RAMBUT SEBAGAI ALAT IDENTIFIKASI

Pada kasus-kasus criminal yang menyangkut tindakan kekerasan seperti pembunuhan, pemerkosaan, perkelahian, pengguguran kandungn dan lain-lain, sangat diperlukan untuk ketelitian penyidik ditempat kejadian peristiwa (TKP). Untuk memperhatikan adanya benda-benda kecil yang berasal dari manusia ataupun jasad hidup lainnya, yang dapat membantu penpengusutan suatu perkara.

Ada peribahasa yang mengatakan, “ all fleshis grass “, iniberarti bahwa unsur-unsur yang dijumpai didalam bumi dan angkasa, dapat juga ditemukan pada tubuh manusia. Hal inimemberi implikasi bagi kita untuk mencari dan mengukurnya.

Pada tempat kejadian peristiwa sering dijumpai benda-benda ataupun zat-zatyang sedikit autaupun kecil adalah bercak-cak darah, bercak-cak cairan mani (semen), air ludah, rambut ataupu jaringan tubuh lainnya pada tubuh sikorban, sipelaku kejahatan maupaun di sekitart tempat kejadian peristiwa. Bahan-bahan ini dijumpai dalam jumlah yang sangat sedikit, tetapi semakin cermat dan terrampil seseorang, ahli, semkin banyaklah dapat diungkapkan bebagai hal sangat berarti.

Dalam tulisan ini dapat membatasi diri untuk mengungkapkan rambut yang berasal dari manusia saja. Pemeriksaan rambut ditemui pada tempat kejadian peristiwa, pada senjata, pakaian dan lain-lain. Pada kasus kejahatan seksusal terutama pameriksaan bestiality sering kali pemeriksan rambut di perlukan dan memegang peranan sangat penting. Pemeriksaan rambut yang teliti dapat mengungkapkan, apakah rambut berasal dari tubuh si korban sendiri, rambut sitersangka ataupun bukanlah rambut manusia.

CARA PEMERIKSAAN RAMBUT

Pada pemeriksaan rambut haruslah di perhatikan hal- hal pokok sebagai berikut :

1. Struktur rambut

Disini ditentukan terlebih dahulu apakah yang di periksa itu benar-benar rambut atau hanya serat lain.

2. Bila benar rambut, hendaknya diselidiki asalnya, ataukah rambut manusia atau binatang .

3. Bila rambut berasal dari manusia , hendaknya dapat ditentukan :

Suku bangsa ( Race )

Jenis kelaminya

Situasi dan hal-hal lain suatu kejadian

4. Apakah kejadian ada hubungan dengan kejahatan

5. Bila rambut jenazah, kemungkinan dapat ditentuksan namanya sesuda kematian .

STRUKTUR RAMBUT

Rambut terdiri dari akar rambut (root, bulb atau knob), batang rambut ( =shaft) dan ujung rambut (=tip).

Struktur rambut manusia maupun hewan terdiri dari bagian kutikula, korteks dan medulla. Kutikula (cutikula) adlah zona yang paling luar terdiri dari sisik-sisik keratin dan mempunyai bentuk yang tertentu. Pada manusia sisik-sisik itu rata (flat).

Korteks (Cortex) adalah bagian dari zona tengah dengan ketebalan yang vermacam-macam dan terdiri dari serat-serat keratin yang memanjang dan mengandung bentuk yang tetentu. Inilah yang memberikan warna pada rambut.

Medulla (medullary canal, central shaft ) adalah zona yang palinh dalam. Pada binatang bagian ini terdiri dari banyak benar zat pigmen. Medulla ini biasanya sempit, kadang-kadang tidak ada atau terputus-putus.

Akar rambut mempunyai bentuk yang serupa dengan rambut, kecuali bentuknya lebih besar. Ujung rambut melancip dan biasanya non medullated.

Pada serat (liber) tidak didapati kutila sama skali, terutama serat sintetik biasanya homogen.

Pada pemeriksaan mikroskopik, penampung melintang serat tidak mempunyai kutila dan tidak ada bentuk yang dapat diperbandingkan dengan rambut.

PEMERIKSAAN ASAL RAMBUT

Dari rupa kutila dan medulla, bentuk relatif dari medulla dan koteks dan dari penampang-penampang melintang dari pada rambut, dapatlah diduga asal rambut.

Disini dicantumkan perbedaan rambut manusia dan rambut binatang.

Rambut manusia Rambut binatang

1. Perabaan Halus dan tipis Kasar dan tebal

2. Kutila Sisiknya kecil, rata Sisik besar, bentuk serrated dan sekitar polyhedral, berombak batang rambut padat dan sekitar batang rambut tidak padat

3. Medula Sempit, kadang-kadang Lebar, selalu ada dan tidak ada, terputus-putus kontinu atau kontinu.

4. Korteks Tebal, 4-10 kali lebar Tipis, jarang sekali sam medulla pai dua kali lebar medulla.

5. Pigmen Lebih banyak dipinggir Bentuk seragam (uniform) korteks letak ditepi atau di tengah

6. Tes preciptin Khas untuk manusia Khas untuk binatang

IDENTIFIKASI RAMBUT

Data-data penting yang dapat dikumpulkan untuk maksud identifikasi rambut termasuk :

1. Suku bangsa (race)

2. umur

3. Jenis Kelamin

4. Lokasi Rambut

5. Hal penting lainnya.

1. Suku bangsa

Menurut Parikh hal ini sering dapat dikenal dari :

Warna rambut

Panjang rambut

Bentuk dan susunan rambut


Walaupun demikian ingin kami kemukakan di sini, bahwa hal ini tidaklah mudahlah mengingat banyakknya perkawinan antar suku bangsa, sehingga tidak lagi memberikan rambut yang khas.

Rambut orang Indian biasanya :

Berwarna hitam

Panjang dan halus

Rambut orang cina dan jepang biasanya :

bewarna hitam

panjang dan tebal

Rambut orang Negro biasanya :

seperti wol

pendek dan kriting

Orang Negro menata rambutnya dalam bentuk spiral, sedangkan suku bangsa lainnya membiarkan lurus saja. Pada penampang melintang, rambut yang ditata spiral menunjukkan bentuk bulat lonjong (oval) atau rata, sedangkan rambut yang lurus bentuknnya melingkar (circular).

2. Umur

Hal ini kadang-kadang dapat ditentukan dari pemeriksaan rambut. Rambut lanugo bayi baru lahir adalah halus, lunak, seperti kapas, tidak berpigmen, tidak mempunyai medulla dengan pinggir yang licin dengan sisik rata rambut ini akan diganti dengan rambut yang kurang halus, berpigmen, bermedulla dan bentuk yang lebih kompleks.

Pertumbuhan rambut pada daerah ketiak dan kemaluan dapat diperkirakan umur seseorang.

3. Jenis Kelamin

Penentuan jenis kelamin seseorang dimungkinkan dengan mempelajari seks-chromatin dari sel-sel rambut kepala. Sebagai tambahan, jambang dan kumis pri adalah rambut yang dapat dipastikan berasal dari pria.

Sifat dan distribusi rambut dapt juga membantu penentuan jenis kelamin. Rambut pada umumnya tebal, lebih kasar dan lebih berat dari pada rambut wanita.

4. Lokasi rambut

Rambut dari bagian tubuh yang berlainnan kadang-kadang mempunyai bentuk khas, seperti rambut kepala, rambut ketiak, rambut kemaluan, kumis, rambut mata seperti lukisan dibawah ini :

  • rambut kepala panjang dengan ujung yang rata, ujungnya seiring tumpul, karena dipangkas secara teratur dan membulat kembali setelah seminggu dipangkas. Biasa diberi minyak rambut sehingga dapat diduga rambut kepala. Juga sering jumpa zat pewarna kepada rambut pewarna kepala. Rambut kepala mempunyai penampang melintang yang berbulay lonjong atau melingkar.
  • rambut ketiak dan rambut kemaluan pendek, gemuk, bergelombang dan keriting. Diameternya silih berganti membesar mengecil panjang rambut .
  • rambut ketiak menunjukkan lapisan yang penuh lemak dibawah pemeriksaan mikroskop, disebabkan ekskresi sudorifiric.
  • Kumis berpenampang melintang sgitiga.
  • Rambut mata berbentuk fusfiform dan mempunyai ujung yang halus.


5. Hal penting lainnya

Pemeriksaan rambut adalah sangat penting untuk identifikasi. Walaupun seseorang tidak dapat mengatakan, bahwa sehelai rambut itu berasal dari individu tertentu, namun dengan pengamatan yang sangat cermat dapat ditetapkan bahwa rambut itu berasal dari orang yang tertentu di antara beberapa pilihan. warna rambut sulit ditentukan pada sehelai rambut saja, tetapi harus jumlah yang cukup.

Penentuan menjadi lebih gampang, seandainya rambut tersebut mempunyai tanda-tanda tertentu seperti uban, rambut yang diwarnai, rambut kriting, atau rambut palsu.

Penentuan golongan darah menurut system ABO, sekarang sudah dapat ditentukan, walaupun dari1 (satu) helai rambut yang diambil dari bagian tubuh manapun, sehingga dapat membantu identifikasi.

Parasit tertentu dapat memberikan perubahan struktur dari pada korteks dan medulla rambut.

Pada jenazah, selama rambut belum membusuk, ia merupakan bahan berarti untuk identifikasi, sedangkan bagian-bagian tubuh lainnya sudah membusuk.

Unsur-unsur yang merupakan komposisi rambut dapat ditentukan oleh Neutron Activation Analysis. Dengan cara ini dapat diketahui, bahwa rambut manusia terdiri dari 29 unsur-unsur antara lain, keratin, pigmen dan medulla yang berisiZn, As, Si, Pb, Fe,Na, Cl, Au, Mo, Tu dan sebagainya.

Hanya Zn mempunyai konsentrasi yang tetap sepanjang umur manusia, sedangkan unsru-unsr lainnya berubah sesuai usia dan perubahan hidupnya.

BAHAN BUKTI KRIMINAL

Pemerikasaan yang teliti dari rambut menentukan nilai penyidikan yang berharga seperti cara tindak kejahatan dan sebab kematian. Munurut “Locard’s priciples of exchange”, bulu binatang dapat ditentukan pada tubuh manusia dan sebaliknya seperti pada kasus bestiality. Demikian pada kasus pemerkosaan dan kejahatan seksual lainnya, rambut kemlauan dari pelaku kejahatan dapat ditemukan pada tubuh si korban maupun sebaliknya.

Pada kasus-kasus kejahatan seksusal, rambut kemaluan harus disisir untuk mengumpulkan rambut si pria.

Perlukaan pada rambut memberikan perubahan-perubahan khas. Luka pada kepala umpamanya, dapat merusak rambut kepala sewaktu mendapat pukulan dan indikasi untuk ini dapat dilihat dengan ruptur pada lapisan korteks, rambut dapat terbakar atau hangus selama luka bakar atau luka tembak.

Rambut yang hanggus membengkak, hitam, rapuh, terpelintir atau berkeriting dan mempunyai bau tertentu akibat pembakaran keratin. Zat korban dapat ditemui di sini.

Pada pemeriksaan mikroskopik dapat dilihat :

Lebarnya rambut yang terbakar adalah lebih besar dari normal dan memberikan gambaran-gambaran vakuolisasi. Ujung rambut dapat memberikan keterangan cara rambut terlepas. Pangkalan rambutan biasanya bulat, tetapi bila dicabut secara paksa akan mendapat ruptur dari “sheath” rambut dan bentuk pangkal rambut (bulb) menjadi irreguler.

Rambut kepala yang sehat dapat mengangkat tubuh korban dan kulit kepala dapat tercabut dari tengkorak kepala. Rambut yang jatuh sendiri, akarnya atrofi dan “sheath” akar menghilang. Rambut yang dipotong menunjukkan ujung yang


terpotong tajam. Sesudah seminggu menjadi empat persegi, sesudah dua minggu menjadi halus dan sesudah satu bulan menjadi bulat kembali.

Pada kasus-kasus pembunuhan, beberapa nilai rambut pelaku kejahatan sering tergenggam oleh sikorban. Ini membantu identifikasi sipenjahat. Adanya rambut yang ditemui pada senjata memberikan hubungan antara senjata dan korban.

Pemeriksaan yang teliti diharapkan benar untuk mendeteksi adanyan rambut untuk menunjukkan penyerangan oleh pelaku. Hendaknya diteliti pula adanya Lumpur, bercak semen, bercak darah dan bercak ludah. Lumpur yang ditemui di kepala menunjukkan adanya pemgumpulan, adanya cairan mani menunjukkan kematian asfiksi.

Pada kasus keracunan, terutama logam, seandainya orang itu tidak dapat segera mati, zat racun pada rambut masih dapat ditemui untuk waktu tertentu. Pada kasus-kasus begini pemeriksaan kimiwi dapat menentukan adanya racun pada orang hidup maupun adanya penggalian jenazah.

Untuk itu rambut harus diperiksa dengan akar-akarnya, sebaiknya dengan bantuan pinset. Minimal dibutuhkan 15 helai rambut. Dengan cara menganalisa panjangnya rambut dari pangkal sampai ujung rambut dapat ditaksir dosis Arsen.

SAAT SEJAK KEMATIAN

Rambut berhenti tumbuh sejak kematian, tetapi disebabkan pengerutan kulit, dapt ditemui pertumbuhan rambut pada muka. Angka pertumbuhannya adalah 0,4 mm/hari.

Dengan demikian dapat ditentukan lamanya orang itu meninggal, seandainya waktu sesudah dicukur terakhir kali diketahui. Penglepasan rambut terjadi 48-72 jam sesudah meninggal, disebabkan proses pembusukan.

Jenazah yang dikubur dalam liang yang dangkal, akan mengalami perubahan warna rambut kepala dalam waktu 1-3 bulan.

Jenazah yang dikubur lebih dalam akan liang lahat yang dangkal, akan mengalami perubahan kepala 6-12 bulan.

PEMERIKSAAN

1. Cara penentuan golongan darah rambut

Ambil sehelai rambut, dicuci dengan aquadest dan kemudian dengan aceton.

Setelah dikeringkan, lalu dipotong-potong kira-kira dalam ukuran 1-2 cm.

Semua potongan dimasukkan dalam mortir, laludigurus, supaya lapisan luarnya rusak.

Gurusan rambut tersebut dimasukkan dalam 3 tabung reaksi.

Tabung pertama ditambah dengan anti serum A

Tabung kedua ditambah dengan anti serum B

Tabung ketiga ditambah dengan anti serum H (O).

Ketiga tabung tersebut didiamkan di dalam es (tempetatur 40c) selama satu malam.

Anti serum dibuang, lalu dicuci dengan Nacl dan ditempatkan pada suhu 560c, selama 10 menit.

Cairan dipindahkan ke tabung lian dan pada masing-masing tabung dimasukkan suspensi erithrosit yang sesuai.

Tunggu lima menit, lalu dipusign dalam sentrifuge dengan kecepatan 1.000 putaran permenit, selama satu menit.

Lihatlah apakah ada aglunitasi.


2. Cara penentuan sex chromatin.

Reaksi Feulgen – Schiff

Dengan hidrolisis asam gugus-gugus aldehide dibebaskan dari sugar deoxyrebose dan deoxy pentose. Dengan reagen schiff ditunjukkan gugus aldehide itu berasal adalah reaksi Fulgen, dapat diandalkan dan spesifik. Paling cocok untuk menentukan apakah inklusi basofil mengandung DNA atau tidak.

Larutan Schiff

Basic Fuchsin………………………………………………………….. 1 gram

Aquadest 100 C ……………………………………………………… 200 ml

Dikocok 5 menit, dinginkan hingga 50 C lalu disaring

Hydrochloric acid 1N …………………………………………………. 20 ml

Dinginkan hingga 25 C

Sudium metabilsufite …………………………………………………… 1 gram

Kocok selama 1 menit

Simpan dalam keadaan gelap pada suhu 0-4 C

Larutan bisulfite segar

Larutan potassium Bisulfite 10% ……………………………………….. 5 ml

Hydrochloride acid 1 N ………………………………………………… 5 ml

Air ……………………………………………………………………… 90 ml

Larutan light green 1 %

Caranya :

Dehidrasi

Cuci dalam larutan HCL suhu 60 C selama 8 menit

Cuci dalam HCL 1 N yang dingin

Cuci sebentar dalam aquadest

Masukkan larutan schiff selama kira-kira 1 jam

Cuci dalam larutan bisulfit segar

Cuci dalam air mengalir selama 15 menit

Counterstain dengan light green 1 %

Dehidrasi dan segera ditutup.

Hasilnya : DNA berwarna ungu.

3. Cara pemeriksaan kultikula

  • Rambut yang akn diperiksa dimasukkan dalam ether alcohol dengan perbandingan yang sama, supaya kotoran rambut dapat dibersihkan.
  • Film yang belum di-expose difiksasi di dalam larutan hypo dikamar gelap.
  • Kemudian dicuci dengan air.
  • Ambil objek gelas, letakkan sepotong rambut di atas satu tetes acidum aceticum glacial.
  • Film dengan permukaan emulsi menghadap keatas, diletakkan diatas rambut.
  • Gelas objek lain dibasahkan dengan acid aceticum glacial, diletakkan diatas film, ditindih dengan benda berat selama ½-1 jam.
  • Kedua kaca objek dipisahkan.
  • Film akan menempel pada kaca objek yang sebelah atas, pelan, lalu dilihat dibawah microskop.
  • Tampak gambaran kultikula.

KESIMPULAN

Pemeriksaan rambut dapat memakai identifikasi pada manusia. Rambut manusia dapat dibedakan denga serat-serat yang mirip rambut, bahkan masih dapat dibedakan dari rambut (bulu) hewan. Dari rambut dapat ditentukan golongan darah sipemilik rambut. Bahkan masih dapat ditentukan jenis kelamin, meskipun secara teknis agak sulit dikerjakan. Namun demikian, pemeriksaan rambut ini masih dapat dipergunakan untuk membantu identifikasi seseorang.



ALFRED C. SATYO

Bagian Ilmu Kedokteran Kehakiman

Fakultas Kedokteran

Universitas Sumatera Utara


KEPUSTAKAAN

Boorman, Katleen E & Dodd, Barbara E. An Introduction to blood group serologi. 4 th Edition, J & A. Churchill, London, 1970.

Budijanto, Arif : Kejahatan seks dan aspek medikolegal gangguan psikosesual. Kalman Media pusaka, Jakarta, 1982.

Cyril, John Polson, The Essentials of Forensic Medicine, Second Edition Revised, Pergamon Press, Oxford, London, Edinburg, New York, Paris, Frankfurt, 1964.

Gonzales, Thomas A, Legal Medicine, Pathology and Toxicology, Second Edition, Appleton-Century-Crofts, Inc., New York, 1954.

Modi, N.J Modi’s Medical Jurisprudence and Toxicologi. 13 th Edition, H.M Tripathi Private Ltd, Bombay, 1972.

Oliver, John S. , Forensic Toxicology, Groomhelm, London, 1980.

Polson, C.J. , The Essentials of Forensic Toxicology, Groomhelm, London, 1980.

Parikh C.K. , Parikh’s Texbook of Medical Jurisprudence and Toxicology, Third Edition, Medical Publication, Bombay, 1983.

Satyo, Alfre C, jaringan dan cairan Tubuh manusia sebagai “Trace Evidences”. Fakultas Kedokteran UI. , Jakarta, 1984.


3 thoughts on “RAMBUT SEBAGAI ALAT IDENTIFIKASI

  1. Mengapa rambut kelamin wanita bercabang dan terkadang di bagian rambut kelamin wanita ad bintik2 kan bintik2 kan putih apa itu rapuh ya ? napa bisa menyebabkan begitu ???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s