SUKSES DAN BAHAGIA ALA AL QUR’AN

Oleh : Arifin

Setiap manusia pasti akan menginginkan suatu kehidupan yang lebih baik. Kesuksesan, kemapanan, kelayakan, dan hidup sejahtera adalah dambaan semua manusia. Tidak heran apabila berbagai daya dan upaya di eksploitasi dan eksplorasi demi tercapainya suatu tujuan.  Memang tidak bisa kita pungkiri jikalau sukses identik dengan kecukupan hingga melimpahnya harta. Akan tetapi harta tidak sepenuhnya membawa kebahagiaan. Padahal kita sepakat bahwa kebahagiaan adalah keinginan terbesar dari setiap insan.

QS.3:14. Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).

 

QS.76:27. Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (hari akhirat).

 

QS.75:20. Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia,

Penafsiran akan kesuksesan dan kebahagiaan tidak lain adalah terpenuhinya materi ini tidak selamanya linier dengan apa yang kita temui di lapangan. Kita sebut saja si Fulan, demi sesuap nasi dan bahagia hari esok dia mengais rezeki tanpa kenal waktu, pagi – siang – malam tak ada dilewatinya tanpa mencari uang, uang dan uang. Bahkan sebagian orang hingga rekeningnya menumpuk, hartanya melimpah, warisannya tak terkira tapi tidak sedikit pula dia mengorbankan waktu untuk keluarga, kewajibannya untuk beribadah kepada Allah SWT, kehidupan sosial, bahkan kondisi dirinya pun kadang tidak mengetahuinya.

Ada lagi seorang yang pekerjaannya begadang tiap malam, minum dan mabuk – mabukkan, free-sex, dugem, lomba dan perjudian, narkotika, membunuh, merampok, korupsi, memfitnah, berdusta, menggunjing, dan hal – hal yang membuat mereka “merasa” bahagia baik dengan merugikan diri sendiri ataupun merampas kebahagian orang lain .

Ada pula pelajar kita yang mencari ilmu tidak kenal lelah, berbagai gelar disandang, berbagai guru dan tempat di penjuru dunia di datangai, bahkan sampai meninggalkan keluarga dan masa pernikahan pun di jalaninya dengan santai.

QS.13:26. Allah meluaskan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).

 

QS.43:32. Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.

 

Pernahkah kita mendengar bagaimana si fakir dan miskin, pengemis, tua renta, dan pemandangan sosial yang sangat memilukan harus mengalirkan keringat bahkan darah demi menyambung hidupnya. Atau bagaimana pula seorang dermawan, relawan, dan juru dakwah jauh menyambangi daerah yang sangat terpencil, pelosok hutan, atau di negeri entah berantah bahkan konon hingga meninggalkan sebagian hiruk pikukny dalam urusan duniawi demi suatu kenikmatan yang luar biasa, kepuasan yang tak terkira dan kebahagian di negeri yang akan datang yaitu negeri akhirat bagi hamba – hamba yang percaya Tuhan.

Kita juga merasa iri jikalau saudara – saudara kita lebih betah tinggal di tempat – tempat ibadah memposisikan jiwa raganya hanya untuk melayani Tuhan baik menjadi rahib – rahib, pendeta, pertapa, marbot, dan jabatan pelayanan keagamaan dan kepercayaan lainnya yang tanpa harus berpikir akan perannya didunia ini dalam hal materi dan dari sudut pandang kenegatifan hanya mengesankan minta belas kasihan orang – orang dalam mencukupi keperluan dunianya. Dan potret – potret kehidupan dunia lainnya yang membuat kita dapat mengerti dan memaknai hakekat hidup didunia meskipun fenomena maraknya motivator- motivator dengan slogan “kesuksesannya” menjadi suguhan dan tawaran yang layak bagi sebagian orang yang butuh pencerahan, dan stimulus atau rangsangan dalam memulai langkah hidupnya.

QS.2:204. Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras.

 

Al Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa setiap manusia mempunyai empat kategori pokok, yaitu :

  1. Orang yang hidupnya bahagia didunia dan bahagia di akhirat.
  2. Orang yang hidupnya bahagia didunia dan celaka di akhirat.
  3. Orang yang hidupnya celaka didunia dan bahagia di akhirat.
  4. Orang yang hidupnya celaka didunia dan celaka di akhirat.

Tentunya setiap manusia memilih yang nomor satu, itupun jika manusia percaya pada Tuhan dan hari Akhir.

QS.11;15. Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia  itu tidak akan dirugikan.

 

QS.3:145. Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

 

QS.4:134. Barangsiapa yang menghendaki pahala di dunia saja (maka ia merugi), karena di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

 

QS.42:20. Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.

 

QS.9:38. Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit.

Lantas konsep apa yang direkomendasikan oleh Al Quran sebagai firman – firman Tuhan Allah SWT terutama bagi seorang muslim?  Apakah kunci kesuksesan yang ditawarkan oleh Islam ?

QS.83:29. Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman.

Kita pasti ingat bagaimana kyai, ajengan, tuan guru, buya, dan guru atau ustadz mengajarkan kita akan suatu do’a dan dzikir yang dipanjatkan setiap kapanpun juga bahkan setiap kita melakukan sholat pada tasyahud akhir. Dan do’a ini juga merupakan puncak harapan dan cita – cita setiap manusia dalam menempuh perjalanan hidupnya, do’a itu juga termaktub dalam Al Quran adalah ;

QS.2: 200. Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.

 

QS.2:201. Dan di antara mereka ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”.

 

Bagi setiap orang yang beriman tidak ada kebahagiaan yang dapat dilukiskan kecuali bertemu kekasihnya yaitu Tuhan 4JJI SWT di akhirat sesuai hadist Nabi. Dan perjumpaan ini tidak lain di negeri akhirat yang kesananya kita harus melewati suatu masa yang bernama kematian. Dan pertemuan indah ini tatkala kita berada di syurga. Untuk itu kita harus memahami hakekat dunia terlebih dahulu supaya tidak memberatkan kita di akhirat.

 

 

QS.6:32. Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka[468]. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?

 

QS.47:36. Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala keppadamu dan Dia tidak akan memint harta-hartamu

 

QS.29:64. Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.

 

QS.40:39. Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.

 

QS.57:20. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

 

QS.18:45. Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah, Maha Kuasa atas segala sesuatu.

 

Keinginan akan suatu materi jangan sampai menjadikan suatu penyakit ”wahn” (Cinta dunia dan takut mati) dan kesombongan, keangkuhan, tamak, loba, dan tinggi hati tanpa kesyukuran yang dapat merampas kebahagiaan dan kesuksesan kita di akhirat.

 

QS.3:185. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah

 

QS.17:72. Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).

 

QS.45;35. Yang demikian itu, karena sesungguhnya kamu menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan dan kamu telah ditipu oleh kehidupan dunia, maka pada hari ini mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertaubat.

 

QS.45:24. Dan mereka berkata: “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa”, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.

 

QS.15:3. Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka).

 

QS.35:5. Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.

 

QS.31:33. Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.

 

QS.34:35. Dan mereka berkata: “Kami lebih banyak mempunyai harta dan anak- anak (daripada kamu) dan kami sekali-kali tidak akan diazab.

 

QS.28:79. Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar.”

 

QS.23:114. Allah berfirman: “Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui

 

QS.7:168. Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).

 

QS.7:51. (yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka.” Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami

 

QS.2:96. Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

 

QS.2:212. Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka  di hari kiamat. Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas. beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

 

QS.6:70. Dan tinggalkan lah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quran itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak pula pemberi syafa’at selain daripada Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu.

 

Untuk itulah kunci kebahagiaan (syurga) adalah Laa ilaa ha illa4JJI (Tiada Tuhan Selain 4JJI SWT). Dan tauhid ini dibangkai dalam iman yang domainnya hati. Maka penyakit – penyakit hati harus dihilangkan terutama Al Wahn.

 

Apabila kita menghendaki kebahagian dunia maka harus punya ilmu, jika ingin kebahagiaan dunia juga harus punya ilmu dan jika menginginkan kedua – duanya juga harus punya ilmu. (HR). Semua ilmu sudah termaktub dalam kitab al Quran.

 

Kesuksesan dan  kebahagiaan dunia akhirat dapat terwujud apabila kita memenuhi syarat – syarat yang telah diajarkan oleh yang mempunyai tempat kebahagiaan yaitu dunia dan akhirat (syurga). Semua secara jelas dan rinci dipaparkan dalam al Qur’an  surat (23) al Mu’minum (Orang – orang yang beriman) yaitu:

  1. Sesungguhnya (”Qodz” lebih tinggi derajatnya daripada ”Inna” meskipun sama – sama berarti ”sungguh” tetapi ”Qodz”  lebih berarti ”sungguh dan pasti/mutlak”) beruntunglah/ sukses/ menang/ bahagia orang-orang yang beriman
  2. (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya,
  3. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,
  4. dan orang-orang yang menunaikan zakat,
  5. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,
  6. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki (budak-budak belian yang didapat dalam peperangan dengan orang kafir, bukan budak belian yang didapat di luar peperangan. Dalam peperangan dengan orang-orang kafir itu, wanita-wanita yang ditawan biasanya dibagi-bagikan kepada kaum Muslimin yang ikut dalam peperangan itu, dan kebiasan ini bukanlah suatu yang diwajibkan: Imam boleh melarang kebiasaan ini; budak-budak yang dimiliki yang suaminya tidak ikut tertawan bersama-samanya.); maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa.
  7. Barangsiapa mencari yang di balik itu (zina, homoseksual, dan sebagainya) maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
  8. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.
  9. dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.
  10. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi,
  11. (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s