Arsip

Arsip untuk September, 2008

Belajar Manjamen Perusahaan : Chapter. 2 : ANALISIS COST-BENEFIT

September 25, 2008 admin Tinggalkan komentar

PENDAHULUAN

Suatu masalah hampir selalu mempunyai lebih dari satu pemecahan yang mungkin dilaksanakan. Kebanyakan orang berkeinginan untuk memilih salah satu yang paling ekonomis. Mereka menginginkan salah satu yang paling menguntungkan dengan biaya yang paling rendah. Analisis Cost-Benefit adalah suatu metode dimana setiap hasil yang diusulkan dapat dievaluasi dengan menggunakan cara yang serupa. Analisis Cost-Benefit berhubungan dengan aspek-aspek moneter dari sebuah pemecahan yang potensial. Faktor-faktor non-moneter mungkin juga mempengaruhi sebuah keputusan; sekalipun demikian, secara normal hal tersebut berhubungan dengan hal yang biasa disebut sebagai force field analysis.

Banyak dari Analisis Cost-Benefit yang hanya menguji biaya yang ada. Selain mungkin memberikan banyak informasi berharga, terkadang tidak lengkap tanpa pengaruh tambahan dari keuntungan-keuntungan yang mungkin mendatangkan keuntungan. Sebaliknya dapat juga benar. Sebuah analisis akan menjadi perjalanan yang pendek dari proses evaluasi untuk melihat hanya pada keuntungan tanpa pengujian yang sebanding dari biaya-biaya yang ada. Keseimbangan dari dua (biaya dan keuntungan) memungkinkan terjadinya perbandingan yang berarti.

Costs-Only Analiysis

Walaupun sebab-sebab tersebut diatas, beberapa analisis Cost-Benefit sesungguhnya lebih merupakan perbandingan dari biaya-biaya daripada hal-hal lain. Seperti sebuah perbandingan yang biasa terjadi ketika tidak ada keuntungan yang pasti yang dapat diidentifikasi. Sebagai contoh, mari kita umpamakan dimana pemerintah telah memutuskan bahwa semua mobil otomatis harus mempunyai peralatan penyelamat penumpang. Pilihannya yaitu antara sabuk pengaman dan kantong udara. Analisis yang terjadi mungkin lebih ditekankan kepada faktor biaya. Karena itu, sabuk pengaman mungkin akan dipilih sebab memberikan pertimbangan biaya yang lebih sedikit dari pada kantong udara pada saat ini. Keuntungan apa yang akan diperoleh? Kemungkinan akan dipertimbangkan suatu contoh dalam hal yang tidak penting untuk mencoba memperkirakan keuntungan dalam dolar. Bahkan para ahli pun sulit untuk menyetujui bahwa kantong udara adalah mutlak cara terbaik untuk penyelamatan. Dan bagaimana kita bisa tahu bahwa keuntungan mungkin mendatangkan keuntungan ketika sebuah masalah keselamatan seperti ini dijadikan suatu pertanyaan ? Bahkan jika mereka dapat, Bagaimana kita tahu berapa banyak uang yang diperlukan ? Dalam hal ini, seseorang harus mempunyai kejadian agar memiliki akses untuk menghitung sejumlah dolar yang diperlukan dari segi gambaran keuntungan. Itulah mengapa beberapa analisis cost-benefit cenderung lebih berhubungan dengan biaya (cost) dari pada keuntungan (benefit).

Menghindari”Double Stating”

Sangat mudah untuk menggembar-gemborkan biaya dan keuntungan. Sebagai contoh, mari kita lihat sebuah toko percetakan yang sedang mengadakan analisis cost-benefit untuk pembelian mesin penjilid buku yang baru.

Mesin baru tersebut bekerja dengan satu operator, dimana hasil kerja mesin tersebut memiliki kuantitas yang sama dengan mesin sebelumnya yang dikerjakan oleh dua operator. Dengan mengunakan contoh ini, sekarang kita akan mengilustrasikan cara yang salah dan cara yang benar untuk membuat kaukulasi dari contoh diatas:

Cara yang salah (Wrong way) : Analisis dari sisi biaya (cost), hal diatas menunjukkan bahwa mereka kehilangan $35,000 (kelebihan satu operator) dalam satu tahun sebab mereka tidak mempunyai mesin yang baru. Kemudian mereka mencoba untuk menyesuaikan masukan ini dengan membuat daftar dari sisi keuntungan seperti item berikut: Biaya operator per tahun menurun dengan menggunakan mesin yang baru yaitu $35,000.

Cara yang benar (Correct way): Membuat daftar yang tidak berkaitan dengan sisi biaya dari grafik yang berhubungan dengan upah operator kedua (yang tidak diperlukan jika membeli mesin baru). Pada daftar sisi keuntungan: “Biaya operator per-tahun menurun dengan menggunakan mesin baru yaitu $35,000.”

Contoh selanjutnya menggambarkan kesalahan yang sangat umum dilakukan ketika melakukan analisa cost-benefit (CBA). Penting untuk mengetahui bahwa permasalahan itu masih ada dan bagaimana cara menghindarinya.

Penggunaan weighted columns

Beberapa orang suka mengajukan konsep Weighted Numbers ketika melakukan analisa cost-benefit. Sebuah contoh dapat menjadi pertimbangan mereka yang meliputi tindakan legal yang mungkin. Karena kemungkinan bermasalah, mereka merasa dibenarkan dengan weighted number untuk meningkatkan dampaknya. Direkomendasikan bahwa weighting factor tidak digunakan ketika melakukan analisa cost – benefit.

Metode yang sering digunakan untuk menganalisa cost-benefit dijelaskan pada modul training ini , yaitu – unweighted monetary factors only. Bagian selanjutnya dari training module adalah “Force Field Analysis” mempertimbangkan faktor-faktor non keuangan (non Monetary). Pada point tersebut, kekhawatiran permasalahan dapat di fokuskan.

Evaluasi Labor Man-Hours

Beberapa tim menilai biaya tenaga kerja dengan gaji per jam mereka. Kita asumsikan $10 per jam. Mereka akan mengatakan 100 jam dikalikan $10 akan menghasilkan biaya $1,000. Tanpa pertanyaan, jumlah itu tidak cukup. Bagaimana dengan biaya kompensasi karyawan misalnya? Itu berarti 30% lainnya untuk waktu berlibur, hari libur, tunjangan kesehatan, dan lain-lain harus ditambahkan. Jadi biaya bukan $10 tetapi $13 ($10 untuk gaji dan $3 untuk kompensasi)
Bagaimanapun itu masih terlalu rendah. Ada beberapa biaya perusahaan lainnya. Termasuk pengeluaran untuk item-item yang tidak terkait langsung dengan kegiatan produksi barang dan jasa. Contohnya adalah gaji, upah dan kompensasi dari semua karyawan yang tidak bekerja langsung dengan produk, juga pengeluaran lain seperti beban pengangkutan (pengiriman), pajak, asuransi, penyusutan peralatan, pembelian gedung, pengeluaran untuk utility dan peralatan kantor. Biaya per orang per jam bisa menjadi $20 atau $30 bukan $10.

Tidak semua perusahaan mengevaluasi cost – benefit mereka dengan menggunakan perhitungan total (menyeluruh). Mereka -yang percaya bahwa tidak perlu untuk menggunakan jumlah total- akan menjelaskan dengan contoh berikut: “Jika hanya untuk mengurangi satu biaya orang per jam, tidak berarti biaya lain pun akan turun. Tidak ada sebagian dari bangunan yang akan dijual. Biaya asuransi bangunan tidak akan menurun. Tidak sesen pun”. Itu benar, jika hanya biaya satu orang yang dihitung, dapat dibantah bahwa tidak ada sedikitpun yang dapat dihemat. Jadi bagaimana memberhentikan man-hour?

Kita lihat sisi lainnya. Asumsikan bahwa setengah aktifitas produksi dipindah ke bagian pabrik lainnya sejauh 50 mil. Apakah semua biaya akan dikurangi dari 1 menjadi setengah? Contoh, biaya bangunan, peralatan? Tidak mungkin. Biaya asuransi ? mungkin, tapi jarang terjadi. Intinya adalah meskipun setiap usaha yang dilakukan untuk mengurangi biaya perusahaan (overhead cost) sebanding dengan pengurangan biaya tenaga kerja (labor cost), tapi itu tidak biasanya dapat terjadi. Yang jelas, semakin besar pemotongan biaya, lebih banyak pengurangan biaya-biaya perusahaan lainnya akan sesuai dengan penghematan biaya jam kerja.

Dapat dijelaskan bahwa hal itu merupakan penerapan yang sia-sia untuk mengkhawatirkan sejumlah uang termasuk biaya tenaga kerja atau biaya-biaya perusahaan. Menurut mereka, itu bukan masalah. Salah! Mari kita lihat contoh berikut:

Bayangkan situasi ini : rata-rata terjadi 50 jam kerja untuk rework setiap bulannya. Tim mempunyai proyek untuk mencoba mengurangi biaya itu. Manajemen menyetujui proposal ini. Beberapa perubahan proses dihilangkan, dan $800 digunakan untuk membeli alat-alat khusus. Rework turun menjadi rata-rata 10 jam kerja perbulan. Pertanyaan: Berapa banyak uang yang akan dihemat setelah 12 bulan ?

Cara yang salah : penghematan 40 jam kerja perbulan x 12 bulan dengan upah $10/jam (40 x 12 x 10 ) adalah $4,800 dikurangi biaya pembelian alat $800. Jadi keuntungan bersih adalah $4,000

Cara yang benar : penghematan 40 jam kerja x 12 bulan dengan upah $30 per jam, termasuk kompensasi pada karyawan dan biaya-biaya perusahan lainnya (40 x 12 x 30 ) adalah $14,400 dikurangi pembelian alat $800. Keuntungan bersih $13,600.

Perhitungan penghematan adalah satu cara dari tim untuk menunjukkan nilai mereka kepada yang lainnya dan juga untuk mereka sendiri. Cara itu bisa saja salah dan sayangnya, kesalahan itu terlalu sering terjadi. Tim harus menunjukkan kemampuan terbaiknya. Tehnik-teknik pengukuran yang benar, dengan bantuan orang-orang yang tepat dalam perusahaan, akan menjamin bahwa hal itu akan terjadi.

LEMBAR LATIHAN KERJA

Situasi

Ulang tahun Joe yang ke-64 membuatnya terpukul. Setelah menimbang-nimbang, ia mengutarakannya pada istrinya: “Sayang, sebagaimana yang kamu tahu sepanjang hidupku saya ingin menjadi cartoonist. Jika saya ingin mewujudkan keinginanku, saya harus berbuat sesuatu sekarang.”

Istrinya menggangguk tanda setuju. “Segera kerjakan sekarang, tetapi jangan lupa janji kita untuk pensiun dan melakukan perjalanan saat kamu berumur 65.”

Joe tersenyum pada istrinya, meletakkan tangannya pada bahu istrinya, dengan meringis dia keluar dan berkata, “Terima kasih! Saya akan mengerjakannya! Saya tahu bahwa hal ini mungkin terlambat bagi kebanyakan orang, tetapi sesuatu yang lain sangat penting untukku untuk dapat mengatakan: Saya dapat membuat mimpi saya menjadi kenyataan.”

Joe menemukan dua sekolah cartoon. Hart’s Cartoon School membuka kursus tentang kartun selama 6 bulan. Kelas kursus dibuka pada malam hari dan hari minggu, dan waktu kursus ini tidak mengganggu pekerjaannya sekarang ini. Biaya kursus sebesar $2,000. Lulusan Hart’s, biasanya ditempatkan untuk bekerja pada awal bulan kedua setelah lulus dan mendapat upah rata-rata $24.000 per-tahun, termasuk keuntungan tambahan.

Steven’s Art Academy juga menawarkan kursus tentang kartun selama 6 bulam. Biaya kursus sebesar $4.000. Walaupun demikian, sulit untuk masuk menjadi murid di Steven’s. Lulusan akademi ini akan segera diminta untuk bekerja dan upah rata-rata pertahun 50 persen lebih banyak dari lulusan Hart’s. Joe sesungguhnya lebih memilih kursus di Steven’s karena faktor gengsi, tetapi Joe mempertimbangkan kembali keinginannya karena dia mendengar bahwa waktu belajar yang ditawarkan dilakukan pada jam kerja. Untuk mengikuti kursus ini, dia harus mengorbankan pekerjannya dan bekerja pada malam hari dengan upah berkurang $300 dari upah yang sekarang, ditambah dia harus membayar biaya kesehatannnya sebesar $200 per-bulan selama dia sekolah. Joe memperoleh $1500 perbulan termasuk biaya lain-lain, pada pekerjaannya yang sekarang.

Informasi tambahan:
1. Pekerjaan joe yang sekarang tidak memiliki rencana pensium, sehingga tidak perlu dipertimbangkan.
2. Diasumsikan bahwa Si pemilik perusahaan dikemudian hari akan membayar asuransi kesehatan untuk Joe.
Diasumsikan pula bahwa Si pemilik perushaan dikemudian hari akan memperkerjakan karyawan kontrak.

Tugas (dapat dikerjakan secara individu maupun kelompok)

Buatlah analisis Cost – Benefit, dengan membandingkan dua pilihan : Hart’s Cartoon School dan Steven’s Art Academy. Dalam hal waktu, disarankan untuk menggunakan data yang tercantum di atas.
Hitunglah rasio benefit to cost dan periode pembayaran kembali untuk masing-masing pilihan. Lakukan perbandingan cost-benefit termasuk peringkat prioritas.
Penting : Lengkapi masing-masing analisa keuntungan biaya dengan masing-masing solusinya secara terpisah , bandingkan keduanya terhadap status quo, dan jangan membandingkan satu sama lain.

LEMBAR LATIHAN KERJA

Solusi yang utama : Mendaftar di Hart’s Cartoon School
BIAYA (COST) KEUNTUNGAN (BENEFIT)
Item Tahun pertama Item Tahun pertama
Upah Pendapatan tambahan

Keuntungan = =
Biaya

Periode Pembayaran = =
Kembali

Solusi yang utama : Mendaftar Steven’s Art Academy
BIAYA KEUNTUNGAN
Item Tahun pertama Item Tahun pertama
Upah
Medical Plan
Total Pendapatan tambahan

Keuntungan = =
Biaya

Periode Pembayaran = =
Kembali

Perbandingan Cost – Benefit
Potensi Pemecahan Total Biaya Total keuntungan Rasio Periode pemba-yaran kembali Rangking prioritas
Hart’s School
Steven’s Academy

REVIEW QUESTIONS

1. Kontrak perawatan mesin secara tepat digambarkan sebagai ;
a. Biaya yang jelas (an obvious cost )
b. Biaya yang tidak jelas ( a hidden cost)

2. Jika anda mencoba memilih antara dua atau lebih solusi utama, yang terbaik adalah mengidentifikasi biaya dan keuntungan yang terbaik dari semuanya pada waktu yang bersamaan daripada mencoba terhadap masing-masing solusi utama pada waktu yang berlainan.
Benar Salah l

3. Periode yang disyaratkan untuk mengerjakan analisa keuntungan biaya adalah 12 bulan
Benar Salah l

4. Perbandingan keuntungan biaya dari solusi utama yang telah ditentukan adalah dihitung dengan membagi jumlah keuntungan dengan total biaya
Benar Salah l

5. Yang paling baik untuk menghitung pembayaran kembali untuk masing-masing solusi adalah dengan menggunakan periode waktu yang identik (sama).
Benar Salah l

6. Jika angka biaya dan keuntungan tidak tersedia, angka-angka ini ini biasanya ……………………. oleh tim atau organisasi yang lain.

7. Ada beberapa departemen dimana seseorang dapat memperoleh bantuan untuk mendapatkan data dan informasi lainnya yang berkaitan dengan analisis biaya-keuntungan. Sebutkan tiga atau lebih departemen / orang-orang demikian yang ada di organisasi anda.

8. Pelatihan selalu mempertimbangkan :
a. Biaya sekali waktu (one time cost)
b. Biaya terus menerus (an on-going cost
c. Kedua-duanya (a atau b)

9. Manajer lebih sering tertarik dengan pengembalian jangka panjang karena hal itu akan menjaga saving pendapatan pada beberapa tahun.
Benar___________________ Salah___________________

10. Berdasarkan hasil analisa cost – benefit saja, rasio tertinggi potensi solusi akan terpilih karena itu memberi citra keuangan yang terbaik.
Benar_______________ Salah________________

11. Seringkali yang terbaik adalah menggunakan teknik analisis __________________________________ sebelum memilih solusi yang berdasarkan peringkat rasio.

12. Dampak visual dari hasil analisa cost-benefit yang terbaik disampaikan melalui:
a. Cause-and-effect diagram
b. Pareto diagram
c. Scatter diagram
d. Check sheet

Adopted by : @_pararaja

Categories: wawasan

KEBERKAHAN ILMU

September 25, 2008 admin Tinggalkan komentar

Oleh : Izzudin Karimi
Berkat ilmu orang yang rendah menjadi tinggi, orang yang hina menjadi mulia, orang yang lemah menjadi kuat, orang papa menjadi kaya. Berkat ilmu kerendahan berganti ketinggian, kehinaan berganti kemuliaan, kelemahan berganti kekuatan dan kepapaan berganti kekayaan.
Imam Muslim dan Ahmad meriwayatkan dari Abu ath-Thufail Amir bin Watsilah bahwa Nafi’ bin Abdul Harits berjumpa dengan Umar bin al-Khattab di Usfan dan pada saat itu Umar menugaskannya sebagai gubernur Makkah, maka Umar berkata, “Siapa yang mewakili tugasmu?” Dia berkata, “Saya mewakilkannya kepada Ibnu Abza, seorang laki-laki dari kalangan mantan hamba sahaya kami.” Umar berkata, “Apa kamu melimpahkan tugasmu kepada seorang mantan hamba?” Dia berkata, “Wahai Amirul Mukminin, dia itu seorang qari` Kitabullah, pakar faraidh dan seorang hakim.” Umar pun berkata; “Ketahuilah bahwa Nabi kalian telah bersabda, “Sesungguhnya Allah akan mengangkat kaum dan merendahkan yang lainnya dengan Kitab Suci ini.”

العِلْمُ يَرْفَعُ بَيْتًا لاَ عِمَادَ لَهُ وَالجَهْلُ يَهْدِمُ بَيْتَ العِزِّ وَالشَّرَفِ

Ilmu mengangkat rumah yang tidak bertiang. Dan kebodohan menghancurkan rumah kemuliaan dan kehormatan
Fakta kehidupan adalah saksi terbaik dan terjujur, tidak terhitung berapa banyak orang yang berubah nasibnya dan berganti kehidupannya, dari yang melarat menjadi nikmat, dari yang sengsara menjadi bahagia, dari yang tidak dipandang walaupun hanya dengan sebelah mata menjadi yang dihargai dan dihormati.
Ini adalah salah satu bukti sejarah yang berbicara tentang seorang ulama besar yang berubah kehidupannya sehingga dia berhasil meraih kedudukan mulia dan tinggi, dan itu berkat ilmu.
Al-Khathib al-Baghdadi bercerita di dalam Tarikh Baghdad 14/244 tentang biografi Qadhi Abu Yusuf murid Abu Hanifah, wafat tahun 182, Abu Yusuf berkata, “Aku belajar fikih dan hadits ketika keadaanku miskin dan sengsara, suatu hari bapakku datang pada saat aku sedang berada di sisi Abu Hanifah, maka aku beranjak bersama bapakku, bapakku berkata kepadaku, ‘Wahai anakku, janganlah kamu menjulurkan kakimu kepada Abu Hanifah, karena roti Abu Hanifah telah terpanggang, sedangkan kamu memerlukan hidup.’ Maka aku sering meninggalkan belajar dan aku memilih menaati bapakku.”

Abu Hanifah kehilanganku, dia bertanya tentangku, maka aku mulai hadir secara rutin di majlisnya, di hari pertama kehadiranku setelah aku tidak hadir beberapa waktu sebelumnya, dia bertanya, “Apa yang menyibukkanmu dari kami?” Aku menjawab, “Kesibukan mencari hidup dan menaati bapakku.” Maka aku duduk, ketika hadirin telah beranjak, dia menyerahkan sebuah kantong, dia berkata kepadaku, “Gunakan ini untukmu.” Aku memandangnya, ternyata isinya seratus dirham, dia berkata kepadaku, “Jangan membolos dari halaqah, jika ia habis maka beritahu aku.” Maka aku terus hadir di halaqahnya, tidak lama berselang setelah itu dia kembali menyerahkan uang dalam jumlah yang sama, kemudian dia selalu memperhatikanku, padahal aku tidak pernah mengatakan kebutuhanku kepadanya dan tidak pula mengabarkan habisnya sesuatu tertentu, seolah-olah ada yang memberitahunya tentang habisnya sesuatu padaku, sampai aku mampu dan berharta.
Ada riwayat kedua tentang pertumbuhan Abu Yusuf, Ali bin al-Jaad berkata, Abu Yusuf bercerita kepadaku, dia berkata, bapakku Ibrahim bin Habib wafat, beliau meninggalkanku yang masih kecil dalam perawatan ibuku, ibuku menyerahkanku kepada tukang celup kain untuk membantunya, aku meninggalkan tukang celup dan menghadiri halaqah Abu Hanifah, aku duduk dan mendengar, maka ibuku menyusulku ke halaqah, dia memegang tanganku dan membawaku ke tukang celup, Abu Hanifah sendiri memperhatikanku karena dia mengetahui kehadiranku dan kesungguhanku dalam belajar.
Karena hal itu sering terjadi pada ibuku dan aku sering kabur darinya ke Abu Hanifah, ibuku berkata kepada Abu Hanifah, “Tidak ada perusak bagi anak ini selainmu. Anak ini anak yatim, tidak mempunyai apa-apa, aku memberinya makan hanya dari hasil tenunanku, aku berharap dia mendapatkan satu daniq untuk dirinya sendiri.” Abu Hanifah berkata kepada ibuku, “Biarkan saja dia, wahai ibu yang kurang waras, dia sedang belajar makan faludaj dengan lemak fustuq.” –Makanan khusus para raja- Ibuku berlalu sambil bergumam, “Engkau adalah syaikh yang telah pikun dan hilang akal.”
Abu Yusuf berkata, kemudian aku terus menyertai Abu Hanifah, dia memperhatikanku dengan hartanya, dia tidak membiarkan kemiskinanku, maka Allah memberiku manfaat dengan ilmu dan Dia mengangkatku sampai aku menjabat sebagai hakim, aku bergaul dengan Harun al-Rasyid dan makan bersama di meja makannya, suatu kali faludaj di hidangkan kepada Harun al-Rasyid, maka Harun berkata kepadaku, “Wahai Ya’qub, makanlah ia, karena ia tidak dibuat setiap hari.” Aku bertanya, “Ini apa ya Amirul Mukminin?” Dia menjawab, “Faludaj dengan lemak fustuq.” Maka aku tersenyum. Dia bertanya kepadaku, “Mengapa kamu tersenyum?” Aku menjawab, “Baik, semoga Allah memberi umur panjang kepada Amirul Mukminin.” Dia berkata, “Kamu harus mengatakannya.” Dia mendesakku, maka aku menceritakan kisah dari awal sampai akhir, maka dia takjub, dia berkata, “Demi Allah, sesungguhnya ilmu mengangkat dan bermanfaat bagi agama dan dunia.” Dia mendoakan Abu Hanifah dengan rahmat, dia berkata, “Dia melihat dengan mata akalnya apa yang tidak dia lihat dengan mata kepalanya.”
Maha benar Allah, “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang berilmu di antaramu.” (Al-Mujadilah: 11).
Adopted by :@_pararaja

Categories: rohani

Puasa : Syari’at dan Sains

September 25, 2008 admin Tinggalkan komentar

PUASA adalah menahan diri dari makan dan minum dari terbit fajar ke maghrib. Dari aspek fisiologi dan kesihatan, puasa bermula sekitar 12 hingga 24 jam dari ketika kita tidak makan dan minum.

Puasa belum bermula dari segi kimianya, sehinggalah karbohidrat dalam badan kita digunakan sebagai sumber tenaga. Puasa boleh berterusan sehingga semua karbohidrat dan lemak dalam badan kita dapat digunakan sebagai sumber tenaga.

Apabila badan kehabisan karbohidrat dan lemak, protein pula akan digunakan sebagai sumber tenaga. Pada ketika ini, ia tidak disebut sebagai puasa tetapi kebuluran. Read more…

Categories: rohani Tag:

Puasa Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

September 25, 2008 admin Tinggalkan komentar

Beruntung bagi orang yang berpuasa. Karena, memiliki manfaat ganda bagi tubuh. Selain bisa meningkatkan daya tahan tubuh, juga diyakini mampu memurnikan kembali racun yang sudah sekian lama menetap di dalam tubuh.

Allah memang menciptakan manusia tidak sia-sia. Begitu juga ketika Sang Maha Kuasa memerintahkan berpuasa untuk hambanya selama satu bulan di bulan Ramadhan. Selain untuk meningkatkan aspek rohani, ternyata puasa sungguh bermanfaat bagi yang melakukannya. Namun, sayang banyak orang yang tidak mengetahuinya. Padahal, dengan berpuasa bisa jadi obat berbagai penyakit, termasuk penyakit berat seperti kencing manis, darah tinggi, jantung koroner dan stroke. Bahkan, bisa terhindar dari serangan radikal bebas. Read more…

Categories: rohani

Pengaruh Obat-Obat Kimia Terhadap Ibadah Puasa

September 25, 2008 admin Tinggalkan komentar
Adakah pendapat-pendapat alim ulama yang berkenaan dengan penggunaan obat-obatan yang diizinkan dan tidak mengganggu puasa, sebagai contoh:
(1) Kapsul dan sirup,

(2) Alat hirup untuk penderita asma dan sesak nafas,

(3) spiral,

(4) Injeksi (infus).

Mengenai penyakit sesak nafas sangat perlu dibicarakan, karena sekitar dua puluh persen anak-anak terserang penyakit tersebut. Kami mengharapkan Anda sudi menjelaskannya, bila perlu sertakan juga penjelasan beberapa perkara yang berkaitan dengan masalah ini. Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan. Read more…

Categories: rohani

MENGENAL SEKILAS TENTANG SISTEM KOLOID.

September 22, 2008 admin 2 komentar

Sistem koloid, yang terdiri dari koloid sol, emulsi, dan buih masing-masing mempunyai sifat-sifat tertentu. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak penjelasan berikut ini:

1.    Koloid Sol

A.      Pembagian Koloid Sol

        Seperti yang telah dijelaskan, sol merupakan jenis koloid dimana fase terdispersinya merupakan zat padat. Berdasarkan medium pendispersinya, sol dapat dibagi menjadi:

Sol Padat

           Sol padat merupakan sol di dalam medium pendispersi padat. Contohnya adalah paduan logam, gelas berwarna, dan intan hitam.

Sol Cair (Sol)

           Sol cair merupakan sol di dalam medium pendispersi cair. Contohnya adalah cat, tinta, tepung dalam air, tanah liat, dll. 

Sol Gas (Aerosol Padat)

          Sol gas merupakan sol di dalam medium pendispersi padat. Contohnya adalah debu di udara, asap pembakaran, dll.

B.        Sifat-Sifat Koloid Sol

1.         Efek Tyndall

Efek tyndall ini ditemukan oleh John Tyndall (1820-1893), seorang ahli fisika Inggris. Oleh karena itu sifat itu disebut efek tyndall.

        Efek tyndall adalah efek yang terjadi jika suatu larutan terkena sinar. Pada saat larutan sejati (gambar kiri) disinari dengan cahaya, maka larutan tersebut tidak akan menghamburkan cahaya, sedangkan pada sistem koloid (gambar kanan), cahaya akan dihamburkan. hal itu terjadi karena partikel-partikel koloid mempunyai partikel-partikel yang relatif besar untuk dapat menghamburkan sinar tersebut. Sebaliknya, pada larutan sejati, partikel-partikelnya relatif kecil sehingga hamburan yang terjadi hanya sedikit dan sangat sulit diamati.

2.         Gerak Brown

            Jika kita amati system koloid dibawah mikroskop ultra, maka kita akan melihat bahwa partikel-partikel tersebut akan bergerak membentuk zigzag. Pergerakan zigzag ini dinamakan gerak Brown. Pergerakan tersebut dijelaskan pada penjelasan berikut:

             Partikel-partikel suatu zat senantiasa bergerak. Gerakan tersebut dapat bersifat acak seperti pada zat cair dan gas, atau hanya bervibrasi di tempat seperti pada zat padat. Untuk system koloid dengan medium pendispersi zat cair atau gas, pergerakan partikel-partikel akan menghasilkan tumbukan dengan partikel-partikel koloid itu sendiri. Tumbukan tersebut berlangsung dari segala arah. Oleh karena ukuran partikel cukup kecil, maka tumbukan yang terjadi cenderung tidak seimbang. Sehingga terdapat suatu resultan tumbukan yang menyebabkan perubahan arah gerak partikel sehingga terjadi gerak zigzag atau gerak Brown.

          Semakin kecil ukuran partikel koloid, semakin cepat gerak Brown terjadi. Demikian pula, semakin besar ukuran partikel kolopid, semakin lambat gerak Brown yang terjadi. Hal ini menjelaskan mengapa gerak Brown sulit diamati dalam larutan dan tidak ditemukan dalam zat padat (suspensi).

          Gerak Brown juga dipengaruhi oleh suhu. Semakin tinggi suhu system koloid, maka semakin besar energi kinetic yang dimiliki partikel-partikel medium pendispersinya. Akibatnya, gerak Brown dari partikel-partikel fase terdispersinya semakin cepat. Demikian pula sebaliknya, semakin rendah suhu system koloid, maka gerak Brown semakin lambat.

3.         Adsorpsi koloid

            Apabila partikel-partikel sol padat ditempatkan dalam zat cair atau gas, maka pertikel-partikel zat cair atau gas tersebut akan terakumulasi pada permukaan zat padat tersebut. Fenomena ini disebut adsorpsi. Beda halnya dengan absorpsi. Absorpsi adalah fenomena menyerap semua partikel ke dalam sol padat bukan di atas permukaannya, melainkan di dalam sol padat tersebut.

           Partikel koloid sol memiliki kemampuan untuk mengadsorpsi partikel-partikel pada permukaannya, baik partikel netral atau bermuatan (kation atau anion) karena mempunyai permukaan yang sangat luas.

4.         Muatan Koloid Sol

            Sifat koloid terpenting adalah muatan partikel koloid. Semua partikel koloid pasti mempunyai muatan sejenis (positif atau negatif). Oleh karena muatannya sejenis, maka terdapat gaya tolak menolak antar partikel koloid. Hal ini mengakibatkan partikel-partikel tersebut tidak mau bergabung sehingga memberikan kestabilan pada sistem koloid. Namun demikian, system koloid secara keseluruhan bersifat netral karena partikel-partikel koloid yang bermuatan ini akan menarik ion-ion dengan muatan berlawanan dalam medium pendispersinya. Berikut ini adalah penjelasannya:

a.         Sumber Muatan Koloid Sol

            Partikel-partikel koloid mendapat muatan listrik melalui dua cara, yaitu dengan proses adsorpsi dan proses ionisasi gugus permukaan partikel.

I.          Proses Adsorpsi

  Proses adsorpsi ini merupakan peristiwa dimana partikel koloid menyerap partikel bermuatan dari fase pendispersinya. Sehingga partikel koloid menjadi bermuatan. Jenis muatannya tergantung pada jenis partikel bermuatan yang diserap apakah anion atau kation.

  Sebagai contoh: partikel sol Fe(OH)3 (bermuatan positif) mempunyai kemampuan untuk mengadsorpsi kation dari medium pendispersinya sehingga sol Fe(OH) 3 bermuatan positif, sedangkan partikel sol As2S3 (bermuatan negatif) mengadsorpsi anion dari medium pendispersinya sehingga bermuatan negatif.

Partikel koloid sol tersebut tidak selalu mengadsorpsi ion yang sama. Hal itu tergantung pada muatan yang berlebih dari medium pendispersinya. Misalnya, jika sol AgCl terdapat pada medium pendispersi dengan kation Ag+ berlebih, maka AgCl akan bermuatan positif. Sedangkan jika AgCl terdapat pada medium pendispersi dengan anion Cl- berlebih, maka sol AgCl akan bermuatan negatif.  

II.          Proses Ionisasi Gugus Permukaan Partikel

           Beberapa partikel koloid memperoleh muatan dari proses ionisasi gugus yang ada pada permukaan partikel koloid. Contohnya adalah koloid protein dan koloid sabun/ deterjen.

a.     Pada koloid protein:

  Koloid ini adalah jenis sol yang mempunyai gugus yang bersifat asam (-COOH) dan basa (-NH2). Kedua gugus ini dapat terionisasi dan memberikan muatan pada molekul-molekul protein.

Pada pH rendah (konsentrasi H+ tinggi), gugus basa –NH2 akan menerima proton (H+) dan membentuk gugus –NH3+

NH2    +     H+       à   -NH3+

Pada pH tinggi, -COOH akan mendonorkan proton H+ dan membentuk gugus      –COO-

COOH  +       H+       à   –COO-

Maka, partikel sol protein bermuatan positif pada pH rendah dan bermuatan negatif pada pH tingi. Pada titik pH isoelektrik, partikel-partikel protein bermuatan netral karena muatan   -NH3–COO- saling meniadakan menjadi netral.

b.     Pada koloid sabun / deterjen

 Molekul sabun dan deterjen lebih kecil daripada molekul koloid. Pada konsentrasi relatif pekat, kedua molekul ini dapat bergabung dan membentuk partikel-partikel berukuran koloid yang disebut misel. Lalu zat-zat yang tergabung dalam suatu fase pendispersi dan membentuk partikel-partikel berukuran koloid disebut koloid terasosiasi.

Sabun adalah garam karboksilat dengan partikel R-COO-Na+. Di dalam air partikel ini akan terionisasi.

R-COO-Na+ à  R-COO-  +  Na+

                                        Anion

Anion-anion R-COO-  akan bergabung membentuk misel. Gugus R- tidak larut dalam air sehingga akan terorientasi ke pusat, sedangkan COO-  larut dalam air sehingga berada di permukaan yang bersentuhan dengan air.                  

c.      Kestabilan Koloid

          Partikel-partikel koloid ialah bermuatan sejenis. Maka terjadi gaya tolak-menolak yang mencegah partikel-partikel koloid bergabung dan mengendap akibat gaya gravitasi. Oleh karena itu, selain gerak Brown, muatan koloid juga berperan besar dalam menjaga kestabilan koloid.

                d.  Lapisan Bermuatan Ganda

          Pada awalnya, partikel-partikel koloid mempunyai muatan yang sejenis yang didapatkannya dari ion yang diadsorpsi dari medium pendispersinya. Apabila dalam larutan ditambahkan larutan yang berbeda muatan dengan system koloid, maka sistem koloid itu akan menarik muatan yang berbeda tersebut sehingga membentuk lapisan ganda. Lapisan pertama ialah lapisan padat di mana muatan partikel koloid menarik ion-ion dengan muatan berlawanan dari medium pendispersi. Sedangkan lapisan kedua berupa lapisan difusi dimana muatan dari medium pendispersi terdifusi ke partikel koloid. Model lapisan berganda tersebut tijelaskan pada lapisan ganda Stern. Adanya lapisan ini menyebabkan secara keseluruhan bersifat netral.

d.        Elektroforesis

           Oleh karena partikel sol bermuatan listrik, maka partikel ini akan bergerak dalam medan listrik. Pergerakan ini disebut elektroforesis. Untuk lebih jelas, mari kita lihat tabung berikut di samping.

           Pada gambar, terlihat bahwa partikel-partikel koloid bermuatan positif tersebut bergerak menuju elektrode dengan muatan berlawanan, yaitu elektrode negatif. Jika sistem koloid bermuatan negatif, maka partikel itu akan menuju elektrode positif. 

e.         Koagulasi

        Jika partikel-partikel koloid tersebut bersifat netral, maka akan terjadi penggumpalan dan pengendapan karena pengaruh gravitasi. Proses penggumpalan dan pengendapan ini disebut koagulasi.

            Penetralan partikel koloid dapat dilakukan dengan 4 cara, yaitu

1.         Menggunakan prinsip elektroforesis

            Proses elektroforesis adalah pergerakan partikel-partikel koloid yang bermuatan ke elektrode dengan muatan berlawanan. Ketika partikel ini mencapai elektrode, maka system koloid akan kehilangan muatannya dan bersifat netral.

2.         Penambahan koloid lain dengan muatan berlawanan

            Ketika koloid bermuatan positif dicampur dengan koloid bermuatan negatif, maka muatan tersebut akan saling menghilang dan bersifat netral.

3.         Penambahan elektrolit

            Jika suatu elektrolit ditambahkan pada system koloid, maka partikel koloid yang bermuatan negatif akan mengasorpsi ion positif (kation) dari elektrolit. Begitu juga sebaliknya, partikel positif akan mengasorpsi ion negative (anion) dari elektrolit. Dari adsorpsi diatas, maka terjadi proses koagulasi.

4.         Pendidihan

            Kenaikan suhu sistem koloid menyebabkan jumlah tumbukan antara partikel-partikel sol dengan molekul-molekul air bertambah banyak. Hal ini melepaskan elektrolit yang teradsorpsi pada permukaan koloid. Akibatnya partikel tidak bermuatan.

f.          Koloid pelindung

            Sistem koloid di mana partikel terdispersinya mempunyai daya adsorpsi relatif besar disebut koloid liofil yang bersifat lebih stabil. Sedangkan jika partikel terdispersinya mempunyai gaya absorpsi yang cukup kecil, maka disebut koloid liofob yang bersifat kurang stabil. Yang berfungsi sebagai koloid pelindung ialah koloid liofil.

            Sol liofob/ hidrofob mudah terkoagulasi dengan sedikit penambahan elektrolit, tetapi menjadi lebih stabil jika ditambahkan koloid pelindung yaiut koloid liofil. Berikut ini penjelasan yang lebih lengkap mengenai koloid liofil dan liofob:

-          Koloid liofil (suka cairan) adalah koloid di mana terdapat gaya tarik-menarik yang cukup besar antara fase terdispersi dan medium pendispersi. Contoh, disperse kanji, sabun, deterjen.

-          Koloid liofob (tidak suka cairan) adalah koloid di mana terdapat gaya tarik-menarik yang lemah atau bahkan tidak ada sama sekali antar fase terdispersi dan medium pendispersinya. Contoh, disperse emas, belerang dalam air.

Sifat-Sifat

Sol Liofil

Sol Liofob

Pembuatan

Dapat dibuat langsung dengan mencampurkan fase terdispersi dengan medium terdispersinya

Tidak dapat dibuat hanya dengan mencampur fase terdispersi dan medium pendisperinya

Muatan partikel

Mempunyai muatan yang kecil atau tidak bermuatan

Memiliki muatan positif atau negative

Adsorpsi medium pendispersi

Partikel-partikel sol liofil mengadsorpsi medium pendispersinya. Terdapat proses solvasi/ hidrasi, yaitu terbentuknya lapisan medium pendispersi yang teradsorpsi di sekeliling partikel sehingga menyebabkan partikel sol liofil tidak saling bergabung

Partikel-partikel sol liofob tidak mengadsorpsi medium pendispersinya. Muatan partikel diperoleh dari adsorpsi partikel-partikel ion yang bermuatan listrik

Viskositas (kekentalan)

Viskositas sol liofil > viskositas medium pendispersi

Viskositas sol hidrofob hampir sama dengan viskositas medium pendispersi

Penggumpalan

Tidak mudah menggumpal dengan penambahan elektrolit

Mudah menggumpal dengan penambahan elektrolit karena mempunyai muatan.

Sifat reversibel

Reversibel, artinya fase terdispersi sol liofil dapat dipisahkan dengan koagulasi, kemudian dapat diubah kembali menjadi sol dengan penambahan medium pendispersinya.

Irreversibel artinya sol liofob yang telah menggumpal tidak dapat diubah menjadi sol

Efek Tyndall

Memberikan efek Tyndall yang lemah

Memberikan efek Tyndall yang jelas

Migrasi dalam medan listrik

Dapat bermigrasi ke anode, katode, atau tidak bermigrasi sama sekali

Akan bergerak ke anode atau katode, tergantung jenis muatan partikel

C.       Pembuatan Koloid Sol

            Ada dua dasar metode pembuatan koloid sol, yaitu metode kondensasi dan metode dispersi.

1.     Metode Kondensasi

         Metode di mana partikel-partikel kecil larutan sejati bergabung membentuk partikel-partikel berukuran koloid. Proses ini melibatkan penggabungan partikel-partikel larutan (atom, ion). Hal ini dilakukan melalui beberapa reaksi kimia, yaitu dekomposisi rangkap, hidrolisis, redoks, dan penggantian pelarut.

Reaksi dekomposisi rangkap

Sol As2S3 dibuat dengan mengalirkan gas H2S perlahan melalui larutan As2O3 dingin sampai terbentuk sol As2S3 yang berwarna kuning terang

 As2O3     +         3 H2S                 As2S3 (koloid) + 3H2O

Sol AgCl dibuat dengan mencampurkan larutan AgNO3 dan larutan HCl encer.

 AgNO3    +       HCl      à       AgCl (koloid)   + HNO3  

Reaksi Hidrolisis

Sol Al(OH)3 dapat diperoleh dari reaksi hidrolisis garam Al dalam air mendidih

AlCl3        +     3H2O      à        Al(OH)3 (koloid)   +   3HCl

Sol Fe(OH)3 dapat diperoleh dari rekasi hidrolisis garam Fe dalam air mendidih

 FeCl3         +     3H2O      à       Fe(OH)3 (koloid)  +   3HCl

Reaksi redoks

-          Sol Au daoat dibuat dengan mereduksi larutan garamnya menggunakan pereduksi organik formaldehida HCHO

 2AuCl3   +  3HCHO    +   3H2à   2Au (koloid) +  6HCl   +  3HCOOH

Penggantian pelarut

               Belerang sukar larut dalam air, tetapi mudah larut dalam alcohol seperti etanol. Jadi, untuk membuat sol belerang dengan medium pendispersi air, belerang dilarutkan terlebih dahulu dalam etanol sampai jenuh. Stelah iut, larutan belerang dalam etanol ini ditambahkan sedikit demi sedikit ke dalam air sambil diaduk. Belerang akan menggumpal menjadi partikel koloid akibat penurunan kelarutan belerang dalam air.

2.     Metode Dispersi

           Metode di mana partikel-partikel besar dipecah menjadi partikel-partikel berukuran koloid yang kemudian didispersikan dalam medium pendispersinya. Caranya dapat berupa cara mekanik maupun peptisasi 

a.     Mekanik

         Pengertian dengan cara mekanik adalah penghalusan partikel-partikel kasar zat padat dengan penggilingan untuk membentuk partikel-partikel berukuran koloid. Alat yang digunakan disebut penggilingan koloid.

         Alat penggilingan koloid terdiri dari 2 pelat baja dengan arah rotasi berlawanan. Partikel kasar akan dimasukkan ke ruang antara kedua pelat tersebut dan selanjutnya digiling. Partikel berukuran koloid yang terbuntuk kemudian didispersikan dalam medium pendispersinya untuk membuat system koloid. Contoh koloid yang dibuat dalam proses ini ialah koloid grafit untuk pelumas, tinta cetak, cat, dan sol belerang.

b.     Cara peptisasi

       Cara peptisasi adalah proses dispersinya endapan menjadi system koloid dengan penambahan zat pemecah. Zat pemecah yang dimaksud adalah elektrolit, terutama yang mengandung ion sejenis, atau pelarut tertentu. Sebagai contoh: Jika pada endapan Fe(OH)3 ditambahkan elektrolit FeCl3 (mempunyai ion Fe3+ yang sejenis) maka Fe(OH)3  maka Fe(OH)3  akan mengadsorpsi ion-ion Fe3+  tersebut. Sehingga, endapan menjadi bermuatan positif dan memisahkan diri untuk membentuk partikel-partikel koloid.      

       Beberapa contoh lain :

-          Sol NiS dibuat dengan penambahan H2S kedalam endapan NiS

-          Sol AgCl dibuat dengan penambahan HCl ke dalam endapan AgCl

-          Sol  Al(OH)3 dibuat dengan penambahan AlCl3 ke dalam endapan Al(OH)3

c.      Cara busur Bredig

        Cara busur Bredig digunakan untuk membuat sol logam seperti Ag, Au, dan Pt. Alat yang digunakan dapat disimak pada gambar berikut. 

        Logam yang akan diubah menjadi partikel-partikel koloid digunakan sebagai elektrode. Dua elektrode logam dicelupkan ke dalam medium pendispersi (air dingin) sedemikian sehingga kedua ujungnya saling berdekatan. Kemudian kedua elektrode diberi loncatan listrik. Panas yang timbul akan menyebabkan logam menguap. Uapnya kemudian akan terkondensasi dalam medium pendispersi dingin. Hasil kondensasi ini berupa partikel-partikel koloid.

D.       Pemurnian Koloid Sol

          Partikel dari zat pelarut bisa mengganggu kestabilan koloid sehingga harus dimurnikan. Ada 3 metode yang dapat digunakan, yaitu dialisis, elektrodialisis, dan penyaring ultra.

1.         Dialisis

            Pergerakan ion-ion dan molekul kecil melalui selaput semipermeabel (yang tidak dapat dilalui partikel koloid) disebut diasis. Percobaannya dengan menaruh sistem koloid pada selaput semipermeabel, lalu menaruhnya di air. Zat yang terlarut di dalam air kemudian akan keluar dari selaput itu, sedangkan system koloid tidak. Lalu air dialirkan sehingga mengambil zat-zat yang terlarut.

2.         Elektrodialisis

           Elektrodialisis merupakan proses dialisis di bawah pengaruh medan listrik.

          Listrik tegangan tinggi dialirkan melalui 2 layar logam yang menyokong selaput semipermeabel. Kemudian, partikel-partikel zat terlarut dalam system koloid berupa ion-ion akan bergerak menuju electrode dengan muatan berlawanan. Adanya pengaruh medan listrik pempercepat proses pemurnian.

3.         Penyaring Ultra

            Apabila kertas saring tersebut diresapi dengan selulosa seperti selofan, maka ukuran pori-pori akan berkurang. Kertas saring ini telah dimodifikasi menjadi penyaring ultra.

2.       Koloid Emulsi

           Seperti yang telah dijelaskan, emulsi merupakan jenis koloid dimana fase terdispersinya merupakan zat cair. Kemudian, berdasarkan medium pendispersinya, emulsi dapat dibagi menjadi:

1.        Emulsi Gas (Aerosol Cair)

           Emulsi gas merupakan emulsi di dalam medium pendispersi gas. Aerosol cair seperti hairspray dan baygon, dapat membentuk system koloid dengan bantuan bahan pendorong seperti CFC. Selain itu juga mempunyai sifat seperti sol liofob yaitu efek Tyndall, gerak Brown.

2.        Emulsi Cair

      Emulsi cair merupakan emulsi di dalam medium pendispersi cair. Emulsi cair melibatkan campuran dua zat cair yang tidak dapat saling melarutkan jika dicampurkan yaitu zat cair polar dan zat cair non-polar. Biasanya salah satu zat cair ini adalah air dan zat lainnya seperti minyak.

          Sifat emulsi cair yang penting ialah:

Demulsifikasi

     Kestabilan emulsi cair dapat rusak akibat pemanasan, pendinginan, proses sentrifugasi, penambahan elektrolit, dan perusakan zat pengelmusi. 

Pengenceran

Emulsi dapat diencerkan dengan penambahan sejumlah medium pendispersinya.

3.           Emulsi Padat atau Gel

Gel merupakan emulsi didalam medium pendispersi zat padat. Gel dapat dianggap terbentuk akibat penggumpalan sebagian sol cair. Pada penggumpalan ini, partikel-partikel sol akan bergabung membentuk suatu rantai panjang. Rantai ini kemudian akan saling bertaut sehingga terbentuk suatu struktur padatan di mana medium pendispersi cair terperangkap dalam lubung-lubang struktur tersebut.

          Berdasarkan sifat keelastisitasnya, gel dapat dibagi menjadi:

Gel elastis

Gel yang bersifat elastis, yaitu dapat berubah bentuk jika diberi gaya dan kembali ke bentuk awal jika gaya ditiadakan. Contoh adalah sabun dan gelatin.

Gel non-elastis

Gel yang bersifat tidak elastis, artinya tidak berubah jika diberi gaya. Contoh adalah gel silika.

4.          Koloid Buih

Buih merupakan koloid dimana fase terdispersinya merupakan gas. Kemudian, berdasarkan medium pendispersinya, buih dapat dibagi menjadi:

4.         Buih Cair (Buih)

Buih cair adalah sistem koloid dengan fase terdispersi gas dan medium pendispersi zat cair. Biasanya fase terdispersi gas berupa udara atau CO2. Kestabilan buih diperoleh karena adanya zat pembuih (surfaktan). Zat ini teradsorpsi ke daerah antar fase dan mengikat gelembung-gelembung gas sehingga diperoleh kestabilan. Contohnya adalah buih yang dihasilkan alat pemadam kebakaran dan kocokan

     Sifat-sifat buih cair ialah:

-          Struktur buih cair berubah dengan waktu karena drainase (pemisahan medium pendispersi) akibat kerapatan fas dan zat cair yang jauh berbeda, rusaknya film antara dua gelembung gas, dan ukuran gelembung gas menjadi lebih besar akibat difusi.

-          Struktur buih cair dapat berubah jika diberi gaya dari luar.

2.       Buih Padat

          Buih padat adalah sistem koloid dengan fase terdispersi gas dan medium pendispersi zat padat. Kestabilan buih padat diperoleh dari zat pembuih (surfaktan). Beberapa buih padat yang kita kenal adalah roti, styrofoam, batu apung,dll.

         Sebagai catatan, tidak terdapat buih gas, dimana medium pendispersi dan fase terdispersi sama-sama berupa gas. Hal itu karena campuran dari keduanya tergolong sebagai larutan.

Edited by : @_pararaja from www.sistemkoloid.tripod.com

 

 

Categories: kimia

Hal Mengejutkan Tentang Kritik

September 22, 2008 admin Tinggalkan komentar

By : Rahmat

“Kritik tak pernah didasari rasa sayang; kritik tak pernah diberikan untuk kebaikan seseorang. Kritik dirancang untuk melemahkan atau menciptakan ketidaknyamanan dan keraguan dalam diri orang yang dikritik.”

–Karen Casey, Change Your Mind and Your Life Will Follow.


Jika Anda yakin bahwa kritik adalah membangun, bisa jadi Anda masih “termakan” oleh pendapat umum tentang kritik. Pada dasarnya orang suka mengkritik sehingga mencari pembenaran untuk mengkritik yaitu dengan mengatakan bahwa kritik itu membangun. Silahkan simak artikel saya yang lain yang berjudul “Apakah Kritik itu Membangun?”

Dalam artikel tersebut, seorang wanita menyia-nyiakan kemampuan menyanyinya karena kritik. Begitu kritik hilang dalam hidupnya, maka dia menjadi penyanyi tenar. Ada juga orang yang selama 40 tahun hidupnya merasa tidak memiliki keterampilan sama sekali. Mengapa? Karena sejak kecil dia selalu dikritik saat melakukan sesuatu. Ternyata setelah dia menghilangkan pengaruh kritik tersebut, dia sungguh sangat terampil. Dia menyia-nyiakan keterampilannya selama 40 tahun karena kritik.

Mengapa kritik bisa begitu merusak dan menyia-nyiakan potensi diri seseorang? Sebab kritik hanya memfokuskan diri kita kepada hal yang negatif. Saat Anda dikritik, Anda kecewa dan mungkin marah, sambil pikiran Anda fokus kepada apa yang menjadi objek kritikan. Sementara, dalam ilmu pikiran, fokus ditambah emosi sama dengan kenyataan.

Hal ini bisa dijelaskan baik melalui Law of Attraction maupun Psycho-Cybernetics. Menurut Law of Attraction, jika kira fokus pada suatu hal kemudian diringi oleh emosi yang kuat, maka kita akan menarik apa yang kita fokuskan. Begitu juga dijelaskan dalam teori Psycho-Cybernetics, fokus ditambah emosi akan menghidupkan suatu mekanisme dalam tubuh dan pikiran kita untuk mewujudkan apa yang menjadi fokus pikiran kita.

Sekarang kita bisa mengambil kesimpulan, yaitu jangan mengkritik dan jangan biarkan diri Anda dikritik. Jika Anda ingin mengubah atau membangun seseorang, carilah cara lain selain mengkritik. Begitu juga, hindari bergaul dengan orang-orang yang suka mengkritik. Semakin sedikit Anda mendengar kritik, semakin sehat pikiran kita.

Jika terpaksa sering menerima kritik, jangan biarkan pikiran bawah sadar Anda menerima kritik tersebut. Jika Anda membiarkan pikiran bawah sadar Anda menerima kritik, percayalah, akibatnya seperti dihipnotis, secara tidak sadar Anda malah mewujudkan kritikan tersebut. Anda harus memiliki suatu pertahanan dalam pikiran Anda. Pertahanan itu adalah pikiran positif. Anda harus terus-menerus membangun pikiran positif atau pikiran indah.

Adopted by : @_pararaja

 

Categories: slentingan

Pembentukan Fase Mineral dengan Memanfaatkan Breksi Batu Apung sebagai Bahan Baku Tambahan pada Pembakaran Keramik

September 22, 2008 admin 2 komentar

Totok Darijanto, Syoni Supriyanto, Syafrizal, dan A Dewi Titisari

Departemen Teknik Pertambangan, Institut Teknologi Bandung

Bahan baku lempung pada industri keramik biasanya diambil dari tanah persawahan yang subur, sedangkan breksi batu apung tersebar di daerah perbukitan yang tandus. Penggunaan lempung sebagai bahan baku keramik mengkhawatirkan petani penggarap dan pemilik sawah dalam penyediaan pangan sehingga diperlukan alternatif pengganti pemakaian lempung yang diambil dari lahan persawahan. Tujuan utama penelitian ini ialah mengetahui perilaku fase mineral yang terbentuk setelah pembakaran. Secara khusus, hendak ditentukan fase mineral tertentu yang paling baik terhadap sifat fisik keramik teknik, serta seberapa jauh peranan bahan baku pengganti (breksi batu apung) pada pembentukan fase mulit atau kristobalit yang merupakan fase mineral utama pembentuk keramik. Pemakaian breksi batu apung sebagai bahan baku pengganti pada industri keramik dapat dikembangkan dengan mengetahui peranan breksi batu apung dan lempung serap pada pembentukan fase mulit atau kristobalit. Penambahan feldspar sebagai bahan pelebur (flux) pada badan keramik feldspar akan dapat menekan biaya pembakaran, terutama untuk menghindari pembentukan fase mineral mulit pada suhu tinggi. 

Substitusi breksi batu apung terhadap lempung dengan suhu pembakaran 750oC dan penggunaan breksi batu apung 30%, lempung 60% dan pasir 10%, telah menghasilkan genteng keramik dengan mutu kelas III. Sifat rembesan air yang sangat penting dalam pembuatan genteng keramik berkorelasi dengan munculnya pori akibat susut bakar yang tidak sama antara bahan pengikat (lempung) dan bahan pengisi (sebagai silika pada pasir + breksi batu apung). Bahan pengisi cenderung membentuk kerangka (idealnya kristobalit) dan bahan pengikat membentuk fase mineral mulit yang mempunyai susut bakar relatif besar dengan naiknya suhu pembakaran.

Perbedaan susut bakar antara lempung sebagai bahan pengikat dan silika pada breksi batu apung sebagai bahan pengisi memungkinkan terjadinya pori. Semakin banyak silika yang akan membentuk kerangka dengan susut bakar yang lebih rendah, semakin banyak pori yang terbentuk pada pembakaran suhu tinggi, sehingga justru memungkinkan pembentukan saringan (filter) keramik. Secara umum, penelitian ini menghasilkan keramik teknik yang lebih ringan, lebih kuat, dan lebih murah. Densitas benda uji dengan 90% lempung dan 10% pasir ialah sekitar 1.72 g/cm3. Setelah disubstitusi dengan 30% breksi batu apung, densitas turun menjadi 1.57 g/cm3. Beban lentur pada substitusi 30% breksi batu apung dengan pembakaran 750oC ialah 51.03 kgf yang masih masuk dalam mutu genteng kelas III. Dengan demikian sudah ada efisiensi biaya pembuatan keramik teknik yang memenuhi syarat pada suhu rendah.

 

Adopted by : @_pararaja from Hibah Bersaing VIII

 

Categories: wawasan

AL MAUT ; SI CERMIN KEHIDUPAN YANG AMPUH..!!!

September 22, 2008 admin Tinggalkan komentar

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa masalah bukanlah fokus yang perlu dikuatirkan. Sikap kitalah yang harus diperhatikan. Kualitas kita ditentukan oleh bagaimana kita menyikapi masalah yang terjadi.


Adi W. Gunawan, seorang re-educator dan mind navigator, memberikan contoh yang sangat gamblang tentang sebuah masalah namun menyikapinya secara berbeda.

 

Jika kita berkendaraan di jalan raya, lalu tiba-tiba ada sopir angkutan umum menyalip dan berhenti agak mendadak demi mendapatkan penumpang, apa reaksi kita?


Kalau kondisi kita sedang bahagia, misalnya kita mendapat hadiah promo dari sebuah produk sebesar Rp 1.000.000.000,- (Satu Milyar Rupiah), maka kita tidak akan marah.
Kita malah akan berkata, “Kasihan sopir itu, demi mengejar uang receh, dia harus banting tulang. Menyetir pun seperti terburu-buru dengan mata selalu awas, barangkali ada penumpang yang akan menambah rejeki. Maklumlah, ekonomi lagi sulit. Ada baiknya saya menyumbangkan sedikit rejeki yang saya dapat buat bang sopir.”


Namun, jika keadaan kita sebaliknya, apalagi sedang ada masalah, pastilah kita akan tersinggung. Kita akan marah bukan kepalang, mengomel tiada henti, kurang golèk–entèk ngapèk (istilah Jawa, artinya kalau kekurangan kata, dicari sampai ke dasar otak.
Jika kehabisan kata, ambil dari sana-sini supaya tetap bisa marah).


Begitu pun dengan mengingat mati. Jika kita kurang tepat menyikapinya, maka hidup akan terasa tiada guna. Kita akan menjadi malas, tidak bersemangat, ogah-ogahan, makan terasa duri, minum berasa garam, tidur tak nyenyak dan mengerjakan apa pun seolah tak ada arti.


Sebaliknya, jika pikiran kita positif menerimanya, justru efeknya sangat besar dan kita akan bersemangat.


Mengingat mati membuat kita bertekad melakukan apa pun yang sedang kita kerjakan dengan sebaik-baiknya, karena kita ingin meninggalkan sesuatu yang berharga setelah kematian kita.


Mengingat mati menuntut kita untuk selalu dalam kebaikan, karena kita sadar bahwa kita bisa meninggal sewaktu-waktu


Mengingat mati menjadikan kita bersemangat dalam pelayanan kepada orang lain. Dengan berbuat baik kepada sesama, kita akan tetap hidup dalam kematian kita. Bukankah amal jariyah adalah salah satu hal yang tidak akan terputus, walaupun kita sudah berpulang ke rahmatullah?

 

Mengingat mati berakibat positif terhadap pola pikir dan perilaku kita. Kita akan senantiasa berpikir positif (husnuzh zhan) karena kita tahu tiada guna berpikir negatif. Kita juga akan selalu santun, anggun serta ramah terhadap sesama.


Mengingat mati akan mendorong kita semakin khusyu‘ dalam beribadah, karena kita tahu bahwa hidup kita tidak lama lagi.


Allah Subhânahû wa Ta‘âlâ berfirman :


كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤئِقَـةُ ٱلْمَوْتِ


Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. (QS al-‘Ankabût [29] : 57).

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh. (QS an-Nisâ’ [4] : 78).

Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(QS al-Munâfiqûn [63] : 11).

Rasulullah Muhammad saw. bersabda :


أَكْثِرُوْا مِنْ ذِكْرِ هَاذِمِ اللَّذَّاتِيَعْنِي الْمَـوْتَ


Perbanyaklah mengingat penghancur aneka kelezatan—maksudnya mati.
(HR Tirmidzi)


مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللهِ أَحَبَّ اللهُ لِقَاءَهُ، وَمَنْ كَرِهَ لِقَاءَ اللهِ كَرِهَ اللهُ لِقَاءَهُ. فَقَالَتْ عَاِئشَةُ أَوْ بَعْضُ أَزْوَاجِهِ : إِناَّ لَنَكْرَهُ الْمَوْتَ. قاَلَ : لَيْسَ ذَاكِ وَلَكِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا حَضَرَ الْمَوْتُ بُشِّرَ بِرِضْوَانِ اللهِ وَكَرَمَاتِهِ فَلَيْسَ شَيْئٌ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا أَمَامَهُ فَأَحَبَّ لِقَاءَ اللهِ، وَ أَحَبَّ اللهُ لِقَاءَهُ، وَإِنَّ الْكَافِرَ إِذَا حُضِرَ بُشِّرَ بِعَـذَابِ اللهِ وَعُـقُوْبَتِهِ فَلَيْسَ شَيْئٌ أَكْرَهَ إِلَيْهِ مِمَّا أَمَامَهُ فَكَرِهَ لِقَاءَ اللهِ، وَكَرِهَ اللهُ لِقَاءَهُ

 

Siapa cinta berjumpa dengan Allah, maka Allah pun cinta berjumpa dengannya. Dan siapa benci berjumpa dengan Allah, maka Allah juga benci berjumpa dengannya. Aisyah (atau sebagian istri Nabi) berkata, “Sesungguhnya kami tidak suka akan kematian.” Rasul menjawab, “Bukan seperti itu. Akan tetapi, seorang mukmin, ketika ajal menjemput, dia digembirakan dengan keridhaan dan kemuliaan Allah. Maka, tidak ada sesuatu pun yang lebih dicintainya selain yang ada di depannya. Dia cinta bertemu Allah dan Allah cinta bertemu dengannya. Sesungguhnya orang kafir (ketika ajal menjemput), “digembirakan” dengan azab Allah. Maka tidak ada sesuatu pun yang lebih dibencinya selain yang ada di depannya. Dia benci bertemu Allah dan Allah benci bertemu dengannya.”
(HR Bukhari)

 

Orang yang kematian menjadi kepastiannya, tanah menjadi tempat pembaringannya, ulat tanah menjadi temannya, Munkar dan Nakir menjadi tamunya, kuburan menjadi tempat tinggalnya, perut bumi menjadi tempat menetapnya, Kiamat menjadi penantiannya, surga atau neraka menjadi tempat kembalinya, sepatutnya tidak memikirkan kecuali tentang kematian.


Orang ini sepantasnya tidak mengingat kecuali kepada kematian, tidak merencanakan kecuali untuknya, tidak berambisi kecuali kepadanya, tidak melakukan pendakian kecuali di atasnya, tidak punya perhatian kecuali kepadanya, tidak mengumpulkan daya kecuali untuk menghadapinya dan tidak menantikan kecuali kedatangannya.


Semestinya ia menganggap dirinya termasuk orang-orang yang sudah mati dan menjadi penghuni kubur, karena segala sesuatu yang akan datang adalah dekat, sedangkan yang jauh adalah sesuatu yang sudah lewat tidak datang sama sekali.

 

Secara filosofis, “tadi”, “kemarin” atau waktu yang telah berlalu adalah sesuatu yang sangat jauh, karena kita tidak mampu untuk mencapainya (kembali padanya). Sedangkan “esok”, “lusa”, “bulan depan”, “tahun depan”, “sewindu lagi” atau hal-hal yang akan datang merupakan sesuatu yang sangat dekat, karena keniscayaan bagi kita untuk menujunya.


Rasulullah saw. mengingatkan kita,


اَلْكَيْسُ مَنْ دَانَ نَفْسَـهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ


“Orang cerdas adalah orang yang (senantiasa) mengintrospeksi dirinya (bermuhâsabah) dan beramal untuk (kehidupan) setelah kematian.” (HR Tirmidzi).

 

Persiapan untuk menghadapi sesuatu, tidak dapat sempurna kecuali dengan selalu mengingatnya di dalam hati. Sedangkan untuk selalu mengingat, tidak dapat dilakukan kecuali dengan mendengarkan dan memperhatikan hal-hal yang berhubungan dengannya.


Orang yang tenggelam dalam arus dunia, cinta kepada tipu dayanya dan mencintai kenikmatannya adalah orang yang hatinya lalai dari mengingat kematian. Bahkan jika diingatkan, ia benci dan menghindar. Mereka adalah orang-orang yang disebutkan dalam firman Allah :


Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari darinya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu lakukan.” (QS al-Jumu‘ah [62] : 8)


Adapun orang yang bertaubat, ia sering mengingat kematian untuk menumbuhkan rasa takut di dalam hatinya, lalu ia terus menyempurnakan taubat. Ciri-ciri orang ini adalah bahwa ia selalu mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian.


Ibnu Umar ra. berkata, “Aku datang menemui Nabi saw. bersama sepuluh orang, lalu salah seorang dari kaum Anshar bertanya, ‘Siapakah orang yang paling cerdas dan paling mulia, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab,


أَكْثَرُهُمْ ذِكْرًا ِللْمَوْتِ وَأَشَـدُّهُمْ إِسْتِعْدَادًا لَهُ أُولَئِكَ هُمُ اْلأَكْيَاسُ ذَهَبُوْا ِبشَرَفِ الدُّنْيَا وَكَرَامَةِ اْلآخِرَةِ

 

‘Orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling siap menghadapinya. Mereka itulah orang-orang cerdas. Mereka pergi dengan membawa kemuliaan dunia dan kemuliaan akhirat’. ” (HR Ibnu Majah)


Sebagian kaum bijak menulis surat kepada salah seorang saudaranya, “Wahai Saudaraku, hati-hatilah terhadap kematian di kampung ini (dunia), sebelum engkau kembali ke suatu kampung di mana engkau mengharap kematian tetapi tidak akan mendapatkannya.”


Shafiyah ra. bercerita, “Seorang wanita mengadu kepada Aisyah ra. tentang kekerasan hatinya.
Lalu Aisyah memberi saran, ‘Perbanyaklah mengingat kematian, niscaya hatimu akan lembut.’ Lalu wanita itu melaksanakan saran Aisyah, sehingga hatinya menjadi lembut. Kemudian ia datang berterima kasih kepada Aisyah.”


“Tidakkah kalian melihat bahwa setiap hari, kalian menyiapkan orang-orang yang pergi kepada Allah? Kalian meletakkannya di dalam lubang kubur dengan berbantalkan tanah. Dia telah meninggalkan orang yang dicintai,” pesan Umar bin Abdul Aziz.


Ibnu Mas‘ud ra. berkata, “Orang yang berbahagia adalah orang yang mengambil pelajaran dari orang lain.”


Cara untuk selalu mengingat kematian adalah dengan mengosongkan hati dari segala sesuatu, selain mengingat kematian yang ada di hadapannya. Seperti orang yang ingin bepergian untuk keuntungan besar atau mengarungi lautan, sehingga ia hanya memikirkan hal itu.
Jika mengingat kematian telah meresap di hatinya, maka pasti akan memengaruhinya.


Salah satu implementasi teknisnya adalah dengan mengingat orang-orang yang kita kenal apalagi dekat dengan kita, namun telah pergi mendahului kita.
Kita mengingat kematian mereka dan pembaringan mereka di dalam kubur. Selain itu juga membayangkan wajah-wajah mereka ketika masih memegang berbagai jabatan dan merenungkan bagaimana sekarang tanah kuburan telah menimbun mereka.

 

Abu Darda’ ra. menuturkan, “Jika engkau mengingat orang-orang yang telah mati, maka anggaplah dirimu sebagai salah seorang di antara mereka.”

 

Kulihat tubuhku terbujur kaku
Tak ada daya ‘tuk berontak
Tak ada kuasa ‘tuk berteriak
Kawan, katakan padaku, apa yang terjadi?!


Ziarah kubur juga termasuk hal yang akan mengingatkan kita pada akhirat (termasuk di dalamnya kematian, sebagai pintu menuju akhirat), sebagaimana sabda Nabi saw. :


كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُوْرِ، فَزُوْرُوا الْقُبُوْرَ، فَإِنَّهَا تُزَهِّدُ فىِ الدُّنْياَ، وَتُذَكِّرُ اْلآخِرَةَ

 

Dahulu aku melarang kalian berziarah kubur, namun sekarang berziarahlah, karena hal itu akan menjadikan sikap hati-hati di dunia dan akan dapat mengingatkan pada akhirat. (HR Ahmad)


قَدْ كُنْتُ نَهَيْـتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُوْرِ فَقَدْ أُذِنَ لِمُحَمَّدٍ فِيْ زِيَارَةِ قَبْرِ أُمِّهِ فَزُوْرُوْهَا، فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ اْلآخِرَةَ

 

Sesungguhnya dahulu aku melarang kalian menziarahi kuburan, tetapi sekarang Muhammad telah memperoleh ijin untuk menziarahi kuburan ibunya, karena itu berziarahlah kalian; sesungguhnya ziarah kubur itu mengingatkan akhirat. (HR Muslim, Abu Daud, Tirmidzi dan an-Nasa’i, sedangkan lafazh hadits ini menurut riwayat Tirmidzi)


Namun demikian, tabiat manusia adalah kalau kita sudah sering melihat atau mendengar sesuatu, maka sesuatu itu tidak akan membawa dampak besar. Misal kita sudah sering melihat orang mati, biasanya perasaan kita akan biasa-biasa saja dalam memandang kematian. Jika kita setiap hari bergaul dengan orang sakit, maka nikmat sehat tidak begitu terasa.
Bahkan, jika kita melihat kemaksiatan setiap saat, hal itu akan kita anggap wajar, bukan sebuah kesalahan.


Oleh karena itu, sebaiknya kita mencari sendiri teknik yang paling cocok untuk kita. Setiap orang mempunyai kecenderungan dan kebiasaan masing-masing. Setiap orang adalah unik, tidak bisa dipukul rata. Sebuah cara yang berhasil untuk orang lain, bisa jadi tidak mempunyai efek bagi yang lain.


Dalam bait puisinya, Abu Muhammad Ali bin Ahmad bin Sa‘id bin Hazm al-Andalusi berpesan :


Duhai kau!
Yang suka bermain-main di dunia ini
Ingat! Kehidupan dunia tak kan abadi
Tak cukupkah bagimu segala wejangan
Hingga kauhabiskan waktumu dalam permainan
Negeri yang fana ini segeralah kautinggalkan
Karna kenikmatannya tak lebih dari permainan
Tak ada yang abadi dalam kenikmatan dunia
Semua kan sirna bila waktunya tiba

Dunia ini pinjaman yang harus kaukembalikan
Pesonanya sesaat, fana dan hanya fatamorgana
Yang berakal tak kan terkecoh kilau-kemilaunya
Karna ia tahu ada kehidupan abadi di sana
Orang beriman tak betah di negeri persinggahan
Karna, negeri persinggahan bukanlah tujuan
Dunia tak terpikir, akhiratlah yang jadi pikiran

 

Kematian tidak perlu ditakuti, karena hakikatnya kita pun pernah mengalaminya, yaitu saat ketiadaan wujud kita di pentas alam raya ini, sebelum kita dilahirkan. Kematian kedualah yang kita bahas di sini, yaitu kematian ketika ruh meninggalkan jasad, menuju alam barzakh, pintu menuju akhirat.


كَيْفَ تَكْفُرُوْنَ بِاللهِ وَكُنْـتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْياَكُمْج ثُمَّ يُمِيْتـُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيْكُمْ ثُمَّ إِلَيْـهِ تُرْجَعُوْنَ

 

Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan. (QS al-Baqarah [2] : 28)


Orang-orang durhaka pun mengakui bahwa mereka dihidupkan Allah dua kali dan dimatikan dua kali, sesuai firman-Nya :


قَالُوْا رَبَّنَاۤ أَمَتَّنَا ٱثْنَـتَيْنِ وَأَحْيَـيْتَنَا ٱثْنَـتَيْنِ فَٱعْتَرَفْنَا بِذُنُوْبِنَا فَهَلْ إِلىٰ خُرُوْجٍ مِّنْ سَـبِيْلٍ

 

Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan (bagi) kami untuk keluar (dari neraka)? (QS al-Mu’min [40] : 11)


Allah mematikan kita, agar kita dapat meningkat menuju hidup yang lebih sempurna. Kesempurnaan hidup manusia hanya dapat diraih dengan iman, amal shaleh dan dengan meninggalkan dunia ini.

 

Ar-Raghib al-Isfahani menulis, “Kematian merupakan tangga menuju kebahagiaan abadi. Ia merupakan perpindahan dari tempat ke tempat lain, sehingga dengan demikian ia merupakan kelahiran baru bagi manusia. Manusia dalam kehidupannya di dunia ini, dan dalam kematiannya, mirip dengan keadaan telur dan anak ayam. Kesempurnaan wujud anak ayam adalah menetasnya telur tersebut dan keluarnya anak ayam tadi meninggalkan tempatnya selama di dalam telur. Demikian pula manusia, kesempurnaan hidupnya hanya dapat dicapai melalui perpindahannya dari tempat ia hidup di dunia ini, sehingga—dengan demikian—kematian itu adalah pintu menuju kesempurnaan, kebahagiaan, surga yang abadi.”


Seseorang pernah ditanya tentang kematian, dan dia menjawab dengan penuh optimisme, padahal dia adalah orang awam, bukan intelektual.
“Takutkah Anda akan mati?”
“Ke manakah aku pergi bila aku mati?” dia balik bertanya.
“Kepada Tuhan.”
“Kalau demikian, aku tidak perlu takut, karena aku menyadari bahwa segala sesuatu yang bersumber dari Tuhan adalah baik. Tuhan tidak akan memberikan kecuali yang terbaik.”


Dengan kematian, manusia akan bebas bergerak, tak perlu menempa diri, mengendalikan syahwat, melawan setan, serta tak ada lagi larangan dan perintah.
Kematian merupakan hadiah sekaligus penebus dosa bagi umat Rasulullah saw.


تُحْفَةُ الْمُؤْمِنِ الْمَوْتُ

Hadiah bagi seorang mukmin adalah kematian. (HR Ibnu Abi Dunya, Thabrani dan Hakim).


الْمَوْتُ كَفَّارُةٌ لِكُلِّ مُسْـلِمٍ

Kematian adalah kafarat (penebus dosa) bagi setiap muslim.(HR Abu Nu‘aim, Baihaqi dan al-Khatib).


Maksud hadits tersebut yaitu, kematian akan menyucikan dosa-dosa kecil setelah seorang muslim menjauhkan diri dari dosa-dosa besar dan menunaikan segala kewajiban.


Ka‘ab berkata, “Siapa mengenal kematian, maka segala penderitaan dan kesusahan dunia menjadi ringan baginya.”


Allah mematikan kita, agar manusia lain dapat merasakan hidupnya.
Betapa sempit bumi ini, jika semua yang hidup bertahan hidup. Dan, betapa jenuh kehidupan ini, jika usia berlanjut (tidak pernah mati) tetapi disertai dengan kelemahan, penyakit dan kehilangan harapan. Sungguh kematian adalah nikmat, apalagi jika disadari bahwa ia merupakan pintu menuju kebahagiaan abadi.


Bahkan, setiap hari kita sudah mengenal saudara kematian, yaitu tidur. Allah SWT berfirman :


Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain (yang tidur) sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir. (QS az-Zumar [39] : 42)


Fakhruddin ar-Razi mengatakan, “Yang pasti adalah, tidur dan mati merupakan dua hal dari jenis yang sama. Hanya saja kematian adalah putusnya hubungan secara sempurna, sedang tidur adalah putusnya hubungan tidak sempurna dilihat dari beberapa segi.” Rasulullah saw. mengajarkan agar kita membaca doa pada saat bangun tidur :


اَلحْـَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ أَحْيـَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْـهِ النُّشُـوْرُ

 

Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami (membangunkan dari tidur) setelah mematikan kami (menidurkan). Dan kepada-Nya jua kebangkitan (kelak).


Seorang filosof Jerman, Schopenhauer berkata, “Mengantuk itu nikmat, tapi lebih nikmat lagi tidur.
Sedangkan yang lebih nikmat daripada tidur adalah mati.”


Seorang penyair berkata :


Pernah aku bilang pada jiwa
Namun malah terbang menjadi bayangan pahlawan
Celaka engkau, kenapa tidak memperhatikan
Jika kau mohon sehari saja diundurkan dari ketetapan ajal
Tak akan dipenuhi
Bersabarlah menghadapi maut, bersabarlah
Toh tak seorang pun mampu menggapai keabadian
Pakaian kehidupan itu bukanlah pakaian kekuasaan
Karena bisa diambil dari seorang saudara yang menginginkan


‘Aidh al-Qarni memberi nasihat :


Segeralah bertaubat nasuha
Sebelum datang kematian dan dicabutnya ruh
Jangan meremehkan bentuk dosa
Segala perbuatan itu tergantung kepada akhir
Dan, siapa yang benar-benar suka bertemu dengan Allah
Maka, Allah lebih mencintai orang itu
Dan, sebaliknya orang yang membenci
Allah akan bertanya tentang rahmat-Nya
Baik yang didapat dengan mudah ataupun bersusah-payah


Marilah kita bersama-sama berdoa kepada Allah, Dzat Yang Maha Menghidupkan (Al-Muhyî) dan Yang Maha Mematikan (Al-Mumît).


أَللَّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَـاتِمَةِ وَنَعُوْذَ بِكَ مِنْ سُوْءِ الْخَـاتِمَةِ

 

Ya Allah, akhirilah hidup (wafatkanlah) kami dalam keadaan husnul khâtimah. Dan kami berlindung kepada-Mu dari keadaan sû’ul khâtimah, amin.

 

 

Adopted by : @_pararaja from www.achmadfaisol.blogspot.com

With original title  : “Mengingat mati, perlukah ?”

 

Categories: rohani

HAL – HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN SAAT MUDIK

September 19, 2008 admin 1 comment

by. Farhan

·         TIPS PERLENGKAPAN YANG DIBAWA

1.      BAWA BARANG DAN KEBUTUHAN YANG PENTING SAJA

2.      BAWA PAKAIAN SECUKUPNYA, SESUIAKAN DENGAN LAMA PERJALANAN DAN TUJUAN ANDA

3.      BAWA JAS HUJAN ATAU BAJU HANGAT KARENA BULAN OKTOBER DAN NOVEMBER HUJAN BANYAK TURUN

4.      BAWA HANYA SATU SEPATU RESMI DAN SATU SEPATU SANTAI (BISA JUGA SEPATU SANDAL). JADI ANDA AKAN SIAP DI BERBAGAI SITUASI

5.      UNTUK PAKAIAN DALAM, ANDA BISA MEMBELI PAKAIAN DALAM SEKALI PAKAI. MISALNYA PAKAIAN DALAM YANG TERBUAT DARI SEMACAM KERTAS (BISA DIBELI DI SUPERMARKET) YANG SIFANTYA HANYA SEKALI PAKAI. INI AKAN MEMUDAHKAN DAN MERINGANKAN ISI KOPER ANDA.

6.      SEDIAKAN SATU AMPLOP BESAR UNTUK MENGUMPULKAN BERBAGAI KERTAS PENTING YANG TERLIHAT REMEH. MISALNYA PETA, KERTAS TANDA BUKTI PEMBAYARAN DARI TEMPAT BERBELANJA, ATAUPUN KARTU NAMA SEPERTI BUSINESS CARD SUATU TEMPAT (PENGINAPAN, TOUR TRAVEL AGENT, DLL). INI AKAN MENJADI KUMPULAN REFERENSI ANDA JIKA ANDA AKAN MENGUNJUNGI TEMPAT YANG SAMA LAGI DI KEMUDIAN HARI

7.      BAWA PECAHAN UANG KECIL. INI AKAN MEMUDAHKAN ANDA MEMBERIKAN TIPS PADA PELAYAN, ATAUPUN JIKA ANDA AKAN MENGGUNAKAN TEMPAT FASILITAS UMUM SEPERTI ANGKUTAN UMUM, TELP UMUM, DLL. SIMPAN UANG PECAHAN DALAM BENTUK KOIN DALAM DOMPET KHUSUS AGAR MUDAH MENGAMBILNYA.

8.      JANGAN MEMBAWA UANG KONTAN DALAM JUMLAH BESAR UNTUK MENGHINDARI KEHILANGAN ATAU DICOPET

9.      BAWA KARTU DEBIT DAN KARTU KREDIT ANDA. USAHAKAN SEMUA PEMBAYARAN DILAKUKAN DENGAN KARTU DEBIT ATAU KARTU KREDIT

10.  TULIS NOMOR TELEPON PENTING DI BUKU CATATAN ANDA. PASTIKAN NOMOR TSB JUGA ADA DI PHONEBOOK PONSEL ANDA. JANGAN LUPA UNTUK MENULISKAN NOMOR YANG BISA DITUJU UNTUK KEADAAN DARURAT

11.  PASTIKAN KARTU TANDA PENGENAL ANDA (SEPERTI KTP) SELALU BERADA DI DOMPET ANDA

12.  BAWA MAKANAN KECIL DAN MINUMAN DALAM KEMASAN. INI AKAN SANGAT MEMBANTU JIKA ANDA LAPAR/HAUS DI JALAN, ATAU SAAT ANDA BERBUKA PUASA

13.  PASTIKAN TEMPAT AKOMODASI ANDA SUDAH DIKONFIRMASI SEBELUMNYA. JANGAN SAMPAI BEGITU TIBA DI TEMPAT TUJUAN, TERNYATA ANDA TIDAK MENDAPATKAN KAMAR

14.  JIKA ANDA MENGGUNAKAN KENDARAAN UMUM SEPERTI PESAWAT, KERETA API, ATAU BIS, PESAN TIKET JAUH-JAUH HARI SEBELUMNYA, DAN PASTIKAN ANDA TIDAK LUPA MEMBAWA TIKETNYA PADA HARI KEBERANGKATAN

15.  BAWA OBAT2AN PRIBADI ANDA

 

·         CHEKLIST KOTAK P3K

1.      SEPASANG SARUNG TANGAN LATEX

2.      PERBAN STERIL

3.      SABUN ATAU CAIRAN ANTIBIOTIKA (BISA JUGA TISSUE BASAH ANTIBIOTIKA)

4.      SALEP ANTIBIOTIKA UNTUK MENGHINDARI INFEKSI

5.      SALEP LUKA BAKAR UNTUK MENGHINDARI INFEKSI

6.      CAIRAN OBAT/ CUCI MATA

7.      PLESTER DALAM BERBAGAI UKURAN

8.      TERMOMETER

9.      OBAT2AN RESEP DOKTER (UNTUK SAKIT TERTENTU SEPERTI INSULIN, OBAT2AN JANTUNG DAN INHALER ASMA. LIHAT TANGGAL KADALUARSANYA)

10.  PERLENGKAPAN MEDIS RESEP (PERLENGKAPAN MONITOR TEKANAN DARAH DAN GLUKOSA)

11.  OBAT2AN TANPA RESEP (ASPIRIN ATAU TABLET PEREDA SAKIT NON ASPIRIN, OBAT2AN ANTI DIARE SEPERTI ORALIT, OBAT2AN SAKIT MAG, OBAT2AN UNTUK BUANG2 AIR)

12.  PERLENGKAPAN PENTING (TELFON SELULAR, GUNTING, PENJEPIT, DAN SATU TUBE PETROLEUM JELLY)

 

·         TIPS MUDIK DENGAN KENDARAAN PRIBADI

1.      SIAPKAN KELENGKAPAN SURAT KENDARAAN

2.      PASTIKAN KENDARAAN DALAM KEADAAN BAIK. LAKUKAN PENGECEKAN DAN SERVIS DI BENGKEL TERLEBIH DAHULU SEBELUM BERANGKAT KARENA PERJALANAN ANDA AKAN JAUH SEKALI

3.      GANTI OLI, PERIKSA BAN, REM, KOPLING, RADIATOR, DAN LAMPU-LAMPU

4.      ISI PENUH BAHAN BAKAR. SELALU CEK PERSEDIANNYA, USAHAKAN JANGAN SAMPAI PADA POSISI ¼ KAPASITAS TINGGI

5.      PASTIKAN MEMBAWA KOTAK P3K/OBAT2AN

6.      PATUHI RAMBU LALU LINTAS DAN JAGA JARAK AMAN KENDARAAN

7.      GUNAKAN SABUK KESELAMATAN. PENGENDARA SEPEDA MOTOR GUNAKAN HELM, SARUNG TANGAN, PELINDUNG DADA, JAKET, MASKER, DAN JAS HUJAN. PASTIKAN RANTAI MOTOR DALAM KONDISI BAIK DAN TERLUMASI

8.      KENAKAN PAKAIAN YANG NYAMAN UNTUK PERJALANAN JAUH

9.      BAWA KASET ATAU CD ATAU MP3 PLAYER UNTUK MENGUSIR JENUH DAN KANTUK

10.  BAWA PETA PERJALANAN, TERLEBIH BILA ANDA KURANG MENGUASAI DAERAH YANG AKAN ANDA LALUI

11.  JANGAN AMBIL RISIKO BILA KONDISI TUBUH LELAH. SINGGAHI POSKO PERISTIRAHATAN YANG DISEDIAKAN UNTUK MELEPAS LELAH DAN MEMEJAMKAN MATA.

12.  PACU KENDARAAN DENGAN KECEPATAN YANG NORMAL UNTUK MENGHINDARI KECELAKAAN DAN UNTUK MENJAGA KONDISI KENDARAAN

 

·         CHEKLIST PEMERIKSAAN KENDARAAN PRIBADI

1.      MESIN (PERHATIKAN BUNYI MESIN, JALAN MOBIL, ATAU GANGGUAN LAINNYA)

2.      SISTEM PELUMASAN (PERIKSA SARINGAN, KONDISI, LEVEL, DAN KEBERSIHAN OLI)

3.      SISTEM PENDINGINAN (KONDISI SELANG/PIPA, BERSIHKAN BAGIAN BERKARAT, PERIKSA KEBOCORAN TINGGI PERMUKAAN AIR RADIATOR, DAN THERMOSTAT)

4.      KARBURATOR (BERSIHKAN DAN PERIKSA CAMPURAN BENSIN DAN UDARA)

5.      SISTEM PENGAPIAN (KEADAAN KOIL DAN PLATINA, BUSI DIBERSIHKAN DAN GANTI KABELNYA BILA RUSAK)

6.      SISTEM KELISTRIKAN (PERIKSA SEMUA KOMPONENNYA, LAMPU2NYA DAN INSTRUMEN SWITCH LAMPU. SIAPKAN SEKRING CADANGAN)

7.      SISTEM KEMUDI

8.      ACCU (PERIKSA KEBOCORAN ELEKTROLIT, KOROSI KLEM, KONEKTOR, KERETAKAN PADA TUTUP DAN KOTAK BATERAI)

9.      MOTOR STARTER

10.  KOPLING DAN PERCEPATAN (KETEBALAN KAMPAS KOPLING DAN MINYAK KOPLING)

11.  AS GARDAN

12.  KERANGKA DAN PEGAS (PERIKSA BILA AYUNAN PEGAS PATAH)

13.  BAUT/ MUR

14.  REM (PERIKSA BANTALAN REM, MINYAK, MASTER SILINDER, DAN PERSIAPKAN REM TANGAN)

15.  BAN DAN ALAT PERKAKAS (TEKANAN ANGIN, BAN SEREP, SIPAKAN PERKAKAS)

16.  WIPER (PERIKSA KARETNYA)

17.  SIMPAN PETA PERJALANAN DAN BUKU MANUAL

18.  KOTAK P3K (PERIKSA KADALUARSA OBAT DAN LENGKAPI)

19.  LENGKAPI DENGAN PIRANTI TAMBAHAN UNTUK BAWAAN (ROOF CRACK, CARGO NET DAN TERPAL)

 

·         TIPS BERTELEPON SELAMA MUDIK

1.      BAGI PENGGUNA KARTU PRABAYAR, SIAPKAN BEBERAPA VOUCHER SEBAGAI CADANGAN. PERMINTAAN VOUCHER MENJELANG HARI RAYA AKAN SANGAT TINGGI, MEMBUAT HARGANYA DI COUNTER JUGA IKUT NAIK. MAKA USAHAKAN BELI DI TEMPAT OUTLET TELEKOMUNIKASI ANDA (SEPERTI GALLERY INDOSAT, XL CENTER, GERAI TELKOMSEL, GERAI ESIA, DSB).

2.      BAGI PELANGGAN KARTU PASCA BAYAR / POST PAID, JANGAN LUPA BAYAR TAGIHAN DULU SEBELUM BERANGKAT

3.      BICARALAH SEPERLUNYA ATAU GUNAKAN SMS JIKA INFORMASI YANG DIKIRM TIDAK TERLALU PENTING ATAU TIDAK MEMBUTUHKAN JAWABAN SEGERA

4.      GUNAKAN HANDSFREE KETIKA MENELEPON UNTUK MENJAGA KOSENTRASI ANDA SELAMA MENGEMUDI

5.      JANGAN MELETAKAN PONSEL ANDA DI DASHBOARD DAN TEMPAT LAIN YANG MUDAH TERLIHAT ORANG DARI LUAR, UNTUK MENGHINDARI TINDAK KRIMINAL. DEMIKIAN JUGA DENGAN BARANG2 BERHARGA ANDA LAINNYA

6.      TIDAK MENGAKTIFKAN ATAU MENGGUNAKAN PONSEL UNTUK MENGHINDARI RISIKO PERCIKAN API SELAMA MENGISI BENSIN DI AREAL POMPA BENSIN

7.      ISI BATERAI, BAWA CHARGER DAN BILA PERLU BAWA BATERAI CADANGAN

8.      KARENA UMUMNYA KARTU GSM SUDAH BEBAS ROAMING NASIONAL MAUPUN INTERNASIONAL, MAKA PASTIKAN JUGA KARTU CDMA ANDA SUDAH DI SETTING UNTUK KE BISA DIGUNAKAN DI KOTA TUJUAN MUDIK ANDA (BOOKLET MUDIK INDOSAT)

Adopted by : @_pararaja from  www.m3nok.blog.m3-access.com

 

 

 

Categories: slentingan

INSTROPEKSI DIRI DENGAN MENGINGAT MATI.

September 19, 2008 admin Tinggalkan komentar

Chapter. 1

 

Orang yang tenggelam dalam keduniaan dan terpedaya olehnya, tentu hatinya lalai mengingat mati. Jika diingatkan tentang mati, maka dia merasa tidak suka dan menghindar. Dalam hal ini, manusia ada yang tenggelam, ada yang bertaubat, ada yang memulai dan ada yang sadar dan waspada.

 

Orang yang tenggelam dalam keduniaan tidak akan mengingat mati. Kalau pun dia mengingat mati, maka dia akan menyayangkan terhadap keduniaan yang belum diraihnya, lalu sibuk mencerca mati. Ingatannya tentang kematian hanya membuatnya semakin jauh dari Allah.

Sedangkan orang yang bertaubat, dia banyak mengingat mati untuk membangkitkan ketakutan di dalam hatinya, agar dia bisa bertaubat secara sempurna. Boleh jadi dia takut mati, karena merasa taubatnya belum sempurna atau sebelum dia memperoleh bekal yang layak. Ketidaksukaannya terhadap kematian masih bisa ditolerir, dan yang demikian ini tidak termasuk dalam sabda Nabi Shalallahu alaihi wa salam, “Siapa yang tak suka bersua Allah, maka Allah pun tak suka bersua dengannya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dia takut bertemu Allah, karena menyadari keterbatasan dan keteledoran dirinya. Dia tak ubahnya orang yang menunda pertemuan dengan kekasih, karena masih sibuk menyiapkan pertemuan dengannya, agar pertemuan itu benar-benar menyenangkannya. Jadi tidak dianggap sebagai ketidaksukaan terhadap pertemuan itu. Tandanya, dia selalu mengadakan persiapan dan tidak menyibukkan diri dengan urusan orang lain. Jika tidak, maka dia sama saja dengan orang yang tenggelam dalam keduniaan.

Sedangkan orang sadar selalu mengingat mati, karena kematian itu merupakan saat yang dijanjikan untuk bertemu sang kekasih. Tentu saja dia tidak lupa saat pertemuan dengan kekasih. Biasanya orang yang seperti ini menganggap lamban saat datangnya pertemuan itu. Dia lebih suka segera lepas dari tempat yang dipenuhi orang-orang yang durhaka, lalu berpindah ke sisi Rabbul-alamin, sebagaimana yang dikatakan sebagian diantara mereka, “Sang kekasih datang dair atas sana”.

Jadi, keengganan orang yang bertaubat terhadap kematian masih bisa ditolerir. Sementara ada orang lain yang justru mengharapkan kematian. Yang lebih tinggi derajatnya adalah orang yang menyerahkan urusannya kepada Allah, sehingga dia tidak memilih hidup dan tidak memilih mati untuk dirinya. Yang paling dia sukai adalah apa yang disukai pelindungnya. Cinta semacam ini berubah menjadi kepasrahan dan penyerahan diri. Ini merupakan puncak tujuan.

Bagaimana pun juga, mengingat mati itu ada pahala dan keutamaannya. Orang yang tenggelam dalam keduniaan, mengingat mati justru untuk mendekatkannya kepada keduniaan itu.

Hamid Al-Qushairy berkata, “Setiap orang di antara kita yakin akan datangnya kematian, sementara kita tidak melihat seseorang bersiap-siap menghadapi kematian itu. Setiap orang di antara kita yakin adanya surga, sementara kita tidak melihat ada yang berbuat agar bisa masuk surga. Setiap orang di antara kita yakin adanya neraka, sementara kita tidak melihat orang yang takut terhadap neraka. Untuk apa kalian bersenang-senang? Apa yang sedang kalian tunggu? Tiada lain adalah kematian. Kalian akan mendatangi Allah dengan membawa kebaikan ataukah keburukan. Maka hampirilah Allah dengan cara yang baik.

 

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, dia berkata, “Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda, “Perbanyaklah mengingat perusak kelezatan-kelezatan, yaitu mati.” (HR Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan Ibnu Hibban).

Al-Hasan Al-Bashry berkata, “Kematian melecehkan dunia dan tidak menyisakan kesenangan bagi orang yang berakal. Selagi seseorang mengharuskan hatinya untuk mengingat mati, maka dunia terasa kecil di matanya dan segala apa yang ada di dalamnya menjadi remeh.

Jika Ibnu Umar Radhiyallahu Anhu ingat mati, maka dia menggigil seperti burung yang sedang menggigil. Setiap malam dia mengumpulkan para fuqaha, lalu mereka saling mengingatkan kematian dan hari kiamat, lalu mereka semua menangis, seakan-akan di hadapan mereka ada mayat.

Syumaith bin Ajlan berkata, “Siapa yang menjadikan kematian pusat perhatiannya, maka dia tidak lagi peduli terhadap kesempitan dunia dan kelapangannya.”

Ketahuilah bahwa bencana kematian itu amat besar. Banyak orang yang melalaikan kematian karena mereka tidak memikirkan dan mengingatnya. Kalau pun ada yang mengingatnya, toh dia mengingatnya dengan hati yang lalai, sehingga tidak ada gunanya dia mengingat mati. Cara yang harus dilakukan seorang hamba ialah mengosongkan hati tatkala mengingat kematian yang seakan-akan ada di hadapannya, seperti orang yang hendak bepergian ke daerah yang berbahaya atau tatkala hendak naik perahu mengarungi lautan, yang tentunya dia mengingat kecuali perjalanannya. Cara yang paling efektif baginya ialah mengingat keadaan dirinya dan orang-orang yang sebelumnya, mengingat kematian dan kemusnahan mereka.

Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata, “Orang yang berbahagia ialah yang bisa mengambil pelajaran dari orang lain.”

Abu Darda’ berkata, “Jika engkau mengingat orang-orang yang sudah meninggal, maka jadikanlah dirimu termasuk mereka yang sudah meninggal.”

Ada baiknya jika dia memasuki kuburan dan mengingat orang-orang yang sudah dipendam disana. Selagi hatinya mulai condong kepada keduniaan, maka hendaklah dia berpikir bahwa dia pasti akan meninggalkannya dan harapan-harapannya pun menjadi pupus.

Telah diriwayatkan dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhu, dia berkata, “Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam memegangi kedua pundakku lalu beliau bersabda, “Jadilah di dunia seakan-akan engkau adalah orang asing atau seorang pelancong.” (HR Bukhary dan Ahmad). Ibnu Umar berkata, “Jika engkau berada pada sore hari, maka janganlah menunggu sore hariny. Pergunakanlah kesehatanmu sebelum sakitmu dan hidupmu sebelum matimu.”

Dari Al-Hasan, dia berkata, “Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa salam bertanya kepada para sahabat, “Apakah setiap orang di antara kalian ingin masuk surga?” Mereka menjawab, “Benar wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Pendekkanlah angan-angan, buatlah ajal kalian ada di depan mata kalian dan malulah kepada Allah dengan sebenar-benarnya malu.” (Diriwayatkan Ibnu Abid-Dunya)

Dari Abu Zakaria At-Taimy, dia berkata, “Tatkala Sulaiman bin Abdul Malik berada di Masjidil Haram, tiba-tiba ada yang menyodorkan selembar batu yang berukir. Lalu dia meminta orang yang dapat membacanya. Ternyata di batu itu tertulis: Wahai anak Adam, andaikan engkau tahu sisa umurmu, tentu engkau tidak akan berangan-angan yang muluk-muluk, engkau akan beramal lebih banyak lagi dan engkau tidak akan terlalu berambisi. Penyesalanmu akan muncul jika kakimu sudah tergelincir dan keluargamu sudah pasrah terhadap keadaan dirimu, dan engkau akan menigngalkan anak serta keturunan. Saat itu engkau tidak bisa kembali lagi ke dunia dan tidak bisa lagi menambah amalmu. Berbuatlah untuk menghadapi hari kiamat, hari yang diwarnai penyesalan dan kerugian.”

Ketahuilah, munculnya angan-angan yang muluk-muluk ini ada dua hal:

1. Cinta Kepada Dunia.

Jika manusia sudah menyatu dengan keduniaan, kenikmatan dan belenggunya, maka hatinya merasa berat untuk berpisah dengan dunia, sehingga di dalam hatinya tidak terlintas pikiran tentang mati. Padahal kematianlah yang akan memisahkan dirinya dengan dunia. Siapa pun yang membenci sesuatu, tentu akan menjauhkan sesuatu itu dari dirinya. Manusia selalu dibayang-bayangi angan-angan yang batil. Dia berangan-angan sesuai dengan kehendaknya, seperti hidup terus di dunia, mendapatkan seluruh barang yang dibutuhkannya, seperti harta benda, tempat tinggal, keluarga dan sebab-sebab keduniaan lainnya. Hatinya hanya terpusat pada hal-hal ini, sehingga lalai mengingat mati dan tidak membayangkan kedekatan kematiannya.

Andakain di dalam hatinya sesekali melintas pikiran tentang kematian dan perlu bersiap-siap menghadapinya, tentu dia bersikap waspada dan mengingat dirinya. Namun dia hanya berkata, “Hari-hari ada di depanmu hingga engkau menjadi dewasa. Setelah itu engkau bertaubat.” Setelah dewasa dia berkata, “Sebentar lagi engkau akan menjadi tua.” Setelah tua dia berkata, “Tunggulh hingga rumah ini rampung atau biar kuselesaikan terlebih dahulu perjalananku.” Dia menunda-nunda dan terus menunda-nunda, hingga selesainya kesibukan demi kesibukan dan hari demi hari, hingga ajal menjemputnya tanpa disadarinya, dan saat itulah dia akan merasakan penyesalan yang mendalam.’

Kebanyakan teriakan para penghuni neraka ialah kata-kata, “Andaikata”. Mereka berkata, “Aduhai aku benar-benar menyesal”, yang juga menggambarkan kata-kata “Andaikata”. Sumber dari seluruh angan-angan ini adalah cinta kepada dunia dan lalai terhadap sabda Nabi Shalallahu Alaihi Wa Sallam, “Cintailah apa pun sekehendakmu, toh engkau akan berpisah dengannya.” (Diriwayatkan Al-Hakimn dan Abu Nu’aim)

2. Kebodohan

Hal ini terjadi karena manusia tidak mempergunakan masa mudanya, menganggap kematian masih lama datangnya karena dia masih muda. Apakah pemuda semacam ini tidak menghitung bahwa orang-orang yang berumur panjang di wilayahnya tidak lebih dari sepuluh orang? Mengapa jumlah ornag tua hanya sedikit? Karena banyak manusia yang meninggal dunia selagi muda. Berbarengan dengan meninggalnya satu orang tua, ada seribu bayi dan anak muda yang meninggal dunia. Dia tertipu oleh kesehatannya dan tidak tahu bahwa kematian bisa menghampirinya secara tiba-tiba, sekalipun dia menganggap kematian itu masih lama. Sakit bisa menimpanya secara tiba-tiba. Jika dia jatuh sakit, maka kematian tidak jauh darinya.

Andaikan dia mau berpikir dan menyadari bahwa kematian itu tidak mempunyai waktu yang pasti, entah pada musim panas, gugur atau semi, siang atau malam, tidak terikat pada umur tertentu, muda atau tua, tentu dia akan menganggap serius urusan kematian ini dan tentu dia akan bersiap-siap menyongsongnya.

Chapter. 2

MATI adalah satu kejadian yang paling hebat, paling menakutkan dan paling mengerikan. Satu kejadian yang pasti akan dihadapi dan dialami oleh setiap manusia, satu kejadian yang tak dapat dihindari dengan cara bagaimanapun jua. Para Nabi dan Rasul, Jin dan Malaikat sekalipun tidak dapat menghindarkan diri dari mati.

Bila mati dikatakan satu peristiwa paling hebat, yang pasti terjadi atas diri tiap-tiap manusia. maka melupakan mati, atau tidak mengingat akan mati, adalah benar-benar satu kebodohan, satu perbuatan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Mengingati satu peristiwa yang hebat yang pasti akan dialami setiap manusia, bukankah satu kebodohan, tetapi adalah berupakan satu kesadaran, satu pengertian tentang diri dan tentang hidup.

Seorang manusia yang 100% melupakan mati, sedang dia pasti akan mengalami mati, berarti yang ia akan menempuh satu kejadian hebat. iaitu mati secara membuta tuli. la adalah ibarat seorang musafir yang akan menempuh satu daerah yang tak pernah dipelajari dan difikirkannya, dalam keadaan, gelap-gulita pula. Sudah pasti dia tidak akan dapat melangkah satu langkah pun di alam yang gelap itu, sudah pasti dia akan dihinggapi oleh perasaan getir dan takut, bingung tak tahu apa yang harus dilakukan.

Begitulah keadaan roh seorang manusia yang sudah mati, yang tak pernah mengingat-ingat akan mati, dan tak pernah mempelajari masalah mati, atau keadaan sesudah mati. Dalam keadaan gelap-gulita, takut, getir dan bingung terus-menerus, bukan dalam sehari dua hari, tetapi terusmenerus dalam masa berabad-abad sampai Hari Kiamat.

Untuk menghindarkan nasib yang demikian itu, maka Agama Islam menganjurkan kepada manusia semasa hidup supaya jangan lupa mati, agar mempelajari pula hakikat mati itu, agar dapat menempuh mati yang hebat itu denoan penuh pengertian dan kesadaran.

Orang yang mengerti akan hakikat mati, iaitu orang yang mempunyai kepercayaan dan keyakinan-keyakinan tentang masalah mati, berarti orang itu mengerti akan hakikat hidup, dan ia akan menjalani masa hidupnya dengan tindakan dan sikap yang sesuai dengan kepercayaan dan keyakinannya itu.

Alangkah sempit dan entengnya hidup tanpa kepercayaan dan keyakinan. Hidup tanpa kepercayaan dan keyakinan, adalah ibarat sebuah kapal yang mati mesinnya di tengah-tengah samudera dan dia tidak mempunyai sauh ataujangkar. Pastilah kapal itu akan terkatung-katung, bergerak menurut tempaan ombak atau arus yang datang menyerang. Atau ibarat layangan putus talinya, terkatung-katung di udara, tak tahu ke mana arah dan di daerah manajatuhnya.

Memang mengingat mati tanpa pengerban akan menyebabkan penderitaan batin yang amat berbahaya.,Tetapi mengingat akan mati, dengan penuh pengertian dan kepercayaan tentang hidup sesudah mati, bukanlah menyebabkan kesengsaraan batin, tetapi menimbulkan rasa bahagia dan keberanian. Sekalipun masih disertai dengan perasaan ngeri dan takut, tetapi perasaan ngeri dan takut yang terietak di atas dasar kesadaran dan pengertian, kepercayaan dan keyakinan. Seperti perasaan ngeri dan takut yang dirasakan oleh seorang mahasiswa menghadapi ujian atau tentamen, sedang dia sudah mahir dan hafal semua masalah kuliah yang akan diujikan itu. taitu satu perasaan ngeri dan takut yang disertai dengan harapan-lulus yang sepenuh-penuhnya.

Orang yang beriman itu akan menghadapi mati bukan dengan perasaan putus harapari, tetapi dengan penuh harapan, dengan pegangan batin yang amat teguh dan kokoh. Sebagai seorang paracutis (pasukan payung), dia melompat meninggalkan pesawat terbangnya dari angkasa yang amat tinggi, dengan kepercayaan dan keyakinan penuh, bahwa paracut (payungnya) akan terkembang, yang akan dapat menyelamatkanjiwanya. Hanya beberapa saat saja dia sedikit berdebar dan terkatung-katung di angkasa tinggi, dan akhirnya dia dapat berinjak di tanah kembali dengan kedua kakinya dengan tak kurang suatu apa.

Dengan keterangan ini nyata sekaii, bahwa mengingat-ingat mati bukanlah menakut-nakuti diri yang menyebabkan kesengsaraan batin.

Malah sebaliknya, mengingati mati akan menghiiangkan rasa takut dan ngeri dan memperkuat jiwa dan menambah ketabahan, persis seperti berbagai-bagai latihan Yang dilakukan pasukan paracut sebelum meloncat dengan payung dari udara Yang tinggi. lnilah satu guna dan faedah mengingati mati.

Karena perasaan dekat mati itu, maka tempoh hidupnya Yang pendek itu akan dipergunakannya sebaik-baiknya. Dia tidak akan membuangbuang waktu dan tempoh dalam hidupnya. Setiap detik dan menit, apalagi jam, hari dan minggu, amat berharga baginya. Setiap detik dan menit,jam dan hari itu akan dipergunakannya sebaik-baiknya untuk menghasilkan suatu Yang berguna bagi dirinya, bagi anak dan isterinya, bagi bangsa dan agamanya.

Orang Yang ingat akan mati, tidak mungkin akan hidup secara bermalas-malasan, tidak mungkin dia akan membuang-buang waktu, hidup berpoya-poya dan bermain-main. Pasti ia akan bekerja dengan giat dan gesit. Dia ingin dapat meninggalkan apa-apa untuk anak dan isterinya, untuk bangsa dan tanahairnya. untuk agama Yang dianutinya.

Ingat akan mati menyebabkan orang giat bekerja untuk diri, keluarga dan masyarakat. Ingat akan mati akan menjadikan masyarakat akan lebih pesat majunya.

Sebaliknya orang-orang Yang lupa akan mati itu, akan hidup bermalasmalas, hidup berpoya-poya dan bermain-main. Dan inilah Yang menyebabkan lambatnya kemajuan dalam masyarakat, lambatnya kemajuan dalam bernegara dan beragama.

Demikianlah faedahnya mengingati mati bagi kemajuan masyarakat dan negara serta agama. Guna dan faedah Yang terpenting dan terbesar dari mengingati mati, ialah bahwa setiap orang Yang ingat akan mati, akan lebih giat dan taat menjalankan ibadat-ibadat Yang diperintahkan Tuhannya, sebab mati berar-ti kembali menghadap kepada Tuhan.

Karenanya orang-orang Yang sering mengingati mati, pasti akhlak dan budipekertinya lebih baik. dia akan terhindar dari sifat loba-tamak dan serakah, dia akan terhindar dari sifat congkak, sombong dan takabbur.

Kalau setiap orang selalu sadar Yang ia pasti akan mati. maka setiap orang akan bersifat tenang, hormat dan sopan, terhadap sanak keluaraganya dan terhadap orang lainjuga. Perasaan cinta dan kasihnya terhadap anak dan isterinya akan bertambah, sebab dia yakin Yang ia tak lama lagi akan meninggalkan anak isterinya itu. Atau anak dan isterinya itu akan meninggalkah dia.

Ingat akan mati akan menjadikan seseorang hidup secara sederhana, tidak serakah, tidak suka mewah. Sebab untuk apa dia hidup serakah atau mewah, tokh ia akan mati meninggalkan semua harta dan hak miliknya. Sebab itu dia cari kekayaan dan harta dengan secara tidak serakah, secara tidak bernafsu, dengan syarat-syarat tertentu, iaitu, dengan secara haial. Dia akan menjauhi penghasilan secara haram, secara tidak sah.

Sebab itu ingat akan mati akan mengurangi sangat bahaya-bahaya korupsi, sogok, dan lain-lain cara immoral dalam dunia perekonomian dan perdagangan.

Bahaya korupsi., wang suap atau sogok, dan lain-lain cara yang tak haial akan dapat dikurangi dalam masyarakat dan negara, bila kepada semua penjabat dan penguasa selalu diingat-ingatkan soal mati, soal hidup sesudah mati, soal Akhirat di mana semua manusia akan diminta pertanggungjawabnya tentang segala harta, pangkat dan tindak-tanduknya selama hidup di dunia ini.

BEGITU besar faedah dan gunanya mengingati mati bagi membentuk budi pekerti dan diri peribadi setiap orang dalam menempuh hidup di dunia sekarang ini. Sebab itu marilah kita sering-sering mengingati mati. Mati dapat diingati secara bermenung dan berkhayal di kala duduk seorang diri di tempat sunyi. Tetapi cara yang demikian itu kurang efektif. kurang berkesan, malah mungkin menyebabkan banyak ngelamun yang dapat mengakibatkan lemah jiwa atau ingatan.

Cara yang sangat praktis untuk mengingati mati menurut ajaran Allah dan Rasul-Nya dengan Agama Islam, ialah agar sering-sering menjenguk sanak keluarga atau teman, sahabat dan kenalan yang sedang menderita sakit di rumahnya masing-masing atau di rumah-rumah sakit. Lalu sering datang menyaksikan orang menghembuskan nafasnya yang terakhir. Sering datang berta’ziah ke rumah orang yang sudah mati, mengunjungi keluarga yang ditinggalkannya. Sering turut mengurus jenazah, memandikannya, menyembahyangkannya, mengantarkan jenazah itu ke kuburan, menyaksikan jenazah itu dimasukkan ke liang lahad atau kubur. Dan sering mendoakan terhadap orang-orang yang sudah mati. Lebih-lebih terhadap ibu-bapa sendiri.

Chapter. 3

Bagaimana kaisar2 dinasti china mencari obat awet muda sampai ke negri nan jauh di mato ?

Bagaimana segala upaya untuk mengencangkan kulit yang keriput dengan high tech ?

Bagaimana phobia yang extra ordinary tehadap maut membooming di jagad raya ?

Bagimana euphoria penyakit wahn mengalir pada darah pemuda muslim ?

Bagaimana si fakir jalanan mencari sebulir nasi untuk menganjal perut buat menyambung hidup ?

Bagaiamana temen mahasiswa mogok makan, etc. dan menantang maut dengan suatu harapan ?

Bagaiamana pemanjat tebing, gedung tanpa pengaman dan penantang maut lain dianulirkan ?

Bagaiaman teroris mengeluarkan ruh dari jiwa yang tak berdosa dibiarkan?

Bagaiamana jihad disalah interpretasikan dengan mati sebagai final project ?

Beagaiamana pengaku miskin antri di depan gerbang bazar zakat demi Rp. 30 ribu dengan tiket ajal (pasuruan case)?

dan..dan..deelel

 

Beranikah kita hidup didunia ini?

Berani pulakah kita mati detik ini?

 

For review:


2:154, 3:157, 3:169, 3:170-171, 3:195, 4:69, 4:74, 9:111, 47:4-6, 22:58.

 

“Siapa yang tak suka bersua Allah, maka Allah pun tak suka bersua dengannya.” (HR Bukhari dan Muslim).

 

Hamid Al-Qushairy berkata, “Setiap orang di antara kita yakin akan datangnya kematian, sementara kita tidak melihat seseorang bersiap-siap menghadapi kematian itu. Setiap orang di antara kita yakin adanya surga, sementara kita tidak melihat ada yang berbuat agar bisa masuk surga. Setiap orang di antara kita yakin adanya neraka, sementara kita tidak melihat orang yang takut terhadap neraka. Untuk apa kalian bersenang-senang? Apa yang sedang kalian tunggu? Tiada lain adalah kematian. Kalian akan mendatangi Allah dengan membawa kebaikan ataukah keburukan. Maka hampirilah Allah dengan cara yang baik.

 

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, dia berkata, “Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda, “Perbanyaklah mengingat perusak kelezatan-kelezatan, yaitu mati.” (HR Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan Ibnu Hibban).

Al-Hasan Al-Bashry berkata, “Kematian melecehkan dunia dan tidak menyisakan kesenangan bagi orang yang berakal. Selagi seseorang mengharuskan hatinya untuk mengingat mati, maka dunia terasa kecil di matanya dan segala apa yang ada di dalamnya menjadi remeh.

Jika Ibnu Umar Radhiyallahu Anhu ingat mati, maka dia menggigil seperti burung yang sedang menggigil. Setiap malam dia mengumpulkan para fuqaha, lalu mereka saling mengingatkan kematian dan hari kiamat, lalu mereka semua menangis, seakan-akan di hadapan mereka ada mayat.

Syumaith bin Ajlan berkata, “Siapa yang menjadikan kematian pusat perhatiannya, maka dia tidak lagi peduli terhadap kesempitan dunia dan kelapangannya.”

Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata, “Orang yang berbahagia ialah yang bisa mengambil pelajaran dari orang lain.”

Abu Darda’ berkata, “Jika engkau mengingat orang-orang yang sudah meninggal, maka jadikanlah dirimu termasuk mereka yang sudah meninggal.”

Telah diriwayatkan dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhu, dia berkata, “Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam memegangi kedua pundakku lalu beliau bersabda, “Jadilah di dunia seakan-akan engkau adalah orang asing atau seorang pelancong.” (HR Bukhary dan Ahmad).

Ibnu Umar berkata, “Jika engkau berada pada sore hari, maka janganlah menunggu sore hariny. Pergunakanlah kesehatanmu sebelum sakitmu dan hidupmu sebelum matimu.”

Dari Al-Hasan, dia berkata, “Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa salam bertanya kepada para sahabat, “Apakah setiap orang di antara kalian ingin masuk surga?” Mereka menjawab, “Benar wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Pendekkanlah angan-angan, buatlah ajal kalian ada di depan mata kalian dan malulah kepada Allah dengan sebenar-benarnya malu.” (Diriwayatkan Ibnu Abid-Dunya)

Dari Abu Zakaria At-Taimy, dia berkata, “Tatkala Sulaiman bin Abdul Malik berada di Masjidil Haram, tiba-tiba ada yang menyodorkan selembar batu yang berukir. Lalu dia meminta orang yang dapat membacanya. Ternyata di batu itu tertulis: Wahai anak Adam, andaikan engkau tahu sisa umurmu, tentu engkau tidak akan berangan-angan yang muluk-muluk, engkau akan beramal lebih banyak lagi dan engkau tidak akan terlalu berambisi. Penyesalanmu akan muncul jika kakimu sudah tergelincir dan keluargamu sudah pasrah terhadap keadaan dirimu, dan engkau akan menigngalkan anak serta keturunan. Saat itu engkau tidak bisa kembali lagi ke dunia dan tidak bisa lagi menambah amalmu. Berbuatlah untuk menghadapi hari kiamat, hari yang diwarnai penyesalan dan kerugian.

 

Adopted by : @_pararaja from www.geocities.com ; www.jilbab.or.id ; etc.

 

Categories: rohani

Perilaku Fondasi Cakar Ayam pada Model di Laboratorium

September 18, 2008 admin Tinggalkan komentar

Hary Christiady Hardiyatmo, Bambang Suhendro, dan Agus Darmawan Adi

Jurusan Teknik Sipil, Universitas Gadjah Mada

Fondasi cakar ayam diciptakan oleh Sediyatmo pada tahun 1961, ketika membangun menara listrik tegangan tinggi dengan kondisi tanah yang berawa. Fondasi ini telah banyak digunakan untuk bangunan gedung, landasan pacu, menara, dan lainnya. Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab oleh para ahli geoteknik di Indonesia terutama tentang penggunaannya yang cocok di lapangan. Untuk merancang struktur fondasi cakar ayam, beberapa faktor harus dipertimbangkan, yaitu modulus reaksi subgrade tanah (kh dan kv), jarak, panjang, dan diameter cakar (pipa beton) serta tebal pelat. Masalah yang dihadapi oleh para perancang fondasi cakar ayam saat ini ialah belum adanya formula yang dapat dipahami dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pengujian dilakukan pada model 2-dimensi, semi-3-dimensi, dan 3-dimensi. Pada model 2-dimensi, pelat cakar ayam dimodelkan dengan pelat Plexiglass tebal 3-5 mm dan pipa cakar ayam dimodelkan dengan besi U tebal 2 mm. Pada model semi-3-dimensi dan 3-dimensi juga dipakai bahan yang sama tetapi tebalnya 2 cm dan cakar dimodelkan dengan pipa polivinil klorida berdiameter 10.5 cm yang ditempelkan pada pelat Plexiglass tersebut. Penelitian dilakukan dengan meragamkan jarak, diameter, panjang cakar, tebal pelat fondasi, jenis tanah dasar, dll.

Dari hasil pengujian perilaku sistem cakar ayam di laboratorium dan analisis hitungan yang telah dilakukan dapat disimpulkan hal-hal berikut. 

Cakar berfungsi sebagai pengaku pelat. Saat sistem cakar ayam dibebani, pelat melendut. Lendutan mengakibatkan cakar berotasi. Rotasi cakar mengakibatkan bekerjanya tekanan tanah di sekitar cakar yang melawan lendutan pelat. Hasilnya, kekakuan pelat bertambah sehingga lendutan lebih kecil bila dibandingkan lendutan pelat tanpa cakar. Kekakuan sistem cakar ayam bergantung pada kerapatan cakar atau jarak cakar, panjang cakar, diameter cakar, tebal pelat. Bila jarak cakar mengecil, ketiga parameter membesar, maka pelat menjadi kaku.

Pada umumnya, lendutan pelat maksimum terjadi di bawah beban dan penyebaran lendutan bergantung pada besarnya beban. Untuk sistem cakar ayam dengan jarak cakar 2.5 m (pada prototipe yang sudah ada), lendutan menyebar sampai radius 4-5 meter. Oleh sebab itu pada kondisi tanah dan geometri sistem cakar ayam yang mendekati tempat-tempat tersebut, sistem cakar ayam cukup dianalisis untuk luasan pelat 10 m × 10 m atau diameter 10 m. Lendutan bertambah bila beban bertambah besar. Hal ini mengoreksi pendapat Sediyatmo bahwa bila beban bertambah 2 kalinya, besar lendutan atau tekanan kontak antara tanah dan pelat sama, hanya penyebaran lendutan bertambah (juga 2 kalinya).

Pada pembebanan ganda (beban dua kali beban tunggal) diperoleh lendutan maksimum yang lebih besar dan penyebaran lendutan lebih melebar bila dibandingkan dengan beban tunggal. Rotasi cakar terbesar ialah cakar yang terletak di dekat titik beban.

Hitungan penurunan tanah dasar akibat konsolidasi tanah perlu diperhitungkan pada perancangan sistem cakar ayam. Hitungan penurunan dilakukan sama seperti hitungan penurunan untuk fondasi rakit, yaitu dengan menganggap dasar cakar sebagai dasar fondasi rakit. Penurunan sistem cakar ayam yang terletak pada timbunan ialah penurunan total akibat kompresi tanah dasar, kompresi tanah bahan timbunan di bawah cakar, dan lendutan pelat akibat beban. Bila hasil analisis penurunan memberikan nilai penurunan yang berlebihan, maka tanah di bawah sistem cakar ayam harus diperbaiki lebih dahulu dengan menggunakan cara-cara perbaikan tanah yang lazim digunakan untuk penanganan tanah yang lunak (preloading, vertical drain, dll.).

Rotasi cakar tidak sampai meruntuhkan tanah sehingga tekanan tanah di sekitar cakar lebih cocok bila tanah ditinjau masih dalam kondisi elastis. Gaya perlawanan tanah lebih dipengaruhi oleh nilai modulus subgrade horizontal (kh) dan rotasi cakar. Semakin besar rotasi cakar, semakin besar gaya perlawanan tanah.

Hitungan dengan metode elemen finit pada lokasi yang sama, untuk analisis 3-dimensi lendutan pelat cocok dengan lendutan di lapangan bila kh = 10 kv. Metode perancangan yang diusulkan cukup baik digunakan untuk menganalisis lendutan pelat cakar ayam. Analisis hitungan lendutan pada landasan pacu Polonia, Medan, dengan metode yang diusulkan yang dilakukan dengan menganggap kh = 2 kv memberikan hasil yang cukup memuaskan ditinjau dari segi alur lendutan yang dihasilkan dari hitungan. Nilai lendutan hasil hitungan yang lebih besar dinilai logis karena pelat cakar ayam yang di dalam praktik merupakan masalah 3-dimensi, dianggap sebagai masalah 2-dimensi. Hasil hitungan tersebut menunjukkan bahwa bila sistem cakar ayam dirancang dengan metode hitungan yang diusulkan maka tidak diperlukan faktor aman yang besar. Faktor aman cukup diambil 1 sampai 1.5. Faktor aman ini dapat diambil dengan membagi kv di lapangan yang dapat diperoleh dari uji pembebanan pelat. 

Adopted by : @_pararaja from Hibah Bersaing VII

 

Categories: wawasan

BELAJAR MANAJEMEN PERUSAHAAN : Chapter . 1 : MEMANAJEMENI KOMPLAIN PELANGGAN : ‘SIAPP’-KAH KITA BER’TINDAK’ ?

September 18, 2008 admin Tinggalkan komentar

 “Customer complaints are the schoolbooks from which we learn…”

 

Siapapun tidak menyukai dikomplain pelanggannya. Komplain sama dengan kritik, yang biasanya bernuansa negatif dan disampaikan dengan cara yang terkadang tidak ‘terlalu’ menyenangkan. Banyak cara dilakukan perusahaan untuk terus mempertebal dinding pertahanannya, agar komplain tidak dapat masuk, bahkan terdengar sekalipun. Namun sikap resistance terhadap komplain ini akan menjadi bumerang di masa mendatang.

 

Ingat bahwa : pelanggan yang tidak puas dan tidak komplain, jauh lebih banyak dari pelanggan yang tidak puas dan komplain. Dapat dibayangkan, apabila pelanggan dari jenis yang pertama bukannya komplain langsung kepada kita, tetapi kepada rekan-rekannya; dan yang terburuk : kepada Surat Pembaca/Redaksi YTH di koran/majalah. Menurut suatu hasil riset :

 

·         pelanggan yang puas akan bercerita kepada 5 orang,yang kemungkinan adalah calon pelanggan kita

·         pelanggan yang kecewa, bercerita kepada 9 orang

·         hanya 1 dari 26 pelanggan yang kecewa, yang pada akhirnya komplain kepada kita/perusahaan

·         90% dari pelanggan yang kecewa akan berpindah ke produk/perusahaan lain di saat itu/di kemudian hari.

 

Apakah Tiada Komplain = Pelanggan Puas?

Banyak yang bertanya : apakah dengan minimnya jumlah komplain pelanggan dapat menggambarkan tercapainya kepuasan pelanggan di suatu perusahaan? Jawabannya mungkin dapat dilihat melalui model kepuasan pelanggan berikut ini :

 


Dari model di atas dapat diketahui bahwa dengan meminimasi komplain kita dapat mencapai kepuasan pelanggan, namun itupun pada tingkat yang terendah, dimana kita hanya mampu memenuhi persyaratan/spec yang dituntut. Namun apabila kita memiliki cara penanggulangan komplain yang baik, dimana pelanggan sangat tidak menduga keluhannya dapat ditanggapi dan diselesaikan secara cepat dan akurat. Hal tersebut dapat menempatkan produk/perusahaan kita sebagai ‘yang dicintai dan memuaskan pelanggan’.

 

Memanajemeni Komplain Berawal dari KeSIAPPan

Sebelum melangkah lebih lanjut kepada cara dan metode Complaint Management (CM), terlebih dahulu kita harus komit akan prinsip SIAPP : Saya Ingin Agar Pelangganku Puas. Berangkat dari prinsip ini, maka apapun aktivitas maupun tindakan yang kita lakukan, akan selalu bermuara kepada kepuasan pelanggan.

 

Dua Penyebab Inti Komplain Pelanggan

Terjadinya komplain pelanggan selalu disebabkan oleh dua hal berikut ini :

·         Kenyataan (bukti) tidak sesuai dengan Harapan (janji)

·         Biaya yang dikeluarkan tidak sesuai dengan Manfaat yang didapat.

 

Sangat Sulit Untuk Memuaskan 100% Pelanggan

Sehebat apapun kita, sangatlan sulit untuk memuaskan 100% pelanggan. Menyadari hal itu, apabila ternyata pelanggan merasa ‘bukti tidak sesuai dengan janji’, atau ‘biaya tidak sesuai dengan manfaat’, serta mengajukan komplain, maka di sinilah CM berperan. CM dapat dikatakan sebagai salah satu realisasi penerapan Total Customer Satisfaction (TCS). CM sendiri saat ini banyak didukung oleh sejumlah infrastruktur Teknologi Informasi (IT) yang sekarang erat dikenal dengan konsep Customer Relationship Management (CRM).

 

Cara Memanajemeni Komplain adalah BerTINDAK

Kita lupakan saja untuk sementara berbagai konsep dan metodologi yang rumit dan canggih di atas. Apabila kita memang ingin melaksanakan CM dengan baik, minimal kita dapat melaksanakan konsep TINDAK berikut ini :

 

Tetap siap dan siaga terhadap komplain…

·         Datangnya komplain banyak dikarenakan jarangnya kita bertanya mengenai performansi produk/servis kita di mata pelanggan sejak awal (baik lewat telepon, surat atau kunjungan langsung). Apabila kita melakukannya, masih ada kemungkinan muncul komplain dari pelanggan. Namun yang jelas kita sudah lebih siap, dibandingkan apabila komplain tersebut datang secara tiba-tiba.

 

Ingat dan kenali komplain…

·         Di tengah keraguan menghadapi ‘serangan’ komplain, ingat saja bahwa saat itu kita harus menempatkan pelanggan sebagai pihak yang benar. Terima komplain mereka dan tunjukkan keseriusan kita menghadapinya. Yakinkan mereka bahwa kita akan mencarikan solusi permasalahannya secepat mungkin. Apabila kita tidak memiliki wewenang, beritahu secara jelas berapa lama mereka akan mendapat solusi/jawabannya (satu hari? tiga hari? satu minggu?).

 

Nyanyikan tanpa formalitas…

·         Sangat menyebalkan apabila saat pelanggan komplain, dirasakan penanganannya penuh dengan proses birokrasi yang njelimed (di’lempar’ kesana-kemari tidak menentu). Sebenarnya tidak terlalu sulit untuk memastikan kepuasan pelanggan terhadap penanggulangan komplain di perusahaan :

·         meminta maaf kepada mereka (pelanggan)

·         menjelaskan secara rinci kondisi sebenarnya

·         mengirim sedikit ‘tanda’ minta maaf

·         memperbaiki/mengganti produk yang rusak

·         menggantinya dalam bentuk uang kas, atau menawarkan produk sejenis dengan diskon.

Disamping semua hal di atas, inisiatif dan kreativitas kita dalam mencarikan solusi yang sama-sama menguntungkan bagi kedua belah pihak (win-win solution) sangat dituntut dalam langkah ini.

 

Dengungkan rasa kekerabatan kepada pelanggan…

·         Setelah menanggapi persaingan, kadangkala kita perlu merasa yakin apakah tindakan yang dilakukan sudah tepat, dalam arti sudah memuaskan pelanggan. Caranya bisa dengan menelepon, atau datang langsung ke pelanggan dan menanyakan apakah antisipasi yang dilakukan terhadap komplain mereka sudah memuaskan; sekaligus menanyakan apa yang dapat Anda/perusahaan lakukan ke depan terhadap produk/pelayanan, untuk dapat lebih memenuhi harapan. Jangan lupa untuk menegaskan, bahwa perusahaan akan memanfaatkan komplain tersebut sebagai bahan masukan untuk perform lebih baik di masa mendatang. Hal ini diperlukan, guna meyakinkan pelanggan bahwa mereka dihargai.

 

Anggap sebagai sebuah proses pembelajaran…

·         Tugas pertama dari CM adalah memastikan pelanggan puas tanpa perlu ter’tunda-tunda’. Tugas kedua adalah bagaimana kita dapat belajar dari kesalahan. Manusia memang tidak dapat luput dari kesalahan, namun kesalahan yang sama tidak boleh terulang, termasuk kepada orang yang berbeda. Untuk itu, komplain yang datang beserta proses penanggulangannya harus terdokumentasi dengan baik. Hal ini dapat dilakukan secara manual maupun elektrikal. Seluruh event dan penanganan komplain yang terdokumentasi ini akan menjadi guidance bagi seluruh operator di perusahaan untuk mulai melakukan langkah TINDAK yang pertama (Tetap siap dan siaga terhadap komplain) dengan lebih solid.

 

Konsentrasi menuju continuous improvement

Langkah yang terakhir ini sudah berbicara lebih jauh dari cara menanggulangi masalah, yaitu mengeliminir penyebab permasalahan (komplain). Idealnya ada semacam tim (Problem Solving Team) yang secara sistematis dan menyeluruh menemukan dan menganalisis akar penyebab terjadinya komplain, serta langsung melakukan tindakan preventif di beberapa sektor/bagian yang kritis (sering mendapat komplain) di perusahaan. Dengan berprinsip pada be good-be better-be best, langkah ini menutup CM dengan suatu jaminan kepuasan pelanggan optimal.

 

·          Lalu, sudah SIAPP-kah Anda untuk ber-TINDAK?

 

Adopted by : @_pararaja

Categories: wawasan

Meredam Turbulensi – Membuat Air Mengalir (Jauh) Lebih Cepat

September 18, 2008 admin Tinggalkan komentar

Oleh Yuli Setyo Indartono

Mahasiswa S3 di Graduate School of Science and Technology, Kobe University, Japan. Peneliti Istecs dan Ketua Divisi Teknologi Energi Indeni www.indeni.org

 

Berdasarkan sifat alirannya, pada umumnya terdapat tiga jenis aliran fluida: laminar, transisi, dan turbulen. Pada aliran laminar, fluida mengalir tenang tanpa diiringi oleh pusaran (vortek) meskipun terdapat gangguan di sepanjang aliran fluida. Sebaliknya, pada aliran turbulen, aliran fluida bersifat chaos (terlihat tak beraturan) yang dicirikan dengan keberadaan pusaran-pusaran (vortek) fluida. Kondisi transisi merupakan daerah peralihan antara laminar dan turbulen; daerah ini merupakan wilayah aliran yang tidak stabil sehingga sering digambarkan sebagai garis putus-putus dalam diagram alir fluida.

 

Pusaran-pusaran dalam aliran turbulen dikenal dengan sebutan eddy. Eddy ini memiliki ukuran yang bervariasi, dari orde kilometer, misalnya eddy pada pergerakan atmosfer atau debu antar-galaksi, hingga yang berorde mikron, misalnya yang terjadi pada aliran turbulen di dalam pipa. Keberadaan eddy tentu saja mengkonsumsi energi aliran; pada skala makro hal tersebut dicirikan dengan tingginya koefisien gesek pada aliran turbulen (dibandingkan dengan aliran laminar pada bilangan Reynolds yang sama). Tingginya koefisien gesek berpengaruh secara langsung kepada besarnya penurunan tekanan dan pada akhirnya kepada besarnya energi yang diperlukan untuk mengalirkan fluida.

 

Dalam beberapa hal, aliran turbulen diharapkan terjadi; misalnya pada proses pencampuran (mixing). Pencampuran bahan-bakar dan udara di dalam silinder motor bakar, pencampuran zat pewarna dalam suatu larutan, dsb., akan sangat diuntungkan bila aliran bersifat turbulen. Karena komponen kecepatan arah normal pada aliran turbulen juga cukup besar, maka perpindahan panas pada jenis aliran ini juga sangat tinggi. Di sisi lain, untuk keperluan transportasi fluida, aliran turbulen tidak diharapkan karena berkorelasi dengan tingginya energi pengaliran.

 

Penurunan gaya drag (Drag Reduction = DR) pada aliran turbulen adalah fenomena turun drastisnya gesekan permukaan (skin friction) pada suatu fluida akibat penambahan sejumlah kecil aditif pada fluida tersebut. Fenomena ini ditemukan secara terpisah oleh Toms pada tahun 1949, dan Mysels juga pada tahun 1949, pada masa Perang Dunia II (Denn, 2004). Sekitar sepuluh tahun kemudian, fenomena DR mendapatkan perhatian dari berbagai peneliti di seluruh dunia karena kemampuannya dalam menghemat energi. DR didefinisikan oleh Savin pada tahun 1961 sebagai berikut (Shenoy, 1984):

(1)

dengan delta pN adalah penurunan tekanan per-satuan panjang pipa pada solven/pelarut (tanpa aditif) akibat gesekan, sedangkan delta pS adalah penurunan tekanan per-satuan panjang pipa pada larutan (solven dan aditif) akibat gesekan. Harga DR bisa mencapai 80% yang mengindikasikan sangat besarnya potensi penghematan energi yang dihasilkannya. Untuk kecepatan alir yang sama, efek DR akan menurunkan penggunaan energi secara signifikan; sedangkan bila daya pemompaan adalah tetap, maka efek DR akan menghasilkan peningkatan kecepatan yang signifikan.

 

Terdapat beberapa jenis aditif yang memiliki efek DR signifikan. Aditif-aditif tersebut bisa diklasifikasikan dalam beberapa jenis berikut ini (Shenoy, 1984): (1) Polimer, (2) Suspensi partikel padat, (3) Aditif biologis, dan (4) Surfaktan. Namun demikian, hanya polimer dan surfaktan yang mendapatkan perhatian luas dari peneliti karena tingginya DR yang bisa dihasilkan keduanya (bisa mencapai lebih dari 80%), juga karena keduanya mudah didapat. Selain menggunakan aditif, beberapa peneliti menyelidiki fenomena DR pasif, seperti riblets, kekasaran permukaan tertentu, dinding aktif dan pasif, dsb. Namun bila dibandingkan dengan aditif, DR pasif memiliki kemampuan yang jauh lebih rendah.

 

DR pada larutan polimer dan surfaktan

 

Polimer merupakan aditif yang sangat menarik, karena hanya dengan beberapa ppm (part per million – bagian per sejuta) polimer ber-berat molekul tinggi, aditif ini bisa menimbulkan DR yang sangat besar. Banyak sekali penelitian yang telah didedikasikan untuk menyelidiki fenomena DR pada larutan polimer (baik pada larutan aqueous ataupun organik) dan juga keterkaitan antara sifat larutan dengan DR nya. Aplikasi DR menggunakan polimer yang paling berhasil adalah transportasi minyak mentah melalui jalur pemipaan. Pada tahun 1979, Alyeska Pipeline Service Company memulai penggunaan aditif polimer sebagai penurun gaya drag di dalam pipa ber-diameter 1,2 m sepanjang 1.287 km pada Trans Alaskan Pipeline System (TAPS). Dua belas stasiun pemompaan semula direncanakan pada sistem tersebut, sebelum dipertimbangkannya penggunaan aditif polimer untuk menimbulkan efek DR di dalam jalur pemipaan. Pada tahun 1980 – 1981 Perusahaan Alyeska membatalkan pembangunan dua stasiun pemompaan karena aditif polimer ternyata mampu menggantikan peran kedua stasiun pemompaan tersebut (Motier dkk., 1996). Namun perlu dicatat bahwa aditif polimer akan mengalami degradasi permanen akibat tegangan geser yang tinggi, oleh karena itu, aditif ini tidak cocok digunakan dalam sirkulasi aliran tertutup.

 

Virk dkk. (1970) mempostulasikan keberadaan tiga zona pada profil kecepatan rata-rata untuk larutan aditif polimer. Dimulai dari dinding pipa menuju sumbunya, zona aliran tersebut adalah: (1) Zona viskos, (2) Zona interaktif, yang kemudian disebut sebagai sub-lapisan elastik (Virk, 1975), dan (3) Zona turbulen Newtonian. Berdasar sembilan hasil pengujian pada saat itu, Virk dkk. (1970) mendefinisikan sebuah asimptot DR maksimum (Maximum Drag Reduction Asymptote = MDRA) untuk larutan polimer sebagai berikut:

(2)

 

Bentuk pangkat untuk persamaan di atas adalah:

(3)


Persamaan ini telah dikonfirmasi oleh banyak sekali pengujian menggunakan larutan polimer encer (dilute), dan benar bahwa koefisien gesek di atas tidak bergantung kepada diameter pipa, konsentrasi polimer, berat molekul polimer, ukuran koil polimer, dsb. (Aguilar dkk., 2001).

 

Surfaktan adalah singkatan dari “surface-active agent”. Kata tersebut merujuk pada molekul organik atau senyawa yang belum diformulasikan yang memiliki sifat surface-active (Shenoy, 1984). Molekul surfaktan selalu terdiri dari kombinasi bagian yang larut ke dalam air (hidrofilik) dan bagian yang tak larut ke dalam air (hidrofobik). Bagian hidrofobik sangat sulit larut dalam pelarut polar (seperti air); hal ini dikompensasi oleh bagian head-group hidrofiliknya. Berdasarkan sifat ion head-groupnya, surfaktan dibedakan dalam jenis nonionik, anionik, dan kationik (Bewersdorff, 1966).

 

Salah satu keunggulan utama surfaktan kationik dibandingkan dengan anionik adalah bahwa surfaktan kationik tidak mengalami presipitasi akibat keberadaan ion kalsium (Shenoy, 1984). Chou dkk. (1989) menunjukkan bahwa berbagai jenis surfaktan kationik bisa bekerja pada rentang temperatur yang luas, mulai dari sekitar 2 hingga 110oC. Surfaktan nonionik stabil secara secara mekanik ataupun kimiawi. Surfaktan ini juga tidak mengalami presipitasi akibat keberadaan ion kalsium sehingga bisa digunakan dalam air yang tidak murni, air laut, brackish water, atau larutan brine pekat (Shenoy, 1984). Namun, surfaktan nonionik hanya efektif pada rentang temperatur yang sempit. Oleh karena itu, Zakin dkk. (Nguyen, 2005) menyimpulkan bahwa surfaktan kationiklah yang memiliki potensi yang baik untuk diterapkan dalam sistem pendinginan dan pemanasan distrik (district heating and cooling systems).

 

Di atas kosentrasi kritik, molekul surfaktan terlarut akan mulai membentuk agregat, yang disebut sebagai micelle. Bila konsentrasinya ditingkatkan, micelle akan tumbuh sampai seluruh volumenya diisi oleh rantai hidrokarbon. Dengan menambahkan beberapa jenis garam (elektrolit), atau menggunakan counter-ion kuat yang sesuai, gaya tolak elektrolitik dari head group bisa ditekan, dan molekul-molekul surfaktan akan tersusun lebih rapat hingga membentuk micelle berbentuk semacam tongkat (rod-like) atau semacam disk (disc-like) (Gyr and Bewersdorff, 1995). Banyak peneliti mempercayai bahwa rod-like (atau thread-like) micelle merupakan penyebab utama munculnya fenomena DR pada larutan surfaktan. Struktur mikro thread-like micelle yang langsung diamati menggunakan cryo-TEM dalam larutan ethylene glycol / water bisa dikaitkan dengan efek DR yang terjadi pada larutan tersebut (Zhang dkk., 2005).

 

Surfaktan tidak mengalami degradasi permanen akibat tegangan geser yang tinggi. Pada saat dikenai tegangan geser yang tinggi, surfaktan hanya mengalami degradasi sementara untuk selanjutnya kembali ke dalam bentuknya yang semula. Pengujian menggunakan small angle neutron scattering di dalam aliran turbulen menunjukkan bahwa micelle tidak rusak akibat tegangan geser dinding kritik yang berlebihan, namun mengalami perubahan orientasi dan superstructure (Bewersdorff and Ohlendorf, 1988). Orientasi dan superstructure tersebut segera pulih manakala tegangan geser yang tinggi tadi dihilangkan. Hal ini merupakan keunggulan utama surfaktan terhadap polimer dalam hal penggunaannya di dalam sirkulasi aliran tertutup. Selain itu, beberapa studi sistematik yang dilakukan oleh industri kimia, dan didokumentasikan di dalam beberapa paten Eropa dan Amerika, telah menuntun kepada penemuan bahwa surfaktan dengan konsentrasi di bawah 100 ppm mampu menghasilkan DR (Gyr and Bewersdorff, 1995).

 

Terdapat konsensus bahwa MDRA surfaktan lebih tinggi dibandingkan dengan polimer (Aguilar dkk., 2001). Zakin dkk. (1996), mengajukan MDRA baru untuk surfaktan. MDRA ini valid dalam rentang :

(4)


Virk dkk. (1996) juga mencatat bahwa larutan surfaktan yang memiliki bilangan Reynolds yang tinggi,

memiliki harga

yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan MDRA polimer. Hal ini berarti bahwa MDRA surfaktan bisa lebih tinggi dibandingkan dengan polimer.
Gambar 1 di bawah ini menunjukkan koefisien friksi larutan polimer (polyethyleneoxide (PEO) 50 ppm) dan surfaktan (Ethoquad O/12 900 ppm) bersama dengan MDRA dari Virk dan Zakin.


Gambar 1 DR larutan polimer (polyethyleneoxide (PEO) 50 ppm) dan surfaktan (Ethoquad O/12 (EO/12) 900 ppm). Data PEO didapatkan dari Usui (1974), sedangkan data EO/12 dari Indartono dkk. (2005)

 

Gambar 1 menunjukkan lebih rendahnya koefisien friksi larutan polimer dan surfaktan dibandingkan dengan pelarutnya (fluida Newtonian). Selisih antara koefisien friksi fluida pelarut (solvent) dan larutan yang mengalami DR; dibandingkan dengan koefisien friksi fluida pelarut, didefinisikan sebagai besarnya DR serupa dengan yang ditunjukkan oleh Persamaan (1). Bilangan Reynolds pada Gambar 1 di atas dihitung menggunakan viskositas air, bukan viskositas masing-masing larutan. Hal ini dilatarbelakangi oleh dua hal: (1) Rendahnya konsentrasi polimer menyebabkan viskositas larutan polimer tidak berbeda signifikan terhadap viskositas air, (2) Sulitnya mendapatkan harga viskositas surfaktan yang bisa digunakan dalam perhitungan bilangan Reynolds karena adanya fenomena SIS (Shear Induce Structure) dan karena viskositas surfaktan umumnya dipengaruhi oleh jarak celah antar plat rheometer. Meski menggunakan viskositas fluida Newtonian, DR tetap bisa dihitung dengan cara seperti pada Persamaan (1).

 

Dapat dilihat pada Gambar 1 di atas bahwa koefisien friksi terendah larutan polimer nampak menyentuh garis MDRA Virk. Sedangkan koefisien friksi terendah larutan surfaktan tidak bersentuhan dengan garis MDRA Zakin. Hal ini disebabkan karena jarak masuk hidrodinamik (hydrodynamics entrance length) larutan surfaktan hingga mencapai kondisi berkembang mantap (fully developed) sangat besar; bisa mencapai lebih dari 1000 L/D (L adalah panjang aliran yang tidak mengalami gangguan alir, dan D adalah diameter pipa). Sedangkan panjang pipa yang dipergunakan untuk pengukuran koefisien friksi larutan surfaktan pada Gambar 1 di atas hanya memiliki harga L/D sekitar 300. Karena koefisien friksi memiliki harga yang lebih tinggi pada daerah aliran berkembang (developing flow), maka seperti dapat kita saksikan pada Gambar 1, koefisien friksi larutan surfaktan tidak sampai menyentuh MDRA Zakin.

 

Tingginya konsentrasi surfaktan yang digunakan pada Gambar 1 di atas diprediksikan akan menyebabkan lebih tingginya harga viskositas larutan surfaktan dibandingkan dengan larutan polimer. Perhitungan bilangan Reynolds menggunakan viskositas air menyebabkan koefisien friksi larutan surfaktan berposisi di sebelah kanan larutan polimer. Bisa disaksikan juga dalam Gambar 1 keberadaan fenomena efek diameter pada koefisien friksi polimer dan surfaktan. Fenomena ini merupakan salah satu ciri khas fluida yang mengalami DR (terutama bila bilangan Reynolds nya dihitung menggunakan viskositas fluida Newtonian).

 

Perbedaan karakteristik antara koefisien friksi larutan polimer dan surfaktan, seperti dapat dilihat di Gambar 1, adalah adanya kenaikan koefisien friksi larutan surfaktan pada bilangan Reynolds yang tinggi; hal ini tidak terjadi pada larutan polimer. Larutan polimer dialirkan di dalam one-through system (tanpa sirkulasi), karena larutan polimer akan mengalami degradasi permanen bila dikenai tegangan geser yang tinggi. Maka di atas bilangan Reynolds kritiknya, larutan polimer tidak lagi memberikan efek DR. Larutan surfaktan dialirkan di dalam sistem tersirkulasi menggunakan pompa. Di dalam pompa, larutan surfaktan mengalami tegangan geser yang sangat tinggi, namun demikian, larutan surfaktan tetap menunjukkan kemampuan DR. Hal ini membuktikan bahwa micelle di dalam larutan surfaktan berkemampuan melakukan self-recovery – hal yang tidak dimiliki oleh molekul polimer. Kenaikan koefisien friksi larutan surfaktan secara bertahap di atas bilangan Reynolds kritiknya menunjukkan bahwa degradasi (temporal) yang dialami oleh micelle di dalam larutan surfaktan berlangsung secara bertahap, tidak sekaligus dialami oleh seluruh micelle.

 

Dalam Gambar 1 juga bisa diamati bahwa DR larutan surfaktan pada pipa ber-diameter 25 mm nampak lebih rendah dibandingkan dengan pipa ber-diameter 13 mm. Hal ini disebabkan pendeknya L/D pipa ber-diameter 25 mm dibandingkan dengan pipa ber-diameter 13 mm. Dengan demikian, kondisi hidrodinamik aliran di dalam pipa ber-diameter 13 mm lebih mendekati kondisi berkembang mantap bila dibandingkan dengan yang terjadi di dalam pipa ber-diameter 25 mm.

 

Adopted by : @_pararaja

Categories: ilmu

Renungan singkat : BENARKAH KITA HAMBA ALLAH SWT..!!!

September 15, 2008 admin Tinggalkan komentar

Oleh : Achmad Faisol

Dalam banyak kesempatan, kita menyatakan diri sebagai hamba Allah. Dulu, jika orang mau menyumbang tapi tak ingin diketahui namanya, ditulis dengan NN (No Name). Saat ini, kita menggantinya dengan “hamba Allah”. Tujuan awalnya memang untuk menghindari riya’.

Tapi, perkataan seperti itu bisa membuat diri kita pamer kepada orang lain bahwa kita ini orang shaleh. Kalau kita menyumbang ke suatu badan amal, yayasan atau yang lain, kita bisa tergoda untuk mengatakan dengan sefasih dan semantap mungkin, “Nama saya tidak perlu ditulis. Tulis saja dari hamba Allah.”

Berdasarkan ilmu tajwid, lafazh “Allah” dibaca tafkhîm (tebal) karena lam Jalâlah didahului fathah. Kalau memang itu yang kita lakukan—kita mengucapkan lafazh “Allah” semantap mungkin supaya terlihat seperti orang alim—apakah benar kita ini hamba-Nya? Marilah kita lihat apakah kita memang hamba Allah atau bukan.


Katakanlah kita mempunyai seorang tetangga sekaligus teman, yang dari segi harta dan pekerjaan tidak seberuntung kita. Karena dia teman kita, jika dia minta pertolongan, seketika itu juga kita membantunya. Bahkan kadang kala kita menawarkan diri untuk sedikit meringankan tugas dia, jika dia terlihat tidak bisa menyelesaikannya. Semua itu kita lakukan tanpa pamrih, kita benar-benar mengikhlaskan semuanya.


Dua tahun berlalu dan selama itu pula kita selalu melakukan yang dimintanya. Suatu hari, kendaraan kita sedang bermasalah. Karena buru-buru ingin ke kantor mengingat jam sudah menunjukkan pukul 07.30, kita minta diantarkan dia yang kebetulan sedang mendapat jadwal shift sore (15.00–23.00) di pabriknya.
Kala itu dia sedang santai minum kopi hangat sambil membaca koran dan menikmati pisang goreng.


Ternyata, dia tidak mau mengantarkan kita. Dia malah berkata, “Kamu ini mengganggu orang saja. Tidak lihat apa, aku sedang menikmati sejuknya pagi. Minggu ini kan aku shift sore, jadi aku masih ingin istirahat. Kamu kan punya uang, naik taxi saja!”


Nah, apakah di dalam hati, kita tidak akan mengingat-ingat pertolongan kita padanya selama ini? Ataukah, kita berkata pada diri sendiri, “Dasar orang tidak tahu membalas budi! Awas, ya… Jangan harap aku akan menolongmu lagi!”


Jika kita masih mengingat kebaikan kita padanya, atau meminta balas budi darinya, apakah pantas kalau kita menyebut diri sebagai hamba Allah? Sedangkan pengertian hamba adalah orang yang melakukan sesuatu semata-mata untuk tuannya, tak ada urusan dengan orang lain.


Penulis pernah mendengar di sebuah acara radio, ada seseorang mengadukan keadaannya pada nara sumber. Dua tahun sebelumnya, ada pegawai baru di departemennya. Karena ingin berbuat baik, maka pegawai baru ini dibimbing, diberi arahan dan selalu dibantu. Memang dasarnya anak cerdas, pegawai baru tersebut naik pangkat dengan cepat. Masalahnya, sekarang ini jadi saingan, bahkan tega menjatuhkan sang mentor (penelpon) yang telah membimbingnya. Pegawai baru itu sekarang jadi musuh si penelpon. Si penelpon merasa sakit hati karena dulu dialah yang menolong. ‘Aidh al-Qarni menggambarkan peristiwa seperti ini dalam bait syairnya :


Tetapi sifat ini kadang kala justru terbalik, sahabat dijadikan musuh!
Aku ajari dia memanah setiap hari
Ketika lengannya menjadi kuat, ia malah memukulku
Betapa banyak aku ajarkan padanya bait-bait syair
Ketika ia mampu membuat syair, ia menyerangku


Nah, kalau kita berada di posisi si penelpon, apakah kita juga sakit hati?
Kalau benar kita sakit hati karenanya, berarti kita tidak ikhlas menolongnya. Dalam hati, sebenarnya kita berharap agar suatu saat pegawai baru itu menolong kita. Apakah pantas kalau kita menolong orang lain, lalu kita berharap suatu saat dia juga membantu kita, kemudian dengan keyakinan penuh kita mengatakan bahwa kita hamba Allah?

Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Qur’an) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.
Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik).

(QS az-Zumar [39] : 2-3)


Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus.
(QS al-Bayyinah [98] : 5)


Sesungguhnya Kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.
Sesungguhnya Kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan.
(QS al-Insân [76] : 9-10)


Rasulullah saw. bersabda :


ثَلاَثٌ لاَيَغُلُّ عَلَيْهِمْ قَلْبُ مُسْلِمٍ : إِخْلاَصُ الْعَمَلِ ِللهِ تَعَالَى، وَمُنَاصَحَةُ وُلاَةِ اْلأُمُوْرِ، وَلُزُوْمُ جَمَاعَةِ الْمُسْلِمِيْنَ

 

Tiga perkara yang tidak bisa dikhianati hati seorang muslim, yaitu keikhlasan amal karena Allah SWT, saling menasihati dalam penguasaan masalah dan tetapnya jamaah umat Islam. (HR Ahmad)


Semua benda berpotensi dapat ternoda oleh benda lainnya. Jika benda itu bersih serta terhindar dari kotoran dan noda, maka disebut dengan khâlish (benda yang bersih) dan pekerjaan untuk membersihkannya disebut ikhlâshan. Bersihnya (khulush) susu dari hewan ternak adalah apabila tidak dicampuri oleh darah, kotoran atau sesuatu yang dapat mencampurinya.


Ikhlas adalah penjernihan perbuatan dari campuran semua makhluk atau pemeliharaan sikap dari pengaruh-pengaruh pribadi. Ikhlas adalah ruh amal, dan amal menunjukkan tegaknya iman.


Syaikh Ibnu Athaillah menuturkan, “Siapa menyembah Allah karena mengharapkan sesuatu yang lain, atau karena menolak bahaya yang akan menimpa dirinya, maka ia belum menunaikan tugasnya terhadap Allah sesuai dengan sifat-sifat yang dimiliki-Nya. Ada beraneka ragam jenis amal menurut situasi dan kondisi yang masuk ke dalam hati manusia. Kerangkanya adalah perbuatan yang jelas, sedangkan ruhnya adalah ikhlas.”


Imam Al-Qusyairi menasihatkan, “Ikhlas adalah penunggalan (peng-Esa-an) Al-Haqq dalam mengarahkan semua orientasi ketaatan. Ketaatan harus dimaksudkan untuk mendekatkan diri kepada Allah semata, tanpa yang lain, tanpa dibuat-buat, tanpa ditujukan untuk makhluk, tidak untuk mencari pujian manusia atau makna yang lain selain pendekatan diri pada Allah.”


Dzun Nun al-Mishri menjelaskan, “Ikhlas tidak akan sempurna kecuali dengan kebenaran (shidiq) dan sabar di dalam ikhlas. Shidiq tidak akan sempurna kecuali dengan ikhlas dan terus-menerus di dalam ikhlas.”


Lebih lanjut, al-Mishri menerangkan, “Ada tiga alamat yang menunjukkan keikhlasan seseorang, yaitu ketiadaan perbedaan antara pujian dan celaan, lupa memandang amal perbuatannya, dan lupa menuntut pahala atas amal perbuatannya—bahkan di kampung akhirat nanti.”


Abu Ya‘qub as-Susi membahas ikhlas lebih dalam lagi. Dia berkata, “Kapan saja seseorang masih memandang ikhlas dalam keikhlasannya, maka keikhlasannya membutuhkan keikhlasan.”
Artinya, kita tidak boleh memandang amal kita dengan pandangan apa pun. Seringkali kita berkata, “Saya melakukan ini dengan ikhlas, koq.” Perkataan ini menurut Abu Ya‘qub as-Susi bisa dikategorikan belum ikhlas.


‘Aidh al-Qarni berpesan, “Jangan mengharap terima kasih dari seseorang. Tabiat untuk mengingkari, membangkang dan meremehkan suatu kenikmatan adalah penyakit yang lazim menimpa jiwa manusia. Karena itu, Anda tak perlu heran dan resah bila mendapatkan mereka mengingkari kebaikan yang pernah Anda berikan, juga mencampakkan budi baik yang telah Anda tunjukkan. Lupakan saja bakti yang telah Anda persembahkan. Bahkan, tak usah resah bila mereka sampai memusuhi Anda dengan sangat keji dan membenci Anda sampai mendarah daging, dan semua itu mereka lakukan setelah Anda berbuat baik kepada mereka.”


“Anda tidak perlu terkejut manakala menghadiahkan sebatang pena kepada orang bebal, lalu ia memakai pena itu untuk menulis cemoohan kepada Anda. Anda juga tak usah kaget bila orang yang Anda beri tongkat untuk menggiring domba gembalaannya justru memukulkan tongkat itu ke kepala Anda. Jangan pernah resah dan gundah ketika ‘tangan putih’ yang Anda ulurkan dibalas dengan tamparan menyakitkan. Itu semua adalah watak dasar manusia yang selalu mengingkari dan tak pernah bersyukur kepada Penciptanya sendiri Yang Maha Agung nan Mulia. Begitulah, kepada Tuhannya saja mereka berani membangkang dan mengingkari, apalagi kepada saya dan Anda.” Demikianlah kata ‘Aidh al-Qarni melanjutkan nasihatnya.

 

Sekarang, marilah kita tanya diri sendiri apakah kita adalah hamba Allah? Kita memang berhak mengatakan bahwa kita adalah hamba Allah. Pertanyaan yang harus kita ajukan lagi adalah, “Apakah Allah juga mengakui bahwa kita adalah hamba-Nya?” Contoh sederhana, kita bisa saja mengatakan bahwa kita adalah keluarga Presiden. Namun, apakah Presiden mengakui bahwa kita adalah keluarganya? Seorang penyair mengatakan:


كُلٌّ يَدَّعِي وَصْلاً بِِلَيْلَى * وَلَيْلَى لاَ تُقِرُّ لََهُمْ بِذَاكَا

 

Semua orang mengaku punya hubungan dengan si jelita Laila
Namun Laila tidak mengakui ucapan mereka


Lalu, siapakah hamba Allah itu?

Hamba Allah adalah hamba yang senantiasa mengabdikan diri pada Tuannya.

Hamba Allah adalah hamba yang selalu merasakan kehadiran Penciptanya di mana pun dia berada.

 

Hamba Allah adalah hamba yang dengan setia melayani Pemiliknya dengan hati yang ridha.

Bagi hamba Allah, apa pun yang terjadi, hakikatnya adalah antara dirinya dengan Sang Empunya. Apa saja perlakuan orang lain, bagi hamba Allah, itu adalah pemberian yang indah dari Sang Penguasa. Dengan demikian tidak perlu sakit hati, marah atau dendam pada sesama, karena bagi dia semua itu antara dia dengan Allah. Orang lain dan semua yang ada hanyalah hiasan semata, untuk menguji apakah dirinya tetap berorientasi pada tujuannya atau tidak.


Bagi hamba Allah, hidup ini ibarat sebuah perjalanan untuk menuju tujuan yang mulia, pertemuan yang indah dengan Sang Pemilik Kehidupan. Apa pun yang ditemui di tengah jalan adalah kembang perjalanan, keindahan sementara, fatamorgana dan maya—bukanlah hakikat perjalanan itu sendiri.


Bagi hamba Allah, cakrawala boleh melengkung ke bawah, tapi bibir hamba Allah akan tetap melengkung ke atas, menyungging sebuah senyuman :-) .


Bagi hamba Allah, hanya kepada-Nya ia menyembah dan hanya kepada-Nyalah memohon pertolongan.


إِيَّاكَ نَعْـبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْـتَعِيْنُ


Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (QS al-Fâtihah [1] : 5)

 

Di ayat tersebut, lafazh iyyâka (hanya kepada Engkau) sebagai kata yang mengandung makna penentu, bukan lafazh na‘budu (kami menyembah pada-Mu).


Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan adalah perjanjian sakral yang diikrarkan oleh seorang muslim di setiap rakaat shalat, baik shalat fardhu maupun shalat sunnah. Dengannya, jiwa selalu terpaut dengan perjanjian agung itu. Demi janji itu manusia diciptakan, para rasul diutus, kitab-kitab suci diturunkan, surga dan neraka diciptakan, jalan menuju surga (ash-shirâth) dibentangkan, neraca amal perbuatan ditegakkan, para makhluk dibangkitkan dari kubur, amal perbuatan diperhitungkan, catatan amal diperlihatkan dan para saksi dihadirkan.


Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan adalah kebahagiaan yang kekal dan keselamatan abadi. Dengannya, kebenaran dan kemenangan terwujud, segala persoalan menjadi mudah, dan kejahatan terhindarkan. Tiada seorang pun mendapat ridha, rahmat, pengampunan, pertolongan, hidayah dan kekuatan dari Allah kecuali dengan “iyyâka na‘budu wa-iyyâka nasta‘în”. Anugerah tak dapat diraih, nestapa tak dapat ditolak, kerusakan tak dapat dihindarkan, bencana dan fitnah tak dapat dicegah, kecuali dengan “iyyâka na‘budu wa-iyyâka nasta‘în”.


Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan adalah kalimat yang akan menjadi pemelihara orang yang merealisasikan makna yang terkandung di dalamnya dari ketergelinciran, kebingungan, kesia-siaan beragama, kehampaan pemikiran, kesesatan pengetahuan, kedunguan moral dan kemerosotan pribadi.


Dalam kalimat “iyyâka na‘budu wa-iyyâka nasta‘în” tersimpan pemeliharaan dan pertolongan Ilahi, serta perwalian iman dan berkah Al-Qur’an. Berkat kalimat ini, seorang muslim menjadi orang yang berpribadi kuat, berhati terang, berjiwa muthmainnah, berdada lapang dan berpikiran cerah. Ini semua karena ia telah menjalin hubungan langsung dengan Allah, masuk ke dalam nasab ubudiyah, mengenakan mahkota penghambaan kepada Yang Maha Esa, tempat bergantung semua makhluk.


Dengan kalimat “iyyâka na‘budu wa-iyyâka nasta‘în”, jiwa manusia dibersihkan dari kehampaan, hati disucikan dari kemunafikan, amal perbuatan dari riya’, lisan dari ucapan dusta, mata dari pemandangan yang dilarang, dan dari tindakan sewenang-wenang


Bila kita mengaku beriman dan ingin diakui sebagai hamba oleh Allah, maka kita harus memenuhi syarat yang telah ditetapkan.


أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَنْ يُتْرَكُـۤوْا أَنْ يَقُوْلُوْا ءَامَـنَّا وَهُمْ لاَ يُفْتَـنُوْنَ

 

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (QS al-‘Ankabût [29] : 2)

Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (QS al-‘Ankabût [29] : 3)

 

Siapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu pasti datang. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS al-‘Ankabût [29] : 5)

Rasulullah Muhammad saw. bersabda :


إِذَا سَـبَقَتْ ِللْعَبْدِ مِنَ اللهِ مَنْزِلَةٌ لَمْ يَبْلُغْهَا ِبعَمَلِهِ ابْتَلاَهُ اللهُ فِيْ جَسَدِهِ أَوْ فِيْ مَالِهِ أَوْ فِيْ وَلَدِهِ، ثُمَّ صَبَرَهُ حَتَّى يُبَلِّغُهُ الْمَنْزِلَةَ الَّتِيْ سَـبَقَتْ لَهُ مِنْهُ

 

Jika telah ditetapkan bagi seorang hamba suatu kedudukan yang tidak dapat dicapai dengan amalnya, maka Allah menimpakan cobaan terhadap diri, kekayaan atau anaknya, kemudian Dia menjadikannya bersabar dalam menghadapinya sehingga dia pun mencapai kedudukan yang telah ditetapkan kepadanya. (HR Ahmad)


Ada banyak ragam ujian yang bisa diberikan oleh Allah kepada para hamba-Nya.
Berikut ini penulis ilustrasikan salah satu jenis ujian sebagai gambaran. Intinya, untuk mengetahui apakah kita lulus dalam ujian itu atau tidak, apakah kita benar-benar menghamba kepada Beliau Yang Memiliki kita atau tidak, apakah dalam hidup ini yang ada hanya kita dengan Allah atau masih ada yang lain, yang tersangkut di dalam hati.


Namun, kita tidak perlu bersedih hati. Seumpama ujian, ada yang lulus dengan nilai cukup, baik atau sempurna. Memang, kesempurnaan hanyalah milik Allah, namun nilai sempurna yang dimaksud di sini adalah nilai 100 untuk sebuah ujian. Yang belum lulus pun, ada bertingkat-tingkat. Ibarat sebuah penilaian, ada yang mendapat A (sempurna), B (baik), C (cukup), D (kurang), E (gagal), dan F (tidak ikut, mangkir atau menghindari ujian).


Akan datang sebuah masalah sebagai ujian bagi kita. Akan terlihat apakah kita menempuh cara-cara yang diridhai-Nya atau tidak. Jika bisa menyelesaikan masalah pertama ini karena ilmu dan pengalaman kita, maka akan datang permasalahan kedua. Di ujian kedua, ilmu dan pengalaman kita tidak akan berarti, tidak bisa diandalkan untuk mengatasinya.
Mungkin kita bisa lolos dari ujian kali ini dengan harta kita. Dengan harta kita, kita bisa membeli dan membelanjakannya untuk menyelesaikan tingkat dua dari masalah yang kita hadapi.


Karena kita sudah naik tingkat, maka akan ada ujian ketiga. Di kasus yang menimpa kali ini, ilmu, pengalaman dan harta kita tidak akan banyak membantu. Semuanya terlihat rumit, serumit kalau kita sedang terjebak kemacetan lalu lintas. Kondisi jiwa terasa berat, seperti puisi Ibnu Hazm :


Ketika nestapa melanda jiwa
Api membakar hati, air mata meleleh di pipi
Kala lara menderita hati, menyiksa jiwa
Perasaan mungkin bisa sembunyi
Tapi air mata kan mengalir lama
Derasnya aliran air matamu adalah tanda
Kesedihan yang kau rasakan betapa beratnya


Di sini, kita diuji apakah kita tetap menempuh jalan yang baik atau tidak. Karena usaha keras kita, mungkin ada teman lama, sahabat, saudara, kerabat jauh, relasi, konsultan atau jaringan kita yang lain yang membantu menyelesaikannya. Dan, selesailah ujian tahap ketiga ini.


Kita sudah naik kelas. Di tahap ini, kita akan menerima persoalan yang jauh di atas sebelumnya. Ilmu, pengalaman, harta, teman, sahabat, saudara, relasi, konsultan dan semuanya tak banyak artinya. Kita seolah menemui jalan yang benar-benar buntu, tak terlihat oleh kita sedikit pun celah untuk dapat melaluinya. Semua usaha sepertinya sudah kita lakukan, semua doa rasanya sudah kita panjatkan. Namun hasilnya, tak seperti yang kita harapkan. Pada kondisi inilah kita sungguh diuji, apakah kita hamba Allah atau bukan.

 

Kalau kita memang hamba Allah, kita akan bersimpuh di hadapan-Nya, mengakui kehambaan kita. Kita nyatakan pada-Nya bahwa kita adalah milik-Nya. Tak satu pun ilmu, harta atau keluarga adalah milik kita. Bahkan nyawa kita pun milik-Nya. Semua milik-Nya semata. Tiada daya dan upaya selain dari Allah Yang Maha Agung (Al-‘Azhîm).

 

Kita adalah orang fakir di hadapan-Nya, tak memiliki apa-apa selain pemberian-Nya. Kita akan ridha dan bahagia terhadap apa pun yang diberikan-Nya pada kita. Tak ada lagi yang membuat hati kita sedih, karena hati kita sudah terisi akan cinta kepada-Nya. Cinta yang agung, tulus, dan indah. Apa pun yang ditakdirkan untuk kita, itu adalah hadiah dari Dzat yang kita cintai sepenuh hati. Tak akan ada lagi penderitaan yang bisa membuat kita galau dan resah.


Syaikh Ibnu Athaillah memberi nasihat kepada kita, “Nyatakan dengan sungguh-sungguh sifat-sifat kekuranganmu, pasti Allah akan memberimu pertolongan dengan kemuliaan sifat-sifat-Nya.
Akuilah kehinaanmu di hadapan Allah, pasti Allah akan menolongmu dengan kekuasaan-Nya. Akuilah semua kelemahanmu di hadapan Allah, pasti Allah akan menolongmu dengan keagungan, kemampuan dan kekuatan-Nya.”


Melanjutkan nasihatnya, Ibnu Athaillah berkata, “Tidak ada yang dapat menyegerakan suatu permohonan kecuali keadaan yang amat sulit. Tiada satu pun yang dapat mempercepat datangnya karunia dari Allah kecuali dalam keadaan merendahkan diri dan dalam keadaan fakir.”


وَإِلىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ

 

dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. (QS al-Insyirâh [94] : 8)


Harapan-harapan besar tiada dimiliki kecuali oleh Allah semata. Di tangan-Nyalah terletak kunci segala persoalan. Beliau-lah yang berhak untuk dipinta, diharap dan dituju. Hanya kepada-Nya kita persembahkan asa, harapan dan rasa takut.
Hanya kepada-Nya kita mengangkat kedua tangan, berdoa dengan sepenuh hati, penuh iba dan tetesan air mata.


Kalau itu yang kita lakukan—kita tetap pada kehambaan kita—maka akan ada jalan keluar bagi tiap kesulitan. Bukankah sudah ada dua kali jaminan, bahwa setelah kesulitan ada kemudahan? Itu berarti, satu kesulitan akan diapit oleh dua kemudahan, dan itu juga berarti bahwa bersama satu kesulitan terdapat dua jalan kemudahan yang berbeda.


Ketika malam sudah semakin kelam
Itu pertanda sang fajar akan merekah
Tatkala tali-temali yang mengikat tubuh kita semakin meregang kencang
Itu artinya tali-tali itu akan segera putus
Saat awan sudah semakin gelap
Itu tandanya hujan akan turun dan pelangi akan menghiasi angkasa
(karya ‘Aidh al-Qarni)


Abu Ali ibn Asy-Syibl berpesan, “Dengan menjaga nafsu, akan ada di dalamnya seperti bara api yang tetap dinyalakan di dalam mangkuk.
Maka jangan kau padamkan dia dengan putus asa, dan jangan pula kau ulur dengan angan yang memanjang. Berjanjilah kepadanya bahwa dalam kesulitan itu ada kemudahan, dan ingatkan pula bahwa kesulitan itu berada dalam kemudahan. Dihitung kebaikannya ini dan itu, dan dengan menggabungkan semuanya akan berguna sebagai obat mujarab.”


Ketika Nabi Musa as. beserta kaumnya sudah tak tahu lagi apa yang harus dilakukan; di depan terhampar lautan luas membentang siap menenggelamkan, di belakang ada tentara Fir‘aun mengejar menghunus senjata siap membunuh—tatkala jalan sudah buntu—turunlah pertolongan Allah, “Musa, pukullah lautan itu!” Laut pun terbelah, tersibak bak sebuah buku raksasa yang sedang terbuka. Nabi Musa dan pengikutnya pun selamat atas pertolongan Allah.


Maka Fir‘aun dan bala tentaranya dapat menyusul mereka di waktu matahari terbit.


Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa, “Sesungguhnya kita telah benar-benar akan tersusul.”


Musa menjawab, “Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku.”


Lalu Kami wahyukan kepada Musa, “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu.” Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar.


Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain.


Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya.


Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu.


Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar merupakan suatu tanda yang besar (mukjizat), tetapi adalah kebanyakan mereka tidak beriman.


Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

(QS asy-Syu‘arâ’ [26] : 60-68)

 

Mengakui dengan tulus kekuasaan Allah dan pertolongan-Nya kepada para hamba-Nya, Ibnu Hazm al-Andalusi mengungkapkan :


Duhai, semua itu kembali kepada-Nya
Semua adalah milik-Nya dan tunduk kepada-Nya
Dia tunjukkan bukti-bukti kekuasaan-Nya
Lewat para nabi dan rasul utusan-Nya
Lihatlah kekuasaan-kekuasaan-Nya

Di tangan Nabi Shaleh yang mulia
Dari batu muncul seekor unta betina
Mereka lihat wujudnya dan dengar suaranya
Di tangan Nabi Musa yang mulia
Laut terbelah dengan sangat mudahnya
Menjadi jalan keselamatan menuju seberang sana

Ibrahim kekasih-Nya selamat dari api yang membara
Api yang merah panas menyala, dirasanya dingin saja
Nabi Nuh dan seluruh pengikut setianya
Selamat dari amukan bandang dan topan luar biasa
Kepada Sulaiman, Dia tundukkan jin dan manusia
Semua orang dan binatang tunduk dalam kerajaannya
Semua bahasa ia bisa, bahasa burung pun dikuasainya


Pada saat orang-orang yang beriman dan rasul-Nya sudah tidak mengerti apa yang harus diperbuat; harta, saudara, ilmu dan pengalaman mereka sudah tidak bisa diandalkan; mereka merintih, meratap, menangis dan berdoa, “matâ nashrullâh (Bilakah datangnya pertolongan Allah)?” Saat itulah jawaban disampaikan, alâ inna nashrallâhi qarîb (Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat).”


Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (QS al-Baqarah [2] : 214)

 

Bagi orang-orang yang benar-benar mengakui kehambaannya di sisi Allah, tidak akan ada ketakukan dan kesedihan, walaupun maut di depan mata. Malaikat akan menghibur mereka, surga pun sudah disiapkan, para bidadari sedang berbaris bersiap menyambut kedatangan hamba Allah dengan senyum indahnya, senyuman yang menyejukkan hati, teduh memandikan jiwa yang sepi.


Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.”
(QS Fushshilat [41] : 30)


Mungkin kita akan bertanya, “Logikanya bagaimana? Kok bisa orang yang mengakui kehambaannya kepada Allah tidak akan merasakan kesedihan walaupun penderitaan sedang dialaminya? Ah, itu semua kan dogma dan sepertinya tidak masuk akal!”

Baiklah, mari kita bicara logika, karena akal memang diciptakan untuk menguatkan iman agar tertanam kuat di dalam hati kita—seperti pondasi rumah yang sangat kokoh.

Jika seseorang sudah mengakui bahwa dia adalah hamba dan Allah adalah Tuhannya, maka dia akan sadar bahwa dirinya fakir (gelandangan), tidak punya apa-apa, sebagaimana keadaannya waktu bayi.

Bagi seorang gelandangan, tidak ada yang disebut kehilangan, karena memang dia tidak memiliki apa pun.

Bagi seorang gelandangan, tidaklah merisaukan hati dan membebani pikiran, meskipun harus melewati panasnya jalan, gunungan sampah dan lautan lumpur.

Bagi seorang gelandangan, kemiskinan adalah baju kehidupan, sedangkan kekurangan adalah selimut dunia.

Bagi seorang gelandangan, tidak disebut penderitaan walaupun harus memungut sisa makanan yang dibuang di pinggir jalan.

Bagi seorang gelandangan, kelaparan adalah pembersihan tubuh dari sumber penyakit, dan kehausan adalah rasa yang disyaratkan untuk menikmati segarnya setetes embun dan seteguk air.

Bagi seorang gelandangan, itu semua sudah seperti udara yang dia hirup, sudah kebiasaan sehari-hari.

Istilah ilmiah sekarang, EQ (Emotional Quotient) atau disebut juga EI (Emotional Intelligence) dan SQ (Spiritual Quotient) seorang hamba Allah sudah mencapai tingkat tertinggi (mumpuni).


Kebanggan menjadi hamba Allah diungkapkan oleh seorang penyair dalam bait syairnya :

 

Yang menjadi kemuliaan dan kebanggaanku
Dan yang membuat kakiku menginjak bintang kejora
Adalah sebab aku termasuk dalam panggilan-Mu, “Wahai Hamba-Ku”
Dan Engkau menjadikan Muhammad sebagai Nabiku

 

Daftar Pustaka :

  • Abul Qasim Abdul Karim Hawazin al-Qusyairi an-Naisaburi, asy-Syaikh, “Risalah Qusyairiyah Sumber Kajian Ilmu Tasawuf (Ar-Risâlah al-Qusyairiyyah fî ‘Ilmi at-Tashawwuf)”, Pustaka Amani, Cetakan I : September 1998/Jumadil Ula 1419
  • ‘Aidh al-Qarni, Dr, “Lâ Tahzan – Jangan Bersedih”, Qisthi Press, Cetakan Ketiga puluh enam : Januari 2007
  • Sa‘id Hawwa, asy-Syaikh, “Kajian Lengkap Penyucian Jiwa “Tazkiyatun Nafs” (Al-Mustakhlash fi Tazkiyatil Anfus) – Intisari Ihya ‘Ulumuddin”, Pena Pundi Aksara, Cetakan IV : November 2006
  • Djamal’uddin Ahmad Al Buny, “Mutu Manikam dari Kitab Al-Hikam (karya Syaikh Ahmad bin Muhammad bin Abdul Karim Ibnu Athaillah)”, Mutiara Ilmu Surabaya, Cetakan ketiga : 2000
  • Muhammad bin Ibrahim Ibnu ‘Ibad, asy-Syaikh, “Syarah al-Hikam”
  • Muhammad Basori Alwi Murtadho, Kyai, “Pokok-Pokok Ilmu Tajwid”, Pesantren Ilmu Al-Qur’an (PIQ) Malang, Cetakan XVII : September 1993

Adopted by : @_pararaja from www.achmadfaisol.blogspot.com.

Categories: rohani

SEKILAS BELAJAR TENTANG ALKALINITY ATAU KEBASAAN.

September 15, 2008 admin 1 comment

Alkaliniti adalah kapasitas air untuk menetralkan tambahan asam tanpa penurunan nilai pH larutan. Sama halnya dengan larutan bufer, alkaliniti merupakan pertahanan air terhadap pengasaman. Alkaliniti adalah hasil reaksi-reaksi terpisah dalam larutan hingga merupakan sebuah analisa “makro” yang menggabungkan beberapa reaksi. Alkaliniti dalam air disebabkan oleh ion-ion karbonat (CO32- ), bikarbonat (HCO3- ), hidroksida (OH-) dan juga borat (BO33-), fosfat (PO43-),    silikat  dan sebagainya.

Dalam air alam alkaliniti sebagian besar disebabkan oleh adanya bikarbonat, dan sisanya oleh karbonat dan hidroksida. Pada keadaan tertentu (siang hari) adanya ganggang dan lumut dalam air menyebabkan turunnya kadar karbon dioksida dan bikarbonat. Dalam keadaan seperti ini kadar karbonat dan hidrok­sida naik, dan menyebabkan pH larutan naik.

 Kalau kadar alkaliniti terlalu tinggi (dibandingkan dengan kadar Ca2+ dan Mg2+ yaitu kadar kesadahan) air menjadi agresip dan menyebabkan karat pada pipa, sebaliknya alkaliniti yang rendah dan tidak seimbang dengan kesadahan dapat menyebabkan kerak CaCO3 pada dinding pipa yang dapat memperkecil penampang basah pipa. Kadar alkaliniti yang tinggi menunjukkan adanya senyawa garam dari asam lemah seperti asam asetat, propionat, amoniak dan sulfit (SO32- ). Alkaliniti juga merupakan para­meter pengontrol untuk anaerobik digester dan instalasi lumpur aktif.

Air yang sangat alkali atau bersifat basa sering mempunyai pH tinggi dan umumnya mengandung padatan terlarut yang tinggi. Sifat-sifat ini dapat menurunkan kegunaannya untuk keperluan dalam tangki uap, prosesing makanan dan system saluran air dalam kota. Alkalinitas memegang  peranan penting dalam penentuan kemampuan air untuk mendukung pertumbuhan ganggang dan kehidupan perairan lainnya.

Pada umumnya, komponen utama yang memegang peran dalam menentukan alkalinitas perairan adalah ion bikarbonat, ion karbonat dan ion hidroksil.

HCO3- +   H+                       CO2 + H2O

CO32-   +   E+                         HCO3-

OH-     +     H+                       H2O

Yang lainnya, yang sedikit menyumbang alkalinitas adalah ammonia dan konyugat basa-basa dari asam-asam fosfat, silikat, borat dan asam-asam organik. Alkalinitas umumnya dinyatakan sebagai “alkalinitas fenolftalein” yaitu proses situasi dengan asam untuk mencapai pH 8,3 dimana HCO3- merupakan ion terbanyak, dan “alkalinitas total”, yang menyatakan situasi dengan asam menuju titik akhir indicator metal jingga (pH 4,3), yang ditunjukan oleh berubahnya kedua jenis ion karbonat dan bikarbonat menjadi CO2.

Kalau pH merupakan faktor intensitas, alkalinitas merupakan faktor kapasitas, dimana kapasitas itu merupakan kapasitas air tersebut untuk menetralkan asam. Oleh karena itu kadang-kadang penambahan alkalinitas lebih banyak dibutuhkan untuk mencegah supaya air itu tidak menjadi asam.

Dalam kebanyakan air alami alkalinitas disebabkan oleh adanya HCO3- dan sedikit oleh adanya CO32- dan air dengan alkalinitas tinggi mempunyai konsentrasi karbon organik yang tinggi. Dalam media dengan pH rendah, ion hydrogen dalam air mengurangi alkalinitas.

 

By : @_pararaja

Categories: kimia

Pemanfaatan Fotoelektrokatalisis dengan Menggunakan Lapisan Tipis Titanium Dioksida untuk Detoksifikasi Air

September 15, 2008 admin Tinggalkan komentar

Jarnuzi Gunlazuardi, Ismunaryo Moenandar, dan Sunardi

Jurusan Kimia, Universitas Indonesia

Telah banyak dihasilkan teknologi pengolahan air yang teruji, namun dalam penerapannya dijumpai beberapa kelemahan dari setiap teknologi yang ada. Oleh karena itu usaha pengembangan dan inovasi leknologi pengolahan air merupakan usaha yang terus dilakukan. Salah satu upaya ialah dengan memanfaatkan gejala fotokatalisis pada permukaan TiO2. Apabila permukaan TiO2 dikenai cahaya (λ <415 nm) akan menghasilkan zat pengoksidasi yang mampu mendegradasi cemaran organik. Cara ini akan efektif sebagai teknologi pengolah limbah berbasis proses fotokatalisis. Tujuan penelitian ini ialah mengembangkan cara detoksifikasi dan disinfeksi air secara foto(elektro)katalisis dengan menggunakan lapisan tipis TiO2 yang dilapiskan pada bahan penunjang.

Pertama-tama, dikembangkan cara pelapisan TiO2 pada permukaan pelat logam, yaitu dengan mencelupkan logam pada larutan sol-gel (titanium diisopro-poksi bis-asetil asetonat) yang dilanjutkan dengan pemanasan bertahap dari suhu 110 sampai 550°C selama waktu tertentu. Pelapisan diulang beberapa kali untuk mendapatkan lapisan tipis TiO2 yang siap digunakan. Selanjutnya, dengan matriks katalis lapisan tipis tersebut disusun suatu reaktor fotokatalisis (pelat katalis berukuran 5 x 5 cm,  volume air sebesar 330 ml, sumber cahaya UV-B 20 watt) dan serangkaian percobaan dilakukan untuk mematikan Escherichia coli dan mendegradasi senyawa klorofenol di dalam air. Hasil pencirian menunjukkan bahwa lapisan tipis TiO2 pada pelat logam mempunyai serapan maksimum 350-390 nm (pantulan sinar ultraviolet-tampak), struktur kristalnya didominasi oleh bentuk anatase (difraksi sinar x), terdistribusi cukup merata dengan tebal sekitar 70 µm (mikroskop elektron payar).

Hasil disinfeksi air memperlihatkan bahwa dengan pendekatan fotokatalisis (tanpa bias potensial) sebanyak 40% E. coli dapal dimatikan dalam selang waktu 25 menit. Sementara itu dengan pendekatan fotoelektrokatalisis dalam selang waktu yang sama kurang dari 10% E. coli yang masih bertahan hidup dan tidak lagi terlihat tanda-tanda kehidupan dalam waktu 30 menit. Selain gejala foto-(elektro)-katalisis, faktor lain yang mungkin menyebabkan kematian E. coli di dalam setting reaktor hanya memberikan kematian rata-rata di bawah 20%. Hasil ini mengungkapkan bahwa fotokatalisis dengan TiO2 dapat mematikan  E. coli di dalam air dan laju  kematiannya diperbesar dengan adanya bias potensial pada permukaan TiO2 (efek pengayaan medan listrik pada fotoelektrokatalisis). Turunan teknologi dari temuan ini akan berkontribusi dalam memecahkan masalah kontaminasi air maupun udara, baik di dalam maupun di luar ruangan. Wujudnya dapat berupa unit kecil mesin pengolah air pada skala rumah tangga atau unit menengah pada sistem kolektif pengolahan air minum. Teknologi ini dapat pula dikembangkan menjadi unit mesin pembersih udara ruangan. 

 

Adopted by : @_pararaja from  Hibah Bersaing VII

 

 

Categories: wawasan

BERCERMIN PADA TOKOH NEGERI PERSIA; MAHMOUD AHMADINEJAD.

September 15, 2008 admin 3 komentar

Presiden Iran saat ini: Mahmoud Ahmadinejad, ketika di wawancara oleh TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya: “Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?”

 

Jawabnya: “Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya:”Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran .”

 

Berikut adalah gambaran Ahmadinejad, yang membuat orang ternganga:

1. Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu kepada masjid2 di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.

 

2. Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP, lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.

 

3. Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.

 

4. Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri2 nya untuk datang kepadanya dan menteri2 tsb akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan2 darinya, arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri2nya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri2 tsb berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.

 

5. Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran. Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya.

6. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250.

 

7. Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya. Hanya itulah yang dimilikinyaseorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan. Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.

 

8. Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan; roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.

 

9. Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan, ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya, ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.

10. Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri2 nya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sdh dilakukan, dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri2 nya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan. Ia juga menghentikan kebiasaan upacara2 seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, atau hal2 spt itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.

 

11. Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut. Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden?

 

Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal2nya yg selalu mengikuti kemanapun ia pergi. Menurut koran Wifaq, foto2 yg diambil oleh adiknya tersebut, kemudian dipublikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.

 

12. Sepanjang sholat, anda dapat melihat bahwa ia tidak duduk di baris paling muka

13. Bahkan ketika suara azan berkumandang, ia langsung mengerjakan sholat dimanapun ia berada meskipun hanya beralaskan karpet biasa

 

14. Ia juga tidak mau bersalaman dengan wanita yang bukan muhrimnya, cukup menundukan kepala sebagai rasa hormat

 

 

Adopted by : pararaja

Categories: rohani

TALENTA DAN BAKAT MENENTUKAN KUALITAS MANUSIA

September 15, 2008 admin Tinggalkan komentar

Ratusan tahun yang lalu, Confucius pernah memberi nasihat begini, “Carilah pekerjaan yang betul-betul Anda senangi, maka seumur hidup Anda tidak perlu lagi menyebutnya bekerja.” Senada dengan itu Malcolm Forbes pernah berucap; “Kesalahan terbesar yang dapat dilakukan seseorang adalah tidak berusaha mencapai kesuksesan dengan cara mengerjakan apa yang betul-betul ia senangi.”

Bayangkan skenario berikut ini…

Sepuluh orang dari kampung dibawa ke Jakarta. Mereka berumur masing-masing 21 tahun, pendidikan terakhir SMP, dan seumur hidup mereka belum pernah melihat “benda” bernama Komputer. Sesampai di Jakarta, mereka mengikuti kursus Komputer selama enam bulan. Setelah selesai kursus mereka bekerja pada sebuah perusahaan dimana pekerjaan utama mereka adalah mengetik setiap hari. Setelah enam bulan, kualitas kerja mereka dievaluasi. Kira-kira menurut Anda, apakah kualitas mengetik mereka semua sama?

Jawabannya, tidak sama! Ada yang sangat baik, ada yang cukup baik, ada pula yang buruk. Pertanyaanya adalah, mengapa bisa demikian? Bukankah mereka memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman yang sama? Mereka juga kursus di tempat yang sama, dimana materi dan staf pengajarnya semua sama. Lalu mengapa hasil akhir bisa berbeda?

Secara sederhana, jawaban dari pertanyaan tersebut adalah; karena terdapat perbedaan talenta atau bakat khusus dari masing-masing orang.

Benson Smith & Tony Rutigliano, dalam buku mereka yang terkenal berjudul “Discover Your Sales Strengths,” menceritakan penemuan mereka bahwa ternyata orang-orang dengan kualitas mengetik terbaik memiliki kombinasi antara kecekatan fisik atau physical dexterity (khususnya di bagian jari-jari), dengan kemampuan berkonsentrasi pada pekerjaan selama berjam-jam tanpa merasa jenuh.

Menurut mereka, kemampuan seperti itu tidak didapat melalui kursus, pengalaman ataupun pendidikan. Kemampuan tersebut merupakan talenta atau bakat khusus yang terdapat dalam diri seseorang bahkan sebelum ia melihat benda bernama Komputer. Masih menurut Smith & Rutigliano, tanpa talenta yang tepat, semua pengalaman, pelatihan dan pendidikan tidak akan pernah mampu menjadikan seseorang menjadi The World-Class Performers, atau performer terbaik dunia.

Seseorang yang memiliki talenta seperti dijelaskan di atas, pada saat mulai mengetik ia merasakan suatu daya tarik yang maha dahsyat. Di saat itu ia menemukan core-geniusnya, dan potensi terbaiknya bangun dari tidur. Maka orang ini, mengikuti kursus dengan penuh keceriaan. Ia mengerjakan semua pekerjaan kantor dengan sukacita dan tanpa paksaan. Ia menjadi ketagihan, sampai-sampai lupa makan dan lupa tidur. Inilah keadaan yang dikenal dengan istilah flow – mengalir / hanyut.

Seorang komposer melukiskannya seperti ini:

“Berada dalam suatu keadaan ekstase sampai disuatu titik di mana Anda merasa seolah-olah Anda hampir-hampir tidak nyata. Saya pernah mengalami hal ini berulang kali. Seakan-akan tangan saya bukan lagi milik saya, dan saya merasa tidak terlibat apa-apa. Saya hanya duduk mematung seraya menonton dalam keadaan takjub dan kagum. Gubahan itu seolah-olah mengalir dengan sendirinya.”

Flow

Istilah flow, pertama kali diperkenalkan oleh Mihaly Csikszentmihalyi, ahli psikologi dari University of Chicago lewat bukunya yang terkenal “Flow: The Psychology of Optimal Experience.” Di situ ia menampilkan hasil penelitiannya selama dua puluh tahun, terhadap kesaksian berbagai macam orang dari berbagai macam profesi: Penari, pendaki gunung, insinyur, ahli bedah, pelukis, pemahat, pemain catur, musisi, atlit, ice skater, petani, guru, penulis, ibu rumah tangga dan sebagainya.

Dari penelitian tersebut ia mendapatkan benang merah pengalaman yang sama dari orang-orang-orang yang berbeda, bahwasanya kualitas kerja mereka mencapai hasil terbaik ketika mereka mengalami suatu peleburan total atau hanyut dalam apa yang sedang mereka kerjakan. Perasaan seperti itu memabukkan dan menimbulkan ketagihan seperti tengah melayang atau mengalir seperti air, oleh karenanya ia dinamakan flow.

Kesimpulannya adalah; kinerja terbaik dihasilkan pada saat seseorang mengerjakan sesuatu dengan senang hati atau berada dalam zona flow. Mengenai hal itu saya meyakini bahwa keadaan flow muncul ketika seseorang mengerjakan sesuatu yang sesuai dengan talenta atau bakat alaminya. Talenta atau bakat alami ini bersifat given, yang berarti diberikan oleh Tuhan kepada setiap orang secara unik dan berbeda-beda.

Apakah ada talenta yang lebih superior dibandingkan talenta yang lain? Menurut pemahaman saya tidak ada. Setiap talenta pada dasarnya baik dan memiliki potensi untuk mengukir sejarah. Namun seseorang bisa berakhir sebagai “Pecundang” karena ia tidak mengenali talenta atau bakat khusus yang ada di dalam dirinya. Atau pada beberapa kasus, seseorang mengenali talenta yang ia miliki namun ia tidak menghargainya. Ia lebih memilih untuk menjadi diri orang lain sehingga talenta yang ia miliki tidak berkembang, bahkan bisa hilang.

Jadi setiap orang diberikan talenta atau bakat khusus, namun menjadi tanggung jawab masing-masing orang untuk menemukan, menghargai dan mengembangkannya. Sekarang, bagaimana cara menemukan talenta atau bakat khusus tersebut? Berikut adalah lima langkah yang dapat digunakan, yakni:

  1. Hasrat

Ingat-ingat waktu Anda masih remaja. Mungkin Anda merasa senang olah-raga, bermain musik, menulis, menari, melukis atau berbicara di depan umum? Ingat suatu kegiatan yang mana ketika Anda melakukannya, Anda merasakan suatu kesenangan yang amat sangat. Anda seakan memasuki zona flow.

  1. Kemampuan belajar dengan cepat

Ada orang-orang yang sangat cepat belajar suatu olah raga baru. Sementara orang lain lebih cepat mengikuti gerakan tarian baru. Dan lain lagi lebih cepat belajar piano. Dan yang lain lagi lebih cepat memahami bagaimana menjadi pembicara yang menggugah dan mengubah. Bagaimana dengan Anda.

  1. Kepuasan

Ketika Anda mengerjakan suatu kegiatan Anda merasakan suatu kepuasan. Anda tidak saja hanya merasa senang tetapi juga merasa puas dan bangga ketika mengerjakannya.

  1. Kemenangan kecil di masa lalu

Pada waktu saya masih kuliah di Melbourne, saya sering mendapat kesempatan untuk berbicara di depan sekelompok orang. Setelah berbicara, tidak jarang saya mendapatkan pujian dari seseorang yang berkata bahwa hal yang baru saya sampaikan telah menguatkan dan menginspirasi mereka. Moment-moment itu telah menghantarkan saya kepada profesi seperti saat ini.

  1. Bertanya

Langkah yang paling penting adalah bertanya kepada Sang Pemberi Talenta. Ia memberikan talenta tertentu kepada Anda supaya Anda hidup dan beraktivitas sesuai dengan talenta tesebut. Ia tidak membiarkan Anda tinggal dalam kebingungan. Sebaliknya, Ia ingin Anda mengenali talenta yang Ia berikan supaya hidup Anda efektif dan efesien.

Maka bila lampu dicipta untuk menerangi, kursi dibuat untuk diduduki, bagaimana dengan manusia? Ada orang yang dicipta untuk menjadi Dokter, maka jadilah Dokter terbaik. Ada orang yang dicipta menjadi Pengacara, maka jadilah Pengacara terbaik. Ada orang yang dicipta menjadi Motivator, maka jadilah Motivator terbaik. Demikian juga dengan pengusaha, guru, dan ibu rumah tangga. Semuanya dicipta untuk menunaikan tugas panggilannya dengan sebaik-baiknya. Sesungguhnya, inilah dasar dari pemikiran Kerja adalah Ibadah…”

Maka, bila Anda melihat benang merah dari kelima hal di atas, itulah karir atau profesi yang telah disiapkan untuk Anda. Kerjakanlah dengan semangat dan ketekunan, maka imbalan yang akan Anda nikmati akan berkelimpahan. Secara khusus Anda akan mengalami pemenuhan dan kepuasan batin.

Saya telah berjanji dan terus berjuang untuk menjadi One of the World Greatest Motivator,” berpatokan pada kelima langkah di atas, saya meyakini bahwa saya diberikan talenta atau bakat khusus dalam bidang ini. Mudah-mudahan Anda pun menjadi The Greatest, atau yang terbaik dalam bidang Anda masing-masing. Maka, melalui profesi atau pekerjaan kita, masyarakat dunia yang lebih makmur dan lebih sejahtera akan dapat kita saksikan bersama.

Adopted by : @_pararaja

 

Categories: rohani

MERENUNG SEJENAK

September 12, 2008 admin Tinggalkan komentar

Pernahkah anda ditawari sesuatu? entah itu satu pekerjaan baru, bisnis baru, kegiatan atau sebuah kesempatan yang bagus dan dapat mengubah masa depan bahkan income anda? Tapi setelah anda pikir-pikir lalu anda menolaknya. Anda menolak karena anda berpikir anda tidak akan sanggup melakukannya dan anda memiliki sejumlah alasan untuk itu.

Tapi tahukah anda? apapun yang anda pikir, walau itu hanya ada dalam pemikiran. Namun efeknya cukup dahsyat. Hanya anda pikirkan saja itu sudah cukup membuat anda mundur. Sekali lagi, kesulitan hanya adalah sebuah pikiran saja, sampai kesulitan itu benar-benar menjadi kesulitan bagi anda.

Lihatlah banyak sekali orang tidak pernah menang melawan kesulitan yang timbul dari pikirannya. Satu contoh : Mungkin anda pernah ditawari sebuah pekerjaan sales. Anda berpikir anda tidak sanggup karena anda ‘tidak pandai bicara’. Lalu anda menolak kerjaan tersebut. Anda menolak hanya karena kesulitan yang anda pikirkan saja. Anda belum benar-benar mengalami kegagalan menjadi sales oleh karena kesulitan-kesulitan tersebut secara nyata bukan? Apa anda telah menjual ke-seratus orang dan gagal. Lalu anda bertanya kepada semua orang tersebut dan mereka berkata tidak membeli karena cara berbicara anda. Bila memang demikian, benarlah kesulitan itu menjadi nyata. Dan itupun anda harus ingat, bahwa setiap masalah dan kesulitan ada solusinya.

Jadi bila memang demikian tidak ada alasan anda untuk mundur dari apapun hanya karena sebuah kesulitan oleh karena keterbatasan anda. Apalagi hanya ada dalam pikiran saja.

Mungkin anda baru sadar. Bahwa selama ini kesulitan-kesulitan anda memang hanya ada dalam pikiran anda saja. Dan itulah yang menyebabkan anda tidak banyak berhasil, tidak banyak berkembang dalam hal apapun. Dan jauh dari kesuksesan.

Mulai hari ini buanglah penghalang sukses anda : Singkirkan pemikiran-pemikiran negatif yang menghambat. Bila itu muncul, ubahlah sebaliknya negatif ke positif. Bila anda pikir tidak bisa, mulai sekarang pikirkan anda bisa. Daripada mencari seribu alasan mengapa anda tidak sanggup, lebih baik temukan satu alasan mengapa anda sanggup.

“jadi sekarang apapun yang baik, yang benar, yang indah. Pikirkanlah itu senantiasa”

 

 

Categories: rohani

Manipulasi Sifat Kimia Tanah untuk Mengurangi Dampak Negatif Logam Berat Asal Limbah Industri pada Tanah, Air, dan Tanah

September 12, 2008 admin 1 comment

Abdul Kadir Salam, Sri Djuniwati, Sarno, Nanik Sriyani, dan Heri Novpriansyah

Fakultas Pertanian, Universitas Lampung

Pada konsentrasi tinggi semua jenis logam berat dapat bersifat racun bagi makhluk hidup. Industri akan terus-menerus menghasilkan limbah logam berat yang tinggi sehingga lingkungan dapat dicemari olehnya. Pemanfaatan kimiawi logam berat dengan berbagai komponen dalam sistem tanah diharapkan dapat menetralkannya. Penelitian ini bertujuan mengembangkan teknik pengelolaan limbah industri berlogam berat di dalam sistem tanah dengan memanfaatkan kapur dan kompos daun tanaman.

Penelitian dilakukan dalam empat tahap. Tahap I bertujuan menentukan jenis bahan kapur dan bahan organik yang memungkinkan dapat digunakan dalam penyusunan teknologi mengurangi logam berat. Bahan organik mencakup kompos daun dari tanaman singkong, jagung, alang-alang, dan kedelai; sedangkan bahan kapur mencakup kapur karbonat (CaCO3), kapur hidroksida [Ca(OH)2], dan kapur dolomit [CaMg(CO3)2]. Jenis tanah mencakup tanah Ultisol, Oxisol, dan Andisol yang semuanya diambil dari Lampung. Contoh limbah terdiri atas limbah model berupa larutan logam berat baku dan limbah industri berupa lumpur limbah dari industri sendok logam.  Tahap II bertujuan menentukan takaran kapur dan bahan organik terbaik dalam menurunkan kelarutan logam berat di dalam tanah.  Bahan yang digunakan pada tahap II ini ialah 4 jenis tanah (Ultisol, Oxisol, Andisol, dan Alfisol), 4 tingkat CaCO3 (0, 2.5, 5, dan 10 ton ha-1), dan 4 tingkat kompos daun singkong (0, 5,10, dan 20 ton ha-1).  Tahap III merupakan uji rumah kaca menggunakan tanaman indikator bagi teknologi yang disusun untuk melihat pengaruh bahan pengubah sifat kimia tanah terhadap kelarutan logam berat di dalam tanah dan pertumbuhan tanaman indikator. Pada tahap III ini digunakan 2 jenis tanah (Oxisoldan Alfisol) dan 2 jenis tanaman (bayam dan jagung), 3 tingkat kapur ( 0, 2.5, dan 5 ton ha-1).  Perlakuan yang diuji ialah limbah model 10 mg kg-1, limbah model 40 mg kg-1, limbah industri 20 ton ha-1, dan limbah industri 80 ton ha-1.  Tahap IV merupakan uji lapangan bagi teknologi yang disusun.

Kapur karbonat dan/atau kompos daun singkong memiliki kelebihan dibandingkan dengan kapur dan bahan organik lain dalam penurunan kelarutan logam berat di dalam sistem tanah (logam tersedia, logam dapat dipertukarkan, dan logam larut dalam air tanah), namun derajat pengaruh bahan tersebut bergantung pada jenis logam berat dan tanah yang digunakan.  Secara umum tanah Banjaragung/Sri Bawono (Alfisol) memiliki daya jerap paling tinggi, diikuti oleh tanah Gedongmeneng/Sidosari (Oxisol) dan tanah Tanjungan (Ultisol).  Daya jerap tanah Gisting (Andisol) tidak dapat ditingkatkan dengan kapur dan/atau kompos, walaupun daya jerapnya terhadap logam berat relatif tinggi.

Derajat penurunan kelarutan logam berat oleh kapur dan/atau kompos daun singkong juga bergantung pada takaran kedua bahan tersebut.  Umumnya penambahan kompos daun singkong pada takaran tinggi kembali meningkatkan kelarutan logam berat bila diberikan bersamaan dengan kapur bertakaran tinggi (> 2.5 5 ton ha-1), khususnya untuk Cu, Cd, dan Zn.

Kapur karbonat dan kompos daun singkong berpengaruh positif terhadap pertumbuhan tanaman di tanah yang tercemari logam berat asal limbah. Selain karena menurunkan kelarutan logam berat di dalam tanah, bahan tersebut juga menurunkan akumulasi Cu di dalam akar dan tajuk tanaman. Penambahan limbah industri dengan takaran sampai dengan 80 ton ha-1 (dalam rumah kaca) dan 60 ton ha-1 (di lapangan) umumnya berpengaruh positif terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bila diberikan bersama kapur dan kompos daun singkong.

 

Adopted by : @_pararaja from Hibah Bersaing

 

Categories: wawasan

ISTILAH – ISTILAH DALAM PERTEKSTILAN

September 12, 2008 admin 3 komentar

AATCC

American Association oF Textile Chemists and Colorists, yaitu suatu lermbaga pengetahuan nasional di Amerika yang bertujuan : 1) meningkatkan pengetehauan dalam aplikasi zat warna dan zat kimia pada industri tekstil, 2) menyelenggaarakan penelitian dalam proses kimia Dan bahan baku, 3) menciptakan dan mengembangkan standar ketahanan luntur zat warna dan zat penyempurnaan, 4) menciptakan dan mengembangan cara uji dan peralatan ujinya Afinitas Perbandingan antara zat warna yang terdistribusi di dalam air dengan di dalam serat. Makin tinggi yang dapat terdistribusi di dalam serat maka zat warna tersebut dikatakan memiliki afinitas yang tinggi dan sebaliknya. Air Jet Loom Lebih dikenal dengan sebutan AJL, adalah jenis mesin tenun tanpa teropong (shuttleless) dimana penyuapan benang pakan tidak menggunakan teropong tetapi dengan menggunkan dorongan (jet) udara. Lihat Water Jet Loom Alkali shock Salah satu cara fiksasi pada pencelupan dengan zat warna reaktif menggunakan alkali pekat (NaOH) panas dalam waktu sangat singkat (10 detik)

 

Anion

Ion bermuatan negatif, contoh OH–

 

ATBM

Singkatan dari Alat Tenun Bukan Mesin, merupakan mesin tenun dengan tenaga manusia sebagai penggeraknya. ATBM biasa ditemukan di sentra industri kecil untuk membuat produk tradisional dan kerajinan

 

ATM

Singkatan dari Alat Tenun Mesin, merupakan mesin tenun dengan tenaga motor sebagai penggeraknya. Mesin ini kecepatannya jauh lebih tinggi daripada ATBM dan dikembangkan dalam berbagai jenis sehingga dapat untuk membuat kain dari yang kasar sampai dengan yang sangat halus dengan berbagai desain

 

Batch

Partaian, yaitu sejumlah tertentu kain/ benang/ serat yang akan diproses sesuai dengan kapasitas mesin yang akan digunakan. Jika kapasitas mesin 200 kg maka apabila bahan yang akan diproses sebanyak 1.000 kg, dapat dikelompokkan menjadi lima batches dan tiap batch mengandung maksimum 200 kg.

 

Batching

Proses fiksasi zat warna dengan cara pemeraman selama waktu tertentu dan pada suhu tertentu pula . Fiksasi cara ini banyak dilakukan pada pencelupan dengan zat warna reaktif dingin maupun panas cara Pad Batch. Lamanya pemeraman tergantung kepada tua muda warna yang diharapkan dan ketahanan terhadap hidrolisa zat warna reaktifnya. Selama pemeraman berlangsung, gulungan kain diputar perlahan – lahan untuk menghindari migrasi zat warna terakumulasi pada bagian bawah gulungan dan dibungkus untuk menghindari pengeringan karena penguapan.

 

Bleaching

Suatu proses persiapan penyempurnaan tekstil berupa pengelantangan menggunakan oksidator atau reduktor. Bahan yang dikelantang dapat berupa benang maupun kain, setelah dikelantang akan menjadi bersih dan putih. Pada umumnya dilakukan setelah atau simultan dengan Desizing dan Scouring. Jika yang dikelantang kain seringkali juga dilakukan singeing. Lihat  singeing, desizing dan scouring

 

Blending

Percampuran serat. Dalam industri tekstil seringkali dilakukan sesuatu serat dicampur dengan serat lain, misalnya campuran poliester – kapas. Campuran serat ini paling banyak diperdagangkan untuk digunakan sebagai bahan pakaian. Kelemahan sifat dari salah satu serat diimbangi oleh keunggulan sifat serat lain sehingga diperoleh komposisi campuran yang optimum berkaitan dengan penggunaannya.

 

Blowing

Mesin pertama dari rangkaian mesin pemintalan yang berfungsi membuka dan membersihkan gumpalan serat dengan mekanisme pemukulan serat.

 

Bowl

Rol pemeras pada padder. Pada umumnya padder memiliki 2 atau 3 bowls. Susunan bowls dapat horizontal, vertikal atau diagonal satu dengan lainnya.

 

Calender

Mesin yang dipakai untuk penyempurnaan kain, terdiri dari tiga rol atau lebih. Kain dilewatkan diantara rol – rol yang salah satu atau lebih diantaranya adalah rol panas. Efek caladering yang dihasilkan dapat berupa permukaan kain yang pipih dan mengkilat, lembut pegangannya, ada efek krep dll.

 

Carding

Salah satu mesin dari rangkaian proses pemintalan yang dipakai untuk membuka dan membersihkan serat dengan menggunakan permukaan berpaku (wire)

 

Carrier

Disebut zat pengemban, yaitu senyawa – senyawa seperti fenil fenol (orto, para) klorobensena, hidrokarbon aromatik, klor hidrokarbon, ester,eter, asam benzoat dan asam salisilat yang mampu menggelembungkan serat dan menambah kelarutan zat warna (carrier yang bersifat hidrofil) atau mampu memplastiskan serat (carrier yang bersifat hidrofob) sehingga dapat menambah laju kecepatan celup dan dapat digunakan pada pencelupan poliester (utamanya) pada temperatur mendidih.

 

Cheese

Disebut juga bobbin yaitu alat bantu berupa penggulung benang silinder, terbuat dari kayu, kertas, plastik atau logam. Benang digulung pada penggulung ini menjadi gulungan benang berbentuk silinder.

 

Clip tenter

Jenis mesin stenter yang menggunakan penjepit (clip) sebagai pemegang pinggir kain. Jenis lainnya adalah Pin Tenter atau kombinasi dari keduannya Clip & Pin Tenter. Lihat Pin Tenter

 

Cone

Disebut juga bobbin yaitu alat bantu berupa penggulung benang berbentuk kerucut terbuat dari kayu, kertas, plastik atau logam. Benang digulung pada penggulung ini menjadi gulungan benang berbentuk kerucut.

 

Course

Deretan jeratan ke arah lebar kain rajut. Course dibentuk oleh jarum yang berbeda.

 

Crease mark

Lipatan pada kain yang bersifat permanen. Hal ini terjadi karena pengerjaan kain dalam bentuk rope dalam larutan panas. Contohnya.: Kain hasil proses pemasakan, pengelantangan menggunakan J-Box atau Kier. Lihat Rope

 

Crease Recovery

Disebut juga Kemampuan Kembali dari Kekusutan, yaitu suatu ukuran untuk menyatakan baik buruknya hasil suatu proses penyempurnaan resin anti kusut. (dinyatakan dalam derajat), dengan mengukur besarnya sudut yang terbentuk oleh kain yang dilipat dan diberi beban tertentu dalam waktu tertentu setelah beban dilepas.. Makin besar sudut yang terbentuk makin tinggi kemampuan untuk kembali dari kekusutan dan hal ini berarti bahwa makin baik ketahahan kusutnya,

 

Crease resistant

Sifat tekstil (kain pada umumnya) yang memiliki ketahanan terhadap kekusutan. Hal ini dapat diperoleh melalui suatu proses penyempurnaan anti crease menggunakan resin sintetik.

 

Crease retention

Kemampuan kain untuk menahan lipatan yang telah dihasilkan dari proses durable press. Lihat Durable Press.

 

Curing

Disebut juga pemanas awetan, adalah proses polimerisasi pada temperatur dan waktu tertentu. Proses ini memerlukan bantuan panas dan asam yang dihasilkan dari katalis. Lihat katalis.

 

Cylinder dryer

Jenis mesin pengering teridiri dari beberapa deret silinder panas tersusun vertikal. Cylinder dryer biasanya dipakai sebagai pengering akhir setelah ptoses pencucuian.

 

Desizing

Suatu proses persiapan penyempurnaan tekstil berupa penghilangan kanji pada kain hasil pertenunan. Kain terdiri dari benang lusi dan pakan. Pada proses pertenunan benang lusi lebih banyak mendapat gesekan, tarikan dan penegangan, oleh karena itu agar lebih kuat (tidak mudah putus) pada umumnya benang lusi dikanji terlebih dahulu. Setelah menjadi kain kanji tersebut perlu dihilangkan agar proses selanjutnya dapat memberikan hasil yang lebih baik. Prosesnya dapat dilakukan sesudah desizing sebelum scouring dan bleaching tetapi dapat juga simultan dengan scouring dan bleaching.. Lihat singeing, scouring dan bleaching.

 

Direct printing

Disebut juga Pencapan Langsung, yaitu suatu proses pencapan pada kain putih atau berwarna (dasar) secara langsung dengan menggunakan pasta berisi zat warna dan zat pembantunya sehingga diperoleh desain tertentu.

 

Discharge Printing

Suatu proses pencapan di atas kain yang telah berwarna (hasil pencelupan pada umumnya) menggunakan pasta cap yang mengandung zat perusak terhadap zat warna dasar sehingga diperoleh desain dengan warna pengganti warna dari zat warna dasar tersebut. Dengan demikian maka diperlukan zat warna untuk desain yang memilki ketahanan terhadap zat perusak zat warna dasar.

 

Drafting

Proses peregangan bahan dalm proses pemintalan melalui proses pemukulan (pencabikan) serat, penarikan, penyebaran, atau hisapan udara (pneumatik).

 

Drawing

Salah satu mesin dari rangkaian proses pemintalan yang berfungsi untuk meningkatkan kerataan dan mengubah orientasi serat menjadi sejajar sumbu sliver, melalui proses perangkapan dan peregangan.

 

Drawing In

Suatu proses penarikan ujung benang lusi dimasukkan ke dalam lubang (mata) gun atau sisir tenun

 

Dyeing

Disebut juga Pencelupan, yaitu pemberian warna pada tekstil (dapat berupa serat, benang atau kain) secara merata dengan hasil yang bersifat permanen. Pada proses pencelupan terjadi tiga tahapan proses yaitu migrasi disertai dengan adsorpsi, difusi dan fiksasi. Sebagai medium digunakan air. Lihat migrasi, difusi dan fiksasi.

 

Dyes

Seringkali disebut juga dyestuff atau zat warna, yaitu bahan pewarna untuk tekstil,. Pada umumnya memilki kromofor yaitu pembawa warna dan auksokrom yaitu substantivitas terhadap tekstil. Zat warna ada yang dapat larut sehungga langsung dapat mewarnai, ada yang perlu dilarutkan sementara agar dapat memiliki substantivitas dan ada yang sama sekali tidak larut sehingga pada pemakaiannya perlu didispersikan.

 

False twist

Suatu proses untuk membuat benang filamen menjadi bulky dan kenyal. Caranya dengan memberi twist dengan spindle yang berputar dan diheat set kemudian twistnya dibuka kembali.

 

Fastness

Ketahanan luntur zat warna terhadap pengaruh fisika maupun kimia yang diterapkan kepadanya. Contoh : Fastness to rubbing yaitu ketahanan luntur zat warna terhadap gosokan, Fastness to washing yaitu ketahanan luntur zat warna terhadap pencucian, Fastness to Chlorine yaitu ketahanan luntur zat warna terhadap pengerjaan dalam larutan yang mengandung klor.

 

Fiber

Disebut juga Serat, yaitu bahan utama untuk pembuatan benang untuk dijadikan kain. Juga diartikan sebagai suatu benda yang memiliki karakteristik panjangnya paling tidak 100 kali dari diameter atau lebarnya, permukaannya memungkinkan terjadinya kohesi diantaranya sehingga dapat dibuat benang.

 

Fiksasi

Pengikatan zat warna oleh serat dengan ikatan van der Waals, ikatan hidrogen, ikatan ionik atau ikatan kovalen sehingga hasil pencelupan atau pencapan memiliki ketahanan luntur. Lihat Ikatan v.d. Waals (non polar) , Hidrogen, Kovalen dan Ionik

 

Filamen

Serat yang sangat panjang (dapat sampai tidak terhingga panjangnya). Contoh : Pada umumnya serat buatan (poliester, poliamida, poliakrilik, polietilena dsb.) berupa filamen yang dapat dibuat menjadi bentuk stapel. Sutera adalah satu – satunya serat alam yang berbentuk filamen. Lihat Serat (fiber) dan Stapel.

 

Finishing

Disebut juga Penyempurnaan, yaitu proses pengolahan tekstil setelah proses persiapan penyempurnaan, pencelupan maupun pencapan, secara fisika dan atau secara kimia untuk meningkatkan mutu tekstil tersebut. Misalnya menjadi memiliki sifat tahan kusut, tahan air dsb.

 

Flock printing

Suatu proses pencapan dimana pada desain ditanamkan bulu. Teknologi pencapan ini memanfaatkan sifat elektrostatik dari bulu tersebut. Sebagai bulu pada umumnya digunakan serat sintetik, karena memiliki sifat elektrostatik yang tinggi.

 

Gray (grey)

Istilah yang digunakan untuk menyatakan keadaan kain tenun atau rajut yang belum mengalami proses persiapan penyempurnaan (pre treatment).

 

Grid bars

Batang-batang yang terletak secara teratur di bawah unit Blowing atau mesin Carding, yang dapat diatur posisinya, sehingga antar batang dapat tertutup atau terbuka selebar yang diinginkan.

 

Heat contact

Salah satu cara fiksasi pada pencelupan dengan zat warna reaktif dengan menggunakan kontak langsung kain dengan silinder pemanas

 

Heat setting

Suatu proses pemantapan terhadap kain (pada umumnya) yang terbuat dari serat termoplastik menggunakan panas dengan tujuan untuk mestabilkan dimensi. Prosesnya dilakukan dengan pemanasan pada temperatur tinggi sambil dikontrol dimensinya menggunakan stenter, lalu didinginkan dengan segera. Polimer dari serat sintetik yang baru dihasilkan melalui proses pemintalan, distribusi molekulnya belum terorientasi sempurna sehingga tidak dapat digunakan sebagai bahan pakaian. Untuk itu diperlukan penarikan sehingga molekul tersebut terorientasi sempurna yaitu sejajar satu terhadap lainnya dan kompak. Dengan heat setting kondisi tersebut dapat dicapai. Lihat pre, intermediate dan post setting.

 

HT/HP

Hight Temperature High Pressure, yaitu metoda pencelupan menggunakan temperatur dan tekanan tinggi ( temperatur di atas 100 oC dan tekanan di atas 1 atmosfer )

 

Impregnasi

Proses perendaman sekaligus penyerapan larutan celup dilanjutkan dengan pemerasan menggunakan padder. Lihat Padder/padding

 

Indigo

Zat warna alam berwarna biru yang diperoleh dari tumbuhan indigofera tinctoria dan indigofera.

 

Intermediate setting

Heat setting yang dilakukan terhadap kain yang telah mengalami proses persiapan penyempurnaan (singeing, desizing, scouring dan bleaching)

 

Jet dyeing machine

Mesin celup kain dalam bentuk rope sebagai perbaikan cara pencelupan menggunakan winch. Mesin ini bekerja pada temperatur dan tekanan tinggi. Larutan celup disirkulasi dengan pompa paling tidak 4 – 5 kali dalam satu menit melalui suatu “nozzle” sehingga kain yang kedua ujungnya disambungkan terdorong (jet) dan berputar. Dengan menggunakan mesin ini dapat diperoleh keuntungan antara lain kain terhindar dari kusut (terlipat), tanpa mengalami tegangan dan dapat memperoleh warna tua.

 

Jigger

Mesin celup kain dalam bentuk open width. Mesin ini memiliki dua rol penggulung. Kain dari pnggulung yang satu berpindah ke penggulung yang lain melalui larutan celup dalam bak. Selama proses kain dalam keadaan ditegangkan dan setelah gulungan kain terpindahkan semuanya, mesin akan berbalik arah sehingga terjadi penggulungan ke arah sebaliknya. Perpindahan kain sampai selesai dari dan ke satu penggulung disebut passage. Pencelupan dengan jigger biasanya dilakukan sebanyak enam passages atau memakan waktu +45 – 60 menit.

 

Kapas

Serat alam dengan komponen utama selulosa yang merupakan polimerâ glukosa dengan derajat polimerisasi (DP) 10.000 dan Berat Molekul 1.580.00. Kapas sudah dikenal sejak 5.000 SM yang dihasilkan dari rambut biji tanaman jenis Gossypium Hirsutum (yang berhasil dikembangkan).

 

Kiering

Suatu proses pemasakan kain kapas menggunakan bejana bertekanan sehingga biji kapas atau kotoran yang terbawa dalam serat dapat dihilangkan dengan baik.

 

Lap Former

Salah satu mesin Pre-Combing (persiapan untuk proses Combing) yang berfungsi mengubah rangkapan sliver menjadi lap.

 

Liquor ratio

Disingkat L.R, seringkali disebut juga Vlot, yaitu perbandingan banyaknya larutan (liter) yang harus digunakan dalam suatu proses perendaman (exhaust) dengan berat bahan (kg) yang harus diproses. Bila bahan yang dikerjakan beratnya 25 kg sedang LR yang digunakan 20 : 1, maka larutan yang diperlukan adalah 20 x 25 = 500 liter. Pada zat warna yang dapat larut, penggunaan LR yang lebih rendah dapat meningkatkan ketuaan warna dan sebaliknya, akan tetapi perlu diperhatikan LR yang terlalu kecil dapat menyebabkan ketidakrataan hasil pencelupan. Besar kecilnya LR tergantung kepada jenis mesin yang digunakan dalam proses. Mesin jigger dengan LR 5 :1 s/d 4 : 1, winch dengan LR 15 : 1 s/d 10 : 1, jet dyeing dengan LR 10 : 1 s/d 8 : 1, package atau cone dyeing 10 : 1 s/d 8 : 1

 

Melt Spinning

System Sistem pembuatan serat dengan cara melelehkan bahan baku (chip), misalnya pembuatan poliester dan nilon.

 

Mercerizing

Suatu proses persiapan penyempurnaan tekstil (pada umumnya kain kapas) dengan menggunakan alkali kuat dan pekat (soda kostik) sehingga daya serap, kekuatan dan lusternya meningkat. Lihat luster.

 

One bath one stage

Cara pencelupan kain/benang campuran dengan cara mencelup kain/benang campuran tersebut dalam larutan tunggal yang mengandung dua jenis zat warna. Fiksasi kedua jenis zat warna pada masing – masing serat dilakukan secara bersamaan pada kondisi yang sama Contohnya pada pencelupan kain poliester kapas dengan zat warna dispersi reaktif

 

One bath two stage

Hampir sama dengan one bath one stage, hanya saja fiksasi zat warna pada masing – masing serat dilakukan bergantian. Kalau pada kain poliester kapas, biasanya fiksasi zat warna pada serat poliester dilakukan lebih dahulu baru fiksasi zat warna pada kapas

 

Open-end

Nama mesin terakhir dalam rangkaian proses pemintalan benang open-end (open-end spun yarn), berfungsi memproses sliver drawing menjadi benang melalui proses peregangan secara mekanik dan pneumatik, pemberian antihan, dan penggulungan benang.

 

Open width

Bentuk kain dalam keadaan terbuka lebar, bukan untaian (rope). Pengerjaan dengan mesin jigger, beam dan padding diperuntukkan bagi kain dalam keadaan open width (bukan rope). Lihat Rope.

 

Padder

Jenis mesin untuk impregnasi larutan, terdiri dari sebuah bak larutan yang dibagian atasnya terdapat 2 atau lebih bowls. Kain dalam bentuk open width melewati larutan kemudian diperas diantara dua bowls tersebut sehingga membawa larutan sebesar wet pick up yang dipasang. Lihat Bowls dan Wet Pick Up

 

Padding

Proses dimana kain dalam bentuk terbuka lebar (open width) secara berkesinambungan (kontinyu) melewati suatu bak yang berisi larutan proses kemudian dilanjutkan dengan pemerasan diantara dua rol pemeras yang berada di atas bak larutan tersebut.

 

Pad alkali shock

Proses pencelupan kontinyu pada kain dengan urutan proses mula – mula kain dipadding dalam larutan zat warna, kemudian

dikeringkan. Selanjutnya kain dilewatkan dalam larutan alkali kuat (soda kostik pH 11-12) pada temperatur 80 oC selama 10 detik untuk fiksasi zat warna. Setelah itu kain dicuci, disabun dan dibilas serta dikeringkan dengan cylinder dryer.

 

Pad baking

Proses pencelupan kontinyu pada kain dengan urutan proses mula – mula kain dipadding dengan larutan celup dan zat pembantu lalu dikeringkan. Selanjutnya difiksasi dengan cara pemanggangan menggunakan udara panas pada temperatur tertentu ( 150 – 170 oC selama 5 – 3 menit) kemudian dicuci, disabun dan dibilas dan terakhir dikeringkan menggunakan cylinder dryer

 

Pad batch

Proses pencelupan semi kontinyu pada kain dalam bentuk open width dengan urutan proses mula – mula kain dipadding dalam larutan celup (dengan zat pembantunya) kemudian digulung (rolling) dengan panjang tertentu, lalu dipotong. Gulungnan kain selanjutnya diperam (batching) selama waktu tertentu dan setelah selesai lalu dicuci, disabun, dibilas dan selanjutnya dikeringkan dengan cylinder dryer. Selama pemeraman kain dibungkus agar tidak terjadi dehidrasi dan gulungan diputar perlahan – lahan agar larutan celup tidak bermigrasi dan berkumpul di bagian bawah gulungan. Proses ini biasa digunakan pada pencelupan kain dengan zat warna reaktif

 

Pad Jig

Proses pencelupan semi kontinyu pada kain menggunakan zat warna bejana (vat). Mula – mula kain dipadding dengan larutan zat warna dan digulung sebesar kapasitas jigger ( sepanjang 1000 meter setara 150 kg) lalu di[potong. Kain dipindahkan ke jigger untuk difiksasi dengan larutan fiksasi dengan cara pencelupan exhaust. Untuk menjaga agar zat warna yang menempel pada kain tidak bermigrasi ke dalam larutan fiksasi, maka ke dalam larutan fiksasi perlu ditambahkan larutan zat warna yang jumlahnya dapat diperhitungkan dengan perumusan sbb :

Gram/liter x (WPU)2 Ml/liter =_____________

10.000 Ml/liter = jumlah mililiter larutan zat warna yang perlu ditambahkan pada setiap liter larutan celup exhaust

Gram/liter = konsentrasi zat warna pada proses padding

WPU = wet pick up pada proses padding

 

Pad steam

Proses pencelupan kontinyu pada kain menggunakan zat warna bejana (vat) atau zat warna reaktif. Mula – mula kain dipadding dengan larutan zat warna kemudian dikeringkan. Setelah itu kain dipadding dengan larutan zat pembantu fiksasi, kemudian difiksasi dengan cara diuap (steam) pada temperatur 102 oC selama 4 – 5 menit. Selanjutkan kain dicuci, disabun, dibilas dan dikeringkan menggunakan cylinder dryer

 

Pilling

Kondisi pada permukaan kain karena adanya “pills” yaitu gintilan serat yang mengelompok dipermukaan Serat sehingga kenampakan kain kurang baik. Pills ini semakin banyak manakala kekuatan serat semakin tinggi.

 

Plain weave

Disebut juga Anyaman Polos, yaitu salah satu jenis anyaman dari tiga anyaman dasar dan merupakan anyaman yang paling sederhana. Masing – masing benang lusi dan pakan saling bersilangan. Dua anyaman dasar lainnya adalah Satin dan Twill. Lihat Satin dan Twill

 

Post setting

Heat setting yang dilakukan terhadap kain yang telah mengalami proses persiapan penyempurnaan (singeing, desizing, scouring bleaching) dan proses pencelupan atau proses pencapan. Zat warna yang digunakan pada pencelupan harus memiliki ketahanan sublimasi yang tinggi agar tidak rusak pada waktu di heat set.

Pre-Combing

Proses persiapan bahan (sliver) untuk diproses di mesin Combing. Mesin-mesin pre-combing adalah Super Lap atau Lap Former dan Ribbon Lap.

 

Pre setting

Heat setting yang dilakukan terhadap kain gray (mentah), jadi sebelum kain tersebut mengalami proses persiapan penyempurnaan (singeing, desizing, scouring dan bleaching) maupun proses pencelupan dan atau pencapan. Kain yang di heat set dengan cara ini apabila terdapat kotoran pada kain akan terfiksasi sehingga sulit dihilangkan

 

Pre treatment

Disebut juga Proses Persiapan Penyempurnaan, yaitu proses – proses sebelum kain atau benang dicelup, dicap ataupun difinish dapat berupa pembakaran bulu (singeing), penghilangan kanji (desizing), pemasakan (scouring), pemerseran (mercerising), pemantapan panas (heat setting) maupun pengelantangan (bleaching).

 

Reduction clearing

Disingkat RC, yaiu proses pengerjaan setelah pencelupan atau pencapan poliester dengan zat warna dispersi, menggunakan Natrium hidrosullfit dan Soda kostik untuk menghilangkan zat warna yang hanya menempel pada permukaan sehingga dapat meningkatkan sifat tahan luntur terhadap gosokan (fastness to rubbing)

 

Reeling

Suatu proses penguraian sutera mentah dari kokon yang direndam dalam air panas. Biasanya beberapa lembar filamen dari beberapa kokon datarik dan direkat bersama menggunakan perekat tanpa dipilin

 

Resist printing

Disebut juga Pencapan Rintang, yaitu suatu proses pencapan dimana setelah pasta cap dicapkan pada kain dilanjutkan dengan pencelupan. Dengan menggunakan zat anti fiksasi (pada pasta cap) terhadap zat warna yang digunakan untuk pencelupan, maka akan diperoleh warna desain dan warna celupan (sebagai dasar kain) yang berbeda (coloured resist). Jika pasta cap tidak diberi zat warna maka akan diperoleh desain berwarna putih (white resisit). Proses ini merupakan kebalikan dari dicharge printing. Teknologi Resist Printing banyak dilakukan pada industri batik dengan peresistnya berupa malam sehingga pada pencelupannya, pada bagian kain yang telah dicap dengan malam tersebut tidak memungkinkan zat warna yang digunakan pada pencelupan berpenetrasi dan berdifusi apalagi terfiksasi.

 

Ribbon Lap

Salah satu mesin pre-combing yang berfungsi untuk memperbaiki kerataan lap hasil mesin Lap Former.

 

Ring Spinning

Rangkaian terakhit dari proses pemintalan untuk membuatn benang ring (ring spun yarn), berfungsi memproses roving menjadi benang dengan proses peregangan, pemberian antihan, dan penggulungan benang.

 

Rope

Bentuk kain dalam keadaan untaian, bukan terbuka lebar (open width). Pengerjaan dengan mesin winch, jet dan kier diperuntukkan bagi kain dalam keadaan rope (untaian). Lihat Open width

 

Roving

Salah satu mesin dalam rangkaian proses pemintalan yang berfungsi memproses sliver drawing menjadi roving melalui proses peregangan, pemberian antihan, dan penggulungan.

 

Sanforising

Disebut juga Anti Shrink, anti mengkeret, yaitu suatu proses penyempurnaan terhadap kain (kapas) agar menjadi tidak mengkeret lagi. Proses anti mengkeret dapat dilakukan secara kimia dan secara mekanik. Dalam hal proses anti mengkeret secara mekanik, telah diciptakan mesin Sanfor oleh Monsfort. Kain yang telah diproses anti mengkeret dengan mesin sanfor diberi label “Sanforised”

 

Scouring

Suatu proses persiapan penyempurnaan tekstil berupa (impurities) dan kotoran luar .Zat yang dapat digunakan dapat alkali, asam, sabun atau deterjen. Proses ini dilakukan sesudah desizing sebelum bleaching, tetapi dapat juga simultan dengan desizing dan bleaching. Untuk kain pada umumnya dilakukan sesudah singeing.

 

Shuttle

Disebut juga teropong, yaitu peralatan pada mesin tenun berbentuk seperti perahu untuk membawa benang pakan yang disuapkan pada mulut lusi.

 

Shuttleless

Disebut juga shuttleless loom yaitu jenis mesin tenun yang penyuapan benang pakannya tidak menggunakan teropong (shuttle), misalnya dengan rapier, water jet, air jet,

 

Shuttle loom

Jenis mesin tenun yang penyuapan benang pakannya menggunakan teropong (shuttle). Walapun mesin jenis ini masih banyak digunakan akan tetapi keberadaannya sudah mulai terdesak oleh penggunaan shuttleless loom.

 

Simplex

Salah satu jenis mesin roving. Lihat pada entry “Roving”

 

Singeing

Suatu proses persiapan penyempurnaan tekstil berupa pembakaran bulu pada permukaan kain. Bulu ini timbul sebagai akibat proses pertenunan dan atau karena seratnya sendiri memiliki tendensi menimbulkan bulu kalau digesek. Pada waktu pencelupan, bulu ini akan lebih menyerap zat warna daripada kainnya sehingga warna pada permukaan kain menjadi tidak merata.

 

Slashing

Disebut juga Warp Sizing, yaitu suatu proses penganjian benang lusi dalam bentuk beam agar memiliki katahanan terhadap gesekan pada waktu ditenun sehingga tidak mudah putus. Lihat Warping (Sectional warping)

 

Sliver

Kumpulan jajaran serat yang tidak terputus, belum diberi twist, berbentuk seperti silinder untuk diolah lebih lanjut menjadi benang melalui beberapa tahapan proses, hasil dari proses Carding disebut sliver carding, hasil proses drawing disebut sliver drawing.

 

Spinning

Disebut juga proses pemintalan, yaitu suatu proses pembuatan benang dari serat dengan cara membuka gumpalan serat dan membersihkan, mengecilkan gumpalan serat, menyejajarkan serat- serat dalam gumpalan kecil serat, kemudian memberi antihan/ pilinan sehingga terjadi kohesi diantara serat-serat tersebut dan terbentuklah benang yang kontinyu (panjang).

 

Sequestering agent

Zat yang memilki kmampuan mengikat ion logam dalam air sehingga membentuk garam kompleks. Zat ini bisa digunakan untuk menurunkan kesadahan metode kompleksometri

 

Stapel

Serat berukuran tidak terlalu panjang (hanya beberapa inci). Contoh : Hampir semua serat alam seperti wool, kapas dsb. Berbentuk staple kecuali sutera berbentuk filamen

 

Stapel length

Seringkali disebut juga Stapel, yaitu peristilahan dalam menyatakan panjang serat yang diperoleh dari pengukuran dengan tangan

 

Stenter

Suatu mesin yang digunakan untuk memproses kain dengan cara membentangkan kain ke arah lebar dengan peregangan dan bergerak maju menggunakan rantai berjalan yang sekaligus memegang pinggir kain tersebut. Mesin ini dipakai untuk proses heat setting, stentering dan finishing. Lihat Heat setting, Stentering dan Finishing

 

Stentering

Suatu proses pada kain menggunakan mesin stenter untuk tujuan merapihkan kain sehingga pinggirnya rata, kedudukan benang lusi dan benang pakan saling tegak lurus dan sekaligus mengatur lebarnya. Hasil kain dari stentering biasanya dipersiapkan untuk di cap atau dicelup dalam bentuk open width.

 

Surfactant

Disebut juga Surface active agent yaitu suatu zat yang mengandung gugus hidrofil dan hidrofob yang dapat menurunkan tegangan antar muka dua zat.. Surfaktan memilki beberapa fungsi seperti membasahi (wetting effect), berpenetrasi (penetrating effect), mengemulsikan (emulsifying effect), mendispersikan (dispersing effect), menghasilkan busa (foaming effect) dan mencuci (detergency effect).

 

Texturizing

Suatu proses untuk memberikan permukaan keriting pada benang yang terbuat dari serat sintetik sehingga pegangannya menjadi lebih gembung dan lembut. Berbeda dengan serat alam, serat sintetik pada umumnya memiliki permukaan yang halus, licin dan tidak ada tekukan, sehingga kain yang terbuat dari serat sintetik kasar dan kaku pegangannya. Untuk memperbaikinya antara lain dilakukan pengeritingan (texturizing). Benang yang dihasilkan dari proses ini dikenal sebagai Texturized yarn dan banyak dipakai untuk pembuatan kain yang tipis dan halus.

 

Themosetting

Suatu sifat yang selalu berubah dengan penerapan panas. Serat alam pada umumnya bersifat thermosetting

 

Thermosol

Sistem pencelupan kontinyu pada kain poliester dengan zat warna dispersi, dimana fiksasi zat warna dilakukan dengan menggunakan panas (thermo) yaitu pada temperatur tinggi (200 oC).selama 40-60 detik. Pada proses fiksasi ini poliester melunak dan berlaku sebagai pelarut dan zat warna yang telah direkatkan pada permukaan kain melalui proses padding akan terperangkap (larut) dalam serat sehingga terfiksasi. Oleh karena itu proses fiksasi ini juga sering disebut “Solid Solution” zat padat (dalam hal ini zat warna) larut dalam zat padat (dalam hal ini serat poliester). Urutan prosesnya adalah sebagai berikut : Mula mula kain dipadding dalam larutan zat warna dan zat pembantunya, kemudian dikeringkan awal dengan infra red, lalu dikeringkan dengan hotflue. Selanjutkan kain difiksasi dengan cara pemanasan pada temperatur sekitar 200 OC selama 40 – 60 detik, dicuci, disabun dan dibilas serta dikeringkan menggunakan cylinder dryer.

 

Twill weave

Disebut juga anyaman Keper, merupakan salah satu dari tiga anyaman dasar. Benang lusi dan pakan saling bersilang dengan membentuk efek lusi bergaris miring dengan arah ke kanan (Twill kanan) atau dengan arah ke kiri (Twill kiri)

 

Twist

Disebut juga Antihan. Benang staple terdiri dari serat serat, agar kohesi antar serat lebih baik sehingga dapat membentuk benang maka diberikan antihan. Arah antihan dapat ke kiri (S Twist) atau ke kanan (Z Twist)

 

Twisting

Suatu proses penggabungan dua helai benang atau lebih dengan diberi pilinan sehingga terbentuk benang rangkap.

 

Two bath two Stage

Cara pencelupan pada benang/kain campuran dimana benang/kain dicelup dengan salah satu zat warna kemudian difksasi dan dilanjutkan pencelupan dengan zat warna lainnya diikuti dengan fiksasinya

 

Wale

Deretan jeratan ke arah panjang kain rajut. Wale dibentuk oleh satu jarum

 

Warp

Disebut juga lusi, yaitu deretan benang sejajar pinggir kain dan tegak lurus pada benang pakan.

 

Warping (Sectional warping)

Disebut juga Menghani, yaitu suatu proses persiapan pertenunan dengan menyusun benang – benang lusi sejajar satu dengan lainnya. Jumlah benang yang disejajarkan tergantung kepada tetal lusi dan lebar kain. Hasil warping berupa gulungan benang lusi pada beam yang siap untuk diproses lebih lanjut, misalnya dicucuk pada mata gun dan sisir tenun

 

Warp knit

Disebut juga Rajut Lusi

 

Water jet loom

Disingkat WJL, adalah jenis mesin tanpa teropong (shuttleless), dimana penyuapan benang pakan tidak menggunakan teropong tetapi dengan menggunakan dorongan (jet) air.

 

Weaving

Disebut juga proses Pertenunan, yaitu suatu proses pembuatan kain dengan menyilangkan dua jajaran benang yang saling tegak lurus, yaitu benang lusi (warp) dan benang pakan. (weft). Lihat warp dan weft.

 

Wet pick up

Disingkat WPU, yaitu banyaknya larutan (liter) yang dapat dibawa oleh satu kilogram kain setelah kain tersebut mengalami proses padding. Besar kecilnya WPU tergantung kepada jenis serat. Kain yang terbuat dari serat hidrofil sebaiknya dipadding dengan WPU tinggi, sedang kain yang terbuat dari serat hidrofob sebaiknya dipadding dengan WPU kecil. Contoh : WPU kain yang terbuat dari poliester 50 %, kapas 80 %, rayon 100 %, polyester/kapas 65/35, 65-70% wool 100%

 

Wet Spinning System

Sistem pembuatan serat dengan cara melarutkan bahan bakunya dan proses koagulasi (pemadatan serat) dilakukan pada larutan koagulan yang mengikat zat pelarut, misalnya pembuatan selulosa (rayon, viscose rayon, polynosic).

 

Winch

Mesin untuk memproses kain dalam bentuk rope dengan tanpa tegangan. Alat ini terdiri dari bejana berbentuk trapesium dan kincir penarik berbentuk oval. Kedua ujung kain disambungkan dan kain diputar dalam bejana karena gerakan kincir penarik.

 

Adopted by : @_pararaja from

G o o g l e automatically generates html versions of documents as we crawl the web. To link to or bookmark this page, use the following url :

http://www.google.com/search?q=cache:Zz9NBmMA7J8J:media.diknas.go.id/media/document/2855.pdf+fastness+(ketahanan)&hl=en&ct=clnk&cd=1&c

This is the html version of the file http://media.diknas.go.id/media/document/2855.pdf.

Google is neither affiliated with the authors of this page nor responsible for its content.GLOSSARY

 

 

Categories: Tak Berkategori

Lowongan PDAM Surabaya 2008

September 12, 2008 admin Tinggalkan komentar

September 11, 2008 oleh theequshimuets

PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KOTA SURABAYA
P E N G U M U M A N PENERIMAAN CALON PEGAWAI PERUSAHAAN

PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KOTA SURABAYA TAHUN 2008

Perusahaan Daerah Air Minum Kota Surabaya membuka kesempatan kepada
seluruh masyarakat pria dan wanita yang mempunyai pendidikan Sarjana
(S1), Diploma III (D3), SMK Teknik serta SMA IPA untuk menjadi Calon
Pegawai Perusahaan Daerah Air Minum Kota Surabaya

I. PERSYARATAN UMUM

Warga Negara Indonesia.Berkelaku an baik dan tidak pernah dihukum penjara atau kurungan
berdasarkan putusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap.Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan
sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS/Anggota TNI/Polri atau
diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta.Tidak dalam ikatan dinas dengan instansi lain.Berbadan sehat yang dinyatakan oleh surat keterangan dokter.

II. PERSYARATAN KHUSUS

Pendidikan dan Kode :
a. Sarjana ( S1 ) :
Akuntansi (AK1)Hukum (HK1Informatika / Komputer (IC1))Teknik Lingkungan (TL1)Teknik Kimia (TK1)Teknik Mesin (TM1)Teknik Sipil (TS1)Kimia (KM1)Teknik Elektro Arus Kuat (TE1)Statistik (ST1)Komunikasi (CM1)Teknik Industri (TI1)
b. Diploma III ( D 3) / Politeknik :
Biologi (BO3)Kimia Analis / Elektromedik (KM3)Informatika / Komputer (IC3)Teknik Mesin (TM3)Teknik Sipil (TS3)Akuntansi (AK3)Manajemen (MN3)Perpajakan (PJ3)Keuangan (KU3)Teknik Elektro (TE3)Statistik (ST3)Bahasa Inggris (IG3)
c. SMK Teknik / SMA (diutamakan Diploma I) :
SMK Teknik (STM)SMA IPA (SMA)
Lulusan dari :
Sarjana ( S1 ) Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta dengan Akreditasi A dan IPK minimal 2,75 (dua koma tujuh lima).Diploma III ( D3 ) / Politeknik Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta
Terakreditasi dengan IPK minimal 2,75 (dua koma tujuh lima).SMK Teknik / SMA IPA (diutamakan Diploma I) Negeri atau Swasta
(DISAMAKAN) dengan nilai rata-rata NEM / UNAS minimal 7,00 (tujuh koma
nol-nol)
Bagi yang berpendidikan sarjana ( S1 ) dan Diploma III ( D3 ), dapat berbahasa Inggris minimal secara pasif.Mampu mengoperasikan komputer ( MS Office ) minimal Microsoft Office Word dan Microsoft Office Excel.Usia :
Sarjana ( S1 ) berusia setinggi tingginya 35 tahun pada tanggal 31 Agustus 2008.Diploma III ( D3 ) / Politeknik berusia setinggi tingginya 30 tahun pada tanggal 31 Agustus 2008.SMK Teknik / SMA berusia serendah rendahnya 18 tahun dan setinggi tingginya 27 tahun pada tanggal 31 Agustus 2008.

III. PENDAFTARAN

Melakukan REGISTRASI ONLINE melalui website rekrutmen.pdam- sby.go.idBaca terlebih dahulu link tata cara registrasi online untuk panduan melakukan registrasi onlineIsi dan Cetak form Daftar Riwayat Hidup dan Surat Pernyataan yang ada di website;Hasil cetak form Daftar Riwayat Hidup dan Surat Pernyataan tersebut
harus dikirim bersamaan dengan berkas-berkas lamaran yang telah
ditentukan oleh Panitia Penerimaan Calon Pegawai Perusahaan Daerah Air
Minum Kota Surabaya tahun 2008;Setiap pelamar hanya diperkenankan mengirimkan satu berkas lamaran
dan mendaftar hanya untuk satu kategori pendidikan yang dipersyaratkan; Berkas lamaran disampaikan melalui Pos dan sudah diterima Panitia
selambat-lambatnya tanggal 16 September 2008 (stempel pos), ditujukan
kepada; Panitia Penerimaan Calon Pegawai

PDAM Kota Surabaya Tahun 2008

PO BOX 1958 SB 60019

Panitia hanya menerima berkas lamaran sesuai format yang telah disediakan dan disampaikan melalui PO BOX tersebut diatas;Berkas- berkas lamaran yang harus dikirimkan melalui PO BOX tersebut adalah sebagai berikut :
Pas foto berwarna terbaru ukuran 4 x 6 (2 lembar), ditulis nama dan nomor peserta pada belakang foto;Satu lembar copy KTP yang masih berlaku;Surat Lamaran Pekerjaan;Daftar Riwayat Hidup yang telah dicetak pada saat registrasi online;Surat Pernyataan yang telah dicetak pada saat registrasi online dengan dibubuhi materai Rp. 6000,-;Satu lembar copy Ijazah yang sudah dilegalisir (sesuai dengan Kolom Tingkat Pendidikan pada Format Daftar Riwayat Hidup);Satu lembar copy Transkrip Nilai (untuk S1, D3), atau SKHUN / NEM (untuk SMK Teknik / SMA) yang sudah dilegalisir; Satu lembar Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) asli dan masih berlaku;Copy Surat Referensi dari tempat kerja sebelumnya (bila ada & masing-masing satu lembar);Copy Sertifikat keahlian lain (bila ada & masing-masing satu lembar).
Berkas Lamaran disusun rapi sesuai urutan diatas dalam amplop tertutup dan pada pojok kanan atas ditulis kode lamaran (Kode Pendidikan); Berkas lamaran yang tidak memenuhi persyaratan tersebut diatas tidak akan diproses;Berkas lamaran yang telah diterima oleh Panitia tidak dapat diminta kembali oleh pelamar.

IV. TAHAPAN SELEKSI
Seleksi penerimaan Calon Pegawai Perusahaan Daerah Air Minum Kota Surabaya dilakukan dengan tahapan sebagai berikut :

Seleksi Administrasi
Tes Psikologi
Tes Bahasa Inggris
Wawancara
Tes kesehatan

Pengumuman hasil kelulusan pada setiap tahapan ujian dan jadwal untuk tahapan ujian berikutnya hanya akan diumumkan melalui website rekrutmen.pdam- sby.go.id atau www.pdam-sby. go.idSeleksi dilakukan dengan sistem gugur dan Keputusan Panitia tidak dapat diganggu gugat.

V. PENGAMBILAN KARTU TANDA PESERTA UJIAN

Pelamar yang telah dinyatakan lolos tahapan Seleksi Administrasi
diwajibkan untuk mengambil Kartu Tanda Peserta Ujian sebagai
persyaratan untuk mengikuti tahapan Tes berikutnya.Kartu Tanda Peserta Ujian harus diambil sendiri oleh peserta ujian
di Urusan Kepegawaian Perusahaan Daerah Air Minum Kota Surabaya, jalan.
Mayjen. Prof. Dr. Moestopo No. 2 Surabaya dengan menunjukkan kartu identitas diri.

VI. LAIN-LAIN
Seleksi penerimaan Calon Pegawai Perusahaan Daerah Air Minum Kota Surabaya TIDAK DIPUNGUT BIAYA.Perusahaan Daerah Air Minum Kota Surabaya tidak bertanggung jawab atas pungutan atau penawaran berupa apapun oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan Perusahaan Daerah Air Minum Kota Surabaya atau Panitia Penerimaan Calon Pegawai Perusahaan Daerah Air Minum Kota Surabaya, sehingga peserta diharapkan tidak melayani tawaran-tawaran untuk mempermudah penerimaan sebagai Calon Pegawai Perusahaan Daerah Air Minum Kota Surabaya.Bagi pelamar yang sudah mengirimkan surat lamaran pekerjaan di Perusahaan Daerah Air Minum Kota Surabaya sebelum pengumuman ini diumumkan, maka diwajibkan untuk melakukan REGISTRASI ONLINE melalui website rekrutmen.pdam- sby.go.id atau www.pdam-sby. go.id dan mengirimkan lamarannya kembali ke alamat yang telah ditunjuk dengan
dilengkapi persyaratan- persyaratan yang telah ditetapkan.Bagi pelamar yang surat lamarannya tidak dilengkapi persyaratan- persyaratan sebagaimana yang telah ditetapkan, maka dianggap gugur dalam seleksi administrasi dan tidak dapat mengikuti proses seleksi selanjutnya. Bagi pelamar yang dinyatakan diterima dan telah enjalani masa percobaan selama 3 (tiga) bulan, bersedia menandatangani Surat Ikatan Dinas selama 2 (dua) tahun.

PANITIA PENERIMAAN CALON PEGAWAI
PDAM KOTA SURABAYA TAHUN 2008

 

Categories: slentingan

GAJI GURU NAIK…!, PROFESIONALISMENYA HARUS NAIK PULA DONK…!!!.

September 11, 2008 admin Tinggalkan komentar

senenge rek…!!!

 

Gaji Guru Non PNS Naik Rp 100.000/Bulan

 

Jakarta-Surya-Sebagai konsekuensi peningkatan anggaran pendidikan menjadi 20 persen dari total RAPBN 2009, guru  Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan pangkat terendah akan bergaji minimal Rp 2 juta. Gaji minimal sebesar itu diperoleh setelah pemerintah memutuskan untuk menaikkan kesejahteraan guru dan dosen PNS sebanyak 14 persen, di luar kenaikan rutin gaji pokok yang sebesar 15 persen setiap tahun.

 

“Pokoknya guru PNS, entah guru TK, SD atau SMA, semuanya dapat peningkatan kesejahteraan guru. Penambahan ekstra sekitar 14 persen tadi sudah dihitung oleh Menteri Keuangan (Menkeu),” papar Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo usai rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden Jakarta, Selasa (9/9).

 

Guru non PNS yang terdaftar di Depdiknas maupun Departemen Agama (Depag), imbuh Bambang, juga mendapat kenaikan subsidi tunjangan dengan besaran berbeda sesuai dengan tingkat pendidikan.

 

Guru non PNS yang tingkat pendidikannya non sarjana mendapat tambahan kesejahteraan sebesar Rp 50.000 per bulan. Sedangkan yang berpendidikan sarjana (S1) mendapat kenaikan Rp100.000 per bulan.

 

Peningkatan kesejahteraan guru dan dosen, kata Mendiknas, akan menempati porsi 27 persen dari total anggaran pendidikan yang sebesar Rp 224 triliun pada RAPBN 2009.

 

Sekadar diketahui, awal bulan lalu Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan gugatan para aktivis dan kelompok peduli pendidikan terhadap pemerintah agar mengalokasikan 20 persen dari total APBN ke bidang pendidikan. Alasan gugatan itu, karena porsi 20 persen dari APBN untuk bidang pendidikan itu sudah diamanatkan oleh konstitusi.

 

Sebelumnya, porsi anggaran bidang pendidikan di APBN tak sampai 20 persen.
Sejak terkabulnya gugatan tersebut, pemerintah lantas menaikkan anggaran bidang pendidikan dari sekitar Rp 178 triliun menjadi 224,1 triliun, atau naik sebanyak Rp 46,1 triliun pada 2009 nanti.

 

Selain untuk kesejahteraan guru, kata Bambang, kenaikan sebanyak itu juga dimanfaatkan untuk percepatan penuntasan wajib belajar dari tingkat dasar hingga sekolah menengah. Bahkan, anggaran pendidikan nantinya akan terserap lebih dari 50 persen untuk program wajib belajar itu.

 

“Kita juga tingkatkan anggaran untuk pendidikan menengah di Depdiknas maupun di Depag. Anggaran untuk pendidikan tinggi juga dinaikkan. Pendidikan non formal juga kita naikkan tapi tidak banyak,” tuturnya.

 

Kenaikan anggaran pendidikan, menurut Mendiknas, juga digunakan untuk peningkatan kesejahteraan peneliti dan perekayasa di luar Depdiknas.
Depdiknas akan menyiapkan anggaran bagi peneliti non PNS melalui skema yang diatur oleh Ditjen Pendidikan Tinggi Depdiknas.

 

Mendiknas menjelaskan, fungsi-fungsi pendidikan kedinasan yang dilakukan departemen lain seperti IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri) di Depdagri dan STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) di Depkeu tidak boleh memakai anggaran pendidikan karena tidak sesuai dengan UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

 

“Sepanjang anggaran itu digunakan untuk pendidikan yang tunduk dengan UU Sisdiknas, maka masih tidak masalah,” ujarnya. Mendiknas lantas mencontohkan sekolah tinggi intelejen negara yang menggunakan anggaran dari Depdiknas. Hal itu diperbolehkan karena permintaan resmi Badan Intelejen Negara (BIN) kepada Depdiknas.

 

Sekolah itu, kata Mendiknas, berada di bawah Depdiknas sedangkan BIN hanya supervisi dan mengawasi. Mendiknas menambahkan, akan segera dibuat Peraturan Pemerintah tentang pendidikan kedinasan untuk mengatur peralihan penyelenggaran pendidikan agar tunduk sepenuhnya pada UU Sisdiknas. “Payung hukum itu supaya anggaran pendidikan betul-betul digunakan sesuai Sisdiknas. Betul-betul terintegrasi meskipun itu dilakukan oleh departemen lain tapi itu di bawah payung UU Sisdiknas,” demikian Bambang Sudibyo.jbp/ade

 

Tahun 2009, Gaji Guru di Daerah Terpencil Naik

TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo menyatakan gaji guru pada 2009 akan mencapai angka minimal Rp 2 juta. “Angka itu untuk guru pegawai negeri sipil golongan II/B tanpa sertifikat profesi dengan masa mengajar 0 tahun,” jelas Bambang dalam Rapat Kerja dengan Komisi Pendidikan DPR di Jakarta, Rabu (10/9).

Untuk guru PNS golongan IV/E bersertifikat profesi gajinya akan mencapai Rp 6,9 juta rupiah. Gaji tersebut belum termasuk tunjangan fungsional dan tunjangan ptofesi untuk guru dengan sertifikat.

Pemerintah, lanjut Bambang, juga akan memberikan tunjangan fungsional untuk guru tetap non PNS yang belum sarjana sebesar Rp 250 ribu/bulan dan yang minimal sarjana sebesar Rp 300 ribu/bulan.

Pendapatan 30 ribu guru daerah terpencil juga akan meningkat. Jika sebelumnya guru daerah terpencil yang bersertifikat digaji sebesar Rp 2,29 juta pada 2008, jumlahnya akan naik menjadi Rp 5,1 juta pada 2009. Sementara itu guru daerah terpencil yang belum bersertifikat yang sebelumnya mendapatkan Rp 2,29 juta ditambah menjadi Rp 3,6 juta tahun depan.

Tidak hanya guru, gaji dosen juga meningkat seiring naiknya anggaran pendidikan. Jika sebelumnya dosen pegawai negeri sipil golongan III/B tanpa sertifikat profesi dengan masa mengajar 0 tahun mendapat Rp 1,8 juta, tahun depan angkanya bertambah menjadi Rp 2,26 juta. Untuk guru besar yang berstatus PNS golongan IV/E bersertifikat gajinya naik tajam dari Rp 5,1 juta menjadi Rp 13,5 juta.

 

Adopted by : @_pararaja

 

Categories: slentingan

Ramadhan Momentum Perubahan

September 11, 2008 admin 1 comment

Anda bisa berubah ke arah yang lebih baik! Sebab, sudah terbukti Anda bisa. Inilah, bulan suci Ramadhan yang merupakan momentum kita untuk melakukan perubahan. Lihatlah, seberapa banyak perubahan yang bisa Anda lakukan pada bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya. Anda bisa shalat malam setiap malam. Anda biasa puasa setiap hari. Infaq yang lebih banyak. Tilawah lebih rajin. Dan berbagai ibadah lainnya. Ada dua hal penting yang kita dapatkan dari Ramadhan selain bonus-bonus luar biasa dari Allah berupa pahala yang berlipat ganda, yaitu momentum dan pembuktian. Keduanya sangat penting untuk perubahan ke arah yang lebih baik. Momentum membuat kita mudah bergerak dan terus bergerak. Selama kita menjaga momentum maka kita akan terus bergerak menuju perbaikan. Begitu juga, dari segi mindset, kita sudah memiliki mindset sukses dengan pembuktian bahwa kita bisa melakukan hal-hal yang pada hari-hari biasa dianggap berat. Ramadhan adalah momentum perubahan menuju manusia dengan derajat taqwa. Ini sudah pasti jika kita menyambut Ramadhan dan menjalankan ibadahnya dengan sungguh-sungguh. Namun bukan hanya kesuksesan akhirat yang bisa kita raih dengan momentum Ramadhan, tetapi keberhasilan di dunia pun bisa kita raih. Kita sudah memiliki mindset sukses yang bisa terus kita pertahankan untuk kehidupan kita baik urusan dunia dan akhirat. Mindset sukses yang sering kali tidak disadari oleh kita setelah lebaran ialah kemampuan kita untuk berbuat lebih baik daripada yang biasa kita lakukan. Aplikasinya dalam kehidupan kita sehari-hari ialah bahwa kita bisa melakukan tindakan yang lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Anda bisa bertindak lebih dalam dunia kerja. Anda bisa berbuat lebih dalam bisnis. Anda bisa berbuat lebih dalam dakwah. Sehingga kita menjadi manusia yang selalu lebih baik dari hari ke hari, sementara inilah salah satu kunci sukses. Marilah kita bersyukur bahwa kita masih diberikan kesempatan untuk mengecap Ramadhan tahun ini. Mari kita manfaatkan dengan sebaik mungkin untuk bertindak dan beribadah lebih baik dari hari-hari sebelumnya dan momentum ini tetap kita jaga pada 11 bulan lainnya. Semoga, mudah-mudahan kita menjadi salah satu yang mendapatkan keberkahan Ramadhan ini. Amin.

 

(www.motivasi-islami.com)

Categories: wawasan

TRIK PRAKTIS DALAM MEMULAI USAHA

September 10, 2008 admin Tinggalkan komentar

Ada banyak pertanyaan tentang bagaimana harus memulai sebuah usaha. Jawabannya pun beraneka. Ada yang harus cari modal dulu, ada yang harus mempelajari pasar, bahkan yang ekstrim ada yang mengatakan modalnya nekad saja! Semuanya tak salah. Sebab, dari mana saja mau mulai berwirausaha, asal punya niat, tekad, ketekunan, keuletan, semangat tak mudah menyerah, pasti akan ada hasil yang dicapai.

 

Banyak contoh nyata orang yang bermodal nekad bisa jadi pengusaha sukses. Tak sedikit pula pengusaha yang berawal dari persiapan matang akhirnya benar-benar sukses membesarkan usahanya. Salah satu contoh nyata, orang yang berkemauan kuat dan bisa sukses berkat kerja kerasnya yakni Andrie Wongso. Meski dari keluarga miskin, dengan prinsip: “Sukses adalah hak saya” ia mampu menjadi pengusaha sukses hingga kini.

 

Apa yang dilakukan Andrie Wongso dan banyak pengusaha sukses lain ini bisa diwakili oleh sebuah kalimat bijak yang sudah sering kita dengar, yakni asal ada kemauan, pasti ada jalan, “When there is a will, there is a way.” Nah, lantas, jika kita sudah ada kemauan, usaha apa yang bisa ditekuni? Pilihannya sangat beragam. Untuk mengeksplorasi jenis usaha apa saja yang bisa ditekuni sebenarnya cukup gampang. Modalnya hanyalah ATM, yakni Amati, Tirukan, dan Modifikasi.

  1. Amati. Yang perlu dilakukan hanyalah dengan melihat sekeliling Anda. Ada banyak bertebaran jenis usaha yang bisa Anda tekuni. Mulai dari yang sudah banyak digeluti oleh orang lain, maupun usaha-usaha yang menurut Anda masih jarang yang disentuh orang lain. Atau, dari pengamatan itu, barangkali Anda bisa menemukan sejumlah kebutuhan orang yang belum tersentuh sehingga bisa jadi ladang bisnis yang baru. Ambil contoh, lihat kendaraan berseliweran di jalanan. Kalau Anda bisa utak-atik kendaraan, kenapa tidak coba buka usaha bengkel? Biar lebih spesifik layanannya, buat bengkel yang siap dipanggil kapan saja, kalau perlu 24 jam!

 

  1. Tirukan. Untuk menjalankan bisnis yang berhasil, coba tirukan bisnis yang ramai mendapat pelanggan di sekitar Anda. Misalnya Anda melihat pedagang bakso yang ramai. Coba, lihat apa yang membuatnya laris. Apakah lokasinya, rasanya, atau mungkin pelayanannya yang unik. Tirukan saja, apa kunci sukses yang membuatnya ramai. Salah satu cara meniru yang sekarang sedang tren yaitu usaha dengan sistem waralaba. Pemilik usaha dengan sistem waralaba sebenarnya sudah merelakan usahanya di-copy paste oleh jaringan waralabanya, dan itu sah-sah saja, bahkan senang karena jaringan usahanya makin membesar. Karena itu, jangan segan jika bertemu dengan bisnis yang ramai, kalau mau ajaklah kerja sama, dengan begitu dalam meniru langkah suksesnya Anda bisa lebih pasti.

 

  1. Modifikasi.
    Kalau sudah menemukan jenis usaha yang akan dicontoh, jangan asal contek saja. Ubahlah berdasar kreativitas Anda. Misalnya biar makin ramai Anda gunakan cara yang unik, contoh bikin bakso yang kotak, atau bakso yang dibakar. Gunakan pula promosi yang unik. Misalnya beri kejutan gratis bayar untuk konsumen mangkuk ke-100, serta berbagai jenis promosi unik lainnya.

Bagaimana, sudah mulai mendapat gambaran? Yang penting, jika sudah menemukan jenis usaha yang ingin Anda geluti, segera take action! Lakukan dengan sepenuh hati dan terjuni dengan tekad kuat agar berhasil. Ingat. Peluang ada di mana-mana, tapi peluang baru benar-benar jadi uang kalau Anda mau mewujudkannya.

 

Adopted by : @_paraja

Categories: wawasan

CATATAN SINGKAT TENTANG DESINFEKSI AIR MINUM MENGGUNAKAN SENYAWA KHLOR.

September 10, 2008 admin Tinggalkan komentar

By : Arifin

 

Pemakaian gas khlor sebagai bahan desinfeksi untuk air minum perlu penanganan yang lebih efektif mengingat daya reaktifitas dan toksisitasnya yang tinggi. Pemakaian gas khlor masih perlu mendapat kajian yang lebih teliti dimana gas khlor dalam kinerjanya akan menghasilkan zat sisa dan tidak efektif dalam kasus- kasus tertentu misalnya:

1.            Gas khlor dapat menimbulkan rasa dan bau yang khas sehingga dapat mengurangi estetika dan visual air, hal ini dapat diminimalisir dengan menggunakan karbon aktif.

2.            Reaksinya dengan zat organik (NH3) berlebih akan bereaksi membentuk ammonium khlorida dan gas nitrogen, jika chlorine yang berlebih akan membentuk Nitrogen khlorida yang bersifat explosive.

3.            Sebagian besar zat organik yang terdapat dalam berbagai jenis air adalah berupa zat humus. Konsentrasi asam humus dan asam flufik kadang-kadang relatif besar. Zat humus di dalam air menyebabkan warna kuning (warna sejati) yang dikenal dengan “air gambut” yang dapat dipulihkan (dipudarkan) oleh oksidasi sebagian, sebagai contoh menjenuhkan ikatan rangkap dalam suatu molekul, seperti ditunjukkan reaksi :

 

 

 

 

Selain itu asam humus dan asam flufik mengandung grup Keto yang dapat menyebabkan terbentuknya “haloform” setelah bereaksi dengan klor/senyawa klor, seperti terlihat pada reaksi di bawah ini :

 

 

 

 

 

 

Dengan cara ini senyawa haloform seperti kloroform (CHCl3); monobromodiklorometan (CHCl2Br); dibromomonoklorometan (CHClBr2) dan bromoform (CHBr3) dengan kondisi tertentu dapat terbentuk, sebagai produk samping klorinasi yang dikenal dengan “THMs (trihalomethanes), dimana senyawa ini dikatagorikan karsinogenik (penyebab kanker). Tri halometan merupakan produk samping desinfeksi. Klor terlarut/Hipoklorit dapat bereaksi dengan zat organik (karbon organik, C – org.) dalam air yang didesinfeksi dengan klor, sehingga menjadi senyawa organik terkhlorinasi, seperti THM, chlorophenoles.

Oleh karena itu reaksi haloform tidak diinginkan terjadi.

Pembentukan haloform dipengaruhi oleh :

1.      Konsentrasi zat-zat organik konsentrasi yang tinggi menaikkan kandungan haloform

2.      pH pH lebih tinggi, reaksi haloform lebih baik.

3.      Dosis klor lebih tinggi menyebabkan kemungkinan haloform terbentuk lebih besar.

4.            Reaksinya dengan air yang mengandung warna tinggi (Tannin dan Lignin) akan membentuk senyawa klorolignin sangat sulit didegradasi karena mengandung senyawa organik terklorinasi dengan berat molekul yang tinggi, dimana pada badan air penerima dapat terurai menjadi senyawa klorolignin dengan berat molekul lebih rendah yang bersifat lebih toksik, mutagenik dan karsinogenik

5.            Gas klor tidak efektif dalam membunuh protozoa Cryptosporidium-c. Mikroba dari grup protozoa ini mampu membentuk spora di usus halus manusia lalu menghalangi penyerapan air sehingga penderitanya menjadi haus terus. Mikroba ini tahan dalam air mendidih lebih dari sepuluh menit tetapi parasit ini dapat mati oleh ozon. (Kasus terjadi di sebuah kota San Paolo yang air ledengnya diambil dari Danau Chavez yang tercemar berat. Ribuan orang lantas sakit dan ratusan tewas).

6.            Gas khlor tidak efektif dalam membunuh virus Hepatitis A meskipun bakteri mati oleh desinfektan ini. Masa inkubasi penyakit ini berkisar antara 1-2 bulan setelah terkena infeksi yang ditandai dengan demam yang disertai rasa mual dan muntah. Hati penderita menjadi bengkak, bola mata pun menjadi kuning. Warna kuning ini bisa menjalar ke permukaan kulit. Tubuh akan melemah, menjadi kurus dan perut membuncit. (Kasus di sungai Jamuna, India).

7.            Air olahan dengan kadar sisa khlor 0.5 – 1.5 ppm tidak cocok digunakan dalam hal – hal tertentu bahkan tidak dianjurkan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Terhadap umur tanaman (Spermatophyta) :

1.      < 1 mg/l Sisa Khlor bebas (umur panjang)

2.      1-2 mg/l Sisa Khlor bebas (umur pendek)

Terhadap ikan (dewasa) :

1.      < 0.3 mg/l Sisa Khlor bebas

Terhadap ikan, udang, (budi daya perikanan) :

1.      < 0.1 < 0.1 mg/L Sisa Khlor Bebas

Terhadap manusia :

1.      Sesuai tabel II.3.1

8.            Untuk menjaga kualitas air perpipaan, keberadaan sisa khlor sangat diperlukan dalam suatu sistem jaringan distribusi karena dapat mengurangi risiko tumbuhnya mikroba dan terjadinya kontaminasi. Sisa khlor pada sistem jaringan distribusi harus dijaga pada konsentrasi 0,2-0,5 mg/lt. Pengaruh jarak pengaliran air minum terhadap sisa khlor dan angka MPN Coliform air minum sangat berpengaruh. Dalam penelitian di PDAM Buntok, Kalimantan Tengah, dengan observasional analitik yang dilakukan secara cross sectional dengan variabel bebas jarak pengaliran dan variabel terikat angka MPN Coliform serta nilai sisa khlor.
Sampel penelitian diambil secara acak pada pelanggan PDAM Buntok. Pengaruh jarak pengaliran terhadap sisa khlor dan angka MPN Coliform, masing-masing dianalisis dengan uji stastistik regresi linier. Kadar sisa khlor pada PDAM Buntok adalah 1,0 mg/lt dengan angka MPN Coliform nol. Pada jarak 2 Km, sisa khlor sebesar 0,5 mg/lt dengan angka MPN Coliform nol. Pada jarak 4 km, sisa khlor sebesar 0,3 mg/lt dengan angka MPN Coliform nol. Pada jarak 6 km, sisa khlor sebesar 0,1 mg/lt dengan angka MPN Coliform sebesar 7,8 per 100 ml air. Sementara itu pada jarak 8 km sisa khlor dengan MPN Coliform sebesar 55,6 per100 ml air dan pada jarak 10 km sisa khlor nol dengan angka MPN Coliform sebesar 133,8 per 100 ml air. Pada jarak pengaliran terhadap MPN Coliform dengan uji regresi linier ap<0,01 dan terhadap sisa khlor uji regresi linier p<0,01. Disimpulkan bahwa faktor jarak pengaliran air minum berkorelasi terhadap angka MPN Coliform semakin meningkat, namun sebaliknya dengan sisa khlor semakin berkurang. Untuk itu perlu diadakan pos khlorinasi pada jarak tertentu, untuk menjaga sisa khlor pada jaringan distribusi.

9.            Frekuensi pemakaian desinfektan alternatif gas klor yaitu kaporit maupun sodium hipochlorit harus diatur sedemikian rupa supaya tidak lebih dari batas “kadaluarsa”. Apabila larutan disimpan terlalu lama, umumnya kadar khlornya berkurang antara 2 – 4% per bulan pada temperatur kamar . Penyimpanan yang terlalu lama pada bahan kimia cair terutama kaporit juga akan mengurangi gugus aktif khlor sehingga daya desinfeksi berkurang.

 

Temperatur (oC)

10

15

20

25

30

35

Kehilangan kadar klor aktif (g/L ) per hari

0,1

0,4

1,1

2,0

3,2

5,6

 

Tabel. Angka Penurunan Efisiensi Natrium hipoklorit   berdasarkan Perbedaan Suhu

Soul of water by : @_pararaja

Categories: wawasan

WASPADAI BAHAYA SAAT BERENANG

September 10, 2008 admin Tinggalkan komentar

Oleh : Dr. Widodo Judarwanto Spa.

Renang adalah olahraga yang meningkatkan kulitas hidup dan kesehatan manusia. Tanpa disadari, sebaliknya aktifitas di kolam renang atau tempat rekreasi lainnya tersebut  ternyata dapat menyebabkan penyakit. Berbagai penyakit mulai dari yang ringan hingga yang berat dapat terjadi penularannya lewat air. Ternyata gejala demam, batuk, pilek atau infeksi faringokonjungtivitis yang disebabkan adenovirus penyebarannya dapat melalui kolam renang. Selain itu berbagai infeksi lain seperti infeksi mata, infeksi saluran cerna, infeksi telinga bahkan infeksi otak dapat juga ditularkan lewat air.

Bahkan dalam beberapa penelitian terungkap pengaruh klorin dalam kadar tertentu dan jangka panjang beresiko mengakibatkan gangguan berbagai organ tubuh, sebagai pemicu asma dan meningkatkan resiko kanker. Klorin adalah sejenis zat kimia untuk disinfeksi atau bahan membunuh kuman di kolam renang.

Berenang di kolam renang atau tempat rekreasi lain adalah kegiatan olah raga atau rekreasi yang banyak digemari oleh masyarakat termasuk anak-anak. Tempat rekreasi air tersebut meliputi pantai, danau, air terjun atau tempat rekreasi air lainnya. Tempat lain yang bukan merupakan tempat rekreasi adalah sungai, rawa atau air banjir.

Beberapa tahun yang lalu Centers for Disease Control and Prevention (CDC) atau Badan pengawasan dan pencegahan penyakit di Amerika Serikat pernah menutup lebih dari 1.800 kolam renang umum.  Tindakan itu dilakukan karena ditemukan bahaya infeksi yang dapat terjadi pada perenang. Pada awalnya didapatkan beberapa kasus diare selanjutnya terjadi peningkatan besar menjadi wabah di tahun 1990-an dengan kasus sebanyak 16.800 yang berhubungan dengan kolam renang dan spa. Juga dilaporkan wabah yang terjadi di negara bagian Georgia, AS, dimana banyak anak menderita sakit akibat kuman E. Coli yang berasal dari kotoran penderita saat berenang.

Dari inspeksi yang dilakukan CDC terhadap 22.131 kolam renang, ditemukan 54% kolam renang yang bermasalah, dari masalah penyaringan (filtrasi) hingga ke masalah Klorin, sebagai desinfektan yang dipakai untuk air kolam renang. CDC juga mengungkapkan terjadi peningkatan kasus yang besar atau outbreaks dari penyakit yang disebabkan rekreasi air dalam tahun 2000 didapatkan  228% lebih banyak dibandingkan 2 tahun sebelumnya.

Di Indonesia permasalahan ini belum banyak diperhatikan, karena belum ada data penelitiannya. Melihat kondisi sarana dan system pengawasan yang ada di Indonesia, mungkin saja permasalahan yang dapat ditimbulkan  lebih harus diwaspadai. 

PENYAKIT DAN AKIBAT LAINNYA

Pengamatan yang dilakukan oleh peneliti dari Illinois Public Health didapatkan kelompok perenang secara bermakna lebih sering mengalami infeksi mata, telinga dan infeksi kulit dibandingkan dengan bukan perenang.

Menurut CDC berbagai penyakit seperti infeksi saluran cerna, infeksi mata, infeksi pernapasan, infeksi kulit, bahkan infeksi otak dapat ditularkan melalui kolam renang. Penyakit infeksi saluran cerna dengan gejala demam, diare dan muntah sering ditularkan melalui kolam renang.  Penyakit tersebut meliputi  gastroenteritis, disentri, kolera, tifus, hepatitis A, giardiasis, cryptosporidiosis, E coli, giardia, norovirus, salmonelosis atau sigelosis.

Penyakit infeksi mata dapat ditularkan melalui kolam renang adalah moluskum kontagiosum dan konjungtivitis (adenovirus). Infeksi kulit yang bisa terjadi adalah “Hot Tub Rash” adalah infeksi kulit yang disebabkan karena Pseudomonas. Otitis eksterna atau “Swimmer’s Ear” adalah infeksi telinga yang disebabkan karena Pseudomonas aeruginosa yang juga ditularkan lewat kolam renang.

Penyakit kulit yang penularannya dapat melalui kolam renang adalah Cercarial Dermatitis. Gangguan ini sering dikenal sebagai penyakit “swimmer itch”. Gejalanya berupa kulit yang terasa panas terbakar, gatal, pada kulit tampak bintil seperti jerawat kecil kemerah-merahan kadang disertai melepuh. Penyakit ini disebabkan karena paparan dengan parasit yang terdapat pada burung dan hewan mamalia lainnya. Parasit tersebut mengkontaminasi manusia melalui perantara binatang keong yang terdapat di air tawar atau air asin seperti danau, kolam atau air laut. Parasit ini terpapar pada kulit perenang yang mengalami rash atau kulit terkelupas karena sensitif atau alergi. . Biasanya penyakit ini terjadi pada musim panas

Dalam keadaan luka terbuka pada kulit infeksi yang bisa terjadi adalah terkena kuman vibrio parahemolitikus atau vibrio vulnifikus. Selain kontak kulit terbuka infeksi kuman  V. parahaemolyticus dan V. vulnificus dapat disebabkan karena tertelan air laut yang tercemar bakteri tersebut. Gejalanya meliputi muntah, diare dan nyeri perut. Pada kuman V. parahaemolyticus  biasanya gejalanya ringan dan sembuh sendiri. Tetapi pada infeksi kuman V. vulnificus dengan kekebalan tubuh yang rendah penyakit ini dapat  menjadi keadaan yang berat dan mengancam jiwa.

Infeksi Pernapasan yang bisa ditularkan memalui kolam renang adalah faringokonjungtiva (adenovirus), legionellosis (demam pontiak dan penyakit Legionnaires) dan mikobakterium avium kompleks. Gejala infeksi saluran napas tersebut pada umumnya adalah demam, batuk atau pilek. Pada keadaan daya tahan tubuh lemah dapat berpotensi menjadi pneumonia (radang paru).

Meskipun jarang terjadi penularan penyakit lewat air ini dapat mengakibatkan infeksi otak . Infeksi susunan saraf pusat yang dapat terjadi adalah infeksi selaput otak atau meningitis aseptik yang disebabkan enterovirus dan infeksi neigleria. Gejala yang dapat terjadi adalah demam tinggi, muntah, kejang, dan kesadaran menurun.

Infeksi lainnya yang dapat terjadi adalah Hepatitis A atau penyakit infeksi virus yang terjadi pada hati atau lever. Gejala yang timbul adalah kulit dan mata tampak kuning, mual, muntah, demam dan badan lemas.  Leptospirosis adalah infeksi yang disebabkan karena kuman leptospira juga dapat ditularkan lewat air.

Virus pada penderita  Hepatitis B atau HIV yang ditemukan di darah atau sebagian kecil cairan tubuh penderita dapat memasuki badan atau aliran darah orang lain saat berenang. Tetapi CDC tidak mengkawatirkan keadaan ini karena virus penyebab HIV dan hepatitis C tidak akan hidup lama di cairan kolam renang yang mengandung klorin, Sebenarnya bila terdapat darah di kolam renang tidak ada alasan untuk menutup kolam renang tersebut. Tetapi kadang kala beberapa pengelola akan menutup sementara bila jumlah darah cukup banyak atau keamanan kesehatan diragukan.

MEKANISME PENYEBARAN PENYAKIT

Kuman paling sering yang tersebar melalui air di kolam renang. Kuman tersebut  dapat menyebabkan berbagai macam penyakit. Penyebaran ini dapat berlangsung melalui tertelan langsung atau kontak ke kulit atau tangan bilsa setelah renang kita tidak cuci tangan langsung makan maka kuman tersebut dapat mencemari kita.

Muntah saat berenang merupakan peristiwa yang sering terjadi, baik dipicu karena batuk, tersedak air atau penetab lainnya.  Kuman yang dapat tersebar melalui muntah adalah Noroviruses (Virus Norwalk-like). Kemampuan membunuh noroviruses dan Giardia dibutuhkan kadar klorin tertentu dan waktu beberapa hari.

REKOMENDASI DEPKES

Sebenarnya Departemen kesehatan Indonesia (Depkes) telah memberikan rekomendasi tentang persyaratan kolam renang yang sehat dan bersih. Syarat air kolam renang sebagaimana persyaratan air bersih diatur sesuai Peraturan Menteri Kesehatan nomor 416/MENKES/ PER/IX/1990.

Parameter yang dipakai adalah penilaian  fisika, kimiawi dan mikrobiologis. Penilaian fisika meliputi bau, benda terapung dan kejernihan.  Disyaratkan bahwa air harus bebas dari bau yang mengganggu dan harus bebas dari benda bentuk terapung. Kejernihan dinilai dari piringan yang diletakkan pada dasar kolam yang terdalam dapat dilihat jelas dari tepi kolam pada jarak lurus 7m.

Penilaian kimiawi dilihat adalah kandungan zat tertentu dengan jumlah yang ditoleransi. Zat kimia dan nilai yang diperbolehkan adalah Alumunium (0-0,2 mg/L), Kerasaan atau CaSO3 (30 – 500 mg/L), oksigen terabsorbsi(O2) (0 – 0,1 mg/L dalam waktu 4 jam pada suhu udara), pH (6,5 – 2,5) dan  sisa klor (0,2 – 0,3). Penilaian mikrobiologis adalah tidak ada koliform per 100 ml  atau jumlah kuman ditoeransi antara 0-200 jumlah koloni per 1 ml. Apabila pH tidak memenuhi syarat dapat mengakibatkan iritasi pada mata serta proses koagulasi akan terganggu atau dapat berpengaruh pada daya pembersih air.

Bila terdapat penyimpangan dari kriteria tersebut berarti terdapat kondisi tertentu yang dapat berpotensi mengganggu kesehatan Misalnya, bila air berbau menunjukkan adanya H2S dalam air berarti sedang terjadi proses pembusukan air tercemari oleh sumber kotoran. Bila didapatkan Co2 agresif CO2 Agresif akan berpotensi  mengakibatkan karatan pada pipa atau benda besi yang ada di kolam renang.

KEUNTUNGAN DAN BAHAYA KLORIN

Disinfeksi air dengan cara memasukkan zat kimia berupa klorin (chlorine). Manfaat klorin ini adalah sebagai zat kimia yang dapat membunuh virus, bakteri dan jamur. Meskipun setelah melalui proses,penyaringan air kelihatan bersih, namun harus dicurigai masih adanya bakteri di dalam air tersebut. Kadar Klorin yang dianjurkan sebagai desinfektan untuk kolam renang mempunyai batas hingga 2,0 PPM (parts per million). Cara pemberian zat klorin menggunakan chloronator, yaitu menggunakan alat pembubuh khusus zat klorin dalam bentuk gas (C12). Pot feeding yaitu suatu alat berbentuk pot cylindris yang digunakan khusus untuk pembubuh zat klorin dalam bentuk zat cair (larutan zat klorin).

Penelitian mengejutkan dilakukan Profesor Dr. Peter Gaffne dari Microbiology at Georgia State University dalam penelitian yang berjudul  “Microbiological Evaluation of Swimming Pools in Fulton County Georgia Atlant). Sekitar 50% dari 252 kolam renang yang diteliti di Amerika Serikat yang mempunyai level 2.0 ppm ternyata masih didapatkan bakteri E. Coli and Pseudonomas.  Laporan lain menyebutkan meskipun chlor sudah dalam batas yang direkomendasikan atau 0,2 ppm, masih memerlukan waktu 4 hari untuk mematikan  kuman Cryptosporidium parvum yang merupakan salah satu penyakit infeksi berat.

Klorin yang sering digunakan sebagai zat pembasmi kuman di kolam renang dalam ruang tertutup terkait dengan penyakit asma terhadap anak-anak. Demikian hasil suatu penelitian Dr Alfred Barnard dari Universitas Katolik Leuven, Belgia. Penelitian yang dipublikasikan pula oleh jurnal kesehatan Occupational and Environmental Medicine tersebut melibatkan 226 anak-anak sekolah yang sehat sebagai obyek. Pada anak-anak yang sering berenang di kolam berklorin ditemukan keterkaitan zat tersebut dengan pemicu asma. Mirip dengan kelainan paru-paru bagi perokok. Kalau klorin bersenyawa dengan zat organik, seperti air seni atau keringat, maka akan menghasilkan senyawa sejenis nitrogen triklorin yang dapat mengakibatkan iritasi hebat. Senyawa organik tersebut dapat bereaksi menjadi gas di kolam tertutup dan membawa dampak terhadap sel-sel tubuh yang melindungi paru-paru. Di lain pihak sebenarnya berenang merupakan olahraga yang baik bagi penderita asma. Tetapi sebaiknya pada penderita asma dianjurkan berenang di tempat kolam renang dengan kadar klorin di bawah 0,5 PPM. Juga dianjurkan untuk tidak berenang di tempat tertutup.

Gangguan hati, ginjal dan susunan saraf pusat dan meningkatkan resiko kanker  akibat dari produk trihalomethanes dari penggunaan chlor. Juga dilapoprkan iritasi mata dan hidung, gangguan saluran cerna dan anemia dapat terjadi akbat pengguanan klorin jangka panjang. Washington Post pada bulan juni tahun 1994 memberitakan bahwa peningkatan absorbsi klorin ternyata merupakan deretan 10 besar daftar bahan penyebab kanker.

PENCEGAHAN DAN EDUKASI

Pencegahan penyebaran penyakit melalui kolam renang dapat diminimalkan bila dilakukan pengolahan kualitas air dengan baik. Pokok-pokok pengolahan air kolam renang adalah dengan penjernihan, pemberian zat koagulan  dan disinfektan. Menjernihkan air dengan cara membubuhkan zat koagulan seperti tawas (AL2SO4)3 . Soda ash (Na2Co3) untuk menyaring air melalui saringan (filtrasi) dan membasmi lumut. Pemberian zat koagulan pada air kolam renang bertujuan untuk mengikat kotoran (zat organik) yang ada dalam air kolam menjadi keping yang lebih besar agar dapat lebih mudah diambil atau disaring.

Kegiatan pengawasan kualitas air kolam renang mencakup pengamatan lapangan dan pengambilan contoh air termasuk air pada proses produksi dan distribusi. Setelah dilakukan pemeriksaan contoh air dilakukan analisis hasil pemeriksaan. Perumusan Saran dan cara pemecahan masalah yang timbul dari hasil pemeriksaan.

Kegiatan tindak lanjut yang penting adalah  upaya penyuluhan kepada pemakai. Jangan masuk kolam renang bila sedang mengalami  diare, Pengguna kolam renang akan terpapar kuman di dalam air.  Jangan menelan air, harus diketahui chlor tidak bisa membunuh semua kuman. Hindari makan permen karet atau makan selama berenang atau bermain air. Cuci tangan dan anus dengan sabun setelah buang air besar atu mengganti diapers (popok). Kuman di tangan dapat menyebar kemana-mana termasuk di air. Beritahu petugas keamanan kolam renang bila terlihat material feses di air atau bila melihat orang lain mengganti diapers (popok) di kursi atau di meja.

Yang harus diketahui orang tua saat membawa anaknya adalah segera mengangkat anaknya segera bila hendak buang air kecil, buang air besar dan ganti diapers. Jangan berharap melindungi kencing dan feses dari diapers, karena alat tersebut tidak dapat tembus air. Bila buang air besar sebelum berenang cuci dengan bersih dengan sabun pada daerah bawah anak.  Jagalah mata anak anda setiap waktu. Lindungi anak terhadap sunburn dengan menggunakan pelindung cahaya matahari  berupa SPF 15 untuk melindungi UVA dan UVB. Meskipun sunburn atau luka baker matahari hanya berakibat ringan tetapi dapat mengakibatkan resiko kanker kulit lebih besar.

DAFTAR PUSTAKA

Adopted by : @_pararaja from www.childrenfamily.com

 

 

 

 

 

Categories: wawasan

Waspada Makanan Manis bagi Orang Berpuasa

September 8, 2008 admin Tinggalkan komentar

Berbuka puasalah dengan makanan yang manis-manis. Anjuran seperti ini sudah belasan tahun terdengar oleh kaum muslim di Indonesia. Acuannya adalah hadist (tindakan, ucapan atau perkataan Nabi Muhammad SAW) yang berasal dari Anas bin Malik dan diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Dawud.

Muhammad SAW berbuka puasa dengan rutab (kurma lembek) yang dikonsumsi sebelum melakukan shalat maghrib. Jika kurma lembek tidak ada, buka puasa dengan memakan kurma kering (tamr). Sedangkan bila keduanya tidak ada, maka Nabi Muhammad SAW meneguk air putih.

Hadist sebagai dasar syariah (hukum) tersebut selanjutnya dipahami jika berbuka puasa dengan panganan yang mengandung rasa manis. Sekarang malah berkembang sebuah pemikiran bahwa meski kurma mengandung aroma manis tetapi berbeda dengan panganan yang mengandung rasa manis.

Kurma dengan yang manis-manis berbeda. Kurma merupakan karbohidrat kompleks. Sedangkan gula yang terdapat dalam makanan atau minuman yang manis-manis adalah karbohidrat sederhana. Sayangnya saat ini sudah telanjur pemahaman berbuka puasa dengan makanan atau minuman manis adalah sunnah nabi.Pemahaman seperti ini sudah berkembang luas di masyarakat muslim di Indonesia.

Pemahaman demikian sebenarnya perlu diluruskan. Sebab saat ini berkembang pendapat berbuka puasa dengan makanan yang manis yang penuh dengan karbohidrat sederhana justru bisa merusak kesehatan.

Kurma yang merupakan tanaman buah asli tanah Arab rasanya tak terlalu manis. Dalam kondisi segar buah kurma asli dari tanah arab mengandung nutrisi tinggi tetapi berkalori rendah sehingga tidak membuat badan gemuk.

Kabarnya kurma yang didatangkan ke Indonesia sesungguhnya sudah berubah menjadi manisan kurma, bukan lagi kurma segar sebagaimana yang dikonsumsi Nabi Muhammad SAW. Manisan kurma tersebut selanjutnya ditengarai mengandung kandungan gula yang kadarnya berlipat-lipat. Tujuannya agar kurma tersebut awet dalam perjalanan ekspornya dari tanah Arab ke Indonesia. Bisa jadi ini terkait dengan kualitas dan harga. Kalaupun kurma yang masih segar dan tidak termasuk manisan kurma dapat dijumpai di Indonesia, kemungkinan harganya menjadi sangat mahal.

Yang menjadi masalah adalah berbuka dengan panganan manis justru merusak kesehatan. Sebab seorang yang berpuasa kadar gula darahnya menjadi turun. Ketika berbuka puasa memakan makanan yang manis bisa membuat kadar gula melonjak cepat. Berbeda dengan manis yang ada pada kurma segar yang bersifat karbohidrat kompleks. Rasa manis dari kurma tersebut untuk menjadi glikoken butuh proses dan memakan waktu. Akibatnya gula darah tidak melonjak drastis karena karbohidrat kompleks naiknya perlahan.

Dalam metabolisme dikenal adanya indeks glikemik yang berarti perubahan makanan menjadi gula dalam tubuh. Dalam pengertian seperti ini kian tinggi indeks glikemik yang terdapat pada suatu makanan, maka kian cepat pula makanan tersebut diubah menjadi gula. Dengan begitu tubuh makin cepat pula menghasilkan insulin.

Perlu pula disadari, respon insulin yang makin tinggi dalam tubuh, merupakan cara termudah tubuh menimbun lemak. Padahal penimbunan lemak di tubuh sudah pasti pantangan terutama bagi orang yang menerapkan gaya hidup sehat. Karena itu orang yang amat memperhatikan gaya hidup semacam ini sebisa mungkin menghindari jenis makanan yang mengandung indeks glikemik tinggi. Sebaliknya sebisa mungkin memakan panganan yang indeks glikemiknya rendah. Penimbunan lemak di tubuh sebisa mungkin dihindari.

Dalam bulan Ramadhan perut kosong seharian, lalu langsung dibanjiri dengan gula (makanan yang sangat-sangat tinggi indeks glikemiknya). Hal ini tentu mengakibatkan respon insulin dalam tubuh langsung melonjak. Dengan demikian, tubuh akan sangat cepat merespon untuk menimbun lemak.

Akan lebih baik meminum air putih saat berbuka puasa lalu shalat maghrib daripada memakan makanan manis-manis atau kurma. Kemungkinan besar kurma yang beredar di Indonesia merupakan manisan kurma yang bersifat karbohidrat sederhana.

Di Indonesia mungkin pula lebih baik kalau memakan nasi saat berbuka puasa. Tentu saja setelah meneguk segelas air putih lalu shalat. Nasi termasuk karbohidrat kompleks. Perlu waktu dan proses nasih menjadi insulin. Respon insulin menjadi tidak tinggi sehingga kecenderungan tubuh menimbun lemak pun menjadi rendah.

Tak perlu heran banyak sekali umat Islam pada bulan puasa justru naik timbangan tubuhnya. Hal ini dapat terjadi karena umumnya saat berbuka puasa angsung membanjiri tubuh dengan insulin lewat pasokan makanan yang manis-manis. Masyarakat harus disadarkan berbuka dengan yang manis-manis bukan malah menyehatkan tubuh.

Banyak orang di bulan puasa justru menjadi lemas, mengantuk, atau justru tambah gemuk karena kebanyakan gula. Karena salah memahami hadits di atas, maka efeknya rajin puasa = rajin berbuka dengan gula.

Kondisi tersebut kian diperparah oleh kultur orang Indonesia sebagai pengkonsumsi nasi. Bagi orang Indonesia belum disebut makan kalau belum menyantap nasi. Menurut catatan 70 persen porsi makan orang Indonesia adalah nasi. Ini pun harus mendapat catatan karena nasi termasuk karbohidrat. Makin tinggi karbohidrat yang dikonsumis makin tinggi pula respon insulin dalam tubuh.

Oleh karena itu dalam berbuka puasa, makanan dengan karbohidrat cukup lima puluh persen. Sisanya protein, dan 5-10 persen lemak. Kandungan lemak ini cukup dari lemak yang terkandung dalam daging yang kita makan atau kuning telur. Tidak perlu menambah minyak atau memakan lemak hewan (yang justru buruk pengaruhnya bagi tubuh). Lemak dengan kadar yang sedikit masih diperlukan untuk mengolah beberapa nutrisi dan vitamin, dan untuk membawa nutrisi ke seluruh tubuh.

Perlu diingat baik ketika berbuka puasa atau dalam makanan keseharian, makanlah makanan yang seimbang: 50 persen karbohidrat kompleks, 40-45 persen protein dan 5-10 persen lemak dalam setiap porsinya. Sebaliknya perlu pula menjauhi karbohidrat sederhana sebisa mungkin. Kalaupun harus makan karbohidrat sederhana karena butuh energi cepat carilah yang nilai indeks glikemiknya rendah.

Santap Sahur

Makanan dengan porsi indeks glikemik rendah juga diperlukan ketika melakukan santapan sahur. Seperti sudah diuraikan diatas karbohidrat kompleks butuh waktu untuk diubah menjadi energi. Karbohidrat kompleks diubah pelan-pelan dan sedikit demi sedikit.

Porsi karbohidrat kompleks tersebut membuat seseorang yang berpuasa tidak cepat lapar karena energi selalu tersedia dalam waktu lama. Pada gilirannya jenis panganan semacam ini amat mendukung aktivitas selama seharian penuh. Protein dalam santap sahur amat diperlukan sehingga tetap berenergi selama menjalankan ibadah puasa.

Alhasil ketika berbuka puasa hendaknya memperhatikan makanan yang menyimpan potensi untuk menimbun lemak pada tubuh. Bahkan sedang atau ketika tidak puasa makanan dari kelompok manisan, sirop, atau makanan yang banyak mengandung gula perlu dihindari.

Kalau terpaksa tidak dapat menghindari karbohidrat sederhana (penganan mangandung pemanis) bisa dipilih makanan berkarbohidrat sederhana tetapi dengan indeks glikemik rendah. Dalam kelompok makanan ini misal terdapat pada buah yang tidak terlalu manis seperti pisang, apel, serta pir.

Korban Iklan

Ironisnya salah kaprah tersebut dimanfaatkan produsen panganan. Ini tentu masuk akal sebab penduduk Indonesia adalah orang Islam terbesar di dunia. Hal tersebut tentu menguntungkan sebagai ajang menjual produk.

Berbuka puasa dengan makanan manis seperti dalam hadist pada akhirnya direproduksi menjadi ajang bisnis. Berbukalah dengan makanan yang manis pada gilirannya disosialisasikan dan menjadi slogan advertising banyak sekali perusahaan makanan pada bulan suci Ramadhan. Karena kurma rasanya manis sebagaimana dieksplisitkan pada hadist Nabi Muhammad SAW, maka hal itu diartikan berbuka puasa dengan makanan yang manis-manis. Pada gilirannya kebiasaan tersebut menjadi kultur yang perlu dipertanyakan kebenarannya.

Adopted by : @_pararaja from www.suarakarya-online.com written by : mangku

 

 

Categories: wawasan

Water treatment ; chapter : Penggumpalan Koloida (Colloid Coagulation)

September 8, 2008 admin Tinggalkan komentar

Kekeruhan disebabkan oleh partikel tersuspensi di dalam air yang ukurannya berkisar antara 0.01 – 100 mm. Partikel yang lebih besar mudah dihilangkan dengan pengendapan. Partikel yang sangat kecil dengan ukuran kurang dari 5 mm disebut dengan partikel koloid  dan sangat sulit mengendap.

Karakteristik dari partikel koloid dalam air sangat dipengaruhi oleh muatan listrik dan kebanyakan partikel tersuspensi bermuatan negatif. Penetralan dari muatan ini merupakan tujuan utama dari suatu proses koagulasi.

Model lapisan ganda digunakan untuk menerangkan distribusi dari ion-ion disekeliling partikel koloid. Pada air alam (pada pH 6 – 8) pada umumnya koloid bermuatan negatif. Untuk mengilustrasikan diambil partikel koloid yang bermuatan negatif. Berdekatan dengan lapisan negatif dari koloid terdapat lapisan kuat ion positif yang dikenal sebagai Lapisan Stern (Stern Layer), lebih jauh ion positif  ini tertarik ke koloid tetapi terhalang dengan adanya lapisan ini.

Kesetimbangan dinamik antara ion positif dan negatif dikenal sebagai Lapisan difusi (Difuse Layer). Konsentrasi dari ion positif lapisan difusi secara bertahap menurun sesuai jarak dari partikel koloid meningkat sampai dengan pada suatu jarak konsentrasi ion-ion setimbang dengan air.

Perbedaan muatan yang melingkupi antara Stern layer dan Difuse layer disebut sebagai Zeta potensial. Zeta Potensial sangat berguna sebagai indikasi langsung jumlah energi yang diperlukan untuk menyatukan partikel koloid.

Dispersi koloid dalam air secara umum terbagi menjadi 2 (dua) yaitu :

1.            Sifat hidrofilik (senang air)

2.            Sifat hidrofobik (tidak senang air)

Sifat hidrofilik menyebabkan ikatan koloid dengan air menjadi lebih kuat, sehingga koloid akan lebih stabil dan sulit dipisahkan dengan air.

Kestabilan sistem koloid hidrofobik disebabkan oleh adanya fenomena hidrasi, yaitu suatu keadaan dimana molekul-molekul air tertarik oleh permukaan koloid, sehingga menyebabkan terhalangnya kontak antara koloid yang satu dengan lainnya. Kestabilan koloid hidrofobik terjadi karena koloid-koloid bermuatan sejenis, sehingga terjadi gaya tolak menolak antar koloid. Koloid bermuatan negatip akan menarik ion yang berlawanan pada permukaan, membentuk lapisan pelindung dari air di sekelilingnya. Keadaan ini menghasilkan lapisan ganda listrik (electrical double layer) dari muatan positif dan negatif.

Kelebihan muatan listrik dipermukaan sering dikompensasi karena pada bagian luar dari lapisan ganda listrik, dengan konsentrasi ion yang muatannya berlawanan dan yang bersifat difusi disebabkan oleh gerakan molekul air yang disebabkan oleh termic.

Lapisan molekul air diatas permukaan partikel menghindari partikel langsung bisa bergabung dengan partikel lain dan bisa tidak mendekati cukup dekat dengan partikel yang muatannya berlawanan dan mempunyai daya tarik. Sebagai contoh untuk suspensi stabil itu adalah asam silikat yang baru mengendap, ada hidroksida maupun zat dengan molekul besar dengan proses hidrolisa lengkap misalnya ekstrak kanji (startch), protein, karbohidrat, asam humus dan polimer sintetis yang terlarut.

Permukaan zat suspensi di dalam air bisa tertutup oleh zat yang netral yang diadsorpsi diatas permukaan supaya tidak bisa terjadi lagi pendekatan dengan daya tarik ion. Terutama lapisan adsorpsi dari zat sintetis atau zat kimia alami dengan molekul besar bisa menyebabkan daya tolak yang sangat besar dan dengan ini menghindari suspensi tersebut bergabung (efek perlindungan koloid).

Partikel koloid selalu bergerak dengan jalan yang zig – zag yang disebut dengan gerak Brown. Gerakan ini disebabkan oleh tumbukan molekul – molekul pelarut kepada partikel – partikel koloid. Walaupun tumbukan ini lenting sempurna, artinya tenaga kinetik molekul pelarut dan partikel koloid sama, tetapi karena partikel koloid diameternya lebih besar, maka gerakannya lebih lambat daripada molekul pelarut.

Mekanisme Koagulasi

Stabilitas koloid merupakan aspek penting dalam proses koagulasi untuk menghilangkan koloid-koloid.

Stabilitas koloid tergantung ukuran koloid dan muatan elektrik, juga dipengaruhi oleh media pendispersi (dalam hal ini media pendispersi adalah air) seperti kekuatan ion, pH.

Muatan permukaan partikel-partikel koloid penyebab kekeruhan di dalam air adalah sejenis, oleh karena itu jika kekuatan ionik di dalam air rendah, maka koloid akan tetap stabil. Stabilitas merupakan daya tolak koloid karena partikel-partikel mempunyai muatan permukaan sejenis (negatif).

Antara koloid-koloid ada gaya tolak menolak dan gaya tarik massa (van der Waals). Dengan adanya enersi interaksi kedua gaya tersebut yang disebabkan oleh gerakan Brownian, dihasilkan suatu enersi kinetik. Jika kekuatan ionik di dalam air cukup tinggi, maka gaya tolak menolak memberi keuntungan kepada situasi dimana tumbukan yang terjadi menghasilkan aglomerasi partikel-partikel.

Ada beberapa gaya yang menyebabkan stabilitas partikel, yaitu :

1.            Gaya elektrostatik yaitu gaya tolak menolak terjadi jika partikel-partikel mempunyai muatan yang sejenis (negatif atau positif ).

2.            Bergabung dengan molekul air (reaksi hidrasi)

3.            Stabilisasi yang disebabkan oleh molekul besar yang diadsorpsi pada permukaan.

Mekanisme yang disebut diatas seringkali terjadi pada saat yang sama. Dalam suspensi yang keruh seringkali hanya ada partikel bermuatan negatip yang disebabkan oleh penggantian kation maupun adsorpsi zat anionik.

Mineral seperti silika, tanah liat, oksida dan hidroksida seringkali selain mempunyai daya elektrostatik, juga ada hidrasi yang mampu untuk mengadsopsi zat penyebab stabilisasi. Suspensi atau koloid bisa dikatakan stabil jika semua gaya tolak menolak antar partikel lebih besar dari gaya tarik massa, sehingga didalam waktu tertentu tidak terjadi agregasi.

Untuk menghilangkan kondisi stabil, harus merubah gaya interaksi diantara partikel dengan pembubuhan zat kimia (sebagai donor muatan positip) supaya gaya tarik menarik menjadi lebih besar.

Untuk destabilisasi ada beberapa mekanisme yang berbeda :

1.            Kompresi lapisan ganda listrik (Compression of electric double layer) dengan muatan yang berlawanan

2.            Mengurangi potensial permukaan yang disebabkan oleh adsorpsi molekul yang spesifik dengan muatan elektrostatik berlawanan.

3.            Adsorpsi molekul organik diatas permukaan partikel bisa membentuk jembatan molekul diantara partikel.

4.            Penggabungan partikel koloid kedalam senyawa presipitasi yang terbentuk dari koagulan/ flokulan.

Destabilisasi yang terjadi tergantung dari mekanime destabilisasi yang mana atau bisa saja hanya ada satu mekanisme yang menyebabkan agregasi atau kombinasi dari mekanisme yang lain (diantara yang tersebut diatas). Untuk aplikasi praktis di IPA Instalasi pengolahan air) ada kombinasi dari beberapa mekanisme destabilisasi yang disebabkan adanya kompresi lapisan ganda, tetapi hal ini biasanya tidak begitu penting untuk aplikasi praktis.

Secara garis besar (berdasarkan uraian di atas), mekanisme koagulasi dan flokulasi adalah :

1.            Destabilisasi muatan negatip partikel oleh muatan positip dari koagulan

2.            Tumbukan antar partikel

3.            A d s o r p s i

Selain tumbukan antar partikel terdestabilisasi/mikroflok yang bertujuan membentuk flok dengan ukuran yang relatif besar (makroflok), adsorpsi merupakan mekanisme flokulasi diantaranya dilakukan oleh Al(OH)3, aluminium hidroksida yaitu bentuk hidroksida Al, hasil reaksi hidrolisa Al dengan air.

Jika kekuatan ionik di dalam air cukup besar, maka keberadaan koloid di dalam air sudah dalam bentuk terdestabilisasi. Destabilisasi disini disebabkan oleh ion monovalen (valensi 1) dan divalen (valensi 2) yang berada di dalam air. Kejadian ini dinamakan “Koagulasi elektrostatik”, sedangkan koagulasi kimiawi adalah suatu proses dimana zat kimia seperti garam Fe dan Al, ditambahkan ke dalam air untuk merubah bentuk (transformasi) zat-zat kotoran. Zat-zat tersebut akan bereaksi dengan hidrolisa garam-garam Fe atau Al menjadi flok dengan ukuran besar yang dapat dihilangkan secara mudah melalui sedimentasi dan filtrasi.

Soul of water by : @_pararaja

 

Categories: kimia

Penanganan Lumpur Minyak Bermatra Ekologi

September 8, 2008 admin Tinggalkan komentar

Irfan Dwidya Prijambada, Donny Widianto, Ngadiman, dan Saifurrohman

Jurusan Ilmu Tanah, Universitas Gadjah Mada

Minyak bumi merupakan komoditas ekspor utama Indonesia. Aktivitas pengeboran minyak bumi menghasilkan lumpur berminyak dalam jumlah besar. Lumpur minyak harus diolah untuk menurunkan atau menghilangkan berbagai senyawa berbahaya yang terkandung di dalamnya. Pembakaran dan penimbunan terkendali menimbulkan masalah lingkungan baru dengan dihasilkannya asap dan meresapnya minyak ke dalam badan air tanah. Pengelolaan dengan cara menebar langsung di lapangan merupakan alternatif yang perlu dikembangkan. Akan tetapi, keberhasilan cara ini sangat bergantung pada populasi mikrob tanah, terutama populasi mikrob perombak minyak bumi. Penelitian ini bertujuan merumuskan teknologi pengelolaan lumpur minyak yang bermatra ekologi dengan memanfaatkan mikrob yang memiliki kemampuan merombak sisa minyak bumi yang terdapat dalam lumpur minyak.

Pengelolaan dengan penebaran langsung di lapangan yang melibatkan bioremediasi tanah merupakan cara yang paling ekonomis dan dapat diterima lingkungan. Dengan telah diisolasinya sejumlah mikrob pendegradasi hidrokarbon serta mikrob pengemulsi hidrokarbon dalam penelitian ini, dapat dikembangkan pula produksi bioemulsifier yang dapat digunakan dalam pengelolaan limbah industri dan industri biodetergen.

Adopted by : @_pararaja from Hibah Bersaing VIII

 

 

Categories: wawasan

POKOK – POKOK AJARAN AGAMA ISLAM (Suatu tinjauan)

September 8, 2008 admin 1 comment

Oleh : Arifin*

Ketua Dewan Mahasiswa www.unistangerang.ac.id

Abstrak

Islam adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah. Pada dasarnya sistematika dan pengelompokkan ajaran Islam secara garis besar adalah aqidah, syariah dan akhlak. Ajaran Islam dituliskan di dalam Alquran dan hadis. Pokok Ajaran Islam sebagaimana yang telah diketahui bahwa ajaran Islam ini adalah ajaran yang paling sempurna, karena memang semuanya ada dalam Islam. Meskipun begitu luasnya petunjuk Islam, pada dasarnya pokok ajarannya hanyalah kembali pada tiga hal yaitu tauhid, taat dan baro’ah/berlepas diri. Inilah inti ajaran para Nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah kepada umat manusiaPemaknaan konsep ajaran Islam dilakukan dengan tiga pokok yaitu : berserah diri kepada Allah dengan merealisasikan tauhid, tunduk dan patuh kepada Allah dengan sepenuh ketaatan, memusuhi dan membenci syirik dan pelakunya. Untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat, Islam harus dihayati dan diamalkan secara kaffah (utuh), tidak sepotong-potong atau sebagian. Islam mempunyai karakter sebagai agama yang penuh kemudahan yang termanifestasi secara total dalam setiap syari’atnya.

Kata kunci : Agama, Islam, ajaran, penghayatan.

PENDAHULUAN

Agama Samawi (agama-agama yang dipercaya oleh para pengikutnya diturunkan dari langit) dan termasuk dalam golongan agama Ibrahim ada 3, yaitu Yahudi, Nasrani, dan Islam. Ketiga agama ini mempunyai beberapa kesamaan dan perbedaan yang beberapa di antaranya sangat mendasar. Yahudi adalah agama tribal/kesukuan yang hanya bisa dianut oleh bangsa Yahudi. Agama ini tidak bisa disebarkan ke luar dari suku Yahudi. Oleh karena itu jumlahnya tidak berkembang. Hanya sekitar 14 juta pemeluknya di seluruh dunia. Sementara agama Nasrani dan Islam karena disebarkan ke seluruh manusia dipeluk oleh milyaran pengikutnya.

TINJAUAN PUSTAKA

§         Islam

Dalam bahasa Arab, Islām, al-islām, الإسلام berarti “berserah diri” dan merupakan suatu ”Dīn” yang berarti “aturan” atau “sistem” (QS Al-Maidah:83). Secara etimologis, Islam diturunkan dari akar yang sama dengan kata salām yang berarti “damai”, “salima” yang berarti “selamat sentausa” atau ”aslama-yuslimu-islaman” yang berarti menciptakan kedamaian, keselamatan, kesejahteraan hidup dan kepasrahan kepada Allah.

§         Ajaran Islam

Islam adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah. Agama Islam dapat dijelaskan sesuai hadist riwayat Muslim dibawah ini :

Dari Umar ra. juga dia berkata : “Ketika kami duduk-duduk disisi Rasulullah s.a.w suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk dihadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada lututnya (Rasulullah s.a.w) seraya berkata: “Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam ?”, maka bersabdalah Rasulullah s.a.w, “Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada ilah (tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu“, kemudian dia berkata, “anda benar“.

Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang membenarkan. Kemudian dia bertanya lagi, “Beritahukan aku tentang Iman?“ Lalu beliau bersabda, “Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk“, kemudian dia berkata, “anda benar“. Kemudian dia berkata lagi, “Beritahukan aku tentang ihsan ?“. Lalu beliau bersabda, “ Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau” . Kemudian dia berkata, “ Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya)”. Beliau bersabda, “Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya “. Dia berkata, “ Beritahukan aku tentang tanda-tandanya“, beliau bersabda, “Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunannya“, kemudian orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar. Kemudian beliau (Rasulullah s.a.w) bertanya, “Tahukah engkau siapa yang bertanya ?”. aku berkata, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui“. Beliau bersabda, “Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama kalian“. (HR. Muslim).

Hadits ini menerangkan pokok-pokok ajaran Islam, yaitu Iman, Islam dan Ihsan serta memperhatikan isi Al Qur’an secara keseluruhan maka dapat dikembangkan bahwa pada dasarnya sistematika dan pengelompokkan ajaran Islam secara garis besar adalah aqidah, syariah dan akhlak.

Ditinjau dari ajarannya, Islam mengatur berbagai aspek kehidupan pada manusia yang meliputi :

1.      Hubungan manusia dengan Allah (Hablum Minallah).

Sesuai firman yang berbunyi :

”Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahku”. (QS.51: 56)

2.      Hubungan Manusia dengan Manusia (Hablum minan-Naas).

Sesuai firman yang berbunyi :

”Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan”. (QS.5:2).

3.      Hubungan manusia dengan makhluk lainnya/ lingkungan.

Sesuai firman yang berbunyi :

”Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmuran”. (QS.11:61)

Vera Micheles Dean dalam bukunya ”The Nature of The Non Western World”, sebagaimana dikutip Humaidi Tata Pangarsa; bahwa Islam meliputi empat unsur yaitu  :

1.      Islam is religion.

2.      Islam is political system.

3.      Islam is way of live.

4.      Islam is interpretation of history.

Dilihat secara parsial maka Dinul Islam dapat dibedakan kepada :

1.      Iqlimiyah Al-Islam

Adanya ajaran – ajaran Islam yang berbeda dalam satu iklam (wilayah) dengan wilayah lainnya sebagai akibat perbedaan situasi dan kondisi.

2.      Alqawa’id Al-Hikmah

Ajaran Islam yang memiliki kontek keberlakuan akidah secara mendunia sepanjang masa.

 

PEMBAHASAN

Konsep fundamental dalam Islam adalah Tauhid yakni mengakui keesaan Tuhan dan menolak segala bentuk penyekutuan terhadap-Nya. Konsep ini dituangkan dengan jelas dan sederhana pada surat Al-Ikhlas (surat ke 112) yang terjemahannya antara lain :

1.      Katakanlah “Allah (Tuhan) itu satu”.

2.      “Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu”.

3.      “Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan”.

4.      “dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.

      Tauhid merupakan bentuk masdhar (gerund) dari “Wahhada Yuwahhidu Tauhiidan” yang artinya “mengesakan” atau “menunggalkan”, dan secara lengkap bermakna mengesakan Allah dalam segala perbuatan-Nya, dan meyakini bahwa Dia sendiri lah yang menciptakan, mengatur serta menguasai alam semesta dan seisinya (Rubbubiyah-Nya), Ikhlas beribadah kepada-Nya (Uluhiyah-Nya) serta menetapkan baginya nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Dengan demikian, tauhid ada tiga macam pembagiannya; tauhid rubbubiyah,  tauhid uluhiyah dan tauhid asma’ wa sifat. Dan seperti yang sudah masyur diketahui bahwa pembagian ini sudah disepakati oleh jumhur ulama dengan dalil-dalil yang shahih dan qoth’i.

Dalam bahasa Arab, Tuhan disebut sebagai Allah. Kata ini secara etimologis terhubung dengan ilahketuhanan“, Allah adalah juga kata yang digunakan oleh orang Kristen (Nasrani) dan Yahudi Arab sebagai terjemahan dari ho theos dari Perjanjian Baru dan Septuaginta.

Nama “Allah” tidak memiliki bentuk jamak dan tidak diasosiasikan dengan jenis kelamin tertentu. Dalam Islam sebagaimana disampaikan dalam Al Qur’an dikatakan:

“(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan- pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat”. (QS 42-11)

Allah adalah Nama Tuhan (ilah) dan satu-satunya Tuhan sebagaimana perkenalan-Nya kepada manusia melalui Al Quran :

“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”. (QS. 20 : 14)

Pemakaian kata Allah secara linguistik mengindikasikan kesatuan. Umat Islam percaya bahwa Tuhan yang mereka sembah adalah sama dengan Tuhan umat Yahudi dan Nasrani, dalam hal ini adalah Tuhan Ibrahim. Namun, Islam menolak ajaran Kristen menyangkut paham Trinitas dimana hal ini dianggap Politheisme.

Mengutip Qur’an, surat An-Nisa(4) :171:

“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agama dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Masih, Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan kalimat-Nya) yang disampaikannya kepada Maryam dan (dengan tiupan ) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Dan janganlah kamu mengatakan :”Tuhan itu tiga”, berhentilah dari ucapan itu. Itu lebih baik bagi kamu. Sesungguhnya Allah Tuhan yang Maha Esa. Maha suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara”.

Dalam Islam visualisasi atau penggambaran Tuhan tidak dijumpai, hal ini dilarang karena dapat berujung pada pemberhalaan dan justru penghinaan, karena Tuhan tidak serupa dengan apapun (Asy-Syuraa QS. 42 : 11). Sebagai gantinya, Islam menggambarkan Tuhan dalam 99 nama/ gelar/ julukan Tuhan (asma’ul husna) yang menggambarkan sifat ketuhanan-Nya sebagaimana terdapat pada Al Qur’an.

Ajaran Islam dituliskan di dalam Alquran dan hadis. Seseorang yang ingin mempelajari agama Islam mutlak harus menguasai bahasanya, bisa mempelajari sendiri atau mengikuti apa-apa saja yang dikatakan oleh para buya, ustaz, kyai dan guru mereka.  Tidak semua umat Islam membaca langsung dan mampu memahami isi Alquran dan hadis.

 Sebagian besar orang Islam menempuh cara yang kedua yaitu mengikuti apa-apa yang diucapkan para ulama.  Hal ini seringkali menghasilkan penghayatan Islam yang hanya sepotong-sepotong.  Padahal Islam merupakan dien, ajaran lengkap yang memberikan dasar acuan hidup manusia untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Ada empat jenis penghayatan Islam secara sepotong-sepotong oleh penganutnya yaitu :

1.      Dogmatis.

      Ajaran dari ulama diterima bulat-bulat dan ditelan mentah-mentah tanpa sikap kritis, sehingga memunculkan sikap fanatisme yang membuta. Sikap fanatisme ini dapat dijadikan hiburan bagi si miskin dan perisai bagi si kaya.

2.      Rasionalistik.

Menerima ajaran Islam sebatas jangkauan pikirannya saja; yang dilaksanakan hanyalah syariat agama yang menurutnya berguna bagi dirinya.

3.      Formalistik.

Melaksanakan ajaran Islam sebagai formalitas belaka, misalnya karena keturunan orang Islam. Agama sering difungsikan sebagai perisai, alat politik dalam pergaulan.

4.      Hakikat.

Inti ajaran diserap/diterima tetapi syariatnya tidak dilaksanakan. Contohnya, karena inti ajaran sholat adalah berdoa dan ingat kepada Allah, maka mereka meninggalkan sholat. Yang mereka lakukan hanya doa dan ingat. Melakukan puasa cukup hanya tidak memakan makanan tertentu saja atau puasa khusus lainnya tanpa tuntunan syariat.

Untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat, Islam harus dihayati dan diamalkan secara kaffah (utuh), tidak sepotong-potong atau sebagian.

Penghayatan Islam secara kaffah dilakukan dengan cara menggabungkan penghayatan yang sepotong-potong, sehingga menghasilkan penghayatan yang utuh. Islam mempunyai karakter sebagai agama yang penuh kemudahan seperti telah ditegaskan langsung oleh Allah Swt. dalam firmanNya:

“Allah menghendaki untuk kamu kemudahan dan tidak menghendaki kesukaran.” (QS.2:185)

Sementara dalam sebuah haditsnya, Nabi Saw. pun bersabda:

“Sesungguhnya Allah Swt. tidak mengutusku untuk mempersulit atau memperberat, melainkan sebagai seorang pengajar yang memudahkan.” (HR. Muslim, dari ‘Aisyah ra.)

Visi Islam sebagai agama yang mudah di atas termanifestasi secara total dalam setiap syari’atnya. Sampai-sampai, Imam Ibn Qayyim menyatakan:

 “Hakikat ajaran Islam semuanya mengandung rahmah dan hikmah. Kalau ada yang keluar dari makna rahmah menjadi kekerasan, atau keluar dari makna hikmah menjadi kesia-siaan, berarti itu bukan termasuk ajaran Islam. Kalaupun dimasukkan oleh sebagian orang, maka itu adalah kesalahkaprahan.”

Pokok Ajaran Islam Sebagaimana yang telah diketahui bahwa ajaran Islam ini adalah ajaran yang paling sempurna, karena memang semuanya ada dalam Islam, mulai dari urusan buang air besar sampai urusan negara, Islam telah memberikan petunjuk di dalamnya. Allah berfirman:

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhai Islam menjadi agama bagimu.” (QS. Al Maidah: 3).

Salman Al Farisi berkata:

”Telah berkata kepada kami orang orang musyrikin, ‘Sesungguhnya Nabi kamu telah mengajarkan kepada kamu segala sesuatu sampai buang air besar!’ Jawab Salman, ‘benar!” (Hadits Shahih riwayat Muslim).

Semua ini menunjukkan sempurnanya agama Islam dan luasnya petunjuk yang tercakup di dalamnya, yang tidaklah seseorang itu butuh kepada petunjuk selainnya, baik itu teori demokrasi, filsafat atau lainnya? ataupun ucapan Plato, Aristoteles atau siapa pun juga. Meskipun begitu luasnya petunjuk Islam, pada dasarnya pokok ajarannya hanyalah kembali pada tiga hal yaitu tauhid, taat dan baro’ah/berlepas diri. Inilah inti ajaran para Nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah kepada umat manusia. Maka barang siapa yang tidak melaksanakan ketiga hal ini pada hakikatnya dia bukanlah pengikut dakwah para Nabi. Keadaan orang semacam ini tidak ubahnya seperti orang yang digambarkan oleh seorang penyair:

 “Semua orang mengaku punya hubungan cinta dengan Laila, namun Laila tidak mengakui perkataan mereka”

Pemaknaan konsep ajaran Islam dilakukan dengan tiga pokok yaitu :

1.      Berserah Diri Kepada Allah Dengan Merealisasikan Tauhid

Yaitu kerendahan diri dan tunduk kepada Allah dengan tauhid, yakni mengesakan Allah dalam setiap peribadahan kita. Tidak boleh menunjukan satu saja dari jenis ibadah kita kepada selainNya. Karena memang hanya Dia yang berhak untuk diibadahi. Dia lah yang telah menciptakan kita, memberi rezeki kita dan mengatur alam semesta ini, pantaskah kita tujukan ibadah kita kepada selainNya, yang tidak berkuasa dan berperan sedikitpun pada diri kita? Semua yang disembah selain Allah tidak mampu memberikan pertolongan bahkan terhadap diri mereka sendiri sekali pun. Allah berfirman:

“Apakah mereka mempersekutukan dengan berhala-berhala yang tak dapat menciptakan sesuatu pun? Sedang berhala-berhala itu sendiri yang diciptakan. Dan berhala-berhala itu tidak mampu memberi pertolongan kepada para penyembahnya, bahkan kepada diri meraka sendiripun berhala-berhala itu tidak dapat memberi pertolongan.” (QS. al A’raf: 191-192)

Semua yang disembah selain Allah tidak memiliki sedikitpun kekuasaan di alam semesta ini. Allah berfirman:

“Dan orangorang yang kamu seru selain Allah tiada mempunyai apa apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu? dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu, dan pada hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberi keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui.” (QS. Fathir: 13-14)

2.      Tunduk dan Patuh Kepada Allah Dengan Sepenuh Ketaatan

Pokok Islam yang kedua adalah adanya ketundukan dan kepatuhan yang mutlak kepada Allah. Dan inilah sebenarnya yang merupakan bukti kebenaran pengakuan imannya. Penyerahan dan perendahan semata tidak cukup apabila tidak disertai ketundukan terhadap perintahperintah Allah dan RasulNya dan menjauhi apa apa yang dilarang, sematamata hanya karena taat kepada Allah dan hanya mengharap wajahNya semata, berharap dengan balasan yang ada di sisiNya serta takut akan azabNya. Kita tidak dibiarkan mengatakan sudah beriman lantas tidak ada ujian yang membuktikan kebenaran pengakuan tersebut. Allah berfirman:

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orangorang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orangorang yang dusta.” (QS. alAnkabut: 23).

 Orang yang beriman tidak boleh memiliki pilihan lain apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan keputusan. Allah berfirman:

“Dan tidaklah patut bagi lakilaki yang beriman dan tidak pula perempuan yang beriman, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sungguh dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata.” (QS. alAhzab: 36).

 Orang yang beriman tidak membantah ketetapan Allah dan RasulNya akan tetapi mereka menaatinya lahir maupun batin. Allah berfirman,:

 “Sesungguhnya jawaban orang orang beriman, bila mereka diseru kepada Allah dan RasulNya agar Rasul menghukum di antara mereka ialah ucapan. ‘Kami mendengar, dan kami patuh’. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. An Nur: 51)

3.      Memusuhi dan Membenci Syirik dan Pelakunya

Seorang muslim yang tunduk dan patuh terhadap perintah dan larangan Allah,
maka konsekuensi dari benarnya keimanannya maka ia juga harus berlepas diri dan membenci perbuatan syirik dan pelakunya. Karena ia belum dikatakan beriman dengan sebenarbenarnya sebelum ia mencintai apa yang dicintai Allah dan membenci apa yang dibenci Allah. Padahal syirik adalah sesuatu yang paling dibenci oleh Allah. Karena syirik adalah dosa yang paling besar, kezaliman yang paling zalim dan sikap kurang ajar yang paling bejat terhadap Allah, padahal Allahlah Rabb yang telah menciptakan, memelihara dan mencurahkan kasih sayangNya kepada kita semua. Allah telah memberikan teladan kepada bagi kita yakni pada diri Nabi Allah Ibrahim ‘alaihis salam agar berlepas diri dan memusuhi para pelaku syirik dan kesyirikan. Allah berfirman:

 “Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orangorang yang bersama dengan dia? ketika mereka berkata kepada kaum mereka: ‘Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Alloh, kami mengingkari kamu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selamalamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja.’” (QS. alMumtahanah: 4).

Jadi ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihis salam bukan mengajak kepada persatuan agama-agama sebagaimana yang didakwakan oleh tokoh-tokoh Islam Liberal, akan tetapi dakwah beliau ialah memerangi syirik dan para pemujanya. Inilah millah Ibrahim yang lurus! Demikian pula Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam senantiasa mengobarkan peperangan terhadap segala bentuk kesyirikan dan memusuhi para pemujanya.

 

PENUTUP

Inilah tiga pokok ajaran Islam yang harus kita ketahui dan pahami bersama. Dan di atas ketiga pokok inilah aqidah dan syari’ah ini dibangun. Maka kita mohon kepada Allah semoga Allah memberikan taufik kepada kita untuk dapat memahami agama ini, serta diteguhkan di atas meniti dien ini.

 

REFERENSI

- Dari berbagai sumber (main essay).

 

 

 


 

 

Categories: rohani

SEBUAH RENUNGAN SINGKAT !.

September 8, 2008 admin Tinggalkan komentar

Saya teringat sebuah anekdot tentang seorang yang memesan nasi sop ayam di sebuah restauran. Beberapa saat setelah pesanannya diantar, sang tamu memanggil pelayan.

“Tolong coba rasa sop ini.”Pelayan melihat ke permukaan mangkok sop untuk mencari apakah ada lalat atau serangga lain yang berenang di sana. Tidak seekorpun yang dia temukan.

“Pak, tidak ada serangga apa-apa di sop Bapak”

“Tolong coba rasa sop ini.”

“Tapi tak ada yang aneh dengan sop itu, Pak”

“Tolong coba rasa sop ini.” untuk ke tiga kalinya si tamu meminta si pelayan mencoba rasa sopnya.

Karena penasaran ingin tahu ada kesalahan apa dan karena memang tidak ingin melanjutkan pertengkaran, maka si pelayan maju lebih dekat ke meja.

Saat itu dia tidak melihat ada satu sendokpun di meja si Bapak.

“Saya tidak bisa mencobanya Pak, tidak ada sendoknya.”

“Ya, itu yang saya mau bilang. Bagaimana saya bisa makan sop ini kalau tidak ada sendok.”

Itulah gambaran dari semua pegawai perusahaan. Tidak peduli apakah dia sekedar pelayan, staff, pemimpin, bahkan pemilik usaha sekalipun. Seringkali tidak peka pada keluhan pelanggan. Seorang pelanggan yang dengan baik hati tidak langsung marah dan mengomel, kadangkala malah mengajak pegawai perusahaan untuk ikut merasakan kualitas produk atau layanan yang disediakan oleh perusahaan tersebut. Saat pelanggan atau konsumen melakukan hal tersebut, hebatnya, pegawai perusahaan sudah dengan serta merta menyadari bahwa ada yang salah dengan produk atau layanan mereka. Namun, sayang sekali, kita tidak berhasil menemukan kesalahan tersebut dengan cepat.Ada sebuah tulisan yang membahas tentang “manajemen gaya penjaga toilet” (maaf).

Di beberapa tempat di pintu toilet seringkali ada orang yang duduk dan menjaga, ketika kita akan masuk atau saat keluar kita diwajibkan membayar dengan jumlah tertentu. Kadangkala tidak begitu jelas apakah kita membayar untuk jasa pembersihan toilet, atau sekedar memberi uang kepada si penjaga agar dia dapat membeli makanan.

Mengapa demikian? Karena kadangkala, walaupun sudah membayar, toilet itu tetap saja tidak bersih, bahkan mengeluarkan bau yang sangat tidak sedap.Nah, manajemen gaya penjaga toilet yang dimaksud adalah ketika kita sadari bahwa toilet tersebut berbau, kita akan mengeluhkan kondisi itu kepada si penjaga toilet. Jawaban paling sering yang akan kita dapatkan; “tidak kok, tidak bau”.Luar biasa!Apakah dia tidak menyadari bau yang keluar dari toilet? Mungkin pertama kali bau itu keluar, dia tahu. Tetapi karena tidak langsung dibersihkan maka bau tersebut tetap ada. Kemudian dia berusaha untuk menerima keadaan toilet yang berbau itu.

Ya, apa mau dikata, dia toh butuh uang dan uang tidak akan datang kalau dia tidak duduk menjagai pintu toilet.Lama-lama dia bahkan tidak sadar bahwa toilet itu sangat berbau. Bahkan bukan tidak mungkin, ketika dia berada di toilet lain yang juga berbau, dia juga tidak menyadari bau itu.Sungguh luar biasa manajemen gaya penjaga toilet.

Tinggal menunggu toilet lain yang didirikan di dekat tempat tersebut dengan pemeliharaan kebersihan yang baik, maka perlahan-lahan orang akan berhenti menggunakan toilet bau itu.Sangat tidak menyenangkan bukan, bila perusahaan tempat Anda bekerja dipadankan dengan toilet. Apalagi bila jabatan Anda yang sangat keren itu disamakan dengan penjaga toilet.Karena itu kita sangat perlu untuk tetap peka terhadap setiap penurunan kualitas layanan perusahaan kita. Angka-angka sebenarnya merupakan petunjuk yang sangat jelas. Ketika terjadi penurunan pendapatan walau hanya kurang dari 1% tetapi terjadi berturut-turut, itu sangat mungkin disebabkan oleh penurunan kualitas layanan dari produk perusahaan kita.

Andaipun dari angka-angka pengukur tingkat kualitas tidak terjadi penurunan (asal saja Anda jujur dalam menilai, bukan angka yang ABS – silakan lihat tulisan saya berjudul “ABS bukan Amanah” di buku Kacamata Kuda), maka bukan berarti tidak terjadi penurunan kualitas. Ketika produk atau jasa masuk ke pasar, maka tidak ada tingkat kualitas yang absolut. Semua menjadi perceived quality ketika sudah bertemu dengan konsumen atau pelanggan. Anda mungkin biasa makan sup ayam yang kuah serta isi supnya langsung dituangkan ke piring nasi lalu Anda makan langsung dengan tangan, tanpa sendok. Itu ukuran kualitas layanan Anda. Tetapi tidak demikian dengan konsumen Anda, dia membutuhkan sendok.Sehingga ketika pendapatan menurun (dengan tingkat penurunan yang sangat-sangat kecil namun tetap) dan ukuran tingkat kualitas produk atau layanan dari perusahaan Anda tidak menurun, maka bisa dipastikan perceived quality yang menurun.Ketika itulah semestinya kita mulai peduli apa yang terjadi dengan produk atau layanan yang selama ini kita sediakan.

Lakukan observasi lebih lanjut mengapa perceived quality menjadi menurun selanjutnya lakukan perbaikan untuk meningkatkan kembali kualitas.Bila tidak ada yang bisa Anda dapatkan dari observasi lanjutan tersebut, maka segeralah berpindah ke produk atau layanan lain. Apakah masih ada second curve, produk atau layanan lain yang sudah mulai menunjukkan peningkatan pendapatan. Ini berarti second curve Anda sudah mulai memiliki perceived quality yang cukup berarti. Saatnya kita menjadi lebih fokus pada second curve, sehingga jauh sebelum produk unggulan Anda kehilangan kemampuan meraih pendapatan, second curve kita sudah mulai memberikan kontribusi yang besar bagi total pendapatan.

Maka, saatnya sekarang Anda untuk tidak terbuai dengan pendapatan yang besar. Anda sudah mulai harus memperhatikan tanda-tanda penurunan sekecil apapun dalam portofolio produk Anda. Ketika terjadi penurunan maka segeralah lakukan tindakan. Maka, apa boleh buat, bila Anda hanya peduli pada uang yang masuk tanpa peduli mengapa dulu uang sebanyak itu bisa masuk dan mengapa sekarang menurun walaupun sedikit, maka saya jadi teringat sebuah kisah.

Seorang anak kecil menangis, ketika ditanyakan mengapa dia menangis, katanya uangnya jatuh dan hilang, padahal untuk dipakai jajan.Orang yang bertanya, kemudian bertanya lagi berapa uang yang hilang itu. Anak itu bilang uang yang hilang sekitar Rp.5.000,- maka orang yang bertanya itu memberikan uang dengan nilai yang sama. Si anak malah menangis lebih keras dan ditanya mengapa dia menangis lebih keras.”Ya, coba kalau yang tadi gak hilang, kan uang saya sekarang sepuluh ribu”

Pelanggan yang memberi pendapatan bagi kita tetapi sekaligus juga dia memberi keluhan yang harus segera disolusikan. Bersediakah Anda?

Adopted by : @_pararaja

 

Categories: rohani

Potensi Tanaman Sambiloto dalam Penghambatan Pertumbuhan Aspergillus flavus dan Produksi Aflatoksin

September 3, 2008 admin 1 comment

Purwantiningsih Sugita, M Anwar Nur, M Farid, Sukardi Hastiono, dan Raphaella Widiastuti

Jurusan Kimia, Institut Pertanian Bogor

Pemanfaatan tanaman sambiloto (Andrographis paniculata Ness) sebagai obat tradisional sudah dikenal luas, namun pemanfaatannya sebagai penghambat pertumbuhan kapang penghasil aflatoksin (Aspergillus flavus) pada bahan pangan dan pakan belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi komponen bioaktif yang terkandung dalam tanaman sambiloto, khususnya yang terlarut dalam air.   Read more…

Categories: wawasan

Kematian Datang Tanpa Permisi

September 3, 2008 admin Tinggalkan komentar

Kematian itu milik semua orang. Dan kematian itu datangnya tiba-tiba.

Malaikat maut yang bertugas mencabut nyawa itu tidak pernah ber-assalaamu’alaikum atau ber-kulonuwun (permisi) pada orang yang akan ia cabut nyawanya. Kita tidak tahu kapan ia datang, dan jika ia datang pun kita tak bisa menolaknya.

Padahal jika kita mati, babak baru hidup kita pun dimulai. Waktu hidup, kita bisa mempersiapkan diri untuk hari kiamat, tapi jika sudah mati, kesempatan itu musnah sudah. Read more…

Categories: rohani

MENGENAL SECARA SINGKAT TENTANG ALUMINIUM

September 3, 2008 admin 6 komentar

Aluminium adalah logam yang berwaarna putih perak dan tergolong ringan yang mempunyai massa jenis 2,7 gr cm –3.Sifat-sifat yang dimilki aluminium antara lain :

1. Ringan, tahan korosi dan tidak beracun maka banyak digunakan untuk alat rumah tangga seperti panci, wajan dan lain-lain.

2. Reflektif, dalam bentuk aluminium foil digunakan sebagai pembungkus makanan, obat, dan rokok.

3. Daya hantar listrik dua kali lebih besar dari Cu maka Al digunakan sebagai kabel tiang listrik.

4. Paduan Al dengan logam lainnya menghasilkan logam yang kuat seperti Duralium (campuran Al, Cu, mg) untuk pembuatan badan peswat.

5. Al sebagai zat reduktor untuk oksida MnO2 dan Cr2O3. Read more…

Categories: kimia

…selamat…

September 1, 2008 admin Tinggalkan komentar

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN 1429 H

 

JADIKAN SETIAP DETIK UNTUK BERIBADAH KEPADA ALLAH SWT

DENGAN IMAN DAN IKHLAS.

 

 

Regard.

Skimaters.

Categories: Tak Berkategori

ISLAM MELINDUNGI KELUARGA

September 1, 2008 admin Tinggalkan komentar

Agama yang paling besar perhatiannya kepada keluarga adalah Islam, tidak ada tatanan dan aturan yang memberi perhatian kepada keluarga seperti -alih-alih mengungguli- Islam. Islam memiliki tatanan sempurna dan unggul terkait keluarga, mulai dari fase pra keluarga; bagaimana seorang muslim mendapatkan pasangannya secara baik dan benar, apa saja yang boleh dan tidak boleh dia lakukan, lalu bagimana berakad dengan pasangan, akad mana yang shahih dan akad mana yang rusak, setelah akad harus bagaimana, apa hak dan kewajiban dan seterusnya, dalam semua itu Islam memiliki tatanan sempurna dan terbaik yang tidak akan ditemukan pada selain Islam. Read more…

Categories: rohani

MENGENAL PHOSPHOR (P).

September 1, 2008 admin Tinggalkan komentar

Phosphor adalah nonmetal multivalent dalam grup nitrogen.  Ditemukan di alam dalam beberapa bentuk allotrop, dan merupakan elemen esensial untuk kehidupan organisme.

 

Ada beberapa macam bentuk phosphor yaitu phosphor putih, phosphor merah, dan phosphor hitam.  Phosphor putih adalah buatan industri, bercahaya dalam gelap, dapat terbakar tiba-tiba ketika terpapar di udara dan racun mematikan.  Phosphor merah dapat bervariasi dari jingga ke ungu, karena perbedaan struktur.  Phosphor hitam dibuat di bawah tekanan tinggi, terlihat seperti grafit dan memilili kemampuan menghantarkan listrik.

 

Orthophosphate terlarut adalah spesies phosphor yang paling mendominasi dalam air tawar dan air laut.  Tipe konsentrasi dalam air tawar dan air laut yang tidak terkontaminasi berkisar dari 5 sampai 30 µg/L phosphor.

 

Beberapa aplikasi phosphor misalnya untuk pupuk, kaca khusus, lampu, produksi baja, perlengkapan militer, pestisida, pasta gigi, dan deterjen.

 

Dalam perairan konsentrasi ini dapat meningkat drastis karena kombinasi phosphat dengan zat terlarut yang merubah kandungan air.

 

Phosphor merupakan nutrien major yang berkontribusi dalam peningkatan eutrofikasi permukaan air.  Keberadaannya menyebabkan banyak masalah pada kualitas air termasuk meningkatnya biaya pengolahan, menurunnya nilai konservasi dan rekreasi, hilangnya ternak, dan efek mematikan dari racun alga pada air minum.

 

Sumber utama phosphor adalah dekomposisi zat-zat organik, seperti sisa makanan, ekskresi, tumbuhan mati, alga dan mikroorganisme.  Walaupun phosphor merupakan komponen penting dari sel, kandungan yang lebih tinggi dari phosphor adalah berbahaya dan dapat menyebabkan reproduksi alga.  Lebih jauh lagi, peningkatan konsentrasi phosphat mempengaruhi sintesis batu kapur dengan terjadinya endapan calsium phosphat kemudian berkomplikasi dengan petumbuhan coral.  Pengurangan kandungan phosphat yang meningkat sangat dibutuhkan.

 

Secara alami phosphor tidak pernah ditemukan dalam bentuk murninya.  Lebih umum ditemukan sebagai phosphat.  Phosphat merupakan zat yang penting pada tubuh manusia, karena merupakan bahan DNA dan berperan dalam distribusi energi.  Kekurangan phosphat dapat meneyebabkan masalah kesehatan.  Tetapi, kelebihan phosphat juga menyebabkan masalah kesehatan seperti kerusakan batu ginjal dan osteoporosis.

 

Phosphor murni memiliki warna putih dan paling berbahaya bagi kesehatan dari warna lainnya.  Phosphor putih sangat beracun dan mematikan.  Membakar kulit dan pada waktu bersamaan merusak ginjal, liver, dan hati.

 

Phosphor putih masuk ke lingkungan melalui buangan industri dan penggunaan amunisi oleh militer.  Phoshor putih tidak menyebar karena langsung bereaksi dengan oksigen.  Di udara phosphor bereaksi dengan oksigen menjadi partikel yang lebih tidak berbahaya.  Di air phosphor tidak bereaksi dengan partikel apapun tetapi akan berakumulasi pada organisme air.  Di tanah akan tersisa beberapa hari sebelum berubah menjadi partikel yang lebih tidak berbahaya.  Tetapi di dalam tanah atau dasar sungai dan danau, phosphor akan berada selama ribuan tahun atau lebih.

 

Phosphat banyak berpangaruh pada organisme.  Pengaruh ini sebagai konsekuensi pembuangan phosphat dalam jumlah  ke lingkungan dari pertambangan dan pertanian.  Selama pemurnian air phosphat tidak selalu dihilangkan sebagaimana mestinya, jadi dapat meluas di permukaan air.

 

 

Dalam beberapa kasus yang potensial pada instalasi pengolahan air mengenai pemisahan phosphor terlarut adalah tidak tersedianya jaminan kualitas air yang dibutuhkan.  Kebanyakan penggantian air memungkinkan konsentrasi phosphat untuk tetap tetapi merupakan solusi yang sangat mahal.

 

Beberapa metoda yang umum digunakan untuk eliminasi phosphat diantaranya: pengendapan, penyaringan atau penyerapan, pemisahan secara biologi, dan kristalisasi.

 

Metoda pengendapan memerlukan biaya yang tinggi dan menyebabkan peningkatan volume lumpur sampai 40%.  Pengendapan biasa digunakan untuk menghilangkan phosphat anorganik dengan cara penambahan koagulan.  Ion yang umum digunakan adalah kalsium, alumunium, dan besi.

 

Metoda penyaringan atau penyerapan adalah dengan menggunakan absorbent dalam sistem filtrasi.  Absorbent yang biasa digunakan adalah zeolit.

 

Pemisahan secara biologi yaitu dengan penggunaan lumpur aktif yang biasanya bersamaan dengan proses pemisahan nitrogen (nitrifikasi dan denitrifikasi).

 

Kristalisasi adalah pemisahan phosphat dengan cara reaksi pengkristalan.  Phosphat akan dipisahkan dari larutan alkali sebagai hidroksiapatit oleh reaksi kristalisasi dengan calsium dan hidroksida dimana terdapat bantuan dari biji kristal dan pengaturan pH yang sesuai.

 

Peningkatan jumlah phosphor dalam permukaan air menyebabkan pertumbuhan organisme seperti alaga.  Organisme ini menggunakan oksigen dalam jumlah besar dan menghalangi masuknya sinar matahari ke dalam air sehingga tidak ada kehidupan untuk organisme lainnya.  Fenomena ini dikenal sebagai eutrofikasi

 

Phosphor merupakan nutrien major yang berkontribusi dalam peningkatan eutrofikasi permukaan air.  Keberadaannya menyebabkan banyak masalah pada kualitas air termasuk meningkatnya biaya pengolahan, menurunnya nilai konservasi dan rekreasi, hilangnya ternak, dan efek mematikan dari racun alga pada air minum.

 

Dalam beberapa kasus yang potensial pada instalasi pengolahan air mengenai pemisahan phosphor terlarut adalah tidak tersedianya jaminan kualitas air yang dibutuhkan.  Kebanyakan penggantian air memungkinkan konsentrasi phosphat untuk tetap tetapi merupakan solusi yang sangat mahal.

 

Atomic number

15

Atomic mass

30,9738 g.mol -1

Oxidation states

± 3, 4, 5

Electronegativity according to Pauling

2,1

Density

1,82 g/ml at 20°C

Melting point

44,2 °C

Boiling point

280 °C

Vanderwaals radius 

1,04 Å

Ionic radius

0,34 Å

Atomic radius

1,28 Å

Electronic shell 

[Ne]3s23p3

Energy of first ionisation

10,118 eV

Energy of second ionisation

19,725 eV

Energy of third ionisation

29,141 eV

Discovered by

Hennig Brandt in 1669

Tabel propertis Phosphor.

 

 

Edited by : @_pararaja

 

 

 

Categories: kimia

Pembuatan Poliblen Degradabel Menggunakan Teknik Pengolahan Reaktif Poliolefin dan Serat Limbah Kelapa Sawit

September 1, 2008 admin 2 komentar

Basuki Wirjosentono, Setiady Pandia, Nursjamsu Bahar, Rusdan Dalimunthe, Purboyo Guritno, Darwin Y Nasution, dan Erman Munir

Jurusan Kimia, Universitas Sumatera Utara

Limbah padat kelapa sawit mencapai 20 juta ton per tahun dan sampah plastik kemasan yang tidak degradabel masih menjadi masalah lingkungan. Plastik degradabel menggunakan pengisi pati kentang dan jagung masih terlalu tinggi harganya. Oleh karena itu terbuka kemungkinan memanfaatkan limbah sawit sebagai pengisi plastik kemasan yang degradabel. Kompabilitas plastik poliolefin dengan pengisi limbah sawit yang sangat rendah diharapkan meningkat dengan menggunakan teknik pengolahan yang melibatkan reaksi kimiawi. Penelitian ini bertujuan menghasilkan bahan plastik poliolefin degradabel menggunakan pengisi serat limbah kelapa sawit dan selanjutnya dapat menghasilkan ‘kayu plastik’ dari serat limbah kayu dan perkebunan.

Pengolahan poliblen polietilena dengan serbuk pulp tandan sawit dalam skala laboratorium menunjukkan kompabilitas optimum dengan komposisi 20% pengisi, 2% asam akrilat, dan sedikit benzoil klorida. Data mikroskop elektron payar (SEM) memperlihatkan pengompatibel aktrilat yang terkumpul pada fase pengisi pulp, yang menyiratkan keefektifan kerja kompabilitas.

Pengolahan reaktif skala ekstrusi dengan tambahan pendispersi parafin memperlihatkan tampilan poliblen yang lebih cerah dan homogenitas yang lebih baik, kekuatan tarik yang lebih rendah, tetapi kemuluran yang lebih baik dibandingkan tanpa pendispersi. Kadar pendispersi parafin optium yang memberikan tampilan, homogenitas, kemuluran terbaik, dan kekuatan tarik memadai ialah 5-10% berdasarkan bobot poliblen. Pendispersi asam stearat juga memberikan kerja sinergisme dengan pendispersi parafin.

Analisis poliblen poliprilena yang diolah dengan 10% asam akrilat dan dikumilperoksida (0.1%) menghasilkan kurva distribusi bobot molekul dengan adanya puncak tambahan pada daerah bobot molekul tinggi, yang menunjukkan terbentuknya taut-silang gugus akrilat dengan rantai polipropilena. Ini didukung dengan munculnya puncak endoterm tambahan pada termogram DSC. Pengamat-an dengan spektroskopi inframerah sebelum dan sesudah ekstraksi akrilat menunjukkan bahwa hampir semua akrilat tidak terekstraksi karena ‘terikat’ secara kimia-fisika pada rantai polipropilena.

Kandungan gabungan pendispersi yang optimum, dengan modulus poliblen yang maksimum dan homogenitas memadai ialah 3% parafin dan 2% tristearin. Perendaman poliblen selama 90 hari di dalam air suling, air sungai hulu, dan air sungai muara menunjukkan penurunan bobot spesimen uji rata-rata hanya 2%, yang berarti mikrob dalam ketiga jenis air tersebut tidak aktif mendegradasi sampel poliblen. Uji biodegradasi dengan mengubur sampel dalam tanah selama 30 hari memperlihatkan laju degradasi yang lebih cepat untuk semua sampel poliblen polipropilena dan polietilena, baik yang rapatan tinggi maupun rapatan rendah. Penurunan bobot dalam hal ini lebih besar dibandingkan uji biodegradasi dalam media bakteri Cellulomonas sp. 

Pada uji sifat keterolahan dengan cara cetak tekan, terlihat bahwa morfologi poliblen yang homogen hanya diperoleh bila kandungan serbuk pengisi <10%. Kandungan serbuk pengisi yang lebih tinggi pada umumnya mempercepat laju degradasi termal spesimen poliblen, tetapi masih lebih lambat dibandingkan jika serbuk pengisinya berupa amilum.

Kenaikan kadar laminasi karet alam pada permukaan pengisi tandan sawit menyebabkan naiknya kompatibilitas, naiknya kemuluran, turunnya kekuatan tarik, dan turunnya modulus. Modifikasi matriks poliprilena dengan peroksida menaikkan kompatibilitas, menaikkan modulus, menurunkan kekuatan tarik dan kemuluran. Modifikasi pengisi pulp dengan gugus stearat meningkatkan homoge-nitas, kekuatan tarik dan kemuluran. Di sisi lain, sampel poliblen termodifikasi peroksida mengalami oksidasi atau pemutusan serat, dan penambahan pemantap 2,6-di-tert-butil p-hidroksitoluena (BHT) dapat memperbaiki sifat termal. 

Pemekacahaya FeCl3 dapat menunjukkan kinerja memadai selama perlakuan fotodegradasi dibandingkan pemekacahaya komersial 4-metil benzofenon atau feriasetil asetonat. Data spektroskopi inframerah menunjukkan mekanisme pemekacahaya FeCl3 melalui pembentukan gugus karbonil dan hidroksil (reaksi Norris tipe I dan II). Kombinasi pemekacahaya FeCl3 dengan antioksidan BHT dan penyerap cahaya 2-hidroksi benzofenon dapat mengendalikan laju fotodegra-dasi poliblen. 

Dengan demikian, mekanisme degradasi hidrolisis dan biodegradasi poliblen di dalam medium berair telah menggambarkan kemungkinan degradasi bahan kemasan polimer pascapakai yang dibuang dalam saluran limbah, sungai, dan daerah pantai. Gabungan bahan pemantap dan pemekacahaya dapat dijadikan landasan dalam merancang masa pakai bahan poliblen di alam terbuka yang dipengaruhi cahaya ultraviolet dan sinar surya. Oleh karena itu, poliblen degradabel ini dapat digunakan pada industri film kemasan, lapisan penutup lahan pertanian, kantong sampah domestik, dan sebagainya.

 

Adopted by : @_pararaja from Hibah Bersaing V

 

Categories: ilmu

September 1, 2008 admin Tinggalkan komentar

Anggaran SMK melonjak.

untuk pembelian peralatan 5000 sekolah negeri dan swasta

jakarta kompas sabtu 30 agustus 2008
Anggaran untuk peningkatan mutu sekolah menengah kejuruan (SMK )
dialokasikan naik dua kali lipat dari Rp 1,9 triliun saat ini menjadi sekitar Rp 3.8 triliun pada 2009 mendatang.
Peningkatan anggaran terutama untuk pembelian peralatan disemua SMK negeri maupun swasta.

“kami sudah mengirimkan surat ke semua SMK negeri dan swasta agar segera mengajukan proposal kebutuhan alat yang diperlukan “
Joko Sutrisno, Direktur Jendral Pembinaan SMK Depdiknas di Jakarta jumat (29/08)……..

Sekarang yang menjadi pertanyaan,..
dana tersebut apakah sampai ke SMK seluruhnya atau yang membutuhkan..???
apakah hanya SMK yang di kota, yang ternama ???
bisakah SMK di kampung bahkan pedalaman bisa mencicipi dana tersebut….???
trus sebagai fungsi kontrol independent dana tersebut..???

semoga ini sebagai tanda kebangkitan dunia pendidikan di Indonesia.

Categories: Tak Berkategori