Manipulasi Sifat Kimia Tanah untuk Mengurangi Dampak Negatif Logam Berat Asal Limbah Industri pada Tanah, Air, dan Tanah

Abdul Kadir Salam, Sri Djuniwati, Sarno, Nanik Sriyani, dan Heri Novpriansyah

Fakultas Pertanian, Universitas Lampung

Pada konsentrasi tinggi semua jenis logam berat dapat bersifat racun bagi makhluk hidup. Industri akan terus-menerus menghasilkan limbah logam berat yang tinggi sehingga lingkungan dapat dicemari olehnya. Pemanfaatan kimiawi logam berat dengan berbagai komponen dalam sistem tanah diharapkan dapat menetralkannya. Penelitian ini bertujuan mengembangkan teknik pengelolaan limbah industri berlogam berat di dalam sistem tanah dengan memanfaatkan kapur dan kompos daun tanaman.

Penelitian dilakukan dalam empat tahap. Tahap I bertujuan menentukan jenis bahan kapur dan bahan organik yang memungkinkan dapat digunakan dalam penyusunan teknologi mengurangi logam berat. Bahan organik mencakup kompos daun dari tanaman singkong, jagung, alang-alang, dan kedelai; sedangkan bahan kapur mencakup kapur karbonat (CaCO3), kapur hidroksida [Ca(OH)2], dan kapur dolomit [CaMg(CO3)2]. Jenis tanah mencakup tanah Ultisol, Oxisol, dan Andisol yang semuanya diambil dari Lampung. Contoh limbah terdiri atas limbah model berupa larutan logam berat baku dan limbah industri berupa lumpur limbah dari industri sendok logam. Tahap II bertujuan menentukan takaran kapur dan bahan organik terbaik dalam menurunkan kelarutan logam berat di dalam tanah. Bahan yang digunakan pada tahap II ini ialah 4 jenis tanah (Ultisol, Oxisol, Andisol, dan Alfisol), 4 tingkat CaCO3 (0, 2.5, 5, dan 10 ton ha-1), dan 4 tingkat kompos daun singkong (0, 5,10, dan 20 ton ha-1). Tahap III merupakan uji rumah kaca menggunakan tanaman indikator bagi teknologi yang disusun untuk melihat pengaruh bahan pengubah sifat kimia tanah terhadap kelarutan logam berat di dalam tanah dan pertumbuhan tanaman indikator. Pada tahap III ini digunakan 2 jenis tanah (Oxisoldan Alfisol) dan 2 jenis tanaman (bayam dan jagung), 3 tingkat kapur ( 0, 2.5, dan 5 ton ha-1). Perlakuan yang diuji ialah limbah model 10 mg kg-1, limbah model 40 mg kg-1, limbah industri 20 ton ha-1, dan limbah industri 80 ton ha-1. Tahap IV merupakan uji lapangan bagi teknologi yang disusun.

Kapur karbonat dan/atau kompos daun singkong memiliki kelebihan dibandingkan dengan kapur dan bahan organik lain dalam penurunan kelarutan logam berat di dalam sistem tanah (logam tersedia, logam dapat dipertukarkan, dan logam larut dalam air tanah), namun derajat pengaruh bahan tersebut bergantung pada jenis logam berat dan tanah yang digunakan. Secara umum tanah Banjaragung/Sri Bawono (Alfisol) memiliki daya jerap paling tinggi, diikuti oleh tanah Gedongmeneng/Sidosari (Oxisol) dan tanah Tanjungan (Ultisol). Daya jerap tanah Gisting (Andisol) tidak dapat ditingkatkan dengan kapur dan/atau kompos, walaupun daya jerapnya terhadap logam berat relatif tinggi.

Derajat penurunan kelarutan logam berat oleh kapur dan/atau kompos daun singkong juga bergantung pada takaran kedua bahan tersebut. Umumnya penambahan kompos daun singkong pada takaran tinggi kembali meningkatkan kelarutan logam berat bila diberikan bersamaan dengan kapur bertakaran tinggi (> 2.5 5 ton ha-1), khususnya untuk Cu, Cd, dan Zn.

Kapur karbonat dan kompos daun singkong berpengaruh positif terhadap pertumbuhan tanaman di tanah yang tercemari logam berat asal limbah. Selain karena menurunkan kelarutan logam berat di dalam tanah, bahan tersebut juga menurunkan akumulasi Cu di dalam akar dan tajuk tanaman. Penambahan limbah industri dengan takaran sampai dengan 80 ton ha-1 (dalam rumah kaca) dan 60 ton ha-1 (di lapangan) umumnya berpengaruh positif terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bila diberikan bersama kapur dan kompos daun singkong.

Adopted from : Hibah Bersaing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s