Menangi Toyota Eco Youth, Apa yang Menarik?

RADAR MADIUN

Sabtu, 05 Apr 2008
Naik Pesawat Garuda Berkat Tas dari Limbah Plastik
Berkat kepiawaian membuat anyaman dari sampah kantong
plastik menjadi tas tangan yang cantik, enam siswa SMKN 3
Kota Madiun berhasil memboyong penghargaan pada lomba
nasional tentang lingkungan hidup di Jakarta. Bagaimana
perjuangan mereka?

PURWANTI, Madiun
—-

TAS-TAS cantik bermotif unik dengan paduan warna merah,
hitam dan putih, warna khas Jawa Timur, lengkap dengan isi
sambel pecel, brem, madu mangsa, kristal jahe dan kristal
mengkudu tergantung rapi di dinding partisi stan pameran
hasil lomba nasional pengolahan limbah yang digelar Toyota
Eco Youth Program di Jakarta, 28-30 Maret 2008 lalu.

Tas unik yang terbuat dari anyaman sampah kantong plastik
dililit-lilit itu berhasil memenangkan juara harapan
pertama pada lomba tingkat nasional itu. Meski awalnya
pada tahap verifikasi lomba beberapa bulan lalu, para
siswa ini mengandalkan pupuk bokashi dan pembuatan bio-gas
dari limbah tahu, ternyata panitia lomba lebih tertarik
pada pembuatan tas rajutan itu sebagai materi andalan.

“Soalnya penilaian dari mereka itu lebih ditekankan dari
orisinalitasnya. Dan juga tingkat kesulitan pengelolaan
limbah itu sendiri. Kalau membuat pupuk bokasi atau bio
gas secara teori orang lain bisa buat. Tetapi kalau
rajutan dari kantong plastik ini kan sulit,” ungkap Kepala
SMKN 3 Kota, Sulaksono Tavip Riyanto.

Suhartoyo, guru pembimbing lomba itu mengungkapkan berawal
ketika dirinya teringat sewaktu masih di sekolah dasar
(SD) beberapa puluh tahun lalu, kakaknya yang menderita
tuna netra sering membuat anyaman dari plastik untuk
dijadikan kursi. “Makanya saya coba-coba bikin anyaman itu
dari kantong plastik. Ternyata setelah dipraktikkan
anak-anak, para juri malah tertarik dengan tas itu,”
ungkapnya.

Suhartoyo tak menyangka dengan kepiawaian mengolah sampah
itu akhirnya dia bisa pergi ke Jakarta mendampingi
anak-anak bimbingannya yang lolos menjadi finalis dengan
menumpang pesawat Garuda. “Nggak nyangka ternyata berkat
sampah akhirnya bisa naik pesawat,” ungkapnya seraya
berkelakar.

Kesan serupa juga dirasakan keenam siswa peserta lomba,
yakni Liani Jumiat Asri, Cahyaning Purnama Sari, Danang
Budhi Permana, Mukti Ary Wibowo, Ria Dwi Santi dan Yuyun
Wibowo. “Walaupun nggak bisa juara satu tapi kami bisa
jadi finalis hingga ke Jakarta dan menjadi pemenang sudah
senang banget,” tutur Naning, panggilan akrab Cahyaning
Purnama Sari berbinar.

Dari tujuh belas paket tas yang mereka pamerkan di stan
itu, semuanya habis dibeli pengunjung. Meskipun mereka
membandrol harga hasil karyanya senilai Rp 50.000 per tas
lengkap dengan isinya. “Kita memang sengaja mengisi
makanan khas Madiun. Jadi walaupun kota kecil biar Kota
Madiun juga semakin dikenal,” lanjut siswi ayu yang
tinggal di Pagotan ini.

Pada tahap penilaian stan yang mereka pamerkan, pihak
panitia penyelenggara melakukan penilaian dengan mistery
guest. Juri yang menilai menyamar seperti pengunjung
pameran untuk mengetahui kemandirian siswa tanpa campur
tangan guru dalam mempraktikkan hasil-hasil karya mereka.

“Jadi kita nggak bisa tahu mana yang juri mana
pengunjungnya. Makanya selama pameran kami harus
benar-benar siap untuk menjelaskan hasil karya ini kepada
pengunjung yang mana pun,” aku Naning.

Namun Naning dan teman-temannya sempat curiga dengan
gerak-gerik seorang pengunjung stan yang tanpa banyak
bertanya mengambil foto-foto hasil pameran dan sekali-kali
menanyakan beberapa hal secara singkat. “Kayaknya sih
feeling menurut kami jurinya yang itu,” imbuh Liani.

Mereka mengaku pernah mendapat pengalaman lucu lantaran
salah menyangka salah satu pengunjung pameran yang dikira
juri. “Waktu itu datang ibu-ibu. Terus dia nanya-nanya
detail banget. Kami sudah melayani dengan manis-manis
banget. Eh ternyata dia salah satu guru pembimbing sekolah
lain yang ingin belajar dan mau diajarkan lagi untuk
muridnya,” tukas Liani.

Liani juga mengenang berkat mengikuti lomba dan bisa pergi
ke Jakarta, akhirnya dia bersama teman-temannya
berkesempatan menghabiskan siswa waktu luang dengan
bermain sepuasnya di wahana Dunia Fantasi Jaya Ancol dan
Kebun Binatang Ragunan. ***

4 thoughts on “Menangi Toyota Eco Youth, Apa yang Menarik?

  1. Selamat deh buat adek-adeku, untung aja pesawatnya bukan dari plastik we..he..he..

    Btw, pak Hartoyo masih melihara jenggot ngga ya?

    ^suwun madja^

  2. Selamat buat SKIMA……..Josssss……
    emang sih kadang-kadang hal sepele nggak pernah terlintas di benak semua orang,
    tapi justru membuat kesan yang unik ketika ada sekelompok orang yang mampu mengubahnya menjadi sesuatu yang mempunyai nilai plus
    tuch, buktinya sampah plastik aja bisa dianyam jadi tas cantik dan kalian bisa jalan2 ke jakarta,,,,,
    Sekali lagi selamat ya buat adek2 (juga p.hartoyo sbg pencetus ide), kembangkan terus kreativitasmu, tunjukkan kalo Siswa-Siswi SKIMA pasti Bisza………….!!!!!
    G@NBATTeEeeeeeeeeeeeeeeeeee

  3. Hey! Do you know if they make any plugins to help with Search Engine Optimization? I’m trying to get my blog to rank for
    some targeted keywords but I’m not seeing very good success.
    If you know of any please share. Many thanks!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s