Peningkatan Produktivitas Ternak Domba melalui Program Perbaikan Mutu Genetik dan Penerapan Teknologi Bioreproduksi

Hibah Bersaing I

MI Sri Wuwuh, I Sumeidiana, E Kurnianto, B Sutiyono, RS Bachoer, E Tantini S, Y Supriondho, dan Soedarsono

Jurusan Produksi Ternak, Universitas Diponegoro

Ternak yang memiliki mutu genetik tinggi, baik untuk sifat produksi maupun sifat reproduksi akan mempunyai tingkat produktivitas lebih tinggi dibandingkan rataan populasi. Domba ekor tipis (DET) ialah komoditas ternak yang akan ditingkatkan mutu genetiknya, karena DET mempunyai pertambahan bobot badan dan sifat prolifik lebih rendah daripada domba ekor gemuk (DEG). Bangsa domba yang akan digunakan untuk memperbaiki mutu genetik DET ialah DEG. Bangsa domba yang akan dikembangkan ialah domba hasil persilangan antara DET dengan DEG. 

Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan mutu genetik sifat produksi dan reproduksi sebagai akibat dari hasil persilangan antara pejantan DEG dengan betina DET, atau sebaliknya, di samping untuk mengetahui keberhasilan penerapan teknologi bioreproduksi pada ternak domba. 

Penelitian ini terdiri dari 5 tahap.  Pada tahap I dilakukan survei di Kabupaten Situbondo, Kota Semarang, dan Kabupaten Semarang yang bertujuan mengetahui sifat produksi dan reproduksi DET dan DEG yang dipelihara oleh masyarakat pedesaan. Data yang diperoleh digunakan sebagai bahan pertimbang-an dalam menentukan ternak yang akan digunakan pada penelitian berikutnya. Hasilnya menunjukkan bahwa ukuran bobot badan, tinggi pundak, panjang, lebar, dan tebal ekor DEG di Kabupaten Situbondo lebih tinggi daripada DET di Kota Semarang maupun Kabupaten Semarang. Pengetahuan peternak akan perkem-bangbiakan dan tatalaksana pemeliharaan cukup baik. Pada umumnya peternak belum memperhatikan masalah bibit.

Penelitian tahap kedua bertujuan mengetahui ciri fenotipe dan sifat reproduksi DEG yang berasal dari Kabupaten Situbondo dan DET dari Kabupaten Semarang. Data yang diperoleh digunakan sebagai dasar pada penelitian tahap berikutnya. Hasilnya menunjukkan bahwa berdasarkan hasil pengamatan ciri fenotipik, DEG dan DET digolongkan sebagai ternak bibit. DEG dan DET mempunyai siklus berahi dan lama berahi yang normal. Mutu semen DEG dan DET memenuhi syarat untuk inseminasi buatan (IB). 

Penelitian tahap ketiga bertujuan mengetahui sifat reproduksi induk generasi-0 (G0) dan penampilan produksi anak domba generasi-1 (G1) hasil persilangan antara betina DEG dan pejantan DET, atau sebaliknya, sampai umur 60 hari. Tujuan lain ialah mengetahui keberhasilan teknologi bioreproduksi yang meliputi penyerempakan berahi dan IB. Hasilnya menunjukkan bahwa induk DEG dan DET mempunyai reproduksi yang normal. Teknologi bioreproduksi yang meliputi penyerempakan berahi dan IB berhasil dengan baik. Anak domba hasil IB antara betina DEG dan pejantan DET, dan sebaliknya, menunjukkan penampilan produksi yang sama sampai dengan umur 60 hari.

Penelitian tahap berikutnya bertujuan mengetahui penampilan sifat produksi dan reproduksi domba G1 umur 3 sampai 12 bulan, dan mengevaluasi penampilan produksi domba generasi-2 (G2) sampai umur 5 bulan. Hasilnya memperlihatkan bahwa mutu genetik sifat produksi dan reproduksi domba G1 meningkat. Pada G1 ternyata domba hasil persilangan antara betina DEG dan pejantan DET, atau sebaliknya, dapat meningkatkan mutu genetik DET untuk sifat bobot badan 6.1% dan 2.4%. Peningkatan mutu genetik untuk sifat pertambahan bobot badan sebesar 8.6% dan 6.4%. Peningkatan mutu genetik untuk volume semen dan penurunan abnormalitas sperma masing-masing sebesar 15.9, 22.8, 41.4% untuk domba hasil persilangan antara betina DEG dan pejantan DET. Sementara domba hasil persilangan sebaliknya memberikan hasil 11.3, 16.6, dan 36.5% untuk sifat yang sama. Peningkatan mutu genetik untuk lama berahi, jumlah korpus luteum, angka kebuntingan, masing-masing sebesar 10.1, 27.8, 10.8, dan 6.67% untuk domba hasil persilangan antara betina DEG dan pejantan DET. Sementara untuk domba hasil persilangan sebaliknya masing-masing 4.6, 5.6, dan 3.1%. Pada G2 peningkatan mutu genetik untuk sifat pertambahan bobot badan 3.46% dan 15.19% untuk domba yang mempunyai komposisi darah 75% DET dan 75% DEG. 

Diakses oleh : arifin_pararaja 

One thought on “Peningkatan Produktivitas Ternak Domba melalui Program Perbaikan Mutu Genetik dan Penerapan Teknologi Bioreproduksi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s