Dalam kadar nitrogen yang diperoleh dapat dihitung banyaknya protein yang terkandung dalam suatu zat. Protein merupakan zat organik yang terdiri dari rantai asam amino dan merupakan zat utama seluruh sel hidup, baik tumbuhan maupun hewan.

Kadar nitrogen dari bermacam protein hampir sama yaitu sekitar 16% dan kadar protein dapat diketahui dengan jalan mngalikan persen nitogen dengan faktor 6,25. dalam protein tetentu seperti kasein biasanya dipakai faktor yang lebih tinggi yaitu 6,38.

metode yang umum untuk menetapkan nitrogen dalam makanan ialah metode Kjeldahl dimana metode ini terus dimodifikasikan untuk memperoleh ketelitian dan kecepatan yang lebih baik.

Penetapan nitrogen total pada asam amino bisa dilakukan dengan menggunakan metode Kjeldahl. Pertama-tama sampel didestruksi dengan asam sulfat dan dikatalisis dengan katalisator yang sesuai sehingga akan menghasilkan amonium sulfat.

Setelah pembebasan dengan alkali kuat, amonia yang terbentuk disuling uap secara kuantitatif ke dalam larutan penyerap dan ditetapkan secara titrasi. Metode ini telah banyak mengalami modifikasi. Metode ini cocok digunakan secara semimikro, sebab hanya memerlukan jumlah sampel dan pereaksi yang sedikit dan waktu analisa yang pendek.

Cara Kjeldahl digunakan untuk menganalisis kadar protein kasar dalam bahan makanan secara tidak langsung, karena yang dianalisis dengan cara ini adalah kadar nitrogennya. Dengan mengalikan hasil analisis tersebut dengan angka konversi 6,25, diperoleh nilai protein dalam bahan makanan itu. Untuk beras, kedelai, dan gandum angka konversi berturut-turut sebagai berikut: 5,95, 5,71, dan 5,83. Angka 6,25 berasal dari angka konversi serum albumin yang biasanya mengandung 16% nitrogen.

Prinsip analisis Kjeldahl adalah sebagai berikut: mula-mula bahan didestruksi dengan asam sulfat pekat menggunakan katalis selenium oksiklorida atau butiran Zn. Amonia yang terjadi ditampung dan dititrasi dengan bantuan indikator. Cara Kjeldahl pada umumnya dapat dibedakan atas dua cara, yaitu cara makro dan semimakro. Cara makro Kjeldahl digunakan untuk contoh yang sukar dihomogenisasi dan besar contoh 1-3 g, sedang semimikro Kjeldahl dirancang untuk contoh ukuran kecil yaitu kurang dari 300 mg dari bahan yang homogen.

Cara analisis tersebut akan berhasil baik dengan asumsi nitrogen dalam bentuk ikatan N-N dan N-O dalam sampel tidak terdapat dalam jumlah yang besar. Kekurangan cara analisis ini ialah bahwa purina, pirimidina, vitamin-vitamin, asam amino besar, kreatina, dan kreatinina ikut teranalisis dan terukur sebagai nitrogen protein. Walaupun demikian, cara ini kini masih digunakan dan dianggap cukup teliti untuk pengukuran kadar protein dalam bahan makanan.

Analisa protein cara Kjeldahl pada dasarnya dapat dibagi menjadi tiga tahapan yaitu proses destruksi, proses destilasi dan tahap titrasi.

1. Tahap destruksi
Pada tahapan ini sampel dipanaskan dalam asam sulfat pekat sehingga terjadi destruksi menjadi unsur-unsurnya. Elemen karbon, hidrogen teroksidasi menjadi CO, CO2 dan H2O. Sedangkan nitrogennya (N) akan berubah menjadi (NH4)2SO4. Untuk mempercepat proses destruksi sering ditambahkan katalisator berupa campuran Na2SO4 dan HgO (20:1). Gunning menganjurkan menggunakan K2SO4 atau CuSO4.

Dengan penambahan katalisator tersebut titk didih asam sulfat akan dipertinggi sehingga destruksi berjalan lebih cepat. Selain katalisator yang telah disebutkan tadi, kadang-kadang juga diberikan Selenium. Selenium dapat mempercepat proses oksidasi karena zat tersebut selain menaikkan titik didih juga mudah mengadakan perubahan dari valensi tinggi ke valensi rendah atau sebaliknya.

2. Tahap destilasi
Pada tahap destilasi, ammonium sulfat dipecah menjadi ammonia (NH3) dengan penambahan NaOH sampai alkalis dan dipanaskan. Agar supaya selama destilasi tidak terjadi superheating ataupun pemercikan cairan atau timbulnya gelembung gas yang besar maka dapat ditambahkan logam zink (Zn).

Ammonia yang dibebaskan selanjutnya akan ditangkap oleh asam khlorida atau asam borat 4 % dalam jumlah yang berlebihan. Agar supaya kontak antara asam dan ammonia lebih baik maka diusahakan ujung tabung destilasi tercelup sedalam mungkin dalam asam. Untuk mengetahui asam dalam keadaan berlebihan maka diberi indikator misalnya BCG + MR atau PP.

3. Tahap titrasi
Apabila penampung destilat digunakan asam khlorida maka sisa asam khorida yang bereaksi dengan ammonia dititrasi dengan NaOH standar (0,1 N). Akhir titrasi ditandai dengan tepat perubahan warna larutan menjadi merah muda dan tidak hilang selama 30 detik bila menggunakan indikator PP.

%N = × N. NaOH × 14,008 × 100%

Apabila penampung destilasi digunakan asam borat maka banyaknya asam borat yang bereaksi dengan ammonia dapat diketahui dengan titrasi menggunakan asam khlorida 0,1 N dengan indikator (BCG + MR). Akhir titrasi ditandai dengan perubahan warna larutan dari biru menjadi merah muda.

%N = × N.HCl × 14,008 × 100 %

Setelah diperoleh %N, selanjutnya dihitung kadar proteinnya dengan mengalikan suatu faktor. Besarnya faktor perkalian N menjadi protein ini tergantung pada persentase N yang menyusun protein dalam suatu bahan.

1. metode pemanasan langsung

penetapan ini relative sederhana yaitu contoh yang telah ditimbang atau diketahui bobotnya dipanaskan dalam suatu pengering listrik (oven) sampai bobit tetap, dengan tekanan 1 atm.

 

 

 

 

 

2. metode penyulingan dengan pelarut yang tidak dapat campur

lebih dikenal dengan metode xylol (ksilena). Penetapan ini sangat penting terutama yang mengandung air dan minyak terbang (volatile oils) yang keduanya dapat mengauap. Penetapan ini dipakai alat ”aufhauser” atau alat penerima bitwell dan stirling, dilengkapai dengan labu dan pendingin liebig. Ksilena mempunya titik didih > titik didih air sehingga bila dipanaskan maka air yang dahulu menguap.

 

 

 

 

3. metode pengering vacum

dilakukan untuk menetapkan kadar air dalam contoh yang akan terurai kalau dipanasskan pada suhu 100o-105oC

 

 

 

 

 

4. metode asam sulfat

metode ini diuapkai terhadap zat2 yang peka terhadap panas, proses ini relatif memerlukan waktu yang lama. Sampel didalam eksikator vacum dikeringkan dengan asam sulfat pekat.

 

 

 

 

5. metode karl fischer

didasarkan atas reduksi Yod oleh belerangdioksida (SO2) dalam air dan basa yaitu piridin dengan memakai pereaksi Fischer yang terdiri dari larutan Yod, belerang dioksida dan piridin dalam methanol anhydrous.

Ajinomoto bukan cuma mengurus masak-memasak di dapur saja. Tahun ini, program Ajinomoto Scholarship sudah dibuka bagi para mahasiswa Internasional, khususnya di lima negara ASEAN yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, serta Filipina.

Program beasiswa tahun akademik 2011/2012 tersebut ditawarkan untuk para mahasiswa yang ingin meraih gelar Master di bidang sains di Universitas Tokyo. Syarat utamanya, kandidat harus merupakan warga negara asli Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, atau Filipina dan berusia tak lebih dari 35 tahun pada 1 April 2011 mendatang.

Kandidat juga harus memiliki bukti kemahiran berbahasa Jepang, fisik yang sehat dan punya motivasi tinggi dalam studinya. Saat mendaftarkan beasiswa ini, kandidat tidak diperkenankan menerima beasiswa lainnya.

Bagi yang berminat, batas waktu pengiriman aplikasi hanya sampai 28 Maret 2011. Informasi mengenai besaran beasiswa, masa studi, syarat-syarat penting lain dan format pendaftarannya bisa diunduh di http://www.ajinomoto.co.th.

minal aidzin wal faidzin

mohon maaf lahir batin yach semua rekan…

Telah ditemukan ikatan kimia baru. Lebih kuat daripada ikatan kovalen, ikatan hidrogen, bahkan ikatan ionik. Kalau atom Lk dengan Wn sudah berikatan kimia cinta, walaupun jarak antar atomya berjauhan bahkan ratusan kilometer lintas kota lintas benua, ikatannya tetap terasa dan sulit dipisahkan antar keduanya. Hal ini tidak bisa dijelaskan oleh hukum mekanika Newton bahkan mekanika kuantum sekalipun. Menurut hukum gaya elektrostastik besarnya gaya tarik antar partikel berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antar partikel. Tetapi pada ikatan kimia cinta, jarak partikel tidak mempengaruhi besarnya gaya tarik antar partikel.

Atom Lk kerap kali mengirimkan foton dengan panjang gelombang tertentu, sehingga atom Wn tergetar dan tereksitasi dari keadaan normalnya. Ketika berdekatan dengan atom Wn, inti atom Lk berdegub kencang serasa ingin meluruh dan gemetaran sehingga membebaskan sejumlah radiasi sinar gamma. Padahal atom Wn hanya melintas sesaat.

Pada situasi dan kondisi tertentu diperlukan suatu katalis sebagai mak comblang untuk menyatukan atom Lk dan Wn yang malu-malu.

Kalau atom Wn sudah resmi menerima atom Lk sebagai calon pasangan untuk membentuk sebuah molekul rumah tangga, berarti tinggal satu tahap mekanisme reaksi lagi agar reaksi selesai.

Tahap selanjutnya adalah proses yang yang sangat menentukan laju reaksi. Keluarga isotop atom Lk akan bersama-sama menuju kediaman keluarga isotop atom Wn. Setelah proses serah terima elektron sebagai maskawin selesai dan penyatuan keduanya oleh secara resmi oleh penghulu partikel. Maka, Lk dan Wn sudah berikatan kimia cinta. Keduanya akan berikatan selamanya sampai akhir hayat, ketika waktu paruh mereka berdua telah mencapai limit tak hingga.

Akan tetapi, sebelum habis meluruh, keduanya akan membentuk kompleks teraktivasi, sehingga tercipta sebuah partikel baru yaitu, Lk junior dan Wn junior.Mekanisme pembentukan ikatan cinta ini belaku untuk setiap isotop Lk dan Wn lainnya, sehingga selalu ada keberlangsungan generasi

Kali ini akan dijelaskan mengenai mekanisme reaksinya, karena pada thread sebelumnya kayanya reaksi pembentukan senyawa LkWn tidak sesederhana penjelasan itu, karena pada kenyataannya jarak (bahkan ketika tidak ada jarak sekalipun) banyak hal yang dapat mempengeruhi pada kekuatan ikatan pada molekul LkWn. terutama jika ada interferensi dari ion Lk ato ion Wn lain yang memiliki spektrum energi atraktif yang lebih tinggi dan foton (bermuatan materi) yang lebih banyak.

Bahkan untuk molekul LkWn yang sudah terbentuk dengan stabil dan telah menghasilkan derivat dan memiliki waktu paruh yang lama pun masih bisa dipengaruhi oleh interferensi tersebut.
Sehingga bukan tidak mungkin atom Lk yang pada keadaan normal bervalensi satu akan menggunakan valensi diatasnya untuk mengikat 2 atau lebih atom Wn (baca: nyandung) membentuk senyawa poligami yang merupakan hasil dari proses nyandungisasi, yaitu Lk(Wn)2, Lk(Wn)3 dst, senyawa kompleks LkWn atau polimer LkWn dengan kompleksitas permasalahannya.

Atau secara empiris dapat ditulis dengan Lk(Wn)x, dimana x merupakan bilangan bulat antara 1 sampai dengan tak terhingga. hal ini sangat memungkinkan terjadi, karena dibeberapa institusi hukum pp-10 sudah tidak dipakai lagi karena sudah dianggap tidak relevan.

Meskipun x tidak terhingga, valensi atom Lk yang banyak ditemukan adalah 1 atau 2. di alam, pada keadaan normal sukar sekali menemukan atom Lk yang bervalensi 3, 4 atau diatasnya. tetapi menurut jurnal jawa pos yang saya baca minggu lalu, di sragen-solo telah ditemukan atom Lk yang bervalensi 12 dalam bentuk senyawa Lk(Wn)12. setelah diamati oleh para ahli ternyata atom Lk trsebut pada spektrumnya jika diamati panjang gelombangnya memang memiliki lamda diatas 900 A° (mendekati infra merah, sehingga memiliki energi tinggi), dan jika diamati muatannya ternyata memiliki foton (materi) yang banyak juga pada keadaan STP (ideal) reaksi normal antara atom Lk dan atom Wn adalah sbb:
Lk + Wn —LkWn
LkWn —– Lk(Jr) dan/atau Wn(Jr)
tapi berdasarkan tingkatan energi ikatan, jika kita asumsikan ikatan antara atom Lk dan atom Wn pada pembentukan molekul LkWn adalah ikatan sigma yang terbentuk dari proses meritisasi, kemudian ikatan pi adalah ikatan siri, dan ikatan n adalah ikatan sephia, dimana ikatan pi dan ikatan n terbentuk dari proses selingkuhisasi, maka hasil reaksi antara atom Lk dan atom Wn dengan interferensi dari ion Lk+, ion Wn- dan radikal bebas Lk° atau Wn° kemungkinan akan menghasilkan senyawa anomali, yaitu :

Lk + Wn + interferensi ion Wn- —– Lk(Wn)x
atau
Lk + Wn + interferensi ion Lk+ —– (Lk)yWn
atau
Lk + Wn + interferensi ion Lk+ dan Wn- —– (Lk)y(Wn)x
atau
Lk + Wn + interferensi ion Lk+ dan Wn- —– [(Lk)y(Wn)x]z
atau
Lk + Wn + dengan/tanpa interferensi ion Lk+ dan Wn- —– Lk° + Wn°
atau
Lk + Wn + dengan/tanpa interferensi ion Lk+ dan Wn- —– (Lk)2 + (Wn)2
keterangan :
x = valensi atom Lk
y = valensi atom Wn
z = jumlah “mer” dari polimer LkWn(dimana x, y, z adalah bilangan bulat random)
Lk° dan Wn° = radikal atom jomblo
LkWn = senyawa monogami
Lk(Wn)x = senyawa poligami
(Lk)yWn = senyawa poliandri
(Lk)y(Wn)x = senyawa kompleks
LkWn[(Lk)y(Wn)x]z = senyawa polimer
LkWnnyandung = memiliki pasangan lebih dari satu, bisa poligami atau poliandri
Tahapan/mekanisme reaksinya adalah sbb:

a. Reaksi Normal
1. eksitasi
atom Lk dan atom Wn sejalan dengan waktu paruhnya (biasanya 17 – 40 tahun) akan melepaskan satu elektron dari pasangan elektronnya menjadi tereksitasi dari ground-state ke excited state sehingga keduanya akan mengalami exciting membentuk ion Lk+ dan ion Wn-
Lk —– Lk+
Wn —– Wn-

2. interaksiion
Lk+ dan ion Wn- yang sedang exciting akan saling mendekati dan membentuk senyawa dengan ikatan sigma LkWn melalui proses meritisasi dengan/tanpa katalis comblang

Lk+ + Wn- —– LkWn

3. derivatisasi
susah jelasin teknisnya, pokoknya reaksinya akan menghasilkan atom Lk junior dan/atau Wn junior yang masih labil.

4. siklisasiatom
Lk(Jr) dan Wn(Jr) yang masih labil pada waktu paruh 17 akan matang dan mengalami eksitasi sehingga reaksi berulang membentuk siklus reaksi looping dari reaksi tahap 1 sampai tahap 4.

Lk(Jr) —– Lk
Wn(Jr) —– Wn
b. reaksi anomali


5. centilisasiion
Lk+ atau Wn- yang belum juga bereaksi mengalami over-exciting karena kelamaan tereksitasi sehingga mengalami centilisasi, yaitu tereksitasi dari keadaan excited-state ke centil-state.
Lk+ —– Lk*Wn- —– Wn*
6. interferensi
molekul LkWn yang sudah terbentuk disadari atau tidak, diakui atau tidak dan disengaja atau tidak, akan mengalami interferensi dari ion Lk* atau ion Wn* yang over-exciting

6.1 proses pembentukan senyawa poligami
atom Lk pada molekul LkWn akan menyisihkan/mengalihkan (bukan melepasan) foton atau mencari foton tambahan. jika tidak kuat atom Lk akan mengalami kelebihan foton bebas atau lone-pair foton (emang ada?) sehingga mengalami proses centilisasi membentuk LkWn tercentilkan.
LkWn + foton —– *LkWn

molekul LkWn tercentilkan bereaksi dengan ion Wn over-exciting membentuk senyawa Lk(Wn)2 dengan bentuk ikatan sigma-sigma atau sigma-pi atau sigma-n. reaksi 5.1 ini akan looping sampai membentuk senyawa Lk(Wn)x, dimana x bilangan bulat dan tak terhingga.

6.2 proses pembentukan senyawa poliandri
atom Wn pada molekul LkWn melepaskan emisi centil berlebihan. jika tidak kuat atom Wn akan mengalami kelebihan elektron bebas atau lone-pair electron sehingga mengalami proses centilisasi membentuk LkWn tercentilkan.
LkWn —– LkWn*
molekul LkWn tercentilkan bereaksi dengan ion Lk* over-exciting membentuk senyawa (Lk)2Wn dengan bentuk ikatan sigma-n. reaksi 5.2 ini akan looping sampai membentuk senyawa (Lk)yWn, dimana y bilangan bulat dan tak terhingga.
7. polimerisasi
proses polimerisasi adalah proses gabungan antara proses poligami dan proses poliandri. reaksi dapat berjalan secara paralel maupun seri. reaksi terjadi antara sesama LkWn tercentilkan, dimana Lk tercentilkan akan berikatan n dengan Wn tercentilkan membentuk polimer [(Lk)y(Wn)x]z.

*LkWn* + *LkWn* + *LkWn* dst —– *Lk-Wn-Lk-Wn-Lk-Wn* dst

kemungkinan ikatan yang ada pada senyawa poligami adalah ikatan sigma, ikatan pi dan ikatan n. sedangkan kemungkinan ikatan yang ada pada senyawa poligami adalah ikatan sigma dan ikatan n, karena hampir tidak mungkin atom Wn memiliki dua atau lebih ikatan sigma. bentuk kristal senyawa kompleks dan senyawa polimer LkWn adalah amorf, karena valensi Lk (x), valensi Wn (y) dan jumlah mer (z) bisa berapa saja.
8. teu-puguhisasi
belum ada teori mendukung yang bisa menjelaskan kenapa proses teu-puguhisasi ini bisa berlangsung. karena ion Lk+ dan Wn- tidak membentuk senyawa hetero atom LkWn, tetapi membentuk senyawa homo atom.
2Lk+ + 2Wn- —– (Lk)2 + (Wn)2
Konklusi :

1. kalo waktu paruh dan foton dah cukup sebaiknya gancang merit.
2. atom Lk dan Wn pada molekul LkWn harus selalu berada dalam kondisi proses percayaisasi.

Sumber : http://sabine-elli.blogspot.com/2008/04/ikatan-kimia-terbaru.html

Bom Fosfor atau nama kerennya sering di sebut WP (WP = White Phosphorus) atau lebih keren lagi disebut Willy Pete.

Tujuan utama penggunaan WP ini adalah sebagai tanda bagi pasukan dimalam hari dan untuk tujuan pembakaran atau bom. Penggunaannya memang boleh didalam perang tetapi menjadi terlarang jika digunakan di kawasan penduduk atau daerah yang banyak penduduk sipil.

Penggunaan WP sudah dilakukan sejak Perang Dunia I –baca SEJARAH PENGGUNAAN FOSFOR PUTIH- WP yang banyak digunakan dalam militer adalah pyrophoric material yang bersifat mudah terbakar secara spontan, dan sangat aktif mudah bereaksi dengan oksigen.

Saat bersentuhan dengan udara terbuka WP akan menyala dan beroksidasi menjadi phosphorus pentoxide. Panas yang dihasilkan akibat reaksi ini meledak menjadi nyala api kuning dan menghasilkan asap putih yang tebal.

MENGENAI WP
Fosfor merupakan sebuah unsur berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu “phosphoros “.

Ditemukan pada tahun 1669, ada dalam bentuk allotropic berwarna : putih (atau kuning), merah, dan hitam (atau violet). Biasanya fosfor dijumpai dalam bentuk lilin putih yang padat, dalam bentuk aslinya fosfor tidak berwarna dan transparant.

Fosfor tidak pernah ditemukan secara bebas dialam. Fosfor biasanya terkandung dengan kombinasi mineral. Sumber dari WP ini adalah batu fosfor yang banyak ditemukan di Rusia, Maroko, Florida, Utah, Idaho, Tennessee.

AKIBATNYA BAGI MANUSIA
WP jika mengenai manusia menyebakan luka bakar yang dalam dan menyakitkan luka bakar yang dihasilkan bisa sampai menembus tulang.

Ciri-ciri luka bakar yang dihasilkan tampak pada bagian necrotic dengan warna kekuning-kuningan dan bau seperti bawang putih. Banyak yang meyakini bahwa luka bakar akibat WP ini memakan waktu lama untuk disembuhkan.

Sifatnya yang terbakar karena bersentuhan dengan udara terbuka, membuat terbakarnya kulit menjadi lama karena selama WP masih kontak dengan udara dia akan terus terbakar sampai materialnya benar-benar habis terbakar.

Beberapa Fakta tentang Bom Fosfor/WP :

  • Fosfor putih bisa mengakibatkan layar asap kimia yg dpt membakar kulit hingga ke tulang
  • Bahan kimia ini bereaksi cepat ketika terpapar oksigen dengan memercik dlm api jingga tua
  • Dalam perang, materi ini sering digunakan sebagai layar asap penghalau pandangan, namun dapat juga digunakan sebagai pembakar yg mengakibatkan luka fatal
  • Luka bakar akibat fosfor selalu pada stadium dua atau tiga karena partikel tersebut ttp tidak berhenti terbakar dan menyala meski telah kontak dengan kulit, hingga benar-benar habis. Itu kadang tidak disadari hingga akhirnya luka telah mencapai tulang.

Sumber : http://lubang-kecil.blogspot.com/2010/07/apa-itu-bom-fosfor.html

KREATIVITAS adalah jenis kata yang agak sulit dicarikan padanan praktisnya. Karena selama ini orang cenderung lebih suka untuk menjadi seragam. Padahal kreativitas berpikir membantu seseorang untuk mendorong kualitas dirinya. Di bawah ini adalah berbagai pendapat yang dilontarkan Robert K.Cooper, seorang ahli pengembangan manajemen Amerika Serikat, tentang cara menumbuhkan pikiran kreatif.
1. Tetaplah membuka cakrawala berpikir seluas mungkin.
Mulailah memandang sesuatu dari kacamata yang berbeda dari orang lain. Hal ini akan memunculkan sikap kritis dan membangkitkan ide-ide kreatif.

2. Kurangi stres.
Kendala terbesar yang membuat orang tidak bisa berpikir kreatif adalah stres. Thomas E.Baker, profesor peneliti di UCLA School of Medicine mengingatkan, “Penanganan stres yang buruk merupakan kendala bagi hasil kerja yang kreatif. Energi yang terkuras dalam penanganan stres tersebut bisa menyebabkan rasa cemas, sehingga menghalangi lahirnya inspirasi kreatif.” Selain itu, stres juga mengakibatkan ketegangan interpersonal hingga menyebabkan kreativitas tim menjadi terhambat.” Salah satu cara untuk mengurangi stres adalah menyenangi pekerjaan yang kita lakukan. Cara lainnya adalah mendelegasikan kerja yang terlalu banyak kepada bawahan. Tindakan ini selain membuat mereka senang karena merasa mendapatkan kepercayaan, juga membuat kita lebih tenang dan fresh untuk mengambil keputusan tentang masalah di mana hanya kita satu-satunya yang sanggup melakukannya.

3. Siapkan diri untuk hal yang tak terduga.
Jangan terlalu panik ketika menghadapi suatu wawancara, misalnya Pertanyaan yang dilontarkan terkadang tak sesuai dengan yang kita duga. Siapkan diri untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan di luar dugaan tersebut. Kesigapan jawaban akan menunjukkan sejauh mana kemampaun berpikir kreatif kita.

4. Pasang telinga baik-baik.
Banyak pencari kerja yang gagal mendapatkan pekerjaan hanya gara-gara tidak bisa memberi jawaban sesuai dengan pertanyaan yang dilontarkan. Ketegangan yang terjadi karena memikirkan kemungkinan pertanyaan berikutnya atau sedikit melamun akan membuyarkan konsentrasi kita. Untuk itu, dengarkan dengan penuh perhatian pertanyaan yang dilontarkan dan jawab dengan tepat. Berpikirlah dulu sebelum bicara.

5. Siap menghadapi ketidakpastian.
Seorang manajer yang yakin dapat melakukan suatu pekerjaan, tapi tak terlalu yakin apakah mengetahui cara mengerjakan atau tidak merupakan `umpan` empuk bagi pekerja yang memiliki kreativitas berpikir.

6. Mau mengubah tujuan.
Terlalu fanatik terhadap satu tujuan bisa menghalangi munculnya pikiran kreatif, sekaligus membatasi seluruh achievement yang sebenarnya bisa Anda lakukan.

7. Berpikir jauh ke depan.
Kapan pun menghadapi tantangan yang sulit, berhati-hatilah dengan jebakan yang mungkin dibuat. Jangan ragu untuk membuat loncatan ke depan jika merasa yakin dengan itu.

8. Lihat ke depan, bukan ke belakang.
Gunakan otak rasional. Jangan hanyut dalam emosi karena akan membuat langkah kita berjalan di tempat. Yang sudah terjadi biarlah terjadi. Dan yang perlu dilakukan sekarang adalah memfokuskan pandangan pada apa yang dilakukan sekarang dan melihat kesempatan yang bisa direbut. Bersiaplah untuk menerima perubahan. (FR/S-1)

Sumber : http://www.agusdiantoro.co.cc/2010/04/tetaplah-berpikir-kreatif.html

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.