Potensi Tanaman Sambiloto dalam Penghambatan Pertumbuhan Aspergillus flavus dan Produksi Aflatoksin

Purwantiningsih Sugita, M Anwar Nur, M Farid, Sukardi Hastiono, dan Raphaella Widiastuti

Jurusan Kimia, Institut Pertanian Bogor

Pemanfaatan tanaman sambiloto (Andrographis paniculata Ness) sebagai obat tradisional sudah dikenal luas, namun pemanfaatannya sebagai penghambat pertumbuhan kapang penghasil aflatoksin (Aspergillus flavus) pada bahan pangan dan pakan belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi komponen bioaktif yang terkandung dalam tanaman sambiloto, khususnya yang terlarut dalam air.  

Ekstrak kasar senyawa bioaktif dari daun, batang, dan akar  diuji secara kualitatif terhadap senyawa terpenoid, flavonoid, dan alkaloid. Uji toksisitasnya dilakukan terhadap larva udang (Artemia salina). Pemeriksaan komponen bioaktif dilakukan dengan metode kromatografi lapis tipis, selanjutnya dilakukan fraksinasi komponen bioaktif, yaitu fraksi yang terekstrak dalam etil asetat (SEA), ekstrak air (SAEA), dan ekstrak awal dalam pelarut air (SA). Ketiga fraksi ini diuji toksisitasnya terhadap pertumbuhan A.  flavus dan produksi aflatoksin pada larva udang. Selain itu dilakukan juga penentuan kadar aflatoksin dan pemisahan komponen bioaktif SEA dengan kromatografi kolom.

Ekstrak batang dan daun sambiloto memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan A. flavus dan produksi aflatoksinnya. Hasil fraksinasinya, yaitu SEA dan SAEA, mempunyai toksisitas tinggi terhadap larva udang dibandingkan dengan fraksi dalam heksana dan kloroform.    

Ekstrak SEA dengan metode kromatografi kolom dengan eluen eter, aseton, dan etanol secara gradien konsentrasi menghasilkan 6 fraksi   dengan 1 fraksi C berbentuk kristal amorf, sedangkan hasil kromatografi kolom dari fraksi A (eluen gradien konsentrasi kloroform dan aseton) dan B   (eluen gradien konsentrasi eter dan etanol) masing-masing menghasilkan 2 komponen yang telah dikarakterisasi dengan ultraviolet dan inframerah. Dari spektrum ultraviolet,  komponen A dan B mempunyai serapan pada daerah 200-276 nm dan dari spektrum inframerah terlihat gugus C=0   dan C=C. Salah satu komponen fraksi B, yaitu B2 berbentuk kristal putih. Struktur fraksi A dan B ialah senyawa terpenoid.

Uji toksisitas SEA dan SAEA terhadap pertumbuhan A. flavus dan produksi aflatoksinnya menunjukkan bahwa keduanya mempunyai daya hambat yang meningkat dengan semakin tingginya konsentrasi ekstrak. Daya hambat ekstrak SEA 40 mg/ml sebesar 35.56%, sedangkan ekstrak SAEA pada konsentrasi yang sama sebesar 33.19%. Uji toksisitas ekstrak awal daun sambiloto pada pakan ayam menunjukkan bahwa ekstrak tersebut pada hari ke-5 menurunkan jumlah spora A. flavus. Makin tinggi dosis ekstrak, makin rendah jumlah spora yang tumbuh. Pada perlakuan hari ke-5, jumlah spora/g pakan sebesar 35.7 x 109 pada dosis 0 mg/ml dan sebesar 1.3 x 109 pada dosis 40 mg/ml, sedangkan pada perlakuan hari ke-10, jumlah spora/g pakan sebesar 58.7 x 109 pada dosis 0 mg/ml dan sebesar 11.7 x 109 pada dosis 40 mg/ml. Pada perlakuan hari ke-10, ekstrak sambiloto masih berpotensi menghambat pertumbuhan kapang, tetapi tidak seefektif pada perlakuan hari ke-5. Demikian juga pengaruh ekstrak SEA, SAEA, dan SA terhadap produksi aflatoksin. Makin tinggi dosisnya, semakin rendah kandungan aflatoksin berarti daya hambat ekstrak semakin besar. Jenis aflatoksin yang cenderung dihambat produksinya ialah aflatoksin B.

Adopted by : @_pararaja from Hibah Bersaing VI

 

3 thoughts on “Potensi Tanaman Sambiloto dalam Penghambatan Pertumbuhan Aspergillus flavus dan Produksi Aflatoksin

  1. sebuah penelitian yg menarik, apakah saya bisa mendapatkan informasi yang lengkap khususnya mengenai metode penelitian

  2. Saya sedang meneliti tentang aktivitas antifungal komponen bumbu terhadap pertumbuhan A. flavus dan juga produksi aflatoksinnyya. Bolehkan Anda memberi tahu metode uji toksisitas secara lebih rinci kepada saya? (dapatkah dikirim ke email saya?)
    Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s