Bagaimana mencegah pangan agar tidak rusak..?
1. Gunakan bahan baku yang baik.
2. Bersihkan semua alat sebelum digunakan.
3. Cuci tangan sebelum dan sesudah bekerja.
4. Masaklah pangan secara seksama dan sempurna untuk membunuh mikroorganisme yang ada di dalamnya.
5. Simpanlah pangan di tempat yang sesuai.
Selain dengan cara seperti di atas, untuk menghindari/mencegah serta menghambat pertumbuhan bakteri dalam pangan agar lrbih tahan lama dilakukan proses pengawetan pada pangan
Salah satu dari beberapa teknik pengawetan pangan adalah memberikan bahan tambahan pangan (BTP) untuk pengawetan, hal ini dilakukan dengan menambahkan suatu bahan kimia tertentu dengan jumlah tertentu yang diketahui memiliki efek mengawetkan dan aman untuk dikonsumsi manusia. Jenis dan jumlah pengawet yang diijinkan untuk digunakan telah dikaji keamanannya.
BTP digunakan dalam pangan setidaknya mempunyai lima alasan utama, yaitu:
Untuk mempertahankan konsistensi produk.
Emulsifier memberikan tekstur produk berbentuk emulsi atau suspensi yang konsisten dan mencegah pemisahan fasa air dengan fasa lemak suatu emulsi atau pemisahan fasa cair dan fasa padat suatu suspensi. Penstabil dan pengental menghasilkan tekstur yang lembut dan homogen pada pangan tertentu.
Untuk meningkatkan atau mempertahankan nilai gizi.
Vitamin dan mineral yang ditambahkan ke dalam pangan seperti susu, tepung, serelia lain dan margarin untuk memperbaiki kekurangan zat tersebut dalam diet seseorang atau mengganti kehilangannya selama proses pengolahan pangan. Fortifikasi dan pengayaan pangan semacam ini telah membantu mengurangi malnutrisi dalam populasi masyarakat Amerika. Semua pangan yang mengandung nutrien yang ditambahkan harus diberi label yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku secara internasional atau sesuai ketentuan masing-masing negara.
Untuk mempertahankan kelezatan dan kesehatan (wholesomeness) pangan.
Pengawet menahan kerusakan pangan yang disebabkan oleh kapang, bakteria, fungi atau khamir. Kontaminasi bakteria dapat menyebabkan penyakit yang dibawa makanan (food born illness) termasuk botulism yang membahayakan kehidupan.
Antioksidan adalah pengawet yang mencegah terjadinya bau yang tidak sedap. Antioksidan juga mencegah potongan buah segar seperti apel menjadi coklat bila terkena udara.
Mengembangkan atau mengatur keasaman/kebasaan pangan.
Bahan pengembang yang melepaskan asam bila dipanaskan bereaksi dengan baking soda membantu mengembangkan kue, biskuit dan roti selama proses pemanggangan. Pengatur keasaman/kebasaan membantu memodifiksi keasaman/kebasaan pangan agar diperoleh bau, rasa dan warna yang sesuai.
Untuk menguatkan rasa atau mendapatkan warna yang diinginkan.
Berbagai jenis bumbu dan penguat rasa sintetik atau alami memperkuat rasa pangan. Sebaliknya warna memperindah tampilan pangan tertentu untuk memenuhi ekspektasi konsumen.
Tujuan penggunaan bahan tambahan pangan pengawet
Pengawetan pangan disamping berarti penyimpanan juga memiliki 2 (dua) maksud yaitu :
1. menghambat pembusukan dan
2. menjamin mutu awal pangan agar tetap terjaga selama mungkin.
Penggunaan pengawet dalam produk pangan dalam prakteknya berperan sebagai antimikroba atau antioksidan atau keduanya. Jamur, bakteri dan enzim selain penyebab pembusukan pangan juga dapat menyebabkan orang menjadi sakit, untuk itu perlu dihambat pertumbuhan maupun aktivitasnya.
Jadi, selain tujuan di atas, juga untuk memelihara kesegaran dan mencegah kerusakan makanan atau bahan makanan. Beberapa pengawet yang termasuk antioksidan berfungsi mencegah makanan menjadi tengik yang disebabkan oleh perubahan kimiawi dalam makanan tersebut.
Peran sebagai antioksidan akan mencegah produk pangan dari ketengikan, pencoklatan, dan perkembangan noda hitam. Antioksidan menekan reaksi yang terjadi saat pangan menyatu dengan oksigen, adanya sinar, panas, dan beberapa logam.
Siapa yang boleh menggunakan bahan tambahan pangan pengawet?
Bahan tambahan Pangan Pengawet boleh digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang memproduksi pangan yang mudah rusak. Pencantuman label pada produk pangan sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.69 tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan.
Label pangan adalah setiap keterangan mengenai pangan yang berbentuk gambar, tulisan, kombinasi keduanya, atau bentuk lain yang disertakan pada pangan, dimasukkan ke dalam, ditempelkan pada, atau merupakan bagian kemasan pangan.
Label pangan sekurang-kurangnya memuat :
- Nama produk
- Berat bersih atau isi bersih.
- Nama dan alamat pabrik yang memproduksi atau memasukkan pangan ke wilayah Indonesia.
Penambahan bahan pengawet pada produk pangan menjadi bahan perhatian utama mengingat perkembangan iptek pangan menyangkut hal tersebut yang begitu cepat serta sering menimbulkan teka-teki bagi konsumen menyangkut keamanannya.
Garam atau NaCl
Telah berabad lampau digunakan hingga saat ini sebagai bahan pengawet terutama untuk daging dan ikan. Larutan garam yang masuk ke dalam jaringan dan mengikat air bebasnya, sehingga menghambat pertumbuhan dan aktivitas bakteri penyebab pembusukan, kapang, dan khamir. Produk pangan hasil pengawetan dengan garam dapat memiliki daya simpan beberapa minggu hingga bulan dibandingkan produk segarnya yang hanya tahan disimpan selama beberapa jam atau hari pada kondisi lingkungan luar. Ikan pindang, ikan asin, telur asin dan sebagainya merupakan contoh produk pangan yang diawetkan dengan garam.
Gula atau sukrosa
Gula atau sukrosa merupakan karbohidrat berasa manis yang sering pula digunakan sebagai bahan pengawet khususnya komoditas yang telah mengalami perlakuan panas. Perendaman dalam larutan gula secara bertahap pada konsentrasi yang semakin tinggi merupakan salah satu cara pengawetan pangan dengan gula. Gula seperti halnya garam juga menghambat pertumbuhan dan aktivitas bakteri penyebab pembusukan, kapang, dan khamir. Dendeng, manisan basah dan atau buah kering merupakan contoh produk awet yang banyak dijual di pasaran bebas.
Cuka buah atau vinegar
Merupakan salah satu bahan yang dapat digunakan untuk mengawetkan daging, asyuran maupun buah-buahan. Acar timun, acar bawang putih, acar kubis (kimchee) merupakan produk pangan yang diawetkan dengan penambahan asam atau cuka buah atau vinegar.
Data pengaturan bahan pengawet dari Codex Alimetarius Commission (CAC), USA (CFR), Australia dan New Zealand (FSANZ) tercatat 58 jenis bahan pengawet yang dapat digunakan dalam produk pangan. Indonesia melalui Peraturan Menteri Kesehatan No. 722 tahun 1988 telah mengatur sebanyak 26 jenis bahan pengawet.
Sehubungan denga teka-teki yang muncul menyangkut keamanan penggunaan bahan pengawet dalam produk pangan, maka Tabel berikut disajikan kajian keamanan beberapa pengawet yang banyak digunakan oleh industri pangan.
Tabel. Pengaruh beberapa bahan pengawet terhadap kesehatan
|
Bahan Pengawet |
Produk Pangan |
Pengaruh terhadap Kesehatan |
|
Ca-benzoat |
Sari buah, minuman ringan, minuman anggur manis, |
Dapat menyebabkan reaksi merugikan pada asmatis dan yang peka terhadap aspirin |
|
Sulfur dioksida |
Sari buah, cider, buah kering, kacang kering, sirup, acar |
Dapat menyebabkan pelukaan lambung, mempercepat serangan asma, mutasi genetik, kanker dan |
|
K-nitrit |
Daging kornet, daging kering, daging asin, pikel daging |
Nitrit dapat mempengaruhi kemampuan sel darah untuk membawa oksigen, menyebabkan kesulitan bernafas dan sakit kepala, anemia, radang ginjal, |
|
Ca- / Na-propionat |
Produk roti dan tepung |
Migrain, kelelahan, kesulitan tidur |
|
Na-metasulfat |
Produk roti dan tepung |
Alergi kulit |
|
Asam sorbat |
Produk jeruk, keju, pikel dan salad |
Pelukaan kulit |
|
Natamysin |
Produk daging dan keju |
Dapat menyebabkan mual, muntah, tidak nafsu makan, diare dan pelukaan kulit |
|
K-asetat |
Makanan asam |
Merusak fungsi ginjal |
|
BHA |
Daging babi segar dan sosisnya, minyak sayur, shortening, kripik kentang, pizza beku, instant teas |
Menyebabkan penyakit hati dan kanker. |
Mencermati kemungkinan gangguan kesehatan seperti yang tercantum dalam Tabel, maka FDA mensyaratkan kepada produsen pangan untuk membuktikan bahwa pengawet yang digunakan aman bagi konsumen dengan mempertimbangkan :
- Kemungkinan jumlah paparan bahan pengawet pada konsumen sebagai akibat mengkonsumsi produk pangan yang bersangkutan.
- Pengaruh komulatif bahan pengawet dalam diet.
- Potensi toksisitas (termasuk penyebab kanker) bahan pengawet ketika tertelan oleh manusia atau binatang.
Namun demikian perlu diperhatikan hal-hal penting dalam menggunakan bahan tambahan pangan pengawet adalah :
- Pilih pengawet yang benar/yang diijinkan untuk dalam pangan serta telah terdaftar di Badan POM RI.
- Bacalah takaran penggunaannya pada penandaan/label.
- Gunakan dengan takaran yang benar sesuai petunjuk pada label.
- Membaca dengan cermat label produk pangan yang dipilih/dibeli serta mengkonsumsinya secara cerdas produk pangan yang menggunakan bahan pengawet.
Adopted from BPOM.
Januari 29, 2009 at 12:24 am
trima kasih infonya kolom ini sangat membantu tugas saya
Maret 9, 2009 at 12:08 am
tolong sampai kan apa definisi dari pengawet makanan?
April 6, 2009 at 7:07 am
mau tanya kalo mengawetkan beras pake apa?
===================================================
makasih atas kunjungannya
sampai saat ini beluam saya menemukan bahan atau zat kimia pengawet beras.
jika memang ada mungkin berbahaya untuk konsumsi, kalaupun yg saya ketahui adalah pemutihan terhadap beras dengan carbon, yg mana itu masih kontroversi
beras awet mungkin dari varietas unggul, atau cara penyimpanannya yg baik
April 6, 2009 at 9:16 am
it’s lumayan.sebaiknya this situs di perbarui.tapi nggak papa thanks!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
============================================
makasih ya kunjungannya
mungkin masih tahap perkembangan
Mei 24, 2009 at 7:41 am
Ass… perkenalkan saya adalah pengrajin tahu, mohon di bantu bahan pengawet untuk tahu selain formalin, untuk di tahu dan air rendaman, atas bantuannya saya ucapkan terimakasih. wass….
Mei 25, 2009 at 7:22 am
Wassalam. wr.wb.
Dear, Heru.
Sebagai bahan pengawet pengganti formalain dapat dipakai misalnya
Tumbuhan : jahe, kayu manis, jeruk nipis, lemon, andaliman, daun salam, kunyit, kayu sengon, lemon, dsb
Hewani : Lisozin, laktoperoksidase, kitosan, dsb
atau bahan kimia lainnya seperti cuka asap, Na- benzoat, CaCl, NaCl, K-Sorbat, dsb.
Semua harus sesuai takaran/ dosis, karena:
Natrium benzoat untuk pengawet makanan maksimal 1 gram per satu kilogram atau satu liter air. Jika berlebihan bisa mengundang alergi pada penderita asma dan menyebabkan hiperaktif pada anak yang mengonsumsi. Jika sesuai takaran tidak berefek.
Takaran dari kalsium klorida (CaCl) sebagai pengenyal dan pengawet makanan berkisar 1-5 gram per satu kilogram atau satu liter air. Tak ada efek samping, jika berlebihan terasa pahit.
Selebihnya silahkan lihat situs lainnya atau di postingan kami yang terbaru..
Regards.
Mei 27, 2009 at 5:16 am
assalam, saya mo nanya apa aja BTM pada produk cornet?dan fungsinya apa aja?
Mei 28, 2009 at 1:57 am
Salam Rahmita, wach mau belajar atau mau usaha nich….
yach ini juga sama2 belajar.
mungkin butuh
1. natrium nitrit buat pengawet warna daging, membentuk flavour khas, menghambat pembusukan daging oleh bakteri, max 50 ppm penambahan.
2. untuk rasa pakai MSG
3. garam dan gula sebagai pencipta rasa dan meningkatkan osmosis
4. tambahkan emulsifier sckpy
sedikit tambahan
Zat aditif ini dapat mencegah atau menghambat fermentasi, pengasaman atau penguraian lain terhadap makanan yang disebabkan oleh mikroorganisme.
Contoh bahan pengawet dan penggunaannya:
1. Asam benzoat, natrium benzoat dan kalium benzoat, untuk minuman ringan, kecap, acar ketimun dalam botol dan caos.
2. Natrium nitrat (NaNo3), untuk daging olahan dan keju.
3. Natrium nitrit (Na No2), untuk daging olahan, daging awetan dan kornet kalangan.
4. Asam propionate, untuk roti dan sediaan keju olahan.
5. Anti oksidan
Zat aditif ini dapat mencegah atau menghambat oksidasi.
Contoh:
a. Asam askorbat (bentukan garam kalium, natrium, dan kalium), digunakan pada daging olahan, kaldu, dan buah kalangan.
b. Butil hidroksianisol (BHA), digunakan untuk lemak dan minyak makanan
c. Butil hidroksitoluen (BHT), digunakan untuk lemak, minyak makan, margarin dan mentega.
6. Pengemulsi, pemantap, dan pengental
Zat aditif ini dapat membantu pembentukan atau pemantapan sistem dispersi yang homogen pada makanan.
Contoh: agar-agar, gelatin, dan gom arab
7. Pemutih dan pematang tepung
Zat aditif ini dapat mempercepat proses pemutihan atau pematangan tepung sehingga dapat memperbaiki mutu pemanggangan.
Contoh: Asam askorbat, aseton peroksida, dan kalium bromat
8. Pengatur keasaman
Zat aditif ini dapat mengasamkan, menetralkan, dan mempertahankan derajat keasaman makanan. Contoh: asam asetat, aluminium amonium sulfat, amonium bikarbonat, asam klorida, asam laktat, asam sitrat, asam tentrat, dan natrium bikarbonat
9. Anti kempal
Zat aditif ini dapat mencegah pengempalan makanan yang berupa serbuk. Contoh: aluminium silikat (susu bubuk), dan kalsium aluminium silikat (garam meja)
10. Pengeras
Zat aditif ini dapat memperkeras atau mencegah melunaknya makanan. Contoh: aluminium amonium sulfat (pada acar ketimun botol), dan kalium glukonat (pada buah kalangan)
11. Sekuestran
Adalah bahan yang mengikat ion logam yang ada dalam makanan. Contoh: asam fosfat (pada lemak dan minyak makan), kalium sitrat (dalam es krim), kalsium dinatrium EDTA dan dinatrium EDTA
12. Penambah gizi
Zat aditif yang ditambahkan adalah asam amino, mineral, atau vitamin untuk memperbaiki gizi makanan.
Contohnya: Asam askorbat, feri fosfat, vitamin A, dan vitamin D.
Juli 13, 2009 at 8:40 am
makasih infonya…
saya mau menanyakan,
bagaimana cara mengawetkan susu kedelai
========================================
sama2..
mengawetkan susu kedelai?
dalam hal ini buat konsumsi atau dijual biasa (warung) ataukah produksi skala pabrik?..mungkin dari penambahan gula itu juga bisa membantu sebagai pengawet. atau zat2 kimia yang diperbolehkan oleh BPPOM yang bisa didapatkan di warung2.
Agustus 26, 2009 at 10:38 pm
Asslamkm…. mau nanya nih…
bisa berikan penjelasan tentang range pH penggunaan bahan pengawet…
terutama untuk mengawetkan nira tebu…pH nira tebu sekitar 4 – 5..
Penggunaan bahan pengawet selain natrium benzoat, apalagi yang bisa digunakan…?
terimakasih pak sebelumnya atas jawabannya…
kalo bisa dikabari lewat email: (r12cimot@yahoo.com)
Agustus 27, 2009 at 3:13 am
bahan pengawet apa yang cocok untuk makanan kethuk pisang ( kue khas kediri ) makasih jawabannya.
September 1, 2009 at 9:51 am
Tolong diinformasikan pengawet tambahan untuk telur asin, apabila saya pakai garam aja pada telur asin yg saya buat hanya mampu 1 minggu, yg saya ingin kan telur bisa tahan sampai 3 bln, dan jelaskan komposisinya berserta pengaplikasianya ke dalam telur asin, terima kasih
September 22, 2009 at 2:13 pm
Mohon info agar susu kedelai awet hingga 3 – 6 bulan. Mhn di email. Trimakasih pak
Oktober 7, 2009 at 4:49 am
Assalamualaikum wr wb
Saya mau menanyakan bahan pengganti BORAX untuk pangan?
Berapa perbandingan komposisinya/
Terima kasih
Oktober 14, 2009 at 2:05 am
saya pernah mendengar kalsium sebagai pengawet tanpa label. apa itu bisa dan aman digunakan untuk cake? terimakasih.
Oktober 14, 2009 at 2:48 am
Yth pengelola.
saya mohon bantuan agar diberitahu caranya atau bahannya apa pengganti bumbu masak seperti bawang, tumbar, garam dsb yang berasal dari proses kimiawi yang tidak berbahaya jika digunakan.
karena dengan bahan bumbu alami usaha kami yang masih kecil ini disektor makanan mengalami kerugian karena mahalnya bumbu masaknya.
demikian terimakasih. mohon dikirim lewat e mail saja, karena saya takut akan kesulitan menemukan situs ini lagi. terimkasih
Oktober 22, 2009 at 1:01 pm
Ada Yang Lain Tidak..??
Oktober 27, 2009 at 11:40 am
ass. saya mau bertanya untuk membantu karya tulis yang sedang saya jalani. sebenarnya dalam pembuatan mie instan, pengawet apa yang digunakan? dan apa bahayanya apabila dikonsumsi berlebihan? terimakasih sekali.
wass.
November 19, 2009 at 1:47 am
hai, saya John ingin menanyakan kpd bapak/ibu yg mengetahui apa dan dimana saya bisa beli Na-metasulfat & CA-Na/propionat, apakah ada yg lain selain 2 nama tadi? Karena sy jualan makanan kolak….Dan yg ingin saya tanyakan apakah pengawet yg saya sebutkan td di atas itu berbahaya apa tidak utk kesehatan.
Cara pemakaiannya bagaimana, dimasak langsung ato sesudah d masak baru di taruh ke dalam masakannya?
Saya tunggu balasannya di email saya johnmxchow@yahoo.com
Terima kasih atas informasinya.
Desember 1, 2009 at 7:03 am
Assalamualaikum,
Saya mau nanya,
Bahan pengawet apa yang bisa digunakan untuk makanan kering seperti rempeyek,kulit pangsit ? Selama ini tanpa pengawet hanya mampu bertahan 3 mggu, setelah itu menjadi tengik dan melempem. Apakah Benzoat bisa digunakan ?. Kalau bisa benzoat yang jenis apa (Asam,Natrium atau Calium ).
Apakah bahan pengawet anti oksidan,seperti Asam Asorbat, BHA dan BHT bisa dipakai untuk mencegah makanan menjadi tengik ? Kalau bisa apa yah nama dagang untuk ketiga jenis Bahan Pengawet tersebut ?
Mohon jawaban dikirim ke email saya.
Terimakasih sebelumnya,
Desember 14, 2009 at 12:01 pm
Tolong diinformasikan pengawet tambahan untuk saya gunakan pada produk telur bebek asin, karena saya gunakan pengawetan garam dengan proses pemasakan dengan dikukus sampai 4 jam hanya mampu bertahan selama 1 minggu (pada suhu ruang terbuka) dan 2 minggu untuk didalam lemari es, yang saya inginkan telur asin tersebut dapat bertahan minimal 1 bulan pada kondisi suhu ruang terbuka, tolong informasinya.
Februari 19, 2010 at 7:51 am
Sekarang roti menjadi hot issue di Amerika ketika org Amerika-pun sekarang ini menjerit: Too Much Bread Improver, Too much Bread softener, Too Much Preservative.
Pengujian roti di Malaysia menunjukkan bahwa 92% dari roti yang ber-edar (termasuk roti ternama atau roti yang dihidangkan di restoran siap saji) mengandung pengawet hingga 5 kali dari yang dibenarkan oleh undang-undang.
Diperkira-kan hal yang sama juga terjadi pada industri makanan di Indonesia-pun.
Di Indonesia makanan basah seperti mie basah, bakso basah, tahu basah, roti, dll, mengandung terlalu banyak pengawet. Dan karena mau murah mereka memakai pengawet yang bukan food grade. Padahal kebanyakan pengawet dihubungkan dengan penyakit ADD hiperaktive. Dan Bread Improver yang terlalu banyak untuk supaya roti dapat mengembang besar sekali bisa menimbulkan kanker (Source Wikipedia: Bread Improver)
Kemarin ini di sekolah untuk anak kurang mampu, aku lihat anak cewek umur 5 tahun cakep, tapi kalau diperhatikan lagi anak kecil ini terkena penyakit ADD hiperactive(Jadi kerja-nya goyang melulu). Kasihan sekali, ya !!
Sekarang juga sudah ada pengganti roti yang lebih sehat, yaitu roti beras kering (rice cake).
Kalau yang buatan Australi nama-nya Sun Rice, kalau yang buatan lokal nama-nya N_asiKriuk Debbie (Tersedia di All Fresh atau Mini market Nano Pluit atau Supermarket Rezeki). Harga-nya juga tidak mahal.
Rice cake /roti beras kering ini:
Karena kering, tidak perlu pengawet.
Karena terbuat dari beras, tidak perlu pengembang yang bisa menyebabkan kanker.
Karena terbuat dari beras, bukan gandum, rendah kalori-nya, bisa tetap langsing.
Karena banyak-nya obesitas (kegemukan), org Amerika sekarang juga berpindah dari gandum ke beras (cereal mereka yg pakai beras seperti cocoa puff atau rice krispy).
Trm kasih.
Februari 21, 2010 at 5:03 am
ass,saya ingin memproduksi minuman susu kedelai botolan lantas saya mau tanya kira2 berapa lama produk saya bisa bertahan apbila memakai natrium benzoate?trus apakah perlu di pasteurisasi lagi?
Februari 24, 2010 at 4:29 pm
Mohon peneranganya. Saya sgt menyukai minuman air tebu. Tiba2 saya punya ide usaha kemasan. Tolong beri penjelasan tentang keawetan air tebu dan pengawet apa yang sangat co2k. Bagaimana dg karbonansi? Pak sekali lg saya mohon peneranganya krn saya butuh sebuah usaha sebagai mata pencaharian. Terimakasih.
Juni 17, 2010 at 6:29 pm
Tlg jelaskan pemakaian pengawet,cara kapan mencampurnya dan brapa takaranyauntk kue brownis dan kue pia,
Juni 23, 2010 at 10:18 am
saya ingin menanyakan zat apa yg ditambahkan penjual ikan di pasar2 tradisional yg beraroma wangi (tajam) seperti softener u/baju. Apakah itu pengganti formalin dan apa bahayanya bagi tubuh?
Juli 8, 2010 at 5:23 am
[...] Oktober 16, 2008 admin Tinggalkan komentar Go to comments [...]
Juli 29, 2010 at 8:38 am
sukses buat smk3 thx buat informasinya
Agustus 10, 2010 at 2:48 pm
salam, sy ingin usaha bumbu masakan siap saji yg uda ditumis.. apa bahan pengawetnya ya..tahan sampai brp lama.di ruangan terbuka..dan klau disimpan dilemari es??.dgn takaran brp..pinginnya dikemas dg plastik..klau pengganti bwg merah-putih ,cabe,tomat , bhn penyedap kimia ada ga ya.dan aman klau dikomsusi .klau ada apa itu ..seeklian takaran dan cara pemakaiannya..
sy tunggu jawabannya mohon dikirim ke email saya ferarosa@yahoo.co.id
trimakasih atas infonya..
Agustus 12, 2010 at 10:30 am
sya mencoba membuat jus PINANG MUDA hasilnya cukup di minati tapi kendala yang saya hadapi keasamanya (basi) biar nilai gizi nya tetap dengan bahan apa biar tahan dan awet
September 15, 2010 at 2:44 pm
Saya mau memulai usaha sari tebu dalam kemasan gelas plastik. kira kira ada yang tahu gak daya tahan sari tebu dalam kemasan, trus apa pengawet yang tepat agar aroma dan rasa tidak beruhah. makasih
Oktober 8, 2010 at 6:24 am
Boleh minta daftar pustakanya?
Trims
Oktober 13, 2010 at 4:36 am
kalau kita amati pada setiap sumber permasalahan adalah pengawet makanan kenapa kita mesti memakai pengawet makanan orang menjawab agar makanan itu tahan lama dan tidak basi ok. tapi menurut saya lebih baik basi daripada kita menelan zat yang tidak seharusnya kita telan (zat pengawet) memang secara teknis kandungannya diatur kalau kelebihan apa penyebabnya dan akibatnya mohon jawabannya terima kasih
Oktober 29, 2010 at 1:15 am
SAYA MAU TANYA BAHAN PENGAWET MAKAN APA YANG PALING COCOK, KARENA SAYA MAU USAHA MINUMAN YANG BISA BERTAHAN LAMA DAN BAIK DIKOMSUMSI.THX
November 6, 2010 at 1:44 am
…tapi bahan pengawet apapun tetaplah memiliki efek tertentu, sekarang solusi kita u/ menghindarinya itu yg terpenting.
November 15, 2010 at 1:06 pm
Saya sedang jelankan usaha 1.Bawang goreng dan
2.(nasi olahan yg akan kami olah sejenis berger dan campuran tepung dan bumbu rempah nantinya bisa tahan lama di frozen)
Bahan kimia pengawet makanan yg bagaimana supaya utk bawang goreng yg ttp renyah dan tahan lama dan utk nasi olahan tersebut bisa tahan lama dan bisa disimpan didlm frezer,
Tolong informasinya dan berapa standar yg aman utk bisa digunakan dg aman,,
terima kasih
November 28, 2010 at 4:47 pm
Yth,
Admin
Apakah air tebu perlu di awetkan kalo sudah diperas dari batangnya?. Jika tanpa pengawet air tebu tersebut bisa bertahan berapa lama dalam kondisi tertutuP rapat?
Perlakuan apa terhadap air tebu untuk membuatnya lebih awet tanpa pengawet? Misalnya penyaringan atau yg lain?
Terimakasih admin…
Saya lebih suka di jawab di forum ini dan di cc-kan ke email saya…
Karena saya suka belajar bersama-sama dan tentunya web-blog ini jadi rame nantinya
Desember 1, 2010 at 1:46 am
Assalamu’alaikum wr wb
mohon bantuannya. pengawet apa yang cocok dengan produk olahan jenang dodol dan gethuk pisang. sekalian bagaimana cara penggunaannya yang pas dan tidak melebihi kadar. tolong balas di email. makasih
Desember 15, 2010 at 3:32 pm
meski di Indonesia penggunaan BTP sudah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 722 tahun 1988, namun belum tentu bahan yang diizinkan di Indonesia boleh dipakai di negara lain. bahan tambahan pangan yang diperbolehkan di tiap negara tentu saja berbeda-beda
https://luthfane09.student.ipb.ac.id/
Desember 26, 2010 at 11:57 am
saya ingin membuat perniagaan berasas kan ikan mentah yang di perap dalam produk bungkusan. bahan utama selain ikan ialah limau @ cuka. bagaimana untuk membuat kan produk saya ini lebih tahan lama dalam kaedah pembungkusan ini? adakah penggunaan limau @ cuka perlu di gunakan dalam kaedah pendinginan atau penyejukan atau pembekuan? kaedah pembungkusan yang mana satu lebih sesuai untuk perniagaan ini? boleh kah anda berikan pendapat sama ada ikan mentah yang diperap sesuai di pasar kan menggunakan kaedah pembungkusan?
Januari 24, 2011 at 9:35 am
assalamuallaikum Wr WB salam sejahtera
saya mau tanya bapak/ibu guru dan siswa kalau saya mau beli tpt di mana ??
dan di mana saya bisa menguji makanan dan minuman dari tinggkat bahaya dan ke awetanya ???
mohon bantuanya
wallaikumsalam Wr Wb
bondan
Februari 27, 2011 at 7:00 am
kurang lengkap!!!!!!!!!!!!!
Maret 5, 2011 at 4:29 pm
salam sejahtera…
saya ingin tanya soal cara pengawetaan makanaan..
bila bakso dikeringkan dan ditambah dengan pengawet daging,berapa lamakah bakso tersebut dapat bertahan tanpa dimasukan dalam frezer???…dan berapa banyak pengawet yg diperlukan???jenis pengawet apa yang cocok??proses pengeringan dilakukan pada suhu berapa dan berapa lama yang ideal??mohon bisa diemail ke david_surya777@yahoo.com untuk jawabaannya…terima kasih atas jawaban dan bantuannya…sukses selalu…
Maret 24, 2011 at 5:19 am
kunjungan pagi ..
makasii yaa buat tulisannya ..
membantu^^
Maret 30, 2011 at 2:52 am
bagaimana cara mengawetkan dedak pakan yam?//
April 3, 2011 at 7:01 am
salam sejahtera..
saya ingin tanya soal yang membuat warna hitam pada isi kue pia kacang hijau, apakah itu ada efek samping pada kesehatan? yang saya tahu di manado bahan tersebut dinamakan “tausa” mohon bisa diemail ke kevin.anter@yahoo.com untuk jawabannya.. terimakasih atas jawaban dan bantuannya..
April 15, 2011 at 5:12 am
saya seorang pengrajin tahu.
sebagai pengawet sekaligus bumbu selama ini sy hanya menggunakan garam & kuning(kunyit), tahu bisa bertahan 1 hari & maksimal hanya 2 hari.
saya ingin menambah pemasaran keluar kota/daerah, otomatis waktu perjalanan hingga pemasaran akan memakan waktu lebih dari 2 hari.
mohon bantuan serta petunjuknya mengenai bahan pengawetnya serta takaran dosisnya.!
terimakasih..
April 15, 2011 at 5:23 am
terimakasih atas semua informasinya..
tapi ada yang mau saya tanyakan mengenai hal ini.
saya seorang pengrajin tahu.
sebagai pengawet sekaligus bumbu selama ini saya hanya menggunakan garam & kuning(kunyit), tahu bisa bertahan 1 hari – maksimal hanya 2 hari.
saya ingin menambah pemasaran keluar kota/daerah, otomatis waktu perjalanan hingga pemasaran akan memakan waktu lebih dari 2 hari.
mohon bantuan serta petunjuknya mengenai bahan yang aman untuk pengawetnya serta takaran dosisnya.!
terimakasih..
April 15, 2011 at 6:13 am
haturnuhun atas semua informasinya..
tapi ada yang mau saya tanyakan mengenai hal ini.
saya seorang pengrajin tahu.
sebagai pengawet sekaligus bumbu selama ini saya hanya menggunakan garam & kuning(kunyit), tahu bisa bertahan 1 hari – maksimal hanya 2 hari.
saya ingin menambah pemasaran keluar kota/daerah, otomatis waktu perjalanan hingga pemasaran akan memakan waktu lebih dari 2 hari.
mohon bantuan serta petunjuknya mengenai bahan yang aman untuk pengawetnya serta takaran dosisnya.!
terimakasih..
April 24, 2011 at 5:34 am
Sedikit berbagi info, ada satu cara yang biasa dipakai untuk mengawetkan makanan selain yang sudah ditulis yaitu dengan cara memvacuum kemasan yang digunakan, dengan cara ini maka oksigen yang ada di dalam kemasan dikeluarkan sehingga bakteri pembusuk tidak dapat bertahan hidup.
April 24, 2011 at 5:07 pm
ass.wr.wb
saya mau usaha minuman kemasan yang terbuat dari teh,tapi yang saya tau teh itu kan gak tahan lama,yang saya mau tanyakan bagaimana cara mengawetkan minuman yang berbahan dasar teh dalam kemasan gelas, tq
Mei 18, 2011 at 4:17 am
assalamu alikum wr.wb
sy ingin usaha tepung bumbu,kira2bahan apa yang aman untuk mengawetkan tepung bumbu saya
Juni 20, 2011 at 3:56 am
mau nanya,lou ingin cari n beli pengawet makanan seperti itu dmana ya….q tnggu informasinya,,terima kasih,,
Juli 21, 2011 at 11:49 am
Assalamualaikum wr wb,
saya berkeinginan untuk membuat saus sachet (saus tomat dan saus sambal), dan saya membutuhkan tentang alat pengawet dan pewarna yang tidak membahayakan untuk produk saya tersebut, sementara bahan yg akan saya gunakan nanti (bahan dasar) adalah : Pasta Tomat (kalengan impor), cabai merah (fresh), tomat (fresh), ebi kering, serta bahan rasa, yaitu garam, gula, lada, dan mecin, mungkin ada diantara anda yang bisa membantu niat saya ini, atas perhatiannya dan bantuannya saya ucapkan terima kasih
September 18, 2011 at 4:52 pm
ass, saya ingin sekali membuat susu kedelai yg bisa tahan sampai 1 bln ,….
bahan pengawet apa yg bisa sa berikan?
dan klu saya membuat susu kedelai 1klg kira berapa gram asam benzoat yg di berikan /
trim
September 20, 2011 at 7:13 am
saya ingin tanya soal cara pengawetaan makanaan..
bila bola bakso ditambah dengan pengawet daging,berapa lamakah bakso tersebut dapat bertahan tanpa dimasukan dalam frezer???…dan berapa banyak pengawet yg diperlukan???jenis pengawet apa yang cocok??proses pengeringan dilakukan pada suhu berapa dan berapa lama yang ideal?
September 26, 2011 at 4:31 am
trims ya..
untuk bahan referensi tugas
Oktober 21, 2011 at 3:26 am
numpang nanya, untuk pengawet tepung beras bisa ga dengan ca propionat ?
Oktober 30, 2011 at 1:11 pm
kalau kode:
CP (pengawet makanan) dan S 500 (pelembut adonan) itu apa ya? di toko bahan roti ada tp ragu2 aman/halalnya. Trims. Ditunggu jawabannya yah penting nih….
November 2, 2011 at 3:14 pm
thk http://mashasih.blogspot.com
Desember 12, 2011 at 3:27 pm
mw tanya kalau untk pengawet adonan tepung yg brasal dr berbagai bahan halus. agar brwarna tdk berubah.bau brtahan n tdk brjamur memakai pengawet ap? Trims.
Januari 20, 2012 at 11:30 am
kalo pengawet untuk es sari tebu apa ya???
mohon bantuannya
Maret 11, 2012 at 1:56 pm
sebenarnya bahan pengawet apa yang baik utk dikonsumsi dan yg us dihindari? dan bagaimana cara kita mengetahui bahan pengawet atau tidak sebelum dikonsumsi (misalnya pada susu)?
Trims ^ – ^
Maret 16, 2012 at 3:23 am
saya mau usaha susu kedelei.bahan pengawet apa yang bisa digunakan agar produk tahan sampai 4-5 hari tanpa merubah aroma dan rasa.dan bagaimana cara menggunakan pengawetnya itu?tolong emailkan ya….di sahir_alim33@yahoo.co.id
April 11, 2012 at 11:37 am
mau tanya contoh pengawet yang lain apa ya???thx
April 25, 2012 at 2:51 pm
thank you so much….ya!!! Atas infrmasnya…..
Infrms ini sangt pentng dan membnt
Juni 13, 2012 at 3:40 am
kalau penyedap makanan ap ajh ?
10 ajh
Juli 9, 2012 at 1:41 pm
klo pengawet untuk dodol apa ya?????
Juli 24, 2012 at 11:25 am
Askum..
Sya mau tnya bhan pengawet yg aman untk ksehatn buat makanan kering sperti kripik singkong,pisang,n kripik pangsit itu apa yach..?
N apa merek dagang dpasar biasanya,
Tlong djawab yach,n d krim lwat email za,cz tkt g’ bsa nmuin stus ne lg,
Mkci sblum’x…:-)
Juli 26, 2012 at 8:05 am
Saya mau jual bumbu soto,Rawon,Lodeh yang Sudah ditumis, pakai pengawet apa ya ,Dan prbandingannya brapa?apakah Ada pengganti bawang merah,bawang Putih,Kunyit,mohon penjelasan di email saya .terima kasih.
Oktober 16, 2012 at 3:27 am
kalo untuk mngawetkan tpung beras yg sudah di warnai, dan mau saya kmas lg, itu cara pengawetanya bagai mana? Dan sebaiknya saya memaki pewarna apa? Saya ingin efek warna hijau, apakah pkai daun suji, kmudian di keringkan? Atau memakai apa? Mohon info, trimakasih.
November 10, 2012 at 2:57 pm
assalamualaikum…salam kenal saya ardi..mo tanya,kalo untuk kulit pangsit cukupkah hanya campuran garam saja sebagai pengawet alami? mohon jawabannya.tks….
November 23, 2012 at 9:26 am
buk mau tanya,,,apa efek penggunaan TBM yag Terlalu banyak bagi kesehatan,,,,mksh,,,d tggu ya commentnx
November 29, 2012 at 9:24 pm
beginii saya akan menanyakan bagaimana pengaruh zat kimia terhadap minman teh gelas pada kasehatan
Desember 2, 2012 at 2:52 am
[...] Sumber: http://smk3ae.wordpress.com/2008/10/16/mengenal-bahan-kimia-pengawet-makanan-dan-bahan-tambahan-pang… [...]
Desember 30, 2012 at 7:15 am
saya mw tanya pengawet u brokoli apa?
Januari 24, 2013 at 12:41 am
PAK SAYA BARU MULAI BISNIS BAKSO KEMAS INSTAN BISA BERTAHAN 3-6 BULAN PAKAI BAHAN PENGAWET YANG COCOK APA YA?MOHON PENJELASAN NYA..DI TUNGGU BALASAN NYA.
Februari 14, 2013 at 3:40 pm
Saya baru merintis usaha kerupuk pangsit.. Saya ingin tau pengawet apa yg kira2 bisa bertahan hingga 3 bulan..? Apa nama pengawetnya dan berapa dosis yg pas..
Trm ksh sebelumnya.. Tlg di bls lewat email saya saja ya..
Februari 18, 2013 at 5:51 am
salam, sy ingin usaha bumbu masakan siap saji yg sudah ditumis.. apa bahan pengawetnya ya..tahan sampai brp lama.di ruangan terbuka..dan klau disimpan dilemari es??.dgn takaran brp..pinginnya dikemas dg plastik..klau pengganti bwg merah-putih ,cabe,tomat , bhn penyedap kimia ada ga ya.dan aman klau dikomsusi .klau ada apa itu ..seeklian takaran dan cara pemakaiannya..
sy tunggu jawabannya mohon dikirim ke email saya belle_salim02@yahoo.com
trimakasih atas infonya..
Maret 4, 2013 at 4:16 am
Sy Mo tanya, kalo pengawetan air tebu kemasan apa yg bagus ya?
Maret 27, 2013 at 10:47 am
mau tanya nama lain garam Alkali itu Apa
April 8, 2013 at 10:37 am
terimaksih ,kolom ini bisa membantu saya dalam pengrjaan tugas
April 10, 2013 at 9:00 am
mau tanya mas bahan untuk pengembang kulit pangsit apa ya makasih
April 12, 2013 at 12:46 am
maaf, kalo cara mengawetkan susu nabati itu dari apa ya? mohon bantuanya. dan berapa volumenya misalkan kalo untuk 10 liter.
Mei 2, 2013 at 5:02 am
tentunya yang bahan pengawet alam yang paling baik (meskipun skala industri itu kurang efisien n efektif.)
Ciri-ciri Susu yang Baik :
Warna putih susu dan kental
Cairannya konstan dan tidak menggumpal.
Aroma khas susu, tidak bau asam, tengik atau bau amis.
Berat jenis lebih tinggi dari air ( diatas 1,0 ).
Kalau dituang dari gelas masih menempel di dinding gelas.
Kalau dimasak akan terbentuk lapisan busa lemak ( foam ).
Bebas dari kotoran fisik seperti darah, debu, bulu serangga dan lain-lain.
Note : Jika susu dalam kemasan, produk susu dengan proses UHT (apalagi berlabel halal, food safety/ ISO 22000, sangat direkomendasikan)
Mei 2, 2013 at 8:38 pm
assalamualaikum
mohon pengarahan n sarannya
saya mencoba usaha dendeng ikan
saya mau nannya ,bahan pengawet apa untuk produk olahan dendeng ikan tp aman di dkonsumsi konsumen
Mei 3, 2013 at 1:13 am
Waalaikum salam wr.wb..
Bahan-bahan yang umum digunakan untuk pengawetan produk olahan daging antara lain adalah 1) garam (sodium chloride), 2) alkaline phosphates (sodium tripolyphosphate), 3) sweetener seperti dextrose, sukrosa dan sorbitol, 4) sodium atau potassium nitrite digabungkan dengan sodium atau potassium erythorbate atau ascorbate, 5) sodium laktat atau potassium lactate, 6) sodium acetate dan diacetate, 7) liquid smoke, 8) antioxidan seperti butylated hydroxy anisole (BHA), butylated hydroxy toluene (BHT) propyl gallate (PG), alpha tocopherols. Terdapat pula beberapa asam yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme seperti asam laktat atau asam sitrat.
Silahkan cek di :
http://www.foodreview.biz/login/preview.php?view&id=55632
Mei 3, 2013 at 11:33 am
terimakasih atas saran & pengarahanya pak.kini saya mulai mengerti,namun saya ingin belajar lebih dalam ,tentang takaran yang harus kami pakai agar aman di konsumsi konsumen & bahan pengawetnya apa saja agar dalam membuat usaha dendeng (ibu ibu PKK) nantinya produk kami membahayakan saat di konsumsi konsumen trimakasih
Mei 3, 2013 at 11:34 am
RALAT ….terimakasih atas saran & pengarahanya pak.kini saya mulai mengerti,namun saya ingin belajar lebih dalam ,tentang takaran yang harus kami pakai agar aman di konsumsi konsumen & bahan pengawetnya apa saja agar dalam membuat usaha dendeng (ibu ibu PKK) nantinya produk kami tidak membahayakan saat di konsumsi konsumen trimakasih