Produksi Batu Padas Buatan dengan Batu Apung sebagai Bahan Pengisi

Anom Wiryasa

Jurusan Teknik Sipil, Universitas Udayana

Pembangunan di Indonesia pada umumnya dan di Bali pada khususnya semakin berkembang. Dengan meningkatnya pembangunan maka kebutuhan akan bahan bangunan akan meningkat pula, terutama batu padas. Dalam upaya mempertahankan “arsitektur tradisional Bali”, bahan-bahannya sebagian besar diambil dari bahan galian golongan C. Kondisi ini menyebabkan terjadinya pertentangan antara kepentingan pembangunan dan kepentingan penyelamatan lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengadakan ”rekayasa industri bahan bahan bangunan, khususnya teknologi pembuatan batu padas”, sehingga dalam jangka panjang akan dapat dibuat material baru berupa batu padas buatan dengan menggunakan batu apung sebagai bahan pengisi. 

Sasaran khusus yang hendak dicapai dalam penelitian ini ialah (1) memanfaatkan limbah batu apung (sisa hasil produksi batu apung yang tidak memenuhi mutu ekspor), (2) dapat memenuhi kebutuhan bahan bangunan, baik dari segi kuantitas maupun mutunya, (3) memberikan kontribusi terhadap beberapa segi pembangunan, yaitu mengurangi penggalian batu padas alam, upaya penyelamatan lingkungan, dan terciptanya lapangan kerja baru. 

Berdasarkan hasil pengamatan laboratorium, nilai interval kuat tekan rata-rata terbesar terletak pada proporsi campuran 1 : 6 dengan pewarna 3 (kombinasi warna kuning dan cokelat) dengan nilai 29.67-31.77 kg/cm2 dan nilai interval kuat tekan rata-rata terkecil pada proporsi campuran 1:10 dengan pewarna cokelat, dengan nilai 20.01-21.3 5 kg/cm2. Hasil ini menyiratkan bahwa material percobaan cukup memadai untuk dinding penyekat atau dinding ornamen. 

Dari hasil pengamatan secara visual di laboratorium terlihat bahwa kondisi fisik baik warna maupun tampilan teksturnya sudah mendekati batu padas alam. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan selama 8 bulan terhadap material buatan yang dipasang pada 3 kondisi alam yang berbeda, yaitu di daerah pantai, daerah pengunungan, dan daerah daratan, ternyata tidak terjadi kerusakan. Penerapan teknologi ke arah komersial sangat memungkinkan, karena bahan baku material buatan ini tersebar di seluruh Indonesia dan kebutuhan akan bahan bangunan yang cukup besar. Karena prinsip ilmu pengetahuannya sederhana maka proses alih teknologinya sangat mudah diterapkan pada masyarakat. 

Hasil penelitian ini merupakan bahan substitusi yang mempunyai beberapa kegunaan, yaitu (1) dapat dipakai sebagai bahan alternatif pengganti batu padas, batako, batu bata, dan lain lain, (2) dengan dapat digantinya batako dengan bahan alternatif ini maka efisiensi dalam penggunaan pasir dapat diwujudkan, (3) dapat memberikan alternatif lapangan kerja bagi masyarakat penggali batu padas, masyarakat di daerah tidak subur yang mungkin dikembangkan potensi alamnya ke arah material bangunan.

Adopted by : @_pararaja from Hibah Bersaing IV

 

 

3 thoughts on “Produksi Batu Padas Buatan dengan Batu Apung sebagai Bahan Pengisi

  1. terimakasih atas tulisannya,
    boleh tau ngak jurnal dari penelitian tentang pengolahan batu apung ini.. terima kasih..

  2. Kepada Yth : Direktur Marketing

    tolong di kirimkan no hfx untuk komonikasix, krn kami sedang aadakan pembangunan ruko di makassar.

    Terima kasih Basnyak

    Bahar Yayya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s