Prospek Energi Masa Depan

Artikel ini berisikan bahasan singkat mengenai prospek perkembangan energi untuk masa yang akan datang. Pembahasan diawali dengan ulasan singkat tentang perkembangan energi yang ada, yang kemudian dilanjutkan dengan ulasan tentang energi baru beserta prospeknya di masayang akan datang. Pembahasan diakhiri dengan studi tentang kebijakan penggunaan energi baru di Jepang. Disini akan kami jelaskan langkah-langkah pemerintah Jepang dalam menciptakan dan mempergunakan energi baru sebagai penganti minyak bumi.

1. Energi dan perkembangannya

Memasuki pertengahan abad 19, penggunaan sumberdaya energi berkembang sangat pesat. Dengan bertambah makmurnya kehidupan umat manusia, menunjukkan bertambah banyaknya jumlah penggunaan energi. Sampai dengan 40 puluh tahun yang lalu, energi yang dapat digunakan untuk 100 tahun, sekarang hanya cukup untuk memenuhi 15 tahun saja. Sudah barang tentu pemakai terbesar dari sumber daya energi ini adalah negara-negara maju. Negara-negara maju yang berpenduduk 1/4 dari jumlah penduduk dunia, mempergunakan 3/4 dari jumlah energi yang ada. Sebagai contoh, jumlah energi yang dipergunakan oleh satu orang warga negara Jepang adalah 5 kali dari satu orang warga negara Cina. Namun, sekarang tidak dapat dipungkiri lagi penggunaan energi oleh negara-negara berkembangpun semakin bertambah. Energi yang selama ini kita pergunakan umumnya berasal dari, minyak bumi, batubara, dan gas bumi. Semuanya ini berasal dari bahan bakar fossil, yang dimana kondisinya telah mencapai batas. Diantaranya adalah:

1.1 Batas persediaan

Hampir dari 85 % dari energi yang kita pergunakan adalah berasal dari bahan bakar fossil. Bahan bakar fossil yang berasal dari fossil makhluk hidup beberapa juta tahun yang lalu ini, akan kita pergunakan habis hanya dalam kurun waktu 200~300 tahun saja. Kalau kita pergunakan energi seperti kondisi sekarang ini, maka persediaan bahan bakar fossil yang ada sekarang adalah minyak bumi tinggal 40 tahun, gas bumi 63 tahun, dan batubara 231 tahun lagi.

1.2 Batas masalah lingkungan

Dalam penggunaannya bahan bakar fossil memiliki salah satu batas lagi, yaitu pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh material berbahaya yang dikeluarkan seperti NOx dan SOx, yang dapat mengakibatkan hujan asam dan pencemaran lainnya. Juga CO2 hasil dari pembakaran batubara untuk menghasilkan energi. Bertambah jumlah CO2 telah mengakibatkan tingginya kenaikan suhu permukaan bumi. Untuk mengatasi kondisi yang ada, sekaligus untuk memenuhi kebutuhan akan energi dimasa yang akan datang, eksistensi dari penemuan/pemakaian energi baru sangat diharapkan.

2. Energi baru

2.1 Energi alami

Sumber energi alami, yang sempat menghilang dengan adanya minyak bumi sebagai sumber penghasil energi. Muncul kembali dengan kemasan baru yang didukung oleh pesatnya ilmu pengetahuan dewasa ini. Kembalinya sumber energi alami, selain dikarenakan adanya keterbatasan pada sumber energi (minyak bumi), juga energi alami mempunyai sifat clean energi dan memiliki kemampuan yang tidak ada pada energi bahan bakar fossil yaitu daur ulang (recycle). Disisi lain, sumber energi alami juga merupakan alternatif terbaik dalam mengatasi keterbatasan energi, mengingat dari jumlah persedian dan keaneka ragaman bentuknya. Memelihara sumber daya alam dan memanfaatkan seluruh potensi yang ada juga merupakan cara yang tepat untuk memecahkan masalah energi ini. Berikut adalah energi alami, yang dalam perkembangannya menjanjikan terciptanya sumber energi baru guna memenuhi kebutuhan energi sekarang dan masa yang akan datang.

a. Matahari

Matahari dapat dikatakan sebagai sumber dari segala aktivitas kehidupan manusia di muka bumi. Selain menghasilkan energi panas dan energi cahaya, sirkulasi air dan angin untuk menghasilkan sumber daya energi pun terjadi karena adanya matahari. Demikian pula halnya dengan bahan bakar fossil seperti minyak bumi dan batubara terjadi berkat bantuan energi matahari. Dasar dari penggunaan energi matahari adalah penggunaan panas dan cahaya matahari. Beberapa contoh yang sudah ada adalah, pengunaan panas matahari dalam mesin penghangat air, mesin penghangat ruangan. Juga penggunaan cahaya matahari pada calculator, satelit, pembangkit listrik dan masih banyak lagi penggunaan lainnya. Diantara sumber energi alami yang ada, energi matahari inilah yang memiliki kemungkinan paling besar sebagai sumber energi, dibandingkan dengan sumber energi alami lainnya. Hal ini mengingat sumber energi matahari bisa dikatakan tidak terbatas (reaksi dari hidrogen menjadi helium pada permukaan matahari, yang merupakan sumber energi ini, diperkirakan terjadi untuk beberapa puluh juta tahun). Selain daripada itu, jumlah energi yang sampai dipermukaan bumi diperkirakan sekitar 1kW/m2, suatu jumlah yang tidak sedikit.

b. Angin

Salah satu dari energi alami yang termasuk kategori clean energi adalah tenaga angin. Sebagai contoh kita bisa melihat pembangkit listrik yang digerakkan oleh kincir angin di negara Belanda, pemakaian tenaga angin untuk sumber listrik di san francisco, Amerika, dll. Berbeda dengan energi matahari, energi tenaga angin ini dapat dihasilkan baik siang maupun malam, juga efisienci perubahan energi angin menjadi energi listrik cukup baik, sekitar 40 %. Walaupun dalam pengunaannya sangat dipengaruhi oleh tempat, arah angin dan terbatasnya kwantitas dari energi yang dihasilkan oleh sebuah kincir angin. Namun pesatnya perkembangan teknologi dalam penggunaan tenaga angin telah menunjukkan hasil yang memuaskan. Dalam beberapa tahun terakhir ini di Jepang, harga energi listrik yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga angin berkisar 16~25 yen/kWh, sekitar 1/2~1/3 dari harga energi listrik dari pembangkit listrik batubara.

c. Panas bumi

Energi panas bumi yang terdiri dari batuan dan air panas dihasilkan oleh magma panas yang berada di

pusat bumi. Dalam penggunaannya, energi panas bumi bukanlah hal yang baru. Di negara-negara yang banyak memilliki gunung berapi, energi panas bumi ini cukup dikenal. Di jepang sejak tahun 1915 energi panas dipergunakan sebagai sumber pembangkit tenaga listrik. Begitu pula halnya di kawah kamojang di jawa barat, Indonesia. Mengingat dalam penggunaanya hampir sama dengan pembangkit listrik dengan batubara (uap panas dipergunakan untuk menggerakkan turbin), juga jumlah persediaannya yang stabil. Besar sekali harapan kita akan kemajuan teknologi dalam penggunaan sumber energi panas bumi ini.

d. Laut

Melihat dari potensi laut yang demikian luas, bukan suatu hal yang berlebihan jika laut dapat dikatakan sumber energi yang sangat potensial. Berbagai bentuk sumber energi yang terdapat di dalam

laut, dapat kita bagi dalam tiga bagian. Bagian pertama adalah dasar laut dan dibawahnya. Kita bisa mendapatkan batubara, minyak bumi, natural gas dll. Bagian kedua adalah uranium, lithium dll. Sedangakan bagian ketiga adalah ombak, aliran air laut, perbedaan suhu dll. Dari pembagian di atas, Sumber energi yang dapat didaur ulang adalah bagian ketiga dimana sebagian besar dari penggunaan tenaga air laut sebagai sumber energi adalah, pembangkit listrik tenaga ombak, pembangkit listrik dari perbedaan suhu air laut dll. Dari kondisi dan data yang ada sekarang ini, menunjukkan bahwa penggunaan tenaga air laut sebagai sumber energi masih sangat sedikit. Hal ini dilihat dari segi ekonomi dan efisiensi masih jauh dari yang diharapkan. Namun kita tetap berharap, laut yang luasnya 70 % dari permukaan bumi ini, disuatu saat dapat menjadi sumber energi yang tengah kita butuhkan.

e. Air

Mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita kalau mendengar air sebagai sumber pembangkit tenaga listrik. Tenaga air adalah merupakan sumber energi yang clean dan bisa didaur ulang. Di negara kita sendiri, sebagian besar dari sumber pembangkit tenaga listrik adalah bertenaga air. Dibeberapa negara maju seperti Jepang, pada sekitar tahun 1965, air merupakan sumber pembangkit tenaga listrik utama. Yang kemudian mengalami penurunan dalam pengunaannya akibat kebutuhan energi yang semakin pesat. Namun permasalahannya sekarang bukan hanya dalam jumlah energi saja, persediaanya energi yang cukup, sedikitnya efek terhadap lingkungan, dan juga perlunya penganti bahan bakar fosil, perkembangan teknologi dalam penggunaan sumber energi bertenaga air ini sangat diharapkan.

2.2 Bentuk baru dari sumber energi

Sumber energi baru yang sama sekali berbeda bentuknya dengan yang ada sekarang ini adalah pemanfaatan energi yang selama ini dibuang (recycle energy), dan pemanfaatan energi yang ada dalam bentuk lain. Berikut beberapacontoh dari bentuk baru sumber energi:

a. Tenaga limbah

Peningkatan limbah domestik dan industri, juga pencemaran udara dll. adalah merupakan bagian dari permasalahan yang dihadapi sekarang. Namun apabila limbah itu kita manfaatkan sebagai sumber dari energi, dua masalah utama yaitu masalah lingkungan dan energi dapat kita selesaikan sekaligus. Beberapa tatacara dalam memanfaatkan limbah ini adalah pemanfaatan panas hasil pembakaran limbah untuk membangkitkan tenaga listrik atau pemanfaatan panas itu langsung untuk energi panas. Selain energi panas yang didapatkan dari limbah tadi, pemanfaatan energi panas yang terbuang selama proses produksi suatu perusahaan juga merupakan sumber energi yang tidak sedikit. Dengan perkembangan teknologi saat ini, pemanfaatan energi panas yang terbuang tidak terbatas pada suatu perusahaan namun mulai berkembang baik di perkantoran, subway dll.

b. Perbedaan suhu

Pemanfaatan perbedaan suhu dari air dan udara di permukaan laut, sungai, dan air tanah, juga merupakan sumber energi yang cukup. Sistem penghangat central yang dipergunakan dibeberapa kota besar di Jepang seperti Tokyo, Osaka, Fukuoka dll. Adalah merupakan contoh dari pemanfaatan energi panas dari perbedaan suhu air dan udara.

c. Co-generation

Pemanfaatan energi listrik dan panas secara bersamaan, co-gerneration. Merupakan suatu sistem energi yang memiliki effisiensi energi 70-80 %. Beberapa contoh pengunaan dari sistem co-generation

di dalam pabrik adalah steam turbine, gas turbine, diesel engine, gas engine dll. Di Jepang, dalam waktu dekat sistem co-generation akan dapat dikonsumsi oleh setiap rumah penduduk.

d. Fuel cell

Fuel cell adalah suatu pembangkit tenaga listrik yang dihasilkan dari reaksi electro-chemistry hydrogen dalam gas alam, gas methane dll. dengan oksigen dari udara. Yang memiliki efisiensi energi sekitar 40~50 %, dan apabila digabungkan dengan energi panas (co-generation) memiliki efisiensi energi sekitar 80 %. Selain daripada itu sedikitnya jumlah gas SOx, NOx yang dihasilkan. Polusi suara dan getaranpun bisa dikatakan tidak ada. Fuel cell ini sangat tepat sekali untuk dipergunakan untuk hotel, rumahsakit dan juga tempat tempat yang membutuhkan energi listrik dan panas secara bersamaan.

e. Clean energi car

Clean energi car adalah mobil yang mempergunakan listrik, gas alam, gas methane dan juga campuran dari gasoline dan yang disebut diatas (hybrid car), sebagai sumber motor penggeraknya. Dilihat dari perkembangannya mobil ini masih kurang menggembirakan. Setelah diawali dengan penjualan mobil hybrid , prius dari Toyota pada tahun 1997, jumlah mobil yang terjual baru 24.000 buah saja di akhir 1998. Hal ini dikarenakan harga dari mobil hybrid dan clean energi lainnya masih sekitar 1.2 ~ 3 kali dari harga mobil yang ada dipasaran. Namun diharapkan pada tahun 2010 mobil clean energi ini akan mampu mengantikan mobil diesel dan petroleum lainnya.

3. Kebijakan energi di Jepang

3.1 Kondisi energi saat ini

Pesatnya perkembangan perekonomian di Jepang telah mengakibatkan tingginya peningkatan konsumsi energi pada tahun 1960–1970. Namun hal ini tidak berlanjut lama, peristiwa “Oil shock” pada tahun 1973, telah membawa beberapa perubahan, terutama kesadaran akan penghematan energi. Semenjak tahun 1973 hingga sekarang (tahun 2000) penggunaan energi dalam bidang industri dapat dikatakan stabil. Hal ini sangat bertolak belakang dengan penggunaan energi oleh masyarakat dan transportasi. Pemakaian peralatan elektronik dan kendaraan bermotor telah mengakibatkan jumlah penggunaan energi tahun 1997 dua kali lipat tahun 1973. Akibatnya, jumlah total penggunaan energi di Jepang pada tahun 1997 adalah 1.4 kali tahun 1973. Menurut data tahun 1993, kemampuan Jepang untuk menyediakan energi sendiri hanya sekitar 18 % saja. Sebagian besar dari sumber energi Jepang,

berasal dari luar negeri. Terutama minyak bumi, bisa dikatakan seluruhnya adalah hasil impor. Sekitar

80 % dari minyak buminya berasal dari timur tengah. Tingginya ketergantungan Jepang akan luar negeri dan lemahnya persediaan energi dalam negeri, menyebabkan kepentingan akan penghematan energi dan penyediaan berbagai macam jenis energi, lebih banyak dibandingkan negara-negara lainnya. Selain daripada itu sebagai konsumen pemakai minyak bumi masalah pencemaran udara akibat dari gas NOx, SOx, begitu pula kenaikan suhu permukaan bumi akibat dari CO2 telah mendorong Jepang untuk bersegera dalam mencari pengganti minyak bumi sebagai sumber energinya.

3.2 Kebijakan energi baru

Pola dasar dari kebijakan energi Jepang adalah 3E yaitu, Economic growth, Energy security, Environmental protection. Dalam rangka untuk dapat mencapai 3E ini, diperlukan keseimbangan dari ketiga point tersebut. Untuk itu kebutuhan akan energi baru yang dapat menghemat sumber energi dan memiliki sedikit beban terhadap lingkungan adalah jawabannya. Undang-undang tentang pengembangan dan pemanfaatan energi pengganti bahan bakar fosil dibentuk tahun 1980. Yang kemudian dilanjutkan dengan pembentukan New energy and Industrial Technology development organization (NEDO) dan New Energy Foundation (NEF). Yang masing-masing dari tugasnya adalah NEDO, bertugas untuk menetapkan dan mengumumkan target dari sumber energi baru sekaligus pengembangan teknologi untuk mengolah sumber energi tersebut. Sedangkan NEF, berperan untuk memasyarakatkan sumber energi baru tersebut. Untuk dapat mempercepat program diatas pada tahun 1994 dibentuk perundangan tentang penggunaan energi baru dalam skala besar. Yang kemudian diperbaiki pada tahun 1998. Untuk mempercepat tercapainya program diatas, berikut tiga point utama dari energi baru yaitu:

– Reproduce energy (energi matahari, tenaga angin dll.)

– Recycle energy (pembangkit listrik tenaga limbah, dll.)

– Pemakaian bentuk baru dari energi yang ada (clean energy car, fuel cells, dll.).

Selain daripada tiga point diatas, penetapan bantuan dalam penggunaan sumber energi diatas, usaha untuk menurunkan harga dari masing-masing sumber energi, kerjasama yang erat dari seluruh unsur yang terkait (pemerintah, pengusaha dan masyarakat). Untuk energy panas bumi dan sumber energi air tidak termasuk dalam program ini. Mengingat kedua sumber ini telah banyak dipergunakan. Hasil dan target dari pengadaan energi baru diJepang bisa dilihat pada tabel-1.

4. Kesimpulan

Penyediaan energi baru sebagai usaha untuk mengganti/mengatasi kebutuhan akan energi pada masa kini dan yang akan datang adalah langkah tepat, yang dalam pelaksanaannya masih banyak memerlukan tahap-tahap aplikatif lainnya. Hal ini dapat dilihat dari kondisi penggunaan energi baru yang masih sedikit dirasakan oleh masyarakat luas. Untuk itu perkembangan teknologi dalam pengolahan dan pemanfaatan sumber energi yang ada adalah merupakan tantangan baru yang harus kita hadapi sekarang.

Daftar Pustaka

[1] New Energy Foundation, http://www.nef.or.jp

[2] New energy and Industrial Technology development organization, http://www.nedo.go.jp

[3] “Basic plans for Research & Development of Energy”, Science & Technology in Japan, Vol.14(15-2), 1995

[4] Energy-resources recycle, Creative chemical engineering course, 1996.

Created By :

Anto Tri Sugiarto1,2

1) Peneliti ISTECS-JP

2) KIM-LIPI Serpong, Indonesia

Adopted by : @_pararaja from DIMENSI

Vol. 4 No. 1 Juni 2001

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s