Asep Wahyu Nugraha 1

 

1Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Medan, Jl. Willem Iskandar Psr. V Medan, Sumatera Utara

 

ABSTRACT

Kegiatan Praktikum di Perguruan Tinggi bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia dapat dijadikan bekal dalam rangka pelaksanaan kegiatan praktikum di SMA. Kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa calon guru adalah memilih materi praktikum, kemampuan menyusun penuntun berdasarkan fasilitas yang ada di sekolah, membuat persiapan praktikum, membimbing pelaksanaan praktikum, serta mengelola laboratorium kimia.

Dalam upaya peningkatan kompetensi mahasiswa maka upaya penyempurnaan pelaksanaan kegiatan praktikum kimia  merupakan salah satu upaya yang harus dilakukan. Selama ini kegiatan praktikum secara umum dan kegiatan Praktikum Kimia Fisika secara khusus dilaksanakan kurang mengoptimalkan keterampilan proses IPA. Dalam kegiatan ini ditawarkan suatu model praktikum yang berusaha mengoptimalkan keterampilan proses IPA melalui kegiatan praktikum semi riset. Kegiatan ini telah dilaksanakan mulai 25 Agustus 2006 sampai dengan 29 November 2006 di Laboratorium Kimia Fisika FMIPA UNIMED.

Hasil dari kegiatan ini adalah:

1.  Model Praktikum Kimia Fisika 2 menggunakan model praktikum semi riset meliputi 7 (tujuh) langkah kegiatan yaitu: penjelasan singkat untuk seluruh percobaan, Pemberian tes pra praktikum, membuat laporan sementara, membuat laporan lengkap, menyusun penuntun praktikum kimia SMA, mengkomunikasikan Penuntun Praktikum, mengadakan uji coba penuntun praktikum yang telah disusun.

2.  Hasil yang diperoleh dalam penerapan model praktikum semi riset adalah sebagai berikut:

a.  Rata-rata  daya  serap  mahasiswa  terhadap  materi  praktikum  sebesar 74, 77%  sedangkan base line 59%.

b.  Jumlah penuntun praktikum Kimia SMA yang dihasilkan dalam kegiatan pembelajaran sebesar 4 judul.

c.  Jumlah penuntun praktikum Kimia SMA yang diuji-cobakan dalam kegiatan pembelajaran sebesar 4 judul.

 

Kata kunci:      praktikum Kimia, semi riset, pendekatan keterampilan proses IPA

 

  

PENDAHULUAN

Kegiatan laboratorium merupakan kegiatan yang sangat penting dalam kegiatan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) khususnya Ilmu Kimia. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan bidang yang mengkaji fakta-fakta empiris yang ada di alam, sehingga untuk mempelajarinya harus melalui pengkajian di laboratorium yang didisain sebagai miniatur alam. Selain kegiatan laboratorium yang merupakan sarana untuk mengembangkan dan menerapkan keterampilan proses IPA, membangkitkan minat belajar dan memberikan bukti-bukti bagi kebenaran teori atau konsep-konsep yang telah dipelajari mahasiswa sehingga teori atau konsep-konsep tersebut menjadi lebih bermakna pada struktur kognitif mahasiswa.

Matakuliah-matakuliah Kimia Fisika merupakan salah satu kelompok matakuliah di Jurusan Kimia, dimana para dosennya tergabung dalam Kelompok Dosen Bidang Kajian Kimia Fisika. Matakuliah-matakuliah Kimia Fisika sering disebut juga dengan Kimia Teori karena berisi konsep-konsep dasar dalam ilmu kimia. Secara garis besar materi Kimia Fisika meliputi: Gas, Termodinamika, Kinetika Kimia, Kesetimbangan Kimia, Larutan, Konsep Daya Hantar, Elektrokimia, Kimia Kuantum, Ikatan Kimia, dan Radiokimia. Disamping matakuliah-matakuliah teori, matakuliah Kimia Fisika juga disertai dengan matakuliah praktikum. Pada saat ini di Program Studi Pendidikan Kimia Praktikum Kimia Fisika dibagi menjadi dua matakuliah dengan bobot 1 SKS, yaitu matakuliah Praktikum Kimia Fisika 1 dan matakuliah Praktikum Kimia Fisika 2. Matakuliah yang dikaji dalam kegiatan ini adalah matakuliah Praktikum Kimia Fisika 2, yang meliputi materi-materi Kinetika Reaksi, Larutan, Konsep Daya Hantar, dan Elektrokimia. Secara hierarki matakuliah Praktikum Kimia Fisika 2 ini merupakan kelanjutan dari matakuliah Praktikum Kimia Fisika 1.

Kedudukan matakuliah Praktikum Kimia Fisika 2 merupakan kelompok matakuliah  Bidang Studi yang akan memberikan bekal kepada mahasiswa calon guru dalam hal penguasaan materi kimia. Penguasaan materi Praktikum Kimia Fisika 2 merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh mahasiswa calon guru kimia. Pada kurikulum Berbasis Kompetensi Program Studi Pendidikan Kimia, matakuliah Praktikum Kimia Fisika 2 diberikan pada semester V yang merupakan kelanjutan dari matakuliah Praktikum Kimia Fisika 1. Matakuliah-matakuliah yang mendukung matakuliah Praktikum Kimia Fisika 2 adalah Praktikum Kimia Fisika 1, Praktikum Kimia Dasar 1 dan 2, Praktikum Fisika Dasar 1 dan 2, matakuliah Kimia Dasar 1 dan 2, serta matakuliah Kimia Fisika 1 dan 2.

Sejalan dengan hal tersebut, kegiatan laboratorium dalam hal ini praktikum Kimia Fisika 2 diharapkan dapat berfungsi disamping sebagai pendukung untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap konsep-konsep Kimia Fisika, juga dapat meningkatkan penguasaan keterampilan proses IPA sehingga dapat menjadi bekal bagi mahasiswa pada saat pelaksanaan kegiatan laboratorium untuk kepentingan penelitian. Lebih jauh lagi penguasaan keterampilan proses IPA oleh mahasiswa LPTK diharapkan dapat menjadi bekal bagi mereka untuk melaksanakan kegiatan demontrasi/ eksperimen di sekolah. Seperti diketahui bahwa metode demonstrasi/ eksperimen merupakan salah satu metode yang memegang peranan penting dalam proses pengajaran ilmu kimia di SMU. Apalagi dalam kurikulum SMA yang berbasis kompetensi kegiatan praktikum Kimia merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh siswa. Sehingga pelaksanaan kegiatan praktikum di SMU merupakan suatu keharusan.

Setelah terjun langsung dalam pelaksanaan praktikum Kimia Fisika baik Praktikum Kimia Fisika 1 maupun Praktikum Kimia Fisika 2 selama kurang lebih 10 tahun (1993-1996 dan 2000-2006) dan pengawasan pelaksanaan kegiatan laboratorium mehasiswa yang sedang melakukan penelitian untuk menyelesaikan tugas akhir, kami menemukan bahwa kebanyakan mahasiswa melakukan praktikum tanpa persiapan yang matang baik persiapan berupa pengetahuan teori atau konsep-konsep yang berkaitan dengan praktikum yang akan dilakukannya maupun persiapan penguasaan keterampilan proses IPA dalam pelaksanaan praktikum. Banyak mahasiswa yang melaksanakan kegiatan praktikum hanya mengikuti prosedur saja yang terdapat pada Penuntun Praktikum tanpa mengetahui maksud dan tujuan prosedur tersebut. Kegiatan praktikum yang dilaksanakan hanyalah melaksanakan prosedur kerja yang telah disusun dosen pembimbing praktikum yang terdapat dalam Buku Penuntun Praktikum.

Kegiatan Praktikum di Perguruan Tinggi bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia dapat dijadikan bekal dalam rangka pelaksanaan kegiatan praktikum di SMA. Kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa calon guru adalah memilih materi praktikum, kemampuan menyusun penuntun berdasarkan fasilitas yang ada di sekolah, membuat persiapan praktikum, membimbing pelaksanaan praktikum, serta mengelola laboratorium kimia.

Ilmu Kimia merupakan bagian dari ilmu pengetahuan alam (IPA) yang secara garis besar mencakup dua bagian, yakni kimia sebagai proses dan kimia sebagai produk. Kimia sebagai produk meliputi sekumpulan pengetahuan yang terdiri atas fakta-fakta, konsep-konsep, dan prinsip-prinsip ilmu kimia. Sedangkan kimia sebagai proses meliputi keterampilan-keterampilan dan sikap yang dimiliki oleh para ilmuwan untuk memperoleh dan mengembangkan produk kimia. Keterampilan-keterampilan tersebut merupakan Keterampilan Proses IPA, sedangkan sikap-sikap yang dimiliki oleh para ilmuwan dikenal sebagai sikap ilmiah.

Ratna Wilis Dahar (1986) mengemukakan bahwa keterampilan proses IPA meliputi keterampilan-keterampilan: mengamati, menafsirkan pengamatan, meramalkan, menggunakan alat dan bahan, menerapkan konsep, merencanakan penelitian, dan berkomunikasi. Secara operasional masing-masing keterampilan proses IPA tersebut dapat dirinci sebagai berikut:

 

Mengamati, meliputi keterampilan:

·     Menggunakan indera dalam mengamati fakta-fakta yang relevan dan memadai.

·     Mencari kesamaan dan perbedaan.

·     Menafsirkan pengamatan, meliputi keterampilan:

a. Mencatat hasil pengamatan secara terpisah

b. Menghubungkan hasil pengamatan

c. Menemukan suatu pola dalam satu seri pengamatan

d. Menarik kesimpulan.

Meramalkan, meliputi keterampilan:

·     Mengemukakan apa yang mungkin terjadi pada keadaan yang belum diamati berdasarkan hasil pengamatan yang sudah ada.

·     Menggunakan alat dan bahan, meliputi keterampilan:

a. Menggunakan alat-alat laboratorium dalam suatu percobaan.

b. Menggunakan bahan-bahan dalam satu percobaan.

 

Menerapkan konsep, meliputi keterampilan:

·     Menggunakan konsep pada pengalaman baru untuk menjelaskan peristiwa yang sedang terjadi.

·     Menyusun hipotesis.

 

Merencanakan percobaan, meliputi keterampilan:

a. Menentukan alat, bahan, dan sumber yang akan dipergunakan dalam satu percobaan.

b. Menentukan apa yang akan diamati, diukur, dan ditulis.

c. Menentukan cara dan langkah-langkah kerja yang akan dilakukan dalam suatu percobaan.

 

Berkomunikasi, meliputi keterampilan:

·     Menyusun dan menyampaikan laporan secara sistematis.

·     Mendiskusikan hasil percobaan

·     Menggambarkan data dengan grafik, tabel, atau diagram.

 

Dalam upaya peningkatan kompetensi mahasiswa maka upaya penyempurnaan pelaksanaan kegiatan Praktikum Kimia Fisika 2 merupakan salah satu upaya yang harus dilakukan. Selama kegiatan praktikum secara umum dan kegiatan Praktikum Kimia Fisika secara khusus dilaksanakan kurang mengoptimalkan keterampilan proses IPA. Kegiatan praktikum yang umumnya dilaksanakan hanya sekedar melaksanakan prosedur yang telah tertulis dalam penuntun praktikum meskipun setiap percobaan selalu disertai dengan kegiatan pelaporan. Dalam kegiatan ini ditawarkan suatu model praktikum yang berusaha mengoptimalkan keterampilan proses IPA dengan berbagai kegiatan sebagai berikut:

1.   Penjelasan singkat tentang dasar teori, cara kerja, pengolahan data, dan pengembangan prosedur.

2.   Pelaksanaan kegiatan praktikum yang meliputi: pengembangan keterampilan dasar laboratorium, pelaksanaan prosedur, pengamatan hasil percobaan, dan pembuatan laporan sementara.

3.   Penyusunan Laporan Praktikum yang meliputi pengembangan kemampuan mengolah data hasil pengamatan dan mengkomunikasikannya dalam bentuk laporan praktikum.

4.   Penyusunan Penuntun Praktikum Kimia SMA dengan materi yang telah ditentukan dengan dasar teori seperti telah dilakukan dalam kegiatan praktikum. Kegiatan ini merupakan kegiatan pengembangan konsep yang telah dimiliki untuk diaplikasikan dalam berbagai kondisi.

5.   Diskusi tentang hasil penuntun praktikum kimia SMA yang telah disusun. Dalam kegiatan ini dikembangkan kemampuan untuk menyajikan hasil pemikiran dan mempertahankan argumentasi dalam penyusunan penuntun praktikum tersebut. Hasil dari kegiatan ini diharapkan penuntun praktikum betul-betul valid secara konsep maupun dapat dilaksanakan di laboratorium.

6.   Uji coba penuntun praktikum kimia SMA. Penuntun praktikum yang telah disusun dan direvisi diuji coba di laboratorium untuk membuktikan bahwa penuntun praktikum tersebut betul-betul dapat dilaksanakan.

 

Berdasar uraian diatas dapat dikemukakan permasalahan sebagai berikut:

1.   Kemampuan alumni Program Studi Pendidikan Kimia FMIPA UNIMED dalam hal penyusunan penuntun praktikum di SMA masih rendah.

2.   Kemampuan alumni Program Studi Pendidikan Kimia FMIPA UNIMED dalam hal modifikasi penuntun praktikum di SMA masih rendah.

3.   Kegiatan praktikum kimia fisika yang dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Kimia FMIPA UNIMED belum mengembangkan keterampilan proses IPA.

Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran mata kuliah Praktikum Kimia Fisika 2 sehingga dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap materi praktikum dan dapat mengembangkannya. Secara khusus tujuan penelitian ini adalah untuk :

1. Membuat model pembelajaran Praktikum Kimia Fisika 2 dengan menerapkan pendekatan keterampilan proses IPA melalui kegiatan praktikum semi riset.

2. Meningkatkan daya serap mahasiswa pada Praktikum Kimia Fisika 2 dengan menerapkan pendekatan keterampilan proses IPA melalui kegiatan praktikum semi riset.

3. Menentukan permasalahan yang muncul dalam Praktikum Kimia Fisika 2 dengan menerapkan pendekatan keterampilan proses IPA melalui kegiatan praktikum semi riset.

4. Menentukan daya serap mahasiswa terhadap Praktikum Kimia Fisika 2 dengan menerapkan pendekatan keterampilan proses IPA melalui kegiatan praktikum semi riset.

Secara umum dengan adanya pendekatan keterampilan proses IPA melalui kegiatan praktikum semi riset akan memberikan nilai lebih pada proses pembelajaran di laboratorium. Secara khusus kontribusi dari penelitian ini  adalah untuk

• Pengajar ( Dosen):

1.   Proses pembelajaran yang disajikan menjadi lebih terarah karena dituntun oleh model pembelajaran yang telah teratur.

2.   Adanya model pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa pada materi Praktikum Kimia Fisika 2.

• Mahasiswa

1. Pada mahasiswa terjadi perubahan sikap, yakni mahasiswa yang mengikuti kegiatan praktikum terpadu diharapkan setiap kali akan praktikum mempersiapkan diri sebaik mungkin sehingga pada saat melakukan praktikum, mahasiswa tersebut dapat menerapkan poin-poin keterampilan proses IPA yang harus dilakukannya.

2. Dapat diketahui kesulitan-keslitan yang dihadapi mahasiswa dalam menerapkan dan mengembangkan keterampilan proses IPA pada saat melakukan praktikum.

3. Dapat diketahui hubungan atau peranan kesiapan mahasiswa sebelum melaksanakan praktikum dengan kemampuan mahasiswa menerapkan dan meningkatkan keterampilan proses IPA pada saat mahasiswa melakukan praktikum.

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Kimia Jurusan Kimia FMIPA UNIMED mulai tanggal 25 Agustus 2006 sampai dengan 29 November 2006. Mahasiswa yang terlibat dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia Jurusan Kimia FMIPA UNIMED 2004/ 2005 kelas A.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini dibutuhkan sumberdaya dosen 3 orang yang dibantu oleh satu orang laboran dan 2 orang asisten mahasiswa. Secara rinci pemakaian sumberdaya dikemukakan dalam tabel 1.Populasi penelitian ini adalah semua guru-guru kimia SMU Kotamadya Medan. Sampel diambil 40 orang dengan tehnik random.

 

Tabel 1. Jenis Aktivitas dan Sumber Daya yang dibutuhkan

No

Aktivitas

Jenis Sumber Daya yang dibutuhkan

1.

Penjelasan singkat tentang:

- Dasar teori

- Cara kerja

- Pengolahan data

- Pengembangan prosedur

Dosen

2.

Pelaksanaan kegiatan praktikum yang meliputi:

- Pengembangan keterampilan  dasar laboratorium

- Pelaksanaan prosedur

- Pengamatan hasil percobaan

 -  Pembuatan laporan sementara

Dosen

Asisten Mahasiswa

Laboran

Alat-alat laboratorium sesuai dengan penuntun praktikum

Bahan-bahan sesuai dengan penuntun praktikum

 

3.

Penyusunan Laporan Praktikum yang meliputi pengembangan kemampuan mengolah data hasil pengamatan dan mengkomunikasikannya dalam bentuk laporan praktikum

Text Book (Buku Sumber)

Jurnal

4.

Penyusunan Penuntun Praktikum Kimia SMA dengan materi yang telah ditentukan dengan dasar teori seperti telah dilakukan dalam kegiatan praktikum.

Buku Praktikum Kimia SMA

Buku Praktikum Kimia Sederhana

Jurnal

 

5.

Diskusi tentang hasil penuntun praktikum kimia SMA yang telah disusun.

Dosen

Asisten Laboratorium

 

6.

Uji coba penuntun praktikum kimia SMA.

Dosen

Asisten Laboratorium

Laboran

Alat-alat laboratorium sesuai dengan penuntun praktikum yang disusun

Bahan-bahan sesuai dengan penuntun praktikum yang disusun

 

 


 

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Untuk menentukan tingkat pencapaian dari kegiatan ini perlu dikemukakan tentang indikator kinerja yang disajikan dalam tabel 2.

 

Tabel 2. Hasil yang dicapai berdasarkan Indikator Kinerja

 

No

Indikator Kinerja

Base Line

Hasil yang Dicapai

1.

Rata-rata daya serap materi Praktikum Kimia Fisika 2

59 %

74.77 %

2.

Jumlah penuntun praktikum Kimia SMA yang dihasilkan dalam kegiatan pembelajaran

Belum ada

4 judul

3

Jumlah penuntun praktikum Kimia SMA yang diuji-cobakan dalam kegiatan pembelajaran

Belum ada

4 judul

Kegiatan praktikum merupakan salah satu upaya untuk menerapkan keterampilan proses, tetapi bila tidak dioptimalkan kegiatan praktikum kurang memberikan manfaat kepada para mahasiswa. Dari hasil pengamatan ditemukan banyak mahasiswa tidak memahami tujuan percobaan yang dilakukan dan sangat jauh untuk memahami konsep yang terdapat pada materi praktikum tersebut. Oleh karena itu diperlukan optimalisasi kegiatan praktikum di laboratorium sehingga para mahasiswa memperoleh manfaat yang banyak  dari kegiatan praktikum tersebut. Dari hasil penelitian Esson (2005) diperoleh bahwa kegiatan praktikum dapat meningkatkan pemahaman materi kimia, kemampuan menyelesaikan masalah, dan meningkatkan kemampuan menulis dan berkomunikasi.

Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini adalah model Praktikum Kimia Fisika 2 dengan pendekatan semi riset, dalam model ini ada beberapa aktivitas yang dilakukan secara rinci adalah sebagai berikut:

a.       Kegiatan praktikum yang disertai dengan kegiatan-kegiatan: penjelasan singkat untuk seluruh percobaan tentang tujuan, cara kerja, dan pengolahan data pada awal kegiatan praktikum.

b.       Pemberian tes pra praktikum bagi setiap mahasiswa yang akan melaksanakan kegiatan praktikum.

c.       Membuat laporan sementara untuk melihat kemampuan mengorganisasikan data hasil pengamatan.

d.       Membuat laporan lengkap dengan pengolahan data, pembahasan , dan disertai dengan kajian teoritis.

e.       Menyusun penuntun praktikum kimia SMA sesuai dengan materi yang diberikan dengan melihat berbagai sumber bacaan.

f.        Mengkomunikasikan Penuntun Praktikum untuk mendapakan masukan dari dosen dan mahasiswa.

g.       Mengadakan uji coba penuntun praktikum yang telah disusun.

 

Untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut tidak terlalu mudah karena menyangkut beban tugas yang dimiliki mahasiswa sehingga secara teknis diperlukan pertimbangan-pertimbangan waktu, beban mahasiswa, dan faktor lain sehingga kegiatan praktikum semi riset ini dapat dilaksanakan dengan baik.

 

PENUTUP

Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini dapat dikemukakan beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1.       Model Praktikum Kimia Fisika 2 menggunakan pendekatan semi riset meliputi 7 (tujuh) langkah kegiatan yaitu: penjelasan singkat untuk seluruh percobaan, Pemberian tes pra praktikum, membuat laporan sementara, membuat laporan lengkap, menyusun penuntun praktikum kimia SMA, mengkomunikasikan Penuntun Praktikum, mengadakan uji coba penuntun praktikum yang telah disusun.

2.       Hasil yang diperoleh dalam penerapan model praktikum semi riset adalah sebagai berikut:

a.  Rata-rata daya serap mahasiswa terhadap materi praktikum sebesar 74,77%   sedangkan base line 59%.

b.  Jumlah penuntun praktikum Kimia SMA yang dihasilkan dalam kegiatan pembelajaran sebesar 4 judul.

Jumlah penuntun praktikum Kimia SMA yang diuji-cobakan dalam kegiatan pembelajaran sebesar 4 judul.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Abimanyu, Soli, 1998, Penyusunan Proposal Penelitian Tindakan Kelas, Makalah dalam PCP PTK Proyek PGSM

Castellan, G W.,1983, Physical Chemistry , edisi ketiga , Addison-Wesley          Publishing Co. Inc., Massachusetts.

Cony Semiawan, 1987, Pendidikan Keterampilan Proses. Gramedia, Jakarta.

Daniels, F, dkk, 1956, Experimental Physical Chemistry , 5th edition, Mc Graw-

      Hill, New York.

Deters, Kelly Morgan, 2005, Student Opinion Regarding Inquiry-Based Labs, J. Chemical Education, Vol  82, No. 8 , 1178 – 1180.

Esson, Joan M, etc, 2005, Service Learning, in Introductory Chemistry: Supplementing Chemistry Curriculum in Elementary Schools, J. Chemical Education, Vol  82, No. 8, 1168 – 1173

Harry Firman, 1990. Penilaian Hasil Belajar Dalam Pengajaran Kimia, Jurusan Pendidikan Kimia FP MIPA IKIP Bandung, Bandung.

Nugraha, A W, 2003, Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses IPA pada Praktikum Kimia Fisika 2 di Jurusan Kimia FMIPA UNIMED melalui kegiatan Praktikum Terpadu, Laporan Hasil Penelitian, FMIPA UNIMED, Medan.

———-, 2005, Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses IPA pada Praktikum Kimia Fisika 2 di Jurusan Kimia FMIPA UNIMED melalui kegiatan Praktikum Terpadu,Jurnal Penelitian Bidang Pendidikan,Vol 11,2,107 – 112

Shoemaker D P., dkk., 1989. Experiment in Physical Chemistry, 5th edition, Mc

          Graw-Hill, New York.

Tim Pelatihan Proyek PGSM, 1999, Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research), Bahan Pelatihan Dosen dan Guru Sekolah Menengah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Dirjen Dikti  Proyek PGSM.

Tobing, R, 1992, Pengelolaan Laboratorium, Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA  IKIP Medan, Medan

 

About these ads