GAJI GURU NAIK…!, PROFESIONALISMENYA HARUS NAIK PULA DONK…!!!.

senenge rek…!!!

 

Gaji Guru Non PNS Naik Rp 100.000/Bulan

 

Jakarta-Surya-Sebagai konsekuensi peningkatan anggaran pendidikan menjadi 20 persen dari total RAPBN 2009, guru  Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan pangkat terendah akan bergaji minimal Rp 2 juta. Gaji minimal sebesar itu diperoleh setelah pemerintah memutuskan untuk menaikkan kesejahteraan guru dan dosen PNS sebanyak 14 persen, di luar kenaikan rutin gaji pokok yang sebesar 15 persen setiap tahun.

 

“Pokoknya guru PNS, entah guru TK, SD atau SMA, semuanya dapat peningkatan kesejahteraan guru. Penambahan ekstra sekitar 14 persen tadi sudah dihitung oleh Menteri Keuangan (Menkeu),” papar Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo usai rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden Jakarta, Selasa (9/9).

 

Guru non PNS yang terdaftar di Depdiknas maupun Departemen Agama (Depag), imbuh Bambang, juga mendapat kenaikan subsidi tunjangan dengan besaran berbeda sesuai dengan tingkat pendidikan.

 

Guru non PNS yang tingkat pendidikannya non sarjana mendapat tambahan kesejahteraan sebesar Rp 50.000 per bulan. Sedangkan yang berpendidikan sarjana (S1) mendapat kenaikan Rp100.000 per bulan.

 

Peningkatan kesejahteraan guru dan dosen, kata Mendiknas, akan menempati porsi 27 persen dari total anggaran pendidikan yang sebesar Rp 224 triliun pada RAPBN 2009.

 

Sekadar diketahui, awal bulan lalu Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan gugatan para aktivis dan kelompok peduli pendidikan terhadap pemerintah agar mengalokasikan 20 persen dari total APBN ke bidang pendidikan. Alasan gugatan itu, karena porsi 20 persen dari APBN untuk bidang pendidikan itu sudah diamanatkan oleh konstitusi.

 

Sebelumnya, porsi anggaran bidang pendidikan di APBN tak sampai 20 persen.
Sejak terkabulnya gugatan tersebut, pemerintah lantas menaikkan anggaran bidang pendidikan dari sekitar Rp 178 triliun menjadi 224,1 triliun, atau naik sebanyak Rp 46,1 triliun pada 2009 nanti.

 

Selain untuk kesejahteraan guru, kata Bambang, kenaikan sebanyak itu juga dimanfaatkan untuk percepatan penuntasan wajib belajar dari tingkat dasar hingga sekolah menengah. Bahkan, anggaran pendidikan nantinya akan terserap lebih dari 50 persen untuk program wajib belajar itu.

 

“Kita juga tingkatkan anggaran untuk pendidikan menengah di Depdiknas maupun di Depag. Anggaran untuk pendidikan tinggi juga dinaikkan. Pendidikan non formal juga kita naikkan tapi tidak banyak,” tuturnya.

 

Kenaikan anggaran pendidikan, menurut Mendiknas, juga digunakan untuk peningkatan kesejahteraan peneliti dan perekayasa di luar Depdiknas.
Depdiknas akan menyiapkan anggaran bagi peneliti non PNS melalui skema yang diatur oleh Ditjen Pendidikan Tinggi Depdiknas.

 

Mendiknas menjelaskan, fungsi-fungsi pendidikan kedinasan yang dilakukan departemen lain seperti IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri) di Depdagri dan STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) di Depkeu tidak boleh memakai anggaran pendidikan karena tidak sesuai dengan UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

 

“Sepanjang anggaran itu digunakan untuk pendidikan yang tunduk dengan UU Sisdiknas, maka masih tidak masalah,” ujarnya. Mendiknas lantas mencontohkan sekolah tinggi intelejen negara yang menggunakan anggaran dari Depdiknas. Hal itu diperbolehkan karena permintaan resmi Badan Intelejen Negara (BIN) kepada Depdiknas.

 

Sekolah itu, kata Mendiknas, berada di bawah Depdiknas sedangkan BIN hanya supervisi dan mengawasi. Mendiknas menambahkan, akan segera dibuat Peraturan Pemerintah tentang pendidikan kedinasan untuk mengatur peralihan penyelenggaran pendidikan agar tunduk sepenuhnya pada UU Sisdiknas. “Payung hukum itu supaya anggaran pendidikan betul-betul digunakan sesuai Sisdiknas. Betul-betul terintegrasi meskipun itu dilakukan oleh departemen lain tapi itu di bawah payung UU Sisdiknas,” demikian Bambang Sudibyo.jbp/ade

 

Tahun 2009, Gaji Guru di Daerah Terpencil Naik

TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo menyatakan gaji guru pada 2009 akan mencapai angka minimal Rp 2 juta. “Angka itu untuk guru pegawai negeri sipil golongan II/B tanpa sertifikat profesi dengan masa mengajar 0 tahun,” jelas Bambang dalam Rapat Kerja dengan Komisi Pendidikan DPR di Jakarta, Rabu (10/9).

Untuk guru PNS golongan IV/E bersertifikat profesi gajinya akan mencapai Rp 6,9 juta rupiah. Gaji tersebut belum termasuk tunjangan fungsional dan tunjangan ptofesi untuk guru dengan sertifikat.

Pemerintah, lanjut Bambang, juga akan memberikan tunjangan fungsional untuk guru tetap non PNS yang belum sarjana sebesar Rp 250 ribu/bulan dan yang minimal sarjana sebesar Rp 300 ribu/bulan.

Pendapatan 30 ribu guru daerah terpencil juga akan meningkat. Jika sebelumnya guru daerah terpencil yang bersertifikat digaji sebesar Rp 2,29 juta pada 2008, jumlahnya akan naik menjadi Rp 5,1 juta pada 2009. Sementara itu guru daerah terpencil yang belum bersertifikat yang sebelumnya mendapatkan Rp 2,29 juta ditambah menjadi Rp 3,6 juta tahun depan.

Tidak hanya guru, gaji dosen juga meningkat seiring naiknya anggaran pendidikan. Jika sebelumnya dosen pegawai negeri sipil golongan III/B tanpa sertifikat profesi dengan masa mengajar 0 tahun mendapat Rp 1,8 juta, tahun depan angkanya bertambah menjadi Rp 2,26 juta. Untuk guru besar yang berstatus PNS golongan IV/E bersertifikat gajinya naik tajam dari Rp 5,1 juta menjadi Rp 13,5 juta.

 

Adopted by : @_pararaja

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s