KUNCI SUKSES ENTREPRENEUR

Paulus Winarto

Kedewasaan seorang entrepreneur amat ditentukan oleh sebarapa tegar ia menghadapi tantangan-tantangan yang datang. Ia tak mudah putus asa meski jatuh berkali-kali. Ketika jatuh, ia segera berdiri dan melihat masalah yang dihadapinya sebagai jalan menuju kesuksesan berikutnya. Risiko baginya adalah bibit kesuksesan bukan musibah.

Dalam menghadapi berbagai risiko, seorang entrepreneur unggulan harus memiliki sejumlah tips sehingga ia lebih mudah merefleksikan risiko di depan mata guna mencari jalan keluarnya. Salah satu tips menjadi entrepreneur unggulan dicetuskan oleh dari pakar manajemen bisnis, Dr. Rhenald Kasali. Menurutnya, ada 5 prinsip penting yang harus dipegang agar seseorang entrepreneur bisa sukses berwirausaha, yaitu:

1. Reputasi
Senantiasa menjaga reputasi (nama baik). Hal ini amat penting sebab tanpa nama baik tidak mungkin kita mendapatkan kepercayaan orang. Tidak ada kepercayaan, tidak ada bisnis.

2. Tumbuh dari bawah.
Sukses tidak mungkin dicapai dalam semalam. Sukses senantiasa dimulai dengan langkah kecil bahkan dari nol. Tentu titik nol bagi setiap orang tidaklah sama. Sebagai contoh, jika kita pernah kuliah atau bekerja maka setidaknya kita sudah punya jaringan dan pengetahuan dasar atau paling tidak cara berpikir yang lebih maju dibandingkan mereka yang belum pernah kuliah atau kerja.

3. Konsentrasi.
Jika kita telah memutuskan untuk masuk ke bidang tertentu maka kita harus fokus dan berkonsentrasi. Jangan satu belum beres, sudah mau memulai bidang yang lainnya. Konsentrasi juga menuntut ketekunan kita. Percayalah, di dunia ini tidak ada yang bisa mengalahkan ketekunan. Jangan mudah putus asa!

4. Anti kerumunan.
Tidak terjun ke tempat atau bidang yang telah banyak dimasuki orang (bukan pengikut) kecuali mampu memberikan nilai lebih yang membedakan kita dengan pemain sebelumnya. Misalnya kualitas produk yang lebih baik dan lebih murah dari pesaing. Maka alangkah baiknya jika kita memulai sebuah bisnis bukan dengan motivasi latah atau sekadar ikut-ikutan saja. Ciptakan sesuatu yang berbeda!

5. Modal hanya pelengkap.
Hampir semua orang yang saya temui menyatakan mereka sebenarnya ingin berwirausaha hanya saja ada kendala modal uang. Mereka berpikir untuk memulai suatu usaha harus ada modal besar, berbentuk PT, punya kantor, sekretaris, dsb. Padahal kita bisa mulai dengan modal sangat kecil atau mengajukan pinjaman ke pihak lain (bank, kenalan atau saudara).
Jika cerdas, kita bisa memulai suatu usaha tanpa modal uang sama sekali. Misalnya dengan sistem titip jual (konsinyasi).

Selanjutnya, untuk memulai suatu usaha ada tips menarik dari Purdi Chandra, entrepreneur sukses yang juga pemilik Primagama Group. Menurutnya, kunci sukses seorang entrepreneur terletak pada keberanian untuk memulai usaha. Mengambil langkah pertama (first step)! Sikap ini oleh Purdi dinamakan Entre-Q (entrepreneur qoutient). Tentu bukan asal berani tapi keberanian yang penuh optimisme. Purdi mengatakan, banyak orang di negeri ini yang kaya ide tapi miskin keberanian. Ya, akhirnya mereka tak pernah jadi kaya. HaPurdi memperkenalkan tiga kata kunci untuk memulai suatu bisnis: BODOL (Berani, Optimis, pakai Duit Orang lain), BOTOL (Berani, Optimis, pakai Tenaga Orang Lain), dan BOBOL (berani, optimis, pakai sistem Bisnis Orang Lain/ meniru Bisnis Orang Lain).

Memang tidak mudah mendapatkan dana dari orang lain, termasuk dari bank. Kita harus bisa meyakinkan orang yang punya uang bahwa usaha kita akan lebih menguntungkan daripada uangnya ditabung di bank. Jadi bukan kita saja yang harus yakin tapi juga investornya.

Memakai duit orang lain dalam memulai usaha, menurut Purdi, justru amat menantang karena ada kewajiban untuk mengembalikannya tepat waktu. Lagipula kalau duit orang lain yang dipakai maka secara logika spritual yang mendoakan supaya usaha sukses tidak hanya kita, tapi keluarga yang punya uang. Baginya, utang ibarat darah entrepreneur. Siapa pun yang ingin besar harus berani berutang tapi harus lewat perhitungan matang.

Selanjutnya, mengenai BOTOL, Purdi sendiri telah menerapkannya yakni dengan membuka restoran Padang. Karena tak tahu seluk beluk masakan Padang, ia lantas merekrut koki restoran Padang ternama. Tugas Purdi hanya sebatas menentukan standar kualitas, mengawasi dan “terima setoran”.

Untuk BOBOL, Purdi menyarankan untuk meniru sistem yang sudah sukses, misalnya waralaba. Atau untuk jenis produknya, bisa meniru yang sudah sukses dengan melakukan sedikit inovasi. Bukan mustahil, kita yang datang belakangan bisa lebih sukses dari pendahulu kita jika memang kualitasnya lebih baik dan harganya lebih murah.

Jadi menurut Purdi, seorang entrepreneur harus bisa memanfaatkan waktu, tenaga (ketrampilan) dan duit orang lain untuk mencapai kesuksesan. Artinya, yang fokus dalam berusaha bukanlah si pengusahanya melainkan para profesional yang bekerja padanya. Tentu saja para profesional ini bisa jadi lebih pandai darinya. Agar para profesional ini tidak lari, Purdi punya satu jurus: besarkan radius kepercayaan mereka. Salah satunya dengan cara berikan saham kosong atau profit sharing.

Purdi sepengamatan saya memang manusia unik. Ia seringkali tampil nyeleneh tapi jika direnungkan lebih jauh resep yang diberikannya memang mujarab. Paling tidak, Purdi sendiri telah membuktikannya. Sekarang, beranikah kita mengikuti jalan yang dibuat Purdi atau malah menciptakan jalan sendiri yang benar-benar baru?

Diakses oleh : arifin_pararaja

One thought on “KUNCI SUKSES ENTREPRENEUR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s