Indonesia Tuan Rumah E-9 Ministerial Meeting 2008

JAKARTA–MI: Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan menteri-menteri bidang pendidikan sembilan negara besar di dunia, yang akan berlangsung 10–12 Maret 2008, di Denpasar, Bali.

Rencananya, pertemuan yang lebih dikenal dengan nama E-9 Ministerial Review Meeting on Education For All itu, akan dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla. Tema pertemuan tahun ini adalah ‘Peningkatan Pendidikan dan Pelatihan Bagi Guru Sebagai Bagian Penting dalam Sistem Reformasi Pendidikan’.

Dalam pertemuan itu, sedikitnya 9 negara dengan jumlah penduduk diatas 10 juta akan didelegasikan oleh tim ahli dan menteri-menteri bidang pendidikan dari India, China, Indonesia, Bangladesh, Brazil, Meksiko, Nigeria, Mesir dan Pakistan, yang membahas berbagai isu berkaitan dengan peningkatan program ‘Education For All’ (EFA).

Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Dirjen PMPTK) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) Baedhowi, Rabu (5/3)mengatakan salah satu agenda EFA itu, akan membahas buta aksara.

70% penderita buta aksara di dunia berada di sembilan negara peserta pertemuan ini. karena itu, pertemuan 9 negara yang berlangsung sejak 1993 ini menjadi sangat penting, terutama berkait dengan kerjasama bilateral dan multilateral di bidang pendidikan,’’ ujar Baedhowi.

Dalam pertemuan kali ini, delegasi Indonesia yang akan dipimpin langsung Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo, akan berbagi pengalaman berkenaan dengan kebijakan yang populer saat ini diantaranya menyangkut profesi guru, pendidikan anak usia dini (PAUD), wajib belajar 9 tahun, kesetaraan gender, mutu pendidikan serta buta aksara.

Dalam pertemuan yang akan diikuti sekitar 150-an peserta itu, kita juga bakal mencari kesepakatan dan kerjasama diantara negara-negara peserta mengenai mutu pendidikan dan pelatihan guru. Karena satu dari sekian banyak masalah pendidikan saat ini adalah profesional guru dalam mendukung program EFA, ujar Baedhowi.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas Fasli Jalal mengakui perlunya peningkatan mutu pendidikan buta aksara di Indonesia. Dalam hal ini, Indonesia masih kalah jika dibandingkan China yang sudah memelekaksarakan 80% warga dari buta aksara.

Angkanya saya tidak tahu pasti, tapi keberhasilan China itu sangat berpengaruh pada peta global pendidikan dunia. Kita sendiri memang masih nomor dua setelah China dalam peta pemberantasan buta aksara, tapi hal itu sudah cukup mengesankan negara-negara maju anggota UNESCO, tambah Fasli.
Sumber: Media Indonesia Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s