BAHAN BAKAR AIR (suatu tinjauan).

”Saya yakin bahwa suatu hari air akan digunakan sebagai bahan bakar bahwa hidrogen dan oksigen yang menyusunnya, digunakan sendiri-sendiri atau bersama-sama, akan menjadi sumber panas dan cahaya yang tidak ada habisnya, dengan daya yang batu bara tak mampu menghasilkannya.”

(Jules Verne, The Mysterious Island, 1874)

Di Indonesia heboh mengenai ditemukannya Bahan Bakar Air. Bahan bakar air tesebut terkenal dengan istilah “Banyugeni”. Sesuai namanya, Banyugeni, energi ini berasal dari air (hidrofuel). Inspirasi penelitian hidrofuel ini berasal dari ayat-ayat Al-Qur’an, sebagaimana dikemukakan oleh Rektor UMY, Dr Khoiruddin Bashori, “At-Thur ayat 6 yang berbunyi perhatikan laut yang berapi, Al-Anbiya’ ayat 30 dan Kami jadikan dari air segala sesuatu hidup, dan At-Takwir ayat 6, dan apabila laut dipanaskan.” Berdasarkan ayat-ayat tersebut, para peneliti UMY berupaya mengakomodasikan sinyal-sinyal teknologi yang termaktub dalam al-Qur’an, dengan melakukan penelitian dan pengembangan. Banyugeni mempunyai varian produk berupa hidro-kerosene (setara minyak tanah), hidro-diesel (setara solar), hidro-premium (setara bensin), dan hidro-avtur (setara bahan bakar jet).

Produk-produk itu akan terus dikembangkan untuk mendapatkan kualitas terbaiknya. Untuk menghasilkan hidrofuel, digunakan teknologi “mekanotermal-elektrokemis” yang mencakup empat macam proses yaitu mekanik (gerak), thermal (panas), listrik dan kimiawi. Perpaduan ke empat proses itu, dengan bahan baku air yang sangat natural, akan menghasilkan beberapa produk bahan bakar minyak yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan polusi bagi lingkungan. Kandungan unsur dan sifat bahan bakar minyak yang sudah diolah pada Banyugeni memungkinkannya langsung digunakan pada mesin tanpa terlebih dahulu mengubah atau memodifikasi komponen. Hasil ujicoba menunjukkan hidro-kerosene dapat langsung digunakan untuk menyalakan kompor minyak tanah, lampu minyak atau petromak. Hidro-diesel dapat langsung digunakan pada mesin diesel atau mobil dengan bahan bakar solar, dan hidro-premium dapat langsung digunakan pada mobil, motor atau mesin berbahan bakar bensin dan pesawat aeromodeling. Sementara hidro-avtur telah diujicobakan pada mesin berbahan bakar jet misalnya untuk pesawat aeromodeling.

Produk-produk itu aman digunakan. Tidak korosif, beremisi sangat rendah, dan tidak menyisakan banyak residu. Hidro-premium tidak bersifat korosif sehingga tidak menyebabkan karat (skala copper strip corrosion 1a). Ia juga tidak meninggalkan residu (hanya 0,5 %vol dari maksimal 2,0 %vol yang diijinkan). Selain itu kandungan bahan pencemar dari emisi bahan bakar ini sangat rendah, antara lain kandungan sulfur hanya 0,03 %wt (dari maksimal 0,05 %wt yang diijinkan) serta kandungan timbal (Pb) hampir nol (dari maksimal 0,013 yang diijinkan). Pada pengujian terhadap pesawat aeromodeling, bahan bakar ini ternyata cukup bagus, memberikan rpm > 16.000. Hidro-avtur juga tidak korosif, dan beremisi rendah (total sulfur hanya 10% dari maksimal yang dipersyaratkan) dan tidak mudah membeku (freezing point -45oC). Dari pengujian terhadap pesawat aeromodeling, bahan bakar ini dapat digolongkan sebagai bahan bakar jet. Untuk penggunaan sebagai jet-fuel, hidro-avtur ini sangat istimewa karena akan tetap bersifat dingin, memiliki IBP (initial boiling point) 164 derajat Celcius. Demikian juga Hidro-diesel, tidak bersifat korosif (copper strip 1a), IBP 201 derajat Celcius, beremisi rendah, dan tidak meninggalkan residu berlebihan, dengan index Cetane 51,3.
Hasil pengujian terhadap hidro-kerosene memperlihatkan bahwa bahan bakar rakyat tersebut tidak korosif (copper strip corrosion 1a), IBP 161oC, tidak beracun dan tidak beremisi (total sulfur 0,03 %wt dari max 0,2 %wt yang diijinkan) dan tidak meninggalkan residu (hanya 0,5 %vol).

Pada pengujian dengan lampu minyak, hidro-kerosene tidak menimbulkan asap jelaga yang berlebihan. Produk-produk itu telah diuji di PT CoreLab Indonesia, sebuah laboratorium internasional yang independen. Hasilnya secara meyakinkan menunjukkan bahwa keempat varian Banyugeni itu telah memenuhi standar Dirjen Migas. Penelitian ini terus akan dikembangkan, tidak saja pada level laboratorium, namun juga level industri sehingga dapat memenuhi kebutuhan energi pada sektor transportasi, sektor industri, dan sektor rumah tangga dengan harga yang murah. Implikasi pengembangan produk ini sangat luas, seperti pengurangan beban biaya produksi semua sektor, dan secara langsung akan menghemat anggaran negara untuk subsidi BBM.

Para peneliti di Universitas Wageningen Belanda, menemukan bakteri khusus yang bisa mengubah sampah organik dalam air limbah menjadi air (Hydrogen). Impian menghasilkan bahan bakar air ekonomis kian dekat kenyataan. Penemuan ini sangat menjanjikan hingga menarik banyak peminat, salah satunya perusahaan minyak Shell yang bersedia membiayai penelitian selanjutnya.

Contoh Bahan bakar air yang dibuat adalah Sel Bahan Bakar Air, yakni teknologi untuk konversi efisien air menjadi gas bahan bakar (combustible) yang dikenal sebagai ’hydroxy’ atau ”Gas Brown”. Teknologi ini bisa dikatakan merana tak dilirik setelah penemunya (Stanley Meyer), demikian pula penemu senyawa gas baru (Dr Yull Brown), dan ahli teori yang memikirkan produksi gas tersebut melalui resonansi molekuler (Dr Henry Puharich) semua meninggal pada pertengahan tahun 1990-an. Mungkin yang lebih dekat dengan pengalaman kita sejauh ini adalah apa yang dikemas dalam konsep hydrogen boost (Lihat situs http://www.hydrogen-boost.com). Ini adalah sistem peningkatan kinerja jarak bensin yang didasarkan pada generator gas hidrogen yang ada pada mesin.

Pengembang sistem ini juga punya sistem lebih lengkap yang bisa meningkatkan jangkauan kilometer hingga 15-25 persen pada kendaraan yang diuji. Seperti dijelaskan dalam situsnya, hidrogen—bersama dengan kombinasi gas-gas elektrolisa lain (dalam hal ini adalah Gas Brown)—yang dimasukkan dalam bagian intake mesin akan meningkatkan penyebaran nyala selama pembakaran sehingga bahan bakar dalam wujud uap yang bisa dibakar pun jadi lebih banyak.

Manfaat penambahan hidrogen pada mesin pembakaran internal, termasuk mesin diesel, sudah banyak diselidiki. Bahan bakar air bisa menjadi alternatif bahan bakar mobil bebas CO2. Air diubah menjadi listrik yang selanjutnya menggerakkan motor. Tidak ada limbah yang keluar!!! Hanya sedikit uap air. Sayang, ini masih sebatas angan-angan saja. Ada dua alasan. Pertama, pembuatan bahan bakar air mahal. Kedua, berkaitan dengan limbah CO2.

Prof. Cees Buisman dari bagian teknologi lingkungan Universitas Wageningen menjelaskan, “Sekarang ini kalau kita ingin membuat bahan bakar air yang ramah lingkungan, belum ada teknologinya. Untuk menghasilkan bahan bakar air, kita butuh bahan bakar fosil. Jadi, sama saja. Bahan bakar air memang ramah lingkungan, tapi energi yang dibutuhkan untuk membuatnya mungkin justru mengeluarkan CO2 lebih banyak lagi”.

Konon, ada seseorang yang menemukan bahan bakar ramah lingkungan. Sumber dasar bahan bakar ramah lingkungan tersebut adalah air laut! Dan ternyata, temuan ini sempat dipamerkan pada ajang Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim di Nusa Dua, Bali. Klaimnya adalah bahan bakar ini berbahan dasar air. Proses Intinya adalah pemecahan molekul air menjadi H plus dan O2 min. Ada katalis dan proses-proses sampai menjadi bahan bakar dengan rangkaian karbon tertentu sedangakan untuk menjadi bahan bakar lain cukup mengatur jumlah rangkaian karbonnya. Pemisahan H plus dan H2 min dengan bantuan katalis-katalis dan proses tertentu sampai menjadi bahan bakar dengan jumlah ikatan karbon tertentu. Begini, ada C-C (karbon-karbon, ) yang bergandengan.

Sebenarnya bukan tidak mungkin mensintesis bahan bakar dari air. Yang paling populer dan mudah dilakukan adalah melalui proses elektrolisis, yaitu mengkonversi molekul air menjadi oksigen dan hidrogen. Namun, proses ini tentunya juga memerlukan banyak energi dalam bentuk listrik. Artinya proses ini hanyalah mengkonversi suatu bentuk energi dari satu bentuk ke bentuk yang lain, dan tentunya energi yang diperlukan selalu lebih banyak daripada energi yang dihasilkan. Jika energi listrik tersebut berasal dari bahan bakar fosil, maka kita kembali lagi ke masalah semula.

Penggagasnya yaitu Joko Suprapto menyatakan bahwa ”Blue energy bisa murah karena teknologi listrik yang murah pula. Yang utama harus ada listrik murah. Kalau tidak, sama saja. Sebab, energi untuk membuat blue energy ini sangat besar”. Ini membuktikan bahwa sumber energi ini memang hanya mengkonversi satu energi dari satu bentuk ke bentuk yang lainnya. Hal ini dipertegas dengan opini bahwa bahan bakar blue energy itu akan sangat membantu bangsa Indonesia bangkit dari keterpurukan. Sebab, dapat menghemat pengeluaran negara akibat subsidi BBM yang mencapai ratusan triliun per tahun. Ini dengan asumsi harga minyak dunia mencapai USD 90 ribu per barrel. Padahal jika ‘Blue Energy’ ini diproduksi masal, maka hal tersebut hanya akan memindahkan dana dari subsidi BBM ke subsidi listrik. Selain itu, PLN saat ini pun masih kesulitan untuk memenuhi permintaan dari masyarakat. Jika nantinya ‘Blue Energy’ ini diproyeksikan untuk menggantikan BBM, maka akan mendapatkan masalah lain.

‘Blue Energy’ memang dapat membantu dalam hal logistik energi jika memang proses tersebut dapat mengkonversi energi listrik menjadi energi yang dapat digunakan langsung pada mesin pembakaran internal dengan efisiensi yang lebih tinggi daripada teknologi yang sudah ada. Klaim ini tentunya harus dibuktikan melalui proses ilmiah yang benar. Secara definitif ”Blue energy” merupakan jenis bahan bakar yang berbeda dari bahan fosil, karena blue energi tersusun dari hidrogen dan karbon tak jenuh sintetik yang dicampur BBM (Bahan Bakar Minyak) biasa akan tetapi definisi kontradiktif karena BBM sendiri merupakan bahan bakar fosil sesuai kutipan dari Reuters yakni; ”The fuel is essentially a refined form of the liquid waste you get from oil drilling that would have otherwise have been pumped back underground. It has some element of hydrogen but it’s clearly not plain water”.

Dalam uji ilmiah di Pusat Studi Energi UGM yang menhadirkan penggagasnya yaitu Joko Suprapto, dkk. membuktikan bahwa hasil penemuannya masih perlu mendapat kajian ilmiah yang lebih mendalam. Akan tetapi Penemu asal Nganjuk, Jawa Timur ini sangat dibanggakan dimana ide dan gagasan yang cemerlang sangat mengagumkan nusantara maupun dunia. Respon pemerintah yang rencana merealisasikannya dengan memproduksi massal di Cikeas, Bogor perlu dipertanggungjawabkan, dimana kabar bahwa keberadaan dari penggagasnya sempat ”menghilang” dengan berbagai sinyalemen baik negatif maupun positif. Akan tetapi yang paling diperhatikan adalah jangan sampai buah karya anak bangsa ini tidak kita hargai sehingga klaim dari negara lain dan ”hengkangnya” pioner bangsa dari bumi pertiwi mecari negara ketiga yang lebih menjanjikan terjadi. Perlindungan hak kekayaan intelektual dan menhargainya dengan yang ”pantas” sangat diharapkan bagi ide – ide yang cemerlang lainnya.

Oleh : arifin_pararaja

Diolah dari berbagai sumber.

7 thoughts on “BAHAN BAKAR AIR (suatu tinjauan).

  1. Apa benar tho orang dari Nganjuk itu telah menemukan bahan bakar air ? Setelah aku mencari beberapa sumber yang mungkin bisa dipercaya atau nggak, kok saya jadi sanksi ya…Menurut pengakuan Pak Joko Suprapto ini alumni dari Teknik Elektro UGM tapi menurut keterangan rektor kok dia nggak tercatat sebagai alumni.

    Tapi kalau benar, bahan bakar air telah ditemukan wah…itu bisa dibanggakan lhoooo

    Asal kita tidak tertipu saja……..

    Setelah Kenaikan BBM yang minta ampun besar itu, masyarakat kita banyak yang sakit mental…lhoooo

  2. boming masalah ini memang sangat terasa khususnya saat seperti ini alias tatkala harga BBM meroket yang akibatnya efek domino pada harga2 terutama kebutuhan pokok. Tidak heran jika ada kenaikan jumlah hotel prodeo maupun rumah sakit jiwa. Terlepas dari itu semua baik latar belakang penggagasnya yang kontroversial dan konon keberadaannya yang “raib” entah kemana (dengan indikasi positif/negatif). Bagi saya yang patut dicermati adalah jangan sampai ide2 ini dicuri oleh asing apalagi sampai orang2nya sekalian. Aplikasinya untuk kemaslahatan umat itu yang dinantikan, tentunya jika diproduksi massal (jika bahan bakar air ini benar adanya lho). Tapi dengan temuan ini dapat menjadi “shock terapy” agar sedikit meredam gejolak ekonomi akibat kenaikan harga BBM.

  3. bahan bakarnya beneran efektif po ?? bhahahah .. kug kynya gmn …. gtuu ..
    tpii kalo emang bisa ya boleh lah dii uji cobain .. biar ada pengganti bahan bakar ..

  4. ada joke terbaru yang baru sy dengar…nih dari temen2 kampus!
    ‘masak ada Doktor kena tipu…n dikibulin…”
    (sindiran buat pak SBY karena percaya akan hal ini n ktnya akan merealisasikannya buktinya sampai saat ini nol besar…)
    he..he.. gue mah…laugh aja. BBM tuh diminan unsur C/karbon, air kan H2O. Adisinya itu kan sangat sulit butuh energi tambahan…tapi….ya…kebebasan berkespresi…marketingnya bagus banget… seperti nyebar duit jutaan lewat udara ala TDW…nice aja.!

  5. Masyarakat bangsa kita seharusnya bisa berpikir lebih pinter. Jangan bisanya nyalahin pemerintah aja kar’na naikin harga BBM. Keputusan itu kan udah dipikirkan dan udah dikaji oleh pakar2nya. So, kita sebagai masyarakat harus bisa menrima kbijakan yang mungkin menurut mereka baik untuk bangsa. Kita juga hars berpikir dan bersiap2 bagaimana caranya menghadapi cobaan hidup yang satu ini. Cntoh caranya seperti mencari energi alternatif lainnya untuk keperluan hidup sehari2. Ya, klo alternatif berteknologi belum bisa nemu, smntara pake alternatif di sekitar kita macem kayu jg ga pa2.. He2.
    Inget s’lalu kuatkan iman kita pada Allah. Swt, biar g stres ngdepin stiap cobaan hidup.
    Oke,ini adalah tugas orang2 pinter di negara kita dan mudah2an mereka bisa cpt merealisasikannya. Amien

  6. woro – woro
    besok ada demo mahasiswa 23 provinsi di Jakarta buat nolak kenaikan BBM plus solidaritas buat temen UNAS yang mnggal.

    Tapi klo mau demo aam gue juga boleh…tapi buat “naikkin harga” BBM tanggung klo cuma 6rb, singapure n filipine aja ceban/10rb msak kalh sih… biar RSJ n kuburan antri…he…he…

  7. bisa lebih diperjelas ga cara pengolahan air menjadi blue-energi..
    klo bisa juga diperjelas tantang alat” dan prosedur kerjanya…
    penasaran berat ni…
    thankyuuu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s