Lemak/minyak merupakan asam karboksilat/asam alkanoat jenuh alifatis (tidak terdapat ikatan rangkap C=C dalam rantai alkilnya, rantai lurus, panjang tak bercabang) dengan gugus utama –COOH dalam bentuk ester/gliserida yaitu sesuatu jenis asam lemak atau beberapa jenis asam lemak dengan gliserol suku tinggi.

Sifat alkanoat atau asam karboksilat (spec. Oil & Grease, Lipida, dsb.)

Asam – asam alifatis :

1. C1 – C10 berwujud cair

2. >C10 berwujud padat

3. Titik didih naik dengan kenaikan MR. (massa atom relatif)

4. Asam – asam suku rendah baunya keras.

5. Membentuk ikatan hidrogen

6. Kelarutan dalam air bertambah dengan bertambahnya MR. (lebih…)

Artikel ini berisikan bahasan singkat mengenai prospek perkembangan energi untuk masa yang akan datang. Pembahasan diawali dengan ulasan singkat tentang perkembangan energi yang ada, yang kemudian dilanjutkan dengan ulasan tentang energi baru beserta prospeknya di masayang akan datang. Pembahasan diakhiri dengan studi tentang kebijakan penggunaan energi baru di Jepang. Disini akan kami jelaskan langkah-langkah pemerintah Jepang dalam menciptakan dan mempergunakan energi baru sebagai penganti minyak bumi. (lebih…)

Telah diraih lagi juara guru prestasi tingkat kota madiun oleh Bapak guru kita yakni bapak Drs.S.Ali Budianto M.Si Juara I dan akan maju tingkat propinsi mohon dukungan doanya Terima kasih salam Skima

selamat ya pak..

bangga neh jadi anak didik..kapan Guru yang lain nyusul…

selamat ya pak..semoga tambah sukses

(Tinjauan pada suatu Instalasi Pengolahan Air).

 ABSTRAK

Pemakaian bahan pembersih sintesis yang dikenal dengan deterjen makin marak di masyarakat luas. Dalam deterjen terkandung komponen utamanya, yaitu surfaktan, baik bersifat kationik, anionik maupun non-ionik. Dengan makin luasnya pemakaian surfaktan sebagai bahan utama pembersih maka risiko bagi kesehatan dan lingkungan pun makin rentan. Teknik pengolahan detergen dapat dilakukan menggunakan berbagai macam teknik misalnya biologi yaitu dengan bantuan bakteri, koagulasi-flokulasi-flotasi, adsorpsi karbon aktif, lumpur aktif, khlorinasi dan teknik representatif lainnya tergantung dari efektifitas kebutuhan dan efisiensi financial. Detergen merupakan suatu derivatik zat organik sehingga akumulasinya menyebabkan meningkatnya COD dan BOD dan angka permanganat sehingga dalam pengolahannya sangat cocok menggunakan teknik biologi. (lebih…)

Inti radioaktif atau radionuklida terbentuk dalam jumlah yang sangat besar, sebagai produk sampah dalam pembangkit tenaga nuklir. Inti radioaktif berbeda dengan inti lain dalam mengeluarkan radiasi ionisasinya. Bentuk-bentuk yang paling umum dari radiasi ionisasi adalah partikel-partikel alfa, beta, dan gamma (a, β dan γ).

Bahaya radiasi bagi organisme hidup disebabkan karena reaksi- reaksi kimia berbahaya di dalam jaringan. Jaringan ikatan dalam makromolekul yang menyelengarakan proses kehidupan dihancurkan.

Radionuklida dengan waktu paruh pendek berbahaya ketika terbentuk, tetapi cepat mengurai kemudian mempengaruhi lingkungan ketika masuk kedalamnya. Radionuklida dengan waktu paruh sangat panjang sangat stabil berada dalam lingkungan, tetapi dengan aktivitas yang rendah hanya menyebabkan kerusakan yang kecil terhadap lingkungan. Oleh karena itu radionuklida dengan waktu paruh sedang merupakan yang paling berbahaya. (lebih…)

Biological Oxygen Demand (BOD) atau Kebutuhan Oksigen Biologis (KOB) adalah suatu analisa empiris yang mencoba mendekati secara global proses-proses mikrobiologis yang benar-benar terjadi di dalam air. Angka BOD ada­lah jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bakteri untuk menguraikan (mengoksidasikan) hampir semua zat organis yang terlarut dan sebagian zat-zat organis yang tersuspensi dalam air.

Pemeriksaan BOD diperlukan untuk menentukan beban pencemaran akibat air buangan penduduk atau industri, dan untuk mendisain sistem-sisitem pengolahan  biologis bagi air yang tercermar tersebut. Penguraian zat organis  adalah peristiwa alamiah; kalau sesuatu badan air dicemari oleh zat organik, bakteri dapat menghabiskan oksigen terlarut, dalam air selama proses oksidasi tersebut yang bisa mengakibatkan kematian ikan-ikan dalam air dan keadaan menjadi anaerobik dan dapat menimbulkan bau busuk pada air. (lebih…)

Oleh Prof. Dr. Umar Fahmi Achmadi, MPH, Ph.D.

(Direktur Jenderal PPM & PL, Departeman Kesehatan & Kesos.

Air merupakan komponen lingkungan yang penting bagi kehidupan manusia, tanpa air manusia tidak bisa hidup bahkan kehidupan di dunia tidak dapat berlangsung. Namun demikian air dapat menjadi malapetaka bilamana tidak tersedia dalam kondisi yang benar baik kuantitas maupun kualitasnya.

Siklus hidrologi merupakan perputaran air di alam. Uap air dibawa ke daratan secara besar- besaran melalui udara. Uap air dari daratan dan dari pernafasan tanaman menambah kelembaban yang kemudian mengembun menjadi air hujan atau salju. Air hujan sebagian meresap ke dalam tanah, bersamaan dengan air limpasan di permukaan tanah, diserap oleh tanaman atau menguap kembali. Air tanah dan aliran air permukaan menuju ke laut untuk kembali berputar menjadi uap air. (lebih…)

Korosi dapat didefinisikan secara luas sebagai penipisan atau kerusakan material yang diakibatkan oleh reaksi kimiawi dengan lingkungannya.

Air yang menyebabkan korosi dikenal dengan air “korosif” atau “agresif”. Di dalam operasi pengolahan air korosi dapat terjadi pada hampir seluruh logam yang terkena air. Beton dan asbes – semen dapat pula dipengaruhi oleh air agresif yang melarutkan semen. Walaupun demikian proses ini berpengaruh terhadap pelepasan logam dari material pipa logam.Contoh yang paling dikenal yaitu pembentukan karat besi teroksidasi, bilamana besi atau baja terkena kelembaban. Reaksi kimia dan reaksi elektrik yang terjadi selama korosi pipa besi. Beberapa macam zat pengotor yang kecil dalam logam, menyebabkan sebuah noda pada pipa yamg bertindak sebagai Anodadalam hubungannnya dengan noda lain yang bertindak sebagai Katoda. Pada anoda atom-atom besi (Fe) terlepas dari pipa masuk kedalam air. Setiap pelepasan atom, atom-atom Fe tersebut terionisasi dengan melepaskan dua elektron (e-), berpindah melalui pipa ke katoda, sehingga pada anoda ada Fe2+.

Reaksi-reaksi kimia di dalam air seimbang dengan reaksi kimia dan reaksi elektrik pada anoda dan katoda. Banyak molekul-molekul air (H2O), berdisosiasi menjadi radikal-radikal ion H+ dan ion OH-, ini adalah kondisi normal bahkan pada air yang betul-betul murni. Fe2+ yang terlepas pada anoda bersenyawa dengan dua radikal OH- dari disosiasi molekul air, membentuk ferro hidroksida, Fe(OH)2. (lebih…)

Enterobacter Sakazakii, Bakteri Pencemar Susu

Penemuan para peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) mengenai adanya Enterobacter sakazakii (E. sakazakii) dalam susu formula anak-anak dan bubur bayi, cukup menghebohkan masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 74 sampel susu formula, 13,5 persen di antaranya mengandung bakteri berbahaya tersebut. Benarkah temuan yang dilakukan peneliti IPB tersebut? Kalau benar, berbahayakah Enterobacter Sakazakii tersebut pada bayi atau anak? Bagaiamana hal itu bisa terjadi? (lebih…)

Sampah sampai saat ini dianggap sebagai barang yang tidak dapat lagi dimanfaatkan, sehingga harus dibuang atau disingkirkan jauh-jauh dari lingkungan manusia.

Bila kita mau menyadari, sebenarnya sampah terjadi semenjak manusia menggunakan barang-barang untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, seperti makan, tempat tinggal, pakaian, serta kebutuhan lainnya.

Pada saat jumlah manusia masih relatif sedikit dan kebutuhan hidupnya belum meningkat, maka sampah yang dibuang juga masih terbatas, baik jumlah maupun jenisnya. Akan tetapi setelah populasi manusia semakin meningkat, dan kebutuhan hidupnya juga semakin bertambah, kuantitas dan jenis sampah yang dibuang juga semakin meningkat pula. (lebih…)

Kegunaan air dalam proses industri sangat banyak sekali, selain sebagai air baku pada industri air minum dan pemutar turbin pada pembangkit tenaga listrik, juga sebagai alat bantu utama dalam kerja pada proses – proses industri. Selain itu juga air digunakan sebagai sarana pembersihan ( cleaning ) baik itu cleaning area atau alat – alat produksi yang tidak memerlukan air dengan perlakuan khusus atau cleaning dengan menggunakan air dengan kualitas dan prasyarat tertentu yang membutuhkan sterilisasi dan ketelitian yang tinggi. Dalam hal ini pembahasan difokuskan pada air sebagai penghasil energi kalor dan sebagai penyerap energi kalor ( pendingin ) dalam industri pada umumnya. (lebih…)

alhamdulillah SMK 3 Madiun tercinta telah berhasil menjadi juara 1 nasional di Makasar dan nilai hasil Ujian Nasional tertinggi dikota madiun terima kasih semua alumni dan berkat doanya semua keberhasilan ini kita dapat.

syukur alhamdulliah saya ucapkan.
terimakasih atas semua pihak yang mendukung dan melancarkan jerih dan kerja keras siswa dan sekolah…

selamat pada semua.

Minggu-minggu ini Sekolah2 disibukkan dengan lulusan dan pendaftaran… bukan itu saja semarak anak didik yang lulus, hingar bingar lulusan di jagad Indonesia meriah di mana-mana.

sementara lulusan yang membludak, anak2 yang punya keinginan sekolah tinggi, orang kampung turun ke kota, semuanya berbondong2 daftar sekolah…trus apa alhasil jika sekolah terbatas jumlah siswanya…? jual beli kursi, pontang-panting cari sekolah yang mau menerima dengan nilai yang hanya pas-pasan, uang pendaftaran, uang naik angkot, dan tak mungkin ada jika muncul uang pelicin…

menurut saya, untung apa sih uang pelicin..? jika memang otak anak itu tidak sanggup (dilihat dari nilainya) trus dilicinin sampai masuk ke sekolah tersebut padahal dibawah standard penerimaan. apa itu nggak malah ngedown si otak anak….dah jelas nggak sanggup tetep dimasukin, malah rugi kan.. kasihan anaknya juga beban pelajaran, beban mental…dan psikolog nggah jauh lagi….

itu semua adalah penderitaan warga yang ingin menjadi seorang manusia yang berpendidikan, dari lulusan sudah deg-deg kan, trus belum liat nilai, habis itu melanjutkan kemana? daftar kemana? jurusan apa? di terima apa tidak? bayaran bulanan? trus…masa depan gimana??????

sekolah gembar-gembor menciptakan lulusan bermutu..dll tetapi kenapa masih sesusahnya mo belajar aja. kalau sudah lulus bingung dapet iklan bea siswa perguruan tinggi….

Indonesia mempunyai banyak pengangguran berpendidikan, lantas….????

salah kita sebagai siswa ? salahkah Orang tua kita? salah kah Guru kita? Sekolah kita ? Pemerintah kah ? perusahaankah ?     trus mengapa ini semua….

Gundukan limbah sawit itu meninggi setiap hari. Limbah berupa bekas cangkang, serat, pelepah sawit, batang sawit di lahan seluas lapangan sepak bola itu mengeluarkan bau tak sedap. ‘Satu pabrik kelapa sawit bisa menghasilkan 100 ton limbah,’ kata Isroi, periset Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia, Bogor. Limbah tak berfaedah? Sampah itu potensial sebagai pengisi tangki mobil. (lebih…)

Inilah terowongan mini yang mampu menaikkan kadar etanol hingga 99,8%. Terowongan itu terbuat dari pipa PVC berdiameter 10 cm. Di dalamnya terdapat membran berbahan baku polivinilalkohol yang mirip kabel. Bioetanol yang melewati terowongan itu akan melonjak kadar kemurniannya sehingga bisa langsung digunakan sebagai bahan bakar. (lebih…)

Azeotropic distillation: Etanol dan air membentuk azeotrop pada komposisi 95.6%-massa etanol pada keadaan standar. Dan masih banyak lagi campuran senyawa yang berkelakuan demikian. Nah, bagaimana cara untuk memisahkan komponen-komponennya agar memiliki kemurnian melebihi komposisi azeotropnya? (lebih…)

Kabar gembira untuk para pengembang ethanol yang ada di Indonesia, pemurnian ethanol yang selama ini menggunakan teknologi destilasi yang cukup rumit dan memakan cost produksi yang tinggi kini dapat digantikan dengan sebuah alat mungil yang disebut sebagai membran pervaporasi.

Adalah Dr I Gede Wenten MSc, dosen Teknologi Kimia Institut Teknologi Bandung yang merupakan salah satu Ahli Teknologi Membran, memanfaatkan polivinilalkohol dan kitosan sebagai bahan baku membran. Keduanya bersifat hidrofilik alias tidak menyerap air sehingga selektif terhadap air dan tidak mudah mengembang. Yang digunakan adalah membran tidak berpori sehingga hanya uap air yang mampu melewatinya, sedangkan larutan etanol ditolak oleh membran. (lebih…)

Mata, pikiran dan hati selalu ingin melihat semuanya indah seperti yang kita impikan. Tetapi mengapa kenyataannya tidak seperti yang kita harapkan ? Anda tentu punya impian, harapan, keinginan atau cita – cita.Pertanyaanya, sudahkah semuanya menjadi kenyataan ? atau sudah berapa persenkah anda mewujudkannya ?

Tulisan ini akan mengajak anda mendesain masa depan yang lebih baik. Namun sebelum melanjutkan membacanya , siapkan pensil dan buku untuk mencatat hal terpenting yang muncul. Siapkan pula pikiran, hati, ketulusan serta kejujuran anda menerima dalil – dalil di bawah ini: (lebih…)

Eriawan Rismana, M.S.,

Peneliti Muda di P3Teknologi Farmasi dan Medika BPPT Jakarta

UNTUK berbagai keperluan tentunya kita telah mengenal, bahkan mungkin menggunakan beberapa produk keperluan rumah tangga, laboratorium, atau rumah sakit yang bernama desinfektan. Tak jarang istilah desinfektan dirancukan dengan istilah lain yakni antiseptik. Padahal keduanya memiliki definisi dan fungsi yang berbeda.

Desinfektan didefinisikan sebagai bahan kimia atau pengaruh fisika yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran jasad renik seperti bakteri dan virus, juga untuk membunuh atau menurunkan jumlah mikroorganisme atau kuman penyakit lainnya. Sedangkan antiseptik didefinisikan sebagai bahan kimia yang dapat menghambat atau membunuh pertumbuhan jasad renik seperti bakteri, jamur dan lain-lain pada jaringan hidup. Bahan desinfektan dapat digunakan untuk proses desinfeksi tangan, lantai, ruangan, peralatan dan pakaian. (lebih…)

Hibah Bersaing

Toto Hardianto, TA Fauzi Soelaiman, Aryadi Suwono

Laboratorium Termodinamika, PPAU-IR, Institut Teknologi Bandung

Berdasarkan perkiraan teoretis, Indonesia memiliki cadangan batu bara sekitar 36 miliar ton yang setara dengan kebutuhan energi kalor pembakaran Indonesia selama 350 tahun. Akan tetapi 70% di antaranya ialah batu bara peringkat rendah (lignit), yang kandungan airnya sangat tinggi sehingga nilai kalor pembakarannya rendah dan tidak dapat memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan untuk pemakaian dalam negeri (PLN, industri, produksi briket) maupun untuk komoditas ekspor. Oleh karena itu perlu diusahakan agar batu bara tersebut dapat dipakai sebagai sumber energi termal (bahan bakar) yang layak. Proses yang dapat dilakukan ialah menaikkan mutu batu bara dan kemudian memfungsikannya sebagai pengganti bahan bakar minyak dengan modifikasi sedikit-dikitnya peralatan yang semula memakai bahan bakar minyak. Hal ini memungkinkan pada sektor industri dan sektor pembangkit tenaga yang banyak memakai burner bahan bakar minyak, yang sangat dominan bila dilihat dari sisi kuantitas pemakaian bahan bakar. (lebih…)

Banyak suplemen vitamin yang beredar di pasaran tidak mencantumkan kapan waktu terbaik mengkonsumsinya, apakah dikonsumsi pada pagi atau sore hari, serta apakah saat perut masih kosong atau sesudah makan. Tak ada aturan yang jelas seputar masalah itu, menyebabkan saat-saat minum vitamin kadang menjadi masa yang membingungkan. Karena kalau vitamin itu hanya numpang lewat saja– akibat konsumsi yang tidak tepat– kan sayang sekali… (lebih…)

Oleh : @_pararaja

Sutera adalah serat yang diperoleh dari sejenis serangga yang disebut Lepidoptera. Spesies utama yang dipelihara untuk menghasilkan sutera adalah Bombix mori, Tusah dan Anaphe. Proses produksi sutera dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu pembibitan, yang berhubungan dengan produksi kepompong, dan penggulungan sutera yang berhubungan dengan penguraian kepompong menjadi benang. (lebih…)

Hibah Bersaing  

Penelitian ini bertujuan melihat produktivitas biogas dari degradasi sampah kota dalam beberapa kondisi, sebagai simulasi proses yang terjadi di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah dengan sistem landfill. Proses anaerob yang terjadi pada sampah di dalam landfill akan menghasilkan gasbio. Gas tersebut berpotensi menimbulkan ledakan bahkan kebakaran bila tidak dikelola secara baik. Penelitian ini dilakukan dalam reaktor bervolume sekitar 13 liter dan reaktor 196 liter. 

Hasil percobaan menunjukkan bahwa kelembapan memegang peranan penting. Hasil yang diperoleh secara umum menunjukkan bahwa kelembapan sangat berpengaruh pada proses pembentukan gas. Pada kelembapan sampah yang lebih tinggi (75%) gas metana (CH4) lebih mudah terbentuk. Produksi gas yang lebih tinggi juga diperoleh bila reaktor diinkubasi pada suhu yang lebih tinggi (37 oC). Hal-hal tersebut sangat berhubungan dengan lingkungan kehidupan bakteri yang secara alami akan mendegradasi sampah. 

Jenis sampah mempengaruhi kecepatan proses pembentukan gas metana. Sampah segar memerlukan waktu yang sangat panjang untuk membentuk gas metana dibandingkan sampah yang telah berumur berumur lebih tua (> 6 bulan). Akumulasi asam atsiri pada sampah segar yang sedang mengalami proses dekomposisi dalam fase asidogenesis berpengaruh pada lambatnya produksi gas metana. Resirkulasi lindi ke dalam media sampah dapat mempertahankan kelembapan sampah serta menambah produksi gas. Gabungan ketiga kondisi tersebut memberikan hasil laju pertumbuhan bakteri maksimum (µm) = 0,025, waktu retensi minimum (θ) = 39 hari, parameter kinetika (K) = 0,182 dan produksi gas Bo = 3,60 l/kg VS. Penambahan lumpur tangki septik pada sampah serta resirkulasi lindi ke dalam sampah memberikan hasil laju pertumbuhan bakteri maksimum (µm) = 0,015, waktu retensi minimum (θ) = 68 hari dan parameter kinetika (K) = 0,35 dengan produksi gas Bo sebesar 9,909 l/kgVS. 

Hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa sampah mempunyai potensi yang cukup baik untuk digunakan sebagai sumber energi yang murah, terutama pada saat kondisi anaerob telah dicapai, misalnya pada landfill yang sudah ditutup. Gas yang dihasilkan akan cukup banyak, mengingat sampah yang tertimbun di TPA sampah sangat besar jumlahnya.

Tri Padmi D, Sukandar, Enri Damanhuri, dan Tina M Gantina

Departemen Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Bandung

 

 

Diakses oleh : @_pararaja 

 

by:archirevo


Setiap permasalahan kehidupan yang menimpa seseorang disebut stressor psikososial, yang dapat mengakibatkan gangguan fungsi organ tubuh.
Reaksi tubuh (fisik) dinamakan stress. Manakala fungsi organ-organ tubuh sampai terganggu dinamakan distress. Sedangkan depresi adalah reaksi kejiwaan (psikis) seseorang terhadap stressor yang dialami. Singkatnya, depresi adalah gangguan kejiwaan dalam menanggapi berbagai permasalahan hidup yang menimpanya dalam bentuk kecemasan atau kegundahan. (lebih…)

Tanaman nanas (Ananas cosmosus) termasuk famili Bromeliaceae merupakan tumbuhan tropis dan subtropis yang banyak terdapat di Filipina, Brasil, Hawai, India dan Indonesia.

Di Indonesia tanaman tersebut terdapat antara lain di Subang, Majalengka, Purwakarta, Purbalingga, Bengkulu, Lampung dan Palembang, yang merupakan salah satu sumber daya alam yang cukup berpotensi. Menurut data yang diperoleh (1, 8) perkebunan nanas yang dimiliki kabupaten DT II Muara Enim Palembang seluas 26.345 Ha, Subang 4000 Ha (perkebunan nanas dan abaka), Lampung utara 32.000 Ha dan Lampung Selatan 20.000 Ha. (lebih…)

KEPEMIMPINAN DAN PEMBERDAYAAN

Pengantar

Seiring dengan perubahan pasar global, melalui pengenalan teknologi baru dan persaingan produk, perusahaan mau tidak mau harus mengadakan perubahan jika ingin tetap sukses.

Harapan yang membumbung dari pelanggan berkaitan dengan biaya, mutu, dan kecepatan pengiriman/pengantaran produk dan jasa yang sangat ditekankan di tempat kerja. Kebutuhan terhadap kepemimpinan melalui perusahaan merupakan hal yang sangat jelas terhadap pelaku bisnis dimanapun. Tujuan mereka adalah meliputi pengambilan keputusan yang terfokus hingga ke tingkat yang paling bawah. Dengan demikian tanggapan  berubah menjadi suatu kesempatan untuk memuaskan relasi. Ini dimaksudkan untuk setiap orang pekerja harus dapat menberi nilai tambah pada produk dan/atau pelayanan.

Para pekerja yang dimasa lalu diminta untuk ikut pada keputusan atasannya, sekarang ini diperlukan untuk memecahkan masalah dan mengambil tindakan yang lebih bertanggung jawab. Para pekerja sekarang ini mesti memberi pengaruh pada teman sekerja dan menyerap semua sumber daya disetiap bagian dalam perusahaan. Semua karyawan dituntut untuk mengembangkan metoda yang lebih produktif dan efisiensi dalam kerjanya. Perusahaan telah komit untuk sukses pada jangka panjang dan memerlukan waktu untuk menciptakan tempat kerja yang menggabungkan kunci dari nilai kerja sama, teknik yang sempurna dan customer satisfaction. Perusahaan juga harus menciptakan suatu kemauan kepemimpinan diri di dalam setiap departemen dan semua level.

APA ITU KEPEMIMPINAN

Kepemimpinan adalah suatu bakat atau kemampuan untuk mempengaruhi individu atau kelompok untuk mengambil tindakan yang positif dalam mencapai sasaran ( target ).

Dimasa lampau, kepemimpinan ditunjukan sebagai atasan-atasan yang mana visi dimasa datang terus dikembangkan untuk mencapai sasaran. Manajemen suatu perusahaan mengasumsikan bahwa itulah satu-satunya tanggung jawab untuk menjamin hasil.

Sekarang ini perusahaan lebih berfokus dengan jenis kepemimpinan apa yang bisa membuat produk lebih unggul, meningkatkan pelayanan, hemat biaya dan lagi-lagi costumer satisfaction. Jenis kepemimpinan ini datang dari suatu sumber bakat dan komitmen pekerja, jenis kepemimpinan ini kita sebut kepemimpinan “Pengarah diri / Selt directed”.

Kepemimpinan pengarah diri menantang setiap tim dalam membantu memecahkan masalah, meningkatkan mutu, meningkatkan pangsa pasar dan menciptakan lingkungan kerja yang mampu mengkafer/memotivasi orang agar bisa bekerja dengan terbaik. Anda akan menerima jenis perusahaan ini sebab kepemimpinan adalah nyata. Top manajemen akan menentukan kecepatan langkah dari individu maupun kelompok membuat keputusan dan mengambil tindakan dengan penuh pertimbangan dan tanggung jawab.

FOKUS KEPEMIMPINAN PENGARAH DIRI

Kepemimpinan pengarah diri dimulai dengan kemampuan anda dalam memahami dan menggunakan tiga pokok inti, yang mana akan membantu anda dalam memeberikan hasil lebih cepat seiring dengan keterbatasan sumber daya.

·         Tindakan :  Kemampuan memprakarsai rencana dan juga sebagai suatu katalis bagi lainnya yang dapat     ruskan usahanya dan secara bersama-sama menghasilkan produk yang  memnuhi target atau bahkan melebihi. Tindakan menciptakan hasil yang mencerminkan visi, nilai dan startegi pasar perusahaan.                    

·         Pengaruh :  Kemampuan mempengaruhi orang lain untuk mau ikut mengambil  tindakan dan menerima tanggung jawab. Kekuatan untuk mempengaruhi orang lain bisa menjadi terbaik disaat pendengaran dan tanggung jawab yang dibutuhkan oleh individu maupun kelompok dikombinasikan untuk menghasilkan tindakan dalam mencapai sasaran (goods). Sasaran keuntungan bisnis, organisasi dan anggota.

·         Motivasi :  Kemampuan memanfaatkan sesuatu yang ada dan megganti kebutuhan individu yang dimilki    dalam mencapai sasaran kelompok. Motivasi datang dari dalam diri sendiri dan sumber dari luar, seperti masyarakat.

TIGA TIPE PEMIMPIN

Sebagai perusahaan yang secara kontinu melakukan restruktur operasinya, urutan ((hierarchy) kerja akan cepat menghilang. Penempatan jenjang badan hukum (karir) berarti menyanjung organisasi, dengan banyaknya kekurangan pengaturan pekerjaan. truktur baru ini mengijinkan team ini membuat keputusan lebih banyak. Anggota team diharapkan dapat memperoleh hasil melalui pengaruh kawan sekerja dan dari beberapa departemen  lainnya. Mereka harus bertanggung jawab dalam hal pekerjaannya yang lebih cepat dan benar.

PEMIMPIN BARU

Þ      1. Pemimpin Bisnis

Pemimpin bisnis bertanggung jawab dalam menjelaskan bisnis. Mereka menciptakan visi, misi dan nilai perusahaan., mereka mengembangkan strategi bisnis dan pemasaran mereka mengatur adanya tantangan yang besar. Beberapa pemimpin yang bertanggung jawab dalam kategori ini antara lain presiden, wakil presiden dan direktur.

Þ      2. Pemimpin Team

Pemimipin team bertanggung jawab mengenai perolehan hasil melalui teamnya, fokus mereka pada sumber daya perusahaan , kerja kelompoknya dan kemampuan memenuhi kebutuhan relasi. mereka menentukan sasaran & tujuan yang spesifik yang mencerminkan tantangan dari pemimpin bisnis dan secara terus menerus meningkatkan mutu. Mereka menyediakan suatu kunci aturan perusaahan  didalam kaitannya dengan perspektif & pengalaman pemimpin bisnis dan pemimpin individu. Beberapa contoh tergolong dalam pemimpin team adalah Departemen / Kepala Staff (pembukuan, SDM, pembelian, dll), Manajer Proyek dan Pemimpin Proses. 

Þ      3. Pemimpin Individu

Pemimpin individu bertanggung jawab mengenai hasil kerja yang dikerjakan oleh rekan sekerja. Mereka menyediakan informasi sebagai bahan umpan balik bagi pemimpin lain mengenai operasional dan pasar. Informasi mereka boleh mengganti/merubah salah satu tantangan yang lebih besar dari pemimpin bisnis atau dari sasaran dan tujuan spesifik yang mereka susun dalam pemimpin team. Secara khusus mereka bertanggung jawab dalam memastikan bahwa proses dan teknologi terbaik yang digunakan dalam menuju penyelesaian pekerjaan. Pemimpin individu yang termasuk dalam kategori ini antar lain : Fungsi Silang (Cross-Functional), Divisi Silang (Cross-Divisional) dan Anggota Team Pengarah Kerja (Process Improvement Teams, New Product Launch Team, Integration Teams), Anngota Kelompok Pelayanan Relasi.

Gambaran Empat Gaya Kepemimpinan

I. Official (Petugas) .

Mengandalkan pada peraturan dan petunjuk, lebih menyenangi hal yang bersifat tertulis.

Prilaku Khas : Merujuk pada pengambil keputusan. Cenderung untuk bersikap adil dan netral agar fungsi berjalan baik. Tidak memakai gaya orang tertentu, mengetahui  “saluran -saluran yang tepat” dan “cara yang benar untuk menangani sesuatu”.

2.  Expert (Ahli) .

Bergerak berdasarkan pengalaman pribadi; memiliki keahlian yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan pekerjaan.

Prilaku Khas : Merasa tidak terdapat pengganti (dirinya) dalam mengupayakan perbaikan. Dapat memperlihatkan bagaimana sebuah tugas diselenggarakan. Jika tertekan dapat bertindak secara cepat/langsung untuk mendapatkan hasil. Cenderung untuk  “sembunyi tangan dalam bisnis”  bahkan terkadang pada hal yang tidak semestinya.

3. Counselor (Penasehat) .

Memelihara hubungan pribadi dengan bawahan.

Prilaku Khas : Mencoba untuk membangun kepercayaan. Menetapkan tujuan yang saling menguntungkan dengan setiap bawahan.  Merupakan pendorong tapi juga dapat bersikap keras apabila bawahan gagal mencapai tujuan. Mencoba untuk membantu bawahan dalam mencapai kepuasan melalui kerja.

4. Team Builder (Pembangun Team) .

Menggunakan kelompok kerja untuk motivasi dan kedisiplinan.

Prilaku Khas :  Menitikberatkan pada keterbukaan dan kesepakatan. Mencoba untuk mencapai keseimbangan antara keinginan kelompok dengan tujuan organisasi. membagi tanggung jawab pada kelompok kerja, dengan  membuat keyakinan bahwa tujuan yang diharapkan dalam organisasinya akan tercapai. Percaya bahwa “kita” adalah kekuatan. Memahami dan selalu siap untuk mengambil resiko atas gaya kepemimpinan ini.

Ada  5 kunci yang harus dimiliki agar membuahkan kepemimpinan yang efektif :

1.      Mencoba memahami situasi keseluruhan

2.      Menghargai dan bisa membedakan jenis/type orang

3.      Menentukan cara memotivasi tiap individu

4.      Membangun wawasan & keputusan yang baik

5.      Sesuikan gaya kepemimpinan anda pada situasi dan individu.

Sembilan dasar bangunan (pokok) agar kepemimpinan bisa efektif :

Þ      1. Komunikasi.

Pemimpin yang efektif harus dapat mengkomunikasikan baik secara lisan maupun secara tertulis. Mereka harus dapat membuat kelompoknya meningkat dalam kerjanya, terutama jelas dalam mengeluarkan pendapat dan ide, konsep dan usulan mereka harus juga pandai mendengar dan memahami pandangan orang lain.

Þ      2. Perencanaan & Organisasi.

Pemimpin yang efektif, harus dapat membuat petunjuk bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Dalam hal ini termasuk membuat skedul, pendelegasian dan prioritas program / pengaturan. Kemampuan membuat rencana dan sasaran (guals) yang tepat  adalah merupakan sumber daya perusahaan yang terpenting.

Þ      3. Hubungan Antar -Personil

Agar pemimpin efektif  harus dapat membangun dan menjaga hubungan kerja yang baik (positif) dengan atasan, rekan sekerja maupun bawahan. Mereka harus dapat menangani konflik dan beda pendapat dengan pemecahan kekeluargaan (kebersamaan). Mereka harus dapat menciptakan suasana “WIN-WIN” dalam mengeluarkan jalan pemecahan.

Þ      4. Judgment/Decision – Makin (Pengadilan/Pengambilan keputusan)

Pemimpin yang efektif harus dapat menginterprestasikan situasi secara cermat dengan menggunakan pengetahuan dan pengalamannya. Mareka harus dapat menghitung pengaruh dari tindakan yang akan diambil.

Þ      5. Problem-Solving/Analytical

Pemimpin yang efektif harus dapat memiliki kemampuan dalam menidentifikasikan dan memecahkan masalah., mereka harus dapat menentukan sebab masalah dan mengevaluasi alternatif dari pemecahan masalah. Rekomendasi dari mereka dalam tindakan harus jelas dan ringkas, menuju pada pemecahan masalah yang dapat dikerjakan dalam waktu yang singkat.

Þ      6. Personel Influence

Pemimpin yang efektif harus dapat mendemonstarsikan kemampuannya untuk memproses perhatian dan penghargaan (hormat) dari orang lain. Mereka harus dapat mengerjakan sama baiknya dengan rekan sekerja dan atasan.

Þ      7. Creativity / Innovativeness

Pemimpin yang efektif harus dapat membangkitkan ide-ide baru dan gagasan-gagasan baru. mereka harus berfokus pada tindakan yang memang memberikan dampak positif bagi bisnis perusahaan. Mereka harus juga dapat membawa ide-ide baru tersebut ke dalam praktek sehari-hari (day-to-day practice).

Þ      8. Teanwork / Collaboration

Pemimpin yang efektif harus dapat memberikan sumbangan yang berharga pada kelompok dan usaha team

Þ      9. Integrity

Pemimpin yang efektif harus dapat menjaga standar etika yang baik bagi dirinya maupun teman sekerja. Mereka harus dapat berkorban untuk kepentingan keseluruhan bagi perusahaan.

Diakses oleh : @_pararaja

KINERJA LEADERSHIP

Dalam organisasi pada umumnya, sering kita jumpai seseorang yang memegang posisi leadership tidak menghasilkan kinerja bagi organisasi yang dipimpinnya, sehingga timbul pertanyaan : “Sebenarnya kinerja macam apa yang diharapkan dari leader?”. Banyak penyebab yang menjadikan leader tidak menghasilkan kinerja bagi organisasi yang dipimpinnya.

¨       PERTAMA :

Kemungkinana leader tidak memahami kinerja yang diharapkan dari posisisnya sebagai leader.

¨       KEDUA :

kemungkinan leader tidak memahami peran leadership yang disandangnya

¨       KETIGA :

Kemungkinan leader tidak memiliki leadership skill yang diperlukan untuk menghasilkan kinerja leadership

¨       KEEMPAT :

Kemungkinan leader tidak memiliki semangat untuk memfokuskan dan mendorong usahanya dalam menghasilkan kinerja leadership.

Diperlukan kerangka konseptual kinerja untuk memberikan peta bagi para leader tentang komponen yang diperlukan untuk membangun kinerja leadership bagi oganisasi. Oleh karena perwujudan kinerja untuk membangun kinerja leadership melibatkan banyak personel di dalam organisasi, diperlukan rerangka konseptual yang dapat dijadikan sebagai working model, sehingga leader dapat menghasilkan kinerja leadership.

MANAGERSHIP VERSUS LEADERSHIP

Managership berbeda dengan leadership dalam beberapa hal berikut ini :

1.Leadership berhubungan dengan top line: “Apa yang ingin kita hasilkan?”.

*         Managership berkaitan dengan bottom line : “Bagaimana kita menghasilkan sesuatu

      dengan cara terbaik”.

2.Leadership melaksanakan sesuatu yang tepat.

*         Managership melaksanakan sesuatu dengan benar.

3.Leadership menentukan apakah tangga disandarkan pada dinding yang tepat.

*         Managership berkaitan dengan efisinsi dalam pemanjatan tangga menuju keberhasilan.

4.Leadership berkaitan dengan inovasi dan penciuman inisiatif .

*         Managership berkaitan dengan pengkopian, dan pengelolaan status quo.

5.Leadership berkaitan dengan “apa” dan “mengapa”.

*         Managership berkaitan dengan “bagaimana”.

6.Leadership berkaitan dengan kepercayaan (trust)-berkaitan dengan kemanusiaan.

*         Managership berkaitan dengan sistem, pengendalian, prosedur, kebijakan dan struktur.

Leader adalah orang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan visi yang mengandung kewajiban untuk mewujudkannya, yang membawa orang lain ke tempat yang baru, yang memiliki kemampuan untuk mewujudkan visinya ke dalam kenyataan. Leader memiliki kemampuan menarik orang lain untuk secara bersama-sama mewujudkan visinya. Apa yang dilakukan oleh leader adalah menginspirasi orang lain, dan memberdayakan orang lain untuk mewujudkan visinya. Leader menarik orang lain bukan mendorong orang lain.

Usaha untuk menjadi seorang leader bukan sesuatu yang mudah dilaksanakan, sebagaimana tidak mudah pula untuk menjadi seorang dosen, dokter. Oleh karena itu, jika orang mengatakan bahwa menjadi leader adalah mudah, orang tersebut sebenarnya membohongi dirinya sendiri. Namun , belajar untuk memimpin sebenarnya jauh lebih mudah dibandingkan dengan yang kita perkirakan, karena kita masing-masing memiliki potensi untuk menjadi seorang leader. Proses untuk menjadi seorang leader persis sama dengan proses untuk menjadi manusia seutuhnya. Leader memegang kepercayaan orang lain, yang terdiri dari  bawahan, pengikut, staf, rekan kerja lain. Pengikut mengharapkan leader untuk menafsirkan realitas, menjelaskan kenyataan sekarang, dan melukiskan gambaran masa depan (visi) yang harus diwujudkan. Leader memerlukan kerangka konseptual untuk membangun kinerja leadership yang menjadi tanggung jawabnya dan untuk membangun leadership potensial seluruh anggota organisasi.

KINERJA LEADERSHIP

Orang yang memegang posisi leadership perlu memahami kinerja apa yang dituntut dari padanya untuk dapat memenuhi persyaratan peran, kompetensi, dan usaha yang diperlukan dalam meghasilkan kinerja tersebut. Secara singkat leader organisasi dituntut untuk menghasilkan perubahan yang diperlukan agar organisasi mampu bertahan hidup dan berkembang di dalam lingkungan bisnis yang dimasukinya. Dan oleh karena lingkungan bisnis global sekarang ini sangat turbulen, organisasi sangat memerlukan leader  untuk menciptakan perubahan-perubahan yang diperlukan oleh organisasi, agar organisasi mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis. bahkan  oleh karena perubahan di lingkungan bisnis global telah mengalami perubahan menjadi pesat, radikal, konstan, dan pervasif. Leader dituntut untuk membangkitkan leadership potensial semua anggota organisasi, sehingga organisasi memiliki banyak leader untuk mampu secara respontif menghadapai perubahan atau menciptakan perubahan yang diperlukan.

Untuk menghsilkan kinerja leadership dan untuk membangkitkan leaderhip potensial seluruh anggota organisasi, leader memerlukan suatu rerangka konseptual sebagai working model.

RERANGKA KONSEPTUAL KINERJA LEADERSHIP

Rerangka konseptual kinerja leadership (conceptual framework  of leadership performance) adalah suatu struktur komponen-komponen yang membentuk kinerja orang yang memegang posisi leadership. Rerangka konseptual ini dipakai sebagaim model untuk membangun kinerja leadership yang bersifat abstrak. Setiap komponen yang membentuk rerangka konseptual ini dapat dikembangkan lebih lanjut secara rinci dan bersifat konseptual pula.

Mengapa kinerja leadership memerlukan rerangka konseptual ?…

Kerangka konseptual kinerja leadership dibutuhkan untuk :

1.      Memungkinkan orang yang memegang posisi leadership memahami kinerja yang dituntut daripadanya berupa peran, ketrampilan, serta usaha yang diperlukan untuk menghasilkan kinerja tersebut.

2.      Memungkinkan  leader membangkitkan leadership potensial seluruh anggota organisasi, sehingga organisasi secara responsif mampu menghadapi perubahan, bahkan menciptakan perubahan yang diperlukan.

Penjelasan Singkat Rerangka Konseptual Kinerja leadership

Kinerja leadership (kotak No. 1) ditentukan oleh tiga faktor : bakat dan kemampuan (kotak No. 2), persepsi tentang peran (kotak No. 3), dan usaha (Kotak No. 4).

 

 

 

Leadership skill

 7

 

 Belief and Courage

 

 

Value-Adding Role

 

 

 Usaha

 

Bakat dan kemampuan

 

 

 Persepsi tentang Peran

 

 Kinerja

 

 

 

Risk and learning

 

Menjadikan Organisasi sebagai Mission-Focused, Vision-Directed, Philososphy-Driven,dan Value-Based Institution

 9

 6

 8

 3

 4

 2

 1

 5

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar : Rerangka Konseptual Kinerja Leadership

Kinerja leadership pada dasarnya adalah untuk menjadikan organisasi yang dipimpinnya sebagai mission-focused, vision-directed, philosophy-driven, dan value-based institution (kotak No.5).

Oleh karena leader dituntut untuk menghasilkan kinerja leadership seperti tersebut diatas, maka leader perlu memahami value-adding role (kotak No. 6) yang disandangnya. Untuk mampu melaksanakan value-adding role tersebut, leader perlu memiliki leadership skill  memadai (kotak No.7).

Usaha (kotak No.4) merupakan faktor yang menentukan apakah bakat dan kemampuan yang dimiliki oleh leader (kotak No.2) dan persepsi tentang peran (kotak No.3) mampu menghasilkan kinerja leadership (kotak No.1). Untuk mampu menjadikan organisasinya srbagai mission-focused, vision-directed, philosophy-driven, dan value-based institution (kotak No.5), leader memerlukan sarana untuk memacu usahanya dan usaha seluruh anggota organisasi. Risk and learning (kotak No.8) merupakan pembangkit usaha leader dan seluruh anggota organisasi untuk mewujudkan kinerja leadership. Belief dan courage (kotak No.9) merupakan pemacu semangat leader dan seluruh anggota organisasi di dalam usaha mewujudkan kinerja leadership.

KINERJA YANG DITUNTUT DARI LEADER

Dalam posisinya sebagai leader, kinerja apa yang dituntut dari seseorang?.  Penentuan kinerja macam apa (kotak No.1) yang dituntut dari seorang leader sangat menentukan peran yang disandang oleh seseorang (kotak No.3), bakat dan kemampuan (kotak No.2) yang diperlukan untuk melakasankan peran tersebut, serta usaha (kotak No.4) yang dicurahkan untuk mewujudkan bakat dan kemampuan dalam peran yang dipegangnya.

Di dalam memimpin organisasi, pada dasarnya leader dituntut menghasilkan kinerja untuk menjadikan organisasinya sebagai mission-focused , vision-directed, phylosophy-driven, dan value-based institution (kotak No.5).

ING NGARSA SUNG TULADA (PATH FINDNING)

Seorang leader harus berada didepan sebagai tokoh teladan.

Apa makna “di depan leader memberikan teladan?”

1.      Leader memiliki visi, sesuatu kemampuan untuk melihat melampaui realitas sekarang untuk menciptakan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya, dan untuk mencapai keadaan yang belum pernah dialami sebelumnya. Visi menjadikan leader terdepan dalam cara berpikir, melampaui orang pada umumnya. Visi menjadikan leader terbuka terhadap hal-hal baru yang merupakan trend masa yang akan datang. Leader adalah trend setter.

2.      Leader merumuskan visi organisasi dan memilki komitmen tinggi terhadap visi organisasi yang telah dirumuskan.

3.      Leader mengkomunikasikan visi organisasi kepada seluruh anggota organisasi agar di dalam diri orang tersebut tumbuh komitmen mereka terhadap visi organisasi.

4.      Leader tidak hanya memiliki komitmen terhadap visi organisasi yang telah dirumuskan, namun juga memiliki komitmen terhadap perjalanan untuk mewujudkan visi organisasi menjadi kenyataan.

5.      Komitmen seorang leader terhadap visi dan proses untuk mewujudkan visi dikomunikasikan melalui prilaku yang mudah diamati oleh seluruh anggota organisasi.

6.      Leader adalah tokoh teladan yang merupakan orang terdepan dalam menghayati misi organisasi, terdepan dalam menunjukan komitmennya terhadap visi organisasi, terdepan untuk mengkomunikasikan core beliefs dalam perjalanan mewujudkan visi organisasi, dan terdepan untuk mewujudkan core values ke dalam perilakunya sepanjang perjalanan mewujudkan visi organisasi.

ING MADYA MANUN KARSA (ALIGNING)

Seorang leader berasa di tengah bersama-sama dengan pengikutnya membangkitkan keyakinan dasar (core beliefs) dan nilai dasar (core values) agar para pengikutnya tetap bersemangat tinggi dalam perjalanan mewujudkan visi organisasi. Perjalanan untuk mewujudkan visi ibarat “swimming  upstream”, merupakan perjalanan yang menguras enerji, berjangka panjang, dan penuh dengan rintangan. Meskipun leader telah secara jelas menggambarkan visi organisasi yang perlu diwujudkan di masa depan, namun jika dalam perjalanan mewujudkan visi tersebut dijumpai kegagalan, orang  akan cenderung meragukan kebenaran visi dan orang akan mudah kembali ke cara berpikir dan bertindak lama yang telah dikenal sebelumnya. Oleh karena itu, tanpa core beliefs yang kuat terhadap visi yang telah  dirumuskan, orang dapat kehilangan semangat dalam perjalanan untuk mewujudkannya. Oleh karena itu, leader perlu menanamkan core beliefs kepada anggota organisasi untuk membangkitkan dan mempertahankan semangat anggota organisasi dalam perjalanan untuk mewujudkan visi organisasi.

Seorang leader memiliki kesediaan untuk menerima kegagalan yang dilakukan oleh pengikutnya. kesediaan ini memacu anggota organisasi untuk melakukan eksperimen suatu kegiatan yang sangat diperlukan dalam menciptakan improvement berkelanjutan terhadap sistem dan proses yang digunakan untuk menghasilkan value bagi customer. Tidak ada kegairahan untuk bereksprimen akan menyebabkan tidak jadinya improvement, dan tidak adanya improvement berarti tidak ada perubahan. Padahal perubahan merupakan sesuatu yang sangat diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup organisasi di lingkungan bisnis yang turbulen.

TUT WURI HANDAYANI (MOTIVATING AND INSPIRING)

Seorang leader berada di belakang anggota organisasi untk melakukan pemberdayaan terhadap pengikutnya melalui pendidikan, pelatihan, penyadiaan teknologi memadai, serta dukungan. Dukungan seorang leader kepada pengikutnya dapat berupa sumber daya yang diperlukan oleh pengiut untuk mewujudkan visi dan dukungan moral berupa pemberian semangat kepada pengikut, jika mereka kekurangan atau kehilangan semangat dalam perjalanan panjang untuk mewujudkan visi organisasi.

                                                                                   Diakses oleh : @_pararaja 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Adopted from : Forlink

Limbah cair merupakan masalah utama dalam pengendalian dampak lingkungan industri tekstil karena memberikan dampak yang paling luas, disebabkan oleh karakteristik fisik maupun karakteristik kimianya yang memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Limbah cair terutama dihasilkan dari proses penyempumaan tekstil. Limbah cair akan mengandung bahan-bahan yang dilepas dari serat, sisa bahan kimia yana ditambahkan pada proses penyempurnaan tersebut, serta serat yang terlepas dengan cara kimia atau mekanik selama proses produksi berlangsung.

Untuk menjamin terpeliharanya sumber daya air dari pembuangan limbah industri, pemerintah dalam hal ini Menteri Negara KLH telah menetapkan baku mutu limbah cair bagi kegiatan yang sudah beroperasi yang dituangkan dalam Keputusan Menteri Negara KLH Nomor: Kep-03/KLH/ II/1991. Agar dapat memenuhi baku mutu, limbah cair harus diolah dan pengolahan limbah tersebut memerlukan biaya investasi dan biaya operasi yang tidak sedikit. Maka pengolahan limbah cair harus dilakukan secara cermat dan terpadu di dalam proses produksi dan setelah proses produksi agar pengendalian berlangsung dengan efektif dan efisien.

Pengelolaan limbah cair dalam proses produksi dimaksudkan untuk meminimalkan (minimisasi) limbah yang terjadi, volume limbah minimal dencan konsentrasi dan toksisitas yang juga minimal. Pada bab sebelumnya telah diuraikan upaya-upaya minimisasi limbah cair yang harus dilakukan. Sedangkan pengelolaan limbah cair setelah proses produksi dimaksudkan untuk menghilangkan atau menurunkan kadar bahan pencemar yang terkandung didalamnya hingga limbah cair memenuhi syarat untuk dapat dibuang (memenuhi baku mutu yang ditetapkan). Dengan demikian dalam pengelolaan limbah cair untuk mendapatkan hasil yang efektif dan efisien perlu dilakukan langkah-langkah pengelolaan yang dilaksanakan secara terpadu dengan dimulai dengan upaya minimisasi limbah (waste minimization), pengolahan limbah (waste treatment), hingga pembuangan limbah (disposal). Cara pengolahan limbah cair yang saat ini telah dilakukan olch pabrik tekstil yang paling banyak adalah cara kimia yaitu dengan koagulasi menggunakan bahan kimia. Bahan kimia yang banyak digunakan adalah ferosulfat, kapur, alum, PAC dan polielektrolit. Pada cara ini, koagulan digunakan untuk menggumpalkan bahan-bahan yang ada dalam air limbah menjadi flok yang mudah untuk dipisahkan yaitu dengan cara diendapkan, diapungkan dan disarig. Pada beberapa pabrik cara ini dilanjutkan dengan melewatkan air limbah melalui Zeolit (suatu batuan alam) dan arang aktif (karbon aktif). Cara koagulasi umumnya berhasil menurunkan kadar bahan organik (COD,BOD) sebanyak, 40-70 % Zeolit dapat menurunkan COD 10-40%, dan karbon aktif dapat menurunkan COD 10-60 %.

Zat warna tekstil merupakan suatu senyawa organik yang akan memberikan nilai COD dan BOD. Penghilangan zat warna dari air limbah tekstil akan menurunkan COD dan BOD air limbah tersebut. Sebagai contoh dari basil percobaan di laboratorium BBT, air limbah tekstil yang mengandung beberapa zat warna reaktif sebanyak 225 mg/L mempunyai COD 534 mg/L dan BOD 99 mg/L, setelah dikoagulasi dengan penambahan larutan Fero (Fe2+) 500 ma/L dan kapur (Ca2+) 250 mg/L air limbah tinggal mengandung zat warna 0,17 mg/L dengan COD 261 mg/L dan BOD 69 mg/L.

Kelemahan dari cara ini dihasilkannya lumpur kimia (sludge) yang cukup banyak dan diperlukan pencelolaan sludge lebih lanjut. Pengelolaan sludge yang saat ini dilakukan yaitu dengan mengeringkan sludge pada drying bed lalu dimasukkan ke dalam karung. Beberapa pabrik telah mengunakan alat pengerin lumpur yaitu filter press atau belt press yang akan megeluarkan air yang terkandung dalam lumpur tersebut.

Cara lain yang mulai banyak dilakukan adalah cara biologi, yaitu memanfaatkan aktifitas mikroba biologi untuk menghancurkan bahan-baban yang ada dalam air limbah menjadi bahan yang, mudah dipisahkan atau yang, memberi efek pencemaran rendah . Cara biologi yang banyak dilakukan adalah cara aerobik metode lumpur aktif. Dengan cara tersebut air limbah dengan lumpur aktif yang, megandung mikroba diaerasi (untuk memasukkan oksigen) hingga terjadi dekomposisi sebagai berikut :

Organik + O2—-> CO2 + H20 + Energi

Cara lumpur aktif yang telah dilakukan dapat menurunkan COD, BOD 30 – 70 %, bergantung pada karakteristik air limbah yang, diolah dan kondisiproses lumpur aktif yang dilakukan.

Beberapa pabrik tekstil terutama pabrik dencan skala besar telah melakukan pengolahan dengan gabungan cara kimia (koagulasi), cara fisik (penyerapan) dan cara biologi (lumpur aktif).

Dari hasil pengamatan dilapangan pelaksanaan pengolahan limbah cair masih banyak yang kurang memperhatikan kondisi proses pengolahan yang harus dilakukan. Setiap metode penglahan memerlukan kondisi proses tertentu agar diperoleh hasil yaga optimal.

Contohnya: pada beberapa pabrik tekstil yang, melakukan proses koagulasi kurang memperhatikan pH, jumlah pembubuhan bahan kimia (koagulasi) yang tepat dan pengadukan, padahal ketiga parameter tersebut sangat menentukan keberhasilan proses koagulasi . Akibatnya pembentukan “flok” tidak sempuma sehingga proses koagulasinya kurang, berhasil menurunkan (memisahkan) bahan pencemar dan wama dari air limbah.

Pengolaban limbah cair memerlukan biaya investasi dan biaya operasi yang tidak sedikit. Oleh karena itu pengolahan limbah cair harus dilakukan dengan cermat, dimulai dari perencanaan yang tepat dan teliti, pelaksanaan pembangunan fasilitas instalasi pengolahan air limbah (IPAL) atau unit pengolahan limbah (UPL) yang benar, serta pengoperasian UPL yang cermat. Utamanya dalam perencanaan, apabila perencanaan sudah tidak tepat akan berakibat timbulnya berbagai kesulitan dalampengoperasian serta biaya tinggi dengan hasil yang tidak memadai.

Dalam menentukan/perencanaan desain IPAL terhadap air limbah yang akan diolah hendaknya diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  • Zat pencemar dalam air limbah industri teksil terdiri dari bahan organik dan anoranik yang mempunyai sifat terlarut atau terdispersi dalam air serta padatan kasarnya , seperti sisa serat dan benang.
  • Jumlah air limbah (debit) yang harus diolah perhari, serta fluktuasi jumlah air limbah dalam 1 hari. 1 minggu, dan 1 bulan.
  • Jenis bahan yang terkandung dalam air limbah yaitu bahan yang di lepas dari serat serta bahan kimia yang di bubuhkan dalam suatu proses, dan karakteristik (sifat) kimia dari setiap jenis bahan-bahan tersebut, misalnya sifat toksitasnya dan lain-lain.
  • Karakterstik kimia dan karakterstik fisik dari air limbah

Selanjutnya dalam menentukan/menilai suatu desain IPAL hendaknya diperhitungakan faktor-faktor berikut:

  • Jaminan efektifitas/kemampuan menghilangkan/menurunkan bahan pencemar yang terkandung dalam air limbah
  • Ketersediaan lahan
  • Kemudahan pengoperasian
  • Perimbangan biaya investasi dan biaya operasi
  • Produk samping yang dihasilkan, misalnya lumpur, gas-gas dan sebainya, serta cara pengelolaannya.

Dengan mempertimbangkan faktor – faktor di atas akan ditentukan metode pengolahan, untuk mendapatkan metode yang ideal memang tidak mudah, akan tetapi sekurang – kurangnya dapat ditentukan skala prioritas terhadap faktor – faktor tersebut.

Pada umumnya pengolahan air limbah industri tekstil memerlukan tahap-tahap pengolahan sebagai berikut

  1. Pemisahan padatan kasar yaitu sisa serat dan padatan kasar lainnya
  2. Segregrasi, hal ini dilakukan apabila air limbah dari suatu proses tertentu mempuyai sifat yang spesifik, mempunyai beban pencemaran yang sangat tinggi dibandingkan dengan air limbah dari proses lainnya, atau bersifat racun (toxic), sehingga apabila digabungkan akan memberatkan atau menyulitkan proses pengolahan.
  3. Ekualisasi untuk menghomogenkan konsentrasi zat pencemar, temperatur dan sebagainya, serta untuk menyamakan laju alir/debit atau menghindari /mengurangi fluktuasi laju alir.
  4. Penghilangan /penurunan atau penghancuran bahan organik terdispersi.
  5. Penghilagan bahan organik dan anorganik terlarut.

Tahap 1, 2 dan 3 merupakan Pre-treatment. Tahap ini tidak- banyak memberikan efek penurunan COD, BOD, tetapi lebih banyak ditujukan untuk membantu kelancaran dan meningkatkan efektifitas tahap pengolahan selanjutnya.

 

Diakses oleh : @_pararaja

Secara garis besar pengawetan dapat dibagi dalam 3 golongan yaitu :

1) Cara alami

2) Cara biologis

3) Cara kimiawi

1) PENGAWETAN SECARA ALAMI

Proses pengawetan secara alami meliputi pemanasan dan pendinginan.

2) PENGAWETAN SECARA BIOLOGIS

Proses pengawetan secara biologis misalnya dengan peragian (fermentasi).

·         Peragian (Fermentasi)

Merupakan proses perubahan karbohidrat menjadi alkohol. Zat-zat yang bekerja pada proses ini ialah enzim yang dibuat oleh sel-sel ragi. Lamanya proses peragian tergantung dari bahan yang akan diragikan.

·         Enzim

Enzim adalah suatu katalisator biologis yang dihasilkan oleh sel-sel hidup dan dapat membantu mempercepat bermacam-macam reaksi biokimia. Enzim yang terdapat dalam makanan dapat berasal dari bahan mentahnya atau mikroorganisme yang terdapat pada makanan tersebut. Bahan makanan seperti daging, ikan susu, buah-buahan dan biji-bijian mengandung enzim tertentu secara normal ikut aktif bekerja di dalam bahan tersebut. Enzim dapat menyebabkan perubahan dalam bahan pangan. Perubahan itu dapat menguntungkan ini dapat dikembangkan semaksimal mungkin, tetapi yang merugikan harus dicegah. Perubahan yang terjadi dapat berupa rasa, warna, bentuk, kalori, dan sifat sifat lainnya. Beberapa enzim yang penting dalam pengolahan daging adalah bromelin dari nenas dan papain dari getah buah atau daun pepaya.

Enzim Bromalin

Didapat dari buah nenas, digunakan untuk mengempukkan daging. Aktifitasnya dipengaruhi oleh kematangan buah, konsentrasi pemakaian, dan waktu penggunaan. Untuk memperoleh hasil yang maksimum sebaiknya digunakan buah yang muda. Semakin banyak nenas yang digunakan, semakin cepat proses bekerjanya.

Enzim Papain

Berupa getah pepaya, disadap dari buahnya yang berumur 2,5~3 bulan. Dapat digunakan untuk mengepukan daging, bahan penjernih pada industri minuman bir, industri tekstil, industri penyamakan kulit, industri pharmasi dan alat-alat kecantikan (kosmetik) dan lain-lain. Enzim papain biasa diperdagangkan dalam bentuk serbuk putih kekuningan, halus, dan kadar airnya 8%. Enzim ini harus disimpan dibawah suhu 60o C. Pada 1 (satu) buah pepaya dapat dilakukan 5 kali sadapan. Tiap sadapan menghasilkan + 20 gram getah. Getah dapat diambil setiap 4 hari dengan jalan menggoreskan buah tersebut dengan pisau.

3) PENGAWETAN SECARA KIMIA

Menggunakan bahan-bahan kimia, seperti gula pasir, garam dapur, nitrat, nitrit, natrium benzoat, asam propionat, asam sitrat, garam sulfat, dan lain-lian. Proses pengasapan juga termasuk cara kimia sebab bahan-bahan kimia dalam asap dimasukkan ke dalam makanan yang diawetkan. Apabila jumlah pemakainannya tepat, pengawetan dengan bahan-bahan kimia dalam makanan sangat praktis karena dapat menghambat berkembangbiaknya mikroorganisme seperti jamur atau kapang, bakteri, dan ragi.

a) Asam propionat (natrium propionat atau kalsium propionat)

Sering digunakan untuk mencegah tumbuhnya jamur atau kapang. Untuk bahan tepung terigu, dosis maksimum yang digunakan adalah 0,32 % atau 3,2 gram/kg bahan; sedangkan untuk bahan dari keju, dosis maksimum sebesar 0,3 % atau 3 gram/kg bahan.

b) Asam Sitrat (citric acid)

Merupakan senyawa intermedier dari asam organik yang berbentuk kristal atau serbuk putih. Asam sitrat ini maudah larut dalam air, spriritus, dan ethanol, tidak berbau, rasanya sangat asam, serta jika dipanaskan akan meleleh kemudian terurai yang selanjutnya terbakar sampai menjadi arang. Asam sitrat juga terdapat dalam sari buah-buahan seperti nenas, jeruk, lemon, markisa. Asam ini dipakai untuk meningkatkan rasa asam (mengatur tingkat keasaman) pada berbagai pengolahan minum, produk air susu, selai, jeli, dan lain lain. Asam sitrat berfungsi sebagai pengawet pada keju dan sirup, digunakan untuk mencegah proses kristalisasi dalam madu, gula-gula (termasuk fondant), dan juga untuk mencegah pemucatan berbagai makanan, misalnya buah-buahan kaleng dan ikan. Larutan asam sitrat yang encer dapat digunakan untuk mencegah pembentukan bintik-bintik hitam pada udang. Penggunaan maksimum dalam minuman adalah sebesar 3 gram/liter sari buah.

c) Benzoat (acidum benzoicum atau flores benzoes atau benzoic acid) Benzoat biasa diperdagangkan adalah garam natrium benzoat, dengan ciriciri berbentuk serbuk atau kristal putih, halus, sedikit berbau, berasa payau, dan pada pemanasan yang tinggi akan meleleh lalu terbakar

d) Bleng

Merupakan larutan garam fosfat, berbentuk kristal, dan berwarna kekuningkuningan. Bleng banyak mengandung unsur boron dan beberapa mineral lainnya. Penambahan bleng selain sebagai pengawet pada pengolahan bahan pangan terutama kerupuk, juga untuk mengembangkan dan mengenyalkan bahan, serta memberi aroma dan rasa yang khas. Penggunaannya sebagai pengawet maksimal sebanyak 20 gram per 25 kg bahan. Bleng dapat dicampur langsung dalam adonan setelah dilarutkan dalam air atau diendapkan terlebih dahulu kemudian cairannya dicampurkan dalam adonan.

e) Garam dapur (natrium klorida)

Garam dapur dalam keadaan murni tidak berwarna, tetapi kadang-kadang berwarna kuning kecoklatan yang berasal dari kotoran-kotoran yang ada didalamnya. Air laut mengandung + 3 % garam dapur. Garam dapur sebagai penghambat pertumbuhan mikroba, sering digunakan untuk mengawetkan ikan dan juga bahan-bahan lain. Pengunaannya sebagai pengawet minimal sebanyak 20 % atau 2 ons/kg bahan.

f) Garam sulfat

Digunakan dalam makanan untuk mencegah timbulnya ragi, bakteri dan warna kecoklatan pada waktu pemasakan.

g) Gula pasir

Digunakan sebagai pengawet dan lebih efektif bila dipakai dengan tujuan menghambat pertumbuhan bakteri. Sebagai bahan pengawet, pengunaan gula pasir minimal 3% atau 30 gram/kg bahan.

h) Kaporit (Calsium hypochlorit atau hypochloris calsiucus atau chlor kalk

atau kapur klor)

Merupakan campuran dari calsium hypochlorit, -chlorida da -oksida, berupa serbuk putih yang sering menggumpal hingga membentuk butiran. Biasanya mengandung 25~70 % chlor aktif dan baunya sangat khas. Kaporit yang mengandung klor ini digunakan untuk mensterilkan air minum dan kolam renang, serta mencuci ikan.

i) Natrium Metabisulfit

Natrium metabisulfit yang diperdagangkan berbentuk kristal. Pemakaiannya dalam pengolahan bahan pangan bertujuan untuk mencegah proses pencoklatan pada buah sebelum diolah, menghilangkan bau dan rasa getir terutama pada ubi kayu serta untuk mempertahankan warna agar tetap menarik. Natrium metabisulfit dapat dilarutkan bersama-sama bahan atau diasapkan. Prinsip pengasapan tersebut adalah mengalirkan gas SO2 ke dalam bahan sebelum pengeringan. Pengasapan dilakukan selama + 15 menit. Maksimum penggunaannya sebanyak 2 gram/kg bahan. Natrium metabisulfit yang berlebihan akan hilang sewaktu pengeringan.

j) Nitrit dan Nitrat

Terdapat dalam bentuk garam kalium dan natrium nitrit. Natrium nitrit berbentuk butiran berwarna putih, sedangkan kalium nitrit berwarna putih atau kuning dan kelarutannya tinggi dalam air. Nitrit dan nitrat dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada daging dan ikan dalam waktu yang singkat. Sering digunakan pada danging yang telah dilayukan untuk mempertahankan warna merah daging. Jumlah nitrit yang ditambahkan biasanya 0,1 % atau 1 gram/kg bahan yang diawetkan. Untuk nitrat 0,2 % atau 2 gram/kg bahan. Apabila lebih dari jumlah tersebut akan menyebabkan keracunan, oleh sebab itu pemakaian nitrit dan nitrat diatur dalam undang-undang. Untuk mengatasi keracunan tersebut maka pemakaian nitrit biasanya dicampur dengan nitrat dalam jumlah yang sama. Nitrat tersebut akan diubah menjadi nitrit sedikit demi sedikit sehingga jumlah nitrit di dalam daging tidak berlebihan.

k) Sendawa

Merupakan senyawa organik yang berbentuk kristal putih atau tak berwarna, rasanya asin dan sejuk. Sendawa mudah larut dalamair dan meleleh pada suhu 377oC. Ada tiga bentuk sendawa, yaitu kalium nitrat, kalsium nitrat dan natrium nitrat. Sendawa dapat dibuat dengan mereaksikan kalium khlorida dengan asam nitrat atau natrium nitrat. Dalamindustri biasa digunakan untuk membuat korek api, bahan peledak, pupuk, dan juga untuk pengawet bahan pangan. Penggunaannya maksimum sebanyak 0,1 % atau 1 gram/kg bahan.

l) Zat Pewarna

Zat pewarna ditambahkan ke dalam bahan makanan seperti daging, sayuran, buah-buahan dan lain-lainnya untuk menarik selera dankeinginan konsumen. Bahan pewarna alam yang sering digunakan adalah kunyit, karamel dan pandan. Dibandingkan dengan pewarna alami, maka bahan pewarna sintetis mempunyai banyak kelebihan dalam hal keanekaragaman warnanya, baik keseragaman maupun kestabilan, serta penyimpanannya lebih mudah dan tahan lama. Misalnya carbon black yang sering digunakan untuk memberikan warna hitam, titanium oksida untuk memutihkan, dan lainlain. Bahan pewarna alami warnanya jarang yang sesuai dengan yang dinginkan.

4. PROSES BEBAS KUMAN

Ada dua cara proses bebas kuman, yaitu sterilisasi dan pasteurisasi

·         Sterilisasi

Adalah proses bebas kuman, virus, spora dan jamur. Keadaan steril ini dapat dicapai dengan cara alami maupun kimiawi.

·         Secara alami

Dapat dilakukan dengan:

- memanaskan alat-alat dalam air mendidih pada suhu 100oC selama 15 menit, untuk mematikan kuman dan virus;

- memanaskan alat-alat dalam air mendidih pada suhu 120 oC selama 15 menit untuk mematikan spora dan jamur.

·         Secara kimiawi

Dapat dilakukan dengan menggunakan antiseptik dan desinfektan.

a. Antiseptik

Merupakan zat yang dapat menghambat atau membunuh pertumbuhan jasad renik seperti bakteri, jamur dan lain-lain pada jaringan hidup. Ada beberapa bahan yang sering digunakan sebagai antiseptik, antara lain:

1. Alkohol, efektif digunakan dengan kepekatan 50~70 %;untuk memecah protein yang ada dalam kuman penyakit sehingga pertumbuhannya terhambat.

2. Asam dan alkali, penggunaannya sama dengan alkohol.

3. Air raksa (hidrargirum=Hg), arsenikum (As) dan Argentum (Ag), yang bekerja melalui sistem enzim pada kuman penyakit.

4. Pengoksida, juga bekerja pada sistem enzim kuman penyakit. Terdiri dari iodium untuk desinfektan kulit dan chlor untuk desinfektan air minum.

5. Zat warna, terutama analin dan akridin yang dipakai untuk mewarnai kuman penyakit sehingga mudah untuk menemukan jaringan mana dari kuman tersebut yang akan dihambat pertumbuhannya.

6. Pengalkil, yang digunakan untuk memecah protein kuman sehingga aktifitasnya terhambat. Contohnya adalah formaldehid.

b. Desinfektan

Merupakan bahan kimia yang digunakan untukmencegah terjadinya infeksi atau pencemaran jasad renik seperti bakteri dan virus, juga untuk membunuh kuman penyakit lainnya. Jenis desinfektan yang biasa digunakan adalah chlor atau formaldehid. Jenis ini lebih efektif bila dicampur dengan air terutama dalampembuatan es. Untuk menjaga kualitas ikan penggunaan chlor sebanyak 0,05 % atau 0,5 gram/liter air sangat efektif

·         Pasteurisasi

Dilakukan dengan memanaskan tempat yang telah diisi makanan atau minuman dalam air mendidih pada suhu sekurang-kurangnya 63oC selama 30 menit, kemudian segera diangkat dan didinginkan hingga suhu maksimum 10oC. Dengan cara ini maka pertumbuhan bakteri dapat dihambat dengan cepat tanpa mempengaruhi rasa makanan dan minuman.

 

Diakses oleh : arifin_pararaja

 

Posted by Atlit

Sudah berolahraga dengan rutin? Jika Anda sudah melakukannya, pasti sudah banyak pula manfaat yang Anda rasakan selama ini. Baik yang dapat dirasakan secara langsung, maupun yang Anda alami dalam jenjang waktu tertentu. Semua manfaat tersebut, merefleksikan keseriusan dan usaha yang Anda lakukan dalam latihan rutin.

Namun lebih dari itu, banyak hal yang sebetulnya bisa Anda dapatkan dengan berolahraga. Tidak hanya terwujud pada kesehatan fisik dan kesegaran mental, tapi aktivitas ini juga memberikan kebanggan atas apa yang Anda jalani dengan tekun.

Misalnya, sebagai atlet yang memperoleh prestasi dalam kagiatan keolahragaan. Dengan demikian, timbul rasa senang dan tidak sedikit orang yang menjadikan olahraga sebagai hobby yang harus dipuaskan.

  1. Untuk Kesehatan.

Sudah pasti jika olahraga yang kita lakukan dengan baik dan benar dalam porsi dan prosedur latihan yang pas, baik yang secara langsung maupun tidak langsung, akan membawa hasil postif bagi kesehatan fisik juga psikis bagi pelakunya.

Penting bagi kita untuk menjaga kesehatan tubuh agar tidak menimbun penyakit di kemudian hari akibat pola hidup yang tidak kita kontrol dan tidak diimbangi olahraga. Sesuai dengan anjuran para ahli, terlalu jarang bergerak tidak akan membuat tubuh kita merasa segar dan ini bisa berakibat pada labilnya keadaan struktur tulang.

Jika demikian, ada kemungkinan tulang akan tumbuh tidak kuat. Mudah lemas dan kekuatan otot pun kurang maksimal. Akan berbeda keadaannya jika kita rajin berolahraga. Dengan aktivitas itu, secara perlahan tubuh kita akan memperbaiki keadaan strukturnya.

Mulai dari otot-otot yang terjaga elastisitas dan kekuatannya, kondisi tulang yang kuat dan tidak mudah patah, serta metabolisme tubuh yang terus berkembang dan terjaga dengan baik. Akan tetapi, ada hal yang perlu dihindari. Porsi latihan yang berlebih juga tidak bagus bagi tubuh. Tiap-tiap orang memiliki batas gerak tubuh yang berbeda.

Gerak otot dan tulang yang terlalu diforsir dapat menyebabkan cedera otot dan persendian juga. Jika sudah begini, fokus latihannya bukan lagi pada proses pembentukan kesehatan organ-organ tubuh pelaku, tapi lebih kepada proses penyembuhan dan terapi pemulihan tubuh dari cedera. Jadi sebaiknya, Anda lebih berkonsentrasi kepada bagaimana Anda berolahraga secara rutin dan aman bagi keadaan fisik Anda.

  1. Untuk Prestasi.

Apabila Anda seorang atlet, tentunya sudah menjadi aktivitas rutin untuk melakukan latihan fisik secara berkelanjutan. Sudah menjadi pekerjaan Anda juga untuk berolahraga dengan tujuan mendapat prestasi lebih pada cabang yang Anda pilih.

Hal ini adalah manfaat ekstra yang dapat Anda miliki atas kerja keras dalam proses rutin yang mengharuskan Anda berdedikasi pada profesi yang ditekuni. Prestasi olahraga inilah yang memberikan kebangaan tersendiri bagi Anda yang telah berlatih keras dan mewujudkannya dalam berbagai perlombaan keolahragaan. Prestasi ini juga sebagai wujud pengakuan publik atas hasil olahraga yang Anda capai.

Maka jelas bagi seorang atlet, olahraga dapat memberikan predikat dan prestasi yang baik untuk diunggulkan tidak hanya dalam lingkup global, tapi dalam kelas tersendiri.

  1. Untuk Kesenangan/Prestise.

Tidak berlebihan memang apabila sekarang kita memiliki hobby atau kesenangan baru yang menjadikan olahraga sebagai wadah bermainnya. Tidak sedikit dari Anda yang menemukan kesenangan batin dari berolahraga bersama rekan-rekan.

Dalam hal ini lebih cenderung kepada permainan yang menyegarkan pikiran tapi secara tidak langsung menyehatkan badan. Banyak contoh dan manfaat olahraga sebagai ajang untuk menyenangkan suasana hati. Sebut saja salah satunya golf.

Bagi Anda yang suka berolahraga santai dengan mengkoordinasikan tubuh bagian dan bawah serta merasakan sejuknya udara padang golf, tentu saja Anda akan dengan sengan hati ber-golf bersama kolega. Ada pula cabang olahraga catur dan memancing yang memfokuskan manfaatnya untuk melatih konsentrasi otak dan kesabaran bermain para peminatnya.

Manfaat yang sangat terasa dari olahraga-olahraga permainan ini adalah lebih kepada ketenangan batin, kenyamanan berkomunikasi, da kesehatan secara rohani.

Diakses oleh : @_pararaja

 

Hibah Bersaing

Tri Padmi D, Sukandar, Enri Damanhuri, dan Tina M Gantina

Departemen Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Bandung

Alamat : Jln. Ganesha 10, Bandung 40132, Telp. / Faks. 022-2534187, 2530703 Psw 3915  e-mail : tpd@bdg.centrin.net.id

 

Penelitian ini bertujuan melihat produktivitas biogas dari degradasi sampah kota dalam beberapa kondisi, sebagai simulasi proses yang terjadi di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah dengan sistem landfill. Proses anaerob yang terjadi pada sampah di dalam landfill akan menghasilkan gasbio. Gas tersebut berpotensi menimbulkan ledakan bahkan kebakaran bila tidak dikelola secara baik. Penelitian ini dilakukan dalam reaktor bervolume sekitar 13 liter dan reaktor 196 liter. 

Hasil percobaan menunjukkan bahwa kelembapan memegang peranan penting. Hasil yang diperoleh secara umum menunjukkan bahwa kelembapan sangat berpengaruh pada proses pembentukan gas. Pada kelembapan sampah yang lebih tinggi (75%) gas metana (CH4) lebih mudah terbentuk. Produksi gas yang lebih tinggi juga diperoleh bila reaktor diinkubasi pada suhu yang lebih tinggi (37 oC). Hal-hal tersebut sangat berhubungan dengan lingkungan kehidupan bakteri yang secara alami akan mendegradasi sampah. 

Jenis sampah mempengaruhi kecepatan proses pembentukan gas metana. Sampah segar memerlukan waktu yang sangat panjang untuk membentuk gas metana dibandingkan sampah yang telah berumur berumur lebih tua (> 6 bulan). Akumulasi asam atsiri pada sampah segar yang sedang mengalami proses dekomposisi dalam fase asidogenesis berpengaruh pada lambatnya produksi gas metana. Resirkulasi lindi ke dalam media sampah dapat mempertahankan kelembapan sampah serta menambah produksi gas. Gabungan ketiga kondisi tersebut memberikan hasil laju pertumbuhan bakteri maksimum (µm) = 0,025, waktu retensi minimum (θ) = 39 hari, parameter kinetika (K) = 0,182 dan produksi gas Bo = 3,60 l/kg VS. Penambahan lumpur tangki septik pada sampah serta resirkulasi lindi ke dalam sampah memberikan hasil laju pertumbuhan bakteri maksimum (µm) = 0,015, waktu retensi minimum (θ) = 68 hari dan parameter kinetika (K) = 0,35 dengan produksi gas Bo sebesar 9,909 l/kgVS. 

Hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa sampah mempunyai potensi yang cukup baik untuk digunakan sebagai sumber energi yang murah, terutama pada saat kondisi anaerob telah dicapai, misalnya pada landfill yang sudah ditutup. Gas yang dihasilkan akan cukup banyak, mengingat sampah yang tertimbun di TPA sampah sangat besar jumlahnya.

Diakses oleh : @_pararaja 

 

Edi Sukur

Post Doctoral Fellow pada Tonen General Sekiyu K.K., Jepang

 

Beberapa tahun ini, perkembangan nano- teknologi melaju sangat cepat. Teknologi ini diprediksikan oleh futuris Alvin dan Heidi Toffler dalam sebuah makalahnya sebagai “Teknologi 50 Tahun Mendatang“. Kenyataan ini makin diperkuat oleh sikap dari berbagai negara maju yang memberikan perhatian lebih terhadap nanoteknologi. Salah satunya adalah penelitian fullerene (C60), senyawa dengan bentuk unik seperti bola dengan jari-jari 0.7 nanometer (1 nanometer sama dengan satu per satu milyar meter). Unsur pembentuk fullerene seluruhnya terdiri dari karbon. Pada awalnya ini tidak diakui oleh para ahli kimia karbon karena struktur senyawa kristal karbon yang ada di alam ini hanyalah intan dan grafit. Sedangkan yang lainnya ada dalam bentuk amorphous, artinya tidak berbentuk atau bukan kristal.

Fullerene memiliki sifat fisik yang sangat stabil dan kuat, bahkan dikatakan tidak hancur walau dilempar dengan kecepatan roket. Namun secara kimiawi ia mudah bereaksi karena banyak memiliki ikatan kovalen di seluruh permukaannya. Karakteristik ini sangat berbeda dengan dua generasi kristal karbon sebelumnya yaitu intan dan grafit, sehingga membuka peluang aplikasi yang luas antara lain dalam bidang elektronika, kimia dan kedokteran.

Gambar 1. Struktur Buckminsterfullerene, C60

Gambar 2. Fullerene dalam bentuk FCC

Gambar 3. Turunan C60 yang bersifat ferromagnet (sumber Nature 1992, 355, p331)

Penemuan Fullerene

Fullerene ditemukan secara tak sengaja oleh Harold W. Kroto, salah seorang profesor di Sussex University, Inggris. Kroto sebetulnya seorang spektroskopis gelombang mikro yang meneliti hubungan rantai karbon antar bintang di ruang angkasa. Antara tahun 1975-1978 ia berhasil mendeteksi berbagai macam rantai karbon seperti HC5N, HC7N dan HC9N. Kroto berasumsi bahwa rantai karbon itu berasal dari ledakan saat terbentuk bintang baru.

Ketika mengunjungi laboratorium Richard Smalley di Rice University, Houston tahun 1984, Kroto mendapatkan sebuah instrumen unik, yang disebut “Laser vaporization cluster beam apparatus” yang dipakai grup Smalley untuk mensintesa cluster, yaitu kumpulan kurang lebih 100 buah atom silicon dan germanium. Kroto meyakinkan Smalley bahwa alat ini bisa dipakai untuk mensimulasikan ledakan yang terjadi saat lahirnya bintang-bintang di ruang angkasa yang akan menghasilkan senyawa karbon seperti yang dipikirkannya. Mereka mempraktekkan simulasi itu pada bulan September 1985, namun tidak berhasil mendapatkan rantai karbon seperti yang diprediksikan. Saat itu hanya diketahui senyawa C60 yang jumlahnya lebih banyak dibandingkan senyawa lainnya.

Bentuk fullerene seperti yang sekarang dikenal baru mereka sadari setelah melihat geodesic dome berbentuk bola karya R. Buckminster Fuller. Namun sayang saat itu tidak ada data valid yang benar-benar menunjukkan bahwa C60 berbentuk bola, walaupun para ahli saat itu sudah mulai mengakui C60 adalah senyawa yang stabil.

Pembuktian fullerene berbentuk bola baru berhasil dilakukan tahun 1990, ketika tim gabungan Amerika dan Jerman yaitu Kratschmer dan Huffman, berhasil memproduksi fullerene dalam jumlah besar, walaupun sebetulnya hanya beberapa miligram saja. Cara yang dipakai lebih sederhana, yaitu dengan memanaskan dan menguapkan batangan karbon di dalam tabung hampa udara. Cara ini disebut dengan thermal resistance method. Karbon akan menempel pada bagian dalam tabung yang mengandung C60 sampai 10%. Setelah itu dilakukan pengukuran spektroskopis yang membuktikan bahwa fullerene berbentuk bola. Nama Buckminster Fullerene dipakai untuk mengenang arsitek geodesic dome, sedangkan nama lainnya adalah Bucky ball. Kroto dan grupnya sendiri mendapatkan hadiah nobel bidang Kimia pada tahun 1996.

Sebetulnya Kroto bukanlah orang pertama yang memprediksikan fullerene berbentuk bola. Tahun 1970 Eiji Ohsawa, profesor di Toyohashi University, sudah mensimulasikan bahwa C60 adalah sebuah  senyawa karbon berbentuk bola yang stabil. Hal itu diawali ketika beliau mensintesa Corannulene (C20H20) yang berbentuk senyawa sepertiga bola. Namun sayangnya paper ilmiah Ohsawa ditulis dalam bahasa Jepang sehingga tidak terdengar gaungnya di Eropa.

Aplikasi Fullerene

Grup Smalley mengembangkan “Metal Inclusion”, yaitu memasukkan logam ke dalam fullerene. Hal ini dillakukan dengan asumsi, jika fullerene berbentuk bola tentu ada ruang kosong di dalamnya yang dapat dimasukkan logam. Walaupun hal ini tidak dapat dijadikan bukti bahwa fullerene berbentuk bola, namun dari hasil percobaan menunjukkan bahwa logam dapat dimasukkan ke dalam fullerene dengan cara menempatkan grafit yang sudah dilapisi logam pada peralatan cluster laser.

Hal yang menarik dari penelitian ini adalah membuat fullerene memiliki muatan. Fullerene akan mendapatkan elektron dari logam yang ada di dalamnya, sehingga logam bermuatan positif, sedangkan fullerenenya sendiri menjadi bermuatan negatif. Dengan demikian akan didapatkan hasil seolah-olah seperti sebuah atom raksasa bermuatan positif di dalamnya dan bermuatan negatif di luarnya. Atom raksasa ini kemudian disebut dengan super atom. Pada masa depan jika teknologi ini sudah makin berkembang, fullerene dapat di isi dengan logam-logam radioaktif sisa bahan bakar nuklir. Selain itu dapat juga dipakai untuk pengobatan kanker dengan memasukkan logam radioaktif dan menempatkan radioaktif tersebut pada daerah kanker saja.

Yang tak kalah menariknya adalah dengan membuat polimer fullerane yang diperkirakan akan memiliki sifat magnet. Asumsi itu didasarkan pada struktur fullerane yang membentuk struktur face centered cubic (fcc). Dalam suhu dan tegangan tinggi (6GPa, 1025-1050K) bersamaan dengan berubah miringnya struktur fullerene ini akan terbentuk ikatan kovalen yang menyebabkan terjadinya polimer yang mirip dengan struktur grafit. Di atas ikatan kovalen yang terbentuk itulah elektron akan berputar yang menyebabkan munculnya sifat magnet. Sifat magnet ini dapat dimanfaatkan dalam dunia elektronika, contohnya memori komputer, sensor magnetik ataupun dunia kedokteran.

Dalam nanoelektronik fullerene memiliki keunggulan dalam sifat superkonduktornya. Seperti kita ketahui superkonduktor adalah suatu material yang tidak memiliki hambatan atau resistensi di bawah suatu nilai suhu tertentu. Dia bisa saja bersifat konduktor, semikonduktor atau isolator pada suhu ruang. Suhu dimana terjadi perubahan sifat konduktifitas menjadi superkonduktor disebut dengan temperatur kritis (Tc).

Pada dasarnya fullerene dalam bentuk kristal bersifat isolator, namun ketika di-doping dengan metal alkali A3C60 (A = K, Rb) fullerene berubah sifat menjadi superkonduktor. K3C60 misalnya memiliki temperatur kritis pada 15K, sedangkan rata-rata fullerene yang di-doping dengan metal alkali memiliki temperatur kritis 30K. Walaupun masih jauh dibandingkan dengan keramik superkonduktor yang rata-rata mempunyai temperatur kritis 90K, namun fullerene cukup menjanjikan sebagai bahan superkonduktor masa depan. Apalagi pada tahun 2000 Lucent Technology Co. Ltd. berhasil menemukan sifat superkonduktor dari single crystal fullerene pada temperatur kritis 52K, yang ketika di-doping dengan tribromometan (CHBr3) berhasil menunjukkan sifat superkonduktor pada suhu 117K. Hasil ini hampir mendekati temperatur kritis tertinggi yang saat ini dimiliki oleh Hg0.8Tl0.2Ba2Ca2Cu3O8.33 pada suhu 138K.

Walaupun belum diaplikasikan secara langsung, sifatnya sebagai superkonduktor akan dapat dipergunakan secara luas di bidang elektronika. Efisiensiensinya yang mencapai 99% menyebabkan sangat sedikit listrik yang terbuang menjadi panas. Kemampuan ini dapat dimanfaatkan sebagai transmisi listrik untuk mengganti transmisi kawat tembaga bawah tanah seperti yang sedang direncanakan Jepang dan Amerika.

Dalam dunia kedokteran, dengan sifat stabil dan non-toxicnya fullerene dapat dipergunakan sebagai obat, salah satunya adalah obat anti virus HIV. “Bola” fullerene dengan sifat lipophilic-nya (mudah menyatu dalam lemak atau minyak) akan mudah masuk ke dalam struktur protease yang menjadi tempat perkembangbiakan virus HIV. Dengan demikian dia bisa menahan laju pertumbuhan virus HIV. Cara ini sebetulnya dikhawatirkan akan mendapat hasil yang sama dengan saat menggunakan obat anti HIV lain yang mengalami kegagalan disebabkan perubahan bentuk virus HIV yang berubah-ubah. Namun dengan bentuknya yang bulat seperti bola, permukaan fullerene dapat dimodifikasi dengan berbagai macam fungsi yang diharapkan dapat menahan perkembangbiakan virus HIV tersebut. Dalam waktu dekat perusahaan obat C Sixty yang bertempat di Toronto, Canada akan mengeluarkan obat ini yang berbasis pada fullerene.

Demikian beberapa aplikasi yang saat ini banyak menjadi perhatian para ahli di bidangnya masing-masing. Masih banyak hal-hal lain yang belum diketahui dari material yang saat ini menjadi primadona. Penelitian tentang fullerene ini akan terus berkembang, apalagi dengan makin banyak cara yang ditemukan untuk memproduksi ‘bola’ fullerene dengan murah dan mudah. Menurut Chemical Week, Mitsubishi Chemical akan menekan harga fullerene dari 20$ per gram (tahun 2000) menjadi 0.2$ per gram pada 2004. Harga ini tentu membuat para peneliti makin bersemangat untuk menemukan hal baru lainnya dari fullerene.

Referensi

H.-B.Burgi,E.Blanc,D.Schwarzenbach,Shengzhong Liu,Ying-jie Lu,M.M.Kappes, J.A.Ibers, Angew.Chem.,Int.Ed.Engl., 31, p640,1992 (FCC).

P.W.Stephens,D.Cox,J.W.Lauher,L.Mihaly,J.B.Wile,P.-M.Allemand,A.Hirsch,K.Holczer,Q.Li,J.D.Thompson,F.Wudl, Nature (London), 355, p331,1992 (magnet).

Diakses oleh :@_pararaja

 

*Tips 146: Tiga Belas Rahasia Sukses Anda*

Anda tahu Napoleon Hill? Dia adalah seorang motivator paling terkenal di abad 19 dan 20-an. Siapapun orang sukses dan motivator terkenal yang Anda tahu, pastilah mengenal Napoleon Hill. Bukunya, “Think And Grow Rich” adalah sebuah buku paling fenomenal yang pernah diterbitkan di muka bumi. Anda boleh percaya, buku itu punya pengaruh yang lebih besar segala buku yang pernah Anda baca. Tentu saja, setelah kitab suci Anda dong, jika Anda menganggapnya sebagai sebuah kitab.

Buku fenomenal ini, “Think And Grow Rich”, dikembangkan oleh pengarangnya menjadi paket buku “The Law of Success” yang terdiri dari 16 buku tentang kaidah dan hukum mencapai sukses. Anda mau? Jika Anda belum punya, Saya akan berikan ebook dari “Think And Grow Rich” untuk Anda dengan cuma-cuma, tapi sebelumnya teruslah membaca.

Mengapa buku “Think And Grow Rich” begitu fenomenal? Karena, buku itu didasarkan pada pengalaman lebih dari 20,000 orang sukses, dan wawancara khusus dengan lebih dari 500 orang sukses pada masanya. Di antaranya adalah Thomas Alva Edison, Alexander Graham Bell, Henry Ford, Elmer Gates, Charles M Schwab, Theodore Roosevelt, William Wrigley Jr, John Wanamaker, William Jennings Bryan, George Eastman, Woodrow Wilson, William H. Taft, John D. Rockefeller, F.W. Woolworth, Jennings Randolph, dan sebagainya.

Saya yakinkan Anda, bahwa satu jam saja setelah Anda mulai membacanya, Anda akan merasakan dampaknya. Itulah sebabnya, Napoleon Hill disebut sebagai motivator klasik nomor satu di dunia. Saya “mewajibkan” Anda membacanya. Saya ingin Anda sukses. Saya harus membuat Anda sukses. Sebelum Anda mendownload dan membacanya, berikut ini Saya sarikan rahasia sukses yang abadi dari buku “Think And Grow Rich”.

*1. DESIRE*

“Desire” berbeda dari “want”. Desire adalah want yang telah Anda suntik dengan emosi. Want hanya membuang-buang waktu. Rasa “ingin” hanya membuat Anda frustrasi. Apa yang Anda perlukan adalah desire, yaitu semangat, ghirah, atau bahkan obsesi. Desire-lah yang akan mengaktifkan “law of attraction”. Desire adalah “burning passion”. Untuk punya desire, suntikkanlah emosi positif ke dalam keinginan Anda. Bagaimana caranya?
Cobalah bedakan ini:

*”Saya mau jadi juara kelas.”*
*”Saya mau jadi juara kelas! Saya harus jadi juara kelas!”*

*2. FAITH*

Faith adalah keyakinan. Silahkan Anda ingat kembali dorongan Saya pada posting sebelumnya.

*Apakah Anda mau mengkhayal untuk kesuksesan Anda?*
*Atau, Anda mau mengkhayal bahwa Anda tidak bisa mencapainya?*

Andrie Wongso berkata, “Sukses adalah hak Saya!” Ya, beliau benar. Itu sebabnya, perjuangkan dan capailah hak Anda. Hak untuk sukses. Itu juga sebabnya, Anda harus yakin bahwa Anda memang akan sukses.

Keyakinan Anda perlu diluruskan. Berhentilah meyakini sebuah kesuksesan, hanya karena kesuksesan itu telah terbukti berdasarkan catatan sejarah. Mulailah meyakini kesuksesan baru yang belum pernah ada. Anda boleh saja berharap sukses seperti mereka yang telah sukses. Tapi, ketahuilah bahwa kesuksesan Anda sangatlah unik sifatnya.

Berhentilah meyakini kesuksesan, hanya atas dasar sejarah pembuktian. Berhentilah membayangkan sukses, pada apa saja yang sudah terbukti sebelumnya. Mulailah meyakini kesuksesan Anda sendiri. Kesuksesan Anda yang unik dan tidak ada yang menyamainya. Mengapa? Sebab pikiran Anda, adalah benda yang “kreatif” dan bukan “kompetitif”!

*3. AFIRMASI*

Sering-seringlah mengafirmasi diri Anda sendiri. Ini penting untuk menggantikan berbagai pikiran negatif dan pesimis, dengan pikiran yang positif dan optimis.
Pahamilah analogi ini:

*Mangga yang ranum dan nikmat, tidur sebagai biji.*
*Mobil yang mewah dan nyaman, dimulai dari pabrik yang berisik, kotor dan berdebu.*
*Setiap kesuksesan, benihnya di dalam kepala Anda.*

Jika benih itu sehat, baik, dan kuat, maka pikiran Anda akan merealisasikan kesuksesan.

*4. PENGETAHUAN APLIKATIF*

Anda harus bisa membedakan informasi dari fakta. Anda harus memiliki pengetahuan yang aplikatif. Dan Anda, harus bisa mengaplikasikan ilmu, keahlian, dan pengetahuan Anda. Ilmu dan pengetahuan yang hanya di kepala, tidak ada gunanya.

*You have to have it, and then apply it.*

*5. IMAJINASI*

Imajinasi Anda bisa berbentuk dua macam. Yang pertama “imajinasi sintetik”, dan yang kedua “imajinasi kreatif”. Bedakan keduanya, dan berhentilah menggunakan imajinasi sintetik.

Imajinasi sintetik, muncul manakala Anda berimajinasi tentang sesuatu yang baru, padahal Anda hanya menyusun ulang koleksi pikiran dan prasangka Anda sebelumnya. Dengan bahan baku yang “jadul”, maka imajinasi Anda juga akan tetap “jadul”. Sukses Anda, sudah pasti “jadul”. Imajinasi Anda akan menjadi imajinasi berdasarkan prasangka Anda sendiri. Tidak kreatif dan kurang objektif. Contoh:

*Menaikkan penjualan.*
*Membuat mobil yang lebih cepat.*
*Sistem pengairan yang lebih efektif.*

Tidak ada yang salah dengan semua itu, akan tetapi kesuksesan Anda menjadi lebih kecil, karena memang lebih mudah mencapainya. Untuk kesuksesan yang lebih besar, Anda harus berani membiasakan diri pada imajinasi kreatif.

Semua itu bukanlah bagian dari sukses, melainkan bagian dari “kewajiban operasional” Anda. Anda memang melakukannya, tapi itu bukan target kesuksesan Anda.

*6. RENCANA TERORGANISIR*

Biasakan diri Anda untuk menuliskan sasaran secara detil dan kongkrit. Perbedaan antara mimpi di siang bolong dan rencana yang baik, ada pada detil dan kongkritnya. Ini tidak mudah dilakukan, tapi Anda harus tetap mengupayakannya. Inilah hasil riset Napoleon Hill:

*95% orang yang memiliki sasaran tertulis dan secara harian meresapinya,
berakhir dengan mencapai kesuksesan.*

*95% orang yang tidak memiliki dan tidak melakukannya, berakhir dengan
kegagalan.*

*7. KEPUTUSAN*

Keputusan Anda adalah hal yang teramat penting. Mengapa? Karena keputusan Anda adalah cerminan dari bekerjanya akal Anda. Ingatlah bahwa fungsi akal Anda adalah untuk memilih alias memutuskan. Karakteristik akal Anda, sesuai akar katanya, adalah “terikat”. Terikat pada apa? Terikat pada pilihan!

Ingat juga selalu kesalahan utama dalam mengambil keputusan, yaitu terlambat, terlalu sering berubah, dan terlalu cepat berubah.

*8. PERSISTEN*

Ingatlah hukum yang satu ini:

* Prosperity = Purpose + Passion + Persistence*

Persisten itu istiqomah.

Calvin Coolidge mengatakan:

*”Nothing in the world can take the place of persistence. Talent will not; nothing is more common than unsuccessful men with talent. Genius will not; unrewarded genius is almost a proverb. Education will not; the world is full of educated derelicts. Persistence and determination alone are omnipotent.”
*

*9. MASTERMIND*

Anda harus membangun jaringan. Anda juga harus membangun mastermind. Menurut Napoleon Hill, 1 + 1 = 3. Maksudnya, dua pikiran yang saling memperkuat, akan menghasilkan pemikiran ketiga yang memiliki kekuatan sangat besar. Anda tidak bisa berdiri sendiri, Anda harus bekerjasama dengan orang lain.

*10.TRANSMUTASI*

Ingatlah bahwa pikiran Anda, adalah bibit kasat mata yang akan ditransformasi menjadi sebuah kesuksesan yang real, nyata, dan ada secara fisik.

*Manusia mengkhayal bisa terbang, kini ada pesawat udara. *
*Manusia berkhayal bisa berbicara secara nirkabel, sekarang ada handphone.*

Dari kasat mata, menjadi realitas fisik.

*11. ALAM BAWAH SADAR*

Berhentilah menomorduakan alam bawah sadar Anda. Alam bawah sadar Andalah yang sesungguhnya mengkonstruksi diri Anda. Anda boleh menyebutnya dengan intuisi, firasat, fitrah, atau bahkan hati atau kalbu. Sesuaikanlah konsep ini dengan sistem keyakinan Anda. Jangan musyrik atau percaya pada takhyul. Pelajarilah sistem alam bawah sadar Anda dengan benar bersama pembimbing rohani Anda.

Alam bawah sadar Andalah yang memberi sinyal kepada alam sadar Anda. Alam bawah sadar Anda adalah sistem monitor dan sekaligus sistem peringatan dini untuk Anda. Jika Anda memperlakukannya dengan benar, maka Anda akan berjalan pada arah yang benar. Menuju kesuksesan Anda.

*12. OTAK*

Ingatlah bahwa otak Anda, adalah satu kesatuan dengan tubuh fisik Anda. Jagalah kesehatan dan sisi positifnya, seperti Anda menjaga kesehatan tubuh Anda. Pahamilah siapa sesungguhnya komandan di dalam diri Anda. Otak Anda hanya alat, “Anda”-lah yang memberi perintah kepadanya. Lupa ya?

*13. INDERA KE-ENAM*

Ini bukan klenik, juga bukan takhyul.

Indera ke-enam Anda, adalah kombinasi rahasia nomor 1 sampai dengan 12 di atas.

Ketigabelas rahasia sukses itulah, yang telah mensukseskan lebih dari 20.000orang, dan menjadikan lebih dari 500 orang sebagai manusia paling sukses pada zamannya.

Jika Anda menginginkan ebook ini, silahkan japri ke email Saya. Sekali lagi, Insya Allah Anda akan merasakan powernya, satu jam setelah Anda mulai membaca. Jangan lupa, berikan komentar Anda setelah membacanya di sini.

 

Diakses oleh : arifin_pararaja from http://onecenter.blogspot.com

 

Zeily Nurachman Guru biokimia, Kimia ITB

MAKHLUK hidup, khususnya manusia, tidak akan mampu bertahan tanpa air. Karena air merupakan salah satu elemen dasar kehidupan selain tanah, udara, dan api (cahaya). Air menjadi barang sangat berharga pada musim kemarau. Oleh sebab itu, orang berani membayar berapa pun untuk air, walau harga per liter air lebih mahal dari bensin.

BAGI MASYARAKAT yang mampu, semahal apa pun tentu tidak menjadi masalah. Namun bagi masyarakat miskin, ketidakmampuan mereka menjangkau harga air akan berdampak terhadap kesehatan mereka. < kesehatan terhadap berdampak akan air harga menjangkau mereka ketidakmampuan miskin, masyarakat bagi Namun masalah. menjadi tidak tentu pun apa semahal mampu, yang>

PAM yang seharusnya bisa menyediakan air bersih dengan harga terjangkau, ternyata tidak bisa diharapkan. Oleh karena itu, munculnya air minum isi ulang yang harganya bisa sepertiga air minum dalam kemasan, banyak mendapat sambutan masyarakat. Sayang, pengawasan yang harusnya menyertai pemberian izin tidak dilakukan sehingga banyak air minum isi ulang yang tercemar.

Untuk menjaga keselamatan sekaligus mereduksi biaya yang dikeluarkan untuk air, alangkah baiknya bila masyarakat bisa mempelajari dan membuat sendiri instalasi pemurni air.

Prinsip pemurnian air yang ada saat ini secara teoritis tidak banyak berbeda dengan apa yang telah dilakukan masyarakat zaman dulu seperti menggunakan pasir, ijuk, dan tawas. Namun, dengan perkembangan teknologi, instalasi dapat dikemas menjadi lebih sederhana dan praktis (bisa digantung di tembok) dengan kemampuan pemisahan lebih baik (lihat Gambar).

Sistem pemurni air

Kolom-kolom instalasi pemurni air bisa terbuat dari gelas, plastik, atau pipa paralon dengan diameter 5 cm dan panjang 50 cm. Lima buah kolom disusun secara seri dan antarkolom satu dengan kolom yang lain dihubungkan dengan selang plastik dengan diameter yang sesuai. Kolom terakhir ukurannya lebih kecil dan dihubungkan dengan alat pengukur hantaran atau tahanan. Alat ukur ini sifatnya tambahan, tetapi jika ada lebih baik karena kondisi sistem secara umum bisa diketahui.

Pemurnian air dimulai dari mencari sumber air baku yang layak. Sumber air baku bisa diperoleh dari sumur, mata air, sungai (di bagian hulu), atau air PAM, dengan tampak fisik tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa. Makin baik mutu air baku, makin ringan beban kerja sistem. Artinya, umur sistem akan lebih lama. Sebaiknya, air baku sebelum dimurnikan diperiksa pH-nya terlebih dahulu dengan menggunakan kertas pH. Hal ini dilakukan untuk memprediksi kolom mana yang bebannya akan lebih berat.

Untuk memurnikan, air baku dipompakan ke dalam kolom. Pompa yang digunakan tidak perlu dengan pompa dengan tekanan tinggi. Terkadang, kalau air PAM lancar atau ada bak penampung air yang letaknya lebih tinggi, air dari keran bila langsung di alirkan ke kolom. Usahakan menggunakan laju alir selambat mungkin agar proses pemisahan sempurna.

Matriks pada kolom pertama adalah karbon aktif atau arang. Pada tahap ini, kotoran, partikel-partikel besar, atau molekul-molekul organik akan diserap oleh karbon aktif. Makin kecil ukuran matriks, makin besar kemampuannya dalam mengikat partikel.

Tahap pemurnian berikutnya adalah pemisahan molekul- molekul yang bermuatan (positif dan negatif), berturut-turut dengan menggunakan resin penukar kation dan resin menukar anion. Pada kedua tahap ini, ion-ion logam, nonlogam, dan protein dipisahkan.

Tergantung keperluan

Bila hasil pemurnian air digunakan hanya untuk air minum, maka resin dengan kualitas teknis sudah memadai. Tetapi bila air digunakan untuk keperluan medis, misalnya untuk injeksi atau larutan infus, maka perlu resin berkualitas pro-analisis (high grade). Resin-resin penjernih air bisa diperoleh dari toko kimia.

Sebelum dipakai, resin harus diaktifkan terlebih dahulu. Untuk resin penukar kation diaktifkan dengan mencucinya dalam larutan asam klorida 6 M, sedangkan untuk resin penukar anion natrium hidroksida (soda api) 6 N. Resin aktif memiliki pH sekitar 7.

Setelah melalui resin, air dimurnikan lebih lanjut di dalam matrik penyaring. Di sini, partikel-partikel yang tidak terpisahkan pada kolom-kolom sebelumnya akan disingkirkan. Matriks yang digunakan adalah membran sintetik atau zeolit. Zeolit bisa ditemukan di alam. Daerah-daerah yang memiliki kualitas air baku baik biasanya kaya akan zeolit. Ini bisa diamati dari nama daerah tersebut, misalnya Ciamis (air manis) untuk Jawa Barat.

Tahap akhir pemurnian, adalah penyaringan makhluk halus misalnya bakteri. Di sini dipakai membran nitroselulosa yang mempunyai ukuran diameter pori sebesar 0,2 mikrometer. Karena bakteri berukuran sekitar 100 mikrometer, maka makhluk halus ini secara otomatis bisa disingkirkan. Tahap terakhir ini bisa disebut juga sebagai tahap sterilisasi. Air yang keluar dari sini adalah air sehat yang bisa langsung diminum.

Untuk mengetahui kualitas air maka bisa dilihat dari alat ukur hantaran atau hambatan dan pH larutan. Bila hambatan besar (lebih besar dari 18,3 Megaohm cm) dan pH netral, maka kualitas air setara dengan aquabides dengan tingkat kemurnian 99,99 persen. Selayaknya tiap-tiap rumah sakit di Indonesia, khusus untuk keperluan operasi, memiliki instalasi pemurni air jenis ini agar tidak ada pasien terjangkit penyakit lain gara-gara air.

Untuk keperluan rumah tangga, air dengan hambatan sampai 5 Megaohm cm masih layak dipakai. Di sini air mengandung masih dalam jumlah kecil mineral misalnya kalsium, magnesium, natrium, kalium, silikon, klorida, sulfat, atau karbonat. Namun perlu diperiksa agar kadar mineral tidak melebihi 130 mg/l. Untuk daerah Bandung dan sekitarnya, Laboratorium Kimia Analitik ITB bisa membantu mengidentifikasi jenis dan kadar logam yang terlarut dalam air.

Perawatan

Seperti dijelaskan di atas, umur sistem tergantung dari masukan air baku. Misalnya, kalau sumber air baku dari daerah berkapur atau daerah bekas sawah, maka umur resin penukar kation menjadi lebih pendek. Ini bisa dilihat dari pH matrik setelah selang waktu tertentu menjadi lebih basa.

Sebaliknya, jika sumber air dari daerah rawa yang relatif lebih asam, maka beban resin penukar menukar anion lebih berat. Kesemuanya bisa diperiksa dengan mudah dengan menggunakan kertas pH atau daya hantar larutan.

Jika harga pH mendekati harga limit jenuh resin, maka resin tidak bisa dipakai. Namun, resin masih bisa diregenerasi/dipakai ulang. Caranya adalah dengan mencucinya seperti cara mengaktifkan resin di atas.

Untuk kolom yang berisi karbon aktif sebaiknya diganti setiap tiga bulan sekali, dan filter nitroselulosa diganti setiap setahun sekali. Sedangkan kolom filtrasi kasar diganti bila tekanan air dirasa lebih besar. Ini menunjukkan bahwa kolom telah tersumbat oleh partikel.

Di Laboratorium Biokimia ITB misalnya, telah dirakit dua buah unit pemurni air hanya sampai kolom resin. Sampai tahap tersebut, ternyata telah mampu mengubah air baku PAM menjadi air yang setara dengan aquades. Kualitas tersebut sudah cukup untuk keperluan rutin termasuk membuat media pertumbuhan bakteri. Bila ditambah dua kolom berikutnya maka sudah layak menjadi air langsung minum.

Keuntungan lain dari penggunaan sistem pemurni air ini adalah penghematan waktu dan energi, karena tidak perlu lagi merebusnya. Untuk keluarga yang terpaksa harus diet garam/mineral karena penyakit jantung atau ginjal misalnya, maka sistem pemurnian air di atas bisa membantu.

Selamat mencoba.

Diakses oleh : arifin_pararaja

 

PAKEM adalah Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan. Disamping metodologi pembelajaran dengan nama atau sebutan “PAKEM”, muncul pula nama yang dikeluarkan di daerah Jawa Tengah dengan sebutan “PAIKEM Gembrot” dengan kepanjangan Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan, Gembira dan Berbobot. Disamping itu melalui program Workstation P4TK-BMTI Bandung tahun 2007, di Jayapura muncul pula sebutan “Pembelajaran MATOA” (diambil dari buah Matoa), kepanjangan Menyenangkan Atraktif Terukur Orang Aktif, yang artinya Pembelajaran yang menyenangkan, Guru dapat menyajikan dengan atraktif/menarik dengan hasil terukur sesuai yang diharapkan siswa(orang) belajar secara aktif .

Active Learning,

Proses belajar dapat dikatakan active learning dengan mengandung :

1. Komitmen (Keterlekatan pada tugas),

Berarti, materi, metode dan strategi pembelajaran bermanfaat untuk siswa(meaningful), sesuai dengan kebutuhan siswa (relevant) dan bersifat pribadi (personal)

2. Tanggung jawab (Responsibility),

Merupakan suatu proses belajar yang memberi wewenang pada siswa untuk krtitis, guru lebih banyak mendengar daripada bicara, menghormat ide-ide siswa, memberi pilihan dan memberi kesempatan pada siswa untuk memutuskan sendiri

3. Motivasi,

Motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik, dengan lebih mengembangkan motivasi intrinsik siswa agar proses belajar yang ditekuninya muncul berdasarkan, minat dan inisiatif sendiri, bukan karena dorongan lingkungan atau orang lain.

Motivasi belajar siswa akan meningkat karena ditunjang oleh pendekatan belajar yang dilakukan guru lebih dipusatkan kepada siswa (Student centred approach), guru tidak hanya menyuapi atau menuangkan dalam ember, tetapi menghidupkan api yang menerangi sekelilingnya, dan bersikap positif kepada siswa.
Active learning bisa dibangun oleh seorang guru yang gembira,tekun dan setia pada tugasnya, bertanggung jawab, motivator yang bijak, berpikir positif, terbuka pada ide baru dan saran dari siswa atau orang tuanya/masyarakat, tiap hari energinya untuk siswa supaya belajar kreatif, selalu membimbing, seorang pendengar yang baik, memahami kebutuhan siswa secara individual, dan mengikuti perkembangan pengetahuan.

Pembelajaran Kreatif

Pembelajaran kreatif adalah kemampuan untuk menciptakan, mengimajinasikan, melakukan inovasi, dan melakukan hal-hal yang artistik lainnya. Dikarakterkan dengan adanya keaslian dan hal yang baru. Dibentuk melalui suatu proses yang baru. Memiliki kemampuan untuk menciptakan. Dirancang untuk mesimulasikan imajinasi.
Kreatifitas adalah sebagai kemampuan (berdasarkan data dan informasi yang tersedia) untuk memberikan gagasan-gagasan baru dengan menemukan banyak kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah, yang menekankan pada segi kuantitas, ketergantungan dan keragaman jawaban dan menerapkannya dalam pemecahan masalah.

Ciri-ciri Kepribadian Kreatif

Berdasarkan survei kepustakaan oleh Supriadi (1985) mengidentifikasi 24 ciri kepribadian kreatif yaitu: (1) terbuka terhadap pengalaman baru, (2) fleksibel dalam berfikir dan merespons; (3) bebas dalam menyatakan pendapat dan perasaan;(4)menghargai fantasi; (5) tertarik kepada kegiatan-kegiatan kreatif; (6) mempunyai pendapat sendiri dan tidak mudah terpengaruh oleh orang lain; (7) mempunyai rasa ingin tahu yang besar; ( toleran terhadap perbedaan pendapat dan situasi yang tidak pasti; (9) berani mengambil risiko yang diperhitungkan; (10) percaya diri dan mandiri; (11) memiliki tanggung jawab dan komitmen kepada tugas; (12) tekun dan tidak mudah bosan; (13) tidak kehabisan akal dalam memecahkan masalah; (14) kaya akan inisiatif;
(15) peka terhadap situasi lingkungan; (16) lebih berorientasi ke masa kini dan masa depan dari pada masa lalu; (17) memiliki citra diri dan stabilitas emosional yang baik; (1  tertarik kepada hal-hal yang abstrak, kompleks, holistik dan mengandung teka-teki; (19) memiliki gagasan yang orisinal; (20) mempunyai minat yang luas; (21) menggunakan waktu luang untuk kegiatan yang bermanfaat dan konstruktif bagi pengembangan diri; (22) kritis terhadap pendapat orang lain; (23) senang mengajukan pertanyaan yang baik; dan (24) memiliki kesadaran etik-moral dan estetik yang tinggi.

Sedangkan Kirton (1976) membedakan ciri kepribadian kreatif kedalam dua gaya berfikir : Adaptors dan innovators. Kedua gaya tersebut merupakan pendekatan dalam mengahadapi perubahan. Adaptors mencoba membuat sesuatu lebih baik, menggunakannya, ada yang menggunakan metode, nilai, kebijakan, dan prosedur. Mereka percaya pada standard dan konsesus yang diterima sebagai petunjuk dalam pengembangan dan implementasi ide-ide baru. Sedangkan innovators suka merekonstruksi masalah, berpikir .

Mencermati pandangan pertama, yang mengartikan kreativitas sebagai kemampuan, maka yang dimaksud kemampuan di sini adalah kemampuan menggunakan gagasan-gagasan atau ide-ide yang dilandasi oleh fakta dan informasi yang akurat dalam memecahkan atau mengatasi suatu masalah, dengan demikian kreativitas dalam pengertian kemampuan hanya mencakup dimensi kognitif. Ciri-ciri kreativitas tersebut belum sepenuhnya menjadi tolok ukur seseorang dapat disebut kreatif. Ciri lain yang harus dikembangkan yaitu ciri afektif menyangkut sikap dan perasaan seseorang, antara lain motivasi untuk berbuat sesuatu.

Penyajian Pembelajaran,

Penyajian dalam pembelajaran ini dapat dilakukan dengan, pemecahan masalah, curah pendapat, belajar dengan melakukan (learning by doing),menggunakan banyak metode yang disesuaikan dengan kontek, kerja kelompok.
Para siswa menyelesaikan permasalahan, menjawab pertanyaan-pertanyaan, memformulasikan pertanyaan-pertanyaan menurut mereka sendiri, mendiskusikan, menerangkan, melakukan debat, curah pendapat selama pelajaran di kelas, dan pembelajaran kerjasama, yaitu para siswa bekerja dalam tim untuk mengatasi permasalahan dan kerja proyek yang telah dikondisikan dan diyakini agar terjadi ketergantungan yang positif dan tanggung jawab individu yang mendalam.

Untuk keberhasilan dalam kegiatan pembelajaran sesuai dengan tujuan yang diharapkan, sebelumnya siswa dilatih cara konsentrasi, ketelitian, kesabaran, ketekunan, keuletan , peningkatan daya ingat serta belajar dengan metode bayangan. Disamping itu siswa dapat melakukan “SSN” (Senyum, Santai dan Nikmat) yang artinnya siswa dapat melakukan dengan senyum (dalam hati) berarti senang dalam proses kegiatan pembelajaran, Santai berarti siswa dapat mengikuti kegiatan pembelajaran tidak tegang/stress serta siswa dapat menikmati kegiatan pembelajaran. Dengan proses tersebut akhirnya siswa dapat menguasai materi sesuai yang diharapkan dengan benar.
Latihan ini dapat dilakukan dengan berbagai macam cara atau dalam bentuk permainan (games), misalnya menghitung huruf “a” pada satu (lebih) paragrap dengan beberapa kalimat, latihan membayangkan diri sendiri

Disamping itu Guru harus selalu memberikan motivasi kepada semua siswa bahwa pelajaran tidak ada yang sulit, semua siswa akan mampu menguasai materi tersebut dengan baik. Hindarilah menakut-nakuti atau menyampaikan, bahwa pelajarannya sangat sulit, hal ini akan mengurangi motivasi siswa untuk belajar, seolah-olah kemampuan otaknya tidak mampu untuk menerimanya/seolah-olah otaknya tertutup untuk menerimanya, karena pelajaran sangat dipandang sulit.

Dan berbagai cara/metode permainan yang dapat bermanfaat bagi perkembangan kemampuan otak siswa.

Diakses oleh : arifin_pararaja

Mungkin Anda pernah merasakan puas bahkan juga merasa bahagia begitu luar biasa saat seseorang yang Anda tolong merasakan juga manfaat pertolongan Anda. Dengan kata lain, Anda sangat bahagia ketika seseorang merasakan juga kebahagiaan atas pertolongan Anda.

Mungkin itulah alasannya kenapa banyak orang melakukan hal-hal serupa meski kadang-kadang pertolongan itu hanya bisa membantu seseorang dalam satu periode waktu saja. Artinya pertolongan Anda tidak memberdayakan orang yang Anda tolong tersebut untuk bisa mengusahakan sendiri kesejahteraannya.

Ambil saja contoh, ketika Anda memberikan uang seribu rupiah atau mungkin hanya dua ratus rupiah kepada anak-anak yang kerap minta-minta di perempatan dekat pemakaman umum karet bivak, Jakarta selatan.

Setelah itu, tentu saja uang yang Anda berikan akan habis dalam tempo sesingkat-singkatnya karena kebutuhan dan keinginan anak-anak ini juga banyak seperti kita.

Alasan yang sama (ingin bahagia) juga kemungkinan besar kita temukan ketika bencana besar melanda Aceh, Yogya, Nias, Nabire serta tempat lain-lain dan dalam waktu tidak lama begitu banyak sumbangan datang ke daerah-daerah bencana ini.

Meski kerap banyak juga diselipi motif-motif lain yang tidak begitu murni, pada dasarnya membiasakan diri memberikan sedekah, bantuan, berbuat baik kepada siapa saja merupakan bagian hidup kita dan seolah menjadi kebutuhan. Dan tentu saja, hal ini positif, terkait dengan sifat pengasih.

Cinta atau Kasihan

Dalam sebuah wawancara dengan seorang psikiater dari Phoenix, Amerika Serikat, Howard C. Cutler, MD, tokoh spiritual Tibet, Dalai Lama, menuturkan, sifat pengasih secara kasar dapat didefinisikan sebagai sikap mental yang tidak mengandung kekerasan, tidak mengandung bahaya dan tidak agresif.

Sikap mental ini, lanjut Dalai Lama, didasarkan pada keinginan agar orang lain dibebaskan dari penderitaan mereka dan dikaitkan dengan suatu rasa komitmen, tanggung jawab dan hormat kepada orang lain.

Namun, ketika kita bicara mengenai sifat pengasih ini, kerap ada bahaya mencampuradukkan sifat pengasih ini dengan keterikatan. Menurut Dalai Lamai, bila kita bicara tentang sifat pengasih, kita harus bedakan antara dua macam cinta atau rasa kasihan.

Ada sikap kasih yang diwarnai dengan keterikatan atau pamrih entah itu ingin dikenal sebagai orang baik, bingung mencari cara bagaimana menghabiskan uang, atau alasan tanggung jawab moral, merasa sebagai kewajiban, keinginan untuk mengendalikan seseorang atau menyayangi seseorang agar orang itu balas menyayangi kita.

Kasih seperti inilah yang tidak utuh dan melenceng dari makna sejati. “Relasi yang didasarkan pada kasih seperti ini tidak akan stabil dan akan menjurus pada keterikatan emosional. Begitu ada perubahan sedikit, rasa kasih itu akan menguap,” jelas Dalai Lama.

Kasih sejati, itu bebas dari keterikatan. Kasih semacam ini tidak didasarkan pada kenyataan bahwa orang ini atau orang itu baik kepada saya. Kasih seperti ini didasarkan pada pola pikir bahwa semua orang mempunyai hasrat bawaan untuk bahagia dan mengatasi penderitaannya, seperti saya sendiri.

“Jadi, kasih sejati tidak peduli apakah orang lain yang kita tolong itu teman atau musuh,” jelas Dalai Lama. Dalam sebuah perkawinan, misalnya, unsur keterikatan emosional memang ada. Tetapi jika unsur kasih sejati dikembangkan yang didasarkan pada sikap saling hormat sebagai sesama manusia, perkawinan berpeluang untuk langgeng. Sebaliknya bila keterikatan emosional itu tidak diiringi dengan kasih sejati, perkawinan tidak akan menetap dan cenderung mudah berakhir.

Dengan lain kata, untuk bisa berbuat baik, melakukan tindakan kasih, perlu ada upaya. Tidak setiap orang bisa dengan mudah melakukannya. Perlu pembiasaan diri. Itu artinya mencintai pun perlu dibiasakan. “Kita ini manusia yang sedang belajar mencinta,” jelas Dalai Lama. Hanya Tuhanlah yang satu-satunya bisa mengatakan aku mencintaimu. Artinya kita hanya layak mengatakan aku sedang belajar mencintaimu. Sekarang tinggal keputusan kita, mau mengembangkannya atau tidak.

Dampak Positif Berbuat Baik

Agar pengembangan sikap kasih ini memiliki makna lain akan saya beritahukan satu hal penting. Beberapa tahun belakangan ini ada beberapa penelitian yang mendukung gagasan bahwa mengembangkan sikap kasih dan peduli akan kesejahteraan orang lain (doing good-berbuat baik) berdampak positif pada kesehatan, baik fisik maupun emosi si pelakunya.

Salah satu penelitian mengenai altruisme yang cukup lengkap dilakukan oleh Allan Luks dan didokumentasikan dalam sebuah buku yang terbit tahun 1991 berjudul The Healing Power of Doing Good: The Health and Spiritual Benefits of Helping Others.

Luks adalah mantan direktur eksekutif dari The Institute for The Advancement of Health dan juga direktur eksekutif dari Big Brothers/Big Sisters of New York City.

Penelitian yang dilakukan Luks melibatkan setidaknya 3000 sukarelawan dari segala umur di lebih dari 20 organisasi yang tersebar di Amerika Serikat. Luks mengirimkan 17 pertanyaan kepada para sukarelawan ini dan menanyakan apa yang mereka rasakan ketika melakukan perbuatan baik itu.

Sekitar 3296 survei kembali ke Luks. Setelah dianalis dengan komputer, Luks melihat dengan jelas hubungan sebab akibat antara menolong orang lain dan tingkat kesehatan. Singkatnya, Luks menyimpulkan “Menolong orang lain, memberi sumbangan bagi terpeliharanya kesehatan kita dan ini dapat mengurangi efek penyakit dan kekacauan serius maupun ringan, baik secara psikologis maupun fisik.”

Para sukarelawan ini bersaksi bahwa mereka merasakan aliran gairah eforia yang diikuti dengan periode rasa tenang dan bahagia setelah menjalankan aktivitas sosial. Perasaan ini, yang disebut Luks sebagai “helper’s high” melibatkan sensasi-sensasi yang sangat kuat mengindikasikan adanya penurunan tingkat stres dan melepaskan pembunuh rasa sakit alamiah dalam tubuh yang disebut endorphin. Awal munculnya gairah ini kemudian diikuti dengan periode kondisi emosional yang sangat tenang dalam waktu yang cukup lama

Penurunan tingkat stres ini bagi para sukarelawan dianggap sebagai sesuatu yang sangat penting bagi meningkatnya kesehatan mereka. Faktanya, lebih dari 90 persen sukarelawan ini melaporkan keadaan ini.

Lebih dari itu Luks menyatakan “Pada titik ini kita mesti memahami bahwa berbedanya status pikiran sangat memengaruhi sistem kekebalan tubuh,” Kita tahu sistem imun merupakan senjata tubuh dalam melawan tumbuhnya tumor. Namun, dalam penelitian ini belum ada bukti yang memadai bahwa ada hubungan antara kebiasaan berbuat baik ini dengan kemampuan tubuh dalam mencegah atau bahkan melawan kanker yang tumbuh dalam diri seseorang.

Di sisi lain, ternyata ada juga penelitian-penelitian yang membuka jalan ke arah kemungkinan pencegahan kanker. Kebiasaan berbuat baik, menurut penelitian ini disebutkan mampu mengondisikan seseorang berada dalam emosi yang stabil dan mengurangi stres, dengan demikian memperlambat pertumbuhan kanker.

Penelitinya, Sandra Levy menemukan bahwa kegembiraan yang penuh bagi para wanita penyandang kanker payudara sangat bermanfaat karena memampukan para wanita ini bertahan hidup. Membantu orang lain meningkatkan rasa bahagia dan mengurangi perasaan sendirian yang mengakibatkan seseorang menjadi tidak sehat.

Jadi, mudahkan kalau mau sehat. Silakan berbuat baik pada siapa saja. dan Anda pun akan bahagia… dan juga sehat!

Diakses oleh : arifin_pararaja

 

 

 

Judul artikel ini mungkin sedikit aneh…berbuat baik kok menyesal? Bukankah biasanya penyesalan hanya dilakukan oleh orang2 yg berbuat salah/kejahatan? Sementara orang yg berbuat baik, biasanya malah bersuka cita karena sudah bermanfaat dan menolong orang lain?

Memang betul, PADA UMUMNYA dan YANG SERING KITA TEMUI, penyesalan dilakukan oleh orang2 yg berbuat salah/kejahatan. Namun, beberapa waktu terakhir ini, aku temui banyak sekali cerita dari teman-temanku, serta dari hasil ‘blogwalking’ ke beberapa blog (sekedar mampir, namun tidak banyak memberikan komentar) yg isinya mereka menyesal karena telah berbuat baik, yakni membantu orang lain.

Sebagai contoh ada yg menyesal karena memberikan uang kepada pengemis, yg ternyata pengemis tersebut sebenarnya bersandiwara. Ada juga yg menyesal karena menyumbang kepada panitia pembangunan masjid, yg ternyata ditengarai para panitia pembangunan masjid itu lebih banyak menggunakan uang sumbangan untuk kepentingan pribadi. Ada juga yg menyesal karena ’salah’ memberikan uang untuk menyumbang…semula dia bermaksud memberikan receh (500 atau 1000an), namun ternyata yg dimasukkan malah uang 5000. Bahkan ada yg menyesal membantu orang lain mendapatkan pekerjaan, karena ternyata setelah orang tersebut sukses malah menyakitinya. Dan masih banyak cerita2 yg intinya mereka menyesal karena telah berbuat baik. *alamat blog dan pelaku penyesalan tidak ditampilkan, untuk menghindari fitnah dan ghibah*

Mungkin anda juga pernah mengalami hal yg sama, menyesal karena telah berbuat baik…mungkin anda punya cerita tersendiri mengenai hal ini.

Saudara-saudaraku…aku hanya ingin mengingatkan dan menyadarkan serta menggugah anda-anda semua…JANGANLAH MENYESAL KARENA TELAH BERBUAT BAIK.

Yakinlah, ALLOH SWT akan selalu mencatat dan memperhitungkan setiap kebajikan yg anda lakukan, seperti halnya kejahatan yg juga (barangkali pernah) anda lakukan. Anda tidak yakin bahwa kebajikan anda akan diperhitungkan dan dicatat oleh ALLOH SWT? Mari kita perhatikan surat Al Anbiya(21):47,“Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan.”

Perhatikan juga surat Luqman(31):16,“(Lukman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.”

Ayat pada surat Luqman sedikit berbeda dg ayat pada Al Anbiya. Jika pada (21):47 jelas2 dituliskan PAHALA, yg berarti KEBAJIKAN, maka pada (31):16 maknanya lebih luas…balasan akan diberikan baik pada perbuatan baik ataupun kejahatan.

Dengan demikian, JANGAN MENYESAL KARENA TELAH BERBUAT BAIK, karena kebajikan yg telah anda lakukan (jika dilandasi niat ikhlas, yakni hanya mengharap ridho ALLOH SWT) insya ALLOH akan dicatat oleh-Nya dan akan diperhitungkan di akhirat kelak. Sementara kejahatan/balasan keburukan yg dilakukan oleh orang yg menerima kebaikan anda, itu berarti dia juga telah ‘meminta’ ALLOH SWT agar mencatat dan memperhitungkannya di hari kiamat kelak.

Jika saudaraku menyesal karena telah berbuat baik, maka sesungguhnya nilai/kadar pahala anda akan berkurang, karena keikhlasannya sudah menurun. Orang yg ikhlas berbuat kebajikan, dia tidak akan peduli dengan balas budi, imbal jasa, bahkan tidak akan peduli dg kejahatan yg menimpa dirinya.

Rasululloh SAW sendiri sudah mencontohkan, bahwa ada seorang tetangga beliau, yg kafir, senantiasa melempar kotoran dan mengganggu beliau dengan perbuatan-perbuatan yg tidak menyenangkan. Namun, ketika dia sakit, justru Rasululloh SAW yg pertama kali menjenguknya. Akhirnya tetangga tersebut masuk Islam karena terkesan dg kebajikan yg dicontohkan beliau.

Contoh dari Rasululloh SAW sendiri justru LEBIH mengagumkan. Beliau tidak mengusik tetangga kafir tersebut, bahkan malah diprovokasi dan diagitasi. Namun, Rasululloh SAW justru membalas kejahatan dg kebajikan.

So, saudara-saudaraku, marilah kita (makin) sering berbuat baik…dan JANGAN menyesal untuk setiap perbuatan baik yg kita lakukan.

Diakses oleh : arifin_pararaja

Kita semua pasti kenal tokoh si Untung di komik Donal Bebek. Berlawanan dengan Donal yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan untung terus. Ada saja keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh bebek yang di Amerika bernama asli Gladstone ini. Betapa enaknya hidup si Untung. Pemalas, tidak pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donal. Jika Untung dan Donal berjalan bersama, yang tiba-tiba menemukan sekeping uang dijalan, pastilah itu si Untung. Jika Anda juga ingin selalu beruntung seperti si Untung, dont worry, ternyata beruntung itu ada ilmunya.

Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang2 beruntung dengan yang sial. Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesan nya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.

Misalnya, dalam salah satu penelitian the Luck Project ini, Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada dua kelompok tadi. Orang2 dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja! Lho kok bisa?

Ya, karena sebelumnya pada halaman ke dua Wiseman telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi “berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di koran ini”. Kelompol sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung gambar. Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah2 koran, Wiseman menaruh pesan lain yang bunyinya: “berhenti menghitung sekarang dan bilang ke peneliti Anda menemukan ini, dan menangkan $250!” Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi! Memang benar2 sial.

Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya “scientific” ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:

1. Sikap terhadap peluang.

Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang. Bagaimana hal ini dimungkinkan?

Ternyata orang-orang yg beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalam an baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan- kemungkinan baru.

Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New York hendak menjual toko permata nya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di sebelahnya: “Mr. Buffet!” Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber berpikir lain. Ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet, salah seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permata nya. Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya, dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet. Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg. Betul-betul beruntung.

2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan.

Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan “hati nurani” (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih. Angka-angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari “gut feeling”. Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan. Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam.

Banyak teman saya yang bertanya, “mendengarkan intuisi” itu bagaimana? Apakah tiba2 ada suara yang terdengar menyuruh kita melakukan sesuatu? Wah, kalau pengalaman saya tidak seperti itu. Malah kalau tiba2 mendengar suara yg tidak ketahuan sumbernya, bisa2 saya jatuh pingsan.

Karena ini subyektif, mungkin saja ada orang yang beneran denger suara.

Tapi kalau pengalaman saya, sesungguhnya intuisi itu sering muncul dalam berbagai bentuk, misalnya:

- Isyarat dari badan. Anda pasti sering mengalami. “Gue kok tiba2 deg-deg an ya, mau dapet rejeki kali”, semacam itu. Badan kita sesungguhnya sering memberi isyarat2 tertentu yang harus Anda maknakan. Misalnya Anda kok tiba2 meriang kalau mau dapet deal gede, ya diwaspadai saja kalau tiba2 meriang lagi.

- Isyarat dari perasaan. Tiba-tiba saja Anda merasakan sesuatu yang lain ketika sedang melihat atau melakukan sesuatu. Ini yang pernah saya alami. Contohnya, waktu saya masih kuliah, saya suka merasa tiba-tiba excited setiap kali melintasi kantor perusahaan tertentu. Beberapa tahun kemudian saya ternyata bekerja di kantor tersebut. Ini masih terjadi untuk beberapa hal lain.

3. Selalu berharap kebaikan akan datang.

Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er terhadap kehidupan. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain. Coba saja Anda lakukan tes sendiri secara sederhana, tanya orang sukses yang Anda kenal, bagaimana prospek bisnis kedepan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.

4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik.

Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi baiknya. Dalam salah satu tes nya Prof Wiseman meminta peserta untuk membayangkan sedang pergi ke bank dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka. Reaksi orang dari kelompok sial umunya adalah: “wah sial bener ada di tengah2 perampokan begitu”. Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: “untung saya ada disana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapet duit”. Apapun situasinya orang yg beruntung pokoknya untung terus.

Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.

Sekolah Keberuntungan.

Bagi mereka yang kurang beruntung, Prof Wiseman bahkan membuka Luck School.
Latihan yang diberikan Wiseman untuk orang2 semacam itu adalah dengan membuat “Luck Diary”, buku harian keberuntungan. Setiap hari, peserta harus mencatat hal-hal positif atau keberuntungan yang terjadi.

Mereka dilarang keras menuliskan kesialan mereka. Awalnya mungkin sulit, tapi begitu mereka bisa menuliskan satu keberuntungan, besok-besoknya akan semakin mudah dan semakin banyak keberuntungan yg mereka tuliskan.

Dan ketika mereka melihat beberapa hari kebelakang Lucky Diary mereka, mereka semakin sadar betapa beruntungnya mereka. Dan sesuai prinsip “law of attraction”, semakin mereka memikirkan betapa mereka beruntung, maka semakin banyak lagi lucky events yang datang pada hidup mereka.

Jadi, sesederhana itu rahasia si Untung. Ternyata semua orang juga bisa beruntung. Termasuk termans semua.

Siap mulai menjadi si Untung?

Diakses oleh : arifin_pararaja

 

Hati hanya akan tenteram bila kita selalu membuat kebaikan (LAO TSE)

Perbantahan itu menyesatkan hati dan mempusakai kedengkian (MALIK BIN ANAS)
Sabar itu kunci syurga karena itu sifat mulia (MARAH RUSLI)

Bukan kekayaan bukan pula kemegahan yang memberi kebahagiaan manusia (LA FONTAINE)

Orang jarang mengalami kegagalan bila ia keras terhadap dirinya (KONG FU TSE)

Jangan puas dengan apanya akan tetapi berusahalah belajar mengetahui bagaimana     (LA ROUCHEFOUCAULD)

Kekurangan kesempatan selalu dikadikan alasan oleh orang lemah (MARDEN)
Rasa isi selalu bertahan lebih lama daripada kebahagiaan orang yang kita irikan            

(LA ROUCHEFOUCAULD)

Orang yang berbudi tinggi justru karena ia tidak pernah mempamerkan kebesarannya(LAO TSE)

Kegelisahan dan kecemasan adalah penyakit dan kadang-kadang merupakan kejahatan(MARDEN)
Hanya orang yang tahu mengabdi patut menjadi pemimpin (LAO TSE)

Bila anda memahami lebih banyak orang, anda dapat memahami diri sendiri (KUBROCK)
Belajar tanpa berpikir tidak akan ada gunanya, berfikir tanpa belajar adalah berbahaya(KONG FU TSE)

Jangan kecewa bila dunia tidak mengenal anda, tetapi kecewalah bila anda tidak mengenal dunia (KONG FU TSE)

Mencari kawan adalah mudah, tetapi bersatu dan hidup damai adalah sukar (KONG FU TSE)

Barang siapa yang mementingkan diri sendiri akan mendapatkan banyak musuh (KONG FU TSE)

Jika kita mencari hal-hal yang baik kita akan cenderung menemukannya (NORMAN VINCENT)
Siapa yang memberi janji-janjinya dengan sembarangan maka jaranglah ia memenuhi janjinya (LAO TSE)

Diakses oeh : arifin_pararaja

Adopted from Harun Yahya

 

Di samping sifat-sifat fisiknya, sifat-sifat kimia air juga sangat sesuai untuk kehidupan. Di antara sifat-sifat kimia air, yang terutama adalah bahwa air merupakan pelarut yang baik: Hampir semua zat kimia bisa dilarutkan dalam air.

Konsekuensi yang sangat penting dari sifat kimia ini adalah mineral-mineral dan zat-zat yang berguna yang terkandung tanah terlarut dalam air dan dibawa ke laut oleh sungai. Diperkirakan lima milyar ton zat dibawa ke sungai setiap tahun. Zat-zat tersebut penting bagi kehidupan laut.

Air juga mempercepat (mengkatalisis) hampir semua reaksi kimia yang diketahui. Sifat kimia air yang penting lainnya adalah reaktivitas kimianya ada pada tingkat yang ideal. Air tidak terlalu reaktif yang membuatnya berpotensi merusak (seperti asam sulfat) dan tidak juga terlalu lamban (seperti argon yang tidak bereaksi kimia). Mengutip Michael Denton: “Tampaknya, seperti semua sifatnya yang lain, reaktivitas air ideal baik bagi peran biologis maupun geologisnya.”

Detail lain tentang kesesuaian sifat-sifat kimia air untuk kehidupan selalu terungkap ketika para peneliti menyelidiki zat tersebut lebih jauh. Harold Morowitz, seorang profesor biofisika dari Universitas Yale, menyatakan:

Beberapa tahun ke belakang telah menyaksikan studi yang berkembang tentang sebuah sifat air yang baru dipahami (yaitu, konduktansi proton) yang ternyata hampir unik bagi zat tersebut, merupakan unsur kunci transfer energi biologis, dan tentu saja penting bagi asal usul kehidupan. Semakin dalam dipelajari, semakin terkesan sebagian dari kami dengan kesesuaian alam dalam bentuk yang begitu tepat.

Viskositas Ideal Air

Setiap kali kita memikirkan zat cair, bayangan yang terbentuk dalam pikiran kita adalah zat yang sangat cair. Kenyataannya, zat cair yang berbeda memiliki tingkat viskositas (kekentalan) yang berbeda: Kekentalan ter/aspal, gliserin, minyak zaitun, dan asam sulfat, misalnya, sangat bervariasi. Dan jika kita bandingkan zat-zat cair tersebut dengan air, perbedaannya menjadi lebih jelas. Air 10 juta kali lebih cair daripada aspal, 1.000 kali lebih cair daripada gliserin, 100 kali lebih cair daripada minyak zaitun, dan 25 kali lebih cair daripada asam sulfat.

Seperti yang ditunjukkan oleh perbandingan singkat itu, air memiliki tingkat viskositas yang sangat rendah. Bahkan, jika kita mengabaikan beberapa zat seperti eter dan hidrogen cair, air ternyata berviskositas lebih kecil dari apa pun kecuali gas.

Apakah kekentalan air yang rendah menguntungkan bagi kita? Akan berbedakah keadaan jika zat cair vital ini memiliki kekentalan lebih besar atau lebih kecil? Michael Denton menjawabnya untuk kita:

Kesesuaian air akan berkurang jika kekentalan air lebih rendah. Struktur sistem kehidupan akan bergerak jauh lebih acak di bawah pengaruh gaya-gaya deformasi jika kekentalan air sama rendahnya dengan hidrogen cair…. Jika kekentalan air sangat lebih rendah, struktur yang rawan akan mudah dikacaukan… dan air tidak akan mungkin mendukung struktur mikroskopik rumit yang permanen. Arsitektur molekular sel yang rawan mungkin tidak akan bertahan.

Jika kekentalan lebih tinggi, gerak terkontrol makromolekul yang besar dan terutama struktur seperti mitokondria dan organel-organel kecil tidak akan mungkin, demikian pula proses-proses seperti pembelahan sel. Semua aktivitas penting sel akan membeku dengan efektif, dan jenis-jenis kehidupan seluler yang jauh menyerupai yang biasa kita kenal akan tidak mungkin ada. Perkembangan organisme yang lebih tinggi, yang secara kritis bergantung pada kemampuan sel untuk bergerak dan merangkak dalam fase embriogenesis, pasti tidak mungkin terjadi jika kekentalan air sedikit saja lebih tinggi dari kekentalan normal. Kekentalan air yang rendah tidak hanya penting untuk gerak seluler, namun juga untuk sistem sirkulasi.

Semua makhluk hidup dengan ukuran tubuh lebih dari seperempat milimeter memiliki sistem sirkulasi pusat. Hal ini karena pada ukuran lebih dari itu, tidak mungkin makanan dan oksigen didifusikan ke seluruh tubuh organisme. Artinya, makanan dan oksigen tidak bisa lagi masuk secara langsung ke dalam sel, dan produk sampingannya pun tidak bisa dibuang begitu saja. Ada banyak sel dalam tubuh sebuah organisme, karenanya oksigen dan energi yang diambil tubuh perlu didistribusikan (dipompa) ke tubuh melalui “saluran”; dan saluran lain diperlukan pula untuk mengangkut buangan. “Saluran” ini adalah pembuluh vena dan arteri dalam sistem sirkulasi. Jantung adalah pompa yang menjaga sistem ini agar terus bekerja, sementara zat yang dibawa melalui “saluran” itu adalah cairan yang kita sebut “darah”, yang sebagian besar merupakan air, (95 % dari plasma darah-materi yang tersisa setelah sel darah, protein, dan hormon telah dikeluarkan-adalah air.)

Itulah sebabnya kekentalan air sangat penting agar sistem sirkulasi berfungsi efisien. Jika air memiliki kekentalan seperti aspal misalnya, pasti tidak ada jantung organisme yang dapat memompanya. Jika air memiliki kekentalan minyak zaitun, yang lebih kecil seratus juta kali daripada aspal, jantung mungkin bisa memompanya, namun akan sangat sulit dan darah tidak akan pernah bisa mencapai miliaran kapiler di seluruh pelosok tubuh kita.

Mari kita cermati kapiler-kapiler tersebut. Tujuannya adalah membawa oksigen, makanan, hormon, dan lain-lain yang penting bagi kehidupan ke setiap sel di seluruh tubuh. Jika sebuah sel berjarak lebih dari 50 mikron (satu mikron adalah satu milimeter dibagi seribu) dari kapiler, maka sel tersebut tidak bisa memanfaatkan “layanan” kapiler. Sel dengan jarak 50 mikron dari kapiler akan mati kelaparan.

Itulah sebabnya tubuh manusia diciptakan sedemikian rupa sehingga kapilernya membentuk jejaring yang menjangkau semua sel. Tubuh manusia normal memiliki sekitar 5 miliar kapiler yang panjangnya, jika dibentangkan, sekitar 950 kilometer. Pada sebagian mamalia, ada sebanyak 3.000 kapiler dalam setiap satu sentimeter persegi jaringan otot. Jika Anda menyatukan sepuluh ribu kapiler terkecil dalam tubuh manusia, hasil jalinannya mungkin setebal isi pensil. Diameter kapiler bervariasi dari 3-5 mikron: sama dengan tiga sampai lima milimeter dibagi seribu.

Jika darah akan menembus jalan sesempit itu tanpa terhambat atau melambat, maka darah harus cair, dan berkat kekentalan air yang rendah, demikian adanya. Menurut Michael Denton, jika kekentalan air sedikit saja lebih besar dari seharusnya, sistem sirkuasi darah sama sekali tidak bermanfaat:

Sistem kapiler akan bekerja hanya jika zat cair yang dipompa melalui seluruh tabungnya memiliki kekentalan yang sangat rendah. Kekentalan rendah sangat penting karena aliran berbanding terbalik dengan kekentalan… Dari sini mudah dilihat bahwa jika kekentalan air memiliki nilai hanya beberapa kali lebih besar dari seharusnya, memompa darah melalui kapiler akan memerlukan tekanan besar, dan hampir semua jenis sistem sirkulasi pasti tidak akan bekerja…Jika kekentalan air sedikit lebih besar, dan kapiler terkecil berdiameter 10 mikron alih-alih 3 mikron, maka kapiler harus memenuhi hampir semua jaringan otot agar dapat menyediakan oksigen dan glukosa dengan efektif. Jelas sekali rancangan bentuk kehidupan makroskopik tidak akan mungkin dan sangat terbatasi…. Maka tampaknya kekentalan air harus demikian adanya agar menjadi perantara yang sesuai bagi kehidupan.

Dengan kata lain, seperti semua sifat lainnya, kekentalan air juga “dirancang khusus” untuk kehidupan. Mencermati kekentalan zat-zat cair berbeda, kita lihat antara satu zat dengan yang lain ada selisih hingga miliaran kali. Di antara miliaran itu hanya ada satu zat cair dengan kekentalan yang diciptakan tepat seperti yang diperlukan: air.

Kesimpulan

Segala sesuatu yang sudah kita ketahui dalam bab ini sejak awal menunjukkan bahwa sifat termal, fisik, kimia, dan kekentalan air tepat seperti seharusnya demi keberadaan kehidupan. Air dirancang begitu sempurna untuk kehidupan, sehingga dalam beberapa kasus, hukum-hukum alam dilanggar demi tujuan tersebut. Contoh terbaik dari hal ini adalah pengembangan yang tidak terduga dan tidak dapat dipahami pada volume air ketika suhunya turun di bawah 4oC: Jika pengembangan tidak terjadi, es tidak akan mengambang, lautan akan membeku menjadi padatan total, dan kehidupan tidak mungkin ada.

Air “begitu tepat” untuk kehidupan, sampai-sampai tidak dapat dibandingkan dengan zat cair lain. Sebagian besar planet ini, dunia dengan atribut lain (suhu, cahaya, spektrum elektromagnetik, atmosfer, permukaan, dan lain-lain) yang semuanya sesuai untuk kehidupan, telah diisi air dengan jumlah tepat untuk kehidupan. Jelaslah bahwa semua itu bukan kebetulan, dan sebaliknya pasti merupakan rancangan yang disengaja.

Untuk menguraikannya dengan cara lain, semua sifat fisik dan kimia air menunjukkan bahwa dia diciptakan khusus untuk kehidupan. Bumi, yang sengaja diciptakan untuk tempat hidup umat manusia, dihidupkan dengan air yang khusus diciptakan untuk membentuk dasar kehidupan manusia. Dalam air, Allah telah memberi kita kehidupan dan dengannya Dia menumbuhkan makanan yang kita makan dari tanah.

Akan tetapi, aspek terpenting dari semua ini adalah bahwa kebenaran ini, yang telah ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern, diungkapkan dalam Al Quran, yang diturunkan kepada umat manusia sebagai petunjuk empat belas abad yang lalu. Mengenai air dan umat manusia, dikemukakan firman Allah dalam Al Quran:

“Dialah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, kurma, anggur, dan segala macam buah-buahan…”

Diakses oleh : arifin_pararaja

Oleh : Arifin

Berdasarkan sudut pandang toksikologi, logam berat dapat dibagi dalam dua jenis. Jenis pertama adalah logam berat esensial, di mana keberadaannya dalam jumlah tertentu sangat dibutuhkan oleh organisme hidup, namun dalam jumlah yang berlebihan dapat menimbulkan efek racun. Contoh logam berat ini adalah Zn, Cu, Fe, Co, Mn dan lain sebagainya. Sedangkan jenis kedua adalah logam berat tidak esensial atau beracun, di mana keberadaannya dalam tubuh masih belum diketahui manfaatnya atau bahkan dapat bersifat racun, seperti Hg, Cd, Pb, Cr dan lain-lain. Logam berat ini dapat menimbulkan efek kesehatan bagi manusia tergantung pada bagian mana logam berat tersebut terikat dalam tubuh. Daya racun yang dimiliki akan bekerja sebagai penghalang kerja enzim, sehingga proses metabolisme tubuh terputus. Lebih jauh lagi, logam berat ini akan bertindak sebagai penyebab alergi, mutagen, teratogen atau karsinogen bagi manusia. Jalur masuknya adalah melalui kulit, pernapasan dan pencernaan.

Berdasarkan daya hantar panas dan listriknya merkuri (Hg) dimasukkan dalam golongan logam. Sedangkan berdasarkan densitasnya, dimasukkan ke dalam golongan logam berat. Merkuri memiliki sifat-sifat :

1.      Kelarutan rendah;

2.      Sifat kimia yang stabil terutama di lingkungan sedimen;

3.      Mempunyai sifat yang mengikat protein, sehingga mudah terjadi biokonsentrasi pada tubuh organisme air melalui rantai makanan;

4.      Menguap dan mudah mengemisi atau melepaskan uap merkuri beracun walaupun pada suhu ruang;

5.      Logam merkuri merupakan satu-satunya unsur logam berbentuk cair pada suhu ruang 25oC;

6.      Pada fase padat berwarna abu-abu dan pada fase cair berwarna putih perak;

7.      Uap merkuri di atmosfir dapat bertahan selama 3 (tiga) bulan sampai 3 (tiga) tahun sedangkan bentuk yang melarut dalam air hanya bertahan beberapa minggu.

Merkuri terdapat sebagai komponen renik dari minyak mineral, dengan bantuan kontinental yang rata-rata mengandung sekitar 80 ppb atau lebih kecil lagi. senyawa-senyawa alkil merkuri lebih tahan urai daripada senyawa alkil atau merkuri anorganik, oleh karena itu senyawa alkil merkuri lebih berbahaya sebagai bahan pencemar. Merkuri masuk ke lingkungan perairan berasal dari berbagai sumber yang timbul dari penggunaan unsur itu oleh manusia seperti buangan laboratorium kimia, batu baterai bekas, pecahan termometer, fungisida kebun, tambal gigi amalgam dan buangan farmasi.

Merkuri yang terdapat dalam limbah atau waste di perairan umum diubah oleh aktifitas mikro-organisme menjadi komponen metil-merkuri (Me-Hg) yang memiliki sifat racun (toksik) dan daya ikat yang kuat disamping kelarutannya yang tinggi terutama dalam tubuh hewan air. Hal tersebut mengakibatkan merkuri terakumulasi baik melalui proses bioakumulasi maupun biomagnifikasi yaitu melalui rantai makanan (food chain) dalam jaringan tubuh hewan-hewan air, sehingga kadar merkuri dapat mencapai level yang berbahaya baik bagi kehidupan hewan air maupun kesehatan manusia yang makan hasil tangkap hewan-hewan air tersebut. Terjadinya proses akumulasi merkuri di dalam tubuh hewan air, karena kecepatan pengambilan merkuri (up take rate) oleh organisme air lebih cepat dibandingkan dengan proses ekresi, yaitu karena metil-merkuri memiliki paruh waktu sampai beberapa ratus hari di tubuh hewan air, sehingga zat ini menjadi terakumulasi dan konsentrasinya beribu kali lipat lebih besar dibanding air disekitarnya.

Bioakumulasi adalah peningkatan konsentrasi suatu zat sepanjang rantai makanan. Berikut ini adalah gambaran bagaimana perjalanan metil-merkuri dari air hingga masuk ke dalam tubuh manusia dan binatang :

1.      Metil-merkuri di dalam air dan sedimen dimakan oleh bakteri, binatang kecil dan tumbuhan kecil yang dikenal sebagai plankton;

2.      Ikan kecil dan sedang kemudian memakan bakteri dan plankton tersebut dalam jumlah yang sangat besar sepanjang waktu;

3.      Ikan besar kemudian memakan ikan kecil tersebut, dan terjadilah akumulasi metil-merkuri di dalam jaringan. Ikan yang lebih tua dan besar mempunyai potensi yang lebih besar untuk terjadinya akumulasi kadar merkuri yang tinggi di dalam tubuhnya;

4.      Ikan tersebut kemudian ditangkap dan dimakan oleh manusia dan binatang, menyebabkan metil-merkuri berakumulasi di dalam jaringannya.

Ikan dapat mengabsorbsi metil-merkuri melalui makanannya dan langsung dari air dengan melewati insang. Oleh karena merkuri terikat dengan protein di seluruh jaringan ikan, termasuk otot, maka tidak ada metoda pemasakan atau pencucian ikan untuk mengurangi kadar merkuri di dalamnya.

Pengaruh langsung pollutan terhadap ikan biasa dinyatakan sebagai lethal (akut), yaitu akibat-akibat yang timbul pada waktu kurang dari 96 jam atau sublethal (kronis), yaitu akibat-akibat yang timbul pada waktu lebih dari 96 jam (empat hari). Sifat toksis yang lethal dan sublethal dapat menimbulkan efek genetik maupun teratogenik terhadap biota yang bersangkutan. Pengaruh lethal disebabkan gangguan pada saraf pusat sehingga ikan tidak bergerak atau bernapas akibatnya cepat mati. Pengaruh sub lethal terjadi pada organ-organ tubuh, menyebabkan kerusakan pada hati, mengurangi potensi untuk perkembang-biakan, pertumbuhan dan sebagainya. Seperti peristiwa yang terjadi di Jepang, dimana penduduk disekitar teluk Minamata keracunan metil-merkuri akibat hasil buangan dari suatu pabrik. Metil-merkuri yang terdapat dalam ikan termakan oleh penduduk disekitar teluk tersebut. Ikan-ikan yang mati disekitar teluk Minamata mempunyai kadar metil merkuri sebesar 9 sampai 24 ppm.

Faktor-faktor yang berpengaruh di dalam proses pembentukan metil-merkuri adalah merupakan faktor-faktor lingkungan yang menentukan tingkat keracunannya. Merkuri yang diakumulasi dalam tubuh hewan air akan merusak atau menstimuli sistem enzimatik, yang berakibat dapat menimbulkan penurunan kemampuan adaptasi bagi hewan yang bersangkutan terhadap lingkungan yang tercemar tersebut. Pada ikan, organ yang paling banyak mengakumulasi merkuri adalah ginjal, hati dan lensa mata.

Toksisitas logam-logam berat yang melukai insang dan struktur jaringan luar lainnya, dapat menimbulkan kematian terhadap ikan yang disebabkan oleh proses anoxemia, yaitu terhambatnya fungsi pernapasan yakni sirkulasi dan eksresi dari insang. Unsur-unsur logam berat yang mempunyai pengaruh terhadap insang adalah timah, seng, besi, tembaga, kadmium dan merkuri.

Keracunan merkuri pertama sekali dilaporkan terjadi di Minamata, Jepang pada tahun 1953. Kontaminasi serius juga pernah diukur di sungai Surabaya, Indonesia tahun 1996. Pengaruh pencemaran merkuri terhadap ekologi bersifat jangka panjang, yaitu meliputi kerusakan struktur komunitas, keturunan, jaringan makanan, tingkah laku hewan air, fisiologi, resistensi maupun pengaruhnya yang bersifat sinergisme. Sedang pengaruhnya yang bersifat linier terjadi pada tumbuhan air, yaitu semakin tinggi kadar merkuri semakin besar pengaruh racunnya. Metil-merkuri diketahui mengganggu perkembangan janin, mengakibatkan cacat lahir pada janin yang ibunya terpajan merkuri.

Pengaruh dari toksisitas merkuri terhadap tubuh antara lain : kerusakan syaraf, termasuk menjadi pemarah, paralisys, kebutaan atau ganguan jiwa, kerusakan kromosom dan cacat bayi dalam kandungan. gejala-gejala ringan akibat keracuna merkuri adalah depresi dan suka marah-marah yang merupakan sifat dari penyakit kejiwaan, sakit kepala, sukar menelan, penglihatan menjadi kabur, daya dengan menurun, merasa tebal di bagian kaki dan tangannya, mulut terasa tersumbat oleh logam, gusi membengkak dan disertai diare, lemah badan, dan cacat pada janin manusia.

Merkuri dengan konsentrasi tinggi kadang kala di dapatkan di perairan dan jaringan ikan yang berasal dari pembentukan ion monoetil merkuri yang larut, CH3Hg+ dan (CH3)2 Hg, oleh bakteri anaerobik di dalam sedimen, merkuri dari senyawa-senyawa ini menjadi pekat di dalam lemak jaringan ikan (penguat biologis) dapat mencapai 103.

Sebagai hasil dari kuatnya interaksi antara merkuri dan komponen tanah lainnya, penggantian bentuk merkuri dari satu bentuk ke bentuk lainnya selain gas biasanya sangat lambat. Proses methylisasi merkuri biasanya terjadi di alam di bawah kondisi terbatas, membentuk satu dari sekian banyak elemen berbahaya, karena dalam bentuk ini merkuri sangat mudah terakumulasi pada rantai makanan. Karena berbahaya, penggunaan fungisida alkylmerkuri dalam pembenihan tidak diizinkan di banyak negara.

 

Diolah dari berbagai sumber.

Ofyar Z Tamin

Departemen Teknik Sipil, Institut Teknologi Bandung

Angkutan umum sering dituduh menjadi penyebab kemacetan pada hampir semua kota besar di Indonesia. Kesemrawutan dan kemacetan lalu lintas di kota Bandung, 75% didominasi oleh angkutan umum. Salah satu penyebab ialah tidak terdapatnya perencanaan rute ‘mendalam’ serta ‘menyeluruh’ yang mencakup semua segi yang terlibat seperti pola tata guna lahan, jaringan jalan, penyebaran penduduk dan kebutuhan pergerakan, sistem operasi, dan tingkat pelayanan. Hal ini jelas menambah permasalahan kemacetan yang ada seperti tumpang tindihnya rute, jumlah armada yang terlalu besar, tingkat pelayanan yang rendah, dan waktu tempuh yang lama yang menyebabkan rendahnya efektifitas, efisiensi, serta pelayanan angkutan umum tersebut. 

Dalam menetapkan rute angkutan umum, pemerintan selama ini belum menemukan perangkat bantu yang dapat dipakai dalam memecahkan masalah yang dipandang cukup rumit dan menyangkut kepentingan umum. Sampai saat ini pemerintah masih menggunakan metode ‘coba-coba’ (trial and error), sehingga studi ini bertujuan menyusun (1) model perencanaan transportasi angkutan umum yang ‘mendalam’ dan ‘menyeluruh’ untuk kota Bandung dan kota-kota lainnya yang memperhitungkan semua segi yang terlibat di dalamnya, dan (2) model perencanaan transportasi angkutan umum yang berlaku ‘umum’ (general) serta dapat diterapkan langsung ke kota-kota besar lainnya di Indonesia

Penelitian ini menghasilkan suatu konsep perencanaan rute angkutan umum yang dapat digunakan untuk merencanakan rute optimum angkutan umum. Konsep tersebut terdiri atas gabungan beberapa metode analisis (matematis dan grafis) yang harus dilakukan secara berurutan sebagai berikut: (1) metode analisis optimasi dilakukan dengan bantuan suatu paket program MOTORS untuk mendapatkan rute optimum sesuai dengan kriteria yang diinginkan, yaitu terpendek, tercepat, atau termurah, (2) metode analisis superimpos yang menggabungkan segi terkait seperti pola pergerakan penumpang, tata guna lahan, penyebaran penduduk, jaringan jalan, dan daerah pelayanan dengan rute optimum yang dihasilkan metode analisis optimasi, dan (3) metode analisis multikriteria untuk menentukan rute terbaik sesuai dengan user preference, operator, dan pemerintah dengan kinerja evaluasi yang digunakan meliputi waktu tempuh, panjang rute, V/C ratio, dan overlapping route.

Konsep perencanaan rute optimum angkutan umum ini akan dapat meningkatkan efisiensi dan tingkat pelayanan angkutan umum yang ada.  Konsep ini akan menguntungkan semua pihak yang terkait (pemerintah, penumpang, operator/swasta), serta dapat mengurangi tumpang tindih berbagai jenis pelayanan angkutan umum. Meningkatnya pelayanan angkutan umum dalam bentuk luas daerah pelayanan serta waktu tempuh, akan dapat menyebabkan peralihan penggunaan mode transportasi dari kendaraan pribadi ke angkutan umum yang jelas akan meningkatkan efisiensi penggunaan ruang jalan yang ada dan sekaligus mengurangi kemacetan.

Diakses oleh : arifin_pararaja dari Hibah Bersaing II

 

di beritahukan kepada segenap keluarga besar

SMK 3 KIMIA MADIUN dimana saja di santereo Indonesia

mohon dukungan dan partisipasinya, tanggal 24-28 Juni 2008 adek-adek mengikuti lomba kreatifitas di Makasar. bagi alumni yang berdomisili di Makasar ataupun dimana saja, semoga bisa ikut membimbing adek-adek dan juga memberikan motivasi buat kemenangan dan kemajuan SKIMA.

Sebuah talenta jika terpendam apalah gunanya…

Mari kita dukung dan bimbing, motivasi skima-ters adalah semangat buat SMK 3 KIMIA untuk meraih kemenangan dan mengukir sejarah dimasa mendatang.

ayo bersatu, bahu membahu membangun rumah kita yang telah mendidik, mencerahkan hidup kita, membekali ilmu dan pelajaran dan menciptakan kita sebagai manusia-manusia kimia…

hidup  SKIMA-ters…maju terus pantang mundur….

Peningkatan kegiatan perekonomian terutama sektor industri senantiasa menimbulkan dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif tersebut antara lain adalah meningkatnya kesempatan kerja, tingkat ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi secara nasional. Sedangkan dampak negatif adalah menurun-nya kualitas lingkungan yang disebabkan oleh penanganan limbah yang tidak tepat.

Pada dasarnya limbah adalah bahan yang terbuang atau dibuang dari suatu sumber hasil aktivitas manusia maupun proses-proses alam dan atau belum mepunyai nilai ekonomi bahkan dapat mempunyai nilai ekonomi yang negatif. Menurut sumber-nya limbah dapat dibagai menjadi tiga yaitu : (a) limbah domestik (rumah tangga) yang berasal dari perumahan, perdagangan, dan rekreasi; (b) limbah industri; dan (c) limbah rembesan dan limpasan air hujan. Sesuai dengan sumbernya maka limbah mempunyai komposisi yang sangat bervariasi bergantung kepada bahan dan proses yang dialami-nya (Sugiharto, 1987). (lebih…)

Air sangat penting dalam kehidupan manusia, senyawa ionik ini sangat vital eksistensinya dalam berbagai kegunanaan termasuk dunia industri. Kebutuhan akan air yang berkualitas sangat penting akan tetapi kuantitasnya yang memadaipun juga tidak kalah pentingnya. Ini menuntut sinergi teknologi yang compatible untuk menangani permasalahan air yang kian hari kualitas dan kuantitasnya menurun.

Air tidak bisa dilepaskan fungsinya dari dinamika industri karena hampir di semua industri pasti menggunakan air dalam proses produksinya. Di dalam industri air sangat banyak fungsinya tergantung dari jenis industri dan produk yang dihasilkan. Pada umumnya industri – industri menggunakan air untuk berbagai keperluan seperti pelarut bahan kimia, mengencerkan bahan, umpan boiler, Colling Tower/ Chiller water, pembersihan area produksi, campuran produk, sebagai penunjang dalam fungsi kerja alat – alat produksi dan keperluan uji kualitas hasil produk olahan, untuk pemadam kebakaran dan sebagainya. (lebih…)

Tulisan ini memberikan kajian luas menyangkut bioremoval yang melibatkan berbagai jenis mikroorganisme. Bioremoval didefinisikan sebagai terakumulasi dan terkonsentrasinya zat polusi (pollutant) dari suatu cairan oleh material biologi, selanjutnya melalui proses rekoveri material ini dapat dibuang dan ramah terhadap lingkungan. Berbagai jenis mikroorganisme yang kapasitasnya sebagai material biologi diketahui dapat mengakumulasi logam berat dalam jumlah besar. Phenomena ini dapat digunakan sebagai dasar pengembangan proses bioremoval sehingga berpotensial dan layak secara ekonomis diaplikasikan pada teknologi removal dan proses rekoveri ion logam berat dari suatu cairan tercemar. Pemilihan yang terbaik dari beberapa variable dan parameter fundamental dasar desain dan operasi sangat dibutuhkan untuk mendapatkan aplikasi terbaik bagi proses bioremoval dalam merekoveri logam berat. Dalam hal ini penggunaan proses immobilisasi mikroorganisme sangat layak dan menjanjikan beberapa kelebihan-kelebihan. Teknologi yang melibatkan mikroorganisme dalam mengatasi permasalahan lingkungan masih dalam pengembangan dan masih banyak pekerjaan yang dibutuhkan ke arah itu. Hanya penelitian-penelitian dan kajian-kajian yang berkesinambungan dapat menentukan proses terbaik untuk menjawab permasalahan ion logam berat di lingkungan. (lebih…)

Kemajuan di bidang industri di masa sekarang ini mengakibatkan banyaknya aktivitas manusia yang menyebabkan tekanan di sekitarnya meningkat. Pertambahan jumlah industri dan penduduk membawa akibat bertambahnya beban pencemaran yang disebabkan oleh pembuangan limbah industri dan domestik.

Pencemaran logam berat merupakan suatu proses yang erat hubungannya dengan penggunaan logam tersebut oleh manusia. Keberadaan logam berat dalam lingkungan berasal dari dua sumber. Pertama dari proses alamiah seperti pelapukan secara kimiawi dan kegiatan geokimiawi serta dari tumbuhan dan hewan yang membusuk. Kedua dari hasil aktivitas manusia terutama hasil limbah industri. Dalam neraca global, sumber yang berasal dari alam sangat sedikit dibandingkan pembuangan limbah akhir di laut. (lebih…)

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek yang penting dalam aktivitas dunia industri. Relativitas kadar penting tidaknya akan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) ini tergantung pada seberapa besar pengaruhnya terhadap subjek dan objek itu sendiri. K3 menjadi wacana industri abad ini setelah ditemukannya teori – teori yang representative yang mendukung akan improvisasi dalam konteks keselamatan dan manajemen resiko yang muncul dalam kegiatan industri yang lebih luas.

Meninjau kembali literatur – literatur yang telah dikenal dan diterapkan mengenai studi kasus dalam masalah K3 dimana kesempurnaan metoda dan penerapan yang penuh komitmen dan konsistensi penuh dari semua pihak masih banyak diharapkan. Kendala – kendala makro seperti costibility dan understanding sering kali banyak ditemui dilapangan akan tetapi tidak berarti pula bahwa program K3 tidak berjalan, ini menuntut komitmen dan kesadaran pada masing – masing pihak. (lebih…)

Air bersih dan sanitasi yang baik merupakan elemen penting yang menunjang kesehatan manusia. Namun sayangnya pemenuhan akan kebutuhan tersebut belum sepenuhnya berjalan dengan baik di beberapa belahan dunia. Menurut temuan terbaru WHO, lebih dari 1,1 milyar orang pada wilayah pedesaan dan perkotaan kini kekurangan akses terhadap air minum dari sumber yang berkembang dan 2,6 milyar orang tidak memiliki akses terhadap sanitasi dasar.

Demikian juga yang dikatakan Municipal Water Services Advisor Environmental Services Program USAID Foort Bustran dalam lokakarya Sanitation Strategic Planning di Jakarta. “Berdasar data tahun 2000, ada 31 persen rumah tangga tanpa fasilitas septic tank, tanpa akses sanitasi sama sekali mencapai 26 persen, menggunakan fasilitas publik 19 persen.Sedangkan yang memiliki septic tank pribadi hanya 23 persen, dan hanya 1 persen yang memiliki jaringan pipa pembuangan yang memenuhi persyaratan. (lebih…)

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), memiliki prospek bagus untuk mengurangi angka pengangguran di Indonesia. Sehingga, berkembangnya jumlah SMK baik SMK negeri maupun swasta, layak disambut positif banyak pihak. Hanya saja, orientasi SMK seyogianya diubah, dengan menekankan pula pemberian materi entrepreneur atau kewirausahaan. Sehingga, lulusan SMK nanti jangan sampai hanya menghasilkan ‘tukang’, namun harus juga pintar me-masarkan produknya. Hal ini disampaikan oleh pengusaha, pimpinan Mirota Batik & Kerajinan, Hamzah Hendro Sutikno, kepada KR, Minggu (13/4).

Hamzah HS mengamati, banyak produk karya lulusan SMK cukup bagus dan sebenarnya marketable. Hanya saja, kalau tak dibekali dengan pengetahuan dan wawasan entrepreneur, dikhawatirkan lulusan SMK itu masih berorientasi menjadi tukang atau pegawai, dengan mencari kerja. “Padahal, dengan modal keterampilan optimal mereka selama sekolah di SMK, mereka bisa menjadi wirausaha, membuka usaha sendiri dengan menciptakan produk kerajinan atau barang-barang fungsional yang sederhana dan murah,” katanya. Sebut saja lulusan STM jurusan listrik, bisa menciptakan radio sederhana, atau pun lulusan SMK jurusan kriya, bisa membuat produk kerajinan dan kemudian dipasarkan. Kalau ini bisa berkembang, bukan hanya menjadi wirausaha, namun justru menampung karyawan yang berarti ikut membantu mengatasi pengangguran.

Dari hasil pengamatan di beberapa pameran produk hasil karya siswa SMK, termasuk yang beberapa kali dipamerkan di Griya KR, terbukti kualitasnya cukup bagus dan banyak diminati masyarakat. Sehingga ketika produk itu sedikit dipoles dan dipasarkan pasti akan laku. Hamzah HS yang pernah mengajar materi kewirausahaan di LPK PAPMI dan sekarang juga diminta memberikan materi pada peserta pendidikan program kerja sama Ciputra Foundation dan UGM, menyatakan mengajarkan cara berdagang bagi siswa SMK sangat bagus.

Karena, saat ini sudah banyak perguruan tinggi memberikan bekal materi kewirausahaan pada lulusannya sebelum diwisuda. “Kalau materi kewirausahaan diberikan sejak SMA lebih bagus lagi, khususnya untuk siswa SMK,” tambahnya. Dengan menjadi wirausaha, sekaligus melatih inovasi dan kreativitas mereka dalam memasuki dunia kerja dan mengatasi persaingan bisnis. (Rsv)-k

Diakses oleh : arifin_pararaja

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.