wawasan


Mungkin satu dua hal membuat anda merasa rendah diri. saya punya sebuah cerita untuk anda.
Suatu hari seekor gajah bertemu dengan seekor lebah. si gajah kemudian menghina lebah itu karena lebah itu begitu kecil. namun si lebah merasa tidak rendah diri sedikitpun si gajah jadi heran dan bertanya “memangnya kenapa kau tidak merasa renadah hati? bukankah kau begitu kecil dan sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan aku yang besar ini?” Kemudian dengan rendah hati lebah menjawab : “Iya aku memang kecil, gajah. Tetapi tidakkah kau sadar akan satu hal”. “Apa?” tanya si gajah dengan penasaran. Kemudian si lebah menjawab, “memang sih aku yang kecil ini tidak sebanding bila dibandingkan denganmu, tapi aku  memiliki satu keunggulan yang tidak kau miliki”

“Apa itu?” si gajah makin heran dan tidak terima “tidak mungkin mahluk kecil sepertimu ini memiliki kelebihan!”

“Begini” kata si lebah dengan tenang dan rendah hati, “aku dapat menghasilkan madu. bahkan jika aku menyerap sari bunga bangkai pun aku tetap bisa menghasilkan madu. tetapi kau, hanya bisa menghasilkan kotoran, meskipun yang kau makan adalah madu” si gajah pun tertegun tidak menyangka, dan tentu saja tidak terima.

Jika kita mau sukses, maka jangan sesekali kita menyesali kelemahan kita, tetapi kembangkan apa yang bisa menjadi kelebihan dalam diri kita, maka kelemahan kita tidak akan terlihat lagi.

Lagi pula apa gunanya kelemahan disesali? apalagi sampai membuat minder, lebih baik kembangkan kekuatan untuk menghadapi kelemahan itu.

“ LEBAH, binatang kecil makan makanan yang baik (sari bunga), mengasilkan sesuatu yang baik juga (madu), dia tidak akan mengganggu / menyakiti apabila dia tidak tertanggu/terancam.”

(adope by : mer1t’s)

Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi telah menghasilkan produk-produk industri yang dapat memenuhi kebutuhan manusia sehari-hari. Bahan kimia yang telah diketahui manfaatnya dikembangkan dengan cara membuat produk-produk yang berguna untuk kepentingan manusia dan lingkungannya. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui jenis, sifat-sifat, kegunaan, dan efek samping dari setiap produk yang kita gunakan atau kita lihat sehari-hari.
Bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari dapat dikelompokkan berdasarkan bagan dibawah ini:
 Banyak ragam bahan kimia yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa kelompok bahan kimia yang dimaksud, di antaranya adalah:
1. pembersih;
2. pemutih pakaian;
3. pewangi;
4. pestisida;
1.      Pembersih
Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal berbagai bahan kimia pembersih, di antaranya sabun dan detergen.
Adapun jenis bahan kimia yang dapat digunakan sebagai pembersih antara lain:
- pembersih badan,
- pembersih rambut,
- pembersih motor dan mobil,
-  pembersih piring,
-  pembersih baju,
-  pembersih lantai
Kita perlu hati-hati dalam memilih bahan pembersih, bahan tersebut jangan sampai menimbulkan pengaruh yang buruk terhadap lingkungan. Beberapa jenis detergen sukar diuraikan oleh pengurai. Jika detergen ini bercampur dengan air tanah yang dijadikan sumber air minum manusia atau binatang ternak maka air tanah tersebut akan membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, sebaiknya memilih detergen yang limbahnya dapat diuraikan oleh mikrorganisme (biodegradable). Pengaruh buruk yang dapat ditimbulkan oleh pemakaian detergen yang tidak selektif atau tidak hati-hati adalah:
      - Menimbulkan limbah rumah tangga berupa busa.
      - Busa yang ditimbulkan sabun dapat diuraikan oleh mikroorganisme yang ada dalam tanah, sedangkan busa yang dihasilkan dari detergen sulit diuraikan oleh mikroorganisme di dalam tanah
Pencegahannya
Pencegahan yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut.
      - Menggunakan detergen dengan konsentrasi yang encer dan kadar ABS yang rendah.
      - Menggunakan detergen yang mudah terurai, seperti sodium dodesil sulfat (SDS).
      - Menyimpan sabun pada tempat yang benar sehingga jauh dari jangkauan anak.
2.      Pemutih
Pemutih biasanya dijual dalam bentuk larutannya dan digunakan untuk menghilangkan kotoran atau noda berwarna yang sukar dihilangkan dengan hanya menggunakan sabun atau detergen. Larutan pemutih yang dijual di pasaran biasanya mengandung bahan aktif natrium
hipoklorit (NaOCl) sekitar 5%. Selain digunakan sebagai pemutih dan membersihkan noda, juga digunakan untuk desinfektan (membasmi kuman). Pada umumnya, bahan pemutih yang dijual di pasaran sudah aman untuk dipakai selama pemakaiannya sesuai dengan petunjuk. Selain dengan noda, zat ini juga bisa bereaksi dengan zat warna pakaian sehingga dapat memudarkan warna pakaian. Oleh karena itu, pemakaian pemutih ini harus sesuai petunjuk.

- Bagaimana pemutih dapat menghilangkan kotoran yang membandel pada pakaian putih?
- Dalam bahan pemutih mengandung hipoklorit Ca(ClO2) yang biasanya dikenal kaporit, dan larutan pemutih mengandung natrium hipoklorit (NaClO). Bahan pemutih akan mengoksidasi kotoran sehingga kotoran tersebut akan larut dalam air
Efek Samping Penggunaan Pemutih
      - Bahan pemutih pakaian umumnya mengandung senyawa klorin yang dapat merusak serat kain dan warna      pakaian.
- Senyawa klorin juga dapat menyebabkan iritasi pada kulit.
- Bahan pemutih kulit yang mengandung merkuri atau raksa yang berlebihan dapat merusak sistem saraf
Pencegahannya
Pencegahan yang dapat dilakukan untuk dari penggunaan pemutih, antara lain:

- Hindari penggunaan jenis pemutih yang mengandung merkuri.
- Hanya menggunakan produk pemutih jika kotoran atau noda sulit dihilangkan oleh sabun atau detergen.
3.            Pewangi
Pewangi merupakan bahan kimia lain yang erat kaitannya dengan kehidupan kita sehari-hari. Kita dapat memperoleh bahan pewangi dari bahan alam maupun sintetik. Selain zat yang menimbulkan aroma wangi, pewangi yang dijual di pasaran biasanya mengandung zat-zat lain, seperti alcohol untuk pewangi yang berbentuk cair dan tawas untuk pewangi yang berbentuk padat.
Selain alkohol, masih terdapat beragam zat tambahan lainnya yang sengaja ditambahkan ke dalam pewangi agar parfum mudah disemprotkan (zat tersebut berfungsi sebagai propelan). Di antara zat-zat tambahan yang dapat berfungsi sebagai propelan tersebut ada yang dapat mencemari lingkungan. Propelan tertentu jika lepas ke udara kemudian masuk ke atmosfer bagian atas akan dapat merusak lapisan ozon. Selain itu juga berdampak pada kesehatan manusia antara lain mengiritasi mata, hidung, tenggorok, kulit, mengakibatkan mual, pusing, perdarahan, hilang ingatan, kanker, dan tumor, kerusakan hati, menyebabkan iritasi ringan hingga menengah pada paru-paru, termasuk gejala seperti asma.
4.            Pestisida
Bahan kimia jenis pestisida erat sekali dengan kehidupan para petani. Pestisida dipakai untuk memberantas hama tanaman sehingga tidak mengganggu hasil produksi pertanian. Pestisida yang biasa digunakan para petani dapat digolongkan menurut fungsi dan sasaran
penggunaannya, yaitu:
a. Insektisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk memberantas serangga, seperti belalang, kepik, wereng, dan ulat.
b. Fungisida, yaitu pestisida yang dipakai untuk memberantas dan mencegah pertumbuhan jamur atau cendawan.
c. Bakterisida, yaitu pestisida untuk memberantas bakteri atau virus.
d. Rodentisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk memberantas hama tanaman berupa hewan pengerat, seperti tikus.
e. Herbisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk membasmi tanaman pengganggu (gulma), seperti alang-alang, rerumputan, dan eceng gondok.
•          Efek Samping Penggunaan Produk Pembasmi Serangga
      Produk pembasmi serangga beraerosol dapat menyebabkan penipisan lapisan ozon stratosfer.
       Penipisan ozon akan meningkatkan jumlah penderita penyakit kanker kulit secara signifikan, termasuk melanoma ganas, dan pengidap katarak.
      Dapat merusakkan produk pertanian. Anti nyamuk termasuk kelompok pestisida (pembasmi hama), sehingga obat antinyamuk juga mengandung racun.
Alternatif
1.      Tidak menggunakan pestisida yang mengandung bahan kimia yang seperti senyawa karbamat, fosfat, dan klorin.
2.      Penggunaan pestisida organic dan biopestisida (musuh alami).
3.      Pemanfaatn teknologi terkini.
ZAT ADITIF DALAM BAHAN MAKANAN
Beberapa bahan kimia yang ada pada makanan
 •          Zat Aditif
Zat aditif adalah bahan kimia yang dicampurkan ke dalam makanan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas makanan, menambahkan kelezatan, dan mengawetkan makanan.
Fungsinyadi antaranya
1.      Antioksidan dan antioksidan sinergis
2.      Pengasam, penetral
3.      Pemanis buatan
4.      Pemutih dan pematang
5.      Penambah gizi
6.      Pengawet
7.      Pengemulsi (pencampur)
8.      Pemantap dan pengental
9.      Pengeras
10.  Pewarna alami dan sintetis
11.  Penyedap rasa dan aroma, dan lainnya.
Zat aditif makanan dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu:
1. zat aditif yang berasal dari sumber alami, seperti lesitin dan asam sitrat;
2 zat aditif sintetik dari bahan kimia yang memiliki sifat serupa dengan bahan alami yang sejenis, baik susunan kimia maupun sifat/fungsinya, seperti amil asetat dan asam askorbat.
Berdasarkan fungsinya, baik alami maupun sintetik, zat aditif dapat dikelompokkan sebagai zat pewarna, pemanis, pengawet, dan penyedap rasa.

Bahan Penyedap Alami
Bahan penyedap alami yang sering digunakan untuk menimbulkan rasa gurih pada makanan, antara lain
      santan kelapa,
      susu sapi, dan
      kacang-kacangan.
Bahan penyedap lainnya yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan, antara lain
      lengkuas, ketumbar,
      cabai, kayu manis, dan pala
•          Bahan Pemanis Alami
Zat pemanis alami yang biasa digunakan, dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut :
       Pemanis nutritif
       Pemanis nonnutritif
•          Pemanis nutritif
      Pemanis nutritif adalah pemanis alami yang menghasilkan kalori.
      Pemanis nutritif berasal dari tanaman (sukrosa/gula tebu, gula bit, xylitol dan fruktosa), dari hewan (laktosa, madu), dan dari hasil penguraian karbohidrat (sirop glukosa, dekstrosa, sorbitol).
      Kelebihan pemanis ini dapat mengakibatkan obesitas, karena kandungan kalorinya yang tinggi.
•          Pemanis nonnutritif
•          Pemanis nonnutritif adalah pemanis alami yang tidak menghasilkan kalori. Pemanis nonnutritif berasal dari tanaman (steviosida), dan dari kelompok protein.
•          Bahan Pengawet Alami
Bahan pengawet alami yang sering digunakan adalah :
        Garam,
        Cuka
        Gula
Bahan pengawet alami ini digunakan untuk mengawetkan makanan agar selalu berada dalam kondisi baik.
•          Bahan Pewarna Alami
Pernahkah kamu makan nasi kuning? Dari mana asalnya warna kuning pada nasi kuning?
Bahan pewarna alami lain yang juga sering digunakan, antara lain seperti berikut:
      Warna kuning itu berasal dari bumbu masakan yang disebut kunyit.
      Daun pandan dan daun suji untuk menghasilkan warna hijau;
      Gula merah dan karamel untuk menghasilkan warna cokelat;
      Cabai, tomat, dan paprika untuk menghasilkan warna merah.
•          Bahan Pewarna Buatan
Bahan pewarna yang masih diperbolehkan untuk dipakai yaitu
      amarant (pewarna merah)
      tartrazine (pewarna kuning)
      erythrosine (pewarna merah)
      fast green FCF (pewarna hijau)
      sunset yellow (pewarna kuning)
      brilliant blue (pewarna biru).
•          Penggunaan Yang Berlebihan
      Penggunaan tartrazine yang berlebihan dapat menyebabkan reaksi alergi, asma, dan hiperaktif pada anak
      Penggunaan erythrosine yang berlebihan dapat menyebabkan reaksi alergi pada pernapasan, hiperaktif pada anak, tumor tiroid pada tikus, dan efek kurang baik pada otak dan perilaku.
      Penggunaan Fast Green FCF secara berlebihan dapat menyebabkan reaksi alergi dan produksi tumor.
      penggunaan sunset yellow yang berlebihan dapat menyebabkan radang selaput lendir pada hidung, sakit pinggang, muntah-muntah, dan gangguan pencernaan.
•          Bahan Pemanis Buatan
      Pemanis buatan adalah bahan tambahan makanan buatan yang ditambahkan pada makanan atau minuman untuk menciptakan rasa manis.
      Bahan pemanis buatan ini sama sekali tidak mempunyai nilai gizi.
      Contoh pemanis buatan antara lain sakarin, siklamat dan aspartam.
•          Penggunaaanya
Aspartam banyak digunakan sebagai pemanis dalam permen dan berbagai jenis makanan olahan. Makanan olahan yang biasa menggunakan pemanis buatan antara lain
          Sirop
          Es mambo
          Kue atau roti
•          Bahan Pengawet Buatan
Menurutmu adakah makanan dalam kemasan tanpa menggunakan bahan pengawet?
•          Pengertian
Bahan pengawet adalah bahan tambahan makanan yang mencegah atau menghambat fermentasi, pengasaman, atau peruraian lain terhadap makanan yang disebabkan oleh mikroorganisme.
•          zat pengawet dibedakan menjadi tiga macam, yaitu
      GRAS (Generally Recognized as Safe) yang umumnya bersifat alami, sehingga aman dan tidak berefek racun sama sekali.
      ADI (Acceptable Daily Intake), yang selalu ditetapkan batas penggunaan hariannya (daily intake) guna melindungi kesehatan konsumen.
      Zat pengawet yang memang tidak layak dikonsumsi atau berbahaya seperti boraks, formalin, dan rhodamin-B.
•          Beberapa bahan pengawet diperbolehkan untuk dipakai, namun kurang aman jika digunakan secara berlebihan.
      Kalsium Benzoat
      Sulfur Dioksida (SO2)
      Kalium Nitrit
      Kalsium Propionat/Natrium Propionat
      Asam Sorbat
      Natrium Metasulfat
•          Adapun bahan-bahan pengawet yang tidak aman dan berbahaya bagi kesehatan, antara lain sebagai berikut:
      Natamysin (mual, muntah )
      Kalium Asetat (rusaknya fungsi ginjal  )
      Butil Hidroksi Anisol (BHA) (penyakit hati dan memicu kanker )
•          Bahan Penyedap Buatan
Zat penyedap buatan dibedakan menjadi dua macam:
•           zat penyedap aroma dan
•          zat penyedap rasa.
•          Zat Penyedap Aroma Buatan
Berasal dari senyawa golongan ester, antara lain oktil asetat (aroma buah jeruk), iso amil asetat (aroma buah pisang), dan iso amil valerat (aroma buah apel).
•          Zat penyedap rasa

Banyak digunakan adalah monosodium glutamate (MSG) atau lebih populer dengan nama vetsin dengan berbagai merek yang beredar di pasar.

#Handout Kuliah Kimia Stikes TMS Bkl

http://endiferrysblog.blogspot.com/2013/01/bahan-kimia-dalamkehidupan-sehari-hari.html

1. Ikuti Petunjuk MSDS

penanganan-bahan-kimia-berbahaya

 

images (13)

2. Gunakan Peralatan Safety dan Alat Pelindung Diri (APD) yang Sesuai

sp18

ChemicalSafetyMarchEnglish

3. Lakukan pekerjaan bahaya di tempat yang aman.

sp01

images (15

4. Pahami Intruksi kerja & aspek resiko bahaya

HMC20-2

 

animasi-chemical

 

5. Periksa Label bahaya.

Safety - Consultancy page2

 

chemical hazard labels

 

 

6. Perhatikan informasi & rambu – rambu bahaya

img2136-1298348223

 

p13

 

7. Perhatikan cara penyimpanannya (hindari kontaminasi silang)

chem_storage_groups

 

images (15)

 

8. Jangan melakukan kegiatan yang memicu bahaya.

images (19)

Laboratory-Safety

 

chemguy1

 

9. Lakukan penanganan dengan benar jika terjadi kecelakaan kerja.

chem_lab tm5

 

10. Budayakan Safety, 5S (Housekeeping) dan Ergonomi di setiap pekerjaan.

instrumentRoom labkidsmistakes

poster-5r2

liftsaipem-safety-cartoon

 

logo-k3

High-Pressure-Cylinder

Deretan tabung berisi gas bertekanan dapat dengan mudah kita temui di setiap pabrik yang memproduksi bahan kimia. Jenis gas yang tersimpan di dalamnya bisa berupa gas yang mudah terbakar (flammable), gas beracun (toxic), inert gas, gas mudah meledak (explosive) dan lain-lain.

Tabung-tabung gas tersebut harus ditangani dengan benar. Kalau tidak, potensi bahaya seperti terjatuh, kebakaran, ledakan atau kebocoran gas beracun dapat terjadi. Itulah sebabnya, para pekerja yang berhubungan langsung dengan tabung gas bertekanan tinggi (compressed gas cylinder) harus mengetahui dengan jelas prosedur penanganan yang aman.

Dual-port valve dip-tube cylinder

Berikut ini adalah 18 tips safety untuk penanganan tabung gas bertekanan di pabrik kimia. Mari kita simak satu-persatu sambil kita aplikasikan di tempat kerja kita masing-masing.

  1. Tabung gas bertekanan harus disimpan pada ruangan khusus, yang dipagar dan terkunci.
  2. Hanya yang berwenang dan pekerja terlatih saja yang diperbolehkan masuk ruangan   tabung gas.
  3. Ikat kuat dengan rak atau cara lain agar tabung tidak terjatuh.
  4. Jika tabung gas tidak digunakan, valve caps harus tetap terpasang.
  5. Untuk memindahkan tabung gas, gunakan hand truck dengan kapasitas yang memadai untuk membawa 2 tabung sekaligus.
  6. Jangan menggunakan elektromagnetik, tali atau sling untuk menghandle tabung gas.
  7. Pastikan label menempel pada tabung, yang menyebutkan isi tabung dan tekanan di dalamnya.
  8. Hindari tabung gas terkena sinar matahari langsung atau suhu tinggi (>52 0C).
  9. Jauhkan sumber api kontak dengan pemukaan tabung.
  10. Jauhkan bahan mudah terbakar dari tabung.
  11. Gunakan tubing, valve dan peralatan lain yang cocok dengan gas dalam tabung dan rating tekanannya.
  12. Pastikan bahwa valve, regulator dan safety relief valve telah terpasang.
  13. Selalu buka valve tabung secara perlahan-lahan. Hindari membuka secara penuh dalam waktu singkat.
  14. Lakukan perawatan agar tabung dan kelengkapannya tetap dalam kondisi baik.
  15. Jangan pernah gunakan safety relief valve yang rusak dan tabung yang bocor. Beri tanda tabung yang rusak dan pisahkan.
  16. Pisahkan dan beri tanda tabung gas yang telah kosong dari stok tabung gas.
  17. Jangan pernah diterima tabung gas tanpa label      yang jelas dan kondisi tabungnya tidak baik.
  18. Hitung dengan tepat kebutuhan konsumsi gas untuk kebutuhan pabrik. Menyimpan tabung gas untuk konsumsi 1 tahun tidak dianjurkan, karena menciptakan kondisi tidak aman.

Danger Sign

Hal – hal yang harus diperhatikan :

Perhatian.PerhatianPerhatianimages (8

Adopted from : http://industrikimia.com

Bom Fosfor atau nama kerennya sering di sebut WP (WP = White Phosphorus) atau lebih keren lagi disebut Willy Pete.

Tujuan utama penggunaan WP ini adalah sebagai tanda bagi pasukan dimalam hari dan untuk tujuan pembakaran atau bom. Penggunaannya memang boleh didalam perang tetapi menjadi terlarang jika digunakan di kawasan penduduk atau daerah yang banyak penduduk sipil.

Penggunaan WP sudah dilakukan sejak Perang Dunia I –baca SEJARAH PENGGUNAAN FOSFOR PUTIH- WP yang banyak digunakan dalam militer adalah pyrophoric material yang bersifat mudah terbakar secara spontan, dan sangat aktif mudah bereaksi dengan oksigen.

Saat bersentuhan dengan udara terbuka WP akan menyala dan beroksidasi menjadi phosphorus pentoxide. Panas yang dihasilkan akibat reaksi ini meledak menjadi nyala api kuning dan menghasilkan asap putih yang tebal.

MENGENAI WP
Fosfor merupakan sebuah unsur berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu “phosphoros “.

Ditemukan pada tahun 1669, ada dalam bentuk allotropic berwarna : putih (atau kuning), merah, dan hitam (atau violet). Biasanya fosfor dijumpai dalam bentuk lilin putih yang padat, dalam bentuk aslinya fosfor tidak berwarna dan transparant.

Fosfor tidak pernah ditemukan secara bebas dialam. Fosfor biasanya terkandung dengan kombinasi mineral. Sumber dari WP ini adalah batu fosfor yang banyak ditemukan di Rusia, Maroko, Florida, Utah, Idaho, Tennessee.

AKIBATNYA BAGI MANUSIA
WP jika mengenai manusia menyebakan luka bakar yang dalam dan menyakitkan luka bakar yang dihasilkan bisa sampai menembus tulang.

Ciri-ciri luka bakar yang dihasilkan tampak pada bagian necrotic dengan warna kekuning-kuningan dan bau seperti bawang putih. Banyak yang meyakini bahwa luka bakar akibat WP ini memakan waktu lama untuk disembuhkan.

Sifatnya yang terbakar karena bersentuhan dengan udara terbuka, membuat terbakarnya kulit menjadi lama karena selama WP masih kontak dengan udara dia akan terus terbakar sampai materialnya benar-benar habis terbakar.

Beberapa Fakta tentang Bom Fosfor/WP :

  • Fosfor putih bisa mengakibatkan layar asap kimia yg dpt membakar kulit hingga ke tulang
  • Bahan kimia ini bereaksi cepat ketika terpapar oksigen dengan memercik dlm api jingga tua
  • Dalam perang, materi ini sering digunakan sebagai layar asap penghalau pandangan, namun dapat juga digunakan sebagai pembakar yg mengakibatkan luka fatal
  • Luka bakar akibat fosfor selalu pada stadium dua atau tiga karena partikel tersebut ttp tidak berhenti terbakar dan menyala meski telah kontak dengan kulit, hingga benar-benar habis. Itu kadang tidak disadari hingga akhirnya luka telah mencapai tulang.

Sumber : http://lubang-kecil.blogspot.com/2010/07/apa-itu-bom-fosfor.html

Think Globally, Act Locally
Teman2,
Mungkin pastinya pernah anda baca, dengar & ketahui apa itu Go Green’

Jadi Please…,1x lagi teman2 semua,
dengan ajakan ini, kiranya dapat men’support & men’sukseskan ajakan untuk Hidup Lebih HIJAU, Lebih BERSIH & STOP Global Warming”.

Dengan kesadaran yang tinggi kita sebagai Anak Bangsa yang masih memiliki Rasa & Jiwa Patriotisme sebagai generasi penerus bangsa untuk bersama2 menjadi; Pahlawan Tanpa Tanda Jasa’ untuk Berbakti dalam Misi menyelamatkan Bumi Tercinta Ibu Pertiwi dan Anak Cucu kita dengan Go Green INDONESIA KU’

Ayo..Teman semua, terus suarakan Misi Go Green INDONESIA KU’
Bumi & Anak Cucu kita membutuhkan kita semua untuk :
*Be Green >> Tanam 1 Pohon.
*For Clean >> Buang Sampah Jangan Sembarangan’ & Pisahkan Sampah Organik & Non Organik.

Dengan melakukan tindakan nyata’ :
TANAM 1 POHON ” untuk SEUMUR HIDUP ANDA = 1 Bakti untuk Bumi Indonesia Ibu Pertiwi + 1 Bukti Cinta pada Anak Cucu.

Jangan Tunda, Sampe Lupa”.
Mohon untuk teman2 sebagai Pemerhati, Relawan, Aktivis dan Pecinta Lingkungan untuk dapat kiranya Sharing’, baik berupa Berita, Opini, Foto2 & Informasi tentang Lingkungan.

Ayo…terus suarakan, Go Green INDONESIA KU’
Untuk Membuat Indonesia Lebih Hijau & Bersih.

 

Jakarta, Kompas – Untuk melindungi masyarakat dari bahaya formalin di sejumlah bahan pangan, seperti tahu atau ikan asin, sebaiknya formalin dicampur bahan kimia bitrex (denatonium benzoate) agar pahit.

”Saya berulang kali mengusulkan pada pemerintah, tapi tidak ada tanggapan. Padahal, bitrex harganya murah,” kata Ketua Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia dr Marius Widjajarta di Jakarta, pekan lalu.

Hal yang sama diusulkan Forum Peduli Kesehatan Masyarakat (FPKM), pekan lalu. Pihak forum tersebut mendesak penertiban penggunaan formalin dan boraks di kalangan produsen makanan di wilayah Jabodetabek. Langkah tegas pemerintah diperlukan untuk mencegah penggunaan bahan berbahaya itu guna menangkal berbagai penyakit yang disebabkan bahan berbahaya itu. ”Pemerintah harus memberlakukan sanksi tegas terhadap produsen yang melanggar. Perlu menyeret pelakunya ke meja hijau,” kata Ketua Umum FPKM Basuni Suryanata Negara. Selain itu, impor juga harus dihentikan.

”Pemerintah harus menutup keran impor, baru mengevaluasi penggunaan formalin. Jangan melakukan sebaliknya,” ujarnya. Basuni mengungkapkan, pihaknya memiliki bukti tentang tingginya penggunaan formalin pada tahu, mi, kwetiau, ayam potong, saus cabai, kecap, ikan basah, dan ikan asin. Sementara itu, penggunaan boraks sebagai pengawet dan pengenyal makanan banyak ditemukan pada produk pangan, seperti bakso, otak-otak ikan, nugget ayam, dan lontong. ”Seharusnya, pemerintah memberantas industri makanan menggunakan formalin dan boraks sebagai pengawet. Pelakunya harus ditangkap,” katanya. Data yang dimilikinya menyebutkan, 97 persen dari total 455 unit produsen tahu di wilayah Jabodetabek masih menggunakan formalin sebagai pengawet.

Dari analisis, saat ini terjadi penurunan tingkat kesehatan masyarakat sebesar 15 persen karena kontaminasi bahan kimia berbahaya pada produk makanan.

sebenarnya hal ini sangat berbahaya bagi komsumen…ntah itu generasi sekarang atau berimbas ke generasi mendatang. diracunin dengan formalin akan membuat SDM Indonesia malah tambah bobrok. sikap tegas pemerintah, BPPOM dan MUI mungkin harus ikut andil, demi kesejahteraan umat.

Halaman Berikutnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.