Potensi dan Produktivitas Gasbio dari Tempat Pembuangan Sampah Kota sebagai Sumber Energi Alternatif

Hibah Bersaing  

Penelitian ini bertujuan melihat produktivitas biogas dari degradasi sampah kota dalam beberapa kondisi, sebagai simulasi proses yang terjadi di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah dengan sistem landfill. Proses anaerob yang terjadi pada sampah di dalam landfill akan menghasilkan gasbio. Gas tersebut berpotensi menimbulkan ledakan bahkan kebakaran bila tidak dikelola secara baik. Penelitian ini dilakukan dalam reaktor bervolume sekitar 13 liter dan reaktor 196 liter. 

Hasil percobaan menunjukkan bahwa kelembapan memegang peranan penting. Hasil yang diperoleh secara umum menunjukkan bahwa kelembapan sangat berpengaruh pada proses pembentukan gas. Pada kelembapan sampah yang lebih tinggi (75%) gas metana (CH4) lebih mudah terbentuk. Produksi gas yang lebih tinggi juga diperoleh bila reaktor diinkubasi pada suhu yang lebih tinggi (37 oC). Hal-hal tersebut sangat berhubungan dengan lingkungan kehidupan bakteri yang secara alami akan mendegradasi sampah. 

Jenis sampah mempengaruhi kecepatan proses pembentukan gas metana. Sampah segar memerlukan waktu yang sangat panjang untuk membentuk gas metana dibandingkan sampah yang telah berumur berumur lebih tua (> 6 bulan). Akumulasi asam atsiri pada sampah segar yang sedang mengalami proses dekomposisi dalam fase asidogenesis berpengaruh pada lambatnya produksi gas metana. Resirkulasi lindi ke dalam media sampah dapat mempertahankan kelembapan sampah serta menambah produksi gas. Gabungan ketiga kondisi tersebut memberikan hasil laju pertumbuhan bakteri maksimum (µm) = 0,025, waktu retensi minimum (θ) = 39 hari, parameter kinetika (K) = 0,182 dan produksi gas Bo = 3,60 l/kg VS. Penambahan lumpur tangki septik pada sampah serta resirkulasi lindi ke dalam sampah memberikan hasil laju pertumbuhan bakteri maksimum (µm) = 0,015, waktu retensi minimum (θ) = 68 hari dan parameter kinetika (K) = 0,35 dengan produksi gas Bo sebesar 9,909 l/kgVS. 

Hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa sampah mempunyai potensi yang cukup baik untuk digunakan sebagai sumber energi yang murah, terutama pada saat kondisi anaerob telah dicapai, misalnya pada landfill yang sudah ditutup. Gas yang dihasilkan akan cukup banyak, mengingat sampah yang tertimbun di TPA sampah sangat besar jumlahnya.

Tri Padmi D, Sukandar, Enri Damanhuri, dan Tina M Gantina

Departemen Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Bandung

 

 

Diakses oleh : @_pararaja 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s