wawasan


Mungkin satu dua hal membuat anda merasa rendah diri. saya punya sebuah cerita untuk anda.
Suatu hari seekor gajah bertemu dengan seekor lebah. si gajah kemudian menghina lebah itu karena lebah itu begitu kecil. namun si lebah merasa tidak rendah diri sedikitpun si gajah jadi heran dan bertanya “memangnya kenapa kau tidak merasa renadah hati? bukankah kau begitu kecil dan sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan aku yang besar ini?” Kemudian dengan rendah hati lebah menjawab : “Iya aku memang kecil, gajah. Tetapi tidakkah kau sadar akan satu hal”. “Apa?” tanya si gajah dengan penasaran. Kemudian si lebah menjawab, “memang sih aku yang kecil ini tidak sebanding bila dibandingkan denganmu, tapi aku  memiliki satu keunggulan yang tidak kau miliki”

“Apa itu?” si gajah makin heran dan tidak terima “tidak mungkin mahluk kecil sepertimu ini memiliki kelebihan!”

“Begini” kata si lebah dengan tenang dan rendah hati, “aku dapat menghasilkan madu. bahkan jika aku menyerap sari bunga bangkai pun aku tetap bisa menghasilkan madu. tetapi kau, hanya bisa menghasilkan kotoran, meskipun yang kau makan adalah madu” si gajah pun tertegun tidak menyangka, dan tentu saja tidak terima.

Jika kita mau sukses, maka jangan sesekali kita menyesali kelemahan kita, tetapi kembangkan apa yang bisa menjadi kelebihan dalam diri kita, maka kelemahan kita tidak akan terlihat lagi.

Lagi pula apa gunanya kelemahan disesali? apalagi sampai membuat minder, lebih baik kembangkan kekuatan untuk menghadapi kelemahan itu.

“ LEBAH, binatang kecil makan makanan yang baik (sari bunga), mengasilkan sesuatu yang baik juga (madu), dia tidak akan mengganggu / menyakiti apabila dia tidak tertanggu/terancam.”

(adope by : mer1t’s)

Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi telah menghasilkan produk-produk industri yang dapat memenuhi kebutuhan manusia sehari-hari. Bahan kimia yang telah diketahui manfaatnya dikembangkan dengan cara membuat produk-produk yang berguna untuk kepentingan manusia dan lingkungannya. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui jenis, sifat-sifat, kegunaan, dan efek samping dari setiap produk yang kita gunakan atau kita lihat sehari-hari.
Bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari dapat dikelompokkan berdasarkan bagan dibawah ini:
 Banyak ragam bahan kimia yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa kelompok bahan kimia yang dimaksud, di antaranya adalah:
1. pembersih;
2. pemutih pakaian;
3. pewangi;
4. pestisida;
1.      Pembersih
Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal berbagai bahan kimia pembersih, di antaranya sabun dan detergen.
Adapun jenis bahan kimia yang dapat digunakan sebagai pembersih antara lain:
- pembersih badan,
- pembersih rambut,
- pembersih motor dan mobil,
-  pembersih piring,
-  pembersih baju,
-  pembersih lantai
Kita perlu hati-hati dalam memilih bahan pembersih, bahan tersebut jangan sampai menimbulkan pengaruh yang buruk terhadap lingkungan. Beberapa jenis detergen sukar diuraikan oleh pengurai. Jika detergen ini bercampur dengan air tanah yang dijadikan sumber air minum manusia atau binatang ternak maka air tanah tersebut akan membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, sebaiknya memilih detergen yang limbahnya dapat diuraikan oleh mikrorganisme (biodegradable). Pengaruh buruk yang dapat ditimbulkan oleh pemakaian detergen yang tidak selektif atau tidak hati-hati adalah:
      – Menimbulkan limbah rumah tangga berupa busa.
      – Busa yang ditimbulkan sabun dapat diuraikan oleh mikroorganisme yang ada dalam tanah, sedangkan busa yang dihasilkan dari detergen sulit diuraikan oleh mikroorganisme di dalam tanah
Pencegahannya
Pencegahan yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut.
      – Menggunakan detergen dengan konsentrasi yang encer dan kadar ABS yang rendah.
      – Menggunakan detergen yang mudah terurai, seperti sodium dodesil sulfat (SDS).
      – Menyimpan sabun pada tempat yang benar sehingga jauh dari jangkauan anak.
2.      Pemutih
Pemutih biasanya dijual dalam bentuk larutannya dan digunakan untuk menghilangkan kotoran atau noda berwarna yang sukar dihilangkan dengan hanya menggunakan sabun atau detergen. Larutan pemutih yang dijual di pasaran biasanya mengandung bahan aktif natrium
hipoklorit (NaOCl) sekitar 5%. Selain digunakan sebagai pemutih dan membersihkan noda, juga digunakan untuk desinfektan (membasmi kuman). Pada umumnya, bahan pemutih yang dijual di pasaran sudah aman untuk dipakai selama pemakaiannya sesuai dengan petunjuk. Selain dengan noda, zat ini juga bisa bereaksi dengan zat warna pakaian sehingga dapat memudarkan warna pakaian. Oleh karena itu, pemakaian pemutih ini harus sesuai petunjuk.

- Bagaimana pemutih dapat menghilangkan kotoran yang membandel pada pakaian putih?
- Dalam bahan pemutih mengandung hipoklorit Ca(ClO2) yang biasanya dikenal kaporit, dan larutan pemutih mengandung natrium hipoklorit (NaClO). Bahan pemutih akan mengoksidasi kotoran sehingga kotoran tersebut akan larut dalam air
Efek Samping Penggunaan Pemutih
      – Bahan pemutih pakaian umumnya mengandung senyawa klorin yang dapat merusak serat kain dan warna      pakaian.
- Senyawa klorin juga dapat menyebabkan iritasi pada kulit.
- Bahan pemutih kulit yang mengandung merkuri atau raksa yang berlebihan dapat merusak sistem saraf
Pencegahannya
Pencegahan yang dapat dilakukan untuk dari penggunaan pemutih, antara lain:

- Hindari penggunaan jenis pemutih yang mengandung merkuri.
- Hanya menggunakan produk pemutih jika kotoran atau noda sulit dihilangkan oleh sabun atau detergen.
3.            Pewangi
Pewangi merupakan bahan kimia lain yang erat kaitannya dengan kehidupan kita sehari-hari. Kita dapat memperoleh bahan pewangi dari bahan alam maupun sintetik. Selain zat yang menimbulkan aroma wangi, pewangi yang dijual di pasaran biasanya mengandung zat-zat lain, seperti alcohol untuk pewangi yang berbentuk cair dan tawas untuk pewangi yang berbentuk padat.
Selain alkohol, masih terdapat beragam zat tambahan lainnya yang sengaja ditambahkan ke dalam pewangi agar parfum mudah disemprotkan (zat tersebut berfungsi sebagai propelan). Di antara zat-zat tambahan yang dapat berfungsi sebagai propelan tersebut ada yang dapat mencemari lingkungan. Propelan tertentu jika lepas ke udara kemudian masuk ke atmosfer bagian atas akan dapat merusak lapisan ozon. Selain itu juga berdampak pada kesehatan manusia antara lain mengiritasi mata, hidung, tenggorok, kulit, mengakibatkan mual, pusing, perdarahan, hilang ingatan, kanker, dan tumor, kerusakan hati, menyebabkan iritasi ringan hingga menengah pada paru-paru, termasuk gejala seperti asma.
4.            Pestisida
Bahan kimia jenis pestisida erat sekali dengan kehidupan para petani. Pestisida dipakai untuk memberantas hama tanaman sehingga tidak mengganggu hasil produksi pertanian. Pestisida yang biasa digunakan para petani dapat digolongkan menurut fungsi dan sasaran
penggunaannya, yaitu:
a. Insektisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk memberantas serangga, seperti belalang, kepik, wereng, dan ulat.
b. Fungisida, yaitu pestisida yang dipakai untuk memberantas dan mencegah pertumbuhan jamur atau cendawan.
c. Bakterisida, yaitu pestisida untuk memberantas bakteri atau virus.
d. Rodentisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk memberantas hama tanaman berupa hewan pengerat, seperti tikus.
e. Herbisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk membasmi tanaman pengganggu (gulma), seperti alang-alang, rerumputan, dan eceng gondok.
•          Efek Samping Penggunaan Produk Pembasmi Serangga
      Produk pembasmi serangga beraerosol dapat menyebabkan penipisan lapisan ozon stratosfer.
       Penipisan ozon akan meningkatkan jumlah penderita penyakit kanker kulit secara signifikan, termasuk melanoma ganas, dan pengidap katarak.
      Dapat merusakkan produk pertanian. Anti nyamuk termasuk kelompok pestisida (pembasmi hama), sehingga obat antinyamuk juga mengandung racun.
Alternatif
1.      Tidak menggunakan pestisida yang mengandung bahan kimia yang seperti senyawa karbamat, fosfat, dan klorin.
2.      Penggunaan pestisida organic dan biopestisida (musuh alami).
3.      Pemanfaatn teknologi terkini.
ZAT ADITIF DALAM BAHAN MAKANAN
Beberapa bahan kimia yang ada pada makanan
 •          Zat Aditif
Zat aditif adalah bahan kimia yang dicampurkan ke dalam makanan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas makanan, menambahkan kelezatan, dan mengawetkan makanan.
Fungsinyadi antaranya
1.      Antioksidan dan antioksidan sinergis
2.      Pengasam, penetral
3.      Pemanis buatan
4.      Pemutih dan pematang
5.      Penambah gizi
6.      Pengawet
7.      Pengemulsi (pencampur)
8.      Pemantap dan pengental
9.      Pengeras
10.  Pewarna alami dan sintetis
11.  Penyedap rasa dan aroma, dan lainnya.
Zat aditif makanan dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu:
1. zat aditif yang berasal dari sumber alami, seperti lesitin dan asam sitrat;
2 zat aditif sintetik dari bahan kimia yang memiliki sifat serupa dengan bahan alami yang sejenis, baik susunan kimia maupun sifat/fungsinya, seperti amil asetat dan asam askorbat.
Berdasarkan fungsinya, baik alami maupun sintetik, zat aditif dapat dikelompokkan sebagai zat pewarna, pemanis, pengawet, dan penyedap rasa.

Bahan Penyedap Alami
Bahan penyedap alami yang sering digunakan untuk menimbulkan rasa gurih pada makanan, antara lain
      santan kelapa,
      susu sapi, dan
      kacang-kacangan.
Bahan penyedap lainnya yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan, antara lain
      lengkuas, ketumbar,
      cabai, kayu manis, dan pala
•          Bahan Pemanis Alami
Zat pemanis alami yang biasa digunakan, dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut :
       Pemanis nutritif
       Pemanis nonnutritif
•          Pemanis nutritif
      Pemanis nutritif adalah pemanis alami yang menghasilkan kalori.
      Pemanis nutritif berasal dari tanaman (sukrosa/gula tebu, gula bit, xylitol dan fruktosa), dari hewan (laktosa, madu), dan dari hasil penguraian karbohidrat (sirop glukosa, dekstrosa, sorbitol).
      Kelebihan pemanis ini dapat mengakibatkan obesitas, karena kandungan kalorinya yang tinggi.
•          Pemanis nonnutritif
•          Pemanis nonnutritif adalah pemanis alami yang tidak menghasilkan kalori. Pemanis nonnutritif berasal dari tanaman (steviosida), dan dari kelompok protein.
•          Bahan Pengawet Alami
Bahan pengawet alami yang sering digunakan adalah :
        Garam,
        Cuka
        Gula
Bahan pengawet alami ini digunakan untuk mengawetkan makanan agar selalu berada dalam kondisi baik.
•          Bahan Pewarna Alami
Pernahkah kamu makan nasi kuning? Dari mana asalnya warna kuning pada nasi kuning?
Bahan pewarna alami lain yang juga sering digunakan, antara lain seperti berikut:
      Warna kuning itu berasal dari bumbu masakan yang disebut kunyit.
      Daun pandan dan daun suji untuk menghasilkan warna hijau;
      Gula merah dan karamel untuk menghasilkan warna cokelat;
      Cabai, tomat, dan paprika untuk menghasilkan warna merah.
•          Bahan Pewarna Buatan
Bahan pewarna yang masih diperbolehkan untuk dipakai yaitu
      amarant (pewarna merah)
      tartrazine (pewarna kuning)
      erythrosine (pewarna merah)
      fast green FCF (pewarna hijau)
      sunset yellow (pewarna kuning)
      brilliant blue (pewarna biru).
•          Penggunaan Yang Berlebihan
      Penggunaan tartrazine yang berlebihan dapat menyebabkan reaksi alergi, asma, dan hiperaktif pada anak
      Penggunaan erythrosine yang berlebihan dapat menyebabkan reaksi alergi pada pernapasan, hiperaktif pada anak, tumor tiroid pada tikus, dan efek kurang baik pada otak dan perilaku.
      Penggunaan Fast Green FCF secara berlebihan dapat menyebabkan reaksi alergi dan produksi tumor.
      penggunaan sunset yellow yang berlebihan dapat menyebabkan radang selaput lendir pada hidung, sakit pinggang, muntah-muntah, dan gangguan pencernaan.
•          Bahan Pemanis Buatan
      Pemanis buatan adalah bahan tambahan makanan buatan yang ditambahkan pada makanan atau minuman untuk menciptakan rasa manis.
      Bahan pemanis buatan ini sama sekali tidak mempunyai nilai gizi.
      Contoh pemanis buatan antara lain sakarin, siklamat dan aspartam.
•          Penggunaaanya
Aspartam banyak digunakan sebagai pemanis dalam permen dan berbagai jenis makanan olahan. Makanan olahan yang biasa menggunakan pemanis buatan antara lain
          Sirop
          Es mambo
          Kue atau roti
•          Bahan Pengawet Buatan
Menurutmu adakah makanan dalam kemasan tanpa menggunakan bahan pengawet?
•          Pengertian
Bahan pengawet adalah bahan tambahan makanan yang mencegah atau menghambat fermentasi, pengasaman, atau peruraian lain terhadap makanan yang disebabkan oleh mikroorganisme.
•          zat pengawet dibedakan menjadi tiga macam, yaitu
      GRAS (Generally Recognized as Safe) yang umumnya bersifat alami, sehingga aman dan tidak berefek racun sama sekali.
      ADI (Acceptable Daily Intake), yang selalu ditetapkan batas penggunaan hariannya (daily intake) guna melindungi kesehatan konsumen.
      Zat pengawet yang memang tidak layak dikonsumsi atau berbahaya seperti boraks, formalin, dan rhodamin-B.
•          Beberapa bahan pengawet diperbolehkan untuk dipakai, namun kurang aman jika digunakan secara berlebihan.
      Kalsium Benzoat
      Sulfur Dioksida (SO2)
      Kalium Nitrit
      Kalsium Propionat/Natrium Propionat
      Asam Sorbat
      Natrium Metasulfat
•          Adapun bahan-bahan pengawet yang tidak aman dan berbahaya bagi kesehatan, antara lain sebagai berikut:
      Natamysin (mual, muntah )
      Kalium Asetat (rusaknya fungsi ginjal  )
      Butil Hidroksi Anisol (BHA) (penyakit hati dan memicu kanker )
•          Bahan Penyedap Buatan
Zat penyedap buatan dibedakan menjadi dua macam:
•           zat penyedap aroma dan
•          zat penyedap rasa.
•          Zat Penyedap Aroma Buatan
Berasal dari senyawa golongan ester, antara lain oktil asetat (aroma buah jeruk), iso amil asetat (aroma buah pisang), dan iso amil valerat (aroma buah apel).
•          Zat penyedap rasa

Banyak digunakan adalah monosodium glutamate (MSG) atau lebih populer dengan nama vetsin dengan berbagai merek yang beredar di pasar.

#Handout Kuliah Kimia Stikes TMS Bkl

http://endiferrysblog.blogspot.com/2013/01/bahan-kimia-dalamkehidupan-sehari-hari.html

1. Ikuti Petunjuk MSDS

penanganan-bahan-kimia-berbahaya

 

images (13)

2. Gunakan Peralatan Safety dan Alat Pelindung Diri (APD) yang Sesuai

sp18

ChemicalSafetyMarchEnglish

3. Lakukan pekerjaan bahaya di tempat yang aman.

sp01

images (15

4. Pahami Intruksi kerja & aspek resiko bahaya

HMC20-2

 

animasi-chemical

 

5. Periksa Label bahaya.

Safety - Consultancy page2

 

chemical hazard labels

 

 

6. Perhatikan informasi & rambu – rambu bahaya

img2136-1298348223

 

p13

 

7. Perhatikan cara penyimpanannya (hindari kontaminasi silang)

chem_storage_groups

 

images (15)

 

8. Jangan melakukan kegiatan yang memicu bahaya.

images (19)

Laboratory-Safety

 

chemguy1

 

9. Lakukan penanganan dengan benar jika terjadi kecelakaan kerja.

chem_lab tm5

 

10. Budayakan Safety, 5S (Housekeeping) dan Ergonomi di setiap pekerjaan.

instrumentRoom labkidsmistakes

poster-5r2

liftsaipem-safety-cartoon

 

logo-k3

High-Pressure-Cylinder

Deretan tabung berisi gas bertekanan dapat dengan mudah kita temui di setiap pabrik yang memproduksi bahan kimia. Jenis gas yang tersimpan di dalamnya bisa berupa gas yang mudah terbakar (flammable), gas beracun (toxic), inert gas, gas mudah meledak (explosive) dan lain-lain.

Tabung-tabung gas tersebut harus ditangani dengan benar. Kalau tidak, potensi bahaya seperti terjatuh, kebakaran, ledakan atau kebocoran gas beracun dapat terjadi. Itulah sebabnya, para pekerja yang berhubungan langsung dengan tabung gas bertekanan tinggi (compressed gas cylinder) harus mengetahui dengan jelas prosedur penanganan yang aman.

Dual-port valve dip-tube cylinder

Berikut ini adalah 18 tips safety untuk penanganan tabung gas bertekanan di pabrik kimia. Mari kita simak satu-persatu sambil kita aplikasikan di tempat kerja kita masing-masing.

  1. Tabung gas bertekanan harus disimpan pada ruangan khusus, yang dipagar dan terkunci.
  2. Hanya yang berwenang dan pekerja terlatih saja yang diperbolehkan masuk ruangan   tabung gas.
  3. Ikat kuat dengan rak atau cara lain agar tabung tidak terjatuh.
  4. Jika tabung gas tidak digunakan, valve caps harus tetap terpasang.
  5. Untuk memindahkan tabung gas, gunakan hand truck dengan kapasitas yang memadai untuk membawa 2 tabung sekaligus.
  6. Jangan menggunakan elektromagnetik, tali atau sling untuk menghandle tabung gas.
  7. Pastikan label menempel pada tabung, yang menyebutkan isi tabung dan tekanan di dalamnya.
  8. Hindari tabung gas terkena sinar matahari langsung atau suhu tinggi (>52 0C).
  9. Jauhkan sumber api kontak dengan pemukaan tabung.
  10. Jauhkan bahan mudah terbakar dari tabung.
  11. Gunakan tubing, valve dan peralatan lain yang cocok dengan gas dalam tabung dan rating tekanannya.
  12. Pastikan bahwa valve, regulator dan safety relief valve telah terpasang.
  13. Selalu buka valve tabung secara perlahan-lahan. Hindari membuka secara penuh dalam waktu singkat.
  14. Lakukan perawatan agar tabung dan kelengkapannya tetap dalam kondisi baik.
  15. Jangan pernah gunakan safety relief valve yang rusak dan tabung yang bocor. Beri tanda tabung yang rusak dan pisahkan.
  16. Pisahkan dan beri tanda tabung gas yang telah kosong dari stok tabung gas.
  17. Jangan pernah diterima tabung gas tanpa label      yang jelas dan kondisi tabungnya tidak baik.
  18. Hitung dengan tepat kebutuhan konsumsi gas untuk kebutuhan pabrik. Menyimpan tabung gas untuk konsumsi 1 tahun tidak dianjurkan, karena menciptakan kondisi tidak aman.

Danger Sign

Hal – hal yang harus diperhatikan :

Perhatian.PerhatianPerhatianimages (8

Adopted from : http://industrikimia.com

Bom Fosfor atau nama kerennya sering di sebut WP (WP = White Phosphorus) atau lebih keren lagi disebut Willy Pete.

Tujuan utama penggunaan WP ini adalah sebagai tanda bagi pasukan dimalam hari dan untuk tujuan pembakaran atau bom. Penggunaannya memang boleh didalam perang tetapi menjadi terlarang jika digunakan di kawasan penduduk atau daerah yang banyak penduduk sipil.

Penggunaan WP sudah dilakukan sejak Perang Dunia I –baca SEJARAH PENGGUNAAN FOSFOR PUTIH- WP yang banyak digunakan dalam militer adalah pyrophoric material yang bersifat mudah terbakar secara spontan, dan sangat aktif mudah bereaksi dengan oksigen.

Saat bersentuhan dengan udara terbuka WP akan menyala dan beroksidasi menjadi phosphorus pentoxide. Panas yang dihasilkan akibat reaksi ini meledak menjadi nyala api kuning dan menghasilkan asap putih yang tebal.

MENGENAI WP
Fosfor merupakan sebuah unsur berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu “phosphoros “.

Ditemukan pada tahun 1669, ada dalam bentuk allotropic berwarna : putih (atau kuning), merah, dan hitam (atau violet). Biasanya fosfor dijumpai dalam bentuk lilin putih yang padat, dalam bentuk aslinya fosfor tidak berwarna dan transparant.

Fosfor tidak pernah ditemukan secara bebas dialam. Fosfor biasanya terkandung dengan kombinasi mineral. Sumber dari WP ini adalah batu fosfor yang banyak ditemukan di Rusia, Maroko, Florida, Utah, Idaho, Tennessee.

AKIBATNYA BAGI MANUSIA
WP jika mengenai manusia menyebakan luka bakar yang dalam dan menyakitkan luka bakar yang dihasilkan bisa sampai menembus tulang.

Ciri-ciri luka bakar yang dihasilkan tampak pada bagian necrotic dengan warna kekuning-kuningan dan bau seperti bawang putih. Banyak yang meyakini bahwa luka bakar akibat WP ini memakan waktu lama untuk disembuhkan.

Sifatnya yang terbakar karena bersentuhan dengan udara terbuka, membuat terbakarnya kulit menjadi lama karena selama WP masih kontak dengan udara dia akan terus terbakar sampai materialnya benar-benar habis terbakar.

Beberapa Fakta tentang Bom Fosfor/WP :

  • Fosfor putih bisa mengakibatkan layar asap kimia yg dpt membakar kulit hingga ke tulang
  • Bahan kimia ini bereaksi cepat ketika terpapar oksigen dengan memercik dlm api jingga tua
  • Dalam perang, materi ini sering digunakan sebagai layar asap penghalau pandangan, namun dapat juga digunakan sebagai pembakar yg mengakibatkan luka fatal
  • Luka bakar akibat fosfor selalu pada stadium dua atau tiga karena partikel tersebut ttp tidak berhenti terbakar dan menyala meski telah kontak dengan kulit, hingga benar-benar habis. Itu kadang tidak disadari hingga akhirnya luka telah mencapai tulang.

Sumber : http://lubang-kecil.blogspot.com/2010/07/apa-itu-bom-fosfor.html

Think Globally, Act Locally
Teman2,
Mungkin pastinya pernah anda baca, dengar & ketahui apa itu Go Green’

Jadi Please…,1x lagi teman2 semua,
dengan ajakan ini, kiranya dapat men’support & men’sukseskan ajakan untuk Hidup Lebih HIJAU, Lebih BERSIH & STOP Global Warming”.

Dengan kesadaran yang tinggi kita sebagai Anak Bangsa yang masih memiliki Rasa & Jiwa Patriotisme sebagai generasi penerus bangsa untuk bersama2 menjadi; Pahlawan Tanpa Tanda Jasa’ untuk Berbakti dalam Misi menyelamatkan Bumi Tercinta Ibu Pertiwi dan Anak Cucu kita dengan Go Green INDONESIA KU’

Ayo..Teman semua, terus suarakan Misi Go Green INDONESIA KU’
Bumi & Anak Cucu kita membutuhkan kita semua untuk :
*Be Green >> Tanam 1 Pohon.
*For Clean >> Buang Sampah Jangan Sembarangan’ & Pisahkan Sampah Organik & Non Organik.

Dengan melakukan tindakan nyata’ :
TANAM 1 POHON ” untuk SEUMUR HIDUP ANDA = 1 Bakti untuk Bumi Indonesia Ibu Pertiwi + 1 Bukti Cinta pada Anak Cucu.

Jangan Tunda, Sampe Lupa”.
Mohon untuk teman2 sebagai Pemerhati, Relawan, Aktivis dan Pecinta Lingkungan untuk dapat kiranya Sharing’, baik berupa Berita, Opini, Foto2 & Informasi tentang Lingkungan.

Ayo…terus suarakan, Go Green INDONESIA KU’
Untuk Membuat Indonesia Lebih Hijau & Bersih.

 

Jakarta, Kompas – Untuk melindungi masyarakat dari bahaya formalin di sejumlah bahan pangan, seperti tahu atau ikan asin, sebaiknya formalin dicampur bahan kimia bitrex (denatonium benzoate) agar pahit.

”Saya berulang kali mengusulkan pada pemerintah, tapi tidak ada tanggapan. Padahal, bitrex harganya murah,” kata Ketua Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia dr Marius Widjajarta di Jakarta, pekan lalu.

Hal yang sama diusulkan Forum Peduli Kesehatan Masyarakat (FPKM), pekan lalu. Pihak forum tersebut mendesak penertiban penggunaan formalin dan boraks di kalangan produsen makanan di wilayah Jabodetabek. Langkah tegas pemerintah diperlukan untuk mencegah penggunaan bahan berbahaya itu guna menangkal berbagai penyakit yang disebabkan bahan berbahaya itu. ”Pemerintah harus memberlakukan sanksi tegas terhadap produsen yang melanggar. Perlu menyeret pelakunya ke meja hijau,” kata Ketua Umum FPKM Basuni Suryanata Negara. Selain itu, impor juga harus dihentikan.

”Pemerintah harus menutup keran impor, baru mengevaluasi penggunaan formalin. Jangan melakukan sebaliknya,” ujarnya. Basuni mengungkapkan, pihaknya memiliki bukti tentang tingginya penggunaan formalin pada tahu, mi, kwetiau, ayam potong, saus cabai, kecap, ikan basah, dan ikan asin. Sementara itu, penggunaan boraks sebagai pengawet dan pengenyal makanan banyak ditemukan pada produk pangan, seperti bakso, otak-otak ikan, nugget ayam, dan lontong. ”Seharusnya, pemerintah memberantas industri makanan menggunakan formalin dan boraks sebagai pengawet. Pelakunya harus ditangkap,” katanya. Data yang dimilikinya menyebutkan, 97 persen dari total 455 unit produsen tahu di wilayah Jabodetabek masih menggunakan formalin sebagai pengawet.

Dari analisis, saat ini terjadi penurunan tingkat kesehatan masyarakat sebesar 15 persen karena kontaminasi bahan kimia berbahaya pada produk makanan.

sebenarnya hal ini sangat berbahaya bagi komsumen…ntah itu generasi sekarang atau berimbas ke generasi mendatang. diracunin dengan formalin akan membuat SDM Indonesia malah tambah bobrok. sikap tegas pemerintah, BPPOM dan MUI mungkin harus ikut andil, demi kesejahteraan umat.

sinusSaat masih sekolah di bangku sekolah menengah, tentu Anda pernah mempelajari istilah sinus dalam mata pelajara matematika. Sinus adalah perbandingan sisi segitiga yang ada di depan sudut dengan sisi miring.

Hukum sinus itu ternyata dicetuskan seorang matematikus Muslim pada awal abad ke-11 M. Ahli matematika itu bernama Abu Nasr Mansur ibnu Ali ibnu Iraq atau akrab disapa Abu Nasr Mansur (960 M – 1036 M). Bill Scheppler dalam karyanya bertajuk al-Biruni: Master Astronomer and Muslim Scholar of the Eleventh Century, mengungkapkan, bahwa Abu Nasr Mansur merupakan seorang ahli matematika Muslim dari Persia. “Dia dikenal sebagai penemuan hukum sinus,” ungkap Scheppler.

Ahli sejarah Matematika John Joseph O’Connor dan Edmund Frederick Robertson menjelaskan bahwa Abu Nasr Mansur terlahir di kawasan Gilan, Persia pada tahun 960 M. Hal itu tercatat dalam The Regions of the World, sebuah buku geografi Persia bertarikh 982 M. Keluarganya “Banu Iraq” menguasai wilayah Khawarizm (sekarang, Kara-Kalpakskaya, Uzbekistan).

Khawarizm merupakan wilayah yang berdampingan dengan Laut Aral. “Dia menjadi seorang pangeran dalam bidang politik,” tutur O’Cornor dan Robertson. Di Khawarizm itu pula, Abu Nasr Mansur menuntut ilmu dan berguru pada seorang astronom dan ahli matematika Muslim terkenal Abu’l-Wafa (940 M – 998 M). Otaknya yang encer membuat Abu Nasr dengan mudah menguasai matematika dan astronomi.

Kehebatannya itu pun menurun pada muridnya, yakni Al-Biruni (973 M – 1048 M). Kala itu, Al-Biruni tak hanya menjadi muridnya saja, tapi juga menjadi koleganya yang sangat penting dalam bidang matematika. Mereka bekerja sama menemukan rumus-rumus serta hukum-hukum yang sangat luar biasa dalam matematika.

Kolaborasi kedua ilmuwan itu telah melahirkan sederet penemuan yang sangat hebat dan bermanfaat bagi peradaban manusia. Perjalanan kehidupan Abu Nasr dipengaruhi oleh situasi politik yang kurang stabil. Akhir abad ke-10 M hingga awal abad ke-11 M merupakan periode kerusuhan hebat di dunia Islam. Saat itu, terjadi perang saudara di kota sang ilmuwan menetap.

Pada era itu, Khawarizm menjadi bagian dari wilayah kekuasaan Dinasti Samaniyah. Perebutan kekuasaan di antara dinasti-dinasti kecil di wilayah Asia Tengah itu membuat situasi politik menjadi kurang menentu. Pada 995 M, kekuasaan Banu Iraq digulingkan. Saat itu, Abu Nasr Mansur menjadi pangeran. Tidak jelas apa yang terjadi pada Abu Nasr Mansur di negara itu, namun yang pasti muridnya al-Biruni berhasil melarikan diri dari ancaman perang saudara itu.

Setelah peristiwa itu, Abu Nasr Mansur bekerja di istana Ali ibnu Ma’mun dan menjadi penasihat Abu’l Abbas Ma’mun. Kehadiran Abu Nasr membuat kedua penguasa itu menjadi sukses. Ali ibnu Ma’mun dan Abu’l Abbas Ma’mun merupakan pendukung ilmu pengetahuan. Keduanya mendorong dan mendukung Abu Nasr mengembangkan ilmu pengetahuan. Tak heran jika ia menjadi ilmuwan paling top di istana itu. Karya-karyanya sangat dihormati dan dikagumi.

Abu Nasr Mansur menghabiskan sisa hidupnya di istana Mahmud di Ghazna. Ia wafat pada 1036 M di Ghazni, sekarang Afghanistan. Meski begitu, karya dan kontribusianya bagi pengembangan sains tetap dikenang sepanjang masa. Dunia Islam modern tak boleh melupakan sosok ilmuwan Muslim yang satu ini.

Kontribusi Sang Ilmuwan

Abu Nasr Mansur telah memberikan kontribusi yang penting dalam dunia ilmu pengetahuan. Sebagian Karya Abu Nasr fokus pada bidang matematika, tapi beberapa tulisannya juga membahas masalah astronomi.

bidang matematika, dia memiliki begitu banyak karya yang sangat penting dalam trigonometri. Abu Nasr berhasil mengembangkan karya-karya ahli matematika, astronomi, geografi dan astrologi Romawi bernama Claudius Ptolemaeus (90 SM – 168 SM).

Dia juga mempelajari karya ahli matematika dan astronom Yunani, Menelaus of Alexandria (70 SM – 140 SM). Abu Nasr mengkritisi dan mengembangkan teori-teori serta hukum-hukum yang telah dikembangkan ilmuwan Yunani itu. Kolaborasi Abu Nasr dengan al-Biruni begitu terkenal.

Abu Nasr berhasil menyelesaikan sekitar 25 karya besar bersama al-Biruni. ” Sekitar 17 karyanya hingga kini masih bertahan. Ini menunjukkan bahwa Abu Nasr Mansur adalah seorang astronom dan ahli matematika yang luar biasa,” papar ahli sejarah Matematika John Joseph O’Connor dan Edmund Frederick Robertson Dalam bidang Matematika, Abu Nasr memiliki tujuh karya, sedangkan sisanya dalam bidang astronomi.

Semua karya yang masih bertahan telah dipublikaskan, telah dialihbahasakan kedalam bahasa Eropa, dan ini memberikan beberapa indikasi betapa sangat pentingnya karya sang ilmuwan Muslim itu. Secara khusus Abu Nasr mempersembahkan sebanyak 20 karya kepada muridnya al-Biruni.

Salah satu adikarya sang saintis Muslim ini adalah komentarnya dalam The Spherics of Menelaus. Perannya sungguh besar dalam pengembangan trigonometri dari perhitungan Ptolemy dengan penghubung dua titik fungsi trigonometri yang hingga kini masih tetap digunakan.

Selain itu, dia juga berjasa dalam mengembangkan dan mengumpulkan tabel yang mampu memberi solusi angka yang mudah untuk masalah khas spherical astronomy (bentuk astronomi). Abu Nasr juga mengembangkan The Spherics of Menelaus yang merupakan bagian penting, sejak karya asli Menelaus Yunani punah.

Karya Menelaus berasal dari dasar solusi angka Ptolemy dalam masalah bentuk astronomi yang tercantum dalam risalah Ptolemy bertajuk Almagest. “Karyanya di dalam tiga buku: buku pertama mempelajari kandungan/kekayaan bentuk segitiga, buku kedua meneliti kandungan sistem paralel lingkaran dalam sebuah bola/bentuk mereka memotong lingkaran besar, buku ketiga memberikan bukti dalil Menelaus,” jelas O’Cornor dan Robertson.

Pada karya trigonometrinya, Abu Nasr Mansur menemukan hukum sinus sebagai berikut:

a/sin A = b/sin B = c/sin C.

“Abu’l-Wafa mungkin menemukan hukum ini pertama dan Abu Nasr Mansur mungkin belajar dari dia. Pastinya keduanya memiliki prioritas kuat untuk menentukan dan akan hampir pasti tidak pernah diketahui dengan kepastian,” ungkap O’Cornor dan Robertson.

O’Cornor dan Robertson juga menyebutkan satu nama lain, yang disebut sebagai orang ketiga yang kadang-kadang disebut sebagai penemu hukum yang sama, seorang astronom dan ahli matematika Muslim dari Persia, al-Khujandi (940 M – 1000 M).

Namun, kurang beralasan jika al-Khujandi dsebut sebagai penemu hukum sinus, seperti yang ditulis Samso dalam bukunya Biography in Dictionary of Scientific Biography (New York 1970-1990). “Dia adalah seorang ahli astronomi praktis yang paling utama, yang tidak peduli dengan masalah teoritis,” katanya.

Risalah Abu Nasr membahas lima fungsi trigonometri yang digunakan untuk menyelesaikan masalah dalam bentuk astronomi. Artikel menunjukkan perbaikan yang diperoleh Abu Nasr Mansur dalam penggunan pertama sebagai nilai radius. Karya lain Abu Nasr Mansur dalam bidang astronomi meliputi empat karya dalam menyusun dan mengaplikasi astrolab.

Al-Biruni, Saksi Kehebatan Abu Nasr

Sejatinya, dia adalah murid sekaligus kawan bagi Abu Nasr Mansur. Namun, dia lebih terkenal dibandingkan sang guru. Meski begitu, al-Biruni tak pernah melupakan jasa Abu Nasr dalam mendidiknya. Kolaborasi kedua ilmuwan dari abad ke-11 M itu sangat dihormati dan dikagumi. Abu Nasr telah ‘melahirkan’ seorang ilmuwan yang sangat hebat.

Sejarawan Sains Barat, George Sarton begitu mengagumi kiprah dan pencapaian al-Biruni dalam beragam disiplin ilmu. ”Semua pasti sepakat bahwa Al-Biruni adalah salah seorang ilmuwan yang sangat hebat sepanjang zaman,” cetus Sarton. Bukan tanpa alasan bila Sarton dan Sabra mendapuknya sebagai seorang ilmuwan yang agung. Sejatinya, al-Biruni memang seorang saintis yang sangat fenomenal.

 Sejarah mencatat, al-Biruni sebagai sarjana Muslim pertama yang mengkaji dan mempelajari tentang seluk beluk India dan tradisi Brahminical. Dia sangat intens mempelajari bahasa, teks, sejarah, dan kebudayaan India. Kerja keras dan keseriusannya dalam mengkaji dan mengeksplorasi beragam aspek tentang India, al-Biruni pun dinobatkan sebagai ‘Bapak Indologi’ — studi tentang India. Tak cuma itu, ilmuwan dari Khawarizm, Persia itu juga dinobatkan sebagai ‘Bapak Geodesi’.

Di era keemasan Islam, al-Biruni ternyata telah meletakkan dasar-dasar satu cabang keilmuan tertua yang berhubungan dengan lingkungan fisik bumi. Selain itu, al-Biruni juga dinobatkan sebagai ‘antropolog pertama’ di seantero jagad. Sebagai ilmuwan yang menguasai beragam ilmu, al-Biruni juga menjadi pelopor dalam berbagai metode pengembangan sains.

Sejarah sains mencatat, ilmuwan yang hidup di era kekuasaan Dinasti Samaniyah itu merupakan salah satu pencetus metode saintifik eksperimental. Al-Biruni pun tak hanya menguasai beragam ilmu seperti; fisika, antropologi, psikologi, kimia, astrologi, sejarah, geografi, geodesi, matematika, farmasi, kedokteran, serta filsafat. Dia juga turun memberikan kontrbusi yang begitu besar bagi setiap ilmu yang dikuasainya itu.

“Meskipun anda bukanlah seorang jenius, anda dapat mengunakan strategi yang sama seperti yang digunakan Aristotle dan Einstein untuk memanfaatkan kreatifitas berpikir anda dan mengatur masa depan anda lebih baik.”

Kedelapan statregi berikut ini dapat mendorong cara berpikir anda lebih produktif daripada reproduktif untuk memecahkan masalah-masalah. “Strategi-strategi ini pada umumnya ditemui pada gaya berpikir bagi orang-orang yang jenius dan kreatif di ilmu pengetahuan, kesenian, dan industri-industri sepajang sejarah.”

1. Lihatlah persoalan anda dengan berbagai cara yang berbeda dan cari perspektif baru yang belum pernah dipakai oleh orang lain (atau belum diterbitkan!) Leonardo da Vinci percaya bahwa untuk menambah pengetahuan tentang suatu masalah dimulai dengan mempelajari cara menyusun ulang masalah tersebut dengan berbagai cara yang berbeda. Ia merasa bahwa pertama kali melihat masalah itu terlalu prubasangka. Seringkali, masalah itu dapat disusun ulang dan menjadi suatu masalah yang baru.

2. Bayangkan! Ketika Einstein memikirkan suatu masalah, ia selalu menemukan bahwa perlu untuk merumuskan persoalannya dalam berbagai cara yang berbeda-beda yang masuk akal, termasuk menggunakan diagram-diagram. Ia membayangkan solusi-solusinya dan yakin bahwa kata-kata dan angka-angka tidak memegang peran penting dalam proses berpikirnya.

3. Hasilkan! Karakteristik anak jenius yang membedakan adalah produktivitas. Thomas Edison memegang 1.093 paten. Dia memberikan jaminan produktivitas dengan memberikan ide-ide pada diri sendiri dan asistennya. Dalam studi dari 2.036 ilmuwan sepanjang sejarah, Dekan Keith Simonton, dari University of California di Davis, menemukan bahwa ilmuwan-ilmuwan yang dihormati tidak hanya menciptakan banyak karya-karya terkenal, tapi banyak yang buruk. Mereka tidak takut gagal, atau membuat kesalahan besar untuk meraih hasil yang hebat.

4. Buat kombinasi-kombinasi baru. Kombinasikan, and kombinasikan ulang, ide-ide, bayangan-bayangan, and pikiran-pikiran ke dalam kombinasi yang berbeda, tidak peduli akan keanehan atau ketidakwajaran. Keturunan hukum-hukum yang menjadi dasar ilmu genetika modern berasal dari pendeta Austria, Grego Mendel, yang mengkombinasikan matematika dan biologi untuk menciptakan ilmu pengetahuan baru.

5. Bentuklah hubungan-hubungan; buatlah hubungan antara peroalan-persoalan yang berbeda Da Vinci menemukan hubungan antara suara bel dan sebuah batu yang jatuh ke dalam air. Hal ini memungkinkan Da Vinci untuk membuat hubungan bahwa suara mengalir melalui gelombang-gelombang. Samuel Morse menciptakan stasiun-stasiun penghubung untuk tanda-tanda telegraf ketika memperhatikan stasiun-stasiun penghubung untuk kuda-kuda.

6. Berpikir secara berlawanan. Ahli ilmu fisika Niels Bohr percaya bahwa jika andamemegang pertentangan secara bersamaan, kemudian anda menyingkirkan pikiran anda dan akal anda bergerak menuju tingkatan yang baru. Kemampuannya untuk membayangkan secara bersamaan mengenai suatu partikel dan suatu gelombang mengarah pada konsepsinya tentang prinsip saling melengkapi. Dengan menyingkirkan pikiran (logis) dapat memungkinkan akal anda untuk menciptakan sesuatu yang baru.

7. Berpikir secara metafor. Aristotle menganggap metafora sebagai tanda yang jenius, dan percaya bahwa individual yang memiliki kapasitas untuk menerima persamaan antara dua keberadaan yang berbeda dan menghubungkannya adalah individual yang punya bakat kusus.

8. Persiapkan diri anda untuk menghadapi kesempatan. Bilamana kita mencoba sesuatu dan gagal, kita akhirnya mengerjakan sesuatu yang lain. Hal ini adalah prinsip pertama dari kekreatifan. Kegagalan dapat menjadi produktif hanya jika kita tidak terfokus pada satu hal sebagai suatu hasil yang tidak produktif. Sebaliknya, menganalisa proses, komponen-kompnen dan bagaimana anda dapat mengubahnya untuk memperoleh hasil yang lain. Jangan bertanya, ?Mengapa saya gagal?? melainkan ?Apa yang telah saya lakukan??

Diadaptasi dengan seijin: Michalko, Michael, Thinking Like a Genius: Eight strategies used by the super creative, from Aristotle and Leonardo to Einstein and Edison (New Horizons for Learning) seperti yang dilihat dari http://www.newhorizons.org/wwart_michalko1.html, (June 15, 1999) Artikel ini pertama kali diterbitkan di THE FUTURIST, May 1998 Michael

Michalko adalah pengarang buku Thinkertoys (A Handbook of Business Creativity), ThinkPak (A Brainstorming Card Set), dan Cracking Creativity: The Secrets of Creative Geniuses (Ten Speed Press, 1998).

Jepang-Tokyo terkenal dengan wilayah sempit, namun kini memiliki teknologi hijau dengan mengubah sampah menjadi listrik. Penduduk Tokyo yang berjumlah 12 juta-an jiwa menghasilkan satu kg lebih sampah perhari, dan menjadi masalah baru petugas dinas kebersihan sampah.

Setiap tahun selama beberapa dekade terakhir, kawasan Teluk Tokyo menimbun lebih dari 500.000 ton sampah an-organik yang kebanyakan plastik.

Para ahli mengkhawatirkan kapasitasnya akan penuh dalam 20 tahun, namun otoritas Tokyo kini memiliki rencana untuk mulai membakar tumpukan sampah plastik tanpa menghasilkan asap atau bau.
 
Dengan menerapkan teknologi ekologi terkini di Jepang, pabrik Pembakaran Sampah Toshima adalah satu diantara belasan perusahaan yang memonitor ketat level gas nitrogen oxida atau zat polusi yang menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan.

 “Kami mengoperasikan 21 pabrik pembakaran sampah dan fasilitas-fasilitasnya di kota yang padat penduduk seperti di Tokyo. Saya percaya hal ini masih tergolong langka dan belum pernah terjadi sebelumnya jika diukur dengan standar internasional, dimana pabrik-pabrik pembakaran sampah Tokyo juga mempunyai teknologi yang hebat dalam menjaga kebersihan lingkungan.” Ujar Yasuo Shina, Manager Pabrik Pembakaran Sampah.
 
Para petugas pabrik mengatakan bahwa tingkat kecanggihan dari sistem filter udara dengan temperatur tinggi dari pembakaran sampah, membuat substansi yang keluar dari cerobong asap setinggi 210 meter itu berupa uap air dan rendah karbondioksida.

Tampak terlihat pabrik sampah yang tidak berasap dan tidak berbau hidup harmonis berdampingan dengan komunitas lokal.

Sejumlah penduduk local pun menyambut gembira program ini.

“Saya belum pernah melihat asap keluar dari cerobong tinggi itu.” Ujar Koji Shimizu, salah seorang penduduk local.

“Menurut saya karena pembakaran sampah yang berstandar tinggi sehingga mereka menghasilkan dioxin yang sangat sedikit.” Ujar Akiko Mihara, penduduk local lainnya.

Penduduk sekitar pun berenang di kolam renang “air hangat indoor” yang dipanasi dengan pembakaran sampah. Sementara listrik yang dihasilkan juga membuat kota mendapatkan keuntungan ekstra sebesar 500.000 dollar dari surplus listrik yang dijual kepada perusahaan-perusahaan lokal.(NTD-News)

———————————————————————————————–

Brasil, negeri samba dan surga sepak bola, berhasil mengembangkan biofuel karena ada konsistensi. Pemakaian biofuel di Brasil dimulai pada 1973, saat terjadi krisis bahan bakar. Saat itu, 80 persen kebutuhan BBM diimpor. Pemerintah Brasil pun menetapkan Program Nasional Alkohol dan memberlakukan pemakaian bahan bakar alternatif. Pemerintah memberikan potongan pajak kepada produsen dan pengguna mobil etanol.

Brasil memilih biofuel dari singkong, jarak pagar, dan tebu. Dari ketiganya, yang paling maju adalah alkohol yang disuling dari tebu. Industri alkohol, selain pengolahan gula, bermunculan. Saat ini, jumlah kedua industri ini 307 unit. Lapangan kerja baru tumbuh di daerah perkebunan tebu. Menurut catatan Uniao de Agroindustria Canavieira de Sao Paulo (Asosiasi Agroindustri Tebu Sao Paulo), agrobisnis tebu menyerap satu juta tenaga kerja. Dengan luas 5,44 juta hektare (2004), lahan tebu Brasil terluas di dunia. Separuh dari produksi lahan itu (344 juta metrik ton) disulap jadi etanol. Setiap tahun luas lahan tebu tumbuh 6 persen, didorong oleh peningkatan permintaan dari industri pengolahan gula dan alkohol.

Seperti di Indonesia, agrobisnis tebu di Brasil berciri labour-intensive. Bagi warga Brasil, industri tebu menjadi sumber kesejahteraan, bahkan bagi pekerja berkualifikasi terendah sekalipun. Ini tidak ditemukan di industri lain. Industri berbasis tebu hanya membutuhkan biaya US$ 10 untuk menciptakan satu kesempatan kerja, lebih rendah ketimbang industri petrokimia (US$ 200), industri baja (US$ 145), industri otomotif (US$ 91), industri pengolahan bahan baku (US$ 70), dan industri produk konsumsi (US$ 44). Ini yang membuat Brasil jadi produsen etanol paling efisien dan termurah di dunia: biaya produksinya (sebelum pajak) US$ 17,5 per barel atau sekitar Rp 1.080 per liter. Sedangkan produsen etanol dari bahan baku jagung Amerika Utara menghabiskan biaya produksi US$ 44,1 per barel atau sekitar Rp 2.718 per liter.

Keberhasilan ini ditunjang kenyataan bahwa Brasil merupakan produsen tebu dan eksportir gula terbesar dunia. Pada 2003/2004, Brasil menghasilkan gula 20,4 juta ton dan etanol 14 miliar liter. Dari jumlah itu, 9,5 juta ton gula dan 12,7 miliar liter etanol dipakai untuk konsumsi domestik, sementara sisanya diekspor. Pada 2005, konsumsi biofuel Brasil mencapai 13 miliar liter. Jumlah itu berarti mengurangi 40 persen dari total kebutuhan bensin. Produksi etanol tumbuh 8,9 persen per tahun. Permintaan etanol terus meningkat karena harganya dipatok lebih rendah ketimbang harga bahan bakar fosil yang masih diimpor.

Biodiesel (dari singkong dan jarak pagar) juga berkembang pesat di Brasil. Jarak pagar ditanam di jutaan hektare lahan. Ini tak lepas dari langkah Liuz Inacio Lula da Silva. Begitu berkuasa, Presiden Brasil itu menjadikan biodiesel sebagai prioritas utama, dengan meluncurkan A Biodiesel Programme. Pada 2003, Brasil mengkonsumsi solar 38 miliar liter–6 miliar liternya berasal dari pasar impor. Dengan beragamnya bahan baku biodiesel, Brasil diperkirakan berpotensi menjadi pemain terkemuka biodiesel dunia.

Tidak seperti di Indonesia yang jadi sampah, ampas tebu di Brasil adalah berkah. Ampas ini dibakar untuk menghasilkan panas guna menjalankan penyaring dan mesin lain di pabrik. Untuk produksi, pabrik hanya membutuhkan setrum 60 megawatt dari 160 MW yang diproduksi. Akhirnya, pabrik etanol mendapat pemasukan ekstra dari penjualan listrik. Karena harganya cukup bersaing (US$ 30-40 per MWh), sumber listrik baru itu akan menjadi idola masa depan. Jika ampas diolah dengan teknologi canggih, bisa menghasilkan setrum 9.000 MW, 15 kali produksi PLTN di sana. Kekurangan setrum menjadi cerita usang. Akhirnya, industriwan di Brasil berbondong-bondong menginvestasikan duitnya untuk memajukan teknologi itu. Ongkos produksi etanol (US$ 0,63 per galon) pun jadi lebih murah dibanding bensin (US$ 1,05).

Permintaan terus tumbuh karena makin banyak mobil berbahan bakar etanol berseliweran di Brasil, dari mobil keluaran Fiat, General Motors, Ford, sampai Volkswagen. Hanya lima tahun setelah Program Nasional Alkohol dimulai, 90 persen mobil di sana telah menjadi mobil alkohol. Hebatnya lagi, industri alkohol mampu “memaksa” industri lain, terutama otomotif, menyesuaikan diri. Belakangan, pesawat terbang ringan ikut “minum” bensin tanam. Ipanema, pesawat berkursi tunggal EMB 202, telah mendapat lampu hijau untuk mengudara. Pesawat ini bakal dipakai untuk menyemprot lahan pertanian. Bakal menyusul 70 pesawat serupa.

Keberhasilan Brasil dalam mengembangkan energi terbarukan setidaknya disebabkan oleh empat hal. Pertama, soal kelembagaan. Perumusan kebijakan umum industri berbasis tebu berada di bawah wewenang Badan Pengembangan Gula dan Alkohol, sebuah badan di bawah Kementerian Pertanian. Badan ini bertugas memformulasi kebijakan sektor gula dan alkohol (dengan mengembangkan teknologi sosial dan perdagangan) untuk menciptakan produk yang berkualitas dan kompetitif. Kedua, mengoptimalkan pasar domestik. Tiap tahun dikeluarkan keputusan presiden untuk menetapkan range kadar alkohol yang dicampur dalam bensin yang dijual. Dengan cara ini, konsumsi alkohol domestik bisa digenjot. Produksi gula versus alkohol ini menjadi strategi Brasil untuk keluar dari jerat pasar gula dunia yang distortif.

Ketiga, dukungan finansial. Pemerintah menyediakan kredit berbunga rendah (11-12 persen, sementara bunga pasar 26 persen) kepada pengusaha dan petani yang mengembangkan energi terbarukan. Keempat, dukungan lembaga riset dan pengembangan. Di bawah The Brazilian Agriculture Research Corporation, sebuah badan di bawah Departemen Pertanian, dilakukan berbagai penelitian dan pengembangan bidang bioteknologi dengan orientasi pada terciptanya proses produksi agrobisnis yang modern, efisien, dan kompetitif. Dari empat faktor itu, di Indonesia baru ada dua: pasar domestik yang besar dan lembaga riset (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Lembaga Riset Perkebunan Indonesia, perguruan tinggi, dan lain-lain). Sementara terhadap kelembagaan dan dukungan finansial, perlu dilakukan rekayasa. Kedua faktor ini termasuk paling krusial di Indonesia.

Bukan rahasia lagi, di Indonesia, koordinasi tidak jalan. Meskipun sudah ada otoritas tertinggi, implementasi di lapangan bisa mandek. Mindset perbankan selama bertahun-tahun juga mendiskriminasi sektor agro dengan cap unbankable. Tak ada yang meragukan bahwa Indonesia punya potensi energi terbarukan yang luar biasa: panas bumi, energi laut, matahari, biomassa, dan lain-lain. Namun, tanpa menyelesaikan dua faktor kritikal di atas, mustahil pengembangan energi terbarukan akan berhasil.

Oleh trubusid

Di atas wastafel di sebuah rumah di Bojonggede, Kabupaten Bogor, Siti Aisyah membersihkan ikan mujair dan lele. Ia mengeluarkan isi perut kedua ikan itu dan membungkusnya dalam kantong plastik ganda, lalu membuangnya jauh. ‘Kalau dibuang di tempat sampah depan rumah malah berceceran dimakan kucing,’ kata perempuan 20 tahun itu. Padahal, jika diolah perut ikan itu menghasilkan minyak sebagai bahan bakar kompor.

Selain perut ikan atau sohor sebagai jeroan, bagian tubuh satwa perairan itu seperti kepala, ekor, dan tulang, juga potensial sebagai bahan bakar. Bahkan ikan busuk sekalipun. Potensi limbah ikan itu amat besar. Sebagai gambaran, volume limbah pengalengan ikan di Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, saja mencapai 50-60 ton per bulan. Perusahaan farmasi dan makanan memang menyuling limbah itu menjadi senyawa aktif omega 3. ‘Namun, jumlahnya masih tetap melimpah,’ kata Ir Kristio Budiasmoro MSi, peneliti Universitas Sanata Darma (USD), Yogyakarta.

Ia membuktikan limbah ikan potensial sebagai bahan bakar. Menurut kepala Pusat Studi Lingkungan Universitas Sanata Darma itu limbah ikan kaya minyak. Untuk mengolahnya pun sederhana. Mula-mula ia memotong-motong limbah itu dan memanaskan hingga terbentuk minyak. Alumnus Universitas Gadjah Mada itu memanaskan kembali minyak ikan pada suhu 60oC. Lantas, ia menambahkan pelarut semipolar dan campuran asam kuat asam sulfat serta air aki hingga diperoleh bilangan asam 3 mg KOH/g minyak.

‘Rendemen limbah ikan mencapai 68%,’ kata Kristio. Itu artinya untuk 1 liter minyak bakar hanya perlu 1,6 kg limbah ikan. Agus Unggul ST dari Fakultas Sains dan Teknologi di USD menguji daya bakar minyak limbah ikan. Hasilnya, nilai panas minyak ikan lebih tinggi dibandingkan minyak bakar fosil, tetapi di bawah minyak tanah. Nilai panas minyak ikan 9.270 kal/g; minyak bakar fosil 8.760 kal/g; dan minyak tanah 11.000 kal/g. Kandungan air minyak limbah ikan lebih tinggi dibanding minyak tanah, 10,4% : 2,5%.

Biaya untuk menghasilkan 1 liter minyak limbah ikan Rp2.167-Rp3. 500. Kristio memang baru membuatnya dalam skala laboratorium. Namun, dengan cara yang sama, Saint Peter’s, pabrik pengolah ikan di Amerika Serikat mampu memanfaatkan limbahnya untuk menggerakkan 10 truk dan 8 bus angkutan bagi 1.500 karyawannya setiap hari. Pabrik itu menghasilkan 1.135.000 liter biodiesel per tahun dari kepala, kulit, dan organ 25-juta kg ikan.

Limbah tapioka

Penghematan energi listrik maupun fosil dengan memanfaatkan limbah secara besar-besaran dilakukan Budi Acid Jaya Tbk di Way Abung, Lampung. Produsen tepung tapioka terbesar di Indonesia itu melakukan penghematan biaya produksi sebesar Rp18,2-miliar/ tahun. Pabrik yang memproses 800 ton singkong/hari itu mengolah 2.800 m3 limbah/hari untuk menghasilkan energi listrik sebesar 2,2 megawatt.

Sebelumnya, limbah hasil proses produksi tepung tapioka itu hanya diolah dengan mengendapkannya di kolam-kolam agar kandungan chemical oxygen demand COD berkurang. ‘Butuh banyak kolam yang besar-besar untuk menampung limbah itu,’ kata Ir Sudarmo Tasmin, wakil presiden PT Budi Acid Jaya Tbk. Oleh sebab itu, pengolahan limbah menyita lahan lebih luas dibandingkan pabriknya sendiri. Selain itu kolam-kolam itu mengeluarkan gas metan cukup tinggi lantaran tidak tertutup.

Seiring peningkatan harga solar dan tarif dasar listrik, Budi Acid Jaya melakukan inovasi berupa pendirian instalasi biogas berbahan limbah tapioka. ‘Itu juga sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap Protokol Kyoto untuk mereduksi limbah methan,’ kata Sudarmo. Awal 2007 silam, instalasi pengolahan limbah mulai beroperasi dengan investasi pendirian mencapai US$1-juta.

Ternyata, pengolahan limbah itu tak cuma menghasilkan listrik untuk menjalani seluruh produksi. Budi Acid Jaya juga memperoleh tambahan pendapatan melalui penjualan CER certified emission reduction ke salah satu perusahaan di Jepang. CER merupakan sertifikat yang dikeluarkan oleh PBB untuk perusahaan yang berhasil menurunkan jumlah emisi dan limbah. Sertifikat itu kemudian diperjualbelikan ke perusahaan-perusaha an yang memiliki kewajiban menurunkan emisi limbahnya sesuai perjanjian Kyoto. Jumlah emisi yang berhasil diturunkan Budi Acid Jaya mencapai 230.000 CERs. Sebanyak 140.000 CERs terjual dengan harga US$1,7-juta. Itu sebagai pemasukan tambahan karena mengolah limbah.

Briket sampah

Energi yang paling mudah diciptakan adalah briket sampah. Bahan bakunya hanya sampah organik seperti kayu-kayu sisa, daun-daun kering, makanan sisa, dan kertas. Cara pembuatannya mirip pembuatan arang. Bahan-bahan itu dibakar sampai berbentuk arang berwarna hitam pekat. Saat bara api merata ke seluruh bagian bahan, segera disiram air. Hasil berupa arang itu ditumbuk menggunakan alat penumbuk atau martil. Kemudian tambahkan daun-daun tanaman segar yang lunak dan tinggi kandungan air.

Daun-daunan itu dapat diambil dari sisa-sisa sampah pasar atau sayuran seperti bayam, kangkung, atau sawi yang sudah terbuang. Persentase komposisi bahan pembuatan briket organik adalah 80% arang sampah organik kering dan 20% campuran daun segar. Jadi, bila dicampurkan 800 g sampah organik butuh 200 g daun segar. Setelah tercampur rata, adonan dicetak dengan ukuran dan bentuk sebagai briket. Briket itu dijemur di bawah sinar matahari sampai kering. Tanda-tanda briket sudah kering dengan cara meletakkan dan mengangkatnya di telapak tangan. Briket kering terasa ringan dan jelaga di permukaan tidak terlalu mengotori telapak tangan.

Langkah-langkah itu dilakukan oleh warga Kampung Panoram, Purwakarta, Jawa Barat, guna membuat bahan bakar kompor untuk memasak. Dengan begitu, mereka tak perlu waswas menunggu kedatangan mobil pengangkut minyak tanah dan berdiri dalam antrean yang mengular panjang. (Vina Fitriani/Peliput: Andretha Helmina)

Adopted by @_pararaja from Pusat Produksi Bersih Nasional.

Siapa mau kondom bekas, tak tanggung-tanggung, 25 ton sekaligus? Atau 6.000 ton kedelai yang terkontaminasi virus dari luar negeri? ”Masak sih ada yang impor? Jijay (jijik) deh. Apa komentar Pak Menteri?” kata Dewi Motik Pramono, pengusaha dan tokoh wanita dalam suatu forum yang diadakan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), awal Juni lalu.

Ketika itu, KLH mengundang sejumlah tokoh masyarakat, artis, dan wartawan untuk berbincang-bincang santai tentang berbagai masalah lingkungan. Nah, soal impor ilegal limbah B3 alias ”limbah bahan beracun dan berbahaya” pun sempat disinggung, termasuk perihal kondom bekas tadi. Petugas Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Priok menyita puluhan ton kondom dalam kontainer, tahun lalu.

Barang-barang karet itu ditahan karena masuk kategori limbah klinis berbahaya. Karena itu, sang kondom harus diekspor ulang ke negara asal, yakni Jerman dan Vietnam. Tapi, hingga Mei lalu, kondom-kondom itu masih juga tertahan. Apa lacur, rupanya Jerman dan Vietnam menolak kehadiran barang bekas untuk keperluan pribadi itu.

Urusan limbah B3 ini terhitung dilematis. Di satu sisi, demikian kata Masnellyarti Hilman, Deputi Bidang Peningkatan Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan KLH, kehadiran limbah B3, baik resmi maupun tidak, merupakan peluang bisnis yang tergolong menggiurkan. ”Jadi, ada saja pengusaha Indonesia yang coba-coba dan tertarik untuk mengolahnya,” ujar Nelly –sapaan Masnellyarti Hilman.

Namun, di sisi lain, impor limbah B3 bisa membahayakan lingkungan. Meski ada pengawasan, penyelundupan limbah B3 berulang kali terjadi. Hampir tiap tahun, ada saja laporan yang beredar tentang impor haram B3. ”Sebagai negara kepulauan terbesar, Indonesia rentan terhadap perpindahan limbah B3,” kata Menteri Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar.

Karena itu, ketika menjadi tuan rumah Konvensi Basel, 23-28 Juni di Bali, yang membahas lalu lintas limbah B3, Indonesia mengambil peran besar. Lewat konvensi itu, Indonesia berpeluang banyak melindungi kawasannya. ”Konvensi ini akan melindungi kesehatan dan lingkungan hidup kita dari kontaminasi limbah B3,” tutur Rachmat.

Sebenarnya Indonesia sudah punya perangkat hukum menyangkut limbah B3. Salah satunya adalah Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1999. Pasal 1 beleid itu menyebutkan, yang dimaksud dengan limbah B3 adalah ”setiap limbah yang mengandung bahan berbahaya, beracun yang karena sifat, konsentrasinya, atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat merusak, mencemarkan lingkungan hidup, dan dapat membahayakan kesehatan manusia”.

Melihat definisi yang luas itu, tentu jenis limbah berkategori B3 jadi sangat banyak. Dari survei yang dilakukan KLH saja, setidaknya pada saat ini ada sekitar 5.500 bahan kimia berbahaya dan beracun yang keluar-masuk Indonesia. ”Untuk mencegah pencemaran lingkungan B3, jumlah bahan kimia yang beredar dan masuk ke wilayah Indonesia harus diawasi, termasuk perpindahan lintas batas, terutama untuk bahan kimia yang dilarang dan terbatas penggunaannya,” kata Rachmat.

Menurut laporan Status Lingkungan Hidup Indonesia (SLHI) 2006, yang diterbitkan KLH, pintu masuk utama impor B3 itu tak lain Pelabuhan Tanjung Priok sebesar 67,76%. Jumlah ini meningkat 6,38% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Angka itu merupakan realisasi impor B3 yang tercatat pada 12 kantor pelayanan bea dan cukai utama.

Umumnya, unsur B3 ini banyak dipakai untuk aktivitas industri nasional, baik dalam skala besar maupun unit rumah tangga (lihat: Limbah B3 dari Berbagai Kegiatan). Namun B3 tak melulu ditemukan di sana, melainkan juga merembes pada sejumlah lokasi perkebunan dan pertanian. Misalnya, laporan SLHI menyebutkan, terdapat setidaknya delapan senyawa kimia yang masuk dalam kelompok persistent organic pollutants (POPs) di lingkungan perkebunan atau pertanian yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

POPs adalah bahan kimia beracun yang biasa digunakan sebagai bahan aktif pestisida atau insektisida. Ia awet, tidak gampang berubah, dan yang gawat: dapat terakumulasi di dalam tubuh makhluk hidup (bersifat bioakumulasi). Apalagi, ia bisa berpindah tempat melalui udara, air, dan makhluk hidup yang jauh dari sumbernya; bertumpuk dalam lingkungan teresterial atau lingkungan berair. Karena itu, bisa dibayangkan jika B3 menyelinap masuk ke pekarangan dan meracuni penghuni rumah. Ia dapat menyebabkan gangguan kesehatan hingga kematian (lihat: Jika Terpapar Limbah B3).

POPs sudah dilarang penggunaannya, tapi masih banyak beredar akibat penggunaan di masa lalu. ”Tidak mudah melacaknya karena informasi tentang sisa senyawa atau residu POPs ini sangat sedikit,” kata Rasio Ridho Sani, Deputi Bidang Pengelolaan B3 dan Limbah B3 KLH, kepada Cavin R. Manuputty dari Gatra.

Walau begitu, Roy –begitu Rasio Ridho Sani biasa disapa– juga melihat masih ada yang menggunakan POPs secara ilegal. Misalnya, KLH telah melacak POPs pada sejumlah air sungai di kawasan pertanian atau perkebunan di enam kabupaten di Sumatera dan Jawa. POPs hanya ditemukan di Lampung, Brebes, dan Malang dalam wujud DDT (dichlorodiphenyl-trichloroethane) atau turunannya, yang sering digunakan untuk insektisida.

Namun jumlahnya masih relatif rendah dengan kisaran 0,0009-0,0086 ppb. Walaupun POPs yang terdeteksi di air sungai itu rendah, keberadaan senyawa ini tetap perlu dipantau. ”Ini untuk melihat kecenderungan sisa penggunaan POPs di masa lalu atau untuk melihat kemungkinan adanya penggunaan baru senyawa POPs secara ilegal di lokasi itu,” tutur Roy.

Hasil pantauan KLH terhadap jejak POPs pada sedimen dan tanah pertanian agak lebih besar. Mayoritas senyawa POPs yang terdeteksi adalah DDT atau turunannya, dengan kisaran 0,82-336 ppb. Konsentrasi senyawa turunan DDT paling tinggi berada di Lampung, tapi khusus senyawa induk DDT terdeteksi paling tinggi berada di Karawang (26,1 ppb). Kondisi ini, menurut Roy, perlu mendapat perhatian khusus, karena bisa jadi DDT telah digunakan lagi di kawasan tersebut.

Selain memantau jejak B3, limbah beracun ini juga harus ”dicuci” melalui proses 3R, yakni reduce (mengurangi), recycle (daur ulang), dan reuse (menggunakan kembali). Menurut laporan SLHI, setidaknya ada 1.681.536,268 ton limbah B3 yang telah dimanfaatkan lewat 3R pada 2006. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, terjadi peningkatan volume sebesar 65,6%.

Sepanjang 2007, Indonesia tercatat memproduksi 10 juta ton limbah B3 yang berasal dari berbagai kegiatan dan aktivitas industri nasional. Sebanyak 1.872 ton di antaranya diekspor ke negara lain. Belum ada data tentang berapa yang dimanfaatkan dan diolah lagi. Manfaat mengolah kembali B3 ini tentu sangat banyak. Selain mengurangi dampak lingkungan dan konservasi sumber daya, juga menambah nilai ekonomi.

Di samping menjalankan proses 3R, KLH juga melakukan upaya lain, misalnya mengadakan upaya registrasi unsur-unsur beracun itu dan menerapkan sistem perizinan pengelolaan limbah. Jumlah izin pengelolaan limbah B3 yang diterbitkan selama periode Januari-September 2006 mencapai 491 izin. Memang terjadi peningkatan pemberian izin untuk mengolah limbah, tapi di sisi lain ini juga menunjukkan bahwa prinsip 3R telah berjalan dan menjadi prioritas.

Agar lebih afdol, KLH telah lama menerapkan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan atau Proper. Ini merupakan program alternatif yang diharapkan dapat mendorong industri secara sukarela memenuhi ketentuan pengelolaan lingkungan yang baik, berdasarkan peraturan yang berlaku. Kini puluhan industri besar dan kecil ikut serta dalam Proper.

Walau begitu, tak ada gading yang tak retak. Sisa-sisa B3 memang masih banyak yang harus diolah (lihat: Sisa B3 dari Pertambangan, Energi, dan Migas). Padahal, pabrik pengolah limbah B3 yang ada pada saat ini cuma satu, yakni PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) di kawasan Bogor, Jawa Barat. Jika dibiarkan, dampaknya bisa terasa sampai ke anak-cucu.

Sumber : Digilib – AMPL

Adopted by @_pararaja from Pusat Produksi Bersih Nasional.

Arief Boediono, Kusdiantoro M, Yohan Rusyiantono, Ita Djuwita, dan Yuhara Sukra
Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor

Limbah rumah potong hewan berupa ovarium sebagai sumber sel gamet betina (oosit) melalui bioteknologi dapat dimanfaatkan menjadi produk berharga berupa embrio melalui teknik fertilisasi in vitro. Keberhasilan fertilisasi in vitro ini akan menunjang produksi embrio identik yang merupakan salah satu teknik kloning, transfer genetik, dan teknik lain yang terkait. Sebagai upaya penyediaan embrio massal dan pengoptimuman potensi embrio, penelitian ini bertujuan (1) mengembangkan produksi embrio kambing dengan metode fertlisasi in vitro, (2) mengembangkan teknik bedah mikro untuk mendapatkan embrio paruh guna mendapatkan embrio kembar monozigotik, (3) menghitung jumlah sel embrio utuh dan embrio paruh sebagai parameter keberhasilan teknik bedah mikro, dan (4) membekukan embrio dengan metode vitrifikasi.


Penelitian dilakukan secara paralel terhadap produksi embrio kambing melalui teknik fertilisasi in vitro, evaluasi abnormalitas komposisi kromosom, produksi embrio kembar identik dan pembekuan embrio dengan metode vitrifikasi. Oosit dikoleksi melalui aspirasi ovarium yang memiliki atau tidak memiliki corpus luteum (CL). Keberadaan CL diamati pengaruhnya terhadap jumlah folikel yang diaspirasi (diameter 2-5 mm), jumlah folikel dominan (diameter > 5mm), bobot serta ukuran ovarium.


Sperma (ejakulat dan beku) diamati viabilitasnya dalam media fertilisasi (Brackett and Oliphant medium, BO, dan TCM-199) dengan menghitung konsentrasi spermatozoa hidup dan konsentrasi spermatozoa yang memiliki motilitas progresif pada 0, 3, 6, dan 24 jam inkubasi. Produksi embrio secara in vitro dilakukan dengan melakukan fertilisasi oosit matang dengan spermatozoa yang diseleksi dengan metode swim up. Kultur in vitro untuk mencapai tahap blastosis dilakukan dalam media CR1aa sampai hari ke-9 atau Gl.2 sampai hari ke-3 dan selanjutnya pada G2.2 sampai hari ke-9 pada suhu 38.5oC dalam kondisi kadar oksigen yang rendah (O2 5%, C02 5%, dan N2 90%).


Rata-rata jumlah sel embrio kambing pada tahap blastosis yang diproduksi melalui teknik fertilisasi in vitro ialah 88 sel per embrio dengan rata-rata indeks mitotik sebesar 17.3. Abnormalitas komposisi kromosom pada embrio kambing sebanyak 35.5% dengan komposisi 1N/2N, 2N/3N/4N, dan 2N/4N. Embrio kambing pada tahap perkembangan morula dan blastosis dikloning dengan metode bedah mikro. Pemotongan embrio utuh dilakukan tanpa pipet holding, tetapi dengan modifikasi pisau silet. Tingkat keberhasilan pemotongan embrio pada tahap morula dan blastosis tidak berbeda.


Teknik pembekuan dengan metode vitrifikasi dilakukan dengan menggunakan pembekuan secara terbuka dalam bentuk tetes maupun secara tertutup dalam straw 0.25 ml. Media vitrifikasi yang digunakan terdiri atas etilena glikol 40%, trehalosa 0.4M, dan polivinil-pirolidon (PVP) 10%. Viabilitas embrio kambing setelah vitrifikasi dengan metode terbuka dalam drop lebih baik (P<0.5) daripada dengan metode tertutup dalam straw. Penambahan PVP dan trehalosa mmberikan pengaruh positif terhadap viabilitas embrio setelah vitrifikasi. Pengaruh ini terlihat jelas pada pembekuan embrio-paruh.

Adopted by @_pararaja from Hibah Bersaing VII

Sumardjo
Departemen Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi, Institut Pertanian Bogor

Persaingan bebas di era globalisasi ekonomi dan peningkatan kesadaran konsumen atas mutu produk pertanian menuntut kemandirian petani. Kemandirian petani dicirikan antara lain oleh perilakunya yang modern, efisien, dan daya saing yang tinggi. Petani yang mandiri ialah mereka yang mempunyai kapabilitas mengelola usaha tani yang adaptif terhadap perubahan lingkungan sosial dan fisik. Petani mandiri juga dicirikan oleh kemampuan bekerja sama dengan pihak lain dalam usahanya secara saling menguntungkan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat kesiapan petani, berupa tingkat kemandirian mereka dalam menghadapi tantangan, tuntutan yang berkembang menjelang dan di era globalisasi ekonomi tersebut. Selanjutnya, dirumuskan konsep model penyuluhan pertanian yang efektif untuk pengembangan kemandirian petani.


Penelitian dilakukan di empat kabupaten yang mewakili empat zona wilayah pertanian Jawa Barat, yaitu Indramayu (zona utara), Bandung (zona tengah), Cianjur (zona selatan), dan Bogor (Botabek). Responden terdiri atas 1.185 petani. Lokasi penelitian mewakili lahan sawah dan lahan kering; responden petani ditentukan dengan teknik stratified random sampling menurut konsep Rogers dan Schoemakers.


Secara umum, petani di Jawa barat masih memiliki tingkat kemandirian yang rendah, dengan skor nilai rata-rata secara kumulatif 65 dari skala maksimum 100. Skor rendah terutama dari segi perilaku daya saing, yaitu di bawah 50. Masih terdapat kesenjangan tingkat kemandirian di antara lapisan petani, terutama di zona selatan dan tengah Jawa Barat. Petani lapisan atas terutama telah mempunyai wawasan kemodernan dan keefisienan yang cukup baik, namun belum ditunjang dengan sikap dan keterampilan yang sejalan, sehingga perilaku daya saingnya pun menjadi sangat lemah. Kelemahan tersebut, khususnya segi daya saing dan keefisienan berkaitan erat dengan lemahnya aksesibilitas petani terhadap sarana produksi dan pemasaran hasil usaha tani. Pada saat ini, keterpaduan berbagai kelembagaan penunjang sistem agribisnis terhadap komitmen pengembangan usaha tani masih sangat lemah dan ini telah menjadi titik lemah penting dalam pengembangan penyuluhan pertanian yang dimaksudkan untuk pengembangan kemandirian petani.


Model penyuluhan dengan pendekatan model penyuluhan dialogis, hadap-masalah (humanis), dan dengan model komunikasi konvergen secara nyata lebih efektif untuk meningkatkan kemandirian petani dibandingkan model penyuluhan yang sentralistik, top-down (transfer of technology), dan dengan model komunikasi yang linear. Pada saat ini ada gejala transformasi implementasi penyuluhan dalam masyarakat pertanian di Jawa Barat dari pola penyuluhan yang berciri top-down, sentralistis dengan model komunikasi yang linear (dehumanis) menuju ke pola penyuluhan konvergen yang berciri partisipatif, desentralisitis dengan model komunikasi konvergen (humanis), dan karena itu penyuluhan makin berdampak pada meningkatnya kemandirian petani. Hal itu sejalan dengan makin menonjolnya peranan swasta dan LSM dalam praktik penyuluhan tersebut.

Adopted by @_pararaja from Hibah Bersaing

Teknik-teknik penyesuaian pemecahan masalah merupakan gabungan antara logika dan daya pikir, dan jika tidak tepat, akan menciptakan jalan keluar yang memuaskan.

Jika Anda tidak mengikuti proses pemecahan masalah secara lengkap, gunakan teknik-teknik apabila Anda

  • Mempunyai sedikit waktu meneliti
  • Tidak membutuhkan analisis yang canggih
  • Dapat menerima resiko
  • Dapat membuat keputusan yang sebaliknya

Pertimbangan di dalam penyesuaian pengambilan keputusan :

Keputusan yang mengejutkan
Buatlah keputusan tambahan untuk mencapai suatu keputusan objektif dan menolak secara penuh (total) keputusan yang Anda tidak dapat ubah.

Contoh: Sebelum mengatur pendingin udara, mencoba layar, bayangan, dan fentilator. Kegiatan ini dapat memungkinkan tugas dilaksanakan. Kalau tidak, langkah ini akan masih harus dibantu dengan pendinginan gedung dan peningkatan daya guna pendingin (air-condition) kalau kemudian di-install.

Penyelidikan
Gunakan informasi yang tepat untuk menguji suatu hasil..
Penyelidikan adalah suatu pengubahan dengan strategi uji-coba kesalahan untuk mengendalikan resiko. Perbedaan melempar dadu, membutuhkan suatu pemikiran yang padat menyangkut tujuan dan arah. Gunakan teknik ini untuk bergerak hati-hati di dalam langkah kecil ke arah suatu penyelesaian.

Contoh: Dokter-dokter menolak kesepakatn tunggal, sebagai diagnosa yang tidak lengkap terhadap suatu penyakit. Melalui kehati-hatian tetapi dengan penelitian yang tepat, mereka dapat menentukan penyebab suatu penyakit dan penyembuhannya.

Pengaturan(pengendalian) dengan pengecualian
Bekerja berdasarkan hal-hal tersebut cara kritis untuk Anda, dan meninggalkan hal-hal lain yang tidak kritis. Membuat strategi dan (membuat) pengutamaan.

Contoh: Anda pembimbing matematika untuk anak. Anda mengetahui bahwa keluarga berada di dalam situasi yang sulit, tetapi Anda tidak memiliki keahlian untuk membantu. Anda informasikan ahli dalam hal ini sebagai tindak lanjut mereka, tetapi lanjutkan dengan memusatkan perhatian mendorong anak dengan pekerjaan rumah.

Membatasi
Meluasnya resiko penolakan keputusan yang mengekang Anda ke arah satu pilihan kalau Anda tidak siap menyepakatinya.

Contoh: Kecerdikan investor tidak meletakkan telur-telur di dalam satu keranjang. Mereka menyebarkan resiko secara seimbang ke beberapa wadah, ikatan, dan secara tunai.

Perasaan
Beberapa pilihan berdasarkan pengalaman Anda, nilai-nilai, dan emosi-emosi (perasaan hati Anda yang baik)! Sementara sering kemungkinan untuk sampai ke kebenaran melalui intuisi, tidak membangunnya secara istimewa.Hal itu dapat menghasilkan penilaian yang cepat dan keputusan yang gegabah. Pertama gunakanlah logika, kemudian perasaan Anda untuk membuat keputusan terasa benar.

Penundaan
Kalau suatu keputusan segera tidak perlu dan ada waktu untuk membangun pilihan, lakukan secara perlahan dan biarkan menunggu. Kadang-kadang tidak berbuat apa-apa adalah keputusan yang terbaik, masalah berlalu , atau dapat diatasi.

Pelimpahan kepada yang lain
Kalau masalah dapat diselesaikan lebih baik oleh seseorang, kalau Anda benar-benar bukan berada pada posisi pertama di dalam masalah itu (identifikasi penanggung jawab), atau sumber Anda (waktu, uang, dsb) tidak akan memenuhi syarat.

Pandangan, kesempatan, dan pilihan
Konsentrasi terhadap masa depan untuk menemukan kesempatan dan pilihan yang tersembunyi.Dengan pilihan, kita memutuskan yang terbaik. Tanpa itu, keputusan menjadi pilihan terpaksa. Dengan menemukan kesempatan besok (masa depan) dan membangun pilihan, Anda akan membuat hasil, pilihan yang berkualitas.

Rintangan terhadap pengambilan keputusan yang efektif

Tidak memutuskan
Menghindari keputusan terperangkap aspek-aspek resiko, ketakutan, dan kekhawatiran yang tidak diinginkan.

Pegang teguh
Menolak menghadapi isu, pada akhirnya akan menemukan gangguan.

Reaksi berlebihan
Membiarkan suatu situasi di luar kontrol, membiarkan emosi yang mengontrol.

“Vacillating”
Menghilangkan keputusan; adalah kesepakatan setengah hati arah suatu kegiatan.

Setengah takaran
Melalui kekacauan. Kepastian keputusan ditemukan, bukan dengan menghindari kontroversi, tetapi melalui penanganan masalah.

Studi berpikir kritis suatu subyek atau masalah dengan pengertian yang luas (terbuka).

Proses dimulai dengan sutau pernyataan apa yang akan dipelajari,
menampilkan temuan tidak terbatas dan pertimbangan kemungkinan-kemungkinan,
dan kesimpulan pola-pola pengertian yang didasarkan pada kejadian.
Alasan-alasan, penyimpangan, dan prasangka baik para pengajar maupun para ahli membandingkan dan membentuk lembaga penilaian.

Masuk dengan pikiran terbuka:

  • Jelaskan tujuan Anda, apa yang Anda ingin pelajari
    Bereskan dan yakinkan subyek Anda dengan guru Anda atau ahli.

Topik dapat dengan frase yang sederhana:
“Peran Gender di dalam permainan video game”
“Sejarah Politik Perancis di antara Perang Besar pada paruh abad ke-20“
“Penanaman Pohon Mahogoni di Amerika Tengah”
“Peraturan Perpipaan Domestik di Daerah Pinggiran Kota”
“Kosa kata dan Struktur Kerangka Manusia”

  • Pikirkan apa yang Anda ketahui tentang subyek
    Apa yang Anda sudah ketahui akan membantu Anda di dalam studi ini?
    Apa prasangka Anda?
  • Sumber apa yang penting untuk Anda, dan penentuan garis waktu Anda?
  • Memperoleh informasi
    Menutup pikiran tidak akan membuka pilihan Anda dan
    peluang kesempatan.
  • Bertanyalah
    Apa prasangka para pengarang terhadap informasi?
  • Aturlah apa yang Anda kumpulkan ke dalam pola-pola pemahaman
    Carilah kaitannya
  • Ajukan pertanyaan (lagi)
  • Pikirkan bagaimana Anda akan mendemonstrasikan pelajaran Andaesuai
    sesuai dengan topik Anda. Ya! Bagaimana Anda mencipatakan ujian
    Tentang apa yang Anda pelajari?
    Dari yang sederhana ke yang lebih sulit (1-6) terapan:
1. Daftar, label, identitas Demonstrasi Pengetahuan
2. Defininisikan, jelaskan,
ringkaskan dengan kata-kata
Anda sendiri
Pengertian/Pemahaman
3. Pecahkan, terapkan ke situasi baru Gunakan pelajaran Anda, dan terapkan
4. Bandingkan dan tentangkan, perbedaan antara item Analisis
5. Ciptakan, gabungkan, invent Sintesis
6. Alihkan, rekomendasikan, nilai Evaluasi dan jelaskan mengapa

Pikirkan di dalam aturan bagaimana membuat pelajaran Anda sebagai petualangan di dalam penjelajahan!

Ringkasan Berpikir Kritis:

  • Tentukan fakta-fakta di dalam situasi baru atau subyek tanpa prasangka
  • Tempatkan fakta-fakta dan informasi ini sedemikian rupa di dalam pola Sehingga Anda memahaminya
  • Menerima atau menolak sumber nila dan kesimpulan yang didasarkan pada  pengalaman, penilaian, dan keyakinan Anda.

Pengaturan Waktu adalah membuat dan melakukan jadwal belajar agar dapat mengatur dan memprioritaskan belajarmu dalam konteks membagi waktu dengan aktivitas, keluarga, dan lain-lain.

Pedoman:

  • Perhatikan waktumu.
  • Refleksikan bagaimana kamu menghabiskan waktumu.
  • Sadarilah kapan kamu menghabiskan waktumu dengan sia-sia.
  • Ketahuilah kapan kamu produktif.

Dengan mengetahui bagaimana kamu menghabiskan waktu dapat membantu untuk:

Membuat daftar “Kerjaan”.  Tulislah hal-hal yang harus kamu kerjakan, kemudian putuskan apa yang dikerjakan sekarang, apa yang dikerjakan nanti, apa yang dikerjakan orang lain, dan apa yang bisa ditunda dulu pengerjaannya.

Membuat jadwal harian/mingguan.  Catat janji temu, kelas dan pertemuan pada buku/tabel kronologis.  Selalu mengetahui jadwal selama sehari, dan selalu pergi tidur dengan mengetahui kamu sudah siap untuk menyambut besok.

Merencanakan jadwal yang lebih panjang.  Gunakan jadwal bulanan sehingga kamu selalu bisa merencanakan kegiatanmu lebih dulu.  Jadwal ini juga bisa mengingatkanmu untuk membuat waktu luangmu dengan lebih nyaman.

Rencana Jadwal Belajar Efektif:

  • Beri waktu yang cukup untuk tidur, makan dan kegiatan hiburan.
  • Prioritaskan tugas-tugas.
  • Luangkan waktu untuk diskusi atau mengulang bahan sebelum kelas.
  • Atur waktu untuk mengulang langsung bahan pelajaran setelah kelas.  Ingatlah bahwa kemungkinan terbesar untuk lupa terjadi dalam waktu 24 jam tanpa review.
  • Jadwalkan waktu 50 menit untuk setiap sesi belajar.
  • Pilih tempat yang nyaman (tidak mengganggu konsentrasi) untuk belajar.
  • Rencanakan juga “deadline”.
  • Jadwalkan waktu belajarmu sebanyak mungkin pada pagi/siang/sore hari.
  • Jadwalkan review bahan pelajaran mingguan.
  • Hati-hati, jangan sampai diperbudak oleh jadwalmu sendiri!

Langkah-langkah belajar efektif adalah mengetahui

  • diri sendiri
  • kemampuan belajar anda
  • proces yang berhasil anda gunakan, dan dibutuhkan
  • minat, dan pengetahuan atas mata pelajaran anda inginkan

Anda mungkin belajar fisika dengan mudah tetapi tidak bisa belajar tenis, atau sebaliknya. Belajar apapun, adalah proces untuk mencapai tahap-tahap tertentu.

Empat langkah untuk belajar.
Mulai dengan cetak halaman ini dan jawab pertanyan-pertanyaannya. Lalu rencanakan strategi anda dari jawaban-jawabanmu, dan dengan “Pedoman Belajar” yang lain.

Mulai dengan masa lalu Apakah pengalaman anda tentang cara belajar? Apakah anda

What was your experience about how you learn? Did you

  • senang membaca? memecahkan masalah? menghafalkan? bercerita? menterjemah? berpidato?
  • mengetahui cara menringkas?
  • tanya dirimu sendiri tentang apa yang kamu pelajari?
  • meninjau kembali?
  • punya akses ke informasi dari banyak sumber?
  • menyukai ketenangan atau kelompok belajar?
  • memerlukan beberapa waktu belajar singkat atau satu yang panjang?

Apa kebiasaan belajar anda? Bagaimana tersusunnya? Yang mana terbaik? terburuk?

Bagaimana anda berkomunikasi dengan apa yang anda ketahui belajar paling baik? Melalui ujian tertulis, naskah, atau wawancara?

Teruskanke masa sekarang Berminatkah anda?
Berapa banyak waktu saya ingin gunakan untuk belajar?
Apa yang bersaing dengan perhatian saya?

Apakah keadaannya benar untuk meraih sukses?
Apa yang bisa saya kontrol, dan apa yang di luar kontrol saya?
Bisakah saya merubah kondisi ini menjadi sukses?

Apa yang mempengaruhi pembaktian anda terhadap pelajaran ini?

Apakah saya punya rencana? Apakah rencanaku mempertimbangkan pengalaman dan gaya belajar anda?

Pertimbangkan
proses,

persoalan utama

Apa judulnya?
Apa kunci kata yang menyolok?
Apakah saya mengerti?

Apakah yang telah saya ketahui?
Apakah saya mengetahui pelajaran sejenis lainnya?

Sumber-sumber dan informasi yang mana bisa membantu saya?
Apakah saya mengandalkan satu sumber saja (contoh, buku)?
Apakah saya perlu mencari sumber-sumber yang lain?

Sewaktu saya belajar, apakah saya tanya diri sendiri jika saya mengerti?
Sebaiknya saya mempercepat atau memperlambat?
Jika saya tidak mengerti, apakah saya tanya kenapa?

Apakah saya berhenti dan meringkas?
Apakah saya berhenti dan bertanya jika ini logis?
Apakah saya berhenti dan mengevaluasi (setuju/tidak setuju)?

Apakah saya membutuhkan waktu untuk berpikir dan kembali lagi?
Apakah saya perlu mendiskusi dengan “pelajar-pelajar” lain untuk proces informasin lebih lanjut?
Apakah saya perlu mencari “para ahli”, guruku atau pustakawan atau ahliawan?

Buat
review
Apakah kerjaan saya benar?
Apakah bisa saya kerjakan lebih baik?
Apakah rencana saya serupa dengan “diri sendiri”?

Apakah saya memilih kondisi yang benar?
Apakah saya meneruskannya; apakah saya disipline pada diri sendiri?

Apakah anda sukses?
Apakah anda merayakan kesuksesan anda?

“Meskipun anda bukanlah seorang jenius, anda dapat mengunakan strategi yang sama seperti yang digunakan Aristotle dan Einstein untuk memanfaatkan kreatifitas berpikir anda dan mengatur masa depan anda lebih baik.”

Kedelapan statregi berikut ini dapat mendorong cara berpikir anda lebih produktif daripada reproduktif untuk memecahkan masalah-masalah. “Strategi-strategi ini pada umumnya ditemui pada gaya berpikir bagi orang-orang yang jenius dan kreatif di ilmu pengetahuan, kesenian, dan industri-industri sepajang sejarah.”

1. Lihatlah persoalan anda dengan berbagai cara yang berbeda dan cari perspektif baru yang belum pernah dipakai oleh orang lain (atau belum diterbitkan!)

Leonardo da Vinci percaya bahwa untuk menambah pengetahuan tentang suatu masalah dimulai dengan mempelajari cara menyusun ulang masalah tersebut dengan berbagai cara yang berbeda. Ia merasa bahwa pertama kali melihat masalah itu terlalu prubasangka. Seringkali, masalah itu dapat disusun ulang dan menjadi suatu masalah yang baru.

2. Bayangkan!

Ketika Einstein memikirkan suatu masalah, ia selalu menemukan bahwa perlu untuk merumuskan persoalannya dalam berbagai cara yang berbeda-beda yang masuk akal, termasuk menggunakan diagram-diagram. Ia membayangkan solusi-solusinya dan yakin bahwa kata-kata dan angka-angka tidak memegang peran penting dalam proses berpikirnya.

3. Hasilkan! Karakteristik anak jenius yang membedakan adalah produktivitas.

Thomas Edison memegang 1.093 paten. Dia memberikan jaminan produktivitas dengan memberikan ide-ide pada diri sendiri dan asistennya. Dalam studi dari 2.036 ilmuwan sepanjang sejarah, Dekan Keith Simonton, dari University of California di Davis, menemukan bahwa ilmuwan-ilmuwan yang dihormati tidak hanya menciptakan banyak karya-karya terkenal, tapi banyak yang buruk. Mereka tidak takut gagal, atau membuat kesalahan besar untuk meraih hasil yang hebat.

4. Buat kombinasi-kombinasi baru. Kombinasikan, and kombinasikan ulang, ide-ide, bayangan-bayangan, and pikiran-pikiran ke dalam kombinasi yang berbeda, tidak peduli akan keanehan atau ketidakwajaran.

Keturunan hukum-hukum yang menjadi dasar ilmu genetika modern berasal dari pendeta Austria, Grego Mendel, yang mengkombinasikan matematika dan biologi untuk menciptakan ilmu pengetahuan baru.

5. Bentuklah hubungan-hubungan; buatlah hubungan antara peroalan-persoalan yang berbeda

Da Vinci menemukan hubungan antara suara bel dan sebuah batu yang jatuh ke dalam air. Hal ini memungkinkan Da Vinci untuk membuat hubungan bahwa suara mengalir melalui gelombang-gelombang. Samuel Morse menciptakan stasiun-stasiun penghubung untuk tanda-tanda telegraf ketika memperhatikan stasiun-stasiun penghubung untuk kuda-kuda.

6. Berpikir secara berlawanan.

Ahli ilmu fisika Niels Bohr percaya bahwa jika andamemegang pertentangan secara bersamaan, kemudian anda menyingkirkan pikiran anda dan akal anda bergerak menuju tingkatan yang baru. Kemampuannya untuk membayangkan secara bersamaan mengenai suatu partikel dan suatu gelombang mengarah pada konsepsinya tentang prinsip saling melengkapi. Dengan menyingkirkan pikiran (logis) dapat memungkinkan akal anda untuk menciptakan sesuatu yang baru.

7. Berpikir secara metafor.

Aristotle menganggap metafora sebagai tanda yang jenius, dan percaya bahwa individual yang memiliki kapasitas untuk menerima persamaan antara dua keberadaan yang berbeda dan menghubungkannya adalah individual yang punya bakat kusus.

8. Persiapkan diri anda untuk menghadapi kesempatan.

Bilamana kita mencoba sesuatu dan gagal, kita akhirnya mengerjakan sesuatu yang lain. Hal ini adalah prinsip pertama dari kekreatifan. Kegagalan dapat menjadi produktif hanya jika kita tidak terfokus pada satu hal sebagai suatu hasil yang tidak produktif. Sebaliknya, menganalisa proses, komponen-kompnen dan bagaimana anda dapat mengubahnya untuk memperoleh hasil yang lain. Jangan bertanya, ?Mengapa saya gagal?? melainkan ?Apa yang telah saya lakukan??

Bahan galian merupakan mineral asli dalam bentuk aslinya, yang dapat ditambang untuk keperluan manusia. Mineral-mineral dapat terbentuk menurut berbagai macam proses, seperti kristalisasi magma, pengendapan dari gas dan uap, pengendapan kimiawi dan organik dari larutan pelapukan, metamorfisme, presipitasi dan evaporasi, dan sebagainya (Katili, R.J. 1966).
Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 27 tahun 1980, bahan galian dibagi menjadi tiga golongan. Penggolongan bahan-bahan galian didasari pada :
1. Nilai strategis/ekonomis bahan galian terhadap Negara.
2. Terdapatnya sesuatu bahan galian dalam alam.
3. Penggunaan bahan galian bagi industri.
4. Pengaruhnya terhadap kehidupan rakyat banyak.
5. Pemberian kesempatan pengembangan pengusaha.
6. Penyebaran pembangunan di Daerah.
Bahan-bahan galian tersebut digolongkan sebagai berikut :

A.GOLONGAN BAHAN GALIAN YANG STRATEGIS
Bahan galian Strategis berarti strategis untuk Pertahanan dan Keamanan serta Perekonomian Negara. Golongan ini terdiri dari :
• Minyak bumi, bitumen cair, lilin bumi, gas alam.
• Bitumen padat, aspal.
• Antrasit, batubara, batubara muda.
• Uranium, radium, thorium dan bahan-bahan galian radioaktip lainnya.
• Nikel, kobalt.
• Timah.
1.Minyak Bumi
Minyak bumi merupakan suatu material organik dan secara kimia dikenal dua macam yaitu deretan parafin dan deretan naphtene. Pada umumnya terdapat pada sedimen-sedimen yang tebal dan tidak pernah atau jarang sekali ditemukan pada batuan metamorf atau batuan beku. Di Indonesia, endapan-endapan geosinklin pada zaman tersier banyak mengandung minyak bumi karena kondisinya yang baik. Lapisan yang mengandung minyak bumi biasanya batuan berpori seperti batupasir ataupun batugamping.
Hasil olahan dari minyak bumi sangat diperlukan dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan kebanyakan sebagai bahan bakar. Hasil olahannya tersebut seperti bensin, solar dan lain-lain.
2.Batubara
Batubara adalah termasuk salah satu bahan bakar fosil. Pengertian umumnya adalah batuan sedimen yang dapat terbakar, terbentuk dari endapan organik, utamanya adalah sisa-sisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses pembatubaraan. Unsur-unsur utamanya terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen.
Batubara juga adalah batuan organik yang memiliki sifat-sifat fisika dan kimia yang kompleks yang dapat ditemui dalam berbagai bentuk. Analisa unsur memberikan rumus formula empiris seperti : C137H97O9NS untuk bituminus dan C240H90O4NS untuk antrasit.
Hampir seluruh pembentuk batubara berasal dari tumbuhan. Jenis-jenis tumbuhan pembentuk batubara dan umurnya menurut Diessel (1981) adalah sebagai berikut:
Alga, dari Zaman Pre-kambrium hingga Ordovisium dan bersel tunggal. Sangat sedikit endapan batubara dari perioda ini.
Silofita, dari Zaman Silur hingga Devon Tengah, merupakan turunan dari alga. Sedikit endapan batubara dari perioda ini. Pteridofita, umur Devon Atas hingga KArbon Atas. Materi utama pembentuk batubara berumur Karbon di Eropa dan Amerika Utara. Tetumbuhan tanpa bunga dan biji, berkembang biak dengan spora dan tumbuh di iklim hangat. Gimnospermae, kurun waktu mulai dari Zaman Permian hingga Kapur Tengah. Tumbuhan heteroseksual, biji terbungkus dalam buah, semisal pinus, mengandung kadar getah (resin) tinggi. Jenis Pteridospermae seperti gangamopteris dan glossopteris adalah penyusun utama batubara Permian seperti di Australia, India dan Afrika.
Angiospermae, dari Zaman Kapur Atas hingga kini. Jenis tumbuhan modern, buah yang menutupi biji, jantan dan betina dalam satu bunga, kurang bergetah dibanding gimnospermae sehingga, secara umum, kurang dapat terawetkan.
Potensi sumberdaya batubara di Indonesia sangat melimpah, terutama di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera, sedangkan di daerah lainnya dapat dijumpai batubara walaupun dalam jumlah kecil dan belum dapat ditentukan keekonomisannya, seperti di Jawa Barat, Jawa Tengah, Papua, dan Sulawesi. Di Indonesia, batubara merupakan bahan bakar utama selain solar (diesel fuel) yang telah umum digunakan pada banyak industri, dari segi ekonomis batubara jauh lebih hemat dibandingkan solar, dengan perbandingan sebagai berikut: Solar Rp 0,74/kilokalori sedangkan batubara hanya Rp 0,09/kilokalori, (berdasarkan harga solar industri Rp. 6.200/liter).
Dari segi kuantitas batubara termasuk cadangan energi fosil terpenting bagi Indonesia. Jumlahnya sangat berlimpah, mencapai puluhan milyar ton. Jumlah ini sebenarnya cukup untuk memasok kebutuhan energi listrik hingga ratusan tahun ke depan. Sayangnya, Indonesia tidak mungkin membakar habis batubara dan mengubahnya menjadi energis listrik melalui PLTU. Selain mengotori lingkungan melalui polutan CO2, SO2, NOx dan CxHy cara ini dinilai kurang efisien dan kurang memberi nilai tambah tinggi.
Batubara sebaiknya tidak langsung dibakar, akan lebih bermakna dan efisien jika dikonversi menjadi migas sintetis, atau bahan petrokimia lain yang bernilai ekonomi tinggi. Dua cara yang dipertimbangkan dalam hal ini adalah likuifikasi (pencairan) dan gasifikasi (penyubliman) batubara. Membakar batubara secara langsung (direct burning) telah dikembangkan teknologinya secara continue, yang bertujuan untuk mencapai efisiensi pembakaran yang maksimum, cara-cara pembakaran langsung seperti: fixed grate, chain grate, fluidized bed, pulverized, dan lain-lain, masing-masing mempunyai kelebihan dan kelemahannya.
Penambangan bahan galian strategis ini cukup banyak dijumpai di Indonesia. Metode penambangan yang digunakan adalah open pit mining atau penambangan terbuka dengan alas an keberadaan endapan batubara yang tidak membutuhkan penambangan hingga bawah permukaan yang dalam, selain faktor efisiensi biaya produksi.
Adapun perusahaan yang mengeksploitasi batu bara di Indonesia antara lain yaitu PT Arutmin Indonesia penambangan di Kalimantan Selatan, PT Berau Coal penambangan di Kalimantan Timur, PT Kaltim Primacoal penambangan di Sangatta Kabupaten Kutai Timur, dan beberapa perusahaan lainnya.
3.Uranium dan Thorium
Endapan-endapan mineral radioaktif seperti uranium dan thorium terdapat dalam bentuk primer seperti pegmatit dan bijih, serta bentuk sekunder seperti endapan sedimen. Batuan pegmatit adalah batuan berbutir kasar yang terbentuk pada fase terakhir dari pendinginan batuan plutonik. Batuan pegmatit biasanya mengandung kuarsa dan feldspar. Mineral radioaktif biasanya dalam bentuk lensa atau kantung.
Di Indonesia, belum ditemukan endapan-endapan uranium yang berharga karena kurangnya penyelidikan geologi yang dilakukan ke arah tersebut. Mineral radioaktif yang telah ditemukan yaitu monazit dan xenotim yang biasanya mengandung unsur thorium. Mineral tersebut ditemukan dalam endapan alluvial, bersama dengan bijih timah di Bangka, Belitung, pulau Berhala dan pulau-pulau timah lainnya.
Deskripsi dari logam thorium yaitu sebagai sumber energi nuklir. Sebagian besar panas di bagian internal bumi merupakan hasil dari thorium dan uranium. Thorium murni berwarna putih keperakan yang stabil dari udara dan retains its luster untuk beberapa bulan. Jika terkontaminasi dengan oksida, perlahan menyublim di udaraberubah warna menjadi abu-abu hingga akhirnya hitam, memiliki titik leleh 3300oC yang juga merupakan suhu tertinggi dibandingkan oksida lainnya.
Perlahan juga terubah oleh air tetapi tidak langsung larut pada kondisi asam, kecuali hidroklorik. Bubuk logam thorium umumnya pyrophoric dan disimpan dengan sangat hati-hati.ketika dipanaskan dalam air berubah menjadi ignite dan terbakar menghasilkan warna putih menyala.
4.Nikel
Unsur nikel berhubungan dengan batuan basa yang disebut norit. Nikel ditemukan dalam mineral pentlandit, dalam bentuk lempeng-lempeng halus dan butiran kecil bersama pyrhotin dan kalkopirit. Nikel biasanya terdapat dalam tanah yang terletak di atas batuan basa.
Di indonesia, tempat ditemukan nikel adalah Sulawesi tengah dan Sulawesi Tenggara. Nikel yang dijumpai berhubungan erat dengan batuan peridotit. Logam yang tidak ditemukan dalam peridotit itu sendiri, melainkan sebagai hasil lapukan dari batuan tersebut. Mineral nikelnya adalah garnerit.
5.Kobalt
Deskripsi fisik yang ditunjukkan kobalt adalah bersifat brittle, keras, dan merupakan transisi logam dengan magnet. Kobalt juga terdapat dalam meteorit. Endapan mineralnya dijumpai di Zaire, Morocco dan Canada. Cobalt-60 (60Co) dapat membentuk isotop buatan dengan tembakan sinar gamma (energy radiasi tinggi). Garam kobalt salts berwarna biru gelap dan seperti gelas atau bening. Banyak digunakan dalam industri. Digunakan juga untuk bahan dasar perasa makanan yang mengandung vitamin B12 dalam kadar yang tinggi.
6.Timah
Bijih timah biasanya terdapat dalam bentuk kassiterit atau oksida timah. Sumber timah di Bangka terdapat pada batuan granit yang berumur yura. Bijih primer terdiri dari urat kassiterit dan kuarsa kassiterit. Dikarenakan pelapukan dan konsentrasi alluvial maka kassiterit dalam endapan primer menjadi memekat sebagai lapisan berbentuk dendrit. Dua per tiga hasil timah dunia berasal dari endapan alluvial. Salah satu kegunaan timah yaitu sebagai alloy dalam pembuatan baja.
Deskripsi dari mineral logam ini yaitu putih keperakan, malleable, beberapa ductile dan berstruktur sangat kristalin. Memiliki dua bentuk allotropic. Pada suhu hangat menjadi abu-abu atau timah- α dengan struktur kubikal dan pada suhu 13,2°C atau timah-β yaitu bentuk umum logam timah. Perubahannya juga dipengaruhi oleh pengotor aluminium dan seng, dapat dicegah dengan memberikan tambahan antimony atau bismuth.
Timah tahan terhadap distilasi, air laut, dan air minum. Akan tetapi dapat terpengaruh asam kuat, mineral alkali, dan garam dari mineral asam, oksigen terlarut juga mempercepat perusakan. Ketika dipanaskan membentuk SnO2. Digunakan untuk campuran lembaran baja sebagai kaleng timah. Di Indonesia, penambangan timah yang terkenal dijalankan oleh PT Timah yang berlokasi di Bangka Belitung. Dilakukan dengan open mining pit atau penambangan terbuka.
(Bersambung ke bagian 2 dan 3)

Adopted from http://www.nooradinugroho.wordpress.com

WHO mengatakan dunia hampir mendekati situasi pandemi flu dibandingkan tahun-tahun sejak 1968 – tingkat ancamannya adalah tiga dari skala enam. Tidak ada yang tahu dampak pandemi penyakit ini sepenuhnya, namun para pakar memperingatkan korban tewas bisa mencapai jutaan orang di seluruh dunia. Pandemi flu Spanyol, misalnya, yang dimulai tahun 1819 dan juga disebabkan oleh virus H1N1, menewaskan jutaan orang.

Sejauh ini, pihaknya tengah mengumpulkan data dan kajian ilmiah mengenai penyakit itu dari berbagai sumber dan terus berkoordinasi dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk memantau perkembangan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat keganasan flu babi dan apa bentuk penanganan paling tepat menghadapi ancaman flu babi di Indonesia.

Para pakar pengendali penyakit masih berupaya mencari jalan dalam mengatasi wabah flu babi di Meksiko dan Amerika Serikat, serta dugaan kasus ini di negara lain.

Apakah flu babi?

Flu babi adalah penyakit pernapasan yang menjangkiti babi. Disebabkan oleh influenza tipe A, wabah penyakit ini pada babi rutin terjadi dengan tingkat kasus tinggi namun jarang menjadi fatal. Penyakit ini cenderung mewabah di musim semi dan musim dingin tetapi siklusnya adalah sepanjang tahun. Ada banyak jenis flu babi dan seperti flu pada manusia penyakit ini secara konstan berubah.

Apakah manusia bisa terjangkit flu babi?

Flu babi biasanya tidak menjalar pada manusia, meski kasus sporadis juga terjadi dan biasanya pada orang yang berhubungan dengan babi. Catatan mengenai kasus penularan dari manusia ke manusia juga sangat jarang. Penularan manusia pada manusia flu babi diperkirakan menyebar seperti flu musiman – melalui batuk dan bersin. Dalam wabah yang kini terjadi belum jelas apakah penyakit itu ditularkan dari manusia ke manusia.

Gejala flu babi pada manusia tampaknya serupa dengan gejala-gejala flu musiman manusia.

Apakah ini jenis baru flu babi?

Badan Kesehatan Dunia, WHO, membenarkan bahwa setidaknya sejumlah kasus adalah versi H1N1 influenza tipe A yang tidak pernah ada sebelumnya. H1N1 adalah virus yang menyebabkan flu musiman pada manusia secara rutin. Namun versi paling baru H1N1 ini berbeda: virus ini memuat materi genetik yang khas ditemukan dalam virus yang menulari manusia, unggas dan babi. Virus flu memiliki kemampuan bertukar komponen genetik satu sama lain, dan besar kemungkinan versi baru H1N1 merupakan hasil perpaduan dari berbagai versi virus yang berbeda yang terjadi di satu binatang sumber.

Apakah warga harus khawatir?

Saat muncul jenis baru flu yang memiliki kemampuan menyebar dari manusia ke manusia pihak berwenang mengawai dengan seksama untuk melihat apakah memiliki potensi menyebabkan pandemi. WHO memperingatkan kasus-kasus di Meksiko dan Amerika Serikat berpotensi menyebabkan pandemi global dan menegaskan situasi ini serius. Akan tetapi, WHO mengatakan masih terlalu dini untuk menilai situasi ini secara akurat. Saat ini, WHO mengatakan dunia hampir mendekati situasi pandemi flu dibandingkan tahun-tahun sejak 1968 – tingkat ancamannya adalah tiga dari skala enam.

Tidak ada yang tahu dampak pandemi penyakit ini sepenuhnya, namun para pakar memperingatkan korban tewas bisa mencapai jutaan orang di seluruh dunia. Pandemi flu Spanyol, yang dimulai tahun 1819 dan juga disebabkan oleh virus H1N1, menewaskan jutaan orang. Fakta bahwa kasus-kasus di Amerika Serikat sejauh ini memperlihatkan gejala-gejala ringan merupakan berita baik.Sementara parahnya wabah di Meksiko kemungkinan disebabkan oleh faktor wilayah yang tidak biasa yang kecil kemungkinan terjadi wilayah lain di dunia. Akan tetapi, fakta bahwa sebagian besar korban berusia muda menunjukkan satu hal yang tidak baisa. Biasanya flu musiman cenderung melanda kaum berusia tua.

Bagaimana dengan pengobatan dan vaksin?

Mengenai pengobatan pada kasus flu babi, bisa menggunakan dua jenis obat yang biasa digunakan untuk mengobati flu, yaitu Tamiflu dan Relenza. Kedua jenis obat ini cukup efektif dalam mengatasi kasus-kasus flu yang terjadi sejauh ini dan tersedia cukup termasuk di Indonesia. Ilmuwan Amerika telah mengembangkan satu vaksin baru, namun diperlukan waktu untuk menyempurnakannya dan juga memproduksi dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi permintaan.

Bagaimana dengan flu burung?

Jenis flu burung yang menyebabkan kematian di Asia Tenggara dalam beberapa tahun ini berbeda dengan jenis flu babi yang kini mewabah. Bentuk baru flu babi ini adalah H1N1 jenis baru, sementara flu burung adalah H5N1. Para pakar khawatir H5N1 berpotensi menyebabkan pendemi karena kemampuannya bermutasi secara cepat. Akan tetapi hingga sekarang penyakit itu masih merupakan penyakit unggas. Mereka yang terjangkit adalah mereka yang berhubungan dengan unggas dan kasus penularan dari manusia ke manusia sangat jarang – tidak ada tanda-tanda bahwa H5N1 sudah bisa menular dari manusia ke manusia dengan mudah.

Proses dan Gejala Virus Flu Babi

Virus flu babi mematikan yang berjangkit di Meksiko menimbulkan ketakutan akan terjadi pandemi, WHO mengonfirmasi adanya sejumlah kasus flu yang disebabkan virus influenza tipe A subtipe H1N1 yang belum pernah diketahui. Sampai saat ini para ahli terus meneliti virus tsb.
Virus baru itu mengandung tipe DNA yang mirip virus flu burung, flu babi dan flu Manuasia, termasuk elemen virus flu babi dari Eropa dan Asia.

Rangkaian Proses virus H1N1 dalam tubuh :
1. Hemaglutinin pada virus mengikat asam sialik pada membran sel
2. Membran virus melebur dengan membran sel dan virus diserap kedalam sel
3. Virus membebaskan material genetik (RNA) yang masuk ke Inti Sel.
4. Virus RNA gen direplikasi dena melahirkan RNA pembawa pesan (mRNA)
5. mRNA digunakan oleh sel untuk membuat protein virus yang baru
6. Protein virus dan RNA bergabung untuk membuat partikel viral
7. Partikel virus baru menginfeksi sel-sel lain

Bagaimana gejala penderita yang terkena penyakit flu babi ini?

Pada umumnya, gejala infeksi flu babi pada manusia mirip dengan flu biasa pada manusia. Yakni, demam yang muncul tiba-tiba, batuk, nyeri otot, sakit tenggorokan dan kelelahan yang berlebihan. Namun selain itu, virus flu babi bisa membuat penderita muntah-muntah dan diare.

Kemungkinan flu babi mewabah di Indonesia?

Penyakit flu babi yang disebabkan oleh swine influenza virus sejauh ini sudah menewaskan puluhan nyawa di Meksiko. Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan lingkungan (P2PL) Tjandra Yoga Aditama mengatakan, virus flu babi berpotensi mewabah di negara lain, termasuk Indonesia.

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit flu babi, seperti dilansir Badan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Beberapa langkah tersebut antara lain:

  • Tutupi hidung dan mulut Anda dengan tisu jika Anda batuk atau bersin. Kemudian buang tisu itu ke kotak sampah.
  • Sering-seringlah mencuci tangan Anda dengan air bersih dan sabun, terutama setelah Anda batuk atau bersin. Pembersih tangan berbasis alkohol juga efektif digunakan.
  • Jangan menyentuh mulut, hidung atau mulut Anda dengan tangan.
  • Hindari kontak atau berdekatan dengan orang yang sakit flu. Sebab influenza umumnya menyebar lewat orang ke orang melalui batuk atau bersin penderita.
  • Jika Anda sakit flu, CDC menyarankan Anda untuk tidak masuk kerja atau sekolah dan beristirahat di rumah.

Departemen Perhubungan telah memasang alat Termografic Scanner di berbagai pintu masuk ke Indonesia untuk mengantisipasi masuknya Flu Babi yang berasal dari para wisatawan asing yang masuk ke Indonesia. Termografic Center telah dipasang, antara lain di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Bandara Ngurah Rai Bali, Bandara Hang Nadim Batam, Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, dan Pelabuhan Batam Center di Batam.

Ketua Komisi Teknis Kesehatan Dewan Riset Nasional Prof Amin Soebandrio, menjelaskan, flu babi adalah penyakit pernapasan babi yang disebabkan virus influenza tipe A yang sering menyebabkan wabah influenza di babi, dengan angka kematian rendah. Sebagian besar wabah terjadi pada akhir musim dingin dan bulan-bulan di mana juga terjadi wabah flu pada manusia.

1. Virus H1N1

Evaluasi sama pentingnya dengan fungsi-fungsi manajemen lainnya, yaitu perencanaan, pengorganisasian atau pelaksanaan, pemantauan (monitoring) dan pengendalian. Terkadang fungsi monitoring dan fungsi evaluasi, sulit untuk dipisahkan. Penyusunan sistem dalam organisasi dan pembagian tugas, fungsi serta pembagian peran pihak-pihak dalam organisasi, adakalanya tidak perlu dipisah-pisah secara nyata. Fungsi manajemen puncak misalnya, meliputi semua fungsi dari perencanaan sampai pengendalian. Oleh karena itu, evaluasi sering dilakukan oleh pimpinan organisasi dalam suatu rapat kerja, rapat pimpinan, atau temu muka, baik secara reguler maupun dalam menghadapi kejadian-kejadian khusus lainnya.

Sebagai bagian dari fungsi manajemen, fungsi evaluasi tidaklah berdiri sendiri. Fungsi-fungsi seperti fungsi pemantauan dan pelaporan sangat erat hubungannya dengan fungsi evaluasi. Di samping untuk melengkapi berbagai fungsi di dalam fungsi-fungsi manajemen, evaluasi sangat bermanfaat agar organisasi tidak mengulangi kesalahan yang sama setiap kali.

Organisasi yang gagal mengidentifikasi kesalahan yang sama yang dilakukan secara terus menerus, tidak akan tumbuh dan berkembang sebagai organisasi yang unggul. Jadi secara umum, jika tidak dihadapkan pada suatu pertanyaan mengapa perlu dilakukan evaluasi? Terdapat beberapa jawaban seperti berikut:

  1. Karena evaluasi merupakan fungsi manajemen
  2. Karena evaluasi merupakan mekanisme umpan balik bagi perbaikan
  3. Karena evaluasi akan dapat menghindarkan organisasi dari mengulangi kesalahan yang sama
  4. Karena evaluasi akan dapat menemukan dan mengenali berbagai masalah yang ada di dalam organisasi dan mencoba mencari solusinya.

Evaluasi adalah proses pengumpulan dan analisis data secara sistematis yang diperlukan dalam rangka pengambilan keputusan, GAO (1992:4). Evaluasi akan menghasilkan umpan balik dalam kerangka efektivitas pelaksanaan kegiatan organisasi. Menurut Department of Health & Human Services, evaluasi adalah proses untuk mengumpulkan informasi. Sebagaimana dengan proses pada umumnya, evaluasi harus dapat mendefinisikan komponen-komponen fase dan teknik yang akan dilakukan.

Pengertian lain dikemukakan oleh Peter H. Rossi (1993:5) menyebutkan bahwa evaluasi merupakan suatu aplikasi penilaian yang sistematis terhadap konsep, desain, implementasi, dan manfaat aktivitas dan program dari suatu organisasi. Dengan kata lain, evaluasi dilakukan untuk menilai dan meningkatkan cara-cara dan kemampuan berinteraksi organisasi yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerjanya.

Evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis, pemberian nilai, atribut, apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi atas permasalahan yang ditemukan. Dalam berbagai hal, evaluasi dilakukan melalui monitoring terhadap sistem yang ada. Namun demikian, evaluasi kadang-kadang tidak dapat dilakukan dengan hanya menggunakan informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi pada organisasi saja.

Data dari luar organisasi akan menjadi sangat penting untuk digunakan dalam melakukan analisis dan evaluasi. Evaluasi mungkin saja dilakukan dengan tidak terlalu mementingkan keakuratan data yang ada, namun dengan lebih bijaksana dalam memperoleh data, sehingga data yang hanya berkriteria cukup dapat saja digunakan dalam pelaksanaan evaluasi. Penggunaan data dan informasi guna melakukan evaluasi lebih diprioritaskan pada kecepatan untuk memperoleh data dan kegunaannya. Dengan demikian, hasil evaluasi akan lebih cepat diperoleh dan tindakan yang diperlukan untuk perbaikan dapat segera dilakukan.

Klasifikasi evaluasi dapat dilakukan berdasarkan pada:

  1. Apa yang dievaluasi.
  2. Tujuan evaluasi.
  3. Fokus evaluasi.
  4. Metode evaluasi.
  5. Pendekatan evaluasi.
  6. Lingkup atau tataran yang dievaluasi.
  7. Orientasinya.

Berdasarkan apa yang dievaluasi, evaluasi dapat dibagi ke dalam beberapa

kelompok:

  • Evaluasi kegiatan.
  • Evaluasi program.
  • Evaluasi kebijakan.
  • Evaluasi pengelolaan keuangan.
  • Evaluasi pengelolaan sumber daya manusia.
  • Evaluasi terhadap sistem dan governance.
  • Evaluasi terhadap struktur, mekanisme dan prosedur.
  • Evaluasi efisiensi, efektivitas, kehematan, kelayakan.

Penggolongan evaluasi berdasarkan tujuan evaluasi dapat meliputi :

  • Evaluasi untuk tujuan tertentu, misalnya: untuk mempelajari fakta dan kemungkinan perbaikannya, untuk meningkatkan akuntabilitas, untuk meningkatkan kinerja.
  • Goal free evaluation atau evaluasi untuk mencari peluang perbaikan yang tidak ditetapkan terlebih dahulu.

Berdasarkan fokus evaluasinya pekerjaan evaluasi dapat dibagi ke dalam

lima kelompok:

  • Input evaluation
  • Process evaluation
  • Output evaluation
  • Outcomes evaluation
  • Impact evaluation.

Berdasarkan pendekatannya, evaluasi dapat dibagi ke dalam:

· Evaluasi semu

· Evaluasi formal

· Evaluasi keputusan teoretis

Berdasarkan orientasinya, evaluasi dapat dikelompokkan ke dalam beberapa kategori sebagai berikut:

  • Evaluasi yang proaktif (Proactive evaluation)
  • Evaluasi yang klarifikatif (Clarificative evaluation)
  • Evaluasi interaktif (Interactive evaluation)
  • Evaluasi monitoring (Monitoring evaluation)
  • Evaluasi dampak (Impact evaluation)

Berikut ini penjelasan masing-masing kategori :

  • Evaluasi yang proaktif (Proactive evaluation)

Evaluasi proaktif ini dapat dilakukan sebelum suatu kebijakan/program ditetapkan. Pendekatan-pendekatan kunci :

1. Perkiraan kebutuhan.

2. Review riset.

3. Review : praktik-praktik terbaik (best practices)

Dalam pencarian bukti-bukti dapat digunakan teknik-teknik: DELPHI, Customer Satisfaction Survey, Nominal Group Forum, Konsep Mapping, Focus Group.

· Evaluasi yang klarifikatif (Clarificative evaluation).

Evaluasi klarifikatif ini berfokus pada klarifikasi struktur internal dan fungsi dari suatu program dan kebijakan. Pendekatan-pendekatan kunci :

1. Evaluability assessment.

2. Logic development.

3. Acreditation.

Pendekatan ini cocok untuk program yang mulai dilaksanakan.

· Evaluasi interaktif (Interactive evaluation).

Evaluasi interaktif ini dapat digunakan untuk memperoleh informasi atas

implementasi program. Pendekatan penting yang bisa dipakai :

  1. Evaluasi responsive
  2. Riset tindakan
  3. Evaluasi pengembangan
  4. Evaluasi pemberdayaan

· Evaluasi monitoring (Monitoring evaluation).

Evaluasi monitoring ini sangat tepat digunakan ketika program sudah dalam pelaksanaan. Evaluasi ini sudah melibatkan pengembangan sistem untuk pemantauan kemajuan program. Indikator kinerja kuantitatif sudah harus digunakan sebagai alat untuk

mengorganisasikan data dalam evaluasi monitoring. Pendekatan-pendekatan utama yang dapat dipakai :

  1. Component analysis.
  2. Pengukuran kinerja (Performance assessment).
  3. System analysis.

· Evaluasi dampak (Impact evaluation).

Evaluasi ini digunakan untuk menilai hasil dan dampak program yang sudah mapan. Evaluasi ini dapat digunakan untuk membuat keputusan tentang penghargaan, atau kemanfaatan program. Evaluasi ini disebut juga evaluasi sumatif (Sumative evaluation). Pendekatan yang dapat dipakai :

  1. Evaluasi yang berdasarkan sasaran
  2. Studi proses-outcome
  3. Evaluasi berdasarkan kebutuhan (Needs-based evaluation)
  4. Goal-free evaluation (termasuk mengevaluasi dampak yang bersifat positif dan negatif (unintended impact) dan tidak hanya outcome semata).
  5. Performance audit.

Suatu evaluasi dilaksanakan dengan berbagai alasan, yaitu :

  1. Untuk memberikan penilaian terhadap pelaksanaan aktivitas dan program organisasi
  2. Mengestimasi manfaat usaha-usaha yang dilakukan untuk meningkatkan pelaksanaan aktivitas.
  3. Untuk mengembangkan program-program dan teknik baru bagi peningkatan kinerja.
  4. Untuk meningkatkan efektivitas manajemen pelaksanaan kegiatan.
  5. Untuk meyakinkan bahwa akuntabilitas kinerja organisasi cukup memadai.

Alasan perlunya evaluasi dalam suatu proses implementasi akuntabilitas adalah :

  1. Untuk meningkatkan mutu pelaksanaan pengelolaan aktivitas organisasi yang lebih baik.
  2. Untuk meningkatkan akuntabilitas kinerja organisasi.
  3. Untuk memberikan informasi yang lebih memadai dalam menunjang proses pengambilan keputusan.
  4. Meningkatkan pemanfaatan alokasi sumber daya yang tersedia,
  5. Sebagai dasar peningkatan mutu informasi mengenai pelaksanaan kegiatan organisasi.
  6. Mengarahkan pada sasaran dan memberikan informasi kinerja.

Evaluasi terhadap kebijakan/program ataupun kegiatan organisai tidaklah selalu mudah dan murah. Kemudahan dan harga yang dibayar inilah yang menjadi pertimbangan utama dalam menentukan ruang lingkup evaluasi terhadap suatu permasalahan. Pendekatan ini lebih cenderung pada teknis ekonomis belaka, meskipun manajemen yang pragmatis tentu tidak bisa mengabaikannya. Bagaimana jika pertimbangan lain, misalnya, sosial ekonomis ? Sudah tentu ruang lingkupnya menjadi berubah dan semakin meluas.

Ukuran-ukuran yang dipakai dalam pendekatan teknis ekonomis lebih kepada biaya dan manfaat, sehingga analisis biaya dan manfaat menjadi sangat penting. Lain halnya jika pendekatan yang dipakai sudah ke arah sosio ekonomis, maka pertimbangan dan ukuran lebih mengarah tidak hanya ke 3 E (ekonomis, efisien dan efektif), tetapi juga sudah kepada ke 2 E lainnya, yaitu ekuitas (kesamaan, kecukupan dan keadilan) serta excellent services (pelayanan prima).

Sebagai simpulan tujuan evaluasi sangat tergantung dari kebijakan pimpinan organisasi yang diberi wewenang untuk melakukan evaluasi dengan mempertimbangkan berbagai kendala yang ada. Evaluasi yang dilakukan oleh pihak luar harus secara eksplisit menyatakan tujuan evaluasi tersebut secara jelas, sehingga dapat didesain suatu evaluasi yang secara pragmatis dapat mencapai tujuan-tujuan itu. (bersambung)

<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

Emisi gas yang dihasilkan oleh pembakaran kendaraan bermotor pada umumnya berdampak negatif terhadap lingkungan. Sehingga perlu diambil beberapa langkah untuk dapat mengendalikan gas buang yang dihasilkan tersebut. Ada beberapa cara yang dapat diambil untuk mengatasi masalah tersebut antara lain: Uji emisi, pemilihan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan penggunaan katalitik konverter.

Beberapa tahun lalu Swiss Contact bekerja sama dengan 200 bengkel di Jakarta melakukan uji emisi kendaraan. Hasilnya, dari 16 ribu mobil yang diuji, hanya 54 persen yang memenuhi baku mutu emisi. Padahal hanya dengan perawatan sederhana seperti tune up dan mengganti saringan bensin atau oli sudah dapat menurunkan kadar emisi 30-40 persen. Seharusnya uji emisi dapat diterapkan secara ketat.

Pemberian sertifikat uji emisi sebaiknya jangan diberikan secara sembarangan. Karena adanya keharusan memiliki sertifikat inilah yang akan mendorong pemilik kendaraan betul-betul merawat kendaraannya. Untuk lulus dalam uji emisi kendaraan sebetulnya tidak terlalu sulit. Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah, memastikan perangkat emisi ada pada kendaraan, karena bagian pertama dari uji emisi adalah dengan memastikan peralatan emisi berada di tempatnya. Dan sebaiknya kendaraan yang dipergunakan mempunyai peralatan original. Beberapa hal yang sering hilang ataupun tidak berada di tempatnya adalah EGR (exhaust gas recirculation valve), pompa udara, atau pipa intake pemanas udara. Mesin yang kondisinya baik biasanya bersuara halus. Busi yang tidak berfungsi, kebocoran ruang vakum, atau bensin campur akan menyebabkan tinggi emisi gas buang. Di samping itu oli mesin yang sangat kotor akan mengganggu proses penguapan oli, kemudian terhambat masuk ke ruang mesin dan akhirnya keluar melalui knalpot.

Mesin sebaiknya dipastikan bekerja pada suhu yang tepat. Karena suhu yang tidak tepat, misalnya terlalu dingin akan mengakibatkan injeksi bahan bakar berlebihan. Hal ini juga bisa berakibat Anda gagal dalam uji emisi gas buang. Untuk mengetahui apakah kendaraan teresebut layak atau tidak mendapat sertifikat uji emisi, maka dapat dilakukan suatu cara yang sederhana yaitu dengan memacu kendaraan kendaraan tersebut pada kecepatan tinggi. Ini akan membantu untuk mengetahui apakah busi kendaraan tersebut berfungsi dengan baik atau tidak, gas buang bebas karbon atau tidak, dan apakah residu tertinggal pada catalytic converter atau tidak. Sebelum mengikuti uji emisi terlebih dahulu kendaraan harus dikondisikan. Pengkondisian bisa dilakukan dengan memanaskan mesin selama 15 menit sehingga memastikan mesin berada pada suhu yang cukup, sensor oksigen panas dan mengirimkan sinyal, serta catalytic converter berfungsi. Agar bisa berfungsi catalityc converter harus dalam kondisi panas. Jika converter berada di bagian bawah-belakang kendaraan dan mesin tidak dijalankan atau berjalan lambat dan sebentar, converter akan dingin dan berhenti berfungsi.

Selama uji emisi, teknisi akan mengukur kadar hidrokarbon (HC), karbon monoksida (CO), dan nitrogen oksida (NOx). HC biasanya berasal dari pembakaran yang tidak sempurna. Silinder yang macet akan mengakibatkan kadar HC tinggi. Sedangkan CO dihasilkan oleh proses pembakaran normal akan tetapi kadar CO tinggi dapat dicegah melalui penggunaan bahan bakar secara hati-hati dan penggunaan catalytic converter. Selain itu bensin campur dalam jumlah banyak akan mengakibatkan tingginya kadar CO. Sementara itu NOx terjadi saat suhu pembakaran sangat tinggi, yang diakibatkan oleh desain mesin atau penggunaan Exhaust Gas Recirculation (EGR) pada suhu silinder tinggi. Waktu pembakaran yang tidak tepat dapat meningkatkan suhu silinder sehingga mendongkrak emisi NOx. Jadi sebaiknya jangan pernah menggunakan bensin campur.

Tidak lulusnya uji emisi kendaraan biasanya disebabkan oleh hal-hal yang sederhana seperti: busi atau kawat busi yang jelek, filter udara kotor, waktu pembakaran yang tidak tepat, atau pemakaian bensin campur dalam jumlah banyak. Perawatan rutin dan pemanasan mesin sebelum uji emisi akan membantu kelulusan uji emisi kendaraan Anda. Akibatnya memang sangat positif, industri otomotif berlomba membuat kendaraan dengan motor bakar yang tidak banyak menghasilkan emisi di bawah standar yang diizinkan.

Untuk memperoleh emisi yang rendah antara lain dengan pemasangan katub PVC sistem karburasi, sistem pemantikan yang lebih sempurna, sirkulasi uap BBM. Selain itu dikembangkan kendaraan berbahan bakar alternatif, seperti bahan bakar gas, mobil listrik, dan juga mobil fuel-cell yang paling ramah lingkungan. Sebelum mereka bisa memanfaatkan energi alternatif secara maksimal, mereka juga mengembangkan teknologi seperti HCCI (homogeneous-charge compressionignition) yang memberikan basis untuk kelas baru emisi rendah. Pemakaian gas alam cair, misalnya, bukan hanya lebih ramah lingkungan, tapi juga menguntungkan untuk kondisi Indonesia yang sangat kaya gas alam. Namun, itu perlu didukung kebijakan yang mempermudah pembangunan SPBU untuk gas alam.

Edited by : @_pararaja from Peserta Mata Kuliah Teknik Pembakaran Semester Genap 2001/2002. 2001. Portfolio Bahan Bakar Cair. Depok : Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia.

Six Sigma adalah usaha yang terus menerus untuk mengurangi waste, menurunkan variance dan mencegah defect. Six sigma merupakan sebuah konsep bisnis yang berusaha untuk menjawab permintaan customer terhadap kualitas yang terbaik dan proses bisnis yang tanpa cacat. Kepuasan pelanggan dan peningkatannya menjadi prioritas tertinggi, dan Six sigma berusaha menghilangkan ketidakpastian pencapaian tujuan bisnis.


Untuk lebih mudahnya, Six sigma bisa dipahami sebagai sebuah alat untuk meningkatkan kualitas, benchmarking dan metode peningkatan keuntungan yang terpadu. Six sigma mendasarkan dirinya pada pemahaman bahwa mencapai zero-defect dalam pembuatan sebuah produk atau proses bukanlah tidak mungkin. Dengan Six sigma, angka defect 3,4 kejadian per 1.000.000 kesempatan bisa dicapai jika produk dan proses didisain dengan baik.


Sejarah
Adalah Carl Frederick Gauss (1777-1885) yang pertama kali memperkenalkan konsep kurva normal dalam bidang statistik. Konsep ini kemudian dikembangkan oleh Walter Shewhart di tahun 1920 yang menjelaskan bahwa 3 sigma dari nilai rata-rata (mean) mengindikasikan perlunya perbaikan dalam sebuah proses.


Pada akhir tahun 1970, Dr. Mikel Harry, seorang insinyur senior pada Motorola’s Government Electronics Group (GEG) memulai percobaan untuk melakukan problem solving dengan menggunakan analisa statistik. Dengan menggunakan cara tsb, GEG mulai menunjukkan peningkatan yang dramatis: produk didisain dan diproduksi lebih cepat dgn biaya yg lebih murah. Metoda tsb kemudian ia tuliskan dalam sebuah makalah berjudul ”The Strategic Vision for Accelerating Six Sigma Within Motorola”. Dr. Mikel Harry kemudian dibantu oleh Richard Schroeder, seorang mantan executive Motorola, menyusun suatu konsep change management yang didasarkan pada data. Hasil dari kerja sama tersebut adalah sebuah alat pengukuran kualitas yg sederhana yg kemudian menjadi filosofi kemajuan bisnis, yg dikenal dengan nama Six Sigma.


Perbedaan Six Sigma dan Total Quality Management (TQM)
Thomas Pyzdek, seorang konsultan implementasi Six Sigma dan penyusun buku “The Six Sigma Handbook”, pada bulan Februari 2001, menjelaskan adanya perbedaan penting antara Six Sigma dan TQM yaitu, TQM hanya memberikan petunjuk secara umum (sesuai dengan istilah manajemen yg digunakan dalam TQM). Petunjuk untuk TQM begitu umumnya sehingga hanya seorang pemimpin bisnis yg berbakat yg mampu menterjemahkan TQM dalam operasional sehari-hari. Secara singkat, TQM hanya memberikan petunjuk filosofis tentang menjaga dan meningkatkan kualitas, tetapi sukar untuk membuktikan keberhasilan pencapaian peningkatan kualitas.


Kemudian konsep Total Quality Control, di tahun 1950, menunjukkan bahwa kualitas produk bisa ditingkatkan dengan cara memperpanjang jangkauan standar kualitas ke arah hulu, yaitu di area engineering dan purchasing. Akan tetapi ada beberapa kelemahan yang muncul pada pelaksanaan Total Quality Control yaitu:
1. Terlalu fokus pada kualitas dan tidak memperhatikan isu bisnis yg kritikal lainnya
2. Implementasi Total Quality Control menciptakan pemahaman bahwa masalah kualitas adalah masalahnya departemen Quality Control, padahal masalah kualitas biasanya berasal dari ketidakmampuan departemen lain dalam perusahaan yg sama
3. Penekanan umumnya pada standar minimum kualitas produk, bukan pada bagaimana meningkatkan kinerja produk


Six Sigma dalam pelaksanaannya menunjukkan hal-hal menjadi solusi permasalahan di atas:
1. Menggunakan isu biaya, cycle time dan isu bisnis lainnya sebagai bagian yg harus diperbaiki
2. Six sigma tidak menggunakan ISO 9000 dan Malcolm Baldrige Criteria tetapi fokus pada penggunaan alat untuk mencapai hasil yg terukur
3. Six sigma memadukan semua tujuan organisasi dalam satu kesatuan. Kualitas hanyalah salah satu tujuan, dan tidak berdiri sendiri atau lepas dari tujuan bisnis lainnya
4. Six sigma menciptakan change agent yg bukan bekerja di Quality Department. Green Belt adalah para operator yg bekerja pada proyek Six Sigma sambil mengerjakan tugasnya


Faktor Penting dalam Implementasi Six Sigma
1. Dukungan dari Top level. Six sigma menawarkan pencapaian yg terukur yg tidak akan mampu ditolak oleh pemimpin perusahaan, yang dikerjakan oleh seorang super star yg sangat tahu apa yg harus dilakukan di bidangnya (Black Belt, Project Champion, Executive Champion).
2. Tim yang hebat. Para Executive Champion, Deployment Champions, Project Champions, Master Black Belts, Black Belts, dan Green Belts adalah orang-orang yg terlatih dengan baik untuk mengerjakan proyek Six Sigma.
3. Training yg berbeda dgn yg pernah ada. Anggota proyek Six Sigma adalah mereka yg pernah ditraining secara khusus dengan biaya antara $15,000-$25,000 per Black Belt, yg akan dibayar melalui saving yg didapat dari setiap proyek Six Sigma
4. Alat ukur yg baru, dengan menggunakan DPMO (Defects Per Million Opportunities) yang berhubungan erat dgn Critical to Quality (CTC) yg diukur berdasarkan persepsi customer, yg bisa dibandingkan antar departemen atau divisi dalam satu perusahaan
5. Tradisi perusahaan yg baru, yaitu mempromosikan usaha untuk melakukan peningkatan kualitas secara terus menerus.

Istilah Ulrasonik, umunya dipakai untuk menyatakan bunyi yang memiliki frekuensi di atas frekuensi bunyi yang dapat didengar, biasanya di ata 20000 Hertz.

Bunyi pada frekuensi 20 – 100 kHz, biasanya digunakan untuk ilmu pengetahuan dan komunikasi pada kelelawar, lumba – lumba dan beberapa hewan tertentu.. Frekwensi yang jauh lebih tinggi, antara 1-20 MHZ, digunakan untuk ultrasound medis. Bunyi seperti itu diproduksi oleh ultrasonik transducers.

Bunyi ultrasonik dapat diproduksi oleh transducers yang beroperasi baik oleh efek piezoelektrik maupun magnetostrictive. Magnetostrictive transducers dapat digunakan untuk menghasilkan bunyi Ultrasonik yang tinggi antara 20-40 kHz mencakup untuk pembersihan ultrasonik dan aplikasi mekanis lainnya

LG Sound mula- mula disebut sebagai Aquasonic, suatu pengeras suara yang berfungsi atas air dengan radius hanya 15 meter. Yang berfungsi sebagai alat komunikasi beberapa abad yang lalu. ,Model terbaru, Aquasonic tranducer dapat memancarkan gelombang ultrasonic di bawah air, alat ini digunakan untuk berbagai tujuan.

Sistem kerjanya dengan menghasilkan gelombang ultrasonik (berfrekuensi > 20000 Hertz), di dalam air. Gelombang atau getaran tersebut dapat merobek Sel vakuola dari ganggang, dimana tempat makanan diproses, dengan demikian membunuh ganggang. Selain itu alat ini juga membunuh spora ganggang yang terapung di air, sehingga mencegah pertumbuhan ganggang lebih lanjut. Transducer ini dirancang dengan suatu unsur tahan air, yang (mana) mengkonversi daya listrik ke dalam getaran bunyi; yang frekwensinya fatal untuk berbagai macam dari ganggang, tetapi btidak bahaya dan tidak dapat didengar untuk manusia dan (kebanyakan) binatang.

Ada sekurang – kurangnya 20.000 jenis Algae dalam variasi dan turunan. Lebih umum disebut “Algae Pengembara” yang terbawa oleh hujan dan angina, akan terbunuh paling cepat 3 – 2 minggu. Sekalipun Algae mati lebih cepat, tetapi biasanya pengaruhnya baru terlihat jelas sampai 6 minggu.

Badan air, jenis LG Sound yang digunakan mempengaruhi efektifitas pembasmian Algae. Pada kolam renang, Algae hutan yang tumbuh pada sambungan ubin adalah yang paling tamgguh. Jenis lainnya adalah tipe Filamentos, Algae jenis ini memiliki semacam gorden yang menghalangi getaran ultrasonic.

Alat ini sebaiknya dioperasikan secara terus – menerus, disamping pemakaian daya yang relative kecil,, vibrasi Ultrasonik yang permanent pada volume air dapat mrncegah Algae baru berkembang.

LG sound XL telah digunakan hampir di penjuru dunia, untuk segala bidang dan keperluan dengan pemakaian teratur. LG sound dapat membunuh algae/ ganggang dalam radius  100 m pada Danau, telaga, kolam renang (ukuran besar), Reservoar air minum, Menara pendingin, sistem pemurnian air, Reservoar air untuk industri hortikultura, Saluran Irigasi, penampungan air limbah, dan pada pengolahan Air Limbah.

Data teknis LG sound XL

Range Radius 100 m (horizontal&vertikal)

Daya 45 watt

input 220 atau 120 V

Panjang kabel 17 m


Instalasi : Kotak elektronik ini harus ditempatkan pada tempat yang kering dan tertutup. Setelah meletakkan busi dari transducer ke dalam kontak penghubung dari kotak elektronik, tranducers berpelampung dapat ditempatkan sedemikian mungkin dalam air (dilewatii sebanyak mugkin air). Gelombang memancar dari tranducers dengan sudut 180o.Mungkin kira – kira 20 cm dari permukaan dan tidak boleh kurang 20 cm dari dasar.

Jika semua instruksi dilaksanakan maka hasil yang optimal akan didapatkan dalam 1 atau 2 hari, dapat diamati dibawah mikroskop.

Ada satu tipe LG sound yang lebih kecil, biasa digunakan pada kolam ikan di rumah – rumah. Biasanya digunakan untuk memperindah kolam agar bebas dari gangguan lumut / ganggang dan agar ikan – ikan dapat hidup tanpa masalah. Alat ini dapat membuat pekerjaan membersihkan kolam menjadi lebih mudah.

Dari empat produk yang dimiliki LG, alat ini paling kecil dan paling murah. LG Sound SSS biasa dipakai oleh pemilik kebun, atau orng yang hobi memelihara hewan air agar kolam terlihat lebih indah dan bebas dari lumut / ganggang.

Data teknis  = LG sound SSS

Range = 10 x 10 meter

Daya  = 20 watt

input =  220 atau 120 V

Panjang kabel  = 10 m

Tipe lain dari lat LG Sound yaitu LG Sonic Pool, alat ini dapat digunakan pada kolam renang, suatu cara pemusnah lumut / ganggang yang ramah lingkungan. Selama ini metode yang dipakai pada kolam yaitu dengan membubuhkan senyawa klor pada kolam , cara dapat mengganggu dan menyebabkan perih di mata dan bau yang kurang enak. Dri segi effisiensi biaya, pemilik kolam renang dapt menghemat biya pemeliharaan kolam dan pembelian bahan kimia  30 – 70 %.

Tranducer alat ini dapat disimpan pada tempat terlindung dan tak terlihat mata (missal : dibawah tangga), Kotak elektriknya harus disimpan di tempat yang terlihat dan aman dari gangguan. Alat ini juga dapat digunakan untuk bak lain yang berukuran hampir sama, missal penampungan air hujan dan lain-lain.

Data teknis = LG Sound POOL

Range = 50 x 50 meter

Daya = 30 watt

input  = 220 atau 120 V

Panjang kabel  = 10 m

Tipe terakhir dari alat LG Sound yaitu LG Sound XXL, Ini adalah alt penghancur algae yang sangat kuat di pasaran dunia. Menurut data yang ada, LG Sound XXL sangat efektif untuk membunuh lumut / ganggang dengan getaran ultrasoniknya. Jarak dan jenis ganggang yang akan dibunuh menentukan kecepatan pembasmi ganggang tersebut. LG Sound XXL ini memiliki kemampuan membunuh ganggang pada jarak 400 meter untuk ganggang hijau – biru, dan sampai 150 meter untuk ganggang penjelajah yang lain pada areadanau, telaga kolam renang ukuran besar, menara pendingin, sistem pemurnian air, dan pada pengolahan air buangan.

Data teknis  = LG sound XXL

Range  = Radius 150 m (vertikal & horizontal)

Daya  = 25 watt

input  = 220 atau 120 V

Panjang kabel  = 17 m

Instalasi : Kotak elektronik ini harus ditempatkan pada tempat yang kering dan tertutup. Setelah meletakkan busi dari transducer ke dalam kontak penghubung dari kotak elektronik, tranducers berpelampung dapat ditempatkan sedemikian mungkinat dalam air (dilaewati sebanyak mugkin air). Gelombang memancar dari tranducers dengan sudut 180o.

Jika semua instruksi dilaksanakan maka hasil yang optimal akan didapatkan dalam 1 atau 2 hari,

Dari semua tipe LG Sound diatas, dalam pengoperasian nya memiliki sistem yang tidak bebrbeda. Perbedaannya terletak pada kapasitas vibrasi bawah air dan range aksinya. Tiap alat dibuat khusus untuk aplikasi tertentu.

@_pararaja

Free Sex ‘Putih Abu-abu’ Meluas?

untitled

” Gals… Sherly bentar lagi dah mo lahiran…… “ , pembicaraan sekelompok anak berseragam di halte dekat sebuah SMU. Sebenarnya nggak ada yang istimewa dari kalimat tersebut, tetapi akan menjadi lain karena Sherly adalah teman sekelas mereka.

Begitu banyak mungkin Sherly yang ada di sekolah-sekolah lain bahkan yang di pelosok desa sekalipun. Mungkin mereka tidak pernah memahami akibat yang akan diperoleh menyangkut masa depan diri mereka sendiri.

Seorang siswi yang ”tek-dung”, hampir dapat dipastikan akan dikeluarkan dari sekolahnya demi menjaga citra sekolah, peraturan yang berlaku ataupun memang tidak ada toleransi yang dikhawatirkan akan memicu kejadian serupa pada siswi yang lain. Masa depan pun menjadi satu babak hitam yang harus diretas kembali dari nol. Berapa banyak anak usia sekolah yang harus menjalani hari-harinya dengan menggendong bayi yang seharusnya belum menjadi masanya, yach… beruntung jika pasangan pelaku mau bertanggung jawab. Bagi yang kemudian ditinggalkan begitu saja, akan lebih sulit rasanya menjalani hidup. Ini belun termasuk respon dari saudara atau anggota keluarga, pandangan negatif dari tetangga, bahkan bisa menjadi topik hangat pembicaraan ibu-ibu kompleks ketika arisan yang ujung ujungnya akan menyebar begitu cepat. Dan makin menumpuk rasa malu itu, juga pada orang terdekat yang ikut merasa terkucil.

Lebih-lebih sekarang ini, bukan hanya pergaulan yang grombal-grombol, tetapi malah kemarin 18 siswi SMP di Tambora Jakarta telah menjajakan diri..

Masya Allah… mo gimana lagi? Yang salah anaknya? Guru atau orang tua?. Hanya kepengen punya Hp baru, baju baru, dandan modis, pengen bergaya harus berkorban segitunya. Kok tidak berpikir jernih. Kurangnya pendidikan moralkah?

Bahkan dari sekian banyak kasus yang ada, free sex kebanyakan dilakukan oleh kalangan remaja, mungkin juga sudah membudaya di kalangan putih abu-abu. Hal ini merupakan bukti nyata dampak dari tingginya keinginan seks di kalangan remaja.

Aborsi di kalangan remaja kebanyakan dilakukan di usia 18 hingga 19 tahun sekitar 14 persen. Sedangkan bentuk aborsi itu terdapat tiga macam yakni aborsi alamiah yang terjadi karena keguguran, kedua aborsi buatan atau sengaja yang dilakukan sebelum usia kandungan 28 minggu, sedangkan ketiga adalah aborsi terapeutik atau medis yang dilakukan di dalam kandungan melalui bantuan dokter.

Alasan para remaja melakukan aborsi di antaranya karena kebanyakan mereka belum siap menjadi ibu dan merawat anak, lalu terdapat tekanan dari pihak luar seperti pacar, keluarga, dan lingkungan sekitar.

Tentang resiko dari aborsi seperti risiko kesehatan dan keselamatan fisik yang terdiri dari kematian, rahim yang sobek, kerusakan leher rahim, kanker payudara, dan kanker indung telur, sedangkan resiko gangguan psikologis terdiri dari kehilangan harga diri, berteriak histeris, mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi.

“Bahkan si pelaku bisa melakukan bunuh diri, mulai mencoba menggunakan obat-obat terlarang, tidak bisa menikmati hubungan seksual, dan dipenuhi perasaan bersalah,”

Ibu hamil yang termasuk golongan kehamilan dengan resiko tinggi adalah ibu dengan:

• Riwayat kehamilan dan persalinan yang sebelumnya kurang baik . (contoh: riwayat keguguran, perdarahan pasca kelahiran, lahir mati)
• Tinggi badan ibu hamil kurang dari 145 cm.
• Ibu hamil yang kurus/berat badan kurang.
Usia ibu hamil kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun.
• Sudah memiliki 4 anak atau lebih.
• Jarak antara dua kehamilan kurang dari 2 tahun.
• Ibu menderita anemia atau kurang darah.
• Perdarahan pada kehamilan ini.
• Tekanan darah yang meninggi dan sakit kepala hebat dan adanya bengkak pada tungkai.
• Kelainan letak janin atau bentuk panggul ibu tidak normal.
• Riwayat penyakit kronik seperti diabetes, darah tinggi,asma dll.

Itu baru sebagian resiko yang harus dimengerti oleh para remaja agar tidak mengalami hal serupa. Kita sebagai pihak yang bertanggung jawab. Jadi kalau misalnya belum siap berkeluarga mending ndak usah neko-neko deh,”

 

REMAJA
Untuk memepermudah mengenali adanya kenakalan remaja dan korelasi dengan kesehatan alangkah baiknya apabila terlebih dahulu kita tahu bagaimana pengklasifikasian remaja. Mappiare mengatakan dalam bukunya psikologi remaja mengutip penuh Elizabeth B. Hurlock, menulis tentanga adanya sebelas masa rentang kehidupan :

1. Prenatal : Saat konsepsi sampai lahir
2. Neonatal : Lahir sampai minggu kedua setelah lahir
3. Masa bayi : Akhir minggu kedua sampai Akhir tahun kedua
4. Kanak-kanak Awal : Dua tahun sampai enam tahun
5. Kanak-kanak Akhir : Enam tahun sampai sepuluh atau sebelas tahun
6. Pubertas pra-adolesen : 10 atau 12 tahun sampai 12 atau 14 tahun
7. Remaja Awal : 13 atau 14 tahun sampai dengan 17 tahun
8. Remaja Akhir : 17 tahun sampai dengan 21 tahun
9. Dewasa Awal : 21 tahun sampai dengan 40 tahun
10. Setengah Baya : 40 tahun sampai dengan 60 tahun
11. Masa Tua : 60 tahun sampai dengan meninggal dunia

Dari pembagian rentang kehidupan diatas kita bisa mengelompokkan remaja dalam tahap 7 dan 8 sedangkan pubertas sebenarnya merupakan salah satu tanda akan masuknya seorang anak kedalam fase remaja.

Berdasarkan pengertian diatas maka kita mengelompokkan remaja sebagai anak yang berusia di bawah 21 tahun tetapi selain pemgertian diatas kita juga diwajibkan untuk menelaah pengertian remaja berdasar hukum karena berdasarkan pengertian sebelumnya yang mengelompokkan kenakalan remaja sebagai suatu perbuatan yang sebenarnya melanggar hukum, dalam hukum seseorang akan tidak lagi disebut remaja apabila mereka sudah menikah sebelum umur 21. apabila kita melihat dari sudut pandang hukum maka akan terlihat apabila kita menikah di bawah 21 tahun kita tidak lagi remaja tetapi dalam kesehatan kita masih tetap dianggap remaja dan pernikahan dibawah 21 tahun sangat rentan sekali terjadi gangguan kesehatan

Apabila kita mau lebih dalam menggali remaja maka kita akan menemukan bahwa sebenarnya mereka merupakan penggerak utama Negara ini maka apabila kita mampu untuk memberikan jalan bagi mereka yang terlanjur melakukan “Kenakalan” untuk kembali menjadi remaja yang berguna maka kita akan memperoleh banyak sekali bantuan untuk membangun Negara ini lebih baik
KENAKALAN REMAJA
Sudarsono, 1991 dalam bukunya Kenakalan remaja mengatakan Juvenille Delinquency secara estimologis dapat diartikan sebagai kejahatan anak, akan tetapi pengertian tersebut memberikan konotasi yang cenderung negative atau negative sama sekali. Atas pertimbangan yang lebih moderat dan mengingat kepentingan subyek, maka beberapa ilmuwan memberanikan diri untuk mengartikan Juvenille Delinquency sebagai kenakalan remaja

Psikolog Drs. Bimo Walgito merumuskan arti selengkapnya dari kenakalan remaja sebagai berikut : tiap perbuatan, jika perbuatan tersebut dilakukan oleh orang dewasa maka perbuatan tersebut merupakan kejahatan, jadi merupakan perbuatan yang melawan hukum, yang dilakaukan anak, khususnya anaka remaja

Dr Fuad hasan dalam B. simanjuntak juga memberikan definisi kenakalan remaja sebagai perbuatan anti social yang dilakukan anak remaja yang bilamana dilakukan orang dewasa dikualifikasikan sebagai kejahatan. Dari kedua pengertian diatas Sudarsana menarik benang merah diantara keduanya yaitu, kenakalan remaja adalah perbuatan atau kejahatan atau pelanggaran yang dilakukan oleh anak remaja yang bersifat melawan hukum anti social, anti susila dan menyalahi norma-norma agama.
Ada banyak sekali jenis kenakalan yang telah dilakukan remaja pada saat ini, oleh karena itu ada pengelompokkan kenakalan remaja di dalam seperti yang diungkapkan Sudarsono : (lebih…)

Lempung bentonit sangat menarik untuk diteliti karena lempung ini mempunyai struktur berlapis dengan kemampuan mengembang (swelling) dan memiliki kation-kation yang dapat ditukarkan (Katti and Katti, 2001). Meskipun lempung bentonit sangat berguna untuk adsorpsi, namun kemampuan adsorpsinya terbatas (Cool and Vanssant, 1998). Kelemahan tersebut dapat diatasi melalui proses aktivasi menggunakan asam (HCl, H2SO4 dan HNO3) sehingga dihasilkan lempung dengan kemampuan adsorpsi yang lebih tinggi (Kumar and Jasra, 1995). Asam sulfat merupakan asam yang memiliki bilangan ekivalen H+ lebih tinggi dibanding dengan asam klorida ataupun asam nitrat. Aktivasi lempung menggunakan asam akan menghasilkan lempung dengan situs aktif lebih besar dan keasamaan permukan yang lebih besar, sehingga akan dihasilkan lempung dengan kemampuan adsorpsi yang lebih tinggi dibandingkan sebelum diaktivasi (Komadel, 2003).
Sementara itu dewasa ini, khususnya di daerah penghasil cengkeh, sangat banyak terdapat penyulingan minyak daun cengkeh. Namun kualitas minyaknya masih sangat rendah sehingga harganyapun relatif murah. Adapun penyebab rendahnya kualitas ini karena minyak daun cengkeh yang dihasilkan masih mengandung pengotor yang kemungkinan berupa zat warna organik atau anorganik sehingga minyak ini berupa cairan yang berwarna gelap. Minyak daun cengkeh yang diproduksi dengan alat destilasi yang dibuat dari stainless steel umumnya mempunyai kualitas yang lebih baik, akan tetapi alat ini terlalu mahal sehingga petani memilih menggunakan alat yang terbuat dari besi (Guenther, 1990; Sastrohamidjojo, 2002). Oleh karena itu perlu dikembangkan suatu cara yang murah untuk menghilangkan pengotor pada minyak daun cengkeh sehingga kualitasnya menjadi lebih baik.
Salah satu cara sederhana dan telah banyak dikembangkan oleh banyak peneliti untuk menghilangkan pengotor adalah metode adsorpsi. Beberapa peneliti menggunakan karbon aktif untuk mengadsorpsi material organik terlarut. Tetapi karena tingginya harga adsorben karbon aktif serta sulitnya diregenerasi, mendorong para peneliti untuk mencari material lain sebagai penggantinya. Salah satu bahan yang menarik untuk digunakan sebagai adsorben adalah material anorganik alam, misalnya lempung (McCabe, 1996). Penggunaan lempung sebagai adsorben mempunyai beberapa keunggulan karena lempung khususnya jenis bentonit mempunyai struktur antar lapis yang dapat dimodifikasi sehingga dapat memperbaiki sifatnya. Disamping itu pemanfaatan lempung sebagai adsorben dapat diregenerasi (Ryanto, 1994).
Pada penelitian ini akan dipelajari metode aktivasi lempung menggunakan H2SO4 serta uji adsorpsinya pada minyak daun cengkeh. Adapun kajian yang ditekankan pada pembuatan lempung teraktivasi asam yakni penentuan kondisi optimum reagen pengaktivasi. Diharapkan dengan perlakuan optimum akan menghasilkan lempung teraktivasi dengan aktivitas adsorpsi yang tinggi terhadap pengotor minyak daun cenkeh.
Lempung teraktivasi asam telah diuji adsorpsinya pada proses penjernihan minyak daun cengkeh. Pada proses sintesis dikaji pengaruh konsentrasi asam sulfat terhadap kualitas lempung hasil sentesis dan kemampuan adsorpsinya. Karakterisasi lempung hasil sintesis dilakukan dengan Gas Sorption Analyzer untuk menentukan luas permukaan spesifik, spektrofotometer FTIR untuk penentuan gugus-gugus fungsional .
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan di atas menyebabkan terjadinya peningkatan pada: luas permukaan spesifik. Luas permukaan spesifik berturut-turut 48,27; 48,75; 54,31; 65,21; 62,91; dan 51,86 m2/g, untuk variasi konsentrasi asam sulfat = 0; 0,4; 0,8; 1,2; 1,6 dan 2,0 M. Hasil uji adsorpsi menunjukkan bahwa lempung dengan aktivasi = 1,2 M menunjukkan aktifitas adsorpsi terbaik, yakni mampu mengadsorpsi pengotor paling banyak: 284,2 mg/g lempung dan menghasilkan minyak hasil adsorpsi paling jernih dengan perbandingan adsorben : minyak = 1 g : 40 mL.

Adopted by @_pararaja from : P. Suarya. 2008. Adsorpsi Pengotor Minyak Daun Cengkeh Oleh Lempung Teraktivasi Asam. Bukit Jimbaran, Bali : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Udayana.

Kata-kata bahasa jawa yang berarti ”pintar tetapi tidak bisa menempatkan ilmunya”.

Yach…kita banyak ketahui Ilmuwan, Dokter dan selangit titel orang punya, tetapi kok salah kaprah. Banyak ilmu dislewengkan tidak pada tempatnya, banyak hal-hal baru yang mereka ciptakan, manfaatnya tidak seberapa tapi efeknya yang ditimbulkan bagi masyarakat secara langsung maupun tidak langsung sangatlah bahaya.

Kita sering mengkonsumsi berbagai jenis makanan, yang mungkin kita tidak tahu cara pembuatan dan komposisi yang digunakan. Banyak bahan-bahan kimia berperan penting untuk meningkatkan profit produsen dengan memanfaatkan ketidak tahuan konsumen akan bahaya yang mungkin akan ditimbulkan oleh makanan tersebut. Konsumen mudah tertarik dengan produk yang murah, banyak, menarik tanpa menghiraukan kualitas.

Banyak badan usaha atau PT sekalipun yang sudah bonavit kucing-kucingan dengan badan BPOM dengan produk yang dipasarkan, rekayasa analisa maupun manipulasi komposisi dilakukan guna mendapatkan keuntungan semata. Apa kita sadar dengan produk-produk berbagai macam merk yang terkenal maupun abal-abal dan membanjiri pasar?. Apa yang terjadi jika produk-produk itu adalah produk buatan industri kecil yang hanya kejar setoran tanpa sebuah analisa Laboratorium?. Apa kita yakin akan semua produk yang ada di pasar layak untuk dikonsumsi.

Manipulasi-manipulasi komposisi yang terjadi pada makanan yang dikonsumsi kita adalah: (lebih…)

Sebagai orang jawa = Puli/ Lempeng/ Gendar bukan makanan asing, di setiap meja makan mungkin ”always forever prepared” yach..bisa dibilang ” empat sehat lima gendar”. Klo nggak kriuk kok ada yg kurang, makan nggak ada bunyian kurang asyik….

Tahukah teman-teman cara pembuatannya?

Yach..nasi yang dicampur dengan obat (bleng/puli versi jawa/publik) (borax versi kimia). Tahukah itu apa?

200px-borax_crystals

Sodium tetraborate decahydrate

Na2B4O7·10H2O atau Na2[B4O5(OH)4]·8H2O

Puli/bleng adalah campuran garam mineral konsentrasi tinggi yang dipakai dalam pembuatan beberapa makanan tradisional, seperti krupuk puli/lempeng/karak dan gendar. Sinonimnya natrium biborat, natrium piroborat, natrium tetraborat.

Bleng adalah bentuk tidak murni dari boraks, sementara asam borat murni buatan industri farmasi lebih dikenal dengan nama boraks. Dalam dunia industri, boraks menjadi bahan solder, bahan pembersih, pengawet kayu, antiseptik kayu, dan pengontrol kecoak.

Pemerintah telah melarang penggunaan boraks sebagai bahan makanan per Juli 1979, dan dimantapkan melalui SK Menteri Kesehatan RI No 733/Menkes/Per/IX/1988.

YLKI melalui Warta Konsumen (1991) melaporkan, sekitar 86,49 persen sampel mi basah yang diambil di Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya mengandung asam borat (boraks). Lalu 76,9 persen mi basah mengandung boraks dan formalin secara bersama-sama. YLKI juga melaporkan adanya boraks pada berbagai jajanan di Jakarta Selatan.

Bahaya bleng dan boraks

Boraks maupun bleng tidak aman untuk dikonsumsi sebagai makanan, tetapi ironisnya penggunaan boraks sebagai komponen dalam makanan sudah meluas di Indonesia. Mengkonsumsi makanan yang mengandung boraks memang tidak serta berakibat buruk terhadap kesehatan tetapi boraks akan menumpuk sedikit demi sedikit karena diserap dalam tubuh konsumen secara kumulatif. Seringnya mengonsumsi makanan berboraks akan menyebabkan gangguan otak, hati, lemak, dan ginjal. Dalam jumlah banyak, boraks menyebabkan demam, anuria (tidak terbentuknya urin), koma, merangsang sistem saraf pusat, menimbulkan depresi, apatis, sianosis, tekanan darah turun, kerusakan ginjal, pingsan, hingga kematian.

Beberapa jenis pengawet lain yang sebenarnya bukan BTM, tetapi digunakan untuk mengawetkan makanan sehingga penggunaanya sangat membahayakan konsumen diantaranya natrium, tetra, boraks (borax), asam salisilat dan garamnya, dietilpilokarbonat, dulsin, kalium klorat, kloramfenikol, minyak nabati yang di brominasi

(brominated vegetable oil), nitrofurazon, dan kalium atau pottasium bromat. Diantara bahan-bahan tersebut yang paling sering digunakan di masyarakat adalah formalin dan boraks.

Bleng atau boraks biasanya dipakai dalam pembuatan makanan berikut ini:

* karak/lempeng/puli/gendar (kerupuk beras) sebagai bahan baku

* mi

* lontong, sebagai pengeras

* ketupat, sebagai pengeras

* bakso, sebagai pengawet dan pengeras

* kecap, sebagai pengawet

Referensi

1. ^ http://www.suaramerdeka.com/harian/0709/03/ragam05.htm

Pranala luar

* http://www.suaramerdeka.com/harian/0709/03/ragam05.htm

* http://www.disnakkeswan-lampung.go.id/index2.php

* Zat pengganti Formalin dan Boraks

* [eng] International Chemical Safety Card 0567

* [eng] International Chemical Safety Card 1229 (fused borax)

* [eng] National Pollutant Inventory – Boron and compounds

* [eng] NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards

* [eng] Sodium Borate in sefsc.noaa.gov

<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga), yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia organik dan anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah.

Karakteristik limbah:

  1. Berukuran mikro

  2. Dinamis

  3. Berdampak luas (penyebarannya)

  4. Berdampak jangka panjang (antar generasi)

Faktor yang mempengaruhi kualitas limbah adalah:

  1. Volume limbah

  2. Kandungan bahan pencemar

  3. Frekuensi pembuangan limbah

Berdasarkan karakteristiknya, limbah industri dapat digolongkan menjadi 4 bagian:

  1. Limbah cair

  2. Limbah padat

  3. Limbah gas dan partikel

  4. Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

Untuk mengatasi limbah ini diperlukan pengolahan dan penanganan limbah. Pada dasarnya pengolahan limbah ini dapat dibedakan menjadi:

  1. pengolahan menurut tingkatan perlakuan

  2. pengolahan menurut karakteristik limbah


Indikasi Pencemaran Air

Indikasi pencemaran air dapat kita ketahui baik secara visual maupun pengujian.

1. Perubahan pH (tingkat keasaman / konsentrasi ion hidrogen) Air normal yang memenuhi syarat untuk suatu kehidupan memiliki pH netral dengan kisaran nilai 6.5 – 7.5. Air limbah industri yang belum terolah dan memiliki pH diluar nilai pH netral, akan mengubah pH air sungai dan dapat mengganggukehidupan organisme didalamnya. Hal ini akan semakin parahjika daya dukung lingkungan rendah serta debit air sungai rendah. Limbah dengan pH asam / rendah bersifat korosif terhadap logam.

2. Perubahan warna, bau dan rasa Air normak dan air bersih tidak akan berwarna, sehingga tampak bening / jernih. Bila kondisi air warnanya berubah maka hal tersebut merupakan salah satu indikasi bahwa air telah tercemar. Timbulnya bau pada air lingkungan merupakan indikasi kuat bahwa air telah tercemar. Air yang bau dapat berasal darilimba industri atau dari hasil degradasioleh mikroba. Mikroba yang hidup dalam air akan mengubah organik menjadi bahan yang mudah menguap dan berbau sehingga mengubah rasa.

3. Timblnya endapan, koloid dan bahan terlarut Endapan, koloid dan bahan terlarut berasal dari adanya limbah industri yang berbentuk padat. Limbah industri yang berbentuk padat, bila tidak larut sempurna akan mengendapdidsar sungai, dan yang larut sebagian akan menjadi koloid dan akan menghalangibahan-bahan organik yang sulit diukur melalui uji BOD karena sulit didegradasi melalui reaksi biokimia, namun dapat diukur menjadi uji COD. Adapun komponen pencemaran air pada umumnya terdiri dari :

  • Bahan buangan padat

  • Bahan buangan organik

  • Bahan buangan anorganik

Pengolahan air limbah berdasarkan tingkatannya:

  • Pengolahan primer

Memisahkan (secara fisik) komponen limbah yang akan menganggu proses pengolahan.

  • Pengolahan sekunder

Menurunkan BO (bahan organik) atau TTS (total padatan terlarut) dengan perlakuan kimia/biologis. Selanjutnya bila diperlukan dapat diteruskan dengan pengolahan tersier.

  • Pengolahan tersier (lanjut)

Dilakukan bila efluen akan dimanfaatkan kembali. Merupakan kombinasi perlakuan fisik, kimia, dan biologis. Menurunkan N, P, atau komponen beracun lainnya.

Perencanaan sistem pengolahan limbah cair:

  1. Pembuatan diagram alir proses

  2. Penentuan kriteria dan ukuran setiap UPL (unit pengolahan limbah)

  3. Persiapan keseimbangan/neraca padatan

  4. Evaluasi tekanan hidrolik

  5. Pembuatan lay out UPL

Pengolahan limbah cair secara biologis:

Peranan mikroorganisme:

  1. Bakteri

  • Paling penting

  • Kemoheterotropik: BO sebagai sumber energi (umum)

  • Kemoautotropik: bahan anorganik sebagai sumber energi

  • Fotosintesis: sinar sebagai sumber energi

  • Setiap jenis punya substrat spesifik (jenis bakteri yang berbeda menguraikan substrat yang berbeda pula)

  • Rumus umum C5H7O2N

  • Punya kemampuan untuk menggumpal

  1. Kapang

  • Nonfotosintesis, bersel jamak, aerobik

  • Banyak terdapat pada limbah pH , kadar air , N

  • Rumum umum C10H17ON

  • Kurang diinginkan karena sulit diendapkan

  1. Protozoa

  • Motil, bersel tunggal

  • Penting dalam pengolahan limbah karena akan ________ bakteri mutu efluen (jernih)

  1. Ganggang (alga)

  • Autotrof, fotosintesis

  • Rumus umum: C106H180O45N16P

  • Metabolisme: CO2 + H2O sinar matahari CH2O + O2

  • Mensuplai oksigen untuk pertumbuhan bakteri

  • Spesies yang penting: ganggang biru – hijau, dan ganggang hijau

TIPE METABOLISME:

  1. Aerobik

    • Mengoksidasi BO

    • Memerlukan O2 sebagai aseptor elektron

  2. Anaerobik

    • Tidak memerlukan oksigen (obligat)

  3. Fakultatif

    • Sebagian besar mikroorganisme

    • Dapat hidup tanpa oksigen (tapi lebih sempurna bila ada O2)

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGOLAHAN LIMBAH SECARA BIOLOGIS:

  1. Nutrien

    • Makro: C, N, P

    • Mikro: cukup

    • Pendekatan ~ rumus sel

    • BOD : N : P = 100 : 5 : 1

  2. Oksigen

  • Diperlukan untuk proses anaerobik, min: 1.0 mg/l

  • Untuk anaerobik tidak perlu

  1. Suhu

    • 25 – 35°C (mesofilik)

    • 45 – 60°C (thermofilik)

  1. pH

    • Umum = 6,5 – 8,5

    • Limbah asam/alkali netralisasi

PROSES PENGOLAHAN LIMBAH SECARA BIOLOGIS

  • AEROBIK

  1. Pertumbuhan tersuspensi (suspended growth)

    • Activated sludge

    • Sequenzing batch reactor

    • Contact stabilization

    • Aerobic digestion

    • Aerated tagoons

    • Parit oksidasi

  2. Pertumbuhan melekat (attached growth)

  • Tricking filter (filter menetes)

  • Rotating biological contractors

  • ANAEROBIK

  1. Pertumbuhan tersuspensi

    • Anaerobik digestion

    • Anaerobic contact process

    • Upflow anaerobic sludge – blanked

  2. Pertumbuhan melekat

  • Anaerobic filter process

  • Expanded bed

  • ANOXIC PROCESSES

    1. Suspended – growth denitrification

    2. Fixed film denitrification

  • KOMBINASI AEROBIK, ANOXIC, ANAEROBIK

  1. Pertumbuhan tersuspensi

Proses: fase, atau multifase

  1. Kombinasi pertumbuhan tersuspensi melekat

Proses: fase atau multifase

  • SISTEM KOLAM

  • Kolam fakultatif

  • Kolam anaerobik

  • Kolam aerobik

  • Kolam pematangan (stabilisasi/tertiary pond)

PENCERNAAN ANAEROBIK

  • Waktu retensi padatan lama (15-20 hari)

  • Padatan yang dihasilkan minimum

  • Reaksi endogenes metabolisme dominan

  • Dalam digesteranaerobik (aerasi tidak terlalu intensif)

  • Cocok untuk menangani limbah/sludge dari proses lumpur aktif/jenis limbah yang pekat

  • Reduksi padatan menguap 40-60%

  • Keuntungan VS pencernaan aerobik:

    • Tidak perlu insulasi, panas tambahan ‹ penutup

    • Punya kemampuan untuk menangani konsentrasi lumpur

@_pararaja

Ir. Sugiono
Electric Fuel Treatment, konsep desainnya mengacu pada metoda Magnetic Resonance Imaging (M.R.I) yang berfungsi untuk meningkatkan kualitas bahan bakar Solar dan biodiesel sehingga kinerja motor bakar diesel menjadi lebih baik. Dengan menggunakan alat ini, penghematan BBM pada motor bakar diesel mencapai 5~20% dan manfaat lain yang diperoleh selain hemat BBM, juga meningkatkan power mesin, mengurangi kadar emisi gas buang Hidro carbon (HC), Carbon Monoksida (CO) berikut menekan opasitas (Asap gelap) .
Metoda alat ini telah didaftarkan dan dalam proses memperoleh Hak Paten dari Departemen Kehakiman dan HAM RI atas nama LIPI No.P00200400434.
Fungsi kerjanya Electric Fuel Treatment adalah merubah sifat asli BBM yang rantai molekul hidrokarbonnya masih menggumpal diresonansi menjadi terbuka , sehingga oksigen yang masuk dari filter udara lebih banyak dari yang semula (artinya oksigen harus bersih dan bebas dari kotoran debu). Dari proses ini jumlah BBM yang tidak terbakar lebih sedikit dari sebelumnya, ini artinya power yang diperoleh oleh mesin menjadi meningkat dan emisi gas buangnya menjadi menurun.
Kegunaan dari EFT apabila dipasang pada genset :
• Meningkatkan sifat bahan bakar menjadi lebih efisien pada berbagai type genset
• Meningkatkan power mesin dan mengurangi getaran mesin
• Mengurangi emisi gas buang, serta mengurangi pemeliharaan sistem injection dan mencegah timbulnya kerak pada ruang bakar.

Type-type EFT dapat dipasangkan ke beberapa spesifikasi genset di antaranya :
EFT 110 LHD untuk genset 80 HP dengan dia pipa input BBMnya ialah 9 mm dan EFT 135 LHD untuk genset 120 HP, dia pipa input BBMnya 12 mm, sedangkan untuk genset di atas 120 HP, maka EFT 135 LHD dipasang lebih dari satu dengan cara seri.
Harapan yang di inginkan adalah emisi gas buang menurun, power engine bertambah dan Spesific Fuel Consumption (SFC) menurun dalam satuan gr/kw.jam.
@_pararaja

Djuanda Suraatmadja D, Dicky R Munaf, B Lationo, dan A Cahyani
Departemen Teknik Sipil, Institut Teknologi Bandung
Beberapa kekurangan beton yang menggunakan semen portland sebagai matriks pengikat antara lain ialah waktu pengikatannya lamban, kekuatan tariknya rendah, penyusutan setelah mengeras cukup besar, serta tidak tahan terhadap agresi kimia. Proses pembuatan semen portland banyak memerlukan material bumi yang tidak terbarui (kapur, lempung, pasir besi). Untuk mengantisipasi kekurangan tersebut telah diteliti beberapa sifat mekanis statis dan dinamis terhadap beton yang disusun dari matriks polimer sebagai pengikat agregat kasar, agregat halus, dan filler.
Untuk agregat kasar digunakan batu andesit pecah mesin dari Banjaran kering oven yang memiliki diameter maksimum 20 mm (C 136-92), bobot jenis kering 2.44 (C 127-88), serapan 4.475% (C 127-88), bobot isi 1.1440 kg/m3 (C 29/C 29M-91a), gradasi memenuhi spesifikasi (C 33-92), modulus kehalusan 6.56 (C 33-92a). Untuk agregat halus digunakan pasir gunung api Galunggung kering oven yang memiliki bobot jenis kering 2.225 (C 128-93), serapan 9.04% (C 128-93), bobot isi 1.516 kg/m3 (C 29/C 29M-91a), kadar lumpur 5.82% (C 87-83/Reapproved 1990), gradasi memenuhi spesifikasi (C 33-92a), modulus ketahanan 2.57 (C 33-92a). Filler diproduksi dari penghancuran batu bata kering oven menggunakan mesin abrasi Los Angeles. Hancuran bata ini kemudian diseparasi menggunakan separator Baldor menurut ukuran-ukuran 0.075, 0.15, dan 0.30 mm. Dalam kajian ini telah digunakan bata dari 3 sumber komersial Garut (warna merah terang, kuat tekan 2.44 MPa, bobot jenis 2.304, bobot isi kering 1.046 kg/m3), Nagrek (warna merah terang, kuat tekan 4.91 MPa, bobot jenis 2.53, bobot isi kering 857 kg/m3), dan Sapan (warna merah terang, kuat tekan 6.57 MPa, bobot jenis 2.551, bobot isi kering 1.013 kg/m3). Untuk polimer digunakan 2 jenis, yaitu resin poliester takjenuh dari polietilena tereftalat daur-ulang yang mempunyai bobot isi (1.05-1.3) x 103 kg/m3, kuat tekan 90-250 MPa, kuat tarik 30-90 MPa, modulus elastisitas Young 1.5-6 MPa, dan monomer stirena yang mempunyai bobot isi (1.0-1.1) x 103 kg/m3, kuat tekan 70-150 MPa, kuat tarik 45-90 MPa, modulus elastisitas 2.0-5.0 GPa. Larutan kobalt naftenat 12% digunakan sebagai promoter, dan metil etil keton peroksida digunakan sebagai initiator. Proporsi campuran yang digunakan ialah agregat kasar 45%, pasir dan bahan pengisi 40%, filler 12% atau 20%, matriks 15%.
Dari hasil penelitian ini diperoleh parameter-parameter fisik dan mekanis sebagai berikut: waktu pengerasan 15 menit, bobot isi (γ) 2200kg/m3 , fc 53.40 MPa, f 3.17 MPa, E 4421.80 MPa, µ 0.17, kehilangan bobot akibat abrasi 0.03 g, indeks daktilitas struktur balok 0.12 dengan model keruntuhan lentur bila ρ 1.05%, diagonal tekan bila ρ 1.77%, diagonal tarik bila ρ 2.68%.
Kadar polimer pengikat efektif di dalam beton polimer berkisar 10-25%. Setelah 84 hari di dalam rendaman larutan 10% H2SO4 mortar polimer bata (fc 79.41 MPa) bobotnya berkurang 0.5% dan kuat tekannya meningkat 27.4%, di dalam rendaman larutan 10% HCl bobotnya berkurang 0.3% dan kuat tekannya meningkat 18.0%, di dalam rendaman larutan 10% NaOH bobotnya bertambah 3.1% dan kuat tekannya berkurang 18.2%, di dalam rendaman larutan 10% NaCl bobotnya bertambah 0.3% dan kuat tekannya berkurang 3.8%.
Setelah 84 hari di dalam rendaman larutan H2SO4 kemudian diabrasi, mortar polimer bata bbotnya berkurang 0.08 g, demikian halnya dengan di dalam rendaman larutan 10% HCl dan di dalam larutan NaCl 10%, di dalam larutan 10% NaOH bobotnya berkurang 0.57 g. Modulus of rupture sekitar 11.29 MPa, besaran uji lelah terhadap mortar polimer bata beban maksimum 6950 N dengan defleksi maksimum 9.9 mm dan jumlah siklus N = 49. Ketahanan tumbuk mortar polimer F = 5.23 N, penetrasi rembesan d = 0.0 mm. Material ini memiliki lekatan sangat baik dengan beton semen, pada pengujian tarik langsung terlihat daerah patahan berada pada beton semennya. Material ini mampu dicor di dalam air (antiwashout material) dengan besaran mekanis kuat tekan fc = 53.07 MPa, kuat tarik belah ft = 9.01 MPa, modulus elastisitas E= 8505 MPa, nisbah Poisson µ = 0.23. Besaran susut mortar polimer bata 0.0097 dan regangan rangkak 0.01603, serta koefisien rangkak 9.326. Besaran-besaran loss factor material komposit ber-filler bata dengan polimer 20% ialah 2.75%, sedangkan bila kandungan polimernya 25% ialah 9.50%.

Hibah Bersaing III

Sementara kita mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan – tantangan tahun depan, fokus kita haruslah tertuju pada Quality, Safety (Produk dan Manusia), Cost, Produktivitas (Efisiensi dan keefektifan) dan pelayanan pelanggan (internal/eksternal). Ukuran berkala terhadap kinerja akan didasarkan pada pencapaian tujuan dan/ atau tujuan yang ditetapkan. Karenanya setiap fungsi diharapkan untuk mengadakan analisis situasi dan mempersiapkannya hingga akhir tahun sekarang.

Secara Mayor, tipe dari tujuan harus dikelompokkan sebagai berikut  :

Rutin (40%)

Tujuan berkaitan dengan apa yang diharapkan oleh pelanggan dengan cara “VIRTUE” posisi atau Fungsi.

Finance / Keuangan (20%)

Tujuan mengenai alokasi, anggaran, monitoring dan pengaturan biaya.

Fungsi Silang (20%)

Tujuan berkaitan dengan kegiatan koordinasi, kerjasama (ko-operasi), partisipasi dalam tim dan komite, misalnya Permintaan Tindakan Korektif & Preventif, Audit).

4.     Pengembangan Pribadi (10%)

Tujuan mengenai analisis kebutuhan training dan pelaksanaannya, dan

5.      Keterlibatan dalam Masyarakat (10%)

     Tujuan mengenai lingkungan, hubungan dengan penduduk sekitar, program peningkatan. Diharapkan bahwa dengan pedoman ini, pencapaian tujuan dan/atau sasaran akan ditingkatkan.

Langkah – langkah menetapkan tujuan/ sasaran :

Step 1 Identifikasi perhatian, issue dan kesempatan didalam setiap Tipe Tujuan yang Mayor

-         Harus dilakukan (Mendasar yang berarti mendesak dan penting, bahkan jangka pendek atau segera)

-         Perlu dilakukan (Pemecahan Masalah dengan menggunakan siklus Deming : Plan-Do-Check/Study-Act).

-         Sebaiknya ada (Inovatif yang berarti jangka panjang, penting, tapi tidak mendesak).

 

Step 2 Tuliskan tujuan/sasaran yang S-M-A-R-T untuk masing² jenis tujuan yang bersifat Mayor (gunakan blanko Tujuan Mutu).

-         Specific                : Terperinci, partikular dan/atau terfokus.

-         Measurable          : Dapat dihitung dan ada batasannya.

-         Action-Oriented   : Ada hasilnya ; gunakan kata kerja yang bermakna tindakan, seperti : meningkatkan, menurunkan/mengurangi, membuat, menambah dll.

-         Realistic               : Dapat dilaksanakan, dapat dicapai dan tersedianya sumber daya.

-         Time Bound          : Skala prioritas, diatur dengan batasan waktu.

Step 3 Membuat tujuan dan/atau sasaran untuk setiap tipe tujuan yang mayor.

-         Klasifikasi tujuan dalam setiap jenis tujuan yang mayor, seperti mendasar, pemecahan  masalah, inovatif, atau kombinasinya.

-         Prioritaskan dalam setiap tipe, seperti penggunaan pareto atau alat QCC lainnya.

-         Tetapkan standar kinerja.

-         Identifikasi rintangan, penghalang dan/atau hambatan lainnya yang akan dihadapi dalam mencapai tujuan mutu.

-         Tetapkan “WIIFM” (What’s In It For Me ?)  (apa bagian saya ?).

Step 4 Rumuskan rencana tindakan

-         Analisa dan jawablah 5W dan 1H (mengapa, apa, kapan, dimana, siapa, dan bagaimana).

-         Dokumenkan rencana (lampirkan pada blanko tujuan mutu).

-         Ajak tim untuk bekerjasama dalam menentukan tujuan dan merumuskan rencana tindakan.

-         Sediakan.

-         Tetapkan frekuensi pelaporan dan kepada siapa dilaporkan.

-         Tujuan dan/atau sasaran dapat ditetapkan

Step 5 Kiat – kiat untuk mencapai tujuan

-         Lakukan sesuai rencana (perencanaan harus bersifat menyeluruh, silakan lihat setp 4).

-         Monitor kemajuannya (bandingkan hasil yang dicapai dengan hasil yang direncanakan, tetapkan elemen – elemen yang berjalan dan apa yang tidak).

-         Perbaiki tujuan (lebih baik ubah taktik dan/atau strategi, jangan ubah tujuan).

-         Mulai lagi siklus PDCA (lihat siklus Deming, mengenai peningkatan yang berkelanjutan).

Step 6 Pertimbangkan   3   faktor kritis   tentang   Pimpinan  atau  Juara yang disebut dengan “Faktor  DEF”. 

“D” è Merupakan   singkatan dari Peter Drucker, seorang  profesional dalam  hal mutu dan  pemikir   mengenai   manajemen,    yang  berkata    bahwa   orang  harus  memotivasi dirinya sendiri.  Para  pemimpin yang hebat, secara naluriah mengakui hal ini.

“E” è Merupakan   singkatan   dari   Entrepreneurial,   adalah  kata  lain  dari   risiko.  Para pemimpin   harus   mengambil risiko,  mempelajari  risiko. Memimpin hari ini berarti mengambil risiko.

“F” è Merupakan    singkatan  dari    Fokus,   kita harus    berfokus    pada  masalah   untuk dipecahkan. Kita harus menghilangkan hal yang tidak perlu.

Step 7 Harus  ada  tindakan,  dengan mengingat   3   hal kritis, pimpinan  harus  melakukan  “Faktor ROI”.

”R” è Merupakan singkatan dari Removing Barriers, yang mencegah motivasi diri.

”O” è Merupakan singkatan dari Obtaining the right result,  atau  mendapatkan  hasil  yang   benar.  hal ini melibatkan pengakuan dan pekerjaan pada masalah yang tepat.

”I” è Merupakan  singkatan dari  Inspirasi.  Para   pemimpin   harus  tahu  bagaimana cara   menginspirasi orang lain untuk memotivasi diri mereka sendiri.

Contoh tujuan yang S-M-A-R-T

Tipe goal Mayor rutin :

1.      Meningkatkan hasil pengetikan  surat/dokumen  dibidang  administratif hingga 40 surat/dokumen perhari mulai dari keadaan sekarang yaitu 20 sampai 30 perhari pada tanggal 31 Januari 2001 tanpa menambah staff administrasi baru.

Spesifik                       :  “ Hasil Pengetikan ”

Measurable                  : “ Dari 20-30 ” dokumen/hari hingga 40/hari

Action-Oriented            :  “ Meningkatkan ”

Realistic dan Limiting      : “ Tanpa menambah staff administratif baru “

Time Bourd                   : “ Pada tanggal 31 Januari 2001

 

MODEL PENINGKATAN

Kerangka kerja untuk peningkatan sebagaimana digambarkan dibawah ini secara luas dapat diterima dan dapat diterapkan. Model ini merupakan refleksi atas fakta yang kita pilih secara rasional, apakah dilakukan atau tidak, didasarkan pada pengetahuan dan ketertarikan yang ada mengenai pencapaian tujuan/sasaran yang dipilih. Model ini juga merupakan kerangka kerja yang fleksibel untuk mengadakan dan menguji perubahan, dan bahkan penggunaan aplikasinya spesifik dan metedologi :

Keadaan Sekarang ==è

 

Apa yang mau kita coba kerjakan ?

Bagaimana kita akan tahu bahwa perubahan ini merupakan peningkatan ?

Perubahan apa yang dapat kita buat, yang menghasilkan peningkatan ?

==è  Siklus Pembelajaran Dan Peningkatan

ACT     ==è      PLAN    ==è CHECK   ==è      DO

CONTOH – CONTOH KARAKTERISTIK MUTU, ISSUE DAN PERTIMBANGANNYA

Marketing/Sales/Service

Waktu memproses permintaan pelanggan

Keluhan pelanggan

Kesalahan dalam mengisi pesanan ke dealer

Salah hitung

Kelebihan hitung

Kinerja Penjualan

Kepuasan pelanggan

Pengiriman yang lambat/terlewatkan

 

ENGINEERING

Waktu untuk memproses perubahan engineering/job order

Waktu kegagalan produk

Jumlah perubahan desain

Permintaan perubahan

Keterbatasan part

Informasi teknis

 

ADMINISTRATIF

Waktu memproses laporan

Pemakaian telepon

Kesalahan pembukuan yang dapat diterima

Waktu tunggu

Biaya inspeksi

Waktu singgah/transit

Panggilan telepon

Waktu membuat order

Komputer down time

Jumlah supplier

Kesalahan dalam purchase order

Kesalahan kerja

Waktu tunggu kendaraan, mobil, alat kantor

Biaya garansi

 

MANUFACTURING

Downtime, tindakan korektif dan prefentif

Jumlah serap

Keakuratan laboratorium

Jumlah kerja ulang

Waktu perbaikan

Tingkat inventory

Dimensi fisik

Biaya inspeksi

Mutu yang dihasilkan

Usulan karyawan

Viskositas proses batch

High TPC pada produk DC

 

MANAJEMEN

Jumlah kecelakaan

Waktu yang terbuang karena kecelakaan

Persen lembur

Jam kerja karyawan yang terbuang

Absensi/ketidakhadiran

Varian dari anggaran

Keluar masuk karyawan (turnover)

Penilaian karyawan (kinerja atas tujuan)

Biaya perawatan kesehatan

Pelatihan dan pendidikan karyawan

Aspek dan dampak lingkungan

Pembuatan proyek dan program

 

Referensi  :

1.       Moen, Ronald D dan Nolan, Thomas. W dan Provost Lioyd P (1999) : “ Quality Improvement    Through Planned experimentation “. Mc Graw Hill.

2.       Philip Morris.1998. “ Managing and Appraising performance (Map Goals) ”. USA

 

 

 

I. PENDAHULUAN
Buah-buahan merupakan bahan pangan sumber vitamin. Selain buahnya yang dimakan dalam bentuk segar, daunnya juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Misalnya daun pisang untuk makanan ternak, daun pepaya untuk mengempukkan daging dan melancarkan air susu ibu (ASI) terutama daun pepaya jantan.
Warna buah cepat sekali berubah oleh pengaruh fisika misalnya sinar matahari dan pemotongan, serta pengaruh biologis (jamur) sehingga mudah menjadi busuk. Oleh karena itu pengolahan buah untuk memperpanjang masa simpannya sangat penting. Buah dapat diolah menjadi berbagai bentuk minuman seperti anggur, sari buah dan sirup juga makanan lain seperti manisan, dodol, keripik, dan sale.
Manisan buah adalah buah yang diawetkan dengan gula. Tujuan pemberian gula dengan kadar yang tinggi pada manisan buah, selain untuk memberikan rasa manis, juga untuk mencegah tumbuhnya mikroorganisme (jamur, kapang). Dalam proses pembuatan manisan buah ini juga digunakan air garam dan air kapur untuk mempertahankan bentuk (tekstur) serta menghilangkan rasa gatal atau getir pada buah. (lebih…)

TUJUAN
– Memahami maksud dan arti pentingnya Inovasi (ACTS)
– Memotivasi bagaimana menjadi anggota sebuah team
– Dapat berinovasi (menemukan cara-cara baru) secara proaktif dalam menyelesaikan tantangan kerja sehari-hari
– Mengefektifkan penggunaan metode ACTS
– Menstandarisasikan laporan (notulensi) inovasi
– Menghargai gaya inovasi yang berbeda
– Dapat berperan dalam menghasilkan pemecahan yg inovatif & meningkatan dengan melaksanakan proses ACTS
PROSES ACTS
– Ask (Tanya) : Apa Yang ingin kita kerjakan ; Apa yang kita takutkan/khawatirkan
– Chek (cek) : Apa yang telah kita ketahui ; apa yang telah kita kerjakan dapat membantu ; apa yang tiap anggota kerjakan ; ketrampilan yang bermanfaat apa yang dimiliki oleh tiap-tipa orang ; Masalah apa yang sebenarnya
– Think (Fikir) : Ide apa yang kita miliki ; Modifikasi faktor pengaruh ; penyelidikan simbol alam ; eksperimen ; keuntungan – kerugian
– Suggest (saran) : Minta persetujuan ; jelaskan dan lakuka ; terapkan (Action Plan)
ACTS SEBUAH MODEL PEMECAHAN MASALAH
– Keterkaitan antar poin dan pola fikir pemecahan
– Penggunaan data real dan analisa
– Penggunaan gaya inovasi dan tekhnik pengembangan ideMetode untuk memilih pemecahan yang benar
APAKAH INOVASI
– Mempunyai ide baru/dan atau yang lebih baik bisa meningkatkan produk/hasil, pelayanan dan prosedur kerja
– Bersifat Dramatis & mendapat Perhatian yang Nyata
– Kreatifitas , Individualisme
– Inovasi bisa merubah (fenomena sekali tembak) secara langsung atau bertahap
GAYA INOVASI
– Visioning : Melihat pada gambaran yang diinginkan sebagai tujuan
– Modifyng : Membuat dan meningkatkan pada apa saja yang telah dicoba dan teruji
– Experimenting : Menggabungkan dan menguji kenyataan
– Exploring : Meragukan informasi yang ada dan menemukan cara baru
NILAI TIAP GAYA INOVASI
EXPERIMENTING
– Tetap pada realitas
– Tahap pembuktian pengalaman
– Pendekatan analitik
– Mengikutsertakan orang lain dalam mengambil keputusan
– Hasil dan keuntungan bisa dicapai
– Rendah biaya
– Menggunakan sumber daya yang ada
– Menggunakan metode yang hemat waktu
EXPLORING
– Banyak ide baru
– Melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda
– Berani menantang norma-norma
– Pikiran yang terbuka
– Membangkitkan semangat
– Tidak takut kegagalan
– Menawarkan alternative
– Menemukan hal yang mustahil
– Mengenalkan variabel/faktor lain
MODIFYNG
– Tidak mereka-reka aturan
– Hemat waktu, biaya dan penggunaan
– Sumber daya yang tersedia
– Mendorong ide-ide
– Praktis, realistis
– Fleksibel dan bisa menyesuaikan
– Menghasilkan pekerjaan yang lebih bermutu
– Mudah mendapat dukungan dari atasan dan sekerja
– Sistematis, proses yang berkesinambungan
– Lebih cepat menerapannya
4 PRINSIP INOVASI
– Kita semua mempunyai kemampuan untuk menjadi inovatif
– Kita mempunyai perbedaan cara untuk menangani dan menyelesaikan masalah
– Kita menggunakan suatu kombinasi dari keempat gaya inovasi
– Gaya ini seperti bermacam-macam bahasa yang lebih seperti sebuah gambar dari kepribadian kita
MENGOPTIMALKAN KINERJA SEBUAH TIM INOVASI
– Menyadari keragaman perbedaan sudut pandang dan gaya inovasi sebagai sebuah kekayaan bukan sebaliknya
– Pengaturan Tempat Duduk
– Mendengar dan sulitnya memahami maksud orang lain
– Apakah kelompok akan membangun / merusak ide yang sudah ada
– Bagaimana Tim Sampai pada keputusan
JANGAN JADI Mr. Averageman
Dilahirkan pada tahun 1901, nilai-nilainya antara C & D, kawin dengan nona Medicore pada tahun 1924 mempunyai seorang anak laki-laki bernama Averageman Jr dan seorang anak perempuan bernama Baby Medicore. Dia mempunyai masa pengabdian tidak baik selama 40 tahun dan memegang berbagai posisi tidak penting. Dia tidak berani menghadapi resiko dan memanfaatkan peluang. Dia juga tidak berani mengasah bakat dan terlalu bersikap pasif.
Buku kegemarannya “Noninvolvement ; The Story of Playing It Save (Tiada keterlibatan ; suatu kisah bagaimana untuk tidak menyusahkan diri). Dia hidup selama 60 tahun tanpa mempunyai tujuan, rencana, kemauan, keyakinan atau tekad. Pada batu nisannya tertulis kata-kata berikut :
– Disinilah makam Mr. Averageman
– Dilahirkan pada tahun 1901, wafat tahun 1921 dikebumikan pada tahun 1964
– Dia tidak pernah mencoba sesuatu
– Harapannya pada kehidupan terlalu sedikit
– Kehidupan tidak berarti baginya.
KEKHAWATIRAN
– Mungkin saya melakukan kesalahan
– Orang² tidak menyukai saya
– Mungkin saya akan gagal
– Saya tak ingin merasa tidak enak
– Saya bisa belajar dari kesalahan
– Saya suka menolong
– Saya percaya diri
– Saya bisa menyesuaikan
BEBERAPA NILAI DAN ARTI PENTING
– Dependensi Manusia
– Tujuan ‘Kesejahteraan’
– Perhatian yang paling utama dari para manajer
– Perluasan Pasar yang cepat
– Perubahan Dari
– Prilaku Konsumen
o Kemajuan Iptek
o Mindset
MENGEMBANGKAN USULAN TEAM
– Dengarkan hal-hal yang baik dari setiap usulan
– Mendorong orang tersebut untuk memperinci ide-idenya
– Kembangkan ide tsb
UCAPAN MENDORONG ORANG LAIN
– Pekerjaan bagus, pertahankan hal tsb
– Saya bangga padamu
– Anda adalah salah satu anggota team yang penting
– Mari kita saling belajar
– Kita satukan pikiran untuk selesaikan masalah ini
– Sangat bagus
– Ayo, cobalah
– tu ide cemerlang
– Lakukan hal yang terbaik
– Sangat fantastis
KONSEP PROAKTIF
BAHASA REAKTIF
– Tidak ada yang dapat lakukan
– Memang sudah begitulah saaya
– Ia membuatku bagitu marah
– Mereka tidak akan mengizinkan itu
– Saya terpaksa melakukan it
– Saya tidak bias
– Saya harus
– Seandainya saja
BAHASA PROAKTIF
– Mari kita lihat alternatif yang kita miliki
– Saya dapat memilih pendekatan yg berbeda
– Saya mengendalikan perasaan saya sendiri
– Saya dapat memberikan presentasi yang efektif
– Saya akan memilih respons yang sesui
– Saya memilih
– Saya lebih suka
– Saya akan
SISTEM DAN STANDAR LAPORAN
– Target Tema dan Pembagian Tim
– Standar Laporan
Urutan Proses; SISTEM DAN STANDAR LAPANGAN
– Notulensi lengkap
– Besar Huruf
Tekhnik Presentasi
– Penekanan Poin penting
– Penyajian data/gambar/table
– Waktu

Fotosintesis adalah sebuah proses kimia yang namanya dikenal hampir oleh semua orang yang pernah bersekolah. Tetapi, kebanyakan orang tidak menyadari betapa sangat pentingnya proses ini bagi kehidupan di atas bumi, atau misteri apa yang ada di dalam proses ini.

Pertama, mari kita lupakan ilmu kimia SMU kita, dan perhatikan rumus reaksi fotosintesis ini:

6H2O + 6CO2 + cahaya matahari Z C6H12O6 + 6O2 Glukosa

Artinya: Air dan karbondioksida dan cahaya matahari menghasilkan gula dan oksigen.

Secara lebih terperinci, yang terjadi dalam reaksi kimia ini adalah, enam molekul air (H2O) bergabung dengan enam molekul karbondioksida (CO2) dalam reaksi yang mendapatkan energi dari sinar matahari. Saat reaksi selesai, hasilnya adalah sebuah molekul glukosa (C6H12O6), gula sederhana yang merupakan elemen makanan yang penting, dan enam molekul gas oksigen (O2). Sebagai sumber semua makanan di planet kita, glukosa mengandung energi yang sangat besar. (lebih…)

Erliza Hambali, Erliza Noor, Zainal Alim Mas’ud, dan Chilwan Pandji

Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Institut Pertanian Bogor

Lemak tengkawang mempunyai ciri mirip dengan lemak kakao, oleh karena itu lemak ini berpotensi sebagai cocoa butter substitute (CBS).  Potensi ini sangat menguntungkan secara ekonomis karena harga lemak tengkawang jauh lebih murah,  yaitu 20-25% dari harga lemak kakao.  Penggunaan lemak tengkawang merupakan alternatif yang baik dalam pembuatan kosmetik yang selama ini banyak menggunakan lemak kakao.  Penelitian ini bertujuan melihat pengunaan lemak tengkawang sebagai bahan dasar lipstik.  Melihat perkembangan produksi lipstik Indonesia yang cukup besar, diperkirakan sekitar 300 ribu sampai 400 ribu batang per tahun, diharapkan penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemanfaatan hasil hutan Indonesia. 

Untuk memperoleh lemak, biji tengkawang dikeringkan. Hasil optimum didapatkan dengan pengeringan menggunakan oven tipe rak pada suhu 50-60°C selama 28 jam yang menghasilkan kadar air 8.5%. Selanjutnya biji kering ini diekstraksi. Dari tiga cara estraksi yang dicobakan, yakni cara pengempaan, perebusan, dan pelarutan, telah diperbaiki metode ekstraksi dengan cara pengempaan. Biji dikempa menggunakan mesin kempa panas pada suhu 50-60°C dan tekanan 140 kg.cm2 selama 4 menit. Bungkil sisa kempaan selanjutnya diekstraksi dengan pelarut heksana teknis selama 6 jam dan pengecilan ukuran 16 mesh. Ciri lemak tengkawang yang dihasilkan hampir sama dengan ciri lemak kakao. 

Untuk pembuatan bahan lispstik, dilakukan analisis fosfolipid dan degumming terhadap lemak. Berhubung kandungan fosfatidil kolina kurang dari 55%, metode degumming dilaksanakan dengan asam. Metode degumming terbaik ialah metode dengan asam sitrat 20% sebanyak 0.3% (b/b) dibandingkan yang menggunakan asam fosfat 20% dengan campuran yang sama. Campuran lemak dan asam dipanaskan pada suhu 80°C selama 10 menit, dicusi dengan air, didiamkan selama 20 menit, lalu gum dipisahkan dari lemak. 

Segmentasi pasar dikaji dengan mengumpulkan data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner kepada para konsumen lipstik dan melalui pengamatan. Segmentasi produk lipstik yang dihasilkan ialah untuk pelajar dan mahasiswa yang berusia 15-24 tahun dengan lipstik berbentuk batang, warna muda dan terang, serta menempel dengan baik. 

Formulasi dasar lipstik didahului dengan menentukan kemurnian bahan yang dipakai. Bahan-bahan yang dianalisis ialah malam (wax) kandelila, malam karnauba, malam ozokerit, minyak jarak, dan lemak tengkawang. Selanjutnya dicari nisbah malam karnauba dengan ozokerit, nisbah malam kandelila dengan malam ozokerit, dan menentukan suhu proses pembuatan dan suhu penuangan ke dalam cetakan. Dari campuran bahan tersebut telah dibuat tiga formula dasar lipstik. Penggunaan lemak tengkawang sampai 50% dalam formulasi dasar lipstik masih memungkinkan.

Tahapan penelitian berikutnya terbagi atas tiga bagian, yaitu netralisasi lemak tengkawang, pemucatan (bleaching) lemak tengkawang dan formulasi lipstik menggunakan lemak tengkawang dan pewarna alami. Netralisasi dilakukan dengan menggunakan larutan kaustik soda pada konsentrasi 5°, 8°, dan 10° Be pada suhu 70°C selama 10 menit. Netralisasi dengan 3 taraf konsentrasi larutan kaustik soda ini hanya memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap rendemen lemak netral yang dihasilkan, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air, titik cair, bilangan asam, bilangan iodin, bilangan peroksida, dan kejernihan lemak netral yang dihasilkan. Berdasarkan hasil analisis terhadap semua parameter yang diukur, netralisasi lemak tengkawang dengan NaOH 10° Be merupakan perlakuan terbaik yang menghasilkan lemak netral dengan rendemen 89.45%, kadar asam lemak bebas 0.13% dan bilangan peroksida 4.17. 

Pemucatan lemak tengkawang dilakukan dengan menggunakan 2 jenis lempung aktif, yaitu bentonit dan sepiolit, masing-masing pada konsentrasi 1, 1.5, dan 2%. Proses ini dilakukan dalam kondisi vakum pada suhu 120°C selama 30 menit. Perlakuan yang paling efektif dan efisien untuk menghasilkan lemak tengkawang pucat ialah dengan menggunakan bentonit 2% dengan nilai transmitan sebesar 87.3%, bilangan asam 1.44 (asam lemak bebas = 0.75%). 

Penggunaan lemak tengkawang dalam formula lipstik pada tahap penelitian ini dikombinasikan dengan penggunaan pigmen yang dihasilkan dari Porphyridum cruentum sebagai pewarna alami. Dalam formulasi lipstik menggunakan pigmen alami ini ditambahkan lemak tengkawang sejumlah 3, 4, dan 5% (b/b) dan pigmen dalam jumlah 6, 7, dan 8% (b/b). Penambahan lemak tengkawang pada formula lipstik berpengaruh nyata terhadap kekerasan lipstik dan berpengaruh sangat nyata terhadap titik leleh lipstik. Sebaliknya pigmen hanya berpengaruh sangat nyata terhadap titik leleh lipstik. Namun interaksi antara kedua perlakuan ini tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap kedua ciri lipstik tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa formulasi lipstik yang paling baik ialah yang menggunakan lemak tengkawang sebanyak 3% (b/b) dengan penambahan pigmen alami dari P. cruentum sebanyak 8% (b/b).

 

Adopted from : Hibah Bersaing V

 

Manajemen Pemeliharaan – Upaya terbaik untuk peningkatan produktivitas  

Perusahaan yang membiarkan dirinya mengalami kegagalan peralatan produksinya serta mengabaikannya, sama saja dengan memberikan dirinya kalah bersaing terhadap pesaingnya, dengan kekalahan yang tidak wajar.

Sangat aneh, kiranya, jika sementara sebuah perusahaan yang membiarkan dirinya mengalami gangguan pada alat-alat produksinya, maka pihak lain berani menghabiskan pengeluarannya yang cukup besar untuk terus-menerus mencari software yang bisa meningkatkan sistem informasi berkenaan dengan aktivitas pemeliharaan dan perawatan terhadap aktiva tetap berupa mesin-mesin tersebut.

Masih cukup banyak perusahaan yang begitu bodoh, sehingga tidak segera memperhatikan penerapan sistem yang mampu mengelola informasi berkenaan dengan aset-aset yang menjadi modal bisnisnya. Dan hasilnya bisa dilihat pada laporan-laporan keuangan, atau laba/rugi, yang menunjukkan bagaimana jeleknya cara mereka menangani aset-aset permodalannya tersebut.

Produk untuk manajemen pemeliharaan dan perawatan aset
berasal dari: PSDI       

THE MAXIMO ADvantage solusi Microsoft tersedia dalam database Access, MAXIMO ADvantage mengembangkan sistem yang mampu melakukan penghematan dan produktivitas yang berlangsung secara otomatis dari manajemen pemeliharaan dan perawatan bagi fasilitas dan pasar manufaktur kecil.

Work and Labor Management (manajemen pekerjaan dan tenaga kerja)

Materials Management (manajemen material/barang)

Aplikasi Work Order akan menghasilkan, merubah, dan menutup untuk terjadinya transaksi-transaksi yang berkenaan dengan adanya pekerjaan-pekerjaan yang harus dikerjakan, yang dikelompokkan berdasarkan nomor WO-nya.

Inventory (Persediaan material/barang) aplikasi ini akan melakukan penambahan jenis item, melakukan perubahan atas informasi batas minimal persediaan, serta menetapkan suatu batas kuantitas di mana sebuah material/bahan harus dilakukan pemesanan kembali, untuk secara otomatis menimbulkan laporan permintaan pembelian. Juga akan diterbitkan data pengeluaran dan pemakaian material/barang yang digunakan untuk suatu Work Order tertentu, pekerjaan perbaikan, catatan pemeliharaan dan akuntansi persediaan.

Work Request (permintaan pelaksanaan kerja) aplikasi ini akan membentuk dan menelusuri semua permintaan perbaikan, termasuk  pembatalan, pengiriman, pembukuan catatan secara lengkap, dan pembebanan biayanya.

Receiving (penerimaan) aplikasi akan menerima kedatangan barang, baik yang dibeli atas dasar permintaan pembelian atau beli langsung, untuk direkam pada catatan persediaan (stok), dan secara otomatis akan meng-update nilai persediaan.

Perencanaan & Penjadualan aplikasi ini akan mengendalikan sumberdaya tenaga kerja dan material termasuk informasi mengenai kontraktor. Akan membantu dalam pengaturan dan pengelompokan jenis-jenis dan klasifikasi tenaga kerja berdasarkan kebutuhan-kebutuhan atas beban kerja tertentu, dan menyeimbangkan antara kebutuhan tenaga kerja dan materialnya.

Kartu Material merupakan aplikasi yang akan membebankan material yang tidak termasuk ke dalam material stok yang digunakan pada penyelesaian sebuah work-order permintaan pekerjaan serta panggilan mendadak, serta mencatat waktu penyelesaian pekerjaan dan akuntansi materialnya.

Work Order Bar Code merupakan aplikasi yang memungkinkan pemasukan data work-order dengan menggunakan scanner untuk barcode.

Inventory Bar Code akan menjadi aplikasi yang memungkinkan untuk melakukan pengeluaran barang dan kinerja dari persediaan fisik dengan menggunakan scanner barcode.

Time Cards (kartu pencatat jam operasi) akan menjadi sebuah aplikasi yang akan menerapkan pembebanan biaya berdasarkan alokasi waktu yang digunakan untuk menyelesaikan sebuah work-order, permintaan pekerjaan, serta panggilan mendadak, atau merupakan pencatatan akuntansi atas waktu dan materialnya.

Aplikasi kunci lainnya

Apalikasi penagihan (tersedia dalam versi 3.40) memfasilitasi prosedur pembebanan biaya, membuat tagihan dan menelusuri data penerimaan pembayaran dari pelanggan atas pelaksanaan kerja dari Work-Order tertentu, meliputi beban biaya material dan tenaga kerjanya.

Preventive Maintenance (pemeliharaan dan perawatan)

Preventive Maintenance merupakan aplikasi yang memungkinkan Anda untuk membuat jadual PM (preventive maintenance, pemeliharaan dan perawatan) untuk peralatan tertentu atau fasilitas-fasilitas perusahaan. Work-order akan dibuat secara otomatis berdasarkan skedul waktu yang sudah ditetapkan, lengkap dengan peralatan-peralatan, bahan-bahan, serta prosedur kerjanya. Jadual PM bisa didasarkan atas satuan meter, jam kerja aktif, atau pemanfaatannya.

Component Management (manajemen komponen) merupakan sebuah aplikasi untuk menghasilkan peringkat peralatan.  meliputi sub-komponen dan sistem yang lebih besar di mana peralatan itu terdapat.

Purchasing (pembelian)

Purchase Order (permintaan pembelian) merupakan aplikasi yang memungkinkan untuk menghasilkan permintaan pembelian, termasuk penyediaan informasi dalam besaran mata uangnya, untuk memudahkan persetujuan pimpinan.

System Administration merupakan aplikasi untuk mempersiapkan pemberian kode bagi sistem dan pengguna untuk keperluan pengamanan dan pengelompokan staf.

Spot-Buy Requisitions (permintaan pembelian langsung) digunakan untuk menghasilkan permintaan-permintaan yang bersifat mendadak untuk item-item barang yang tidak tersedia sebagai stok atau merupakan barang yang jarang digunakan dan disediakan.

Interfaces merupakan aplikasi yang memungkinkan ADvantage untuk terhubung langsung pada sistem lainnya yang Anda gunakan untuk keperluan pendugaan masa pemeliharaan, manajemen energi, TPM, dan lain sebagainya.

Reports (pelaporan-pelaporan) merupakan aplikasi yang akan memberikan Anda kesempatan untuk memilih dari sejumlah pelaporan baku, membuat sendiri laporan dengan bantuan Smart Reports atau membuat bentuk laporan tersendiri, dan analisanya.

THE MAXIMO —

memberikan Anda fungsi-fungsi manajemen pengolahan data yang sempurna dan memiliki fleksibilitas sesuai kebutuhan dari perusahaan-perusahaan kelas atas. MAXIMO mendukung sistem database SQL utama, termasuk Oracle, Sybase, dan bekerja pada platform UNIX atau NT server pada lingkungan operasional client/server.

Adopted from : Adopted from : Intuitive Manufacturing System, Inc.

 

Dr. Ir. Anton Apriyantono

Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi, Fateta, Institut Pertanian Bogor.

 

PENDAHULUAN

Terlepas dari pro dan kontra diharamkannya MSG Ajinomoto oleh MUI baru-baru ini, kejadian tersebut seharusnya membangunkan kita dari tidur panjang selama ini, betapa banyak permasalahan yang dihadapi umat Islam dalam masalah kehalalan produk-produk pangan. Oleh karena itu, ilmuwan diharapkan ikut berperan dalam menyelesaikan permasalahan ini demi kepentingan umat. Agaknya perkembangan teknologi yang sedemikian pesat belum sejalan dengan perkembangan pemahaman hukum Islam dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, ijtihad dalam masalah kehalalan produk pangan ini sangat dibutuhkan untuk memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi umat Islam dalam masalah ini.

Di satu sisi, para ahli syariah Islam mungkin belum seluruhnya menyadari betapa kompleksnya produk pangan dewasa ini dimana asal usul bahan bisa melalui jalur yang berliku-liku, banyak jalur, bahkan dalam beberapa kasus, sulit ditentukan asal bahannya. Dengan demikian, penentuan kehalalan suatu produk menjadi tidak mudah, memerlukan peran ilmuwan untuk menelusuri asal usul bahan dan proses pembuatannya. Di sisi lain, pemahaman para ilmuwan terhadap syariah Islam, ushul fiqih dan metodologi penentuan halam haramnya suatu bahan pangan dari sisi syariah, relatif minimal. Akibatnya, sering terjadi perbedaan pandangan dalam menentukan kehalalan produk pangan. Dengan demikian seharusnya para ilmuwan muslim menggali kembali pengetahuan syariahnya, sehingga mampu mengamalkannya dalam kegiatan sehari-hari. Disamping itu, pengetahuan tersebut akan membantu ilmuwan untuk bersama-sama ulama menentukan status kehalalan produk-produk pangan.

Dalam makalah ini akan dicoba dibahas hukum-hukum syariah yang berhubungan kehalalan makanan dan minuman serta implikasinya dalam penentuan kehalalan produk pangan hasil bioteknologi. Tentu saja pembahasan disini lebih menekankan pada kajian berdasarkan sumber utama yaitu Al-Quran dan hadis, kemudian didukung oleh hasil ijma ulama dan pendapat-pendapat para ulama. Selain itu, pembahasan hanya secara garis besar saja, kecuali beberapa hal yang dianggap kritis. Selanjutnya akan dicoba membahas secara umum bagaimana implikasi hukum-hukum tersebut pada produk pangan hasil bioteknologi.

BAHAN PANGAN YANG DIHARAMKAN

Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezkikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepadanya (Al-Maaidah: 88).

Ayat tersebut diatas jelas-jelas telah menyuruh kita hanya memakan makanan yang halal dan baik saja, dua kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, yang dapat diartikan halal dari segi syariah dan baik dari segi kesehatan, gizi, estetika dan lainnya.

Sesuai dengan kaidah ushul fiqih, segala sesuatu yang Allah tidak melarangnya berarti halal. Dengan demikian semua makanan dan minuman diluar yang diharamkan adalah halal. Oleh karena itu, sebenarnya sangatlah sedikit makanan dan minuman yang diharamkan tersebut. Walaupun demikian, pada zaman dimana teknologi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari manusia, maka permasalahan makanan dan minuman halal menjadi relatif kompleks, apalagi yang menyangkut produk-produk bioteknologi.

Makanan yang Diharamkan

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut nama selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang (Al-Baqarah:173).

Dari ayat diatas jelaslah bahwa makanan yang diharamkan pada pokoknya ada empat:

  1. Bangkai: yang termasuk kedalam kategori bangkai ialah hewan yang mati dengan tidak disembelih, termasuk kedalamnya hewan yang matinya tercekik, dipukul, jatuh, ditanduk dan diterkam oleh hewan buas, kecuali yang sempat kita menyembelihnya (Al-Maaidah:3). Bangkai yang boleh dimakan berdasarkan hadis yaitu bangkai ikan dan belalang (Hamka, 1982).
  2. Darah, sering pula diistilahkan dengan darah yang mengalir (Al-Anam:145), yang dimaksud adalah segala macam darah termasuk yang keluar pada waktu penyembelihan (mengalir), sedangkan darah yang tersisa setelah penyembelihan yang ada pada daging setelah dibersihkan dibolehkan (Sabiq, 1987). Dua macam darah yang dibolehkan yaitu jantung dan limpa, kebolehannya didasarkan pada hadis (Hamka, 1982).
  3. Daging babi. Kebanyakan ulama sepakat menyatakan bahwa semua bagian babi yang dapat dimakan haram, sehingga baik dagingnya, lemaknya, tulangnya, termasuk produk-produk yang mengandung bahan tersebut, termasuk semua bahan yang dibuat dengan menggunakan bahan-bahan tersebut sebagai salah satu bahan bakunya. Hal ini misalnya tersirat dalam Keputusan Fatwa MUI bulan September 1994 tentang keharaman memanfaatkan babi dan seluruh unsur-unsurnya (Majelis Ulama Indonesia, 2000).
  4. Binatang yang ketika disembelih disebut nama selain Allah. Menurut Hamka (1984), ini berarti juga binatang yang disembelih untuk yang selain Allah (penulis mengartikan diantaranya semua makanan dan minuman yang ditujukan untuk sesajian). Tentu saja semua bagian bahan yang dapat dimakan dan produk turunan dari bahan ini juga haram untuk dijadikan bahan pangan seperti berlaku pada bangkai dan babi.

Masalah pembacaan basmalah pada waktu pemotongan hewan adalah masalah khilafiyah (Hamka, 1982), ada yang mengharuskan membacanya, ada yang hanya menyunahkan saja (Hassan, 1985). Yang mengharuskan membacanya berpegang pada surat Al-An’am ayat 121: dan janganlah kamu memakan binatang yang tidak disebut nama Allah (ketika menyembelihnya), sesungguhnya hal itu suatu kefasikan Bagi mereka yang menyunahkan membacanya berpegang pada hadis-hadis, diantaranya hadis yang dirawikan oleh Bukhari, An-Nasa-i dan Ibnu Majah dari hadis Aisyah bahwa suatu kaum datang kepada kami membawakan kami daging, tetapi kami tidak tahu apakah disebut nama Allah atasnya atau tidak. Maka menjawab Rasulullah saw: kamu sendiri membaca bismillah atasnya, lalu makanlah! Berkata yang merawikan: mereka itu masih dekat kepada zaman kufur.(Artinya baru masuk Islam) (Hamka, 1982).

Ada satu masalah lagi yang masih menjadi khilafiyah yaitu sembelihan ahli kitab, ada yang membolehkan (Hamka, 1982; Qardlawi, 1976) yang didasarkan diantaranya firman Allah dalam surat Al-Maaidah ayat 5: dan makanan orang-orang yang diberi AlKitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal bagi mereka Kebolehan memakan hewan ternak (selain babi) hasil sembelihan ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) ini sepanjang cara penyembelihannya sesuai dengan cara penyembelihan secara islami (menggunakan pisau yang tajam, memotong urat lehernya dan hewan mengeluarkan darahnya pada waktu disembelih yang berarti hewan belum mati pada waktu disembelih walaupun dipingsankan dulu sebelumnya) (Hamka, 1982). Yang mengharamkan sembelihan ahli kitab didasarkan pada ayat 121 surat Al-An’am seperti dituliskan diatas, dimana mereka menyembelih tidak atas nama Allah.

Disamping keempat kelompok makanan yang diharamkan tersebut diatas, terdapat pula kelompok makanan yang diharamkan karena sifatnya yang buruk seperti dijelaskan dalam surat Al-A`raaf:157 …..dan menghalalkan bagi mereka segala hal yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala hal yang buruk…… Apa-apa saja yang buruk tersebut agaknya dicontohkan oleh Rasulullah dalam beberapa hadis, diantaranya hadis Ibnu Abbas yang dirawikan oleh Imam Ahmad dan Muslim dan Ash Habussunan: Telah melarang Rasulullah saw memakan tiap-tiap binatang buas yang bersaing (bertaring penulis), dan tiap-tiap yang mempunyai kuku pencengkraman dari burung. Sebuah hadis lagi sebagai contoh, dari Abu Tsa`labah: Tiap-tiap yang bersaing dari binatang buas, maka memakannya adalah haram (perawi hadis sama dengan hadis sebelumnya).

Hewan-hewan lain yang haram dimakan berdasarkan keterangan pada hadis-hadis ialah himar kampung, bighal, burung gagak, burung elang, kalajengking, tikus, anjing, anjing gila, semut, lebah, burung hud-hud, burung shard (Sabiq, 1987). Selain itu, ada lagi binatang yang tidak boleh dimakan yaitu yang disebut jallalah. Jallalah adalah binatang yang memakan kotoran, baik ia unta, sapi, kambing, ayam, angsa, dll sehingga baunya berubah. Jika binatang itu dijauhkan dari kotoran (tinja) dalam waktu lama dan diberi makanan yang suci, maka dagingnya menjadi baik sehingga julukan jallalah hilang, kemudian dagingnya halal (Sabiq, 1987).

Ada pula Imam yang tidak mengkategorikan makanan-makanan haram yang dijelaskan dalam hadis sebagai makanan haram, tetapi hanya makruh saja. Pendapat ini dipegang oleh penganut mazhab Maliki (Hamka, 1982; Hassan, 1985; Sabiq 1987). Akan tetapi, dengan menggunakan common sense saja agaknya sudah dapat dirasakan penolakan untuk memakan binatang-binatang seperti binatang buas: singa, anjing, ular, burung elang, dsb. Oleh karena itu, barangkali pendapat Mazhab Syafi`i lah yang lebih kuat yang mengharamkan makanan yang telah disebutkan diatas.

Ada pula pendapat yang mengatakan hewan yang hidup di dua air haram, yang menurut mereka didasarkan pada hadis. Sayangnya, sampai saat ini penulis hanya dapat menemukan pernyataan keharaman makanan tersebut di buku-buku fiqih tanpa dapat berhasil menemukan sumber hadisnya yang jelas selain dari satu hadis yang terdapat dalam kitab Bulughul Maram (Hassan, 1975): Dari `Abdurrahman bin `Utsman Al-Qurasyis-yi bahwasanya seorang tabib bertanya kepada Rasulullah saw tentang kodok yang ia campurkan didalam satu obat, maka Rasulullah larang membunuhnya (Diriwayatkan oleh Ahmad dan disahkan oleh Hakim dan diriwayatkan juga oleh Abu Dawud dan Nasa`i). Dari hadis tersebut, dapat diinterpretasikan bahwa larangan membunuh kodok sama dengan larangan memakannya. Akan tetapi larangan terhadap binatang lainnya yang hidup di dua air seperti kodok tentulah tidak secara tegas dinyatakan dalam hadis tersebut, mungkin itu hanya hasil qias saja. Jadi seharusnya yang diharamkan hanya kodok saja, sedangkan hewan yang hidup di dua alam lainnya tidak diharamkan, kecuali ada hadis yang menyatakan dengan jelas keharaman hewan-hewan tersebut.

Minuman yang Diharamkan

Dari semua minuman yang tersedia, hanya satu kelompok saja yang diharamkan yaitu khamar. Yang dimaksud dengan khamar yaitu minuman yang memabukkan sesuai dengan penjelasan Rasulullah saw berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Daud dari Abdullah bin Umar: setiap yang memabukkan adalah khamar (termasuk khamar) dan setiap khamar adalah diharamkan (semua hadis-hadis yang digunakan dalam pembahasan minuman yang diharamkan diperoleh dari Sabiq, 1987). Dari penjelasan Rasulullah tsb jelas bahwa batasan khamar didasarkan atas sifatnya, bukan jenis bahannya, bahannya sendiri dapat apa saja. Dalam hal ini ada perbedaan pendapat mengenai bahan yang diharamkan, ada yang mengharamkan khamar yang berasal dari anggur saja. Akan tetapi penulis menyetujui pendapat yang mengharamkan semua bahan yang bersifat memabukkan, tidak perlu dilihat lagi asal dan jenis bahannya, hal ini didasarkan atas kajian hadis-hadis yang berkenaan dengan itu, juga pendapat para ulama terdahulu.

Mengenai sifat memabukkan sendiri dijelaskan lebih rinci lagi oleh Umar bin Khattab seperti diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim sebagai berikut: Kemudian daripada itu, wahai manusia! sesungguhnya telah diturunkan hukum yang mengharamkan khamar. Ia terbuat dari salah satu lima unsur: anggur, korma, madu, jagung dan gandum. Khamar itu adalah sesuatu yang mengacaukan akal. Jadi sifat mengacaukan akal itulah yang dijadikan patokan. Sifat mengacaukan akal itu diantaranya dicontohkan dalam Al-Quran yaitu membuat orang menjadi tidak mengerti lagi apa yang diucapkan seperti dapat dilihat pada surat An-Nisa: 43: Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu shalat sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan. Dengan demikian berdasarkan ilmu pengetahuan dapat diartikan sifat memabukkan tersebut yaitu suatu sifat dari suatu bahan yang menyerang syaraf yang mengakibatkan ingatan kita terganggu.

Keharaman khamar ditegaskan dalam Al-Quran surat Al-Maaidah ayat 90-91: Hai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya meminum khamar, berjudi, berkorban untuk berhala dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan-perbuatan keji yang termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menumbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu lantaran meminum khamar dan berjudi itu dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang. Maka berhentilah kamu mengerjakan perbuatan itu.

Dengan berpegang pada definisi yang sangat jelas tersebut diatas maka kelompok minuman yang disebut dengan minuman keras atau minuman beralkohol (alcoholic beverages) termasuk khamar. Sayangnya, banyak orang mengasosiasikan minuman keras ini dengan alkohol saja sehingga yang diharamkan berkembang menjadi alkohol (etanol), padahal tidak ada yang sanggup meminum etanol dalam bentuk murni karena akan menyebabkan kematian.

Etanol memang merupakan komponen kimia yang terbesar (setelah air) yang terdapat pada minuman keras, akan tetapi etanol bukan satu-satunya senyawa kimia yang dapat menyebabkan mabuk, banyak senyawa-senyawa lain yang terdapat pada minuman keras juga bersifat memabukkan jika diminum pada konsentrasi cukup tinggi. Komponen-komponen ini misalnya metanol, propanol, butanol (Etievant, 1991). Secara umum, golongan alkohol bersifat narkosis (memabukkan), demikian juga komponen-komponen lain yang terdapat pada minuman keras seperti aseton, beberapa ester dll (Bretherick, 1986).

Secara umum, senyawa-senyawa organik mikromolekul dalam bentuk murninya kebanyakan adalah racun. Sebagai contoh, asetaldehida terdapat pada jus orange walaupun dalam jumlah kecil (3-7 ppm) (Shaw, 1991). Jika kita lihat sifatnya (dalam bentuk murninya), asetaldehida juga bersifat narkosis, walaupun hanya menghirup uapnya (Bretherick, 1986). Oleh karena itu, kita tidak dapat menentukan keharaman minuman hanya dari alkoholnya saja, akan tetapi harus dilihat secara keseluruhan, yaitu apabila keseluruhannya bersifat memabukkan maka termasuk kedalam kelompok khamar. Apabila sudah termasuk kedalam kelompok khamar maka sedikit atau banyaknya tetap haram, tidak perlu lagi dilihat berapa kadar alkoholnya.

Apabila yang diharamkan adalah etanolnya, maka dampaknya akan sangat luas sekali karena banyak sekali makanan dan minuman yang mengandung alkohol, baik terdapat secara alami (sudah terdapat sejak bahan pangan tersebut baru dipanen dari pohon) seperti pada buah-buahan, atau terbentuk selama pengolahan seperti kecap. Akan tetapi kita mengetahui bahwa buah-buahan segar dan kecap tidak menyebabkan mabuk. Disamping itu, apabila alkohol diharamkan maka ketentuan ini akan bertentangan dengan penjelasan yang diberikan oleh Rasulullah saw tentang jus buah-buahan dan pemeramannya seperti tercantum dalam hadis-hadis berikut:

  1. Minumlah itu (juice) selagi ia belum keras. Sahabat-sahabat bertanya: Berapa lama ia menjadi keras? Ia menjadi keras dalam tiga hari, jawab Nabi. (Hadis Ahmad diriwayatkan dari Abdullah bin Umar).
  2. Bahwa Ibnu Abbas pernah membuat juice untuk Nabi saw. Nabi meminumnya pada hari itu, besok dan lusanya hingga sore hari ketiga. Setelah itu Nabi menyuruh khadam menumpahkan atau memusnahkannya. (Hadis Muslim berasal dari Abdullah bin Abbas).
  3. Buatlah minuman anggur!. Tetapi ingat, setiap yang memabukkan adalah haram (Hadis tercantum dalam kitab Fiqih Sunah karangan Sayid Sabiq, 1987).

Pemeraman juice pada suhu ruang dan udara terbuka sampai dua hari jelas secara ilmiah dapat dibuktikan akan mengakibatkan pembentukan etanol, tetapi memang belum sampai pada kadar yang memabukkan, hal ini juga dapat terlihat pada pembuatan tape. Sebelum diperam pun juice sudah mengandung alkohol, juice jeruk segar misalnya dapat mengandung alkohol sebanyak 0.15%. Dari pembahasan tersebut diatas jelaslah bahwa pendapat yang mengatakan diharamkannya alkohol lemah, bahkan bertentangan dengan hadis Rasulullah saw. Apabila alkohol diharamkan, maka seharusnya alkohol tidak boleh digunakan untuk sterilisasi alat-alat kedokteran, campuran obat, pelarut (pewarna, flavor, parfum, obat, dll), bahkan etanol harus enyah dari laboratorium-laboratorium. Jelas hal ini akan sangat menyulitkan. Disamping itu ingatlah firman Allah dalam surat Al-Maiadah ayat 87: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang Allah telah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

Ada pula yang berpendapat bahwa etanol itu haram, akan tetapi etanol dapat digunakan dalam pengolahan pangan asalkan pada produk akhir tidak terdeteksi lagi adanya etanol. Pendapat ini lemah karena dua hal; pertama, berdasarkan hukum fiqih, apabila suatu makanan atau minuman tercampur dengan bahan yang haram maka menjadi haramlah ia (Ada pula yang berpendapat bahwa hal ini dibolehkan sepanjang tidak merubah sifat-sifat makanan atau minuman tersebut. Pendapat ini hasil qias terhadap kesucian air yang tercampuri bahan yang najis, sepanjang tidak merubah sifat-sifat air maka masih tetap suci. Penulis tidak sependapat dengan pandangan ini karena masalah kehalalan makanan dan minuman tidak bisa disamakan dengan masalah kesucian air, keduanya merupakan dua hal yang berbeda). Kedua, secara teori tidak mungkin dapat menghilangkan suatu bahan sampai 100 persen apabila bahan tersebut tercampur ke dalam bahan lain, dengan kata lain apabila etanol terdapat pada bahan awalnya, maka setelah pengolahan juga masih akan terdapat pada produk akhir, walaupun dengan kadar yang bervariasi tergantung pada jumlah awal etanol dan kondisi pengolahan yang dilakukan. Hal ini dapat dibuktikan di laboratorium.

Walaupun bukan etanol yang diharamkan tetapi minuman beralkohol, akan tetapi penggunaan etanol untuk pembuatan bahan pangan harus dibatasi, untuk menghindari penyalahgunaan dan menghindari perubahan sifat bahan pangan dari tidak memabukkan menjadi memabukkan. Etanol dapat digunakan dalam proses ekstraksi, pencucian atau pelarutan, akan tetapi sisa etanol pada produk akhir harus dihilangkan sedapat mungkin, sehingga hanya tersisa sangat sedikit sekali. Etanol tidak boleh digunakan sebagai solven akhir suatu bahan, misal digunakan sebagai pelarut bahan flavor dan pewarna.

Batasan khamar ini nampaknya tidak terbatas pada minuman saja mengingat ada hadis yang mengatakan setiap yang memabukkan adalah khamar dan setiap khamar adalah haram (Hadis Muslim); Semua yang mengacaukan akal dan semua yang memabukkan adalah haram (Hadis Abu Daud). Dengan demikian segala hal yang mengacaukan akal dan memabukkan seperti berbagai jenis bahan narkotika termasuk ecstasy adalah haram.

Disamping makanan dan minuman yang diharamkan seperti telah dijelaskan diatas, ada beberapa kaidah fiqih yang sering digunakan dalam menentukan halal haramnya bahan pangan. Kaidah tersebut diantaranya adalah:

  1. Semua yang bersifat najis haram untuk dimakan.
  2. Manakala bercampur antara yang halal dengan yang haram, maka dimenangkan yang haram.
  3. Apabila banyaknya bersifat memabukkan maka sedikitnya juga haram.

IMPLIKASI HUKUM SYARIAH DALAM PENETAPAN KEHALALAN PRODUK PANGAN HASIL BIOTEKNOLOGI

Apabila dasar-dasar syariah yang digunakan sebagai landasan penentuan kehalalan suatu bahan pangan telah dipahami dan disepakati maka sebetulnya implikasinya dalam menentukan kehalalan produk pangan hasil bioteknologi menjadi relatif lebih mudah. Secara umum hal-hal yang menjadi patokan dapat dirumuskan sbb:

  1. Dalam suatu produksi bahan pangan tidak menggunakan bahan-bahan yang diharamkan agar produknya dapat dinyatakan halal. Ini misalnya berlaku pada proses produksi secara fermentasi.
  2. Pemanfaatan babi dan unsur-unsurnya atau turunan-turunannya mutlak tidak boleh dilakukan. Jika suatu proses produksi memanfaatkan babi dan unsur-unsurnya maka produknya menjadi haram dimakan. Sebagai contoh: pemanfaatan gen dari babi untuk rekayasa genetika, pemanfaatan porcine somatotropin untuk penggemukan sapi, dll.
  3. Pemanfaatan hewan ternak selain babi dan unsur atau turunannya dibolehkan sepanjang ternak tersebut disembelih secara islami.
  4. Penggunaan etanol sebagai substrat, senyawa intermediet, solven dan pengendap dibolehkan, sepanjang konsentrasinya pada produk akhir (ingredien pangan) diupayakan minimal (minimal level technologically possible, sesuai dengan pendapat Chaudry dan Regenstein, 1994).

Tentu masih ada beberapa hal lagi yang bisa dijadikan patokan, disamping masih ada beberapa masalah lagi yang belum dapat dipecahkan pada saat ini. Oleh karena, hal ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk merumuskan dan mencarikan jalan keluarnya.

DAFTAR PUSTAKA

1.       Bretherick, L (ed.). 1986. Hazards in the Chemical Laboratory. Fourth edition. The Royal Society of Chemistry, London.

2.       Chaudry, M. M. dan Regenstein, J. M. 1994. Implications of biotechnology and genetic engineering for kosher and halal foods. Trends in Food Sci. Technol., 5, 165 168.

3.       Etievant, P. X. 1991. Wine. Didalam: Volatile Compounds in Foods and Beverages, ed. H. Maarse. Marcel Dekker, New York.

4.       Hamka. 1982. Tafsir Al-Azhar Juzu VI. Panji Masyarakat, Jakarta.

5.       Hamka, 1984. Tafsir Al-Azhar Juzu VIII. Pustaka Panjimas, Jakarta.

6.       Hassan A. 1975. Tarjamah Bulughul Maram. Diponegoro, Bandung.

7.       Hassan, A. 1985. Soal Jawab Tentang Berbagai Masalah Agama. Diponegoro, Bandung.

8.       Majelis Ulama Indonesia. 2000. Keputusan Fatwa Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Tentang Produk Penyedap Rasa (Monosodium Glutamate, MSG) Dari PT. Ajinomoto Indonesia yang Menggunakan Bacto Soytone.

9.       Sabiq, S. 1987. Fikih Sunnah. Alih bahasa M. Syaf. Al-Marif, Bandung.

10.   Shaw, P. E. 1991. Fruits II. Didalam: Volatile Compounds in Foods and Beverages, ed. H. Maarse. Marcel Dekker, New York.

11.   Qardlawi, M. Y. E. 1976. Halal dan Haram dalam Pandangan Islam. Alih bahasa M. Hamidy. Bina Ilmu, Surabaya.

 

Oleh:noor fitrihana

Standard ISO 9000 adalah standar tentang sistem manajemen mutu yang penerapannya dimaksudkan untuk meningkatkan mutu produk dan jasa/pelayanan sehingga mamapu memberikan dan meningkatkan mutu dan kinerja organisasi secara berkesinambungan untuk memuaskan pelanggan. ISO 9000 dikeluarkan oleh lembaga ISO (International Organization For Standardization) yaitu suatu badan standar internasional yang anggotanya terdiri dari badan-badan standar nasional di dunia beranggotakan lebih dari 140 negara, yang berkantor pusat di Jenewa, Swiss.Seri ISO pertama kali dilaunching pada tahun 1987 kemudian diperbaharui tahun 1994 dengan seri ISO 9000:1994 dan terakhir pada tahun 2000 dengan seri ISO 9000:2000. Pemantauan kepuasan pelanggan menghendaki penilaian informasi berkaitan dengan persepsi pelanggan apakah Organisasi telah memenuhi persyaratan pelanggan, dan telah melakukan check balance yang dikenal dengan sistem PDCA (Plan Do Check Act) pada semua manajemen terutama yang berkaitan dengan mutu.Secara singkat PDCA dapat dijelasakan sebagai berikut:

Plan : Tetapkan sasaran /objektive/goal mutu dan proses yang diperlukan agar sesuai dengan persyaratan pelanggan dan kebijakan organisasi/perusahaan. , aplikasi sasaran mutu adalah KPI (Key Performance Indicator) yang diturunkan menjadi KPI Fungsi/Bagian yang dijabarkan lebih detail dalam SMK (Sistem Manajemen Kinerja) tiap pekerja. KPI dievaluasi setiap semester untuk Bagian dan setiap tahun untuk SMK.

Do : Impelementasi prosesnya.

Check : Monitor dan ukur proses dan produk terhadap kebijakan, sasaran mutu, dan persyaratan bagi produk, serta laporkan hasilnya.

Act : Lakukan tindakan untuk peningkatan kinerja proses secara berkelanjutan. Sistem manajemen mutu ISO 9000:2000 mencakup sistem input dan output proses produksi yang meliputi rantai pasokan dari:

Pemasok —————Organisasi———————–Pelanggan

DELAPAN PRINSIP MANAJEMEN MUTU ISO 9000:2000

Delapan prinsip manajemen mutu pada sistem manajemen mutu ISO 9001 : 2000 dipergunakan memimpin organisasi kearah perbaikan kinerja. Delapan prinsip manajemen mutu tersebut adalah :

1.      Customer Focus (Fokus pada Pelanggan)

Suatu perusahaan/organisasi tergantung pada pelanggannya atau pelanggan adalah kunci meraih keuntungan. Oleh karena itu organisasi harus memahami kebutuhan/keinginan pelanggan baik saat ini maupun di masa mendatang, agar dapat memenuhi persyaratan pelanggan dan mampu melebihi harapan pelanggan

2.      Leadership (Kepemimpinan)

Pemimpin perusahaan/organisasi harus mampu menciptakan visi, dan mampu mewujudkan visi tersebut menuju kenyataan. Pemimpin harus dapat menarik orang lain untuk mewujudkan visi organisasi. Penerapan prinsip kepemimpinan mengarah pada :

·         Penciptaan visi yang jelas untuk masa depan organisasi.

·         Penetapan target, tujuan atau sasaran yang menantang.

·         Menyediakan sumber daya dan pelatihan bagi pekerjanya.

·         Kebebasan bertindak dengan tanggungjawab & akuntabilitas.

·         Menjadi contoh dalam hal kejujuran, moral dan penciptaan budaya kerja.

·         Penciptaan kepercayaan (trust)

  1. Involment of People (Keterlibatan Semua Karyawan)

Keterlibatan seluruh karyawan dalam organisasi adalah dasar yang sangat penting dalam prinsip manajemen mutu. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberdayakan dan memberi kesempatan kepada karyawan untuk merencanakan, menerapkan rencana dan mengendalikan rencana pekerjaan yang menjadi tanggungjawab masing-masing. Dengan adanya keterlibatan personel secara menyeluruh, akan dihasilkan rasa memiliki dan tanggung jawab dalam menyelesaikan masalah. Hal ini akan memicu karyawan untuk aktif dalam melihat peluang untuk peningkatan pengetahuan dan pengalaman.

  1. Process Approach (Pendekatan Proses)

Proses di dalam sistem manajemen mutu ISO 9001:2000 didefinisikan sebagai “kumpulan aktivitas yang saling berhubungan / mempengaruhi sehingga dapat merubah input (material, persyaratan, peralatan, instruksi) menjadi output (barang atau jasa)”.

Pendekatan proses didefinisikan sebagai “identifikasi yang sistematis dan pengelolaan proses yang digunakan organisasi dan pemahaman hal-hal yang mempengaruhi setiap proses”.

Dalam konteks ISO 9001:2000, pendekatan proses mensyaratkan organisasi untuk melakukan identifikasi, penerapan, pengelolaan dan melakukan peningkatan mutu berkelanjutan (continual quality improvement). Pendekatan secara proses diperlukan saat menyusun dan menerapkan sistem mutu. Hal ini menuntut setiap bagian/fungsi untuk memiliki visi terhadap kepuasan pelanggan .

5.      System Approach to Management (manajemen berdasar pendekatan sistem).

Pendekatan sistem pada manajemen didefinisikan sebagai identifikasi pemahaman, dan pengelolaan sistem dari proses yang saling terkait untuk pencapaian dan peningkatan sasaran perusahaan/organisasi dengan efektif dan efisien.

  1. Continual Improvement (Peningkatan Berkelanjutan)

Peningkatan berkelanjutan harus dijadikan sasaran dan tujuan tetap organisasi. Pada peningkatan berkelanjutan, sasaran tidak akan ditingkatkan sampai sasaran yang ditetapkan tercapai lebih dulu, hanya setelah sasaran tercapai maka sasaran baru yang lebih meningkat ditetapkan.

  1. Factual Approach to Decision Making (Pengambilan Keputusan Berdasar Fakta)

Pengambilan keputusan yang efektif didasarkan pada analisis data dan informasi. Langkah-langkah yang digunakan dalam penerapan prinsip ini adalah :

·         Melakukan pengujian serta pengumpulan data dan informasi yang berhubungan dengan sasaran.

·         Memastikan data dan informasi yang akurat, dapat dipercaya, dan mudah diakses.

·         Menganalisis data dan informasi dengan menggunakan metode yang benar.

·         Memahami penggunaan teknik statistik.

·         Membuat keputusan dan menindaklanjutinya berdasarkan hasil analisis dan pengalaman.

  1. Mutually beneficial supplier relationships (Hubungan dengan pemasok yang saling menguntungkan)

Organisasi dan pemasoknya/supplier saling tergantung, dan sudah selayaknya merupakan hubungan yang saling menguntungkan dalam rangka meningkatkan kemampuan keduanya dalam menciptakan nilai. Implementasi dari prinsip ini adalah :

·         Mengidentifikasi dan menyeleksi pemasok.

·         Melibatkan pemasok dalam mengidentifikasi kebutuhan perusahaan.

·         Melibatkan pemasok dalam proses pengembangan strategi perusahaan.

·         Memastikan bahwa output dari pemasok sesuai dengan persyaratan organisasi/perusahaan.

·         Berkomunikasi dan berbagi informasi dengan pemasok.

KLAUSUL –KLAUSUL DALAM ISO 9001 : 2000

Isi dari Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 terdiri dari klausul-klausul yang bersifat informasi (klausul 1 s/d 3), dan klausul klausul utama (klausul 4 s/d 8) yang digunakan sebagai acuan dalam penerapannya. Klausul- klausul tersebut adalah :

Klausul 1, Ruang lingkup Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000, yaitu :

1.1. Umum Standard Internasional ini menetapkan persyaratan untuk sistem manajemen mutu di mana suatu organisasi :a. Perlu menunjukan kemampuannya untuk menyediakan secara konsisten produk yang memenuhi persyaratan pelanggan dan peraturan yang berlaku, danb. Bertujuan meningkatkan kepuasan pelanggan melalui penerapan sistem yang efektif, termasuk proses peningkatan sistem secara berkelanjutan dan jaminan kesesuaian terhadap persyaratan pelanggan dan peraturan yang berlaku. Catatan : Dalam Standard Internasional ini, istilah ”produk” diterapkan hanya produk yang dimaksudkan untuk, atau dibutuhkan oleh, pelanggan.

1.2. Penerapan Semua persyaratan dari Standard Internasional ini adalah umum dan dimaksudkan untuk dapat diterapkan pada semua organisasi, tanpa menghiraukan jenis, ukuran dan produk yang dihasilkan.Jika ada persyaratan Standard Internasional ini yang tidak dapat diterapkan karena sifat organisasi dan produknya, maka dapat dipertimbangkan untuk pengecualian.Bila pengecualian dilakukan maka klaim kesesuaian terhadap Standard Internasional ini hanya dapat diterima jika pengecualian terbatas pada persyaratan klausul 7, dan pengecualian tidak mempengaruhi kemampuan, atau tanggung jawab organisasi untuk menyediakan produk yang memenuhi persyaratan pelanggan dan peraturan yang berlaku.

Klausul 2, Acuan Standard

Sebagai referensi adalah edisi terakhir dari dokumen standard edisi ketiga ISO 9001: 2000 yang telah menjadi Standar SNI 19-9001-2001 untuk diacu dan diterapkan. Anggota ISO diwajibkan memelihara daftar dari Standard Internasional yang saat ini berlaku.

Klausul 3, Istilah dan Definisi

Untuk maksud dari Standard Internasional ini, istilah dan definisi yang diberikan ISO 9000 diberlakukan. Adapun klausul utama Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 tersebut adalah

Klausul 4, Sistem Manajemen Mutu

Klausul 5, Tanggung Jawab Manajemen

Klausul 6, Manajemen Sumber Daya

Klausul 7, Realisasi Produk

Klausul 8, Pengukuran, Analisa, dan Peningkatan

1. Interpretasi Klausul -4, Sistem Manajemen MutuS

ub Klausul 4.1 Organisasi / Perusahaan harus :

Mengidentifikasi proses-proses yang diperlukan oleh Sistem Manajemen Mutu beserta penerapannya

. Menentukan urutan dan interaksi dari proses proses tersebut

. Menentukan kriteria dan metode yang diperlukan untuk menjamin bahwa operasi dan pengendalian dari proses-proses tersebut efektif

. Menjamin ketersediaan sumber daya dan informasi yang perlu untuk mendukung operasi dan pemantauan dari proses-proses tersebut.

Memantau, mengukur, dan menganalisis proses-proses tersebut, dan

Menerapkan tindakan yang perlu untuk mencapai hasil yang direncanakan dan peningkatan berkelanjutan dari proses tersebut.

Subklausul 4.2 Persyaratan DokumentasiDokumentasi Sistem Manajemen Mutu harus mencakup :

Pernyataan tertulis/terdokumentasi dari kebijakan mutu, sasaran mutu, pedoman mutu.

Prosedur terdokumentasi yang diminta standard. Prosedur minimal yang harus ada adalah : Pengendalian Dokumen, Pengendalian Record/arsip, Internal Audit, Pengendalian Produk tidak sesuai, Tindakan Koreksi & Pencegahan.

Prosedur terdokumentasi yang diperlukan organisasi untuk meyakinkan efektifitas perencanaan, operasi dan pengendalian proses-proses yang ada.

Catatan Mutu (record)

Interpretasi Klausul – 5 , Tanggung Jawab Manajemen

Top Manajemen harus memberikan bukti atas komitmennya untuk pengembangan dan penerapan Sistem Manajemen Mutu secara berkelanjutan dan meningkatkan efektifitasnya melalui :

Komunikasi kepada organisasi tentang pentingnya memenuhi persyaratan pelanggan, demikian juga peraturan dan hukum

. Menetapkan kebijakan mutu

Menjamin bahwa sasaran sasaran mutu (KPI & SMK) telah ditetapkan

Melaksanakan tinjauan manajemen

Menjamin tersedianya sumber daya

Menjamin bahwa kebutuhan dan harapan pelanggan ditentukan/ditetapkan kemudian diubah menjadi persyaratan, dipenuhi dalam rangka memuaskan pelanggan untuk memberikan keyakinan/kepercayaan kepada pelanggan.

Menunjuk salah satu anggota manajemen sebagai Manajemen Representatif yang bertanggung jawab dan berwenang dalam implementasi ISO 9001:2000 serta sebagai penghubung dengan pihak luar dalam masalah yang berhubungan dengan Sistem Manajemen Mutu.

3. Interpretasi Klausul – 6 , Manajemen Sumber Daya

Manajemen Sumber Daya dibagi menjadi tiga yaitu :

Sumber Daya Manusia, Infrastruktur, dan Lingkungan Kerja.

Personel yang melakukan pekerjaan yang berpengaruh pada mutu produk harus kompeten berdasar pada kesesuaian pendidikan, pelatihan, keterampilan dan pengalaman.

Menetapkan kompetensi yang dibutuhkan pekerja serta memberikan pelatihan untuk memenuhi kebutuhan ini, serta mengevaluasi keefektifan pelaksanaannya

. Menjamin bahwa pekerja tahu akan aktifitas dan kontribusi mereka untuk mencapai sasaran mutu (KPI). Memelihara record pendidikan, pelatihan, keterampilan dan pengalaman serta dilakukan evaluasi secara periodik, untuk kepentingan updating serta pembinaan

. Menentukan, menyediakan, dan memelihara infrastruktur (bangunan, alat produksi, utilities, hardware/software, transportasi, dan komunikasi).

Interpretasi Klausul – 7 , Realisasi Produk

Organisasi harus merencanakan dan mengembangkan proses yang dibutuhkan untuk realisasi. Perencanaan realisasi produk harus konsisten dengan persyaratan lain dari proses-proses sistem manajemen mutu. Perencanaan Realisasi Produk Dalam merencanakan realisasi produk, organisasi harus menentukan hal-hal berikut

: Sasaran mutu dan persyaratan produk

Kebutuhan untuk penetapan proses, dokumen, dan menyediakan sumber daya yang spesifik untuk produk

. Kegiatan verifikasi, validasi, pemantauan, inspeksi dan kegiatan uji yang spesifik yang dibutuhkan untuk produk dan kriteria suatu produk dapat diterima (keberterimaan produk)

Rekaman yang dibutuhkan untuk memberikan bukti bahwa proses realisasi dan produk yang dihasilkan memenuhi persyaratan.

Proses terkait pelanggan

Organisasi harus menetapkan

: Persyaratan yang ditetapkan pelanggan, termasuk persyaratan untuk penyerahan dan kegiatan setelah penyerahan.

Persyaratan produk yang tidak dinyatakan oleh pelangan tetapi dibutuhkan untuk penggunaan tertentu, jika diketahui berhubungan dengan Persyaratan dan peraturan hukum.

Menerapkan peraturan yang efektif untuk berkomunikasi dengan konsumen yang berkaitan dengan informasi produk, penanganan kontrak/pesanan yang diambil, termasuk perubahan dan keluhan pelanggan.

Rancangan dan Pengembangan

Top manajemen harus memastikan bahwa keperluan proses desain dan pengembangan telah didefinisikan, diterapkan dan dipelihara untuk merespons kebutuhan dan harapan pelanggan dan pihak yang berkepentingan lainnya

. Dalam melakukan desain harus mempertimbangkan semua faktor yang memberikan kontribusi dalam memenuhi kinerja produk dan prosesnya beserta aspek dampaknya (lingkungan dan masyarakat). Akifitas yang harus ditetapkan dalam desain dan pengembangan adalah : perencanaan desain dan pengembangan, peninjauan desain dan pengembangan, verifikasi desain dan pengembangan, validasi desain dan pengembangan serta pengendalian perubahan desain dan pengembangan.

PembelianAgar organisasi dapat menghasilkan produk atau jasa yang memenuhi harapan/kepuasan pelanggan, maka harus ada jaminan bahwa barang/jasa yang dipesan/dibeli dari pemasok sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan. Produk atau jasa ini dapat berbentuk bahan baku, barang setengah jadi, jasa purna jual, pemeliharaan dan lain sebagainya. Untuk itu organisasi harus mengevaluasi dan memilih pemasok atas dasar kemampuannya memenuhi persyaratan sistem manajemen mutu dengan beberapa cara, antara lain :

Melakukan tinjauan kinerja pemasok sebelumnya dalam menyediakan produk, proses dan jasa yang sama.

Melakukan evaluasi standarad sistem manajemen mutu yang dimiliki pemasok

. Melakukan evaluasi penawaran pemasok yang meliputi mutu, biaya dan ketetapan penyerahan.

Perlu dibuat record hasil evaluasi pemasok, dan record tersebut harus dipelihara.

Produksi dan penyedia jasa

Organisasi harus merencanakan dan melaksanakan produksi dan penyediaan jasa dalam keadaan terkendali, yang mencakup :

Ketersediaan informasi yang menjelaskan karakteristik produk

Ketersediaan instruksi kerja, jika diperlukan

Penggunaan peralatan yang memadai

Ketersediaan dan penggunaan peralatan pemantauan dan pengukuran.

Penerapan pemantauan dan pengukuran

. Penerapan kegiatan pelepasan, penyerahan, dan setelah penyerahan.

Pengendalian alat pemantauan dan pengukuranManajemen perlu mendefinisikan dan menerapkan pengukuran dan pemantauan proses yang efektif dan efisien, mencakup metode dan alat vervikasi, validasi produk dan proses. Alat yang digunakan harus memiliki keakuratan dan ketepatan serta kesesuaian terhadap standar.Untuk memastikan validasi hasil, alat pengukur harus dikalibrasi atau diverifikasi pada jangka waktu tertentu, atau sebelum dipakai, terhadap standard pengukuran yang mampu melacak ke standard pengukuran internasional atau nasional, jika tidak ada standard, maka dasar yang digunakan untuk kalibrasi atau verifikasi harus dicatat/direcord. Selain itu hal-hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan hal tersebut:

Mengidentifikasi peralatan yang perlu dikalibrasi

Mengkalibrasi dan memelihara peralatan inspeksi, pengukuran dan pengujian termasuk perangkat lunak

. Menentukan pengukuran dan ketelitian yang diperlukan

Apabila dilakukan kalibrasi sendiri, harus ditetapkan metode kalibrasinya.

Mengidentifikasi semua peralatan dan status kalibrasi (tagging atau label)

Memastikan bahwa kondisi lingkungan sesuai untuk melakukan kalibrasi

. Memelihara catatan kalibrasi.

Interpretasi Klausul – 8 , Pengukuran, Analisa dan Peningkatan

Mengukur kinerja organisasi merupakan kunci untuk mencapai efektifitas dan efisiensi. Hasil pengukuran kinerja tersebut akan digunakan sebagai dasar untuk membandingkan antara apa yang telah dicapai dengan apa yang seharusnya dicapai oleh organisasi. Organisasi harus secara berkesinambungan memantau tindakan peningkatan, termasuk penerapan agar dapat digunakan sebagai salah satu masukan tinjauan manajemen yang nantinya akan digunakan sebagai alat untuk meningkatkan kinerja organisasi. Pengukuran kinerja organisasi tersebut harus mencakup : Pengukuran dan evaluasi produk Kemampuan suatu proses untuk mencapai hasil yang direncanakan Kepuasan pelanggan Pengukuran Sistem Manajemen Mutu tersebut adalah dengan melakukan audit secara berkala. Dengan dilakukannya audit secara berkala akan dapat diketahui kekurangan proses Sistem Manajemen Mutu dan untuk selanjutnya dilakukan koreksi. Audit juga diperlukan untuk mengetahui posisi pada suatu periode tertentu guna peningkatan perbaikan secara berkelanjutan. Audit ini dilakukan oleh internal auditor dan secara eksternal dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi.

SISTEM DOKUMENTASI DAN RECORD /CATATAN

Definisi dokumen menurut ISO 9001:2000 adalah informasi (data yang ada artinya) dan media pendukungnya (kertas, disket, CD ROM dsb). Sedangkan record merupakan dokumen yang menyatakan hasil yang dicapai atau bukti dilaksanakannya perbaikan. Dokumen sangat diperlukan di dalam Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 karena dengan dokumen memungkinkan mengkomunikasikan maksud dan konsistensi tindakan. Struktur dokumen dibedakan dalam empat level, yaitu Pedoman Mutu, Prosedur, Instruksi Kerja, Formulir-Rekaman dll. Dokumen dan record dikendalikan dengan prosedur yang diatur dalam Dokumen Mutu Penanganan dokumen dan Record.

E. SISTEM AUDIT MUTU ISO 900:2000

AUDIT MUTU adalah proses pengujian sistematik dan mandiri untuk menetapkan apakah kegiatan mutu dan hasil yang berkaiatan sesuai dengan pengaturan yang direncanakan dan apakah pengaturan-pengaturan yang disebut ini diterapkan secara efektif dan sesuai untuk mencapai tujuan. Audit dilakukan secara internal maupun eksternal. Proses audit mutu dilakukan selama menuju sertifikasi untuk memastikan kesiapan memperoleh sertifikasi dan setelah diperoleh sertifikasi untuk mempertahankan sertifikat yang diperoleh. MAsa berlaku sertifikat adalah 3 tahun dan setiap tahun di audit minimal 1 kali.

F. SERIFIKASI ISO 9000

Sertifikasi dilakukan oleh lembaga pemberi sertifikasi baiak dari dalam dan luar negeri yang telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional dan lembaga ISO internasional. Beberapa lembaga sertifikasi adalah Sucofindo, BVQI, Kema, QAS, ABIQA, AFAQ dll.

G. MANFAAT ISO 9000:2000

1. Meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan melalui jaminan mutu yang terorganisasi dan sistematik

2. Meningkatkan image perusahaan serta daya saing dalam memasuki pasar global

3. Menghemat biaya dan mengurangi duplikasi audit sistem mutu oleh pelanggan

4. Terbuka kesempatan pasar baru karena perusahaan yang telah memperoleh sertifikat ISO 9000:2000 secara otomatis terdaftar pada lembaga registrasi, sehingga apabila pelanggan potensial ingin mencari pemasok bersertifikat ISO 9000:2000, akan menghubungi lembaga registrasi.

5. Meningkatkan mutu dan produktivitas dari manajemen melalui kerjasama dan komunikasi yang lebih baik

6. Sistem pengendalian yang konsisten

7. Pengurangan dan pencegahan pemborosan karena operasi internal menjadi lebih baik

8. Meningkatkan kesadaran terhadap mutu dalam perusahaan

9. Memberikan pelatihan secara sistematik kepada seluruh karyawan dan manajer organisasi melalui prosedur-prosedur dan instruksi-instruksi yang terdefinisi secara baik

10. Terjadi perubahan positif dalah hal kultur mutu dari anggota organisasi, karena manajemen dan karyawan terdorong untuk mempertahankan sertifikat ISO 9000:2000 hanya berlaku 3 tahun.

11. Memaksa organisasi bersedia menghadapi isu-isu yang berkembang di organisasi

12. Membuat sistem kerja dalam suatu perusahaab menjadi standar kerja yang terdokumentasi.

13. Adanya jaminan bahwa perusahaan itu mempunyai sistem manajemen mutu dan produk yang dihasilkan sesuai dengan keinginan pelanggan.

14. Dapat berfungsi sebagai standar kerja untuk melatih karyawan baru.

15. Menjamin bahwa proses yang dilaksanakan sesuai dengan sistem manajemen mutu yang diterapkan.

16. Semangat pegawai ditingkatkan karena mereka merasa adanya kejelasan kerja sehingga mereka bekerja dengan efisien.

17. Adanya kejelasan hubungan antara bagian yang terlibat dalam melaksanakan suatu pekerjaan.

18. Kepercayaan manajemen yang sangat tinggi.

19. Dapat mengarahkan karyawan agar berwawasan mutu dalam memenuhi permintaan pelanggan, baik internal maupun eksternal.

20. Dapat menstandardisasi berbagai kebijakan dan prosedur operasi yang berlaku di seluruh organisasi.

H. PENYEDERHANAAN PEMAHAMAN ISO 9000

  1.  

1.      Catat Apa yang Anda Lakukan

2.      Lakukan Apa Yang Anda Catat

3.      Catat Apa Yang telah Anda Capai

4.      Lakukan Control, Review dan Perbaikan

5.      Standarkan dan Dokumentasikan dengan baik

6.      Kerjakan dengan benar sejak pertama kali melakukan

- Lengkap instruksi kerja

- Adakan pelatihan

- Disiplin dalam penerapan

- Setiap orang bertanggung jawab dalam menjamin mutu

- Mutu dicapai atas kontribusi semua

- Tingkatkan mutu untuk perode berikutnya

 

 

REFERENSI

Gaspersz, V. (2003). ISO 9001:2000 and Continual Quality Improvement. Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama : Jakarta

Lembaga Bantuan Manjemen Bandung (2000),

Materi Pelatihan Dokumentasi ISO 9000, Lembaga Bantuan Manjemen.

Noor Fitrihana (2005). Implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9000 Pada Penyelenggaraan Pendidikan Kejuruan, Jurnal JPTK FT-UNY. Yogyakarta

Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM, (2006) MAteri Pelatihan ISO 9000, usat Studi Pangan dan Gizi UGM: Yogyakarta

Sprint Consultant (2002), Pelatihan ISO 9000, Sprint Consultan: Jakarta Suardi, R., (2004). Sistem Manajemen Mutu ISO 9000:2000 : Penerapannya Untuk Mencapai TQM. Penerbit PPM : Jakarta

 

oleh : Ahmad Kurnia

Abstract

In the era of globalization, competion in business will be very tight either in the domestic or in the international/global market. Any interprize which will grown or at least servive must be able to produce a product with better quality, a cheaper price, faster delivery and better service to customers compared to the competitors. In order to be able to achieve to the above goal, the enterprise should apply the Total Quality Management (TQM) that has an objective to improve the quality of products and services continuously to satisfy the customers.

Pendahuluan

Pada era globalisasi sekarang ini, persaingan yang sangat tajam terjadi baik di pasar domestik maupun di pasar internasional/global. Agar perusahaan dapat berkembang dan paling tidak bisa bertahan hidup, perusahaan tersebut harus mampu menghasilkan produk barang dan jasa dengan mutu yang lebih baik, harganya lebih murah, promosi lebih efektif, penyerahan barang ke konsumen lebih cepat, dan dengan pelayanan yang lebih baik apabila dibandingkan dengan para pesaingnya.

Kondisi demikian mempunyai arti, bahwa perusahaan yang akan memenangkan persaingan dalam segmen pasar yang telah dipilih harus mampu mencapai tingkat mutu, bukan hanya mutu produknya, akan tetapi mutu ditinjau dari segala aspek, seperti mutu bahan mentah dan pemasok harus bagus (bahan baku yang jelek akan menghasilkan produk yang jelek pula), mutu sumber daya manusia (tenaga kerja) yang mampu bekerja secara efisien sehingga harga produk bias lebih murah dari pada harga pesaingnya, promosi yang efektif (bermutu), sehingga mampu memikat para pembeli sehingga pada gilirannya akan meningkatkan jumlah pembeli. Mutu distribusi yang mampu menyerahkan produk sesuai dengan waktu yang dikehendaki oleh pembeli, serta mutu karyawan yang mampu melayani pembeli dengan memuaskan. Inilah yang dimaksud mutu terpadu secara menyeluruh (total quality).

Banyak perusahaan Jepang yang memperoleh sukses global, karena memasarkan produk yang sangat bermutu. Bagi perusahaan/organisasi ingin mengikuti perlombaan bersaing untuk meraih laba/manfaat tidak ada jalan lain kecuali harus menerapkan Total Quality Management. Philip Kolter (1994) mengatakan : “Quality is our best assurance of custemer allegiance, our strongest defence against foreign competition and the only path to sustair growth and earnings”.

Ada hubungan yang erat antara mutu produk (barang dan jasa), kepuasan pelanggan, dan laba perusahaan. Makin tinggi mutu suatu produk, makin tinggi pula kepuasan pelanggan dan pada waktu yang bersamaan akan mendukung harga yang tinggi dan seringkali biaya rendah. Oleh karena itu program perbaikan mutu bertujuan menaikkan laba. Dari penelitian membuktikan ada korelasi yang kuat antara mutu dengan laba yang dapat diraih oleh perusahaan.

Sesuai dengan judul di atas tulisan ini akan membahas tentang Total Quality Management atau Manajemen Mutu Terpadu dan hal-hal yang berkaitan dengannya, yang akan terlihat pada tulisan berikut.

Sejarah Tentang Mutu

Pada mulanya mutu produk ditentukan oleh produsen. Pada perkembangan selanjutnya, mutu produk ditentukan oleh pembeli, dan produsen mengetahuinya bahwa produk itu bermutu bagus yang memang dapat dijual, karena produk tersebut dibutuhkan oleh pembeli dan bukan menjual produk yang dapat diproduksi.

Perkembangan mutu terpadu pada mulanya sebagai suatu system, perkembangan di Amerika Serikat. Buah pikiran mereka pada mulanya kurang diperhatikan oleh masyarakat, khususnya masyarakat bisnis. Namun beberapa dari mereka merupakan pemegang kunci dalam pengenalan dan pengembangan konsep mutu. Sejak 1980 keterlibatan mereka dalam manajemen terpadu telah dihargai di seluruh dunia. Adapun konsep-konsep mereka tentang mutu terpadu secara garis besar dapat dikemukakan berikut ini.

1. F.W. Taylor (1856-1915)

Seorang insiyur mengembangkan satu seri konsep yang merupakan dasar dari pembagian kerja (devision of work).

Analisis dengan pendekatan gerak dan waktu (time and motion study) untuk pekerjaan manual, memperoleh gelar “Bapak Manajemen Ilmiah” (The Farther of Scientific Management). Dalam bukunya tersebut Taylor menjelaskan beberapa elemen tentang teori manajemen, yaitu :

  • Setiap orang harus mempunyai tugas yang jelas dan harus diselesaikan dalam satu hari.
  • Pekerjaan harus memiliki peralatan yang standar untuk menyelesaikan tugas yang menjadi bagiannya.
  • Bonus dan intensif wajar diberikan kepada yang berprestasi maksimal.
  • Penalti yang merupakan kerugian bagi pekerjaan yang tidak mencapai sasaran yang telah ditentukan (personal loss).

Taylor memisahkan perencanaan dari perbaikan kerja dan dengan demikian memisahkan pekerjaan dari tanggung jawab untuk memperbaiki kerja.

2. Shewhart (1891-1967)

Adalah seorang ahli statistik yang bekerja pada “Bell Labs” selama periode 1920-1930. Dalam bukunya “The Economic Control of Quality Manufactured Products”, merupakan suatu kontribusi yang menonjol dalam usaha untuk memperbaiki mutu barang hasil pengolahan. Dia mengatakan bahwa variasi terjadi pada setiap segi pengolahan dan variasi dapat dimengerti melalui penggunaan alat statistik yang sederhana. Sampling dan probabilitas digunakan untuk membuat control chart untuk memudahkan para pemeriksa mutu, untuk memilih produk mana yang memenuhi mutu dan tidak. Penemuan Shewhart sangat menarik bagi Deming dan Juran, dimana kedua sarjana ini ahli dalam bidang statistik.

3. Edward Deming

Lahir tahun 1900 dan mendapat Ph. D pada 1972 sangat menyadari bahwa ia telah memberikan pelajaran tentang pengendalian mutu secara statistik kepada para insinyur bukan kepada para manajer yang mempunyai wewenang untuk memutuskan. Katanya : “Quality is not determined on the shop floor but in the executive suite”. Pada 1950, beliau diundang oleh, “The Union to Japanese Scientists and Engineers (JUSE)” untuk memberikan ceramah tentang mutu. Pendekatan Deming dapat disimpulkan sebagai berikut :

  • Quality is primarily the result of senior management actions and not the results of actions taken by workers.
  • The system of work that determines how work is performed and only managers can create system.
  • Only manager can allocate resources, provide training to workers, select the equipment and tools that worekers use, and provide the plant and environment necessary to achieve quality.
  • Only senior managers determine the market in which the firm will participate and what product or service will be solved.

Hal ini berarti bahwa tanpa keterlibatan pimpinan secara aktif tidak mungkin tercapai manajemen mutu terpadu.

4. Prof Juran

Mengunjungi Jepang pada tahun 1945. Di Jepang Juran membantu pimpinan Jepang di dalam menstrukturisasi industri sehingga mampu mengekspor produk ke pasar dunia. Ia membantu Jepang untuk mempraktekkan konsep mutu dan alat-alat yang dirancang untuk pabrik ke dalam suatu seri konsep yang menjadi dasar bagi suatu “management process” yang terpadu. Juran mendemonstrasikan tiga proses manajerial untuk mengelola keuangan suatu organisasi yang dikenal dengan trilogy Juran yaitu, Finance Planning, Financial control, financial improvement. Adapun rincian trilogy itu sebagai berikut :

  • Quality planning, suatu proses yang mengidentifikasi pelanggan dan proses yang akan menyampaikan produk dan jasa dengan karakteristik yang tepat dan kemudian mentransfer pengetahuan ini ke seluruh kaki tangan perusahaan guna memuaskan pelanggan.
  • Quality control, suatu proses dimana produk benar-benar diperiksa dan dievaluasi, dibandingkan dengan kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan para pelanggan. Persoalan yang telah diketahui kemudian dipecahkan, misalnya mesin-mesin rusak segera diperbaiki.
  • Quality improvement, suatu proses dimana mekanisme yang sudah mapan dipertahankan sehingga mutu dapat dicapai berkelanjutan. Hal ini meliputi alokasi sumber-sumber, menugaskan orang-orang untuk menyelesaikan proyek mutu, melatih para karyawan yang terlibat dalam proyek mutu dan pada umumnya menetapkan suatu struktur permanen untuk mengejar mutu dan mempertahankan apa yang telah dicapai sebelumnya.

Uraian tokoh-tokoh mutu di atas sekedar menggambarkan secara singkat saja. Masih banyak para sarjana di bidang mutu yang tidak sempat ditulis pada kesempatan ini. Yang jelas para sarjana tersebut sependapat bahwa konsep : “pentingnya perbaikan mutu secara terus menerus bagi setiap produk walaupun tehnik yang diajarkan berbeda-beda”. Kini sampailah pada pengertian mutu yang diambil dari America Society for Quality Control yang mengatakan : Quality is the totality of features and characteristics of a product or service that bear on its ability to satisty stated of implied needs (Kotler : 1994).

Definisi di atas berkonotasi kepada pelanggan. Produk bermutu kalau dapat memuaskan para pelanggan yang mengkonsumsi produk tersebut.

Manajemen mutu terpadu

Kita sependapat bahwa mutu tidak ditentukan oleh pekerjaan di bengkel atau oleh tehnis pemberi jasa yang bekerja melayani pelanggan akan tetapi ditentukan oleh para manajer senior suatu organisasi yang berkat posisi yang dimilikinya bertanggung jawab kepada pelanggan, karyawan, pemasok dan pemegang saham untuk keberhasilan suatu usaha. Manajer senior ini mengalokasikan implementasi proses manajemen yang memungkinkan perusahaan memenuhi visi dan misi mereka. Dengan mengkombinasikan prinsip-prinsip tentang mutu oleh para ahli dengan pengalaman praktek telah dicapai pengembangan suatu model sederhana akan tetapi sangat efektif untuk mengimplementasikan manajemen mutu terpadu. Model tersebut terdiri dari komponen-komponen berikut :

Tujuan

:

Perbaikan terus menerus, artinya mutu selalu diperbaiki dan disesuaikan dengan perubahan yang menyangkut kebutuhan dan keinginan para pelanggan.

Prinsip

:

Fokus pada pelanggan, perbaikan proses dan keterlibatan total.

Elemen

:

Kepemimpinan, pendidikan dan pelatihan, struktur pendukung, komunikasi, ganjaran dan pengakuan serta pengukuran.

Model di atas dibentuk berdasarkan tiga prinsip mutu terpadu yaitu :

  • Fokus kepada pelanggan, baik pelanggan internal maupun eksternal.
  • Fokus pada perbaikan proses kerja untuk memproduksi secara konsisten produk yang dapat diterima.
  • Fokus yang memanfaatkan bakat para karyawan.
Tiga prinsip mutu

Tiga prinsip mutu yang di atas yaitu :

1. Fokus pada pelanggan

Mutu berdasarkan pada konsep bahwa setiap orang mempunyai pelanggan dan bahwa kebutuhan dan harapan pelanggan harus dipenuhi setiap saat kalau organisasi/perusahaan secara keseluruhan bermaksud memenuhi kebutuhan pelanggan eksternal (pembeli).

2. Perbaikan proses

Konsep perbaikan terus menerus dibentuk berdasarkan pada premisi suatu seri (urutan) langkah-langkah kegiatan yang berkaitan dengan menghasilkan output seperti produk berupa barang dan jasa. Perhatian secara terus menerus bagi setiap langkah dalam proses kerja sangat penting untuk mengurangi keragaman dari output dan memperbaiki keandalan. Tujuan pertama perbaikan secara terus menerus ialah proses yang handal, dalam arti bahwa dapat diproduksi yang diinginkan setiap saat tanpa variasi yang diminimumkan. Apabila keragaman telah dibuat minimum dan hasilnya belum dapat diterima maka tujuan kedua dari perbaikan proses ialah merancang kembali proses tersebut untuk memproduksi output yang lebih dapat memenuhi kebutuhan pelanggan, agar pelanggan puas.

3. Keterlibatan total

Pendekatan ini dimulai dengan kepemimpinan manajemen senior yang aktif dan mencakup usaha yang memanfaatkan bakat semua karyawan dalam suatu organisasi untuk mencapai suatu keunggulan kompetitif (competitive advantage) di pasar yang dimasuki. Karyawan pada semua tingkatan diberi wewenang/kuasa untuk memperbaiki output melalui kerjasama dalam struktur kerja baru yang luwes (fleksibel) untuk memecahkan persoalan, memperbaiki proses dan memuaskan pelanggan. Pemasok juga dilibatkan dan dari waktu ke waktu menjadi mitra melalui kerjasama dengan para karyawan yang telah diberi wewenang/kuasa yang dapat menguntungkan organisasi/perusahaan. Pada waktu yang sama keterlibatan pimpinan bekerjasama dengan karyawan yang telah diberi kuasa tersebut.

Elemen pendukung dalam TQM

Elemen-elemen pendukung dimaksud adalah :

1. Kepemimpinan

Manajer senior harus mengarahkan upaya pencapaian tujuan dengan memberikan, menggunakan alat dan bahan yang komunikatif, menggunakan data dan menggali siapa-siapa yang berhasil menerapkan konsep manajemen mutu terpadu. Ketika memutuskan untuk menggunakan MMT/TQM sebagai kunci proses manajemen, peranan manajer senior sebagai penasihat, guru dan pimpinan tidak bisa diremehkan.

Pimpinan Senior suatu organisasi harus sepenuhnya menghayati implikasi manajemen di dalam suatu ekonomi internasional di mana manajer yang paling berhasil, paling mampu dan paling hebat pendidikannya di dunia, harus diperebutkan melalui persaingan yang ketat. Kenyataan hidup yang berat ini akan menyadarkan manajer senior mengakui bahwa mereka harus mengembangkan secara partisipatif, baik misi dan visi mereka maupun proses manajemen, yang dapat mereka pergunakan untuk mencapai keduanya.

Pimpinan bisnis harus mengerti bahwa MMT adalah suatu proses yang terdiri dari tiga prinsip dan elemen-elemen pendukung yang harus mereka kelola agar mencapai perbaikan mutu yang berkesinambungan sebagai kunci keunggulan bersaing.

2. Pendidikan dan Pelatihan

Mutu didasarkan pada ketrampilan setiap karyawan yang pengertiannya tentang apa yang dibutuhkan oleh pelanggan ini mencakup mendidik dan melatih semua karyawan, memberikan baik informasi yang mereka butuhkan untuk menjamin perbaikan mutu dan memecahkan persoalan. Pelatihan inti ini memastikan bahwa suatu bahasa dan suatu set alat yang sama akan diperbaiki di seluruh perusahaan. Pelatihan tambahan pada bench marking, statistik dan teknik lainnya juga dipergunakan dalam rangka mencapai kepuasan pelanggan yang paripurna.

3. Struktur Pendukung

Manajer senior mungkin memerlukan dukungan untuk melakukan perubahan yang dianggap perlu melaksanakan strategi pencapaian mutu. Dukungan semacam ini mungkin diperoleh dari luar melalui konsultan, akan tetapi lebih baik kalau diperoleh dari dalam organisasi itu sendiri. Suatu staf pendukung yang kecil dapat membantu tim manajemen senior untuk mengartikan konsep mengenai mutu, membantu melalui “network” dengan manajer mutu di bagian lain dalam organisasi dan membantu sebagai narasumber mengenai topik-topik yang berhubungan dengan mutu bagi tim manajer senior.

4. Komunikasi

Komunikasi dalam suatu lingkungan mutu mungkin perlu ditempuh dengan cara berbeda-beda agar dapat berkomunimasi kepada seluruh karyawan mengenai suatu komitmen yang sungguh-sungguh untuk melakukan perubahan dalam usaha peningkatan mutu. Secara ideal manajer harus bertemu pribadi dengan para karyawan untuk menyampaikan informasi, memberikan pengarahan, dan menjawab pertanyaan dari setiap karyawan.

5. Ganjaran dan Pengakuan

Tim individu yang berhasil menerapkan proses mutu harus diakui dan mungkin diberi ganjaran, sehingga karyawan lainnya sebagai anggota organisasi akan mengetahui apa yang diharapkan. Gagal mengenali seseorang mencapai sukses dengan menggunakan proses menejemen mutu terpadu akan memberikan kesan bahwa ini bukan arah menuju pekerjaan yang sukses, dan menungkinkan promosi atau sukses individu secara menyeluruh. Jadi pada dasarnya karyawan yang berhasil mencapai mutu tertentu harus diakui dan diberi ganjaran agar dapat menjadi panutan/contoh bagi karyawan lainnya.

6. Pengukuran

Penggunaan data hasil pengukuran menjadi sangat penting di dalam menetapkan proses manajemen mutu. Jelaskan, pendapat harus diganti dengan data dan setiap orang harus diberitahu bahwa yang penting bukan yang dipikirkan akan tetapi yang diketahuinya berdasarkan data. Di dalam menentukan penggunaan data, kepuasan pelanggan eksternal harus diukur untuk menentukan seberapa jauh pengetahuan pelanggan bahwa kebutuhan mereka benar-benar dipenuhi.

Pengumpulan data pelanggan memberikan suatu tujuan dan penilaian kinerja yang realistis serta sangat berguna di dalam memotivasi setiap orang/karyawan untuk mengetahui persoalan yang sebenarnya.

Di samping keenam elemen pendukung di atas, maka ada unsure yang tidak bisa diabaikan yaitu gaya kepemimpinan dalam organisasi/perusahaan bersangkutan. Suatu cara/gaya bagaimana seorang manajer sebagai seorang pimpinan melakukan sesuatu sangat berpengaruh pada pelaksanaan tugas yang dilakukan oleh bawahan/karyawan. Terdapat 13 hal yang perlu dimiliki oleh seorang pimpinan dalam manajemen mutu terpadu yaitu :

  • Pimpinan mendasarkan keputusan pada data, bukan hanya pendapat saja.
  • Pimpinan merupakan pelatih, dan fasilitator bagi setiap individu/bawahan.
  • Pimpinan harus secara aktif terlibat dalam pemecahan masalah yang dihadapi oleh bawahan.
  • Pimpinan harus bisa membangun komitmen, yang menjamin bahwa setiap orang memahami misi, visi, nilai dan target perusahaan yang jelas.
  • Pimpinan dapat membangun dan memelihara kepercayaan
  • Pimpinan harus paham betul untuk mengucapkan terima kasih kepada bawahan yang berhasil/berjasa
  • Aktif mengadakan kaderisasi melalui pendidikan dan pelatihan yang terprogram
  • Berorientasi selalu pada pelanggan internal/eksternal
  • Pendai menilai situasi dan kemampuan orang lain secara tepat
  • Dapat menciptakan suasana kerja yang sangat menyenangkan
  • Mau mendengar dan menyadari kesalahan
  • Selalu berusaha memperbaiki system dan banyak berimprovisasi
  • Bersedia belajar kapan saja dan di mana saja
  • Bagaimana Penerapannya di Indonesia?

Berdasarkan data yang ada telah dibuktikan penerapan manajemen mutu terpadu telah berhasil dengan baik di Jepang kalau dilaksanakan secara konsekuen, sehingga membuktikan produk Jepang telah menbanjiri pasar, terutama di Amerika Serikat untuk produk mobil dan elektronik, walaupun cikal bakal manajemen mutu berasal dari negara Paman Sam tersebut. Sukses ekonomi luar biasa ini rupakan menyadarkan Amerika Serikat untuk menerapkan manajemen mutu terpadu. Hal ini kemudian diikuti oleh negara-negara di Eropa dan Timur Tengah dalam tingkat perintisan.

Mungkinkah TQM dapat diterapkan di Indonesia? Jawabnya mungkin saja kalau dipenuhi syarat-syarat berikut :

  • Setiap perusahaan/organisasi harus secara terus meneurus melakukan perbaikan mutu produk dan pelayanan, sehingga dapat memuaskan para pelanggan.
  • Memberikan kepuasan kepada pemilik, pemasok, karyawan dan para pemegang saham.
  • Memiliki wawasan jauh kedepan dalam mencari laba dan memberikan kepuasan.
  • Fokus utama ditujukan pada proses, baru menyusul hasil.
  • Menciptakan kondisi di mana para karyawan aktif berpartisipasi dalam menciptakan keunggulan mutu.

· Ciptakan kepemimpinan yang berorientasi pada bawahan dan aktif memotivasi karyawan bukan dengan cara otoriter, sehingga di peroleh suasan kondusif bagi lahirnya ide-ide baru.

· Rela memberikan ganjaran, pengakuan bagi yang sukses dan mudah memberikan maaf bagi yang belum berhasil/berbuat salah.

· Setiap keputusan harus berdasarkan pada data, baru berdasarkan pengalaman/ pendapat.

· Setiap langkah kegiatan harus selalu terukur jelas, sehingga pengawasan lebih mudah.

· Program pendidikan dan pelatihan hendaknya menjadi urutan utama dalam upaya peningkatan mutu.

Kesimpulan

Menghadapi era globalisasi sekarang ini, setiap perusahaan/organisasi harus mampu menghasilkan produk dengan mutu yang baik, harga lebih murah dan pelayanan yang lebih baik pula dibandingkan dengan pesaing-pesaingnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan perbaikan mutu semua aspek yang berkaitan produk tersebut yaitu : bahan mentah, karyawan yang terlatih, promosi yang efektif dan pelayanan memuaskan bagi pembeli, sehingga pembeli akan menjadi pelanggan yang setia. Mutu yang tercipta dengan kondisi seperti itulah yang disebut mutu terpadu secara menyeluruh (Total Quality).

Untuk keberhasilan pengembangan mutu di atas, diperlukan juga elemen pendukung seperti : kepemimpinan, pendidikan dan pelatihan, struktur pendukung, komunikasi, ganjaran dan pengakuan, serta pengukuran. Keberhasilan manajemen Jepang karena negeri ini secara konsekuen melaksanakan prinsip-prinsip mutu terpadu seperti di atas, yang kemudian di contoh oleh Amerika Serikat, Eropa dan negara-negara di Timur Tengah. Di Indonesia menerapkan Manajemen Mutu Terpadu akan berhasil kalau secara konsekuen pula mengikuti prinsip-prinsip dasar mutu terpadu, serta dilengkapi dengan karakteristik bumi Indonesia, seperti budaya, adat-istiadat dan lain sebagainya.

 

          Tumbuhan, sifat-sifatnya merupakan pencerminan yang ada di dalam tumbuhan itu (hereditas), tetapi selain itu pertumbuhannya juga dipengaruhi lingkungan. Jadi fenotipe yang terjadi merupakan paduan dari hereditas dan lingkungan itu. Tumbuhan dapat hidup dengan baik di lingkungan yang menguntungkan. Suatu tumbuhan atau komunitas tumbuhan dapat berperan sebagai pengukur kondisi lingkungan tempat tumbuhnya, disebut indikator biologi atau bioindikator atau fitoindikator. Etau dengan istilah lain tumbuhan yang dapat digunakan sebagai indikator kekhasan habitat tertentu disebut tumbuhan indikator.

          Banyaknya tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai indikator suatu lingkungan. Dalam suatu komunitas tumbuhan beberapa diantaranya dominan dengan jumlah yang melimpah. Tumbuhan semacam ini merupakan indikator yang penting karena mereka sudah sangat erat hubungan dengan habitatnya. Dengan demikian dapatlah dinyatakan bahwa komunitas atau setidak-tidaknya kebanyakan tumbuhan merupakan indikator yang lebih baik daripada tumbuhan yang tumbuh secara individual.

          Pengetahuan tentang indikator tumbuhan dapat membantu mencirikan sifat tanah setempat, dengan demikian dapat untuk menentukan tanaman apa atau apa yang dapat diusahakan di bagian tanah itu atau seluruh tanah di situ. Indikator tumbuhan juga digunakan untuk memperkirakan kemungkinan lahan sebagai sumber daya untuk hutan, padang rumput atau tanaman pertanian. Bahkan beberapa jenis logam dapat dideteksi dengan pertumbuhan tumbuhan tertentu di suatu areal.

Azas-azas tumbuhan indikator

          Tumbuhan indikator mempunyai kekhususan, dengan demikian diperlukan adanya pedoman umum yang kemungkinan dipunyai dalam penerapan di lapang.

Pedoman umum atau azas itu antara lain :

1. Tumbuhan sebagai indikator kemungkinan bersifat steno atau eury.

2. Tumbuhan terdiri atas banyak spesies merupakan indikator yang lebih baik daripada kalau terdiri atas sedikit spesies.

3. Sebelum mempercayai sebagai suatu indikator harus dibuktikan dulu di tempat-tempat lain.

4. Banyaknya hubungan antara spesies, populasi dan komunitas sering memberikan petunjuk sebagai indikator yang lebih dapat dipercaya daripada spesies tunggal.

Tipe-tipe indikator tumbuhan

          Tipe yang berbeda dalam indikator tumbuhan mempunyai peranan yang berbeda dalam aspek tertentu.

1. Indikator tumbuhan untuk pertanian

          Kebanyakan indikator tumbuhan menentukan apakah tanah cocok untuk pertanian atau tidak. Petumbuhan tanaman pertanian dapat berbeda di beberapa kondisi lingkungan yang berbeda dan jika tumbuh dengan baik di suatu tanah berarti tanah itu cocok untuk tanaman itu. Sebagai suatu contoh, rumput-rumput pendek menandakan bahwa tanah di situ keadaan airnya kurang. Adanya rumput yang tinggi dan rendah menandakan tanah tempat tumbuh rumput itu subur, dengan demikian juga cocok untuk pertanian. Dhawar dan Nanda (1949) di India mengemukakan beberapa indikator tumbuhan pada berbagai tipe tanah sebagai berikut :

Daftar 2. Hubungan antara indikator tumbuhan dan karakteristik tanah

Indikator tumbuhan

Karakteristik tanah

Salvador aleoides

Ca & Bo tinggi, baik untuk tanaman pertanian

Zizyphus nummularia

Tanah baik untuk pertanian

Prosopis cineraria

Tanah baik untuk pertanian dengan adanya pengairan

Peganum harmala

Tanah kaya akan N dan garam-garam, baik untuk pertanian

Butea monosperma

Tanah alkalinitasnya tinggi

Capparia decidua

Tanah alkalin

Sumber : Shukla & Chandel (1985)

2. Indikator tumbuhan untuk overgrazing

          Kebanyakan tumbuhan yang menderita perlakuan karena adanya manusia/hewan yang kurang makan ini mengalami modifikasi sehingga vegetasinya berbentuk padang rumput. Sedangkan padang rumput sendiri kalau mengalami overgrazing akan mengalami kerusakan dan produksinya sebagai makanan ternak akan  turun. Tumbuhan yang tahan tidak rusak tetapi seperti istirahat. Beberapa tumbuhan menunjukkan sifat yang karakteristik bahwa di situ terjadi overgrazing. Biasanya hal itu dicirikan dengan adanya beberapa gulma semusim atau gulma tahunan berumur pendek, antara lain seperti Polygonum, Chenopodium, Lepidium dan Verbena. Beberapa tumbuhan tidak menunjukkan atau sedikit menunjukkan adanya peristiwa itu, yaitu seperti : Opuntia, Grindelia, Vernonia.

3. Indikator tumbuhan untuk hutan

          Beberapa tumbuhan menunjukkan tipe hutan yang karakteristik dan dapat tumbuh pada suatu areal yang tidak terganggu. Pada umumnya di sini tumbuhan yang ada menunjukkan bahwa sifat pertumbuhannya sesuai dengan kondisi hutan sehingga bila di situ dijadikan hutan kemungkinannya akan berhasil.

4. Indikator tumbuhan untuk humus

          Beberapa tumbuhan dapat hidup pada humus yang tebal. Monotropa, Neottia dan jamur menunjukkan adanya humus di dalam tanah.

5. Indikator tumbuhan untuk kelembaban

          Tumbuhan yang lebih suka hidup di daerah kering akan menunjukkan kandungan air tanah yang rendah di dalam tanah, antara lain seperti : Saccharum munja, Acacia, Calotropis, Agare, Opuntia dan Argemone. Sedangkan Citrullus dan Eucalypus tumbuh di tanah yang dalam. Tumbuhan hidrofit menunjukkan kandungan air tanah yang jenuh atau di paya.

Vegetasi Mangrove dan Polygonus menunjukkan tanah mengandung air yang beragam.

6. Indikator tumbuhan untuk tipe tanah

          Beberapa tumbuhan seperti : Casuarina equisetifolia, Ipomoea, Citrullus, Cilliganum polygonoides, Lycium barbarum dan Panicum tumbuh di tanah pasir bergeluh. Imperata cylindrica tumbuh di tanah berlempung. Kapas suka tumbuh di tanah hitam.

7. Indikator tumbuhan untuk reaksi tanah

          Rumex acetosa Rhododendron, Polytrichum dan Spagnum menunjukkan tanah kapur. Beberapa lumut menunjukkan tanah berkapur dan halofit menunjukkan tanah bergaram.

8. Indikator tumbuhan untuk mineral

          Beberapa tumbuhan suka tumbuh di tanah-tanah dengan kandungan mineral yang khas, tumbuhan semacam ini disebut Metallocolus atau Metallophytes.

Tumbuhan semacam itu seperti di bawah ini :

a. Vallozia candida menunjukkan adanya intan di Brasilia.

b. Equisetum speciosa, Thuja sp, tumbuh di tanah yang mengandung mineral emas.

c. Eriogonium ovalifolium tumbuh di tanah yang mengandung perak di USA.

d. Stelaria setacea tumbuh di tanah yang mengandung air raksa di Spanyol.

e. Astragalus sp., Neptunia amplexicalis, Stanleya pinnata, Onopsis condensator menunjukkan adanya Selanium.

f. Astragalus sp. tumbuh di tanah berkandungan uranium di USA.

g. Viscaria alpina di Norwegia, Gymnocolea acutiloba di Amerika, Gypsophila patrini di Rusia tumbuh di tanah yang kandungan Cu nya tinggi.

h. Viola calaminara, V. lutea di Eropa tumbuh di tanah yang mineral Zinc nya tinggi.

i. Salsola nitrata, Eurotia cerutoides tumbuh di tanah yang kandungan BO tinggi.

j. Silene cobalticola di Kongo dan Nyssa sylvatica di Amerika tumbuh di tanah dengan kandungan Cobalt tinggi.

k. Lychnis alpina di Swedia menunjukkan adanya Ni.

l. Allium, Arabis Oenothera, Atriplex tumbuh di tanah yang ber Sulfur.

m. Lycium, Juncus, Thalictrum tumbuh dengan adanya lithium (Li).

n. Damara orata, Dacrydium aledonicum di skotlandia tumbuh di tanah mengandung mineral Fe (Iron).

o. Flex aquifolium di Italia tumbuh dengan adanya Alumunium.

Kecuali hal-hal di atas kandungan mineral dalam jaringan tumbuhan dapat menggambarkan bagaimana daur biogeokimianya sehingga dapat juga menggambarkan status lingkungan tempat tumbuhnya. Lyon dan Brooks (1969) mendapatkan bahwa Olearia rani menjadi penilaian untuk molibdenium. Hal yang sama, perak didapati dengan jelas di bagian-bagian tertentu pada daun. Kandungan sulfat pada daun secara langsung berhubungan dengan konsentrasi SO2 udara. Farrar (1977) melihat bahwa kandungan sulfur pada pinus jarum berhubungan dengan konsentrasi SO2. Kandungan fluroride pada daun Sorghum vulgare menunjukkan bahwa udara yang tak terlalu jauh dari tanaman itu tercemar dengan fluoride,  jaraknya kira-kira lebih dari 4 km.

9. Indikator tumbuhan untuk logam berat

          Tanah yang mempunyai cadas berkandungan logam berat, khususnya Zn, Pb, Ni, Co, Cr, Cu, Mr, Mg, Cd, Se dan lain-lain. Diantaranya Mn, mg, Cd dan Se bersifat toksik untuk kebanyakan tumbuhan.

Kontaminasi logam berat juga terjadi di daerah industri, baik yang berbentuk debu ataupun garam dalam perairan di daerah industri tersebut.

Kebanyakan tumbuhan sensitive terhadap logam berat. Membukanya stomata dipengaruhi, fotosintesis S turun, respirasi terganggu dan akhirnya pertumbuhan terhambat. Sebagian besar logam berat ini merupakan deposit di dinding sel-sel perakaran dan daun.

Beberapa tumbuhan metalofit dapat digunakan sebagai indikator untuk suatu deposit dekat dengan permukaan tanah, sehingga cocok untuk ditanam di daerah pertambangan atau industri. Cardominopsis halleri, Silene vulagaris, Agrotis tenuis, Minuartia verna, Kichornia crassipes, Astragalus racemosus, Thlaspi alpestre merupakan tumbuhan metafolit logam berat.

10. Indikator tumbuhan untuk habitat saline

          Beberapa tumbuhan tumbuh dan tahan dalam habitat dengan kandungan garam tinggi, yang kemudian disebut halofit. Tumbuhan itu biasa hidup di pantai yang mesofit atau hidrofit tak dapat hidup subur, karena dua yang disebut terakhir biarpun tahan genangan tetapi tidak tahan kadar garam yang tinggi di air ataupun tanah di situ. Kegaraman tanah antara lain oleh NaCl, CaSO4, NaCO3, KCl.

Tumbuhan yang dapat tumbuh di habitat semacam itu antara lain : Chaenopodium album, Snaeda fructicosa, Haloxylon salicorneum, Salsola foestrida, Tamarix articulata, Rhizophora mucronata, Avicennia alba, Acanthus ilicifllius. Ketahanan terhadap garam merupakan kemampuan tumbuhan untuk melawan adanya akibat yang disebabkan oleh garam sehingga kerusakannya tidak serius.

Ketahanan itu tergantung pada spesies, tipe jaringan, vitalitas, nisban ion dan peningkatan konsentrasi ion. Tumbuhan yang dapat hidup dalam 4 – 8% NaCl, sedang yang tidak tahan akan mati bila NaCl 1 – 5%. Tumbuhan yang tahan antara lain : Betula papyrivera, Elaeagnus angustifolia, Fraxinus excelstra, Populus alba, P. canadensis, Rosa rugosa, Salix alba, Ulmus americana, Juniperus chinensis, Pinus nigra.

11. Indikator tumbuhan untuk pencemaran

          Penggunaan vegetasi sebagai indikator biologi untuk pencemaran lingkungan sudah sejak lama, kira-kira sejak seratus tahun yang lalu di daerah pertambangan. Pengetahuan tentang ketahanan terhadap polutan terutama untuk vegetasi yang tumbuh di daerah industri atau di daerah padat penduduk.

Pada umumnya tumbuhan lebih sensitive terhadap polutan daripada manusia. Tumbuhan yang sensitiv dapat merupakan indikator, sedangkan tumbuhan yang tahan dapat merupakan akumulator polutan di dalam tubuhnya, tanpa mengalami kerusakan. Jamur, fungi dan Lichenea sensitive terhadap SO2 dan halide.

Konsentrasi SO2 sampai 1% membahayakan tumbuhan yang lebih tinggi. Banyak bahan kimia, pupuk, pestisida dan pemakaian bahan-bahan fosil yang tinggi melepaskan substansi-substansi toksik ke lingkungan dan hal itu dapat diserap juga oleh tumbuhan melalui udara, air atau tanah. Polutan di atmosfer yang berbahaya untuk tumbuhan antara lain SO2, halide (HF, HCl), Ozone dan Peroxiacetyl-nitrat (PAN) yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor, industri dan radiasi yang kuat. Substansi berbahaya yang mencapai tumbuhan melalui udara ialah : SO2, nitrogenoksida, ammonia, Hidrokarbon, debu, dan habitat.

Tumbuhan yang tumbuh di air akan terganggu oleh bahan kimia toksik dalam limbah (sianida, khlorine, hipoklorat, fenol, derivativ bensol dan campuran logam berat). Pengaruh polutan terhadap tumbuhan dapat berbeda tergantung pada macam polutan, konsentrasinya dan lamanya polutan itu berada. Pada konsentrasi tinggi tumbuhan akan menderita kerusakan akut dengan menampakkan gejala seperti khlorosis, perubahan warna, nekrosis dan kematian seluruh bagian tumbhan. Di samping perubahan morfologi juga akan terjadi perubahan kimia, biokimia, fisiologi dan struktur.

Jaringan dalam tumbuhan

Kerusakan karena pencemaran dapat terjadi karena adanya akumulasi bahan toksik dalam tubuh tumbuhan, perubahan ph, peningkatan atau penurunan aktivitas enzim, rendahnya kandungan asam askorbat di daun, tertekannya fotosintesis, peningkatan respirasi, produksi bahan kering rendah, perubahan permeabilitas, terganggunya keseimbangan air dan penurunan kesuburannya dalam waktu yang lama. Gangguan metabolisme berkembang menjadi kerusakan kronia dengan konsekuensi tak beraturan. Tumbuhan akan berkurang produktivitasnya dan kualitas hasilnya juga rendah. Kecuali itu struktur kayu juga berubah, cabang-cabang kering dan secara perlahan pohon akan mati. Gejala adanya pencemaran pada tumbuhan sangat bervariasi dan tidak spesifik. Suatu polutan berpengaruh terhadap tumbuhan yang berbeda dengan cara yang berbeda-beda dan suatu gejala dapat terjadi karena suatu substansi. Pengaruh faktor-faktor luar seperti polutan pada tumbuhan tergantung  spesiesnya, fase perkembangannya dan jaringan atau organ yang terkena. Perubahan morfologi suatu tumbuhan dan komposisi floristik suatu komunitas tumbuhan dapat digunakan untuk menduga adanya perubahan lingkungan.

Beberapa perubahan yang terjadi pada tumbuhan yang dapat digunakan sebagai indikator pencemaran antara lain perkecambahan, perubahan morfologi, perubahan biokemis dan fisiologi.

Perkecambahan

Perkecambahan biji banyak digunakan untuk memantau tanggapannya terhadap pecemaran. Parameter-parameter pertumbuhan seperti persentase perkecambahan, daya hidup biji, tinggi bibit, pengembangan kotil dan berat kering/segar dapat digunakan untuk mendeteksi bahan pencemaran yang khas. Phaseolus vulgaria tumbuh di daerah bebas asap atau dipengaruhi asap. Thiosulfat berpengaruh toksik dan menghambat perkecambahan pada kebanyakan tumbuhan.

Di samping perkecambahan biji, perkecambahan tepung sari Nicotiana sylvestris juga digunakan untuk mengidikasikan pencemaran.

Perubahan morfologi

DN Rao (1977) telah mempelajari tanggapan terhadap pencemaran pada beberapa tumbuhan sebagai indikator. Polygonum, Rheum, Vicia, Phaseolus dan Capsella telah diobservasi sebagai indikator pencemaran.

Menurut Brandt (1974) kebanyakan spesies tumbuhan dapat digunakan untuk mendeteksi adanya komtaminasi. Pada umumnya tanggapan tumbuhan terhadap bahan pencemaran bersifat karakteristik tetapi tidak spesifik. Usaha-usaha telah dilakukan untuk mengembangkan jenis-jenis tumbuhan yang dapat digunakan sebagai indikator yang spesifik untuk suatu bahan pencemar.

Jagung, ketela rambat dan gandum yang pertumbuhannya terhambat sebagai tanda adanya keracunan yang tinggi. Penurunan panjang akar, panjang batang, jumlah anakan, daun, bulir dan biji pada gandum telah dipalorkan terjadi di daerah yang tercemar oleh debu semen. Keadaan yang sama pada tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah buah per tanaman kapas menunjukkan adanya suatu pencemaran.

Penghambatan pertumbuhan lateral pada pohon-pohn di hutan disebabkan oleh debu batu kapur. Pohon pinus tidak dapat tumbuh dengan baik di daerah yang tercemar oleh SO2 telah pula dilaporkan bahwa daun merupakan organ yang sensitif terhadap pencemaran. Nilai indikator untuk pencemaran pada daun telah dilakukan oleh beberapa ahli dalam hubungannya dengan beberapa variasi kondisi. Kerusakan daun gejalanya bersifat karakteristik untuk bahan pencemar tertentu. Karakteristik itu meliputi pembentukan pigmen, khlorosis, menjadi kuning, nekrosis dan sebagainya.

Daun tumbuhan dikotil umumnya menunjukkan adanya bercak antara tulang-tulang daun dan pada monokotil umumnya terjadi garis nekrosis antara tulang-tulang daun paralel. Kerusakan dapat terjadi juga pada tepi dan pucuk daun. Tanda-tanda yang diakibatkan oleh Ozone, Nitrogen oksida dan Khlorine hampir sama. Pengurangan perluasan daun kotiledon dalam tanggapannya terhadap pencemaran telah diamati untuk beberapa kasus. Luka-luka nekrotik dan penurunan produktivitas primer bersih dalam konsentrasi SO2 yang berbeda-beda telah dilaporkan oleh LC Mishra (1980). Pada saat ini morfologi epidermis telah dipelajari sebagai indikator dalam tanggapannya terhadap bahan pencemar khususnya SO2. Kerusakan kutikula dan epidermis dapat digunakan untuk mengidikasikan adanya pencemaran udara.

Berat kering daun, penurunan tebal daun, ukuran sel, kehilangan daun dan cepatnya penuaan menandakan adanya pencemaran asap dan SO2.

Yunus dan Ahmad (1980) telah mengamati bahwa daun tumbuhan di daerah yang tercemar oleh debu dari pabrik semen mempunyai kerapatan stomata dan trichomata yang tinggi, sel epidermis dan ukuran trichomata lebih kecil dibandingkan dengan bila tidak tercemar.

Daftar 3. Tumbuhan indikator pencemaran dan sifat karakteristiknya (Legtan, 1971)

Polutan

Sifat karakteristik

Tumbuhan indikator

Ozone

Bercak atau garis merah atau coklat pada permukaan atas daun; pencemaran yang lebih berat, tepi daun mengerut, kelayuan pada bagian apikal pada pinus jarm.

Salvia, Dahlia, Pinus

SO2

Bercak transparan pada tepi atau dekat tulang daun, karena jaringan yang mati.

Ficus, Xenia, Pinus.

Hidrogen florida

Jaringan bagian apikal dan tepi daun rusak.

Gladiolus, Pinus.

Feroksiasetil nitrat

Kerusakan khlorofil daun dan sel-sel permukaan bawah mati

Chrysanthemum, Pitunia, Salvia, Primrose.

 Sumber : Shukla & Chandel (1985)

Perubahan biokimia dan fisiologi

Komposisi kimia daun telah luas digunakan sebagai indikator kondisi lingkungan. Di antara perkiraan-perkiraan biokemis yang dianggap parameter penting adalah analisis pigmen. Khlorofil a dan b telah diukur sebagai indeks tanggapan terhadap pencemaran tertentu. Pada Cassia, Cynodon; 50% penurunan khlorofil akan terjadi sedangkan Saccharum hanya terpengaruh sedikit. Estimasi kemis seperti protenis, asam amino, gula terlarut, sukrose, pati, gula reduksi, vit.C, ribofalvin, thiamin dan karbohidrat digunakan untuk menginduksikan pencemaran udara. Aktivitas fisiologi seperti pembukaan stomata, laju fotosintesis dapat juga digunakan sebagai indikator pencemaran. Fotosintesis sebagai parameter digunakan untuk campuran SO2, NO2 dan debu.

Parameter enzimatik juga digunakan untuk beberapa bahan pencemar.

Parokside merupakan indikator pencemaran yang sensitive bila tanda kerusakan tak tampak.

Kellar (1974) dan Jager (1975) melaporkan suatu tanggapan enzim yang berlainan di suatu daerah yang tercemar oleh florid, asap automobil dan SO2. Dengan demikian adanya aktivitas enzim tertentu pada suatu spesies tumbuhan dapatlah dihubungkan dengan jenis bahan pencemar tertentu, khususnya pencemaran udara. Parameter dengan menggunakan enzim itu antara lain dengan ribulose difosfat karboksilase, glutamatpiruvat transaminase, glutamat oksalasetat transaminase dan peroksidase untuk pencemaran SO2.

 

 

oleh Ahmad Kurnia

 

Pemasaran merupakan salah satu kegiatan utama yang dilakukan dalam melakukan usaha guna mempertahankan kelangsungan hidupnya, untuk berkembang dan mendapatkan laba, Pasar secara umum, dapat dikatakan sebagai tempat bertemunya antara penjual dan pembeli. Adapun definisinya menurut Soeprihanto (1998) adalah orang-orang yang mempunyai kebutuhan untuk dipuaskan, mempunyai uang untuk dibelanjakan, dan mempunyai kemauan untuk membelanjakannya.


Pernasaran memiliki pengaruh yang cukup besar dalam kehidupan sehari-hari, baik pemasaran barang maupun jasa. Sebab melalui proses pemasaran, segala macam barang dan jasa dapat sarnpai kepada konsumen dan memuaskan keiriginannya. Sebelum membahas lebih jauh tentang manajemen pemasaran, khususnya variabel-variabel yang berpengaruh dalam presses keputusan pembelian, ntaka perlu diketahui pula beberapa pengertian tentang manajemen pemasaran.


Pemasaran merupakan salah satu kegiatan utama yang dilakukan oleh organisasi atau perorangan dalam usahanya untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, untuk berkembang dan mendapatkan laba. Pasar secara umum dapat dikatakan sebagai tempat pertemuan antara penjual dan pembeli. Adapun definisi pasar menurut Soeprihanto (1998) adalah orang-orang yang mempunyai kebutuhan untuk dipuaskan, mempunyai uang untuk dibelanjakan dan mempunyai kemauan untuk membelanjakannya.


Beberapa ahli telah mendefinisikan pemasaran dimana definisi antara satu dengan yang lainnya tampak berbeda, tetapi sebenarnya daiam ilmu sosial tidak ada definisi yang berlaku mutlak, melainkan tunduk kepada peninjauan kembali yang disebabkan oleh berubahnya kehidupan masyarakat. Definisi yang dapat menerangkan secara jelas arti pentingnya pemasaran telah dikemukakan oleh Stanton (dalam Dharmmesta, 1990) adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun yang potensial.


Pemasaran bermula dari kenyataan bahwa manusia adalah makhluk yang memiliki kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan dan keinginan menciptakan suatu keadaan yang tidak menyenangkan dalam diri seseorang, yang dipecahkan melalui pemilihan produk-produk untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan dan keinginan-keinginan tersebut.


Kegiatan pemasaran harus dikoordinasikan dan dikelola dengan cara yang baik, sehingga dikenal dengan istilah manajemen pemasaran. Definisi pemasaran dikemukakan oleh Kotler (2000), sebagai analisis, perencanaan, implementasi dan pengendalian program yang direncanakan untuk menciptakan, membangun dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan target pembelian untuk tujuan mencapai objektif organisasi.


Manajemen pemasaran di rumuskan sebagai suatu proses manajemen yang meliputi penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh suatu perusahaan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menimbulkan suatu pertukaran yang diinginkan, baik yang menyangkut barang maupun jasa serta dapat memenuhi kebutuhan manusia.

Konsep  Harga


Harga adalah jumlah uang (ditambah beberapa barang) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya (Dharmmesta dan Irwan, 1990). Harga suatu barang sangat mempengaruhi apakah suatu barang dapat memasuki pasar atau tidak. Penetapan harga suatu barang bagi manajemen merupakan salah satu keputusan yang sangat penting karena harga yang ditetapkan harus dapat menutupi semua ongkos atau bahkan lebih dari itu yaitu untuk mendapatkan laba. Jika harga-harga ditetapkan terlalu tinggi rnaka akan berakibat kurang menguntungkan bagi perusahaan karena dapat mengakibatkan kerugian. Salah satu prinsip bagi manajemen dalam penentuan harga adalah menitik beratkan pada kemamnpuan pembeli atas harga yang telah ditetapkan dengan jalan untuk mendapatkan laba.


Menurut Thomson (2001) harga merupakan sesuatu yang diserahkan dalam pertukaran untuk mendapatkan suatu barang atau jasa. Harga khususnya merupakan pertukaran uang bagi barang atau jasa. Para konsumen untuk mendapatkan suatu “harga yang pantas”. “Harga yang pantas sesungguhnya berarti nilai yang dipersepsikan pantas pada saat transaksi dilakukan”.

Konsep Merek


Merek (Brand) adalah penggunaan nama, tanda, desain untuk membedakan suatu barang atau jasa yang dibuat oleh satu atau sekelompok produsen dengan barang atau jasa yang dihasilkan produk lain (Marwan Asri, 1991).
Merek yang baik juga mampu ber”komunikasi” menjelaskan produk apa dan siapa pembuatnya.


Stanton (dalam Marwan Asri, 1991) mengemukakan beberapa persyaratan untuk dapat dikatakan sebagai merek yang baik yaitu:


1. Menjelaskan sesuatu tentang karakteristik produk seperti manfaat penggunaannya atau bekerjanya produk.


2. Mudah dieja, diucapkan dan diingat. Sehingga merek yang sederhana dan singkat lebih diutamakan.


3. Mengandung arti adanya “Perbedaan” atau sesuatu yang khusus dibandingkan dengan merek lain.


4. Dapat diterapkan pada produk baru yang sebelumnya tidak ada dalam produk line.


5. Dapat didaftarkan dan mendapatkan perlindungan hukum salah satu hal yang tampaknya perlu dipenuhi disini adalah bahwa nama tersebut tidak/belum pernah dimiliki oleh produk atau produsen lain.


Sebuah merek lebih dari sekedar produk. Produk adalah sesuatu yang diproduksi pabrik. Sedangkan merek adalah sesuatu yang dibeli konsumen. Konsumen biasanya tidak menjalin relasi dengan barang dan jasa tertentu, namun sebaliknya membina hubungan yang kuat dengan merek spesifik. Secara ringkas, merek merupakan salah satu terpenting perusahaan (Fandy Tjiptono, 2004).


Kadang-kadang konsumen sangat terlibat dalam suatu pembelian tetapi tidak rnelihat banyak perbedaan dalam merek. Keterlibatan yang tinggi ini seringkali didasarkan pada kenyataan bahwa pembelian tersebut bersifat mahal, jarang dan beresiko. Dalam kasus ini, pembeli akan berkeliling untuk mempelajari apa yang tersedia, tetapi akan membeli dengan cukup cepat karena perbedaan merek tidak nyata.

Fasilitas dan pelayanan


Fasilitas dan layanan adalah suatu tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain, dimana pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun (Kotler, 2000). Semakin banyak fasilitas dan layanan yang ditawarkan kepada konsumen maka semakin banyak keinginan konsumen untuk nienggunakan produk tersebut, oleh karena itu setiap perusahaan harus bisa lebih kreatif dan inovatif dalam memproduksi suatu produk yang bisa membuat konsumen tertarik untuk menggunakannya. Dengan adanya fasilitas dan layanan tersebut, konsumen akan berpikir dapat memudahkan mereka dalam melakukan kegiatannya setiap hari.


Fasilitas layanan berperan penting meningkatkan harga jual suatu produk. Oleh karena itu perusahaan harus dapat memberikan kepuasan kepada konsumen dengan sebaik-baiknya.

Konsep  Perilaku Konsumen


Tujuan kegiatan pemasaran adalah mempengaruhi pembeli agar bersedia membeli harang dan jasa perusahaan pada saat mereka membutuhkan. Agar tujuan tersebut tercapai maka setiap perusahaan harus memahami tentang perilaku konsumen. Setiap manajer pemasaran harus memahami mengapa dan bagaimana tingkah laku konsumen sehingga perusahaan dapat mengembangkan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan produk secara lebih baik.


Menurut Dharmmesta dan Handoko (1990), perilaku konsumen (consumer behavior) dapat didefinisikan sebagai kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa-jasa termasuk didalamnya adalah proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut. Analisis perilaku konsumen realistik hendaknya juga menganalisis proses-proses yang tidak dapat/sulit diamati, yang selalu menyertai setiap pembelian. Mempelajari perilaku konsumen tidak hanya mempelajari apa yang dibeli atau yang dikonsumsi, tetapi juga dimana, bagaimana, kebiasaannya, dan dalam kondisi yang seperti apa barang-barang dant jasa-jasa tersebut dibeli.


Definisi lain dari perilaku konsumen dikemukakan oleh Shet dan Mittal dalam Fandy Tjiptono (2004) sebagai aktivitas mental dan fisik yang dilakukan oleh pelanggan rumah tangga (konsumen akhir) dan pelanggan bisnis yang menghasilkan keputusan untuk membayar, membeli dan menggunakan produk dan jasa tertenta.

Beberapa definisi diatas memiliki kemiripan satu sama lain secara skematis dimensi perilaku konsumen meliputi 3 aspek utama yakni tipe perilaku dan peranan pelanggan.

1)     Tipe pelanggan


Konsumen akhir atau konsumen rumah tangga yaitu konsumen yang melakukan pembelian untuk kepentingan diri sendiri, keluarga atau keperluan bagi maupun bermaksud memperjual belikan. Konsumen bisnis adalah jenis konsumen yang melakukan pembelian untuk keperluan proses lebih lanjut, kemudian dijual (produsen), disewakan kepada pihak lain, dijual kepada pihak lain (pedagang) digunakan untuk keperluan layanan sosial dan kepentingan publik.


2) Peranan konsumen terdiri:


User adalah orang yang benar-benar mengonsumsi/menggunakan produk atau mendapatkan manfaat dari produk/jasa yang dibeli. Payers adalah orang yang mendanai atau membiayai pembelian. Buyers adalah orang yang berpartisipasi dalam pengadaan produk dari pasar.


3) Perilaku pelanggan terdiri atas:


Aktivitas mental, seperti menilai kesesuaian merek produk, menilai kualitas produk berdasarkan informasi yang diperoleh dari iklan dan mengevaluasi pengalaman dari konsutmsi produk atau jasa. Aktivitas fisik meliputi mengunjungi toko, membaca panduan atau katalog, berinteraksi dengan wiraniaga dan memesan produk.

Keputusan membeli


Proses pembelian diawali ketika seseorang mendapatkan stimulus (pikiran, tindakan atau motivasi) yang mendorong dirinya untuk mempertimbangkan pembelian barang dan pembelian jasa tertentu. Salah satu perbedaan fungsi mental antara pembelian barang atau pembelian jasa adalah menyangkut proses produksi dan konsumsi. Pada proses pembelian, tahap pembelian dan konsumen biasanya terpisah. Meskipun terdapat interaksi antara pemasaran dan pelanggan selama tahap pembelian aktual, tahap pemakaian barang biasanya terlepas dan pengaruh langsung para pemasar. Pelanggan biasa memilih kapan, dimana dan bagaimana mereka menggunakan produk. Sebaliknya sebagian besar jasa berpeluang besar untuk secara aktif membantu pelanggan memaksimumkan nilai dan pengalaman konsumsinya. Penyediaan jasa biasa secara efektif mempengaruhi proses konsumsi dan evaluasi (Fandy Tjiptono, 2004)
Perilaku konsumen akan menentukan proses pengambilan keputusan dalam pembelian merek. Proses tersebut merupakan sebuah pendekatan penyelesaian masalah yang terdiri atas lima tahap yaitu : (Dharmmesta dan Handoko, 2000)


1) Menganalisis Kebutuhan dan Keinginan


Penganalisaan kebutuhan dan keinginan ini ditujukan terutama untuk mengetahui adanya kebutuhan dan keinginan yang belum terpenuhi atau terpuaskan. Jika kebutuhan tersebut diketahui maka konsumen akan segera memahami adanya kebutuhan yang belum segera dipenuhi atau masih bisa ditunda pemenuhannya, serta kebutuhan-kebutuhan yang sama-sama harus dipenuhi. Jadi dari tahap inilah proses pembelian itu mulai dilakukan.


2) Pencarian informasi dan penilaian sumber-sumber


Tahap kedua dalam proses pembelian ini sangat berkaitan dengan pencarian informasi tentang sumber-sumber dan menilainya, untuk memenuni kebutuhan dan keinginan yang dirasakan. Pencarian informasi dapat bersifat aktif atau pasif, internal atau eksternal. Pencarian informasi yang bersifat aktif dapat berupa kunjungan terhadap beberapa toko untuk membuat perbedaan harga dan kualitas produk, sedangkan pencarian informasi pasif mungkin hanya dengan membaca suatu pengiklanan dimajalah atau surat kabar tanpa mempunyai tujuan khusus tentang gambaran produk yang diinginkan.


3) Penilaian dan Seleksi Terhadap Alternativ Pembelian


Tahapan ini meliputi 2 tahapan yakni menetapkan tujuan pembelian dan menilai serta mengadakan seleksi terhadap alternatif pembelian berdasarkan tujuan pembeliannya. Tujuan pembelian tidak selalu sama, tergantung pada jenis produk dan kebutuhannya. Ada konsumen yang mempunyai tujuan pembelian untuk meningkatkan prestise, ada yang hanya sekedar ingin memenuhi kebutuhan jangka pendek, ada juga yang ingin meningkatkan pengetahuan.
4) Reputusan untuk Membeli


Keputusan untuk membeli disini merupakan proses dalam pembelian yang nyata. Jadi, setelah tahap di atas dilakukan, maka konsumen harus mengambil keputusan apakah membeli atau tidak. Bila konsumen membeli maka akan dijumpai serangkaian keputusan yang haras diambil menyangkut jenis produk, merek, penjualan, kuantitas, waktu pembelian dan cara pembayaran.

5) Perilaku Sesudah Membeli

Semua tahapan yang ada di dalam proses pembelian sampai dengan tahap kelima adalah bersifat operatif. Bagi perusahaan, perasaan dan perilaku sesudah pembelian juga sangat penting. Perilaku mereka dapat mempengaruhi penjualan ulang dan juga mempengaruhi ucapan-ucapan pembeli pihak lain yang menggunakan produk perusahaan.

Pengaruh Harga, Loyalitas Merek, Fasilitas dan Layanan Terhadap Keputusan Pembelian
Manajemen pemasaran mempunyai program kegiatan manajemen lain yang menitik beratkan pada keberhasilan suatu usaha pemasaran. Pemasaran didefinisikan oleh Stanton sebagai suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun potensial. (Uftarmmesta, 2000)


Pemasaran merupakan salah satu unsur pokok yang dilakukan oleh para pengusaha untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, untuk berkembang dan mendapatkan laba. Perkembangan masyarakat dan teknologi telah menyebabkan perkembangan konsep pemasaran. Kalau perusahaan ingin berhasil atau bahkan dapat hidup terus, maka perasahaan harus dapat menanggapi cara-cara atau kebiasaan-kebiasaan yang ada di dalam masyarakat, variabel-variabei ekstern seperti ekologi, politik, hukum, ekonomi dan sebagainya dapat mempengaruhi program pemasaran perusahaan.

Variabel kepuasan konsumen dapat terjadi karena kegiatan pemasaran berorientasi kepada pembeli, atau kepada masyarakat Manajemen pemasaran banyak bersangkut paut dengan masalah penciptaan dan penyampaian kualitas hidup yang baik. Oleh karena itu konsep pemasaran masyarakat ini disebut sebagai konsep pemasaran yang baru.


Bagi suatu perusahaan, harga produk yang telah ditetapkan merupakan penentuan terciptanya permintaan pasar yang dapat mempengaruhi strategi pemasaran yang akan digunakan. Oleh sebab itu perusahaan diharapkan dapat menentukan harga paling sesuai dengan kualitas produk yang ditawarkan kepada konsumen. Apabila konsumen menerima harga yang paling sesuai dengan produk yang ditawarkan maka konsumen akan tertarik untuk membeli produk tersebut begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu setiap perusahaan perlu mengukur berapa biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk mengetahui apakah biaya yang dikeluarkan lebih tinggi dari yang diperoleh nantinya.


Pada saat ini perusahaan dituntut untuk tanggap terhadap cara-cara kebiasaan yang ada di masyarakat. Dengan konsep pemasaran baru ini atau konsep pemasaran masyarakat, perusahaan berusaha memberikan kemakmuran kepada konsumen dan masyarakat untuk jangka panjang, oleh sebab itu setiap perusahaan harus bisa mengeluarkan produk yang lebih baik dari sebelumnya dan dapat mengeluarkan produk yang lebih baik dari pesaing baik dari segi harga, merek, fasilitas dan pelayanannya sehingga dapat memberikan kepuasan loyalitas bagi konsumen baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Strategi Pemasaran


Masyarakat selaku konsumen pembeli perumahan tidak dengan begitu saja membeli rumah tanpa mempunyai pertimbangan tentang faktor-faktor yang dapat mempengaruhi mereka dalam pengambilan keputusan seperti produk, harga, lokasi, promosi (Kotler & Amstrong 1997). Selain itu, dalam sebuah proses pengambilan keputusan pembelian tidak hanya berakhir dengan terjadinya transaksi pembelian, akan tetapi diikuti pula oleh tahap perilaku purnabeli (post purchase behavior). Pada tahap ini konsumen akan merasakan tingkat kepuasan atau ketidakpuasan tertentu yang akan mempengaruhi perilaku berikutnya. Konsumen yang merasa puas cenderung akan menyatakan hal-hal yang baik tentang produk dan perusahaan yang bersangkutan kepada orang lain (Bayus dalam Kotler et al. 1996).


Konsumen perumahan mewah selain membeli untuk tinggal, mereka juga mengharapkan adanya pencapaian kepuasan (Property 2000). Oleh karena itu, di dalam memasarkan perumahan mewah, para pengembang harus mampu menciptakan kepuasan bagi para konsumennya.


Untuk mampu menciptakan kepuasan konsumen tersebut, para pengembang perlu memiliki suatu strategi pemasaran yang jitu dalam memasarkan produknya, karena strategi pemasaran juga merupakan alat fundamental yang direncanakan untuk mencapai tujuan perusahaan dengan mengembangkan keunggulan bersaing yang digunakan untuk melayani pasar sasaran (Tull & Kahle dalam Tjiptono 1997).


Salah satu bentuk strategi pemasaran yang mampu mendukung dalam memasarkan perumahan untuk menciptakan kepuasan konsumen adalah penggunaan marketing mix (bauran pemasaran) yang dapat meliputi product, price, promotion, dan physical evidence (Pawitra 1993). Dengan demikian, faktor yang ada dalam bauran pemasaran merupakan variabel-variabel yang diharapkan mampu menciptakan kepuasan konsumen, atau dengan kata lain variabel-variabel tersebut akan mempengaruhi kepuasan konsumen dalam membeli suatu produk.


Pembangunan perumahan untuk kelompok masyarakat menengah ke atas cenderung dilakukan oleh para pengembang swasta, dimana mereka lebih menekankan pada profit orientied. Untuk mencapai tujuan tersebut, penekanan pada daya tarik bentuk rumah yang mereka bangun lebih diutamakan. Hal tersebut dilakukan dengan menggunakan para konsultan pembangunan perumahan, sehingga perumahan yang mereka bangun mampu menghasilkan bentuk yang menarik konsumen untuk membelinya. Sedangkan beberapa hal seperti konstruksi, sarana jalan, saluran, dan fasilitas-fasilitas umum yang seharusnya ada dalam kompleks perumahan yang mereka bangun, cenderung diabaikan. Dengan demikian, ketidakpuasan konsumen mungkin akan muncul setelah membeli rumah yang dipasarkan oleh para pengembang.
Bertitik tolak pada paparan yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa pola pemikiran yang berkembang dalam pembelian rumah di era sekarang ini, terutama untuk rumah kelas menengah ke atas adalah bahwa rumah tidak hanya sebagai tempat berlindung, namun juga berfungsi sebagai tempat tinggal yang nyaman, sehat, bahkan estetika menjadi bahan pertimbangan mereka dalam pembelian rumah. Dengan demikian, para pengembang harus mampu memberikan pelayanan yang optimal untuk memberikan kepuasan pada konsumennya.
Oleh karena itu, selain faktor teknis, para pengembang perlu mengetahui dan mengerti mengenai prilaku konsumen dalam memasarkan produknya. Karena dengan mempelajari perilaku konsumen para pengembang akan banyak memperoleh informasi tentang keterlibatan konsumen secara langsung dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan sekaligus menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului tindakan ini (Engel, Well, & Miniard 1994).

Pengertian pemasaran yang berkaitan dengan produk berupa real estate dan property adalah suatu kegiatan yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan rumah tinggal dan atau ruang usaha, dengan cara pengalihan hak atas produk tersebut dari perusahaan kepada konsumen melalui proses pertukaran (Santoso 2000).


Marketing mix (bauran pemasaran) merupakan seperangkat alat pemasaran yang digunakan untuk mencapai tujuan pemasaran dalam pasar sasaran (Kotler 1999). Secara umum, bauran pemasaran menekankan pada pengertian suatu strategi yang mengintegrasikan produk (product), harga (price), promosi (promotion), dan distribusi (place), dimana kesemuanya itu diarahkan untuk dapat menghasilkan omset penjualan yang maksimal atas produk yang dipasarkan dengan memberikan kepuasan pada para konsumen.


Sejalan dengan semakin kompetitifnya dunia bisnis, 4-P tersebut berkembang. Pawitra (1993) menegaskan bauran pemasaran meliputi 7-P yaitu product, place, price, promotion, participant, physical evidence dan process.
Sedangkan Payne (1993) menyatakan bauran pemasaran terdiri dari product, place, price, promotion, people, processes dan provision of consumer service.


Berdasarkan beberapa penjelasan tersebut, maka bauran pemasaran dapat meliputi produk, harga, lokasi, promosi, dan bukti fisik. Sebuah proses pengambilan keputusan pembelian tidak hanya berakhir dengan terjadinya transaksi pembelian, akan tetapi diikuti pula oleh tahap perilaku purnabeli (terutama dalam pengambilan keputusan yang luas). Dalam tahap ini konsumen merasakan tingkat kepuasan atau ketidakpuasan tertentu yang akan mempengaruhi perilaku berikutnya. Jika konsumen merasa puas, ia akan memperlihatkan peluang yang besar untuk melakukan pembelian ulang atau membeli produk lain di perusahaan yang sama di masa datang. Konsumen yang merasa puas cenderung akan menyatakan hal-hal yang baik tentang produk dan perusahaan yang bersangkutan kepada orang lain. Oleh karena itu, pembeli yang puas merupakan iklan yang terbaik (Bayus dalam Kotler et al. 1996).


Kotler (1999) memandang kepuasan sebagai fungsi dari seberapa dekat harapan pembeli atas suatu produk dengan kinerja yang dirasakan pembeli atas produk tersebut. Jika kinerja produk lebih rendah daripada harapan, pembeli akan kecewa. Jika ia sesuai harapan, pembeli akan puas dan jika ia melebihi harapan, pembeli akan sangat puas. Perasaan konsumen setelah membeli produk akan membedakan apakah mereka akan membeli kembali produk tersebut dan membicarakan hal-hal yang menguntungkan atau tidak menguntungkan tentang produk tersebut pada orang lain.


Harapan konsumen terbentuk berdasarkan pesan yang diterima dari penjual, teman, dan sumber-sumber informasi lainnya. Apabila penjual melebih-lebihkan manfaat suatu produk, konsumen akan mengalami harapan yang tak tercapai (disconfirmed expectation), yang akan menyebabkan ketidakpuasan. Semakin besar kesenjangan antara harapan dan kinerja yang dihasilkan suatu produk, akan semakin besar ketidakpuasan konsumen.

Konsumen yang merasa tidak puas akan bereaksi dengan tindakan yang berbeda. Berkaitan dengan hal ini, Singh dalam Tjiptono (1997) menyatakan ada tiga kategori tanggapan atau komplain terhadap ketidakpuasan, yaitu :


a. Voice response


Kategori ini meliputi usaha menyampaikan keluhan secara langsung dan/atau meminta ganti rugi kepada perusahaan yang bersangkutan.
Bila pelanggan melakukan hal ini, maka perusahaan masih mungkin memperoleh beberapa manfaat. Pertama, pelanggan memberikan kesempatan sekali lagi kepada perusahaan untuk memuaskan mereka. Kedua, resiko publisitas buruk dapat ditekan, baik publisitas dalam bentuk rekomendasi dari mulut ke mulut, maupun melalui koran/media massa. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah ketiga, memberi masukan mengenai kekurangan pelayanan yang perlu diperbaiki perusahaan. Melalui perbaikan (recovery), perusahaan dapat memelihara hubungan baik dan loyalitas pelanggannya.


b. Private response


Tindakan yang dilakukan antara lain memperingatkan atau memberitahu kolega, teman atau keluarganya mengenai pengalamannya dengan produk atau perusahaan yang bersangkutan, Umumnya tindakan ini sering dilakukan dan dampaknya sangat besar bagi citra perusahaan.


c. Third-party response


Tindakan yang dilakukan meliputi usaha meminta ganti rugi secara hukum; mengadu lewat media massa (misalnya menulis di Surat Pembaca); atau secara langsung mendatangi lembaga konsumen, instansi hukum, dan sebagainya. Tindakan seperti ini sangat ditakuti oleh sebagian besar perusahaan yang tidak memiliki prosedur penanganan keluhan yang baik. Kadangkala pelanggan lebih memilih menyebarluaskan keluhannya kepada masyarakat luas, karena secara psikologis lebih memuaskan. Lagipula mereka yakin akan mendapat tanggapan yang lebih cepat dari perusahaan yang bersangkutan.

Ada empat faktor yang mempengaruhi apakah seorang konsumen yang tidak puas akan melakukan komplain atau tidak menurut Day dalam Engel, Well,& Miniard (1994), yaitu :


1. Penting tidaknya konsumsi yang dilakukan, yaitu menyangkut derajat pentingnya produk bagi konsumen, harga, waktu yang dibutuhkan untuk mengkonsumsi produk, serta social visibility.


2. Pengetahuan dan pengalaman, yakni jumlah pembelian sebelumnya, pemahaman akan produk, persepsi terhadpa kemampuan sebagai konsumen, dan pengalaman komplain sebelumnya.


3. Tingkat kesulitan dalam mendapatkan ganti rugi, meliputi jangka waktu penyelesaian masalah; gangguan terhadap aktivitas rutin, dan biaya.


4. Peluang keberhasilan dalam melakukan komplain.

Adopted from : www.elqorni.wordpress.com with original title : “strategi pemasaran”.

Oleh: Djoko Agung Rahardjo

 

JEPANG yang berpenduduk 127 jutaan, dan memiliki pendapatan per kapita tahun 2005 mencapai $31,500, merupakan pasar yang menarik dan menggiurkan. Keberhasilan memasarkan suatu produk usaha ke Negeri Samurai ini diperlukan suatu strategi pemasaran yang jitu.

“Strategi pemasaran merupakan kunci dalam pengembangan produk untuk meningkatkan ekspor ke mancanegara, khususnya ke Jepang,” kata Mr. Hajime Kinoshita, Ketua Japan Indonesia Business Association of Kansai (JIBAK), dalam suatu lokakarya di Pekanbaru, Riau, 18 Mei 2006. Berikut ini cuplikan kiat-kiat memasuki pasar negeri Fujiyama yang disampaikannya  melalui Konsulat Jenderal RI di Osaka.

 

Apa yang perlu diperhatikan dalam menentukan strategi pemasaran ke Jepang?

Menurut Kinoshita, ada empat kunci strategi pemasaran yang harus diperhatikan, yaitu, pertama,produk. Termasuk dalam perencanaan, pengembangan produk, kemasan, dan pelayanan produk. Kedua, masalah harga. Yang dimaksud di sini adalah target harga produk yang hendak dipasarkan, penyaringan harga, dan penetrasi harga. Ketiga, distribusi termasuk jaringan distribusi, distribusi fisik produk itu sendiri, dan distribusi komersial. Keempat, yang tidak kalah penting, adalah iklan penjualan, promosi penjualan, dan hubungan masyarakat.

 

Bagaimana dengan proses pembukaan jaringan pemasarannya?

Lebih lanjut Hajimen Kinoshita, salah seorang pendiri PT National Gobel Indonesia yang juga penerima Satya Lencana Pembangunan dari Pemerintah Indonesia (1986) dan piagam “The Honor of Contribution of Overseas Economic Cooperation” dari Pemerintah Kekaisaran Jepang (1978), menjelaskan, membentuk jaringan pemasaran sangat diperlukan. Untuk membuka jaringan usaha diperlukan suatu proses, yang meliputi analisis pasar, analisis internal, pemilihan bidang usaha, penetapan strategi pemasaran, penentuan jaringan distributor, dan penentuan kondisi usaha. Yang perlu diperhatikan dalam melakukan analisa pasar, antara lain, permintaan atas barang itu sendiri, promosi, harga, distribusi barang, persaingan, dan siapa pelanggan kita. Yang dimaksudkan dengan penentuan kondisi usaha adalah perlunya memperhatikan mutu, harga, jumlah barang, kontinuitas pengiriman barang, cara pembayaran, jaminan, dan garansi.

 

Faktor-faktor apa saja yang menentukan keberhasilan peningkatan ekspor ke negara matahari terbit?

Keberhasilan dalam meningkatkan ekspor adalah pertamafaktor kunci dalam pemilihan mitra usaha yang baik, termasuk importir, agen, distributor, dan produsen itu sendiri. Kedua, adalah pengusaan inteligensi pasar dengan baik melalui studi kasus yang dihadapinya. Dan ketiga, kekuatan orisinal barang. Yang dimaksudkan di sini adalah penerapan teknologi, keaslian produk (bukan tiruan atau jiplakan), jaringan usaha, hubungan dengan pelanggan, jaringan dan organisasi, kemampuan administratif, know-how, pelayanan, budaya perusahaan dan kapasitas informasi yang dimilikinya.

 

Produk apa saja, sih yang disukai dan diterima pasar di Jepang?

Di pasaran Jepang, barang yang diproduksi dengan menggunakan teknologi tinggi lebih disukai dibandingkan dengan barang yang diproduksi dengan teknologi sederhana. Hal ini dikarenakan adanya penghargaan bagi “campur tangan manusia” dan biaya yang timbul dalam proses produksi teknologi sederhana. Sebagai contoh, sweater dengan rajutan dengan teknologi sederhana akan sulit bersaing harga. Tapi bilasweateritu memakai sulaman ornamen, kelip-kelip, atau manik-manik, akan mempunyai daya saing dan akan banyak terjual.

 

Bagaimana kaitannya harga dengan finishing barang?

Finishing yang sempurna dan cemerlang lebih disukai di pasaran Jepang. Kita harus berpikir bahwa nilai atau harga barang dagangan ditentukan saat pengerjaan akhir (finishing). Adanya goresan, warna yang tidak rata, finishing yang tidak bagus akan menurunkan harga/nilai barang.

 

Apakah aksesori barang diperlukan untuk kelengkapan suatu produk? Asesori perlu, tapi jangan memakai asesori dan barang-barang yang tidak sesuai dengan produk itu sendiri, baik bentuk maupun mutunya. Engsel,

gesper, knop, paku, handle, dan barang kecil lainnya tidak bisa diremehkan. Sebab, di dalam pasar Jepang, hal tersebut berhubungan erat dengan penentuan mutu barang secara keseluruhan.

Sebagai contoh, tas tangan yang sangat halus atau rata sekalipun, jika gesper logamnya hanya bisa bertahan enam bulan, tidak akan bisa me­muaskan pelanggan. Jadi kesimpulannya, barang­barang impor akan diterima pelanggan Jepang, pertama kali apabila hanya jika memenuhi kriteria seperti di atas.

 

Hal apa saja yang penting dilakukan untuk penetrasi pasar ke Jepang?

Faktor keberhasilan yang mendasar adalah, pertama, kualitas. Dalam hal membeli barang, konsumen Jepang sangat mengutamakan mutu. Perlu juga dijelaskan dengan baik mengenai isi dari rencana konsep barang. Kita juga harus selalu memperhatikan bahwa persediaan produk kita harus sama persis dengan contoh barang saat kontrak. Jika tidak, akan mudah timbul masalah.

Perhatikan juga mengenai finishing barang, karena bisa dengan mudah menjadi masalah. Kedua, orisinalitas. Konsumen Jepang selalu mengutamakan orisinalitas dan ‘’kebaruan’’ barang, baik dari sisi desain, karakteristik, performa, dan harga. Dalam hal ini, perbedaan produk dengan produk lain harus ditonjolkan.

Ketiga, tepat waktu pengiriman. Dalam pen­jualan ke Jepang, masalah ketepatan waktu pengiriman adalah syarat penting. Hal ini disebab­kan karena di Jepang ada empat musim, dan pada setiap musim pasar berubah. Sehingga penyediaan barang dengan timing/waktu yang tepat menjadi hal yang sangat penting.

 

Bagaimana dengan pengembangan produk itu sendiri?

Dalam mengembangkan suatu produk, pertama kita perlu membuat konsep pro­ duk dengan jelas dan membuat produksi sesuai dengan konsep tersebut. Kedua, menjaga mutu barang sesuai dengan standar dan kebutuhan tiap negara serta memenuhi spesifikasi sesuai dengan permintaan. Ketiga, menciptakan design dan produk yang cocok dengan selera konsumen, me­merhatikan fungsi dan penampilan produk dan me­lakukan pengembangan produk.

Hal-hal tersebut secara khusus mempunyai arti yang penting bagi barang keperluan (consumer goods). Keempat,membuat kemasan sebagai se-orang penjual (salesman) barang/produk. Konsu­men mendapatkan kesan pertama dari kemasan­/bungkus saat melihat produk kita berjajar dengan produk dan perusahaan lain. Kita juga harus berpikir pro­

bahwa kemasan/bungkus bisa bercerita kepada konsumen tentang isi/kandungan dari produk kita. Dan, yang kelima, produk yang berbeda (unik atau lain dari yang lain) merupakan alat pemasaran yang sangat baik/kuat. Keunikan produk akan menjadi sales point tersendiri.

 

Dapat dijelaskan lebih jauh mengenai ke­gagalan-kegagalan eksportir? Berdasarkan studi kasus yang dilakukan salah satu pusat penelitian menunjukkan bahwa kasus ke­gagalan dan masalah yang biasa dialami oleh eks­portir adalah: pertama, kurangnya penelitian mengenai pasar tujuan ekspor sebelum melaku­kan ekspor. Kedua, banyak kasus yang dilakukan top manajemen dalam mengambil kebijakan­/kebijakan yang tidak tepat sewaktu mengatasi masalah-masalah promosi ekspor. Tanpa tekad dan dukungan yang kuat dari top management, masalah-masalah yang besar, yang berhubungan dengan ekonomi (makro) dan orga­nisasi/perusahaan (mikro), tidak akan bisa disele­saikan. Ketiga, ada banyak kegagalan karena ke­tidakmampuan memilih importir, dealer dan agen, dengan melakukan penelitian yang valid. Keempat, tidak ada program strategi pemasaran. Ada banyak kasus, karena tergesa-gesa menerima pesanan, malah menjadi sia-sia.

Penting untuk melangkah setapak demi setapak dan membatasi pasar dengan tujuan ekspor yang menjanjikan keuntungan. Kelima, kurangnya pe­mahaman yang baik mengenai partner dan pasar. Eksportir harus melakukan promosi penjualan, memberikan insentif, jaminan (garansi), credit system, pendidikan/pelatihan, memikirkan dukung­an yang tepat lainnya bagi pasar dan partner.

Keenam,tidak adanya respon individual (pasar) yang cocok/pas akibat kesalahanggapan bahwa pasar semuanya sama. Ketujuh, pengembangan produk tidak cocok dengan karakteristik masing­masing pasar. Kedelapan, masalah bahasa. Ada banyak kasus, meskipun importir bisa memahami bahasa eksportir, tidak demikian halnya dengan orang-orang yang terkait di dalamnya.

Kesembilan, akan lebih baik bila memakai­/mempekerjakan staf ahli dari perusahaan ekspor, toko/agen yang kompeten, pedagang internasional, dan konsultan. Ke-10, banyak contoh kegagalan dari licensing (pemberian lisensi), perjanjian alih teknologi, dan perusahaan joint venture yang di­karenakan kurangnya penelitian sebelumnya. Dan ke-11, bila ada masalah dalam pelayanan setempat dan pemeliharaan mutu produk, hal itu tergantung tempat tersebut.

 

Adopted from : www.aksesdeplu.com with original title “Kiat memasuki negeri Sakura”.

 

 

 

 

Oleh : angger: agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Hidup Anda pasti akan lebih bahagia bila melibatkan berbagai macam aktivitas kreatif. Semakin banyak pilihan kreatif semakin Anda menemukan makna dalam hidup. Mihaly menyebut aliran hidup bahagia ini sebagai flow.

Tidak semua orang berhasil meraih flow. Tetapi bila Anda berhasil meraih flow, jalan hidup Anda mengalir begitu saja dengan bahagia.

Tidak ada tantangan tidak akan memicu flow.

Terlalu banyak tantangan juga tidak akan mendorong flow.

Keahlian yang semakin mahir membuka peluang untuk meraih flow dengan lebih baik. Tingkatkan keahlian. Kemudian tingkatkan tantangan. Tantangan yang meningkat setelah keahlian kita yang meningkat akan mendorong terjadinya flow.

Saat itulah proses kreatif terjadi. Momen membahagiakan bagi setiap orang.

Bila tantangan terlalu ringan maka akan terjadi malas. Bila tantangan terlalu berat maka akan terjadi kejenuhan.

Dalam proses belajar matematika kreatif APIQ, saya menemukan banyak pengalaman seperti itu. Rumus-rumus hebat tidak banyak disukai anak-anak. Mengapa?

Tepat. Seperti Anda duga. Rumus itu terlalu berat. Membuat anak-anak menjadi jenuh.

Tugas saya adalah membuat rumus matematika itu menjadi lebih sederhana. Ini bukan tugas yang ringan. Butuh waktu berjam-jam, berhari-hari untuk menemukan rumus yang sederhana.

Coba, bagaimana cara menerangkan konsep aljabar dasar:

(a + b)(a + c) = a.a + a(b+c) + b.c

atau persamaan aljabar berikut:

(x + 3)(x + 4) = x2 + 7x + 12

Bagi kita yang sudah mengenal konsep aljabar, tentu konsep di atas adalah konsep sederhana. Tetapi bagi para pemula? Bisa bikin stress!

Saya biasanya mengubah problem di atas menjadi:

1005 x 1006 =…?

Tentu kita dapat menghitung soal di atas. Tinggal semangat saja kan? Juga ketelitian agar tidak salah hitung.

Saya minta para siswa – kadang juga orang tua – untuk menghitung pakai kertas dan pensil. Setelah itu silakan mengujinya dengan kalkulator – handphone.

Biasanya siswa akan mencobanya. Apresiasi saja setiap jawaban. Apakah itu jawaban benar atau salah. Tidak masalah, terus apresiasi.

Kemudian tunjukkan cara lain – cara kreatif.

1000 x 1000 = 1.000.000

Pasti setuju, OK?

1005 x 1006 pasti mendekati 1.000.000 kan?

Satu juta dapat juga kita baca sebagai seribu ribu, OK?

1005 x 1006 = 1.011.030

Dekat dengan 1.000.000

Dengan sedikit perubahan angka 11 dan 30. Tepat seperti Anda duga. Para siswa juga menduga angka 11 dan 30 ini ada hubungannya dengan angka 5 dan 6. Apa dugaan Anda?

Betul!
11 = 5 + 6

30 = 5×6

Jadi berapakah

1006 x 1009 = ….

1007 x 1007 = ….

1003 x 1008 = ….

1.015.054
1.014.049
1.011.024

Bermainlah dengan angka-angka lain. Nikmati permainan itu. Siswa-siswa APIQ sangat senang menikmati permainan ini.  Setelah para siswa mahir dengan permainan di atas, cobalah untuk menghitung:

(1000+3)(1000+9) = ….

= 1000.1000 + 1000.(3+9) + 3.9

= 1.000.000 + 12.000 + 27

= 1.012.027

Jadi, bagaimana dengan:

(x + 3)(x + 9) = ….

= x.x + 12x + 27

Betul juga ya…

Siswa lebih tertarik dengan pendekatan permainan seperti di atas. Siswa APIQ terpicu untuk terlibat aktif dalam konsep-konsep aljabar dan aritmetika seperti di atas. Dari semangat inilah muncul kreativitas-kreativitas baru.

Bagi kita, sebagai pengajar atau orang tua, hal ini juga menakjubkan. Pendekatan semacam ini menjadikan tugas kita sebagai proses kreatif Sebuah proses yang memberi makna, menambah bahagia. Jadilah…Matematika Kreatif APIQ.

Bagaimana dengan Anda?

(Edition : tranfer of title)

Oleh: Luthfi Seli Fauzi

 

Kognitif dan Musik

Kognitif merupakan semua proses dan produk pikiran untuk mencapai pengetahuan yang berupa aktivitas mental seperti mengingat, mensimbolkan, mengkategorikan, memecahkan masalah, menciptakan dan berfantasi.

 

Penelitian menunjukkan bahwa musik dapat memberikan rangsangan-rangsangan yang kaya untuk segala aspek perkembangan secara kognitif dan kecerdasan emosional (emotional intelligent). Roger Sperry (1992) dalam Siegel (1999) penemu teori Neuron mengatakan bahwa neuron baru akan menjadi sirkuit jika ada rangsangan musik sehingga neuron yang terpisah-pisah itu bertautan dan mengintegrasikan diri dalam sirkuit otak, sehingga terjadi perpautan antara neuron otak kanan dan otak kiri itu.

 

Mengacu pada perkembangan kognitif dari Piaget (1969) dalam teori belajar yang didasari oleh perkembangan motorik, maka salah satu yang penting yang perlu distimulasi adalah keterampilan bergerak. Melalui keterampilan motorik anak mengenal dunianya secara konkrit. Dengan bergerak ini juga meningkatkan kepekaan sensori, dan dengan kepekaan sensori ini juga meningkatkan perkiraan yang tepat terhadap ruang (spatial), arah dan waktu. Perkembangan dari struktur ini merupakan dasar dari berfungsinya efisiensi pada area lain. Kesadaran anak akan tempo dapat bertambah melalui aktivitas bergerak dan bermain yang menekankan sinkronis, ritme dan urutan dari pergerakan. Kemampuan-kemampuan visual, auditif dan sentuhan juga diperkuat melalui aktivitas gerak.

 

Gallahue, (1998) mengatakan, kemampuan-kemampuan seperti ini makin dioptimalkan melalui stimulasi dengan memperdengarkan musik klasik. Rithme, melodi, dan harmoni dari musik klasik dapat merupakan stimulasi untuk meningkatkan kemampuan belajar anak. Melalui musik klasik anak mudah menangkap hubungan antara waktu, jarak dan urutan (rangkaian) yang merupakan keterampilan yang dibutuhkan untuk kecakapan dalam logika berpikir, matematika dan penyelesaian masalah.

Hasil penelitian Herry Chunagi (1996) Siegel (1999), yang didasarkan atas teori neuron (sel kondiktor pada sistem saraf), menjelaskan bahwa neuron akan menjadi sirkuit jika ada rangsangan musik, rangsangan yang berupa gerakan, elusan, suara mengakibatkan neuron yang terpisah bertautan dan mengintegrasikan diri dalam sirkuit otak. Semakin banyak rangsangan musik diberikan akan semakin kompleks jalinan antarneuron itu. Itulah sebenarnya dasar adanya kemampuan matematika, logika, bahasa, musik, dan emosi pada anak.

 

Selain itu juga, Gordon Shaw (1996) mengatakan kecakapan dalam bidang yakni matematika, logika, bahasa, musik dan emosi bisa dilatih sejak kanak-kanak melalui musik. Dengan melakukan penelitian membagi 2 kelompok yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen melalui pendidikan musik sehingga sirkuit pengatur kemampuan matematika menguat.

 

Musik berhasil merangsang pola pikir dan menjadi jembatan bagi pemikiran-pemikiran yang lebih kompleks. Didukung pula oleh Martin Gardiner (1996) dalam Goleman (1995) dari hasil penelitiannya mengatakan seni dan musik dapat membuat para siswa lebih pintar, musik dapat membantu otak berfokus pada hal lain yang dipelajari. Jadi, ada hubungan logis antara musik dan matematika, karena keduanya menyangkut skala yang naik turun, yaitu ketukan dalam musik dan angka dalam matematika.

 

Daryono Sutoyo, Guru Besar Biologi UNS Solo, melakukan penelitian (1981) tentang kontribusi musik yaitu menstimulasi otak, mengatakan bawha pendidikan kesenian penting diajarkan mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) agar peserta didik sejak dini memperoleh stimulasi yang seimbang antara belahan otak kiri dan belahan otak kanannya. Bila mereka mampu menggunakan fungsi kedua belahan otaknya secara seimbang, maka apabila mereka dewasa akan menjadi manusia yang berpikir logis dan intutif, sekaligus cerdas, kreatif, jujur, dan tajam perasaannya.

 

Implementasi dari penelitian tersebut, pendidikan kesenian sewaktu di SD mempengaruhi keberhasilan studi pada pendidikan berikutnya yaitu di SMP, dan begitu juga dengan pendidikan kesenian di SMP kan mempengaruhi keberhasilan studi pada masa di SMA. Dan kesenian di SMA, mau tidak mau menjadii factor penentu dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia yang baik.

 

Musik dan Kecerdasan Emosi

Sternberg dan Salovery (1997) mengemukakan bahwa kecerdasan emosional adalah kemampuan mengenali emosi diri, yang merupakan kemampuan seseorang dalam mengenali perasaannya sendiri sewaktu perasaan atau emosi itu muncul, dan ia mampu mengenali emosinya sendiri apabila ia memiliki kepekaan yang tinggi atas perasaan mereka yang sesungguhnya dan kemudian mengambil keputusan-keputusan secara mantap.

 

Kemampuan mengelola emosi merupakan kemampuan seseorang untuk mengendalikan perasaannya sendiri sehingga tidak meledak dan akhirnya dapat mempengaruhi perilakunya secara wajar. Misalnya seseorang yang sedang marah maka kemarahan itu tetap dapat dikendalikan secara baik tanpa harus menimbulkan akibat yang akhirnya disesali di kemudian hari.

 

Kepekaan akan rasa indah timbul melalui pengalaman yang dapat diperoleh dari menghayati musik. Kepekaan adalah unsur yang penting guna mengerahkan kepribadian dan meningkatkan kualitas hidup. Seseorang memiliki kepekaan yang tinggi atas perasaan mereka maka ia akan dapat mengambil keputusan-keputusan secara mantap dan membentuk kepribadian yang tangguh.

 

 Kemampuan motivasi adalah kemampuan untuk memberikan semangat kepada diri sendiri untuk melakukan sesuatu yang baik dan bermanfaat. Dalam hal ini terkandung adanya unsur harapan dan optimisme yang tinggi, sehingga memiliki kekuatan semangat untuk melakukan suatu aktivitas tertentu, misalnya dalam hal belajar. Seperti apa yang kita cita-citakan dapat diraih dan mengisyaratkan adanya suatu perjalanan yang harus ditempuh dari suatu posisi di mana kita berada ke titik pencapaian kita dalam kurun waktu tertentu.

 

Kemampuan membina hubungan bersosialisasi sama artinya dengan kemampuan mengelola emosi orang lain. Evelyn Pitcer dalam Kartini (1982) mengatakan musik membantu remaja untuk mengerti orang lain dan memberikan kesempatan dalam pergaulan sosial dan perkembangan terhadap emosional mereka.

 

Remaja, merupakan pribadi sosial yang memerlukan relasi dan komunikasi dengan orang lain untuk memanusiakan dirinya. Remaja ingin dicintai, ingin diakui, dan dihargai. Berkeinginan pula untuk dihitung dan mendapatkan tempat dalam kelompoknya. Jelas bahwa individualitas dan sosialitas merupakan unsur-unsur yang komplementer, saling mengisi dan melengkapi dalam eksistensi remaja.

 

Kecerdasan emosional perlu dikembangkan karena hal inilah yang mendasari keterampilan seseorang di tengah masyarakat kelak, sehingga akan membuat seluruh potensi anak dapat berkembang secara lebih optimal.

Idealnya seseorang dapat menguasai keterampilan kognitif sekaligus keterampilan sosial emosional. Daniel Goleman (1995) melalui bukunya yang terkenal “Emotional Intelligences (EQ)”, memberikan gambaran spectrum kecerdasan, dengan demikian anak akan cakap dalam bidang masing-masing namun juga menjadi amat ahli. Sebagaimana dikatakan oleh para ahli, perkembangan kecerdasan emosional sangat dipengaruhi oleh rangsangan musik seperti yang dikatakan Gordon Shaw (1996).

 

Menurut Siegel (1999) ahli perkembangan otak, mengatakan bahwa musik dapat berperan dalam proses pematangan hemisfer kanan otak, walaupun dapat berpengaruh ke hemisfer sebelah kiri, oleh karena adanya cross-over dari kanan ke kiri dan sebaliknya yang sangat kompleks dari jaras-jaras neuronal di otak.

 

Efek atau suasana perasaan dan emosi baik persepsi, ekspresi, maupun kesadaran pengalaman emosional, secara predominan diperantarai oleh hemisfer otak kanan. Artinya, hemisfer ini memainkan peran besar dalam proses perkembangan emosi, yang sangat penting bagi perkembangan sifat-sifat manusia yang manusiawi.

 

Kehalusan dan kepekaan seseorang untuk dapat ikut merasakan perasaan orang lain, menghayati pengalaman kehidupan dengan “perasaan”, adalah fungsi otak kanan, sedang kemampuan mengerti perasaan orang lain, mengerti pengalaman dengan rasio adalah fungsi otak kiri. Kemampuan seseorang untuk dapat berkomunikasi dengan baik dan manusiawi dengan orang lain merupakan percampuran (blending antara otak kanan dan kiri itu).

 

Proses mendengar musik merupakan salah satu bentuk komunikasi afektif dan memberikan pengalaman emosional. Emosi yang merupakan suatu pengalaman subjektif yang inherent terdapat pada setiap manusia. Untuk dapat merasakan dan menghayati serta mengevaluasi makna dari interaksi dengan lingkungan, ternyata dapat dirangsang dan dioptimalkan perkembangannya melalui musik sejak masa dini.

 

Campbell 2001 dalam bukunya efek Mozart mengatakan musik romantik (Schubert, Schuman, Chopin, dan Tchaikovsky) dapat digunakan untuk meningkatkan kasih sayang dan simpati.

 

Musik digambarkan sebagai salah satu “bentuk murni” ekspresi emosi. Musik mengandung berbagai contour, spacing, variasi intensitas dan modulasi bunyi yang luas, sesuai dengan komponen-komponen emosi manusia.

 

Departemen Pendidikan Nasional memperkirakan 70 persen dari 250 ribu kepala sekolah di Indonesia tidak kompeten. Berdasarkan ketentuan Departemen, setiap kepala sekolah harus memenuhi lima aspek kompetensi, yaitu kepribadian, sosial, manajerial, supervisi, dan kewirausahaan. Namun, hampir semua kepala sekolah lemah di bidang kompetensi manajerial dan supervisi. “Padahal dua kompetensi itu merupakan kekuatan kepala sekolah untuk mengelola sekolah dengan baik,” kata Direktur Tenaga Kependidikan Surya Dharma kepada wartawan di Jakarta kemarin.

Kesimpulan ini merupakan temuan Direktorat Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional setelah melakukan uji kompetensi. Direktorat Peningkatan Mutu melakukan uji kompetensi berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Kompetensi Kepala Sekolah. Lebih dari 400 kepala sekolah dari lima provinsi mengikuti tes tersebut. Untuk memastikan temuan itu, uji kompetensi kembali dilakukan pekan lalu terhadap 50 kepala sekolah sebuah yayasan pendidikan. “Hasilnya sama saja,” kata Surya.

Banyaknya kepala sekolah yang kurang memenuhi standar kompetensi ini tak terlepas dari proses rekrutmen dan pengangkatan kepala sekolah yang berlaku saat ini. Di sejumlah negara, kata Surya, untuk menjadi kepala sekolah, seseorang harus menjalani training dengan minimal waktu yang ditentukan. Ia mencontohkan Malaysia, yang menetapkan 300 jam pelatihan untuk menjadi kepala sekolah, Singapura dengan standar 16 bulan pelatihan, dan Amerika, yang menetapkan lembaga pelatihan untuk mengeluarkan surat izin atau surat keterangan kompetensi.

Sejak diberlakukannya otonomi daerah, pengangkatan kepala sekolah menjadi kewenangan penuh bupati atau wali kota. “Kewenangan tersebut menjadikan bupati atau wali kota seenaknya saja menentukan kepala sekolah,” ujarnya. Selain itu, proses pengangkatannya jarang disertai pelatihan. Ia berharap kepala daerah kembali menggunakan standar kompetensi dalam memilih dan mengangkat kepala sekolah.

Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Guru Independen Indonesia Yanti Sriyulianti menyatakan perekrutan kepala sekolah memang tidak profesional. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya sekolah yang tidak berkualitas. Ia memberi contoh perekrutan kepala sekolah di Subang, Jawa Barat, yang cenderung tertutup. “Proses yang tertutup seperti itu bisa saja terjadi di tempat lain dan dapat diindikasikan sebagai salah satu bentuk korupsi, kolusi, dan nepotisme,” kata Yanti kemarin. Menurut dia, perlu perubahan manajemen dan regulasi yang lebih transparan dan akuntabel untuk memperbaikinya.

Adopted from :  www.tempointeraktif.com. (August 2008)

 

Untuk mendapatkan tubuh sehat dan umur panjang, orang melakukan banyak hal. Mulai dari olahraga, menyantap makanan tambahan, sampai bedah kosmetik untuk mengencangkan kulit yang mulai keriput.

Padahal itu hanya permukaan. Yang lebih penting justru bagaimana kita memerangi radikal bebas yang merusak tubuh dari dalam. Antara lain dengan antioksidan seperti dituturkan oleh ahli gizi, dr. Elvina Karyadi, M.Sc., di bawah ini.

Mewujudkan kualitas hidup yang baik di usia lanjut memang tidak mudah tanpa didukung usaha sejak dini di usia muda.

Saat ini kelebihan gizi yang mengakibatkan tingginya prevalensi penyakit degeneratif seperti jantung, kanker, kencing manis, rematik sudah dirasakan sampai di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Belum lagi akibat yang ditimbulkan oleh lingkungan tercemar, kesalahan pola makan dan gaya hidup yang justru merangsang tumbuhnya radikal bebas (free radical) yang merusak tubuh kita.

Kondisi ini mendorong para peneliti baik ahli gizi maupun dokter menggali teori dasar radikal bebas serta mencari bagaimana cara mengendalikan produksi radikal bebas pada tubuh kita. Penelitian di bidang gizi ortomolekuler pada tingkat sel membuktikan, antioksidan dapat melindungi jaringan tubuh dari efek negatif radikal bebas. Ternyata, gangguan atau ketidakmampuan sistem antioksidan tubuh inilah yang menyebabkan berbagai macam penyakit degeneratif.

Apa itu radikal bebas?

·         Radikal bebas merupakan atom atau molekul yang sifatnya sangat tidak stabil (mempunyai satu elektron atau lebih yang tanpa pasangan), sehingga untuk memperoleh pasangan elektron senyawa ini sangat reaktif dan merusak jaringan.

Senyawa radikal bebas tersebut timbul akibat berbagai proses kimia kompleks dalam tubuh, berupa hasil sampingan dari proses oksidasi atau pembakaran sel yang berlangsung pada waktu bernapas, metabolisme sel, olahraga yang berlebihan, peradangan atau ketika tubuh terpapar polusi lingkungan seperti asap kendaraan bermotor, asap rokok, bahan pencemar, dan radiasi matahari atau radiasi kosmis.

Karena secara kimia molekulnya tidak lengkap, radikal bebas cenderung “mencuri” partikel dari molekul lain, yang kemudian menimbulkan senyawa tidak normal dan memulai reaksi berantai yang dapat merusak sel-sel penting dalam tubuh. Radikal bebas inilah biang keladi berbagai keadaan patologis seperti penyakit lever, jantung koroner, katarak, penyakit hati dan dicurigai proses penuaan dini ikut berperan.

Sebenarnya, reaksi pembentukan radikal bebas merupakan mekanisme biokimia tubuh normal. Radikal bebas lazimnya hanya bersifat perantara yang bisa dengan cepat diubah menjadi substansi yang tak lagi membahayakan tubuh. Namun, bila radikal bebas sempat bertemu dengan enzim atau asam lemak tak jenuh ganda, maka merupakan awal dari kerusakan sel yang antara lain:

Kerusakan DNA (deoxy nucleic acid) pada inti sel

Senyawa radikal bebas merupakan salah satu faktor penyebab kerusakan DNA di samping penyebab lain seperti virus, radiasi, dan zat kimia karsinogen. Bila kerusakan tidak terlalu parah, masih dapat diperbaiki oleh sistem perbaikan DNA. Namun, bila sudah menyebabkan rantai DNA terputus di berbagai tempat, kerusakan ini tidak dapat diperbaiki lagi sehingga pembelahan sel akan terganggu. Bahkan terjadi perubahan abnormal yang mengenai gen tertentu dalam tubuh yang dapat menimbulkan penyakit kanker.

Kerusakan membran sel

Komponen terpenting membran sel mengandung asam lemak tak jenuh ganda yang sangat rentan terhadap serangan radikal bebas. Kalau ini terserang struktur dan fungsi membran akan berubah yang dalam keadaan ekstrem akhirnya mematikan sel-sel pada jaringan tubuh.

Kerusakan protein

Terjadinya kerusakan protein akibat serangan radikal bebas ini termasuk oksidasi protein yang mengakibatkan kerusakan jaringan tempat protein itu berada. Contohnya kerusakan protein pada lensa mata yang mengakibatkan katarak.

Kerusakan lipid peroksida

Ini terjadi bila asam lemak tak jenuh terserang radikal bebas. Dalam tubuh kita, reaksi antarzat gizi tersebut dengan radikal bebas akan menghasilkan peroksidasi yang selanjutnya dapat menyebabkan kerusakan sel, yang dianggap salah satu penyebab terjadinya berbagai penyakit degeneratif (kemerosotan fungsi tubuh).

Proses ketuaan.

·         Umumnya, semua sel jaringan organ dapat menangkal serangan radikal bebas karena di dalamnya terdapat sejenis enzim khusus yang mampu melawan.

Namun, karena manusia secara alami mengalami degradasi seiring dengan peningkatan usia akibat radikal bebas itu sendiri, otomatis pemusnahannya tidak pernah mencapai 100% meski secara teori dapat dipunahkan oleh berbagai antioksidan. Belum lagi adanya rangsangan untuk membentuk radikal bebas yang berasal dari lingkungan sekitar. Karena itu, secara perlahan-lahan tapi pasti, terjadi kerusakan jaringan oleh radikal bebas yang tidak terpunahkan.

Kerusakan jaringan secara pelan ini merupakan proses terjadinya ketuaan, seperti kehilangan elastisitas jaringan kolagen dan otot sehingga kulit tampak keriput, terjadinya lipofuchsin atau bintik-bintik pigmen kecoklatan di kulit yang merupakan timbunan sisa pembakaran dalam sel. Yang ingin awet muda tentu perlu banyak mengkonsumsi zat gizi yang meminimalkan efek radikal bebas ini.

Dapat menimbulkan autoimun

Dalam keadaan normal, antibodi hanya terbentuk bila ada antigen yang masuk dalam tubuh. Autoimun adalah terbentuknya antibodi terhadap suatu sel tubuh biasa dan hal ini dapat merusak jaringan tubuh dan sangat berbahaya.

Antioksidan pelindung kesehatan

Tanpa disadari dalam tubuh kita secara terus-menerus terbentuk radikal bebas melalui peristiwa metabolisme sel normal, peradangan, kekurangan gizi dan akibat respons terhadap pengaruh dari luar tubuh: polusi lingkungan, ultraviolet, asap rokok, dll.

Sebab itu tubuh kita memerlukan suatu substansi penting yakni antioksidan yang dapat membantu melindungi tubuh dari serangan radikal bebas dengan meredam dampak negatif senyawa ini.

Sistem antioksidan tubuh sebagai mekanisme perlindungan terhadap serangan radikal bebas, secara alami telah ada dalam tubuh kita. Dari asal terbentuknya, antioksidan ini dibedakan menjadi dua yakni intraseluler (di dalam sel) dan ekstraseluler (di luar sel) atau pun dari makanan. Dari sini antioksidan tubuh bisa dikelompokkan menjadi 3 yakni:

Antioksidan primer

Antioksidan primer ini bekerja untuk mencegah pembentuk senyawa radikal bebas baru. Ia mengubah radikal bebas yang ada menjadi molekul yang berkurang dampak negatifnya, sebelum radikal bebas ini sempat bereaksi. Contoh antioksidan ini adalah enzim SOD yang berfungsi sebagai pelindung hancurnya sel-sel dalam tubuh serta mencegah proses peradangan karena radikal bebas. Enzim SOD sebenarnya sudah ada dalam tubuh kita. Namun bekerjanya membutuhkan bantuan zat-zat gizi mineral seperti mangan, seng, dan tembaga. Selenium (Se) juga berperan sebagai antioksidan. Jadi, jika ingin menghambat gejala dan penyakit degeneratif, mineral-mineral tersebut hendaknya tersedia cukup dalam makanan yang dikonsumsi setiap hari.

Antioksidan sekunder

Antioksidan ini berfungsi menangkap senyawa serta mencegah terjadinya reaksi berantai. Contoh antioksidan sekunder: vitamin E, vitamin C, beta karoten, asam urat, bilirubin, dan albumin.

Antioksidan tersier

Antioksidan jenis ini memperbaiki kerusakan sel-sel dan jaringan yang disebabkan radikal bebas. Contoh enzim yang memperbaiki DNA pada inti sel adalah metionin sulfoksidan reduktase. Adanya enzim-enzim perbaikan DNA ini berguna untuk mencegah penyakit kanker, misalnya.

Hasil berbagai penelitian dengan menggunakan hewan percobaan telah mendukung teori bahwa mengkonsumsi antioksidan yang memadai dapat mengurangi terjadinya berbagai penyakit seperti kanker, kardiovaskuler, katarak serta penyakit degeneratif lain.

Anggur merah vs jantung koroner

·         Lebih dari 200 penelitian secara epidemiologi menyatakan, diet makanan yang mengandung beta karoten dapat menurunkan risiko penyakit kanker.

Beta karoten konon mampu mecegah kerusakan sel normal dari sel ganas dengan cara meningkatkan keutuhan sel-sel normal dan mengusahakan agar sel-sel kanker tersebut bertindak sebagai sel normal.

Vitamin C juga berperan dalam menurunkan risiko kanker saluran pencernaan. Dikatakan pula adanya hubungan antara asupan vitamin E yang rendah dan risiko kanker payudara, paru-paru, tenggorokan, dan mulut.

Beberapa studi mengungkapkan peranan antioksidan untuk mencegah penyakit jantung. Oksidasi LDL (low density lipoprotein) menyebabkan kerusakan dinding pembuluh arteri yang berarti proses awal dari aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah arteri).

Pertahanan antioksidan secara alami dalam LDL kolesterol dengan jumlah yang cukup dapat melindungi LDL dari proses oksidasi tapi masih dipertanyakan apakah perlindungan ini terjamin pada setiap orang. Antioksidan alam terbanyak dalam LDL adalah vitamin E. Sehingga penambahan suplemen vitamin E dalam makanan dapat meningkatkan kandungan vitamin E dalam LDL serta meningkatkan perlindungan terhadap proses oksidasi. Beta karoten merupakan antioksidasi yang cukup kuat yang secara teoritis juga dapat melindungi oksidasi LDL.

Anggur merah telah terbukti dapat mencegah penyakit jantung koroner karena kandungan flavonoidnya. Sebagai contoh, Prancis, dibandingkan negara Eropa lain atau Amerika, jumlah penderita PJK-nya lebih kecil (dikenal dengan istilah the French paradox) karena suka sekali minuman anggur merah. Padahal konsumsi lemak mereka lebih besar, lebih banyak merokok dan kurang bergerak. Anggur merah memang mempunyai kandungan senyawa fenol lebih tinggi daripada anggur putih. Fenol ini mempunyai efek kardioprotektif (flavonoid) yakni antioksidan yang sangat kuat. Ia dapat mencegah oksidasi LDL 20x lebih kuat dari vitamin E.

Senyawa flavonoid ini telah terbukti secara in vitro mempunyai efek biologis yang sangat kuat sebagai antioksidan, menghambat penggumpalan keping-keping sel darah, merangsang produksi oksidasi nitrit yang dapat melebarkan (relaksasi) pembuluh darah dan juga menghambat pertumbuhan sel kanker.

Sayangnya, flavonoid pada anggur dan sayuran bentuknya kompleks sehingga sangat sulit dicerna dan diserap. Sedangkan pada saat fermentasi anggur merah, kompleks ini terurai sehingga mudah diserap tubuh. Ditambah lagi adanya alkohol (10%) dalam anggur membuat kandungan flavonoid stabil.    

Berdasarkan penelitian, paparan senyawa radikal bebas, sinar ultraviolet, dan asap rokok dapat menyebabkan oksidasi protein pada lensa mata sehingga lama-kelamaan menimbulkan katarak. Penelitian epidemiologis menyatakan, katarak meningkat di negara-negara yang tinggi kebiasaan merokok serta paparan sinar mataharinya.

Asupan vitamin C dan E yang rendah pada diet makanan disertai kadar vitamin C yang rendah dalam darah, akan mempermudah seseorang terkena katarak (kekeruhan lensa mata). Apalagi ditambah dengan kebiasaan merokok.

Kasiat tempe dan ikan laut

·         Selain berbentuk zat gizi seperti vitamin C dan D, antioksidan dapat pula berupa zat non-gizi seperti pigmen (karoten, likopen, flavonoid, klorofil) dan enzim (glutation peroksida, koenzim, Q-10 atau ubiquinon).

Karoten banyak pada wortel, ubi rambat, semangka, bayam, kangkung, jeruk. Likopen pada tomat. Flavonoid pada wortel, jeruk, brokoli, kol, mentimun, bayam, tomat, merica dan terung.

Bila konsumsi mineral seperti seng, selenium, tembaga, vitamin E dan C serta beta karoten cukup, maka tidak diperlukan suplemen. Suplemen berupa pil, kapsul, dll hanya diberikan bila makanan berantioksidannya belum memenuhi angka kebutuhan gizi yang dianjurkan.

Dalam makanan sehari-hari antioksidan banyak terdapat dalam sayuran dan buah-buahan. Sedangkan tempe dan ikan laut dapat memusnahkan atau meminimalkan pembentukan radikal bebas.

Selama lebih dari setengah abad antioksidan telah dimanfaatkan dalam pengolahan pangan untuk menghambat kerusakan makanan. Biasanya antioksidan ini ditambahkan pada makanan yang mengandung lemak atau minyak, buah segar atau sayuran agar tidak cepat rusak. Senyawa ini juga dapat untuk mencegah perubahan warna dan rasa yang disebabkan oksigen di udara (pada apel, pisang yang mengandung enzim tertentu).

Selain pada bahan makanan, antioksidan seperti vitamin E juga sebagai suplemen diet untuk mengatasi proses oksidasi dalam tubuh. Belakangan malah antioksidan digunakan dalam produk kosmetik

 

Praktisi Manajemen pada umumnya terpesona dengan konsep Kai Zen. Dan, sesuai dengan namanya, konsep tersebut dipopulerkan di Jepang, padahal, juga pada masyarakat kita di Indonesia, kita dapat melihat bahwa proses Kai Zen sering dilakukan oleh masyarakat kita.

Misalkan, pada awalnya seseorang hanya mampu membeli rumah type 21, dan dari waktu ke waktu, setiap mempunyai sisa dana, dia melakukan perbaikan atau penambahan pada rumah tersebut, sehingga 5 tahun kemudian, rumah tersebut sudah berobah menjadi type 60 dan perabotannya menjadi lebih mewah. Proses inilah yang disebut Kai Zen (merobah, memperbaiki sedikit demi sedikit dan terus menerus secara berkesinambungan).

Berbeda dengan konsep Innovasi. Kalau dengan konsep Innovasi, rumah lama (type 21) dirobohkan dan diganti dengan bangunan baru type 60.

Dari proses tersebut, kita tentu dapat membuat analisa tentang baik buruknya kedua konsep tersebut.

Maksud saya dengan komentar ini adalah, selain mencoba memberi pemahaman awal bagi rekan yang ingin mempelajari konsep Kai Zen (atau yang lainnya yang dipopulerkan oleh bangsa lain) saya ingin menggugah, dapatkah para pakar manajemen kita mencoba menggali konsep budaya kita sendiri menjadi satu konsep manajemen yang dapat memberikan hasil dan disosialisasikan kepada para pengusaha bangsa kita?

Contoh keberhasilan Kai Zen dapat kita lihat pada umumnya perusahaan besar Jepang, yang pada awalnya dimulai dari perusahaan kecil setelah masa waktu rata-rata diatas 100 tahun. Seperti perusahaan Kecap KIKKOMAN, didirikan 491 tahun yang lalu seba gai Home Industri (1 ruangan ukuran 6 x 8 m, kuali ukuran diameter 2m dan pengaduk dari dayung perahu). Sekarang, KIKKOMAN berkembang menjadi perusahaan besar dan bahkan, produknya dapat kita beli di Hero Supermarket.

Buat Rekan Anwar, Sekarang ini sudah banyak buku-buku terjemahan mengenai Kai Zen, tetapi saya kira tidak perlu menunggu untuk menghabiskan waktu membaca text book tetapi bisa saja sambil jalan, mencoba mengupayakan berbagai proses kecil yang bertujuan memperbaiki (baik dari segi efisiensi maupun efektivitas) proses produksi (barang atau jasa).

Kaizen vs Inovasi, mana yang lebih baik?

From: Steve Sudjatmiko 

Proses inilah yang disebut Kai Zen, (merobah,  memperbaiki sedikit de mi sedikit dan terus menerus secara  berkesinambungan).

Kalau dengan konsep Innovasi, rumah lama (type 21)  dirobohkan dan diganti dengan bangunan baru type 60.

Kaizen berasumsi bahwa dasar sebuah praktek kerja atau proses sudah OK, jadi tinggal terus menerus disempurnakan.

Inovasi melihat dari sudut yang sama sekali baru sehingga dasar praktek kerja berubah samasekali.

Kaizen terjadi terus dan lambat laun sehingga bisa diterima dengan lebih baik oleh sekeliling.

QCC pada banyak perusahaan biasanya mempraktekkan perbaikan inkremental ini.

Dari proses tersebut, kita tentu dapat membuat analisa tentang baik  buruknya kedua konsep tersebut.

Mana yang lebih baik dari kedua konsep itu? Kalau sama-sama sukses dilaksanakan dan dipasarkan, biasanya dampak inovasi lebih besar. Pada era Ekonomi Industri, perbaikan berjalan lambat karena informasi terbatas pada pakar2 tertentu. Perbaikan yang drastis biasanya perlu waktu lama untuk dijelaskan dan biayanya menjadi mahal. Pada Era Ekonomi Digital, ilmu dan informasi menyebar cepat sehingga sebuah inovasi akan diteliti beramai-ramai dan kalau bagus akan segera diadopsi. Akibatnya di era Digital ini, inovasi beresiko lebih kecil dari era lalu.

Contoh keberhasilan Kai Zen dapat kita lihat pada perusahaan Kecap KIKKOMAN

 Sekarang, KIKKOMAN berkembang menjadi perusahaan  besar dan bahkan, produknya dapat kita beli di Hero (Indonesia).

Banyak perusahaan yg sudah berusia ratusan tahun, seperti perusahaan2 obat di China, mesin di Jerman, baju di Inggris, anggur di Perancis dan mebel di Italia. Memang perusahaan Jepang bisa sukses karena Kaizen, tetapi juga karena ada puluhan faktor lainnya: Keiretsu, MITI, sistim finansial yg sangat solid dan berbunga rendah, lifetime employment, Deming’s QC System. Dan satu lagi: homogenitas masyarakatnya.

Nissan mempraktekkan Kaizen, tapi kini rontok. Perusahaan2 besar seperti Seiko, NEC (home electronicsnya), bahkan Panasonic, sudah tidak lagi terlalu menonjol.

Yang menjadi sumber utama laba dari Sony adalah Play Station, dan ini bukan Kaizen melainkan murni inovasi. Begitu pula Play Station 2, bukanlah hasil Kaizen dari PS1 tapi inovasi besar lagi.

Bagaimana kaizen untuk tujuan meningkatkan produktifitas seperti pertanyaan pak Anwar? Tentu saja berguna, sangat berguna. Walaupun demikian, Inovasi di biang inipun sudah ada dan sangat terkenal yaitu Process Reengineering. PR bukan hanya memperbaiki proses, tapi menghilangkan yg tidak perlu dengan konsep2 sangat baru. Sayang PR sering gagal karena tidak dibarengi dengan Change management (perubahan pun membutuhkan management)

Titik Singgung Kai Zen dan Inovasi

Simon Sibarani 

Titik singgung dari Kai Zen dan Inovasi adalah sama-sama mengupayakan perbaikan dari keadaan yang sudah ada. Perbedaannya adalah dari segi resiko. Kalau Kai Zen, karena prinsipnya adalah melakukan perbaikan secara perlahan (sedikit demi sedikit) maka resiko yang mungkin timbul cenderung lebih kecil dibandingkan resiko yang mungkin timbul dari suatu proses Innovasi (perombakan total).

Jepang, memilih proses Kai Zen adalah didasari budaya berpikir mereka, yang tidak menyukai hal-hal yang drastis. Tentunya, pola ini tidak berarti pasti akan bertahan terus pada orang Jepang, khususnya generasi muda yang sudah mulai berinteraksi dengan pola pikir Barat. Dan, saya juga tidak punya keyakinan, bahwa Kai Zen akan secara mutlak dan pasti, akan selalu berhasil, sebagaimana umumnya teori non eksak yang bersifat relatif. Itulah sebabnya, saya berpikir bahwa kita tidak boleh kaku berpegang pada hanya satu text book (teori).

 

Titik Singgung Kaizen dan Inovasi

Steve Sudjatmiko 

Setuju dengan pendapat rekan Simon bahwa keduanya sama-sama berusaha memperbaiki hal yg sekarang berlaku. Kedua hal ini samasekali tidak bertentangan. Yang lebih perlu ditekankan adalah apakah perusahaan sendiri mendorong adanya kaizen/inovasi. Bahwa Kaizen sering menunjukkan hasil pada waktu QCC menunjukkan bahwa berpikir mendalam untuk perbaikan yang nyata, sebenarnya perlu waktu, tenaga dan biaya. Sebelum suatu ide bisa dilaksanakan, karyawan harus membuat disain proses baru itu, penjelasan mendetail dan ukuran perbaikan yg timbul dari proses baru itu serta model miniatur untuk demo kalau bisa. Tentu saja ini makan waktu, dan biaya, serta otak.

Apalagi inovasi yg merombak dasar proses kerja, biasanya akan membutuhkan waktu, tenaga dan biaya yg akan lebih besar. Di Jepang, perbaikan ditimbulkan oleh teamwork karena mereka menemukan bahwa jumlah dan mutu input dari banyak orang dengan intelijen rata-rata akan melebihi mutu dan jumlah input beberapa orang tertentu dengan intelijen di atas rata-rata. Di Barat, sebaliknya, perbaikan lebih diharapkan dari orang2 yg menonjol karena penekanan mereka ke individu. Penekanan inilah, pada hemat saya yang merupakan hal penting mengapa dengan adanya biaya dan support yg cukup, inovasi lebih sering muncul dari hasil karya individu sementara incremental improvement lebih banyak dari kerja kelompok.

 

Halaman Berikutnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.