Berita dari madiun

RADAR MADIUN Jumat, 29 Feb 2008

Jumat, 29 Feb 2008
Mantan Kakanperpus Diminta Keterangan

MADIUN – Pengusutan kasus dugaan korupsi dana anggaran pengadaan buku perpustakaan Pemkab Madiun terus berlanjut. Kemarin (28/2), tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Madiun memanggil dua mantan Kepala Kantor Perpustakaan (Kakanperpus) Bambang Yanuarso dan Maidi Raharjo.

Bambang menjabat kakanperpus hingga periode tahun 2006 dan Maidi menjadi pelaksana tugas (Plt) pada tahun 2007. Keduanya diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini. Pemeriksaan dilakukan terkait kapasitas dan pengetahuan mereka tentang dugaan penyimpangan dana pengadaan buku perpustakaan APBD Kabupaten Madiun tahun 2007 sebesar Rp 187 juta.

Menurut salah satu penyidik, dalam penyaluran dana itu diduga tanpa melalui tender atau lelang maupun tidak ada penunjukkan rekanan. “Padahal, sesuai ketentuan, untuk proyek senilai Rp 50 juta ke atas harus melalui lelang atau ditenderkan kepada rekanan,” kata Kepala Kejari (Kajari) Madiun Mangiring Siahaan.

Selain itu, tim penyidik juga menduga adanya mark up untuk pengadaan buku-buku perpustakaan maupun dalam pembelian beberapa sarana perlengkapan perpustakaan, seperti rak buku. Dalam proyek tersebut, dana pengadaan buku untuk 11 sekolah dasar (SD) dan 4 madrasah ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Madiun sebesar Rp 102 juta. Sedangkan dana untuk pengadaan buku di Kanperpus senilai Rp 85 juta.

Anggaran untuk internal pengadaan buku Kanperpus tersebut dikucurkan dalam dua termin. Yakni, pada triwulan pertama sebesar Rp 40 juta dan triwulan kedua Rp 45 juta. Ditambah dana untuk SD dan MI, total dana yang disalurkan senilai Rp 187 juta.

Pemeriksaan terhadap Bambang dan Maidi dimulai sejak pukul 09.00. Meskipun dalam waktu yang bersamaan, mereka diperiksa secara terpisah di ruang intelijen. Pemeriksaan baru selesai sekitar pukul 16.00. Menurut salah seorang penyidik, Bambang dan Maidi mendapatkan sekitar 30 pertanyaan dengan materi seputar kasus tersebut.

Sebelumnya, penyidik juga telah memanggil dan memeriksa beberapa pejabat Kantor Perpustakaan Kabupaten Madiun. Di antaranya Kakanperpus Endang Suwarsih dan beberapa orang stafnya. Mereka diperiksa guna dimintai keterangan sebagai saksi seputar kasus tersebut. (dra)

One thought on “Berita dari madiun

  1. Tidak di Senayan n di daerah sama aja penyakitnya “corupt” (tapi keputusan pengadilan yaa..tetep praduga tak bersalah). Seharusnya pejabat-pejabat tuch klo hari senin suruh upacara aja, biar dengerin pembacaan UUD 1945, ….”MEMAJUKAN KESEJAHTERAAN UMUM, MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA”….bukannya “UUD” (Ujung Ujungnya Duit) apalagi…”MEMAJUKAN KESEJAHTERAAN PRIBADI, MEMBODOHI KEHIDUPAN BANGSA”… Udah sekolah mahal, dana subsidi APBN untuk pendidikan dikurangi, malah dikorupsi pula, apalagi buat pengadaan perpustakaan yang banyak sekali manfaatnya. Ya itulah Indonesia!!! yang penting rezeki halal n berkah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s