SYARAT KELULUSAN DAN PANDUAN SKL UN 2008

Peserta UN dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan UN sebagai berikut:

  • memiliki nilai rata-rata minimal 5,25 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan tidak ada nilai di bawah 4,25 dan khusus untuk SMK, nilai mata pelajaran Kompetensi Keahlian Kejuruan Minimum 7,00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN; atau
  • memiliki nilai minimal 4,00 pada salah satu mata pelajaran dan nilai mata pelajaran lainnya minimal 6,00, dan khusus untuk SMK, nilai mata pelajaran Kompetensi Keahlian Kejuruan minimum 7,00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN.
  • Pemerintah daerah dan/atau satuan pendidikan dapat menetapkan batas kelulusan di atas nilai sebagaimana dimaksud di atas.

Selanjutnya mengenai UN 2008 : Tujuan UN, Kegunaan Hasil UN, Syarat Peserta UN, Pendaftaran Calon Peserta UN, Peserta UN, Penyelenggara UN, SKL Ujian Nasional SMP-SMA-SMK, Mata Pelajaran & Jumlah soal UN dari SMP-SMA-SMK, Jadwal Ujian Utama dan Susulan, Syarat Kelulusan dll. dapat didownload disini.

Thanks.

=====

prabujayadiningrat@yahoo.co.id

3 thoughts on “SYARAT KELULUSAN DAN PANDUAN SKL UN 2008

  1. SEGITU standarisasi UAN. . .
    emangnya pemerintah ga berfikir dari tahun-tahun kemarin banyak yang ga lulus trus BUNUH DIRI?
    emang mau tanggung jawab. .
    belajar si belajar tapi klo ga lulus cuma karena 3 PELAJARAN
    emang ga stress???
    belum lagi mikirin bayaran susah. belum tentu semua orang tua punya penghasilan sama!
    jangan mikirin persaingan sama negara lain
    mereka wajar karena rakyatnya yang udah lebih makmur dan peraturan yan gjelas dan ga da kolusi!

  2. Dear, Adhe.
    Senang mendengar begitu antusiasnya anda terhadap dunia pendidikan.

    Kami menghargai dan menghormati pendapat saudara, apa yang anda tuturkan tersebut memang tidak salah karena kamipun juga merasakan hal itu.

    Sebagai bagian dari institusi pendidikan dibawah naungan Diknas dan kami merupakan bagian dari komponen bangsa tentunya berupaya untuk mendukung program – program pemerintah. Kami percaya bahwa pemerintah mampu karena ahli2, pakar2, dan tenaga profesional di dunia pendidikan yang berpengalaman yang ada menjadi perumus kebijakan tersebut tentunya sudah memikirkan dampak2 positif/negatif baik internal maupun eksternal dengan mengutamakan azas manfaat dan aspek2 kemaslahatan dalam domain “continually improvement’ meskipun sebagian kita belajar dari negara lain (selama “baik”, why not).
    Upaya2 pemerintah ini tentunya merupakan suatu embrio dalam memajukan pendidikan tentunya perlu mendapat dukungan meskipun kami tidak memungkiri adanya kendala2 yang itu bagi kami merupakan suatu pembelajaran dan bahan evaluasi serta stimulus pengembangan.

    Kami merasa empati bagi anak didik yang belum mendapatkan suatu harapan yang diinginkan (cc.tidak lulus, dsb), peran kami tentunya sebatas support (menghibur, menyemangati, membesarkan hati, etc) karena peran orang tua lebih diharapkan, akan tetapi bukankah ada ujian susulan, dan solusi lainnya yang pantas/ rasional.

    Meskipun situasi ekonomi yang masih perlu perbaikan, kiranya semangat belajar tidak terpengaruh. Belajar tidak ada matinya baik dikala senang/susah. Tuhan menilai prosesnya bukan hasilnya, meskipun hasil tergantung dari prosesnya. Yang perlu digarisbawahi adalah Belajar adalah suatu kewajiban.

    Marilah kita berpikir positif, jernih. Apapun yang menjadi kebijakan pemerintah, selama kami pandang baik dan bermanfaat, tentunya dukungan adalah sukap yang bijak.

    Keep brothership.
    Regards.
    Skimaters.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s