Mungkin Anda sudah pernah mendengar tentang pompa hidran. Pompa ini mampu mengalirkan air tanpa bantuan mesin pemompa. Daya penggeraknya adalah tekanan dinamik yang ditimbulkan oleh gaya air yang meluncur dari suatu ketinggian.

Tekanan air itu kemudian diubah sebagai tenaga pendorong mengangkat air ke tempat sasaran yang lebih tinggi. Prinsip-prinsip tersebut pun ada dalam Pompa Air Tanpa Motor (PATM) karya Ade R Purnama dari Bandung, Jawa Barat. Hanya saja dia telah melakukan serangkaian uji coba yang menjadikan modifikasinya tersebut layak untuk diaplikasikan di lapangan dengan kemampuan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pompa hidran biasa. Bahkan temuan Ade telah mendapatkan hak paten pada tahun 1996.

Keunggulan

PATM tergolong unik karena memanfaatkan kekuatan alamiah berupa tekanan atau gaya air. Wajar bila alat ini dikatakan hemat karena tidak perlu menggunakan motor penggerak dan tidak memerlukan bahan bakar/tenaga listrik. Biaya perawatan pun kecil. Alat ini mampu bekerja terus menerus, 24 jam, dan mampu mengalirkan air sampai ketinggian ratusan meter dari sumber air. Tidak perlu ada operasionalisasi yang rumit, karena alat telah bekerja secara otomatis.

Sistem Kerja

Pompa ini memiliki tiga bagian utama yakni: Sumber air; dapat berupa danau, aliran sungai, kolam, atau bendungan kecil dengan debit paling sedikit 20 lt/detik/unit PATM Unit pompa; dipasang antara 18 dan 24 meter dari sumber air dengan posisi minimal 2 meter dan maksimal 5 meter permukaan air serta dihubungkan dengan pipa penghubung berukuran 6 inci (tipe menengah) Jaringan pipa pengeluaran dan pipa penghantar; dapat dipasang sepanjang puluhan kilometer apabila ketinggian antara sumber air dan daerah sasaran diukur tidak lebih dari 1.000 meter (QD).

Sistem kerja PATM diawali dengan aliran air dari sumber melalui pipa pemasukan atau pipa penghubung ke katup limbah. Gaya tekan air yang masuk ke dalam pompa akan mendorong katup pompa (katup limbah) ke atas sehingga tertutup dan menghentikan aliran air dalam pipa pemasukan. Penghentian aliran air secara tiba-tiba ini akan menghasilkan tekanan tinggi dalam pompa.

Tekanan tinggi akan mengatasi tekanan dalam ruang udara pada katup penghantar sehingga air dari sumber mengalir lagi dari pipa penghubung. Perputaran ini berlangsung berulang-ulang dengan frekuensi yang sangat cepat sehingga air mengalir melalui pipa pemasukan dan pengeluaran secara kontinyu. Pada dasarnya prinsip kerja PATM merupakan proses pengubahan energi kinetik ‘gaya gerak’ air menjadi tekanan dinamik sehingga menimbulkan momentum atau ‘pukulan air’ yang berkekuatan tinggi dalam pipa saluran. Tekanan ini mengakibatkan katup pompa dan katup penghantar dalam tabung pompa terbuka dan tertutup secara bergantian.

Tekanan dinamik diteruskan untuk menghasilkan daya tekan dalam pipa pemasukan sehingga memaksa air naik ke pipa pengeluaran dan didorong ke pipa penghantar. Jadi prinsip kerja PATM yaitu melipatgandakan kekuatan gaya dorong air.

Sumber air

PATM ini membutuhkan air yang cukup yakni minimal 20 liter/detik. Guna menjaga keberlangsungan pasokan air ke pipa pemasukan, air perlu dikumpulkan dalam bendungan.  

 

Adopted by @_pararaja

About these ads