunjukkan banyaknya lulusan yang diterima oleh lapangan kerja, maka perguruan tinggi tersebut banyak diminati oleh calon mahasiswa.

Faktor-faktor diatas, pada umumnya menjadi pertimbangan utama calon mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi. Tentu saja kriteria tersebut merupakan kriteria yang ideal. Jika ternyata sulit untuk mendapatkan perguruan tinggi yang memenuhi kriteria, maka yang dipilih adalah alternatif yang maksimal yaitu paling tidak yang mendekati kriterian di atas.

sukses ya…meniti masa depan, semangat…!

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s