Merakit Instalasi Pemurni Air

Zeily Nurachman Guru biokimia, Kimia ITB

MAKHLUK hidup, khususnya manusia, tidak akan mampu bertahan tanpa air. Karena air merupakan salah satu elemen dasar kehidupan selain tanah, udara, dan api (cahaya). Air menjadi barang sangat berharga pada musim kemarau. Oleh sebab itu, orang berani membayar berapa pun untuk air, walau harga per liter air lebih mahal dari bensin.

BAGI MASYARAKAT yang mampu, semahal apa pun tentu tidak menjadi masalah. Namun bagi masyarakat miskin, ketidakmampuan mereka menjangkau harga air akan berdampak terhadap kesehatan mereka. < kesehatan terhadap berdampak akan air harga menjangkau mereka ketidakmampuan miskin, masyarakat bagi Namun masalah. menjadi tidak tentu pun apa semahal mampu, yang>

PAM yang seharusnya bisa menyediakan air bersih dengan harga terjangkau, ternyata tidak bisa diharapkan. Oleh karena itu, munculnya air minum isi ulang yang harganya bisa sepertiga air minum dalam kemasan, banyak mendapat sambutan masyarakat. Sayang, pengawasan yang harusnya menyertai pemberian izin tidak dilakukan sehingga banyak air minum isi ulang yang tercemar.

Untuk menjaga keselamatan sekaligus mereduksi biaya yang dikeluarkan untuk air, alangkah baiknya bila masyarakat bisa mempelajari dan membuat sendiri instalasi pemurni air.

Prinsip pemurnian air yang ada saat ini secara teoritis tidak banyak berbeda dengan apa yang telah dilakukan masyarakat zaman dulu seperti menggunakan pasir, ijuk, dan tawas. Namun, dengan perkembangan teknologi, instalasi dapat dikemas menjadi lebih sederhana dan praktis (bisa digantung di tembok) dengan kemampuan pemisahan lebih baik (lihat Gambar).

Sistem pemurni air

Kolom-kolom instalasi pemurni air bisa terbuat dari gelas, plastik, atau pipa paralon dengan diameter 5 cm dan panjang 50 cm. Lima buah kolom disusun secara seri dan antarkolom satu dengan kolom yang lain dihubungkan dengan selang plastik dengan diameter yang sesuai. Kolom terakhir ukurannya lebih kecil dan dihubungkan dengan alat pengukur hantaran atau tahanan. Alat ukur ini sifatnya tambahan, tetapi jika ada lebih baik karena kondisi sistem secara umum bisa diketahui.

Pemurnian air dimulai dari mencari sumber air baku yang layak. Sumber air baku bisa diperoleh dari sumur, mata air, sungai (di bagian hulu), atau air PAM, dengan tampak fisik tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa. Makin baik mutu air baku, makin ringan beban kerja sistem. Artinya, umur sistem akan lebih lama. Sebaiknya, air baku sebelum dimurnikan diperiksa pH-nya terlebih dahulu dengan menggunakan kertas pH. Hal ini dilakukan untuk memprediksi kolom mana yang bebannya akan lebih berat.

Untuk memurnikan, air baku dipompakan ke dalam kolom. Pompa yang digunakan tidak perlu dengan pompa dengan tekanan tinggi. Terkadang, kalau air PAM lancar atau ada bak penampung air yang letaknya lebih tinggi, air dari keran bila langsung di alirkan ke kolom. Usahakan menggunakan laju alir selambat mungkin agar proses pemisahan sempurna.

Matriks pada kolom pertama adalah karbon aktif atau arang. Pada tahap ini, kotoran, partikel-partikel besar, atau molekul-molekul organik akan diserap oleh karbon aktif. Makin kecil ukuran matriks, makin besar kemampuannya dalam mengikat partikel.

Tahap pemurnian berikutnya adalah pemisahan molekul- molekul yang bermuatan (positif dan negatif), berturut-turut dengan menggunakan resin penukar kation dan resin menukar anion. Pada kedua tahap ini, ion-ion logam, nonlogam, dan protein dipisahkan.

Tergantung keperluan

Bila hasil pemurnian air digunakan hanya untuk air minum, maka resin dengan kualitas teknis sudah memadai. Tetapi bila air digunakan untuk keperluan medis, misalnya untuk injeksi atau larutan infus, maka perlu resin berkualitas pro-analisis (high grade). Resin-resin penjernih air bisa diperoleh dari toko kimia.

Sebelum dipakai, resin harus diaktifkan terlebih dahulu. Untuk resin penukar kation diaktifkan dengan mencucinya dalam larutan asam klorida 6 M, sedangkan untuk resin penukar anion natrium hidroksida (soda api) 6 N. Resin aktif memiliki pH sekitar 7.

Setelah melalui resin, air dimurnikan lebih lanjut di dalam matrik penyaring. Di sini, partikel-partikel yang tidak terpisahkan pada kolom-kolom sebelumnya akan disingkirkan. Matriks yang digunakan adalah membran sintetik atau zeolit. Zeolit bisa ditemukan di alam. Daerah-daerah yang memiliki kualitas air baku baik biasanya kaya akan zeolit. Ini bisa diamati dari nama daerah tersebut, misalnya Ciamis (air manis) untuk Jawa Barat.

Tahap akhir pemurnian, adalah penyaringan makhluk halus misalnya bakteri. Di sini dipakai membran nitroselulosa yang mempunyai ukuran diameter pori sebesar 0,2 mikrometer. Karena bakteri berukuran sekitar 100 mikrometer, maka makhluk halus ini secara otomatis bisa disingkirkan. Tahap terakhir ini bisa disebut juga sebagai tahap sterilisasi. Air yang keluar dari sini adalah air sehat yang bisa langsung diminum.

Untuk mengetahui kualitas air maka bisa dilihat dari alat ukur hantaran atau hambatan dan pH larutan. Bila hambatan besar (lebih besar dari 18,3 Megaohm cm) dan pH netral, maka kualitas air setara dengan aquabides dengan tingkat kemurnian 99,99 persen. Selayaknya tiap-tiap rumah sakit di Indonesia, khusus untuk keperluan operasi, memiliki instalasi pemurni air jenis ini agar tidak ada pasien terjangkit penyakit lain gara-gara air.

Untuk keperluan rumah tangga, air dengan hambatan sampai 5 Megaohm cm masih layak dipakai. Di sini air mengandung masih dalam jumlah kecil mineral misalnya kalsium, magnesium, natrium, kalium, silikon, klorida, sulfat, atau karbonat. Namun perlu diperiksa agar kadar mineral tidak melebihi 130 mg/l. Untuk daerah Bandung dan sekitarnya, Laboratorium Kimia Analitik ITB bisa membantu mengidentifikasi jenis dan kadar logam yang terlarut dalam air.

Perawatan

Seperti dijelaskan di atas, umur sistem tergantung dari masukan air baku. Misalnya, kalau sumber air baku dari daerah berkapur atau daerah bekas sawah, maka umur resin penukar kation menjadi lebih pendek. Ini bisa dilihat dari pH matrik setelah selang waktu tertentu menjadi lebih basa.

Sebaliknya, jika sumber air dari daerah rawa yang relatif lebih asam, maka beban resin penukar menukar anion lebih berat. Kesemuanya bisa diperiksa dengan mudah dengan menggunakan kertas pH atau daya hantar larutan.

Jika harga pH mendekati harga limit jenuh resin, maka resin tidak bisa dipakai. Namun, resin masih bisa diregenerasi/dipakai ulang. Caranya adalah dengan mencucinya seperti cara mengaktifkan resin di atas.

Untuk kolom yang berisi karbon aktif sebaiknya diganti setiap tiga bulan sekali, dan filter nitroselulosa diganti setiap setahun sekali. Sedangkan kolom filtrasi kasar diganti bila tekanan air dirasa lebih besar. Ini menunjukkan bahwa kolom telah tersumbat oleh partikel.

Di Laboratorium Biokimia ITB misalnya, telah dirakit dua buah unit pemurni air hanya sampai kolom resin. Sampai tahap tersebut, ternyata telah mampu mengubah air baku PAM menjadi air yang setara dengan aquades. Kualitas tersebut sudah cukup untuk keperluan rutin termasuk membuat media pertumbuhan bakteri. Bila ditambah dua kolom berikutnya maka sudah layak menjadi air langsung minum.

Keuntungan lain dari penggunaan sistem pemurni air ini adalah penghematan waktu dan energi, karena tidak perlu lagi merebusnya. Untuk keluarga yang terpaksa harus diet garam/mineral karena penyakit jantung atau ginjal misalnya, maka sistem pemurnian air di atas bisa membantu.

Selamat mencoba.

Diakses oleh : arifin_pararaja

 

10 thoughts on “Merakit Instalasi Pemurni Air

  1. Duh terima kasih banget atas informasinya…
    saya akan mencobanya untuk pembuatan Demineralized Distilled Water

    sekali lagi terima kasih … !!!

  2. tolg kasi model rancangannya donk. karena di tempat gua airnya sulit dan biasanya asam karena diwilayah bergambut.please help me

  3. Salam kenal Ibu,

    Boleh dikasi tau gambar instalasinya Bu? ato kalo ada dalam bentuk barang jadi boleh dibeli dimana dan harganya berapa? soalnya bahan pemurni air harganya mahal.
    Trima kasih

    Salam

  4. Salam kenal Ibu,

    Bisa kirim gambar/skets untuk filter air yang mengandung kadar kapur yang tinggi.

    terima kasih,
    salam
    dave

  5. infonya sangat menarik,skema dan peralatannya tolong di kirim ke alamat email saya agar saya dapat merakitnya sendiri untuk kebutuhan rumah tangga saya ,trims

  6. Terima Kasih atas infonya. Tolong rangcangan gambarnya di info trus dimana saya bisa dapat pemisahan molokl-molokul(positif dan negatif).

    Untuk catatan didaerah saya (sawangan) air banyak mengandun besi.

    Terima kasih infonya.
    Paulo

  7. Nazava saringan Air sudah memasakan pemurni Air Nazava di Indonesia harga mulai dari 85 000 cukup untuk memurnikan 7000 liter atau 350 galon. Tidak usah masak, tidak pakai listrik dan menyediakan air yang 100 % aman untuk diminum. Lebih banyak info Anda dapat di http://www.nazava.com (Nazava Saringan Air / Nazava Water Filters)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s