2008


Banyak sekali jenis tumbuhan yang berguna bagi kesehatan tubuh manusia. Diantara sekian banyak jenis tumbuhan yang berkhasiat bagi kesehatan tubuh adalah tumbuhan jahe.


Beberapa Khasiat Jahe
1. Rasa jahe yang hangat membantu sirkulasi keringat, yang bisa memberi efek baik untuk mencegah flu dan masuk angin.
2. Jahe dikenal dapat mengurangi inflamasi sendi dan jaringan otot pada penderita reumatik
3. Obat herbal ini mujarab mengatasi mual pada wanita hamil
4. Mengurangi efek migram
5. Banyak wanita percaya, jahe bisa meminimakan kram pada saat haid
6. Dapat merangsang pencernaan dan mengurangi rasa kembung akibat masuk angina
7. kandungan antisapriknya, membantu mengurangi penyerapan kolesterol darah dan hati
8. Aromanya yang khas bisa dijadikan aroma terapi untuk obati stres
9. Sering mengkonsumsi jahe membuat tubuh jauh dari penyakit, meningkatkan kekebalan tubuh dari virus.
10. Rasanya yang hangat sangat baik untuk Anda yang sedang merasa kedinginan
11. Membantu menyembuhkan batuk, asma, dan sakit kepala


Institut Pertanian Bogor (IPB), melalui lembaga Pusat Studi Biofarma mengadakan penelitian tentang jahe yang sangat berguna bagi kesehatan, bahkan jahe merupakan tumbuhan yang menjadi salah satu bahan untuk minuman tradisional jamu.
Menurut Prof Dr Ir Latifah K Darusman, Kepala Pusat Studi Biofarma IPB, jahe merupakan tanaman obat yang telah dikenal sejak lama dan digunakan secara luas.


Berikut ini, simak daftar tanya jawab yang dilakukan dengan Prof Dr Ir Latifah K Darusman seputar penelitian jahe yang dilakukan oleh Pusat Studi Biofarma IPB. Dalam memberi keterangannya, Prof Dr Ir Latifah K Darusman dibantu oleh dua orang stafnya, yakni Rudi Heryanto, SSi, MSi (keahlian separasi bahan aktif) dan Dr Min Rahminiwati (keahlian farmakologi).

Sejauh mana inovasi yang dilakukan IPB pada jahe?


Penelitian-penelitian terkait dengan khasiat/kegunaan jahe memang banyak yang sudah melakukannya. Namun, IPB melalui Pusat Studi Biofarmaka mencoba melakukan kajian terkait dengan jahe pada segmen yang belum banyak disentuh yaitu segmen budidaya, potensi pasar dan kontrol kualitas simplisia jahe. Walaupun begitu beberapa kajian khasiat jahe seperti sifat antioksidannya ataupun cara formulasinya menjadi suatu produk juga tetap dilakukan.


Beberapa penelitian terkait dengan jahe yang telah dilakukan oleh Pusat Studi Biofarmaka adalah, pembuatan prosedur operasi standard untuk budidaya jahe, dengan keunggulan sistem budidaya berbasis bahan bioaktif. Pengembangan teknik analisis untuk kontrol kualitas simplisia jahe. Dalam kajian ini telah dicoba dikembangkan metode penentuan bahan aktif jahe secara langsung dari simplisianya. Juga pengkajian strategi untuk menjadikan jahe sebagai komoditas ekspor. Kajian-kajian ini dilakukan baik secara mandiri ataupun dilakukan bekerjasama dengan instansi lain seperti Departemen Pertanian dan Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Berdasarkan penelitian, ada berapa macam/jenis jahe?

Sampai saat ini, Pusat Studi Biofarmaka tidak melakukan penelitian untuk identifikasi keragaman jenis jahe. Mungkin untuk hal ini Balittro-Deptan, telah melakukannya. Adapun untuk penelitian tentang jahe yang selama ini dilakukan, Pusat Studi Biofarmaka menggunakan tiga jenis jahe yaitu jahe gajah, jahe emprit, dan jahe merah. Untuk aplikasi budidaya yang sedang kami lakukan dalam rangka pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan di Kalimantan Timur (kerjasama ITTO-PSB, IPB-Dephut-PT Inhutani), jenis jahe yang dibudidayakan adalah jahe merah.


Apakah kandungan zat yang berbahaya pada jahe?


Tidak ada efek berbahaya yang akan ditimbulkan oleh komponen kimia dalam jahe selama penggunaannya dilakukan sesuai dengan anjuran. Namun yang harus diperhatikan adalah keberadaan bahan kimia lain (misalnya flatoksin) yang disebabkan kontaminasi simplisia jahe oleh misalnya Aspergillus sp.

Seberapa penting atau besar/dominant jahe dibanding tumbuhan lain untuk kesehatan?


Jahe merupakan salah satu tanaman obat yang paling sering digunakan untuk komponen jamu. Pusat Studi Biofarmaka bekerjasama dengan Oxford Natural Product telah melakukan studi inventori tumbuhan obat yang digunakan jamu untuk sembilan jenis penyakit. Hasil studi menunjukkan bahwa jahe tercatat sebagai komponen jamu untuk 7 jenis penyakit dan merupakan tanaman obat yang paling umum digunakan untuk jamu yang berkhasiat sebagai penghilang sakit/antiinflamasi dan penghilang gangguan saluran pencernaan.

Bahan-bahan apa saja yang boleh atau dilarang dicampur dengan jahe?


Beberapa studi menunjukkan bahwa pada penggunaan sesuai dosis klinik, jahe tidak berinteraksi dengan pengobatan yang lain.

Lebih baik mana, jahe dimanfaatkan untuk tubuh apakah sesudah makan atau sebelum makan?


Terkait dengan kandungan senyawa bioaktif jahe yang memiliki kemampuan untuk menyembuhkan luka pada lambung maka ada baiknya jahe dikonsumsi sebelum makan.


Bagaimana proses pengolahan jahe yang aman sehingga struktur kandungannya tidak berubah?


Senyawa bioaktif yang dikandung jahe (misalnya gingerol atau minyak atsirinya) merupakan senyawa thermolabile. Untuk itu pengolahan yang menggunakan panas yang berlebihan patut untuk dihindari. Walaupun demikian, dalam larutan berair, gingerol dapat bertahan sampai suhu 100 derajat celcius.


Ada kontradiksi yang dialami tubuh bila jahe dikonsumsi setiap hari. Berbahaya atau tidak?


Dalam suatu monograf disebutkan bahwa penggunaan serbuk jahe secara oral pada kadar 2 gram perhari (dalam satu dosis atau dibagi menjadi beberapa kali) dapat dilakukan dalam waktu yang tidak dibatasi.


Ada kontradiksi bila jahe dikonsumsi oleh penderita maag, karena dalam jahe ada zat yang bertolak belakang dengan asam lambung?


Belum ada informasi terkait dengan kontradikasi jahe pada dosis yang dianjurkan selama ini. Hanya saja, satu penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari India menunjukkan bahwa penggunaan serbuk jahe pada dosis 6 gram perhari dapat menyebabkan iritasi lambung.


Komposisi jahe akan bermanfaat pada kondisi apa saja? Penyakit apa saja yang bisa dicegah oleh kandungan jahe dan dosisnya berapa dan bila dibuat sendiri pengolahannya bagaimana? Untuk penyembuhan? Penyakit apa saja?


Secara prekinik baik in vitro maupun in vivo, jahe telah dibuktikan memiliki efek antimikrob, antifungal, antihelmintik, antioksidatif, antiimflamasi, antitumor, bersifat imunomodulatori, antilipidemic, bersifat analgesik, dan memiliki efek perlindungan terhadap saluran pencernaan. Sedangkan secara klinik, efek yang paling nyata dari jahe adalah untuk menghilangkan gejala mual pada perempuan hamil. Untuk efek yang lainnya misalnya mencegah mual setelah operasi, mencegah mabuk karena perjalanan, dan sakit karena osteoartitis, secara studi klinik sampai saat ini cukup efektif tapi masih harus dikonfirmasi dengan studi yang lebih jauh.


Beberapa Tips membuat minuman jahe :
Cara membuat wedang jahe dan Kopi Susu Jahe

- Wedang Jahe

Bahan :
1 liter air
100 gr gula pasir
2 buah jahe dimemarkan
1 lembar dau pandan wangi (diikat simpul)

Cara membuatnya :

Didihkan air, lalu masukan semua bahan kedalam rebusan air, aduk sampai gulanya larut, dan pandan menjadi layu, cicipi bila kurang manis tambahkan gula. Nikmat dihidangkan dalam keadaan hangat.

- Kopi Susu Jahe

Bahan :
1 potong jahe, memarkan
3/4 gelas air
1 sendok makan kopi bubuk
2 sendok makan gula pasir
3 sendok makan susu bubuk

Cara membuat :

masak sekaligus jahe, air, kopi sampai dengan mendidih, tuangkan pada gelas yang sudah diberi susu bubuk dan gula, aduk, dan sajikan.

Selamat mencoba..!
Info : Kami juga mempoduksi Jahe, Kunyit, Temulawak, dsb. dalam bentuk kristal berbagai ukuran yang diproduksi oleh anak – anak sekolah kami di Unit Produksi dan Jasa SMK NEGERI 3 KIMIA MADIUN.
Kami siap melayani anda.

Oleh : Pank.

Kadang masyarakat awam, khususnya para orang tua yang menyekolahkan anak – anaknya, beranggapan bahwa kata ‘pendidikan’ hanyalah terpaku pada pengajaran mata pelajaran yang tiap harinya diterima para murid di sekolah. Mereka seolah dengan menyekolahkan anaknya, beranggapan kalau mereka telah memberikan pendidikan kepada anaknya.

Sebenarnya anggapan itu tidak sepenuhnya salah. Memang pengajaran mata pelajaran yang diterima oleh para murid adalah salah satu definisi dari pendidikan. Namun, apakah kata pendidikan hanya sebatas itu saja? Tentu saja tidak. Makna pendidikan jauh lebih luas daripada hanya sekedar memberi ilmu tentang pelajaran – pelajaran sekolah. Arti pendidikan yang sebenarnya, di samping memberikan pelajaran juga mendidik akhlak yang baik kepada orang lain. Dan definisi yang kedua inilah yang jauh lebih sulit diaplikasikan jika dibandingkan definisi yang pertama tadi. Sebab, pendidikan tentang akhlak yang baik membutuhkan contoh seorang figur yang baik pula. Bayangkan jika seorang guru yang seharusnya memberikan contoh akhlak yang baik kepada para muridnya, justru bertingkah laku buruk entah di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Bisa dibayangkan akan seperti apa tingkah laku para siswa-siswinya?

Berbicara tentang pendidikan dalam koridor lingkungan sekolah, maka siapakah orang yang paling bertanggungjawab atas kelangsungan pendidikan itu? Jika kita merunut jawaban secara global, maka tiap instansi dan individu di dalam ligkungan sekolah itu bertanggungjawab atas pendidikan di sekolah tersebut. Namun jika kita harus menyebut sebuah nama, pihak yang paling bertanggungjawab atas kelangsungan pendidikan di lingkungan sekolah, maka orang itu adalah Kepala Sekolah.

Bagaimana seorang kepala sekolah selaku pemimpin sebuah sekolah berperilaku akan sangat terpantau oleh guru – guru maupun murid – murid yang ia bawahi. Oleh sebab itu, seorang kepala sekolah tak hanya bisa mengajar pelajaran di kelas-kelas, namun yang lebih penting lagi, ia harus bisa menjaga sikapnya baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.

Kepala Sekolah sebagai Pemimpin Pendidikan

Kepala sekolah adalah pemimpin pendidikan yang mempunyai peranan sangat besar dalam mengembangkan mutu pendidikan di sekolah. Berkembangnya semangat kerja, kerja sama yang harmonis, minat terhadap perkembangan pendidikan, suasana kerja yang menyenangkan dan perkembangan mutu professional di antara para guru banyak ditentukan oleh kualitas kepemimpinan kepala sekolah.

Sebagai pemimpin pendidikan kepala sekolah harus mampu menolong stafnya untuk memahami tujuan bersama yang akan dicapai. Ia harus memberi kesempatan kepada staf untuk saling bertukar pendapat dan gagasan sebelum menetapkan tujuan.

Di samping itu kepala sekolah juga harus mampu membangkitkan semangat kerja yang tinggi. Ia harus mampu menciptakan suasana kerja yang tinggi. Ia harus mampu menciptakan suasana kerja yang menyenangkan, aman dan penuh semangat. Ia juga harus mampu mengembangkan staf untuk bertumbuh dalam kepemimpinannya. Ini berarti ia harus mampu membagi wewenang dalam pengambilan keputusan, sebab banyaklah tanggung jawab yang harus dilaksanakan kepala sekolah.

Agar tugas-tugas ini berhasil baik ia perlu memperlengkapi diri baik dengan perlengkapan pribadi maupun perlengkapan profesi. Ia harus memahami masalah kepemimpinan dan prinsip-prinsip kepemimpinan. Adapun prinsip – prinsip kepemimpinan yang dimaksud adalah :

1. Prinsip Demoktratis

Dalam menjalankan kepemimpinannya, kepala sekolah hendaknya bersikap dan bertindak demokratis, mengutamakan musyawarah untuk mufakat, meskipun suatu saat dia dapat pula menjalankan kepemimpinan situasional (dasar sikap dan tindakan kepemimpinan yang berdasarkan situasi).

2. Prinsip Kekeluargaan

Sebagai pemimpin, kepala sekolah perlu menciptakan dan membina situasi hubungan sosial yang karab dan harmonis di dalam lingkungan kerjanya, yang didasari oleh semangat kekeluargaan.

3. Prinsip Kesederhanaan

Dalam menjalankan kepemimpinan pendidikan, kepala sekolah perlu memberikan keteladanan sikap dan tingkah laku yang menunjukkan kesederhanaan dan kemandirian kepada guru-guru agar sikap dan tingkah lakunya yang demikian itu mengimbas/menular kepada para siswa. Kedua sikap tersebut juga perlu ia tunjukkan dalam pengelolaan sumber daya yang terbatas baik kuantitasnya, sehingga akan dapat membantu mengatasi keterbatasan kemampuan sekolah yang dipimpinnya.

Kepala Sekolah dan Fungsinya

Atas tanggung jawab yang begitu besar itu pulalah yang menjadikan seorang Kepala Sekolah harus bisa mengatur sedemikian rupa sebuah lingkungan sekolah dengan baik layaknya seorang sutradara film. Di samping itu, seorang Kepala Sekolah juga harus mampu untuk menjalankan perannya sendiri sebagai seorang guru dan pendidik layaknya seorang aktor.

Seorang kepala sekolah menduduki jabatannya karena ditetapkan dan diangkat oleh atasan (Kepala Kantor Departemen Pendidikan Nasional atau yayasan). Tetapi untuk dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan lancar ia perlu diterima dengan tulus ikhlas oleh guru–guru yang dipimpinnya. Dengan kata lain ia diakui kemampuan serta kepemimpinannya oleh guru–guru.

Kedudukan kepala sekolah adalah kedudukan yang cukup sulit. Pada satu pihak ia adalah orang atasan karena diangkat oleh atasan. Tetapi di lain pihak ia adalah wakil guru-guru atau stafnya. Ia adalah suara dan keinginan guru-guru. Sebagai seorang atasan, ia mempunyai tanggung jawab sebagai tangan kanan atasan untuk membina sekolah, guru-guru serta anggota staf yang lain. Dan sebagai wakil guru-guru ia harus mampu menerjemahkan aspirasi-aspirasi dan keinginan-keinginan mereka. Jadi dapat kita simpulkan bahwa kedudukan kepala sekolah adalah “kedudukan tengah” antara atasan dan staf. Dalam kedudukannya yang demikian itu, kepala sekolah mengemban tugas pokoknya yaitu membina atau mengembangkan sekolahnya secara terus-menerus sesuai dengan perkembangan dan tantangan zaman.

Di dalam usaha meningkatkan mutu sekolahnya, seorang kepala sekolah dapat memperbaiki dan mengembangkan fasilitas sekolah; misalnya gedung, perlengkapan / peralatan, keuangan, sistem pencatatan / pendataan, kesejahteraan dll yang semuanya ini tercakup dalam bidang administrasi pendidikan. Dalam hal yang demikian ini maka kepala sekolah berfungsi sebagai administrator pendidikan.

Usaha peningkatan mutu dapat pula dilakukan dengan cara meningkatkan mutu guru-guru dan seluruh staf sekolah, misalnya melalui rapat-rapat, diskusi, seminar, observasi kelas, penataran, perpustakaan, dsb. Kegiatan-kegiatan yang demikian ini dapat digolongkan pada kegiatan supervisi. Oleh karena itu, dalam hal ini dapatlah dikatakan bahwa fungsi kepala sekolah adalah sebagai supervisor (penyelia) pendidikan.

Peningkatan dalam bidang adminstrasi dan supervisi saja belum merupakan jaminan akan keberhasilan peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Ada faktor lain yang tidak kalah penting yaitu masalah kepemimpinan.

Peningkatan mutu hanya dapat berjalan dengan baik apabila guru-guru bersikap terbuka (open mindedness), kreatif dan memiliki semangat kerja yang tinggi. Semua hanya dapat terjadi apabila mereka berada dalam suatu suasana kerja yang menyenangkan, aman dan menantang.

Suasana yang demikian ditentukan oleh bentuk dan sifat kepemimpinan yang dilakukan kepala sekolah. Oleh karena itu kepala sekolah harus terus-menerus berusaha mengembangkan diri agar kepemimpinannya terus berkembang pula. Hal ini merupakan kewajiban yang penting sekali karena fungsinya sebagai pemimpin pendidikan (educational leader.).

Kepala Sekolah Sebagai Peningkat Kinerja Guru

Performance yang diterjemahkan menjadi kinerja, juga berarti prestasi kerja, pelaksanaan atau hasil kerja atau unjuk kerja atau penampilan kerja. Menurut Sedarmayanti (2001) kinerja adalah hasil atau keluaran dari suatu proses. Menurut Prawirosentono (1999), performance (kinerja) adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi yang bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika.

Jadi bisa disimpulkan, jika kita melihat dalam hal pendidikan, kinerja guru yang dimaksud di sini adalah bagaimana guru tersebut mampu untuk mendidik para siswa-siswinya menjadi orang yang berhasil, baik dalam hal pendidikan, maupun dalam kehidupan sehari-hari. Dan itu bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Sedangkan tugas Kepala Sekolah di sini adalah untuk meningkatkan kinerja para guru tadi sehingga mampu untuk mendidik para siswa – siswanya dan menyampaikan pelajaran serta berakhlak yang mulia, sehingga para guru akan bisa menjadi contoh yang baik bagi para siswanya.

Kesimpulan

Hampir tak ada seorang kepala sekolah pun yang menyangkal bahwa jabatan yang ia emban itu sulit. Tak berlebihan memang jika seorang kepala sekolah merasa berat memangku jabatannya, terlebih lagi setelah kita melihat apa tanggung jawab dan tugas – tugas dari seorang kepala sekolah. Namun, kepala sekolah dengan tingkat kewenangan yang dimiliki, sangat dominan dalam upaya meningkatkan kinerja dan kualitas guru menjadi seorang pengajar dan pendidik yang profesional. Ia pun sangat berpeluang untuk mengharumkan nama sekolah yang dipimpinnya dengan inovasi-inovasi yang ia ciptakan untuk memajukan lingkungan sekolah. Selain dapat mengharumkan namanya sendiri tentunya.

Pun tak berlebihan jika kita menyebut seorang kepala sekolah sebagai sutradara sekaligus aktor dalam sebuah lingkungan sekolah. Sutradara, karena ia harus pintar – pintar mengatur para guru dan staf serta murid-muridnya dengan peraturan dan keputusan – keputusan yang ia ambil. Selain itu, ia adalah orang pertama yang bertanggungjawab atas keberhasilan jalannya roda pendidikan di sebuah sekolah. Ia pun langsung bertanggungjawab kepada atasannya (Kepala Kantor Pendidikan Nasional atau Yayasan) layaknya seorang sutradara yang bertanggungjawab kepada sang produser. Aktor, sebab selain ia membuat peraturan-peraturan dalam sekolahnya, ia pun harus bisa mengaplikasikan dan mematuhinya sendiri. ia pun juga seorang guru yang harus berkewajiban mendidik para murid dan juga anak-anaknya.

Namun, seberat apapun tugas dan tanggung jawab jabatan seorang kepala sekolah, jabatan itu tetaplah sebuah jabatan yang mulia. Jabatan yang mungkin hampir tiap guru mengidam-idamkannya.

Lempung bentonit sangat menarik untuk diteliti karena lempung ini mempunyai struktur berlapis dengan kemampuan mengembang (swelling) dan memiliki kation-kation yang dapat ditukarkan (Katti and Katti, 2001). Meskipun lempung bentonit sangat berguna untuk adsorpsi, namun kemampuan adsorpsinya terbatas (Cool and Vanssant, 1998). Kelemahan tersebut dapat diatasi melalui proses aktivasi menggunakan asam (HCl, H2SO4 dan HNO3) sehingga dihasilkan lempung dengan kemampuan adsorpsi yang lebih tinggi (Kumar and Jasra, 1995). Asam sulfat merupakan asam yang memiliki bilangan ekivalen H+ lebih tinggi dibanding dengan asam klorida ataupun asam nitrat. Aktivasi lempung menggunakan asam akan menghasilkan lempung dengan situs aktif lebih besar dan keasamaan permukan yang lebih besar, sehingga akan dihasilkan lempung dengan kemampuan adsorpsi yang lebih tinggi dibandingkan sebelum diaktivasi (Komadel, 2003).
Sementara itu dewasa ini, khususnya di daerah penghasil cengkeh, sangat banyak terdapat penyulingan minyak daun cengkeh. Namun kualitas minyaknya masih sangat rendah sehingga harganyapun relatif murah. Adapun penyebab rendahnya kualitas ini karena minyak daun cengkeh yang dihasilkan masih mengandung pengotor yang kemungkinan berupa zat warna organik atau anorganik sehingga minyak ini berupa cairan yang berwarna gelap. Minyak daun cengkeh yang diproduksi dengan alat destilasi yang dibuat dari stainless steel umumnya mempunyai kualitas yang lebih baik, akan tetapi alat ini terlalu mahal sehingga petani memilih menggunakan alat yang terbuat dari besi (Guenther, 1990; Sastrohamidjojo, 2002). Oleh karena itu perlu dikembangkan suatu cara yang murah untuk menghilangkan pengotor pada minyak daun cengkeh sehingga kualitasnya menjadi lebih baik.
Salah satu cara sederhana dan telah banyak dikembangkan oleh banyak peneliti untuk menghilangkan pengotor adalah metode adsorpsi. Beberapa peneliti menggunakan karbon aktif untuk mengadsorpsi material organik terlarut. Tetapi karena tingginya harga adsorben karbon aktif serta sulitnya diregenerasi, mendorong para peneliti untuk mencari material lain sebagai penggantinya. Salah satu bahan yang menarik untuk digunakan sebagai adsorben adalah material anorganik alam, misalnya lempung (McCabe, 1996). Penggunaan lempung sebagai adsorben mempunyai beberapa keunggulan karena lempung khususnya jenis bentonit mempunyai struktur antar lapis yang dapat dimodifikasi sehingga dapat memperbaiki sifatnya. Disamping itu pemanfaatan lempung sebagai adsorben dapat diregenerasi (Ryanto, 1994).
Pada penelitian ini akan dipelajari metode aktivasi lempung menggunakan H2SO4 serta uji adsorpsinya pada minyak daun cengkeh. Adapun kajian yang ditekankan pada pembuatan lempung teraktivasi asam yakni penentuan kondisi optimum reagen pengaktivasi. Diharapkan dengan perlakuan optimum akan menghasilkan lempung teraktivasi dengan aktivitas adsorpsi yang tinggi terhadap pengotor minyak daun cenkeh.
Lempung teraktivasi asam telah diuji adsorpsinya pada proses penjernihan minyak daun cengkeh. Pada proses sintesis dikaji pengaruh konsentrasi asam sulfat terhadap kualitas lempung hasil sentesis dan kemampuan adsorpsinya. Karakterisasi lempung hasil sintesis dilakukan dengan Gas Sorption Analyzer untuk menentukan luas permukaan spesifik, spektrofotometer FTIR untuk penentuan gugus-gugus fungsional .
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan di atas menyebabkan terjadinya peningkatan pada: luas permukaan spesifik. Luas permukaan spesifik berturut-turut 48,27; 48,75; 54,31; 65,21; 62,91; dan 51,86 m2/g, untuk variasi konsentrasi asam sulfat = 0; 0,4; 0,8; 1,2; 1,6 dan 2,0 M. Hasil uji adsorpsi menunjukkan bahwa lempung dengan aktivasi = 1,2 M menunjukkan aktifitas adsorpsi terbaik, yakni mampu mengadsorpsi pengotor paling banyak: 284,2 mg/g lempung dan menghasilkan minyak hasil adsorpsi paling jernih dengan perbandingan adsorben : minyak = 1 g : 40 mL.

Adopted by @_pararaja from : Jurnal Kima 2(1). Januari 2008 : 19-24; P. Suarya. 2008. Adsorpsi Pengotor Minyak Daun Cengkeh Oleh Lempung Teraktivasi Asam. Bukit Jimbaran, Bali : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Udayana.

Definisi :
Bencmark adalah :
– Suatu pengukuran terhadap pelaksanaanfungsi, operasi atau bisnis yang berkaitan dengan yang lain, seperti : referensi
– Proses pengukuran produk, jasa dan praktek kegiatan yang dilakukan secara terus menerus terhadap para pesaing yang paling ulet.

Benchmarking juga dapat didefinisikan :
• sebuah alat yang bermanfaat bagi keefektifan sebuah biaya
• memperbolehkan organisasi untuk belajar dari pengalaman organisasi lain

Tujuan Benchmarking
• Untuk mempertinggi keefektifan organisasi
• Untuk mempertinggi prestasi organisasi
• Untuk mencapai status kelas dunia

Tiga pendorong utama Ledakan Benchmarking (Benchmarking boom)

1. Persaingan Global : perusahaan perusahaan harus mengikuti persaingan, untuk melebihi atau sama dengan praktek-praktek terbaik
2. Tanda Penghargaan Mutu : Minat yang terus meningkat untuk memperoleh quality award
3. Perbaikan Terobosan kesadaran manajemen yang meningkat tentang sampai sejauh mana perusahaan dapat tertinggal di belakang para pesaing global mereka.

Jenis jenis benchmarking berdasarkan bentuknya :
1. Benchmarking internal, pembuatan perbanding dengan bagian lain di dalam organisasi yg sama
2. Benchmarking pesaing, lebih sulit dilaksanakan karena merupakan kerahasian suatu organisasi,
3. Benchmarking fungsional, perbandingan organisasi yang tidak bersaing seperti pergudangan, jasa boga dll.
4. Bencmarking umum (Generic Benchmarking): perbandingan proses-proses bisnis yang berlaku pada berbagai fungsi dan dalam indiustri yang berbeda.

3 Macam Benchmarking
• Benchmarking proses berfokus pada proses tertentu dan sistem operasi
• Benchmaking pelaksanaan kerja (kinerja) Berfokus pada harga, mutu teknis, ciri tabahan pada produk/jasa, kecepatan, daya tahan dan karakteristik kinerja lainnya
• Benchmarking strategi menjelajahi industri industri, mencari tahu strategi terbaik yang telah mensukseskan suatu perusahaan untuk bertahan dalam persaingan

Benchmarking memungkinkan anda untuk :
• Meningkatkan prestasi bisnis
• Mempelajari & Meningkatkan praktek terbaik
• Mencapai sasaran yang realistis
• Memasukkan peningkatan² dlm strategi
• Menggunakan praktek terbaik sebagai inspirasi dalam mengadakan pembaharuan
• Berfokus keluar
• Mempunyai tujuan tertentu mengenai peningkatan
• Mengukur peningkatan

Darimana Anda Harus Memulai :
• Jangan tunggu krisis
• Kerjakan ditempat yg secara realistis mungkin untuk dilaksanakan
• Bentuk tim benchmarking, terdiri dari pengambil keputusan dan ahli di suatu proses
• Ketahuilah perusahaan perusahaan lain yang masuk kelas dunia dalam bidang yang serupa
• Tetapkan kunci untuk mensukseskan bisnis yang hendak ditingkatkan
• Tentukanlah pengukuran pelaksanaan kerja perusahaan
• Seleksi proses proses inti
• Dipadukan dng kegiatan perbaikan mutu yg lain
• Dihubungkan dengan kegiatan² perencanaan diperusahaan

Darimana informasi dapat diperoleh ?
• Relasi (pemasok/pelanggan
• Media massa, karya ilmiah,
• konsultan & perantara
• Asosiasi dagang
• Karyawan

Kapan Benchmark dilakukan :
• Saat proses sedang berlangsung
• Saat pengecekan pelaksanaan secara teratur sedang dilakukan
• Saat meng-update benchmark untuk peningkatan berkelanjutan
• Saat peninjauan kegiatan yang sedang dibencmark untuk memastikan bahwa kegiatan tsb masih merupakan faktor sukses yang penting
• Saat mengetahui adanya faktor dan parameter baru

Apa yg dapat di benchmark ?
• Setiap bagian dari bisnis seperti :
o Penjualan per karyawan
o Biaya kegiatan distribusi
o Pengiriman yang terlambat
o Tingkat penolakan (rejects)
o Luas gudang
o Waktu yang diperlukan untuk satu kali proses
o Waktu untuk melayani pesanan
o Waktu yang diperlukan untuk memperkenalkan produk baru
o Jumlah perubahan yang terjadi pada perekayasaan

Siapa yg dapat dibenchmark ?
• Depertemen atau divisi lain
• Pesaing
• Industri lain yg berbeda

Siapa yg akan dilibatkan ?
• Para karyawan – yang mengetahui dengan baik tentang proses dan dapat mengevaluasi peningkatan yang potensial
• Para manajer – dapat menyiapkan kepemimpinan dan dukungan, dan
bertanggung jawab bagi strategi dan proses komunikasi
• Dukungan eksternal – Dapat menyediakan fasilitas bagi ahlinya, pemindahan keahlian ke dalam organisasi dan membantu belajar mengenai keorganisasian

2 Jenis Proses Dalam Organisasi
• proses inti yaitu bahwa proses tersebut merupakan proses dasar untuk menuju ke tujuan strategis organisasi, contoh pabrik.
• proses pendukung yaitu bahwa proses tersebut mendukung kegiatan infrastruktur organisasi, contohnya SDM.

Keempat dimensi dari pengukuran proses adalah :
• Produktivitas
• Kualitas
• Pengiriman/Ketetapan waktu
• Pembaharuan

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum, selama, dan setelah memulai prakarsa benchmarking.
1. Adakah kesenjangan kinerja didalam organisasi anda?
2. Komitmen dari atasan.
3. Team kerja benchmarking kita memerlukan satu atau dua orang yang mau bertindak sebagai fasilitator bagi tim kerja itu.
4. Sindrom potong kompas, mengharapkan terlampau cepat bila memecahkan persoalan.
5. Memadukan benchmarking dengan upaya mutu terpadu lainnya.
6. Proses bisnis internal harus akrab dengan proses-proses bisnis didalam organisasi.
7. Melaksanakan penelitian bencmarking

Proses bencmarking
1. Mengidentifikasi subyek benchmarking
2. Mengidentifikasi perusahaan-perusahaanpembanding.
3. Menentukan metode pengumpulan data dan mengumpulkan data.
4. Menentukan kesenjangan pesaingan yang ada.
5. Memproyeksikan kinerja masa depan.
6. Mengkomunikasikan penemuan dan mendapatkan pengakuan.
7. Menetapkan sasaran-sasaran berdasarkan fungsi.
8. Mengembangkan rencana kegiatan.
9. Menerapkan rencana dan memantau kemajuan.
10. Menyesuaikan kembali ukuran Benchmarking.

Kunci untuk melakukan benchmarking yang berhasil
1. Pahami dahulu proses anda sendiri dengan seksama dan menyeluruh.
2. Kunjungan jangan direncanakan sebelum penelitian diatas meja cukup dilakukan untuk memperoleh informasi perusahaan yang terbaik.
3. Fokusnya harus pada penerapan terbaik bidang industri.
4. Harus ada kemauan membagi informasi, kunjungan timbal balik direncanakan bila mana perlu.
5. Informasi peka selalu dijaga kerahasiaannya.
6. Jangan memusatkan pada hasil akhir, praktek dan prosesnya yang perlu dipahami.
7. Benchmarking harus merupakan proses yang berkesinambungan

Keuntungan Benchmarking
• Meningkatkan mutu organisasi
• Mengantar ke posisi “hemat biaya”
• Menciptakan keterlibatan untuk Merubah
• Memaparkan ide baru dan memperluas sudut pandang
• Meningkatkan kepuasan karyawan lapangan Mempertinggi tingkat maksimum potensi kinerja organisasi
• Kepuasan relasi

@_pararaja

Ir. Sugiono
Electric Fuel Treatment, konsep desainnya mengacu pada metoda Magnetic Resonance Imaging (M.R.I) yang berfungsi untuk meningkatkan kualitas bahan bakar Solar dan biodiesel sehingga kinerja motor bakar diesel menjadi lebih baik. Dengan menggunakan alat ini, penghematan BBM pada motor bakar diesel mencapai 5~20% dan manfaat lain yang diperoleh selain hemat BBM, juga meningkatkan power mesin, mengurangi kadar emisi gas buang Hidro carbon (HC), Carbon Monoksida (CO) berikut menekan opasitas (Asap gelap) .
Metoda alat ini telah didaftarkan dan dalam proses memperoleh Hak Paten dari Departemen Kehakiman dan HAM RI atas nama LIPI No.P00200400434.
Fungsi kerjanya Electric Fuel Treatment adalah merubah sifat asli BBM yang rantai molekul hidrokarbonnya masih menggumpal diresonansi menjadi terbuka , sehingga oksigen yang masuk dari filter udara lebih banyak dari yang semula (artinya oksigen harus bersih dan bebas dari kotoran debu). Dari proses ini jumlah BBM yang tidak terbakar lebih sedikit dari sebelumnya, ini artinya power yang diperoleh oleh mesin menjadi meningkat dan emisi gas buangnya menjadi menurun.
Kegunaan dari EFT apabila dipasang pada genset :
• Meningkatkan sifat bahan bakar menjadi lebih efisien pada berbagai type genset
• Meningkatkan power mesin dan mengurangi getaran mesin
• Mengurangi emisi gas buang, serta mengurangi pemeliharaan sistem injection dan mencegah timbulnya kerak pada ruang bakar.

Type-type EFT dapat dipasangkan ke beberapa spesifikasi genset di antaranya :
EFT 110 LHD untuk genset 80 HP dengan dia pipa input BBMnya ialah 9 mm dan EFT 135 LHD untuk genset 120 HP, dia pipa input BBMnya 12 mm, sedangkan untuk genset di atas 120 HP, maka EFT 135 LHD dipasang lebih dari satu dengan cara seri.
Harapan yang di inginkan adalah emisi gas buang menurun, power engine bertambah dan Spesific Fuel Consumption (SFC) menurun dalam satuan gr/kw.jam.
@_pararaja

Oleh : Achmad faisol

Almarhum ayah penulis pernah memberi nasihat, “Di sebuah kepanitiaan, umumnya terdapat dapartemen/seksi yang otomatis ada walaupun tidak dibentuk, yaitu seksi nyacat (bahasa Jawa, artinya komplain)… Hal ini layaknya sebuah template bagi pembentukan sebuah kepanitiaan…”

Nasihat itu memang benar adanya. Ketika penulis menjadi ketua remaja masjid Roudhotul Jannah, Kutisari Utara—Surabaya, berbagai bentuk saran, kritik dan komplain cukup sering penulis dapatkan. Bagi penulis, semua kritik adalah sarana untuk memperbaiki diri.

Namun, ada juga komplain yang menurut penulis saat itu termasuk kategori “agak lucu”. Komplain berasal dari orang yang tidak terlibat dalam kegiatan. Tapi, ketika diajak untuk aktif agar bisa turut serta memperbaiki secara kongkret, tidak mau ikut.

Memang, kita seringkali hanya pandai memberi saran, menyampaikan kritik dan mengajukan komplain. Tetapi, tak ada langkah nyata yang kita lakukan kecuali hanya berkata-kata. Kita menginginkan orang lain ‘tuk memperbaiki diri, namun kita lupa bahwa diri kita pun perlu perbaikan.

أَتَأْمُرُوْنَ ٱلنَّاسَ بِٱلْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ

Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri? (QS al-Baqarah [2] : 44)

Al-birr adalah segala perbuatan baik.
Al-birr adalah penyucian jiwa.
Al-birr adalah kebersihan hati.
Al-birr adalah keshalehan.

Kenapa kita memberi nasihat orang lain sedangkan kita tidak menjalankannya? Kita peringatkan orang lain sedang kita tidak ingat. Kita menganjurkan orang lain untuk berbuat baik sedang kita tidak melakukannya. Kita mencegah orang lain untuk berbuat jahat sedangkan kita melakukannya. Indah kata-kata kita, tetapi buruk perbuatan. Ucapan kita bagus tapi diri sendiri gersang dari kebajikan dan hidayah. Ibnu Rumi berkata :

Di antara keanehan zaman adalah
Engkau menginginkan orang lain sopan
Tapi engkau sendiri bertindak tidak sopan

Penulis teringat sebuah konsultasi di radio. Seseorang mengadukan permasalahannya, “Saya pusing baca koran tiap hari. Ada saja berita yang membuat saya agak naik darah karena ternyata banyak orang tidak becus mengurus tanggung jawab yang diemban. Bagaimana solusinya agar saya tidak dipusingkan oleh pemberitaan-pemberitaan yang ada?”

Sang konsultan menjawab, “Kita sering berlaku sebagai gubernur dunia. Setiap ada permasalahan langsung kita komentari. Bahkan kejadian-kejadian di luar negeri pun tak luput dari komentar dan komplain kita. Oleh karena itu, kurangilah pekerjaan kita sebagai gubernur dunia.”

Sungguh, sebuah jawaban sederhana tapi sangat mengena. Kita memang pandai sekali berkomentar, sampai-sampai sebuah anekdot telah disebar-luaskan, “Menjadi komentator, memang kita ahlinya.” Saking ahlinya, sebuah komentar bisa disampaikan secara berapi-api bahkan dengan nada emosi. Ya, itulah salah satu spesifikasi teknis keterampilan kita.

Sebenarnya, pesan-pesan kebajikan telah disampaikan kepada kita. Nasihat agar kita lebih melihat kekurangan diri daripada mengurusi aib orang lain telah kita dapatkan. Namun, mengapa semua nasihat itu berhenti hanya sebagai pengetahuan?

Mengapa berbagai nasihat itu tidak mengubah perilaku kita? Mengapa kita bisa berkomentar “Kuman di seberang lautan tampak jelas tapi gajah di pelupuk mata tak tampak”, namun hal itu sebatas ucapan dan retorika semata? Mengapa kita bangga bila disebut pintar, cerdas serta berwawasan luas padahal hakekatnya kita jauh dari apa yang kita katakan? Bukankah itu berarti sekadar kamuflase belaka?

Mari kita bersama-sama muhasabah (introspeksi) diri sendiri, tak perlulah mencari siapa orang yang berjuluk “tukang komplain.” Mari kita tanya diri sendiri, adakah kita termasuk anggota kumpulan orang yang senang mengkritik? Adakah kita termasuk orang yang bisa melihat kekurangan orang lain, sementara kesalahan sendiri kita abaikan, dengan dalih kekeliruan kita termasuk kategori mukhaffafah sehingga mudah dimaafkan dan kurang perlu dihiraukan?

Dengan pesatnya pertumbuhan industri – industri di Indonesia maka air limbah industri perlu perhatian yang ekstra hati – hati.

Air imbah industri dapat merupakan campuran komplek mengandung zat –zat tertentu, baik organic maupun anorganik.

Susunan kimia dari limbah industri tergantung pada jenis bahan yang diproses dan zat – zat yang dipakai dalam proses tersebut.

Untuk mempermudah pemantauan perlu mengetahui karakteristik air limbah industri. Tabel dibawah ini menunjukan beberapa contoh jenis limbah cair pada industri

Table : limbah cair dari industri

Jenis Industri

Jenis Limbah

Farmasi

Roti

Gula

Bir

Pengolah susu

Makanan dalam kaleng

Semen

Plastik dan bahan sintetis

Detergen

Pulp dan kertas

Kulit

Tekstil

BOD, suspensi solid, vitamin.

BOD, lemak gula.

BOD, COD, suspensi solid, total dissolved solid, ammonia,panas (suhu.)

BOD, nitrogen, pati, alcohol,.

BOD, COD, total dissolved solid, pH, sulfida.

BOD, suspensi solid, koloid, pH, minyak, bakteri, klorida

Total dissolved solid, suspensi solid, pH, panas (suhu).

BOD, COD, suspensi solid, logam – logam

BOD, COD, suspensi solid, minyak dan lemak, pH, detergen.

BOD, COD, suspensi solid, total dissolved solid, zat warna, zat pengisi, ammonia, pH, bakteri.

BOD, COD, total solid, pH, sulfida, krom.

BOD, COD, zat warna, pH, suspensi solid, detergen, minyak, logam – logam, panas, bau.

Dari table tersebut di atas diketahui bahwa :

Secara umum parameter yang digunakan dalam pencemaran air antara lain, Kebutuhan Oksigen Biologi (KOB = BOD) Kebutuhan Oksigen Kimia (KOK = COD), bentos dan plankton, ditambah dengan karakteristik air buangan industri yang bersangkutan.

Pengukuran adanya pencemaran air buangan industri, domestik, dan air buangan dari aktivitas lainnya, dilakukan secara kimia, biologi, dan fisika.

Berat ringannya pencemaran, tergantung dari banyaknya buangan, jenis buangan dan jumlah air yang menampungnya.

Halaman Berikutnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.