Sekolah Kita Sudah Berstandar Internasional ?

Sekolah kita sudah memiliki sertifikasi internasional? Sertifikat ISO 9000:2000 di bidang manajemen dan sistem pendidikan itu menjadikan sekolah diakui sebagai sekolah yang berstandar internasional.

 

 

Dengan adanya pemberian ISO kepada 12 sekolah itu, artinya manajemen sekolah semakin baik lho. Mutu pengelolaan sekolah perlu ditingkatkan untuk melaksanakan mutu pendidikan di era globalisasi ini, persaingan tenaga kerja akan semakin ketat. Jadi kalau mutu pendidikan rendah, maka tidak mustahil banyak peluang kerja yang akhirnya diisi tenaga dari negara lain meski itu di negara sendiri,


Jangan-jangan, kita menerima kartu gratis sekolah. Bersyukur ya jika dapat. Dengan begitu, kan beban berkurang, tak perlu membayar uang sekolah selama setahun. Ada 5.281 siswa SMA/SMK lho yang menerima kartu gratis sekolah selama setahun pada 2008.

Bila seorang siswa tak mampu sudah mengikuti program serupa sebelumnya, ia tetap memiliki peluang untuk mengikuti program yang sama sepanjang nilai studi tetap baik dan dinilai masih memenuhi persyaratan yang ada.

31 thoughts on “Sekolah Kita Sudah Berstandar Internasional ?

  1. Salam kenal buat semua siswa dan pengajar di SMK3 Madiun.

    Bukan mau mengecilkan hati Anda semua, tapi aku mau berbagi keprihatinan mengenai nasib anak-anak yang terpaksa putus sekolah. Masalahnya bukan lagi karena tidak mampu membayar SPP atau membeli seragam; tapi karena tidak punya ongkos untuk naik angkot ke sekolah atau lantaran orang tuanya tak sanggup lagi menyediakan sarapan pagi…

    Bagi yang berminat aku baru saja memposting “12 Juta Anak Indonesia Putus Sekolah” di http://ayomerdeka.wordpress.com/

    Terima kasih

  2. ya..memang semuanya baik adanya..tergantung melihat dari sudut pandang mana, wong tujuannya sama2 menumbuhkan minat belajar, gimana sekolah diminati dan bermutu, minat belajar tinggi dan siswa jadi berkualitas.
    kalau dibandingkan keduanya bakal tidak nyambung, dan ujung2nya jalan di tempat. apa kalau dengan masalah itu kita tidak bisa dan tidak boleh nerkembang dan maju…apa salah jika siswa dari sekolah yang berkualitas mempunyai ide dan nantinya bisa membantu dan menyelesaikan masalah itu.
    kita tidak menutup mata atas semua derita saudara kita…
    semuanya ingin maju.

    tulisan diatas….
    Masalahnya bukan lagi karena tidak mampu membayar SPP atau membeli seragam; tapi karena tidak punya ongkos untuk naik angkot ke sekolah atau lantaran orang tuanya tak sanggup lagi menyediakan sarapan pagi…

    apa memang dari pedalaman sana…apa ini masalah serius….
    apa kita tidak bisa usahain kos, dana bantuan dari sekolah juga dapat. dan lagi mungkin ada himpunan dari para alumni untuk pengajuan bea siswa…

    kalau kita ingin maju terus ragu akan ganjalan terus kapan sampe nya..
    kita rangkul semua untuk maju dan membantu saudara2 kita.

    sekolah yang maju jadi suatu kebanggaan bagi kita, malah lebih bangga kita jika indonesia maju oleh tangan-tangan kita..
    syukur Allhamdulillah kita masih diberi kesempatan atas semua ini..
    semoga diberi kekuatan untuk meringankan beban saudara kita di jauh sana..
    amin

  3. Salam Kenal…

    Nice post…

    Sbnrnya bbrp departemen di sebuah kapus universitas negeri di Jakarta juga pernah saya dengar mencoba menerapkan ISO tsb.

    Agak heran pada awalnya,
    sebagai sebuah institusi pendidikan, sekolah/univeristas memiliki beberapa perbedaan mendasar dengan industri. Sekolah pukanlah sebuah “pabrik sarjana” misalnya. Namun ia merupakan tempat pembinaan dan penumbuhkembangan sosok insani. Berbeda dengan institusi perusahaan yang konsen pada proses produksi dan distribusi dengan laba sebagai tujuan akhirnya. Dari sini keheranan saya muncul krn institusi pendidikan malah mengadopsi standar yang lebih cocok diaplikasikan pada sebuah industri.

    Dalam menunjang fungsi ‘mencerdaskan’ insan itu, standa yang dipakai di dunia pendidikan lebih menekankan pada metode pengajaran, silabus, kualitas SDM pengajar. ABET dari Amerika atau ABEEK dari Korea meripakan standar nasional untuk masing masing negara sesuai dengan kebutuhan yang berbeda atau seusia dengan kebutuhan lokal.
    Standar pendidikan ini jg melingkupi fasilitas, prestasi, rasio pengajar-pelajar, jumlah penelitian ilmiah (untuk universitas), rasio pelajar yang lulus dengan yang telah bekerja/melanjutkan ke jenjang yg lebih tnggi dsb dsb…Karena dengan pencapaian poin poin tsb-lah sebuah institusi pendidikan itu baru dapat dikatakan ‘bermutu’.
    Ditambah lagi, kata standar internasionalnya ada pada sejauh mana level poin-poin tadi mampu dicapai. Apakah fasilitasnya sudah memadai? Fasilitas Lab Kimia apakah sesuai dengan standar keamanan yang dipakai oleh negara2 maju misalnya? Bagaimana dengan skala praktikum kimia, apakah ditopang oleh sarana yang memadai? dsb…

    Jika sekolah didorong untuk diberi standar manajemen, maka ISO saja tidak cukup untuk meningkatkan kulitas / mutu pendidikan sekolah/kampus setempat krn ISO hanya menyentuh sisi manajerialnya, bukan sisi kualitas pengajarannya. Betul jika ISO mgkn dapat mengefektifkan pengelolaan sekolah, namun belum tentu pada mutu sekolah-nya.

    OK selamat belajar (^_^)

  4. adapted from industri (Ruang lingkup organisasi,spec.produk industri:barang ; school:jasa). Key/PRINSIP DASAR/fundamental dari ISO (9000:QMS:yang umum dipakai:acuan integrasi ISO n other) Prinsip adalah (remind) kepuasan pelanggan n continually imprevement. Kepuasan bukan saja dari pelanggan eksternal (industri/organisasi/masyarakat penyerap lulusan) tapi juga kepuasan pelanggan internal (siswa/mhsiswa/guru/ civitas akademik). Measuring Customer 4 eks. pelanggan dapat dilihat dari profil alumni, image masyarakat, ato prestasi/penghargaan yang diperoleh tentunya dalam frame yang ‘excellent’ di bidangnya. Untuk pelanggan internal dapat diukur dengan tingkat kelulusan, nilai ujian, dsb. Sedangkan mengenai PENINGKATAN BERKELANJUTAN (continually improvement) itu seharusnya ada, dan diarahkan supaya sesuai dengan visi dan misi dari organisasi (read:sekolah). Akan tetapi (the underline) semua hanya berjalan jika ada “konsistensi” dari top manajemen dan integrasinya (pelaku bisnis)dan bisa dijaga kekonsistenannya dengan audit (internal/eksternal). Saya optimis dan yakin. dengan predikat/sertifikasi secara langsung/tidak lansung baik holistik maupun pragmatis, peningkatan mutu pendidikan dapat diwujudkan. buktinya standar kompetensi/nilai standar ujian aja terus naik. artinya mutu pendidikan kita semakin membaik. Hanya satu hal yang patut dikomentari dari dunia pendidikan adalah “pemerataan”. Situasi ekonomi yang…(bisa lihat di media massa) tidak seimbang/balance dengan akselerasi dari tujuan pendidikan. Coba lihat : di jakarta aja berapa yang tidaka mampu sekolah, belum di daerah2. kampus2 hanya diisi oleh kaum borjuis. proletar hanya dapat menonton dan menunggu dilindas. Sekolah2 yang ktnya ‘gratis’ tetep aja selangit duitnya. Bisa jadi semboyan jawa timur “jer basuki mawa bea” memang cocok artinya “klo sekolah pengen mutu yang bagus, ya harus pake duit buanyak/harga mahal”.!!!

  5. waduh ini urusannya berat,sebenarnya tidak akan sampai pikiran saya. tapi gmn ya? la;au ngmong prihatin kita semua pasti prihatin, lalu mau bagaimana lagi. begitu banyak faktor yang menjadikan system pendidikan di negara kita seperti sekarang ini. salah satunya ya pemerintahan sendiri. bukan menyalahkan tapi logikanya memang demikian, hanya pemerintah yang bisa menentukan taraf pendidikan di negara kita secara tidak langsung. andai kata yang diberikan untuk pendidikan cuma sedikit sedangkan taraf hidup masyarakat kita rendah apa yang bisa kita lakukan untuk pendidikan?
    mikir perut aja susahnya minta ampun apalagi buat bayar sekolah yang mahal. berbagai keterbelakangan pola pikir masyarakat kita pasti banyak dipengaruhi oleh rendahnya pendidikan.
    nah, jadi apa yang bisa kita lakukan untuk generasi muda yang tidak semuanya bisa sekolah di SMK 3?

  6. so..! buat temen2 ya jangan jadi babu/buruh aja (sstt. buruh alkhamduli4JJI sih jika jadi manajer=biar masukin adik2nya). Bikin pabrik ato usaha apa kek.., jadi yang membuka lapangan kerja, jangan hanya jadi pencari lapangan kerja. (acungan jempol buat MOTTO SKIMA yang baru (apa kemarin ya.. kok aku lupa… abdi teu emut bae) ini kali ya “….lulusan yang menciptakan lapangan kerja….). Summary: TEMEN2 yang belum mandapatkan rezki/nasib yang baik, ya bisa lebih terangkat. Kasarannya ua “BAGI – BAGI RIZKI LAH” (trims.. n senada ama emailnya mbak Ernawati KA/2003.)

  7. Berkat Doa dari berbagai pihak maka SMK Negeri 3 Madiun terpilih satu dari sekian sekolah untuk menghadiri dan memamerkan hasil karya siswa ke jakarta terkait dengan pengolahan sampah dilingkungan sekolah yang diselenggarakan oleh Toyota Eco Youth di lapangan taman menteng jakarta yang rencana pelaksanaan ditempat tersebut pada tanggal 29 Maret 2008 mohon doa semuanya untuk prestasi dijakarta sehingga bs kami bawa ke kota tercinta madiun

  8. Kok ndak pada jamanku dulu ae ta bang madja??

    buat kang Heru, no hpnya jgn ganti2 ta? bingung klo mau call

    Yang baru pindah ke Jabodetabek dah di plonco pa blm ?erna pripun..?😉

    ^kabur^

  9. Untuk kang arifin saya dukung sepenuhnya ide-ide yang sudah diciptakan untuk kemajuan generasi penerus kita di Skima yang kita banggakan.
    Untuk temen2 yang nerusin pendidikan S1 seharusnya lebih tanggap usulan ini, karena seorang S1 seharusnya bisa menciptakan lapangan kerja bukan mencari kerja.
    Eh,, tapi ngomong2 gimana temen kita wahyu hidayat???
    katanya mo gali batu bara di kalimantan sudah kehabisan..
    Semangat teruss utk SKIMA AE

  10. mas. Iyoes nih aya’2 wae..!!! Abdi nu bagja pisan, euy.
    Ditunggu aja mas suntikan dananya buat skima (apalah buat juragan minyak pertamina, jual satu drum olinya aja, daripada kencing hingga 22 trilyun).
    Untuk dhen mas Wahyu ya “TLUTUH TELO = BUTUH MORO”. S1, Cumlaude lagi, BISA KALI..!!!!!.
    Yus, skripsi kapan situ !!! WH aja Cumlaude lho, AWAS klo ‘Cirebon’ lagi (alias ‘E’) ntar lama kawinnya …eh..sorry ‘Nikah’ dech (ketagihan ama film AAC).
    ——-Woro – woro—–
    Hari Jum’at, tgl. 4 April 2008, Insya4JJI ada Kunjungan Wapres Jusuf Kalla. so.. buat temen2 yang mau nitip uneg2 ato salam, bolehh jugaa.. Syukur klo pak JK mau ngasih duit.

    (SORRY, COMENNYA BUKAN TEMA/TEMPATNYA) just replay aja. (ntar dikira K-trox lagi)

  11. udahlah mass-massss ku semua, kenapa kita gak coba berfikir positif ajalah, penghargaan itu (ISO) tidak diberikan secara ngawur kok. semua karena ada hal positif yang tumbuh dan berkembang dibanding jaman kita dulu. kena kita gak suport mereka adek2 kita aja, kritik boleh, saran juga gak papa tapi kalo menghina. awass
    komentar gampang mengukir prestasi yang sulit, kita harga perjuangan mereka yang sekarang ini penerus tongkat estafed kita dulu
    secerdas apapun anak2 tapi jika di manajemen ngawor ya jadinya amburadul. tapi dengan manajemen yang baik, aku yakin akan mampu mencetak generasi penerus yang jauh-jauh lebih baik dari kita. tapi jangan lupa SKI Al Kindi harus tetap jaya, pramuka jangan tumbang, gamapala jangan lengser, pmr jangan lesu, kir “karya ilmiah remaja” (masih ada gak) kalo udah non aktif adek2ku tolong dirilis lagi karena aku dulu yang mengajukan prosal pendiriannya. lienso jangan capek, osis & mpk jangan pecah.
    salamku buat pak mujo, ngapunten kawulo kuwalat kaleh panjenengan sak niki gantosan kulo ngajar matematik, hehee doa ku untuk kalian semua, harapanku doa kalian untukku. amin (awas yang baik2 lo…)

  12. selamat buat smk 3 kimia madiun

    kesuksesan bukan berarti tergantung dari seberapa bagus dan hebatnya sekolah atau instansi itu,..

    tau ndak kalian bahwa kecerdasan IQ itu cuma menyumbang 20 % untuk meraih kesuksesan , dan yang 80 % adalah di raih dengan kecerdasan lainnya

    jadi kalo sekolah jangan pinter pinter soalnya sama aja kalo kalian pinter di sekolah belum tentu pinter di dunia nyata…

    di sekolah cuma di ajarkan teori teori …
    lulusan smk kok bangga ??
    jadi buruh kok bangga ???
    apa yang kalian banggakan ???

    jadilah enterpreneur bukan jadi mental mental buruh

    jadilah pengusaha .. itulah mungkin dari kita kesalahan dari orang tua kita kita , kita dulu pernah di nasehati sejak kecil agar sekolah belajar yang rajin dan mendapat pekerjaan …

    sebenarnya itu semua salah ? harusnya sekolah setelah lulus jadilah pengusaha ..

    jadi dari kalian kalian semua jadi buruh inikah yang kalian bangga banggakan ???

    jadi buruh kok bangga ???

  13. yup..jago banget, emang mas jadi orang apa sich..????
    klo jd pengusaha smua lantas yg jalanin siapa…tu pikiran anak Tk jg tau.

    jgn pandang rendah seorang buruh….
    negara bisa berdiri, perusahaanmu (jk punya) bs jalan, semua perekonomian negara n dunia sekalipun yg ngejalanin jg buruh.
    apa mentang2 mas punya uang lantas sanggup beli jiwa buruh…

    orang itu mungkin menapakki tangga..ya mungkin nasib ditangan mas langsung ke atas, tapi bukanlah takdir yang kejam akan semua ini.

    apapun profesi seseorang nggak ada yg pantas di sombongkan, Allah sudah mengaturnya. jika Indonesia jiwa kita…hormati dan hargai orang lain mungkin bukanlah barang langka jaman sekarang…

    saking hormatinya Indonesia maupun dunia pada buruh, hari buruh pun ada
    lantas hari pengusaha kapan tuh

    bangga jadi buruh…apa bangga yang tukang makan kringet buruh…

  14. hehehehe …

    sapa tuh mas madja ya …
    itulah omongan omongan orang yang kalah yang pada akhirnya semuanya di serahkan pada allah

    emang semuanya takdir dan sebagainya di tangan allah
    kamu ingat ndak b ahwa allah tidak akan mengubah nasib seseorang kalau anda tidak merubahnya

    masak kalian kalian nyerah ama takdir ,,, gimana anda bisa berubah , gimana anda bisa maju kalau sudah nyerah begitu ???

    itulah kelemahan kelemahan bangsa indonesia udah enak sedikit lupa …
    bangsa kita emang mental mental kuli , mental penguasa bukan pengusaha

    coba anda tengok para kaum kaum cina di negara kita rata rata mereka sukses , karena mereka punya mental bisnis dan pekerja keras..
    bukan seperti b angsa kita mental buruh, dan mental pejabat

    hehehehe

    maka jangan salahkan orang orang cina kalo mereka sukses , dan kalian jangan ngiri kalo bangsa kita merasa jadi kuli jadi babu dan jadi penonton di negeri sendiri …..

    sejak dini tanamkan jiwa enterpreneur jangan jadi jiwa kuli kulu dan kuli
    masak kalian bangga jadi kuli ????

  15. saya yakin dhen Alexs bukan lulusan skima ya!!! majasnya kok lain. dhen jangan terlalu men-genalisir. Silahkan anda tengok dan list mengenai lulusan sekolah kami. Secara de jure Sebagai sekolah kejuruan Kimia Industri memang base-nya adalah bagaimana lulusan menjadi tenaga kerja khususnya di Industri kimia dan mungkin statement sebagai “buruh” memang tidak salah tapi memang itu sudah jadi program/sasaran dari pemerintah. Tapi secara de facto kami tidak seperti apa yang dhen kemukakan, kami tidak sepicik itu kok, nasib memang ada ditangan 4JJI, dan malahan kita suruh belajar dari China (itu ajaran nabi, maaf karena sebagian besar skima adalah muslim pribumi yang taat). Jika dhen Alex sedikit saja mau membuka “pandangan” bisa saya tunjukan bagaimana lulusan skima menjadi kepala instansi pemerintah, kepala pabrik, militer, pengusaha, guru, PNS, buruh, berdagang, dan fungsi – fungsi dan peranan lain yang sejak tahun angkatan pertama 60an hingga sekarang. Anda pasti tidak menyangka kan klo lulusan SKIMA dari jurusan kimia malahan menjadi pengusaha pecel, pengusaha sayuran, pengusaha “event organizer”, dsb..dari kelas besar maupun kecil. Pengusaha adalah suatu “pilihan” hidup, dan itu merupakan hak perogratif. Karena teman2 masuk skima dari latar belakang yang berbeda. Ada dari pengusaha, petani, PNS, karyawan, pedagang, dsb. jadi itu pilihan mereka masing- masing. Mau menganggur, jadi sampah, pencuri, ato apa itu pilihan mereka. Tapi Dhen Alex mungkin belum tau bahwa sementara sekolah – sekolah lain bereorientasi untuk mecetak lulusan yang mampu diserap oleh dunia industri, kita malahan sudah jauh-jauh menerapkan bagaiamana para lulusan skima selain diserap oleh dunia industri mereka dididik bagaimana menjadi seorang pencetak lapangan kerja ato sering orang bilang interpreneur/ “pengusaha” kata dhen Alex, ini ditandai bagaimana disekolah anak didik diajari tidak hanya bagaiamana cara memproduksi barang dan jasa tapi bagaiamana pula mengajarkannyya. Klo mau, ntar saya ajak dhen Alex ke Sekolahan Kimia Madiun. Dimana disitu ada Industri sekolah dengan berbagai macam jenis produk dari buatan anak didik SKIMA. Mereka yang bikin, mereka yang memanage/kelola, dan mereka yang memasarkanyya. Tapi pilihan hidup setelah lulus kana ada di siswa masing2. Kita tidak melarang mereke jadi apa. Selama bermanfaat bagi umat, bisa mandiri, atau melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, ato berkarir didunia bukan bidangnya ato peran lainnya itu tidak masalh. Dan itu wajar, alamiah (silhkan anda sering mendengarkan H. Kartajaya dai JakTV, ato Mario Tegih di O chanel, dsb). Selama berkarya yang bermanfaat bagi khlayak manusia, itu sudah menjadi sutu kebanggaan dan kepuasan tersendiri.
    Regard.
    alumni skima.
    office : http://www.tkcmindonesia.com
    college : http://www.unistangerang.ac.id

  16. heheheeh hehehe
    wah wah ini bang arifin pinter banget nich ….
    jangan tersinggung ya kalian kalian semua

    bukan cuma smk 3 kimia aja yang punya program program seperti yang bang arifin ceritakan , coba lah juga tengok smk smk kimia lainnya …

    spt smk pembangunan, smk theresiana dll … mereka jauh lebih unggul mengenai program progam yang seperti bang arifin ceritakan malah lebih maju ….

    emang di sini hidup adalah suatu pilihan … ya itulah kebanyakan pilihan masyarakat indonesia … jadi kuli, jadi babu, dan jadi penonton ….

    kebanyakan bangsa kita tidak mau bekerja keras enak sedikit lagaknya minta ampun kayak pejabat … suka nipu dll

    di sini saya bukan menjelek jelekkan smk anda bang cuma ngasih semangat .. untuk merubah cara pandang kita … marilah kita beralih dari quadran kiri menjadi quadran kanan ( kl lebih jelas baca buku robert kiyosaki )

    semuanya itu ada harganya bang kehidupan anda sekarang adalah cerminan masa depan anda …….

    boleh juga tuh bang arifin ngajak saya ke smk 3 madiun yang paling di banggakan itu … kapan ?
    hehehehe ….

    jadi kuli kok bangga ?

  17. Boleh …!!! saya sering mudik kok.Kapan..!
    Begini mengenai perbandingan sekolah sudah saya jelaskan di main page (mulai interpreneur bagi smk, review smk kimia, dsb.) tapi the underline dan sudah saya ungkapkan di tulisan2 saya. Semua mempunyai “penikmatnya” tersendiri atau pelanggannya sendiri. Bandung dengan Textilnya, Pembangunan Jogja dengan geo n mining nya, Smak dengan Labnya, semua punya “selling pointnya”. Jika kita mengatakan sekolah A bagus/maju, sekolah B tidak atau sebailknya itu tidak etis dan relevan, karena media dan parameter sebagai tolak ukur tidak jelas.! apakah dari rasio penyerapan lulusan, atao nilai ujian, ata kepuasan pelanggan/ penyerap.Tapi diluar itu semua, mari jadikan bahan “continually improvement” supaya “customer statifaction” tercapai. Ayo “fastabiqul khoirot” / mari berlomba – lomba mencari kebaikan. Tentunya dengan banyak berkarya yang bermanfaat bagi umat, sekecil apapun itu.
    Emang Sdr Alex darimana….!! jadi “pengusaha” apa…?
    Jika seoranag “true interpreneur” tentunya majasnya perlu diperbaiki, ntar kasihan ama bawahannya…n bisa jadi pelanggan anda menjadi lari….just advice. Thanks.

  18. ini bang arifin ngomongnya pinter banget cocok kalo jadi juru bicara ato jadi pendobrak mahasiswa untuk demo … hehehe

    emang sekarang anda kuliah dimana dan siapa dosen pengajarnya

    boleh belajar juga nich ???

  19. emang banyak jadi mantan ketua, dan alkhamdullah biasa berinteraksi sengan pejabat daerah, maupun senayan, ato ketua ormas n parpol. ‘N sekarang ini emang lagi menjabat ketua Dewan Mahasiswa di http://www.unistangerang.ac.id selain jabatan kantor di http://www.tkcmindonesia.com. Tapi bagi sy itu hanya sebuah perjalanan hidup. enjoy aja. muaranyapun sy belum tau. Kerjakan yng ada di depan mata aja. Sy ykin semua jadi pemimpin. Selama masih muda dan kita masih bisa berkarya untuk yang lain. Its never mind. Belajar n terus belajar, dimanapun tempat tak ada yang percuma. Siapa saja yang bagi sy layak buat jadi guru, itu yang akan sy ambil ilmu n hikmah darinya, termasuk dengan anda sperti ini. 4 me Walaupun dia pengemis, ato tinggal di kolong jembatan, siapapun n apapun itu klo apa yang ia nasehatkan bagus ya sy ambil. sebaliknya meskipun dia anggota DPR, pejabat esselon klo ngomongnya tidak sesuai real ya godbye aja. In the end…Belajar n berkarya, doa mama, n berkah Tuhan…itu sudah cukup untuk menjadi kepuasan n tujuan hidup.

    thaks.

  20. gimana nich kl anda kan ngomongnya udah pinter kayak pejabat

    gimana nanti kalo tahun 2009 nyalon jadi presiden
    heheheh.. bagus ndak idenya

    semoga apa yang anda omongkan sesuai dengan apa yang anda kerjakan,,, jangan jadi seperti kebanyakan bisanya cuma ngomong , dan komentar , tapi gak ada realnya ….

    aTO kebanyakan kl pinter ngomong ntar malah membodohi rakyat … kayak yang terjadi dengan pemimpin pemimpin kita selama ini …
    meraka kan dulunya lahir kayak seperti anda anda ini yang jago ngomong sana sini , dan alibi macam macam taPI tidak ada realisasinya …

    karena mereka mereka pemimpin pemimpin bangsa ini mulanya mungkin seperti anda yang ngomongnya pinter, ato cuma ngomong doang !!!!

    jadi mungkin berikutnya anda ????

    kl boleh tau anda alumni smk 3 kimia madiun alumni tahun berapa

    dan sekarang kuliah semester berapa

  21. mengutip iklan S.bachir..(tpi maaf sy bukan PAN ato muhammdiyah) “Hidup adalah perbuatan).. dalam agama sy, nabi sy memberikan nasehat begini intinya “jangan kamu seperti A yang Banyak bekerja/amal tapi tak ada ilmunya…atau banyak ilmunya tapi tak diamalkan…tapi jadilah seorang yang berilmu dan banyak beramal…” atau dalam kitab suci sy diibaratkan ” jangan seperti “keledai membawa kitab” artinya banyak ilmu tapi sia2 n tak ada manfaatnya…ajaran dari guru saya yang mengadopsi kitab suci sy begini ” jangan memerintahkan suatu hal sedangkan dirimu tidak melaksanakannya” dan juga begini “jangan kamu melakukan suatu hal lain sebelum kamu dapat meyelesaikan hal yang ada padamu sekarang” dan juga begini ” apabila kamu menyuruh suatu hal, kamu juga yang pertama kali melakukannya” juga begini “semua hal akan dipertanggungjawabkan” dan menurut guru sy “ancamannya sangat besar”. MohandasH Karamchad Gandhi dalam Baghawat Gita mengatakan begini (walaupun beda agama) “agama dan tindakan adalah satu”. Intinya bahwa sy selalu berusaha “istiqomah/keukeuh/konsistent” dengan hal itu, walaupun sy sebatas manusia yang masih butuh kesempurnaan. (contonually improvement).
    “Jangan meminta jabatan…” itu ajaran guru sy. Belajar dan Berbuat baik dengan iman itu cukup bgi sy untuk menjalani hidup didunia, klo urusan masa depan, besok gimana, mau jadi apa, dsb sy serahkan hanya pd Tuhan, sy hanya berusaha menjalankan perintah Tuhan.

    Sy alumni SKIMA tahun 2003 (masih muda sekali ya..), dan kuliah semester 6 akhir. jur. T. Kimia. (krn hbs diambil suatu perusahaan, so baru smpt kuliah)…

    Emang Sdr. Alex darimana, kuliah dimana, semester brp,…ato kerja dimana…, lulusan taun brp?

    Thanks.

  22. mmm masih mudah banget nich sdr arifin, tapi memang hidup ini adalah suatu pilihan ….

    tergantung dari kita milih yang mana …

    ak alumni skima angkatan tua ….

    alhamdulilah punya even organizer

  23. angkatan tahun berapa ya…. soalnya sy sering connect ama alumni tahun 80 an (banyak di Jakarta), n temen kuliah juga banyak dari anagkatan 90an. Mas,…kerja dimana…n tinggal dimana sekarang… Muridnya Bu TUTIK bukan? (soalnya di jakarta banyak fansnya bu Tutik dari jaman baheula..)

  24. buat mas alex’s emang bener jadi enterpreneur adalah hal membanggakan karena bisa mengelola hasil sendiri,bangga bisa menikmat hasil sendiri tapi ingat tanpa adanya pihak lain apa mungkin suatu usaha akan jadi,jadi jangan terlalu bangga menjadi enterprenur tanpa melihat sisi lain di sebelahnya. tolong dong ilmunya di bagi .kalau emang gak mau lihat lulusan skima menjadi buruh semua
    maaf komentarnya

    yang sementara bangga menjadi buruh di timteng
    dengan gaji bisa nyewa event organizer

  25. hehehehe ,,,,,

    bagi ilmunya adalah menjalani sesuatu dengan menejemen ikhlas

    dan melakukan afirmasi terus menerus ….

    cuma itu aja yang paling penting positive feeling kl cuma positive thinking masih kurang

    ok

    tapi gua bangga jadi gini heheheh dari pada jadi buruh …. heheheh

  26. Gtu aja ko’ repot(emng gusdur).. sm2 almni kimia g usah sling ngejelekin atopun debat yng bkn esmosi. masalh bangga jd buruh ato pengusaha itu kan hak mereka masing2. Yng pnting pikirin gmn mnjlaninya n Melakukan continuos improvement sesuai bidang msing2. Lulusn alumni Skima ga hars bkrja di bidang kimia aja.
    Untuk smuanya salut deh ma komntar2nya.
    Ms arifin aku dukung bgt deh,jgn pernh pantang mundur..
    Bwt bpk Alex trma ksih, mungkin komntrnya ada baiknya jg, krna bwt saya pribadi itu bisa memotivasi untuk brfikir inovasi.
    Tp ingt klo jln jgn s’llu liht ke atas nti ksandung..
    Ngmong2 boleh juga nih bs pnya event organiser, klo bisa boleh nih ngamal sekali2 bwt smbangin bikin acara reunian alumni Skima.

  27. Assalamu’alaikum………….
    wuih seru banget nich….debatnya…..
    sorry bukanya mo tambah memperkeruh suasana..
    Smua pada merasa jadi “yang ter….” aja, seolah-olah mo nunjukin dirinya yg paling jago…nd paling hebat….
    Tapi klo emang tujuanya mo nyampain sebuah motivasi ya jangan saling nunjukin taring gtu donk….
    kayak orang yang gk terpelajar….aja…

    Angaplah smua pilihan yg klian tempuh adalah yg terbaik bagi anda sendiri jadilah diri sendiri yang beriman nd bertaqwa, klo yang mau jadi karayawan ya…jadilah karyawan yg baek…klo mo jadi pengusaha ya jadilah pengusaha yg baek, adil karna setiap apa yg anda kerjakan pasti diminta pertangggung jawabanya sama Yang Esa kelak.Mulailah berbenah dari diri sendiri…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s