Telur Anti-Diare

Oleh: A. Zaenal Mustopa, M.Si (Peneliti Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI Cibinong)

Penyakit diare merupakan salah satu penyakit yang banyak menimbulkan masalah di Indonesia. Penyakit yang lebih populer dengan nama muntah berak atau muntaber termasuk penyakit endemis di Indonesia, artinya terjadi secara terus menerus di semua daerah, baik pedesaan maupun perkotaan. Penyakit yang mewabah setiap tahun ini sepertinya merupakan penderitaan yang terus akan dialami. Sampai saat ini belum terlihat usaha konkrit dan sistematis dari pemerintah untuk menanggulangi wabah diare di negeri ini.

Diare adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi mikroorganisme termasuk bakteri, virus dan parasit lainnya seperti jamur, cacing dan protozoa. Salah satu bakteri penyebab diare adalah bakteri Escherichia coli Enteropatogenik (EPEC). Budiarti (1997) melaporkan bahwa sekitar 55% anak-anak di Indonesia terkena diare akibat infeksi EPEC. Gejala klinis diare yang disebabkan infeksi EPEC adalah diare yang berair sangat banyak yang disertai muntah dan badan sedikit demam (Cary dan Bhatnager, 2000 mengacu pada Donnenberg, 2001).

Produksi Antibodi pada Telur

Telur merupakan produk perunggasan yang sangat akrab dan banyak digemari, mulai dari anak-anak sampai orang tua. Telur telah menjadi bahan makanan masyarakat, karena mempunyai nilai gizi yang tinggi, komposisi nutrisi lengkap dan mudah dicerna. Selain sebagai bahan pangan yang bermanfaat, telur dapat pula dijadikan sebagai media untuk memproduksi antibodi. Jadi telur yang mengandung zat antibodi ini dapat digunakan untuk menangkal berbagai penyakit infeksi, termasuk diare. Agar dapat terjadi proses netralisasi, antigen harus dikenal oleh antibodi. Antibodi terdiri dari beberapa Imunoglobulin (Ig) yang merupakan substansi pertama yang diidentifikasi sebagai molekul dalam serum yang mampu menetralkan sejumlah mikroorganisme penyebab infeksi. Selama ini Imunoglobulin yang digunakan dihasilkan dari hewan mamalia seperti kelinci, mencit putih, tikus, babi dan hewan mamalia besar seperti kuda, kambing, domba dan sapi.

Berkaitan dengan kesejahteraan hewan (animal welfare) maka antibodi dari ayam dapat dipakai sebagai solusi yang tepat. Penggunaan Imunoglobulin Y (IgY) anti EPEC dalam telur memungkinkan untuk dilakukan karena IgY yang terdapat dalam darah lebih mudah ditransfer ke dalam telur dengan konsentrasi yang sangat tinggi selain itu proses pengebalan ayam mudah dilakukan, dan produksi telur anti EPEC secara masal dapat dilakukan.

Produksi Telur Anti Diare

Telur anti-diare dapat diproduksi dengan cara menyuntik ayam petelur dengan suspensi Escherichia coli Enteropatogenik (EPEC) pada vena axilaris. Kemudian dilakukan pengulangan dua minggu berikutnya masing-masing 3 kali. Antibodi akan ditransfer ke kuning telur sebagai kekebalan yang diperoleh dari induk (kekebalan maternal) untuk anaknya. Antibodi yang telah terbentuk pada serum, akan terbentuk pula pada kuning telur. Antibodi dalam telur tersebut spesifik terhadap antigen yang disuntikan. Misalnya penyuntikan ayam petelur dengan suspensi EPEC maka antibodi yang dihasilkan spesifik terhadap EPEC.

Antibodi dalam telur selanjutnya diisolasi. Isolasi antibodi meliputi pemisahan telur dari kuningnya, kemudian memurnikan antibodi dari lemak dan bahan lain. Beberapa metode telah digunakan yaitu presipitasi PEG (Polyethylene Glycol), Fraksinasi DEAE (dietilaminoetil), ektraksi kloroform, water dilution, presifitasi dengan dekstran sulfat atau dekstran blue dan lain-lain. Antibodi yang telah dimurnikan dapat digunakan pada imunisasi pasif (pemberian antibodi aktif secara oral) dan sebagai reagen uji diagnostik.

Saat ini berbagai riset produksi antibodi pada telur sedang dilakukan secara intensif oleh beberapa peneliti, baik peneliti luar maupun di dalam negeri. Aplikasi telur-anti diare yaitu memakan telur yang telah mengandung zat kebal yang bisa menangkal wabah diare. Harapannya dengan memakan telur anti-diare matang selain mengandung nutrisi tinggi, juga mengandung zat kebal. Dengan berhasilnya produksi telur anti-diare, maka wabah penyakit diare dapat dicegah dengan memakan telur anti-diare.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s