Belajar manajemen perusahaan : Chapter : 3 Failure Mode and Effect Analysis (FMEA).

Dalam era globalisasi ini setiap industri mau tak mau dituntut mampu bersaing untuk dapat bertahan hidup. Untuk itu salah satu hal yang harus dilakukan adalah meningkatkan kualitas produk yang mereka dihasilkan. Saat ini sudah banyak cara dan metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas suatu produk industri. Salah satunya adalah FMEA

FMEA adalah singkatan dari Failure Mode and Effect Analysis. Ini merupakan suatu metode yang berfungsi untuk menunjukkan masalah (failure mode) yang mungkin timbul pada suatu sistem yang dapat menyebabkan sistem tersebut tidak mampu menghasilkan output yang diinginkan dan kemudian menetapkan tindakan penanggulangannya sebelum masalah itu terjadi. Dengan demikian masalah-masalah pada proses produksi yang mempengaruhi kualitas produk dapat dikurangi dan akhirnya dieliminasi.

Pada dasarnya prinsip kerja FMEA dibagi menjadi 2 tahap sbb :

  1. Tahap penentuan point-point FMEA.
  2. Tahap pelaksanaan dan pengontrolan point-point FME

Pada tahap pertama yang dilakukan adalah membentuk suatu grup yang terdiri dari orang-orang yang berkompeten dalam sistem yang akan dianalisa. Kemudian grup ini melakukan diskusi bersama untuk :

Ø Memperkirakan masalah yang mungkin timbul dalam sistem (failure mode).

Ø Memperkirakan pengaruhnya terhadap produk (effect) dan penyebabnya (cause).Teknik yang dipakai dalam tahap ini antara lain : 7 alat QC.

Ø Menetapkan urutan prioritas penanggulangan masalah berdasarkan frekuensi dan tingkat kefatalannya.

Ø Memikirkan metode dan point-point penanggulangan masalah yang akan diambil
Pada tahap kedua yang dilakukan adalah menerapkan hasil-hasil dari tahap pertama ke dalam sistem yang dianalisa dan dilakukan evaluasi pelaksanaannya. Untuk itu perlu dilakukan hal-hal sbb :

o Metode dan point-point penanggulangan tersebut ditambahkan sebagai item-item baru dalam Standart Operating Procedure (SOP) di sistem itu.

o Dilakukan audit pelaksanaan item-item tersebut di dalam sistem.

o Pelaksanaan evaluasi serta feed back pada sistem berdasarkan hasil audit.

Penerapan FMEA sendiri tidak hanya di lapangan produksi, tapi juga dapat pada pekerjaan umum lainnya seperti : aliran pekerjaan akunting dan aliran pekerjaan purchasing. Materi analisanya pun tidak terbatas pada pelaksanaan kualitas saja, tetapi dapat juga pada pelaksanaan analisa kendali produktivitas dan pelaksanaan keselamatan & kesehatan kerja (K3).

Bersambung…!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s