Hibah Bersaing II

WH Utomo, T Islami, W Marmer, ED Yuniwati, dan Sustiyah

Universitas Brawijaya

Peningkatan penggunaan pupuk dan pestisida dalam usaha pertanian telah banyak menimbulkan masalah. Secara langsung, nitrat, logam berat, dan senyawa organik sukar-larut yang terkandung dalam pupuk dan pestisida terkumpul ke dalam berbagai sumber air sehingga membahayakan kesehatan manusia. Di samping itu, logam berat yang terakumulasi di dalam tanah dapat meracuni tanaman, atau kalaupun tanaman toleran terhadap logam berat, tanaman tersebut dapat menyebabkan keracunan bagi hewan atau manusia yang memakannya Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat kecemaran, proses pergerakan bahan kimia pertanian dari lahan pertanian, dan teknik penanggulangan dampak negatif penggunaan bahan kimia pada industri pertanian.

Hasil penelitian membuktikan bahwa petani hortikultura di daerah Batu menggunakan pupuk dan pestisida jauh lebih tinggi dibandingkan dosis anjuran dan dengan cara penggunaan yang tidak tepat. Sebagai akibat penggunaan yang tidak tepat, pada semua bagian tanaman yang dianalisis, di dalam tanah, dan di dalam air sungai yang mengalir lewat daerah tersebut dijumpai adanya residu pestisida. 

Walaupun kehilangan pestisida pada tanah Andisol dapat terjadi lewat perkolasi dan erosi, sebagian besar kehilangan pestisida (>90%) terjadi lewat erosi. Jerapan dan persistensi pestisida di dalam tanah dipengaruhi oleh kandungan liat dan bahan organik tanah. Makin tinggi kandungan liat dan bahan organik tanah, makin besar jerapan tanah terhadap pestisida, sehingga persistensi pestisida meningkat. Penambahan pupuk organik berupa pupuk kandang (10 t/ha) mampu menurunkan laju erosi, sekaligus memperkecil kehilangan pestisida lewat erosi. Kehilangan pestisida lewat erosi juga dapat diperkecil dengan kombinasi perlakuan guludan searah kontur dan pemberian mulsa jerami 10 t/ha.

Dari dalam tanah Andisol, Batu, dan pupuk kotoran ayam dapat diisolasi mikroorganisme perombak karbofuran, yaitu bakteri Pseudomonas sp., cendawan Aspergilus sp., dan Penicillium sp. Perombakan karbofuran di dalam tanah dapat dipercepat dengan bantuan bakteri P. putida.

Dapat disimpulkan bahwa teknik pemberian pupuk kandang berupa kotoran ayam dan kombinasi guludan sejajar kontur dengan mulsa mampu meningkatkan jerapan tanah terhadap pestisida sehingga dapat meningkatkan efektivitas pestisida. Keuntungan lain ialah menurunnya pestisida yang terangkut lewat proses erosi dan perkolasi yang berarti memperkecil risiko pencemaran pada lingkungan. Setelah pestisida yang tertinggal di dalam tanah tidak diperlukan lagi, agar pestisida tersebut tidak menjadi bahan pencemar, perombakannya dapat dipercepat dengan bantuan mikroorganisme. Untuk pestisida karbofuran, organisme yang dapat digunakan ialah P. putida.

Diakses oleh : arifin_pararaja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s