MENENGOK BANTEN DENGAN KACAMATA NUKLIR…! (free opinion)

Banten adalah wilayah di ujung barat pulau Jawa. Secara historis daerah ini semula bernama Tatar Sunda dan merupakan sebuah kadipaten di bawah pemerintahan Kerajaan Pakuan Pajajaran yang berpusat di Bogor. Pada saat Demak melakukan ekspansi ke wilayah barat, diutuslah Syarif Hidayatullah untuk menyebarkan Islam di wilayah Banten hingga secara politik kemudian Banten menjadi bagian dari Demak dengan pucuk pimpinan dipercayakan kepada Sultan Maulana Hasanuddin, putra Syarif Hidayatullah sebagai sultan pertama. Secara persis berdirinya Kasultanan Banten pada tahun 1552 Masehi.

Pusat kerajaan semula berada di Banten Lama yang saat ini bernama Serang. Setelah beberapa lama, ibukota dipindahkan mendekati garis pantai di daerah Surosowan, dan konon berbagai situs peninggalan berupa bekas benteng dan pemandian umum masih bisa dilihat saat ini. Maksud pemindahan ibukota kasultanan mendekati garis pantai adalah dalam rangka membuka diri terhadap jalur perdagangan internasional yang melewati Selat Sunda yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui sektor perdagangan dan jasa kesyahbandaran.

Dari sisi sosiologis kemasyarakatan, wilayah Banten tepatnya di Kabupaten Lebak terdapat suatu komunitas suku asli yang masih kukuh mempertahankan prinsip hidup dan nilai-nilai kearifan lokal. Mereka tiada pernah mau menggunakan peralatan modern yang dipandangnya mengganggu keharmonisan alam. Mereka senantiasa berusaha hidup apa adanya dan bersahabat dengan alam. Karena dalam alam kepercayaan mereka, alam adalah ibu kehidupan yang harus selalu mereka lindungi demi keberlangsungan roda kehidupan itu sendiri. Komunitas masyarakat tersebut banyak dikenal orang sebagai Suku Badui.

Orang Badui berpendapat bahwa merekalah manusia pertama yang diciptakan oleh Tuhan untuk memakmurkan bumi. Kepercayaan mereka terkenal dengan sebutan Sunda Wiwitan. Wiwit berarti awal atau yang pertama kali. Oleh sebab itu komunitas masyarakat tersebut menganggap bahwa semua agama maupun kepercayaan yang menyebar ke segala penjuru bumi saat ini berakar dari kepercayaan Sunda Wiwitan tersebut.

Tidak lengkap ketika berbicara mengenai Banten tanpa menyinggung seni debus. Seni kanuragan yang lebih berpangkal pada kesaktian raga seseorang yang kebal terhadap segala jenis senjata tajam dan api ini seringkali dipertunjukkan pada acara hajatan maupun pertunjukan keliling oleh sekelompok grup debus. Aroma magis dan hawa lelembut senantiasa memberikan nuansa pada setiap pertunjukan debus. Banten dengan dunia mitologinya masih terasa kental hingga di era modern saat ini.

Adalah kami, sebuah tim ekspedisi yang minggu kemarin mendapatkan kesempatan untuk sedikit beranjang sana, jlajah deso milangkori untuk menengok keberadaan suatu lelembut yang telah dipergunakan untuk suatu ”hajat keperluan tertentu” di beberapa wilayah Banten. Lelembut, sebagaimana dipercaya oleh orang Banten (perlu dicatat bahwa budaya Banten sangat kaya dengan corak Cirebonan dan Jawa), merupakan suatu wujud tan kasat mata, tidak dapat dilihat namun dapat dirasa kehadiran dan segala akibat keberadaannya.

Khusus mengenai lelembut yang kami kunjungi tersebut bukanlah dalam wujud wewe gombel, pocung, kuntilanak, jerangkong, bobongkong, sundel bolong atau kawan-kawannya. Lelembut yang saya maksudkan memang jelas tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Keberadaan lelembut yang satu ini dapat mengakibatkan suatu proses ionisasi terhadap setiap benda di dekatnya, karena memiliki frekuensi di atas gelombang tampak. Meski tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, namun lelembut ini dapat dideteksi keberadaan dengan suatu peralatan detektor. Jangan heran dan jangan nggumun, lelembut tersebut jelas nyata keberadaannya.

Secara ilmiah lelembut yang saya maksudkan di atas dikenal sebagai sinar radiasi. Radiasi merupakan suatu proses perpindahan energi tanpa melalui media perantara. Contoh sederhana adalah sinar matahari yang dipancarkan ke segala penjuru alam semesta, gelombang radio maupun radar, dan lain sebagainya. Adapun lelembut radiasi dewasa ini banyak dipergunakan dalam berbagai bidang aplikasi, mulai dari litbang, industri, kesehatan, maupun pertanian.

Khusus untuk wilayah Banten yang sempat kami kunjugi kemarin terkait pemanfaatan radiasi untuk kegiatan industri dan kesehatan. Untuk kegiatan industri, radiasi kebanyakan dipergunakan untuk kegiatan gauging maupun radiografi. Gauging merupakan pengukuran suatu parameter proses, misalkan pengukuran ketinggian/level suatu fluida dalam sebuah tanki atau tabung, mengukur ketebalan suatu materi, atau pengukuran kecepatan aliran proses. Peralatan jenis ini banyak dipergunakan oleh pabrik kimia, plastik, kertas, baja, hingga pipa. Beberapa radionuklida sumber radiasi yang banyak digunakan diantaranya Co-60, Cs-137, Pm-147.

Sedangkan radiografi merupakan suatu proses pengambilan foto dalam ketelitian yang sangat tinggi. Mirip dengan foto rontgen di rumah sakit, hanya saja yang menjadi obyek pemotretan biasanya berupa plat besi, pipa atau las-lasan. Teknik ini termasuk kegiatan uji tak merusak atau non destractive test (NDT) yang dapat dipergunakan untuk menguji kualitas suatu bahan, las-lasan maupun uji kebocoran pipa bertekanan tinggi. Radionuklida yang sering dipergunakan Co-60 dan Ir-192. Beberapa pabrik yang sempat kami tengok diantaranya PT MC Industries, PT MC PET, PT Polyprima, PT Polypet, PT Tripolyta, PT KHI Pipe Indonesia, PT Surveyor Indonesia, PT Multifab Indonesia. PT Daekyung Indonesia, PT Latinusa dan PT Amocco.

Untuk kegiatan pemanfaatan radiasi di rumah sakit, kebanyakan dipergunakan dalam wujud sinar-X atau rontgen untuk diagnostik. Keberadaan sinar-X harus dipastikan besaran dosis radiasi yang dipancarkan. Dengan demikian dosis yang diberikan harus tepat dan mengenai sasaran. Mengingat obyek yang dikenai sinar-X adalah manusia maka setiap pesawat sinar-X harus memenuhi standar tertentu secara internasional dan mengikuti tingkat panduan pengoperasian. Beberapa rumah sakit atau klinik yang sempat kami kunjungi di wilayah Banten adalah RS Misi Krakatau, RSUD Lebak, Klinik Ananda, dan Klinik Himmah Husada.

Demikian sedikit kisah mengenai lelembut radiasi yang menghudi jagad industri di beberapa kawasan Cilegon, Serang, dan Lebak.

Adopted by @_pararaja from www.sangnanang.dagdigdug.com with title “Jelajah Tanah Banten Girang”.

 

 

 

Iklan

6 thoughts on “MENENGOK BANTEN DENGAN KACAMATA NUKLIR…! (free opinion)

  1. Dear, odong2.

    Masalah nuklir memang menjadi hal yang tak pernah tuntas diperdebatkan di Indonesia. (meskiupun prancis, rusia, ukraina, dsb sudah lama meggunakan PLTN untuk mencukupi energinya).

    Keberadaan teknologi nuklir merupakan suatu indikasi keberhasilan sumber daya manusia dan kedaulatan suatau negara.

    Jika yang dipertanyakan tentang manfaat radiasi pada umumnya dan isotop atau nuklir (U) pada khususnya tentunya sangat banyak sekali. (silahkan anda melihat referensi yang sudah banyak baik cetak atau elektronik, terutama instansi terkait seperti BATAN, BAPETEN, dsb), Secara sederhana anda pastinya menikmati radiasi sinar UV secara gratis kan dari Tuhan, dll.

    Suatu kebanggaan tentunya buat masyarakat Banten yang menjadi pusat Industri Raksasa, selain itu yang lebih besar hati lagi jikalau tatar Banten Girang dengan nama Kota Tangsel (Tangerang Selatan) sudah lama menjadi pusat penelitian Nuklir, tempat reaktor nuklir, dan litbang2 lainnya yang dikelola oleh BATAN Serpong.

    Tentunya kita harus menggunakan “kacamata” sejelajah sedalam “mbah google” dalam menyikapi hal supaya lebih bijak dan santun.

    Regard.
    @_pararaja
    Eks-prakerin di Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Maju (P3TM) BATAN, Yogyakarta.

  2. Nak menyang banten mampir to mas neng kramat, ono sedulur ning kramat. sampean ora ketemu sing mbaurekso pt amoco, MC pet, polipet sebelahe dekyng,… wong dasar wong mediun. cobo woro-woro pasti podo ngajak mampir

  3. walah…
    kesupen toh mas, lah wong saya nggak ngerti loh daerah sono.
    lah pripun…kapan ketemuan.
    mas-e nopo lulusan smk3 juga.
    lha mbok nengok2 neng group toh mas.

    seneng buanget nek di ijin ke meruhi n nimba ilmu neng kono.

    salam wae mas ge warga banten-e n madiun-e.
    makasih mas

  4. Dear, mas Huda.

    Saya sering ke Cilegon kok. Salam kenal aja sama mas. Biasanya kalo libur atao mingguan nongkrong ama temen2 sprti. Yusman di Pertamina tg. Gerem, Yusuf K di Krakatau Steel, dll. Salam buat teman2 di Java Sugar, Tripolyta, Polipet, Amoco, MC, dll.

    Dulu katanya sering reunian ya (terutama angkatan 94 ato 90an).
    Gimana kelanjutannya…!

    Keep brothership.

    Regards.
    http://www.tkcmindonesia.com

  5. sebuah perusahaan Sewa | Penyewaan Alat Berat yang telah berkecimpung dalam dua generasi. Melalui dukungan Heavy Lifting & Heavy Equipment yang lengkap dan JUGA dukungan sumber daya manusia yang tangguh dan berpengalaman kami hadir untuk Anda. Berbagai proyek Heavy Transportation, Heavy Lifting, Penyewaan | Sewa Alat Berat seluruh Indonesia telah dilaksanakan.
    ALAT BERAT
    SEWA ALAT BERAT
    RENTAL ALAT BERAT
    JUAL ALAT BERAT
    BELI ALAT BERAT

    OBAT KUAT
    OBAT KUAT HERBAL
    HERBAMAX
    OBAT KUAT LELAKI
    OBAT KUAT HERBAMAX

    Obat Kuat Herbal Alami Untuk Pria Indonesia Agar Kuat Berhubungan Seks, Tidak Ejakulasi Dini dan Puas,Kopi Tribulus obat kuat herbal menjaga stamina dan libido pria terbuat dari bahan herbal alami resep kerajaan cina kuno, ampuh mendongkrak stamina!obat kuat sex obat perangsang wanita obat kuat pria dan aneka alat bantu sex, serta obat kuat sex herbal melayani pembelian online. temukan solusi pria perkasa, obat perangsang wanita hanya di sini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s