Indonesia akan Hadapi Masalah Pangan

Masalah utama yang masih akan dihadapi bangsa Indonesia ke depan adalah masalah pangan. Meskipun sebagai negara agraris, Indonesia masih mengimpor beras. Hal yang sama juga terjadi pada komoditas pertanian lainnya seperti gula, dan daging sapi.

Hal tersebut dikatakan Siswono Yudo Husodo saat diskusi bertema Tantangan dan Prospek Pertanian Indonesia di Kantor Departemen Luar Negeri, Jakarta, pada Rabu (15/4). Diskusi tersebut merupakan kerja sama Indonesian Council on World Affairs (ICWA) dan Yayasan UPAKARA Departemen Luar Negeri.”Walau menurut hitungan tahun 2004 kita telah mampu swasembada beras, hingga sekarang Indonesia masih berstatus sebagai pengimpor beras,” kata Siswono.

Siswono mengatakan ketergantungan impor pangan bangsa Indonesia terhadap negara lain sangat tinggi. Saat ini, ujarnya, bangsa Indonesia masih harus mengimpor gula mencapai 30 persen dari kebutuhan nasional. Selain itu Indonesia juga harus mengimpor sekitar 600.000 ekor sapi atau 25 persen dari total konsumsi daging sapi nasional.”Begitu pula dengan garam. Kita mengimpor rata-rata satu juta ton garam per tahun yang merupakan 50 persen dari kebutuhan garam nasioal,” ujarnya.

Impor pangan yang meningkat ini, jelas Siswono, akan memperlemah ekonomi bangsa Indonesia karena devisa yang susah payah diperoleh dibelanjakan untuk hal-hal yang bersifat konsumtif yang sebenarnya dapat diproduksi sendiri.Selain masalah ketersediaan pangan, tantangan terbesar bangsa Indonesia dalam bidang pertanian adalan peningkatan kualitas pangan rakyat. Hal ini dinilai penting karena kualitas pangan dari Indonesia relatif kurang baik.Padahal, kualitas pangan tersebut sangat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia baik secara fisik dan kecerdasan karena memenuhi standar gizi. “Tidak akan ada perbaikan kualitas SDM negara ini tanpa perbaikan gizi masyarakatnya,” uajarnya.

(kompas, 16 April 2008)

5 thoughts on “Indonesia akan Hadapi Masalah Pangan

  1. Of course.
    Tentunya bagi kita harus berhemat terus berusaha. Terutama ada rencana naiknya harga BBM. Belum naik aja, barang-barang dah pada naik. Klo dah naik …waduh…susah turunnya…bo… Bagi yang indekost, tak masalah…selama ada warteg n dana segar masih mengalir (walau masih nebeng ama bokap/nyokap) ya…tinggal atur keuangannya..aja. Krisis pangan memang ’mungkin’ terjadi, tapi yang jadi masalah paling berat adalah …krisis bukan ketiadaannya karena alam tetapi yang paling tragis klo ketiadaannya kerena kita tidak mampu membelinya/memperolehnya… Tentunya harus pake DUWIT. Tapi klo emang mentok ……ya terpaksa ”DUWIT” lagi alias ”Do’a, Usaha, Waspada, Ikhtiar, n Tawakal…ha…ha…

  2. hmm..
    memang benar kini keadaan pangan di negara kita kurang baik..
    Impor pangan yang meningkat akan menyebabkan Indonesia menjadi ketergantungan dengan impor..
    keadaan seperti ini akan berbahaya jika didiamkan lebih lama lagi..
    ketika Indonesia sudah ketergantungan, maka Indonesia akan malas dalam mencari solusi-solusi terkait masalah pangan, dan dampaknya ketika negara pengekspor sudah tidak mengirimkan pasokan pangan ke Indonesia akan membuat Indonesia kelabakan untuk menghadapinya..
    maka dari itu, diperlukan sikap yang tegas dalam menangani kasus semacam ini, agar tidak menyesal nanti-nanti..

    http://faisalh09.student.ipb.ac.id
    faisal

  3. setuju dengan komentar2 sebelumnya🙂
    di lain hal, ada baiknya kita menghargai potensi pangan lokal yang kita miliki. dengan memaksimalkan sumber pangan lokal tiap daerah, dapat membantu memnuhi kebutuhan asupan pangan masyarakat daerahnya sendiri.
    terus hargai potensi yang kita miliki di dalam negri sendiri :))

  4. iyaa saya setuju tidak seharusnya di paksakan bahwa beras harus menjadi makanan pokok, karena khas lokal juga bisa di gunakan sebagai makanan pokok mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s