Oleh : Arifin

PENDAHULUAN

Bukan rahasia lagi jikalau kapas merupakan pilihan dari setiap konsumen aktif dari produk tekstil. Cotton Incorporated’s Lifestyle Monitor melaporkan bahwa 62% dari setiap wanita dan 56 % pria mengatakan bahwa kenyamanan dan kelembutan/ kehalusan merupakan suatu hal yang sangat dibutuhkan pada sebuah baju latihan/ olah raga. Untuk mengembangkan kinerja kapas supaya sesuai dengan keinginan pengguna maka dilakukan perbaikan kapasitas penyerapan dan wicking.

Wicking windows™ adalah suatu teknologi penyempurnaan yang dikembangkan oleh ilmuwan kimia tekstil dari Cotton Incorporated dan ini merupakan suatu terobosan yang mempunyai keuntungan besar dari hasil pengembangan kain 100%  kapas.

Hasil/ produk  dari proses Wicking windows™ ini umumnya dipakai oleh para konsumen yang mempunyai banyak aktifitas fisik terutama olahragawan. Karena mereka banyak mengeluarkan keringat sehingga butuh pakaian yang nyaman dipakai dalam beraktifitas.

Produk ini umumnya berupa; sports bra, tanks, tee shirts, celana pendek untuk wanita dan kaos serta celana pendek untuk pria.

DEFINISI

Wicking windows™ adalah salah satu teknologi penyempurnaan tekstil yang dirancang untuk meningkatkan sifat – sifat dari kain 100%  kapas. Kain yang diolah dengan teknologi wicking windows™ akan dapat memindahkan dan mengeluarkan kelembapan dari kulit menuju permukaan kain, sehingga akan cepat kering dan menguap sehingga pada hakekatnya dapat mengurangi sifat berat, lepek, lengket dan lekat/ menempel.

Teknologi wicking windows™ merupakan suatu pengolahan yang dilakukan secara bertahap dimana beberapa kain dibuat tolak air (water repellent) sementara bagian kain yang lain dibuat penyerap (absorbent). Berbagai macam metode sejenis yang telah dicapai seperti yang telah diterapkan misalnya pencapan, penyabunan dan pengolahan benang serta teknik yang melibatkan air (hydroentangling) atau pelubang jarum (needlepunching).

Moisture Management adalah teknik pengubahan dari uap air dan cairan (keringat) dari permukaan kulit menjadi uap udara pada permukaan kain.

Moisture Management  (MM) = nyaman (comfort)

MEKANISME

Kain di cap dengan bahan kimia tolak air terutama dari kimiafluorida yang dilakukan secara bertahap sehingga kain menjadi tolak air sementara di bagian lain dibiarkan sebagai penyerap air. Karena pencapan hanya dilakukan dibalik kain, cairan yang lembab akan ditolak oleh area yang dicap tadi dan diteruskan dari balik serat ke area yang tidak dilakukan wicking windows™. Sehingga bagian yang tidak diberi bahan tolak air ini akan menyerap cairan/ basah secara signifikan dan menghilangkannya melalui penguapan.

Luas permukaan serat dan jumlah kelembaban akan mempengaruhi waktu pengeringan atau penghilangan cairan/ lembab. Bagian yang tolak air akan menjadikan serat terasa lebih kering di kulit dan potensi timbulnya rasa lengket/ lepek/ basah pada kulit dapat dihilangkan.

TEKNIK PENGOLAHAN

  1. Persiapan bahan (kain)

Sebelum dilakukan proses penyempurnaan wicking windows™ maka kain harus bebas dari pengotor – pengotor serat seperti lemak, minyak, lilin, pretreatment agent, alkali, kotoran, sufaktant, minyak pelumas, zat warna, dan sebagainya hal ini lebih efektif bila telah dilakukan penyempurnaan awal dan pewarnaan sehingga sesuai standar misalnya AATCC Test Methode 79.

Syarat – syarat kain yang akan dilakukan wicking windows adalah :

  1. pH kain (AATCC 81) pada kisaran 5.5 – 7.5.
  2. Persentase alkalinity (AATCC 144) adalah kurang dari 0.05% NaOH.
  3. Water extractables (AATCC 97) adalah kurang dari 0.4%
  4. Solvent extractables (AATCC 97) adalah kurang dari 0.1%
  5. Drop absorbency (AATCC 79) adalah < 5 detik.
  1. Proses pencapan

Dalam proses pencapan dapat dilakukan dengan menggunakan mesin rotary screen printing yang pemberian pasta cap dilakukan dengan kuas/ alat penyapu (squeegee) atau batang magnet.

Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam proses pencapan adalah :

  1. Resep pasta cap

Pasta cap dapat berupa :

a.      Asam Polyacrilik (sintetis impuritis)       =  22.0 g/Kg

b.      Zat anti air fluorochemical                  =  12 g/Kg

c.      Air                                                 =  966 g/Kg

d.      Kekentalan pasta cap                        = 8.900 cps (centipoises)

Kekentalan dapat dilakukan modifikasi untuk mendapatkan efisiensi dan hasil yang sempurna.

  1. Kasa untuk motif/ pola

Pola dapat disesuaikan dengan kebutuhan tapi yang umum digunakan adalah motif garis dan titik/ bulat. Kasa dapat berupa digital maupun manual screen seperti misalnya kasa ROHTHEC Engraving seri C13020, Charlotte NC.

  1. Pengaturan mesin pencapan.

Mesin pencapan yang menggunakan batang magnet umumnya mempunyai ukuran batang yang bervariasi antara 10 – 15 mm.  Ukuran batang yang lebih besar digunakan pada kain untuk menigkatkan penetrasi. Sedangkan ukuran batang yang lebih pendek digunakan untuk mengurangi penetrasi. Pengaturan ini dilakukan agar penetrasi lebih baik.

  1. Kondisi obat/ bahan kimia.

Kain yang akan dicap sebaiknya dikeringkan dahulu kira – kira 1.5 menit pada suhu 340 oF (171oC). Obat yang tepat sangat dibutuhkan karena fluorochemical akan mengadakan ikatan silang dengan serat. Apabila obat tidak cocok atau sesuai maka hasilnya akan tidak sempurna, mudah hilang sifatnya, dsb.

  1. Pelembut setelah pencapan

Setelah dilakukan pencapan menggunakan pasta cap dan obat tekstil maka dilakukan pelembutan (softening). Resep dari bahan pelembut ini berupa polietilen dan silikon hidrofil.

Sifat hidrofil karena zat ini digunakan sebagai absorbent. Pemakaian pelembut hidrofobik terutama kationik dari silikon aminofungsional kurang cocok karena akan mengurangi penyerapan (absorbent).

Bahan – bahan pelembut dengan yang digunakan dengan cara perendaman dan pengeringan, misalnya :

  1. Silikon hidrofilik                  =  30.0 g/L
  2. Polietilen                          =  10.0 g/L
  3. Zat pembasah (jika perlu)   =  2.0 g/L
  1. Pengendalian Mutu

Untuk memastikan bahwa hasil mutu proses penyempurnaan wicking windows™  berhasil dengan baik maka dilakukan pengujian laboratorium, diantaranya adalah :

 

  1. Water Drop Asorbency (AATCC Test Method 79).

            

  1. Perpindahan cairan (Vertical Wicking)

            

  1. Absorbency Testing System

      

  1. Gravimetric Drying Test.

      

 

  1. Fabric Cling

          

          

  1. Drop test.

     

 

 

Reference:

§         Don Bailey. Moisture Management Performance for 100% Cotton. Memphis, Tennessee : EFS System conference.

§         Technical Bulletin. Wicking Windows Moisture Management Technology for Cotton. North Carolina : Cotton Incorporated.

§         Donald L. Bailey. Wicking Windows Moisture Management : A Cool (and Dry) Technology from Cotton Incorporated.

 

About these ads