Bahan – bahan Media Filtrasi. (2)

3. Pasir aktif
Pada unit penyaring, pasir aktif digunakan untuk menghilangkan besi dan mangan atau juga untuk filtrasi flokulasi. Pasir aktif yang sudah mempunyai lapisan katalistik di permukaan butirannya dapat mempercepat proses penghilangan besi (Fe) dan mangan (Mn).
Filter untuk menghilangkan besi dan mangan dengan proses biologis atau maupun untuk nitrifikasi dibutuhkan waktu awal operasional penyaring yang lebih panjang sampai beberapa bulan. Fase itu bisa dikurangi untuk filter dengan cara biologis dengan menjaga potensi redoks dan nilai pH optimal dan juga dengan menambah nutrisi untuk mikroorganisme/bakteri yang dibutuhkan.
Untuk penyaringan flok atau “flok filtration” bisa juga ditambah polielektrolit kedalam air pencucian sehingga status beban elektrik dari partikel media filter bisa dipengaruhi untuk mempercepat proses flokulasi.
Air baku yang mengandung besi dan mangan dilalukan ke dalam filter yang berisi media pasir aktif (material yang dilapisi oleh MnO2) dengan kecepatan penyaringan yang tidak terlalu tinggi, untuk memungkinkan proses oksidasi berjalan dengan baik, yaitu kontak antara air dengan butiran pasir yang mengandung lapisan MnO2 dipermukaannya, cukup efisien. MnO2 mengoksidasi besi dan mangan terlarut saat air mengalir melewati media penyaring, menghasilkan endapan besi dan mangan, dimana endapan ini akan tertahan pada saringan, sehingga air yang keluar dari filter, bebas dari besi dan mangan. MnO2 sendiri tereduksi menjadi Mn2O3 (seperti terlihat pada reaksi di bawah).
Fe2+ + MnO2 Mn2O3 + Fe3+
Mn2+ Mn4+
bilok +4 menjadi bilok +3 (tereduksi)
Bentuk tereduksi ini memerlukan regenerasi (mengaktifkan kembali) lapisan tersebut, dengan cara melalukan larutan KMnO4 (bisa digunakan larutan bekas merendam (jika belum rusak), atau larutan KMnO4 ( 3 – 5 % ) yang baru dengan kecepatan yang relatif rendah, secara kontinu atau “batch process”, jika perlu lakukan aliran berulang-ulang, sampai dapat dipastikan lapisan MnO2 sudah terbentuk kembali dan menempel kuat pada permukaan butiran. Setelah selesai lakukan pembilasan sampai air yang keluar dari filter tidak berwarna merah-ungu (warna KMnO4). Reaksi yang terjadi seperti berikut :
Mn2O3 + MnO4 – MnO2 + ……..
blok +3 m e n j a d i blok +4 (teroksidasi)
Setelah terjadi reaksi oksidasi ini, pasir akan aktif kembali dan filter siap digunakan kembali.
Jika air baku sebelumnya telah mengalami proses aerasi, pasir aktif yang dilapisi MnO2 ini mempunyai efek katalis pada proses oksidasi besi dan mangan oleh oksigen, sehingga pada kasus ini MnO2 tidak berubah (tidak tereduksi) dan tidak perlu diregenerasi.
Sebaiknya filter ini merupakan filter kering, hal ini dapat meningkatkan proses oksidasi, karena air akan meresap ke dalam lapisan penyaring lebih lama bila dibandingkan dengan air meresap ke dalam lapisan penyaring yang basah, hal ini akan memperpanjang waktu kontak, Sehingga proses oksidasi akan berjalan lebih efisien (dan keuntungan lainnya seperti diterangkan di atas

4. Arang breket
Arang breket adalah hasil dari proses “cracking” minyak bumi atau proses “cracking” Batu bara. Arang breket biasanya berbentuk pecahan dengan ukuran keseragaman partikel yang tinggi. Material ini dipakai pada filter tunggal maupun filter ganda. Untuk proses pengolahan air minum harus diperhatikan supaya tidak ada zat yang bisa larut kedalam air penyaring, misalnya zat anorganik atau ion logam. Sifat dari arang breket itu tergantung dari proses pembuatannya, misal dengan suhu yang tinggi, sedang atau rendah. Arang breket juga bisa bersifat pengadsorpsi atau katalis dan juga sekaligus merupakan permukaan yang cocok untuk proses bakteriologis.

5. Pasir Silika
Pasir silika adalah silikat ( silika dioksida, SiO2 ) alami yang merupakan batuan dengan berat jenis yang tinggi, biasanya dipakai hanya yang berukuran partikel kecil, biasanya dipakai sebagai media penyaring filter dengan media tunggal dan sebagai lapisan dibagian bawah didalam filter media ganda.

6. Silmenik
Silmenit adalah Fe-titanat alami dengan berat jenis yang tinggi. Biasanya dipakai dalam bentuk butiran sebagai media filter misalnya sebagai pengganti pasir silika didalam filter media ganda.
(berlanjut ke bagian 3).
@_pararaja

6 thoughts on “Bahan – bahan Media Filtrasi. (2)

  1. Bisa gak ya? Kalium permanganat/pk diolah menjadi media penjernih air,dan bagaimana caranya? Thank’s

  2. pak mo tanya,saya sdg mlakukan penelitian tugas akhir ttg filtrasi pasir.
    pd saat penghitungan kenaikan DO (dissolved oxygen) knpa menurun yaa?
    pas ngitung pH malah jd naik,,,(pH awal 9,5)
    mhn dijwb scptnya,cz kburu sy ujian pendadaran,hehehe
    tks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s