Beranda > ilmu > Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Laju Reaksi

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Laju Reaksi

Konsentrasi

Telah diuraikan dalam teori tumbukan, perubahan jumlah molekul pereaksi dapat berpengaruh pada laju suatu reaksi. Kita telah tahu bahwa jumlah mol spesi zat terlarut dalam 1 liter larutan dinamakan konsentrasi molar. Bila konsentrasi pereaksi diperbesar dalam suatu reaksi, berarti kerapatannya bertambah dan akan memperbanyak kemungkinan tabrakan sehingga akan mempercepat laju reaksi.

Bila partikel makin banyak, akibatnya lebih banyak kemungkinan partikel saling bertumbukan yang terjadi dalam suatu larutan, sehingga reaksi bertambah cepat. Perhatikan Gambar 8, apa yang terjadi bila dalam suatu kolam makin banyak perahu yang berjalan? Pasti akan terjadi banyak kemungkinan saling bertabrakan.

Gambar 8

Makin banyak perahu dalam kolam, makin banyak terjadi tabrakan

Luas Permukaan Sentuhan

Suatu reaksi mungkin banyak melibatkan pereaksi dalam bentuk padatan. Perhatikan Gambar 9, bila kita mempunyai kubus dengan ukuran panjang, lebar dan tinggi masing-masing 1cm. Luas permukaan kubus bagian depan 1 cm x 1 cm = 1 cm2. Luas permukaan bagian belakang, kiri, kanan, atas dan bawah, masing-masing juga 1cm2 . Jadi luas permukaan seluruhnya 6 cm2.

Kemudian kubus tersebut kita pecah jadi dua, maka luas permukaan salah satu kubus hasil pecahan tadi adalah 2(1 cm x 1 cm) + 4 (0,5 cm x 1 cm) = 4 cm2. Berarti luas dua kubus hasil pecahan adalah 8 cm2. Apa yang dapat Anda simpulkan mengenai hal ini? Jadi makin kecil pecahan tersebut, luas permukaannya makin besar.

Gambar 9

Bila kubus 1 cm3 dipecah menjadi dua, maka luas permukaan sentuh meningkat dua

kalinya, dan permukaan sentuh tadi bereaksi dengan cairan atau gas. Hal ini merupakan contoh bagaimana penurunan ukuran partikel dapat memperluas permukaan sentuh zat.

Bagaimana pengaruh ukuran kepingan zat padat terhadap laju reaksi? Misalkan, kita mengamati reaksi antara batu gamping dengan larutan asam klorida (HCl). Percobaan dilakukan sebanyak dua kali, masing-masing dengan ukuran keping batu gamping yang berbeda, sedangkan faktor-faktor lainnya seperti massa batu gamping, volume larutan HCl, konsentrasi larutan HCl dan suhu dibuat sama. Dengan demikian, perubahan laju reaksi semata-mata sebagai akibat perbedaan ukuran kepingan batu gamping (kepingan halus dan kepingan kasar). Dalam hal ini, ukuran keping batu gamping kita sebut variabel manipulasi, perubahan laju reaksi (waktu reaksi) disebut variable respon, dan semua faktor lain yang dibuat tetap (sama) disebut variable kontrol.

Mengapa kepingan yang lebih halus bereaksi lebih cepat? Pada campuran pereaksi yang heterogen, reaksi hanya terjadi pada bidang batas campuran yang selanjutnya kita sebut bidang sentuh. Oleh karena itu, makin luas bidang sentuh makin cepat bereaksi. Jadi makin halus ukuran kepingan zat padat makin luas permukaannya.

Pengaruh luas permukaan banyak diterapkan dalam industri, yaitu dengan menghaluskan terlebih dahulu bahan yang berupa padatan sebelum direaksikan. Ketika kita makan, sangat dianjurkan untuk mengunyah makanan hingga lembut, agar proses reaksi di dalam lambung berlangsung lebih cepat dan penyerapan sari makanan lebih sempurna.

Apa hubungannya dengan tumbukan? Makin luas permukaan gamping, makin luas bidang sentuh dengan asam klorida makin besar, sehingga jumlah tumbukannya juga makin besar. Artinya makin kecil ukuran, makin luas permukaannya, makin banyak tumbukan, makin cepat terjadinya reaksi

Suhu

Umumnya kenaikan suhu mempercepat reaksi, dan sebaliknya penurunan suhu memperlambat reaksi. Bila kita memasak nasi dengan api besar akan lebih cepat dibandingkan api kecil. Bila kita ingin mengawetkan makanan (misalnya ikan) pasti kita pilih lemari es, mengapa? Karena penurunan suhu memperlambat proses pembusukan.

Laju reaksi kimia bertambah dengan naiknya suhu. Bagaimana hal ini dapat terjadi? Ingat, laju reaksi ditentukan oleh jumlah tumbukan. Jika suhu dinaikkan, maka kalor yang diberikan akan menambah energi kinetik partikel pereaksi. Sehingga pergerakan partikel-partikel pereaksi makin cepat, makin cepat pergerakan partikel akan menyebabkan terjadinya tumbukan antar zat pereaksi makin banyak, sehingga reaksi makin cepat.

Umumnya kenaikan suhu sebesar 100C menyebabkan kenaikan laju reaksi sebesar dua sampai tiga kali. Kenaikan laju reaksi ini dapat dijelaskan dari gerak molekulnya. Molekul-molekul dalam suatu zat kimia selalu bergerak-gerak. Oleh karena itu, kemungkinan terjadi tabrakan antar molekul yang ada. Tetapi tabrakan itu belum berdampak apa-apa bila energi yang dimiliki oleh molekul-molekul itu tidak cukup untuk menghasilkan tabrakan yang efektif. Kita telah tahu bahwa, energi yang diperlukan untuk menghasilkan tabrakan yang efektif atau untuk menghasilkan suatu reaksi disebut energi pengaktifan.

Energi kinetik molekul-molekul tidak sama. Ada yang besar dan ada yang kecil. Oleh karena itu, pada suhu tertentu ada molekul-molekul yang bertabrakan secara efektif dan ada yang bertabrakan secara tidak efektif. Dengan perkataan lain, ada tabrakan yang menghasilkan reaksi kimia ada yang tidak menghasilkan reaksi kimia. Meningkatkan suhu reaksi berarti menambahkan energi. Energi diserap oleh molekul-molekul sehingga energi kinetik molekul menjadi lebih besar. Akibatnya, molekul-molekul bergerak lebih cepat dan tabrakan dengan dampak benturan yang lebih besar makin sering terjadi. Dengan demikian, benturan antar molekul yang mempunyai energi kinetik yang cukup tinggi itu menyebabkan reaksi kimia juga makin banyak terjadi. Hal ini berarti bahwa laju reaksi makin tinggi.

Katalis

Salah satu cara lain untuk mempercepat laju reaksi adalah dengan jalan menurunkan energi pengaktifan suatu reaksi. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan katalis. Katalis adalah zat yang dapat meningkatkan laju reaksi tanpa dirinya mengalami perubahan kimia secara permanen. Katalis dapat bekerja dengan membentuk senyawa antara atau mengabsorpsi zat yang direaksikan.

Suatu reaksi yang menggunakan katalis disebut reaksi katalis dan prosesnya disebut katalisme. Katalis suatu reaksi biasanya dituliskan di atas tanda panah, misalnya.

2 KClO3 (g) ———- MnO 2 KCl (s) + 3 O 2 (g)

H2 (g) + Cl2 (g) ——–arang 2 HCl (g)

Secara umum proses sustu reaksi kimia dengan penambahan katalis dapat dijelaskan sebagai berikut. Perhatikan zat A dan zat B yang direaksikan membentuk zat AB dengan zat C sebagai katalis.

A + B ——–AB (reaksi lambat)

Bila tanpa katalis diperlukan energi pengaktifan yang tinggi dan terbentuknya AB lambat. Namun, dengan adanya katalis C, maka terjadilah reaksi: A + C—AC (reaksi cepat).

Energi pengaktifan diturunkan, AC terbentuk cepat dan seketika itu juga AC bereaksi dengan B membentuk senyawa ABC.

AC + B ——ABC (reaksi cepat)

Energi pengaktifan reaksi ini rendah sehingga dengan cepat terbentuk ABC yang kemudian mengurai menjadi AB dan C.

ABC ——–AB + C (reaksi cepat)

Energi pengaktifan reaksi zat A dan zat B tanpa dan dengan katalis ditunjukkan dalam Gambar 10.

Gambar 10

Katalis menyebabkan energi pengaktifan reaksi lebih rendah

Ada dua macam katalis, yaitu katalis positif (katalisator) yang berfungsi mempercepat reaksi, dan katalis negatif (inhibitor) yang berfungsi memperlambat laju reaksi. Katalis positif berperan menurunkan energi pengaktifan, dan membuat orientasi molekul sesuai untuk terjadinya tumbukan.

Sedangkan katalisator dibedakan atas katalisator homogen dan katalisator heterogen.

Katalisator homogen

Katalisator homogen adalah katalisator yang mempunyai fasa sama dengan zat yang dikatalisis. Contohnya adalah besi (III) klorida pada reaksi penguraian hidrogen peroksida menjadi air dan gas oksigen menurut persamaan : 2 H2O2 (l)– FeCl2 H2O (l) + O2 (g)

Katalisator heterogen

Katalisator heterogen adalah katalisator yang mempunyai fasa tidak sama dengan zat yang dikatalisis. Umumnya katalisator heterogen berupa zat padat. Banyak proses industri yang menggunakan katalisator heterogen, sehingga proses dapat berlangsung lebih cepat dan biaya produksi dapat dikurangi.

Banyak logam yang dapat mengikat cukup banyak molekul-molekul gas pada permukannya, misalnya Ni, Pt, Pd dan V. Gaya tarik menarik antara atom logam dengan molekul gas dapat memperlemah ikatan kovalen pada molekul gas, dan bahkan dapat memutuskan ikatan itu. Akibatnya molekul gas yang teradborpsi pada permukaan logam ini menjadi lebih reaktif daripada molekul gas yang tidak terabsorbsi. Prinsip ini adalah kerja dari katalis heterogen, yang banyak dimanfaatkan untuk mengkatalisis reaksi-reaksi gas.

Di beberapa negara maju, kendaraan bermotor telah dilengkapi dengan katalis dari oksida logam atau paduan logam pada knalpotnya sehingga dapat mempercepat reaksi antara gas CO dengan udara. Dalam industri banyak dipergunakan nikel atau platina sebagai katalis pada reaksi hidrogenasi terhadap asam lemak tak jenuh.

Katalis platina, digunakan pada proses Oswald dalam industri asam nitrat, pengubah katalitik pada knalpot kendaraan bermotor

Katalisator enzim

Katalis sangat diperlukan dalam reaksi zat organik, termasuk dalam organisme. Reaksi-reaksi metabolisme dapat berlangsung pada suhu tubuh yang realtif rendah berkat adanya suatu biokatalis yang disebut enzim. Enzim dapat meningkatkan laju reaksi dengan faktor 106 hingga 1018, namun hanya untuk reaksi yang spesifik.

Dalam tubuh kita terdapat ribuan jenis enzim karena setiap enzim hanya dapat mengkatalisis satu reaksi spesifik dalam molekul (substrat) tertentu, Dalam proses katalisis enzim yang digunakan harus sesuai dengan substratnya

Salah satu contoh adalah enzim protease yang dapat digunakan sebagai katalis dalam proses penguraian protein (Gambar 13), namun tidak dapat mengkatalisis penguraian skharosa.

Mekanisme Reaksi

Beberapa reaksi berlangsung melalui pembetukan zat antara, sebelum diperoleh produk akhir. Reaksi yang demikian berlangsung tahap demi tahap. Mekanisme reaksi ialah serangkaian reaksi tahap demi tahap yang terjadi berturut-turut selama proses perubahan reaktan menjadi produk.

Sebagai contoh, reaksi: AB + CD AC + BD

AB dan CD adalah keadaan awal, sedangkan AC dan BD adalah keadaan akhir. Dalam reaksi ini terjadi pemutusan ikatan A-B dan C-D, dan kemudian terbentuk ikatan A-C dan B-D. Proses ini tidak serentak, dapat melalui beberapa tahap, yaitu:

Tahap 1 : AB A + B (cepat)

Tahap 2 : A + CD ACD (lambat)

Tahap 3 : ACD AC + D (cepat)

Tahap 4 : B + D BD (cepat)

Setiap tahap mekanisme reaksi diatas, mempunyai laju tertentu. Tahap yang paling lambat (tahap 2) disebut tahap penentu laju reaksi, karen tahap ini merupakan penghalang untuk laju reaksi secara keseluruhan.

Gelatin dibuat dari buah nanas. Buah Nanas mengandung enzim aktif protease yang dapat menguraikan molekul protein dalam gelatin Artinya, tidak ada pengaruh kenaikan laju tahap 1, 3, dan 4 terhadap reaksi total.

Categories: ilmu
  1. Intan
    Juli 8, 2008 pukul 1:19 am | #1

    Gila…kren bgd pmbhsnx…Thanks y fren,Klyn dah bntu aQ.Pkk’e TKB deh…

  2. abel
    Oktober 26, 2008 pukul 11:19 am | #2

    makasih banget ya bro….paling tidak tulisan anda membantu ane…mantep.

  3. arifin
    Oktober 26, 2008 pukul 4:11 pm | #3

    Dear, Abel.

    Senang sekali dapat berkenalan dengan anda.

    Terima kasih atas perhatian anda semua.

    Suatu kebaggaan bagi kami kiranya dapat membantu dalam suatu kebaikan.

    Salam juga buat Sdr./i Durotul.

    Regards.
    Skimaters.

  4. intan
    Oktober 27, 2008 pukul 11:37 am | #4

    kok g ada ukuran partikel seh!!!

  5. e1najmi
    Oktober 28, 2008 pukul 11:04 am | #5

    Keren boss pmbhsanny ne?

  6. ifan
    Oktober 30, 2008 pukul 9:26 am | #6

    bujur ya choy !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  7. ari
    November 2, 2008 pukul 1:55 am | #7

    TE.O.PE. BE.GE.TE dehc

  8. November 2, 2008 pukul 3:14 am | #8

    Pinter,

  9. P0e3
    November 4, 2008 pukul 12:37 pm | #9

    fiNtERRRRRRRRRR,,,,,,,,,,,,,,,,,ciP dE P0k0kNa

  10. LyEzt
    November 7, 2008 pukul 9:58 am | #10

    ehm,,,,,,,,,, bgOeZ dEh…………….

  11. layla
    November 7, 2008 pukul 3:11 pm | #11

    kok g da gambarnya……………

    tOLoNg laend Kali di KSih gambAr ea……………….

    udah baGUs cuma KUrang GambArna AdJa…………..

  12. layla
    November 7, 2008 pukul 3:14 pm | #12

    QuWh juja MAsih binund ma Kimia……………

    ToloNg Lebih jelas lagi ea……..

    ThaNKz……

  13. trisna
    November 11, 2008 pukul 4:25 am | #13

    gambarx mana…………..? tlg d lengkapi yach!!!!!!

  14. n0ura
    November 11, 2008 pukul 1:15 pm | #14

    tHanKz iAh,p’bAhaSan’a bS bNtU aQuWh b9d.Bs nYlamEtin aqUwh dr kEjam’a m0nstEr rEmidi

  15. kl4n
    November 13, 2008 pukul 12:03 pm | #15

    mmmmmm,,,
    Baguz,,,
    Dtail,,
    keren dech……

  16. November 15, 2008 pukul 6:34 am | #16

    baguzzzzzzzzzzzzzz dech, tp kok gambarnya ngak mau muncul????????????????

  17. mBOK sERRR……
    November 21, 2008 pukul 4:59 am | #17

    sELAMAT,,YACH!!!
    DEah bisa bikin blog….
    kok gambarnya gak muncul???
    hayo,,disembunyiin dimana???

  18. mBOK sERRR……
    November 21, 2008 pukul 5:01 am | #18

    SALam yah,,buat tukang kebun sekolahnya….!!!
    tukang kebunnya di ajak ngedate boleh gak…???
    aku tunggu…

  19. Purba
    Desember 25, 2008 pukul 11:34 am | #19

    thx,buat share ilmunya
    jadi lumayan kebantu
    ga usah beli buku paket ^^
    skali lagi thx.

  20. Qhi2
    Februari 10, 2009 pukul 3:55 pm | #20

    tisam yach sama istrinya bapak kepala sekolahnya….eits,tapi jgn smpe ketahuan suaminya….hoho
    nie tulisan udah bantu gue bangetz nie,buat bikin karya tulis….
    thx yach…

  21. poetet
    Februari 26, 2009 pukul 4:50 am | #21

    oh bagus, pertanyaan saya
    mengapa katalis koq identik dengan mempercepat laju reaksi
    sedangkan katalis negatif / inhibitor atau memperlambat laju reaksi jarang di ulas padahal itu juga penting untuk memperlambat proses pembusukkan.

    mengapa sering kali katalis dikatakan tidak ikut bereaksi, padahal katalis kan juga ikut bereaksi tetapi pada akhir reaksi didapatkan kembali.

    tolong dijawab lewat emal kami.

  22. Februari 26, 2009 pukul 9:19 am | #22

    terimakasih atas kunjungannya..
    dan terimakasih atas pertanyaannya..yang membuat kami juga harus belajar lagi tentang kimia…

    Inhibitor adalah zat yang menghambat atau menurunkan laju reaksi kimia. Sifat inhibitor berlawanan dengan katalis, yang mempercepat laju reaksi. Inhibitor korosi adalah zat yang dapat mencegah atau memperlambat korosi logam. Inhibitor enzim Dalam biokimia, inhibitor umumnya terbatas pada enzim. Dalam hal ini, inhibitor berarti senyawa non-protein yang menghambat kerja enzim.

    Katalis adalah zat yang ditambahkan ke dalam suatu reaksi dengan maksud memperbesar kecepatan reaksi. Katalis terkadang ikut terlibat dalam reaksi tetapi tidak mengalami perubahan kimiawi yang permanen, dengan kata lain pada akhir reaksi katalis akan dijumpai kembali dalam bentuk dan jumlah yang sama seperti sebelum reaksi.

    Fungsi katalis adalah memperbesar kecepatan reaksinya (mempercepat reaksi) dengan jalan memperkecil energi pengaktifan suatu reaksi dan dibentuknya tahap-tahap reaksi yang baru. Dengan menurunnya energi pengaktifan maka pada suhu yang sama reaksi dapat berlangsung lebih cepat. Dikenal dua jenis katalis, yaitu katalis homogen dan katalis heterogen. Katalis homogen adalah katalis yang fasenya sama dengan fase zat yang bereaksi maupun zat hasil reaksi. Sedangkan katalis heterogen adalah katalis yang fasenya berbeda dengan fase zat yang bereaksi maupun zat hasil reaksi.

    Satu contoh sederhana untuk katalisis heterogen yaitu bahwa katalis menyediakan suatu permukaan di mana pereaksi-pereaksi (atau substrat) untuk sementara terjerap. Ikatan dalam substrat-substrat menjadi lemah sedemikian sehingga memadai terbentuknya produk baru. katan atara produk dan katalis lebih lemah, sehingga akhirnya terlepas.

    Katalis homogen umumnya bereaksi dengan satu atau lebih pereaksi untuk membentuk suatu perantara kimia yang selanjutnya bereaksi membentuk produk akhir reaksi, dalam suatu proses yang memulihkan katalisnya. Berikut ini merupakan skema umum reaksi katalitik, di mana C melambangkan katalisnya:

    A + C → AC (1)
    B + AC → AB + C (2)
    Meskipun katalis (C) termakan oleh reaksi 1, namun selanjutnya dihasilkan kembali oleh reaksi 2, sehingga untuk reaksi keseluruhannya menjadi,

    A + B + C → AB + C
    katalis tidak termakan atau pun tercipta,

    semoga semua penjelasan diatas, bisa mengurangi masalah rekan-rekan semua

  23. Maret 6, 2009 pukul 3:36 am | #23

    makasi yah..berkat artikel km..aq g perlu buka buku lg..he

  24. wilsh3
    Maret 8, 2009 pukul 4:33 am | #24

    lain kali sekalian munculin contoh dari faktor-faktor laju reaksi yah….

  25. Maret 8, 2009 pukul 8:19 am | #25

    makasih ya….

  26. lina
    Maret 13, 2009 pukul 11:10 am | #26

    kasih tau manfaat bagi kehidupannya dunk,,,,

    da tugazzzzzz nichhh,,,,,,,,

  27. Fikarz
    April 22, 2009 pukul 2:22 am | #27

    Waaaaah,,,,,,,,,,
    Kok gambarnya gak ada, tolong lain kali gambarnya dimunculin ya !!!!!

  28. April 23, 2009 pukul 1:22 am | #28

    Jelasin contoh prsamaan inhibitor donk. .ga ngrti

  29. September 3, 2009 pukul 1:37 pm | #29

    gambarny kok gak ada yach bikin penasaran ja cih…………

  30. gadis
    September 30, 2009 pukul 2:26 am | #30

    wa gile bener niiiiiiiiiiiiiii

  31. jml
    Oktober 15, 2009 pukul 9:21 am | #31

    makasi tugasku beress

  32. Oktober 18, 2009 pukul 12:37 pm | #32

    iya pake gambar !!

    tapi overall udah bagus buat tugas-v-bbb

  33. Oktober 20, 2009 pukul 6:21 am | #33

    duh..thx bgt y atas bantuannya..berguna bgt deh..piinnnteerrr kamu!!!

  34. Dian KW
    Oktober 21, 2009 pukul 9:59 am | #34

    keren smk 3 madiun ..
    maju terus .

  35. alfan
    Oktober 28, 2009 pukul 12:49 pm | #35

    keren deh ! salut pokok nya .

  36. akbar
    November 14, 2009 pukul 9:02 am | #36

    gw dr sma n 5 purwokerto, kebetulan lg nyari faktor aju reaksi, ini terpercayakan?

    thanks……..

  37. bram
    November 15, 2009 pukul 1:49 pm | #37

    Thx atas informasinya……

  38. anax
    November 16, 2009 pukul 8:47 am | #38

    gambarnya dumz…………….!!!!!!!!!!!
    hweee………
    biar lebih lengkap n jelasss…………
    thx….

  39. November 23, 2009 pukul 7:05 am | #39

    Mantebb broo !
    gw dukung banget ama eluu !
    btw, klo ada info” bru lagi hub. gw aja yah..
    081944284054 !

    regards,
    SGz~

  40. razi
    November 25, 2009 pukul 2:23 am | #40

    thank bro sdikit bnyk da bntu ane,,matep,,!!

  41. November 30, 2009 pukul 11:07 am | #41

    Thx ats info ttg bhn plajaran
    bermanfaat sekali
    penjelaSan ny bgs,
    jelas,
    n terperinci bgt
    bwt aq jd tmbh paham ttg laju reaxi
    sekali lage thx y…

  42. Desember 2, 2009 pukul 9:46 pm | #42

    bagus ni blognya…
    salut sama smkn 3 kimia madiun..

  43. Desember 8, 2009 pukul 2:48 am | #43

    gokill abiZzz materinya

  44. aini
    Desember 18, 2009 pukul 12:44 pm | #44

    em,kalau bisa lbh di per luas lagi ya,,,,,,,,,,,,,,,,,makacih……………

  45. aini
    Desember 23, 2009 pukul 1:05 pm | #45

    hmmmmmm……….maksh infonya…..solnya aku bisa lbh cerdassssssss

  46. Pay
    Desember 28, 2009 pukul 11:52 am | #46

    Good Info….

  47. moza
    Januari 21, 2010 pukul 9:16 am | #47

    arigato gozaimasu…….

  48. krysna ww
    Januari 25, 2010 pukul 12:17 pm | #48

    thannnkksss….tp gambarnya kug gg muncul yah??????

  49. Januari 26, 2010 pukul 12:19 pm | #49

    thx..membantu bgd…

  1. Belum ada trackback.