Model Transportasi Angkutan Umum dalam Usaha Mengatasi Masalah Kemacetan (Studi Kasus di Kota Bandung)

Ofyar Z Tamin

Departemen Teknik Sipil, Institut Teknologi Bandung

Angkutan umum sering dituduh menjadi penyebab kemacetan pada hampir semua kota besar di Indonesia. Kesemrawutan dan kemacetan lalu lintas di kota Bandung, 75% didominasi oleh angkutan umum. Salah satu penyebab ialah tidak terdapatnya perencanaan rute ‘mendalam’ serta ‘menyeluruh’ yang mencakup semua segi yang terlibat seperti pola tata guna lahan, jaringan jalan, penyebaran penduduk dan kebutuhan pergerakan, sistem operasi, dan tingkat pelayanan. Hal ini jelas menambah permasalahan kemacetan yang ada seperti tumpang tindihnya rute, jumlah armada yang terlalu besar, tingkat pelayanan yang rendah, dan waktu tempuh yang lama yang menyebabkan rendahnya efektifitas, efisiensi, serta pelayanan angkutan umum tersebut. 

Dalam menetapkan rute angkutan umum, pemerintan selama ini belum menemukan perangkat bantu yang dapat dipakai dalam memecahkan masalah yang dipandang cukup rumit dan menyangkut kepentingan umum. Sampai saat ini pemerintah masih menggunakan metode ‘coba-coba’ (trial and error), sehingga studi ini bertujuan menyusun (1) model perencanaan transportasi angkutan umum yang ‘mendalam’ dan ‘menyeluruh’ untuk kota Bandung dan kota-kota lainnya yang memperhitungkan semua segi yang terlibat di dalamnya, dan (2) model perencanaan transportasi angkutan umum yang berlaku ‘umum’ (general) serta dapat diterapkan langsung ke kota-kota besar lainnya di Indonesia

Penelitian ini menghasilkan suatu konsep perencanaan rute angkutan umum yang dapat digunakan untuk merencanakan rute optimum angkutan umum. Konsep tersebut terdiri atas gabungan beberapa metode analisis (matematis dan grafis) yang harus dilakukan secara berurutan sebagai berikut: (1) metode analisis optimasi dilakukan dengan bantuan suatu paket program MOTORS untuk mendapatkan rute optimum sesuai dengan kriteria yang diinginkan, yaitu terpendek, tercepat, atau termurah, (2) metode analisis superimpos yang menggabungkan segi terkait seperti pola pergerakan penumpang, tata guna lahan, penyebaran penduduk, jaringan jalan, dan daerah pelayanan dengan rute optimum yang dihasilkan metode analisis optimasi, dan (3) metode analisis multikriteria untuk menentukan rute terbaik sesuai dengan user preference, operator, dan pemerintah dengan kinerja evaluasi yang digunakan meliputi waktu tempuh, panjang rute, V/C ratio, dan overlapping route.

Konsep perencanaan rute optimum angkutan umum ini akan dapat meningkatkan efisiensi dan tingkat pelayanan angkutan umum yang ada.  Konsep ini akan menguntungkan semua pihak yang terkait (pemerintah, penumpang, operator/swasta), serta dapat mengurangi tumpang tindih berbagai jenis pelayanan angkutan umum. Meningkatnya pelayanan angkutan umum dalam bentuk luas daerah pelayanan serta waktu tempuh, akan dapat menyebabkan peralihan penggunaan mode transportasi dari kendaraan pribadi ke angkutan umum yang jelas akan meningkatkan efisiensi penggunaan ruang jalan yang ada dan sekaligus mengurangi kemacetan.

Diakses oleh : arifin_pararaja dari Hibah Bersaing II

 

2 thoughts on “Model Transportasi Angkutan Umum dalam Usaha Mengatasi Masalah Kemacetan (Studi Kasus di Kota Bandung)

  1. Info yang menarik nih Bos. klo bisa di lengkapi infonya, akan lebih bagus lagi. Di tunggu kunjungan balasannya ya. Mo melanjutkan blogwalking lagi. Salam Hangat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s