Juni 2008


KEPEMIMPINAN DAN PEMBERDAYAAN

Pengantar

Seiring dengan perubahan pasar global, melalui pengenalan teknologi baru dan persaingan produk, perusahaan mau tidak mau harus mengadakan perubahan jika ingin tetap sukses.

Harapan yang membumbung dari pelanggan berkaitan dengan biaya, mutu, dan kecepatan pengiriman/pengantaran produk dan jasa yang sangat ditekankan di tempat kerja. Kebutuhan terhadap kepemimpinan melalui perusahaan merupakan hal yang sangat jelas terhadap pelaku bisnis dimanapun. Tujuan mereka adalah meliputi pengambilan keputusan yang terfokus hingga ke tingkat yang paling bawah. Dengan demikian tanggapan  berubah menjadi suatu kesempatan untuk memuaskan relasi. Ini dimaksudkan untuk setiap orang pekerja harus dapat menberi nilai tambah pada produk dan/atau pelayanan.

Para pekerja yang dimasa lalu diminta untuk ikut pada keputusan atasannya, sekarang ini diperlukan untuk memecahkan masalah dan mengambil tindakan yang lebih bertanggung jawab. Para pekerja sekarang ini mesti memberi pengaruh pada teman sekerja dan menyerap semua sumber daya disetiap bagian dalam perusahaan. Semua karyawan dituntut untuk mengembangkan metoda yang lebih produktif dan efisiensi dalam kerjanya. Perusahaan telah komit untuk sukses pada jangka panjang dan memerlukan waktu untuk menciptakan tempat kerja yang menggabungkan kunci dari nilai kerja sama, teknik yang sempurna dan customer satisfaction. Perusahaan juga harus menciptakan suatu kemauan kepemimpinan diri di dalam setiap departemen dan semua level.

APA ITU KEPEMIMPINAN

Kepemimpinan adalah suatu bakat atau kemampuan untuk mempengaruhi individu atau kelompok untuk mengambil tindakan yang positif dalam mencapai sasaran ( target ).

Dimasa lampau, kepemimpinan ditunjukan sebagai atasan-atasan yang mana visi dimasa datang terus dikembangkan untuk mencapai sasaran. Manajemen suatu perusahaan mengasumsikan bahwa itulah satu-satunya tanggung jawab untuk menjamin hasil.

Sekarang ini perusahaan lebih berfokus dengan jenis kepemimpinan apa yang bisa membuat produk lebih unggul, meningkatkan pelayanan, hemat biaya dan lagi-lagi costumer satisfaction. Jenis kepemimpinan ini datang dari suatu sumber bakat dan komitmen pekerja, jenis kepemimpinan ini kita sebut kepemimpinan “Pengarah diri / Selt directed”.

Kepemimpinan pengarah diri menantang setiap tim dalam membantu memecahkan masalah, meningkatkan mutu, meningkatkan pangsa pasar dan menciptakan lingkungan kerja yang mampu mengkafer/memotivasi orang agar bisa bekerja dengan terbaik. Anda akan menerima jenis perusahaan ini sebab kepemimpinan adalah nyata. Top manajemen akan menentukan kecepatan langkah dari individu maupun kelompok membuat keputusan dan mengambil tindakan dengan penuh pertimbangan dan tanggung jawab.

FOKUS KEPEMIMPINAN PENGARAH DIRI

Kepemimpinan pengarah diri dimulai dengan kemampuan anda dalam memahami dan menggunakan tiga pokok inti, yang mana akan membantu anda dalam memeberikan hasil lebih cepat seiring dengan keterbatasan sumber daya.

·         Tindakan :  Kemampuan memprakarsai rencana dan juga sebagai suatu katalis bagi lainnya yang dapat     ruskan usahanya dan secara bersama-sama menghasilkan produk yang  memnuhi target atau bahkan melebihi. Tindakan menciptakan hasil yang mencerminkan visi, nilai dan startegi pasar perusahaan.                    

·         Pengaruh :  Kemampuan mempengaruhi orang lain untuk mau ikut mengambil  tindakan dan menerima tanggung jawab. Kekuatan untuk mempengaruhi orang lain bisa menjadi terbaik disaat pendengaran dan tanggung jawab yang dibutuhkan oleh individu maupun kelompok dikombinasikan untuk menghasilkan tindakan dalam mencapai sasaran (goods). Sasaran keuntungan bisnis, organisasi dan anggota.

·         Motivasi :  Kemampuan memanfaatkan sesuatu yang ada dan megganti kebutuhan individu yang dimilki    dalam mencapai sasaran kelompok. Motivasi datang dari dalam diri sendiri dan sumber dari luar, seperti masyarakat.

TIGA TIPE PEMIMPIN

Sebagai perusahaan yang secara kontinu melakukan restruktur operasinya, urutan ((hierarchy) kerja akan cepat menghilang. Penempatan jenjang badan hukum (karir) berarti menyanjung organisasi, dengan banyaknya kekurangan pengaturan pekerjaan. truktur baru ini mengijinkan team ini membuat keputusan lebih banyak. Anggota team diharapkan dapat memperoleh hasil melalui pengaruh kawan sekerja dan dari beberapa departemen  lainnya. Mereka harus bertanggung jawab dalam hal pekerjaannya yang lebih cepat dan benar.

PEMIMPIN BARU

Þ      1. Pemimpin Bisnis

Pemimpin bisnis bertanggung jawab dalam menjelaskan bisnis. Mereka menciptakan visi, misi dan nilai perusahaan., mereka mengembangkan strategi bisnis dan pemasaran mereka mengatur adanya tantangan yang besar. Beberapa pemimpin yang bertanggung jawab dalam kategori ini antara lain presiden, wakil presiden dan direktur.

Þ      2. Pemimpin Team

Pemimipin team bertanggung jawab mengenai perolehan hasil melalui teamnya, fokus mereka pada sumber daya perusahaan , kerja kelompoknya dan kemampuan memenuhi kebutuhan relasi. mereka menentukan sasaran & tujuan yang spesifik yang mencerminkan tantangan dari pemimpin bisnis dan secara terus menerus meningkatkan mutu. Mereka menyediakan suatu kunci aturan perusaahan  didalam kaitannya dengan perspektif & pengalaman pemimpin bisnis dan pemimpin individu. Beberapa contoh tergolong dalam pemimpin team adalah Departemen / Kepala Staff (pembukuan, SDM, pembelian, dll), Manajer Proyek dan Pemimpin Proses. 

Þ      3. Pemimpin Individu

Pemimpin individu bertanggung jawab mengenai hasil kerja yang dikerjakan oleh rekan sekerja. Mereka menyediakan informasi sebagai bahan umpan balik bagi pemimpin lain mengenai operasional dan pasar. Informasi mereka boleh mengganti/merubah salah satu tantangan yang lebih besar dari pemimpin bisnis atau dari sasaran dan tujuan spesifik yang mereka susun dalam pemimpin team. Secara khusus mereka bertanggung jawab dalam memastikan bahwa proses dan teknologi terbaik yang digunakan dalam menuju penyelesaian pekerjaan. Pemimpin individu yang termasuk dalam kategori ini antar lain : Fungsi Silang (Cross-Functional), Divisi Silang (Cross-Divisional) dan Anggota Team Pengarah Kerja (Process Improvement Teams, New Product Launch Team, Integration Teams), Anngota Kelompok Pelayanan Relasi.

Gambaran Empat Gaya Kepemimpinan

I. Official (Petugas) .

Mengandalkan pada peraturan dan petunjuk, lebih menyenangi hal yang bersifat tertulis.

Prilaku Khas : Merujuk pada pengambil keputusan. Cenderung untuk bersikap adil dan netral agar fungsi berjalan baik. Tidak memakai gaya orang tertentu, mengetahui  “saluran -saluran yang tepat” dan “cara yang benar untuk menangani sesuatu”.

2.  Expert (Ahli) .

Bergerak berdasarkan pengalaman pribadi; memiliki keahlian yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan pekerjaan.

Prilaku Khas : Merasa tidak terdapat pengganti (dirinya) dalam mengupayakan perbaikan. Dapat memperlihatkan bagaimana sebuah tugas diselenggarakan. Jika tertekan dapat bertindak secara cepat/langsung untuk mendapatkan hasil. Cenderung untuk  “sembunyi tangan dalam bisnis”  bahkan terkadang pada hal yang tidak semestinya.

3. Counselor (Penasehat) .

Memelihara hubungan pribadi dengan bawahan.

Prilaku Khas : Mencoba untuk membangun kepercayaan. Menetapkan tujuan yang saling menguntungkan dengan setiap bawahan.  Merupakan pendorong tapi juga dapat bersikap keras apabila bawahan gagal mencapai tujuan. Mencoba untuk membantu bawahan dalam mencapai kepuasan melalui kerja.

4. Team Builder (Pembangun Team) .

Menggunakan kelompok kerja untuk motivasi dan kedisiplinan.

Prilaku Khas :  Menitikberatkan pada keterbukaan dan kesepakatan. Mencoba untuk mencapai keseimbangan antara keinginan kelompok dengan tujuan organisasi. membagi tanggung jawab pada kelompok kerja, dengan  membuat keyakinan bahwa tujuan yang diharapkan dalam organisasinya akan tercapai. Percaya bahwa “kita” adalah kekuatan. Memahami dan selalu siap untuk mengambil resiko atas gaya kepemimpinan ini.

Ada  5 kunci yang harus dimiliki agar membuahkan kepemimpinan yang efektif :

1.      Mencoba memahami situasi keseluruhan

2.      Menghargai dan bisa membedakan jenis/type orang

3.      Menentukan cara memotivasi tiap individu

4.      Membangun wawasan & keputusan yang baik

5.      Sesuikan gaya kepemimpinan anda pada situasi dan individu.

Sembilan dasar bangunan (pokok) agar kepemimpinan bisa efektif :

Þ      1. Komunikasi.

Pemimpin yang efektif harus dapat mengkomunikasikan baik secara lisan maupun secara tertulis. Mereka harus dapat membuat kelompoknya meningkat dalam kerjanya, terutama jelas dalam mengeluarkan pendapat dan ide, konsep dan usulan mereka harus juga pandai mendengar dan memahami pandangan orang lain.

Þ      2. Perencanaan & Organisasi.

Pemimpin yang efektif, harus dapat membuat petunjuk bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Dalam hal ini termasuk membuat skedul, pendelegasian dan prioritas program / pengaturan. Kemampuan membuat rencana dan sasaran (guals) yang tepat  adalah merupakan sumber daya perusahaan yang terpenting.

Þ      3. Hubungan Antar -Personil

Agar pemimpin efektif  harus dapat membangun dan menjaga hubungan kerja yang baik (positif) dengan atasan, rekan sekerja maupun bawahan. Mereka harus dapat menangani konflik dan beda pendapat dengan pemecahan kekeluargaan (kebersamaan). Mereka harus dapat menciptakan suasana “WIN-WIN” dalam mengeluarkan jalan pemecahan.

Þ      4. Judgment/Decision – Makin (Pengadilan/Pengambilan keputusan)

Pemimpin yang efektif harus dapat menginterprestasikan situasi secara cermat dengan menggunakan pengetahuan dan pengalamannya. Mareka harus dapat menghitung pengaruh dari tindakan yang akan diambil.

Þ      5. Problem-Solving/Analytical

Pemimpin yang efektif harus dapat memiliki kemampuan dalam menidentifikasikan dan memecahkan masalah., mereka harus dapat menentukan sebab masalah dan mengevaluasi alternatif dari pemecahan masalah. Rekomendasi dari mereka dalam tindakan harus jelas dan ringkas, menuju pada pemecahan masalah yang dapat dikerjakan dalam waktu yang singkat.

Þ      6. Personel Influence

Pemimpin yang efektif harus dapat mendemonstarsikan kemampuannya untuk memproses perhatian dan penghargaan (hormat) dari orang lain. Mereka harus dapat mengerjakan sama baiknya dengan rekan sekerja dan atasan.

Þ      7. Creativity / Innovativeness

Pemimpin yang efektif harus dapat membangkitkan ide-ide baru dan gagasan-gagasan baru. mereka harus berfokus pada tindakan yang memang memberikan dampak positif bagi bisnis perusahaan. Mereka harus juga dapat membawa ide-ide baru tersebut ke dalam praktek sehari-hari (day-to-day practice).

Þ      8. Teanwork / Collaboration

Pemimpin yang efektif harus dapat memberikan sumbangan yang berharga pada kelompok dan usaha team

Þ      9. Integrity

Pemimpin yang efektif harus dapat menjaga standar etika yang baik bagi dirinya maupun teman sekerja. Mereka harus dapat berkorban untuk kepentingan keseluruhan bagi perusahaan.

Diakses oleh : @_pararaja

KINERJA LEADERSHIP

Dalam organisasi pada umumnya, sering kita jumpai seseorang yang memegang posisi leadership tidak menghasilkan kinerja bagi organisasi yang dipimpinnya, sehingga timbul pertanyaan : “Sebenarnya kinerja macam apa yang diharapkan dari leader?”. Banyak penyebab yang menjadikan leader tidak menghasilkan kinerja bagi organisasi yang dipimpinnya.

¨       PERTAMA :

Kemungkinana leader tidak memahami kinerja yang diharapkan dari posisisnya sebagai leader.

¨       KEDUA :

kemungkinan leader tidak memahami peran leadership yang disandangnya

¨       KETIGA :

Kemungkinan leader tidak memiliki leadership skill yang diperlukan untuk menghasilkan kinerja leadership

¨       KEEMPAT :

Kemungkinan leader tidak memiliki semangat untuk memfokuskan dan mendorong usahanya dalam menghasilkan kinerja leadership.

Diperlukan kerangka konseptual kinerja untuk memberikan peta bagi para leader tentang komponen yang diperlukan untuk membangun kinerja leadership bagi oganisasi. Oleh karena perwujudan kinerja untuk membangun kinerja leadership melibatkan banyak personel di dalam organisasi, diperlukan rerangka konseptual yang dapat dijadikan sebagai working model, sehingga leader dapat menghasilkan kinerja leadership.

MANAGERSHIP VERSUS LEADERSHIP

Managership berbeda dengan leadership dalam beberapa hal berikut ini :

1.Leadership berhubungan dengan top line: “Apa yang ingin kita hasilkan?”.

*         Managership berkaitan dengan bottom line : “Bagaimana kita menghasilkan sesuatu

      dengan cara terbaik”.

2.Leadership melaksanakan sesuatu yang tepat.

*         Managership melaksanakan sesuatu dengan benar.

3.Leadership menentukan apakah tangga disandarkan pada dinding yang tepat.

*         Managership berkaitan dengan efisinsi dalam pemanjatan tangga menuju keberhasilan.

4.Leadership berkaitan dengan inovasi dan penciuman inisiatif .

*         Managership berkaitan dengan pengkopian, dan pengelolaan status quo.

5.Leadership berkaitan dengan “apa” dan “mengapa”.

*         Managership berkaitan dengan “bagaimana”.

6.Leadership berkaitan dengan kepercayaan (trust)-berkaitan dengan kemanusiaan.

*         Managership berkaitan dengan sistem, pengendalian, prosedur, kebijakan dan struktur.

Leader adalah orang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan visi yang mengandung kewajiban untuk mewujudkannya, yang membawa orang lain ke tempat yang baru, yang memiliki kemampuan untuk mewujudkan visinya ke dalam kenyataan. Leader memiliki kemampuan menarik orang lain untuk secara bersama-sama mewujudkan visinya. Apa yang dilakukan oleh leader adalah menginspirasi orang lain, dan memberdayakan orang lain untuk mewujudkan visinya. Leader menarik orang lain bukan mendorong orang lain.

Usaha untuk menjadi seorang leader bukan sesuatu yang mudah dilaksanakan, sebagaimana tidak mudah pula untuk menjadi seorang dosen, dokter. Oleh karena itu, jika orang mengatakan bahwa menjadi leader adalah mudah, orang tersebut sebenarnya membohongi dirinya sendiri. Namun , belajar untuk memimpin sebenarnya jauh lebih mudah dibandingkan dengan yang kita perkirakan, karena kita masing-masing memiliki potensi untuk menjadi seorang leader. Proses untuk menjadi seorang leader persis sama dengan proses untuk menjadi manusia seutuhnya. Leader memegang kepercayaan orang lain, yang terdiri dari  bawahan, pengikut, staf, rekan kerja lain. Pengikut mengharapkan leader untuk menafsirkan realitas, menjelaskan kenyataan sekarang, dan melukiskan gambaran masa depan (visi) yang harus diwujudkan. Leader memerlukan kerangka konseptual untuk membangun kinerja leadership yang menjadi tanggung jawabnya dan untuk membangun leadership potensial seluruh anggota organisasi.

KINERJA LEADERSHIP

Orang yang memegang posisi leadership perlu memahami kinerja apa yang dituntut dari padanya untuk dapat memenuhi persyaratan peran, kompetensi, dan usaha yang diperlukan dalam meghasilkan kinerja tersebut. Secara singkat leader organisasi dituntut untuk menghasilkan perubahan yang diperlukan agar organisasi mampu bertahan hidup dan berkembang di dalam lingkungan bisnis yang dimasukinya. Dan oleh karena lingkungan bisnis global sekarang ini sangat turbulen, organisasi sangat memerlukan leader  untuk menciptakan perubahan-perubahan yang diperlukan oleh organisasi, agar organisasi mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis. bahkan  oleh karena perubahan di lingkungan bisnis global telah mengalami perubahan menjadi pesat, radikal, konstan, dan pervasif. Leader dituntut untuk membangkitkan leadership potensial semua anggota organisasi, sehingga organisasi memiliki banyak leader untuk mampu secara respontif menghadapai perubahan atau menciptakan perubahan yang diperlukan.

Untuk menghsilkan kinerja leadership dan untuk membangkitkan leaderhip potensial seluruh anggota organisasi, leader memerlukan suatu rerangka konseptual sebagai working model.

RERANGKA KONSEPTUAL KINERJA LEADERSHIP

Rerangka konseptual kinerja leadership (conceptual framework  of leadership performance) adalah suatu struktur komponen-komponen yang membentuk kinerja orang yang memegang posisi leadership. Rerangka konseptual ini dipakai sebagaim model untuk membangun kinerja leadership yang bersifat abstrak. Setiap komponen yang membentuk rerangka konseptual ini dapat dikembangkan lebih lanjut secara rinci dan bersifat konseptual pula.

Mengapa kinerja leadership memerlukan rerangka konseptual ?…

Kerangka konseptual kinerja leadership dibutuhkan untuk :

1.      Memungkinkan orang yang memegang posisi leadership memahami kinerja yang dituntut daripadanya berupa peran, ketrampilan, serta usaha yang diperlukan untuk menghasilkan kinerja tersebut.

2.      Memungkinkan  leader membangkitkan leadership potensial seluruh anggota organisasi, sehingga organisasi secara responsif mampu menghadapi perubahan, bahkan menciptakan perubahan yang diperlukan.

Penjelasan Singkat Rerangka Konseptual Kinerja leadership

Kinerja leadership (kotak No. 1) ditentukan oleh tiga faktor : bakat dan kemampuan (kotak No. 2), persepsi tentang peran (kotak No. 3), dan usaha (Kotak No. 4).

 

 

 

Leadership skill

 7

 

 Belief and Courage

 

 

Value-Adding Role

 

 

 Usaha

 

Bakat dan kemampuan

 

 

 Persepsi tentang Peran

 

 Kinerja

 

 

 

Risk and learning

 

Menjadikan Organisasi sebagai Mission-Focused, Vision-Directed, Philososphy-Driven,dan Value-Based Institution

 9

 6

 8

 3

 4

 2

 1

 5

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar : Rerangka Konseptual Kinerja Leadership

Kinerja leadership pada dasarnya adalah untuk menjadikan organisasi yang dipimpinnya sebagai mission-focused, vision-directed, philosophy-driven, dan value-based institution (kotak No.5).

Oleh karena leader dituntut untuk menghasilkan kinerja leadership seperti tersebut diatas, maka leader perlu memahami value-adding role (kotak No. 6) yang disandangnya. Untuk mampu melaksanakan value-adding role tersebut, leader perlu memiliki leadership skill  memadai (kotak No.7).

Usaha (kotak No.4) merupakan faktor yang menentukan apakah bakat dan kemampuan yang dimiliki oleh leader (kotak No.2) dan persepsi tentang peran (kotak No.3) mampu menghasilkan kinerja leadership (kotak No.1). Untuk mampu menjadikan organisasinya srbagai mission-focused, vision-directed, philosophy-driven, dan value-based institution (kotak No.5), leader memerlukan sarana untuk memacu usahanya dan usaha seluruh anggota organisasi. Risk and learning (kotak No.8) merupakan pembangkit usaha leader dan seluruh anggota organisasi untuk mewujudkan kinerja leadership. Belief dan courage (kotak No.9) merupakan pemacu semangat leader dan seluruh anggota organisasi di dalam usaha mewujudkan kinerja leadership.

KINERJA YANG DITUNTUT DARI LEADER

Dalam posisinya sebagai leader, kinerja apa yang dituntut dari seseorang?.  Penentuan kinerja macam apa (kotak No.1) yang dituntut dari seorang leader sangat menentukan peran yang disandang oleh seseorang (kotak No.3), bakat dan kemampuan (kotak No.2) yang diperlukan untuk melakasankan peran tersebut, serta usaha (kotak No.4) yang dicurahkan untuk mewujudkan bakat dan kemampuan dalam peran yang dipegangnya.

Di dalam memimpin organisasi, pada dasarnya leader dituntut menghasilkan kinerja untuk menjadikan organisasinya sebagai mission-focused , vision-directed, phylosophy-driven, dan value-based institution (kotak No.5).

ING NGARSA SUNG TULADA (PATH FINDNING)

Seorang leader harus berada didepan sebagai tokoh teladan.

Apa makna “di depan leader memberikan teladan?”

1.      Leader memiliki visi, sesuatu kemampuan untuk melihat melampaui realitas sekarang untuk menciptakan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya, dan untuk mencapai keadaan yang belum pernah dialami sebelumnya. Visi menjadikan leader terdepan dalam cara berpikir, melampaui orang pada umumnya. Visi menjadikan leader terbuka terhadap hal-hal baru yang merupakan trend masa yang akan datang. Leader adalah trend setter.

2.      Leader merumuskan visi organisasi dan memilki komitmen tinggi terhadap visi organisasi yang telah dirumuskan.

3.      Leader mengkomunikasikan visi organisasi kepada seluruh anggota organisasi agar di dalam diri orang tersebut tumbuh komitmen mereka terhadap visi organisasi.

4.      Leader tidak hanya memiliki komitmen terhadap visi organisasi yang telah dirumuskan, namun juga memiliki komitmen terhadap perjalanan untuk mewujudkan visi organisasi menjadi kenyataan.

5.      Komitmen seorang leader terhadap visi dan proses untuk mewujudkan visi dikomunikasikan melalui prilaku yang mudah diamati oleh seluruh anggota organisasi.

6.      Leader adalah tokoh teladan yang merupakan orang terdepan dalam menghayati misi organisasi, terdepan dalam menunjukan komitmennya terhadap visi organisasi, terdepan untuk mengkomunikasikan core beliefs dalam perjalanan mewujudkan visi organisasi, dan terdepan untuk mewujudkan core values ke dalam perilakunya sepanjang perjalanan mewujudkan visi organisasi.

ING MADYA MANUN KARSA (ALIGNING)

Seorang leader berasa di tengah bersama-sama dengan pengikutnya membangkitkan keyakinan dasar (core beliefs) dan nilai dasar (core values) agar para pengikutnya tetap bersemangat tinggi dalam perjalanan mewujudkan visi organisasi. Perjalanan untuk mewujudkan visi ibarat “swimming  upstream”, merupakan perjalanan yang menguras enerji, berjangka panjang, dan penuh dengan rintangan. Meskipun leader telah secara jelas menggambarkan visi organisasi yang perlu diwujudkan di masa depan, namun jika dalam perjalanan mewujudkan visi tersebut dijumpai kegagalan, orang  akan cenderung meragukan kebenaran visi dan orang akan mudah kembali ke cara berpikir dan bertindak lama yang telah dikenal sebelumnya. Oleh karena itu, tanpa core beliefs yang kuat terhadap visi yang telah  dirumuskan, orang dapat kehilangan semangat dalam perjalanan untuk mewujudkannya. Oleh karena itu, leader perlu menanamkan core beliefs kepada anggota organisasi untuk membangkitkan dan mempertahankan semangat anggota organisasi dalam perjalanan untuk mewujudkan visi organisasi.

Seorang leader memiliki kesediaan untuk menerima kegagalan yang dilakukan oleh pengikutnya. kesediaan ini memacu anggota organisasi untuk melakukan eksperimen suatu kegiatan yang sangat diperlukan dalam menciptakan improvement berkelanjutan terhadap sistem dan proses yang digunakan untuk menghasilkan value bagi customer. Tidak ada kegairahan untuk bereksprimen akan menyebabkan tidak jadinya improvement, dan tidak adanya improvement berarti tidak ada perubahan. Padahal perubahan merupakan sesuatu yang sangat diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup organisasi di lingkungan bisnis yang turbulen.

TUT WURI HANDAYANI (MOTIVATING AND INSPIRING)

Seorang leader berada di belakang anggota organisasi untk melakukan pemberdayaan terhadap pengikutnya melalui pendidikan, pelatihan, penyadiaan teknologi memadai, serta dukungan. Dukungan seorang leader kepada pengikutnya dapat berupa sumber daya yang diperlukan oleh pengiut untuk mewujudkan visi dan dukungan moral berupa pemberian semangat kepada pengikut, jika mereka kekurangan atau kehilangan semangat dalam perjalanan panjang untuk mewujudkan visi organisasi.

                                                                                   Diakses oleh : @_pararaja 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Adopted from : Forlink

Limbah cair merupakan masalah utama dalam pengendalian dampak lingkungan industri tekstil karena memberikan dampak yang paling luas, disebabkan oleh karakteristik fisik maupun karakteristik kimianya yang memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Limbah cair terutama dihasilkan dari proses penyempumaan tekstil. Limbah cair akan mengandung bahan-bahan yang dilepas dari serat, sisa bahan kimia yana ditambahkan pada proses penyempurnaan tersebut, serta serat yang terlepas dengan cara kimia atau mekanik selama proses produksi berlangsung.

Untuk menjamin terpeliharanya sumber daya air dari pembuangan limbah industri, pemerintah dalam hal ini Menteri Negara KLH telah menetapkan baku mutu limbah cair bagi kegiatan yang sudah beroperasi yang dituangkan dalam Keputusan Menteri Negara KLH Nomor: Kep-03/KLH/ II/1991. Agar dapat memenuhi baku mutu, limbah cair harus diolah dan pengolahan limbah tersebut memerlukan biaya investasi dan biaya operasi yang tidak sedikit. Maka pengolahan limbah cair harus dilakukan secara cermat dan terpadu di dalam proses produksi dan setelah proses produksi agar pengendalian berlangsung dengan efektif dan efisien.

Pengelolaan limbah cair dalam proses produksi dimaksudkan untuk meminimalkan (minimisasi) limbah yang terjadi, volume limbah minimal dencan konsentrasi dan toksisitas yang juga minimal. Pada bab sebelumnya telah diuraikan upaya-upaya minimisasi limbah cair yang harus dilakukan. Sedangkan pengelolaan limbah cair setelah proses produksi dimaksudkan untuk menghilangkan atau menurunkan kadar bahan pencemar yang terkandung didalamnya hingga limbah cair memenuhi syarat untuk dapat dibuang (memenuhi baku mutu yang ditetapkan). Dengan demikian dalam pengelolaan limbah cair untuk mendapatkan hasil yang efektif dan efisien perlu dilakukan langkah-langkah pengelolaan yang dilaksanakan secara terpadu dengan dimulai dengan upaya minimisasi limbah (waste minimization), pengolahan limbah (waste treatment), hingga pembuangan limbah (disposal). Cara pengolahan limbah cair yang saat ini telah dilakukan olch pabrik tekstil yang paling banyak adalah cara kimia yaitu dengan koagulasi menggunakan bahan kimia. Bahan kimia yang banyak digunakan adalah ferosulfat, kapur, alum, PAC dan polielektrolit. Pada cara ini, koagulan digunakan untuk menggumpalkan bahan-bahan yang ada dalam air limbah menjadi flok yang mudah untuk dipisahkan yaitu dengan cara diendapkan, diapungkan dan disarig. Pada beberapa pabrik cara ini dilanjutkan dengan melewatkan air limbah melalui Zeolit (suatu batuan alam) dan arang aktif (karbon aktif). Cara koagulasi umumnya berhasil menurunkan kadar bahan organik (COD,BOD) sebanyak, 40-70 % Zeolit dapat menurunkan COD 10-40%, dan karbon aktif dapat menurunkan COD 10-60 %.

Zat warna tekstil merupakan suatu senyawa organik yang akan memberikan nilai COD dan BOD. Penghilangan zat warna dari air limbah tekstil akan menurunkan COD dan BOD air limbah tersebut. Sebagai contoh dari basil percobaan di laboratorium BBT, air limbah tekstil yang mengandung beberapa zat warna reaktif sebanyak 225 mg/L mempunyai COD 534 mg/L dan BOD 99 mg/L, setelah dikoagulasi dengan penambahan larutan Fero (Fe2+) 500 ma/L dan kapur (Ca2+) 250 mg/L air limbah tinggal mengandung zat warna 0,17 mg/L dengan COD 261 mg/L dan BOD 69 mg/L.

Kelemahan dari cara ini dihasilkannya lumpur kimia (sludge) yang cukup banyak dan diperlukan pencelolaan sludge lebih lanjut. Pengelolaan sludge yang saat ini dilakukan yaitu dengan mengeringkan sludge pada drying bed lalu dimasukkan ke dalam karung. Beberapa pabrik telah mengunakan alat pengerin lumpur yaitu filter press atau belt press yang akan megeluarkan air yang terkandung dalam lumpur tersebut.

Cara lain yang mulai banyak dilakukan adalah cara biologi, yaitu memanfaatkan aktifitas mikroba biologi untuk menghancurkan bahan-baban yang ada dalam air limbah menjadi bahan yang, mudah dipisahkan atau yang, memberi efek pencemaran rendah . Cara biologi yang banyak dilakukan adalah cara aerobik metode lumpur aktif. Dengan cara tersebut air limbah dengan lumpur aktif yang, megandung mikroba diaerasi (untuk memasukkan oksigen) hingga terjadi dekomposisi sebagai berikut :

Organik + O2—-> CO2 + H20 + Energi

Cara lumpur aktif yang telah dilakukan dapat menurunkan COD, BOD 30 – 70 %, bergantung pada karakteristik air limbah yang, diolah dan kondisiproses lumpur aktif yang dilakukan.

Beberapa pabrik tekstil terutama pabrik dencan skala besar telah melakukan pengolahan dengan gabungan cara kimia (koagulasi), cara fisik (penyerapan) dan cara biologi (lumpur aktif).

Dari hasil pengamatan dilapangan pelaksanaan pengolahan limbah cair masih banyak yang kurang memperhatikan kondisi proses pengolahan yang harus dilakukan. Setiap metode penglahan memerlukan kondisi proses tertentu agar diperoleh hasil yaga optimal.

Contohnya: pada beberapa pabrik tekstil yang, melakukan proses koagulasi kurang memperhatikan pH, jumlah pembubuhan bahan kimia (koagulasi) yang tepat dan pengadukan, padahal ketiga parameter tersebut sangat menentukan keberhasilan proses koagulasi . Akibatnya pembentukan “flok” tidak sempuma sehingga proses koagulasinya kurang, berhasil menurunkan (memisahkan) bahan pencemar dan wama dari air limbah.

Pengolaban limbah cair memerlukan biaya investasi dan biaya operasi yang tidak sedikit. Oleh karena itu pengolahan limbah cair harus dilakukan dengan cermat, dimulai dari perencanaan yang tepat dan teliti, pelaksanaan pembangunan fasilitas instalasi pengolahan air limbah (IPAL) atau unit pengolahan limbah (UPL) yang benar, serta pengoperasian UPL yang cermat. Utamanya dalam perencanaan, apabila perencanaan sudah tidak tepat akan berakibat timbulnya berbagai kesulitan dalampengoperasian serta biaya tinggi dengan hasil yang tidak memadai.

Dalam menentukan/perencanaan desain IPAL terhadap air limbah yang akan diolah hendaknya diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  • Zat pencemar dalam air limbah industri teksil terdiri dari bahan organik dan anoranik yang mempunyai sifat terlarut atau terdispersi dalam air serta padatan kasarnya , seperti sisa serat dan benang.
  • Jumlah air limbah (debit) yang harus diolah perhari, serta fluktuasi jumlah air limbah dalam 1 hari. 1 minggu, dan 1 bulan.
  • Jenis bahan yang terkandung dalam air limbah yaitu bahan yang di lepas dari serat serta bahan kimia yang di bubuhkan dalam suatu proses, dan karakteristik (sifat) kimia dari setiap jenis bahan-bahan tersebut, misalnya sifat toksitasnya dan lain-lain.
  • Karakterstik kimia dan karakterstik fisik dari air limbah

Selanjutnya dalam menentukan/menilai suatu desain IPAL hendaknya diperhitungakan faktor-faktor berikut:

  • Jaminan efektifitas/kemampuan menghilangkan/menurunkan bahan pencemar yang terkandung dalam air limbah
  • Ketersediaan lahan
  • Kemudahan pengoperasian
  • Perimbangan biaya investasi dan biaya operasi
  • Produk samping yang dihasilkan, misalnya lumpur, gas-gas dan sebainya, serta cara pengelolaannya.

Dengan mempertimbangkan faktor – faktor di atas akan ditentukan metode pengolahan, untuk mendapatkan metode yang ideal memang tidak mudah, akan tetapi sekurang – kurangnya dapat ditentukan skala prioritas terhadap faktor – faktor tersebut.

Pada umumnya pengolahan air limbah industri tekstil memerlukan tahap-tahap pengolahan sebagai berikut

  1. Pemisahan padatan kasar yaitu sisa serat dan padatan kasar lainnya
  2. Segregrasi, hal ini dilakukan apabila air limbah dari suatu proses tertentu mempuyai sifat yang spesifik, mempunyai beban pencemaran yang sangat tinggi dibandingkan dengan air limbah dari proses lainnya, atau bersifat racun (toxic), sehingga apabila digabungkan akan memberatkan atau menyulitkan proses pengolahan.
  3. Ekualisasi untuk menghomogenkan konsentrasi zat pencemar, temperatur dan sebagainya, serta untuk menyamakan laju alir/debit atau menghindari /mengurangi fluktuasi laju alir.
  4. Penghilangan /penurunan atau penghancuran bahan organik terdispersi.
  5. Penghilagan bahan organik dan anorganik terlarut.

Tahap 1, 2 dan 3 merupakan Pre-treatment. Tahap ini tidak- banyak memberikan efek penurunan COD, BOD, tetapi lebih banyak ditujukan untuk membantu kelancaran dan meningkatkan efektifitas tahap pengolahan selanjutnya.

 

Diakses oleh : @_pararaja

Secara garis besar pengawetan dapat dibagi dalam 3 golongan yaitu :

1) Cara alami

2) Cara biologis

3) Cara kimiawi

1) PENGAWETAN SECARA ALAMI

Proses pengawetan secara alami meliputi pemanasan dan pendinginan.

2) PENGAWETAN SECARA BIOLOGIS

Proses pengawetan secara biologis misalnya dengan peragian (fermentasi).

·         Peragian (Fermentasi)

Merupakan proses perubahan karbohidrat menjadi alkohol. Zat-zat yang bekerja pada proses ini ialah enzim yang dibuat oleh sel-sel ragi. Lamanya proses peragian tergantung dari bahan yang akan diragikan.

·         Enzim

Enzim adalah suatu katalisator biologis yang dihasilkan oleh sel-sel hidup dan dapat membantu mempercepat bermacam-macam reaksi biokimia. Enzim yang terdapat dalam makanan dapat berasal dari bahan mentahnya atau mikroorganisme yang terdapat pada makanan tersebut. Bahan makanan seperti daging, ikan susu, buah-buahan dan biji-bijian mengandung enzim tertentu secara normal ikut aktif bekerja di dalam bahan tersebut. Enzim dapat menyebabkan perubahan dalam bahan pangan. Perubahan itu dapat menguntungkan ini dapat dikembangkan semaksimal mungkin, tetapi yang merugikan harus dicegah. Perubahan yang terjadi dapat berupa rasa, warna, bentuk, kalori, dan sifat sifat lainnya. Beberapa enzim yang penting dalam pengolahan daging adalah bromelin dari nenas dan papain dari getah buah atau daun pepaya.

Enzim Bromalin

Didapat dari buah nenas, digunakan untuk mengempukkan daging. Aktifitasnya dipengaruhi oleh kematangan buah, konsentrasi pemakaian, dan waktu penggunaan. Untuk memperoleh hasil yang maksimum sebaiknya digunakan buah yang muda. Semakin banyak nenas yang digunakan, semakin cepat proses bekerjanya.

Enzim Papain

Berupa getah pepaya, disadap dari buahnya yang berumur 2,5~3 bulan. Dapat digunakan untuk mengepukan daging, bahan penjernih pada industri minuman bir, industri tekstil, industri penyamakan kulit, industri pharmasi dan alat-alat kecantikan (kosmetik) dan lain-lain. Enzim papain biasa diperdagangkan dalam bentuk serbuk putih kekuningan, halus, dan kadar airnya 8%. Enzim ini harus disimpan dibawah suhu 60o C. Pada 1 (satu) buah pepaya dapat dilakukan 5 kali sadapan. Tiap sadapan menghasilkan + 20 gram getah. Getah dapat diambil setiap 4 hari dengan jalan menggoreskan buah tersebut dengan pisau.

3) PENGAWETAN SECARA KIMIA

Menggunakan bahan-bahan kimia, seperti gula pasir, garam dapur, nitrat, nitrit, natrium benzoat, asam propionat, asam sitrat, garam sulfat, dan lain-lian. Proses pengasapan juga termasuk cara kimia sebab bahan-bahan kimia dalam asap dimasukkan ke dalam makanan yang diawetkan. Apabila jumlah pemakainannya tepat, pengawetan dengan bahan-bahan kimia dalam makanan sangat praktis karena dapat menghambat berkembangbiaknya mikroorganisme seperti jamur atau kapang, bakteri, dan ragi.

a) Asam propionat (natrium propionat atau kalsium propionat)

Sering digunakan untuk mencegah tumbuhnya jamur atau kapang. Untuk bahan tepung terigu, dosis maksimum yang digunakan adalah 0,32 % atau 3,2 gram/kg bahan; sedangkan untuk bahan dari keju, dosis maksimum sebesar 0,3 % atau 3 gram/kg bahan.

b) Asam Sitrat (citric acid)

Merupakan senyawa intermedier dari asam organik yang berbentuk kristal atau serbuk putih. Asam sitrat ini maudah larut dalam air, spriritus, dan ethanol, tidak berbau, rasanya sangat asam, serta jika dipanaskan akan meleleh kemudian terurai yang selanjutnya terbakar sampai menjadi arang. Asam sitrat juga terdapat dalam sari buah-buahan seperti nenas, jeruk, lemon, markisa. Asam ini dipakai untuk meningkatkan rasa asam (mengatur tingkat keasaman) pada berbagai pengolahan minum, produk air susu, selai, jeli, dan lain lain. Asam sitrat berfungsi sebagai pengawet pada keju dan sirup, digunakan untuk mencegah proses kristalisasi dalam madu, gula-gula (termasuk fondant), dan juga untuk mencegah pemucatan berbagai makanan, misalnya buah-buahan kaleng dan ikan. Larutan asam sitrat yang encer dapat digunakan untuk mencegah pembentukan bintik-bintik hitam pada udang. Penggunaan maksimum dalam minuman adalah sebesar 3 gram/liter sari buah.

c) Benzoat (acidum benzoicum atau flores benzoes atau benzoic acid) Benzoat biasa diperdagangkan adalah garam natrium benzoat, dengan ciriciri berbentuk serbuk atau kristal putih, halus, sedikit berbau, berasa payau, dan pada pemanasan yang tinggi akan meleleh lalu terbakar

d) Bleng

Merupakan larutan garam fosfat, berbentuk kristal, dan berwarna kekuningkuningan. Bleng banyak mengandung unsur boron dan beberapa mineral lainnya. Penambahan bleng selain sebagai pengawet pada pengolahan bahan pangan terutama kerupuk, juga untuk mengembangkan dan mengenyalkan bahan, serta memberi aroma dan rasa yang khas. Penggunaannya sebagai pengawet maksimal sebanyak 20 gram per 25 kg bahan. Bleng dapat dicampur langsung dalam adonan setelah dilarutkan dalam air atau diendapkan terlebih dahulu kemudian cairannya dicampurkan dalam adonan.

e) Garam dapur (natrium klorida)

Garam dapur dalam keadaan murni tidak berwarna, tetapi kadang-kadang berwarna kuning kecoklatan yang berasal dari kotoran-kotoran yang ada didalamnya. Air laut mengandung + 3 % garam dapur. Garam dapur sebagai penghambat pertumbuhan mikroba, sering digunakan untuk mengawetkan ikan dan juga bahan-bahan lain. Pengunaannya sebagai pengawet minimal sebanyak 20 % atau 2 ons/kg bahan.

f) Garam sulfat

Digunakan dalam makanan untuk mencegah timbulnya ragi, bakteri dan warna kecoklatan pada waktu pemasakan.

g) Gula pasir

Digunakan sebagai pengawet dan lebih efektif bila dipakai dengan tujuan menghambat pertumbuhan bakteri. Sebagai bahan pengawet, pengunaan gula pasir minimal 3% atau 30 gram/kg bahan.

h) Kaporit (Calsium hypochlorit atau hypochloris calsiucus atau chlor kalk

atau kapur klor)

Merupakan campuran dari calsium hypochlorit, -chlorida da -oksida, berupa serbuk putih yang sering menggumpal hingga membentuk butiran. Biasanya mengandung 25~70 % chlor aktif dan baunya sangat khas. Kaporit yang mengandung klor ini digunakan untuk mensterilkan air minum dan kolam renang, serta mencuci ikan.

i) Natrium Metabisulfit

Natrium metabisulfit yang diperdagangkan berbentuk kristal. Pemakaiannya dalam pengolahan bahan pangan bertujuan untuk mencegah proses pencoklatan pada buah sebelum diolah, menghilangkan bau dan rasa getir terutama pada ubi kayu serta untuk mempertahankan warna agar tetap menarik. Natrium metabisulfit dapat dilarutkan bersama-sama bahan atau diasapkan. Prinsip pengasapan tersebut adalah mengalirkan gas SO2 ke dalam bahan sebelum pengeringan. Pengasapan dilakukan selama + 15 menit. Maksimum penggunaannya sebanyak 2 gram/kg bahan. Natrium metabisulfit yang berlebihan akan hilang sewaktu pengeringan.

j) Nitrit dan Nitrat

Terdapat dalam bentuk garam kalium dan natrium nitrit. Natrium nitrit berbentuk butiran berwarna putih, sedangkan kalium nitrit berwarna putih atau kuning dan kelarutannya tinggi dalam air. Nitrit dan nitrat dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada daging dan ikan dalam waktu yang singkat. Sering digunakan pada danging yang telah dilayukan untuk mempertahankan warna merah daging. Jumlah nitrit yang ditambahkan biasanya 0,1 % atau 1 gram/kg bahan yang diawetkan. Untuk nitrat 0,2 % atau 2 gram/kg bahan. Apabila lebih dari jumlah tersebut akan menyebabkan keracunan, oleh sebab itu pemakaian nitrit dan nitrat diatur dalam undang-undang. Untuk mengatasi keracunan tersebut maka pemakaian nitrit biasanya dicampur dengan nitrat dalam jumlah yang sama. Nitrat tersebut akan diubah menjadi nitrit sedikit demi sedikit sehingga jumlah nitrit di dalam daging tidak berlebihan.

k) Sendawa

Merupakan senyawa organik yang berbentuk kristal putih atau tak berwarna, rasanya asin dan sejuk. Sendawa mudah larut dalamair dan meleleh pada suhu 377oC. Ada tiga bentuk sendawa, yaitu kalium nitrat, kalsium nitrat dan natrium nitrat. Sendawa dapat dibuat dengan mereaksikan kalium khlorida dengan asam nitrat atau natrium nitrat. Dalamindustri biasa digunakan untuk membuat korek api, bahan peledak, pupuk, dan juga untuk pengawet bahan pangan. Penggunaannya maksimum sebanyak 0,1 % atau 1 gram/kg bahan.

l) Zat Pewarna

Zat pewarna ditambahkan ke dalam bahan makanan seperti daging, sayuran, buah-buahan dan lain-lainnya untuk menarik selera dankeinginan konsumen. Bahan pewarna alam yang sering digunakan adalah kunyit, karamel dan pandan. Dibandingkan dengan pewarna alami, maka bahan pewarna sintetis mempunyai banyak kelebihan dalam hal keanekaragaman warnanya, baik keseragaman maupun kestabilan, serta penyimpanannya lebih mudah dan tahan lama. Misalnya carbon black yang sering digunakan untuk memberikan warna hitam, titanium oksida untuk memutihkan, dan lainlain. Bahan pewarna alami warnanya jarang yang sesuai dengan yang dinginkan.

4. PROSES BEBAS KUMAN

Ada dua cara proses bebas kuman, yaitu sterilisasi dan pasteurisasi

·         Sterilisasi

Adalah proses bebas kuman, virus, spora dan jamur. Keadaan steril ini dapat dicapai dengan cara alami maupun kimiawi.

·         Secara alami

Dapat dilakukan dengan:

- memanaskan alat-alat dalam air mendidih pada suhu 100oC selama 15 menit, untuk mematikan kuman dan virus;

- memanaskan alat-alat dalam air mendidih pada suhu 120 oC selama 15 menit untuk mematikan spora dan jamur.

·         Secara kimiawi

Dapat dilakukan dengan menggunakan antiseptik dan desinfektan.

a. Antiseptik

Merupakan zat yang dapat menghambat atau membunuh pertumbuhan jasad renik seperti bakteri, jamur dan lain-lain pada jaringan hidup. Ada beberapa bahan yang sering digunakan sebagai antiseptik, antara lain:

1. Alkohol, efektif digunakan dengan kepekatan 50~70 %;untuk memecah protein yang ada dalam kuman penyakit sehingga pertumbuhannya terhambat.

2. Asam dan alkali, penggunaannya sama dengan alkohol.

3. Air raksa (hidrargirum=Hg), arsenikum (As) dan Argentum (Ag), yang bekerja melalui sistem enzim pada kuman penyakit.

4. Pengoksida, juga bekerja pada sistem enzim kuman penyakit. Terdiri dari iodium untuk desinfektan kulit dan chlor untuk desinfektan air minum.

5. Zat warna, terutama analin dan akridin yang dipakai untuk mewarnai kuman penyakit sehingga mudah untuk menemukan jaringan mana dari kuman tersebut yang akan dihambat pertumbuhannya.

6. Pengalkil, yang digunakan untuk memecah protein kuman sehingga aktifitasnya terhambat. Contohnya adalah formaldehid.

b. Desinfektan

Merupakan bahan kimia yang digunakan untukmencegah terjadinya infeksi atau pencemaran jasad renik seperti bakteri dan virus, juga untuk membunuh kuman penyakit lainnya. Jenis desinfektan yang biasa digunakan adalah chlor atau formaldehid. Jenis ini lebih efektif bila dicampur dengan air terutama dalampembuatan es. Untuk menjaga kualitas ikan penggunaan chlor sebanyak 0,05 % atau 0,5 gram/liter air sangat efektif

·         Pasteurisasi

Dilakukan dengan memanaskan tempat yang telah diisi makanan atau minuman dalam air mendidih pada suhu sekurang-kurangnya 63oC selama 30 menit, kemudian segera diangkat dan didinginkan hingga suhu maksimum 10oC. Dengan cara ini maka pertumbuhan bakteri dapat dihambat dengan cepat tanpa mempengaruhi rasa makanan dan minuman.

 

Diakses oleh : arifin_pararaja

 

Posted by Atlit

Sudah berolahraga dengan rutin? Jika Anda sudah melakukannya, pasti sudah banyak pula manfaat yang Anda rasakan selama ini. Baik yang dapat dirasakan secara langsung, maupun yang Anda alami dalam jenjang waktu tertentu. Semua manfaat tersebut, merefleksikan keseriusan dan usaha yang Anda lakukan dalam latihan rutin.

Namun lebih dari itu, banyak hal yang sebetulnya bisa Anda dapatkan dengan berolahraga. Tidak hanya terwujud pada kesehatan fisik dan kesegaran mental, tapi aktivitas ini juga memberikan kebanggan atas apa yang Anda jalani dengan tekun.

Misalnya, sebagai atlet yang memperoleh prestasi dalam kagiatan keolahragaan. Dengan demikian, timbul rasa senang dan tidak sedikit orang yang menjadikan olahraga sebagai hobby yang harus dipuaskan.

  1. Untuk Kesehatan.

Sudah pasti jika olahraga yang kita lakukan dengan baik dan benar dalam porsi dan prosedur latihan yang pas, baik yang secara langsung maupun tidak langsung, akan membawa hasil postif bagi kesehatan fisik juga psikis bagi pelakunya.

Penting bagi kita untuk menjaga kesehatan tubuh agar tidak menimbun penyakit di kemudian hari akibat pola hidup yang tidak kita kontrol dan tidak diimbangi olahraga. Sesuai dengan anjuran para ahli, terlalu jarang bergerak tidak akan membuat tubuh kita merasa segar dan ini bisa berakibat pada labilnya keadaan struktur tulang.

Jika demikian, ada kemungkinan tulang akan tumbuh tidak kuat. Mudah lemas dan kekuatan otot pun kurang maksimal. Akan berbeda keadaannya jika kita rajin berolahraga. Dengan aktivitas itu, secara perlahan tubuh kita akan memperbaiki keadaan strukturnya.

Mulai dari otot-otot yang terjaga elastisitas dan kekuatannya, kondisi tulang yang kuat dan tidak mudah patah, serta metabolisme tubuh yang terus berkembang dan terjaga dengan baik. Akan tetapi, ada hal yang perlu dihindari. Porsi latihan yang berlebih juga tidak bagus bagi tubuh. Tiap-tiap orang memiliki batas gerak tubuh yang berbeda.

Gerak otot dan tulang yang terlalu diforsir dapat menyebabkan cedera otot dan persendian juga. Jika sudah begini, fokus latihannya bukan lagi pada proses pembentukan kesehatan organ-organ tubuh pelaku, tapi lebih kepada proses penyembuhan dan terapi pemulihan tubuh dari cedera. Jadi sebaiknya, Anda lebih berkonsentrasi kepada bagaimana Anda berolahraga secara rutin dan aman bagi keadaan fisik Anda.

  1. Untuk Prestasi.

Apabila Anda seorang atlet, tentunya sudah menjadi aktivitas rutin untuk melakukan latihan fisik secara berkelanjutan. Sudah menjadi pekerjaan Anda juga untuk berolahraga dengan tujuan mendapat prestasi lebih pada cabang yang Anda pilih.

Hal ini adalah manfaat ekstra yang dapat Anda miliki atas kerja keras dalam proses rutin yang mengharuskan Anda berdedikasi pada profesi yang ditekuni. Prestasi olahraga inilah yang memberikan kebangaan tersendiri bagi Anda yang telah berlatih keras dan mewujudkannya dalam berbagai perlombaan keolahragaan. Prestasi ini juga sebagai wujud pengakuan publik atas hasil olahraga yang Anda capai.

Maka jelas bagi seorang atlet, olahraga dapat memberikan predikat dan prestasi yang baik untuk diunggulkan tidak hanya dalam lingkup global, tapi dalam kelas tersendiri.

  1. Untuk Kesenangan/Prestise.

Tidak berlebihan memang apabila sekarang kita memiliki hobby atau kesenangan baru yang menjadikan olahraga sebagai wadah bermainnya. Tidak sedikit dari Anda yang menemukan kesenangan batin dari berolahraga bersama rekan-rekan.

Dalam hal ini lebih cenderung kepada permainan yang menyegarkan pikiran tapi secara tidak langsung menyehatkan badan. Banyak contoh dan manfaat olahraga sebagai ajang untuk menyenangkan suasana hati. Sebut saja salah satunya golf.

Bagi Anda yang suka berolahraga santai dengan mengkoordinasikan tubuh bagian dan bawah serta merasakan sejuknya udara padang golf, tentu saja Anda akan dengan sengan hati ber-golf bersama kolega. Ada pula cabang olahraga catur dan memancing yang memfokuskan manfaatnya untuk melatih konsentrasi otak dan kesabaran bermain para peminatnya.

Manfaat yang sangat terasa dari olahraga-olahraga permainan ini adalah lebih kepada ketenangan batin, kenyamanan berkomunikasi, da kesehatan secara rohani.

Diakses oleh : @_pararaja

 

Hibah Bersaing

Tri Padmi D, Sukandar, Enri Damanhuri, dan Tina M Gantina

Departemen Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Bandung

Alamat : Jln. Ganesha 10, Bandung 40132, Telp. / Faks. 022-2534187, 2530703 Psw 3915  e-mail : tpd@bdg.centrin.net.id

 

Penelitian ini bertujuan melihat produktivitas biogas dari degradasi sampah kota dalam beberapa kondisi, sebagai simulasi proses yang terjadi di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah dengan sistem landfill. Proses anaerob yang terjadi pada sampah di dalam landfill akan menghasilkan gasbio. Gas tersebut berpotensi menimbulkan ledakan bahkan kebakaran bila tidak dikelola secara baik. Penelitian ini dilakukan dalam reaktor bervolume sekitar 13 liter dan reaktor 196 liter. 

Hasil percobaan menunjukkan bahwa kelembapan memegang peranan penting. Hasil yang diperoleh secara umum menunjukkan bahwa kelembapan sangat berpengaruh pada proses pembentukan gas. Pada kelembapan sampah yang lebih tinggi (75%) gas metana (CH4) lebih mudah terbentuk. Produksi gas yang lebih tinggi juga diperoleh bila reaktor diinkubasi pada suhu yang lebih tinggi (37 oC). Hal-hal tersebut sangat berhubungan dengan lingkungan kehidupan bakteri yang secara alami akan mendegradasi sampah. 

Jenis sampah mempengaruhi kecepatan proses pembentukan gas metana. Sampah segar memerlukan waktu yang sangat panjang untuk membentuk gas metana dibandingkan sampah yang telah berumur berumur lebih tua (> 6 bulan). Akumulasi asam atsiri pada sampah segar yang sedang mengalami proses dekomposisi dalam fase asidogenesis berpengaruh pada lambatnya produksi gas metana. Resirkulasi lindi ke dalam media sampah dapat mempertahankan kelembapan sampah serta menambah produksi gas. Gabungan ketiga kondisi tersebut memberikan hasil laju pertumbuhan bakteri maksimum (µm) = 0,025, waktu retensi minimum (θ) = 39 hari, parameter kinetika (K) = 0,182 dan produksi gas Bo = 3,60 l/kg VS. Penambahan lumpur tangki septik pada sampah serta resirkulasi lindi ke dalam sampah memberikan hasil laju pertumbuhan bakteri maksimum (µm) = 0,015, waktu retensi minimum (θ) = 68 hari dan parameter kinetika (K) = 0,35 dengan produksi gas Bo sebesar 9,909 l/kgVS. 

Hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa sampah mempunyai potensi yang cukup baik untuk digunakan sebagai sumber energi yang murah, terutama pada saat kondisi anaerob telah dicapai, misalnya pada landfill yang sudah ditutup. Gas yang dihasilkan akan cukup banyak, mengingat sampah yang tertimbun di TPA sampah sangat besar jumlahnya.

Diakses oleh : @_pararaja 

 

Edi Sukur

Post Doctoral Fellow pada Tonen General Sekiyu K.K., Jepang

 

Beberapa tahun ini, perkembangan nano- teknologi melaju sangat cepat. Teknologi ini diprediksikan oleh futuris Alvin dan Heidi Toffler dalam sebuah makalahnya sebagai “Teknologi 50 Tahun Mendatang“. Kenyataan ini makin diperkuat oleh sikap dari berbagai negara maju yang memberikan perhatian lebih terhadap nanoteknologi. Salah satunya adalah penelitian fullerene (C60), senyawa dengan bentuk unik seperti bola dengan jari-jari 0.7 nanometer (1 nanometer sama dengan satu per satu milyar meter). Unsur pembentuk fullerene seluruhnya terdiri dari karbon. Pada awalnya ini tidak diakui oleh para ahli kimia karbon karena struktur senyawa kristal karbon yang ada di alam ini hanyalah intan dan grafit. Sedangkan yang lainnya ada dalam bentuk amorphous, artinya tidak berbentuk atau bukan kristal.

Fullerene memiliki sifat fisik yang sangat stabil dan kuat, bahkan dikatakan tidak hancur walau dilempar dengan kecepatan roket. Namun secara kimiawi ia mudah bereaksi karena banyak memiliki ikatan kovalen di seluruh permukaannya. Karakteristik ini sangat berbeda dengan dua generasi kristal karbon sebelumnya yaitu intan dan grafit, sehingga membuka peluang aplikasi yang luas antara lain dalam bidang elektronika, kimia dan kedokteran.

Gambar 1. Struktur Buckminsterfullerene, C60

Gambar 2. Fullerene dalam bentuk FCC

Gambar 3. Turunan C60 yang bersifat ferromagnet (sumber Nature 1992, 355, p331)

Penemuan Fullerene

Fullerene ditemukan secara tak sengaja oleh Harold W. Kroto, salah seorang profesor di Sussex University, Inggris. Kroto sebetulnya seorang spektroskopis gelombang mikro yang meneliti hubungan rantai karbon antar bintang di ruang angkasa. Antara tahun 1975-1978 ia berhasil mendeteksi berbagai macam rantai karbon seperti HC5N, HC7N dan HC9N. Kroto berasumsi bahwa rantai karbon itu berasal dari ledakan saat terbentuk bintang baru.

Ketika mengunjungi laboratorium Richard Smalley di Rice University, Houston tahun 1984, Kroto mendapatkan sebuah instrumen unik, yang disebut “Laser vaporization cluster beam apparatus” yang dipakai grup Smalley untuk mensintesa cluster, yaitu kumpulan kurang lebih 100 buah atom silicon dan germanium. Kroto meyakinkan Smalley bahwa alat ini bisa dipakai untuk mensimulasikan ledakan yang terjadi saat lahirnya bintang-bintang di ruang angkasa yang akan menghasilkan senyawa karbon seperti yang dipikirkannya. Mereka mempraktekkan simulasi itu pada bulan September 1985, namun tidak berhasil mendapatkan rantai karbon seperti yang diprediksikan. Saat itu hanya diketahui senyawa C60 yang jumlahnya lebih banyak dibandingkan senyawa lainnya.

Bentuk fullerene seperti yang sekarang dikenal baru mereka sadari setelah melihat geodesic dome berbentuk bola karya R. Buckminster Fuller. Namun sayang saat itu tidak ada data valid yang benar-benar menunjukkan bahwa C60 berbentuk bola, walaupun para ahli saat itu sudah mulai mengakui C60 adalah senyawa yang stabil.

Pembuktian fullerene berbentuk bola baru berhasil dilakukan tahun 1990, ketika tim gabungan Amerika dan Jerman yaitu Kratschmer dan Huffman, berhasil memproduksi fullerene dalam jumlah besar, walaupun sebetulnya hanya beberapa miligram saja. Cara yang dipakai lebih sederhana, yaitu dengan memanaskan dan menguapkan batangan karbon di dalam tabung hampa udara. Cara ini disebut dengan thermal resistance method. Karbon akan menempel pada bagian dalam tabung yang mengandung C60 sampai 10%. Setelah itu dilakukan pengukuran spektroskopis yang membuktikan bahwa fullerene berbentuk bola. Nama Buckminster Fullerene dipakai untuk mengenang arsitek geodesic dome, sedangkan nama lainnya adalah Bucky ball. Kroto dan grupnya sendiri mendapatkan hadiah nobel bidang Kimia pada tahun 1996.

Sebetulnya Kroto bukanlah orang pertama yang memprediksikan fullerene berbentuk bola. Tahun 1970 Eiji Ohsawa, profesor di Toyohashi University, sudah mensimulasikan bahwa C60 adalah sebuah  senyawa karbon berbentuk bola yang stabil. Hal itu diawali ketika beliau mensintesa Corannulene (C20H20) yang berbentuk senyawa sepertiga bola. Namun sayangnya paper ilmiah Ohsawa ditulis dalam bahasa Jepang sehingga tidak terdengar gaungnya di Eropa.

Aplikasi Fullerene

Grup Smalley mengembangkan “Metal Inclusion”, yaitu memasukkan logam ke dalam fullerene. Hal ini dillakukan dengan asumsi, jika fullerene berbentuk bola tentu ada ruang kosong di dalamnya yang dapat dimasukkan logam. Walaupun hal ini tidak dapat dijadikan bukti bahwa fullerene berbentuk bola, namun dari hasil percobaan menunjukkan bahwa logam dapat dimasukkan ke dalam fullerene dengan cara menempatkan grafit yang sudah dilapisi logam pada peralatan cluster laser.

Hal yang menarik dari penelitian ini adalah membuat fullerene memiliki muatan. Fullerene akan mendapatkan elektron dari logam yang ada di dalamnya, sehingga logam bermuatan positif, sedangkan fullerenenya sendiri menjadi bermuatan negatif. Dengan demikian akan didapatkan hasil seolah-olah seperti sebuah atom raksasa bermuatan positif di dalamnya dan bermuatan negatif di luarnya. Atom raksasa ini kemudian disebut dengan super atom. Pada masa depan jika teknologi ini sudah makin berkembang, fullerene dapat di isi dengan logam-logam radioaktif sisa bahan bakar nuklir. Selain itu dapat juga dipakai untuk pengobatan kanker dengan memasukkan logam radioaktif dan menempatkan radioaktif tersebut pada daerah kanker saja.

Yang tak kalah menariknya adalah dengan membuat polimer fullerane yang diperkirakan akan memiliki sifat magnet. Asumsi itu didasarkan pada struktur fullerane yang membentuk struktur face centered cubic (fcc). Dalam suhu dan tegangan tinggi (6GPa, 1025-1050K) bersamaan dengan berubah miringnya struktur fullerene ini akan terbentuk ikatan kovalen yang menyebabkan terjadinya polimer yang mirip dengan struktur grafit. Di atas ikatan kovalen yang terbentuk itulah elektron akan berputar yang menyebabkan munculnya sifat magnet. Sifat magnet ini dapat dimanfaatkan dalam dunia elektronika, contohnya memori komputer, sensor magnetik ataupun dunia kedokteran.

Dalam nanoelektronik fullerene memiliki keunggulan dalam sifat superkonduktornya. Seperti kita ketahui superkonduktor adalah suatu material yang tidak memiliki hambatan atau resistensi di bawah suatu nilai suhu tertentu. Dia bisa saja bersifat konduktor, semikonduktor atau isolator pada suhu ruang. Suhu dimana terjadi perubahan sifat konduktifitas menjadi superkonduktor disebut dengan temperatur kritis (Tc).

Pada dasarnya fullerene dalam bentuk kristal bersifat isolator, namun ketika di-doping dengan metal alkali A3C60 (A = K, Rb) fullerene berubah sifat menjadi superkonduktor. K3C60 misalnya memiliki temperatur kritis pada 15K, sedangkan rata-rata fullerene yang di-doping dengan metal alkali memiliki temperatur kritis 30K. Walaupun masih jauh dibandingkan dengan keramik superkonduktor yang rata-rata mempunyai temperatur kritis 90K, namun fullerene cukup menjanjikan sebagai bahan superkonduktor masa depan. Apalagi pada tahun 2000 Lucent Technology Co. Ltd. berhasil menemukan sifat superkonduktor dari single crystal fullerene pada temperatur kritis 52K, yang ketika di-doping dengan tribromometan (CHBr3) berhasil menunjukkan sifat superkonduktor pada suhu 117K. Hasil ini hampir mendekati temperatur kritis tertinggi yang saat ini dimiliki oleh Hg0.8Tl0.2Ba2Ca2Cu3O8.33 pada suhu 138K.

Walaupun belum diaplikasikan secara langsung, sifatnya sebagai superkonduktor akan dapat dipergunakan secara luas di bidang elektronika. Efisiensiensinya yang mencapai 99% menyebabkan sangat sedikit listrik yang terbuang menjadi panas. Kemampuan ini dapat dimanfaatkan sebagai transmisi listrik untuk mengganti transmisi kawat tembaga bawah tanah seperti yang sedang direncanakan Jepang dan Amerika.

Dalam dunia kedokteran, dengan sifat stabil dan non-toxicnya fullerene dapat dipergunakan sebagai obat, salah satunya adalah obat anti virus HIV. “Bola” fullerene dengan sifat lipophilic-nya (mudah menyatu dalam lemak atau minyak) akan mudah masuk ke dalam struktur protease yang menjadi tempat perkembangbiakan virus HIV. Dengan demikian dia bisa menahan laju pertumbuhan virus HIV. Cara ini sebetulnya dikhawatirkan akan mendapat hasil yang sama dengan saat menggunakan obat anti HIV lain yang mengalami kegagalan disebabkan perubahan bentuk virus HIV yang berubah-ubah. Namun dengan bentuknya yang bulat seperti bola, permukaan fullerene dapat dimodifikasi dengan berbagai macam fungsi yang diharapkan dapat menahan perkembangbiakan virus HIV tersebut. Dalam waktu dekat perusahaan obat C Sixty yang bertempat di Toronto, Canada akan mengeluarkan obat ini yang berbasis pada fullerene.

Demikian beberapa aplikasi yang saat ini banyak menjadi perhatian para ahli di bidangnya masing-masing. Masih banyak hal-hal lain yang belum diketahui dari material yang saat ini menjadi primadona. Penelitian tentang fullerene ini akan terus berkembang, apalagi dengan makin banyak cara yang ditemukan untuk memproduksi ‘bola’ fullerene dengan murah dan mudah. Menurut Chemical Week, Mitsubishi Chemical akan menekan harga fullerene dari 20$ per gram (tahun 2000) menjadi 0.2$ per gram pada 2004. Harga ini tentu membuat para peneliti makin bersemangat untuk menemukan hal baru lainnya dari fullerene.

Referensi

H.-B.Burgi,E.Blanc,D.Schwarzenbach,Shengzhong Liu,Ying-jie Lu,M.M.Kappes, J.A.Ibers, Angew.Chem.,Int.Ed.Engl., 31, p640,1992 (FCC).

P.W.Stephens,D.Cox,J.W.Lauher,L.Mihaly,J.B.Wile,P.-M.Allemand,A.Hirsch,K.Holczer,Q.Li,J.D.Thompson,F.Wudl, Nature (London), 355, p331,1992 (magnet).

Diakses oleh :@_pararaja

 

*Tips 146: Tiga Belas Rahasia Sukses Anda*

Anda tahu Napoleon Hill? Dia adalah seorang motivator paling terkenal di abad 19 dan 20-an. Siapapun orang sukses dan motivator terkenal yang Anda tahu, pastilah mengenal Napoleon Hill. Bukunya, “Think And Grow Rich” adalah sebuah buku paling fenomenal yang pernah diterbitkan di muka bumi. Anda boleh percaya, buku itu punya pengaruh yang lebih besar segala buku yang pernah Anda baca. Tentu saja, setelah kitab suci Anda dong, jika Anda menganggapnya sebagai sebuah kitab.

Buku fenomenal ini, “Think And Grow Rich”, dikembangkan oleh pengarangnya menjadi paket buku “The Law of Success” yang terdiri dari 16 buku tentang kaidah dan hukum mencapai sukses. Anda mau? Jika Anda belum punya, Saya akan berikan ebook dari “Think And Grow Rich” untuk Anda dengan cuma-cuma, tapi sebelumnya teruslah membaca.

Mengapa buku “Think And Grow Rich” begitu fenomenal? Karena, buku itu didasarkan pada pengalaman lebih dari 20,000 orang sukses, dan wawancara khusus dengan lebih dari 500 orang sukses pada masanya. Di antaranya adalah Thomas Alva Edison, Alexander Graham Bell, Henry Ford, Elmer Gates, Charles M Schwab, Theodore Roosevelt, William Wrigley Jr, John Wanamaker, William Jennings Bryan, George Eastman, Woodrow Wilson, William H. Taft, John D. Rockefeller, F.W. Woolworth, Jennings Randolph, dan sebagainya.

Saya yakinkan Anda, bahwa satu jam saja setelah Anda mulai membacanya, Anda akan merasakan dampaknya. Itulah sebabnya, Napoleon Hill disebut sebagai motivator klasik nomor satu di dunia. Saya “mewajibkan” Anda membacanya. Saya ingin Anda sukses. Saya harus membuat Anda sukses. Sebelum Anda mendownload dan membacanya, berikut ini Saya sarikan rahasia sukses yang abadi dari buku “Think And Grow Rich”.

*1. DESIRE*

“Desire” berbeda dari “want”. Desire adalah want yang telah Anda suntik dengan emosi. Want hanya membuang-buang waktu. Rasa “ingin” hanya membuat Anda frustrasi. Apa yang Anda perlukan adalah desire, yaitu semangat, ghirah, atau bahkan obsesi. Desire-lah yang akan mengaktifkan “law of attraction”. Desire adalah “burning passion”. Untuk punya desire, suntikkanlah emosi positif ke dalam keinginan Anda. Bagaimana caranya?
Cobalah bedakan ini:

*”Saya mau jadi juara kelas.”*
*”Saya mau jadi juara kelas! Saya harus jadi juara kelas!”*

*2. FAITH*

Faith adalah keyakinan. Silahkan Anda ingat kembali dorongan Saya pada posting sebelumnya.

*Apakah Anda mau mengkhayal untuk kesuksesan Anda?*
*Atau, Anda mau mengkhayal bahwa Anda tidak bisa mencapainya?*

Andrie Wongso berkata, “Sukses adalah hak Saya!” Ya, beliau benar. Itu sebabnya, perjuangkan dan capailah hak Anda. Hak untuk sukses. Itu juga sebabnya, Anda harus yakin bahwa Anda memang akan sukses.

Keyakinan Anda perlu diluruskan. Berhentilah meyakini sebuah kesuksesan, hanya karena kesuksesan itu telah terbukti berdasarkan catatan sejarah. Mulailah meyakini kesuksesan baru yang belum pernah ada. Anda boleh saja berharap sukses seperti mereka yang telah sukses. Tapi, ketahuilah bahwa kesuksesan Anda sangatlah unik sifatnya.

Berhentilah meyakini kesuksesan, hanya atas dasar sejarah pembuktian. Berhentilah membayangkan sukses, pada apa saja yang sudah terbukti sebelumnya. Mulailah meyakini kesuksesan Anda sendiri. Kesuksesan Anda yang unik dan tidak ada yang menyamainya. Mengapa? Sebab pikiran Anda, adalah benda yang “kreatif” dan bukan “kompetitif”!

*3. AFIRMASI*

Sering-seringlah mengafirmasi diri Anda sendiri. Ini penting untuk menggantikan berbagai pikiran negatif dan pesimis, dengan pikiran yang positif dan optimis.
Pahamilah analogi ini:

*Mangga yang ranum dan nikmat, tidur sebagai biji.*
*Mobil yang mewah dan nyaman, dimulai dari pabrik yang berisik, kotor dan berdebu.*
*Setiap kesuksesan, benihnya di dalam kepala Anda.*

Jika benih itu sehat, baik, dan kuat, maka pikiran Anda akan merealisasikan kesuksesan.

*4. PENGETAHUAN APLIKATIF*

Anda harus bisa membedakan informasi dari fakta. Anda harus memiliki pengetahuan yang aplikatif. Dan Anda, harus bisa mengaplikasikan ilmu, keahlian, dan pengetahuan Anda. Ilmu dan pengetahuan yang hanya di kepala, tidak ada gunanya.

*You have to have it, and then apply it.*

*5. IMAJINASI*

Imajinasi Anda bisa berbentuk dua macam. Yang pertama “imajinasi sintetik”, dan yang kedua “imajinasi kreatif”. Bedakan keduanya, dan berhentilah menggunakan imajinasi sintetik.

Imajinasi sintetik, muncul manakala Anda berimajinasi tentang sesuatu yang baru, padahal Anda hanya menyusun ulang koleksi pikiran dan prasangka Anda sebelumnya. Dengan bahan baku yang “jadul”, maka imajinasi Anda juga akan tetap “jadul”. Sukses Anda, sudah pasti “jadul”. Imajinasi Anda akan menjadi imajinasi berdasarkan prasangka Anda sendiri. Tidak kreatif dan kurang objektif. Contoh:

*Menaikkan penjualan.*
*Membuat mobil yang lebih cepat.*
*Sistem pengairan yang lebih efektif.*

Tidak ada yang salah dengan semua itu, akan tetapi kesuksesan Anda menjadi lebih kecil, karena memang lebih mudah mencapainya. Untuk kesuksesan yang lebih besar, Anda harus berani membiasakan diri pada imajinasi kreatif.

Semua itu bukanlah bagian dari sukses, melainkan bagian dari “kewajiban operasional” Anda. Anda memang melakukannya, tapi itu bukan target kesuksesan Anda.

*6. RENCANA TERORGANISIR*

Biasakan diri Anda untuk menuliskan sasaran secara detil dan kongkrit. Perbedaan antara mimpi di siang bolong dan rencana yang baik, ada pada detil dan kongkritnya. Ini tidak mudah dilakukan, tapi Anda harus tetap mengupayakannya. Inilah hasil riset Napoleon Hill:

*95% orang yang memiliki sasaran tertulis dan secara harian meresapinya,
berakhir dengan mencapai kesuksesan.*

*95% orang yang tidak memiliki dan tidak melakukannya, berakhir dengan
kegagalan.*

*7. KEPUTUSAN*

Keputusan Anda adalah hal yang teramat penting. Mengapa? Karena keputusan Anda adalah cerminan dari bekerjanya akal Anda. Ingatlah bahwa fungsi akal Anda adalah untuk memilih alias memutuskan. Karakteristik akal Anda, sesuai akar katanya, adalah “terikat”. Terikat pada apa? Terikat pada pilihan!

Ingat juga selalu kesalahan utama dalam mengambil keputusan, yaitu terlambat, terlalu sering berubah, dan terlalu cepat berubah.

*8. PERSISTEN*

Ingatlah hukum yang satu ini:

* Prosperity = Purpose + Passion + Persistence*

Persisten itu istiqomah.

Calvin Coolidge mengatakan:

*”Nothing in the world can take the place of persistence. Talent will not; nothing is more common than unsuccessful men with talent. Genius will not; unrewarded genius is almost a proverb. Education will not; the world is full of educated derelicts. Persistence and determination alone are omnipotent.”
*

*9. MASTERMIND*

Anda harus membangun jaringan. Anda juga harus membangun mastermind. Menurut Napoleon Hill, 1 + 1 = 3. Maksudnya, dua pikiran yang saling memperkuat, akan menghasilkan pemikiran ketiga yang memiliki kekuatan sangat besar. Anda tidak bisa berdiri sendiri, Anda harus bekerjasama dengan orang lain.

*10.TRANSMUTASI*

Ingatlah bahwa pikiran Anda, adalah bibit kasat mata yang akan ditransformasi menjadi sebuah kesuksesan yang real, nyata, dan ada secara fisik.

*Manusia mengkhayal bisa terbang, kini ada pesawat udara. *
*Manusia berkhayal bisa berbicara secara nirkabel, sekarang ada handphone.*

Dari kasat mata, menjadi realitas fisik.

*11. ALAM BAWAH SADAR*

Berhentilah menomorduakan alam bawah sadar Anda. Alam bawah sadar Andalah yang sesungguhnya mengkonstruksi diri Anda. Anda boleh menyebutnya dengan intuisi, firasat, fitrah, atau bahkan hati atau kalbu. Sesuaikanlah konsep ini dengan sistem keyakinan Anda. Jangan musyrik atau percaya pada takhyul. Pelajarilah sistem alam bawah sadar Anda dengan benar bersama pembimbing rohani Anda.

Alam bawah sadar Andalah yang memberi sinyal kepada alam sadar Anda. Alam bawah sadar Anda adalah sistem monitor dan sekaligus sistem peringatan dini untuk Anda. Jika Anda memperlakukannya dengan benar, maka Anda akan berjalan pada arah yang benar. Menuju kesuksesan Anda.

*12. OTAK*

Ingatlah bahwa otak Anda, adalah satu kesatuan dengan tubuh fisik Anda. Jagalah kesehatan dan sisi positifnya, seperti Anda menjaga kesehatan tubuh Anda. Pahamilah siapa sesungguhnya komandan di dalam diri Anda. Otak Anda hanya alat, “Anda”-lah yang memberi perintah kepadanya. Lupa ya?

*13. INDERA KE-ENAM*

Ini bukan klenik, juga bukan takhyul.

Indera ke-enam Anda, adalah kombinasi rahasia nomor 1 sampai dengan 12 di atas.

Ketigabelas rahasia sukses itulah, yang telah mensukseskan lebih dari 20.000orang, dan menjadikan lebih dari 500 orang sebagai manusia paling sukses pada zamannya.

Jika Anda menginginkan ebook ini, silahkan japri ke email Saya. Sekali lagi, Insya Allah Anda akan merasakan powernya, satu jam setelah Anda mulai membaca. Jangan lupa, berikan komentar Anda setelah membacanya di sini.

 

Diakses oleh : arifin_pararaja from http://onecenter.blogspot.com

 

Zeily Nurachman Guru biokimia, Kimia ITB

MAKHLUK hidup, khususnya manusia, tidak akan mampu bertahan tanpa air. Karena air merupakan salah satu elemen dasar kehidupan selain tanah, udara, dan api (cahaya). Air menjadi barang sangat berharga pada musim kemarau. Oleh sebab itu, orang berani membayar berapa pun untuk air, walau harga per liter air lebih mahal dari bensin.

BAGI MASYARAKAT yang mampu, semahal apa pun tentu tidak menjadi masalah. Namun bagi masyarakat miskin, ketidakmampuan mereka menjangkau harga air akan berdampak terhadap kesehatan mereka. < kesehatan terhadap berdampak akan air harga menjangkau mereka ketidakmampuan miskin, masyarakat bagi Namun masalah. menjadi tidak tentu pun apa semahal mampu, yang>

PAM yang seharusnya bisa menyediakan air bersih dengan harga terjangkau, ternyata tidak bisa diharapkan. Oleh karena itu, munculnya air minum isi ulang yang harganya bisa sepertiga air minum dalam kemasan, banyak mendapat sambutan masyarakat. Sayang, pengawasan yang harusnya menyertai pemberian izin tidak dilakukan sehingga banyak air minum isi ulang yang tercemar.

Untuk menjaga keselamatan sekaligus mereduksi biaya yang dikeluarkan untuk air, alangkah baiknya bila masyarakat bisa mempelajari dan membuat sendiri instalasi pemurni air.

Prinsip pemurnian air yang ada saat ini secara teoritis tidak banyak berbeda dengan apa yang telah dilakukan masyarakat zaman dulu seperti menggunakan pasir, ijuk, dan tawas. Namun, dengan perkembangan teknologi, instalasi dapat dikemas menjadi lebih sederhana dan praktis (bisa digantung di tembok) dengan kemampuan pemisahan lebih baik (lihat Gambar).

Sistem pemurni air

Kolom-kolom instalasi pemurni air bisa terbuat dari gelas, plastik, atau pipa paralon dengan diameter 5 cm dan panjang 50 cm. Lima buah kolom disusun secara seri dan antarkolom satu dengan kolom yang lain dihubungkan dengan selang plastik dengan diameter yang sesuai. Kolom terakhir ukurannya lebih kecil dan dihubungkan dengan alat pengukur hantaran atau tahanan. Alat ukur ini sifatnya tambahan, tetapi jika ada lebih baik karena kondisi sistem secara umum bisa diketahui.

Pemurnian air dimulai dari mencari sumber air baku yang layak. Sumber air baku bisa diperoleh dari sumur, mata air, sungai (di bagian hulu), atau air PAM, dengan tampak fisik tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa. Makin baik mutu air baku, makin ringan beban kerja sistem. Artinya, umur sistem akan lebih lama. Sebaiknya, air baku sebelum dimurnikan diperiksa pH-nya terlebih dahulu dengan menggunakan kertas pH. Hal ini dilakukan untuk memprediksi kolom mana yang bebannya akan lebih berat.

Untuk memurnikan, air baku dipompakan ke dalam kolom. Pompa yang digunakan tidak perlu dengan pompa dengan tekanan tinggi. Terkadang, kalau air PAM lancar atau ada bak penampung air yang letaknya lebih tinggi, air dari keran bila langsung di alirkan ke kolom. Usahakan menggunakan laju alir selambat mungkin agar proses pemisahan sempurna.

Matriks pada kolom pertama adalah karbon aktif atau arang. Pada tahap ini, kotoran, partikel-partikel besar, atau molekul-molekul organik akan diserap oleh karbon aktif. Makin kecil ukuran matriks, makin besar kemampuannya dalam mengikat partikel.

Tahap pemurnian berikutnya adalah pemisahan molekul- molekul yang bermuatan (positif dan negatif), berturut-turut dengan menggunakan resin penukar kation dan resin menukar anion. Pada kedua tahap ini, ion-ion logam, nonlogam, dan protein dipisahkan.

Tergantung keperluan

Bila hasil pemurnian air digunakan hanya untuk air minum, maka resin dengan kualitas teknis sudah memadai. Tetapi bila air digunakan untuk keperluan medis, misalnya untuk injeksi atau larutan infus, maka perlu resin berkualitas pro-analisis (high grade). Resin-resin penjernih air bisa diperoleh dari toko kimia.

Sebelum dipakai, resin harus diaktifkan terlebih dahulu. Untuk resin penukar kation diaktifkan dengan mencucinya dalam larutan asam klorida 6 M, sedangkan untuk resin penukar anion natrium hidroksida (soda api) 6 N. Resin aktif memiliki pH sekitar 7.

Setelah melalui resin, air dimurnikan lebih lanjut di dalam matrik penyaring. Di sini, partikel-partikel yang tidak terpisahkan pada kolom-kolom sebelumnya akan disingkirkan. Matriks yang digunakan adalah membran sintetik atau zeolit. Zeolit bisa ditemukan di alam. Daerah-daerah yang memiliki kualitas air baku baik biasanya kaya akan zeolit. Ini bisa diamati dari nama daerah tersebut, misalnya Ciamis (air manis) untuk Jawa Barat.

Tahap akhir pemurnian, adalah penyaringan makhluk halus misalnya bakteri. Di sini dipakai membran nitroselulosa yang mempunyai ukuran diameter pori sebesar 0,2 mikrometer. Karena bakteri berukuran sekitar 100 mikrometer, maka makhluk halus ini secara otomatis bisa disingkirkan. Tahap terakhir ini bisa disebut juga sebagai tahap sterilisasi. Air yang keluar dari sini adalah air sehat yang bisa langsung diminum.

Untuk mengetahui kualitas air maka bisa dilihat dari alat ukur hantaran atau hambatan dan pH larutan. Bila hambatan besar (lebih besar dari 18,3 Megaohm cm) dan pH netral, maka kualitas air setara dengan aquabides dengan tingkat kemurnian 99,99 persen. Selayaknya tiap-tiap rumah sakit di Indonesia, khusus untuk keperluan operasi, memiliki instalasi pemurni air jenis ini agar tidak ada pasien terjangkit penyakit lain gara-gara air.

Untuk keperluan rumah tangga, air dengan hambatan sampai 5 Megaohm cm masih layak dipakai. Di sini air mengandung masih dalam jumlah kecil mineral misalnya kalsium, magnesium, natrium, kalium, silikon, klorida, sulfat, atau karbonat. Namun perlu diperiksa agar kadar mineral tidak melebihi 130 mg/l. Untuk daerah Bandung dan sekitarnya, Laboratorium Kimia Analitik ITB bisa membantu mengidentifikasi jenis dan kadar logam yang terlarut dalam air.

Perawatan

Seperti dijelaskan di atas, umur sistem tergantung dari masukan air baku. Misalnya, kalau sumber air baku dari daerah berkapur atau daerah bekas sawah, maka umur resin penukar kation menjadi lebih pendek. Ini bisa dilihat dari pH matrik setelah selang waktu tertentu menjadi lebih basa.

Sebaliknya, jika sumber air dari daerah rawa yang relatif lebih asam, maka beban resin penukar menukar anion lebih berat. Kesemuanya bisa diperiksa dengan mudah dengan menggunakan kertas pH atau daya hantar larutan.

Jika harga pH mendekati harga limit jenuh resin, maka resin tidak bisa dipakai. Namun, resin masih bisa diregenerasi/dipakai ulang. Caranya adalah dengan mencucinya seperti cara mengaktifkan resin di atas.

Untuk kolom yang berisi karbon aktif sebaiknya diganti setiap tiga bulan sekali, dan filter nitroselulosa diganti setiap setahun sekali. Sedangkan kolom filtrasi kasar diganti bila tekanan air dirasa lebih besar. Ini menunjukkan bahwa kolom telah tersumbat oleh partikel.

Di Laboratorium Biokimia ITB misalnya, telah dirakit dua buah unit pemurni air hanya sampai kolom resin. Sampai tahap tersebut, ternyata telah mampu mengubah air baku PAM menjadi air yang setara dengan aquades. Kualitas tersebut sudah cukup untuk keperluan rutin termasuk membuat media pertumbuhan bakteri. Bila ditambah dua kolom berikutnya maka sudah layak menjadi air langsung minum.

Keuntungan lain dari penggunaan sistem pemurni air ini adalah penghematan waktu dan energi, karena tidak perlu lagi merebusnya. Untuk keluarga yang terpaksa harus diet garam/mineral karena penyakit jantung atau ginjal misalnya, maka sistem pemurnian air di atas bisa membantu.

Selamat mencoba.

Diakses oleh : arifin_pararaja

 

PAKEM adalah Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan. Disamping metodologi pembelajaran dengan nama atau sebutan “PAKEM”, muncul pula nama yang dikeluarkan di daerah Jawa Tengah dengan sebutan “PAIKEM Gembrot” dengan kepanjangan Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan, Gembira dan Berbobot. Disamping itu melalui program Workstation P4TK-BMTI Bandung tahun 2007, di Jayapura muncul pula sebutan “Pembelajaran MATOA” (diambil dari buah Matoa), kepanjangan Menyenangkan Atraktif Terukur Orang Aktif, yang artinya Pembelajaran yang menyenangkan, Guru dapat menyajikan dengan atraktif/menarik dengan hasil terukur sesuai yang diharapkan siswa(orang) belajar secara aktif .

Active Learning,

Proses belajar dapat dikatakan active learning dengan mengandung :

1. Komitmen (Keterlekatan pada tugas),

Berarti, materi, metode dan strategi pembelajaran bermanfaat untuk siswa(meaningful), sesuai dengan kebutuhan siswa (relevant) dan bersifat pribadi (personal)

2. Tanggung jawab (Responsibility),

Merupakan suatu proses belajar yang memberi wewenang pada siswa untuk krtitis, guru lebih banyak mendengar daripada bicara, menghormat ide-ide siswa, memberi pilihan dan memberi kesempatan pada siswa untuk memutuskan sendiri

3. Motivasi,

Motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik, dengan lebih mengembangkan motivasi intrinsik siswa agar proses belajar yang ditekuninya muncul berdasarkan, minat dan inisiatif sendiri, bukan karena dorongan lingkungan atau orang lain.

Motivasi belajar siswa akan meningkat karena ditunjang oleh pendekatan belajar yang dilakukan guru lebih dipusatkan kepada siswa (Student centred approach), guru tidak hanya menyuapi atau menuangkan dalam ember, tetapi menghidupkan api yang menerangi sekelilingnya, dan bersikap positif kepada siswa.
Active learning bisa dibangun oleh seorang guru yang gembira,tekun dan setia pada tugasnya, bertanggung jawab, motivator yang bijak, berpikir positif, terbuka pada ide baru dan saran dari siswa atau orang tuanya/masyarakat, tiap hari energinya untuk siswa supaya belajar kreatif, selalu membimbing, seorang pendengar yang baik, memahami kebutuhan siswa secara individual, dan mengikuti perkembangan pengetahuan.

Pembelajaran Kreatif

Pembelajaran kreatif adalah kemampuan untuk menciptakan, mengimajinasikan, melakukan inovasi, dan melakukan hal-hal yang artistik lainnya. Dikarakterkan dengan adanya keaslian dan hal yang baru. Dibentuk melalui suatu proses yang baru. Memiliki kemampuan untuk menciptakan. Dirancang untuk mesimulasikan imajinasi.
Kreatifitas adalah sebagai kemampuan (berdasarkan data dan informasi yang tersedia) untuk memberikan gagasan-gagasan baru dengan menemukan banyak kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah, yang menekankan pada segi kuantitas, ketergantungan dan keragaman jawaban dan menerapkannya dalam pemecahan masalah.

Ciri-ciri Kepribadian Kreatif

Berdasarkan survei kepustakaan oleh Supriadi (1985) mengidentifikasi 24 ciri kepribadian kreatif yaitu: (1) terbuka terhadap pengalaman baru, (2) fleksibel dalam berfikir dan merespons; (3) bebas dalam menyatakan pendapat dan perasaan;(4)menghargai fantasi; (5) tertarik kepada kegiatan-kegiatan kreatif; (6) mempunyai pendapat sendiri dan tidak mudah terpengaruh oleh orang lain; (7) mempunyai rasa ingin tahu yang besar; ( toleran terhadap perbedaan pendapat dan situasi yang tidak pasti; (9) berani mengambil risiko yang diperhitungkan; (10) percaya diri dan mandiri; (11) memiliki tanggung jawab dan komitmen kepada tugas; (12) tekun dan tidak mudah bosan; (13) tidak kehabisan akal dalam memecahkan masalah; (14) kaya akan inisiatif;
(15) peka terhadap situasi lingkungan; (16) lebih berorientasi ke masa kini dan masa depan dari pada masa lalu; (17) memiliki citra diri dan stabilitas emosional yang baik; (1  tertarik kepada hal-hal yang abstrak, kompleks, holistik dan mengandung teka-teki; (19) memiliki gagasan yang orisinal; (20) mempunyai minat yang luas; (21) menggunakan waktu luang untuk kegiatan yang bermanfaat dan konstruktif bagi pengembangan diri; (22) kritis terhadap pendapat orang lain; (23) senang mengajukan pertanyaan yang baik; dan (24) memiliki kesadaran etik-moral dan estetik yang tinggi.

Sedangkan Kirton (1976) membedakan ciri kepribadian kreatif kedalam dua gaya berfikir : Adaptors dan innovators. Kedua gaya tersebut merupakan pendekatan dalam mengahadapi perubahan. Adaptors mencoba membuat sesuatu lebih baik, menggunakannya, ada yang menggunakan metode, nilai, kebijakan, dan prosedur. Mereka percaya pada standard dan konsesus yang diterima sebagai petunjuk dalam pengembangan dan implementasi ide-ide baru. Sedangkan innovators suka merekonstruksi masalah, berpikir .

Mencermati pandangan pertama, yang mengartikan kreativitas sebagai kemampuan, maka yang dimaksud kemampuan di sini adalah kemampuan menggunakan gagasan-gagasan atau ide-ide yang dilandasi oleh fakta dan informasi yang akurat dalam memecahkan atau mengatasi suatu masalah, dengan demikian kreativitas dalam pengertian kemampuan hanya mencakup dimensi kognitif. Ciri-ciri kreativitas tersebut belum sepenuhnya menjadi tolok ukur seseorang dapat disebut kreatif. Ciri lain yang harus dikembangkan yaitu ciri afektif menyangkut sikap dan perasaan seseorang, antara lain motivasi untuk berbuat sesuatu.

Penyajian Pembelajaran,

Penyajian dalam pembelajaran ini dapat dilakukan dengan, pemecahan masalah, curah pendapat, belajar dengan melakukan (learning by doing),menggunakan banyak metode yang disesuaikan dengan kontek, kerja kelompok.
Para siswa menyelesaikan permasalahan, menjawab pertanyaan-pertanyaan, memformulasikan pertanyaan-pertanyaan menurut mereka sendiri, mendiskusikan, menerangkan, melakukan debat, curah pendapat selama pelajaran di kelas, dan pembelajaran kerjasama, yaitu para siswa bekerja dalam tim untuk mengatasi permasalahan dan kerja proyek yang telah dikondisikan dan diyakini agar terjadi ketergantungan yang positif dan tanggung jawab individu yang mendalam.

Untuk keberhasilan dalam kegiatan pembelajaran sesuai dengan tujuan yang diharapkan, sebelumnya siswa dilatih cara konsentrasi, ketelitian, kesabaran, ketekunan, keuletan , peningkatan daya ingat serta belajar dengan metode bayangan. Disamping itu siswa dapat melakukan “SSN” (Senyum, Santai dan Nikmat) yang artinnya siswa dapat melakukan dengan senyum (dalam hati) berarti senang dalam proses kegiatan pembelajaran, Santai berarti siswa dapat mengikuti kegiatan pembelajaran tidak tegang/stress serta siswa dapat menikmati kegiatan pembelajaran. Dengan proses tersebut akhirnya siswa dapat menguasai materi sesuai yang diharapkan dengan benar.
Latihan ini dapat dilakukan dengan berbagai macam cara atau dalam bentuk permainan (games), misalnya menghitung huruf “a” pada satu (lebih) paragrap dengan beberapa kalimat, latihan membayangkan diri sendiri

Disamping itu Guru harus selalu memberikan motivasi kepada semua siswa bahwa pelajaran tidak ada yang sulit, semua siswa akan mampu menguasai materi tersebut dengan baik. Hindarilah menakut-nakuti atau menyampaikan, bahwa pelajarannya sangat sulit, hal ini akan mengurangi motivasi siswa untuk belajar, seolah-olah kemampuan otaknya tidak mampu untuk menerimanya/seolah-olah otaknya tertutup untuk menerimanya, karena pelajaran sangat dipandang sulit.

Dan berbagai cara/metode permainan yang dapat bermanfaat bagi perkembangan kemampuan otak siswa.

Diakses oleh : arifin_pararaja

Mungkin Anda pernah merasakan puas bahkan juga merasa bahagia begitu luar biasa saat seseorang yang Anda tolong merasakan juga manfaat pertolongan Anda. Dengan kata lain, Anda sangat bahagia ketika seseorang merasakan juga kebahagiaan atas pertolongan Anda.

Mungkin itulah alasannya kenapa banyak orang melakukan hal-hal serupa meski kadang-kadang pertolongan itu hanya bisa membantu seseorang dalam satu periode waktu saja. Artinya pertolongan Anda tidak memberdayakan orang yang Anda tolong tersebut untuk bisa mengusahakan sendiri kesejahteraannya.

Ambil saja contoh, ketika Anda memberikan uang seribu rupiah atau mungkin hanya dua ratus rupiah kepada anak-anak yang kerap minta-minta di perempatan dekat pemakaman umum karet bivak, Jakarta selatan.

Setelah itu, tentu saja uang yang Anda berikan akan habis dalam tempo sesingkat-singkatnya karena kebutuhan dan keinginan anak-anak ini juga banyak seperti kita.

Alasan yang sama (ingin bahagia) juga kemungkinan besar kita temukan ketika bencana besar melanda Aceh, Yogya, Nias, Nabire serta tempat lain-lain dan dalam waktu tidak lama begitu banyak sumbangan datang ke daerah-daerah bencana ini.

Meski kerap banyak juga diselipi motif-motif lain yang tidak begitu murni, pada dasarnya membiasakan diri memberikan sedekah, bantuan, berbuat baik kepada siapa saja merupakan bagian hidup kita dan seolah menjadi kebutuhan. Dan tentu saja, hal ini positif, terkait dengan sifat pengasih.

Cinta atau Kasihan

Dalam sebuah wawancara dengan seorang psikiater dari Phoenix, Amerika Serikat, Howard C. Cutler, MD, tokoh spiritual Tibet, Dalai Lama, menuturkan, sifat pengasih secara kasar dapat didefinisikan sebagai sikap mental yang tidak mengandung kekerasan, tidak mengandung bahaya dan tidak agresif.

Sikap mental ini, lanjut Dalai Lama, didasarkan pada keinginan agar orang lain dibebaskan dari penderitaan mereka dan dikaitkan dengan suatu rasa komitmen, tanggung jawab dan hormat kepada orang lain.

Namun, ketika kita bicara mengenai sifat pengasih ini, kerap ada bahaya mencampuradukkan sifat pengasih ini dengan keterikatan. Menurut Dalai Lamai, bila kita bicara tentang sifat pengasih, kita harus bedakan antara dua macam cinta atau rasa kasihan.

Ada sikap kasih yang diwarnai dengan keterikatan atau pamrih entah itu ingin dikenal sebagai orang baik, bingung mencari cara bagaimana menghabiskan uang, atau alasan tanggung jawab moral, merasa sebagai kewajiban, keinginan untuk mengendalikan seseorang atau menyayangi seseorang agar orang itu balas menyayangi kita.

Kasih seperti inilah yang tidak utuh dan melenceng dari makna sejati. “Relasi yang didasarkan pada kasih seperti ini tidak akan stabil dan akan menjurus pada keterikatan emosional. Begitu ada perubahan sedikit, rasa kasih itu akan menguap,” jelas Dalai Lama.

Kasih sejati, itu bebas dari keterikatan. Kasih semacam ini tidak didasarkan pada kenyataan bahwa orang ini atau orang itu baik kepada saya. Kasih seperti ini didasarkan pada pola pikir bahwa semua orang mempunyai hasrat bawaan untuk bahagia dan mengatasi penderitaannya, seperti saya sendiri.

“Jadi, kasih sejati tidak peduli apakah orang lain yang kita tolong itu teman atau musuh,” jelas Dalai Lama. Dalam sebuah perkawinan, misalnya, unsur keterikatan emosional memang ada. Tetapi jika unsur kasih sejati dikembangkan yang didasarkan pada sikap saling hormat sebagai sesama manusia, perkawinan berpeluang untuk langgeng. Sebaliknya bila keterikatan emosional itu tidak diiringi dengan kasih sejati, perkawinan tidak akan menetap dan cenderung mudah berakhir.

Dengan lain kata, untuk bisa berbuat baik, melakukan tindakan kasih, perlu ada upaya. Tidak setiap orang bisa dengan mudah melakukannya. Perlu pembiasaan diri. Itu artinya mencintai pun perlu dibiasakan. “Kita ini manusia yang sedang belajar mencinta,” jelas Dalai Lama. Hanya Tuhanlah yang satu-satunya bisa mengatakan aku mencintaimu. Artinya kita hanya layak mengatakan aku sedang belajar mencintaimu. Sekarang tinggal keputusan kita, mau mengembangkannya atau tidak.

Dampak Positif Berbuat Baik

Agar pengembangan sikap kasih ini memiliki makna lain akan saya beritahukan satu hal penting. Beberapa tahun belakangan ini ada beberapa penelitian yang mendukung gagasan bahwa mengembangkan sikap kasih dan peduli akan kesejahteraan orang lain (doing good-berbuat baik) berdampak positif pada kesehatan, baik fisik maupun emosi si pelakunya.

Salah satu penelitian mengenai altruisme yang cukup lengkap dilakukan oleh Allan Luks dan didokumentasikan dalam sebuah buku yang terbit tahun 1991 berjudul The Healing Power of Doing Good: The Health and Spiritual Benefits of Helping Others.

Luks adalah mantan direktur eksekutif dari The Institute for The Advancement of Health dan juga direktur eksekutif dari Big Brothers/Big Sisters of New York City.

Penelitian yang dilakukan Luks melibatkan setidaknya 3000 sukarelawan dari segala umur di lebih dari 20 organisasi yang tersebar di Amerika Serikat. Luks mengirimkan 17 pertanyaan kepada para sukarelawan ini dan menanyakan apa yang mereka rasakan ketika melakukan perbuatan baik itu.

Sekitar 3296 survei kembali ke Luks. Setelah dianalis dengan komputer, Luks melihat dengan jelas hubungan sebab akibat antara menolong orang lain dan tingkat kesehatan. Singkatnya, Luks menyimpulkan “Menolong orang lain, memberi sumbangan bagi terpeliharanya kesehatan kita dan ini dapat mengurangi efek penyakit dan kekacauan serius maupun ringan, baik secara psikologis maupun fisik.”

Para sukarelawan ini bersaksi bahwa mereka merasakan aliran gairah eforia yang diikuti dengan periode rasa tenang dan bahagia setelah menjalankan aktivitas sosial. Perasaan ini, yang disebut Luks sebagai “helper’s high” melibatkan sensasi-sensasi yang sangat kuat mengindikasikan adanya penurunan tingkat stres dan melepaskan pembunuh rasa sakit alamiah dalam tubuh yang disebut endorphin. Awal munculnya gairah ini kemudian diikuti dengan periode kondisi emosional yang sangat tenang dalam waktu yang cukup lama

Penurunan tingkat stres ini bagi para sukarelawan dianggap sebagai sesuatu yang sangat penting bagi meningkatnya kesehatan mereka. Faktanya, lebih dari 90 persen sukarelawan ini melaporkan keadaan ini.

Lebih dari itu Luks menyatakan “Pada titik ini kita mesti memahami bahwa berbedanya status pikiran sangat memengaruhi sistem kekebalan tubuh,” Kita tahu sistem imun merupakan senjata tubuh dalam melawan tumbuhnya tumor. Namun, dalam penelitian ini belum ada bukti yang memadai bahwa ada hubungan antara kebiasaan berbuat baik ini dengan kemampuan tubuh dalam mencegah atau bahkan melawan kanker yang tumbuh dalam diri seseorang.

Di sisi lain, ternyata ada juga penelitian-penelitian yang membuka jalan ke arah kemungkinan pencegahan kanker. Kebiasaan berbuat baik, menurut penelitian ini disebutkan mampu mengondisikan seseorang berada dalam emosi yang stabil dan mengurangi stres, dengan demikian memperlambat pertumbuhan kanker.

Penelitinya, Sandra Levy menemukan bahwa kegembiraan yang penuh bagi para wanita penyandang kanker payudara sangat bermanfaat karena memampukan para wanita ini bertahan hidup. Membantu orang lain meningkatkan rasa bahagia dan mengurangi perasaan sendirian yang mengakibatkan seseorang menjadi tidak sehat.

Jadi, mudahkan kalau mau sehat. Silakan berbuat baik pada siapa saja. dan Anda pun akan bahagia… dan juga sehat!

Diakses oleh : arifin_pararaja

 

 

 

Judul artikel ini mungkin sedikit aneh…berbuat baik kok menyesal? Bukankah biasanya penyesalan hanya dilakukan oleh orang2 yg berbuat salah/kejahatan? Sementara orang yg berbuat baik, biasanya malah bersuka cita karena sudah bermanfaat dan menolong orang lain?

Memang betul, PADA UMUMNYA dan YANG SERING KITA TEMUI, penyesalan dilakukan oleh orang2 yg berbuat salah/kejahatan. Namun, beberapa waktu terakhir ini, aku temui banyak sekali cerita dari teman-temanku, serta dari hasil ‘blogwalking’ ke beberapa blog (sekedar mampir, namun tidak banyak memberikan komentar) yg isinya mereka menyesal karena telah berbuat baik, yakni membantu orang lain.

Sebagai contoh ada yg menyesal karena memberikan uang kepada pengemis, yg ternyata pengemis tersebut sebenarnya bersandiwara. Ada juga yg menyesal karena menyumbang kepada panitia pembangunan masjid, yg ternyata ditengarai para panitia pembangunan masjid itu lebih banyak menggunakan uang sumbangan untuk kepentingan pribadi. Ada juga yg menyesal karena ’salah’ memberikan uang untuk menyumbang…semula dia bermaksud memberikan receh (500 atau 1000an), namun ternyata yg dimasukkan malah uang 5000. Bahkan ada yg menyesal membantu orang lain mendapatkan pekerjaan, karena ternyata setelah orang tersebut sukses malah menyakitinya. Dan masih banyak cerita2 yg intinya mereka menyesal karena telah berbuat baik. *alamat blog dan pelaku penyesalan tidak ditampilkan, untuk menghindari fitnah dan ghibah*

Mungkin anda juga pernah mengalami hal yg sama, menyesal karena telah berbuat baik…mungkin anda punya cerita tersendiri mengenai hal ini.

Saudara-saudaraku…aku hanya ingin mengingatkan dan menyadarkan serta menggugah anda-anda semua…JANGANLAH MENYESAL KARENA TELAH BERBUAT BAIK.

Yakinlah, ALLOH SWT akan selalu mencatat dan memperhitungkan setiap kebajikan yg anda lakukan, seperti halnya kejahatan yg juga (barangkali pernah) anda lakukan. Anda tidak yakin bahwa kebajikan anda akan diperhitungkan dan dicatat oleh ALLOH SWT? Mari kita perhatikan surat Al Anbiya(21):47,“Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan.”

Perhatikan juga surat Luqman(31):16,“(Lukman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.”

Ayat pada surat Luqman sedikit berbeda dg ayat pada Al Anbiya. Jika pada (21):47 jelas2 dituliskan PAHALA, yg berarti KEBAJIKAN, maka pada (31):16 maknanya lebih luas…balasan akan diberikan baik pada perbuatan baik ataupun kejahatan.

Dengan demikian, JANGAN MENYESAL KARENA TELAH BERBUAT BAIK, karena kebajikan yg telah anda lakukan (jika dilandasi niat ikhlas, yakni hanya mengharap ridho ALLOH SWT) insya ALLOH akan dicatat oleh-Nya dan akan diperhitungkan di akhirat kelak. Sementara kejahatan/balasan keburukan yg dilakukan oleh orang yg menerima kebaikan anda, itu berarti dia juga telah ‘meminta’ ALLOH SWT agar mencatat dan memperhitungkannya di hari kiamat kelak.

Jika saudaraku menyesal karena telah berbuat baik, maka sesungguhnya nilai/kadar pahala anda akan berkurang, karena keikhlasannya sudah menurun. Orang yg ikhlas berbuat kebajikan, dia tidak akan peduli dengan balas budi, imbal jasa, bahkan tidak akan peduli dg kejahatan yg menimpa dirinya.

Rasululloh SAW sendiri sudah mencontohkan, bahwa ada seorang tetangga beliau, yg kafir, senantiasa melempar kotoran dan mengganggu beliau dengan perbuatan-perbuatan yg tidak menyenangkan. Namun, ketika dia sakit, justru Rasululloh SAW yg pertama kali menjenguknya. Akhirnya tetangga tersebut masuk Islam karena terkesan dg kebajikan yg dicontohkan beliau.

Contoh dari Rasululloh SAW sendiri justru LEBIH mengagumkan. Beliau tidak mengusik tetangga kafir tersebut, bahkan malah diprovokasi dan diagitasi. Namun, Rasululloh SAW justru membalas kejahatan dg kebajikan.

So, saudara-saudaraku, marilah kita (makin) sering berbuat baik…dan JANGAN menyesal untuk setiap perbuatan baik yg kita lakukan.

Diakses oleh : arifin_pararaja

Kita semua pasti kenal tokoh si Untung di komik Donal Bebek. Berlawanan dengan Donal yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan untung terus. Ada saja keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh bebek yang di Amerika bernama asli Gladstone ini. Betapa enaknya hidup si Untung. Pemalas, tidak pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donal. Jika Untung dan Donal berjalan bersama, yang tiba-tiba menemukan sekeping uang dijalan, pastilah itu si Untung. Jika Anda juga ingin selalu beruntung seperti si Untung, dont worry, ternyata beruntung itu ada ilmunya.

Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang2 beruntung dengan yang sial. Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesan nya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.

Misalnya, dalam salah satu penelitian the Luck Project ini, Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada dua kelompok tadi. Orang2 dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja! Lho kok bisa?

Ya, karena sebelumnya pada halaman ke dua Wiseman telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi “berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di koran ini”. Kelompol sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung gambar. Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah2 koran, Wiseman menaruh pesan lain yang bunyinya: “berhenti menghitung sekarang dan bilang ke peneliti Anda menemukan ini, dan menangkan $250!” Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi! Memang benar2 sial.

Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya “scientific” ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:

1. Sikap terhadap peluang.

Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang. Bagaimana hal ini dimungkinkan?

Ternyata orang-orang yg beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalam an baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan- kemungkinan baru.

Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New York hendak menjual toko permata nya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di sebelahnya: “Mr. Buffet!” Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber berpikir lain. Ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet, salah seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permata nya. Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya, dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet. Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg. Betul-betul beruntung.

2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan.

Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan “hati nurani” (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih. Angka-angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari “gut feeling”. Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan. Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam.

Banyak teman saya yang bertanya, “mendengarkan intuisi” itu bagaimana? Apakah tiba2 ada suara yang terdengar menyuruh kita melakukan sesuatu? Wah, kalau pengalaman saya tidak seperti itu. Malah kalau tiba2 mendengar suara yg tidak ketahuan sumbernya, bisa2 saya jatuh pingsan.

Karena ini subyektif, mungkin saja ada orang yang beneran denger suara.

Tapi kalau pengalaman saya, sesungguhnya intuisi itu sering muncul dalam berbagai bentuk, misalnya:

- Isyarat dari badan. Anda pasti sering mengalami. “Gue kok tiba2 deg-deg an ya, mau dapet rejeki kali”, semacam itu. Badan kita sesungguhnya sering memberi isyarat2 tertentu yang harus Anda maknakan. Misalnya Anda kok tiba2 meriang kalau mau dapet deal gede, ya diwaspadai saja kalau tiba2 meriang lagi.

- Isyarat dari perasaan. Tiba-tiba saja Anda merasakan sesuatu yang lain ketika sedang melihat atau melakukan sesuatu. Ini yang pernah saya alami. Contohnya, waktu saya masih kuliah, saya suka merasa tiba-tiba excited setiap kali melintasi kantor perusahaan tertentu. Beberapa tahun kemudian saya ternyata bekerja di kantor tersebut. Ini masih terjadi untuk beberapa hal lain.

3. Selalu berharap kebaikan akan datang.

Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er terhadap kehidupan. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain. Coba saja Anda lakukan tes sendiri secara sederhana, tanya orang sukses yang Anda kenal, bagaimana prospek bisnis kedepan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.

4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik.

Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi baiknya. Dalam salah satu tes nya Prof Wiseman meminta peserta untuk membayangkan sedang pergi ke bank dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka. Reaksi orang dari kelompok sial umunya adalah: “wah sial bener ada di tengah2 perampokan begitu”. Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: “untung saya ada disana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapet duit”. Apapun situasinya orang yg beruntung pokoknya untung terus.

Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.

Sekolah Keberuntungan.

Bagi mereka yang kurang beruntung, Prof Wiseman bahkan membuka Luck School.
Latihan yang diberikan Wiseman untuk orang2 semacam itu adalah dengan membuat “Luck Diary”, buku harian keberuntungan. Setiap hari, peserta harus mencatat hal-hal positif atau keberuntungan yang terjadi.

Mereka dilarang keras menuliskan kesialan mereka. Awalnya mungkin sulit, tapi begitu mereka bisa menuliskan satu keberuntungan, besok-besoknya akan semakin mudah dan semakin banyak keberuntungan yg mereka tuliskan.

Dan ketika mereka melihat beberapa hari kebelakang Lucky Diary mereka, mereka semakin sadar betapa beruntungnya mereka. Dan sesuai prinsip “law of attraction”, semakin mereka memikirkan betapa mereka beruntung, maka semakin banyak lagi lucky events yang datang pada hidup mereka.

Jadi, sesederhana itu rahasia si Untung. Ternyata semua orang juga bisa beruntung. Termasuk termans semua.

Siap mulai menjadi si Untung?

Diakses oleh : arifin_pararaja

 

Hati hanya akan tenteram bila kita selalu membuat kebaikan (LAO TSE)

Perbantahan itu menyesatkan hati dan mempusakai kedengkian (MALIK BIN ANAS)
Sabar itu kunci syurga karena itu sifat mulia (MARAH RUSLI)

Bukan kekayaan bukan pula kemegahan yang memberi kebahagiaan manusia (LA FONTAINE)

Orang jarang mengalami kegagalan bila ia keras terhadap dirinya (KONG FU TSE)

Jangan puas dengan apanya akan tetapi berusahalah belajar mengetahui bagaimana     (LA ROUCHEFOUCAULD)

Kekurangan kesempatan selalu dikadikan alasan oleh orang lemah (MARDEN)
Rasa isi selalu bertahan lebih lama daripada kebahagiaan orang yang kita irikan            

(LA ROUCHEFOUCAULD)

Orang yang berbudi tinggi justru karena ia tidak pernah mempamerkan kebesarannya(LAO TSE)

Kegelisahan dan kecemasan adalah penyakit dan kadang-kadang merupakan kejahatan(MARDEN)
Hanya orang yang tahu mengabdi patut menjadi pemimpin (LAO TSE)

Bila anda memahami lebih banyak orang, anda dapat memahami diri sendiri (KUBROCK)
Belajar tanpa berpikir tidak akan ada gunanya, berfikir tanpa belajar adalah berbahaya(KONG FU TSE)

Jangan kecewa bila dunia tidak mengenal anda, tetapi kecewalah bila anda tidak mengenal dunia (KONG FU TSE)

Mencari kawan adalah mudah, tetapi bersatu dan hidup damai adalah sukar (KONG FU TSE)

Barang siapa yang mementingkan diri sendiri akan mendapatkan banyak musuh (KONG FU TSE)

Jika kita mencari hal-hal yang baik kita akan cenderung menemukannya (NORMAN VINCENT)
Siapa yang memberi janji-janjinya dengan sembarangan maka jaranglah ia memenuhi janjinya (LAO TSE)

Diakses oeh : arifin_pararaja

Adopted from Harun Yahya

 

Di samping sifat-sifat fisiknya, sifat-sifat kimia air juga sangat sesuai untuk kehidupan. Di antara sifat-sifat kimia air, yang terutama adalah bahwa air merupakan pelarut yang baik: Hampir semua zat kimia bisa dilarutkan dalam air.

Konsekuensi yang sangat penting dari sifat kimia ini adalah mineral-mineral dan zat-zat yang berguna yang terkandung tanah terlarut dalam air dan dibawa ke laut oleh sungai. Diperkirakan lima milyar ton zat dibawa ke sungai setiap tahun. Zat-zat tersebut penting bagi kehidupan laut.

Air juga mempercepat (mengkatalisis) hampir semua reaksi kimia yang diketahui. Sifat kimia air yang penting lainnya adalah reaktivitas kimianya ada pada tingkat yang ideal. Air tidak terlalu reaktif yang membuatnya berpotensi merusak (seperti asam sulfat) dan tidak juga terlalu lamban (seperti argon yang tidak bereaksi kimia). Mengutip Michael Denton: “Tampaknya, seperti semua sifatnya yang lain, reaktivitas air ideal baik bagi peran biologis maupun geologisnya.”

Detail lain tentang kesesuaian sifat-sifat kimia air untuk kehidupan selalu terungkap ketika para peneliti menyelidiki zat tersebut lebih jauh. Harold Morowitz, seorang profesor biofisika dari Universitas Yale, menyatakan:

Beberapa tahun ke belakang telah menyaksikan studi yang berkembang tentang sebuah sifat air yang baru dipahami (yaitu, konduktansi proton) yang ternyata hampir unik bagi zat tersebut, merupakan unsur kunci transfer energi biologis, dan tentu saja penting bagi asal usul kehidupan. Semakin dalam dipelajari, semakin terkesan sebagian dari kami dengan kesesuaian alam dalam bentuk yang begitu tepat.

Viskositas Ideal Air

Setiap kali kita memikirkan zat cair, bayangan yang terbentuk dalam pikiran kita adalah zat yang sangat cair. Kenyataannya, zat cair yang berbeda memiliki tingkat viskositas (kekentalan) yang berbeda: Kekentalan ter/aspal, gliserin, minyak zaitun, dan asam sulfat, misalnya, sangat bervariasi. Dan jika kita bandingkan zat-zat cair tersebut dengan air, perbedaannya menjadi lebih jelas. Air 10 juta kali lebih cair daripada aspal, 1.000 kali lebih cair daripada gliserin, 100 kali lebih cair daripada minyak zaitun, dan 25 kali lebih cair daripada asam sulfat.

Seperti yang ditunjukkan oleh perbandingan singkat itu, air memiliki tingkat viskositas yang sangat rendah. Bahkan, jika kita mengabaikan beberapa zat seperti eter dan hidrogen cair, air ternyata berviskositas lebih kecil dari apa pun kecuali gas.

Apakah kekentalan air yang rendah menguntungkan bagi kita? Akan berbedakah keadaan jika zat cair vital ini memiliki kekentalan lebih besar atau lebih kecil? Michael Denton menjawabnya untuk kita:

Kesesuaian air akan berkurang jika kekentalan air lebih rendah. Struktur sistem kehidupan akan bergerak jauh lebih acak di bawah pengaruh gaya-gaya deformasi jika kekentalan air sama rendahnya dengan hidrogen cair…. Jika kekentalan air sangat lebih rendah, struktur yang rawan akan mudah dikacaukan… dan air tidak akan mungkin mendukung struktur mikroskopik rumit yang permanen. Arsitektur molekular sel yang rawan mungkin tidak akan bertahan.

Jika kekentalan lebih tinggi, gerak terkontrol makromolekul yang besar dan terutama struktur seperti mitokondria dan organel-organel kecil tidak akan mungkin, demikian pula proses-proses seperti pembelahan sel. Semua aktivitas penting sel akan membeku dengan efektif, dan jenis-jenis kehidupan seluler yang jauh menyerupai yang biasa kita kenal akan tidak mungkin ada. Perkembangan organisme yang lebih tinggi, yang secara kritis bergantung pada kemampuan sel untuk bergerak dan merangkak dalam fase embriogenesis, pasti tidak mungkin terjadi jika kekentalan air sedikit saja lebih tinggi dari kekentalan normal. Kekentalan air yang rendah tidak hanya penting untuk gerak seluler, namun juga untuk sistem sirkulasi.

Semua makhluk hidup dengan ukuran tubuh lebih dari seperempat milimeter memiliki sistem sirkulasi pusat. Hal ini karena pada ukuran lebih dari itu, tidak mungkin makanan dan oksigen didifusikan ke seluruh tubuh organisme. Artinya, makanan dan oksigen tidak bisa lagi masuk secara langsung ke dalam sel, dan produk sampingannya pun tidak bisa dibuang begitu saja. Ada banyak sel dalam tubuh sebuah organisme, karenanya oksigen dan energi yang diambil tubuh perlu didistribusikan (dipompa) ke tubuh melalui “saluran”; dan saluran lain diperlukan pula untuk mengangkut buangan. “Saluran” ini adalah pembuluh vena dan arteri dalam sistem sirkulasi. Jantung adalah pompa yang menjaga sistem ini agar terus bekerja, sementara zat yang dibawa melalui “saluran” itu adalah cairan yang kita sebut “darah”, yang sebagian besar merupakan air, (95 % dari plasma darah-materi yang tersisa setelah sel darah, protein, dan hormon telah dikeluarkan-adalah air.)

Itulah sebabnya kekentalan air sangat penting agar sistem sirkulasi berfungsi efisien. Jika air memiliki kekentalan seperti aspal misalnya, pasti tidak ada jantung organisme yang dapat memompanya. Jika air memiliki kekentalan minyak zaitun, yang lebih kecil seratus juta kali daripada aspal, jantung mungkin bisa memompanya, namun akan sangat sulit dan darah tidak akan pernah bisa mencapai miliaran kapiler di seluruh pelosok tubuh kita.

Mari kita cermati kapiler-kapiler tersebut. Tujuannya adalah membawa oksigen, makanan, hormon, dan lain-lain yang penting bagi kehidupan ke setiap sel di seluruh tubuh. Jika sebuah sel berjarak lebih dari 50 mikron (satu mikron adalah satu milimeter dibagi seribu) dari kapiler, maka sel tersebut tidak bisa memanfaatkan “layanan” kapiler. Sel dengan jarak 50 mikron dari kapiler akan mati kelaparan.

Itulah sebabnya tubuh manusia diciptakan sedemikian rupa sehingga kapilernya membentuk jejaring yang menjangkau semua sel. Tubuh manusia normal memiliki sekitar 5 miliar kapiler yang panjangnya, jika dibentangkan, sekitar 950 kilometer. Pada sebagian mamalia, ada sebanyak 3.000 kapiler dalam setiap satu sentimeter persegi jaringan otot. Jika Anda menyatukan sepuluh ribu kapiler terkecil dalam tubuh manusia, hasil jalinannya mungkin setebal isi pensil. Diameter kapiler bervariasi dari 3-5 mikron: sama dengan tiga sampai lima milimeter dibagi seribu.

Jika darah akan menembus jalan sesempit itu tanpa terhambat atau melambat, maka darah harus cair, dan berkat kekentalan air yang rendah, demikian adanya. Menurut Michael Denton, jika kekentalan air sedikit saja lebih besar dari seharusnya, sistem sirkuasi darah sama sekali tidak bermanfaat:

Sistem kapiler akan bekerja hanya jika zat cair yang dipompa melalui seluruh tabungnya memiliki kekentalan yang sangat rendah. Kekentalan rendah sangat penting karena aliran berbanding terbalik dengan kekentalan… Dari sini mudah dilihat bahwa jika kekentalan air memiliki nilai hanya beberapa kali lebih besar dari seharusnya, memompa darah melalui kapiler akan memerlukan tekanan besar, dan hampir semua jenis sistem sirkulasi pasti tidak akan bekerja…Jika kekentalan air sedikit lebih besar, dan kapiler terkecil berdiameter 10 mikron alih-alih 3 mikron, maka kapiler harus memenuhi hampir semua jaringan otot agar dapat menyediakan oksigen dan glukosa dengan efektif. Jelas sekali rancangan bentuk kehidupan makroskopik tidak akan mungkin dan sangat terbatasi…. Maka tampaknya kekentalan air harus demikian adanya agar menjadi perantara yang sesuai bagi kehidupan.

Dengan kata lain, seperti semua sifat lainnya, kekentalan air juga “dirancang khusus” untuk kehidupan. Mencermati kekentalan zat-zat cair berbeda, kita lihat antara satu zat dengan yang lain ada selisih hingga miliaran kali. Di antara miliaran itu hanya ada satu zat cair dengan kekentalan yang diciptakan tepat seperti yang diperlukan: air.

Kesimpulan

Segala sesuatu yang sudah kita ketahui dalam bab ini sejak awal menunjukkan bahwa sifat termal, fisik, kimia, dan kekentalan air tepat seperti seharusnya demi keberadaan kehidupan. Air dirancang begitu sempurna untuk kehidupan, sehingga dalam beberapa kasus, hukum-hukum alam dilanggar demi tujuan tersebut. Contoh terbaik dari hal ini adalah pengembangan yang tidak terduga dan tidak dapat dipahami pada volume air ketika suhunya turun di bawah 4oC: Jika pengembangan tidak terjadi, es tidak akan mengambang, lautan akan membeku menjadi padatan total, dan kehidupan tidak mungkin ada.

Air “begitu tepat” untuk kehidupan, sampai-sampai tidak dapat dibandingkan dengan zat cair lain. Sebagian besar planet ini, dunia dengan atribut lain (suhu, cahaya, spektrum elektromagnetik, atmosfer, permukaan, dan lain-lain) yang semuanya sesuai untuk kehidupan, telah diisi air dengan jumlah tepat untuk kehidupan. Jelaslah bahwa semua itu bukan kebetulan, dan sebaliknya pasti merupakan rancangan yang disengaja.

Untuk menguraikannya dengan cara lain, semua sifat fisik dan kimia air menunjukkan bahwa dia diciptakan khusus untuk kehidupan. Bumi, yang sengaja diciptakan untuk tempat hidup umat manusia, dihidupkan dengan air yang khusus diciptakan untuk membentuk dasar kehidupan manusia. Dalam air, Allah telah memberi kita kehidupan dan dengannya Dia menumbuhkan makanan yang kita makan dari tanah.

Akan tetapi, aspek terpenting dari semua ini adalah bahwa kebenaran ini, yang telah ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern, diungkapkan dalam Al Quran, yang diturunkan kepada umat manusia sebagai petunjuk empat belas abad yang lalu. Mengenai air dan umat manusia, dikemukakan firman Allah dalam Al Quran:

“Dialah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, kurma, anggur, dan segala macam buah-buahan…”

Diakses oleh : arifin_pararaja

Oleh : Arifin

Berdasarkan sudut pandang toksikologi, logam berat dapat dibagi dalam dua jenis. Jenis pertama adalah logam berat esensial, di mana keberadaannya dalam jumlah tertentu sangat dibutuhkan oleh organisme hidup, namun dalam jumlah yang berlebihan dapat menimbulkan efek racun. Contoh logam berat ini adalah Zn, Cu, Fe, Co, Mn dan lain sebagainya. Sedangkan jenis kedua adalah logam berat tidak esensial atau beracun, di mana keberadaannya dalam tubuh masih belum diketahui manfaatnya atau bahkan dapat bersifat racun, seperti Hg, Cd, Pb, Cr dan lain-lain. Logam berat ini dapat menimbulkan efek kesehatan bagi manusia tergantung pada bagian mana logam berat tersebut terikat dalam tubuh. Daya racun yang dimiliki akan bekerja sebagai penghalang kerja enzim, sehingga proses metabolisme tubuh terputus. Lebih jauh lagi, logam berat ini akan bertindak sebagai penyebab alergi, mutagen, teratogen atau karsinogen bagi manusia. Jalur masuknya adalah melalui kulit, pernapasan dan pencernaan.

Berdasarkan daya hantar panas dan listriknya merkuri (Hg) dimasukkan dalam golongan logam. Sedangkan berdasarkan densitasnya, dimasukkan ke dalam golongan logam berat. Merkuri memiliki sifat-sifat :

1.      Kelarutan rendah;

2.      Sifat kimia yang stabil terutama di lingkungan sedimen;

3.      Mempunyai sifat yang mengikat protein, sehingga mudah terjadi biokonsentrasi pada tubuh organisme air melalui rantai makanan;

4.      Menguap dan mudah mengemisi atau melepaskan uap merkuri beracun walaupun pada suhu ruang;

5.      Logam merkuri merupakan satu-satunya unsur logam berbentuk cair pada suhu ruang 25oC;

6.      Pada fase padat berwarna abu-abu dan pada fase cair berwarna putih perak;

7.      Uap merkuri di atmosfir dapat bertahan selama 3 (tiga) bulan sampai 3 (tiga) tahun sedangkan bentuk yang melarut dalam air hanya bertahan beberapa minggu.

Merkuri terdapat sebagai komponen renik dari minyak mineral, dengan bantuan kontinental yang rata-rata mengandung sekitar 80 ppb atau lebih kecil lagi. senyawa-senyawa alkil merkuri lebih tahan urai daripada senyawa alkil atau merkuri anorganik, oleh karena itu senyawa alkil merkuri lebih berbahaya sebagai bahan pencemar. Merkuri masuk ke lingkungan perairan berasal dari berbagai sumber yang timbul dari penggunaan unsur itu oleh manusia seperti buangan laboratorium kimia, batu baterai bekas, pecahan termometer, fungisida kebun, tambal gigi amalgam dan buangan farmasi.

Merkuri yang terdapat dalam limbah atau waste di perairan umum diubah oleh aktifitas mikro-organisme menjadi komponen metil-merkuri (Me-Hg) yang memiliki sifat racun (toksik) dan daya ikat yang kuat disamping kelarutannya yang tinggi terutama dalam tubuh hewan air. Hal tersebut mengakibatkan merkuri terakumulasi baik melalui proses bioakumulasi maupun biomagnifikasi yaitu melalui rantai makanan (food chain) dalam jaringan tubuh hewan-hewan air, sehingga kadar merkuri dapat mencapai level yang berbahaya baik bagi kehidupan hewan air maupun kesehatan manusia yang makan hasil tangkap hewan-hewan air tersebut. Terjadinya proses akumulasi merkuri di dalam tubuh hewan air, karena kecepatan pengambilan merkuri (up take rate) oleh organisme air lebih cepat dibandingkan dengan proses ekresi, yaitu karena metil-merkuri memiliki paruh waktu sampai beberapa ratus hari di tubuh hewan air, sehingga zat ini menjadi terakumulasi dan konsentrasinya beribu kali lipat lebih besar dibanding air disekitarnya.

Bioakumulasi adalah peningkatan konsentrasi suatu zat sepanjang rantai makanan. Berikut ini adalah gambaran bagaimana perjalanan metil-merkuri dari air hingga masuk ke dalam tubuh manusia dan binatang :

1.      Metil-merkuri di dalam air dan sedimen dimakan oleh bakteri, binatang kecil dan tumbuhan kecil yang dikenal sebagai plankton;

2.      Ikan kecil dan sedang kemudian memakan bakteri dan plankton tersebut dalam jumlah yang sangat besar sepanjang waktu;

3.      Ikan besar kemudian memakan ikan kecil tersebut, dan terjadilah akumulasi metil-merkuri di dalam jaringan. Ikan yang lebih tua dan besar mempunyai potensi yang lebih besar untuk terjadinya akumulasi kadar merkuri yang tinggi di dalam tubuhnya;

4.      Ikan tersebut kemudian ditangkap dan dimakan oleh manusia dan binatang, menyebabkan metil-merkuri berakumulasi di dalam jaringannya.

Ikan dapat mengabsorbsi metil-merkuri melalui makanannya dan langsung dari air dengan melewati insang. Oleh karena merkuri terikat dengan protein di seluruh jaringan ikan, termasuk otot, maka tidak ada metoda pemasakan atau pencucian ikan untuk mengurangi kadar merkuri di dalamnya.

Pengaruh langsung pollutan terhadap ikan biasa dinyatakan sebagai lethal (akut), yaitu akibat-akibat yang timbul pada waktu kurang dari 96 jam atau sublethal (kronis), yaitu akibat-akibat yang timbul pada waktu lebih dari 96 jam (empat hari). Sifat toksis yang lethal dan sublethal dapat menimbulkan efek genetik maupun teratogenik terhadap biota yang bersangkutan. Pengaruh lethal disebabkan gangguan pada saraf pusat sehingga ikan tidak bergerak atau bernapas akibatnya cepat mati. Pengaruh sub lethal terjadi pada organ-organ tubuh, menyebabkan kerusakan pada hati, mengurangi potensi untuk perkembang-biakan, pertumbuhan dan sebagainya. Seperti peristiwa yang terjadi di Jepang, dimana penduduk disekitar teluk Minamata keracunan metil-merkuri akibat hasil buangan dari suatu pabrik. Metil-merkuri yang terdapat dalam ikan termakan oleh penduduk disekitar teluk tersebut. Ikan-ikan yang mati disekitar teluk Minamata mempunyai kadar metil merkuri sebesar 9 sampai 24 ppm.

Faktor-faktor yang berpengaruh di dalam proses pembentukan metil-merkuri adalah merupakan faktor-faktor lingkungan yang menentukan tingkat keracunannya. Merkuri yang diakumulasi dalam tubuh hewan air akan merusak atau menstimuli sistem enzimatik, yang berakibat dapat menimbulkan penurunan kemampuan adaptasi bagi hewan yang bersangkutan terhadap lingkungan yang tercemar tersebut. Pada ikan, organ yang paling banyak mengakumulasi merkuri adalah ginjal, hati dan lensa mata.

Toksisitas logam-logam berat yang melukai insang dan struktur jaringan luar lainnya, dapat menimbulkan kematian terhadap ikan yang disebabkan oleh proses anoxemia, yaitu terhambatnya fungsi pernapasan yakni sirkulasi dan eksresi dari insang. Unsur-unsur logam berat yang mempunyai pengaruh terhadap insang adalah timah, seng, besi, tembaga, kadmium dan merkuri.

Keracunan merkuri pertama sekali dilaporkan terjadi di Minamata, Jepang pada tahun 1953. Kontaminasi serius juga pernah diukur di sungai Surabaya, Indonesia tahun 1996. Pengaruh pencemaran merkuri terhadap ekologi bersifat jangka panjang, yaitu meliputi kerusakan struktur komunitas, keturunan, jaringan makanan, tingkah laku hewan air, fisiologi, resistensi maupun pengaruhnya yang bersifat sinergisme. Sedang pengaruhnya yang bersifat linier terjadi pada tumbuhan air, yaitu semakin tinggi kadar merkuri semakin besar pengaruh racunnya. Metil-merkuri diketahui mengganggu perkembangan janin, mengakibatkan cacat lahir pada janin yang ibunya terpajan merkuri.

Pengaruh dari toksisitas merkuri terhadap tubuh antara lain : kerusakan syaraf, termasuk menjadi pemarah, paralisys, kebutaan atau ganguan jiwa, kerusakan kromosom dan cacat bayi dalam kandungan. gejala-gejala ringan akibat keracuna merkuri adalah depresi dan suka marah-marah yang merupakan sifat dari penyakit kejiwaan, sakit kepala, sukar menelan, penglihatan menjadi kabur, daya dengan menurun, merasa tebal di bagian kaki dan tangannya, mulut terasa tersumbat oleh logam, gusi membengkak dan disertai diare, lemah badan, dan cacat pada janin manusia.

Merkuri dengan konsentrasi tinggi kadang kala di dapatkan di perairan dan jaringan ikan yang berasal dari pembentukan ion monoetil merkuri yang larut, CH3Hg+ dan (CH3)2 Hg, oleh bakteri anaerobik di dalam sedimen, merkuri dari senyawa-senyawa ini menjadi pekat di dalam lemak jaringan ikan (penguat biologis) dapat mencapai 103.

Sebagai hasil dari kuatnya interaksi antara merkuri dan komponen tanah lainnya, penggantian bentuk merkuri dari satu bentuk ke bentuk lainnya selain gas biasanya sangat lambat. Proses methylisasi merkuri biasanya terjadi di alam di bawah kondisi terbatas, membentuk satu dari sekian banyak elemen berbahaya, karena dalam bentuk ini merkuri sangat mudah terakumulasi pada rantai makanan. Karena berbahaya, penggunaan fungisida alkylmerkuri dalam pembenihan tidak diizinkan di banyak negara.

 

Diolah dari berbagai sumber.

Ofyar Z Tamin

Departemen Teknik Sipil, Institut Teknologi Bandung

Angkutan umum sering dituduh menjadi penyebab kemacetan pada hampir semua kota besar di Indonesia. Kesemrawutan dan kemacetan lalu lintas di kota Bandung, 75% didominasi oleh angkutan umum. Salah satu penyebab ialah tidak terdapatnya perencanaan rute ‘mendalam’ serta ‘menyeluruh’ yang mencakup semua segi yang terlibat seperti pola tata guna lahan, jaringan jalan, penyebaran penduduk dan kebutuhan pergerakan, sistem operasi, dan tingkat pelayanan. Hal ini jelas menambah permasalahan kemacetan yang ada seperti tumpang tindihnya rute, jumlah armada yang terlalu besar, tingkat pelayanan yang rendah, dan waktu tempuh yang lama yang menyebabkan rendahnya efektifitas, efisiensi, serta pelayanan angkutan umum tersebut. 

Dalam menetapkan rute angkutan umum, pemerintan selama ini belum menemukan perangkat bantu yang dapat dipakai dalam memecahkan masalah yang dipandang cukup rumit dan menyangkut kepentingan umum. Sampai saat ini pemerintah masih menggunakan metode ‘coba-coba’ (trial and error), sehingga studi ini bertujuan menyusun (1) model perencanaan transportasi angkutan umum yang ‘mendalam’ dan ‘menyeluruh’ untuk kota Bandung dan kota-kota lainnya yang memperhitungkan semua segi yang terlibat di dalamnya, dan (2) model perencanaan transportasi angkutan umum yang berlaku ‘umum’ (general) serta dapat diterapkan langsung ke kota-kota besar lainnya di Indonesia

Penelitian ini menghasilkan suatu konsep perencanaan rute angkutan umum yang dapat digunakan untuk merencanakan rute optimum angkutan umum. Konsep tersebut terdiri atas gabungan beberapa metode analisis (matematis dan grafis) yang harus dilakukan secara berurutan sebagai berikut: (1) metode analisis optimasi dilakukan dengan bantuan suatu paket program MOTORS untuk mendapatkan rute optimum sesuai dengan kriteria yang diinginkan, yaitu terpendek, tercepat, atau termurah, (2) metode analisis superimpos yang menggabungkan segi terkait seperti pola pergerakan penumpang, tata guna lahan, penyebaran penduduk, jaringan jalan, dan daerah pelayanan dengan rute optimum yang dihasilkan metode analisis optimasi, dan (3) metode analisis multikriteria untuk menentukan rute terbaik sesuai dengan user preference, operator, dan pemerintah dengan kinerja evaluasi yang digunakan meliputi waktu tempuh, panjang rute, V/C ratio, dan overlapping route.

Konsep perencanaan rute optimum angkutan umum ini akan dapat meningkatkan efisiensi dan tingkat pelayanan angkutan umum yang ada.  Konsep ini akan menguntungkan semua pihak yang terkait (pemerintah, penumpang, operator/swasta), serta dapat mengurangi tumpang tindih berbagai jenis pelayanan angkutan umum. Meningkatnya pelayanan angkutan umum dalam bentuk luas daerah pelayanan serta waktu tempuh, akan dapat menyebabkan peralihan penggunaan mode transportasi dari kendaraan pribadi ke angkutan umum yang jelas akan meningkatkan efisiensi penggunaan ruang jalan yang ada dan sekaligus mengurangi kemacetan.

Diakses oleh : arifin_pararaja dari Hibah Bersaing II

 

di beritahukan kepada segenap keluarga besar

SMK 3 KIMIA MADIUN dimana saja di santereo Indonesia

mohon dukungan dan partisipasinya, tanggal 24-28 Juni 2008 adek-adek mengikuti lomba kreatifitas di Makasar. bagi alumni yang berdomisili di Makasar ataupun dimana saja, semoga bisa ikut membimbing adek-adek dan juga memberikan motivasi buat kemenangan dan kemajuan SKIMA.

Sebuah talenta jika terpendam apalah gunanya…

Mari kita dukung dan bimbing, motivasi skima-ters adalah semangat buat SMK 3 KIMIA untuk meraih kemenangan dan mengukir sejarah dimasa mendatang.

ayo bersatu, bahu membahu membangun rumah kita yang telah mendidik, mencerahkan hidup kita, membekali ilmu dan pelajaran dan menciptakan kita sebagai manusia-manusia kimia…

hidup  SKIMA-ters…maju terus pantang mundur….

Peningkatan kegiatan perekonomian terutama sektor industri senantiasa menimbulkan dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif tersebut antara lain adalah meningkatnya kesempatan kerja, tingkat ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi secara nasional. Sedangkan dampak negatif adalah menurun-nya kualitas lingkungan yang disebabkan oleh penanganan limbah yang tidak tepat.

Pada dasarnya limbah adalah bahan yang terbuang atau dibuang dari suatu sumber hasil aktivitas manusia maupun proses-proses alam dan atau belum mepunyai nilai ekonomi bahkan dapat mempunyai nilai ekonomi yang negatif. Menurut sumber-nya limbah dapat dibagai menjadi tiga yaitu : (a) limbah domestik (rumah tangga) yang berasal dari perumahan, perdagangan, dan rekreasi; (b) limbah industri; dan (c) limbah rembesan dan limpasan air hujan. Sesuai dengan sumbernya maka limbah mempunyai komposisi yang sangat bervariasi bergantung kepada bahan dan proses yang dialami-nya (Sugiharto, 1987). (lebih…)

Air sangat penting dalam kehidupan manusia, senyawa ionik ini sangat vital eksistensinya dalam berbagai kegunanaan termasuk dunia industri. Kebutuhan akan air yang berkualitas sangat penting akan tetapi kuantitasnya yang memadaipun juga tidak kalah pentingnya. Ini menuntut sinergi teknologi yang compatible untuk menangani permasalahan air yang kian hari kualitas dan kuantitasnya menurun.

Air tidak bisa dilepaskan fungsinya dari dinamika industri karena hampir di semua industri pasti menggunakan air dalam proses produksinya. Di dalam industri air sangat banyak fungsinya tergantung dari jenis industri dan produk yang dihasilkan. Pada umumnya industri – industri menggunakan air untuk berbagai keperluan seperti pelarut bahan kimia, mengencerkan bahan, umpan boiler, Colling Tower/ Chiller water, pembersihan area produksi, campuran produk, sebagai penunjang dalam fungsi kerja alat – alat produksi dan keperluan uji kualitas hasil produk olahan, untuk pemadam kebakaran dan sebagainya. (lebih…)

Tulisan ini memberikan kajian luas menyangkut bioremoval yang melibatkan berbagai jenis mikroorganisme. Bioremoval didefinisikan sebagai terakumulasi dan terkonsentrasinya zat polusi (pollutant) dari suatu cairan oleh material biologi, selanjutnya melalui proses rekoveri material ini dapat dibuang dan ramah terhadap lingkungan. Berbagai jenis mikroorganisme yang kapasitasnya sebagai material biologi diketahui dapat mengakumulasi logam berat dalam jumlah besar. Phenomena ini dapat digunakan sebagai dasar pengembangan proses bioremoval sehingga berpotensial dan layak secara ekonomis diaplikasikan pada teknologi removal dan proses rekoveri ion logam berat dari suatu cairan tercemar. Pemilihan yang terbaik dari beberapa variable dan parameter fundamental dasar desain dan operasi sangat dibutuhkan untuk mendapatkan aplikasi terbaik bagi proses bioremoval dalam merekoveri logam berat. Dalam hal ini penggunaan proses immobilisasi mikroorganisme sangat layak dan menjanjikan beberapa kelebihan-kelebihan. Teknologi yang melibatkan mikroorganisme dalam mengatasi permasalahan lingkungan masih dalam pengembangan dan masih banyak pekerjaan yang dibutuhkan ke arah itu. Hanya penelitian-penelitian dan kajian-kajian yang berkesinambungan dapat menentukan proses terbaik untuk menjawab permasalahan ion logam berat di lingkungan. (lebih…)

Kemajuan di bidang industri di masa sekarang ini mengakibatkan banyaknya aktivitas manusia yang menyebabkan tekanan di sekitarnya meningkat. Pertambahan jumlah industri dan penduduk membawa akibat bertambahnya beban pencemaran yang disebabkan oleh pembuangan limbah industri dan domestik.

Pencemaran logam berat merupakan suatu proses yang erat hubungannya dengan penggunaan logam tersebut oleh manusia. Keberadaan logam berat dalam lingkungan berasal dari dua sumber. Pertama dari proses alamiah seperti pelapukan secara kimiawi dan kegiatan geokimiawi serta dari tumbuhan dan hewan yang membusuk. Kedua dari hasil aktivitas manusia terutama hasil limbah industri. Dalam neraca global, sumber yang berasal dari alam sangat sedikit dibandingkan pembuangan limbah akhir di laut. (lebih…)

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek yang penting dalam aktivitas dunia industri. Relativitas kadar penting tidaknya akan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) ini tergantung pada seberapa besar pengaruhnya terhadap subjek dan objek itu sendiri. K3 menjadi wacana industri abad ini setelah ditemukannya teori – teori yang representative yang mendukung akan improvisasi dalam konteks keselamatan dan manajemen resiko yang muncul dalam kegiatan industri yang lebih luas.

Meninjau kembali literatur – literatur yang telah dikenal dan diterapkan mengenai studi kasus dalam masalah K3 dimana kesempurnaan metoda dan penerapan yang penuh komitmen dan konsistensi penuh dari semua pihak masih banyak diharapkan. Kendala – kendala makro seperti costibility dan understanding sering kali banyak ditemui dilapangan akan tetapi tidak berarti pula bahwa program K3 tidak berjalan, ini menuntut komitmen dan kesadaran pada masing – masing pihak. (lebih…)

Air bersih dan sanitasi yang baik merupakan elemen penting yang menunjang kesehatan manusia. Namun sayangnya pemenuhan akan kebutuhan tersebut belum sepenuhnya berjalan dengan baik di beberapa belahan dunia. Menurut temuan terbaru WHO, lebih dari 1,1 milyar orang pada wilayah pedesaan dan perkotaan kini kekurangan akses terhadap air minum dari sumber yang berkembang dan 2,6 milyar orang tidak memiliki akses terhadap sanitasi dasar.

Demikian juga yang dikatakan Municipal Water Services Advisor Environmental Services Program USAID Foort Bustran dalam lokakarya Sanitation Strategic Planning di Jakarta. “Berdasar data tahun 2000, ada 31 persen rumah tangga tanpa fasilitas septic tank, tanpa akses sanitasi sama sekali mencapai 26 persen, menggunakan fasilitas publik 19 persen.Sedangkan yang memiliki septic tank pribadi hanya 23 persen, dan hanya 1 persen yang memiliki jaringan pipa pembuangan yang memenuhi persyaratan. (lebih…)

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), memiliki prospek bagus untuk mengurangi angka pengangguran di Indonesia. Sehingga, berkembangnya jumlah SMK baik SMK negeri maupun swasta, layak disambut positif banyak pihak. Hanya saja, orientasi SMK seyogianya diubah, dengan menekankan pula pemberian materi entrepreneur atau kewirausahaan. Sehingga, lulusan SMK nanti jangan sampai hanya menghasilkan ‘tukang’, namun harus juga pintar me-masarkan produknya. Hal ini disampaikan oleh pengusaha, pimpinan Mirota Batik & Kerajinan, Hamzah Hendro Sutikno, kepada KR, Minggu (13/4).

Hamzah HS mengamati, banyak produk karya lulusan SMK cukup bagus dan sebenarnya marketable. Hanya saja, kalau tak dibekali dengan pengetahuan dan wawasan entrepreneur, dikhawatirkan lulusan SMK itu masih berorientasi menjadi tukang atau pegawai, dengan mencari kerja. “Padahal, dengan modal keterampilan optimal mereka selama sekolah di SMK, mereka bisa menjadi wirausaha, membuka usaha sendiri dengan menciptakan produk kerajinan atau barang-barang fungsional yang sederhana dan murah,” katanya. Sebut saja lulusan STM jurusan listrik, bisa menciptakan radio sederhana, atau pun lulusan SMK jurusan kriya, bisa membuat produk kerajinan dan kemudian dipasarkan. Kalau ini bisa berkembang, bukan hanya menjadi wirausaha, namun justru menampung karyawan yang berarti ikut membantu mengatasi pengangguran.

Dari hasil pengamatan di beberapa pameran produk hasil karya siswa SMK, termasuk yang beberapa kali dipamerkan di Griya KR, terbukti kualitasnya cukup bagus dan banyak diminati masyarakat. Sehingga ketika produk itu sedikit dipoles dan dipasarkan pasti akan laku. Hamzah HS yang pernah mengajar materi kewirausahaan di LPK PAPMI dan sekarang juga diminta memberikan materi pada peserta pendidikan program kerja sama Ciputra Foundation dan UGM, menyatakan mengajarkan cara berdagang bagi siswa SMK sangat bagus.

Karena, saat ini sudah banyak perguruan tinggi memberikan bekal materi kewirausahaan pada lulusannya sebelum diwisuda. “Kalau materi kewirausahaan diberikan sejak SMA lebih bagus lagi, khususnya untuk siswa SMK,” tambahnya. Dengan menjadi wirausaha, sekaligus melatih inovasi dan kreativitas mereka dalam memasuki dunia kerja dan mengatasi persaingan bisnis. (Rsv)-k

Diakses oleh : arifin_pararaja

“Ayah, ada seekor singa dan seekor serigala dibawah sana, merekalah yang selalu mencuri ternak-ternak kita”

Sang ayah akhirnya membidikan senjatanya ke singa itu, namun serigala melihat mereka dan serigala melompat kearah singa, “Dor!” sang serigalalah yang terkena peluru itu. Namun singa dan serigala masih bisa berlari menjauh dari mereka. Lama kelamaan sang serigala hanya bisa berjalan. Si singa membawa serigala ke sebuah goa yang dimana anak-anak singa tinggal disana.
“kawanku, kamu sulit bertahan tuk hidup di hutan yang ganas ini, karena kaki mu pincang biarlah aku yang mencarikan makanan buat mu, tapi tolong jaga anak-anakku”
Sang singa setiap pagi pergi mencari makanan dan setiap sore membawa mangsanya ke gua itu, serigala yang pincang ikut menikmati makanan mereka”
“Anak-anakku, ini cerita tentang persahabatan, namun ada makna lain yang harus kita ambil, Bisakah salah satu dari kalian menjelaskan hikmah dari cerita ini?” tanya sang guru.
“Pak ! lihat serigala itu meski tidak bisa berlari tuk berburu makanan Allah tetap memberi dia makanan, Ya … kita tidak perlu takut dengan rizki yang AlLah berikan. Ketika pintu yang satu tertutup, pintu yang lain terbuka, jangan pernah berputus asa dengan rizki kita”
“Anak-anakku betul apa yang dijelaskan Aghni tadi, temanmu Aghni bisa mengambil hikmah cerita ini dengan baik”
“Anak-anakku, aku mendidikmu, orangtuamu membesarkanmu, dan Allah menurunkan Al-Qur’an untukmu adalah supaya kamu senantiasa dalam hidup ini mengambil peran sang singa, usahakan kamu jangan jadi serigala itu, jadilah sang singa yang hidupnya senantiasa memberi, memberi dan terus memberi. “Bukankah sebelum kaki melangkah Allah telah mengampuni dosa-dosa kita, ketika kita keluar rumah tuk mencari rizki buat keluarga kita”
“Anak-anakku ingat selalu kebiasaan memberi adalah pilihan terbaik hidup kita, karena semakin banyak dan sering kita memberi semakin banyak dan besar kebahagian kita. Kesuksesan kita ditentukan oleh kebiasaan kita dalam memberi”
“God has given us two hands, one to receive with and the other to give with. we are not cisterns made for hoarding, we are channels made for sharing, but we are happy to give something” Gary Bradshaw“You can achieve anything you want if you help enough people to get what they want” Zig Ziglar“You will succeed if You always add value, wealth happiness to other’s life” Peter Pram“Success by giving is our choice” Anthony Robbins“To make people happy, to get them to find their dreams are my success” Oprah winfreyKesuksesan kita harus jadi kesuksesan banyak orang” Aa gym“belilah kesulitan kita dengan sedekah” AlhaditsMemberi, menolong, mencintai, menghargai dan memahami adalah ritual kebahagian sehari-hari. memberi membuat kita jadi subjek, memberi membuat kita lebih empati, memberi membuat kita lebih menghargai kenapa mereka atau kita harus menerima.
Memberi membuat kita lebih memahami kebahagian hati dan menghargai kehadiran orang-orang yang selalu diberi adalah kesuksesan dalam member. Kita sepantasnya mendidik masyarakat tuk banyak member. Kita juga sepantasnya menghargai yang menerima karena sebenarnya yang kita berikan adalah milik mereka, yang Allah berikan buat mereka lewat tangan kita. Saya yakin tak ada manusia yang tak pernah memberi, semua manusia pernah memberi dan saya sangat yakin yang banyak memberi adalah orang yang paling dicintai oleh Allah. GIVE MORE YOU WILL GET MORE

anynomous,  posted by Dodi – Ryan

Diakses oleh : arifin_pararaja

 

Hibah Bersaing I

MI Sri Wuwuh, I Sumeidiana, E Kurnianto, B Sutiyono, RS Bachoer, E Tantini S, Y Supriondho, dan Soedarsono

Jurusan Produksi Ternak, Universitas Diponegoro

Ternak yang memiliki mutu genetik tinggi, baik untuk sifat produksi maupun sifat reproduksi akan mempunyai tingkat produktivitas lebih tinggi dibandingkan rataan populasi. Domba ekor tipis (DET) ialah komoditas ternak yang akan ditingkatkan mutu genetiknya, karena DET mempunyai pertambahan bobot badan dan sifat prolifik lebih rendah daripada domba ekor gemuk (DEG). Bangsa domba yang akan digunakan untuk memperbaiki mutu genetik DET ialah DEG. Bangsa domba yang akan dikembangkan ialah domba hasil persilangan antara DET dengan DEG. 

Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan mutu genetik sifat produksi dan reproduksi sebagai akibat dari hasil persilangan antara pejantan DEG dengan betina DET, atau sebaliknya, di samping untuk mengetahui keberhasilan penerapan teknologi bioreproduksi pada ternak domba. 

Penelitian ini terdiri dari 5 tahap.  Pada tahap I dilakukan survei di Kabupaten Situbondo, Kota Semarang, dan Kabupaten Semarang yang bertujuan mengetahui sifat produksi dan reproduksi DET dan DEG yang dipelihara oleh masyarakat pedesaan. Data yang diperoleh digunakan sebagai bahan pertimbang-an dalam menentukan ternak yang akan digunakan pada penelitian berikutnya. Hasilnya menunjukkan bahwa ukuran bobot badan, tinggi pundak, panjang, lebar, dan tebal ekor DEG di Kabupaten Situbondo lebih tinggi daripada DET di Kota Semarang maupun Kabupaten Semarang. Pengetahuan peternak akan perkem-bangbiakan dan tatalaksana pemeliharaan cukup baik. Pada umumnya peternak belum memperhatikan masalah bibit.

Penelitian tahap kedua bertujuan mengetahui ciri fenotipe dan sifat reproduksi DEG yang berasal dari Kabupaten Situbondo dan DET dari Kabupaten Semarang. Data yang diperoleh digunakan sebagai dasar pada penelitian tahap berikutnya. Hasilnya menunjukkan bahwa berdasarkan hasil pengamatan ciri fenotipik, DEG dan DET digolongkan sebagai ternak bibit. DEG dan DET mempunyai siklus berahi dan lama berahi yang normal. Mutu semen DEG dan DET memenuhi syarat untuk inseminasi buatan (IB). 

Penelitian tahap ketiga bertujuan mengetahui sifat reproduksi induk generasi-0 (G0) dan penampilan produksi anak domba generasi-1 (G1) hasil persilangan antara betina DEG dan pejantan DET, atau sebaliknya, sampai umur 60 hari. Tujuan lain ialah mengetahui keberhasilan teknologi bioreproduksi yang meliputi penyerempakan berahi dan IB. Hasilnya menunjukkan bahwa induk DEG dan DET mempunyai reproduksi yang normal. Teknologi bioreproduksi yang meliputi penyerempakan berahi dan IB berhasil dengan baik. Anak domba hasil IB antara betina DEG dan pejantan DET, dan sebaliknya, menunjukkan penampilan produksi yang sama sampai dengan umur 60 hari.

Penelitian tahap berikutnya bertujuan mengetahui penampilan sifat produksi dan reproduksi domba G1 umur 3 sampai 12 bulan, dan mengevaluasi penampilan produksi domba generasi-2 (G2) sampai umur 5 bulan. Hasilnya memperlihatkan bahwa mutu genetik sifat produksi dan reproduksi domba G1 meningkat. Pada G1 ternyata domba hasil persilangan antara betina DEG dan pejantan DET, atau sebaliknya, dapat meningkatkan mutu genetik DET untuk sifat bobot badan 6.1% dan 2.4%. Peningkatan mutu genetik untuk sifat pertambahan bobot badan sebesar 8.6% dan 6.4%. Peningkatan mutu genetik untuk volume semen dan penurunan abnormalitas sperma masing-masing sebesar 15.9, 22.8, 41.4% untuk domba hasil persilangan antara betina DEG dan pejantan DET. Sementara domba hasil persilangan sebaliknya memberikan hasil 11.3, 16.6, dan 36.5% untuk sifat yang sama. Peningkatan mutu genetik untuk lama berahi, jumlah korpus luteum, angka kebuntingan, masing-masing sebesar 10.1, 27.8, 10.8, dan 6.67% untuk domba hasil persilangan antara betina DEG dan pejantan DET. Sementara untuk domba hasil persilangan sebaliknya masing-masing 4.6, 5.6, dan 3.1%. Pada G2 peningkatan mutu genetik untuk sifat pertambahan bobot badan 3.46% dan 15.19% untuk domba yang mempunyai komposisi darah 75% DET dan 75% DEG. 

Diakses oleh : arifin_pararaja 

Buat kamu-kamu yang pengen ikutan spmb, berikut ada sedikit tips praktis tentang persiapan menjelang umptn. Sebenarnya kamu-kamu nggak perlu takut ya untuk ikutan spmb, yang penting kita harus mempersiapkan diri untuk menghadapi spmb.

Langkah pertama :

Kalo mau ikutan spmb, ya… Diniatkan yang mantap, jangan setengah hati. Siapkan semua “senjata” serta “perlengkapan perang” untuk menghadapi yang satu ini. Mantapkan tujuan kita pengen masuk kemana, misalnya kedokteran ui, teknik elektro itb, psikologi ugm atau teknik mesin undip. Pertimbangkan pula keadaan ekonomi orang tua, cita-cita, harapan orang tua, serta peluang kerjanya setelah lulus nanti.

Beli atau pinjam soal-soal spmb tahun-tahun terdahulu dari kakak-kakak kelas atau saudara, terus kerjakan soal-soal itu sebanyak mungkin. Karena soal spmb itu mengulang dari soal-soal tahun terdahulu, paling angkanya yang berubah. Oya, dari dulu spmb itu namanya selalu berubah, tapi inti-nya tetap sama. Dulu namanya proyek perintis, skalu, sipenmaru, umptn kemudian spmb.

Juga jangan remehkan mata ujian hari pertama, terutama bahasa indonesia. Rugi lho kalo nilai bhs. Indonesianya kecil, karena itu merupakan tambang nilai di spmb. Minimal bisa 25 soal yang benar.

Langkah kedua :

Kalo bisa ikutan bimbingan belajar alias bimbel, tapi kalo nggak bisa, usahakan untuk mencari referensi lain di luar bimbel, jangan malu minta ajarin sama kakak kelas yang sudah kuliah, bahkan jangan malu juga nanya sama adik kelas yang lebih pintar. Yang penting kan ilmunya bisa diserap.

Langkah ketiga :

Untuk mengukur sejauh mana persiapan dan kemampuan kita, ikut try-out spmb, pasti donk banyak tempat atau instansi di kotamu yang ngadain try-out spmb. So jangan ragu untuk ikutan. Begitu keluar nilai try-out kamu segera cocokkan sendiri dengan passing grade jurusan dan ptn yang akan kamu tuju. Kalo nilainya cukup pilih saja, tapi kalo nggak cukup pilih alternatif lain, misalnya pilih jurusan atau ptn dengan nilai passing grade yang lebih rendah. O,ya untuk bisa mengetahui nilai passing grade jurusan di ptn, bisa dilihat di bimbel atau tanya saja sama teman yang ikutan bimbel. Jangan segan untuk konsultasi ke pengajar bimbel ataupun ke kakak kelas yang pernah lulus umptn.

Langkah keempat :

Jangan lupa untuk selalu meminta petunjuk serta pertolongan dari allah, karena hanya allah yang akan menentukan segalanya. Perbanyak ibadah sunnah, misalnya shalat qiyamul lail, puasa senin kamis, shalat dhuha, dll

Langkah kelima :

Hati-hati dengan masalah teknis pengisian formulir pendaftaran. Pengisian formulir harus tepat dan hati-hati. Tidak boleh kotor, basah, terlipat atau lecek. Karena formulir umptn akan dibaca oleh komputer sehingga hal-hal tsb sangat berpengaruh. Sayang kan…, kalo sampai terjadi “kecelakaan” pada formulir spmb, padahal sebenarnya nilai spmb kamu cukup tinggi.

Langkah keenam :

Jangan lupa untuk survei tempat umptn minimal 2 hari sebelum spmb. Ambil resiko terburuk yaitu mendapatkan meja atau tempat duduk yang kurang memadai. Jadi, siapin semaksimal mungkin. Dan pada malam hari sebelum spmb jangan terlalu banyak belajar ataupun kegiatan berat lainnya, tapi istirahat untuk menenangkan pikiran, agar besoknya bisa segar. Pakailah pakaian yang nyaman, agar tidak menggangu konsentrasi.

Siapkan “senjata-senjata” berikut : minimal 4 mata pensil 2b yang siap pakai, bisa dengan menyerut 2 ujung pensil 2b, penghapus yang bersih, penggaris, klip/penjepit kertas minimal 5 buah, pulpen, tissue/saputangan, alas, jam yang tepat, air minum. O, ya kartu ujian-nya nggak boleh lupa lho…

Kalo bisa datang jangan terlalu kepagian atau terlambat. Kalo kepagian kita bisa be-te nungguin lama, kalo telat kita juga nggak tenang ngerjain soal. Waktu optimalnya kira-kira 15 menit sebelum masuk. Hindari membawa buku yang banyak, karena memberatkan, cukup “senjata” saja yang dibawa. Yakinlah bahwa kamu telah mengisi form nama, nomor ujian dan kode soal dengan benar. Jangan lupa periksa berulang-ulang.

Untuk mengerjakan soal-soal hitungan, pertama bukalah klip pada naskah soal, kemudian pisahkan satu-satu per mata pelajaran, jepit dengan klip/penjepit kertas yang telah kamu siapkan, nah, misalnya untuk mengerjakan soal fisika, dapat menghitung/mencoret-coret pada belakang naskah soal pelajaran lainnya. Lebih mudah khan??

Kerjakanlah soal yang kamu anggap paling mudah terlebih dahulu baru meningkat ke yang sedang kemudian yang sulit, sisakan waktu minimal 15 menit untuk memindahkan ke lembar jawaban. Manfaatkan waktu-waktu “injury time” untuk mengecek terakhir kebenaran form nama, nomor dll serta jawaban pada lembar jawaban komputer. Jangan terburu-buru tapi juga jangan membuang waktu. Hindari pekerjaan yang membuang waktu misalnya menyerut pensil, dsb. Rugi lho.

Setelah selesai ujian, langsung pulang, jangan keluyuran, siapkan untuk hari kedua. Kalo perlu sembunyikan lembaran soal yang kita bawa pulang. Hindari ajakan teman untuk membahas soal atau mengungkit-ungkit tentang umptn, karena akan sangat mengganggu “jiwa” kita. Kecuali kalo sudah “kebal” sih nggak apa-apa. Kalau ketemu teman cukup dengan obrolan yang ringan saja.

Hal-hal yang tak kalah penting dalam pemilihan jurusan

Sebelum memilih jurusan, ada baiknya cari informasi terlebih dahulu agar tidak terjadi penyesalan di kemudian hari. Tanya-tanya sama kakak kelas atau teman, bagaimana kuliahnya, dosennya, fasilitasnya, pergaulannya, ospeknya, biaya kuliahnya, praktikumnya, dll.

 

Sumber : syahril_dian@yahoo.com

Diakses oleh : arifin_pararaja

 

Dilihat dari jenisnya, limbah plastik merupakan komponen ketiga terbanyak yang dibuang setelah limbah organik dan kertas. Meski dari segi jumlah tidak tergolong banyak, limbah plastik merupakan masalah lingkungan yang terbesar karena materialnya tidak mudah diurai oleh alam, baik oleh curah hujan dan panas matahari, maupun oleh mikroba tanah.

Karena ringan, plastik akan cenderung terangkat ke permukaan ketika ditimbun sehingga mengotori lingkungan sekitar. Jika tercecer di badan air, plastik cenderung menyumbat aliran. Bila dibakar akan menimbulkan asap yang membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia.

Dengan kian meningkatnya kebutuhan barang plastik, limbah ini akan menimbulkan masalah yang kian pelik. Hal ini bisa dilihat dari perkiraan kebutuhan plastik 220 juta penduduk Indonesia pada tahun 2003 yang akan mencapai sekitar 1,35 juta ton, menurut Indonesia Plastic Industries.

Material plastik yang sudah dikenal sejak puluhan tahun silam sebagai bahan hasil rekayasa polimer, kini telah muncul dalam berbagai jenis produk mulai dari kantung plastik, tas kresek, sampai komponen berteknologi tinggi seperti barang elektronik, otomotif, dan pesawat terbang. Bahan ini banyak digunakan karena mempunyai banyak sifat unggul, seperti ringan, transparan, tahan air, elastis, dan harganya relatif murah.

Selama ini memang telah ada upaya untuk mendaur ulang plastik yang dilakukan oleh pemulung dan industri pendaur ulang plastik, namun tidak semua limbah tertangani dan beberapa jenis plastik seperti styrofoam dan plastik multilayer belum dapat dimanfaatkan.

Menurut Tomridjo dari Dana Mitra Lingkungan dalam seminar tentang limbah plastik yang diselenggarakan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), belum lama ini daur ulang yang sudah dilakukan adalah menggunakan proses generik, yaitu satu jenis plastik bekas, diproses menghasilkan plastik yang sama, namun sifat fisiknya lebih rendah.

Teknik daur ulang yang lebih baik adalah dengan proses pencampuran, yaitu mencampurkan semua jenis plastik dalam extruder yang melelehkannya pada suhu tertentu kemudian dimasukkan dalam cetakan yang sesuai dengan produk yang diinginkan.

Air superkritis
Mengolah limbah plastik kemudian dicoba dengan air superkritis atau supercritical hydrogen dioxide (ScH2O). Peneliti BPPT Mohamad Yusman dan Tusy A Adibroto dari Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Lingkungan BPPT, pada seminar tersebut mempresentasikan hasil penelitian penggunaan air superkritis ini.

Air pada kondisi superkritis, yaitu di atas suhu 374 derajat Celsius dan tekanan di atas 220 atmosfer memiliki sifat yang berbeda dengan air pada kondisi normal atau suhu kamar dan tekanan atmosfer. Pada kondisi yang superkritis, air mampu melarutkan dan mendekomposisi senyawa organik, termasuk plastik dan gas.

Plastik yang terdekomposisi akan menghasilkan senyawa dasar penyusunnya, yaitu monomer yang selanjutnya dapat digunakan kembali sebagai bahan baku plastik dengan kualitas yang sama. Namun, karena memiliki suhu dan tekanan kritis tinggi, maka sifat air akan berubah menjadi asam dan memiliki daya korosif terhadap bahan logam reaktornya. Oleh karena itu, masih perlu dilakukan kajian lebih lanjut terhadap penerapan air superkritis (ScH2O) pada berbagai penggunaan industri maupun penanganan berbagai macam limbah, urai Tusy yang juga direktur di pusat kajian itu.

Ditemukannya air superkritis bermula dari hasil percobaan yang dilakukan oleh peneliti dari Perancis Baron Charles Cagniard de la Tour, pada tahun 1821. Setelah itu dilakukan serangkaian penelitian di berbagai perguruan tinggi di dunia untuk memanfaatkan air superkritis guna mendestruksi bahan berbahaya dan beracun, termasuk bahan mudah meledak, propelan, dan bahan kimia dari senjata kimia.

Saat ini, ScH2O mulai dikembangkan untuk reaksi senyawa organik. Beberapa kelebihan yang dimiliki medium ini antara lain, kemampuan laju reaksinya yang tinggi, kemampuan mengekstraksi, mendekomposisi, dan menghilangkan polutan dalam limbah, serta dalam mendekomposisi sampah plastik.

Dalam keadaan suhu dan tekanan tinggi, air superkritis mampu melarutkan semua senyawa organik, termasuk plastik. Kelarutan senyawa ini sangat tergantung pada suhu, konstanta dielektrika, dan berat jenisnya.

Upaya untuk mendapatkan kembali senyawa dasar polimer plastik, yaitu monomer, dilakukan untuk memproduksi plastik kembali dengan kualitas yang sama melalui proses polimerisasi. Beberapa contoh depolimerisasi adalah PET menjadi asam terephthalate dab ethylene glycol. Nylon 6 menjadi konstanta dielektrika caprolactam dan air.

Kelebihan ScH2O sebagai medium untuk depolimerisasi dibandingkan dengan fluida lain yang dapat digunakan sebagai fluida superkritis antara lain harganya murah, tidak beracun, serta tidak mudah terbakar dan meledak. Tidak menghasilkan jelaga atau karbon karena reaksinya dalam sistem tertutup. Reaksi juga dapat dilakukan tanpa menggunakan bantuan katalis.

Namun, kekurangannya, ScH2Omemerlukan suhu dan tekanan kritis yang lebih tinggi dibandingkan fluida lain. Bandingkan dengan metanol dan toluene yang memerlukan suhu 239,5oC dan 318,6oC serta tekanan 8.10 dan 4.11 Mpa. Di samping itu, keasaman air akan meningkat pada suhu tinggi, yang ditunjukkan oleh kenaikan konsentrasi ion hidrogen 30 kali lipat dibandingkan dengan air pada kondisi normal. [yun]

 

Dikses oleh : arifin_pararaja dari Laporan Iptek Kompas

Ditulis oleh Iwan Darmawansyah

Mencari pekerjaan sulit di zaman ini. Jumlah angkatan kerja tidak sesuai dengan ketersediaan formasi pekerjaan. Angka pengangguran meningkat setiap tahun. Data tentang pengangguran terbuka dari tahun 1996 ke 2000 meningkat, yaitu sebesar 4,228,115 orang (4,9%) tahun 1996 menjadi 5,965,795 orang (6,1%) pada tahun 2000. (Pengukuran pengangguran terbuka dalam sakernas, laporan # 35 paper statistik # 7, uzair suhaimi, yahya jammal, 2001)

Usaha sektor non formal menjadi pilihan mereka yang tidak mendapatkan pekerjaan. Ironinya, kesempatan mendirikian usaha kecil tidak menarik bagi mereka yang memiliki latar belakang pendidikan relatif tinggi.

Kompetensi Saja Sudah Cukup?

Idealnya lulusan perguruan tinggi memiliki kemampuan melakukan analitis, yaitu merubah persoalan yang rumit menjadi sederhana. Kemampuan analitis dapat digunakan untuk mengungkapkan kemungkinan resiko dan peluang pendirian sebuah usaha.

Sayangnya kebanyakan lulusan perguruan tinggi lebih menonjolkan aspek munculnya dampak negatif daripada peluang bisnis itu sendiri. Sehingga mereka tidak memiliki keberanian untuk memulai usaha.

Bagaimana mungkin cukup bagi penyelenggara program studi hanya dengan mengandalkan mata kuliah kewirausahaan (2 sks) untuk dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi teknologi dan spirit kewirausahaan (technopreneurship). Apalagi sistem perkuliahaan kewirausahaan lebih banyak di ruang kelas.

Modal Usaha sebagai Penghambat?

Selanjutnya aspek permodalan adalah salah satu faktor penghambat lahirnya wirausahawan muda. Modal dianggap segala-galanya. Perhitungan investasi, operasional, dan tingkat pengembalian modal menjadi begitu rumit dan menakutkan. Sehingga mereka lebih memilih sebagai sosok pencari kerja daripada membuka usaha dan lapangan kerja.

Modal usaha penting tetapi bukan dijadikan alasan untuk tidak memulai usaha. Modal merupakan sumberdaya kekayaan perusahaan. Pemodal berarti pemilik modal. Sedangkan Modal tidak selalu dalam wujud uang. Sehingga Pemodal adalah pemilik sumberdaya yang bukan selalu uang.

Keberanian = Faktor Kunci

Jadi bagi seseorang yang tak memiliki uang terbuka peluang untuk menjadi pemilik usaha “bussines owner”. Pernyataan banyak orang bahwa modal non uang adalah modal dengkul. Dengan bermodalkan dengkul kaki sendiri, seseorang dapat menahan beban dan berjalan serta beraktivitas usaha. Artinya tanpa diawali modal uang sebuah usaha dapat berdiri dan berjalan serta tumbuh dan berkembang membawa harapan pemiliknya.

Kalau seseorang tidak memiliki dengkul sendiri, gunakan dengkul orang lain. Orang lain tidak akan pernah marah sepanjang ada konpensasi yang menarik dan fleksibel. Membangun kemitraan permodalan merupakan kombinasi yang rasional dan menjadi kekuatan lebih besar daripada modal dengan dengkul sendiri.

Keberanian mengambil resiko adalah syarat utama untuk menjadi pebisnis. Keberanian memulai usaha dengan modal dengkul menandakan kapasitas, kekuatan dan daya saing pebisnis itu sendiri. Semua orang memiliki potensi menjadi pebisnis modal dengkul. Perbedaan menyolok satu dengan yang lain adalah keberanian bertindak.

Sikap berani bertindak mampu mengeliminir hambatan terbesar merintis bisnis, yaitu permodalan. Hambatan ketidaktersediaan modal hendaknya jangan dijadikan alasan untuk tidak memulai, tetapi sebaiknya memicu lahirnya kreatifitas dan gagasan yang gemilang.

Setiap gagasan atau ide yang lahir dari rahim seorang tak ber-uang memiliki daya tahan untuk bertahan dan berpotensi tumbuh berkembang. Beranikah anda menjadi Pebisnis modal dengkul?

Ayo Indonesia Bangkitlah !

Diakses oleh : arifin_pararaja

 

Written by akangaziz   

 

“Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu…” (Q. S Ali Imran (3) : 160). Bagaimana kita memahami pengertian hidup sukses? Dari mana harus memulainya ketika kita ingin segera diperjuangkan? Tampaknya tidak terlalu salah bila ada orang yang telah berhasil menempuh jenjang pendidikan tinggi, bahkan lulusan luar negeri, lalu menganggap dirinya orang sukses. Mungkin juga seseorang yang gagal dalam menempuh jalur pendidikan formal belasan tahun lalu, tetapi saat ini berani menepuk dada karena yakin bahwa dirinya telah mencapai sukses. Mengapa demikian? Karena, ia telah memilih dunia wirausaha, lalu berusaha keras tanpa mengenal lelah, sehingga mewujudlah segala buah jerih payahnya itu dalam belasan perusahaan besar yang menguntungkan.  Seorang ayah dihari tuanya tersenyum puas karena telah berhasil mengayuh bahtera rumah tangga yang tentram dan bahagia, sementara anak anaknya telah ia antar ke gerbang cakrawala keberhasilan hidup yang mandiri. Seorang kiai atau mubaligh juga berusaha mensyukuri kesuksesan hidupnya ketika jutaan umat telah menjadi jamaahnya yang setia dan telah menjadikannya sebagai panutan, sementara pesantrennya selalu dipenuh sesaki ribuan santri.

Pendek kata, adalah hak setiap orang untuk menentukan sendiri dari sudut pandang mana ia melihat kesuksesan hidup. Akan tetapi, dari sudut pandang manakah seyogyanya seorang muslim dapat menilik dirinya sebagai orang yang telah meraih hidup sukses dalam urusan dunianya?

Membangun Fondasi
Kalau kita hendak membangun rumah, maka yang perlu terlebih dahulu dibuat dan diperkokoh adalah fondasinya. Karena, fondasi yang tidak kuat sudah dapat dipastikan akan membuat bangunan cepat ambruk kendati dinding dan atapnya dibuat sekuat dan sebagus apapun.

Sering terjadi menimpa sebuah perusahaan, misalnya yang asalnya memiliki kinerja yang baik, sehingga maju pesat, tetapi ternyata ditengah jalan rontok. Padahal, perusahaan tersebut tinggal satu dua langkah lagi menjelang sukses. Mengapa bisa demikian? ternyata faktor penyebabnya adalah karena didalamnya merajalela ketidakjujuran, penipuan, intrik dan aneka kezhaliman lainnya.

Tak jarang pula terjadi sebuah keluarga tampak berhasil membina rumah tangga dan berkecukupan dalam hal materi. Sang suami sukses meniti karir dikantornya, sang isteri pandai bergaul ditengah masyarakat, sementara anak-anaknya pun berhasil menempuh jenjang studi hingga ke perguruan tinggi, bahkan yang sudah bekerjapun beroleh posisi yang bagus. Namun apa yang terjadi kemudian?

Suatu ketika hancurlah keutuhan rumah tangganya itu karena beberapa faktor yang mungkin mental mereka tidak sempat dipersiapkan sejak sebelumnya untuk menghadapinya. Suami menjadi lupa diri karena harta, gelar, pangkat dan kedudukannya, sehingga tergelincir mengabaikan kesetiaannya kepada keluarga. Isteripun menjadi lupa akan posisinya sendiri, terjebak dalam prasangka, mudah iri terhadap sesamanya dan bahkan menjadi pendorong suami dalam berbagai perilaku licik dan curang. Anak-anakpun tidak lagi menemukan ketenangan karena sehari-hari menonton keteladanan yang buruk dan
menyantap harta yang tidak berkah.

Lalu apa yang harus kita lakukan untuk merintis sesuatu secara baik? Alangkah indah dan mengesankan kalau kita meyakini satu hal, bahwa tiada kesuksesan yang sesungguhnya, kecuali kalau Allah Azza wa Jalla menolong segala urusan kita. Dengan kata lain apabila kita merindukan dapat meraih tangga kesuksesan, maka segala aspek yang berkaitan dengan dimensi sukses itu sendiri harus disandarkan pada satu prinsip, yakni sukses dengan dan karena pertolongan-Nya. Inilah yang dimaksud dengan fondasi yang tidak bisa tidak harus diperkokoh sebelum kita membangun dan menegakkan mernara gading kesuksesan.

Sunnatullah dan Inayatullah
Terjadinya sesoang bisa mencapai sukses atau terhindar dari sesuatu yang tidak diharapkannya, ternyata amat bergantung pada dua hal yakni sunnatullah dan inayatullah. Sunatullah artinya sunnah-sunnah Allah yang mewujud berupa hukum alam yang terjadinya menghendaki proses sebab akibat, sehingga membuka peluang bagi perekayasaan oleh perbuatan manusia. Seorang mahasiswa ingin menyelesaikan studinya tepat waktu dan dengan predikat memuaskan. Keinginan itu bisa tercapai apabila ia bertekad untuk bersungguh-sungguh dalam belajarnya, mempersiapkan fisik dan pikirannya dengan sebaik-
baiknya, lalu meningkatkan kuantitas dan kualitas belajarnya sedemikian rupa, sehingga melebihi kadar dan cara belajar yang dilakukan rekan-rekannya. Dalam konteks sunnatullah, sangat mungkin ia bisa meraih apa yang dicita-citakannya itu.

Akan tetapi, ada bis yang terjatuh ke jurang dan menewaskan seluruh penumpangnya, tetapi seorang bayi selamat tanpa sedikitpun terluka. Seorang anak kecil yang terjatuh dari gedung lantai ketujuh ternyata tidak apa-apa, padahal secara logika terjatuh dari lantai dua saja ia bisa tewas. Sebaliknya, mahasiswa yang telah bersungguh-sungguh berikhtiar tadi, bisa saja gagal total hanya karena Allah menakdirkan ia sakit parah menjelang masa ujian akhir studinya, misalnya. Segala yang mustahil menurut akal manusia sama sekali tidak ada yang mustahil bila inayatullah atau pertolongan Allah telah turun.

Demikian pula kalau kita berbisnis hanya mengandalkan ikhtiar akal dan kemampuan saja, maka sangat mungkin akan beroleh sukses karena toh telah menetapi prasyarat sunnatullah. Akan tetapi, bukankah rencana manusia tidak mesti selalu sama dengan rencana Allah. Dan adakah manusia yang mengetahui persis apa yang menjadi rencana Nya atas manusia? Boleh saja kita berjuang habis-habisan karena dengan begitu orang kafirpun toh beroleh kesuksesan. Akan tetapi, kalau ternyata Dia menghendaki lain lantas kita mau apa? mau kecewa? kecewa sama sekali tidak mengubah apapun. Lagipula, kecewa yang timbul dihati tiada lain karena kita amat menginginkan rencana Allah itu selalu sama dengan rencana kita. Padahal Dialah penentu segala kejadian karena hanya Dia yang Maha Mengetahui hikmah dibalik segala kejadian.

Rekayasa Diri
Apa kuncinya? Kuncinya adalah kalau kita menginginkan hidup sukses di dunia, maka janganlah hanya sibuk merekayasa diri dan keadaan dalam rangka ikhtiar dhahir semata, tetapi juga rekayasalah diri kita supaya menjadi orang yang layak ditolong oleh Allah. Ikhtiar dhahir akan menghadapkan kita pada dua pilihan, yakni tercapainya apa yang kita dambakan – karena faktor sunnatullah tadi – namun juga tidak mustahil akan berujung pada kegagalan kalau Allah menghendaki lain.

Lain halnya kalau ikhtiar dhahir itu diseiringkan dengan ikhtiar bathin. Mengawalinya dengan dasar niat yang benar dan ikhlas semata mata demi ibadah kepada Allah. Berikhtiar dengan cara yang benar, kesungguhan yang tinggi, ilmu yang tepat sesuai yang diperlukan, jujur, lurus, tidak suka menganiaya orang lain dan tidak mudah berputus asa.

Senantiasa menggantungkan harap hanya kepada Nya semata, seraya menepis sama sekali dari berharap kepada makhluk. Memohon dengan segenap hati kepada Nya agar bisa sekiranya apa-apa yang tengah diikhtiarkan itu bisa membawa maslahat bagi dirinya mapun bagi orang lain, kiranya Dia berkenan menolong memudahkan segala urusan kita. Dan tidak lupa menyerahkan sepenuhnya segala hasil akhir kepada Dia Dzat Maha Penentu segala kejadian.

Bila Allah sudah menolong, maka siapa yang bisa menghalangi pertolongan-Nya? Walaupun bergabung jin dan manusia untuk menghalangi pertolongan yang diturunkan Allah atas seorang hamba Nya sekali-kali tidak akan pernah terhalang karena Dia memang berkewajiban menolong hamba-hambaNya yang beriman.

“Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu. Jika Allah membiarkan kamu (tidak memberikan pertolongan) maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal” (QS Ali Imran (3) : 160).

 

Diakses oleh : arifin_pararaja

Oleh : Arifin

 

Kesadahan merupakan petunjuk kemampuan air untuk membentuk busa apabila dicampur dengan sabun. Pada air berkesadahan rendah, air akan dapat membentuk busa apabila dicampur dengan sabun, sedangkan pada air berkesadahan tinggi tidak akan terbentuk busa. Disamping itu, kesadahan juga merupakan petunjuk yang penting dalam hubungannya dengan usaha untuk memanipulasi nilai pH.

Secara lebih rinci kesadahan dibagi dalam dua tipe, yaitu: (1) kesadahan umum (“general hardness” atau GH) dan (2) kesadahan karbonat (“carbonate hardness” atau KH). Disamping dua tipe kesadahan tersebut,  dikenal pula tipe kesadahan yang lain yaitu yang disebut sebagai  kesadahan total atau total hardness. Kesadahan total merupakan penjumlahan dari GH dan KH.  Kesadahan umum atau “General Hardness” merupakan ukuran yang menunjukkan jumlah ion kalsium (Ca++) dan ion magnesium (Mg++) dalam air. Ion-ion lain sebenarnya ikut pula mempengaruhi nilai GH, akan tetapi pengaruhnya diketahui sangat kecil dan relatif sulit diukur sehingga diabaikan.

GH pada umumnya dinyatakan dalam satuan ppm (part per million/ satu  persejuta bagian) kalsium karbonat (CaCO3), tingkat kekerasan (dH), atau dengan menggunakan konsentrasi molar CaCO3. Satu satuan kesadahan Jerman atau dH sama dengan 10 mg CaO (kalsium oksida) per liter air.  Kesadahan pada umumnya menggunakan satuan ppm CaCO3, dengan demikian satu satuan Jerman (dH) dapat diekspresikan sebagai 17.8 ppm CaCO3.  Sedangkan satuan konsentrasi  molar dari 1 mili ekuivalen  = 2.8 dH = 50 ppm.  Berikut adalah kriteria selang kesadahan yang biasa dipakai:

-   0 - 4 dH, 0 -   70 ppm : sangat rendah (sangat lunak)

-   4 - 8 dH, 70 – 140 ppm : rendah (lunak)

-   8 – 12 dH, 140 – 210 ppm : sedang  

-   12 – 18 dH, 210 – 320 ppm : agak tinggi (agak keras)

-   18 – 30 dH, 320 – 530 ppm : tinggi (keras)

Dalam kaitannya dengan proses biologi, GH lebih penting peranananya dibandingkan dengan KH ataupun  kesadahan total.  Apabila ikan atau tanaman dikatakan memerlukan air dengan kesadahan tinggi (keras)  atau rendah (lunak), hal ini pada dasarnya mengacu kepada GH.  Ketidaksesuaian GH akan mempengaruhi transfer hara/gizi dan hasil sekresi melalui membran dan dapat mempengaruhi kesuburan,  fungsi organ dalam (seperti ginjal), dan pertumbuhan.  Setiap jenis  ikan memerlukan  kisaran  kesadahan (GH)  tertentu untuk hidupnya. Pada umumnya, hampir semua jenis ikan dan tanaman dapat beradaptasi dengan kondisi GH lokal, meskipun demikian,  tidak demikian halnya dengan proses pemijahan.  Pemijahan bisa gagal apabila dilakukan pada nilai GH yang tidak tepat.

Kesadahan karbonat atau KH merupakan besaran yang menunjukkan kandungan ion bikarbonat (HCO3-) dan karbonat (CO3) di dalam air. KH sering disebut sebagai alkalinitas yaitu suatu ekspresi dari  kemampuan air untuk mengikat kemasaman (ion-ion yang mampu mengikat H+). Oleh karena itu, dalam sistem air tawar, istilah kesadahan karbonat, pengikat kemasaman, kapasitas pem-bufferan asam, dan alkalinitas sering digunakan untuk menunjukkan hal yang sama.  Dalam hubungannya dengan kemampuan air mengikat kemasaman, KH berperan sebagai agen pem-buffer-an yang berfungsi untuk menjaga kestabilan pH.

 KH pada umumnya sering dinyatakan sebagai derajat kekerasan dan diekspresikan dalam CaCO3 seperti halnya GH. Kesadahan karbonat dapat diturunkan dengan merebus air yang bersangkutan, atau dengan melalukan air melewati gambut. Untuk menaikkan kesadahan karbonat dapat dilakukan dengan menambahkan natrium bikarbonat (soda kue), atau kalsium karbonat.  Penambahan kalsium karbonat akan menaikan sekaligus baik KH maupun GH dengan proporsi yang sama.

Mineral yang merupakan sumber primer ion kalsium dalam air diantara mineral-mineral yang berperan adalah gips, CaSO4.2H2O; anhidratnya, CaSO4; dolomite, CaMg (CO3)2; kalsit dan argonite yang merupakan modifikasi yang berbeda dari CaCO3. Air yang mengandung karbon dioksida mudah melarutkan kalsium dari mineral-mineral karbonat.

CaCO3 +   CO2   +   H2O                                 Ca2+     +          2HCO3-

Reaksi sebaliknya  berlangsung bila CO2 hilang dari perairan. karbondioksida yang masuk keperairan melalui keseimbangan dengan atmosfer tidak cukup besar konsentrasinya untuk melarutkan kalsium dalam perairan alami, terutama air tanah. Pernafasan mikroorganisma, penghancur bahan organik dalam air, dan sediment berperan sangat besar terhadap kadar CO2 ­dan HCO3- dalam air. Hal ini merupakan faktor penting dalam proses kimia perairan dan geokimia.

Ion kalsium, bersama-sama dengan magnesium dan kadang-kadang kesadahan air, baik yang bersifat kesadahan tetap. Kesadahan sementara disebabkan oleh bikarbonat dalam air dan dapat dihilangkan dengan jalan mendidihkan air tersebut karena terjadi reaksi:

Ca2+     +2 HCO3-                                CaCO3                  +    CO2    +    H2O

Sedangkan kesadahan tetap disebabkan oleh adanya kalsium atau sulfat yang proses  pelunakannya melalui proses kapur – soda abu, proses zeolit, dan proses resin organik. Air sadah juga tidak menguntungkan/mengganggu proses pencucian menggunakan sabun. Bila sabun digunakan pada air sadah, mula-mula sabun harus bereaksi terlebih dahulu dengan setiap ion kalsium dan magnesium yang terdapat dalam air sebelum sabun dapat berfungsi menurunkan tegangan permukaan. Hal ini bukan saja akan banyak memboroskan pengunaan sabun, tetapi gumpalan-gumpalan yang terjadi akan mengendap sebagai lapisan tipis pada alat-alat yang dicuci sehingga mengganggu pembersihan dan pembilasan oleh air.

Air sadah mengakibatkan konsumsi sabun lebih tinggi, karena adanya hubungan kimiawi antara ion kesadahan dengan molekul sabun menyebabkan sifat detergen sabun hilang. Kelebihan ion Ca2+ serta ion CO32-+ (salah satu ion alkaliniti) mengakibatkan terbentuknya kerak pada dinding pipa yang disebabkan oleh endapan kalsiumkarbonat CaCO3. Kerak ini akan mengurangi penampang basah pipa dan menyulitkan pemanasan air dalam ketel, serta mengurangi daya koagulasi yang melalui dalam pipa dengan menurunnya  turbulensi.

Ion kalsium, Ca2+ mempunyai kecenderungan relatif kecil untuk membentuk ion kompleks. Dalam kebanyakan sistem perairan  air tawar, jenis kalsium yang pertama-tama larut yang ada adalah Ca2+, oleh karena itu konsentrasi HCO3- yang sangat tinggi, pasangan ion, Ca2+ – HCO3- dapat  terbentuk dalam jumlah yang cukup banyak. Hal yang sama dalam air yang kandungan sulfatnya tinggi pasangan ion Ca2+ – SO42- dapat terjadi.

Tidak seperti halnya dengan kalsium yang densitas muatan dari ion  Ca2+   relatif lebih kecil dibandingkan dengan lainnya, maka densitas muatan ion Mg2+ jauh lebih besar dan ikatan yang lebih kuat dengan air untuk melakukan hidrasi. Magnesiun dalam air terutama terdapat sebagai ion Mg2+ HCO3- dan Mg2+ SO42- terjadi bila konsentrasi bikarbonat dan sulfat yang tinggi.

Mineral-mineral seperti dolomit adalah paling umum dalam air.

CaMg (CO3)2 + 2 CO2 +2 H2O                      Ca2+ + Mg2+ + 4 HCO3-

Pelunakan adalah penghapusan ion-ion tertentu yang ada dalam air dan dapat, bereaksi dengan zat-zat lain hingga distribusi air dan penggunaannya terganggu.

Kesadahan dalam air terutama disebabkan oleh ion-ion Ca2+ dan Mg2+, juga oleh Mn2+, Fe2+ dan semua kation yang bermuatan dua. Air yang kesadahannya tinggi biasanya terdapat pada air tanah di daerah yang bersifat kapur.

Sebagai kation kesadahan, Ca2+ selalu berhubungan dengan anion yang terlarut khususnya anion alkaliniti : CO32- , HCO3- dan OH-. Ca2+ dapat bereaksi dengan HCO3- membentuk garam yang terlarut tanpa terjadi kejenuhan. Sebaliknya reaksi dengan CO32- akan membentuk garam karbonat yang larut sampai batas kejenuhan di mana titik jenuh berubah dengan nilai pH. Bila ti­tik jenuh dilampaui, terjadi endapan garam kalsium karbonat CaCO3 dan membuat kerak yang terlihat pada dinding pipa atau dasar ketel. Namun, pada proses pelunakan ini keadaan harus dibuat sehingga sedikit jenuh, karena dalam keadaan tidak jenuh terjadi reaksi yang mengakibatkan karat terhadap pipa. Kerak yang tipis akibat keadaan sedikit jenuh itu justru melindungi dinding dari kontak dengan air yang tidak jenuh (agresip). Ion Mg2+ akan bereaksi dengan OH- membentuk garam yang terlarut sampai batas kejenuhan dan mengendap sebagai Mg(OH)2 bila titik kejenuhan dilampaui.

Ion Ca2+ dan Mg2+ diendapkan sebagai CaCO3 dan Mg(OH)3 menurut reaksi keseimbangan kimiawi sebagai berikut :

Mg2+  +     2 OH-                          Mg(OH)2

Ca2+   +    C032-                         CaCO3

CO32-  berasal dari karbondioksida CO2 dan bikarbonat HCO3- yang sudah terlarut dalam air sesuai dengan reaksi berikut :

CO2      +    OH-                           HCO3-         
HCO3+   +   OH-                            CO32-   +   H2O

Kesadahan yang terlalu tinggi akan menambah nilai pH larutan sehingga daya kerja aluminat tidak efektif karena ion aluminium yang bersifat amfoter akan mengikuti lingkungannya dimana akan terbentuk senyawa aluminium yang sukar mengendap. Apabila kesadahan terlalu rendah secara simultan alkalinitas juga cenderung rendah ini akan mengganggu penyusunan ikatan antara koloida dengan aluminat dimana gugus hidrofobik koloida akan tetap melayang dan sukar bereaksi dengan koagulan mengakibatkan massa atom relatif ringan sehingga sukar mengendap.

Kesadahan ini umumnya dihilangkan menggunakan resin penukar ion. Resin pelunak air komersial dapat digunakan dalam skala kecil, meskipun demikian tidak efektif digunakan untuk sekala besar.  Resin adalah zat yang punya pori yang besar dan bersifat sebagai penukar ion yang berasal dari polysterol, atau polyakrilat yang berbentuk granular atau bola kecil dimana mempunyai struktur dasar yang bergabung dengan grup fungsional kationik, non ionik/anionik atau asam. Sering kali resin dipakai untuk menghilangkan molekul yang besar dari air misalnya asam humus, liqnin, asam sulfonat. Untuk regenerasi dipakai garam alkali atau larutan natrium hidroksida, bisa juga dengan asam klorida jika dipakai resin dengan sifat asam. Dalam regenerasi itu dihasilkan eluen yang mengandung organik dengan konsentrasi tinggi. Untuk proses air minum sampai sekarang hunya dipakai resin dengan sifat anionik.

Resin penukar ion sintetis merupakan suatu polimer yang terdiri dari dua bagian yaitu struktur fungsional dan matrik resin yang sukar larut. Resin penukar ion ini dibuat melalui kondensasi phenol dengan formaldehid yang kemudian diikuti dengan reaksi sulfonasi untuk memperoleh resin penukar ion asam kuat.

Sedangkan untuk resin penukar ion basa kuat diperoleh dengan mengkondensasikan phenilendiamine dengan formaldehid dan telah ditunjukkan bahwa baik resin penukar kation dan resin penukar anion hasil sintesis ini dapat digunakan untuk memisahkan atau mengambil garam – garam.

Pada umumnya senyawa yang digunakan untuk kerangka dasar resin penukar ion asam kuat dan basa kuat adalah senyawa polimer stiren divinilbenzena. Ikatan kimia pada polimer ini amat kuat sehingga tidak mudah larut dalam keasaman dan sifat basa yang tinggi dan tetap stabil pada suhu diatas 150oC.

Polimer ini dibuat dengan mereaksikan stiren dengan divinilbenzena, setelah terbentuk kerangka resin penukar ion maka akan digunakan untuk menempelnya gugus ion yang akan dipertukarkan.

Resin penukar kation dibuat dengan cara mereaksikan senyawa dasar tersebut dengan gugus ion yang dapat menghasilkan (melepaskan) ion positif. Gugus ion yang biasa dipakai pada resin penukar kation asam kuat adalah gugus sulfonat dan cara pembuatannya dengan sulfonasi polimer polistyren divinilbenzena (matrik resin).

Resin penukar on yang direaksikan dengan gugus ion yang dapat melepaskan ion negatif diperoleh resin penukar anion. Resin penukar anion dibuat dengan matrik yang sama dengan resin penukar kation tetapi gugus ion yang dimasukkan harus bisa melepas ion negatif, misalnya –N (CH3)3+ atau gugus lain atau dengan kata lain setelah terbentuk kopolimer styren divinilbenzena (DVB), maka diaminasi kemudian diklorometilasikan untuk memperoleh resin penukar anion.

Gugus ion dalam penukar ion merupakan gugus yang hidrofilik (larut dalam air). Ion yang terlarut dalam air adalah ion – ion yang dipertukarkan karena gugus ini melekat pada polimer, maka ia dapat menarik seluruh molekul polimer dalam air, maka polimer resin ini diikat dengan ikatan silang (cross linked) dengan molekul polimer lainnya, akibatnya akan mengembang dalam air.

Mekanisme pertukaran ion dalam resin meskipun non kristalisasi adalah sangat mirip dengan pertukaran ion- ion kisi kristal. Pertukaran ion dengan resin ini terjadi pada keseluruhan struktur gel dari resin dan tidak hanya terbatas pada efek permukaan. Pada resin penukar anion, pertukaran terjadi akibat absorbsi kovalen yang asam. Jika penukar anion tersebut adalah poliamin, kandungan amina resin tersebut adalah ukuran kapasitas total pertukaran.

Dalam proses pertukaran ion apabila elektrolit terjadi kontak langsung dengan resin penukar ion akan terjadi pertukaran secara stokiometri yaitu sejumlah ion – ion yang dipertukarkan dengan ion – ion yang muatannya sama akan dipertukarkan dengan ion – ion yang muatannya sama pula dengan jumlah yang sebanding.

Material penukar ion yang utama berbentuk butiran atau granular dengan struktur dari molekul yang panjang (hasil co-polimerisasi), dengan memasukkan grup fungsional dari asam sulfonat, ion karboksil. Senyawa ini akan bergabung dengan ion pasangan seperti Na+, OHatau H+. Senyawa ini merupakan struktur yang porous. Senyawa ini merupakan penukar ion positif (kationik) untuk menukar ion dengan muatan elektrolit yang sama (positif) demikian sebaliknya penukar ion negatif (anionik) untuk menukar anion yang terdapat di dalam air yang diproses di dalam unit “Ion Exchanger”.

Proses pergantian ion bisa “reversible” (dapat balik), artinya material penukar ion dapat diregenerasi. Sebagai contoh untuk proses regenerasi material penukar kationik bentuk Na+ dapat diregenerasi dengan larutan NaCl pekat, bentuk H+ diregenerasi dengan larutan HCl sedangkan material penukar anionik bentuk OHdapat diregenerasi dengan larutan NaOH (lihat buku panduan dari pabrik yang menjual material ini).

Regenerasi adalah suatu peremajaan, penginfeksian dengan kekuatan baru terhadap resin penukar ion yang telah habis saat kerjanya atau telah terbebani, telah jenuh. Regenerasi penukaran ion dapat dilakukan dengan mudah karena pertukaran ion merupakan suatu proses yang reversibel yang perlu diusahakan hanyalah agar pada regenerasi berlangsung reaksi dalam arah yang berkebalikan dari pertukaran ion.   

 

JANSEN SILALAHI DAN NETTY HUTAGALUNG
Jurusan Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara, Medan


Pendahuluan

Makanan berfungsi sebagai sumber energi dan zat gizi (nutrien). Tetapi, efek fisiologis dari berbagai senyawa minor yang ada dalam makanan dan pengaruhnya terhadap kesehatan banyak mendapat perhatian para peneliti dalam tiga dekade terakhir ini. Kadar senyawa ini biasanya rendah sehingga biasanya dikelompokkan dalam komponen bioaktif, karena mempunyai efek fisiologis yang positif dan negatif. Komponen-komponen bioaktif dalam makanan dapat terbentuk secara alami atau terbentuk selama proses pengolahan makanan. Komponen bioaktif ini meliputi senyawa yang berasal dari karbohidrat, protein, lemak, dan komponen-komponen yang terdapat secara alami di dalam sayuran serta buah-buahan. Khusus mengenai komponen bioaktif di dalam sayur dan buah-buahan yang berpengaruh secara fisiologis untuk meningkatkan kesehatan, mencegah, serta mengobati berbagai penyakit, disebut sebagai phytochemicals.2 Makanan yang mengandung phytochemicals, di samping fungsinya sebagai sumber zat gizi, disebut juga makanan fungsional. Berikut ini akan diuraikan mengenai pembentukan dan efek fisiologis dari berbagai komponen bioaktif turunan dari karbohidrat, protein, dan lemak pangan.

Bioaktif Amin dari Protein
Proses Pembentukan

Protein pangan adalah sumber utama asam amino yang dikonsumsi, baik sebagai protein atau sebagai asam amino bebas. Selama proses pengolahan, protein dapat berubah menjadi asam amino bebas yang selanjutnya menjadi senyawa amin. Jadi, senyawa amin merupakan komponen minor dalam makanan yang tersedia secara alamiah atau terbentuk selama proses pengolahan. Sebagian senyawa amin tersebut aktif secara fisiologis sehingga sering disebut amin bioaktif (bioactive amine).1,2 Pada umumnya, amin bioaktif terdapat di dalam bahan makanan dalam jumlah kecil dan biasanya tidak beracun. Tetapi, dalam makanan tertentu, terutama yang diolah dengan proses fermentasi, konsentrasi beberapa amin bioaktif meningkat sehingga dapat bersifat toksis jika dikonsumsi.1,4 Amin bioaktif yang menjadi fokus perhatian para ahli kimia pangan ialah tiramin, feniletilamin, histamin, putresin, dan kadaverin. Asam amino bebas merupakan bahan baku dalam pembentukan amin toksis tersebut. Histidin, misalnya, akan diubah oleh histidin dekarboksilase menjadi histamin. Dengan cara yang sama, tirosin diubah oleh tirosin dekarboksilase menjadi tiramin, fenilalanin menjadi feniletilamin, ornitin menjadi putresin, dan lisin menjadi kadaverin.4 Keberadaan senyawa amin dalam makanan dapat menjadi indikator kerusakan makanan sekaligus sebagai indikator toksisitas, sehingga analisis senyawa amin yang terdapat dalam makanan telah dikembangkan, kemudian telah digunakan untuk menganalisis senyawa amin dalam produk ikani. 5,6,7,8 Makin tinggi kandungan senyawa amin dalam produk ikani dan daging, makin rendah mutunya yang juga berarti makin toksis.5 Ada tiga faktor yang mempengaruhi pembentukan amin toksis di dalam makanan, yaitu: (a) tersedianya asam amino bebas; (b) kehadiran dan perkembangan bakteri penghasil enzim dakarboksilase; dan (c) adanya kondisi yang mendukung pertumbuhan mikroba serta proses dekarboksilasi asam amino tersebut1.

Efek Fisiologis

Amin bioaktif umumnya aktif secara fisiologis terhadap susunan syaraf pusat (psikoaktif) dan terhadap sistem peredaran darah (vasoaktif), baik langsung maupun tidak langsung. Tiramin dan feniletilamin dapat menaikkan tekanan darah. Sebaliknya, histamin mempunyai efek menurunkan tekanan darah. Keracunan amin bioaktif dapat terjadi apabila kadar amin toksis meningkat dalam makanan yang dikonsumsi dan efeknya dapat dipengaruhi oleh zat lain dan obat tertentu.1 Pada kondisi normal, dalam tubuh tersedia suatu sistem penawar efek senyawa amin (detoksikasi amin), yaitu enzim-enzim monoamin oksidase (MAO), diaminoksidase (DAO), histamin metil transferase (HMT), dan histaminase dalam hati serta dinding usus. Enzim-enzim ini akan mengubah amin toksis menjadi bentuk yang tidak aktif. Tetapi, karena pengaruh zat lain atau kondisi seseorang, sistem detoksikasi tidak berfungsi, maka kepekaan orang tersebut meningkat dan keracunan amin toksis dapat terjadi.1,4

Mekanisme kerja tiramin adalah melepaskan norepinefrin dari jaringan (ujung syaraf). Tiramin menaikkan tekanan darah dengan mempengaruhi denyut jantung, menambah volume darah dalam sistem vaskular, dan mengecilkan pembuluh darah perifer. Feniletilamin memiliki mekanisme kerja dan efek fisiologis yang mirip dengan tiramin, tetapi efeknya jauh lebih rendah. Mengkonsumsi keju bagi mereka yang menderita hipertensi dapat berakibat fatal. Meningkatnya tekanan darah disertai sakit kepala yang hebat, pendarahan di otak, dan mungkin juga kegagalan jantung (heart failure), dikenal sebagai cheese reaction. Hal ini mungkin terjadi karena penyerapan tiramin yang ada di dalam keju sebagai akibat inhibisi aktivitas monoamin oksidase sehingga menimbulkan krisis hipertensi.1 Krisis hipertensi dapat terjadi pada pasien yang menggunakan obat golongan monoamine oxidase inhibitor (MAOI) seperti iproniazid dan obat depressi yang termasuk golongan MAOI. Krisis hipertensi muncul pada pasien yang mengkonsumsi obat golongan MAOI bersamaan dengan makanan yang terdiri dari keju dan makanan lain yang mengandung tiramin yang cukup tinggi seperti coklat, hati ayam, hati lembu, dan sosis. Gejala keracunan lain karena tiramin dan feniletilamin adalah migrain.1

Efek Toksis

Keracunan histamin pada mulanya lebih dikenal dengan nama scombroid poisoning, karena terjadi sesudah mengkonsumsi ikan dari golongan scombridae, yaitu ikan tongkol dan sejenisnya. Gejala keracunan sangat bervariasi dan merupakan gejala alergis, meliputi bercak merah pada kulit, rasa gatal, gangguan pencernaan, mual, muntah, mencret, sakit kepala, dan tekanan darah menurun. Pada umumnya, penderita kembali normal setelah beberapa hari dan pemberian antihistamin dapat menghentikan gejala-gejalanya. Selain ikan tongkol, makanan lain seperti sardensis, keju, sosis juga dapat menimbulkan keracunan karena kadang-kadang mengandung histamin yang cukup tinggi.1,4 Sebenarnya, pemberian histamin murni dalam jumlah besar (500 mg) jika diberikan secara oral tidak akan toksis, tetapi histamin yang disuntikkan sebanyak 0,1 mg sudah cukup untuk menimbulkan gejala-gejala keracunan. Detoksikasi histamin pada pemberian oral adalah karena terjadinya perombakan histamin di dalam hati oleh enzim-enzim diamin oksidase, histaminase, dan histamin metil transferase menjadi bentuk yang tidak aktif, sehingga tidak toksis. Keracunan histamin karena makan ikan terjadi karena adanya zat-zat lain dalam ikan yang mampu menghalangi metabolisme histamin dengan menghalangi aktivitas enzim-enzim tadi sehingga histamin diserap secara utuh dan menjadi toksis.

Senyawa lain dalam ikan dan makanan lain yang dapat menghalangi kerja enzim-enzim yang merombak histamin adalah senyawa amin, yaitu kadaverin, putresin, tiramin, feniletilamin. Keracunan histamin akibat mengkonsumsi ikan tongkol dengan kandungan histamin sedang pada pasien TBC yang menggunakan isoniazid dan derivat nikotinamid, pernah terjadi di Srilangka. Kasus ini diyakini karena isoniazid menginhibisi aktivitas diamin oksidase. Beberapa obat malaria seperti kloroquin dan amidoquin dapat menghambat metabolisme histamin dengan menghalangi kerja histamin metil transferase. Di Amerika, telah ditetapkan sebagai batas tertinggi kadar histamin dalam ikan tongkol yang masih diperbolehkan adalah 50 mg histamin/100 g ikan tongkol1,8.

Nitrosamin

Selain senyawa amin yang berasal dari asam amino, terdapat juga senyawa amin hasil metabolit dalam ikan air laut (bukan ikan air tawar), yakni alkilamin, terutama dimetilamin dan trimetilamin. Kedua senyawa ini berasal dari peruraian trimetilamin oksida (TMAO) oleh bakteri pembusuk menjadi trimetilamin, dan pada proses pembekuan menjadi dimetilamin oleh enzim TMAO-ase. Alkilamin, terutama dimetilamin yang ada di dalam ikan, akan bereaksi dengan nitrit yang berasal dari sayuran, terutama bayam (dalam bentuk nitrat yang diubah oleh mikroflora usus menjadi nitrit), atau dari natrium nitrit yang digunakan sebagai pengawet pada daging. Reaksi antara nitrit dengan dimetilamin akan membentuk nitrosamin yang bersifat karsinogenik paling kuat di antara karsinogen kimiawi. Oleh karena itu, tidak dianjurkan mengkonsumsi cumi-cumi (sotong), udang halus kering, dan ikan teri karena sering mengandung dimetilamin cukup tinggi bersamaan dengan sayur bayam atau daging yang menggunakan pengawet natrium nitrit. 1,8

Komponen Bioaktif dari Karbohidrat
Serat Pangan

Serat pangan atau dietary fiber adalah karbohidrat (polisakarida) dan lignin yang tidak dapat dihidrolisis (dicerna) oleh enzim percernaan manusia, dan akan sampai di usus besar (kolon) dalam keadaan utuh sehingga kebanyakan akan menjadi substrat untuk fermentasi bagi bakteri yang hidup di kolon. Serat pangan dapat diklasifikasikan berdasarkan struktur molekul dan kelarutannya. Kebanyakan jenis karbohidrat yang sampai ke kolon tanpa terhidrolisis meliputi polisakarida yang bukan pati (non-starch polysaccharides = NSP), pati yang resisten (resistant starch = RS), dan karbohidrat rantai pendek (short chain carbohydrates = SC). 9,10,11 Serat pangan yang larut sangat mudah difermentasikan dan mempengaruhi metabolisme karbohidrat serta lipida, sedangkan serat pangan yang tidak larut akan memperbesar volume feses dan akan mengurangi waktu transitnya (bersifat laksatif lemah). Monomer dari serat pangan (NSP) adalah gula netral dan gula asam, sedangkan lignin terdiri dari monomer aromatik. Gula-gula yang membentuk serat pangan yakni glukosa, galaktosa, xylosa, mannosa, arabinosa, rhamnosa, dan gula asam, yakni mannuronat, galakturonat, glukoronat, serta 4-O-metil-glukoronat.10,12 Rangkaian NSP yang dibentuk oleh monosakarida ini dihubungkan melalui ikatan b (1-4) glikosida seperti pektin, sellulosa, dan gum. Oleh karena itu, serat pangan tersebut (NSP) tidak dapat dihidrolisis oleh enzim percerna manusia. Misalnya, pektin mengandung asam galakturonat, baik yang termetilasi maupun yang tidak. Perbandingan dari metilasi dan sebagai asam (derajat metilasi) dalam polimer pektin, sangat berpengaruh terhadap sifat fungsional dari pektin. Pektin dengan derajat metilasi yang tinggi (high-methoxy pectin = HMP) yang terdapat secara alamiah pada buah dan sayuran, mungkin tidak larut dengan baik dibandingkan dengan pektin yang telah diisolasi. Hemisellolosa terdiri dari xylosa dan arabinosa dengan perbandingan tertentu yang membedakan jenis hemisellulosa tersebut. Nilai gizi dari serat pangan semula dianggap tidak menyumbangkan energi karena tidak dapat dicerna oleh enzim pencerna manusia. Akan tetapi karena serat pangan difermentasikan di dalam kolon dan menghasilkan hidrogen, metana, karbon dioksida, serta asam lemak rantai pendek seperti propionat, butirat yang dapat diserap, dan menghasilkan sejumlah energi maka serat pangan dapat menghasilkan energi 0-3 kalori per gram. 9,10,12

Efek Fisiologis

Serat terlarut akan memperlambat waktu transit dari mulut ke usus dengan mengurangi kecepatan pengosongan lambung, tetapi meningkatkan waktu transit usus. Peningkatan viskositas isi usus akan mengurangi kecepatan transportasi zat gizi dan menghalangi kontak antara zat gizi dengan permukaan mukosa. Dengan demikian, peristaltik pengadukan menurun, kontak antara substrat dengan enzim dan pembentukan misel berkurang, sehingga penyerapan diperlambat. Serat tak terlarut seperti sellulosa akan menambah volume dan memperlunak feses serta mengurangi waktu transit isi kolon. Serat terlarut terfermentasikan hanya sedikit mempengaruhi volume feses di kolon.9,10,13 Serat terlarut mengurangi kadar gula sesudah makan dan memperbaiki profil insulin. Serat terlarut bersifat hipoglikemik melalui beberapa mekanisme. Peningkatan viskositas dalam saluran pencernaan dianggap sebagai faktor utama yang mempengaruhi kecepatan penyerapan glukosa. Dengan memperlambat waktu transit dari lambung ke usus halus, berarti mengurangi absorpsi zat gizi, yang juga terjadi karena tidak tersedianya pati dan gula akibat terjerat. Efek samping dari konsumsi serat ialah mencret dan flatulen.9,12

Serat terlarut telah terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol darah, sedangkan serat tak terlarut tidak berpengaruh. Bagaimana serat dapat mempengaruhi kolesterol belum diketahui dengan pasti. Tetapi, hasil penelitian cenderung mengindikasikan karena perubahan sifat fisiko-kimia di dalam isi usus, misalnya viskositas akan mengganggu pembentukan misel dan penyerapan lipida. Juga karena peningkatan ekskresi sterol menyebabkan penurunan kadar kolesterol oleh serat.

Serat tertentu dapat mengikat garam empedu dan kolesterol netral. Dengan demikian, akan meningkatkan pengeluaran kolesterol dari tubuh. Garam empedu dikeluarkan bersama feses sehingga mengurangi jumlah yang akan diserap kembali (reabsorbsi) melalui sirkulasi entero-hepatik. Akibatnya, menghalangi penyerapan lipida. Di samping itu, kolesterol di dalam hati dan serum akan dipakai dalam sintesis asam empedu untuk menggantikan kekurangan yang terjadi. Hasil fermentasi bakteri di kolon juga dapat berperan terhadap metabolisme lipida. Asam lemak rantai pendek dihasilkan dalam jumlah besar di dalam kolon sebagai hasil fermentasi mikroba terhadap serat pangan tersebut. Asam lemak tersebut cepat diserap ke hati, dan diduga asam propionat hasil fermentasi menghambat sintesa kolesterol di dalam hati.9,10,12 Hasil penelitian cenderung menunjukkan adanya penurunan kanker kolon dengan konsumsi serat pangan tidak terlarut yang tinggi, sedangkan serat terlarut belum dapat dipastikan pengaruhnya. Banyak mekanisme yang dikemukakan, tetapi mekanisme yang utama ialah bahwa serat pangan akan menambah volume feses. Dengan demikian, akan mengencerkan isi usus sehingga interaksi mokusa dengan karsinogenik berkurang.13,14

Oligosakarida

Oligosakarida merupakan komponen makanan fungsional yang paling popular di Jepang. Oligosakarida adalah karbohidrat sederhana, banyak dikonsumsi dalam bentuk minuman ringan, biskuit, gula-gula/bonbon, dan produk susu. Oligosakarida fungsional adalah polisakarida pendek dengan struktur kimia yang unik sehingga tidak dapat dicerna oleh enzim-enzim pada percernaan manusia. Jadi, seperti serat pangan, akhirnya akan sampai di dalam usus besar. Dengan demikian, akan merupakan media yang baik untuk pertumbuhan bakteri bifidobacteria yang menguntungkan di dalam usus besar (kolon), sehingga oligosakarida disebut sebagai prebiotik.15,16 Manfaat dari konsumsi oligosakarida ialah karena oligosakarida dapat meningkatkan populasi bifidobacteria dalam kolon. Dengan peningkatan jumlah bakteri ini, akan menekan pertumbuhan bakteri pembusuk yang merugikan, yakni Escherichia coli dan Streptococcus faecalis. Efek yang sama juga dapat dicapai dengan mengkonsumsi produk makanan yang mengandung bakteri asam laktat dalam keadaan hidup seperti Yogurt, yang disebut probiotik. Bakteri asam laktat dan sejenisnya relatif tahan terhadap asam lambung sehingga dapat sampai di kolon, dan selanjutnya akan menekan pertumbuhan bakteri yang merugikan.15,16

Metabolit-metabolit toksis hasil fermentasi protein yang mencapai kolon oleh bakteri pembusuk dalam kolon meliputi ammonia dan senyawa amina (toksis terhadap hati), nitrosamin, fenol dan kresol, indol dan skatol (karsinogen) asam-asam empedu sekunder (karsinogen pada kolon), estrogen (karsinogen pada payudara), dll. Pada dasarnya, senyawa-senyawa nitrogen ini bersifat basa. Karena 40-50% padatan feses adalah bakteri, jumlah metabolit toksis hasil fermentasi ini tidak boleh diabaikan. Berdasarkan laporan hasil penelitian, dalam setiap 300 g feses basah terdapat 186 mg ammonia; 1,4 mg fenol; 12,2 mg para-kresol; 8,5 mg indol; dan 3,3 mg skatole. Juga terbentuk N-dimetilnitrosamin sekitar 0,067-0,67 mg per hari per 75 kg berat badan. Jumlah ini hanya 10-100 kali lebih kecil dari dosis karsinogenik pada tikus. Bakteri-bakteri yang terlibat dalam pembentukan zat-zat toksis ini melalui fermentasi adalah bakteri pembusuk Escherichia coli, Clostridia, Streptococcus faecalis, dan Proteus. Bakteri pembusuk ini biasanya tidak suka dalam kondisi yang asam10,15,16. Secara fisiologis, oligosakarida dapat mencegah penyakit kanker dan meningkatkan kesehatan melalui beberapa mekanisme.

Peningkatan jumlah bifidobakteria sesudah mengkonsumsi oligosakarida akan terjadi. Selanjutnya, akan mencegah pertumbuhan bakteri patogen yang masuk dari luar tubuh dan bakteri saluran pencernaan yang merugikan. Karena, konsumsi oligosakarida akan memproduksi asam lemak rantai pendek (terutama asam asetat dan asma laktat dengan perbandingan 3:2) dan kemampuan untuk menghasilkan zat yang bersifat sebagai antibiotik. Hampir semua zat yang diproduksi oleh bakteri bersifat asam sebagai hasil fermentasi karbohidrat oligosakarida. 15,16,17 Dengan terbentuknya zat-zat antibakteri dan asam maka pertumbuhan bakteri patogen seperti Salmonella dan E. Coli akan dihambat. Bifidin, suatu antibiotik yang dihasilkan oleh Bifidobacterium bifidum, sangat efektif melawan Shigella dysenteria, Salmonella typhosa, Staphylococcus aureus, E. Coli, dan bakteri lainnya. 10,15,16 Konsumsi oligosakarida akan mengurangi metabolit toksis dan enzim-enzim yang merugikan. Dengan konsumsi 3-6 g oligosakarida per hari,, akan mengurangi senyawa-senyawa toksis yang ada dalam usus dan enzim-enzim yang merugikan sebanyak 44,6% dan 40,9%, masing-masing selama tiga minggu.15

Konsumsi produk makanan yang mengandung bifidobakteria seperti Yogurt (disebut sebagai probiotik), dapat menekan pertumbuhan bakteri patogen. Melalui pembentukan asam lemak pendek dalam jumlah yang tinggi dari oligosakarida oleh bifidobakteria, juga mencegah konstipasi dengan merangsang peristaltis usus melalui peningkatan kandungan air feses akibat adanya tekanan osmosis. Penurunan metabolit toksis oleh oligosakarida atau konsumsi bifidobakteria (probiotik) akan meringankan beban bahan toksis dalam hati yang berarti melindungi hati.10,15,16 Bird16 melaporkan bahwa suplementasi oligosakarida sebanyak 4 gram per hari selama 25 hari akan mengurangi risiko kanker. Kombinasi dari probiotik dan prebiotik akan bersifat sinbiotik. Penurunan kadar kolesterol oleh oligosakarida diduga karena perubahan mikroflora usus. Bakteri Lactobacillus (bakteri asam laktat) diketahui akan menurunkan kolesterol darah karena dapat mencegah absorbsi kolesterol dari usus. Bifidobacteria juga mampu untuk menghasilkan niasin juga memberi kontribusi terhadap penurunan kolesterol ini. Mekanisme kerja oligosakarida dan serat terlarut tidak jauh berbeda, kecuali oligosakarida tidak aktif secara fisis.15,16

Beberapa makanan secara alamiah mengandung oligosakarida. Misalnya, frukto oligosakarida (FOS) dapat ditemukan dalam bawang, bawang putih, asparagus, dan kacang kedelai mengadung soybean oligosakarida. Akan tetapi, melalui makanan setiap hari tidak mungkin dapat memenuhi jumlah oligosakarida yang dianggap berkhasiat untuk mencegah penyakit seperti diuraikan di atas, maka konsumsi tambahan diperlukan untuk dapat berfungsi mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan.15 Misalnya, frukto oligosakarida (FOS) ditambahkan ke dalam susu bubuk untuk balita sebagai prebiotik. Prebiotik dapat diperoleh dari Yogurt dan produk sayur asinan.

Komponen Bioaktif dari Lemak

Lipida merupakan komponen senyawa organik yang terdapat di dalam mahluk hidup yang larut di dalam pelarut organik atau pelarut non-polar, tapi tidak larut di dalam air. Lemak (komponen lipida terbesar) merupakan ester dari gliserol dan tiga asam lemak sehingga disebut triasilgliserol atau trigliserida. Sifat fisis dan kimia dan bahkan nilai gizi dari lemak ditentukan oleh komposisi asam lemak dan posisi asam lemak di dalam molekul trigliserida.18,19 Ada beberapa asam lemak dan senyawa lipida lain yang mendapat perhatian secara khusus karena mempunyai efek fisiologis yang positif maupun negatif terhadap kesehatan, yakni asam lemak essensial, omega-3, dan asam lemak tak jenuh isomer trans (trans fatty acids =TFA).

Asam Lemak Essensial dan Omega-3 Rantai Panjang

Asam lemak essensial terdiri dari asam lemak linoleat (LA) (18:2 n-6) dan linolenat (LNA) (18:3 n-3) yang juga termasuk omega-3. Omega-3 berantai panjang yang tidak essensial yakni asam lemak yang biasanya memiliki ikatan rangkap lebih dari dua (poly unsaturated fatty acid=PUFA) dan ikatan rangkap yang paling terakhir terdapat pada atom karbon ketiga dari ujung rantai asam lemak tersebut. Karena itu, sering disebut poly usaturated fatty acids omega-3 (PUFA n-3). 18,19

Asam lemak esensial LA dan LNA berperanan sebagai bahan dasar untuk pembentukan zat yang menyerupai hormon (hormon-like substances) yang teridri dari prostaglandin dan leukotrien. Zat-zat ini merupakan senyawa yang terbentuk dari PUFA dengan 20 atom karbon dan mempunyai peran penting sebagai pengatur fungsi normal sel. Juga tromboksan yang berperan dalam platelet serta trombosit pada proses pembekuan darah. 20,21,22 LA akan diubah melalui serangkaian tahapan desaturasi dan perpanjangan rantai karbon menjadi asam arahidonat (AA) (20: 4 n-6), serta LNA diubah menjadi eicosapentaenoic acid (EPA)(20:5 n-3) dan docosahexaenoic acid (DHA) (22:6 n-3).

Sedangkan bayi kurang mampu mensintesis DHA dari LNA sehingga diperlukan dari makanan. Oleh karena itu, DHA sering dikategorikan sebagai asam lemak essensial pada bayi. Defisiensi akan asam lemak essensial LA atau AA (omega-6) akan menyebabkan gejala-gejala kulit bersisik, rambut rontok, diare, dan penyembuhan luka yang lama. Oleh karena itu, Food and Drug Administration (FDA) menganjurkan supaya formula makanan bayi harus mengandung paling tidak 300 mg LA per 100 kalori, atau 2,7% dari total kalori sebagai LA.22 Air susu ibu (ASI) mengandung asam lemak essensial LA, LNA, dan non-esensial AA serta DHA. Dalam jaringan otak dan jaringan syaraf lain pada bayi yang berumur beberapa bulan pertama, terdapat akumulasi DHA. Hal ini diyakini bahwa anak yang diberi ASI akan lebih pintar daripada yang tidak diberi ASI. Keseimbangan antara LA dan LNA pada bayi sangat menentukan untuk mengoptimalkan fungsi penglihatan dan pertumbuhan bayi. Sampai sekarang, penambahan DHA dan AA ke dalam formula makanan bayi masih dalam taraf penelitian, karena manfaatnya belum diketahui dengan pasti. Di Amerika, tidak ada makanan formula bayi yang mengandung DHA.22,23 LNA terdapat di dalam sayuran hijau sedangkan LA banyak terdapat di dalam biji-bijian. Jika kebanyakan mengkonsumsi LA maka sintesis LNA menjadi EPA dan DHA berkurang, kecuali di beberapa jaringan tertentu seperti jaringan otak dan testis. Akan tetapi, DHA dapat diperoleh langsung dari minyak ikan atau disintesis dari LNA yang terdapat dalam makanan. 20,21

EPA dan AA di dalam tubuh akan diubah menjadi zat-zat yang dikenal sebagai eikosanoid, yaitu prostanoid (prostaglandin dan prostacylin) dan leukotrien. Eikosanoida yang berasal dari EPA dikenal sebagai prostanoida seri-3 dan leukotrien seri-5, sedangkan yang berasal dari AA ialah prostanoida seri-2 dan leukotrien seri-4. Eikosanoida yang berasal dari EPA dan AA mempunyai fungsi yang kompetitif. Konsumsi EPA dan DHA dari ikan atau minyak ikan akan menggantikan AA dari pospolipida membrane pada sel-sel. Jika hal ini terjadi, keadaan akan mengarah kepada kondisi fisiologis dimana akan diproduksi prostanoid dan leukotrien yang bersifat sebagai antithrombotik, antikemotaktik, antivasokontriktif, hipotensif, antiateromateous, dan anti-inflamatori. Perubahan seperti ini akan menguntungkan kesehatan, terutama akan menurunkan risiko penyakit jantung koroner (PJK). Sebaliknya, jika konsumsi LA dan atau AA (omega-6) lebih banyak daripada LNA dan DHA (omega-3) maka keadaan kurang menguntungkan, karena akan mengarah ke keadaan kondisi fisiologis yang bersifat prothrombik dan proaggregatori dengan kenaikkan viskositas darah, vasokonstriksi, dan menurunkan bleeding time. Dengan demikian, akan meningkatkan risiko PJK.11,21 Hal lain yang berdampak positif ialah bahwa konsumsi EPA dan DHA dari minyak ikan akan menurunkan kadar trigliserida di dalam darah, dengan cara menurunkan sintesa very low density lipoprotein (VLDL), walaupun tidak konsisten menurunkan kolesterol. Tetapi, konsumsi dalam jumlah yang tinggi (20 g/hari) omega-3 akan menurunkan kolesterol darah tanpa menurunkan high density lipoprotein (HDL). Sebaliknya, omega-6 akan menurunkan koletserol HDL20,21.

Asam Lemak Trans

Pada mulanya, mentega dibuat dari lemak susu karena konsistensinya yang setengah padat. Tetapi, karena pasokan lemak susu terbatas kemudian mentega ini digantikan dengan produk sejenis, yakni margarin dengan menggunakan lemak sapi yang ditemukan oleh Mege-Mouries pada 1869. Selanjutnya, setelah ditemukan teknik hidrogenasi, margarin dibuat dari minyak nabati karena berbagai alasan antara lain: (a) karena kebutuhan akan lemak tidak sebanding lagi dengan produksi; (b) dari aspek nutrisi, terutama tentang kandungan kolesterol di dalam lemak hewani; (c) karena adanya efek menurunkan kolesterol dari lemak tak jenuh dari minyak nabati; dan (d) karena alasan religius.24 Proses hidrogenasi ditemukan pada 1903 oleh Norman. Proses ini terdiri dari pemanasan dengan adanya hidrogen elementer yang dibantu oleh suatu katalisator logam, biasanya menggunakan nikel. Hasil hidrogenasi ialah (a) terjadinya penjenuhan dari ikatan tak jenuh asam lemak; (b) isomerisasi ikatan rangkap bentuk cis (alami) menjadi bentuk isomer trans; dan (c) perubahan posisi ikatan rangkap. Perubahan ini terutama akan menaikkan titik leleh, berarti mengubah minyak cair menjadi lemak setengah padat yang sesaui dengan kebutuhan.18,24 Sebelumnya, keberadaan TFA di dalam lemak terhidrogenasi di dalam margarin dianggap menguntungkan karena mempunyai titik leleh yang lebih tinggi (sama dengan titik leleh asam lemak jenuh) daripada bentuk cis. Akan tetapi, sejak 1990, penelitian tentang efek negatif dari TFA meningkat karena ternyata TFA dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner (PJK).25,26,27 Selain proses hidrogenasi, pemanasan selama pengolahan minyak (refinery), menggoreng (deep frying), dan TFA juga terdapat secara alami di dalam lemak susu. Perubahan cis menjadi trans mulai terjadi pada temperatur 180oC dan meningkat sebanding dengan kenaikan temperatur.

Konsumsi TFA menimbulkan pengaruh negatif karena menaikkan kadar LDL, sama seperti pengaruh dari asam lemak jenuh dan menurunkan HDL. Asam lemak jenuh tidak akan mempengaruhi kadar HDL.28,29 Menurut penelitian Subbaiah et al.30 bahwa mekanisme TFA menurunkan HDL ialah dengan menghambat aktivitas lecithin cholesterol acyltransferase (LCTA). Ratio dari LDL/HDL merupakan indikator dari risiko dari PJK. Makin tinggi ratio LDL/HDL di atas nilai ideal 4 (empat), makin besar risiko PJK. Jika dibandingkan dengan pengaruh TFA dengan asam lemak jenuh, maka efek negatif dari TFA dapat menjadi dua kali lipat dari asam lemak jenuh, karena asam lemak jenuh hanya menaikkan LDL tanpa mempengaruhi HDL. Sedangkan TFA, selain menaikkan LDL juga akan menurunkan HDL. 27,31 Pertambahan asupan 2% TFA dari total energi akan menaikkan risiko PJK sekitar 25%. Pengaruh TFA sangat tergantung pada kadar asupan. Kadar yang yang tinggi jelas akan berbahaya, tetapi kadar yang rendah dan sedang tidak akan berbahaya jika dikonsumsi bersamaan dengan asam lemak tak jenuh ganda.25,26 Diperkirakan, orang Amerika mengkonsumsi TFA sebanyak 10% dari total asam lemak, bahkan di daerah tertentu mecapai 25% dari total asam lemak di dalam makanan.30 Effek negatif dari konsumsi TFA ini masih dipengaruhi oleh komponen lain, terutama asam lemak tak jenuh ganda. Kandungan TFA yang rendah di dalam margarine yang juga masih mengandung asam lemak tak jenuh masih lebih baik daripada mentega yang terdiri dari asam lemak jenuh.

Kesimpulan

Komponen bioaktif dalam makanan, baik yang bersifat negatif dan positif, terbentuk secara alami dan/atau selama proses pengolahan. Komponen bioaktif dari protein adalah turunan asam amino berupa senyawa amin dan bersifat toksis; histamin, feniletilamin, tiramin, cadaverin, dan putrescin yang terbentuk selama proses pengolahan, terutama selama fermentasi. Keracunan histamin akan menimbulkan gejala-gejala alergis dan bersifat hipotensif. Tingkat keracunan dipengaruhi oleh senyawa amin lain dan obat-bat monoamin oksidae inhibitor (MAOI). Feniletilamin dan triptamin mempunyai efek fisiologis yang mirip sebagai hiperternsif dan menimbulkan migrain.

Komponen bioaktif dari karbohidrat terdiri dari berbagai serat pangan (dietary fibre) dan oligosakarida. Ia bersifat protektif terhadap kesehatan dan bahkan dapat mencegah berbagai penyakit seperti kanker kolon, bersifat hipoglisemik, dan hipokolesterolemik. Serat pangan bekerja secara fisis dan biokimiawi melalui metabolisme karbohidrat dan lipida, sedangkan oligosakarida hanya aktif secara biokoimiawi.

Asam lemak esensial, omega-3 rantai panjang, dan asam lemak trans (trans fatty acid = TFA) adalah komponen bioaktif dari lemak. Dua asam lemak esensial linoleat (omega-6) dan linolenat (omega-3) berperan sebagai bahan dasar eikosanoida di dalam tubuh untuk mengatur fungsi normal sel. Omega-3 rantai panjang tak jenuh ganda (pyunsaturated fatty acids omega-3=PUFA n-3) eicosapentaenoic acid (EPA) dan docosahexaenoic acid (DHA) disintesis dari asam linolenat di dalam tubuh atau berasal dari makanan. Efek fisiologis yang menguntungkan dari EPA dan DHA ialah karena pembentukan eikosanoid yang bersifat antitrombotik, hipotensif, antiaritmia, vasodilator, dan hipokolesterolemik sehingga mampu mengurangi risiko penyakit jantung koroner dan stroke. TFA meningkatkan risiko PJK dengan menaikkan kadar LDL dan menurunkan HDL sehingga ratio LDL/HDL meningkat. Kadar TFA yang tinggi di dalam makanan (5% dari total energi) akan meningkatkan risiko PJK, tetapi efek negatif dari konsumsi di bawah 2% dari total energi dapat ditiadakan jika dikonsumsi bersamaan dengan omega-3 atau margarin yang masih mengandung asam lemak tak jenuh. Tugas para ilmuwan adalah mengurangi atau menghilangkan zat-zat yang berpengaruh negatif dalam makanan dan meningkatkan jumlah, mengisolasi, serta meneliti khasiat dari komponen-komponen minor yang berkhasiat dalam makanan, serta efek interaksi di antara komponen-komponen.

Daftar Pustaka

  1. Silalahi, J. Toksikologi senyawa amin bioaktif yang terdapat di dalam makanan. Media Farmasi. 1994: 2(1): 19-25.
  2. Silalahi, J. Anticancer and health protective properties of citrus fruit components. Asia Pasific J Clin Nutr. 2002: 11(1): (In press).
  3. Silalahi, J. Changes in Amines During Salting and Drying of Fish. Media Farmasi. 1994a: 2(1): 33-39
  4. Silalahi, J. Extraction of Amines From Marine Fish. Media Farmasi. 1997: 5(2): 100-108.
  5. Silalahi, J. Amines in Seafood products. Media Farmasi: 1997a: 5(2): 84-99.
  6. Wills, RBH., Silalahi, J., and Wootton, M. Simultaneous determination of food-related amines by high performance liquid chromatography. J Liq Chromatog. 1987: 10: 3183-3191.
  7. Wootton, M., Silalahi, J., and Wills, RBH. Amine levels in some Asian Seafood Products. J Sci Food Agric. 1989: 49: 503-506.
  8. Silalahi, J. Analysis of amines in seafood products by high performance liquid chromatography. PhD Thesis. University of New South Wales. 1989.
  9. Stark, A., Madar, Z. Dietary fibre. In: Goldberg, I (ed). Functional Foods: Designer Foods, Pharmafoods, and Nutraceuticals. Chapman &Hall. New York. 1994: p. 183-201.
  10. Muir, JG. Location of colonic fermentation events: Importance of combining resistant starch with dietary fibre. Asia Pacific J Clin Nutr: 1999: 8(Suppl.): S14-S21
  11. Silalahi, J. Hypocholesterolemic Factors in Foods: A Review. Indonesian Food and Nutrition Progress. 2000: 7(1): 26-35.
  12. Lo, GS., Moore, WR., and Gordon, DT. Physiological effects and Functional Properties of Dietary Fibre Sources. In: Goldberg, I and Williams, R.(eds). Biotechnology and Food Ingredients. Van Nostrand. New York.1991: p. 153-191.
  13. Kritchevsky,D. Dietary fibre in health and disease: An overview. Asia Pasific J Clin Nutr. 1999: 8(Suppl.): S1-S2.
  14. Ferguson, LR., and Harris, JP. Wheat bran and cancer: The role of dietary fibre. Asia Pacific J Clin Nutr: 1999: 8(Suppl.): S41-S46.
  15. Tomomatsu, H. Health Effects of Oligosaccharides. Food Technology,. 1994. Oct: 61-64.
  16. Bird, A R.. Prebiotics: A role for dietary fibre and resistant starch. Asia Pacific J          Clin Nutr.: 1999: 8(Suppl.): S32-S36.
  17. Topping, DL. Physiological effects of dietary carbohydrates in the large bowel: Is there a need to recognize dietary fibre equivalents? Asia Pacific J Clin Nutr. 1999: 8(Suppl.): S22-S26.
  18. Silalahi, J. Modification of Fats and Oils. Media Farmasi. 1999: 7(1): 1-16.
  19. Silalahi, J. Fats, Olis and Fat Substitutes in Human Nutrition. Indonesian Food and Nutrition progress. 2000a: 7(2): 56-66.
  20. Padley, FB., Podmore, J. Fatty Acids. The role of fats in Human Nutritoin. Ellis Horwood. Chichester (England): 1985.
  21. Simopoulos, AP. Fatty Acids. In: Goldberg, I(ed). Functional Foods: Designer Foofs, Pharma foods, Nutraceuticals. Chapman & Hall. New York. 1994:p. 183-201.
  22. Johnson, DB. Nutrition in Infancy: Physiology, Development, and Nutritional Recommendations. In: Roberts, BSW and Williams, SR (eds). Nutrition Throughout The Life Cycle. Fourth edition. McGrawHill. Sydney. 2000. p. 193-210.
  23. Roberts, BSW. Lactation: The Mother and Her Milk. In: Roberts, BSW and Williams, SR (eds). Nutrition Throughout The Life Cycle. Fourth edition. McGrawHill. Sydney. 2000. p. 130-161.
  24. O`Brien, RD. Fats and Oils: Formulating and Processing for Applications. Technomic. Lancaster. 1998
  25. Oomen, CM., Ocke, MC., Feskens, EJM., Kok, FJ., and Kromhout, D. Association between trans fatty acid intake and 10-year risk of coronary heart disease in the Zutphen Elderly Study: a prospective population-based study. Lancet. 2001: 357, March 10: 746-751.
  26. Aro, A. Complexity of issue of dietary trans fatty acids. [Commentary]. Lancet. 2001: 357. March. 10.: 732-733.
  27. Ascherio, A., Katan, MB., and Stampfer, MJ. Trnas Fatty acids and Coronary Heart Disease. N Eng J Med. 1999: 340(25): 1994-1998.
  28. Sebedio, JL., and Chardigny, JM. Physiological effects of trans and Cyclic Fatty Acids. In: Perkins and Erickson (eds). Deep Frying: Chemistry, Nutrition, and Practical Applications. AOCS Press. Champaign.1996:p. 183-209.
  29. Martin, JC., Nour,M., Lavillonniere, F.,and Sebedio, JL. Effect of Fatty Acid Positionsl Distribution and Triacylglycerol Composition on Lipid By-Products Formation During Heat Treatment: II. Trans Isomers. J Am Oil Chem Soc. 1998:75(9): 1073-1078.
  30. Subbaiah, PV., Subramanian, VS.,and Liu, M. Trans unsaturated fatty acids inhibit lechitin: cholesterolacyltransferase and alter its positional specifity. J Lipid Res. 1998: Vol. 39: July: 1438-1447.
  31. McGowan, MP. Menjaga Kebugaran Jantung. Penerjemah, Raja, P., Hariyanto, S., dan Sukono. Rajagrafindo Persada. Jakarta. 2001.

 Diakses oleh : arifin_pararaja

Kebersihan merupakan salah satu faktor penting bagi kesehatan masyarakat. Untuk menjaga kebersihan badan, pakaian, tempat tinggal serta tempat umum dibutuhkan produk pembersih yang dapat diandalkan. Ibu rumah tangga, rumah sakit, sarana umum lain hingga hotel berbintang lima pasti menjadikan produk yang satu ini sebagai bagian kehidupan sehari-hari untuk mencuci pakaian maupun peralatan rumah tangga.

Pengertian deterjen dan manfaatnya§
Produk yang disebut deterjen ini merupakan pembersih sintetis yang terbuat dari bahan-bahan turunan minyak bumi. Dibanding dengan produk terdahulu yaitu sabun, deterjen mempunyai keunggulan antara lain mempunyai daya cuci yang lebih baik serta tidak terpengaruh oleh kesadahan air.

Pada umumnya, deterjen mengandung bahan-bahan berikut:
1. Surfaktan (surface active agent) merupakan zat aktif permukaan yang mempunyai ujung berbeda yaitu hydrophile (suka air) dan hydrophobe (suka lemak). Bahan aktif ini berfungsi menurunkan tegangan permukaan air sehingga dapat melepaskan kotoran yang menempel pada permukaan bahan.
Secara garis besar, terdapat empat kategori surfaktan yaitu:
a. Anionik : -Alkyl Benzene Sulfonate
-Linier Alkyl Benzene Sulfonate (LAS)
-Alpha Olein Sulfonate (AOS)
b. Kationik : Garam Ammonium
c. Non ionik : Nonyl phenol polyethoxyle
d. Amphoterik : Acyl Ethylenediamines

2. Builder (Permbentuk) berfungsi meningkatkan efisiensi pencuci dari surfaktan dengan cara menon-aktifkan mineral penyebab kesadahan air.
a. Phosphates : Sodium Tri Poly Phosphate (STPP)
b. Acetates : – Nitril Tri Acetate (NTA)
- Ethylene Diamine Tetra Acetate (EDTA)
c. Silicates : Zeolith
d. Citrates : Citrate acid

3. Filler (pengisi) adalah bahan tambahan deterjen yang tidak mempunyai kemampuan meningkatkan daya cuci, tetapi menambah kuantitas.
Contoh : Sodium sulfate

4. Additives adalah bahan suplemen / tambahan untuk membuat produk lebih menarik, misalnya pewangi, pelarut, pemutih, pewarna dst, tidak berhubungan langsung dengan daya cuci deterjen. Additives ditambahkan lebih untuk maksud komersialisasi produk.
Contoh : Enzyme, Borax, Sodium chloride, Carboxy Methyl Cellulose (CMC).

Awalnya deterjen dikenal sebagai pembersih pakaian, namun kini meluas dalam bentuk produk-produk seperti:

1. Personal cleaning product, sebagai produk pembersih diri seperti sampo, sabun cuci tangan, dll.
2. Laundry, sebagai pencuci pakaian, merupakan produk deterjen yang paling populer di masyarakat.
3. Dishwashing product, sebagai pencuci alat-alat rumah tangga baik untuk penggunaan manual maupun mesin pencuci piring.
4. Household cleaner, sebagai pembersih rumah seperti pembersih lantai, pembersih bahan-bahan porselen, plastik, metal, gelas, dll.

Kemampuan deterjen untuk menghilangkan berbagai kotoran yang menempel pada kain atau objek lain, mengurangi keberadaan kuman dan bakteri yang menyebabkan infeksi dan meningkatkan umur pemakaian kain, karpet, alat-alat rumah tangga dan peralatan rumah lainnya, sudah tidak diragukan lagi. Oleh karena banyaknya manfaat penggunaan deterjen, sehingga menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat modern.

 Dampak§ negatif dibalik manfaat deterjen
Tanpa mengurangi makna manfaat deterjen dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, harus diakui bahwa bahan kimia yang digunakan pada deterjen dapat menimbulkan dampak negatif baik terhadap kesehatan maupun lingkungan. Dua bahan terpenting dari pembentuk deterjen yakni surfaktan dan builders, diidentifikasi mempunyai pengaruh langsung dan tidak langsung terhadap manusia dan lingkungannya.

Surfaktan dapat menyebabkan permukaan kulit kasar, hilangnya kelembaban alami yamg ada pada permukan kulit dan meningkatkan permeabilitas permukaan luar. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa kulit manusia hanya mampu memiliki toleransi kontak dengan bahan kima dengan kandungan 1 % LAS dan AOS dengan akibat iritasi ‘sedang’ pada kulit. Surfaktan kationik bersifat toksik jika tertelan dibandingkan dengan surfaktan anionik dan non-ionik. Sisa bahan surfaktan yang terdapat dalam deterjen dapat membentuk chlorbenzene pada proses klorinisasi pengolahan air minum PDAM. Chlorbenzene merupakan senyawa kimia yang bersifat racun dan berbahaya bagi kesehatan.

Pada awalnya surfaktan jenis ABS banyak digunakan oleh industri deterjen. Namun karena ditemukan bukti-bukti bahwa ABS mempunyai risiko tinggi terhadap lingkungan, bahan ini sekarang telah digantikan dengan bahan lain yaitu LAS.

Ada dua ukuran yang digunakan untuk melihat sejauh mana produk kimia aman di lingkungan yaitu daya racun (toksisitas) dan daya urai (biodegradable). ABS dalam lingkungan mempunyai tingkat biodegradable sangat rendah, sehingga deterjen ini dikategorikan sebagai ‘non-biodegradable’. Dalam pengolahan limbah konvensional, ABS tidak dapat terurai, sekitar 50% bahan aktif ABS lolos dari pengolahan dan masuk dalam sistem pembuangan. Hal ini dapat menimbulkan masalah keracunan pada biota air dan penurunan kualitas air. LAS mempunyai karakteristik lebih baik, meskipun belum dapat dikatakan ramah lingkungan. LAS mempunyai gugus alkil lurus / tidak bercabang yang dengan mudah dapat diurai oleh mikroorganisme.

Dalam laporan lain disebutkan deterjen dalam badan air dapat merusak insang dan organ pernafasan ikan yang mengakibatkan toleransi ikan terhadap badan air yang kandungan oksigennya rendah menjadi menurun. Keberadaan busa-busa di permukaan air menjadi salah satu penyebab kontak udara dan air terbatas sehingga menurunkan oksigen terlarut. Dengan demikian akan menyebabkan organisme air kekurangan oksigen dan dapat menyebabkan kematian.

Builders, salah satu yang paling banyak dimanfaatkan di dalam deterjen adalah phosphate. Phosphate memegang peranan penting dalam produk deterjen, sebagai softener air. Bahan ini mampu menurunkan kesadahan air dengan cara mengikat ion kalsium dan magnesium. Berkat aksi softenernya, efektivitas dari daya cuci deterjen meningkat. Phosphate yang biasa dijumpai pada umumnya berbentuk Sodium Tri Poly Phosphate (STPP). Phosphate tidak memiliki daya racun, bahkan sebaliknya merupakan salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan mahluk hidup. Tetapi dalam jumlah yang terlalu banyak, phosphate dapat menyebabkan pengkayaan unsur hara (eutrofikasi) yang berlebihan di badan air, sehingga badan air kekurangan oksigen akibat dari pertumbuhan algae (phytoplankton) yang berlebihan yang merupakan makanan bakteri. Populasi bakteri yang berlebihan akan menggunakan oksigen yang terdapat dalam air sampai suatu saat terjadi kekurangan oksigen di badan air dan pada akhirnya justru membahayakan kehidupan mahluk air dan sekitarnya. Di beberapa negara, penggunaan phosphate dalam deterjen telah dilarang. Sebagai alternatif, telah dikembangkan penggunaan zeolite dan citrate sebagai builder dalam deterjen.

§ Pemilihan produk
Kesadaran masyarakat pengguna deterjen akan dampak dibalik manfaat deterjen perlu ditingkatkan. Peran serta masyarakat dalam mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh penggunaan deterjen sangat diharapkan. Banyaknya pilihan produk yang diinformasikan melalui iklan memang bisa menguntungkan konsumen. Tetapi konsumen tetap perlu berhati-hati, karena kesalahan memilih produk akan merugikan konsumen sendiri.

Sebaiknya konsumen memilih deterjen yang pada kemasannya mencantumkan penandaan nama dagang, isi / netto, nama bahan aktif, nama dan alamat pabrik, nomor ijin edar, nomor kode produksi, kegunaan dan petunjuk penggunaan, juga tanda peringatan serta cara penanggulangan bila terjadi kecelakaan. Selain itu dianjurkan bagi konsumen untuk memilih produk yang mencantumkan bahan aktif yang lebih aman dan ramah lingkungan. Informasi mengenai produk ramah lingkungan dapat dilihat pada label baik berupa logo hijau maupun klaim ramah lingkungan. Selain itu produsen sebaiknya memberikan informasi yang lebih lengkap mengenai produknya.

Takaran penggunaan deterjen§
Hal lain yang perlu diperhatikan oleh konsumen dalam menggunakan deterjen adalah cara penggunaan yang benar. Pada beberapa deterjen bubuk ternyata terdapat petunjuk yang tidak tepat. Yaitu ketika konsumen dianjurkan menggunakan takaran genggam. Hal ini sungguh berisiko karena deterjen bersifat basa yang berarti korosif terhadap kulit. Apalagi jika kulit pengguna bersifat sensitif, maka takaran deterjen yang menggunakan istilah ‘genggam’ tersebut akan langsung memberikan reaksi pada kulit berupa gatal, mengering dan pecah-pecah. Selain itu, takaran genggam bukan ukuran yang bersifat pasti, karena hanya berupa kira-kira yang sangat tergantung kepada ukuran tangan seseorang. Jadi kecenderungan konsumen untuk menggunakan berlebihan memang besar. Disamping itu, karena slogan-slogan pada iklan produk deterjen baik di media elektronik maupun media cetak, timbul persepsi konsumen bahwa busa banyak bisa mencuci lebih bersih. Padahal busa yang terlalu banyak bukan berarti deterjen menjadi lebih efektif, malah sebaliknya, daya cucinya terhambat. Selain itu keberadaan busa-busa di permukaan badan air menjadi salah satu penyebab kontak udara dan air terbatas sehingga menurunkan oksigen terlarut. Dengan demikian akan menyebabkan organisme air kekurangan oksigen dan dapat menyebabkan kematian.

Oleh karena itu sebaiknya konsumen menggunakan takaran khusus untuk deterjen dan produsen menyediakan alat takar tersebut di dalam kemasan produknya.

 

Diakses oleh : arifin_pararaja dari www.pom-obat.go.id

 

Oleh Kinkin Mirajul Muttaqien

Di tengah-tengah reshuffle Kabinet yang dilakukan pemerintahan SBY, suasana mencekam terjadi di kampus UISU (Universitas Islam Sumatera Utara). Hal ini tentu sangat mencolok, sebab hampir semua media baik itu cetak maupun elektronik menyajikan suguhan berita yang sangat kontras tersebut.

 

Reshuffle kabinet yang dilakukan tentunya bukan asal dilakukan oleh SBY, akan tetapi tersirat bahwa SBY menginginkan sebuah perbaikan sistem pemerintahan untuk menuju sebuah kesuksesan. Hal ini dilakukan tentu tidak ada salahnya, jika setelah itu diikuti dengan langkah-langkah strategis bukan hanya sekedar reshufle.

Akan tetapi ada hal yang terlupakan, dan hal ini bukan baru sekarang tetapi sudah terjadi sejak lama, sehingga negeri ini begitu sulit untuk mencapai kesuksesan. Hal ini menyebabkan stabilitas bangsa senantiasa terkoyak-koyak, sampai akhirnya bangsa ini hidup dalam keterpurukan. Hal yang terlupakan itu adalah kunci untuk membuka kesuksesan. Seperti hal nya kita, ketika akan memasuki sebuah rumah yang terkunci, maka kita harus memiliki kunci untuk membuka rumah tersebut, sehingga kita bisa dengan leluasa masuk ke dalamnya.

 

Orang banyak menilai bahwa kunci kesuksesan itu ada pada duit, sehingga mereka peras keringat banting tulan hanya untuk yang satu ini. Akan tetapi pemahaman kebanyakan orang DUIT ini hanya sebatas materi, dan tidak pernah menjabarkan dan menggali lebih dalam apa DUIT itu. Sementara dalam Islam DUIT itu sudah sangat jelas, dan memang Islam sendiri mengajarkan agar kita tidak hidup dalam kefakiran, sebab seperti kata Rasulullah bahwa; ”kaadal fakru an yakuunal kufron”, kefakiran itu bisa menyebabkan orang terjerumus kepada kekufuran.

 

Oleh karena itu Islam menjabarkan bahwa kunci sukses itu ada pada DUIT tersebut. Dan DUIT itu sendiri bila dijabarkan akan menjadi: Pertama, Doa. Doa merupakan hal yang sangat utama dalam Islam untuk mencapai kesuksesan. Bahkan Rasulullah menjelaskan; ”Addua’u muhhul ibadah” sehingga doa ini menjadi sangat penting untuk setiap individu dalam mencapai kesuksesan. Bahkan Allah sendiri berfirman: ”Ud u ni astajib lakum”, berdo’alah kepada-Ku nisscaya Aku akan mengabulkan doa mu. Janji Allah itu pasti dan tidak akan pernah diingkari, sehingga jika kita senantiasa ragu akan janji-Nya, maka wajar saja Allah menjadi murka dan tidak lagi dekat kepada kita. Oleh karena maka hendaklah kita berdoa dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan dan tanpa keraguan, sehingga Allah semakin dekat kepada kita.

 

Kedua, Usaha. Siapapun Anda tidak akan mendapatkan kesuksesan dengan hanya membalikkan telapak tangan. Kesuksesan hanya akan diraih setelah melalui tahapan usaha dan ikhtiar. Hal ini sangat penting karena usaha ini akan menjadi faktor penunjang keberhasilan dan kesuksesan seseorang. Jangan sekali-kali kita mengandalkan sesuatu yang tidak pasti. Hancurnya bangsa ini karena tidak sedikit di dalamnya orang-orang yang ingin meraih suskes dengan cara yang tidak wajar.

Banyak di antara kita hanya karena ingin sukses maka rela menempuh segala cara meskipun harus membuat orang lain menderita. Bukannya berusaha secara baik dan benar menurut syariat yang telah ditetapkan dalam Al-Qur’an dan Hadits. Bahkan tidak jarang orang menghayal sebuah kesuksesan sehingga ia larut dalam hayalan, sementara ia hanya duduk terpaku mengumbar hayalannya itu tanpa dibarengi dengan usaha yang maksimal. Wal hasil dia senantiasa menjadi orang yang tertinggal dari orang lain yang begitu giat dalam berusaha mencapai kesuksesan. Disaat orang lain sudah melangkah jauh dia masih duduk termangu. Oleh karena itu kapan pun hayalannya tidak akan menjadi kenyataan jika tidak dibarengi dengan usaha dan ikhtiar.

 

Ketiga, Iman. Iman haruslah ada pada setiap indovidu muslim, sebab iman akan menjadi pondasi diri yang sangat berarti dalam meraih sukses dan cita-cita. Iman jangan hanya melekat saat kita ada di dalam masjid, atau saat kita sedang shalat. Iman harus senantiasa di bawa ke mana-mana sehingga ketika ada angin menerpa ia tidak goyah.

 

Betapa banyak nya ummat Islam di negeri kita ini, bukan berarti mencerminkan bahwa bangsa ini adalah bangsa yang beriman. Sebab di berbagai sektor kehidupan masih sering kita temui aksi-aksi koruptor yang dengan sengaja menggasak uang milik negara. Padahal sangat jelas bahwa itu bukan lah haknya. Akan tetapi mereka dengan leluasa melakukannya. Hal ini dipicu karena tidak terbersit keimanan dalam diri individu itu. Mungkin ia rajin shalat, puasa atau iabah lainnya, tapi bukan berarti ia beriman dalam hatinya. Dan semua itu dilakukannya hanya untuk menutupi watak diri yang sesungguhnya. Oleh karena itu Iman hendaklah menjadi pondasi diri yang utama dalam menjalani setiap aktifitas, sehingga kita tidak mudah goyah oleh bujukan dan rayuan setan.

 

Keempat, Taqwa. Kunci terakhir untuk mencapai kesuksesan adalah Taqwa. Setingkat lebih tinggi dari iman adalah taqwa. Jika setiap individu muslim sudah mencapai derajat ini, maka kapanpun dan di mana pun kesuksesah akan mudah diraih. Bahkan Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat 96: ”Walau anna ahlal qura aamanu wattaqau lafatahna alaihim barakatu minassama’i wal ardhi walakin kaddzabu fa’ahodnahum bima kaanu yakdzibun”. Dan apapbila penduduk suatu negeri beriman dan bertaqwa, maka akan Kami berikan kepada mereka barakah dari langit dan bumi, akan tetapi mereka mendustakannya, maka Kami turunkan kepada mereka it adzab.

 

Jadi sudah sangat jelas Islam mengajarkan kepada kita, dan kita hanya tinggal mengikuti aturan main yang telah ditetapkan. Akan tetapi banyak di antara kita yang pada akhirnya mendustakan aturan main yang telah di tetapkan itu, sehingga adzab turun di mana-mana. Dan kondisi inilah yang saat ini sedang terjadi di negeri kita.

Mudah-mudahan reshufle kabinet yang baru saja di lakukan dibarengi dengan niat tulus untuk membenahi diri, sehingga bangsa ini bisa cepat lepas dari segala adzab yang menimpa. Dan kita sangat berharap empat kunci sukses ini bisa melekat pada diri setiap individu muslim…

Wallahu’alam

Diakses oleh : arifin_pararaja

 

Saat ini sudah banyak perusahaan yang mengijinkan para calon karyawan untuk mengirimkan lamarannya lewat email. Hal ini tentunya menguntungkan baik bagi perusahaan maupun pelamar.

Bagi perusahaan, ini akan mengurangi jumlah surat lamaran dalam bentuk kertas yang harus mereka terima dan arsipkan. Selain itu, lebih mudah bagi perusahaan untuk mengirimkan balasan surat lamaran berbentuk email tersebut ke para pelamarnya.

Bagi calon karyawan, ini akan menolong mereka untuk mengirimkan lamaran secara cepat. Jika anda mengirimkan lamaran ke banyak perusahaan, dengan mudah anda dapat mengkopi email lamaran anda sebelumnya dan menyesuaikannya.

Isi surat lamaran di email, sama dengan isi surat lamaran biasa. Perbedaaannya hanya pada cara pengirimannya saja. Sehingga semua tips & trick menulis surat lamaran kerja (silakan klik) tetap perlu anda ikuti.

Berikut ini tips dan trick menulis dan mengirimkan surat lamaran di email.

1. Judul Email

Judul email anda haruslah menolong penerimanya untuk segera mengetahui maksud dari email anda. Karena itu tuliskan judul yang jelas tetapi singkat. Sebagai contoh, anda dapat menuliskannya sebagai berikut “Lamaran untuk Posisi Manajer Pemasaran”.

Catatan : Baca dengan baik iklan lowongan kerja tersebut. Sering kali mereka meminta anda menuliskan kode tertentu di judul atau subject email anda. Terutama jika pada saat yang bersamaan mereka mempunyai beberapa lowongan pekerjaan.

2. Dimana Surat Lamaran Ditulis

Apakah surat lamaran ditulis di badan email atau di file tersendiri. Sesuai ketentuan umum berbagai perusahaan yang bergerak di bidang recruiting baik perusahaan nasional maupun multinational. Bahwa surat lamaran (cover letter) dapat langsung ditulis pada badan email (di dalam email).

3. Bagaimana dengan Resume

Jangan menulis resume anda di badan email. Tuliskan dalam file tersendiri dan jadikan sebagai lampiran (attach) email anda.

4. Jenis File Attach yang Dikirim

Pada umumnya perusahaan akan menuliskan pada iklan lowongan kerjanya, jenis file yang boleh anda kirim. Walaupun umumnya meminta file MS Word, terkadang mereka mengijinkan anda untuk mengirimkan file berformat pdf atau xls atau txt. Jika tidak disebutkan, kirimkan resume anda dalam file MS Word (.doc).

5. Ukuran/Bobot (Size) Email

Usahakan ukuran email anda termasuk lampirannya (attach) tidak melebihi 300 kb. Ukuran email ini terutama dipengaruhi oleh ukuran file yang di-attach (dilampirkan). Karena itu periksa besar file yang anda lampirkan. Jika anda diminta menyertakan foto, jangan masukkan file foto yang size-nya (bobot filenya) terlalu besar. Perkecil size-nya (bobot filenya) dengan menggunakan berbagai jenis program photo editor.

6. Dijadikan Satu dalam Bentuk ZIP

Bentuk file zip adalah bentuk file yang dimampatkan (dipadatkan) dan saat ini sudah umum dilakukan. Bahkan banyak perusahaan yang meminta agar file-file yang dilampirkan (di attach) dijadikan satu dalam sebuah file zip. Sehingga selain size-nya (ukuran file) menjadi lebih kecil/ringan, juga jumlah file yang dikirim (di attach) menjadi hanya satu file. Ini memudahkan pihak perusahaan dalam mendokumentasikan dan menyortir file-file dari pelamar.

7. File Attach yang Terlalu Besar Akan Diabaikan

Dapat anda bayangkan sendiri, bila anda menerima kiriman file di email yang size-nya besar, misalkan sampai lebih dari 1 MB. Tentunya anda malas untuk membukanya (men-download-nya). Demikian juga dengan perusahaan yang menerima email lamaran kerja anda. Bila file attach-nya terlalu besar, otomatis perusahaan tersebut akan malas untuk membuka/mendowload file kiriman anda. Dengan kata lain anda telah gagal hanya di masalah pengiriman email saja. Jadi ikutilah tips nomor 5 di atas.

8. Lakukan Uji Coba Pengiriman Email

Untuk surat lamaran yang dikirim lewat email, selain melakukan proof read, anda juga perlu melakukan uji coba pengiriman. Lakukan ini dengan mengirimkan email lamaran anda, lengkap dengan attachment-nya ke alamat email anda yang lainnya. Tentunya jangan kirimkan email percobaan tersebut ke email perusahaan yang anda tuju.

Dengan melakukan uji coba terlebih dulu, maka anda dapat melihat sendiri hasil pengiriman email anda tersebut. Untuk kemudian dilakukan perbaikan-perbaikan bila diperlukan.

Uji coba pengiriman email ini SANGAT DIPERLUKAN. Karena sering kali format email yang anda kirim berubah setelah sampai di alamat email lain. Misalkan mengirimkan email dari Yahoo ke Gmail, atau sebaliknya.

Jika anda hanya mempunyai satu alamat email, anda bisa membuat alamat email baru di Yahoo, Gmail, atau Hotmail (silakan klik) atau yang lainnya.

 

Sumber : Putri Rahayu, Taufik Anwar, Arief Budiman, dsb.

Diakses oleh : arifin_pararaja

 

Kebiasaan merokok telah menjadi budaya diberbagai bangsa di belahan dunia. Mayoritas perokok diseluruh dunia ini, 47 persen adalah populasi pria sedangkan 12 persen adalah populasi wanita dengan berbagai kategori umur. Latar belakang merokok beraneka ragam, di kalangan remaja dan dewasa pria adalah faktor gengsi dan agar disebut jagoan. Sedangkan kalangan orang tua, stres dan karena ketagihan adalah faktor penyebab keinginan untuk merokok.

Berbagai alasan dan faktor penyebab untuk merokok diatas biasanya kalah seandainya beradu argumen dengan pakar yang ahli tentang potensi berbahaya atas apa ditimbulkan dari kebiasaan merokok baik bagi dirinya sendiri, orang lain dan lingkungan. Harus diakui banyak perokok yang mengatakan bahwa merokok itu tidak enak tetapi dari sekian banyak pamflet, selebaran, kampanye anti rokok, sampai ke bungkus rokoknya diberi peringatan akan bahaya kesehatan dari rokok, tetap tak bisa mengubris secara massal berkurangnya kebiasaan merokok dan jumlah perokok

Selain mengklaim mendapatkan kenikmatan dari output rokok, perokok juga mengklaim bahwa rokok dapat meningkatan ketekunan bekerja, meningkatkan produktivitas dan lain-lain. Tetapi klaim ini sulit untuk dibuktikan karena adanya nilai abstrak yang terlibat dalam output merokok. Para ahli malah memperkirakan bahwa rokok tidak ada hubunganya dengan klaim-klaim di atas. Malah terjadi sebaliknya, menurunnya produktiviats seseorang karena merokok akibat terbaginya waktu bekerja dan merokok. Selain itu berdasarkan penelitian terbaru menyatakan bahwa merokok dapat menurunkan IQ.

Jumlah kematian dan klaim perokok Menurut penelitian Organisasi Kesehatan dunia (WHO), setiap satu jam, tembakau rokok membunuh 560 orang diseluruh dunia. Kalau dihitung satu tahun terdapat 4,9 juta kematian didunia yang disebabkan oleh tembakau rokok. Kematian tersebut tidak terlepas dari 3800 zat kimia, yang sebagian besar merupakan racun dan karsinogen (zat pemicu kanker), selain itu juga asap dari rokok memiliki benzopyrene yaitu partikel-partikel karbon yang halus yang dihasilkan akibat pembakaran tidak sempurna arang, minyak, kayu atau bahan bakar lainnya yang merupakan penyebab langsung mutasi gen. Hal ini berbanding terbalik dengan sifat output rokok sendiri terhadap manusia yang bersifat abstrak serta berbeda dengan makanan dan minuman yang bersifat nyata dalam tubuh dan dapat diukur secara kuantitatif.

Rokok dengan bahan dasar tembakau apabila mengalami pembakaran akan terbentuk asam nikotin. Asam nikotin yang terdapat dalam asap rokok ini akan mengganggu khususnya pada perokok pasif, bahkan resikonya lebih parah dibanding dengan perokok aktif. Tembakau merupakan salah satu tanaman seperti ganja dan candu. Struktur kimia dalam tanaman tersebut merupakan salah satu jenis dari kelompok senyawa alkaloid. Alkaloid terdiri dari empat macam jenis yaitu Pyrolidine (seperti: Cocain, Atropirine, dsb), Piperidine/ Pyridine (seperti : Connine/Hemlock, Nicotine, dsb), Quinoline/ Isoquinolin (seperti : Quinine, Mhorphine/ Opium, Codein, dsb), Indole (seperti : Reserphine, Lysergic, Ergonovic, dsb.). Alkaloid ini mempunyai sifat salah satunya yaitu sebagai insulator atau stimulant yang dapat mengakibatkan ketagihan. Bahan kimia jenis ini banyak digunakan sebagai anaestesik.

Banyak sudah riset yang mengungkapkan bahaya asap rokok terhadap aspek biologis dan kimiawi tubuh manusia. Studi pertama yang dilakukan dilaporkan di jurnal terkemuka Science edisi bulan Oktober 1996. Gen P53 di dalam DNA tubuh manusia berfungsi sebagai penekan tumor (tumor suppressor); jika fungsinya dimatikan, kemungkinan terjadinya tumor akan meningkat. Sudah umum diketahui bahwa asap rokok memiliki benzo[a]pyrene dalam jumlah yang cukup banyak. Molekul ini adalah sejenis karsinogen (agen penyebab kanker) yang berbahaya dan terdapat di dalam jelaga, yaitu partikel-partikel karbon yang halus yang dihasilkan akibat pembakaran tidak sempurna arang, minyak, kayu atau bahan bakar lainnya. Bahaya molekul yang ditemui dalam jelaga ini telah lama diketahui. Banyak anak yang bekerja sebagai pembersih cerobong asap di London sejak Kebakaran Besar 1666 (the Great Fire of 1666) terkena kanker testicular.

Benzo[a]pyrene sendiri sebenarnya tidak menyebabkan kanker. Jaringan di dalam tubuh manusia memetabolisme bahan ini dengan cara menambah oksigen ke salah satu cincin molekulnya, mengubahnya menjadi molekul yang dinamakan epoksi diol (diol epoxide). Kegunaan metabolisme ini adalah untuk membuat benzo[a]pyrene lebih mudah larut di dalam air, sehingga mudah untuk dikeluarkan dari tubuh. Sayangnya, strategi untuk mengeluarkan zat yang tak berguna bagi tubuh ini menjadi tidak karuan untuk benzo[a]pyrene, karena molekul yang terbentuk, epoksi diol, tidak dikeluarkan oleh tubuh. Malahan, molekul ini berhasil menemukan cara untuk masuk ke inti sel, kemudian bereaksi dengan sel-sel DNA.

Epoksi cepat sekali bereaksi dengan basa-basa Lewis, dan struktur DNA memiliki bagian yang merupakan basa-basa Lewis. Di artikel jurnal Science tersebut, para periset melaporkan bahwa epoksi diol bereaksi dengan DNA di daerah gen P53 yang diketahui mudah bermutasi. Banyak kasus kanker paru-paru yang memiliki mutasi gen di daerah gen P53 ini. Kesimpulan laporan hasil riset itu menyatakan bahwa benzo[a]pyrene dalam asap rokok adalah penyebab langsung mutasi gen yang diketahui berhubungan dengan kanker paru-paru.

Rokok yang masih segolongan dapat mempunyai sifat sama pula dengan lainnya. Jika Morphin. Sabhu-shabu, putaw dikenakan sanksi yang berat karena penyalahgunaannya, ironisnya rokok masih sebatas larangan “semu”. Kemasan komersil rokok yang tidak mencantumkan komposisi akan memperparah pembodohan pada masyarakat. Seharusnya perokok bisa “melek aksara” supaya setidaknya mampu membaca label larangan dan resiko penggunaannya. Implementasi yang konsisten akan menciptakan budaya bersih, sehat, dan ramah lingkungan.

 

Oleh : arifin_pararaja dioleh dari betbagai sumber

Sulfikar Amir

Mahasiswa S3, Rensselaer Polytechnic Institute, Troy, New York

 

Pagi itu salah satu ruang di gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi penuh sesak. Diantara hadirin tampak para peneliti senior BPPT dan beberapa tokoh elit teknologi tanah air. Tajuk utama pertemuan itu adalah sejarah dan proses pengembangan industri pesawat terbang nasional yang kini bernama PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

Banyak isyu penting yang muncul dalam diskusi tentang PTDI itu, termasuk sejarah dunia penerbangan di tanah air yang telah genap berusia 100 tahun. Tapi ada satu hal menarik dalam pertemuan itu, yaitu lontaran pentingnya politik teknologi. Lontaran ini bermaksud mengangkat teknologi sebagai komoditas politik. Mengapa para ahli teknologi yang berkutat dengan wilayah “non-politik” tiba-tiba memunculkan gagasan politik teknologi? Bukankah politik hanya permainan para politisi di Senayan? Bagaimana teknologi dapat menjadi obyek politik?

Dalam kajian akademis, istilah politik teknologi (technological politics) pertama kali dilontarkan oleh Langdon Winner dalam buku klasiknya “Autonomous Technology.” Menurut Winner, teknologi tidak pernah bisa lepas dari politik. Ada dua kategori politik teknologi. Pertama, teknologi secara inheren memiliki kandungan politik. Ini terjadi ketika manusia harus tunduk pada tuntutan teknologi (technological imperatives) sehingga pada akhirnya manusia yang beradaptasi dengan sistem teknologi, bukan sebaliknya. Kedua, teknologi adalah produk politik. Dia menjadi medium di mana kekuasaan dan kepentingan berbagai pihak bertemu, berkonflik, dan bernegosiasi satu sama lain. Kelihatannya pemahaman politik teknologi yang dilontarkan para ahli teknologi kita merujuk pada kategori yang kedua.

Jika kita cermati, sebenarnya teknologi telah lama dijadikan komoditas politik di era Orde Baru. Ini dimulai ketika B.J. Habibie diangkat menjadi Menristek pada tahun 1978 bersamaan dengan pendirian BPPT sebagai counterpart dari BAPPENAS dalam kebijakan pembangunan.

Politik teknologi pada era Orde Baru adalah hasil relasi kekuasaan antara Suharto dan Habibie. Relasi kekuasaan ini sebenarnya tidak bersifat satu arah seperti yang banyak dipahami melainkan hubungan yang saling menguntungkan (symbiosis mutualism). Pada satu sisi Habibie mendapatkan otoritas politik yang begitu besar dari Suharto untuk mewujudkan gagasan-gagasan teknologi tingginya. Di sisi lain, Suharto mendapatkan legitimasi dari keberadaan Habibie sebagai ahli teknologi terkemuka guna menjaga kesinambungan kekuasaan rejim Orde Baru.

Politik teknologi sebagai produk relasi kekuasaan dalam rejim Orde Baru adalah hal yang lumrah. Yang menjadi masalah adalah terjadinya “depolitisasi” teknologi di mana teknologi dijadikan barang ekslusif sekelompok elit teknologi seolah-olah hanya merekalah yang memiliki otoritas atas pengembangan teknologi. Kondisi ini menciptakan apa yang disebut James Ferguson sebagai “anti-politics machine.” Politik teknologi ditabukan dengan argumen bahwa teknologi adalah entitas yang steril (netral) dari politik. Akibatnya, teknologi lepas dari wilayah pengamatan publik dan hanya menjadi “political resources” bagi para ahli teknologi.

Reformasi telah membawa banyak perubahan di masyarakat. Wacana politik dan demokrasi telah menjadi bagian kehidupan sehari-hari. Ini berdampak pula pada kesadaran akan pentingnya sebuah politik teknologi. Tapi satu hal menarik untuk dicermati di sini. Gagasan politik teknologi yang dilontarkan di pertemua BPPT tersebut sebenarnya bentuk kegelisahan termarjinalisasinya isyu teknologi dalam kebijakan pembangunan yang didominasi oleh ahli ekonomi.

Seperti kita ketahui, telah lama terjadi kompetisi teknokrasi antara para ahli teknologi (Habibie, dkk) dengan ahli ekonomi (Widjojo Nitisastro, dkk) dalam mempengaruhi kebijakan ekonomi dan industri. Pertentangan paradigma antara “Habibienomics” dengan konsep keunggulan kompetitifnya dengan “Widjojonomics” dengan keunggulan komparatifnya adalah bukti empirik yang terjadi pada level epistemologis yang berdampak signifikan pada level kebijakan. Kedua kubu yang masing-masing menguasai lembaga-lembaga pemerintah itu seakan-akan sulit untuk dikompromikan.

Kolapsnya industri dirgantara nasional setelah 20 tahun lebih menerima subsidi dari pemerintah menjadi lonceng “kekalahan” paradigma ahli teknologi. Kekalahan ini ditandai dengan semakin dominannya peran ahli ekonomi dalam kebijakan pemerintah pasca reformasi. Bagi para ahli teknologi ini tidak menguntungkan karena ahli ekonomi dianggap selalu bersikap pragmatis dan cenderung menafikan faktor teknologi dalam kebijakan ekonomi.

Pemilihan presiden tahun ini menjadi momentum bagi para ahli teknologi untuk mengangkat kembali wacana politik teknologi. Ini patut didukung karena negeri ini bagaimanapun juga membutuhkan teknologi yang dibangun secara mandiri. Sadar atau tidak sadar, begitu banyak permasalahan sosial ekonomi yang menerpa bangsa ini yang bermuara pada permasalahan teknologi. Mulai dari ketersediaan layanan kesehatan, pangan, enerji, transportasi, telekomunikasi, dan berbagai kebutuhan sehari-hari. Tanpa pengembangan teknologi yang mandiri, Indonesia akan terus bergantung dengan bangsa lain. Oleh karena itu, pencanangan politik teknologi diperlukan agar pemerintah yang akan terbentuk pasca pemilu 2004 memiliki kesadaran teknologi yang tinggi.

Walaupun begitu, ada tiga pemahaman politik teknologi yang harus dicatat. Pertama, politik teknologi bukanlah semata-mata alat bagi ahli teknologi untuk mendapatkan sumber daya politik dan ekonomi dari pemerintah. Wacana politik teknologi yang difokuskan pada tujuan ini hanya akan mengulang sejarah politik teknologi Orde Baru yang bersifat eksklusif dan cenderung distortif.

Kedua, para ahli teknologi harus menerima kenyataan bahwa politik penuh dengan konflik dan negosiasi. Karena itu mereka harus siap berkonflik dan bernegosiasi dalam politik teknologi.

Ketiga, konflik dan negosiasi dalam politik teknologi tidak semata-mata antara pemerintah dan ahli teknologi, tetapi melibatkan masyarakat luas dan kelompok intelektual lainnya, termasuk ahli ekonomi, sosial, dan budaya. Seperti kata sejarawan teknologi Thomas Hughes, “technology is far too important to leave only to engineers.” Konsekuensinya, para ahli teknologi harus membuka diri terhadap keterlibatan masyarakat luas dalam merumuskan kebijakan teknologi yang lebih memasyarakat. Inilah inti dari politik teknologi.

 

*Sulfikar Amir adalah kandidat doktor studi sosial sains dan teknologi di Rensselaer

Sumber : Dimensi vol. 6 no. 2 edisi Januari 2005 Warta Sains dan Teknologi ISTECS-Japan  

Diakses oleh : arifin_pararaja



 

 

Paulus Winarto

Kedewasaan seorang entrepreneur amat ditentukan oleh sebarapa tegar ia menghadapi tantangan-tantangan yang datang. Ia tak mudah putus asa meski jatuh berkali-kali. Ketika jatuh, ia segera berdiri dan melihat masalah yang dihadapinya sebagai jalan menuju kesuksesan berikutnya. Risiko baginya adalah bibit kesuksesan bukan musibah.

Dalam menghadapi berbagai risiko, seorang entrepreneur unggulan harus memiliki sejumlah tips sehingga ia lebih mudah merefleksikan risiko di depan mata guna mencari jalan keluarnya. Salah satu tips menjadi entrepreneur unggulan dicetuskan oleh dari pakar manajemen bisnis, Dr. Rhenald Kasali. Menurutnya, ada 5 prinsip penting yang harus dipegang agar seseorang entrepreneur bisa sukses berwirausaha, yaitu:

1. Reputasi
Senantiasa menjaga reputasi (nama baik). Hal ini amat penting sebab tanpa nama baik tidak mungkin kita mendapatkan kepercayaan orang. Tidak ada kepercayaan, tidak ada bisnis.

2. Tumbuh dari bawah.
Sukses tidak mungkin dicapai dalam semalam. Sukses senantiasa dimulai dengan langkah kecil bahkan dari nol. Tentu titik nol bagi setiap orang tidaklah sama. Sebagai contoh, jika kita pernah kuliah atau bekerja maka setidaknya kita sudah punya jaringan dan pengetahuan dasar atau paling tidak cara berpikir yang lebih maju dibandingkan mereka yang belum pernah kuliah atau kerja.

3. Konsentrasi.
Jika kita telah memutuskan untuk masuk ke bidang tertentu maka kita harus fokus dan berkonsentrasi. Jangan satu belum beres, sudah mau memulai bidang yang lainnya. Konsentrasi juga menuntut ketekunan kita. Percayalah, di dunia ini tidak ada yang bisa mengalahkan ketekunan. Jangan mudah putus asa!

4. Anti kerumunan.
Tidak terjun ke tempat atau bidang yang telah banyak dimasuki orang (bukan pengikut) kecuali mampu memberikan nilai lebih yang membedakan kita dengan pemain sebelumnya. Misalnya kualitas produk yang lebih baik dan lebih murah dari pesaing. Maka alangkah baiknya jika kita memulai sebuah bisnis bukan dengan motivasi latah atau sekadar ikut-ikutan saja. Ciptakan sesuatu yang berbeda!

5. Modal hanya pelengkap.
Hampir semua orang yang saya temui menyatakan mereka sebenarnya ingin berwirausaha hanya saja ada kendala modal uang. Mereka berpikir untuk memulai suatu usaha harus ada modal besar, berbentuk PT, punya kantor, sekretaris, dsb. Padahal kita bisa mulai dengan modal sangat kecil atau mengajukan pinjaman ke pihak lain (bank, kenalan atau saudara).
Jika cerdas, kita bisa memulai suatu usaha tanpa modal uang sama sekali. Misalnya dengan sistem titip jual (konsinyasi).

Selanjutnya, untuk memulai suatu usaha ada tips menarik dari Purdi Chandra, entrepreneur sukses yang juga pemilik Primagama Group. Menurutnya, kunci sukses seorang entrepreneur terletak pada keberanian untuk memulai usaha. Mengambil langkah pertama (first step)! Sikap ini oleh Purdi dinamakan Entre-Q (entrepreneur qoutient). Tentu bukan asal berani tapi keberanian yang penuh optimisme. Purdi mengatakan, banyak orang di negeri ini yang kaya ide tapi miskin keberanian. Ya, akhirnya mereka tak pernah jadi kaya. HaPurdi memperkenalkan tiga kata kunci untuk memulai suatu bisnis: BODOL (Berani, Optimis, pakai Duit Orang lain), BOTOL (Berani, Optimis, pakai Tenaga Orang Lain), dan BOBOL (berani, optimis, pakai sistem Bisnis Orang Lain/ meniru Bisnis Orang Lain).

Memang tidak mudah mendapatkan dana dari orang lain, termasuk dari bank. Kita harus bisa meyakinkan orang yang punya uang bahwa usaha kita akan lebih menguntungkan daripada uangnya ditabung di bank. Jadi bukan kita saja yang harus yakin tapi juga investornya.

Memakai duit orang lain dalam memulai usaha, menurut Purdi, justru amat menantang karena ada kewajiban untuk mengembalikannya tepat waktu. Lagipula kalau duit orang lain yang dipakai maka secara logika spritual yang mendoakan supaya usaha sukses tidak hanya kita, tapi keluarga yang punya uang. Baginya, utang ibarat darah entrepreneur. Siapa pun yang ingin besar harus berani berutang tapi harus lewat perhitungan matang.

Selanjutnya, mengenai BOTOL, Purdi sendiri telah menerapkannya yakni dengan membuka restoran Padang. Karena tak tahu seluk beluk masakan Padang, ia lantas merekrut koki restoran Padang ternama. Tugas Purdi hanya sebatas menentukan standar kualitas, mengawasi dan “terima setoran”.

Untuk BOBOL, Purdi menyarankan untuk meniru sistem yang sudah sukses, misalnya waralaba. Atau untuk jenis produknya, bisa meniru yang sudah sukses dengan melakukan sedikit inovasi. Bukan mustahil, kita yang datang belakangan bisa lebih sukses dari pendahulu kita jika memang kualitasnya lebih baik dan harganya lebih murah.

Jadi menurut Purdi, seorang entrepreneur harus bisa memanfaatkan waktu, tenaga (ketrampilan) dan duit orang lain untuk mencapai kesuksesan. Artinya, yang fokus dalam berusaha bukanlah si pengusahanya melainkan para profesional yang bekerja padanya. Tentu saja para profesional ini bisa jadi lebih pandai darinya. Agar para profesional ini tidak lari, Purdi punya satu jurus: besarkan radius kepercayaan mereka. Salah satunya dengan cara berikan saham kosong atau profit sharing.

Purdi sepengamatan saya memang manusia unik. Ia seringkali tampil nyeleneh tapi jika direnungkan lebih jauh resep yang diberikannya memang mujarab. Paling tidak, Purdi sendiri telah membuktikannya. Sekarang, beranikah kita mengikuti jalan yang dibuat Purdi atau malah menciptakan jalan sendiri yang benar-benar baru?

Diakses oleh : arifin_pararaja

 Eceng gondok (Eichhornia crassipes (Mart) Solm) merupakan tumbuhan air yang sangat sulit diberantas. Hal ini disebabkan pertumbuhan Eceng gondok sangat cepat dan daya tahan hidupnya tinggi. Dari sisi hidrologi, bahwa Eceng gondok dapat menyebabkan kehilangan air permukaan sampai 4 kali lipat jika dibandingkan pada permukaan terbuka dan dapat menyebabkan pendangkalan pada danau, sungai atau daerah berair lainnya. Akibat pertumbuhan Eceng gondok yang tidak dapat terkendali, akan menyebabkan pendangkalan daerah air, penutupan pada alur sungai dan danau (OHSAWA dan RISDIYONO, 1977). Namun dibalik sisi negatif, bahwa Eceng gondok memiliki karakter yang sangat unik untuk dikaji, hal ini merupakan suatu anugerah Tuhan dengan kata lain “Tidaklah aku ciptakan sesuatu yang tanpa berguna, kecuali hanya sedikit pengetahuan yang dimiliki oleh manusia”.

Beberapa kajian ilmiah bahwa Eceng gondok dapat menetralisir kandungan logam berat yang ada di dalam air, tempat bernaungnya ikan, tempat bertelurnya ikan dan lain-lain. Dari segi teknologi bahwa Eceng gondok memiliki kadar serat yang tinggi. Serat tersebut dapat dimanfaatkan secara komersiil baik secara tradisional sampai industri yang mutakhir. Eceng gondok sebagai bahan baku untuk kerajinan rakyat dan sangat diminati oleh para turis asing. Dari kajian secara industri bahwa Eceng gondok dapat digunakan sebagai bahan baku campuran industri papan partikel, papan serat, pulp dan kertas. Eceng gondok tumbuh sangat cepat sekali, bahkan dalam waktu 3-4 bulan mampu menutupi lebih 70% permukaan danau, pertumbuhan yang sangat cepat dari Eceng gondok inilah memerlukan penangganan secara serius.

Pemberantasan secara mekanik, kimia dan biologi dibeberapa negara tidak pernah memberikan hasil yang optimal. Pengalaman di Thailand, bahwa Eceng gondok saat sekarang sudah menjadi komodite petani dan dibuat plotplot seperti pencetakan sawah-sawah di Jawa. Eceng gondok di Thailand menjadi suatu komodite bahan baku untuk industri kerajinan rakyat. Sudah saatnya Kalimantan Timur, khususnya Kutai Kartanegara dan Kutai Barat memikirkan pemberdayaan masyarakat sebagai pelopor industri kerajinan dan industri penyiapan bahan baku. Eceng gondok merupakan tumbuhan air yang berasal dari Brazil. Tumbuhan ini menyebar ke seluruh dunia dan tumbuh pada daerah dengan ketinggian tempat berkisar antara 0-1600 m di atas permukaan laut yang beriklim tropis dan sub tropis, kecuali pada daerah yang beriklim dingin.

Penyebaran tumbuhan ini dapat melalui kanal, sungai dan rawa serta perairan tawar lain dengan aliran lambat (Mardjuki dkk, 1997; Ghopal dan Sharma, 1981; Sastroutomo, 1990). Di Indonesia Eceng gondok pada mulanya diperkenalkan oleh Kebun Raya Bogor pada tahun 1894 yang akhirnya berkembang di Sungai Ciliwung sebagai tanaman pengganggu (Brij dan Sarman, 1981). Menurut Lawrence (1964) dalam Moenandir (1990), Eceng gondok secara botanis mempunyai sistematika sebagai berikut :

  • Divisio : Embryophytasi phonogama
  • Sub Divisio : Spermathopyta
  • Klas : Monocotyledoneae
  • Ordo : Ferinosae
  • Famili : Pontederiaceae
  • Genus : Eichhornia
  • Spesies : Eichhornia crassipes (Mart) Solm.

Eceng gondok merupakan herba yang mengapung, kadang-kadang berarak dalam tanah, menghasilkan tunas merayap yang keluar dari ketiak daun yang dapat tumbuh lagi menjadi tumbuhan baru dengan tinggi 0,4-0,8 m, tumbuhan ini memiliki bentuk fisik berupa daun-daun yang tersusun dalam bentuk radikal (roset). Setiap tangkai pada helaian daun yang dewasa memiliki ukuran pendek dan berkerut. Helaian daun (lamina) berbentuk bulat telur lebar dengan tulang daun yang melengkung rapat panjang 7-25 cm, gundul dan warna daun hijau licin mengkilat (Moenandir, 1990). Lebih lanjut Masan (1981) menerangkan, bahwa kerangka bunga berbentuk bulir, bertangkai panjang,berbunga 10-35, tangkai dengan dua daun pelindung yang duduknya sangat dekat, yang terbawa dengan helaian kecil dan pelepah yang berbentuk tabung dan bagian atas juga berbentuk tabung.

Poros bulir sangat bersegi, tabung tenda bunga 1,5-2 cm panjangnya dengan pangkal hijau dan ujung pucat. Taju sebanyak 6 masingmasing tidak sama ukurannya, lila panjang 2-3 cm, taju belakang yang terbesar dengan noda ditengah-tengah berwarna kuning cerah. Benang sari 6,bengkok, tiga dari benang sari tersebut lebih besar dari yang lain. Bakal buah beruang tiga dan berisi banyak. Tangkai daun pada Eceng gondok bersifat mendangkalkan dan membangun spon yang membuat tumbuhan ini mengambang.

Eceng gondok berkembang biak dengan stolon (vegetatif) dan juga secara generatif. Perkembangbiakan secara vegetatif mempunyai peranan penting dalam pembentukan koloni. Perkembangbiakan tergantung dari kadar O2 yang terlarut dalam air. Moenandir (1990) menyebutkan, bahwa pada konsentrasi 3,5-4,8 ppm perkembangbiakan Eceng gondok dapat berjalan dengan cepat. Dijelaskan oleh Neis (1993) bahwa Eceng gondok memiliki akar yang bercabang-cabang halus, permukaan akarnya digunakan oleh mikroorganisme sebagai tempat pertumbuhan. Muramoto dan Oki dalam Sudibyo (1989) menjelaskan, bahwa Eceng gondok dapat digunakan untuk menghilangkan polutan, karena fungsinya sebagai sistem filtrasi biologis, menghilangkan nutrien mineral, untuk menghilangkan logam berat seperti cuprum, aurum, cobalt, strontium, merkuri, timah, kadmium dan nikel.

Little (1968). Lawrence dalam Moenandir (1990), Haider (1991) serta Sukman dan Yakup (1991), menyebutkan bahwa Eceng gondok banyak menimbulkan masalah pencemaran sungai dan waduk, tetapi mempunyai manfaat antara lain :

1. Mempunyai sifat biologis sebagai penyaring air yang tercemar oleh berbagai bahan kimia buangan industri.

2. Sebagai bahan penutup tanah (mulch) dan kompos dalam kegiatan pertanian dan perkebunan.

3. Sebagai sumber gas yang antara lain berupa gas ammonium sulfat, gas hydrogen, nitrogen dan metan yang dapat diperoleh dengan cara fermentasi.

4. Bahan baku pupuk tanaman yang mengandung unsur NPK yang merupakan tiga unsur utama yang dibutuhkan tanaman.

5. Sebagai bahan industri kertas dan papan buatan

6. Sebagai bahan baku karbon aktif.

Joedodibroto (1983) menyatakan, bahwa dari hasil analisa dimensi serat batang Eceng gondok diketahui memiliki panjang serat yang tergolong sedang (1,75-2,12 mm) dengan bentuk yang langsing dan memiliki diameter serat antara 11,15-11,65 um. Winarno (1993), menyebutkan bahwa hasil analisa kimia dari Eceng gondok dalam keadaan segar diperoleh bahan organik 36,59%, C organik 21,23%, N total 0,28%, P total 0,0011% dan K total 0,016%. Lebih lanjut Joejodibroto (1983) mengemukakan hasil analisa komponen kimia Eceng gondok yang tidak digiling ternyata mengandungkadar abu 12% dan setelah digiling menjadi 0,65%. Selanjutnya zat ekstraktif juga mengalami penurunan setelah digiling.

 

Dikutip dari pustaka pada “Kajian Eceng Gondok Sebagai Bahan Baku Industri dan Penyelamatan Lingkungan Hidup di daerah Perairan”, Oleh : Hernowo Supriyanto, Sipon Muladi.  F. Kehutanan, Universitas Mulawarman, Samarinda, 1999.

Diakses oleh : arifin_pararaja

 Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek yang penting dalam aktivitas dunia industri. Relativitas kadar penting tidaknya akan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) ini tergantung pada seberapa besar pengaruhnya terhadap subjek dan objek itu sendiri.  K3 menjadi wacana industri abad ini setelah ditemukannya teori – teori yang representatif yang mendukung akan improvisasi dalam konteks keselamatan dan manajemen resiko yang muncul dalam kegiatan industri yang lebih luas.

Meninjau kembali literatur – literatur yang telah dikenal dan diterapkan mengenai studi kasus dalam masalah K3 dimana kesempurnaan metoda dan penerapan yang penuh komitmen dan konsistensi  penuh dari semua pihak masih banyak diharapkan. Kendala – kendala makro seperti costibility dan understanding sering kali banyak ditemui dilapangan akan tetapi tidak berarti pula bahwa program K3 tidak berjalan, ini menuntut komitmen dan kesadaran pada masing – masing pihak.

Sebagai logika dasar tentang pentingnya pemahaman K3 dapat diilustrasikan dengan Historical perspective yaitu “Apabila seorang pembangun membangun sebuah rumah untuk seseorang dan tidak membuat konstruksi dan rumah yang ia bangun runtuh akan menyebabkan rumah tersebut rusak dan meninggal pemiliknya, ternyata pembangun bisa menyebabkan kematian”. Ini artinya bahwa dalam setiap aktivitas apapun selain perencanaan teknis fisik harus diperhatikan pula aspek – aspek keamanan yang terkait langsung  maupun tidak langsung.

Walaupun hakekat  bahaya bersifat labil dan tidak bisa direncanakan akan tetapi setidaknya dengan program K3 membantu dalam menjamin peminimalisasian bahaya dan manajemen resiko. Hal ini sangat besar pengaruhnya terhadap dinamika industri.

Tujuan dari penerapan K3 dalam suatu industri adalah :

1.      Menerapkan peraturan pemerintah UUD 1945 pasal 27 ayat 2, UU No. 14 Tahun 1969 pasal 9 & 10 Tentang pokok – pokok Ketenagakerjaan, dan UU No. 1 Tahun 1970 Tentang keselematan kerja

2.      Menciptakan suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja dengan melibatkan unsur manjemen, tenaga kerja, kondisi dan lingkungan kerja yang terintregasi, dalam rangka mencegah dan mengurangi kecelakaan, dan penyakit akibat kerja, serta terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif (SMK3, pasal 2 ).

Sebelum tahun 1911, tentang keselamatan kerja dalam industri hampir tidak diperhatikan. Pekerja tidak dilindungi dengan hukum. Tidak ada santunan kecelakaan bagi pekerja. Bila terjadi kecelakaan, perusahaan menganggap bahwa kecelakaan itu :

1.    Disebabkan oleh kesalahan tenaga kerja (karyawan) sendiri.

2.    Disebabkan teman sekerja sehingga ia (pekerja) mengalami kecelakaan.

3.    Tanggungan pekerja, karena menganggap perusahaan merasa sudah membayar           (menggaji) maka resiko kecelakaan menjadi tanggungan pekerja.

4.    Karena pekerja mengalami kelalaian, sehingga terjadi kecelakaan.

Pada tahun 1908 di New York, dilakukan kompensasi pertama bagi pekerja yang mengalami kecelakaan. Setelah tahun 1911, pekerja mendapat kompensasi Penyakit Akibat Kerja (PAK). Bila disebabkan terkena panas (atmosphere) seharusnya panas dalam industri diberi pelindung (safety) dan inilah yang  menghasilkan dasar pemikiran mengenai perkembangan teknologi safety dan sanitasi industri.

Perkembangan terkini mengenai K3 sebagai integrasi dari ISO 9001 : 2000 (Quality) dan  ISO 14001 : 1996 (Enviromental) yang diterapkan diseluruh Negara didunia adalah dengan munculnya berbagai macam sistem keamanan dan keselamatan kerja yang disesuaikan dan diselaraskan dengan kebutuhan dan compatibility dari jenis dan lingkungan di industri masing – masing Negara tersebut, misalnya :

1.      NSC (USA)

2.      SAFETY MAP (Australia)

3.      SMK3 (Indonesia)

4.      British standard 8800 Guide to OH&SMS (Inggris)

5.      SGS Yarsley ICS & ISMOL ISA 2000 Requirements for S&HMS (Swiss)

6.      National Standard Authority of Ireland (Irlandia)

7.      Det Norske Veritas Standard for Certification of  OH&SMS (Holland)

8.      South African Bureau of Standard (Afrika Selatan)

9.      SIRIM QAS Sdn. Bhd. (Malaysia)

10.  OHSAS 18001 dsb.

Keselamatan (safety) adalah kemampuan untuk mengidentifikasikan dan menghilangkan/ mengontrol resiko yang tidak bisa diterima. Ketidakberterimaan awalnya berasal dari bahaya,. Bahaya adalah suatu keadaan yang berpotensi untuk terjadinya kecelakaan dan kerugian.

Potensi bahaya dapat berasal dari mesin – mesin, pesawat, alat kerja, dan bahan – bahan serta energi, dari lingkungan kerja, sifat pekerjaan dan proses produksi yang beresiko akan munculnya bahaya. Faktor – faktor sumber bahaya adalah :

1.         Faktor fisik

2.         Faktor kimia

3.         Faktor biologi

4.         Faktor fisiologi

5.         Faktor psikologi

Resiko adalah kesempatan untuk terjadinya kecelakaan atau kerugian, juga kemungkinan dari akibat dan kemungkinan bahaya tertentu. Sumber – sumber resiko adalah:


1.      Perubahan

2.      Produk

3.      Kekayaan dan bahan baku

4.      Prosedur dan aktivitas proses

5.      Teknologi dan peralatan

6.      Personel

7.      Tempat kerja dan lingkungan

8.      Lingkungan alam, keadaan iklim

9.      Eksternal/pihak – pihak yang terkait


            Keselamatan ini mencakup akan semua aspek, bisa melalui Manusia, Metode, Mesin   (alat), atau Lingkungan. Untuk keselamatan, manusia dibekali dengan pengetahuan tentang perlengkapan dalam kegiatan kerjanya dengan melalui intruksi kerja aman atau Prosedur standar. Metode yang representative dan compatible juga mampu mendatangkan keselamatan.

            Sedangkan mesin (alat) memerlukan suatu aksesoris khusus dalam menunjang kerjanya  agar mampu beroperasi secara aman tanpa mengurangi fungsi aslinya dengan  sedikit sentuhan teknologi tidak menutup kemungkinan alat penunjang tersebut dalam keadaan tertentu bisa sangat penting sekali eksistensinya, ini dapat kita maksudkan dengan Alat Pelindung Diri (Personal Protective Equipment) yang diselaraskan dengan fungsi dan jenis bahaya yang sudah disarankan penggunaannya yang efektif . Untuk lingkungan tergantumg pada pengaturan tata letak dan fungsi dalam manajemen yang efektif dan efisien.

        Kesehatan (Health) adalah  derajat/tingkat keadaan fisik dan spikologi individu. Kesehatan ini sangat besar sekali andilnya dalam hal keselamatan dan kecelakaan kerja. Ini dikaitkan dengan kondisi fisiologis dari manusia, seperti contoh :

1.         Ketidakseimbangan fisik/kemampuan fisik tenaga kerja, antara lain :

· Tidak sesuai berat badan, kekuatan dan jangkauan.

· Posisi tubuh yang dapat menyebabkan mudah lemah

· Kepekaan tubuh

· Kepekaan panca indera terhadap bunyi

· Cacat fisik

· Cacat sementara

2.         Ketidakseimbangan kemampuan psikologis tenaga kerja, antara lain :


· Rasa takut / phobia

· Gangguan emosional

· Sakit jiwa

· Tingkat kecakapan

· Tidak mampu memahami

· Sedikit ide (pendapat)

· Gerakannya lamban

· Ketrampilan kurang.


3.         Stres mental, antara lain :


· Emosi berlebihan

· Beban mental berlebihan

· Pendiam dan tertutup

· Problem sesuatu yang tidak dipahami

· Frustasi

· Sakit mental


4.               Stres Fisik, antara lain :


· Badan sakit ( tidak sehat badan )


· Beban tugas berlebihan

· Kurang istirahat

· Kelelahan sensori

· Terpapar bahan

· Terpapar panas yang tinggi

· Kekurangan oksigen

· Gerakan terganggu

· Gula darah menurun


 

   Gangguan – gangguan kesehatan akibat reaksi fisikokimia (terbakar, luka, terkena bahan kimia, dsb.) dalam industri sangat sering kali terjadi dan penyumbang paling banyak dalam catatan kecelakaan kerja ini menuntut suatu transformasi teknologi klompementer yang aman dan ramah lingkungan.

Kecelakaan (Accident) adalah kejadian yang tidak diinginkan yang dapat mengakibatkan, luka pada manusia, kerusakan harta benda, kerugian pada proses atau terjadinya kontak dengan suatu benda atau sumber tenaga yang lebih dari daya tahan tubuh atau struktur. Kecelakaan ini dibedakan menjadi

1.      Lost Time Injure (LTI) yaitu Cidera yang mengakibatkan hilangnya waktu kerja.

2.      Restricted Duties Injure (RDI) yaitu Cidera yang mengakibatkan Kerja menjadi terbatas.

3.      Medical Treatment Injure (MTI) yaitu Cidera yang memerlukan bantuan petugas kesehatan )

4.      First Aid Injure (FAI) yaitu Cidera yang memerlukan P3K

Ini dapat dituangkan dalam suatu piramida mengenai stratifikasi cidera yang sering muncul dalam kegiatan industri sesuai dengan teori K3 dibawah ini :

1

10

30

600

Cacat / cidera serius

Cidera tanpa cacat

Kerusakan harta benda

Insiden tanpa cidera atau kerugian yang tampak

Teori Frank E. Bird Peterson

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kecelakaan ini semuanya menimbulkan kerugian yang tidak diinginkan, antara lain:

1.       Kerugian Ekonomis


· Kerusakan bahan dan mesin

      Tangible

      Intangible

· Hari kerja yang hilang

      Hilang pendapatan

      Gangguan usaha

      Gangguan suplay

      Kenaikan premi

      Kontrak buruh/mesin

      Kehilangan keuntungan atas barang jadi

      Biaya pemulihan kepercayaan

· Biaya pengobatan

      Status asuransi

      Asuransi kecelakaan pribadi

      Biaya pemulihan

      Biaya tak diasuransikan


2.       Kerugian Non Ekonomis


· Penderitaan fisik

      Sakit

      Cidera

      Cacat Permanen

      Efek kesehatan jangka panjang

      Kematian

· Klaim atas kepercayaan

      Kepercayaan atas produk

      Kepercayaan professional

      Kepercayaan pekerja

      Klaim yang timbul akibat hubungan industrial

· Konsekwensi kehilangan

      Hilang waktu

      Hilang kepercayaan

      Hilang kemerdekaan

      Hilang percaya diri

      Gangguan kehidupan

      Perubahan kebahagiaan

· Rasa tidak aman


Ini telah dijabarkan dan direfleksikan dalam suatu teori Iceberg seperti dibawah ini:


$ 1

$ 5 to $ 50

$ 1 to $ 3

 

·  Biayabiaya yang diasuransikan :

      Perawatan medis

      Ganti rugi

 

 

·  Biaya yang tidak diasuransikan

      Kerusakan gedung

      Kerusakan peralatan produksi

      Pembelian peralatan P3K

 

·  Biaya lain – lain

      Gaji yang dikeluarkan pada “ waktu hilang “

      Biaya lembur

      Waktu penyelidikan kecelakaan

      Citra buruk perusahaan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Teori Gunung Es ( Iceberg)

 

Kejadian (Incident) adalah peristiwa yang menimbulkan terjadinya suatu kecelakaan atau berpotensi terhadap terjadinya suatu kecelakaan. Insiden dibedakan menjadi :

1.      Near Miss, yaitu kejadian yang dapat menyebabkan cidera.

2.      Kerusakan property, yaitu kejadian ysng dapat menyebabkan kerusakan alat.

3.      Kerusakan Lingkungan, yaitu kejadian yang menyebabkan kerusakan pada lingkungan kerja

Insiden terjadi saat energi yang tidak bisa dikendalikan, menciptakan stress pada suatu struktur ( barang atau orang ) yang lebih besar daripada yang bisa ditanggungnya.                 ( William Haddon ).

Dari 75.000 insiden industri dapat diintregasikan dalam suatu persentase sebagai berikut

· 98% dari insiden itu bisa dicegah

· 88% darinya diakibatkan tindakan tidak aman yang dilakukan orang.

· 10% darinya akibat kondisi fisik atau mekanis yang berbahaya.

· 2% tidak bisa ditentukan (Herbert Heinrich ):

Metode yang paling bernilai dalam pencegahan kecelakaan adalah analog dengan metoda yang dibutuhkan untuk pengendalian mutu, biaya, dan kualitas produksi tidak menitik beratkan berapa santunan yang layak diberikan kepada pekerja agar kecelakaan dapat dikurangi. (H.W. Heinrich, 1931) ini dikenal dengan teori domino.

Pengendalian resiko kecelakaan kerja dapat dilakukan dengan berbagai metoda, yaitu:

1.      Teknis

· Eliminasi : penghilangan sumber bahaya

· Subtitusi : mengganti dengan bahan yang kurang berbahaya

· Isolasi : proses kerja yang berbahaya disendirikan

· Enclosing : mengurung / memagari sumber bahaya

· Ventilasi

· Maintenance

2.      Administratif


· Monitoring lingkungan kerja

· Pendidikan dan pelatihan

· Labelling

· Pemeriksaan kesehatan

· Rotasi kerja

· Housekeeping: 5S

· Sanitasi yang bersih, mandi, fasilitas kesehatan.


3.      Alat pelindung diri


· Topi pengaman

· Pelindung telinga

· Face shield

· Masker

· Respirator

· Sarung tangan

· Sepatu


Usaha pencegahan kecelakaan kerja hanya berhasil apabila dimulai dari memperbaiki manajemen tentang keselamatan dan kesehatan kerja. Kemudian, praktek dan kondisi dibawah standar merupakan gejala penyebab terjadinya suatu kecelakaan  dan merupakan gejala penyebab  utama akibat kesalahan manajemen. (Frank E. Bird Peterson) ini dikenal dengan teori manajemen.

Oleh : arifin_pararaja

Banyak mungkin rumus kimia yang telah kita pelajari selama ini, ini ada sedikit rangkuman semoga bisa membantu rekan2 (lebih…)

ENDRIANTO

Yamanashi University

Department of Electrical Engineering and Computer Science



Dewasa ini robot banyak digunakan di bidang industri yang dapat membantu mempercepat produksi dengan ketelitian yang sangat baik. Untuk menggerakkan suatu robot, terlebih dahulu gerakan-gerakan yang diinginkan ditulis di dalam satu program file. Program file tersebut dijalankan di atas komputer yang hasilnya akan dikirimkan (download) ke dalam robot tersebut. Robot semacam ini banyak digunakan di dalam pabrik-pabrik yang sebagai salah satu contohnya adalah pada pabrik pembuatan mobil. Pada pabrik tersebut satu robot hanya dapat mengerjakan beberapa pekerjaan yang berulang-ulang sesuai dengan program yang dimasukkan. Tulisan ini akan memaparkan tentang robot yang disebut dengan Intelligent Robot (IR). Berbeda dengan robot yang digunakan pada industri mobil, IR mempunyai kemampuan untuk melakukan bermacammacam gerakan yang di disesuaikan dengan keadaan sekelilingnya. Untuk mengetahui keadaan sekelilingnya, IR menggunakan beberapa sensor seperti sensor ultrasonik, sensor cahaya, sensor infrared, sensor bunyi, sensor touch dan lain-lain. Pertama-tama robot akan mengenal keadaan sekelilingnya dengan menggunakan beberapa sensor. Keadaan sekeliling robot ini merupakan input bagi program yang dijalankan di dalam robot, hasil dari program inilah yang menentukan gerakan gerakan robot. (lebih…)

MADIUN - Tingkat kelulusan siswa madrasah aliyah (MA) swasta di Kabupaten Madiun cukup memprihatinkan. Dari 652 siswa MA peserta Unas tahun ini, sebanyak 57 siswa dinyatakan tidak lulus. Dari jumlah itu, 56 di antaranya siswa MA swasta. Sisanya yang 1 siswa berasal dari MA negeri.

Kakandepag Kabupaten Madiun Sofyan Djauhari mengatakan, tingginya angka ketidaklulusan siswa MA swasta akibat minimnya fasilitas. ”Seperti minimnya tenaga pengajar ataupun laboratorium di sekolah. Kami menyadari, karena lembaga swasta kebanyakan milik perorangan sehingga kurang maksimal,” ujar Sofyan, kemarin (15/6). (lebih…)

BAGI siswa SMA sederajat di kawasan Madiun Raya, pengumuman kelulusan menjadi akhir sebuah penantian panjang selama tiga tahun. Tradisinya, ada yang merayakannya dengan aksi coret-coret, konvoi, tanda tangan di kain panjang, sujud syukur atau dengan tangis haru karena keberhasilan tersebut.

Seperti di wilayah Kota Madiun, sujud syukur dilakukan siswa dan guru SMAN 6 sebelum hasil ujian nasional (unas) diberikan kepada anak didik melalui wali murid. ”Sujud syukur ini akan kami tradisikan setiap tahun,”’ ujar Hendrijanto, kepala SMA 6 usai salat dzuhur berjamaah di musala sekolah, kemarin (14/6). (lebih…)

MADIUN – Dunia pendidikan wilayah Madiun Raya diselamatkan oleh Murtini. Siswi SMK Negeri Poncol, Magetan, itu meraih nilai ujian nasional (unas) tertinggi se-Jawa Timur untuk sekolah kejuruan. Dari tiga mata pelajaran yang diujikan, dia membukukan nilai 36,86.

”Prestasi Murtini ini sangat membanggakan. Sebab, untuk SMK sebelumnya diperkirakan akan jeblok. Tapi, malah menjadi yang terbaik se-Jatim,” terang Kepala Dinas Pendidikan Magetan, Bambang Trianto, kemarin (14/6).

Dari nilai komulatif 36,86 itu, untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia mendapat 9,32, Bahasa Inggris 8, 91 dan Matematika 9, 50. ”Prestasi ini sangat kami syukuri dan harus diapresiasi.. Ke depan, sekolah harus memiliki persiapan yang lebih matang dari unas tahun ini,” terang Bambang.

Meski tak moncer, Bambang juga puas dengan tingkat kelulusan siswa SMA sederajat di Magetan. Dari 2.900 pelajar yang terdaftar unas, hanya delapan siswa yang tidak lulus atau 0,03 persen. Siswa tidak lulus itu mayoritas dari SMA swasta. ”Dua di antara delapan siswa itu memang tidak mengikuti ujian,” katanya. (lebih…)

SELAMAT DAN SUKSES

 

KEPADA

 

SMK NEGERI  3 KIMIA MADIUN

 

DENGAN 100% LULUS.

 

Semoga lulusannya bermanfaat dan meraih apa yang dicita – citakan.

 

 

Regard.

Alumni.

”Para guru di sejumlah sekolah tahu dan bahkan ikut menyebarkan kunci jawaban pada murid-muridnya saat Ujian Akhir Nasional (UAN). Sementara mekanisme distribusi soal yang selama ini disebut aman, setidaknya dalam empat tahun belakangan bisa ditembus para penyedia kunci jawaban soal yang menjualnya hingga Rp 6 juta per paket.”

Itulah isi tayangan Investigasi Trans TV yang ditayangkan pada sore hari tanggal 26 April 2008. Pernyataan bahwa kecil kemungkinannya soal UAN bisa bocor oleh pejabat dinas di Jakarta Selatan seketika terbantahkan oleh hasil pelacakan yang mendapatkan pernyataan dari penjual kunci soal. (lebih…)

Sekam padi pada umumnya hanya digunakan sebagai bahan bakar utama atau tambahan pada industri pembuatan bata, bahan dekorasi, atau bahkan dibuang di kandang hewan. Sudah diketahui bahwa sekam padi mengandung anyak silika amorf apabila dibakar pada suhu antara 500 dan 700oC, dalam waktu sekitar 1 sampai 2 jam. Kalsium hidroksida, hasil sampingan dari reaksi semen Portland dengan air, mempunyai sifat yang mudah bereaksi dengan karbon dioksida di udara ataupun di air, dengan ion sulfat dalam tanah, hingga membentuk kalsium karbonat (mudah larut dalam air) dan kalsium sulfat hingga membentuk ettringit yang memiliki volume molekul lebih besar, yang dapat mengakibatkan beton menjadi retak-retak. (lebih…)

Setiap kegiatan industri kimia, laboratorium, hotel, rumah sakit dan sejenisnya selalu menghasilkan limbah yang merupakan sisa pakai dan perlu dibuang, karena menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan bila tidak ditangani secara benar sebelum dibuang ke tempat pembuangan umum.

Ini berarti harus memperhatikan cara-cara pengolahan dan pembuangannya, berdasarkan pada sifat atau bahaya yang dapat ditimbulkan dan memperhatikan pula kemungkinan kerusakan pada sarana pembuangan maupun keselamatan kerja, karena tidak ada satu sistem pengolah limbah yang dapat mengatasi semua jenis limbah dan tergantung pada karakter limbah sehingga diperlukan analisa kimia maupun fisika untuk evaluasi dan karakterisasi. (lebih…)

Halaman Berikutnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.