KETAHANAN KEMASAN

Perlindungan diperlukan untuk sebahagian atau keseluruhan dari produk yang dikemas guna mendapatkan nilai tambah, untuk promosi penjualan dan kepuasaan pemilik untuk mendapatkan profit secara jangka panjang dan pendek.

Hal ini berkaitan sekali dengan Ketahanan Kemasan. Ada dua factor yang mempengaruhi yakni :

  • Faktor Extern.
  • Faktor Intern.

Kedua factor ini sangat erat sekali hunungannya dengan keadaan produk yang dikemas sehingga perlu mendapatkan perhatian supaya jangan terjadi hal-hal dibawah ini :

  • Nilai tambah produk hilang.
  • Kontaminasi dengan zat-zat kimia, udara dan bakteri.
  • Profit / Laba menurun.
  • Faedah yang didapat konsumen tidak sesuai.
  • Kerusakan / pengembalian.
  • Kelancaran transportasi tidak baik.

Faktor Extern

Yang mempengaruhi Ketahanan dari kemasan adalah :

  • Iklim.
  • Transportasi.
  • Gas, Air, Serangga.

Faktor Intern

Yang mempengaruhi Ketahanan dari kemasan adalah :

  • Bahan pengemasnya sendiri.
  • Produk yang dikemas.
  • Zat aktifnya.

Dilihat dari kedua factor tersebut maka dari itu sangat perlu sekali mengetahui produk yang akan dikemas, menggunakan kemasan apa dan bagaimana ketahanannya.

Kemudian kita juga harus mengetahui bagaimana sifat produk itu agar baik dikonsumsi jangka panjang atau pendek, dan wilayah pemasarannya local atau antar wilayah.

BAHAYA-BAHAYA IKLIM.

Oleh karenanyalah, bahaya-bahaya iklim akan ditentukan yang tidak hanya oleh tujuan barang jadi tetapi rute dan cara pengangkutannya itu. Bahaya-bahaya iklim dapat semakin mudah untuk dipertimbangkan berdasarkan empat pokok masalah :

  1. Perubahan temperature.
  2. Bahan cairan yang berbahaya yakni air hujan, air laut atau kondensasi.
  3. Uap air yang berbahaya (kelembaban tinggi).
  4. Sinar atau radiasi solar langsung yang berbahaya.

1.     Perlindungan atas Temperatur.

Meskipun perubahan-perubahan barang disebabkan oleh temperature tinggi atau rendah, perlu mempertimbangkan pengaruh perubahan-perubahan suhu bahkan khususnya untuk suhu dramatis yang tidak berbahaya. Dengan demikian, pendinginan air panas, pendinginan moisture, pendinginan udara akan menyebabkan pengumpulan moisture akibat kondensasi dan air cairan ini dapat menyebabkan kekaratan baja sebahagian atau pengotoran air yang sensitive pada bahan makanan, kimia dan lain sebagainya. Pengaruh suhu atau umumnya, perubahan-perubahan suhu bervariasi secara besar-besaran dari satu barang ke barang, biasanya lebih sulit untuk suhu tinggi daripada suhu rendah. Misalnya, pengaruh-pengaruh keasaman disesuaikan oleh peningkatan suhu, yakni perubahan-perubahan kimia dan biologi dalam bahan makanan atau pharmasi. Oleh karenanya, ada ambang batas tertinggi terhadap perubahan-perubahan biologi dengan dengan temperatur-temperatur tinggi biasanya akan membunuh bakteri, binatang-binatang kecil, dan jamur.

Suhu-suhu yang    lebih   tinggi   daripada    perlawanan   selama   distribusi   dan penyimpanan normal. Meskipun ada peningkatan dalam resiko korosi atau degradasi bakteri barang, karena ada perubahan-perubahan bagi barang itu sendiri yang disebabkan oleh peningkatan suhu udara. Contoh barang-barang berbahaya yang dipengaruhi oleh peningkatan suhu adalah :

(a)              Coklat. Bahaya disini adalah salah satu dari kelunakan dan melelehnya barang mengakibatkan kerugian penjualan. Pendinginan selama distribusi tidaklah layak dan pemeliharaan secara ekonomi untuk merumuskan coklat dalam tingkat tidak basah tinggi, jika jarak ekspor coklat ke Negara-negara dimana rata-rata suhunya dikenal sekital 350 – 400.

(b)              Ikan. Perubahan-perubahan biologi yang terjadi sesudah ikan dipancing, dan menyebabkan sifat off-odour ikan secara besar-besaran kurang baik yang disesuaikan oleh peningkatan suhu. Oleh karena itu, biasanya ikan dikemas pendingin es agar tersimpan dalam suhu rendah. Juga ada kecenderungan terhadap penggunaan boks-boks yang berasal daro polystryrene kasar yang mana insulator-insulator panas baik dan selanjutnya tercapai penghematan pemakaian es.

(c)              Daging. Peningkatan temperature juga menyesuaikan degradasi biologi daging, meskipun ini tidaklah secepat seperti halnya ikan. Daging dengan penyimpanan yang dingin selama distribusi dan daging-daging pra pengepakan ditawarkan untuk dijual dalam cabinet pendingin.

(d)              Buah-buahan dan sayur mayor. Peningkatan suhu menyebabkan peningkatan tingkat pengembangan buah-buahan dan akhirnya akan menjadi pokok pengembangan off-odours dan racun. Kebanyakan buah-buahan dan sayur mayor seperti tomat dan minuman dingin, akan ada penyusutan jumlah panas sehingga pak ventilasi perlu agar mencegah pengembangan panas. Ini adalah salah satu alasan dalam pembentukan boks tomat konvensional, dengan ventilasi di empat sudut pack untuk mencapai bebasnya udara selama pengisian.

(e)              Makanan dalam kaleng. Jelaslah dapat dihindarkan atas peningkatan suhu dalam pengepakan-pengepakan disini yang didistribusikan dan diproses berdasarkan kondisi cukup dingin.

Turunnya suhu tidaklah begitu penting dalam hal kebanyakan makanan membantu untuk menyimpannya dan semakin meningkat daur hidupnya. Produk penting yang dipengaruhi oleh temperature rendah adalah nilai penguapan. Nilai penguapan meliputi pemisahan pigmen dengan resin sintetis dalam air. Penting untuk mencegah unsure air yang berasal dari pendinginan dengan kelambatan emulsi. Jika nilai yang dikeluarkan pada cuaca dingin maka timah-timah tersebut harus ditempatkan diluar pengepakan guna memberikan panas berikutnya.

2.     Perlindungan Atas Cairan Air

Perlindungan atas cairan air biasanya dimaksudkan untuk pengaturan bagian luar pak pipa air yakni film plastic atau serat fiber atau karton. Jika pak yang dibawah pada dek kargo, perlindungan atas air khususnya penting karena kandungan garam air laut. Ini bahkan menjadi lebih korosif.

Meskipun atas perlindungan cairan air senantiasa harus diingat bahwa moisture dapat menurunkan ke dalam pak sampai dengan fluktuasi suhu. Salah satu cara pencegahan untuk menempatkan bahan kimia seperti gel silica ke dalam pengepakan. Bahan-bahan kimia itu dikenal desiccant dan merupakan alat pengurai moisture dari atmosphere. Bahan desiccant, ini biasanya ditempatkan pada kain atau jenis kantong yang sama untuk mencegah hubungan diantara dessicant dengan barang yang dipak.

3.     Perlindungan atas uap air

Penelitian pertanyaan perlindungan atas uap air, terlebih dahulu membatasai pengertian apa yang dimaksud kapan akan membicarakan masalah kelembaban. Atmosphere jarang seluruhnya kering dan bahkan menyerap udara yang biasanya berisi sejumlah uap air yang dapat dinilai yakni air dalam bentuk gas.

Masa air dinyatakan dalam meter kubik udara, diukur berdasar kondisi yang ada, dengan istilah kelembaban absolute atmosphere. Jumlah uap air dapat diambil oleh sejumlah udara secara langsung bervariasi dengan atmosphere yakni udara panas, lebih banyak uap air yang dapat diangkat. Rasion sesungguhnya jumlah air ada yang diperlukan untuk mengisi air pada suhu yang sama dikenal dengan istilah kelembaban relative atmosphere (lihat pelajaran 2). Bilamana uap udara adalah suhu dingin yang akhirnya akan tercapai jika jumlah moisture yang ada cukup untuk mengisi udara pada suhu tersebut dengan pendinginan kapanpun menyebabkan adanya gelembung-gelembung uap tersimpan disekeliling objek dalam bentuk pendek. Suhu ini disebut nilai pendek dengan kelembaban relative adalah 100 persen.

Pada pelajaran kedua dijelaskan, dalam bagian barang-barang mati, yakni moisture dapat menguraikan moisture sampai dengan produk dan/atau pengepakan bahan. Pada pengepakan tertutup, air bergerak dari atmosphere ke produk dan sebaliknya, sampai dengan jumlah yang sama dicapai.

Pengepakan kelembaban relative dengan nilai disebut Persamaan Kelembaban Relatif (ERH). Konsep ini bermanfaat, jika barang yang ditempatkan di atmosphere mencapai kelembaban relative besar daripada Persamaan Kelembaban Relatif (ERH), ini akan menghilangkan moisture. Jika ditempatkan pada kelembaban relative kurang dari Persamaan Kelembaban Relatif (ERH) yang menambah moisture. Persamaan Kelembaban Relatif (ERH) barang dapat ditentukan kurang tepat dengan penempatan beban sample-sampel dalam serangkaian pipa tertutup berisi atmosphere dari perbedaan kelembaban-kelembaban relative. Sampel yang dibebankan pada interval sampai dengan tidak ada perubahan beban selanjutnya yang terjadi. Perubahan sample sekurang-kurangnya pada beban yang jelas ada pada atmosphere yang mempunyai kelembaban relative sampai ke Persamaan Kelembaban Relatif (ERH). Kelembaban relative atmosphere tetap yang dapat dipersiapkan oleh penempatan pengisian solusi asam bejana tertutup. Kerangka kelembaban relative dapat dikembangkan dengan penggunaan perbedaan bahan yakni sodium nitrate, potassium nitrate, sodium klorida dsb.

Perlindungan atas uap air atmosphere adalah salah satu factor pengaruh daur hidup pengepakan barang yang kembali tergantung kepada :

  1. Sifat barang.
  2. Bidang daerah pada volume rasio pengepakan (Besarnya rasio, besarnya perlindungan yang dibutuhkan).
  3. Kondisi atmosphere.
  4. Sisa uap moisture paking.
  5. Isi moisture kritis barang – lihat pelajaran 2.

Dalam hal barang mati, maka perlindungan atas pengaruh kelembaban, seperti makanan dihasilkan oleh bidang bejana moisture antara barang dengan atmosphere. Bejana itu dapat dalam bentuk kaca atau plat timah (yakni 100 persen bejana), atau plastic (yakni bahan-bahan tertentu). Bahan alumunium adalah bahan bejana lainnya, biasanya 100% efektif tetapi biasanya ada beberapa lubang minyak (tebal dibawah 25 micron). Kertas biasanya terlalu mudah sobek untuk menggerakan bejana uap moisture, tetapi dapat memelihara untuk mengembangkan peralatan tersebut. Namun, yang perlu dicatat, yakni container hanyalah barang yang cukup berbahaya.

Pada nilai ini perlu membaca bab mengenai Bahan Awal Paking di bab 5, dan Bab 12 membahas paking barang-barang makanan. Kedua pembahasan tadi dapat ditemukan dalam buku Prinsip Dasar Pengepakan. Satu hal yang perlu dicatat dalam bab 5 adalah gas tetap yang tidak dapat dicairkan oleh aplikasi tekanan pada ruang temperature. Dalam hubungan ini, gas-gas tetap itu berbeda dari uap yakni uap air, yang juga ada dalam bahan-bahan cair pada ruang temperatur.

4.     Perlindungan atas Sinar dan Radiasi Solar Langsung

Kebanyakan barang sudah dipengaruhi oleh sinar, pengaruh itu dapat berubah atau menurun warna atau sinar yang dapat bergerak sebagai katalis beberapa reaksi kimia. Dengan demikian, sinar akan mengkataliskan gerakan oksigen  pada beberapa lemak, meskipun ada radiasinya (dan dampaknya off-odour atau sifat). Kebanyakan bahan-bahan pharmasi yang dipengaruhi oleh sinar ultra violet, dan oleh karenannya akan dipakkan dalam botol-botol berwarna. Jika dalam bejana yang cukup bening dibutuhkan, maka pemilihan timah, tube alumunium atau bejana-bejana figmentasi yang tersedia. Pada contoh yang ada dari kebutuhan barang dibutuhkan perlindungan absolute dari sinar film foto.

BAHAYA-BAHAYA LINGKUNGAN LAINNYA

Minyak dan Gas

Biasanya bejana-bejana untuk minyak dan gas perlu untuk mencegah kerusakan barang selain itu juga untuk mencegah kerusakan barang selain itu juga untuk mencegah kerusakan barang dari pengaruh-pengaruh luar. Barang itu sendiri dapat menjadi minyak atau sifat gas atau dapat menjadi lembaran peralatan, bagian-bagian baja yang sudah ditutupi gelombang pelindung dari kemungkinan adanya karat. Contoh biasa dari jenis barang sebelumnya termasuk minyak mesin, minyak makan, berbagai macam gas, putty, daging, biscuit dan margarine. Pengaruhnya sangatlah luas. Pengaruh minyak dan gas terhadap beberapa bahan plastic adalah salah satu plastiksasi dan kelunakan, meskipun kehilangan nilai dan akibar deformasi jika ditekan selama transit atau penyimpanan. Pengaruh itu juga bervariasi dengan jenis minyak. Beberapa minyak tumbuh-tumbuhan dapat menyebabkan pecahnya botol-botol polyethylene pada nilai tekanan minyak mineral yakni minyak mesin, yang sudah berhasil dipak untuk jarak tekanan tinggi, bhkan dinegara-negara tropis. Minyak tumbuh-tumbuhan yakni minyak makan atau salad yang sudah dipak dalam botol PVC tanpa kesulitan.

Juga harus diingat, bahwa minyak dan gas adalah bahan yang sangat mudah terpengaruh dan sangatlah sensitive langsung untuk tempat yang sangat sempit. Satu contoh yang baik dimana bahaya terjadi pada bagian luar dari beberapa kandungan aliran barang cair.

Komposisi badan yang secara spiral memberikan cacat dari serat fiber dengan kondisi dibagian luar kertas di dalam pipa gas. Dan seluruhnya akan ditutupi dengan bahan pembentuk disekitar label kertas. Pengecetan label bahan yang tidak disusun oleh garis pembatas bahaya yang berjalan dan tumpang tindih dari lembaran kertas pembungkus yang tidak seluruhnya diberikan lem. Lemak berasal dari aliran sop sudah berdampak antara pilihan-pilihan tidak spontan dari kertas yang tumpang tindih dan langsung pada serat kayu. Pencegahan dengan bahan lunak dan berisi sedikit lubang-lubang kecil. Pada lokasi tersebut, lubang-lubang lemak ini sudah dipenetrasi dan diuraikan oleh label-label dimana lemak itu ada, sesudah ada jauh serat kayu diperburuk lagi ke dalam baja jadi dimana dicerna ke dalam tubuh dan kembali ke label (gambar 57).

Pemeliharaan harus selalu diambil penafsiran test atau hasil yang sesungguhnya. Perputaran udara yang dipak dalam tube polyethylene tekanan tinggi yang berjalan sempurna sampai dengan tube itu dikeluarkan pada bidang yang mempunyai pencemaran sinar matahari yang tinggi. Tube yang berputar-putar itu dan dipertimbangkan diluar tingkat oleh pelayanan para teknisi dan perputaran itu ditekankan. Sesungguhnya apa yang terjadi dengan perputaran yang berisi jumlah antioksidasi sebagai penerimaan dengan perpindahan ke dalam plastik.

Ini adalah bahan oksidasi yang diaktifkan oleh kuatnya sinar matahari dan kembali dalam plastik transparan asalnya ke dalam satu tube. Solusi untuk menggunakan plastic yang lebih berdaya tahan terhadap perpindahan anti oksidasi, dalam hal ini bahan plastik polyprolene. Kesulitan itu harus dipikirkan. Ini terlihat dalam contoh kesulitan yang tidak disebabkan oleh pengaruh perputaran itu sendiri pada plastik.

Bahan-Bahan Kimia

Sesungguhnya ada aspek yang sangat luas dibahas di atas juga sesungguhnya diinginkan melalui interaksi produk / bejana. Dari semua packing bahan-bahan, kaca akan lebih baik terhadap bahan kimia yang sering dapat digambarkan diluar table yang memungkinkan karena daya tahan, tekanan tinggi ataupun biaya. Bahan kimia yang tidak dapat dipak pada bejana kaca adalah asam hydrochloride, sesudah secepatnya berpengaruh pada kaca. Meskipun dipakai unsure bahan penguat kaca.

Namun ada pengaruh yang lebih baik untuk bahan-bahan farmasi tertentu yang perlu ada kaca bebas alkali, karena sebaliknya barang itu mudah terpengaruh.

Asam dan alkali dapat berlawanan dengan bejana-bejana baja yang biasa dapat menyelamatkan plastik seperti polyethylene dan polypylene. Khususnya alumunium yang berdaya tahan terhadap bahan-bahan alkalin dengan penurunan tipe alumunium yang ada untuk penekanan alkalin yang biasanya menjadi cair.

Gerakan bahan kimia pada plastik sulit untuk memenuhi cara umum dikarenakan besarnya kerangka plastik yang tersedia. Namun tidak semua plastik itu cukup murah untuk dipakai secara tetap dalam pengepakan dan beberapa bentuk yang selanjutnya berhubungan kepada kekuatan plastik yang banyak.

Aplikasi dan peralatan fisik umum dari plastik-plastik ini akan berproses kemudian.

 

Polyethylene. Ini adalah plastik bejana yang lemah terhadap uap misture meskipun tidak terpengaruh oleh cairan air. Kekuatan daya tahan asam dan alkalis pada sejumlah solusi asam dan yang tidak bias disolusikan pada hydrocarbon aliphatic (seperti hexane) dan alcohol-alkohol berkadar rendah (methyl, ethyl dan butyl), hydrocarbon aromatic (contoh toluene), ketone (seperti acetone), alcohol berkadar tinggi dan hydrocarbon calorin.

Polyethylene densitas rendah. Ini adalah bejana dalam ukuran medium terhadap uap moisture dan juga tidak dipengaruhi oleh cairan air. Seperti polyestylene yang berdaya tahan dengan asam dan alkalis yang kuat terhadap sejumlah solusi garam. Namun ini sangatlah berhubungan secara kimia dan tidak ada solusi untuk semua pemecahan pada ruang temperatur. Namun beberapa alat pelunak dapat terjadi terutama hydrocarbon yang dikalorinasikan oleh hydrocarbon. Juga ada pertanyaan sebelumnya meskipun tekanan uap air itu adalah rendah, karena kebanyakan uap-uap organic dan minyak-minyak essence berjalan cepat langsung melalui polyethylene tekanan rendah. Penting yang lebih dari satu nilai pandang. Dengan demikian kehilangan beban isi botol polyethylene densitas rendah dapat cukup serius yang harus dicatat secara mingguan, terutama berdasarkan kondisi-kondisi penyimpanan temperature tinggi. Perbedaan masalah yang berkembang dalam hal minyak essence.

Ini ada pada bahan-bahan makanan yang tersisa ataupun barang kosmetik sebagai penambah parfum. Dalam kasus tersebut bahkan kehilangan satu unsure dapat menyebabkan perubahan yang harus dicatat pada sisa atau parfum. Sesudah campuran-campuran komplek ini digabungkan secara berhati-hati guna menghasilkan pengaruh jadinya dalam perubahan apapun yang biasanya lemah.

Terlebih dahulu polyethylene densitas rendah terhadap oksigen mempunyai tekanan tinggi, dan penggunaan bahan-naham ini untuk packing barang-barang yang sensitive dengan oksigen tidak diperkenankan.

Satu pandangan yang cukup luas digabungkan dengan polyethylene densitas tinggi dan rendah, meskipun densitas itu terjadi dengan bahan-bahan lainnya yang disebut dengan tekanan lingkungan. Bahan-bahan lainnya yang disebut dengan tekanan lingkungan. Bahan-bahan kimia organic polar tertentu (terutama bidang bahan aktif yaitu detergen) dapat menyebabkan berproses polyethylene jika polyethylene itu ditekankan. Penekanan bahan dan penekanan sesungguhnya harus ada bersama-sama. Dengan demikian perjalanan polyethylene  yang tidak tertekan secara sempurna adalah penyempurnaan yang tidak dipengaruhi oleh bahan detergen bahkan untuk beberapa bulan mendatang. Ini tidak ada penekanan bahan, karena perjalanan polyethylene dapat terikat dua kali tanpa adanya kerusakan. Kombinasi penekanan dengan lingkungan kimia yang tepat sering menyebabkan pengaruh untuk beberpa jam. Masalahnya tidaklah buruk, karena sudah ditekankan dan ditemukan beban molekul yang cukup tinggi dengan daya tahan terhadap ESC dapat cukup tinggi untuk semua tujuan normal. Beban molekul polyethylene tidak dibatasi oleh para pemasok tetapi dinyatakan oleh penurunan arus indek yang mengukur perputaran penurunan plastik, yang kembali tergantung kepada beban molekul. Beban molekul tinggi berarti adalah penurunan atas tingginya perputaran dan dengan demikian indeks perputaran menurun rendah (beban perputaran gama sekitar 10 menit langsung dibawah standar beban pada standar suhu). Standar daya tahan terhadap ESC yang digabungkan dengan nilai acak perputaran menurun rendah.

Polyethylene Densitas Tinggi

Ini adalah yang terbaik untuk membawa uap moisture dan gas daripada polyethylene Densitas rendah dan agaknya lebih resisten untuk pemecahannya. Yang poko pada ESC dalam cara yang sama adalah polyethylene densitas rendah, juga tingkat beban molekul tinggi yang lebih resisten.

 

 

 

Polypropylene

Ini adalah polimer sama dengan prilaku kimia terhadap polyethylene, terutama polyethylene densitas tinggi. Perputaran resisten adalah sangat baik, tetapi terlebih dahulu, terhadap moisture uap dan gas yang lebih tinggi daripada uap moisture daripada polyethylene densitas rendah.

ABS, berkedudukan untuk styrene butadiene acrylonitrile dan alat-alat kimianya yang sama dengan polystrylene dengan resisten terbaik terhadap minyak dan gas.

Acetat Cellulose

Ini adalah bahan permulaan terhadap moisture uap dan kas. Juga sensitif terhadap peningkatan moisture yang buka secara dimensi stabil dalam kondisi perubahan kelembaban. Ini tepat dipengaruhi oleh kelemahan asam dan alkalis tetapi menjadi satu sebab penurunannya. Yang dapat disolusikan adalah ester, catone dan alcohol.

Perubahan Odour dan Plavour pada Makanan dan Kosmetik.

Pada umumnya sudah dijamin bahwa perubahan odour dan plavour dalam bentuk produk yang dipacking sampai dengan dilakukan pengepakan bahan-bahannya. Namun masalah itu tidaklah sederhana pada sejumlah perbedaan mekanisme.

1.          Ada perubahan yang dapat menjadi perubahan kimia atau mikrobiologi pada barang itu sendiri jika tidak dilakukan packing apapun. Dalam kasus tersebut, packing dapat menurunkan atau menghapus perubahan sehingga penurunan dan atau penghapusan terjadi pada perubahan odour atau plavour.

Pembersihan makanan hal yang penting. Dalam kasus-kasus lainnya packing-packing tersebut dapat mengkontribusikan terhadap perubahan. Dengan demikian keadaan sampai adanya perlawanan bakteri anaerobic pada dasar packing di bagian plastic film yang akan disatukan oleh penggantian plastic film dengan bahan-bahan non plastic seperti alumunium. Bakteri anaerobic adalah bakteri yang berkembang di udara sehingga bahan-bahan pengepakannya hanya dapat digunakan jika makanan itu steril sebelum dipacking.

2.          Perubahan pada odour atau plavour sampai dengan pengurangan beberapa ikatan bahan dari barang. Kebanyakan parfum adalah campuran-campuran yang rumit yang harus secara berhati-hati dalam kandungan untuk menghasilkan hasil akhir. Pemisahan bahan mempunyai perbedaan dan ini dapat menjadi ukuran kekurangan sampai dengan penguapan atau diffuse langsung pada paket yang tidak terjadi. Kebanyakan ikatan-ikatan violasi telah dihilangkan pertama kali, dan ini ditinggalkan secara sempurna atas perbedaan odour atau flabour pada barang yang dipak. Barang itu kemudian harus ada off-odour atau off-flavour.

Pengaruh itu kadang-kadang dapat menjadi lebih stabil. Misalnya keluhan atas air mineral yang dipacking pada polyethylene densitas rendah. Off flavour yang diklasifikasikan pada plat dan pada akhirnya berjalan ke bawah sampai adanya kekurangan oksigen langsung melalui polyethylene densitas rendah. (yang perlu diingat bahwa polyethylene densitas rendah adalah tidak baik seperti alat pengangkut untuk gas). Air yang berasal dari resapan yang paling dalam dan berisi proporsi oksigen tinggi (karena rendahnya suhu serta tekanan tinggi) yang menghasilkan jarak flavour. Bilamana diproses berdasarkan kondisi panas relative dan kebanyakan oksigen sudah menghilang. Jenis-jenis kandungan lainnya yang dapat hilang dari makanan, dengan hasil yang berarti dari peresapan violasi yaitu bioksida sulfur atau oksida ethylene.

3.          Pandangan cadangan yaitu untuk meningkatkan odour atau flavour eksternal, dan juga biasa. Peningkatan itu sampai dengan tahap awal film atau masuk melalui sel ke dalam container non sel. Contoh umum dari kontaminan eksternal ini adalah minyak paraffin, odour dari makanan lainnya (yaitu kawanan atau gralik), parfum atau barang parfum atau bahkan polusi atmosfir.

Satu kemungkinan sumber peningkatan odour dapar menjadi dekorasi eksternal pada pengepakan khususnya pada film plastic atau kertas. Odour dapat menjadi solven atau terhadap reaksi barang dari minyak panas. Juga kemungkinannya odour yang dapat ditingkatkan dari bahan-bahan packing yang ada diluar, yaitu serat kayu atau kayu.

Sebagaimana kekurangan gas yaitu oksigen atau dioksida sulfur dapat menyebabkan odour atau flavour berubah, maka peningkatan gas eksternal dapat menjadi penyebab kesulitan. Kebanyakan hal-hal yang biasa itu pada oksigen. Gas itu sendiri tidak adanya odour, tetapi menjadi penyebab perubahan-perubahan kimia dalam produk. COntoh oksidasi dari lemak yang menghasilkan asam lemak odour atau flavour, dan oksidasi parfum pengikat tertentu untuk menghasilkan barang.

4.          Perubahan pada odour atau flavour kadang-kadang menjadi penyebab oleh reaksi kimia antara barang dan packingnya. Pertanyaan perbandingan kimia antara barang dan packing sudah dapat ditekankan dan jenis ini jarang karena kadang-kadang dapat dicek sebelum adanya pengepakan jadi yang dibuat. Juga kadang-kadang terjadi sampai dengan kerusakan mekanik yang dapat mencapai hubungan antara barang dan keranjang baja.

5.          Packing bahan itu sendiri dapat menjadi sumber off-odour atau off-flavour. Sebab-sebab diatas itu termasuk kelebihan panas selama pemanasan dari plastic film atau botol, penggunaan jenis bahan penambah yang salah dalam thermo plastic, penggunaan kualitas karton yang lemak, atau kotoran yang tidak efisien dari botol gelas yang dapat menguntungkan.

Metode Penurunan atau Penghapusan Kontaminasi Odour atau Flavour

Perlu adanya kejelasan dari uraian diatas meskipun ada kemungkinan sumber daya perubahan-perubahan odour atau flavour yang berpengaruh terhadap masalah penting apapun dan akan tergantung kepada koreksi diagnosa sebab. Pada umumnya masalah yang dapat ditangani adalah sebagai berikut :

1.      Jika perubahan odour atau flavour yang ditetapkan pada makanan tetapi tidak dipacking perlu sebelumnya diselidiki karena kemungkinan akan adanya interaksi diantara makanan dengan lingkungan yang umum. Ini termasuk penghilangan ikatan yang berasal dari barang ke lingkungan dan meningkat dari lingkungan, sebagaimana yang sudah dibahas. Kerusakan dari ikatan-ikatan violasi dapat dipertahankan dengan penggunaan pengepakan barang dan juga tidak ada jawaban terhadap masalah odour atau flavour. Jawaban lainnya dalam hal peningkatan odour atau flavour dari barang sehingga menyederhanakan pengembangannya pada tingkat took eceran atau tingkat pergudangan. Yang ada dimana sebab dekorasi pengepakan adalah untuk menghapus sumber yang menjadi solusi, pengeringan minyak dan lain sebagainya. Dewasa ini para pemakai tinta cetak menyadari sebaik-baiknya atas masalah yang dapat dipasok pada penggunaan tinta dengan pengepakan makanan. Pada akhirnya jika itu sampai dilakukan pengepakan dan atau interaksi makanan maka tuduhan bahan pengepakan jelaslah salah satu untuk beberapa pilihan lain yang harus dibuat.

2.      Jika bahan itu ada dalam pengepakan bahan atau bejana kemudian barang yang pertama kali harus diselidiki adalah tatacara pabrik pembuat yang digabungkan dengan pengepakan. Ini sudah dibahas. Jika bahan-bahan menjadi bagian intrinsik dari bahan packing (yaitu serat kayu yang berasal dari limbah kertas berkualitas rendah). Kemudian perubahan bahan pengepakan harus dibuat.

Deteksi Sumber Odour

Seperti yang terlihat bagaimanakah untuk mengenal sumber-sumber yang ditempatkan bila dapat mempertimbangkan metode dan pengenalan lokasi. Yang harus dipertimbangkan adalah metode identifikasi dan lokasi.

Tes Panel

Kebanyakan metode yang biasanya untuk tes dengan penggunaan seleksi panel. Dasar-dasar umum dalam seleksi panel-panel pada BS.3755:1964. Satu metode penilaian tainting adalah tes segitasi dimana tiga sample yang disajikan pada panel. Dua diantara panel-panel itu sama (contoh blank) dan lainnya adalah sample berdasarkan penyelidikan. Tes yang sama adalah tes duo-trio juga sample-sampel ini dinyatakan pada panel, salah satu yang dikenal dalam pengendalian. Pengendalian mempunyai odour dan panel yang ditayangkan untuk menjawab apakah sample-sampel itu lebih baik, lemah atau sama.

Satu metode yang istimewa dari penilaian sumber tainting adalah ketergantungan kepada yang dikenal sebagai serat odour. Kemungkinan sudah dicatat bahwa jika itu cukup berbahaya pada odour melalui rentang waktu yang cukup panjang, dan proses kelihatannya tidak terlihat secara sempurna. Jika suara itu atau bau diutamakan maka odour dapat dideteksi. Sekarang makanan yang telah terkena odour dari packingnya, tetapi packing itu meliputi kantong plastic film ke dalam karton yang dicetak. Tidak selalu mudah untuk mengenal off-odour yang utama dengan salah satu dari tiga kemungkinan sumber. Metode serat odour adalah sebagai berikut :

1.      Salah satu dati tiga sumber yang ada – katakanlah pilihan karton yang tidak dicetak – secara berulang-ulang sampai dengan odour tidak cukup lama untuk dideteksi.

2.      Makanan yang terkena off-odour adalah yang diproses. Jika odour itu dideteksi maka ada perbedaan odour dari tempatnya. Namun jika tidak ada odour yang dapat dideteksi maka harus ada hal yang sama pada bidangnya dengan penciuman yang intensif.

3.      Tes yang diulangi dengan sumber-sumber lainnya.

Dalam hal flavour, pengenalan itu biasanya diupayakan untuk penggunaan tes duo trio, dengan pengendalian isi sample-sampel tanpa adanya racun. Metode ini memerlukan pemikiran mengenai kemungkinan sebab-sebabnya.

Gas Chromatography

Bilamana seluruhnya tidak dikenakan maka metode yang sangat canggihpun harus dipakai dalam hubungannya dengan tes panel. Satu metode untuk menggunakan gas chromatography. Dalam memisahkan dan menganalisa komponen-komponen volasi packing. Ikatan volasi ini yang melewati langsung gas chromatography kolom pada tingkat variasi sehingga pengikat pemisahan dapat diproses pengaruh akhir kolom oleh panel. Reaksinya kemudian dapat dihubungkan dengan analisa. Analisa tergantung pengenalan berbagai macam kondisi puncak yang dicatat pada peralatan kertas. Metode itu yang diproses lebih sulit daripada suara karena :

  1. Kebanyakan odour dengan sendirinya tercampur.
  2. Kebanyakan kandungan-kandungan kimia menghasilkan serangkaian kondisi puncak pada chromatography.

Gas chromatography dapat juga dipakai dalam pengendalian bahan-bahan pengepakan. Standar yang sudah ditetapkan, kontaminasi itu biasanya diketahui pada alat chromatography.

PERLINDUNGAN ATAS MIKRO ORGANISME DENGAN PENGARUH INSECT

Pokok kerusakan mikro organisme dan insect yang dibunuh sepenuhnya dibahas pada bab 6 mengenai dasar-dasar pengepakan dan ini akan dipelajari selanjutnya.

Pada dasarnya ada dua aspek masalah. Satu aspek penelitian dari penurunan barang yang tidak terlihat dalam pengepakan dan metode oleh pengepakan yang dapat menurunkan atau menghapus penurunan tersebut. Aspek lainnya dari masalah itu adalah pengaruh mikro organisme dan insect pada pengepakan bahan itu sendiri.

Biasanya bagian masalah yang pertama dipecahkan oleh pembunuhan bakteri atau jamur yang ada pada makanan kemudian berjalan pada bahan-bahan pengepakan yang cukup baik guna mencegah kontaminasi selanjutnya. Yang perlu diingat bahwa atmosfir itu sendiri sudah jauh dari steril sehingga makanan yang berproses dari bentuk media pertumbuhan yang baik dalam mikro organisme yang biasanya harus disterilkan dengan pengepakan agar mencegah pengembangan dan pertumbuhan selanjutnya.

Biasanya ini lebih mudah karena sterilisasi yang pertama dan pengisian bejana-bejana yang steril berdasarkan kondisinya. Beberapa nilai pencapaian sterilisasi yang secara ringkas disusun dalam dasar-dasar pengepakan yang sepenuhnya menjadi pelajaran berikutnya.

Dimana produk yang disterilisasikan itu, pengaturan untuk mencegah pencernaan makanan dari mikro organisme yang segar. Plat timah dan kaca serta plastic semuanya mampu untuk mencegah bakteri dan jamur. Dalam hal makanan-makanan kering yang belum disteril maka pengaturan packingnya adalah untuk mencegah pencernaan mouisture yang dapat mengembangkan pertumbuhan mikro organisme. Namun yang perlu dicatat, dan bahkan isi mouisture produk, sebagai mana prosentase yang terlalu lemah untuk mendukung bakteri atau pertumbuhannya, konsentrasi mouisture setempat dapat terjadi langsung. Kondensasi tersebut dapat dihindarkan oleh penyimpanan barang pada temperature tertentu. Jamur juga memerlukan pertumbuhan oksigen, oleh karenanya satu cara untuk mencegah pertumbuhan jamur adalah menghindari bahaya oksigen dengan penggunaan pengepakan pemanasan. Makanan seperti daging dan lain-lainnya harus dipak dengan cara ini. Tentu saja pengepakan bahan itu harus dapat membawa gas yang baik untuk mencegah perubahan oksigen.

Kebanyakan bahan yang dipakai dalam pengepakan adalah untuk melawan mikro organisme dan insect. Perlawanan jamur bahkan dapat terjadi pada bahan-bahan yang tidak dengan sendirinya bahan-bahan yang bergizi. Dengan demikian perlawanan enzim yang dihasilkan oleh proses. Proses ini dapat berkembang terhadap kaca sehingga dapat menjawab masalah ini yaitu kebersihan. Kasus yang sama adalah pengkaratan alumunium oleh pembentukan asam untuk memproses pertumbuhan. Jamur dan bakteri berkembang akibat adanya perekat binatang. Ini tidak hanya yang menjadi dasar perekat juga penyebab kekaratan dimana label-label dapat ada pada bejana-bejana baja. Kayu, kertas dan bahan-bahan lainnya adalah bahan yang cukup baik untuk memproses pertumbuhan berdasarkan kondisi sehingga suhu di daerah tropis terhadap bahan ini harus menjadi salah satu mouisture ataupun pengaruhnya terhadap jamur. Jelaslah bahwa kertas dan serat kayu dalam hubungannya dengan makanan tidak dapat terpelihara dari pengaruh-pengaruh jamur yang biasa, yaitu kebanyakan adalah racun dan solusinya harus mencegah perkembangan moisture.

KESIMPULAN

Ketahanan kemasan akan mempengaruhi beberapa hal, yaitu :

  • Nilai perlindungan produk.
  • Kelancaran transportasi.
  • Penyimpanan jadi baik
  • Nilai tambah produk
  • Profit

Reference: Direktorat Jenderal Industri dan Dagang Kecil Menengah, Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Jakarta, 2003.

Adopted by : @_pararaja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s